♫ SINOPSIS QSD ♫

The Great Queen Seon Deok 

Queen Seondeok Episode 1

Narasi : Ketika Surga dan Bumi belum dipisahkan. Ketika masih ada 2 matahari dan 2 bulan. Ketika matahari menjadi Bintang Utara dan bulan menjadi Bintang Pembajak. Sisa dari pecahan bintang menjadi manusia. Bintang yang lebih besar mewakili penguasa. Yang terbesar dari antara mereka menjadi Raja Jinheung, mengangkat sebuah kerajaan yang lemah bernama Silla menjadi kerajaan yang besar.

Ketujuh bintang yang paling terang dalam Ursa major juga dikenal sebagai pembajak.

Raja Jinheung (540-576) adalah raja ke-24 dinasti Silla. Satu dari Tiga Kerajaan di Korea. Dia mengikuti Raja Beopheung(514-540) dan diikuti Raja Jinji (576-579). Jinheung adalah keponakan Raja Beopheung. Raja Jinheung adalah salah satu Raja terbesar dinasti Silla dan bertanggungjawab memperluas wilayah Silla. Dia dan Raja Seong, Raja ke-26 dari Baekje, bertempur diatas lembah sungai Han. Raja Jinheung memenangkan pertempuran dan berhasil memperluas wilayah Silla. Dia dikenang oleh rakyat Korea sebagai salah satu penguasa terbesar Silla dan Korea.

Raja Jinheung sedang mengendarai kudanya untuk memeriksa perbatasan. Pendeta utama sedang memimpin doa saat tiba-tiba diserang. Raja Jinheung disergap dan dia terjatuh dari kudanya. Penyerang itu dikirim oleh Baekje yang ingin menuntut balas untuk Raja mereka. Kemudian datang bantuan dari pejuang bertopeng yang mengendarai kuda. Pejuang bertopeng itu berhasil mengalahkan semua pembunuh itu dan membunuhnya dengan cambuk rantai. Cambuk rantai adalah salah satu senjata mematikan dari 18 senjata dalam ilmu seni bela diri dan biasa dipakai oleh seorang wanita karena ringan dan mudah digerakkan.

Ternyata si pejuang bertopeng adalah Mi Shil yang meminta pengampunan pada Raja Jinheung karena ketidakmampuan mereka menjaga Raja. Raja berkata dia tidak bersalah karena ini karena dia keras kepala dan tidak mendengarkan Mi Shil, seharusnya dia tidak memeriksa perbatasan sendirian. Mi Shil ingin membawa Raja kembali ke istana tapi Raja menolak. Raja ingin cucunya Baek Jeong melihat Bukhansan diseberang Silla.

Bukhansan atau Gunung Bukhan adalah gunung di sebelah utara Seoul. Seoul dibatasi oleh gunung Bukhan. Di puncak gunung ini Raja memuji semua usaha yang dilakukan anak buahnya dalam menaklukkan Bukhansan. Raja memuji Eul Jae yang berhasil mengatur dan menstabilkan kondisi istana, memuji Se Jong dan Bo Jong atas keberhasilan mereka mengatur rumah tangga istana. Memuji Mi Shil sebagai Kapten Kolonel Pasukan Wanita Hwa Rang yang menjaga keluarga Raja. Memuji Seol Won Rang dan Moon Noh, tapi Moon Noh tidak hadir. Raja menyerahkan Silla dalam perlindungan mereka, karena keberadaan mereka-lah Silla menjadi seperti ini.

Raja berkata pada cucunya Baek Jeong yang kelak menjadi Raja Jinpyeong untuk melanjutkan harapannya, bahwa orang-orang yang hadir di sini sekarang akan membantunya mewujudkan mimpinya. Tapi Pangeran Geum Ryun, kelak menjadi Raja Jinji merasa tidak senang. Pangeran Geum Ryun adalah putra ke-2 Raja Jinheung.

Dalam perjalanan kembali ke istana, Mi Shil menemani Raja Jinheung di dalam keretanya. Mi Shil berkata kalau bukan Raja Jinheung pasti tidak akan memiliki mimpi besar seperti ini. Raja berkata Mi Shil juga dapat mencapai mimpi seperti itu. Tiba-tiba kereta berguncang dan teh Raja Jinheung tumpah. Mi Shil memeriksa dan ternyata salah seorang pemegang tandu tegelincir, Mi Shil memberi isyarat dengan matanya agar orang itu dibunuh. Kemudian dia berkata pada Raja bukan apa-apa, cuma masalah kecil.

Raja Jinheung bercerita tentang pengalamannya ketika berburu dan membunuh harimau dengan pisau kecil. Mi Shil heran bagaimana Raja mampu membunuh harimau hanya dengan belati atau pisau kecil, Raja berkata karena harimau itu menggigitnya, maka ia mampu menusuk tenggorokan harimau itu dengan belati sehingga harimau itu mati. Dia juga berkata bahwa saat berburu ia pergi sendirian tapi dia berhasil meyakinkan orang untuk mengikutinya sehingga dengan bantuan mereka, ia berhasil dalam perburuan. Penguasa tidak diberikan oleh surga tapi rakyatlah yang memberikannya. Mi Shil berterima kasih atas pelajaran hidup yang dalam dari Raja. Tiba-tiba Raja batuk darah, ternyata Raja menderita hemoptysis (batuk berdarah).

Kembali ke Gyeongju (Ibukota Silla). Mi Shil kaget dengan kondisi Raja yang memburuk. Raja Jinheung meminta Mi Shil menyediakan kertas dan tinta. Raja mendiktekan surat wasiatnya kepada Mi Shil.

Raja : Aku memutuskan bahwa penerusku adalah cucuku Baek Jeong. Dengan Eul Jae sebagai penasihat. Mengenai Pangeran Geum Ryun dan Sae Ju Mi Shil, mereka tidak dapat mempengaruhi keputusan dalam politik pemerintahan. Mereka harus mengikutiku dalam keabadian. (Tirza : bukan ikutan mati tapi menjalani hidup agamawi. Silla adalah negara dengan agama Buddha, jadi mereka jadi hwesio atau biksuni )

Mi Shil yang sedang menulis kaget dan tercekat. Raja bertanya apa ia merasa bahwa itu tidak adil? Mi Shil membantah bahwa Raja akan pergi, Mi Shil berkata ia akan meninggalkan hidup duniawi. Raja bertanya apa Mi Shil akan mematuhi perintahnya, Mi Shil berkata ia akan menjalankan agama Buddha dan berdoa untuk Raja. Mi Shil meninggalkan kediaman Raja.

Raja memanggil Eul Jae dan Baek Jeong ke kediamannya. Kemudian Seol Won Rang datang. Raja berkata tentang testimoninya pada Mi Shil. Seol Won Rang berkata agar Raja tidak berkata hal-hal yang tidak benar. Raja berkata Seol Won Rang dan Moon Noh pasti tahu kondisi kesehatannya. Raja menurunkan titah rahasia pada Seol Won Rang dan memintanya untuk mendekat dan menerima surat.

Raja meminta Seol Won Rang untuk membacakan perintahnya. Raja memerintahkan agar Mi Shil dibunuh. Seol Won Rang kaget. Raja berkata Mi Shil tidak akan pernah mengikuti perintahnya sesuai testimoninya. Saat ia hidup, Mi Shil adalah harta berharga untuk Silla. Tapi setelah ia meninggal, Mi Shil adalah bencana yang akan mengancam Silla. Raja bertanya apa Seol Won Rang akan mematuhinya, dan Seol Won Rang bersumpah untuk mematuhinya. Raja merasa tenang. Seol Won Rang mengambil surat perintah dan pergi.

Raja batuk keras dan menolak saran Kasim untuk memanggil dokter istana. Raja heran mengapa cucunya Baek Jeong dan Eul Jae belum datang setelah dipanggil sekian lama. Kasim berkata mereka akan segera datang. Raja meminta Kasim dan dokter istana pergi, dia hanya ingin melihat Baek Jeong. Seol Won memberikan perintah rahasia itu pada Mi Shil dan memintanta untuk membaca perintah itu. Seol Won berkata bahwa Raja sudah terlalu jauh, Mi Shil berkata Raja adalah Raja besar dinasti Silla jika Raja tidak bijaksana tidak mungkin mencapai posisi ini.

Seol Won Rang adalah kapten ke 9 dari pasukan Hwa Rang dan..kekasih Mi Shil.

Seol Won bertanya pada Mi Shil apa yang akan dilakukannya, Mi Shil berkata apa lagi yang bisa dia perbuat. Mi Shil heran mengapa Eul Jae belum juga tiba di istana. Pendeta Moon Noh masih berdoa di gunung, Mi Shil berkata ini kehendak langit, dia meminta Seo Won Rang bersiap. Sementara itu Moon Noh di gunung berdoa, membaca bintang, dan mencoba melihat apa yang akan terjadi.

Seol Won Rang mengumpulkan prajuritnya dan bersiap untuk penyerangan. Baek Jeong kaget saat mengetahui bahwa kakeknya menyerahkan takhta padanya. Raja bertanya apa Baek Jeong mampu.Baek Jeong berkata bagaimana ia bisa, Raja meyakinkan Baek Jeong bahwa ia pasti mampu. Baek Jeong takut jika Raja sudah meninggal, dia tidak akan mampu naik takhta. Raja meminta cucunya mendekat dan memberikan belati kecil. Raja berkata belati itu telah menyelamatkan nyawanya. Raja berkata Baek jeong harus melindungi dirinya dan juga Silla. Baek Jeong berkata is tidak bisa. Raja meminta cucunya menyelamatkan Silla dari penderitaan. Raja batuk dengan hebat, Baek Jeong sangat khawatir.

Seol Won Rang memimpin pasukannya ke istana dan menghentikan siapapun di depannya. Sementara itu Raja hampir kehabisan napas dan Baek Jeong hanya dapat memanggil kakeknya dengan cemas. Raja mengumpulkan kekuatannya dan meminta Baek Jeong mewujudkan mimpinya. Mimpinya adalah Silla harus menyatukan ketiga kerajaan menjadi satu Kekaisaran Silla. Raja muntah darah, Baek Jeong lari dan mencari bantuan. Mimpi Raja adalah harapan satu-satunya bagi Silla untuk bertahan selamanya.

Obor Moon Noh mati. Itu pertanda bahwa Raja Jinheung telah berpulang. Seol Won Rang bersiap melakukan kudeta dan membunuh semua yang menghalanginya. Mi Shil masuk ke istana dan membawa semangkuk obat. Baek Jeong melihatnya dan masuk ke ruangan kakeknya. Mi Shil membawa obat menghadap Raja. Raja seperti duduk di takhta. Mi Shil meminta Raja meminum obatnya tapi tidak ada jawaban. Mi Shil mendekat dan memeriksa, badan Raja telah dingin. Mi Shil memeriksa denyut nadi Raja. Mi Shil berkata pada mayat Raja bahwa dia akan mengingat selamanya rasa terimakasih Raja padanya dan Mi Shil menuangkan cairan obat ke dalam pot tanaman bonsai.

Baek Jeong menjadi saksi atas semua itu, ia ada di belakang takhta Raja. Pengikutnya masuk, dan Mi Shil berkata pada mayat Raja bahwa ini adalah masanya. Ia akan tidak terkalahkan. Roh Raja Jinheung mendatangi Moon Noh (??) dan berkata sebelum rasi bintang utara/pembajak berubah menjadi 8 bintang, Mi Shil akan tak terkalahkan. Saat bintang yang mampu mengalahkan Mi Shil lahir, itu adalah hari dimana bintang utara memiliki 8 bintang.

Mi Shil meninggalkan istana dengan perasaan menang, Baek Jeong melihat semuanya. Mi Shil mendatangi Pangeran Geum Ryun. Ia berkata bahwa pengganti Raja adalah keponakannya. Anak tertua mendiang Pangeran Mahkota Dong Ryun, yaitu Baek Jeong. Pangeran Geum Ryun marah. Mi Shil meyakinkan pangeran bahwa perintah Raja dapat diubah. Ini karena perintah Raja ditulis oleh tulisan Mi Shil, sebagai gantinya, Mi Shil ingin menjadi Permaisuri. Mi Shil bertanya apakah Pangeran bersedia. Mi Shil menggoda Pangeran Geum Ryun dan dilihat oleh Mi Saeng (adiknya).

Moon Noh mengendarai kudanya. Pasukan Hwa Rang menyiapkan pengangkatan Pangeran Geum Ryun sebagai Raja Jinji. Mi Shil duduk disebelah Raja sebagai Permaisuri. Baek Jeong juga hadir dalam acara penobatan itu. Semua menyatakan panjang umur kepada Raja.
Moon Noh datang terlambat sementara Seol Won Rang melihat Mi Shil yang sangat senang. Moon Noh menyadari bahwa ini adalah masa Mi Shil. Moon Noh menemui Eul Jae dan Baek Jeong. Baek jeong mencoba membujuk Eul Jae untuk membawanya pergi karena Eul Jae akan dikirim ke Dinasti Tang.

Baek Jeong merasa takut pada pamannya dan Mi Shil. Eul Jae berkata Pangeran tidak boleh seperti ini. Tempat Pangeran adalah di Istana dan Eul Jae berjanji akan segera kembali. Moon Noh masih teringat mimpinya tentang bintang ke-8. Sekarang sudah 4 tahun sejak saat itu.
Moon Noh memainkan pedangnya saat Seol Won Rang tiba dan Moon Noh berkata ia tidak akan memenuhi permintaan Seol Won Rang.

Mi Shil dikecewakan oleh Raja Jinji. Mi Shil membawa putrinya, anak Raja Jinji. Mi Shil bertanya mengenai janji Raja untuk mengangkatnya menjadi Permaisuri. Raja beralasan Mi Shil belum memberinya putra sedang selir lain sudah memberinya putra. Raja juga berkata bahwa pengangkatannya menjadi permaisuri tidak disetujui para menteri. Mi Shil mendesak Raja untuk mengambil keputusan karena ia telah menipu semua orang tentang wasiat Raja Jinheung.

Mi Shil kesal dan meninggalkan putrinya di takhta dan pergi begitu saja. Putrinya menangis.
Isteri Baek Jeong, Kim Maya mengandung dan ia bermimpi salah satu bintang Utara memasuki rahimnya. Dia berpikir itu adalah hal yang baik. Baek Jeong yang selama ini mengenakan belati kakeknya di lehernya melepaskan belatinya dan memberikan pada isterinya sebagai perlindungan.

Seorang pelayan, Jo Hwa masuk dan tersandung. Maya memintanya hati-hati. Jo Hwa berkata ini adalah Festival Nang Chon Chae (Festival Hwa Rang) mengapa mereka tidak menghadirinya. Maya akan pergi tapi ia ingin berdoa dulu di kuil. Baek Jeong pergi ke festival sendiri. Maya dan Jo Hwa pergi ke kuil dan kaget karena melihat pasukan Hwa Rang yang sedang mengenakan make-up (ini adalah Nang Jang Kyeol Yul yaitu misi bunuh diri pasukan Hwa Rang). Maya mengerti akan hal ini.

Maya meminta Jo Hwa melaporkan hal ini pada Baek Jeong. Sementara itu Raja dan Baek Jeong merasa heran karena isteri mereka tidak ada. Baek jeong melihat Jo Hwa mendekat dan saat Raja harus memimpin upacara, dia menyelinap menemui Jo Hwa.
Prajurit Hwa Rang berkata bahwa Raja tidak berhak memimpin upacara, dia tidak dipilih menjadi Raja. Mi Shil muncul dengan pasukannya dan melakukan kudeta lagi (what a woman..ck..ck). Seperti biasa Baek Jeong ada di belakang singgasana Raja dan kaget karena Mi Shil melakukan kudeta lagi.

Maya dikawal ke arah gerbang Utara dan diculik. Moon Noh melihat semuanya. Moon Noh melihat sulaman phoenix dari baju Maya diantara pintu. Moon Noh segera mencari Maya.
Raja Jinji merasa bahwa ini adalah konyol, tapi Mi Shil berkata bahwa pasukannya tidak akan mundur. Ini misi bunuh diri. Mereka akan berhasil atau mati. Mi Shil berkata bahwa Raja Jinji telah menipu rakyat. Seharusnya sesuai perintah mendiang Raja Jinheung, yang akan menjadi Raja bukan dia melainkan Baek Jeong. Perdana menteri menarik Baek Jeong keluar dan mengumumkan bahwa Baek Jeong adalah Raja Silla dan semua memberi hormat sebagai Raja baru.

Queen Seondeok Episode 2

So Hwa mencari cara agar Baek Jeong dapat meninggalkan istana mencari Maya. So Hwa takut Mi Shil akan menikahi Baek Jeong, ini sangat tidak adil buat Maya. Baek Jeong berkata Mi Shil itu licik sekali seperti ular dan kalajengking. Maya masih ditahan oleh pasukan Hwa Rang.

Mi Shil menyajikan teh untuk suaminya (Se Jong) dan mengatakan dia akan segera menjadi Permaisuri Baek Jeong (ini cewe benar2 deh..). Se Jong tahu bahwa tak seorang priapun yang mampu mengambil dan menaklukkan hati Mi Shil. Se Jong hanya membenci dirinya sendiri.
Seol Won Rang melapor pada Mi Shil bahwa Baek Jeong menghilang dan Mi Shil berkata bahwa Baek Jeong harus ditemukan. Moon noh berusaha menyelamatkan Maya. Maya dibawa keluar dengan pisau di leher. Moon Noh harus berhenti atau Maya akan dibunuh.

Baek Jeong dihalangi oleh Seol Won Rang dan dibawa kembali ke istana. Maya dan Moon Noh akan dilempar ke laut dan ditenggelamkan. Keduanya terjatuh, Moon Noh pingsan dan Maya berusaha untuk melepaskan diri.

Baek Jeong dibawa ke istana. Seol Won Rang membunuh semua yang terlibat dalam penculikan Maya dan Mi Shil sangat puas. Mi Shil mengangkat Baek Jeong menjadi Raja Jinpyeong dan membuat Jinpyeong sebagai bonekanya. Mi Shil mengajukan usul pernikahan karena Maya telah menghilang selama 6 bulan. Kerajaan tidak boleh tanpa seorang Permaisuri. Raja Jinpyeong mengatakan ia tidak memiliki pendapat dan meninggalkan ruangan.

Raja Jinpyeong duduk termangu, So Hwa melihatnya dari kejauhan. Kemudian Eul Jae kembali dari Cina. Raja sangat senang Eul Jae kembali. Se Jong khawatir akan kehadiran Eul Jae tapi Mi Saeng adik Mi Shil berkata ia tidak perlu cemas karena ini berbeda dari 4 tahun lalu.
Semua mendesak Raja untuk segera mengangkat Permaisuri. Mi Shil mengajukan diri sebagai Permaisuri, tapi Eul Jae menolaknya. Menurut Eul Jae, Mi Shil seharusnya menjadi biksuni. Mi Shil adalah seorang Won Hwa jadi apapun yang ia lakukan haruslah untuk negara. Semua setuju Mi Shil menjadi Permaisuri hanya Eul Jae yang tidak setuju.

Saat mereka ribut, Moon Noh masuk. Anggota dewan berkata Moon Noh tidak berhak masuk ke ruangan ini. Kemudian Moon Noh mengumumkan kedatangan Permaisuri.
Moon Noh : Perhatian dan berikan salam, kedatangan Permaisuri (wee..I like this scene. I got goosebumps..)

Pintu terbuka dan Maya muncul dan berjalan dengan berani ke arah Raja Jinpyeong. Semua kaget dan memberi hormat kepadanya karena sekarang ia adalah Permaisuri. Raja sangat senang dan memeluk isterinya. Maya dan Moon Noh berkata bahwa mereka diculik dan bahkan dilempar dari tebing. Belati mendiang Raja Jinheung-lah yang telah menyelamatkannya karena ia dapat memutuskan tali yang mengikatnya.
Raja dan Maya merasa Mi Shil adalah dalang dibalik semua ini. Raja sangat senang melihat kandungan isterinya juga selamat dan sehat.

Jinpyeong : Terima kasih Permaisuriku, terima kasih.

Mi shil menelan harga dirinya. Permaisuri bercerita tentang apa yang ia alami kepada Raja. Moon Noh berkata bahwa keinginan hidup Permaisuri sangat tinggi. Permaisuri justru berkata bahwa anak di dalam rahimnyalah yang membuatnya bertahan, ia merasa anak itu menendangnya, ia pasti anak yang sangat nakal.
Raja menyentuh perut Permaisuri dan bersumpah pada anaknya bahwa ia akan membuat anaknya melihat bahwa ia adalah Raja yang baik dan meminta bantuan Eul Jae dan Moon Noh. Raja membagikan mimpi mendiang kakeknya untuk menyatukan Silla.

Moon Noh dan Eul Jae setuju untuk membantu Raja. Eul Jae berkata bahwa Moon Noh tahu kapan saatnya dia akan kembali dan kapan dunia akan menjadi lebih baik. (well..biarpun kenyataannya dunia tidak lebih baik sekarang, everybody knows that.)
Eul Jae dan Moon Noh menemui Mi Shil. Mi Shil bertanya apakah Moon Noh memutuskan kembali karena tahu bahwa ia tidak akan menjadi Permaisuri? Mi Shil bertanya apa yang dilihat Moon Noh saat Raja Jinheung meninggal. Apakah ia tidak akan pernah menjadi Permaisuri.

Moon Noh berkata bahwa sebelum bintang kedelapan dari Rasi Bintang Utara muncul, dunia masih dikuasai oleh Mi Shil dan dia akan tak terkalahkan. Moon Noh berkata bahwa Mi Shil mendapat kemurahan langit. Moon Noh dan Eul Jae pergi. Mi Shil terganggu dengan penglihatan Moon Noh. Eul Jae heran mengapa Moon Noh mengungkapkan hal ini pada Mi Shil.

Moon Noh tidak tahu apakah itu kehendaknya yang telah mengubah mimpinya. Eul Jae berkata ada yang datang dan ada yang pergi itu adalah siklus kehidupan. Mi Shil pergi ke kuil dan meditasi. Seo Ri bertanya mengapa Mi Shil ingin sekali menjadi Permaisuri. Padahal Mi Shil sudah memiliki segalanya tanpa menjadi Permaisuri. Mi Shil berkata biarpun ia telah memiliki segalanya, itu tidak berarti jika ia tidak menjadi Permaisuri. Seo Ri : Yah bagaimanapun kau ini seorang wanita, kejayaan seorang wanita adalah menjadi Permaisuri bagi bangsa.

Queen Seondeok Episode 3

Moon noh bergegas menuju ruang bersalin. Permaisuri melahirkan bayi wanita kembar. Raja sangat panik dan mengambil salah seorang bayi, meminta maaf pada putrinya dan menyerahkannya pada So Hwa untuk dibawa pergi. Permaisuri memohon dan menangis agar putrinya dikembalikan padanya tapi Raja menutup pintu dan menyuruh So Hwa cepat pergi.

Moon Noh meminta ijin masuk dan Raja sangat lega melihat Moon Noh. Mi Shil datang untuk mengucapkan selamat. Raja keluar dan membawa seorang bayi perempuan. Raja mengangkat bayi itu ke langit dan mengumumkan : Ini adalah Putri Silla, Putri Cheon Myeong

Semua memberikan selamat. Sementara itu Moon Noh melarikan kudanya dengan membawa buntalan. Prajurit mengepung kudanya dan mulai menembak Moon Noh dengan panah. Moon Noh terluka dan menjatuhkan buntalannya. Ternyata hanya boneka. Mi Saeng dan Seol Won Rang heran dengan temuan ini.

So Hwa berusaha melarikan diri dengan bayi itu. Dia dihentikan oleh penjaga dan mereka mengenali So Hwa sebagai dayang Raja. So Hwa memberikan bayi itu pada penjaga dan berkata itu bukan bayinya. Penjaga itu menolak. Akhirnya So Hwa dibebaskan. (I don’t know if she really meant that or just her tactic ..)

Mi Saeng berkata pada Mi Shil bahwa Moon Noh tidak membawa bayinya. Kalau bukan Moon Noh lalu siapa, perawat berkata bahwa So Hwa juga hadir tapi ia tidak terlihat lagi. Mi Shil meminta Seol Won Rang mencari keberadaan So hwa.

So Hwa ternyata sungguh2 ingin menyerahkan bayi itu pada penjags dan ingin meninggalkannya di sana. Penjaga berkata kalau So Hwa tidak membawanya ia akan mati. Akhirnya So hwa memandang bayi itu yang ternyata lucu dan seperti tersenyum padanya. So hwa berkata bahwa mulai sekarang ia adalah ibu bayi itu dan akan melindunginya dengan nyawanya. Penjaga itu senang dan berkata bahwa tidak baik meninggalkan seorang anak, bagaimanapun anak adalah berkah.

Mi Shil mendengar kabar tentang So Hwa dan bayi. Seol Won Rang bertanya kemana So Hwa. So hwa telah pergi sekitar 15 menit. Seol Won Rang berkata tidak ada waktu lagi dan mereka harus mencari So hwa. Mi Shil melihat ke langit dan mendapati bahwa bintang Utara terpecah, saat itulah Mi Saeng berkata mengapa bintang Utara sekarang menjadi 8 bintang?

Bintang Utara dalam tradisi Cina dan Korea terdiri dari 7 bintang (kalo ada yang pernah lihat Return of the Condor Heroes, itu ilmu pedang dari Coan cin pay, ilmu pedang 7 bintang utara. Di To Liong To juga ada, yaitu ilmu pedang Bu Tong Pay, akarnya sama sih..).

Moon Noh memberikan surat pada Mi shil dan mengingatkannya tentang ramalannya. Mi Shil meremas surat itu dan pergi ke pasukannya. Mi Shil membunuh penjaga yang meloloskan So Hwa. Mi Shil : Manusia dapat melakukan kesalahan tapi tidak pasukanku.

So Hwa yang berusaha melarikan diri dikejar oleh pasukan Hwa rang dan mereka tertangkap. So hwa hampir dibunuh kalau saja Moon Noh tidak muncul. Moon Noh menembakkan panah dan saat bayi itu terlempar di udara, Moon Noh melompat dan menangkap bayi itu dan mengikatnya di badannya. (persis adegan Xiao Lung Ni berebut baby Kwee Xiang ama Kim Loen Hoat Ong and Lie Mo Coe he..he)

Moon noh berhasil mengalahkan Chil sook dan melepaskan So hwa, bertiga melarikan diri dengan kuda.

15 tahun kemudian, Gurun Taklamakan, Xinjiang Uighur, China

Chil Sook masih berusaha mencari So hwa dan bayi itu. Chil Sook sudah mengejar sampai Zhejiang di Cina saat dia tahu bahwa mereka naik kapal ke Hangzhou. Selama ini Chil Sook mencari So hwa dan ia tahu jika ia kembali tanpa mereka, ia harus mati di depan Mi Shil.(ck..ck padahal udah 15th, disersi aja sekalian, setia banget sih..)

Chil Sook melakukan perjalanan dengan seorang guide wanita. Chil sook berkata bahwa tempat yang ditujunya adalah pusat perdagangan internasional. Chil Sook mendengar tentang pedagang Romawi yang membayar tinggi untuk jasa pengawalan. Guide itu sangat senang, Chil Sook benar2 beruntung, dia dapat mengenalkan Chil Sook pada orang yang tepat.

Guide itu adalah Deok Man putri Raja Jinpyeong, kelak akan menjadi Ratu Seon Deok, penguasa ke-27 Dinasti Silla (astaga..kasihan deh Chil Sook..). Deok Man berkata, kalau saja Chil Sook tidak bertemu dengannya, ia pasti akan tersesat di gurun. Chil Sook memuji bahasa “gyerim” Deok Man (bahasa Silla), Deok Man berkata ia belajar dari orang-orang asing di sini.

Chil sook cemas mereka tersesat, tapi Deok Man berkata tidak perlu takut, kalau tersesat lihat bintang saja. Bintang selalu menuntunku pulang. Deok Man membawa Chil Sook ke rumahnya. So Hwa (masih saja kikuk dan suka terpeleset he..he) menyambut Deok Man dan menyadari ada tamu. Deok Man meminta Chil sook menginap karena mereka juga menyediakan kamar. So Hwa mengantar tamunya dan ketika Chil Sook memita teh dalam bahasa gyerim, So hwa kaget. Chil Sook mengira So hwa tidak mengerti, maka ia kembali berbahasa Mandarin. Chil Sook merasa mengenali So Hwa, tapi entah dimana (ya iyalah dah 15 th gitu..).

Deok Man kedatangan tamu bernama Cartan dari Roma, mereka sepertinya akrab Deok Man mengeluarkan buku Bioi paralleloi (Parallel Lives) karangan Plutarch. Buku ini ditulis dalam bahasa Yunani. Deok Man menanyakan beberapa pertanyaan dari buku itu pada Cartan (Deok Man bisa bahasa Yunani? wow..) Deok Man berkata bahwa buku ini sangat berharga baginya.

Saat itu ada pedagang Mesir berteriak memanggil Cartan. Mereka bertiga mendiskusikan bahwa ada larangan berdagang teh, mereka yang tertangkap akan dihukum. Cartan kaget dengan hukuman yang berat itu. So Hwa menyajikan teh di kamar Chil Sook. So Hwa meminta Chil Sook untuk beristirahat.

Deok Man mengerti keresahan para pedagang tentang larangan perdagangan teh, kemudian Deok Man mengusulkan untuk menyelundupkan teh. Deok Man mengadakan barter untuk membagi rencananya. Deok Man sangat senang dengan hasil barternya, ia memperoleh buku Jeong Gwang Ryeol (buku sistem kalenderisasi dinasti Wei Utara) yang terkenal, hwa ju /kaca pembesar.

So Hwa bertanya pada Deok Man mengenai Chil sook yang mengerti bahasa Silla. So Hwa bertanya apa Deok Man cerita kalau ayahnya berasal dari Silla, Deok Man berkata tidak karena ibu melarangnya. Deok Man bertanya mengapa ibu tidak pernah bercerita mengenai ayahnya, apa ibu malu? So Hwa terbatuk dan Deok Man menenangkannya.

Aku dapat hidup tanpa ayah, tapi jelas tidak tanpa ibu. Ibu ayo kita ke Roma. Mengapa tanya So Hwa, apa karena Cartan ? Bukan, karena aku ingin mencari obat untuk ibu. So Hwa menderita penyakit paru-paru karena menahan nafas saat di dalam gua. Waktu itu Chil Sook menyalakan api di depan gua dan membuat So Hwa sesak napas, efeknya ternyata membekas.

Sementara itu, di kerajaan Silla
Mi Shil masih merisaukan susunan bintang dan ada kabar bahwa Pangeran telah meninggal. Ternyata selama ini Raja dan Permaisuri berusaha mendapatkan penerus Silla, tapi selalu gagal karena Pangeran sakit dan meninggal. Permaisuri menangis dan menyalahkan dirinya. Ia merasa ini benar-benar kutukan. Ia merasa bersalah karena melahirkan putri kembar sehingga tidak akan ada pewaris laki-laki di istana.

Permaisuri dan Putri Cheon Myeong berduka di pemakaman istana. Ketika melihat ketiga nama adik laki-lakinya, Putri Cheon Myeong bertanya apakah ia membawa semacam kutukan. Permaisuri berkata itu omong kosong dan melarang Putri untuk menyanjung dengan bibirnya atau meracuni pikirannya.

Putri Cheon Myeong teringat saat adiknya meninggal, Mi Shil berbisik bahwa ini adalah salahnya, kemudian setiap kali ada pangeran lagi, mereka juga akan mati. Mi Shil menyajikan teh untuk Putri Cheon Myeong. Putri bertanya apa maksud perkataan Mi Shil dulu. Mi Shil berkata Putri tidak perlu malakukan apa pun untuk bertahan. Putri Cheon Myeong tercekat dan Mi Shil senang.

Queen Seondeok Episode 4

Deok Man melihat-lihat keramaian di jalan dan Chil Sook menariknya, Chil Sook berkata Deok Man telah berjanji mengenalkannya pada pedagang dari Roma. Deok Man membawa Chil Sook pada Cartan dan berkata bahwa Chil Sook adalah seorang Musa (warrior seperti Samurai).
Cartan mencubit pantat Chil Sook, Chil Sook kaget dan marah, tapi Deok Man berkata itu gaya orang Itali untuk perkenalan.

Pedagang dari Mesir dan India menemui Deok Man dan bertanya di mana teh mereka. Deok Man membawa mereka di gudang penginapannya. Deok Man membuat kamuflase, daun teh dibungkus dengan lumpur sehingga tampak seperti batu bata. Semua memuji kepintaran Deok Man. Tiba-tiba ada pasukan datang dan mengepung mereka. Kapten berkata bahwa di tempat ini ada teh ilegal, mereka menggeledah penginapan Deok Man. So Hwa sangat shock. Mereka mencari dan tidak menemukan apapun. Deok Man mencoba menyalakan api untuk
menghilangkan bukti. Kapten memerintahkan pasukannya untuk pergi saat dia curiga apa yang disembunyikan Deok Man. Kapten mendekat dan tiba-tiba api menyala. So Hwa panik sekali melihat api, So Hwa trauma dengan api. Akhirnya mereka semua dibawa ke kediaman Lord Yang (Yang Jae Hu).

Lord Yang marah karena persediaan tehnya terbakar karena ulah Deok Man. Lord Yang sendiri yang akan mengadili mereka. Lord Yang memerintahkan mereka untuk dibunuh. Cartan dan orang Mesir itu yang pertama. Deok Man berteriak : Tunggu!

Deok Man berkata ini semua salahnya dan meminta Lord Yang tidak menghukum mereka. Lord Yang tidak mengerti perkataan Deok Man (Deok Man berbicara bahasa Mandarin), Cartan menjelaskan dengan bahasa Canton dan akhirnya Lord Yang mengerti.

Deok Man : “Lord Yang tidak berperasaan, Ya, karena para pedagang sudah jauh-jauh menempuh perjalanan selama 12 bulan ke tempat ini tapi tiba-tiba Anda mengeluarkan perintah larangan berdagang teh dan membuatnya menjadi hukum. Sehingga semua pedagang ini harus kembali dengan tangan hampa. Padahal mereka telah menempuh perjalanan yang sangat berat melewati gurun untuk sampai disini, bukankah itu..benar-benar.. “

Deok Man ; “Pemimpin yang tidak mendengarkan suara dan penderitaan rakyatnya adalah pemimpin yang tidak pantas memimpin. “
Lord Yang sangat marah dan meminta Deok Man memilih. Di tangannya ada dua batu, kalau Deok Man memilih batu dengan ukiran hidup, maka mereka hidup. Kalau salah, mereka akan mati. So Hwa bergumam ..maafkan aku Yang Mulia. Chil Sook mengamati So Hwa dan mengenalinya.

Deok Man akhirnya memilih salah satu batu. Tapi langsung ditelannya. Lord Yang marah sekali dan menyuruh anak buahnya membuka mulut Deok Man, tapi batu itu tidak ada. Deok Man minta Lord Yang menunjukkan batunya, apa yang tertulis di tangannya, maka yang ditelannya adalah kebalikannya. Lord Yang membuka tangannya : “mati”
Semua bersorak, berarti yang ditelan Deok Man adalah “hidup”, jadi mereka hidup.

Lord Yang : “Apa kau tidak takut?”
Deok Man : “Aku takut sekali.”
Lord Yang : “Ini karena kau tidak pintar dan masa bodoh tapi kau memiliki keberanian dan bakat sehingga kau tidak takut. Tapi kau sangat hebat, kau memiliki takdir yang dikirim dari langit yang tidak akan meninggalkanmu. Lelaki terhormat akan memberikan janji ini untukmu dan membebaskan nyawamu…biarkan mereka pergi’ Mereka dibebaskan. Deok Man dan So Hwa berpelukan.

Di Gyeongju Seorabeol (Istana Raja Silla).
Raja Jinpyeong ingin mengangkat sepupunya Kim Yong Su sebagai penggantinya. Para menteri menolaknya. Raja berkata, Kim Yong Su adalah putra pamannya Raja Jinji dan suami putrinya Cheon Myeong jadi menurutnya bukan masalah. Tapi semua tetap tidak setuju.
Mi Shil menghadap dan mengundang Raja untuk menghadiri festival Dano, dia sudah mempersiapkan pertunjukkan bela diri oleh pasukan Hwa Rang. Raja memenuhi undangan Mi Shil.

Mi Shil pergi dan Mi Saeng cemas jika Kim Yong Su sudah mulai mengumpulkan kekuatan dan dengan status pernikahannya dengan putri Cheon Myeong maka posisinya akan semakin kuat. Mi Saeng cemas Kim Yong Su membalas dendam, mengingat ayahnya Raja Jinji telah dikudeta oleh mereka (episode 1). Mi Shil mengingatkan ini adalah festival Dano, jadi jangan mengeluh di hari ini.

Hwa Rang sedang mempertunjukkan kebolehannya. Mi Shil datang dan mereka memberi hormat pada Won Hwa-nya. Mi Shil mendekati Putri Cheon Myeong dan heran dengan kepandaian dan bakat putri mengatur semua acara ini. Putri Cheon Myeong sangat berbakat dan detil dalam mengatur semuanya. Mi Shil menyindir putri tentang kemungkinan putri menjadi permaisuri. Putri Cheon Myeong tidak mengerti dan Mi Shil menyinggung tentang rencana Raja mengangkat suami putri sebagai penerusnya. Cheon Myeong kaget dan belum tahu tentang ini. Mi Shil mengancam Cheo Myeong.

Di gurun, Cartan bertanya mengapa Deok Man mau mengorbankan nyawa untuk mereka. Deok Man berkata bahwa jika ia tidak melakukan itu mereka semua akan mati. Nyawa semua manusia itu berharga. Deok Man tahu dari buku yang diberikan Cartan. Cartan menyesal memberikan buku itu untuk Deok Man. So Hwa keluar dan berkata bahwa Deok Man seharusnya mendengarkan cartan, So Hwa memukul kepala Deok Man.

Pedagang Mesir dan India datang mengucapkan terima kasih atas kebaikan Deok Man. Deok Man bercerita tentang Chil Sook yang mencari seorang wanita dan bayi selama 15 tahun. Saat yang sama, Chil Sook menyelinap ke kamar So Hwa dan memeriksanya. So Hwa mendengar cerita Deok Man dan merasa familiar. Chil Sook menemukan baju bayi dan surat Moon noh, dia yakin sekarang.

So Hwa panik dan menyeret Deok Man, mereka harus segera pergi. Deok Man bingung tapi ibunya menyeretnya ke kamar. Di sana mereka ditunggu oleh Chil Sook. Chil Sook memanggil : So Hwa!

So Hwa langsung shock dan terjatuh, Chil Sook mencoba menangkap mereka dan mereka berusaha lari. Tapi Chil Sook berhasil membuat mereka tersudut, Chil Sook sudah mencari mereka selama 15 tahun, sekarang sudah saatnya untuk kembali ke Gye Rim. Chil Sook mengambil lilin dan mendekatkan ke So Hwa, Deok Man melihat kantung alcohol dan menyiramkannya pada Chil Sook.Chil Sook terbakar dan mereka lari. Chil Sook mengejar mereka lagi dan mengancam Deok Man dengan pedangnya, So Hwa menikam Chil Sook ditempat yang sama saat Moon noh menikamnya (episode 3).

Mereka berhasil lari ke gurun dengan onta. Setelah beberapa lama, ontanya jatuh kelelahan. Deok Man menggendong So Hwa di punggungnya dan membawa So Hwa ke dalam gua. So Hwa meminta Deok Man pergi ke Roma bersama Cartan. Deok Man menolaknya. So Hwa tidak mengijinkan Deok Man untuk kembali ke Gye Rim. Deok Man bertanya mengenai ayahnya. Apakah Moon Noh itu ayahku, So Hwa kaget darimana Deok Man tahu tentang Moon Noh. Dari surat Moon Noh. Deok Man dapat membacanya. Bukan kata So Hwa.

Deok Man juga tahu bahwa belati itu adalah dari ayahnya. Ayah seperti apa yang memberikan belati dan membuang anaknya begitu saja. Aku tidak mau kata Deok Man dan melemparkan belati itu. So Hwa berkata itu karena Deok Man harus menyelamatkan ayahnya.
Harusnya orangtua yang berkorban untuk anak seperti kau bukan sebaliknya. Deok Man sekarang tahu mengapa So Hwa sakit paru-paru dan takut api. Deok Man sangat menyesal karena selama ini selalu bepergian dan menyusahkan So Hwa. So Hwa merentangkan tangannya dan memeluk Deok Man. Deok Man menangis di pelukan So Hwa.

Chil Sook menemukan onta yang hampir mati dan melihat gua. Chil Sook memeriksa gua tetapi tidak menemukan mereka. So Hwa lari di mulut gua, Chil Sook melihatnya dan mengejarnya. Deok Man yang sedang mencari air melihat So Hwa lari mendatanginya dan memberi tanda jangan ke sini. Tiba-tiba kaki So Hwa masuk ke dalam pasir hisap. Deok Man berusaha menarik So Hwa tapi gagal dan mengulurkan tali. So Hwa berpikir percuma saja menyelamatkan dirinya, kemudian dia mengambil belati Raja Jinheung dan berusaha memotong talinya. Deok Man meminta So Hwa menghentikannya. So Hwa berteriak agar Deok Man lari setelah ia berhasil memutuskan tali. Dari kejauhan mereka melihat Chil Sook. Mereka berdua panik.

Queen Seondeok Episode 5

Seonggol : Level tertinggi dari kasta bangsawan, hanya untuk keluarga kerajaan dengan marga Kim
Jingol : Level kedua dibawah Seonggol. Keluarga bangsawan dengan marga Bak dan Seok

Pasir hisap di Gurun Taklamakan

So Hwa tenggelam dalam pasir hisap. Deok Man berusaha menarik So Hwa tapi saat melihat Chil Sook mendekat, So Hwa mengambil keputusan nekad, dia memutuskan tali dengan belati Raja Jinheung. Sebelum jatuh lebih dalam, So Hwa sempat melemparkan belati itu kepada Deok Man. Chil Sook berhasil menahan Deok Man yang juga ingin masuk ke dalam pasir hisap menyusul So Hwa. Saat Chil Sook melihat keatas, ia melihat badai pasir. Mereka akhirnya tertutup oleh badai pasir.

Setelah badai mereda, Deok Man dengan putus asa mencari So Hwa. Ia menemukan barang mereka dan belati Raja Jinheung tertancap diatas pasir. Deok Man melihat tali yang dipakai untuk menarik So Hwa. Deok Man menarik talinya dan berharap menemukan So Hwa, tapi dia hanya menemukan tali yang sudah dipotong. Deok Man terus menggali sampai kelelahan. Cartan dan teman2nya mencari Deok Man dan menemukannya dengan ajaib. Deok Man pingsan.

Putri Cheon Myeong bermimpi dan melihat Kim Yong Su suaminya berperang melawan Baekje. Kim Yong Su meninggal dalam pertempuran itu. Putri terbangun dan berkeringat dingin. Dia melihat suaminya tidak ada dan mencari Kim Yong Su. Melihat isterinya kebingungan, Kim Yong Su memanggil Cheon Myeong. Kim Yong Su menghibur isterinya, tapi Cheon Myeong tahu bahwa Mi Shil tidak akan segan-segan melawannya untuk menguasai kerajaan. Cheon Myeong memohon suaminya untuk tidak menyetujui rencana Raja Jinpyeong untuk mengangkatnya menjadi Raja. Putri juga berkata bahwa kematian 3 saudara lelakinya adalah takdir, maka mungkin langit memang masih memihak Mi Shil jadi Putri memilih tidak melawan.

Kim Yong Su berkata bahwa ia memutuskan untuk mendukung rencana Raja karena ia melihat Raja Jinpyeong berjuang sendirian dan mengalami masa-masa susah. Dia hanya ingin mendukung Raja. Tapi Putri terus saja memohon agar suaminya tidak perlu melakukannya. Tiba-tiba dayang Putri masuk dan berkata bahwa pasukan Hwarang berlaku aneh diluar kediaman mereka.

Putri keluar dan bertanya mengapa pasukan Hwarang menghias wajah mereka (Nang Jang, episode 1). Mereka datang setelah mendengar rencana Raja. Cheon Myeong berkata itu bukan urusan mereka. Tapi Bo Jong (putra hasil hubungan Mi Shil dengan Seol Won Rang) wakil kapten berkata mereka akan mengajukan keberatan dengan mengorbankan diri untuk menentang keputusan ini.

Kemudian Kim Yong Su mendapat tentangan dari dewan menteri. Mereka berkata, Kim Yong Su sudah diturunkan levelnya menjadi Jingol. Eul Jae berkata bahwa batasan darah Seonggol sudah kabur sekarang. Mi Saeng berkata bahwa Kim Yong Su sudah dikeluarkan dari garis keturunan Raja. Ha Jong (putra Mi Shil dengan Se Jong ck..ck ini namanya poliandri he..he..) memukul meja seperti gangster dan berkata bahwa dia adalah putra mantan Raja Jinji. Mi Saeng sangat malu dengan kebodohan keponakannya. Semua bangsawan berpendapat bahwa Kim Yong Su harus mundur dari pencalonan.

Kim Yong Su berkata mereka memang benar bahwa ia tidak pantas menjadi calon Raja. Semua heran dan berpikir apa Kim Yong Su akhirnya mengerti posisinya. Tapi Kim Yong Su berkata itu karena ia belum memiliki prestasi jadi ia akan meraih prestasi agar pantas menduduki takhta. Mi Saeng berhenti tertawa. Kim Yong Su akan memimpin pasukan untuk bertempur untuk menaklukkan Benteng Mo San. Benteng Mo San (sekarang kota Namwon, terkenal dengan cerita rakyat Chunhyang dan Lee Mong Ryong) ditaklukkan oleh jenderal Baekje yaitu Baek Gi.

Eul Jae mengingatkan Kim Yong Su, apapun yang ia katakan kepada dewan menteri akan dianggap sebagai janji. Kim Yong Su berkata ia bertanggungjawab atas semua perkataannya. Se Jong dan lainnya terdiam.
Kim Yong Chu adik Kim Yong Su, meminta penjelasan dari pasukan Hwarang, mengapa mereka melakukan tindakan Nang Jang. Mereka berkata bahwa mereka mematuhi prinsip dan aturan pasukan yang sudah ditetapkan. Mereka seperti sudah dicuci otaknya.

Mi Saeng berkata pada Mi Shil bahwa Kim Yong Su akan memimpin pasukan untuk menaklukkan Benteng Mo San. Kim Yong Chu kaget. Mi Saeng berkata pada Kim Yong Chu untuk menasihati kakaknya daripada melampiaskan kemarahannya pada dirinya.
Kim Yong Chu menemui kakaknya dan berkata apa kakaknya tidak tahu betapa sulitnya menaklukkan Benteng Mo San. Mi Saeng, Ha Jong dan Seol Won Rang juga merasa Kim Yong Su tidak akan dapat menaklukkan benteng itu.

Putri Cheon Myeong memohon pada ibunya Ratu Maya agar membujuk Raja. Ratu berkata apa yang dapat mereka lakukan, karena ke-3 pangeran sudah meninggal dan tidak ada keturunan lelaki untuk naik takhta. Cheon Myeong berkata ini semua adalah rencana Mi Shil untuk menguasai kerajaan. Cheon Myeong berkata, pertempuran ini akan membuat mereka kehilangan Kim Yong Su.

Seol Won Rang, Kim Yong Su dan pasukannya mengadakan briefing rencana penyerangan Benteng Mo San. Setelah briefing, Kim Yong Chu berkata ia juga ingin ikut bertempur, tapi kakaknya berkata ia harus tinggal untuk menjaga Cheon Myeong dan Raja. Tiba-tiba, Cheon Myeong datang dan meminta suaminya untuk melarikan diri. Putri minta suaminya mengabulkan permintaannya sekali ini saja. Raja Jinpyeong datang.

Raja dan Putri Cheon Myeong berbicara secara pribadi.
Raja : Aku tidak dapat melindungi apapun. Saat Raja Jinheung wafat, aku belum juga dapat mewujudkan mimpinya. Ibumu, Maya yang sangat kucintai juga tidak dapat kulindungi. Ketiga putraku, aku juga tidak mampu melindungi mereka. Ada yang tidak dapat kulindungi juga, yaitu..rakyatku. Istana ini penuh dengan orang-orang Mi Shil. Dia mencuri semuanya di depan mataku sendiri. Satu-satunya yang dapat kulindungi dan kuselamatkan dari Mi Shil adalah..kau putriku dan tidak ada yang lain. Orang yang mampu bertahan dari kejahatan Mi Shil adalah kau. Saat bintang keenam dari Bintang biduk terpecah menjadi dua, saat susunan tujuh bintang menjadi delapan. Itulah ketika aku menerima surat dari Moon Noh.

Itulah kali pertama Cheon Myeong mendengar mengenai Gukseon Moon Noh. Raja berkata Moon Noh menghilang 15 tahun yang lalu.Chen Myeong terkejut mendengar semuanya.

Ha Jong mengeluh pada ayahnya, ia takut jika Kim Yong Su akan menang. Mi Saeng berkata bagaimana Mi Shil dan Se Jong bisa memiliki putra seperti dia. Se Jong membela anaknya. Mi Shil masuk dan heran mengapa mereka masih belum istirahat. Mi saeng berkata bahwa keponakannya cemas Kim Yong Su akan menang, tapi Mi Shil tidak terlalu khawatir. Mereka heran. Seol Won Rang mengerti maksud Mi shil. Jika Raja Jinpyeong mengangkat Kim Yong Su (Jingol) sebagai pewaris, maka terbukalah kesempatan bagi keturunan Jingol yang lain seperti mereka untuk bertakhta. Mereka baru sadar, Raja sudah salah perhitungan. Mi shil terlihat penuh percaya diri.

Cheon Myeong menjahitkan batu jade/giok di baju perang suaminya. Batu jade dipercaya dapat memberikan perlindungan dan menyehatkan. setelah itu Cheon Myeong menangis. Kim Yong Su datang dan menghibur isterinya itu. Kim Yong Su teringat saat bertemu Cheon Myeong. Saat itu putri masih berusia 12 tahun, tapi berani mengungkapkan perasaannya pada orang yang dicintainya (astaga..he..he) kemudian mereka menikah. Cheon Myeong menangis dan memohon suaminya tidak pergi.

Keesokan pagi, Kim Yong Su berangkat dan menoleh pada Cheon Myeong. Mi Saeng dan Seol Won melihat dari kejauhan.
Malamnya, Cheon Myeong bermimpi lagi, ia melihat suaminya terpanah. Panah menembus batu jade yang disulamkan di baju perang Kim Yong Su. Kim Yong Su jatuh, orang-orang mengelilinginya. Cheon Myeong berusaha menggapai suaminya tapi tidak bisa. Suaminya melihat ke arahnya.

Pelayannya datang membangunkan Cheon Myeong. Seorang prajurit datang dan menghadap Cheon Myeong. Dia melaporkan bahwa mereka telah berhasil menaklukkan Benteng Mo San dan menang. Cheon Myeong senang dan bertanya kapan suaminya akan pulang, prajurit itu berkata Kim Yong Su saat dalam perjalanan pulang dipanah oleh tentara Baekje. Cheon Myeong shock. Prajurit itu mengulurkan batu jade kepada Cheon Myeong, Kim Yong Su sebelum meninggal meminta mereka mengembalikan batu jade ini kepada Cheon Myeong. Cheon Myeong pingsan melihat batu jade bernoda darah itu.

Sementara itu, di gurun. Cartan meminta Deok Man keluar dari kamar dan makan. Cartan berkata mereka tidak mencari Deok Man di gurun untuk kelaparan di rumah seperti ini. Deok Man duduk diam dengan pandangan kosong dan jarinya mulai mengetuk-ngetuk seperti kode Morse. Di saat yang sama, Putri Cheon Myeong mengunci diri dan melakukan hal yang sama. Kedua saudari kembar ini mulai mengetuk-ngetuk di tempat berlainan.

Tiba-tiba So Hwa datang dan menghibur Deok Man. Saat yang sama Kim Yong Su datang dan menghibur Cheon Myeong.
Cheon Myeong menangis saat Ratu mengetuk kamarnya dan memintanya memulai prosesi pemakaman suaminya. Cheon Myeong memandang altar suaminya saat Mi Shil masuk dan menabur bunga krisan putih di atas tubuh Kim Yong Su. Mi shil mendatangi Cheon Myeong dan memeluknya. Putri kaget, ternyata Mi shil berkata : Pergi!..tujuh bintang..Bintang Biduk dan ramalan ? Buanglah semua mimpi itu dan pergi jauh..Ini ..adalah kali terakhir aku mengasihanimu.

Di gurun, Deok Man berpisah dengan teman-temannya. Cartan mengajak Deok Man ke Roma, tapi Deok Man menolak dan berkata ia akan ke Gye Rim mencari ayahnya. Cartan berkata Deok Man belum pernah ke sana dan bagaimana ia akan menemukan ayahnya. Deok Man akan mencari Moon Noh, ia yang tahu dimana ayahnya. Cartan meminta Deok Man menyamar menjadi lelaki agar aman. Deok Man merasa itu ide yang bagus.

Raja Jinpyeong terkejut saat putrinya berkata akan meninggalkan kehidupan dunia dan menjalani kehidupan Buddhis. Raja tidak memberi ijin, tapi Putri tetap pergi. Kim Yong Chu menunggu Cheon Myeong dan menemaninya sampai gerbang. Cheon Myeong meminta Kim Yong chu mencari keberadaan Moon Noh. Cheon Myeong mengaku bahwa hidup Raja, hidupnya, dan anaknya akan terancam jika ramalan Moon Noh tidak benar dan akan bergantung pada Moon Noh jika ramalannya benar. Kim Yong Chu baru tahu kalau Cheon Myeong sedang mengandung dan istana tidak mengetahuinya. Cheon Myeong tidak ingin anaknya lahir di istana.

Setahun kemudian,
Cheon Myeong tengah berdoa saat pelayannya berkata Kim Yong Chu datang. Kim Yong Chu menggendong seorang bayi dan berkata bahwa bayi ini satu-satunya keturunan kakaknya. Kim Yong Chu berkata seorang keturunan Raja seharusnya dibesarkan di istana bukan di tempat terpencil seperti ini. Dia merasa sangat sedih. Kim Yong Chu bertanya apakah Cheon Myeong sudah memberinya nama.

Cheon Myeong berkata namanya : Kim Chun Chu (Chun= musim semi, Chu = musim gugur, dapat berarti sepanjang masa dari Semi-Gugur, abadi selamanya. kelak akan menjadi Raja Muyeol, Raja ke 29 Dinasti Silla).

Putri bertanya mengenai Moon Noh, apakah sudah ditemukan. Kim Yong Chu berkata Moon Noh kemungkinan tinggal di Manno (sekarang Jin Cheon) daerah yang berbahaya, tapi Cheon Myeong berkeras ingin kesana. Pelayannya ingin menyertai Cheon Myeong tapi putri melarang, ada pengawal Kim Yong Chu yang akan melindunginya. Putri berpamitan dengan anaknya yang sedang tidur untuk menunggunya.

Deok Man tertidur di perahu, dia terbangun saat menengar mereka sudah tiba di Gye Rim. Deok Man mulai mencari Moon Noh. Dia bertanya kepada semua orang di pasar di mana Moon Noh. banyak yang berkata Moon Noh adalah mitos, ia tidak nyata. Ada juga yang berkata Moon Noh ada di istana dll.

Kemudian seorang pendeta melihatnya dari kejauhan. Deok Man duduk dan mendengar : Tuan Moon Noh bukan orang yang bisa sembarang ditemui. Deok Man yang mendengarnya, langsung mendatangi pendeta itu dan melihat ada orang yang juga berlutut dan mencari Moon Noh.
Deok Man mendekat dan menanyakan dimana Moon Noh

Deok Man : Pendeta! Apakah kau tahu dimana Moon Noh? Dapatkah kau mempertemukan kami?

Queen Seondeok Episode 6

Deok Man berjalan kesana kemari bertanya tentang Moon Noh, sampai seseorang berkata :
Joo Bang : “Tuan Moon Noh bukan orang yang mudah ditemui.” Deok Man melihat ada orang yang berlutut untuk memohon bertemu Moon Noh juga. Joo bang tetap berkeras Moon Noh tidak mudah ditemui.

Joo Bang melihat bahwa Deok Man mudah ditipu, jadi dia pura2 jatuh dan berkata ia lapar karena berpuasa dan belum berbuka. Deok Man percaya dan ia mencari makanan untuk Joo Bang. Deok Man terus memohon bertemu Moon Noh. Joo Bang berkata ia dapat membantu Deok Man karena Deok Man telah berkorban.
Saat itu tentara Hwa Rang mendekati mereka. Joo Bang meminta Deok Man mengambilkan air. Saat Deok Man pergi, Joo Bang juga pergi. Deok Man tidak dapat menemui Joo Bang.

Joo Bang dituduh mencuri perhiasan milik Kim Yu Shin. Deok Man yang mencari Joo Bang melihat Joo Bang dikelilingi tentara. Saat Deok Man mendekat, Joo Bang memasukkan perhiasan ke kantung Deok Man. Kim Yu Shin datang dan bertanya apa Joo Bang benar mencuri “Yoo Bae” yang diberikan ayahnya. Joo Bang pura2 tidak salah.
Kim Yu Shin adalah putra Jenderal Kim Su hyeon dan Putri Man Myeong (cucu Raja Jinheung), jadi Kim Yu Shin ini adalah sepupu Deok Man.

Joo Bang digeledah dan tidak ditemukan apapun. pasukan Hwa RAng pergi begitu saja. Deok Man kesal dan berkata mereka seharusnya minta maaf pada Joo Bang karena telah salah menuduh. Kim Yu Shin berkata bahwa pasukannya tidak akan salah menuduh orang. Joo Bang sudah bersiap pergi, Kim Yu Shin juga mau pergi tapi Deok Man menahannya. Pasukan hwarang jadi marah karena Deok Man kasar dan agresif.

Kim Yu Shin menegaskan pasukannya tidak pernah salah. Benarkah, kata Deok Man, kalau begitu mengapa setelah menggeledah orang mereka juga tidak menemukan yang dicari? Kim Yu Shin kaget melihat Deok Man menghina Hwarang. Joo Bang mencoba menengahi dan menasihati Deok Man dengan ajaran Sang Budha, tapi Deok Man masih berpikir Hwarang tidak adil. Joo Bang menenangkan pasukan Hwarang. Kim Yu Shin akhirnya pergi dengan kesal.
(scene ini benar2 fun, actor remaja Lee hyun Woo sbg Kim Yu Shin dan Nam Ji Hyun sbg Deok Man, juga berperan sebagai suami isteri dalam drama The Great King Sejong, he..he cute )

Joo Bang menyeret Deok Man ke sebuah kedai. Joo Bang berkata bagaimana Deok Man dapat sekasar itu, mana mungkin ia mengenalkan Deok Man pada Moon Noh. Joo Bang berusaha mengambil perhiasan Kim Yu Shin di kantung Deok Man, tapi gagal karena Deok Man tiba2 berlutut dan memohon. Deok Man bahkan memberikan beberapa perhiasan emas pada Joo Bang, Joo Bang menerimanya dan menulis sesuatu. Joo Bang memberikan petunjuk pada Deok MAn.

Meminta Deok Man menemui seorang bernama Seolji dan memberikan tulisannya. Seolji akan memberi Deok Man petunjuk. Go Do menanyakan perhiasan Kim Yu Shin pada Joo Bang, Joo Bang berkata masih ada pada Deok Man, tapi ia menunjukkan perhiasan yang lebih bagus.

Se Jong minta pasukan dibagi untuk menyerang Moon noh. Seol Won Rang berkata Moon Noh ada di Manno. Daerah itu ada dalam kekuasaan Jenderal Kim Seo Hyeon dari Gaya (daerah persemakmuran kecil antara Silla dan Baekje). Mi Saeng berkata ini kesempatan bagus untuk melepaskan diri dari kekacauan di Sang San, menyerang Moon Noh dan menghukum Kim Su Hyeon karena tidak mengusir pemberontak. Se Jong berpikir untuk mengirim pasukan ke daerah kekuasaan Kim Su Hyeon harus seijin Raja Jinpyeong.

Seol Won berkata Mi Shil pasti akan memperoleh ijin Raja. Raja sekarang tidak seperti dulu lagi, Raja hanya menghabiskan waktunya dengan mabuk dan pesta pora. Mi Shil menghadap dan minta ijin mengirim pasukan ke Manno. Raja berkata lakukan saja sesukamu. Eul Jae berkata, daerah itu adalah kekuasaan Kim Su Hyeon. Tidak ada alasan mengirim pasukan dari istana. Raja merasa kesal dan berteriak pada Mi Shil, Aku sudah berkata lakukan sesukamu! Mengapa kau masih di sini mengganggu kesenanganku!

Ha Jong yang akan memimpin pasukan. Seol Won Rang membantu membersihkan kaki Mi Shil (wow..) dan berkata bahwa Ha Jong kurang cakap untuk memimpin pasukan. Ha Jong kurang cermat dan penilaiannya mungkin akan merusak rencana, dengan kata lain Ha Jong itu tolol. Mi Shil juga tahu itu tapi ia akan memintanya untuk menangani para perusuh. Sedang untuk menangani Moon Noh, Mi Shil ingin Bo jong yang maju. Seol Won berkata Bo Jong masih terlalu muda, tapi Mi shil tahu kemampuan Bo jong. Bo Jong itu bukan hanya anakmu, tapi anakku juga. setiap melihat Bo Jong aku melihat diriku sendiri, kata Mi Shil.

Ha Jong tidak senang saat tahu bahwa bukan dia yang akan menyerang Moon Noh. Tapi Se Jong menghibur anaknya.
Bo jong mendapat berita juga dari ayahnya, dia heran mengapa mereka harus menghukum Gukseon Moon Noh. Jika ini diketahui, seluruh pasukan Hwarang akan melawan mereka. Seol Won berkata Bo jong harus bertindak hati2, tidak boleh seorangpun tahu. Bo Jong merasa tidak adil, mengapa mereka yang susah tapi yang dapat penghargaan adalah Se Jong dan anaknya Ha Jong. seol Won meminta anaknya membiasakan diri dengan keadaan dan meminta maaf karena ia yang telah menjadi ayahnya. (maksudnya krn kedudukan kastanya lebih rendah dari Se Jong dan Mi Shil).

Mi Saeng menemui kakaknya dan siapa yang akan dipilih Mi Shil. Mi Saeng berkata, Se jong itu sudah tepat tapi Ha jong benar2 payah. Seol Won Rang juga tidak mungkin karena kedudukannya. Mi Shil balik bertanya bagaimana kabar anak ke-86 Mi Saeng (???), dia dengar cukup lumayan. Mi Saeng tertawa ia cukup kesulitan mengenali nama anaknya, ia berkata ada sekitar 100 atau 91 orang termasuk anak perempuan. Mi Shil berkata, ibu mereka akan meninggal dunia dengan cemas jika melihat perilaku Mi saeng seperti ini. Mi Saeng tanya siapa yang akan dipilih. Mi Shil berkata, takdir yang menentukan.

Cheon Myeong tiba di Benteng Manno dan meminta pengawalnya bertanya tentang Moon Noh. Mereka membawa perahu. Pengawalnya kembali dan melapor bahwa situasinya kurang aman, jadi sebaiknya pergi dulu dan menunggu. Deok Man berlari menghentikan perahu mereka. Pengawal Cheon Myeong berusaha mengusir Deok Man dan bahkan melemparkannya ke air. Deok Man berenang dan kembali ke perahu, ia berkata ia akan membayar. Deok Man tetap saja diusir tapi ia berkeras naik. Cheon Myeong heran dengan kekeraskepala-an Deok Man (andai mereka tahu…)

Tiba2 mereka diserang. Deok Man minta tolong diangkat ke perahu, Cheon Myeong sekuat tenaga menarik Deok Man, tapi Deok Man menyadari ada panah menuju mereka. ia menarik cheon Myeong ke air untuk menyelamatkannya. Pengawal Cheon Myeong datang dan minta maaf pada Putri.

Pengawal Putri marah pada Deok Man karena membuat mereka kehilangan perahu, terlambat, Putri hampir tenggelam. Jadi mereka mengikat Deok Man, tiba2 ada serangan lagi. Cheon Myeong dan pengawalnya lari. Deok Man berhasil melepaskan talinya. Pengawal putri kena panah dan mati. Deok Man berlari melewati mereka dan sesaat kedua putri saling bertukar pandang. Akhirnya Deok Man dan Cheon Myeong berlari bersama.

Ha jong berpidato di depan pasukannya. Sementara Bo Jong menjalankan misi rahasia. Bo Jong membawa beberapa orang yang setia sampai mati. Mereka kaget ketika tahu bahwa misi ini adalah untuk membunuh Moon Noh. Tapi mereka taat karena Moon Noh dianggap memberontak pada negara.

Kim Yong Chu kaget ketika mendengar ada pasukan yang dikirim ke Manno. Dia mencemaskan Cheon Myeong yang pergi kearah sana. Sementara itu Cheon Myeong mengikuti Deok Man. Putri meminta Deok Man menjadi pengawalnya. Cheon Myeong memberikan cincin jade pada Deok Man sebagai gantinya. Deok Man menerimanya dan berkata ia akan mencari tahu dimana mereka sambil berjalan. Cheon Myeong berkata apa Deok Man tahu aturan pertama seorang pengawal adalah tidak akan pernah meninggalkan orang yang dikawalnya.

Deok Man kesal dan pergi tapi Cheon Myeong tidak mau beranjak. Akhirnya Deok Man membersihkan jalan dari ranting2 agar Putri dapat melewatinya. Cheon myeong terjatuh dan Deok Man menolongnya, saat itu ada suara ular, Cheon Myeong melihat ular itu melewati kakinya dan berteriak. Deok Man menggoda Cheon Myeong dan berkata ia tidak boleh menyentuh Cheon Myeong dan pergi. Cheon Myeong memerintah Deok Man untuk berhenti. Deok Man mengembalikan cincin Putri dan mengundurkan diri dari posisi pengawal.

Cheon Myeong minta agar ular dikakinya disingkirkan. Deok Man menyadari sebenarnya Cheon myeong bukan biksuni dan bertanya apa yang dapat dilakukan Cheon Myeong. Deok Man heran apa Cheon Myeong bisa lari atau jalan atau tetap jalan meskipun ada batang pohon didepannya. Deok Man bertanya apakah ia harus memperlihatkan rasa hormatnya pada Cheon Myeong, apa seluruh dunia berlutut dihadapan Cheon Myeong. Deok Man berkata ia tidak punya keahlian itu.
Deok Man minta Cheon Myeong meminta tolong dengan sopan (ha..ha) Akhirnya Deok Man mau menyingkirkan ular itu dan ia berkata ular itu bahkan tidak beracun. Putri marah dan menampar Deok Man. Mereka berpisah. Deok Man menyadari Putri berjalan ke arah jebakan, dia berbalik ke arah Putri dan ikut terjebak.

Seolji, pemimpin pemberontak yang menjebak mereka. Seolji membaca tulisan Joo Bang, ternyata Joo Bang menyerahkan Deok Man pada Seolji sebagai ganti dirinya. Joo Bang sudah menipu mereka dengan berkata ia dapat mendatangkan hujan, padahal tidak. Semua melampiaskan kemarahannya pada Deok Man. Penduduk ingin Deok Man dan Cheon Myeong dijual sebagai budak. Mereka disekap. Deok Man berkata ia dijebak Joo Bang, penduduk sebenarnya mengerti tapi mereka butuh uang jadi mereka harus menjual Deok Man. Apalagi sudah lama tidak turun hujan jadi kekeringan dimana-mana.

Deok Man terus saja menggedor pintu dan Cheon Myeong meminta Deok Man berhenti. sampai pagi hari..Deok Man terus menggedor pintu akhirnya Deok Man berkata ia dapat mendatangkan hujan. Ia minta dibebaskan dan Deok Man membuat api dengan kaca pembesar. semua orang takjub, Deok Man berkata ia dapat mengendalikan api dan air, ia minta bukunya diembalikan. seolji memberi waktu 3 hari untuk mendatangkan hujan. Jika Deok Man gagal, mereka akan mati.

Cheon Myeong tahu Deok Man menggunakan kaca pembesar, ia bertanya apa rencana Deok Man sebenarnya. Deok Man tidak tahu, tapi bagaimanapun mereka masih punya waktu selama 3 hari untuk memikirkannya.

Altar sudah disiapkan, Deok Man berlutut dan memohon hujan bahkan ia berdoa pada So Hwa untuk menolongnya. Cheon Myeong memberikan akar untuk dihisap oleh Deok Man, sudah tiga hari Deok Man berlutut. Malamnya Cheon Myeong berpikir mereka dapat lari kalau penjaga tertidur, tapi justru Cheon Myeong tertidur. Pagi hari penduduk ribut karena Deok Man menghilang, ternyata Deok Man menggali tanah, ia berkata jika air tidak turun dari langit, ia dapat menggali dari tanah. Percuma saja kata Seolji mrk sudah pernah mencobanya. Seolji menyuruh Deok Man berhenti.

Akhirnya Deok Man meledak, ia sudah menempuh perjalanan jauh dan kehilangan ibunya untuk sampai ke sini. Ia tidak mau dijual sebagai budak, ia lebih baik mati bunuh diri. Ia hanya ingin bertemu Moon Noh sebelum mati. Mendengar itu Putri sangat terkejut. Tapi Deok Man terus saja berteriak-teriak marah dan akhirnya penduduk melepaskannya, karena Deok Man juga tidak akan dapat dijual dengan harga tinggi. Mereka menyuruh Deok Man pergi, tapi Cheon Myeong tetap ditahan karena ia pasti berharga. Cheon Myeong melihat Deok Man pergi, ia berkata ia tahu dimana Moon Noh dan ia akan membawa Deok Man kesana, tapi Deok Man sudah terlalu sering dibohongi sehingga ia pergi.

Cheon Myeong berkata ia adalah Putri Silla, penduduk tidak percaya dan mengejek Cheon Myeong. Tiba-tiba langit mendung dan jatuh air, hujan! Penduduk senang sekali dan melepas Cheon Myeong karena Deok Man sudah memberkati mereka dengan hujan. Sebelum mereka pergi, tiba-tiba Seolji diserang oleh Ha Jong. Pengawal Ha Jong melihat Cheon Myeong dan menembakkan panah, Deok Man kembali dan menyelamatkan Cheon Myeong. Kedua saudari kembar itu lari dan dikejar pasukan Ha Jong. Cheon Myeong tergelincir dan Deok Man menahannya, tapi Deok Man akhirnya juga terjatuh. Berdua jatuh ke tebing. Pasukan Ha Jong melihat mereka terjatuh dan berpikir mereka sudah mati.

Cheon Myeong bangun dan tidak menemukan Deok Man jadi ia berteriak memanggilnya. Deok Man ada di bawah dan hanya bergantung pada rumput. Deok Man minta Cheon Myeong mengeluarkan tali dari tasnya dan melemparkan ke bawah. Cheon Myeong berusaha menarik Deok Man dari atas tebing. Cheon Myeong tergelincir lagi, Deok Man melihat mereka berdua dalam bahaya, jika tanahnya longsor maka mereka berdua akan mati. Cheon Myeong tetap berkeras dan kehilangan sepatunya, tangannya sudah berdarah karena menahan tali…

Queen Seondeok Episode 7

Deok Man melepaskan tali dan jatuh ke air. Deok Man berusaha naik ke permukaan dan bertanya pada ibunya apakah ini akhir hidupnya, ia memohon ibunya menolongnya sekali lagi sebelum kehilangan kesadaran. Dalam keadaan setengah sadar, Deok Man merasa So Hwa menolongnya. Saat ia kembli ke permukaan, ia sadar Cheon Myeong yang telah menolongnya. Keduanya berpelukan dengan bahagia.

Bo Jong memimpin pasukan ke kuil Yeo Rae untuk membunuh Moon Noh. Bo Jong meminta pasukannya menutupi wajah mereka.

Deok Man dan Cheon Myeong membuat api unggun dan mengeringkan diri. Deuk man melihat tangan Cheon Myeong melepuh, jadi ia memegang tangan Cheon Myeong. Putri merasa kesakitan, jadi Deok Man memberikan mantel luarnya tapi Cheon Myeong berkata ia baik2 saja. Deok Man minta maaf karena meninggalkan Cheon Myeong. Mengapa kau kembali? Deok Man berkata ia melihat hujan dan ingin menyombongkan diri. Cheon Myeong tanya apa Deok Man benar2 tahu bahwa hujan akan turun? Tidak, tapi itu berhubungan pada iman/rasa percaya yang kuat. Pada apa? tanya Cheon Myeong. Pada ibuku yang selalu melindungiku.

Cheon Myeong bertanya untuk apa Deok Man mencari Moon Noh. Deok man ingin memberitahu tentang keadaan ibunya, ingin tahu siapa pria yang ingin membunuhnya dan bertanya tentang dirinya. Deok Man yakin Moon Noh pasti tahu. Cheon Myeong minta Deok Man pergi dengannya, ia tahu dimana Moon Noh. Di kuil Yeo Rae. Deok Man setuju. Saat Cheon Myeong membantu membersihkan wajah Deok Man, ia melihat tanda lahir yang sama dengan miliknya. Cheon Myeong heran karena ayahnya-pun juga memiliki tanda yang sama . Deok Man berkata mereka pasti ditakdirkan untuk bertemu. Cheon Myeong tertegun.

Bo jong dan pasukannya menyerbu Kuil Yeo Rae seperti Ninja dan membantai semua biksu. Kedua saudari kembar juga sampai ke kuil. Bo Jong tidak menemukan Moon Noh. Saat si kembar masuk ke dalam kuil, mereka dikelilingi pembunuh. Bo Jong lansung mengenali Putri Cheon Myeong. Deuk Man menendang salah seorang pembunuh dan Cheon Myeong menyuruh Deok Man lari. Mereka dikejar pasukan Bo Jong. Cheon Myeong tergelincir dan bersembunyi di semak-semak. Bo Jong mengejar dan berkata mereka pasti belum jauh, sesaat Bo Jong sempat membuka topengnya. Putri mengenali Bo Jong dan kaget. Salah seorang anak buah Bo jong dipanah. Ternyata Im Jong dan pasukan Hwarang yang dikirim Kim Yong Chu.

Si kembar melarikan diri dan Bo Jong melihat mereka berlari dan ia mengejar mrk. Im Jong mengikuti mereka. Bo Jong menembak Cheon Myeong dan meleset, Bo Jong sudah mengarahkan pedangnya ke arah Deok Man. Im Jong datang dan memanah Bo Jong, Bo Jong jatuh dan membawa Deok Man jatuh bersamanya.

Raja mendengar Putri Cheon Myeong menghilang, beliau sangat kaget apalagi ketika tahu Putri menghilang di sekitar Kuil Yeo Rae saat mencari Moon Noh. Sementara itu, Mi Shil dan Seol Won juga mendengar bahwa Bo Jong menghilang. Mi Saeng berkata apa yg terjadi, bgm Cheon Myeong ada di sekitar kuil Yeo Rae dan Im Jong memimpin pasukan menyerang Bo Jong.

Seol Won sangat gelisah dengan keselamatan putranya dan meminta nasihat Mi Shil. Mi shil bertanya apakah Putri Cheon myeong sempat melihat wajah Bo Jong, Seok Bum tidak yakin. Mi Shil juga bertanya seberapa jauh Raja mengetahui hal ini. Raja menyalahkan Kim Yong Chu karena insiden ini, Kim Yong Chu minta maaf dan ia akan berangkat ke Manno untuk mencari Putri.

Raja Jinpyeong sendiri akan berangkat ke Manno menyelamatkan putrinya. Eul Jae heran Putri menghilang dan menasihati Raja agar tidak pergi. Tapi Raja berkeras. Mi Shil masuk dan berkata ia akan mengiringi Raja pergi ke Manno. Mi Shil sudah menyiapkan segala sesuatunya dan mereka dapat berangkat kapan saja. Raja dan Kim Yong Chu merasa heran mengapa Mi Shil tiba2 tertarik dengan hilangnya Cheon Myeong.

Deok Man bangun dan melihat Bo Jong yang terluka di dekatnya. Deok Man membuka topeng Bo Jong. Bo Jong menggumam tak sadar, Deok Man memeriksa nadi Bo Jong apakah ia masih hidup. Sementara itu, Kim Yu Shin dan pasukannya masih membahas tentang Joo Bang dan mendapat informasi Joo Bang adalah penipu di Manno.

Kim Yu Shin ingin mencari perhiasan yang diberikan ayahnya, tiba2 mereka melihat Cheon Myeong yang pingsan di dekat mereka. Kim Yu Shin berusaha menyadarkan Cheon Myeong tapi gagal, ia mencari tanda identitas Cheon Myeong tapi justru menemukan perhiasannya.

Di Benteng Manno, Gubernur Kim seo Hyeon (ayah Kim Yu Shin) menyambut Raja Jinpyeong. Raja menanyakan tentang Putri dan Gubernur Kim berkata ia telah menyebarkan anak buahnya mencari Putri. Mi Shil berkomentar tentang kegagalan Gubernur Kim menjaga wilayah Manno dan kelalaiannya dapat membuat Putri terluka. Gubernur Kim berkata ia belum tentu bersalah. Tapi Mi Shil terus menekan Gubernur Kim sehingga Raja merasa khawatir terhadap Gubernur.

Ha jong tertawa dan memuji ibunya yang berhasil menakuti Gubernur Kim. Seol Won Rang meminta waktu untuk berbicara secara pribadi dengan Mi Shil. Mi Shil meminta Ha Jong keluar. Ha Jong tidak terlalu senang. Seol Won bertanya apa Mi Shil tidak mencemaskan Bo jong? Mi Shil dengan dingin menjawab, ibu mana yang tidak mencemaskan anaknya. Mi Shil meyakinkan Seol Won ia tetap mencari Bo Jong.

Deok Man mengobati Bo Jong. Deok Man berkata pada Bo Jong, ia tidak boleh mati, ia harus mengatakan identitasnya dan dimana Moon Noh. Bo jong harus mengatakannya. Sementara itu, Putri mimpi bahwa Bo Jong menyerang Kuil Yeo Rae, mimpi Kim Yong Su yang meninggal. Cheon Myeong tersadar dan mendapati dirinya terikat. Kim Yu Shin masuk dan menanyakan tentang perhiasannya, bagaimana bisa ada pada Cheon Myeong (kan Putri memakai mantel Deok Man). Putri tidak tahu dan marah pada Kim Yu Shin yang berlaku tidak sopan padanya.

Kim Yu Shin bertanya siapa Cheon Myeong. Putri berkata ia akan mengatakannya di depan Gubernur Kim dan Kim Yu Shin marah karena nama ayahnya disebut begitu saja. Kim Yu Shin berkata ia akan membawa Cheon Myeong kepada Gubernur setelah ia selesai berlatih. Kim Yu Shin berlatih sampai 1000 dan masuk ke-1001. Cheon Myeong tidak sabar dan bertanya sampai berapa lama Kim Yu Shin berlatih, sampai 9925, lalu Cheon Myeong merasa senang ketika Kim Yu Shin berhenti sampai semuanya itu berakhir dan Kim Yu Shin mulai menghitung lagi dari 1…

Kim Yu Shin dan Cheon Myeong terlibat perdebatan tentang kepemimpinan dan Cheon Myeong kesal dengan ke-keraskepala-an Kim Yu Shin. Bo Jong benar2 terluka parah, ia demam dan memuntahkan darah. Deok Man berusaha mencari tabib, saat itulah ia melihat Joo Bang yang sedang mencopet.

Deok Man meminta perhiasannya dikembalikan karena ia gagal bertemu Moon Noh. Joo Bang melihat Bo Jong dan mengobati lukanya. Ternyata Joo Bang sebelum menjadi pencopet adalah seorang tabib. Joo Bang minta Deok Man menolongnya menyiapkan obat. Joo Bang sempat mencuri cincin Bo Jong. Deok Man mengetahuinya dan berteriak agar cincin Bo jong dikembalikan, tapi Joo Bang berhasil lari.

Di pasar, Jo Bang melihat pengumuman tentang Putri Cheon Myeong yang menghilang. Go Do tergiur dengan jumlah hadiahnya. Gubernur Kim dan Kim Yong Chu bertukar pikiran. Gubernur mencemaskan Putri melebihi keselamatannya sendiri. Joo Bang dan Go Do pergi menjual cincin Bo Jong. Sementara itu, pasukan Bo jong mulai mencari Bo Jong dengan diam2. Kebetulan Joo Bang lewat dan mendengar ciri-ciri Bo Jong (berusia 15 th, mengenakan baju hitam, alis tebal, tinggi 6 kaki sekitar 180 cm, dan terluka parah). Joo Bang tergiur dengan hadiah yang ditawarkan.

Mi shil meminta Gubernur untuk mundur dan mereka yang akan mencari Putri. Kim Yu Shin membawa Putri ke pihak berwenang dan Cheon Myeong berkata, saat mereka dihadapan Gubernur, Kim Yu Shin akan membayarnya. Kim Yu Shin menyuruh Cheon Myeong diam. Saat tiba di jalan, mereka melihat orang berkerumun dan Kim Yu Shin melihat gambar Putri Cheon Myeong. Putri dikabarkan menghilang di dekat Kuil Yeo Rae, mengenakan busana biksuni, dan jika ada yang menemukan akan diberi imbalan tinggi. Kim Yu Shin kaget melihat betapa miripnya gambar Putri dengan wanita yang ditangkapnya.

Kim Yu Shin : “Apakah kau..”
Cheon Myeong :”Apa?”
Kim Yu Shin : “Putri itu..Yang Mulia”

Putri berlari mendatangi Raja Jinpyeong dan Raja sangat senang Putri selamat dan memeluk Putri. Mi Shil terkejut sekali. Cheon Myeong memandang Mi shil dan melihat betapa miripnya Mi Shil dengan Bo jong, ia merasa kecurigaannya benar.

Putri memanggil Kim Yu Shin menghadapnya. Kim Yu Shin berlutut dan meminta maaf kepada Raja. Gubernur mengakui bahwa Kim Yu Shin adalah putranya. Cheon Myeong melihat Kim Yu Shin yang agak ketakutan. Raja berterima kasih pada Kim Yu shin karena telah menyelamatkan Cheon Myeong. Kim Yu Shin merasa tidak enak dan mengaku bahwa ia tidak mengenali Putri tapi Raja memuji kejujurannya dan memuji Gubernur Kim.

Cheon Myeong berkata pada ayahnya sambil memandang Mi shil, ia tidak akan melarikan diri lagi. Ia akan kembali ke istana dan mengambil alih Hwa rang. Semua kaget dengan perkataan Cheon Myeong. Cheon myeong meminta agar Kim Yu Shin masuk dalam resimennya dan meminta Kim Seo Hyeon untuk pindah ke ibukota.

Dalam pertemuan pribadi, Mi Shil menentang permintaan Cheon Myeong. Cheon Myeong berkata bahwa pembunuhan di Kuil Yeo rae tidak ada hubungannya dengan pemberontak. Cheon Myeong berkata bahwa pemberontak itu hanya orang biasa yang menderita karena perang dan kelaparan. Cheon Myeong minta bertemu Kim Yong Chu. Cheon Myeong heran, ia hanya melihat Seok Bum tapi tidak melihat Bo Jong. Kim Yong Chu melapor di kamp Mi Shil ada pergerakan misterius mencari seseorang. Mungkin mereka mencari Bo jong kata Putri. Kim Yong Chu heran.

Cheon Myeong bertanya pada Mi Shil dimana Bo Jong, Mi Shil berkata mengapa tiba2 menanyakan Bo jong? Ia ada di satu tempat melaksanakan tugas. Dimana? tanya putri. Di Sam Nyeon San Gun (satu hari perjalanan dari Manno). Cheon Myeong berkata orang yang ia lihat di kuil Yeo Rae adalah Bo Jong. Raja terkejut. Mi Shil berkata apa Cheon Myeong akan bertanggungjawab dengan tuduhannya itu, Cheon Myeong minta Mi Shil membawa Bo Jong menghadap kepadanya.

Mi Shil kembali dan memerintah semua untuk mencari Bo Jong dan harus menemukannya dalam satu malam. Mi Shil marah karena Cheon Myeong mulai menentangnya. Joo Bang kembali dan melihat Bo Jong dan yakin bahwa ia adalah orang yang dicari. Deok Man tidak tertarik, ia meminta Joo Bang mengembalikan cincin Bo Jong. Joo Bang menemui seok Bum dan memberi informasi tentang keberadaan Bo Jong. Seok Bum membawanya menghadap Seol Won Rang. Joo bang memberikan baju Bo Jong dan berkata Bo Jong luka parah. Seol Won minta Joo Bang menunjukkan dimana Bo Jong.

Putri berkata pada Raja Jinpyeong bahwa ia yakin Bo Jong adalah orang yang ia lihat di kuil. Kim Yong Chu melaporkan bahwa Im Jong menembakkan panah pada seseorang dengan topeng ia juga merasa yakin orang itu Bo Jong. Cheon Myeong yakin Bo Jong tidak akan datang besok pagi. Raja bertanya apa Putri benar2 ingin melawan Mi Shil, ia dapat saja berakhir seperti Kim Yong Su suaminya. Mungkin saja kata Putri tapi ia ingin tahu apa benar ia yang ditakdirkan untuk mengalahkan Mi Shil, waktu yang akan menguji segalanya. (logikanya, Mi shil pasti tambah tua dan kekuatannya pasti melemah)

Cheon Myeong di dalam hati berharap Deok Man selamat. Deok Man mengemukakan rencananya. Ia akan menjaga Bo jong jadi bawa orang2 itu ke dekat hutan saat malam. Deok Man meninggalkan pondok tapi Bo Jong mulai sadar. Seol Won Rang berjalan menuju hutan sesuai petunjuk Joo Bang. Mi Shil juga ikut serta. Joo Bang menemui mereka. Deok Man melihat dari kejauhan. Saat Mi Shil tiba Deok Man melihatnya dan heran siapa dia.

Queen Seondeok Episode 8

Penjelasan tentang Hwarang :
Ada 10 pasukan elite muda Hwarang
1. Il Wyol Seong Do (Matahari dan Bulan cadet) dipimpin Bo Jong
2. Cheon Ryeong Ing Do (Naga Hijau/Biru) dipimpin Seok Bum adik Chil Sook
3. Yi Hwa jeong Do (Bunga Persik) dipimpin Deok Chung
4. Dong Baek Mae Do (Camellia Putih) dipimpin Baek Yui
5. Bi Cheon Ji Do (Peri Terbang) dipimpin Al Jeong
6. Hyeon Mu Ji Do (Black Warrior) dipimpin Pil Dan
7. Hu Guk Seon Do (Penjaga Kerajaan) dipimpin Im Jong
8. Baek Hu Bo Do (Harimau Putih) dipimpin Dae Nam Bo
9. Yun Sang In Do (Diatas Awan) dipimpin Seon Yeol
10. Cheon Si Hwon Do (Celestial City) dipimpin Wang Yon

Kim Yu Shin dan Deok Man adalah resimen tambahan terbaru yang dibentuk oleh Putri Cheon Myeong sendiri dengan nama
Yong Hwa Hyang Do (Pohon Bunga Naga) dipimpim Kim Yu Shin

Ok, now the recaps :

Mi Shil menemui Joo Bang dan bertanya dimana anak yang terluka itu, Joo Bang mengenali Mi Shil dan sedikit takut. Joo Bang dan Go do menunjukkan jalan dan Mi Shil mengikutinya. Di tengah jalan mereka melarikan diri. Seol Won memerintahkan agar mereka dicari. Deok Man melihat semua kejadian itu.

Sementara itu Raja, Cheon Myeong, Kim Yong Chu menunggu Mi Shil, mereka yakin Mi Shil tidak berhasil menemukan Bo Jong. Mi Shil menghadap dengan Bo Jong. Putri terkejut sekali. Bo Jong memberi salam pada Raja dan berkata pada Putri : “Yang Mulia, Anda tidak berkenan menemui hamba, sekarang hamba menghadap Yang Mulia. Hamba mendengar Anda mengalami masa sulit, maafkan hamba yang tidak ada di sana.” Deok Man kaget Bo Jong menghilang. Demikian pula Joo Bang.

Bo Jong dibawa oleh Mi Shil keruangannya. Tabib berkata ia harus istirahat. Bo Jong minta maaf karena sudah membuat Mi Shil kecewa. Moon Noh tidak disana. Mi Shil berkata mereka seharusnya menyelidiki lebih seksama ini bukan salah Bo Jong. Mi shil menanyakan tentang Joo Bang dan Go Do. seol won berkata mereka masih mencari kedua orang itu.

Jo Bang menyeret Deok Man keluar dari pondok dan Deok Man heran mengapa ia begitu panik. Joo Bang berkata pada Deok Man mereka harus segera pergi dari sini kalau mau selamat. Joo Bang berkali-kali menyebut nama Mi Shil. Deok Man dan Go Do tidak mengerti.
Saat ketiganya meninggalkan pondok, Seok Bum dan pasukannya memeriksa pondok dan tidak menemukan mereka.

Im Jong mengumumkan keberangkatan Raja dari Benteng Manno. Semua memberi jalan pada rombongan Raja. Deok Man, Joo Bang, dan Go Do ada di tengah kota. Deok Man berjalan di depan. Seok Bum mengenali mereka dan langsung menggiring keduanya, Seok Bum tidak mengetahui keterlibatan Deok Man. Saat Deok Man berpaling, ia tidak menemukan mereka. Deok Man melihat Joo Bang dari kejauhan. Joo Bang memberi isyarat agar Deok Man lari.

Deok Man mendekati pengawal Raja untuk meminta pertolongan, tapi dia diusir. Deok Man melihat Kim Yu Shin dan meminta pertolongan, Kim Yu Shin mengenalinya sebagai pencuri ornamennya, tapi Deok Man berkata tidak ada waktu untuk membahas itu, ia ingin minta tolong. Kim Yu Shin mengusir Deok Man. Kim Yong Chu datang karena mendengar keributan, mereka memberi hormat pada Kim Yong Chu.

Raja membebaskan pajak untuk rakyat selama setahun. Mi shil senang karena Kim Seo Hyeon tidak jadi ikut ke istana. Saat rombongan Raja hampir berangkat, tiba2 Kim Yong Chu menghadap Raja dan berkata untuk menunda keberangkatannya ada seorang penduduk yang ingin menyampaikan petisi. Ada seorang yang berkata bahwa pembantaian di Kuil Yeo rae telah membuat hatinya sangat sedih dan akan membawa kasus ini kepada Raja.

Semua terkejut. Terlebih saat Deok Man dibawa ke hadapan Raja. Raja melihat Deok Man (pertama kali ayah dan anak bertemu). Kim Yong Chu berkata bahwa Deok MAn ingin menemui seseorang yang dilihatnya ada di Kuil Yeo rae. Deok Man mencari Bo Jong. Deok Man berhenti sejenak di depan Cheon Myeong yang mengenakan cadar, kemudian melihat Ha Jong dan Seol Won RAng,kemudian akhirnya melihat Bo Jong. Deok Man menunjuk Bo Jong dan berkata itu adalah rang yang dicarinya dan dia ada di Kuil Yeo Rae. Cheon Myeong melihat Bo Jong dan yakin bahwa memang Bo Jong yang ia cari.

Seol won bertanya apa Bo Jong mengenal Deok MAn. Bo Jong berkata tidak. Deok Man berkata ia terluka parah oleh panah dan ia telah menolong dan merawatnya selama 3 hari. Deok Man juga bertanya mengapa ayahnya(Joo Bang) dan kakaknya (Go Do) justru ditangkap. Mi Shil tercekat, Seol Won berkata mereka tidak dapat percaya begitu saja dengan orang asing. Tapi Deok Man menyodorkan cincin Bo Jong. Cheon Myeong melihat reaksi Mi shil. Deok Man bertanya pada Bo Jong apa ini miliknya ? Semua anggota keluarga Mi Shil mengenakan cincin yang sama.

Deok Man juga mengenali Mi Shil dan berkata bahwa Mi shil tidak memenuhi janjinya. Bukankah Mi shil berjanji untuk memberikan 30 nyang emas sebagai hadiahnya. Deok Man minta Mi shil membebaskan ‘ayah dan kakaknya’. Mi Shil untuk pertama kalinya tidak dapat membela diri. Mi Shil akhirnya menemui Cheon Myeong dan bernegosiasi. Cheon Myeong boleh membawa Kim Seo hyeon dan keluarganya ke istana sebagai gantinya Putri tidak akan melanjutkan penyelidikannya tentang insiden Yeo Rae. Putri juga minta Mi Shil tidak menyentuh Deok Man. Mi Shil setuju dan berkata mulai hari simpatinya pada Cheon Myeong berakhir.

Jo Bang dan Go do hampir saja dihukum mati, untung Im Jong datang tepat waktu untuk membatalkannya dengan perintah Raja. Deok Man dipenjara dan ia berteriak-teriak. Im Jong membawa Joo Bang dan Go Do berkumpul dengan Deok Man, mereka bertiga sangat senang karena masih hidup. Deok Man bertanya pada Im Jong apakah orang2 itu akan membunuh Moon Noh, apa kaitan Bo Jong dengan Mi Shil. Deok Man berkata Bo Jong ingin membunuh Moon Noh. Im Jong marah dan meminta Deok MAn tidak berkata sembarangan. Deok Man minta Im Jong memastikan apakah Moon Noh masih hidup atau tidak ia ingin bertemu Moon Noh. Im Jong berkata Moon Noh bukan orang yang mudah dibunuh oleh siapapun.

Cheon Myeong berkata pada ayahnya, saat ini mereka secara politik belum kuat melawan Mi Shil. Kim Yong Chu berkata dengan adanya Kim Seo Hyeong dan Putri Man Myeong dukungan untuk Putri akan semakin besar. Cheon Myeong juga berkata bahwa Deok Man adalah anak yang telah menyelamatkan nyawanya dan mengubah mindsetnya. Raja merasa heran. Kemudian Cheon Myeong mengaku bahwa ia telah memiliki anak dan meminta maaf pada Raja karena merahasiakan hal ini. Kim Yong Chu membenarkan bahwa Putri telah melahirkan keturunan untuk kakaknya dan cucu untuk Raja. Raja terkejut sekaligus bahagia. Putri Man Myeong kakak Raja juga sangat senang.

Ha Jong mengganggu Bo Jong dan berkata kalau saja bukan karena perhitungan seol won yang salah misi ini pasti berhasil. Mi shil berkata kali ini mereka telah kalah. Mi shil berkata agar mereka tidak terlalu gegabah dan memperingatkan mereka.

Putri memanggil Kim Yu Shin. Putri tidak akan memaksa Kim Yu shin menjadi pasukan Hwarang-nya. Tapi Kim Yu shin menyanggupi untuk menjadi anggota pasukan Hwarang Putri dengan syarat, Putri tidak akan menangis lagi. Putri setuju. Kim Yu shin berlutut dan bersumpah bahwa resimennya akan selalu setia pada Putri. Cheon Myeong meminta bantuan satu hal lagi pada Kim Yu Shin.

Kim Yu shin membuka pintu sel dan meminta Deok Man dll untuk keluar. Anggota Hwarang yang lain ingin membuat perhitungan dengan Deok Man, Kim Yu shin menghentikan mereka dan mendekati Deok Man. Anggota Hwarang yang lain protes mengapa menerima orang2 itu menjadi cadet? Ini adalah perintah Putri kata Kim Yu Shin. Kim Yu Shin merkata pada Deok Man mulai sekarang ia adalah seorang Nang Do (cadet). Deok MAn harus menunjukkan kemampuannya di kesatuan dan menghilangkan perangainya yang buruk, dia akan mengikuti Kim Yu shin ke istana. Kim Yu shin membebaskan Joo Bang dan Go do.
Jo Bang dan Go Do memohon untuk masuk ke istana juga. Deok Man bertanya pada Kim yu shin apakah Mi Shil tinggal di istana juga, Kim Yu Shin heran mengapa Deok Man tertarik pada Mi shil.

Bo Jong memimpin 10 pasukan elite muda Hwarang menyambut legion baru bentukan Putri Cheon Myeong. Putri berkata bahwa ia akan memenuhi tanggung jawab sebagai penjaga dan pemilik Hwarang. Hu Jae meminta Kim Yu Shin menerima bendera legionnya. Ayah dan Ibu Kim Yu shin melihat saat putranya menerima bendera, mereka sedikit khawatir dan Kim seo Hyeon merasa ini tidak akan mudah.

Putri meninggalkan lokasi upacara, melihat Deok Man melalui cadarnya. Mi Shil melihat Deok Man seperti duri dalam daging. Bo Jong mendatangi legion Kim Yu Shin dan berkata mereka tidak akan menerima Kim Yu Shin dan anggotanya. Bo Jong mengajukan tantangan duel. Keadaan memanas dan mereka berkelahi. Kim Yu Shin dan legionnya kalah telak. Bahkan bendera mereka robek jadi 2.

Semua pemimpin 10 pasukan elite menertawai mereka. Seok Bum berkata Putri telah menghina Hwarang dengan memasukkan mereka dalam barisan. ImJong memilih diam, Al Cheon memuji Im Jong dan jika Im Jong mulai membela mereka maka Im Jong akan diperlakukan sama.

Deok Man bertanya pada Kim Yu shin apakah Hwarang ini, mereka seperti preman. Kim Seo Hyeon datang, Kim Yu Shin malu menemui ayahnya. Kim Seo hyeon berkata ini adalah cara Hwarang. Mungkin kelihatan gagah dari luar tapi mereka harus dilatih seni pertahanan dan perang dan menghadapi medan perang. Mereka yang bertahan adalah Hwarang sejati. Putri mempersiapkan semuanya tapi tidak akan membantu sejauh ini, mereka harus merebut setengah sobekan benderanya sendiri.

Raja JinPyeong menerima cucunya Kim Chun chu. Semuanya bahagia dengan kelahiran Kim Chun Chu. Mi shil mendapat kabar tentang Kim Chun Chu. Mi Shil tertawa karena menyadari bahwa selama ini ia telah dipecundangi oleh Cheon Myeong. Mi Saeng bahkan merasa kakaknya tertawa tidak terkontrol. Mi shil berkata Cheon Myeong mengikuti apa yang dulu ia lakukan. Mi shil muda pernah berselisih dengan Ratu Ji So (ibu Se Jong), Mi Shil diusir tapi ia bersumpah akan kembali. Mirip dengan Cheon Myeong sekarang.

Bo Jong menghadap dan melapor pada Seol Won kondisi legion Kim Yu Shin, selain Kim Yu Shin yang mengerti dasar2 militer, semuanya tidak berguna. Mi Shil bertanya mengenai latar belakang Deok Man.

Kim Yu Shin tidak menemukan Deok MAn. Ternyata Deok Man ada di istana Mi Shil dan mengagumi keindahannya. Penjaga melihatnya dan meneriakinya. Deok Man bersembunyi dan memasuki Hwa Sa Dang dimana semua plakat penghargaan untuk Hwarang yang berjasa disimpan. Saat melihat-lihat Deok Man menjatuhkan plakat, saat memungutnya, ia membaca nama Hwarang yang tertera : itu adalah penghargaan untuk Chil Sook. Deok Man menoleh dan melihatnya lagi, ternyata Chil Sook. Deok Man teringat bahwa Chil Sook mengejarnya selama 15 th dan takut untuk kembali ke hadapan Lady-nya. Deok Man berpikir apakah yang dimaksud adalah Mi Shil.

Deok Man tertangkap dan dibawa ke hadapan Mi Shil
Mi Shil : Apa tujuanmu ke Kuil Yeo Rae
Deok MAn : dimana Moon Noh ?
Mi Shil terkejut sekali. Kim yong Chu juga kaget,Deok Man ditangkap.
Deok Man bertanya tentang Moon Noh, tapi Mi shil berkata saat Yonghwa hyangdo mengalahkan Il wyol Seong Do, maka kau dapat menemuiku dan aku akan mengatakannya padamu. Semua tidak mengerti akan maksud Mi Shil.

Kim Yong Chu masuk dan bertanya mengapa Deok Man ada di sini. Mi Shil berkata hanya ingin meluruskan salah paham. Kim Yong Chu membawa Deok Man keluar. Deok Man bertanya apa Kim Yong Chu mengenal Chil Sook, Kim Yong Chu heran mengapa Deok Man menanyakan nama itu.
Semua tidak percaya Mi shil membuat perjanjian dengan seorang Nang Do, Mi Shil berkata : Anak itu tidak bohong. Tapi ada sesuatu dalam dirinya yang membuatku tidak menyukainya.

Kim Yong Chu berkata Chil Sook bagaikan pengawal pribadi bagi Mi Shil, 15 tahun yang lalu Chil Sook menghilang saat menjalankan tugas dari Mi Shil. Kim Yong Chu bertanya bagaimana Deok Man tahu mengenai Chil Sook. Deok Man berkilah ia hanya kebetulan mendengar saja. Kim Yong Chu meminta Deok Man berhati-hati.

Kim Yu Shin masuk saat semua berkata Deok Man ada. Kim Yu Shin berkata Deok Man tidak diijinkan meninggalkan tempat dalam keadaan apapun. Mulai sekarang, Deok Man harus mengikatkan karung pasir , kemanapun dia pergi, saat latihan, makan, bahkan tidur (ck..ck segitunya..). Kalau Deok Man melawan lagi, maka dia harus membawa karung pasir tambahan di kakinya, jika ia tidak sanggup, maka Deok Man harus meninggalkan Yonghwa Hyangdo.

Kim Yu shin membawa legionnya berlatih, Deok Man berlari dibelakang dengan karung pasir di kakinya. Deok Man adalah yang paling akhir sampai di base. Kim Yu Shin menghukum Deok Man dengan menambah karung pasir di kakinya. Deok Man diejek oleh Seok Bum dan kapten yang lain. Dengan kemampuan seperti ini, bagaimana mereka akan berperang. Semua menertawainya. Deok Man marah karena Kapten menahannya.

Kim Yu Shin menambah kantung pasir di kaki Deok Man. Deok Man membasuh mukanya di air. Hari berganti hari..Deok Man selalu menjadi yang paling akhir. Deok Man mencuci mukanya lagi dan waktu melompat beberapa tahun dan dia berkata pada semua orang bahwa dia bukan orang yang terakhir masuk.

Queen Seondeok Episode 9

9 Kebajikan Hwarang :
1. In (Kemanusiaan)
2. Oui (Keadilan)
3. Yea (Kesopanan/Rasa hormat)
4. Ji (Kebijaksanaan)
5. Shin (Kepercayaan)
6. Seon (Kebaikan)
7. Deok (Kebajikan/Sifat Baik)
8. Jung (Kesetiaan)
9. Yong (Keberanian)

Setelah beberapa tahun, Yonghwa Hyangdo terus berlatih, kemampuan Deok Man – walaupun masih kalah dengan yang lain – ada kemajuan. Kim Yu Shin datang dan menyuruh Deok Man menambah kantung pasir.
Kim Yu Shin melatih pasukannya seni pertahanan. Kim Yu Shin meminta semuanya berkonsentrasi, tapi Deok Man tersandung kantung pasirnya dan membuat semua temannya jatuh seperti domino.

Malamnya, Deok Man berlatih memanah tapi gagal mengenai target. Kim Yu Shin melihatnya. (hi..hi..hi). Setelah mencoba lagi, Deok Man berhasil. Kim Yu shin bertanya mengapa Deok Man tidak tidur. Kim Yu Shin berkata kalau waktunya tidur, dia harus tidur. Itu sebabnya dia tidak dapat menyamai kekuatan cadet yang lain. Deok Man juga tahu kalau setiap Kim Yu shin melihatnya pasti merasa kesal.

Deok Man bertanya kapan mereka akan mengikuti Bi Jae (pertandingan untuk menguji skill dan seni), Deok Man berkata mereka harus menghentikan ejekan legion yang lain. Deok Man masih membaca saat yang lain tidur. Kim Yu shin melihatnya dikejauhan.

Kim Yu Shin meminta pasukannya membawa karung berisi gandum seberat manusia untuk berlatih menolong rekan mereka yang terluka saat perang. Deok Man membawa karung dengan kantung pasir di kakinya. Terjadi keributan lagi antara Deok Man, Seok Bum, dan beberapa kapten. Seok Bum melempar karung Deok Man untuk menghinanya. Deok Man marah dan berkata Kim Yu Shin harus membawa mereka mengikuti Bi Jae.

Raja terkejut ketika mengetahui Sok Ham Seong (sekarang propinsi Gyeongnam) dikuasai Jendral Yeo Gil Cheon dari Baekje. Raja ingin Kim Seo Hyeon yang memimpin perang tetapi Mi shil dan kroninya menginginkan Ha Jong akhirnya Ha Jong yang diputuskan untuk memimpin.

Mi Saeng berkata Kim Seo Hyeon dan Kim Yu Shin sama saja, mereka hanya tahu berlatih dan belum pernah berperang. Mi Shil berkata perang kali ini harus dipersiapkan karena bertepatan dengan festival Dano dan Bi Jae. Cheon Myeng juga bertanya mengapa di festival Dano kali ini Yonghwa Hyangdo belum diikutsertakan, Bo Jong berkata masih terlalu dini untuk Yonghwa mengikuti pertandingan. Deok Man kesal karena tidak ikut pertandingan lagi.

Deok Man pergi setelah menyatakan kekesalannya dan bertemu dengan kapten2 yang lain bersama para gadisnya. Mereka mengejek Deok Man dan berkata Deok Man adalah cadet terburuk d Hwarang. Baek Yui berkata Deok Man cantik tapi tidak punya skill apa jangan2 Deok Man itu wanita? Mengapa lebih cantik dari gadis2 ini. Seok Bum memberi tanda dan mereka ingin melepaskan baju Deok Man dan membuka celananya untuk melihat jenis kelaminnya.

Deok Man berusaha melepaskan diri tapi seok Bum menangkapnya. Dua teman Deok Man melihat Deok Man dikerjain, Shi ryeol tidak tahan dan menolong Deok Man. Dae Pung lari ke markas Yonghwa dan memanggil teman2nya. Semua terlibat perkelahian dan saat Kim Yu shin tiba ia melihat pasukannya dipukuli dan Bo Jong hanya berdiri dan melihat.
Hu Jae marah karena insiden memalukan ini sebelum Bi Jae. Kim Yu shin berkata bahwa cheon Ryeong Ing Do yang telah memprovokasi. Bo Jong berkata, jika Kim Yu shin merasa dihina maka ia harus duel dengan yang menghinanya.

Kim Yu shin meminta Deok Man maju untuk menerima hukuman. Dia akan memukul punggung Deok Man. Su Ryeol meminta Kim Yu shin berhenti. Dia tidak membela Deok Man tapi orang2 itu mau melecehkan Deok Man. Kim Yu shin berkata jika mereka merasa dilecehkan, mereka harus duel dengan Cheon Ryeong Ing Do yang bisa mengakibatkan kematian, apa mereka mau itu terjadi?

Kim Yu shin berkata mereka harus mencuci baju semua pasukan selama sebulan, mereka harus bertahan sampai mereka benar2 kuat. Deok Man berdiri dan berkata mereka akan menerima tantangan duel dan lihat siapa yang menang. Kim Yu Shin tidak setuju tapi Deok Man berkeras. Kim Yu Shin berkata ini salah Deok Man, sampai kapan Deok Man akan membuat semua temannya menderita karena dirinya. Deok Man berkata Kim Yu shin benar, ini salahnya dan ia akan menghadapinya sendiri. Deok Man pergi.

Deok Man masih bertemu diam2 di tengah malam dengan Cheon Myeong yang menyamar sebagai biarawati. Deok man menyalahkan Cheon Myeong mengenai penderitaannya. Deok Man juga berkata akan menyelidiki tentang Chil Sook. Deok Man juga berkata bahwa Kim Yu Shin adalah orang yang sangat kejam. Cheon Myeong berkata bahwa Moon Noh dan Chil Sook menghilang disaat yang bersamaan. Seseorang menyelinap ke tempat penyimpanan bendera,

Paginya, Hu Jae memanggil pasukan Kim Yu Shin dan berkata bahwa bendera Cheon ryeong rusak. Semua menuduh Yong hwa yang melakukannya. Kim Yu shin minta bukti, disodorkan ikat kepala Yonghwa. Semua melihat Deok Man, Deok Man tidak merasa bersalah karena ia bertemu Cheon Myeong, tapi ia menghilang di saat yang sama. Akhirnya Hu Jae mengusulkan duel. Kim Yu Shin hanya dapat menatap Deok Man.

Mi shil dan Cheon Myeong mengetahui akan ada Bi Jae (duel) dari Bo Jong. Cheon Myeong merasa aneh bagaimana Yonghwa dapat melakukan hal seperti itu. Kim Yong chu melaporkan tentara Baekje menduduki Benteng Yong Nam dan Ha Jong dikalahkan. Raja sangat terkejut, bukankah Ha Jong membawa 10.000 pasukan, tapi tentara Baekje sangat kuat. Mi shil mengusulkan Seol Won Rang memimpin pasukan.

Putri merasa khawatir dengan duel antara Yong hwa dan Cheon ryeong. Putri berkata bukan Deok Man pelakunya. Kim Yu shin heran bagaimana Putri dapat berkata seperti itu, Putri ragu2 dan mengalihkan pembicaraan, Cheon Myeong ingin menggunakan otoritasnya untuk mencegah duel. Kim Yu Shin berkata putri tidak dapat melakukan itu, jika itu terjadi maka Yonghwa cadet tidak akan dapat mengangkat mukanya lagi dihadapan siapapun.

Semua anggota Yonghwa merasa takut dengan duel ini, beberapa menyalahkan Deok Man apalagi ketika Deok Man tidak dapat menjawab dimana ia semalam. Kim Yu Shin berkata deok man harus ada dibelakangnya setiap saat. Deok Man tidak mau, ia ingin di garis pertama.

Kim Yu Shin berkata ia tidak akan menang tidak peduli berapa keras usahanya. Deok Man berkata Kim Yu shin benar2 kejam memintanya melihat rekan2nya jatuh satu persatu dan hanya berdiri saja dibelakang Kim Yu shin. Deok Man bersumpah akan berada di baris depan dan akan mati jika harus mati. Tidak ada yang akan mati disini kata Kim Yu Shin. (girl, he just try to protect u..)

Cheon Myeong minta Deok Man lari dari duel, tapi Deok Man berkeras. Ia berduel demi Moon Noh.

Kim Yong Chu mengumumkan bahwa negara dalam bahaya, ini berarti bahwa semua Hwarang harus siap bertempur untuk negara. Situasi yang berat untuk Yonghwa yang harus menghadapi duel dan perang.

Seol Won berkata mereka akan bertahan di Ji Bum Cheon Hyeon (sekarang Gyeongbuk) lalu menambah kekuatan di Gu Ryeong Gun (sekarang Jeonbuk 3 jam dari Seoul) dan Seong Mi San Seong (Im Sil 30 menit dari jeonju dengan bus atau mobil, mau tour? he..he ). Mi Shil berkata seol won harus memimpin pasukan untuk menghancurkan musuh. Mi Shil meminta Putri memerintahkan Hwarang sebagai pasukan tambahan untuk Seol Won.

Cheon Myeong mengatur pasukan Hwarang dan menggabungkan beberapa pasukan. Yong Hwa Ji do dibawah komando seok Bum, Kim Yu Shin setuju. seok Bum berkata mereka akan perang, apa yang akan mereka lakukan dengan pasukan seperti Yonghwa. Kim Yu Shin meyakinkan bahwa pasukan Yonghwa-nya tidak akan menjadi batu sandungan untuk mereka.

Cheon Myeong berpesan secara khusus, Cheon Myeong berkata Deok man adalah orang yang telah mengatasi semua rasa takut meskipun ia tidak mungkin menang, tapi ia tidak akan menyerah atau melepaskan tujuannya. Cheon Myeong meminta Kim Yu shin menjamin bahwa Deok Man akan kembali dengan selamat, juga Kim Yu shin. Kim Yu shin berjanji.

Deok Man menirukan Kim Yu Shin, gaya pidatonya, dll Kim Yu Shin masuk dan melihat Deok Man. Deok Man bahkan berkata, bahwa Kim Yu Shin itu lebih muda darinya tapi kerutan di dahinya lebih banyak dari dirinya, Jika ia selamat dari perang dan Kim Yu Shin masih berani memintanya memasang kantung pasir ia akan mencakar wajah berkerutnya (oh yeah…). Deok Man menyadari Kim Yu Shin melihat dari pintu, dia langsung memberi hormat. Kim Yu shin meminta semua beristirahat. Deok Man lega tapi ia sedikit heran.

Mi shil mendiskusikan strategi perang dengan Seol won. Mi Shil berkata apa mereka dapat menggunakan Gahye Seong (skr Gyeongnam) tapi Seol Won merasa perang ini agak sulit.
Pertemuan si kembar, Deok Man minta Cheon Myeong tidak terlalu khawatir, ia pasti kembali dengan selamat. Deok Man mengeluh mengapa Kim Yu Shin selalu saja menjadikannya sasaran, apa jangan2 Kim Yu shin menyukainya. Tidak mungkin kata Cheon Myeong, memangnya Kim Yu Shin menyukai pria ? (another version of Coffee prince, painter of the wind,).

Keesokannya, Mi Shil dan Putri mengantar kepergian Hwarang ke medan perang. Yong hwa bertugas mengganti pasukan Silla yang terluka atau tewas.
Seol Won meminta semua kapten Hwarang berkumpul untuk membahas strategi. Ha Jong kurang tertarik. Seol won juga meminta Kim Seo Hyeon menjaga posisi mereka. Kim Seo hyeon meminta Seol Won untuk mengijinkan mereka membuktikan bahwa mereka juga dapat bertempur. Seol Won berkata mereka tidak boleh melawan perintah dan bertanya apa mereka akan membangkang.

Seol Won bertanya dimana Kim Yu Shin. Yonghwa menuju barak mereka. Yonghwa seharusnya satu barak dengan Bi Cheon tapi tidak diterima. Terjadi perdebatan antara Deok Man dengan salah satu cadet yang membuat Deok Man menggigit tangan cadet itu. Kim Yu Shin datang dan bertanya apa yang terjadi. Deok Man berkata mereka yang menyerang duluan.

Kim Seo Hyeon datang diikuti Seol Won Rang yang mencari Kim Yu Shin. Kim Yu Shin meminta maaf atas perkelahian ini. Seol Won Rang meminta Kim Yu Shin memeriksa benteng Sok Ham bersamanya.
Al Cheon berkata bahwa Yonghwa ada dibawah komandonya. Jika Bi Cheon diperintahkan berada di sini, bagaimana bisa Kim Yu Shin dan Yonghwa-nya pergi dengan Seol Won Rang. Seol Won berkata ia hanya mau Kim Yu Shin dan Yonghwa akan tinggal seperti yang diperintahkan. Deok Man melihat Kim Yu Shin (a little bit worry perhaps..)

Queen Seondeok Episode 10

Kim seo hyun berbicara secara pribadi dengan putranya. Kim Yu shin bertanya apa yang sebenarnya terjadi, Kim Seo hyeon berkata Seol won pasti merencanakan sesuatu, jadi Kim yu shin harus hati2. Kim Yu shin meminta ayahnya menjaga satuannya.
Deok Man dan teman2nya heran mengapa hanya Kim Yu shin yang pergi, Joo bang menghibur mereka. Al Cheon dan Seok Bum juga kesal melihat Yonghwa dan heran mengapa Seol Won hanya memilih Kim Yu shin saja.

Bo jong membantu ayahnya mengenakan baju perang dan melihat beberapa bagian sudah robek. Seol Won berkata semua goresan, robekan di bajunya adalah tanda kemenangannya. Dia harus bertahan dan pulang dengan selamat karena hanya itulah cara ia tetap berada disisi Mi shil.
Seol won bertanya kepada Bo Jong mengapa ia tidak menanyakan tentang Kim Yu Shin. Bo Jong berkata ayahnya pasti sudah punya rencana. Seok Bum meminta Seol Won mengajaknya juga tapi Seol Won berkata pasukannya akan dibagi 2 dan akan dipimpin oleh Kim Seo Hyeon.

Kim Yu shin berangkat setelah sebelumnya berpesan pada pasukannya untuk berjaga-jaga. Deok man menenangkannya dan berkata mereka akan baik2 saja yang penting Kim Yu shin hati2 dan pulang dengan selamat. Kim Yu shin berangkat sambil menoleh sekali lagi pada pasukannya. Baekje melihat pasukan Silla mulai bergerak. Jenderal Gu Bae dari Baekje berkata ia sudah mempehitungkannya dan meminta pasukannya bersiap.

Kim Yu shin bertanya pada Seol Won mengapa ia membiarkan mata2 Baekje melihat mereka. Seol Won berkata mereka sedang mengembangkan taktik Ban Gan Gye (taktik kamuflase dari seni perang Sun Tzu).
Seok Bum menemui Kim Seo Hyeon sesuai perintah Seol Won dan menyerahkan surat dari Seol Won. Kim seo Hyeon tampak terkejut membacanya. Pasukan Yonghwa bertugas mengangkat rekan mereka yang terluka atau mati. Deok Man dan Shi Ryeol muntah karena tak tahan.

Seok Bum dan Al Cheon mengumpulkan pasukannya. Kim seo Hyeon berkata mereka akan menyerang Ah Mak Seong, tapi sebelumnya ada halangan yaitu pasukan pemanah dari Baekje. Kim Seo Hyeon memerintahkan Bi Cheon dan Cheon Ryeong untuk mengalahkan pasukan itu. Kedua pasukan Hwarang menyiapkan kamuflase. Dae Pung heran bukankah mereka seharusnya menyerang benteng Sok Ham mengapa jadi Ah Mak Seong, tapi Joo Bang berkata ini adalah strategi menyerang 2 tempat sekaligus.

Al Cheon datang dan membagikan perlengkapan perang dan juga logistik pada Yonghwa Hyangdo. Semua melihat pada Deok Man apakah ia akan ikut. Deok Man berkata ia baik2 saja.
Pasukan Hwarang bersembunyi tapi karena Deok Man membantu Shi Ryeol mengusir ular, posisi mereka ketahuan dan pertempuran dimulai. Mereka berhasil mengalahkan musuh.

Kim seo Hyeon menerima berita kemenangan dan langsung menyerang Ah Mak Seong. Seol Won mendapat laporan bahwa drum sudah berbunyi, ia langsung berbalik dan menuju Ah Mak Seong. Baekje bingung melihatnya, mereka menyadari bahwa penyerangan ke benteng Sok Ham hanya kamuflase.
Pasukan Seok Bum menuju benteng Ah Mak Seong. Pasukan Yonghwa Hyangdo ketakutan bahkan Shi Ryeol ngompol di celana, Al Cheon minta Yonghwa naik ke benteng. Joo Bang dan Go Do bekerjasama dengan bagus, tapi Shi Ryeol tersudut dan hampir mati. Deok Man melihatnya dan melemparkan tombak ke arah tentara itu. Deok Man masih shock dengan pembunuhan pertamanya dan hampir dibunuh kalau tidak diselamatkan Dae Pung.

Kim Seo Hyeon dan Yeo Gil Cheon berhasil mengamankan benteng. Tapi Baekje marah dan mengirim 5000 pasukan ke Ah Mak Seong. Seol Won Rang tahu itu akan terjadi, maka ia memerintahkan pasukannya dibagi menjadi 2, satu berjaga di Benteng Sok Ham dan satu lagi berjaga di Benteng Mu Myeong. Mereka akan menunggu serangan. Seol Won Rang benar2 ahli strategi.

Kim seo Hyeon merayakan kemenangannya, tapi Deok Man masih terpukul dengan tangannya yang bernoda darah. Sementara itu Sok Ham sangat sepi karena ditinggalkan tentaranya. Tiba2 tentara Sok Ham melihat pasukan Silla yang bersiap menyerang. Di Ah Mak Seong, Al Cheon ingin menghukum mati Shi Ryeol karena kecerobohannya sudah membunuh 10 cadet Bi Cheon, Deok Man berlutut dan memohon Al Cheon mengampuni Shi Ryeol, tidak ada gunanya menodai pedang dengan darah prajurit Silla, jika harus membunuh, maka prajurit Baekje yang harus dibunuh. Joo Bang dan Go Do juga ikut memohon, ini perang dan mereka belum tentu dapat kembali hidup2 jadi mohon ampuni Shi Ryeol. Al Cheon bergeming dan tetap ingin membunuh Shi Ryeol.

Kim Seo Hyeon menengahi, tapi Al Cheon berkata ini urusan Hwarang. Akhirnya Kim Seo Hyeon marah dan berkata siapa yang berani membunuh prajurit Kim Seo Hyeon. Kim Seo Hyeon berbicara secara pribadi dengan Al Cheon. Deok Man tidak yakin apakah ia dapat selamat dari perang ini. Dia mengingat So Hwa yang memintanya tetap hidup, Cheon Myeong dan Kim Yu Shin.

Kim Seo Hyeon yakin bahwa tentara Baekje akan menyerang Ah Mak Seong. Seol Won Rang berhasil menaklukkan Benteng Sok Ham. Ha Jong memuji taktik Seol Won. Kim Yu Shin yang mendengarnya merasa cemas dengan keselamatan ayahnya di Ah Mak Seong, ayahnya hanya memiliki 3000 prajurit. Kim Yu Shin bertanya apa Seol Won tidak akan mengirim pasukan ke Ah Mak Seong, Seol Won tertawa dan berkata tidak akan ada pengiriman pasukan.

Seol Won berkata ini adalah taktik Song Dong Gyeok Sa, taktik menipu musuh. Karena Kim Yu Shin juga tertipu maka Seol Won berasumsi prajurit Baekje juga pasti tertipu. Kim Yu Shin merasa bahwa membiarkan tentara Baekje ke Ah Mak Seong berarti menyerahkan 3000 tentara Silla pimpinan ayahnya untuk dibantai. Seol Won berkata adalah kewajiban setiap prajurit untuk berkorban bagi negaranya (Yok Cham Gol Dan, mengorbankan diri sendiri demi mendapatkan tulang musuh).

Kim Yong Chu juga bertanya mengapa tidak mengirim pasukan ke Ah Mak Seong, Mi Shil juga mengingatkan tentang Yok Cham Gol Dan. Seol Won berkata jika ia mengirim pasukan ke Ah Mak Seong, berarti Sok Ham tidak terjaga lagi, apakah Kim Yu Shin mau melanggar batas dan menjadi Pemimpin. Eul Jae bertanya apa ini adalah rencana Seol Won Rang sejak awal.
Cheon Myeong mengkhawatirkan keselamatan Kim Seo Hyeon dan pasukan Hwarang di Ah Mak Seong. Raja mengeluarkan perintah untuk mundur dari Ah Mak Seong.

Kim Yu Shin melarikan kudanya menuju Ah Mak Seong untuk mengabarkan perintah mundur. Putri berkata apa mereka akan diam saja dan melihat Kim Seo Hyeon dan Kim Yu Shin dibantai, Eul Jae berkata apa lagi yang dapat mereka lakukan. Mereka hanya berdoa agar Ayah dan anak itu selamat. Eul Jae berkata di zaman Raja Jinheung, Seol Won Rang dan Mi Shil pernah ada dalam posisi yang sama, tapi mereka bertahan dan mendapat penghormatan dari Hwarang.

Mi Saeng tertawa dan memuji Seol Won, ia bertanya apa Mi shil sudah mendiskusikan ini sebelumnya dengan Seol Won. Belum kata Mi Shil dia hanya menebak pikiran Seol Won. Mi saeng berkata Mi Shil dan Seol Won pasti memiliki kekuatan telepati. Mi Shil berkata perang sudah selesai.

Benar, pasukan Kim Seo Hyeon bertempur mati2an dengan tentara Baekje. Deok Man berusaha mengingat semua teori perang, Deok Man : saat terkepung…saat terkepung..aduh aku tidak dapat mengingat apapun..
Kim Yu Shin : Saat terkepung, kalian semua harus membentuk formasi bertahan lingkaran.
Al Cheon : Untuk kehormatan Hwa Sa Dan.!!
Deok Man : Formasi melingkar..formasi melingkar.

Kim Yu Shin tiba dan melalui penjagaan Baekje. Sementara itu, Deok Man terus memberi perintah perubahan formasi. Jwa Sam gak..formasi berubah.., Formasi melingkar melindungi inti pasukan dan mendorong Baekje keluar,
Deok Man : Serangan Chon Gan Hu (serangan dari gap dalam formasi untuk memancing musuh masuk dan melumpuhkannya di dalam)

Deok Man : Chon Hu Gyeong (serangan frontal)..Formasi melingkar..
Kim Yu Shin berhasil bertemu ayahnya, dan menanyakan pasukannya. Kim Seo Hyeon tidak dapat menjaga mereka karena pertempuran sangat hebat. Kim Yu Shin mendengar Dae Pung memanggilnya.

Kim yu Shin : Hanya tinggal kalian? Dimana yang lain?
Dae Pung : Biarpun kami berhasil bertahan tapi Baekje sangat banyak.
Kim Yu Shin : Bagaimana dengan Chun Gun, Shi Ryeol, Chun Soo, Joo Bang, Go Do, Deok Man..mana Deok Man ? (nah lo..)

Kim Yu Shin : Shi Ryeol ?
Mereka menemukan Shi Ryeol, dia masih bernapas.
Shi Ryeol ; Kim Yu Shin..
Kim Yu Shin : Mana yang lain..mana Deok Man..?
Shi Ryeol : Deok Man..mungkin sudah tewas.

Queen Seondeok Episode 11

Ditemukan manuscript yang ditulis oleh ahli sejarah Silla Kim Dae Moon akhir abad ke-7
Terdiri dari 15 bab : Wihwarang; Mijinbu; Morang; Ihwarang; Sadaham; Sejong; Seol Won Rang; Moon Noh (Munno); Biborang Mi Saeng; Hajong; Bori; Yong Chu (Kim Yong Chu); Horim dan Kim Yu Shin.
Nama Mi Shil juga disebut beberapa kali dalam bab2 tersebut.

Hwarang adalah sekelompok orang muda dengan wajah menarik dan perilaku baik dan mengikuti peraturan yang disebut Pungwoldo.

Recaps,

Kim Yu Shin mencari Deok Man. Ia membalik setiap mayat untuk mengenali Deok Man, Kim Yu Shin berteriak dimana Deok Man dan Deok Man tidak dapat mati begitu saja. (ehm..). Seorang tentara Baekje melihat Kim Yu Shin dan menyerangnya, Kim Yu shin dapat melawannya tapi dia terdesak dan tentara itu akan membunuh Kim Yu Shin.

Seseorang memungut busur dari lumpur dan menembakkan panah, tentara Baekje itu mati. Kim Yu Shin menoleh dan melihat Deok Man mengumpulkan tenaganya yang terakhir untuk menembakkan panahnya. Kim Yu Shin lari menuju Deok Man yang setengah sadar. Kim Yu shin mengomeli Deok Man yang sangat lemah kondisinya, akhirnya Kim Yu shin menggendong Deok Man di punggungnya (Korea banget..)

Joo bang dan Go do sangat senang ketika melihat semua anggota Yonghwa selamat. Ha Jong melaporkan bahwa Benteng Sok Ham berhasil ditaklukkan. Cheon Myeong bertanya mengenai Kim Seo Hyeon, tapi Ha Jong tidak tertarik, mungkin masih terperangkap. Cheon Myeong berkata jika mereka tidak mengirimkan bantuan ke Ah Mak, maka Kim Seo Hyeon akan mati begitu saja. Mi Shil tidak setuju. Eul Jae berkata jika sekarang mengirim pasukan lagi maka akan menambah bahan bakar dan dapat menyuut konflik lagi. Jadi lebih baik perang dihentikan. Mi Shil memandang Cheon Myeong dengan pandangan “skak mat”.

Kim seo Hyeon berkata bahwa mereka telah terkepung, tapi mereka dapat kembali. Hanya mereka perlu pasukan sebagai umpan dan pembuka jalan untuk melindungi pasukan utama. Pasukan ini harus terlatih dan rela mati jika perlu untuk bangsa dan negara. Kim Seo Hyeon akhirnya memerintah Al Cheon dan Kim Yu Shin melakukannya. Kim seo Hyeon akan mengingat mereka selamanya dan pengorbanan mereka.

Al Cheon berkata ia tidak akan meninggalkan satu orang pun. Maksudnya jika ada prajurit terluka, mereka akan dibunuh jadi tidak akan ada tawanan. Beda dengan aturan perang jaman sekarang yang mengharuskan semua yang terluka dibawa pulang berapapun biayanya.

Deok Man bertanya ada apa. Kim Yu Shin melarang Deok Man ikut campur. Deok Man tidak setuju dengan aturan Al Cheon, menurutnya Al Cheon tidak berhak mencabut satupun nyawa Nang Do. Al Cheon berkeras lebih baik dibunuh daripada membocorkan rahasia negara. Pasukan Baekje panik dengan serangan Al Cheon yang menggunakan strategi Zhuge Liang (Tiga Negara, Cina).

Shi Ryeol terjatuh dan ia minta ditinggal saja. Deok Man menolak dan berkeras menolong Shi Ryeol. Cheon Myeong memanggil Mi shil dan berkata ia ingin ikut dalam diskusi politik dan meminta Mi Shil mengijinkannya. Cheon Myeong berkata Kim Seo Hyeon adalah dagingnya tapi demi kebaikan bangsa dan negara ia akan melupakannya dan berkonsentrasi mengusir musuh. Mi Shil terkejut dan tidak tahu bagaimana harus menjawab karena ia tidak dapat membaca pikiran Cheon Myeong.

Cheon Myeong menemui Eul Jae dan memintanya membantu dalam urusan militer ini. Eul jae berjanji melakukan sekuat tenaganya. Putri mencari Ratu Maya dan dayang Ratu berkata Ratu dan juga Putri Man Myeong sedang ke kuil untuk menemui Ibu suri Ratu Man Ho. Ratu Maya menemui Ibu Suri dan membawa Putri Man Myeong. Ratu Man Ho terkejut melihat putrinya. Putri Man Myeong datang dan memohon ampun pada ibunya.

Kim Yong Chu dan Cheon Myeong masih berdiskusi sampai malam. Kim Yong Chu bertanya apa maksud Cheon Myeong meninggalkan Kim Seo Hyeon dan Kim Yu Shin. Cheon Myeong bertanya apa yang Kim Yong Chu ingin ia lakukan. Al Cheon membunuh pasukannya yang terluka. Go Do dan lainnya menyembunyikan Shi Ryeo yang terluka. Kim Yu shin mendekat dan bertanya ada apa, mereka menyembunyikan kondisi Shi Ryeol.

Deok Man dan Shi Ryeol melewati mayat tentara Baekje. Shi Ryeol berkata Deok Man pasti amat membencinya. Deok Man menampar Shi Ryeol dan berkata, ia takut ia akan mati karena kesalahan Shi Ryeol sehingga ia harus membunuh Shi Ryeol. Deok Man benci itu. Ini membuktikan bahwa Al Cheon benar.

Seorang prajurit sekarat memegang kaki Deok Man dan menanyakan ia dari kesatuan mana. Ternyata mereka sama. Prajurit itu menyampaikan pesan dari Kim Seo Hyeon, bahwa tempat pertemuan sudah dikuasai musuh dan mereka harus mengandalkan Al Cheon. Naas, Al Cheon terpanah, dalam keadaan terluka ia menyerahkan tampuk kepemimpinan ke tangan Kim Yu shin. Al Cheon minta anggota Hwarangnya untuk membunuhnya. Pyeong Jo menolaknya tapi Al Cheon berkeras. Deok Man berteriak melarang.

Kim Yu Shin membebas tugaskan Deok Man. Deok Man berkata jika satu lagi Hwarang harus dibunuh maka ia akan makan peraturan itu. Deok Man benar2 menelannya. Kim Yu Shin mengacungkan pedang pada Deok Man karena ketidaktaatannya. Deok Man berkata bukankah Kim Yu Shin yang melatihnya naik turun gunung membawa karung gandum dengan maksud untuk membawa rekan yang terluka. Deok Man berlutut dan memohon Al Cheon tidak menyerah.

Bagaimana Al Cheon bisa begitu kejam dan membunuh prajurit yang masih ingin berjuang demi hidupnya, berjuang demi negrinya. Kemudian semua prajurit yang terluka berlutut dibelakang Deok Man dan memohon untuk tetap diperbolehkan berjuang. Al Cheon tetap meminta Kim Yu Shin mengeksekusi prajurit yang terluka tapi Kim Yu Shin berkata ia adalah pemimpin sekarang, ia tidak mengijinkan pasukannya mati sia2.

Dalam satu pertempuran, Shi Ryeol menyelamatkan Deok Man dan berhasil menembak jatuh Kapten Baekje. Shi Ryeol jatuh, Deok Man berlari dan Shi Ryeol terluka parah. Joo Bang berusaha menolong Shi Ryeol tapi sia2 Shi Ryeol akhirnya tewas. Deok Man menangis tak terkontrol. Kim Yu Shin menariknya dan Deok Man melepaskan diri berteriak pada Joo Bang untuk melakukan sesuatu.

Kim Yu shin menghibur Deok Man. Mi Saeng melapor bahwa Putri mengadakan pertemuan dengan para bangsawan. Mi Saeng tertawa dan berkata mereka semua adalah kroninya. Eul Jae melaporkan kondisi perang dan belum ada berita dari Ah Mak. Ratu Maya hadir dan Mi shil terkejut. Ratu Maya membawa Putri Man Myeong dan berkata bahwa Ibu Suri akhirnya merestui pernikahan Putri Man Myeong dengan Kim Seo Hyeon.

Mi shil ingin mengadakan upacara untuk Kim Seo Hyeon yang diperkirakan sudah mati. Bagaimana jika belum tanya Putri, maka Mi Shil berkata status Kim Seo Hyeon akan dipulihkan sebagai Seonggol.

Mi saeng berkata bagaimana 3000 tentara dapat bertahan di benteng Ah Mak dan hidup melawan Baekje. Ini benar2 taktik Seol won yang hebat. Mereka berkata Putri sedang bertaruh dengan Kim Seo Hyeon sebagai taruhannya.

Kim Yu shin, Seok Bum dan Al Cheon masih berjuang untuk menyelamatkan diri dan kembali ke Silla. Mereka dikepung musuh. Seok Bum berkata mereka harus bertahan dan berjuang untuk kembali ke Silla. Seok Bum mau menghukum Deok Man karena menentang perintah pimpinan. Al Cheon membela Deok Man.

Kim Yu Shin dan Yonghwa hyangdo memohon untuk mengampuni Deok Man, mereka akan bertempur untuk menebus dosa. Kim Yu Shin mengembalikan plakat pada Al Cheon. Semua mendoakan keselamatan pasukan Kim Yu Shin. Di medan pertempuran, Kim Yu shin dan Yonghwa Hyangdo bertemu dengan pasukan Baekje.
Kim Yu Shin berteriak serang..! Pasukan Yonghwa berteriak….serang..!!

Queen Seondeok Episode 12

Kim Yong Chu, Bo Jong dan Im Jong menunggu kedatangan prajurit Hwarang di perbatasan Silla. Mereka terperanjat saat melihat Seok Bum dan Al Cheon yang terluka berusaha mendekati mereka. Kim Yong Chu memerintahkan untuk menolong prajurit yang terluka. Im Jong dan Bo Jong mengunjungi Seok Bum dan Al Cheon yang terluka dan memuji kepahlawanan mereka. Al Cheon bertanya apa ada yang kembali setelah mereka, Bo Jong berkata mereka adalah prajurit terakhir yang kembali. Bagaimana dengan Kim Yu Shin dan Yonghwa hyandonya? tanya Im Jong. Seok Bum berkata mereka mengorbankan diri sebagai umpan agar mereka lolos, Al Cheon sangat takut mereka tidak selamat.

Tiba-tiba ada teriakan dari penjaga. Semua keluar dan melihat Kim Yu Shin, Deok Man dan semua pasukan Yonghwa hyangdo kembali ke base dalam kondisi habis-habisan. Mereka terjatuh kelelahan, Kim Yong Chu dan semua prajurit Hwarang berlari ke arah mereka. Al Cheon mengembalikan plakat bendera Yonghwa Hyangdo milik Kim Yu Shin dengan utuh. Kim Yu Shin dengan bertumpu pada benderanya berusaha bangkit tapi pingsan karena kelelahan.

Kim Yu Shin sadar dan melihat ayahnya juga selamat, begitu juga dengan anggota pasukannya. Deok Man berkata Kim Seo Hyeon sebenarnya sudah terkepung tapi tiba2 seseorang datang dan menyelamatkannya. Kim Yu Shin bertanya siapa orang itu, ayahnya juga tidak tahu. Orang itu menolongnya dan membawanya dengan kuda sehingga ia selamat. (Tirza : mungkin Moon Noh) Joo Bang berkata ini pasti kehendak langit dan ada bintang kemujuran bersama mereka. Semuanya setuju dan bersyukur.

Seol Won Rang dan Kim Seo Hyun menghadap Raja. Raja sangat senang dengan keberhasilan dan kepahawanan mereka. Sehingga wilayah Silla menjadi aman dan semakin kuat. Raja menganugerahkan tanah 5000 acre kepada Seol Won Rang dan mengangkat Kim Seo Hyun sebagai Menteri Pertahanan. Kim Seo Hyun berhak mengikuti rapat dewan menteri di istana. Kim Yu Shin diberi tanah di Ahnyeong dan semua anggota Yonghwa dan keluaga mereka diberi hadiah. Semua berterima kasih atas kemurahan Raja.

Di markas Hwa Rang, Putri Cheon Myeong mengadakan perayaan tersendiri. Putri sangat senang dan memuji keberanian para Hwarang sehingga ia menaikkan tingkat Hwarang yang berjasa. Putri menaikkan bendera Bi Cheon Ji Do sehingga mereka sangat bergembira. Sedang untuk Kim Yu Shin dan Yonghwanya, Putri mengangkat Yong hwa menjadi Pung Ru Hwan Geon yaitu cadet Hwarang elite dan menaikkan bendera mereka. Deok Man dan teman2nya bersorak gembira. Bo Jong dan yang lainnya menerima kenaikan mereka.
Pelayan istana Sam Wyol mengumumkan bahwa akan ada perayaan untuk Hwarang dan mengundang Yonghwa untuk menghadiri jamuan makan. (makan-makan..)

Para kapten Hwarang minum bersama. Al Cheon menuangkan arak untuk Kim Yu shin sebagai ucapan selamat. Kim Yu Shin juga berterima kasih padanya, tapi Al cheon berkata ia harus berterimakasih pada pasukan Yonghwa yang berisik itu. Im Jong bersulang untuk mereka. Seok Bum agak canggung tapi dia memuji Yonghwa yang tidak egois dan menjunjung kebenaran. Kim Yu shin tidak akan dikerjain lagi. Al Cheon juga berkata Kim Yu Shin masih agak kasar tapi selama ia tetap jujur, simpel, tulus, dan setia semua kelebihan itu yang membawanya ke tingkat ini.

Seok Bum melihat Al Cheon mulai akrab dengan Kim Yu Shin. Tentu saja kata Al Cheon kami bersaudara. Seok Bum menyinggung ketidaktaatan Yonghwa pada perintah Al Cheon, tapi Al cheon berkata itu karena ia salah pertimbangan. Al Cheon juga berkata kalau bukan karena Yonghwa keras kepala, maka Seok Bum juga belum tentu selamat. Seok Bum berkata ia mengatakan hal ini bukan maksud apa2, ia ingin memuji Kim Yu Shin. Tapi Seok Bum terlalu banyak bicara dan menyinggung Kim Yu shin, sehingga Kim Yu shin berdiri dan berkata ia sampai disini karena perjuangannya, ia juga tidak membiarkan jika ada yang menghina Putri.

Bo Jong membentak Seok Bum dan berkata cukup. Seok Bum tanya apa ia salah. Bo Jong mengulang : Cukup! Kita semua sama yaitu melayani Putri sebagai Kepala Hwarang, lalu Bo Jong mendekati Kim Yu shin dan menuangkan arak untuk bersulang. Putri Cheon Myeong masuk, semua Hwarang berdiri.

Putri bertemu secara pribadi dengan Kim Yu shin. Putri berterima kasih karena Kim Yu shin sudah kembali dengan selamat. Aku tidak dapat melakukan apapun saat mendengar kabar kalian menempuh resiko dalam pertempuran. Aku minta maaf sudah membuatnya menjadi pertaruhan dengan Mi shil. Kim Yu Shin juga minta maaf karena membuat Putri ada dalam posisi terjepit. Putri berkata Kim Yu shin tidak bijaksana, Kim Yu Shin minta maaf. Putri berkata Kim Yu Shin memang sudah tidak bijaksana dan tidak berhati-hati dari dulu. Kim Yu Shin merasa tidak enak.Putri masih memegang batu jade yang ingin ia berikan pada Kim Yu Shin. Dayang Putri bertanya mengapa ia masih menahannya, Putri berkata ia akan memberikan batu jade itu saat Kim Yu shin kembali dengan selamat. Putri tersenyum saat Kim Yu shin berkata Anda benar2 Pemimpin Hwarang.

Seol won Rang tidak percaya dengan apa yang terjadi. Dia berkata pada Mi Shil mereka harus melakukan sesuatu. Tapi Mi Shil diam. Mi shil justru berpendapat biarkan saja dulu. Ini mengingatkannya pada Seol won dulu ketika muda, ia juga menang perang dan merasa kuat, benar2 mirip. Mi Shil memerintahkan untuk mengadakan perjamuan untuk Kim Seo Hyun dan Seol Won Rang.

Ha Jong tidak mengerti pemikiran ibunya. Ha Jong tidak pernah menyukai Seol Won, tapi saat ini dia berpihak pada Seol Won. Ha Jong bertemu ayahnya dan mengeluhkan ini. Sejong tidak dapat melakukan apapun ini adalah perintah Raja. Ha Jong ingin mereka menghilangkan kekuatan Kim Seo Hyun sebelum mereka menguasai istana.

Sejong berkata Mi Shil tidak berencana membunuh Kim Seo Hyun sejak semula. Mi Shil ingin memelihara anjingnya lebih lama. Ha Jong tidak mengerti. Sejong berkata Mi shil ingin berbaik hati dan mendukung Kim seo Hyun dan membuat anjingnya (maksudnya Seol Won Rang) bekerja dan gelisah. Anjing harus diberi makan dengan pas, jika terlalu banyak atau terlalu sedikit, ia tidak akan berfungsi sebagai anjing. Ini adalah pertempuran antara kecerdasan dan kesetiaan. Hajong tidak mengerti dan masih merasa ibunya terlalu rumit, dia bahkan bertanya apa ibunya berniat memelihara anjing. Sejong menyerah dan merasa anaknya benar2 idiot. (bwa..ha..ha, menurutku serial ini kalo ngga ada Hajong ama Mi saeng jadi kurang rame..bener2 badut.)

Seol won Rang benar2 marah karena Mi Shil mendukung Kim seo Hyun dan menyingkirkan dirinya. Bo Jong meyakinkan bahwa ibunya bisa melakukan hal itu. Kim Seo Hyun adalah pengikut Raja dan Putri Cheon Myeong. Seol Won berkata dulu ia adalah pengikut Raja Jinheung dan dia mengubah pikirannya karena mengasihani Mi shil (Seol Won kan dulu seharusnya membunuh Mi Shil, ada surat perintahnya lagi.). Seol Won merasa ia sudah salah menilai KimSeo Hyun. Mi Shil punya kecenderungan untuk berpihak pada orang yang menang perang atau kembali dari perang dengan selamat.

Mi Shil mengadakan perjamuan dan memuji Kim Seo Hyun dan Seol Won, ia berkata ia merasa sangat aman berada diantara para pahlawan. Bo Jong bertemu Hwa Jung, dia berkata perjamuan akan berakhir sekitar tengah malam. Saat ini, Nang Mun akan penuh dengan Nangdo yang mabuk sehingga akan menjadi kamuflase yang bagus untuk melakukan pembunuhan. Sementara itu Joo Bang mencoba menyentuh dayang istana dengan berpura-pura memeriksa denyut nadinya.

Deok Man melihat Kim Yu Shin sedang minum sendiri dan menemuinya. Deok Man berkata Kim Yu Shin sudah menyelamatkan nyawanya dua kali. Kim Yu Shin bertanya apa Deok Man merasa berterima kasih padanya. Deok Man mengiyakannya. Kim Yu Shin meminta kesetiaan Deok Man padanya. Deok Man diam saja. Kau memang keras kepala kata Kim Yu shin. Deok Man berkata ia akan bersumpah setia jika ia bisa mengerti beberapa hal dalam hidupnya, misalnya mengapa Chil Sook dikirim untuk membunuhnya, siapa dia sebenarnya. Kim Yu shin berkata Deok Man akan terseret dalam politik dengan perilaku seperti itu. Deok man tidak mengerti dengan perang. Kim Yu Shin menawarkan arak pada Deok Man. Kim Yu Shin berkata mungkin orang hanya ingin mengikuti seseorang dengan harapan baru seperti yang ia lakukan untuk Putri. Kim Yu Shin minum lagi dan Deok Man menghentikannya dan berkata ia sudah cukup minum.

Mi Saeng membisikkan berita penting pada Mi Shil, Mi Shil kaget dan merasa kesal.

Kim Yu Shin sudah mabuk dan bertanya apa hubungan Deok Man dengan Putri. Deok Man tidak mengenal Putri. Kim Yu Shin keceplosan bicara ia berkata Putrilah yang memintanya untuk merekrut Deok Man masuk ke Yonghwa. Deok Man merasa heran. Kim Yu Shin bergumam pasti karena keberuntungan Deok Man maka mereka dapat kembali dengan selamat. Deok Man ingin bertanya lebih lanjut mengenai Putri tapi Kim yu shin sudah tertidur.

Cheon Myeong dengan baju biarawatinya menyelinap mencari Deok Man. Cheon Myeong melempar Deok Man agar Deok Man melihatnya. Deok Man kaget melihat Cheon Myeong. Ia meyakinkan bahwa Kim Yu Shin sudah tidur, kemudian menarik Cheon Myeong, mengapa Cheon Myeong ke tempat ini. Di sini ada banyak prajurit pria (emangnya Deok Man bukan cewek..he..he). Kim Yu Shin dalam keadaan setengah sadar, melihat Deok Man dengan seorang biarawati.

Seol Won Rang memarahi Bo Jong. Apakah ia sudah kehilangan akal sehatnya. Bagaimana ia dapat merancang sesuatu yang gila dan tidak masuk akal seperti ini. Jika Seol Won ingin membunuh Kim Seo Hyun, ia bisa melakukannya di medan perang. Bo Jong tidak mengerti. Seol Won bertanya dimana pembunuhan akan dilaksanakan. Bo Jong berkata pembunuhnya adalah seseorang yang memiliki dendam pribadi dengan Kim Seo Hyun. Seol Won menarik baju anaknya dan berkata ia harus terbiasa dengan perasaan kalah agar dapat bertahan mendampingi ibunya. Bo Jong berdalih, ia mau membunuh Moon Noh juga demi ibunya.

Mi Shil masuk dan jelas kelihatan sangat marah. Dimana kau merencanakan pembunuhan? Mi Shil berteriak pada Bo Jong : Dimana kau merencanakan rencana berani dan gilamu itu ?

Cheon Myeong berkata ia sangat lega Deok Man bisa pulang dengan selamat. Deok Man bilang ia benar2 hampir mati di perang. Deok Man tiba2 bertanya apa ia adalah Tuan Putri. Cheon Myeong kaget, mengapa? Karena Putri membuat Deok Man menjadi Nang do karena Putri merasa berterima kasih atas bantuan Deok Man. Cheon Myeong berkata itu mungkin saja. Deok Man juga bercerita bahwa Kim Yu Shin ingin ia sumpah setia padanya seperti Kim Yu Shin bersumpah pada Putri. Mengapa kau tidak bersumpah pada Kim Yu Shin? Deok Man merasa ia ke tempat ini untuk mencari jawaban. Deok Man ingin tahu apakah cukup berharga untuk bersumpah pada Kim Yu Shin. Ia ingin tahu siapa dirinya sebelum memutuskan untuk setia pada seseorang.

Hwa Jung sudah bersiap untuk membunuh Kim Seo Hyun. Seol Won dan Bo Jong menyusulnya. Seol Won melihat Hwa Jung siap membidik. Ia meraih busur dan panah Bo Jong dan menembak Hwa Jung. Panah tetap terlepas ke arah Kim Seo Hyun,meleset tapi membuat kuda Kim Seo Hyun melonjak dan Kim Seo Hyun terjatuh. Pengawal Kim Seo Hyun melihat Hwa Jung, mereka langsung mengejarnya. Pengawal Tuan Kim dihadang Seol Won dan Bo Jong yang pura2 khawatir. Seol Won bertanya apa Kim Seo Hyun baik2 saja. Ia memerintah Bo Jong membantu pencarian.

Cheon Myeong pulang dan berkata pada dirinya sendiri ia akan meyakinkan Deok Man untuk setia padanya karena itu cukup berharga. Deok Man juga memikirkan pertanyaan yang sama yang diajukan Kim yu Shin. Ia ingat saat Kim Yu Shin menggendongnya dan membandingkan saat ia menggendong So Hwa. Tiba2 ada teriakan “tangkap dia”. Cheon Myeong juga mendengarnya dan ia bersembunyi saat Hwa Jung berusaha melarikan diri. Hwa Jung berlari ke arah Deok Man dan Deok Man heran melihat Hwa Jung. Ada teriakan yang mengatakan pembunuhnya mengenakan seragam Nang do. Hwa Jung dan Deok Man saling melihat diri sendiri dan mereka mengenakan seragam Nang Do. Hwa Jung memberi isyarat pada Bo Jong.

Cheon Myeong kembali ke istananya dan merasa lega karena tak seorangpun memergokinya. Pelayan menyambutnya. Ia benar2 terkejut saat orangtuanya Raja dan Ratu Maya keluar menemuinya. Cheon Myeong berkata ini tidak seperti yang Ayah lihat. Ratu bertanya apa benar Cheon Myeong menemui seorang Nang do. Cheon Myeong melihat pelayannya. Jelas, pelayannya sudah mengatakan segalanya pada Raja. Raja berkata tidak apa jika orang itu Hwarang tapi dia hanya seorang cadet. Putri berkata Deok Man adalah temannya yang pernah berjasa padanya, Raja pernah bertemu dengannya. Raja tetap marah dan menghukum Putri. Raja melarang Putri keluar dari kamarnya.

Kim Yu Shin kaget sekali saat mendengar Deok Man ditangkap karena tuduhan pembunuhan terhadap ayahnya. Kim Yu Shin tidak mempercayainya. Raja juga terkejut ada orang yang berani melakukan percobaan pembunuhan terhadap Kim Seo Hyun. Dia juga lebih terkejut saat mendengar pembunuhnya adalah Yonghwa cadet, anak buah Kim Yu Shin. Mi Shil berkata mereka harus menyelidiki ini karena sepertinya ada mastermind-nya (look who’s talking..).Mi Shil juga berkata ada yang melihat seorang wanita dengan jubah biarawati terlihat di tempat kejadian. Mungkin ada pembunuh yang menyamar.

Mi shil meyakinkan dia sedang mencari biarawati itu yang mungkin membantu pembunuh. Raja sudah tahu siapa biarawati itu. Raja dan Ratu mengkonfirmasi Putri bahwa cadet yang ditemuinya adalah dari Yonghwa. Putri membenarkan tapi bagaimana Raja tahu. Raja menceritakan insiden Kim seo Hyun dan berkata Deok Man adalah pembunuhnya. Putri terkejut, ia tahu bukan Deok Man. Ia ingin bersaksi untuk menolong Deok Man.

Ratu melarangnya karena Putri akan diejek oleh semua orang karena bertemu seorang Nang Do. Raja juga berkata tidak ada yang dapat mereka lakukan. Cheon Myeong berkeras, Deok Man dapat menjadi korban salah tangkap. Raja memerintahkan Cheon Myeong dikurung di kamar dan tak seorangpun boleh menemuinya. Raja minta kasim untuk menjaga Cheon Myeong.

Kim Yu Shin menemui Seol Won Rang dan berkata Deok Man bukan orang yang sanggup melakukan perbuatan seperti itu. Ayahmu hampir mati terbunuh kata Seol Won. Kim Yu Shin tetap berkata Deok Man tidak punya alasan melakukan pembunuhan itu.

Deok Man diguyur seember air. Dia ditanya siapa yang mengirimnya, Deok Man tetap tidak merasa melakukannya. Saat ditanya siapa biarawati yang terlihat bersamanya, Deok Man tidak mau mengungkapkan identitas Cheon Myeong. Kaki Deok Man dipukul. Kim Yu Shin masih memohon untuk menemui Deok Man. Seol Won justru balik bertanya apa Kim Yu Shin juga ditipu dan dimanfaatkan oleh Deok Man. Kim Seo Hyun berkata biarkan Kim Yu Shin menemui Deok Man.

Cheon Myeong menyerahkan surat untuk disampaikan pada Kim Yu Shin.Pelayannya masuk diikuti kasim yang melarang surat itu disampaikan pada Kim Yu Shin. Cheon Myeong memohon agar surat itu disampaikan tapi sia-sia.

Kim Yu Shin menemui Deok Man
Kim Yu Shin : Deok Man apa kau sadar?
Deok Man : Kim Yu Shin?
Kim Yu Shin : Kau harus jujur padaku, aku hanya bertanya satu kali, kau..dengan alasan apapun ingin membunuh ayahku.
Deok Man : Tidak
Kim Yu Shin : Apakah kau mata-mata Baekje?
Deok Man : Bukan..

Kim Yu Shin juga bertanya tentang biarawati yang terlihat bersama Deok Man. Deok Man berkata ia temanku, kami bertemu di Manno. Kim Yu Shin menanyakan identitas biarawati itu. Namanya Ji Eun dari kuil Chil Dong Sa.

Yonghwa tidak dapat mempercayai bahwa Deok Man dituduh membunuh Kim Seo Hyun. Joo Bang baru berkata ia juga ada saat Deok Man dituduh membunuh. Kim Yu Shin meledak, mengapa Joo Bang baru bilang..Deok Man terancam nyawanya. Joo Bang takut jika hubungannya dengan dayang istana ketahuan, mereka juga terancam. Joo Bang melihat Hwa Jung dan Deok Man, Hwa Jung tiba2 berkata ini pembunuhnya. Ia juga melihat biarawati yang bertemu Deok Man, mereka seperti teman lama. Apa yang mereka bicarakan, tanya Kim Yu Shin. Mereka berbicara mengenai Putri.

Kim Yu Shin ingat bahwa biarawati itu adalah teman Deok Man saat di benteng Manno dan ingat saat ia melihat Deok Man menyeret Cheon Myeong sebelum ia tertidur dan menyadari betapa bodoh dirinya. Kim Yu Shin ingin bertemu Putri, tapi kasim berkata saat ini Putri tidak boleh bertemu siapapun karena sedang tidak enak badan.
Joo Bang menemui Kim Yu Shin dan berkata ia bersedia menjadi saksi untuk Deok Man. Kim Yu Shin berkata, Deok Man sudah selesai diperiksa. Sekarang ia menghadap Mi Shil dan Seol Won, jarang ada orang yang dapat keluar hidup2 dari tempat itu.

Bo Jong mendapat kabar, Yonghwa sudah menemukan biarawati yang dicari dan dapat menjadi alibi Deok Man. Seorang biarawati dikawal oleh Go Do dan Hwa Jung bersiap membidiknya, saat ia merasakan desiran dingin belati di lehernya. Kim Yu shin! “Bangun..perlahan..” Biarawati itu membuka mantelnya, ternyata Joo Bang..Apa aku cantik ? tanya Joo Bang.

Kasim meminta Putri makan dan saat ia masuk, ternyata kamar Putri kosong. Ia melihat tali dari kain di jendela. Sepertinya Putri melarikan diri. Semua panik dan mencari, meninggalkan kamar Putri dalam keadaan kosong dan terbuka. Pintu lemari terbuka, Putri bersembunyi di dalam lemari, dengan mudah Putri keluar. (she’s really smart ..).

Deok Man diperiksa oleh Seol Won, Deok Man tetap tidak merasa bersalah. Seol Won berkata Deok Man benar2 keras kepala. Kim Yu Shin masuk. Seol Won bertanya ada apa. Melihat sekilas ke arah Deok Man, Kim Yu Shin berkata, mereka telah menyebarkan rumor tentang biarawati itu dan ternyata ada yang memakan umpan mereka. Siapa ? Kim Yu Shin menghadapkan Hwa Jung. Kim Yu Shin juga memberikan bukti anak panah yang sama yang dengan yang ditembakkan ke arah ayahnya. Kim Yu Shin menodongkan pedangnya ke arah Hwa Jung : Siapa yang menyuruhmu?

Hwa Jung melihat ke arah Mi Shil, ia memiliki dendam pribadi dengan Kim Seo Hyun. Dia adalah keturunan Daegaya. Kebenciannya pada Silla yang telah menjajah Daegaya sangat besar. Dia sangat membenci keluarga yang berkuasa seperti Kim Hu Ryeon dan Kim Seo Hyun. Hwa Jung berkata, ia akan pergi. Ia berlari menikamkan dirinya di pedang Kim Yu Shin. Hwa Jung bunuh diri. Mi Shil puas karena sudah selesai dan Kim Yu Shin kaget.

Kemudian Mi Shil berdiri untuk memberi hormat pada Putri Cheon Myeong
Semua memberi jalan untuk Putri. Deok Man melihat Putri dengan pandangannya yang kabur.
Deok Man : Pu..tri..?

Queen Seondeok Episode 13

Deok Man melihat Putri dan terkejut, jadi dia benar Putri..
Raja masuk dan melihat Hwa Jung yang tewas di lantai. Mi Shil bertanya apa yang mambawa Raja ke tempat ini. Raja melihat ke arah Putri dan Putri melaporkan bahwa pembunuh Kim Seo Hyun sudah ditangkap oleh Kim Yu Shin, Deok Man tidak bersalah. Raja memandang Deok Man dan Putri meyakinkan Raja.

Cheon Myeong menjelaskan tentang Deok Man pada orang tuanya. Mereka akhirnya tahu kalau Deok Man sudah berjasa menolong Putri. Kalau kau ingin membalas jasanya mengapa kau tidak mengangkatnya menjadi pengawalmu sejak semula? Putri tidak ingin Deok Man hanya menjadi pengawal. Ia ingin melatih Deok Man sampai kuat. Apa ia begitu penting bagimu tanya Raja. Kim Yu Shin dan Deok Man adalah sepasang sayap untukku kata Putri.Raja mengerti dan mengijinkan Putri merekrut Deok Man sebagai sekutunya.Raja memerintahkan untuk merawat Deok Man.

Deok Man mulai sadar dan Kim Yu Shin bertanya apa ia baik2 saja. Deok Man bangun dan bertanya apa Kim Yu Shin melihat biarawati itu, ..Kim Yu Shin membenarkan memang ia adalah Putri. Jadi itu bukan ilusi tanya Deok Man. Putri datang menemui mereka. Deok Man masih menganggap Cheon Myeong sebagai temannya sehingga ia berbicara dengan akrab, Kim Yu Shin mengingatkannya tentang aturan dan hati2 dengan cara bicara Deok Man.

Cheon Myeong mengingatkan Deok Man, saat pertama kita bertemu kau bahkan tidak menganggapku sebagai manusia apalagi seorang Putri. Cheon Myeong juga berkata Kim Yu Shin juga sama saja, tidak mengenalinya sebagai Putri. Tapi itu bukan masalah, mereka berdua telah menyelamatkan nyawanya.

Eul Jae heran saat Raja akan memberikan tugas pada Putri. Eul Jae meragukan kemampuan Putri tapi Raja yakin Cheon Myeong akan melawan Mi shil. Raja berkata ini akan melatih Cheon Myeong dan sejarah terulang kembali.

Cheon Myeong berbicara secara pribadi dengan Deok Man tentang tugas yang akan ia berikan pada Deok Man dan meminta kesetiaan Deok Man. Cheon Myeong ingin mengurangi kekuatan Mi Shil dan mengembalikan kekuasaan pada keluarga Raja. Apa yang terjadi setelah Cheon Myeong berhasil mendapatkannya tanya Deok Man. Cheon Myeong ingin mewujudkan impian kakek buyutnya Raja Jinheung, Cheon Myeong akan mencari tahu apa impian mendiang Raja Jinheung dan meminta Deok Man membantunya.

Mi Shil memperlihatkan rasa kecewanya pada Bo Jong. Mi Shil mengingatkan, jika ia membunuh berarti itu adalah seseorang yang mengganggu dan tidak bernilai. Saat orang itu menjadi berharga, Mi shil harus menariknya menjadi sekutunya. Mi Shil berkata mereka harus tahan dengan kenyataan bahwa mereka tidak memiliki darah Seonggol, sehingga mereka harus memiliki orang yang dapat dipercaya masuk ke pihak mereka.
Seol Won berkata pada Bo Jong bahwa Mi Shil adalah orang dengan takdir dari langit, itulah sebabnya mereka harus setia pada Mi Shil sepenuh hati.

Ha Jong masuk dan berkata bahwa Kim Seo Hyun dan Putri Man Myeong datang mengunjungi Mi Shil. Ha Jong berkata Kim Seo Hyun dan isterinya akan meminta Mi Shil membubuhkan cap kerajaan pada surat keputusan yang menaikkan kasta mereka menjadi Seonggol. Mi shil berkata baiklah dan ia menemui Kim Seo Hyun.

Saat Mi Shil hendak membubuhkan cap, ia memancing mengapa Kim Seo Hyun bersanding dengan Raja Jinpyeong. Mi Shil berkata Raja tidak mempunyai putra mahkota, sehingga semua orang ada di bawahnya. Kim Seo Hyun bertanya apa sebenarnya maksud Mi shil. Mi Shil ingin Kim Seo Hyun membuka topengnya, bukankah semua orang berambisi untuk naik takhta? Apakah ia menikahi Putri Man Myeong dengan alasan cinta semata atau ada maksud lain? Putri Man myeong mengingatkan Mi Shil agar hati2 dalam berbicara. Putri Man Myeong mengingatkan bahwa sekarang statusnya sudah dipulihkan dan Mi Shil hanya penjaga stempel kerajaan. Mi Shil bangun dan menghormat pada mereka. MI Shil menggulung surat keputusan itu tapi putri Man Myeong merampasnya begitu saja, Mi Shil kelihatan tidak senang.

Kim Seo Hyun sedikit khawatir dengan perkataan Mi Shil, tapi isterinya berkata tidak perlu dipikirkan mereka sekarang adalah keluarga Raja.
Mi Shil ingin mengetahui kelemahan Kim Seo Hyun. Seol won Rang memastikan bahwa pasti anaknya, Kim Yu Shin. Mi Shil ingin tahu apakah ada orang disekitar Kim Yu shin yang dapat ditarik kepihak mereka, Mi Shil juga curiga mengenai Deok Man. Seol Won mengatakan Deok Man sepertinya memiliki hubungan spesial dengan Putri Cheon Myeong.

Kim Yu shin mengetahui hubungan Cheon Myeong dengan Deok Man. Cheon Myeong merasa geli karena akibatnya ia juga mendengar semua keluhan Deok Man mengenai Kim Yu Shin. Deok Man minta masalah itu jangan dibicarakan.
Eul Jae masuk dan meminta Putri mengikutinya. Raja meminta Eul Jae menunjukkan sesuatu pada Putri.Eul Jae minta Kim Yu shin dan Deok Man menunggu sebentar.

Eul Jae membawa Cheon Myeong ke sebuah Bi Gu atau ruang bawah tanah di bawah istana Raja. Cheon Myeong baru mengetahui tempat ini. Eul Jae berkata ini tempat penyimpanan rahasia. Eul Jae berkata Raja memberi ijin Putri untuk memasuki ruangan ini kapanpun Putri mau. Putri merasa heran.

Eul Jae memperlihatkan pada Putri wasiat terakhir Raja Jinheung dan kesaksian yang diberikan Mon Noh. Raja Jinheung meminta Raja Jinpyeong menyelidiki sumber kekuatan Mi Shil. Ia yakin Mi Shil telah mencuri sesuatu dan menyimpannya untuk membuatnya berkuasa atas kerajaan dan meminta Moon Noh menyelidikinya.

Putri berkata itu karena Raja Jinheung yang sudah memberikan kekuasaan pada Mi Shil. Eul Jae juga berkata Raja Jinheung selalu keluar untuk berperang dan jarang di ibukota. Sehingga Mi shil dan Hwarang mulai menggalang kekuatan mereka.

Cheon Myeong berkata bahwa saat Raja Jinheung memerintah ada kekeringan. Eul Jae berkata saat itu rakyat tidak pernah menyalahkan langit atas setiap bencana tapi menyalahkan Raja. Raja membuat 8 persembehan dan tidak terjadi apa-apa. Tapi saat Mi shil yang sedang sakit dan demam dibawa ke altar, ia menangis, air mata Mi Shil membuka langit dan hujan mulai turun.

Eul Jae berkata karena insiden itu, rakyat menganggap Mi Shil adalah anugerah dari langit dan Mi Shil mulai berpartisipasi dalam perayaan2. Cheon Myeong berkata bukankah perayaan2 seperti itu adalah bagian dari anggota keluarga kerajaan yang wanita. Eul Jae berkata karena Raja Jinheung sering keluar berperang, sehingga Mi Shil semakin populer.

Sehingga Raja harus berbagi kekuasaan dengan Mi Shil. Putri bertanya apa Moon Noh sudah menemukan rahasianya? Belum. Eul Jae hanya menyeahkan peninggalan Moon Noh, sebuah penanggalan atau almanak.

Kemudian mereka kembali untuk menemui Kim Yu Shin dan Deok Man. Eul Jae berkata Im Jong yang mengambil alih tugas Moon Noh dan meneruskan tradisi berdoa di altar gunung Jung Ah. Eul Jae mengeluarkan buku peninggalan Moon Noh. Deok Man mempelajarinya. Eul Jae berkata Moon Noh sangat hati2 dalam bersembunyi. Dimana? tanya Kim Yu Shin, di Kuil Yeo Ha. Deok Man bertanya mengenai apa maksud bunga persik Sadaham (Mae Hwa), Eul Jae tidak mengetahuinya, mungkin tentang Mi Shil.

Deok Man bertanya apa bunga persik adalah Mi Shil. Eul Jae berkata Sadaham adalah cinta pertama Mi Shil. Kim Yu Shin berkata ini adalah cerita yang baru didengar Deok Man, Cheon Myeong berkata ia juga baru tahu. Eul Jae bercerita Mi Shil dan Sadaham saling mencintai, tapi Sadaham harus berperang, saat Sadaham kembali ia menemukan bahwa Mi Shil harus menikahi Sejong. Setelah itu Sadaham meninggal (mungkin karena merana..) bersama sahabat baiknya Mun Gwan Rang. Sadaham meninggalkan sesuatu untuk Mi Shil yaitu bunga persik. Kim Yu Shin berkata Sadaham dikuburkan di Dong bae, mungkin bunga persik melambangkan Sadaham.Deok Man tidak mengerti mengapa Moon Noh menulis hal ini? Tak seorang pun tahu

Mi Shil senang mendengar bahwa Bunga Persik Sadaham sudah menuju Silla. Seo ri berkata itu akan masuk bersamaan dengan Duta dari Cina dan pedagang asing. Mi Shil berkata, Mi Saeng akan sangat sibuk mulai dari sekarang. Mi Saeng berkata serahkan semuanya padanya.

Mi Shil bertanya kapan akan sampai, Seo Ri berkata sekitar 10 hari lagi. Sudah lama sekali sejak…
Sementara itu, Cheon Myeong heran mengapa Raja membuka semua ini padanya. Itu karena Raja ingin Cheon Myeong menyelesaikan buku yang sudah ditinggalkan Moon Noh. Eul Jae percaya bahwa buku ini akan membuat mereka mengerti sumber kekuatan Mi Shil.

Mi Saeng berkata bahwa duta dari Cina akan sampai sekitar 10 hari lagi bersama para pedagang asing. Apakah mereka membawa pesanan kita tanya Raja. Mi saeng belum mendapat konfirmasi akan hal itu. Negara mana saja yang akan datang ? tanya Raja. Cina, arab, India, dan Thailand.

Raja meminta Menteri Pertahanan untuk diberitahu mengenai kedatangan mereka dan menyiapkan keamanan. Seo Ri memberitahu para Hwarang untuk menyiapkan makanan untuk tamu asing. Seo Ri memberikan bubuk kari untuk bumbu makanan tamu dari India dan berkata hati2 karena sangat mahal.

Cheon Myeong berkata keselamatan duta dari Cina akan menjadi tanggung jawab menteri, tapi keselamatan para pedagang adalah tanggung jawab hwarang dari Il Wyol Seong Do dan Cheon Ryeong in Do. Bo Jong dan Seok Bum mengerti. Al Cheon, Seol Yeol, dan Deok Chung akan menghibur mereka. Im Jong, Hwang Yon dan Phil Tan akan memainkan musik. Dae Nam Bo dan Baek Yul akan membantu Ho Jae untuk yang lainnya.
Cheon Myeong berkata ini kesempatan untuk belajar dari para pedagang asing itu. Seok Bum bertanya mengapa Kim Yu Shin tidak ada, Cheon Myeong berkata ia sedang menugaskan sesuatu pada Kim Yu Shin.

Kim Yu Shin dan Deok Man melakukan perjalanan. Deok Man masih saja ketinggalan di belakang Kim Yu Shin. Berhenti kita istirahat sebentar kata Deok Man. Ini bukan latihan, jadi istirahat saja. Deok Man mencoba memukul Kim Yu Shin tapi dia berbalik dan Deok Man mengalihkan pukulannya. Kim Yu shin berkata Deok Man masih saja lambat.

Mi Shil minta Mi Saeng dan Seo Ri menyiapkan pembayaran untuk pesanan mereka dan meminta mereka berhenti di Kuil Yeo Ham. Mengapa Kuil Yeo Ham? tanya Seo Ri. Mi shil dengar bahwa Pendeta sedang sakit dan Mi shil ingin mendapat informasi yang jelas mengenai hal ini.

Deok Man dan Kim Yu Shin memandang tanah didepannya. Deok Man ingin tahu apa yang membuat Moon Noh begitu hebat karena ia seringsekali mendengar nama Moon Noh.
Bo Jong menemui ayahnya dan heran mengapa Mi Saeng dan Seo Ri pergi diam2. Seol Won berkata ada prosedur tetap setiap kali pedagang datang ke ibukota. Bo Jong bertanya mengenai bunga persik Sadaham. Seol Won mengingatkan anaknya agar hati2 menjaga para pedagang.

Deok Man merasa Kim Yu Shin tersesat. Deok Man bertanya apa Kim Yu Shin dapat membedakan mana Utara Selatan Timur Barat, jika ia tahu mengapa mereka ke arah sini, bisa2 mereka masuk ke wilayah Goguryeo. Saat Kim Yu Shin minum, Deok Man tertarik sesuatu. Mereka melihat Mi Saeng, Seo Ri dan beberapa pengawal ingin bertemu Pendeta. Mereka berkata bahwa Bunga Persik Sadaham sudah memasuki ibukota.

Kim Yu Shin menarik Deok Man dan mereka kembali ke istana. Kita harus memberi tahu Putri mengenai ini. Putri terkejut saat mendengar Bunga persik Sadaham memasuki ibukota.

Mi Shil memandangi sebuah pohon dan Seo Ri berkata Mi Shil takpernah berubah untuknya. Mi shil berkata di pohon inilah ia berjanji bertemu dengan Sadaham. Semua lelaki di sekitar Mi Shil selalu menginginkan sesuatu darinya hanya Sadaham yang selalu memberi pada Mi shil dan tidak pernah meminta balasan.
Mi shil bertanya apa perjalanannya berhasil. SeoRi merasa ada begitu banyak transaksi sehingga akan sedikit sulit.
Mi Shil heran saat Pendeta ingin menemuinya.Mi Saeng membawa Dae Man Bo dan berkata ia adalah kapten Baek Hu Bi Do, putranya.

Mi Shil bertanya skill Dae nam Bo di militer. Dae Nam Bo mengakui belum sehebat Bo Jong. Mi Shil mengijinkan Dae Nam Bo melewati Bo Jong. Mi Shil meminta Dae Nam Bo mengikutinya.
Kim Yu Shin dan Deok Man berusaha mendekati para pedagang untuk menyelidiki Bunga persik Sadaham. Cheon Myeong berkata mungkin akan susah karena semua sudah diatur. Deok Man bertanya apa mereka bisa menyusup di bagian hiburan, apa Kim Yu Shin bisa menari yang langsung disambut dengan gelengan kepala oleh Kim Yu Shin. Putri akan mencari cara. Deok Man sedikit kecewa.

Ha Jong membawa pamannya ke tempat para Gisaeng dan berusaha mengorek informasi apa yang dilakukan pamannya dengan para pedagang itu. Mi Saeng berbisik bahwa ada pedagang bernama Jang Dae yang akan membawakannya viagra kuno. Awalnya Ha Jong percaya tapi ia sadar sudah ditipu oleh Mi Saeng.

Putri mengatakan apa yang diketahuinya pada Raja. Raja memerintahkan Kim Seo Hyun untuk memeriksa kuil itu dan memperhatikan setiap temuan.
Deok Man dan Kim Yu Shin mengantar Kim Seo Hyun ke kuil. Pendeta kaget mengapa mereka datang malam2, Kim Seo Hyun berkata mereka curiga ada mata2 Baekje di sini. Mereka kaget ketika melihat Mi Shil. Kim seo Hyun bertanya apa yang dilakukan Mi shil di sini. Mi Shil berkata ia ingin mencari ketenangan apa itu salah. Kim Seo Hyun memeriksa semua bagian kuil dan tidak menemukan apapun. Kim Seo Hyun minta maaf karena mengganggu Mi Shil dan pergi. Deok Man melihat ke arah Mi Shil.

Kim Yu Shin berkata lain kali pasti akan menemukan sesuatu. Tidak akan ada lain kali karena Mi Shil tahu mereka mencurigai sesuatu jadi tempat ini pasti selesai.
Mi Saeng datang dan Mi Shil menyalahkannya atas kecerobohannya. Mi shil berkata mereka mencari seseorang dan bukan sesuatu. Kim Seo Hyun meminta maaf pada Raja karena tidak menemukan apapun. Deok Man berkata mereka harus mendekati pedagang karena tidak menemukan apapun. Cheon Myeong merasa ini sulit, tapi Deok Man berkeras dan bahkan ingin menyelinap.

Mi Saeng mengetahui bahwa bubuh kari yang dibawa dari pedagang sudah rusak. Ternyata dayang Sam Wyol yang telah merusakkannya.
Deok Man dan Kim Yu Shin pulang, Kim yu Shin memperingatkan jika mereka bertindak gegabah maka mereka akan gagal. Kemudian mereka mendengar tentang insiden Sam Wyol. Joo Bang tidak pernah mendengar mengenai bubuk kari. Deok Man bertanya apaah bubuk kari untuk membuat nasi kari, bagaimana Deok Man tahu tanya Joo Bang. Deok Man menjelaskan itu adalah bumbu masakan dari India yang terdiri dari 10 macam rempah2. Deok Man berkata beberapa rempah2 tidak ada di Silla. Rempah utamanya adalah kunyit tapi ia juga tidak tahu apakah di Silla ada.

Mi saeng marah karena Sam Wyol merusakkan bubuk kari, sekarang ia tidak dapat membuat makanan untuk para pedagang India. Ia ingin menjamu pedagang itu. Deok Man merasa ini adalah kesempatan. Sam Wyol menunjuk Deok Man, ia tahu mengenai bubuk kari. Benarkah? Deok Man membenarkan, kita harus menemukan Ah Chui atau kunyit. Bahkan Mi Saeng tidak tahu apa itu kunyit. Ia minta Deok Man menjelaskan pada Hwarang. Deok Man berkata kunyit memiliki aroma kuat, berwarna kuning, dan berupa umbi. Semua hwarang berusaha mencarinya ada yang memberikan jerami bahkan melon Korea ha..ha

Deok Man masih mencari kunyit kemudian Joo Bang datang memberikan Yul Geum atau kunyit Korea. Deok Man merasakannya dan menemukan rasa yang sama. Mi Saeng heran bagaimana Deok Man mengetahuinya, Deok Man berkata ayahnya adalah pedagang dan sering membawa kunyit. Mi Saeng menyeret Deok Man ke dapur dan berkata ia akan membantu membuat nasi kari. Deok Man merasa ia punya kesempatan mendekati para pedagang. Deok Man minta Joo Bang dan Go Do membantunya.

Cheon Myeong senang Deok Man berhasil menyusup masuk. Duta dari Cina datang ke istana. Mi Saeng menyambut mereka dengan bahasa Mandarin. Mi Saeng memperkenalkan Sejong sebagai tuan rumah. Duta dari Cina itu sangat senang dengan sambutan mereka dan berkata ia membawa banyak pedagang dan berharap mereka dapat bekerja sama.

Duta dari Cina itu duduk dan memasuki istana Raja. Saat memasuki istana, Deok Man yang berada di kerumunan orang mengenali Chil Sook diantara para pedagang. (surprise..surprise..So Hwa sepertinya masih hidup deh..)

Queen Seondeok Episode 14

Utusan dari Cina dan rombongan pedagang memasuki istana. Deok Man mengenali Chil Sook diantara para pedagang, dan…So Hwa yang berjalan dibelakang Chil Sook.
Se Jong memperkenalkan utusan Cina itu kepada Raja dan Raja memuji dan menyambut mereka. Utusan Cina senang sekali dengan sambutan mereka.

Mi Shil berkata bahwa perdagangan dengan orang asing membuat rakyat mereka makmur. Mi Shil bertanya mereka akan berdagang apa kali ini. Utusan itu menjawab : Vernish. Utusan itu berkata mereka akan melapisi istana dengan vernish. Mi Shil heran, memang berbeda cara negara besar mengurus negrinya. Di sini kami hanya menggunakan vernish untuk melapisi ornament kecil. Tapi mereka akan melapisi istana.

Eul Jae berkata kalau satu pohon hanya dapat menghasilkan satu mangkok bahan vernish/seperti menyadap karet. Jadi pasti mereka membutuhkan dalam jumlah besar. Utusan itu membenarkan dan ia siap barter dengan barang yang berharga juga. Anda ingin barter dengan apa? Dengan salinan almanak dari Dinasti Sui. kata Eul Jae. Mi Shil terkejut mendengarnya.

Utusan itu menolaknya karena kalender Dinasti Sui adalah harta negara. Mi Shil senang karena barter gagal.
Cheon Myeong melihat para pedagang dari balkon. Deok Man melihat dari balik punggung Kim yu Shin. Kim merasa terganggu.Dia yakin bahwa salah seorang dari mereka memiliki Bunga Persik Sadaham. Putri minta Deok Man menyelidiki dengan hati2. Deok Man meminta Kim Yu Shin tidak khawatir. Kim Yu Shin selalu gelisah dengan apa pun yang ia lakukan.

Seol won mengetahui bahwa Jang Dae sudah memasuki Istana. Bo Jong mengenalinya. Seol Won meminta Bo Jong harus menyelidikinya. Jang dae memberikan uang pada Chil Sook, sepertinya Chil Sook bekerja padanya. Chil Sook memberikan bungkusan barang pada Jang Dae.

Mi Saeng meminta Bo Jong menjaga keamanan. Meminta Deok Man untuk tidak membuat kesalahan dalam menyajikan makanan. Mi Saeng meminta mereka berhati-hati mengurus setiap aturan dari setiap negara. (seperti pertemuan APEC..he..he).

Jang Dae memasuki tempat menginapnya. Mi Saeng menyambutnya dan dalam bahasa Mandarin. Deok Man mengintip dan melihat sepertinya Mi Saeng cukup akrab dengan Jang dae.

Chil Sook mengalami kesulitan penglihatan dia menabrak seseorang dan minta maaf. Chil Sook masuk dalam satu penginapan dan menemukan So Hwa belum makan. Chil Sook sangat sopan dan tampak perhatian pada So Hwa. So Hwa tampak sedikit linglung mungkin karena trauma. Ternyata setelah badai pasir, Chil Sook bangkit dan berpegangan pada sebuah tali. Chil Sook menariknya dan ternyata ia menemukan So Hwa. Chil Sook menyadarkan So hwa dengan CPR (he..he) dan So Hwa mulai sadar.
So Hwa sepertinya menderita kerusakan otak karena kekurangan oksigen sehingga ia kesulitan berbicara. Chil sook telah membawa So Hwa kemana-mana untuk berobat. So Hwa masih dapat menunjukkan jalan pada Chil sook. Chil Sook juga teringat kata2 Cartan, ia harus beristirahat kalau tidak ia akan buta.

Deok Man mengajar cara masak kari dengan menumis bumbu dengan minyak. Memasukkan jahe, bawang, jintan, kayu manis, biji adas, dan kunyit (masak..sebentar lagi bikin opor..he..he). Sam Wyol berkata bahwa kunyit rasanya sangat kuat, dia tidak mengerti mengapa pedagang itu sangat menyukainya. Deok Man berkata kunyit memiliki banyak manfaat sebagai antioksidan dan anti radang.

Deok Man masuk ke kediaman Jang Dae. Bo Jong bertanya apa yang ia inginkan. Deok Man bertanya tentang resep nasi kari.Bo Jong heran mengapa Deok Man kesini, karena disana ada orang India Harsha yang merupakan tempat asal kari. Deok Man berkata ia akan kesana. Bo jong bertanya apa Deok Man mengerti mandarin ? Deok Man pura2 tidak mengerti bahasa itu. Bo jong berkata ia akan membantu Deok Man.

Bo Jong menemui Jang Dae dan berbicara dalam bahasa mandarin. Bo Jong berkata Deok Man ingin bertanya mengenai bumbu kari. Deok Man pura2 tidak mengerti mandarin dan bertanya apa campurannya sudah benar. Jang Dae berkata lebih baik jangan pakai biji adas, kedua India Harsha itu juga setuju. Deok Man berusaha untuk mengulur waktu, tapi Bo Jong meminta Deok Man keluar. Deok Man sengaja memecahkan pot sehingga Bo Jong marah dan memintanya membersihkan pot.

Saat membersihkan pot, Jang Dae mengubah bahasanya, ia berbicara dalam bahasa Latin sehingga Bo Jong tidak mengerti apa yang mereka bicarakan. Tapi Deok Man mengerti karena ia biasa berbicara bahasa Latin dengan Cartan. Dari situ Deok Man yakin kalau Bunga Persik Sadaham ada pada Jang Dae.

Mi saeng berkata Jang Dae membawa pesanan Mi shil dan Mi Shil tidak peduli berapapun harganya ia akan membayarnya. Seo Ri berkata Kim Seo Hyun sudah mengetahui tempat pertemuan resmi Mi Shil. Mi Shil berkata agar mereka tidak boleh mengulang kesalahan yang sama.

Deok Man minta Joo Bang mencopet kunci dari jang Dae dan membuat duplikatnya. Deok Man minta Joo Bang mengembalikannya kembali. Joo Bang menabrak Jang dae dan mengembalikan kunci itu. Dae Nam Bo meminta Jang Dae mengikutinya. Bo Jong juga memperhatikan Jang Dae sesuai perintah Seol Won.

Dae Nam Bo membawa Jang Dae menghadap Mi Shil diikuti oleh Bo Jong dan diikuti oleh Ha Jong. Deok Man meminta Joo Bang cepat membuat duplikat kunci dan cepat memeriksa kamar Jang Dae sebelum ia kembali.
Bo Jong dan Hajong saling membuntuti dan mereka berhadapan. Ha Jong tanya apa Bo Jong mengikuti Jang Dae, Bo Jong mengelak. Ha Jong merenggut baju Bo Jong dan berkata beraninya kau menatapku seperti itu.

Mi Shil datang dan berkata betapa saling menyanyanginya mereka sebagai saudara. Deok Man berusaha menyelinap ke kamar Jang Dae. Jang Dae menemui Mi shil. Kedua orang India itu mengikuti mereka. Kedua orang itu memperlihatkan pesanan Mi Shil. Mi Shil tampak senang.

Deok Man masuk ke kamar Jang Dae dan membuka kotak dengan kunci duplikat. Joo Bang berkata kalau Deok Man mendengar ketukan sebanyak 2 kali, ia harus segera keluar.

Mi shil diperlihatkan kotak yang berisi Sadaham. Sementara itu Deok Man membuka kotak dan menemukan paket milik Chil Sook dalam kotak. Pendeta membuka buku Deo Myeong Ryeok dan membaca setiap halaman. Deok Man melihat lebih dekat paket dari Chil Sook. Pendeta sangat senang dengan isi buku tersebut,
Dae Myeong Ryeok adalah kalender dari Dinasti Sung yang merupakan turunan dari kalender Hindu.
Ini adalah alasan mengapa Ratu Seondeok membangun Observatory Cheomseongdae. Observatory tertua di Asia dan merupakan Harta Nasional Korea Selatan no 31.

Pendeta memastikan keakuratan penanggalan dinasti Sung itu. Sementara itu Deok Man menemukan salinan buku Parallel lives miliknya yang diberikan Cartan padanya lengkap dengan tulisan dan catatannya. Deok Man benar2 kaget.
Mi Shil berterima kasih pada Jang Dae. Deok Man melihat identitas So Hwa sebagai dayang istana. Deok Man shock. Joo Bang menunggu Deok Man dan ia sangat lama.

Kim Seo Hyun heran mendengar dari Yu Shin bahwa Hajong dan Bojong keduanya saling menyelidiki apa yang diinginkan ibunya.
Putri bertanya pada Putri Man Myeong latar belakang Mi Shil. Kim Yu Shin mendatangi kamar Deok Man karena Joo Bang dan Go Do berkata Deok Man tidak keluar dari tadi. Deok Man menghilang. Deok Man kembali ke kamar Jang Dae untuk memeriksa paket Chil Sook tapi Paket itu sudah hilang.

Mi shil shock saat menerima paket Chil Sook dari Jang Dae. Ada seorang Musa atau warrior yang memberikan ini. Siapa ? namanya Chil Sook. Mi Saeng heran mendengar
nama Chil Sook disebut.

Mi shil membaca surat Chil sook, Misinya sudah selesai dia berkata So Hwa sudah mati. Sutra yang membungkus bayi Deok Man juga disertakan dan ada identitas So Hwa. Chil Sook tidak akan memohon ampun pada Mi shil. Chil Sook berkata ia tidak akan melayani Mi shil lagi dan akan pensiun. Chil Sook mengharap Mi Shil dalam keadaan sehat. Dimana Chil Sook ? Jang Dae berkata Chil Sook sudah pergi jauh. Mi shil harus menemukan Chil Sook.

Mi shil memerintahkan Bo Jong mencari Chil Sook di seluruh Seorabeol. Deok Man mendengar selintas Seok Bum yang berkata mereka harus menemukan Chil Sook. Deok Man kaget.

Queen Seondeok Episode 15

Mi Shil melihat keseluruhan isi buku Parallel lives dan melihat bahwa buku itu ditulis dalam bahasa Yunani.
Mi Shil kaget sekaligus kagum bahwa putri itu menguasai bahasa Yunani. Mi Saeng datang dan membawa emas sebagai bayaran. Mi Saeng meminta kakaknya menemui pedagang India itu.
Mi Saeng meyakinkan Mi Shil bahwa Bo Jong akan mampu membawa Chil Suk. Mi Shil cemas dan gelisah bahwa putri kembar yang lain itu menguasai bahasa Yunani. Mi Shil menerima pedagang India itu. Deok Man kehilangan jejak mereka karena Dae Man Bo melemparkan belati ke lehernya.

Mi Shil dan Mi saeng kembali bernegosiasi. Tampaknya pedagang India itu menginginkan tambahan, mereka ingin kapal. Mi Saeng mengeluh kakaknya terlalu mengikuti keinginan mereka. Mi Shil lebih menunggu kabar tentang Chi Sook. Mi Saeng meyakinkan kakaknya bahwa Chil Sook pasti tidak akan meninggalkan Seorabeol tanpa sepengetahuan mereka.
Kemudian Mi Shil menanyakan tentang Deok Man yang tertangkap. Deok Man dibawa menghadap Mi Shil. Deok Man kaget melihat bukunya.

Deok Man benar2 kaget melihat buku Paralel Lives miliknya ada di tangan Mi Shil. Deok Man benar2 panik. Mi Shil bertanya mengapa Deok Man mengikuti mereka. Apa Deok Man disuruh Cheon Myeong mencari bunga persik Sadaham? Mi Shil membaca catatan kaki yang ditulis Deok Man : Tak sekalipun aku melakukan kebaikan tanpa keinginan untuk dipuji atau dibanggakan; menjadi berbudi bukankah itu suatu kebodohan..mengapa? apakah ini berarti setiap orang hanya akan melakukan kejahatan?
Mi Shil berkata Cheon Myeong itu berbudi dan Mi Shil itu jahat. Mi Shil berkata buku itu menulis bahwa orang yang baik, berbudi, dan naif tidak akan pernah menjadi pemimpin. Deok man masih bertanya-tanya mengenai Chil Sook dalam hatinya. Mi Shil bertanya apa Deok Man berpikir semua manusia itu berbudi seperti Cheon Myeong. Mi Shil yakin semua manusia pada dasarnya jahat.

Deok Man bertanya: Apa air itu jahat. Mi Saeng berkata air menjadi jahat kalau ia menyebabkan banjir dan menghancurkan sawah ladang dan menenggelamkan manusia. Tapi Deok Man berkata, tanpa air tidak akan ada yang tumbuh. Apa matahari itu baik? Mi Saeng berkata bahwa tanpa matahari, tidak ada yang dapat tumbuh. tapi Deok Man berkata bahwa matahari dapat menyebabkan kelaparan. Deok Man berpikir bahwa manusia itu sama menyukai air dan matahari, itu yang disebut alam. Jika air dapat dilestarikan dan dikendalikan maka air akan menyelamatkan banyak kehidupan. Begitu juga manusia yang mampu memanfaatkan kebaikan manusia lain dapat dianggap berbudi dan mampu memimpin negara. Ini adalah apa yang dipercaya Deok Man dan ia mengikuti Cheon Myeong karena hal itu, bukan karena Cheon Myeong orang baik.

Mi Shil heran dengan kecerdasan Deok Man. Ia menawarkan Deok Man agar bergabung dengannya, ia dapat membantu Deok Man. Deok Man menolaknya. Mi Shil menyuruh Deok Man diseret keluar.
Mi Saeng tidak dapat mengerti mengapa Mi Shil melepaskan Deok Man begitu saja. Mi Shil tertarik dengan Deok Man, karena Deok Man anak yang luar biasa dengan prinsip yang luar biasa, jadi Mi Shil tidak ingin melepaskan Deok Man. Mi Saeng bertanya apa Mi Shil yakin Deok Man akan kembali padanya. Mi Shil bertanya apa Mi Saeng mau taruhan, Mi Saeng mengambil taruhannya.

Deok Man pergi ke taman dan mengeluarkan ranselnya. Isi : Kalender dari dinasti Wei, gambar So Hwa, dan belati Raja Jinheung. Ibu apa yang harus kulakukan sekarang. Deok Man mengira bahwa bukunya sudah habis terbakar waktu itu. Deok man heran, apa benar Chil Sook sudah sampai di Silla. Sementara itu, Chil Sook dan So Hwa berjalan bersama. Chil Sook entah bagaimana sepertinya ia menyukai So Hwa. Chil Sook meminta So Hwa tinggal bersama dengannya di gunung dimana orang tidak akan menemukan mereka. So Hwa masih ragu.

Anggota Yonghwa tidur dan Joo Bang terjatuh, Deok Man merasa terganggu. Joo Bang kaget melihat Deok Man karena mereka seharian mencari Deok Man dimana-mana. Kim Yu Shin jiga mencari Deok Man. Dae Pung masuk dan berkata Deok Man hilang dan kaget melihatnya di barak. Deok Man bertanya siapa yang mengatakan ia hilang? Seok Bum. Mereka mendatangi Cheon Ryeong dan Seok Bum memberikan surat dari Seju Mi Shil. Mi Shil berkata bahwa ia dan Deok Man telah membicarakan hal yang menarik semalam. Deok Man harus membaca surat dari Mishil sendirian.
Deok Man membaca suratnya dan heran dengan maksud Mi Shil. Anggota Yonghwa juga menebak-nebak isi surat Mi Shil. Dari mulai Deok Man yang berjasa sampai kemungkinan Mi Shil meminta “ditemani” Deok Man karena ia melihat wajah Deok Man yang tampan.

Kim Yu Shin datang mencari Deok Man. Joo Bang berbisik bahwa Deok Man menerima surat dari Mi Shil dsb. Kim Yu Shin bertanya kemana Deok Man dan ia ingin agar Deok Man selalu menginformasikan keberadaannya pada Kim Yu Shin. Kim Yu Shin juga tanya apa yang ditemukan Deok Man, sebuah buku kata Deok Man. Kim Yu Sin bertanya tentang pertemuan Deok Man dengan Mi Shil.

Deok Man berkata Mi Saeng yang memintanya menghadap karena urusan persiapan makanan. Kim Yu Shin bertanya mengenai surat dan Deok Man berkata Mi Shil memang memberikan surat padanya tapi Deok Man berpikir itu adalah surat yang salah kirim. Kim Yu Shin menuduh Deok Man sengaja menghilangkan informasi penting dalam surat itu. Deok Man balik bertanya apa Kim Yu Shin berpikir ia seperti itu.
Yonghwa mencuri dengar pembicaraan mereka dan mendengar teriakan Kim Yu Shin. Im Jong lapor pada Kim Yong Chu bahwa Deok Man menerima surat dari Mi Shil. Im Jong merasa Mi Shil tertarik pada Deok Man. Eul Jae minta latar belakang Deok Man diselidiki.

Eul Jae tidak dapat menemukan mengenai latar belakang Deok Man, ia melapor pada putri Cheon Myeong. Cheon Myeong membela Deok Man. Eul Jae berkata satu2nya informasi yang didapatnya adalah bahwa Deok Man adalah putra seorang pedagang dan ia berasal dari Cina. Cheon Myeong bertanya apa mereka curiga bahwa Deok Man adalah mata2 Mi Shil?
Kim Yong Chu berkata, nasi kari Deok Man lah yang membuat mereka memiliki akses kepada para pedagang. Cheon Myeong meyakinkan Eul jae bahwa Deok Man benar dari Cina dan ia sangat berjasa membawa keluarga Kim Seo Hyeon ke Seorabeol. Jika Deok Man sekutu Mi Shil, ia tidak mungkin melakukan hal itu. Eul Jae berkata mungkin setelah sampai ke Seorabeol, Mi Shil mempengaruhi Deok Man.

Eul Jae meramal wajah Deok Man dan berkata bahwa Deok Man tidak akan berada dibawah kekuasaan siapapun. Ini tertulis diwajahnya dan di takdirnya. (ya iyalah..calon Ratu gitu..)
Deok Man kesal semua temannya curiga padanya. Sedangkan Mi Shil tertawa karena ia berhasil membuat pihak Cheon Myeong panik. Mi Saeng bertanya darimana Mi shil memperoleh ide itu, bukan hal yang baru kata Mi Shil. Taktik ini pernah dilakukan oleh Han Su di pertempuran Sungai Wei.

Mi Shil menemukan hal ini di buku Deok Man dan memanipulasinya. Mi Saeng melihatnya dan berkata ia tidak dapat membaca satu huruf pun. Tapi ia berkata putri ini memiliki kecerdasan melebihi Cheon Myeong dan mungkin ia dapat melawan Mi Shil. Mi Saeng berkata Raja JinPyeong menemui para pedagang untuk melakukan pembicaraan. Mi Saeng pergi. Se Jong dan Ha Jong masuk dan menanyakan apa Mi Shil menugaskan Bo Jong untuk tugas rahasia. Mi Shil mengatakan Chil Sook kembali ke Silla, Sejong kaget mendengarnya. Seol Won masuk dan berkata Bo jong memiliki info mengenai Chil Sook.

Raja menghibur pedagang dengan penampilan dari Hwarang. Deok Man mengamati Jang dari kejauhan. Ratu Maya memuji penampilan tarian dari Ma Ge Ta Guk (tari dan lagu India).
Joo Bang dan Go Do mengamati Deok Man. Al Cheon (kok aku mulai suka ma Al Cheon ya..keren juga dia) bertanya apa yang mereka amati dan Joo Bang berkata bukan apa2. Chil Sook dan So hwa pindah dari satu kapal ke kapal yang lain, saat Seok Bum dan Bo Jong menemukan mereka. Chil Sook berkata mereka salah orang. Bo jong mencoba menyerang Chil Sook dan Chil Sook reflek menahan pedangnya. Mereka menyarungkan pedang dan yakin bahwa itu Chil Sook. Chil sook tetap menolak mengaku sampai Seok Bum menodongkan belati ke leher So Hwa untuk mengancam Chil Sook.

Chil Sook bersiap untuk bertarung saat Dae Nam Bo datang dan Mi Shil tiba. Chil Sook mencoba memfokuskan matanya dan ketika mendengar suara Mi Shil ia memberi salam. Mi Shil tercekat dan berkata sudah lama sekali. So Hwa berusaha menyembunyikan diri di belakang Chil Sook.
Chil Sook minta ampun dan ingin pergi tapi dihadang Bo Jong dll. Mi Shil terisak dan ia teringat pengabdian Chil Sook padanya. Mi Shil bertanya mengenai misi yang diberikannya pada Chil sook, Chil Sook berkata So Hwa dan anak itu sudah tewas jadi Chil Sook ingin pergi. Mi Shil bertanya siapa So Hwa, ia hanya seorang wanita yang kehilangan anaknya dan Chil Sook menolongnya.Mi Shil minta Chil Sook kembali ke Seorabeol bersamanya. Chil Sook menolak, Mi Shil mengerti pendirian Chil Sook, tapi ia tetap ingin mengobati mata Chil Sook. Akhirnya Chil Sook mengikuti Mi Shil.

Mi Shil mengobati mata Chil Sook di kuil di gunung Toham dengan diam2. Saat pesta yang diadakan Raja hampir selesai, Pedagang India dan Jang Dae berbicara dalam bahasa Latin. Deok Man mencuri dengar, mereka ingin mengambil keuntungan dari kedua belah pihak, tapi Jang tidak setuju. Jang lupa masih berbahasa Latin dan minta Deok Man menyajikan teh. Deok man menyajikan teh permintaan mereka. Pedagang Harsha curiga Deok Man mengerti bahasa mereka. Mi Saeng memuji Deok Man karena bantuannya tentang nasi kari. Mi Saeng minta Deok Man mengikutinya, ia menyuruh Deok Man masuk dan ia keluar sambil tersenyum, ia tahu Deok Man diikuti.

Joo Bang tidak dapat mendengar apapun karena Mi Saeng hanya duduk dan mengelus kumisnya. Go Do lapor pada Kim Yu Shin. Mi Saeng dan Deok Man menghabiskan waktu dengan minum teh. Deok Man akhirnya keluar dan ditarik Joo Bang ia bertanya tentang pertemuannya dengan Mi Saeng. Deok Man tidak dapt mengatakan apapun.
Kim Yu Shin bertanya mengenai pertemuan Deok Man dengan Mi Saeng. Deok Man berkata tidak ada pembicaraan, sehingga Kim Yu shin berkata ia tidak dapat percaya pada Deok Man. Mi Saeng berkata bahwa kakaknya benar2 jenius.

Chil Sook dan So Hwa dibawa ke istana.Seo Ri merasa ia tidak asing dengan So Hwa hanya tidak ingat siapa dia. Chil Sook tetap waspada dengan Mi Shil. Seo Ri mengajak mereka ke jalan rahasia, Chil Sook membiarkan So Hwa lewat terlebih dahulu. So Hwa duduk dekat dengan Chil Sook. Mata Chil Sook luka permanen, tapi bagaimanapun Cheon Wyol akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengobati Chil Sook. Mi Shil juga meminta pendeta untuk mengobati So Hwa dari traumanya. Mi Shil berterima kasih atas kebaikan pendeta Cheon wyol karena ia tahu pendeta sangat sibuk.
Mi Shil memuji Chil Sook karena kesetiaannya dan dedikasinya sehingga mengorbankan nyawanya. Mi Shil menyinggung tentang hidup si kembar yang lainnya. Chil Sook berkata ia hanya berjumpa dengan anak itu sebentar saja. Mi Shil bertanya tentang buku, Chil Sook berkata itu milik anak itu dan ia tidak tahu isinya. Mi Shil bertanya tentang dayang istana dan Chil Sook berkata bahwa dayang itu sudah meninggal karena kebakaran. Mi Shil sepertinya puas dengan jawaban Chil Sook.

Chil Sook menemui So Hwa dan ia lega tak seorangpun tampaknya mengenali atau ingat dengan So Hwa. Ini sudah 20 tahun. Chil Sook berkata ia akan mencari obat untuk So Hwa. So Hwa bergumam dan berkata ia harus meninggalkan Chil Sook. Chil Sook minta So Hwa mengulangi lagi perkataannya tapi So Hwa terus berkata hal yang sama. Chil Sook senang dengan kemajuan So Hwa.
Deok Man mengunjungi Mi Shil yang membaca buku Paralel Lives dengan obsesi, ia mendengar mengenai kecerdasan si kembar yang lain dari Chil Sook dan itu mengganggunya. Mi saeng datang dengan taruhannya. Mi Saeng berkata Mi Shil sudah memenangkan taruhannya. Mi Saeng tidak pernah menang bertaruh dengan Mi Shil. Deok Man diluar. Mi Saeng memanggilnya masuk. Deok Man berkata bahwa Cheon Myeong memang memerintahkannya untuk mencari bunga persik Sadaham. Mi Saeng bertanya darimana Putri tahu, Deok Man berkata bahwa Moon Noh diperintah oleh Raja Jinheung untuk mencari sesuatu untuk Raja. Moon Noh meninggalkan petunjuk mengenai buanga persik Sadaham. Deok Man berkata dia pergi ke kuil Dan Cheon dan tidak menemukan apapun. Tapi karena surat Mi Shil, Cheon Myeong menjadi curiga dengannya. Sekarang Deok Man ditolak oleh Cheon Myeong, jadi Deok Man bertanya apa Mi Shil mau menerimanya. Deok Man berlutut memohon pada Mi Shil.

Mi Shil meminta Deok Man untuk pergi. Mi Shil berkata ia sudah tidak tertarik lagi pada Deok Man karena ia datang terlalu lama dan ia tidak akan menerima orang seperti Deok Man. Deok Man pergi setelah diperintah keluar. Mi Saeng berkata bahwa Deok Man benar2 penipu. Mi Saeng berkata bahwa Deok Man mengerti bahasa Latin dan berpura-pura kalau ia tidak mengerti.

Mi Saeng mendapat informasi itu dari Jang. Mi Shil tertarik. Mi Shil ingin tahu apa Deok Man mengerti bahasa Yunani. Deok Man keluar dari kediaman Mi Shil dan kembali untuk melihat dimana Mi Shil meminta Deok Man datang setiap malam untuk membacakan buku itu untuk Mi Shil.
Deok Man berjalan keluar dan tiba2 diculik oleh beberapa Nangdo. Ia dibawa didepan Putri dan Kim Yu Shin. Deok Man membuka penutup matanya dan melaporkan bahwa Mi Shil kena jebakan permainannya sebagai agen ganda. Cheon Myeong sadar bahwa mereka sukses dalam menekan pihak Mi Shil. Kim Yu Shin tersenyum. Kemudian Kim Yu Shin bertanya mengenai surat, Deok Man sadar ada yang mencuri dengar jadi ia mengajak Kim Yu Shin ikut bersandiwara. Deok Man berkata ia akan menjelaskan nanti. Kim Yu Shin ikut bersandiwara. Putri bertanya bagaimana Deok Man tahu rencana Mi Shil. Deok Man dapat melihat itu saat ia menyadari Mi Shil menggunakan strategi dari pertempuran di sungai Wei oleh Han Su (legenda Samkok dari Cina).

Mi shil membaca bukunya tapi Deok Man adalah penulisnya. Cheon Myeong bertanya bagaimana Deok Man tahu, Deok Man beralasan bahwa dia melihat buku itu di kamar Tuan Jang. Cheon Myeong memohon bahwa saat Deok Man bertemu Mi Shil, dia harus mencari tahu mengenai Bunga Persik Sadaham. Deok Man meyakinkan Putri. Kim Yu Shin berkata bahwa sampai semua selesai, Deok Man harus merahasiakan ini dari teman2nya di Yonghwa.
Kim Yu Shin memuji Deok Man sudah melakukan sesuatu yang bagus tapi tugas yang sebenarnya mulai dari sekarang dan dia harus hati2 dan waspada dengan sekelilingnya. Deok Man mengerti nasihat Kim Yu Shin. Kim Yu Shin heran mengapa Deok Man menangis padahal mereka hanya bersandiwara. Deok Man berkata itu hanya acting karena ia berpikir bagaimana jika Kim Yu Shin benar2 tidak percaya padanya, memikirkan hal itu tiba2 air matanya keluar. Deok Man minta Kim Yu Shin untuk tidak pernah meragukannya. Kim Yu Shin berpikir Deok Man aneh (haha..Men are from Mars and Women are from Venus, no men will actually understand women’s mind). Deok Man berkata pada dirinya sendiri bahwa ada yang lebih penting baginya. Deok Man ingin tahu mengapa Mi Shil ingin ibunya dan dia mati. Kemudian mengapa bukunya ada di tangan Mi Shil. Deok Man bersumpah untuk menemukan yang sebenarnya. Dia akan mengungkapkannya pada dunia.

Seo Ri diberi laporan bahwa So Hwa hilang dari ruangannya. Chil Sook ingat So Hwa ingin pergi dan ia akan mencari So Hwa, tapi Seo Ri mencegahnya dan meminta Chil Sook tetap di tempat dan ia akan meminta pelayan untuk mencari So Hwa. Chil Sook merasa tidak enak. Dan memutuskan untuk mencari sendiri.
Deok Man heran melihat penjaga sepertinya sibuk mencari sesuatu. Deok Man berjalan pergi dan menabrak Chil Sook. Muka bertemu muka dengan Chil Sook. Meskipun Chil Sook tidak melihat dengan jelas, ia berusaha mengenali Deok Man. Deok Man teringat saat Chil Sook berusaha membunuhnya dan ibunya dalam kebakaran. Deok Man terserang panik lagi.

Queen Seondeok Episode 16

Deok Man menghunus belatinya dan bersiap menusuk Chil Sook, saat Chil Sook dengan sopan bertanya padanya apa Deok Man baik2 saja. Deok Man kaget karena Chil Sook tidak mengenalinya. Kemudian dayang berteriak bahwa So Hwa sudah ditemukan. Chil Sook mengikuti dayang itu dengan bertumpu pada pedangnya. Deok Man heran mengetahui Chil Sook terganggu matanya.

Seo Ri berkata So Hwa pasti tersesat. So Hwa mengenal benar tempat itu karena dulu ia dan Raja Jinpyeong sering bermain disitu. Deok Man mengikuti Chil Sook. Chil Sook menanyakan So Hwa dan lega saat So Hwa ditemukan. Dayang istana melihat Deok Man dan bertanya apa yang ia lakukan di tempat ini karena ini tempat khusus wanita. Deok Man berkata ia mencurigai sesuatu dan sebagai Nang Do ia harus memeriksa. Deok Man tetap diminta untuk pergi.

Deok Man membuka ranselnya dan berkata bahwa benar Chil Sook masih hidup. Deok Man bertanya-tanya siapa dirinya. Deok Man menemui Cheon Myeong dan Putri bersandiwara dengan berlaku dingin pada Deok Man. Deok Man minta waktu bertemu. Deok Man lapor pada Cheon Myeong bahwa Chil Sook sudah kembali ke Seorabeol. Cheon Myeong kaget. Deok Man berkata bahwa tugas Chil sook adalah untuk menangkapnya. Deok Man tidak tahu alasannya itulah yang akan ia cari, itulah alasan mengapa ia pergi ke Silla untuk menemukan alasan dan identitasnya yang sebenarnya.

Deok Man memperlihatkan lukisan So Hwa pada Cheon Myeong dan berkata So Hwa adalah ibunya. Deok Man ingin Mi Shil mengaku padanya mengapa ia ingin membunuh ibunya dan dirinya.

Deok Man berkata Chil Sook ada di Balairung Wanita. Cheon Myeong heran, balairung wanita hanya untuk wanita dan tidak mungkin pria dapat masuk. Deok Man yakin ada jalan rahasia jadi ia berharap Cheon Myeong masuk dan mencari informasi untuknya. Putri setuju. Cheon Myeong mengembalikan lukisan So Hwa, saat mengemasnya lagi, belati milik Raja Jinheung jatuh. Cheon Myeong memungutnya dan berkata apa ini milik Deok Man dan dia mengagumi keindahan belati itu. Deok Man mengiyakan.

Raja heran mengapa Seo Ri ingin mengadakan upacara Wie Cheon Jae. Seo Ri berkata 5 planet utama berputar dengan aneh. Planet Merkurius mendekati bintang Myo Su jadi sebaiknya mengadakan upacara untuk mencegah bencana. Seo Ri meminta Seju Mi Shil sebagai Cheon Sin Hwang Nyeo (sebutan suci Mi Shil) untuk datang dan memohon pada surga agar Silla dijauhkan dari bencana. Mi Shil berkata ia akan melakukan yang terbaik. Raja bertanya kapan waktunya dan Seo Ri akan bertanya pada bintang. Padahal Pendeta Cheon Wyol yang melakukan semua hitungan matematik dan astronomic untuk melihat saat tepatnya.

Rakyat di ibukota sangat memperhatikan upacara Wie Cheon Jae. Cheon Myeong juga heran dengan usulan Wie Cheon Jae. Ratu Maya merasa aneh mengapa tiba2 hal ini dibicarakan dan upacara harus diadakan. Putri Man Myeong berkata bahwa semasa Raja Jinheung ritual ini dilakukan tiap tahun secara otomatis. Ratu merasa Mi shil menggunakan momen ini untuk meraih sesuatu. Putri Man Myeong berkata bahwa Wie Cheon Jae akan selalu membawa mimpi buruk pada istana saat dilakukan.

Ha Jong bertanya pada Seol Won apa yang diminta Mi Shil kali ini. Karena selama ini apapun yang Mi Shil minta pasti tercapai. (ya iya..Mi Shil kan menguasai penanggalan…kaya orang yang invest saham and udah bakalan tahu harga naik atau turun..jd pasti gain terus..). Seol Won tidak tahu. Sepertinya Seol Won percaya dengan hocus pocus-nya Mi Shil.

Kim Yong Chu juga khawatir Mi Shil akan menggunakan ritual Wie Cheon Jae untuk mendapatkan keinginannya. Mi Shil pernah meminta Jenderal Kim Ryeok Jang untuk mengkhianati sahabatnya dan mengangkat status Se Jong. Kim Seo Hyeon kaget mendengarnya. Eul Jae mengingatkan bahwa Mi Shil tidak pernah salah dalam “pewahyuannya”. Kim seo Hyeon bertanya apa benar Mi Shil menerima wahyu dari surga. Eul Jae berkata rakyat Silla percaya itu dan mereka menganggap Mi Shil adalah titisan dewa.

Mi Saeng dan Seo Ri menemui pendeta Wyol Cheon dan menanyakan tanggal mengadakan upacara. Wyol Cheon memberikan tanggalnya dan berkata ada perbedaan waktu sekitar 28 jam tapi tidak lebih dari itu. Mi Saeng senang mendengarnya. Pendeta mengundurkan diri. Mi Saeng juga berkata bahwa untuk Wie Cheon Jae, ia sudah mempersiapkan pertunjukkan. Seo Ri tidak begitu yakin. Mi saeng menunjukkan pada Seo Ri hasil penemuannya. Mi Saeng menuangkan air pada kedelai dan kedelai itu mulai memuai. Seo Ri memujinya dan berkata Mi Saeng biarpun tidak memiliki skill kemiliteran, ia sangat pintar. Mi Saeng itu seorang ilmuwan, insinyur, penemu, pelukis, dan pemusik..(wow..pantes..isterinya banyak..).

Mi Saeng memberikan tanggal pada Mi Shil. Mereka akan mengadakan upacara 4 hari dari sekarang. Dae Nam Bo datang dan berkata Deok Man di sini. Mi Shil menemui Deok Man. Deok Man memperhatikan sketsa dari batubara di atas kuda-kuda. Mi shil masuk dan membuka buku Parallel Lives dan meminta Deok Man membacakannya.

Sepertinya bab yang dibaca Deok Man adalah bab dari Agis (Raja Sparta). Untuk lebih jelasnya bisa dibaca disini and disini. Ini bukan kuliah sejarah Yunani…back to the recaps, Mi Shil terganggu dengan karakter Leonidas seorang tiran. Mi shil bertanya pada Deok Man bagaimana orang2 menganggapnya sebagai tiran. Deok Man tahu banyak orang takut pada Mi Shil. Apa mereka benar takut kepadaku? Deok Man berkata orang2 menganggap Mi Shil menakutkan.

Deok Man berkata Mi Shil memiliki kemampuan spesial membuat orang setia padanya. Deok Man mencoba memancing dengan menanyakan tentang tugas yang diberikan Mi Shil pada Chil Sook, sehingga Chil Sook rela mati demi dirinya. Mi Shil berkata ia memberikan tugas karena ia takut pada takdir dari langit.
Deok Man tidak siap mendengar ini. Mi shil bergumam, ia pernah merasa takut saat susunan Rasi Bintang Pembajak/Bintang Utara menjadi 8. Deok Man mencoba memancing Mi Shil lagi saat Mi Shil berhenti dan bertanya apa Deok Man melihatnya menjadi jahat? Mi Shil bertanya apa rakyat sekarang menderita atau Silla ada dalam kekacauan. Deok Man : Rakyat hidup dalam kesulitan sehari-hari. Mi Shil berkata rakyat hidup dalam kesulitan sebelum 1000 tahun yll, sekarang atau bahkan 1000 tahun kemudian. Manusia ditakdirkan hidup seperti itu.

Deok Man berkata jika Raja memerintah rakyat dengan benar dan adil dengan pengertian dan kemurahan bukankah rakyat akan lebih baik. Mi shil berkata jika Raja benar seperti itu, rakyat akan meminta bulan dan langit dan permintaan yang tidak ada habisnya. Ini tidak akan berhasil. Sebaik apapun Raja, dia tidak akan sanggup memuaskan kebutuhan rakyatnya karena rakyat akan semakin serakah dan meminta lebih. Rakyat tanpa pengetahuan akan meributkan hal itu dan mudah untuk mengeluhkannya. Deok Man bertanya apa Mi Shil memandang hina mereka yang takut padanya. Mengapa aku harus memandang hina mereka..dan Mi Shil tertawa keras.

Apa kau pernah mendengar aku memakan anak kecil di pasar? tanya Mi Shil. Sepertinya kau pernah mendengarnya aku bisa melihatnya dari ekspresi wajahmu. Mi Shil berkata rumor itu disebarkan oleh dirinya sendiri. (oh..ini kaya rumor yang disebar pemegang modal besar, ia pengen harga stok jatuh jadi ia udah set posisi di short pada harga tinggi, so..saat pasar panik dan melakukan penjualan besar2an ia untung besar..). Deok Man kaget. Mi Shil bertanya apa yang lebih bermanfaat baginya, ditakuti atau tidak. Prinsip Mi Shil adalah memerintah dengan tangan besi dan otokrasi (kepemimpinan tunggal, kalo gak salah)

Deok Man meninggalkan kediaman Mi Shil dan mencerna apa yang dikatakan Mi Shil. Benar juga besi menajamkan besi, manusia menajamkan sesamanya. Mi shil tidak tahu, dengan bertemu Deok Man setiap hari, ia seperti menjadi mentor untuk Deok Man sang calon Ratu.
Ho Hae mengumumkan dalam 3 hari akan diadakan ritual suci, karena itu mereka harus berlatih keras, mengenakan jubah khusus, menghindari anggur dan sex, dari petang sampai pagi dan berpuasa.

Cheon Myeong mengumumkan ia akan ikut berpartisipasi dalam ritual Wie Cheon Jae. Mi Shil mengiyakannya yang membuat Cheon Myeong heran. Mi shil meminta Bo Jong dan Kim Yu shin bertugas sebagai Jae Rang (pengawas dan penanggungjawab ritual). Seok Bum cemburu karena ia tidak dipilih. Menurutnya, Kim Yu Shin belum lama masuk ke Seorabeol dan dia sudah mendapat tugas besar.

Al Cheon berkata pada Yu Shin agar tidak terlalu memikirkannya. (ada yang bilang So Ji Sub dan So Yoo Jin itu adalah keturunan Al Cheon! Katanya So Ji Sub keturunan ke-47 Al Cheon..merinding gua..bener ngga ya..pantesan mereka cakep..he..he Oya, yg jadi Al Cheon itu Lee seung Ho). Al Cheon berkata sebagai Jae Rang maka Kim Yu Shin harus konsentrasi karena ia harus duduk seharian tanpa makan, jadi sangat mudah untuk tertidur, maka Yu Shin harus waspada.

Mi Shil mengundang Kim Yu Shin. Mi Shil berkata dalam ritual ini, ia selalu mendapat wahyu dari surga. Ia membujuk Kim Yu Shin untuk bergabung di pihaknya. Kim Yu shin merasa berterima kasih tapi hanya ada satu cara membuat Kim Yu Shin bergabung dengan Mi shil, yaitu Mi Shil harus membunuhnya. Kim Yu Shin hanya akan bergabung dengan Mi Shil kalau ia mati.

Yu shin membuat Mi shil marah, ia bertanya apa Kim Yu shin tahu jalan apa yang akan ditempuhnya di masa depan. Yu shin berkata ia belum memutuskan jalannya. Yu Shin permisi pergi setelah sebelumnya meminta Mi Shil tidak mengancam ayahnya dan Putri Cheon Myeong. Mi Shil berkata tidak peduli sebesar apapun seseorang, ia memerlukan bantuan dari kuasa yang lebih tinggi atau surga. Mi shil menulis 3 karakter bahasa Cina, Orang (Ren), Kekuatan (Li), dan Mulut (Kou), kombinasi ketiga karakter ini membentuk Ga Ya. Kim Yu Shin tidak peduli dan pergi.

Bo Jong masuk dan tidak akan melepaskan Yu Shin. Mi shil memintanya melepaskan masalah ini. Mi shil dapat melihat Kim Yu Shin akan menjadi orang besar. Dia tahu Yu Shin tidak takut padanya.

Deok Man dan Yu Shin berjalan di selasar dan Yu Shin berkata ia akan bertugas sebagai Jae Rang. Deok Man senang itu berarti Yu Shin memiliki kesempatan menyelidiki tempat itu. Deok Man berkata ada satu tempat di Royal Celestial Shrine yang hanya diketahui oleh Mi shil. Kim Yu shin bertanya mengapa Deok Man meminta bantuan Cheon Myeong dan bukan dirinya.

Ritual dimulai, Putri dan Lady Mi Shil memimpin upacara doa dan persembahan. Bo Jong dan Kim Yu Shin mengikutinya dengan membakar ini, menuang itu, dan membakar itu.
Deok Man datang untuk membacakan buku untuk Mi Shil. Mi shil menyalakan dupa atau wewangian. Mi Shil berkata selama Wie Cheon Jae, wewangian digunakan untuk menyucikan tubuh dan jiwa.

Mi Shil meminta Deok Man membuka bajunya. Deok Man kaget dan Mi Shil tertawa. Mi shil duduk dan melanjutkan lukisannya. Mi Shil meminta Deok Man melanjutkan membaca buku Parallel Live.
Cheon Myeong bertanya pada Yu Shin apa ia menemukan hal yang mencurigakan di Balairung Wanita. Tidak kata Yushin. Kim Yu Shin meyakinkan Putri sebelum ritual Wie Cheon Jae berakhir, ia pasti akan menemukan sesuatu.

Hari kedua ritual, Kim Yu shin dan Bo Jong membantu ritual. Kim Yu Shin melihat sesuatu yang mengarah pada pintu rahasia. Deok Man membacakan bab mengenai Jenderal yang baik yang membentuk pasukan untuk memenuhi panggilan agung. Mi Shil berkata itu bohong. Mi Shil berkata bahwa panggilan agung tidak ada kaitannya dengan kebenaran. Deok Man bertanya menurut Mi Shil panggilan agung itu apa, apakah Surga ada di pihak Mi Shil.

Mi Shil berkata tidak ada kehendak langit atau perintah surga. Jika ada hal seperti itu, tidak akan berhubungan dengan manusia. Menurut Mi Shil biarpun manusia tidak dapat meramal masa depan tapi jika sesuatu terjadi besok, maka itu adalah kehendak Mi Shil dan bukan kehendak langit.

Hari berikutnya, Mi Shil berkata ia mendapat wahyu dari surga. Cheon Myeong heran. Mi Shil berkata di Sumur Najeong di Dong Shi ada tanda dari langit. Rakyat menunggu dan melihat pertunjukan fisika yang sebelumnya diperlihatkan Mi Saeng hanya dalam skala lebih besar. Ada patung Budda muncul dari tanah dengan tulisan Bi Zhu Ren Li Kou (org yang bisa sukses tapi harus dipimpin oleh orang yang seperti Mi Shil lah..), persis yang ditunjukkan pada Yu Shin. Yu Shin shock. Mi Shil melihatnya dengan puas.

Raja menanyakan artinya dan Mi Shil berkata artinya adalah Ga Ya. Kim Seo Hyeon juga heran bagaimana mungkin artinya Ga Ya. Mi Shil menulis gabungan ketiga karakter dan membentuk Ga Ya.

Mi Shil berkata jika rakyat Gaya tidak dipaksa keluar sejauh 100 li dari Seorabeol, maka dalam 3 hari bulan akan kehilangan cahayanya. Gerhana Bulan. Kemudian jika dalam 29 hari Gaya tidak diusir maka akan ada bencana alam yang melanda negri. Mi Shil merasa ia akan mendapat apa yang ia inginkan.

Cheon Ryeong In Do mendatangi Yonghwa dan berkata akan ada gerhana bulan. Deok Man berkata gerhana bulan terjadi dengan serangkaian perhitungan. Tidak mungkin jika seseorang ingin terjadi gerhana, maka itu akan terjadi. Mereka berkata kalau Mi Shil menghendakinya maka pasti akan terjadi.

Kim Yu Shin bertanya apa malam ini akan terjadi gerhana bulan. Deok Man meyakinkan dia itu tidak akan terjadi, karena gerhana bulan dapat diprediksi meskipun rumit tapi mungkin untuk mengetahuinya. Kim Yu Shin melihat Deok Man mulai ragu. Deok Man bertanya bagaimana jika benar terjadi gerhana, Yu Shin berkata maka ia dan rakyat Gaya akan terusir dari Seorabeol.

Deok Man mulai takut dan terus memandang bulan dan meyakinkan dirinya bahwa itu tidak akan terjadi. Kemudian gerhana bulan mulai dan Deok Man ketakutan. Ia teringat kata-kata Mi Shil dan mulai panik. Kim Yu Shin juga mulai ragu apa Mi Shil itu hanya manusia biasa. Cheon myeong juga dilanda kepanikan.

Deok Man mendatangi Mi Shil yang sedang melukis Raja Jinheung dengan harimau. Deok Man berkata terjadi gerhana bulan. Apa yang kau takutkan kata Mi Shil. Yang kutakutkan adalah kehendak manusia dapat menyebabkan gerhana bulan, itu yang kutakutkan. Mi Shil bertanya apa yang penting dari Bunga persik Sadaham, Mi Shil akan mengatakan rahasianya jadi Deok Man dapat melaporkannya pada Cheon Myeong.

Cheon Myeong masuk ke Royal Celestial Shrine dan bertanya pada surga apa benar surga ada di pihak Mi Shil. Kemudian Cheon Myeong mulai gemetaran dan Deok Man juga terserang hal yang sama.
Mi Shil berkata bahwa Bunga Persik Sadaham adalah kalender dan ia sekarang memiliki kalender terakhirnya. (ya kaya Imlek tahun depan jatuh pada bulan dan tanggal berapa gitu lah..). Mi Shil menantang Deok Man untuk melaporkannya pada Cheon Myeong. Tapi apa gunanya itu, jika kalian mengetahuinya tapi tidak dapat menggunakannya. Mi Shil akan memerintah rakyat tapi tidak akan pernah menggantungkan diri pada rakyat untuk dukungan. Mi Shil bertanya apa yang akan Deok Man lakukan sekarang, ia meminta Deok Man memperingatkan Cheon Myeong.

Kedua Putri terserang panik, kemudian So Hwa masuk ke dalam, Cheon Myeong mendengar langkah kaki. So Hwa tahu tempat itu. Mi Shil memegang tangan Deok Man yang gemetaran sementara So Hwa memegang tangan Cheon Myeong. So Hwa bertanya mengapa Cheon Myeong menangis, apa karena ia sedih atau karena takut. So Hwa bertanya ada apa. So Hwa menangis bahagia dan Cheon Myeong shock melihat So Hwa (Cheon Myeong sudah melihat wajah ibu Deok Man dan ia percaya So Hwa sudah meninggal.).

Mi Shil bertanya apa Deok Man ketakutan. Mi Shil memberikan 2 pilihan untuk mengatasi ketakutannya. Pertama adalah lari, kedua adalah marah. Deok Man memilih lari.

Queen Seondeok Episode 17

Cheon Myeong bertanya siapa So Hwa, dan So Hwa menyadari bahwa gadis itu bukan Deok Man dan melarikan diri. Mi Shil juga meminta Deok Man menyampaikan pada Cheon Myeong untuk pergi, kalau tidak Kim Yu Shin dan bahkan Deok Man akan menerima akibatnya.

Mi Shil juga menyampaikan pesan untuk Kim Yu Shin, semakin ia menolak, semakin banyak pertumpahan darah dari rakyat Gaya. Mi Shil minta Deok Man mengatakan apa jawaban mereka. Deok Man berusaha melepaskan genggaman Mi Shil, tapi Mi Shil terus mencengkeram tangan Deok Man.

Cheon Myeong mengikuti So Hwa, dan pelayan istana menemukan So Hwa dan heran untuk orang yang terganggu ingatannya, So hwa benar2 ahli melarikan diri. Putri ingat laporan Kim Yu Shin bahwa ada jalan rahasia di sebelah timur. Tidak ada pintu di situ tapi Putri merasakan ada angin berhembus dari tembok. Putri mencoba mendorong tembok itu.

Perintah Istana agar rakyat Gaya keluar dari Seorabeol sejauh 200 li ke Samyang ju. Kemudian semua kuil suci Gaya akan dihancurkan dan dibangun Kuil Buddha. Para Kapten Hwarang juga berdebat masalah Gaya karena tanah yang harus dituju oleh rakyat Gaya adalah tanah yang tandus dan tidak cocok untuk pertanian. Al Cheon membela rakyat Gaya. Seok Bum seperti biasa ada di pihak Mi Shil. Raja Jinpyeong kesal karena merasa disudutkan.

Ha Jong senang sekali dengan ketegangan di pihak Kim Seo Hyeon. Mi Saeng berkata ia sudah melakukan yang harus dilakukannya sekarang terserah Se Jong dan Seol Won Rang untuk membereskan sisanya. Mi Shil berkata mereka harus mencoba membujuk Ibu Suri Man Ho untuk memerintahkan pernikahan diantara kedua keluarga. Ha Jong kaget dan mengira ibunya akan mengambil suami lagi. Mi Shil tidak berkata apa pun untuk putranya yang “pintar” ini dan menyarankan apakah putrinya atau putri Ha Jong yang akan dijodohkan dengan keluarga Kim.

Ha Jong protes, setelah apa yang mereka lakukan ..ibunya mengusulkan pernikahan? Mi shil memandang Ha Jong dan berkeras agar Kim Seo Hyeon memilih memihaknya atau melawannya. Kim Seo Hyeon tidak punya hubungan dengan Silla, jika ia bergabung dengan Mi Shil maka Kim Seo Hyeon akan punya kesempatan mendirikan kembali Gaya, Kim Seo Hyeon pasti punya pikiran seperti itu. Ha Jong bertanya apa benar harus mengorbankan putrinya karena putrinya masih anak-anak.

Deok Man menemui Putri dan mengatakan Mi Shil sudah mengetahui semua rencana mereka. Sementara itu, Mi Shil mengunjungi Kim Seo Hyeon dan isterinya. Mi Shil memuji Kim Yu Shin dan meminta Kim Seo Hyeon memberikan Kim Yu shin untuk menjadi anak buah Mi Shil. Mi shil meyakinkan mereka jika mereka setuju, maka Kim Yu Shin akan menjadi Hwarang Pungwolju, kemudian ia menyarankan Kim Yu shin untuk menikah dengan putrinya. Cheon Myeong shock dengan laporan Deok Man.

Putri Man Myeong berkata Mi Shil ingin mengadakan pernikahan untuk bersekutu. Kim Yu Shin berlutut di hadapan orang tuanya dan ia menolak keinginan Mi Shil. Putri Man Myeong menghiburnya. Yu Shin merasa Mi Shil adalah orang yang menyebabkan rakyat Gaya terusir dari Seorabeol, bagaimana mungkin ia dapat mengusulkan pernikahan. Kim seo Hyeon menenangkan Yu Shin, tidak ada yang dapat diselesaikan jika kita emosi, jika mereka langsung menolak dan mengusirnya maka Mi Shil bisa melakukan hal yang lain lagi dengan Bunga Persik Sadahamnya. Lalu apa yang akan terjadi dengan keluarga mereka.

Kim Yu Shin merasa kemarahan adalah hal utama jika menghadapi Mi Shil. Jika tidak, mereka hanya akan menjadi boneka Mi Shil saja. Ayahnya bertanya apa ia mau melepaskan segalanya dan mati. Yu Shin bersedia jika perlu. Maka orang akan percaya jika Mi shil bukan setengah dewa tapi orang yang dapat mendatangkan bencana kepada seluruh bangsa untuk kepentingan pribadinya. Kim Seo hyeon merasa Yu Shin terlalu gegabah. Yu Shin pergi dan mengambil kudanya. Ia menemui Putri Cheon Myeong.

Yu Shin bertanya apa politik sangat penting untuknya, apa mereka perlu merancang strategi dan intrik untuk politik. Yu Shin bertanya pada Cheon Myeong dan Deok Man apa mereka dapat menghadapi ketakutan mereka. Apa mereka benar dapat melawan Mi shil. Kim Yu Shin benar2 marah, ia mengatakan rencana Mi Shil dan semuanya ketakutan. Deok Man dan Cheon Myeong merenung.

Rakyat Gaya diusir keluar dari Seorabeol dengan brutal. Putri, Deok Man dan Kim Yu shin melihat dari jauh. Deok Man berlutut pada Kim Yu Shin dan berkata kalau ia salah dan Yu Shin benar. Ia minta Yu Shin tidak meninggalkannya dan juga Putri Cheon Myeong. Putri mengulurkan tangan sebagai tanda akan bersumpah, Yu Shin meletakkan tangan di atas tangan Putri, kemudian Deok Man meletakkan tangannya diatas tangan Yu Shin. Mereka bersumpah setia. Cheon Myeong berkata mereka bertiga tergabung oleh takdir. Tidak peduli seberat apapun mereka akan melakukannya bersama, tidak peduli di surga, bumi atau neraka, mereka akan bersama.

Yu Shin berlatih pedang. Deok Man sedang merenung ketika Al Cheon datang, ia tanya apa yang dipikirkan Deok Man. Al Cheon mencari Yu Shin untuk ditraktir minum. Deok Man berkata Yu Shin tidak akan terhibur dengan minum. Al Cheon heran mengapa Deok Man selalu harus dibawah radar Kim Yu Shin. Al Cheon menjelaskan dasar2 sebagai Hwarang, mereka harus melayani tuannya seperti surga tapi nangdonya adalah seperti bumi. Jika Hwarang tidak dapat kuat diatas bumi, maka tuannya tidak dapat berdiri di atas fondasi. Al Cheon menasihati Deok Man untuk melakukan yang terbaik dan jangan menimbulkan salah pengertian. Deok Man mengerti. Lalu bertanya apa Al Cheon tidak akan mentraktirnya minum. Al Cheon : Seharusnya kau minta lebih dari itu. (I like him he..he)

Deok Man mengunjungi Mi Shil yang sedang menyelesaikan lukisannya. Mi Shil sedang menyelesaikan lukisan Raja Jinheung dengan harimau. Deok Man shock melihat pria di lukisan itu menggenggam belatinya. Dia mulai panik. (Sering banget panik nih anak..). Mi Shil melihatnya dan bertanya apa jawaban Deok Man. Deok Man juga menolak Mi Shil, tapi ia lebih memperhatikan lukisan Raja Jinheung. Mi shil memutuskan untuk menjelaskan pria di lukisan itu dan semua kisah memburu harimaunya dengan belati kecil itu. Mi Shil menebar ancaman lagi, tapi Deok Man pergi. Mi Shil merasa tidak senang.

Deok Man bingung melihat belati Raja Jinheung yang mirip dengan miliknya. Apa hubungan keluarga Raja dengan dirinya. Wyol Cheon memeriksa mata Chil Sook, dan berkata Chil Sook sangat beruntung. Membran matanya tidak rusak jadi dengan pengobatan yang tepat maka mata Chil Sook akan sembuh. Seo Ri lapor bahwa So Hwa selalu melarikan diri dan tidak mau makan. Wyol Cheon berkata penyakit So Hwa berasal dari hati. Jika ia menemukan apa yang ia cari maka ia akan sembuh. So Hwa menghindari berpandangan dengan Mi Shil.

Deok Man mengunjungi Cheon Myeong dan berkata mereka harus mengumpulkan orang untuk berada di pihak mereka. Cheon Myeong berkata bahwa Royal Celestial Shrine punya jalan rahasia. Deok Man menyinggung tentang belati Raja Jinheung. Cheon Myeong baru mendengarnya. Deok Man melihat di lukisan Mi Shil. Jika itu milik Raja maka harus ada di perbendaharaan istana, Putri berjanji akan mencari tahu.

Ratu heran saat Putri menanyakan belati Raja Jinheung. Ratu bercerita tentang insiden saat ia dan Moon Noh hampir dibunuh Mi Shil. Putri kaget mendengarnya, bagaimana dengan belati itu, apa ada pada Moon Noh. Tidak kata Ratu. Belati itu hilang. Cheon Myeong tidak mengerti, jika belati itu menyelamatkan nyawanya bagaimana dapat hilang begitu saja.

Raja juga kaget saat Putri bertanya mengenai belati. Raja Jinpyeong berkata ia memberikannya pada Moon Noh. Cheon Myeong merasa orangtuanya merahasiakan sesuatu karena jawaban mereka tidak sama. Saat Putri sudah pergi, Eul jae berkata bahwa belati itu terkubur bersama Putri kembar yang lain. Raja teringat kenangan yang menyakitkan dan Eul Jae minta maaf.
Deok Man menunggu Cheon Myeong. Saat Putri datang, ia mengatakan tentang Raja dan Ratu yang mencurigakan. Cheon Myeong menegaskan lagi nama ibu Deok Man adalah So Hwa. Tapi Deok Man berkata bukankah Putri sudah menyelidiki data kerajaan dan tidak menemukan apa-apa. Deok Man pergi dan berkeras akan mencari tahu.

Cheon Myeong memerintahkan dayang kepercayaannya untuk menyelidiki nama So Hwa di buku administrasi kerajaan. Deok Man meminta bantuan Joo Bang dan Go Do untuk meletakkan sesuatu di Daehwajeon (tempat petisi untuk Raja), ia membayar dengan emas pemberian Mi Saeng. Joo Bang dan Go Do bersedia melakukannya. Keesokannya, Eul Jae menegur seorang Hwarang yang memberikan petisi dalam keadaan basah, petisi ini untuk dibaca Raja, jadi harus ekstra hati-hati. Lalu Eul Jae melihat petisi Deok Man dan melihat lukisan belati Raja Jinheung. Ia kaget.
Cheon Myeong mendapat laporan mengenai So Hwa, memang benar So Hwa seorang dayang istana. Bahkan ia dayang pribadi Raja. Cheon Myeong sangat kaget. Apalagi ketika mengetahui So Hwa hilang pada hari ia dilahirkan. Cheon Myeong minta bantuan Kim Yong Chu untuk mencari tahu tentang Chil Sook dan Moon Noh. Kapan mereka hilang dan lenyap tiba2. Kim Yong Chu heran tapi Cheon Myeong menegaskan ini berhubungan dengan Mi Shil.

Eul Jae bertanya siapa yang memberikan petisi ini. Eul Jae mulai menyelidiki petisi Deok Man. Eul Jae membaca bahwa Deok Man memiliki belati Raja Jinheung. Jika Raja Jinpyeong menginginkan belati itu kembali ia harus menemuinya di hutan Song Gyeong pada dini hari. Eul jae teringat Putri bertanya mengenai belati. (Hutan Song Gyeong skr adalah hutan kecil di Taman Nasional Gyeongju).
Raja dan Ratu membicarakan tentang Putri yang tiba2 menanyakan belati. Eul Jae menghadap tapi tidak jadi. Kim Yng Chu melaporkan temuannya. Chil sook dan Moon Noh menghilang tepat pada Cheon Myeong dilahirkan.

Deok Man pergi mengunjungi Yu Shin dan ia tahu bahwa ia ada hubungannya dengan keluarga Raja. Cheon Myeong menggabungkan semua temuannya. Eul Jae memerintah Im Jong untuk mengumpulkan 20 Nang do untuk misi rahasia. Im Jong merekomendasikan Al Cheon dan resimennya. Al Cheon akan berpihak pada Raja Jinpyeong dan meyakinkan bahwa Al Cheon dapat dipercaya. Eul Jae berkata mereka harus menangkap seseorang yang berusaha mengancam Raja dan harus dilakukan dengan rahasia.
Im Jong meminta Al Cheon bersiap untuk misi rahasia. Bo Jong melaporkan pada Mi Shil bahwa Kim Yong Chu mulai mencaritahu mengenai Chil Sook. Mi Shil kaget dan meminta Bo Jong menyelidikinya dengan rahasia.

Cheon Myeong pergi ke Ju Jeon (seperti Perpustakaan Istana). Dia memeriksa mengenai ramalan bintang pembajak yang terjadi saat ia dilahirkan. Kemudian dia menemukan tentang Eochul Ssangsaeng Seonggol Nam Jin yaitu keluarga raja tidak akan memiliki keturunan pria jika melahirkan putri kembar. Cheon Myeong teringat Ratu Maya menyalahkan dirinya sendiri setelah kehilangan putra ke-3nya. Mi Shil yang berkata adiknya mati karena kesalahannya. Teringat tanda lahir Deok Man yang sama dengannya. Chil Sook yang dikirim untuk membunuh Deok Man.
Cheon Myeong mengambil kesimpulan apakah Deok Man ada hubungan dengannya. Al Cheon berkata orang itu seharusnya tiba dini hari sekitar pukul 1-3 pagi. Deok Man bergabung dalam resimen Al Cheon.

Queen Seondeok Episode 18

Cheon Myeong duduk di lantai di Ju Jeon dan merasa panik dengan hasil temuannya. Aku kembar! Cheon Myeong teringat Deok Man juga memiliki tanda lahir yang sama. Dan semua yang sudah dialami Deok Man. Cheon Myeong mengambil kesimpulan bahwa kembarannya adalah Deok Man.
Eul Jae memerintahkan Hwarang untuk melenyapkan orang yang akan muncul di hutan. Deok Man kaget dengan perintah itu tapi terlebih lagi ia pasti kecewa. Deok Man mengikuti perintah untuk mengambil posisi tapi karena banyak pikiran, Deok Man meninggalkan kelompoknya. Tiba2 ada seseorang yang menodongkan pedang dan minta Deok Man menyebut identitasnya. Deok Man lari. Ada teriakan orangnya sudah ditemukan. Eul Jae mendengar beritanya.

Deok Man berusaha melarikan diri, Al Cheon merasa orang itu belum jauh. Deok Man bersuara sehingga Al Cheon mendengarnya, ia minta Deok Man keluar. Deok Man keluar dan menyerang Al Cheon, tentu saja Deok Man bukan lawan Al Cheon dan dengan mudah dikalahkan. Al Cheon membuka topengnya dan kaget saat mengetahui bahwa itu Deok Man. Deok Man minta Al Cheon membalas budinya dengan menolongnya. Al Cheon menghormati janjinya dan minta ia bersembunyi. Al Cheon pura2 kena pukul dan kehilangan orang itu. (this guy is so sweet…haha)

Ratu sangat terkejut ketika Cheon Myeong bertanya tentang kemungkinan bahwa ia kembar. Cheon Myeong memohon pada ibunya. Ratu Maya menyangkal. Putri menyinggung tentang frase yang ia temukan di buku. Putri juga mengatakan tentang bisikan Mi Shil saat ia berusia 10 th saat ia kehilangan adik laki-lakinya. Ratu meyakinkan Putri itu bukan salah Cheon Myeong ialah yang bersalah. Deok Man membasuh wajahnya di mata air untuk menenangkan pikirannya. Deok Man bertanya apa yang harus ia lakukan sekarang.

Cheon Myeong bertanya apa yang terjadi dengan saudara kembarnya. Ratu berkata bayi itu mati setelah dilahirkan. Kelahiran anak kembar tidak boleh diungkapkan sehingga kematian dan penguburannya juga dirahasiakan. Cheon Myeong mengerti dan ia bertanya apa kembarannya itu lebih muda darinya. Ratu berkata ia lahir beberapa saat setelah Cheon Myeong, ia punya tanda lahir di belakang telinganya. Apa ia laki atau perempuan ? Ratu berkata dia seperti Cheon Myeong..dia cantik dan ya dia perempuan. Cheon Myeong bingung, setahunya Deok Man itu anak lelaki, apa ibunya jujur atau Deok Man yang menyembunyikan jenis kelaminnya.

Mi shil mengunjungi Cheon Myeong. Mi Shil meminta maaf karena berkunjung terlalu malam, ia terlalu senang. Mi Shil menghadiahi Cheon Myeong dengan lukisan Raja Jinheung dan harimau. Mi Shil menceritakan tentang kisah Raja Jinheung memburu harimau. Mi Shil ingin Cheon Myeong terinspirasi oleh lukisannya, ia berkata pemimpin yang dipercaya oleh pengikutnya akan memimpin selamanya. Cheon Myeong tahu itu kata2 Raja Jinheung. Mi Shil bertanya apa Cheon Myeong tahu isi hati dan harapan pengikutnya seperti Kim Yu Shin atau Deok Man. Mi Shil tahu mereka istimewa, tapi mereka masih muda dan belum berpengalaman. Cheon Myeong berkata Mi Shil selalu iri dengan apa yang dimilikinya. Putri minta Mi Shil pergi. Mi Shil akhirnya pergi.

Saat mengantar Mi Shil, Cheon Myeong bertanya tentang belati Raja Jinheung. Mi Shil berkata Cheon Myeong belum pernah melihatnya. Belati itu menyelamatkan Cheon Myeong dan Raja Jinheung. Deok Man kembali ke markas Yonghwa dan ingat perintah Eul Jae untuk membunuh orang di hutan itu. Deok Man bingung apa ia dapat mempercayai Raja atau Putri Cheon Myeong. Cheon Myeong merasa Deok Man merahasiakan sesuatu darinya. Dia ingat Deok Man memiliki belati Raja Jinheung. Mengapa Deok Man menyembunyikan sesuatu darinya.
Kim Yu Shin masih berlatih dan ingat perkataan ayahnya. Ia harus mengutamakan rakyat Gaya. Ibunya juga berkata Yu Shin harus dapat dipercaya dan mengendalikan kemarahannya. Yu shin melanjutkan latihannya sebagai terapi untuk mengatasi emosinya.

Deok Man menemui Yu Shin tapi ragu2 untuk mendekat dan pergi. Sementara itu Cheon Myeong juga menemui Yu Shin tapi tidak ingin mengganggunya dan menunggunya. Cheon Myeong mencari air untuk minum sambil menunggu. Deok Man membasuh wajahnya di mata air. Cheon Myeong melihatnya dan Deok Man memberi salam padanya. Putri bertanya apa Deok Man mencari Yu Shin ? Ia bertanya apa mereka masih berteman. Deok Man bersikap resmi dan bertanya apa perintah Cheon Myeong. Mengapa kau menyembunyikan sesuatu dariku? Kalaupun kau menyembunyikan sesuatu, kau tinggal menjelaskannya padaku dan semuanya akan baik2 saja. Jika siapa tahu Deok Man sudah menipunya. Cheon Myeong tetap ingin mendengar jawaban jujur dari Deok Man. Deok Man menjawab ia tidak menipu Cheon Myeong.

Eul Jae berpesan pada Al Cheon misi semalam harus dirahasiakan. Im Jong dan Al Cheon meyakinkan Eul Jae. Saat Im Jong sudah pergi Al Cheon bertanya apa kejahatan orang itu? Eul Jae berkata orang itu akan mengancam dan menghancurkan dasar Silla sebagai negara. Al Cheon terkejut mendengarnya.

Joo Bang ternyata mencuri sesuatu dari Daehwajeon. Go Do merasa tidak enak karena Deok Man sudah mewanti-wanti mereka. Joo Bang ingin menukarnya dengan Yol Nul Jae (viagra kuno dari ramuan tradisional cina). Eul Jae menegur penjaga di Daehwajeon yang lalai. Eul Jae bertanya apa ada yang hilang. Ternyata tempat tinta dari batu jade sudah hilang sejak kejadian itu.
Bo Jong lapor pada ibunya tentang misi Im Jong dan Al Cheon. Mereka sedang mencari barang yang hilang dari Daehwajeon. Mi Shil berkata orang itu tidak bermaksud mencuri tapi memberikan sesuatu di Daehwajeon. Pencurian itu hanya pengalihan.

Cheon Myeong menunggu Yu Shin. Kim Yu Shin terkejut saat tahu Putri menunggunya begitu lama. Cheon Myeong teringat saat pertama bertemu Yu Shin sampai sekarang Yu Shin tetap murni dan teguh dengan pendiriannya. Apa kau pernah meragukan orang yang kau percayai? Kim Yu Shin berkata ia tidak akan mempercayai orang yang ia ragukan tapi ia juga tidak meragukan orang yang ia percayai.

Setelah itu Yu Shin mendapat kunjungan lagi, Al Cheon. Al Cheon menceritakan misi rahasianya semalam yaitu untuk membunuh orang yang menaruh petisi di Daehwajeon. Al Cheon tidak tahu alasannya tapi orang yang seharusnya mereka tangkap bukan lain adalah Deok Man. Kim Yu Shin shock. Kim Yu Shin percaya Deok Man adalah korban dari orang lain. Al Cheon berkata ia sendiri yang memergoki Deok Man tapi ia melepaskannya dan menyerahkan masalah ini pada Yu Shin. Tapi tidak ada lain kali jika Al Cheon memergokinya lagi, tidak ada ampun untuk Deok Man.
Im Jong sudah mendapat informasi mengenai bak tinta jade yang dicuri. Im Jong curiga mereka adalah Nang Do. Kim Yu Shin bertanya apa yang mereka tukarkan. Im Jong merasa malu saat berkata Yol Nul jae. Eul Jae terus mengikuti perkembangan kasus ini.

Seorabeol dikunci. Semua Nang Do dikumpulkan, mereka mencari Yol Nul Jae. Ho Jae berkata semua Nang Do akan dilucuti pakaiannya. Deok Man panik dan Go Do takut karena ia menyembunyikan Yol Nul Jae. Ho Jae memanggil 5 Nang Do untuk membuka pakaiannya didepan Eul Jae dan Kim Yong Chu. Cheon Ryeol In Do mendapat giliran pertama. Deok Man dapat melihat dari bayangan mereka bahwa mereka harus membuka seluruh bajunya. Penjaga memeriksa bagian Yonghwa dan menemukan sesuatu yang mencurigakan.

Raja mendengar insiden di Daehwajeon dan marah karena Eul Jae tidak melaporkan langsung padanya. Raja tidak sabar dan akan menemui Eul Jae di Daehwaljeon. Deok Man semakin khawatir saat gilirannya hampir tiba. Saat Deok Man dipanggil dia ragu2 maju dan Ho Jae berteriak memanggil mereka. Im Jong minta semua membuka atasannya. Semua membuka bajunya tapi Deok Man tidak. Im Jong bertanya apa yang Deok Man tunggu. Eul Jae melihat Deok Man, ia masih meragukan identitas Deok Man. Kim Yong Chu menegaskan Deok Man harus membuka bajunya. Di saat kritis, Kasim datang dan mengumumkan kedatangan Raja Jinpyeong di Daehwajeon dan Eul jae harus segera kesana menemui Raja. (Saved by the Daddy..).

Di koridor Raja bertemu So Hwa. So Hwa mendekat dan memanggil Raja. Raja mengenali So Hwa. Penjaga mencegah So hwa mendekat dan mereka mengeluarkan pedangnya mencegah So Hwa. Seo Ri datang dan meminta maaf karena So Hwa adalah pelayan yang terganggu mentalnya. Seo Ri membawa So Hwa pergi dan meyakinkan Raja bahwa insiden ini tidak akan terjadi lagi. Raja mengikuti kepergian So Hwa dengan matanya dan Eul Jae tiba. Eul Jae mengenali So Hwa dan kaget dengan kehadirannya. Ia tahu So hwa dulu adalah pelayan Raja.

Ratu menceritakan insiden Daehwajeon pada Putri. Ratu bertanya apa Cheon Myeong punya informasi tentang belati itu. Cheon Myeong merahasiakan kecurigaannya pada Deok Man kepada ibunya. Eul Jae berkata pada Raja, bukankah itu So Hwa. Apa yang sebenarnya terjadi. Eul Jae memohon Raja tidak menyembunyikan sesuatu padanya. Raja harus percaya pada Eul Jae. Eul Jae ingin tahu mengapa So Hwa masih hidup. Raja panik melihat So Hwa bersama Seo Ri, ia merasa Mi Shil menahan So Hwa. Ia harus menyelamatkannya.

Eul Jae minta Raja tenang. Eul Jae merasa ini pasti perbuatan Mi Shil lagi. Kim Yong Chu lapor bahwa So Hwa dibawa ke dalam Royal Celestial Shrine dan bertanya mengenai para nangdo. Eul Jae berkata tidak ada yang dapat dilakukan dengan mereka. Bubarkan saja.

Mi Shil terkejut mendengar So Hwa bertemu Raja. Seo ri merasa untuk seorang yang terkena delusi seperti So Hwa sangat mengherankan melihatnya seperti tahu kemana ia pergi. Seo Ri juga ingat reaksi Raja saat melihat So Hwa sangat aneh. Chil Sook berkata pada So Hwa sangat bahaya pergi sendirian.

Mi Shil menemui Chil Sook dan Seo Ri berkata So Hwa bahkan pergi ke Daehwajeon. Chil Sook mengatakan bahwa nama So Hwa adalah Jung Yi. Mi Shil berkata So Hwa perlu waktu dan bukan obat jadi Chil Sook tidak perlu khawatir.

Mi Shil merasa Chil Sook berbohong padanya. Deok Man merasa lega tapi Joo Bang kesal karena Go Do sudah memakan habis Yol Nul Jae-nya. Deok Man duduk di lantai karena lututnya lemas dan marah pada Joo Bang karena membuat mereka semua mengalami ini. Joo Bang bertanya pada penjaga apa benar pencurinya tertangkap, mereka tidak tahu. Mereka mengembalikan kotak yang mereka temukan dan berkata mereka tidak mengambil apa2.

Anggota Yonghwa merasa ingin tahu dan membuka kotak itu. Go Do berkata itu milik Deok Man. Isinya catatan menstruasi Deok Man. Dae Pung mengenali kain yang digunakan sebagai pembalut seperti milik adik perempuannya. Mereka heran mengapa kotak ini ada disini. Joo Bang menyadari jenis kelamin Deok Man sebenarnya. Ia ingat Deok Man tidak pernah kencing bersama mereka, saat Joo Bang keseleo kakinya Deok Man menggendongnya dan ia merasakan payudara Deok Man. Lalu keraguan Deok Man untuk buka baju.

Joo Bang merasa ia sangat bodoh padahal ia merasa ahli dalam soal wanita. Joo bang juga merasa aneh karena Deok Man selalu mandi sendirian tidak mau bersama-sama mereka, Deok Man selalu beralasan ia punya luka yang mengerikan dan ia tidak mau orang melihatnya. Joo Bang merasa Kim Yu Shin sudah tahu gender Deok Man. Ia pergi mencari Deok Man.

Cheon Myeong bertemu secara pribadi dengan Yu Shin. Ia menceritakan bagaimana ia dan Deok Man bertemu. Ia tidak pernah menceritakan hal ini pada Yu Shin sebelumnya. Mereka bertemu saat dalam perjalanan ke kuil Yeo Rae untuk bertemu Moon Noh. Cheon Myeong merasa pertemuan itu adalah takdir.

Deok Man sedang berjalan tanpa tujuan saat Joo Bang menemukannya dan minta Deok Man mengikutinya serta memanggilnya anak nakal. Yu Shin bertanya apa maksud Cheon Myeong, Cheon Myeong berkata saat bintang ke-6 Rasi Bintang Pembajak terpecah menjadi 2, sepasang anak kembar perempuan terlahir di keluarga Raja. Saat itu, dua putri lahir. Tapi ada ramalan jika keluarga Raja melahirkan putri kembar maka mereka akan melenyapkan keturunan laki-laki seonggol dari keluarga Raja. sehingga salah satu dari si kembar harus dibawa keluar dari istana bersama belati Raja Jinheung. Kemudian anak yang memiliki belati itu kembali ke istana. Anak itu mencari Moon Noh untuk mengetahui asal usulnya. Anak yang memiliki tanda lahir persis sama denganku. Semua petunjuk mengarah pada Deok Man. Tapi ia ragu, karena yang terlahir adalah perempuan sedang Cheon Myeong yakin Deok Man adalah laki-laki.

Joo Bang memeriksa denyut nadi Deok Man dan Deok Man menarik tangannya. Aku baik2 saja! Joo Bang yakin Deok Man seorang wanita. Deok Man mengatakan Joo Bang omong kosong. Kim Yu Shin tercekat saat mendengar semua paparan Cheon Myeong.

Joo Bang menunggu penjelasan Deok Man. Deok Man diam saja, jadi ini konfirmasi. Joo Bang bertanya bagaimana ia dapat menyembunyikan jenis kelaminnya begitu lama. Deok Man memohon pada Joo Bang tidak mengatakan ini pada Kim Yu Shin, tapi Joo Bang berkata Kim Yu Shin sudah tahu. Apa kau bilang kalau memiliki luka yang mengerikan padanya? Deok Man tidak ingat pernah berkata seperti itu pada Yu Shin.

Joo Bang berkata Kim Yu Shin mengatakan pada anggota Yonghwa tentang luka Deok Man dan meminta mereka tidak mengganggu Deok Man. Deok Man shock dengan kemungkinan Yu Shin mengetahui jenis kelaminnya.

Kim Yu Shin : “Putri Cheon Myeong ?….Deok Man itu… Deok Man itu benar..seorang wanita.”

Queen Seondeok Episode 19

Sejak kapan Kim Yu Shin tahu bahwa aku wanita ? Kemudian Deok Man ingat suatu kali saat ia selesai mandi, dia keluar dan kaget melihat Yu Shin. Aku hanya lewat kata Yu Shin, cepat tidur! Lalu Yu Shin berlalu. Saat itu pasti Kim Yu Shin sudah tahu bahwa ia wanita.
Di saat yang sama, Putri juga terperanjat mendapat kabar dari Yu Shin. Joo Bang berkata Yu Shin benar2 melindungi Deok Man. Putri menegaskan sekali lagi dan Kim Yu shin meminta maaf karena menyembunyikan hal ini kepada Putri. Cheon Myeong yakin Deok Man adalah adik kembarnya. Putri berkata tidak seorangpun boleh tahu mengenai hal ini.

Yu shin merasa setelah mereka tahu status Deok Man sebagai Seonggol bagaimana mereka dapat membiarkan Deok Man menjadi Nang Do. Putri bertanya mengapa Yu Shin merahasiakannya, ia dapat saja mengusir Deok Man. Aku tidak ingin berpisah dengan Deok Man (Tirza: ehm..hm..). Cheon Myeong juga merasakan hal yang sama. Jika jenis kelamin Deok Man terungkap maka ia akan menjadi orang yang terkutuk oleh ramalan.

Putri merasa Deok Man sangat malang, setelah dipaksa pergi dari istana ke tempat yang jauh, kemudian kembali ke Silla setelah begitu lama dan mengetahui identitasnya, Deok Man hanya akan menghadapi kenyataan bahwa takdirnya adalah mati.

Deok Man masih memikirkan Kim Yu Shin. Putri memandang Deok Man dari jauh dan merasa sangat sedih. Joo Bang pergi menemui Kim Yu Shin hanya untuk melihat tatapan kosong Yu Shin. Ia merasa melakukan kesalahan dengan bertanya mengenai jenis kelamin Deok Man. Yu Shin bertanya bagaimana Joo Bang tahu dan minta ia merahasiakan hal ini.

Kim Yu Shin dan Deok Man bertemu. Deok Man memberi salam dan Kim Yu Shin melewatinya (Tirza: ok..kamera dipelankan..dan diambil dari beberapa sisi..hihi). Deok Man berbalik dan bertanya mengapa Yu shin tidak mengungkapkan jenis kelaminnya yang sebenarnya jika ia sudah tahu. Kim Yu shin : Lalu? Cheon Myeong mempercayakan kau padaku tanpa melihat jenis kelaminmu, apa aku salah?

Deok Man merasa Kim Yu shin harus mengatakan padanya kalau ia tahu. Yu Shin merasa itu bukan urusannya. Deok Man menariknya dan bertanya mengapa Yu Shin selalu menghindari konfrontasi dengannya. Yu Shin berkata ia bukan menghindar, ia hanya tidak tertarik dengan urusan Deok Man.

Deok Man berkeras, bahkan jika Yu Shin tidak tertarik, ia perlu mendengarnya. Deok Man menceritakan perjalanannya melintasi Gurun Taklamakan ke Gyerim dan bertahan dengan semua penderitaan. Yu shin merasa Deok Man bodoh pergi ke sana sini mencari sesuatu yang tidak pasti. Identitasmu dapat kau ciptakan dengan tanganmu sendiri. Deok Man merasa Yu Shin menganggap ringan pembicaraannya. Memang kata Yu shin dan ia pergi. Tapi Kim Yu Shin benar2 bersimpati pada Deok Man.

Eul Jae juga mendengar kisah sebenarnya mengenai kelahiran putri kembar dari Raja Jinpyeong. Eul Jae kaget, bagaimana Raja dapat melakukan hal itu dan merusak rencana Raja Jinheung kakeknya (Tirza : untuk menyatukan 3 negara Silla, Baekje, Goguryeo, maksud Eul jae kalo tahu ada ramalan, Raja kan bisa ganti permaisuri untuk dapat keturunan laki2 dan membunuh salah satu putri). Raja berkata mereka adalah darah dagingnya, dia tidak tega membunuhnya. Eul Jae merasa jika So Hwa muncul, kemungkinan Putri yang satu lagi juga muncul. Jika Mi Shil mengetahuinya bisa gawat.

Kim Yu Shin, Deok Man, Cheon Myeong malam itu merenungkan mengenai identitas Deok Man.
Mi Shil bertemu Mi Saeng, menurutnya Mi Saeng memiliki photographic memori (kaya Joe Sandy), jadi Mi Saeng pasti ingat dengan seorang wanita kalau ia pernah bertemu dengannya. Mi Saeng menyombongkan dirinya, karena ingatannya itulah ia memiliki banyak isteri dan 100 anak. Mi Shil mengajak Mi Saeng menemui Chil Sook. Mi Shil mengalihkan perhatian Chil Sook. Mi Saeng mengamati So Hwa dan ia terkejut.

Mi shil membujuk Chil Sook untuk memindahkan So Hwa ke tempat yang lebih baik, tempat ini tidak cocok untuk So Hwa. Mi Shil berpamitan dan melihat raut muka adiknya yang tampak shock.
Mi Shil bertanya apa Mi Saeng pernah bertemu dengan wanita itu. Mi saeng bergumam itu adalah So Hwa pelayan pribadi Raja Jinpyeong yang membawa lari putri kembar itu. Mi Shil kaget sekali. Ini kali pertama ketakutan terlihat di matanya.

Cheon Myeong merasa Deok Man tidak aman di Seorabeol, Kim Yu Shin setuju. Semakin Deok Man mendekat dengan identitas aslinya semakin bahaya dia. Putri ingin mengatakan hal sebenarnya pada Deok Man, tapi Yu Shin merasa tidak bijak melakukan itu. Mereka sepakat merahasiakan hal itu dari Deok Man untuk sementara. Cheon Myeong akan mengirim Deok Man ke kuil Jung Ahn untuk menunggu perintahnya di sana. Kim Yong Chu sekarang tahu perihal So Hwa dan merencanakan untuk mengambil So Hwa dari tangan Mi Shil. Eul Jae minta Im Jong mengawasi Royal Celestial Shrine dan melaporkan setiap hal yang aneh.

Mi Shil menemui Chil Sook dan berkata ia telah menemukan tempat yang cocok untuk Chil Sook. Mi Shil merasa Chil Sook sudah tidak setia padanya lagi. Deok Man jatuh saat latihan dan Joo Bang berusaha “menolongnya”. Kim Yu Shin datang dan bertanya apa ia perlu minta Deok Man mengikatkan kantung pasir lagi. Putri datang menemui Deok Man. Cheon Myeong memerintah Deok Man pergi ke kuil Jung Ahn dan menunggu di sana. Deok Man berkata Cheon Myeong bukan pembohong yang baik. Pasti ada yang disembunyikan.

Pihak Mi Shil juga mulai menyadari keberadaan si Putri kembar. Mi Shil merasa mereka harus memisahkan Chil Sook dan So Hwa. Mi Shil tidak tahan melihat seorang yang dulunya setia dengannya mulai meninggalkannya karena wanita yang lebih rendah statusnya. Mi Shil merasa jika mereka memisahkan So Hwa, mereka akan dapat mengorek keterangan tentang putri kembar yang satunya. Seol Won dan Bo Jong akan mengurus masalah ini.
Seol Won akan bertindak seolah-olah pihak Raja Jinpyeong yang menculik So Hwa. Mi Shil yakin jika So Hwa dan Chil Sook dipisahkan, Chil Sook akan kembali mengabdi padanya.

Chil Sook dan So Hwa meninggalkan kuil. Im Jong terus mengawasi dan melihat Chil Sook dengan kuda sedang So Hwa berada di tandu. Im Jong bersiap. Seol Won Rang memberi penjelasan pada Bo Jong. Bo Jong harus mengalihkan perhatian Chil Sook, tapi ia harus berhati-hati karena walaupun penglihatannya lemah, Chil Sook setara dengan Gukseon Moon Noh.

Eul Jae memerintah Im Jong untuk mengambil kesempatan menculik So Hwa. Saat Bo Jong menyerang Chil Sook, para pembawa tandu pura-pura kalah dan lari. Bo Jong memancing Chil Sook dengan kuda, Chil Sook mengejar kuda dan orang2 Bo Jong melarikan tandu So Hwa. Im jong melihat semuanya. Im Jong menyerang orang2 yang membawa So Hwa. Mereka benar2 lari sekarang. Lucunya ini benar orang2 Raja Jinpyeong yang melarikan So Hwa persis seperti “skenario” Mi Shil.

Im Jong meminta dayang mengganti baju So Hwa dengan seragam Nang Do. Deok Man pulang ke markas dan merasa kelelahan. Yu Shin menawarkan botol berisi air minum. Yu Shin bertanya mengenai perintah Putri. Deok Man berkata ia diminta menunggu ke kuil Jung Ahn. Lalu mengapa kau belum berangkat tanya Yu Shin. Deok Man yakin Kim Yu Shin juga menyembunyikan sesuatu. Kita semua menyembunyikan sesuatu kata Yu Shin. Menurut Yu Shin apa yang telah lalu biar berlalu. Yang paling penting adalah sekarang dan masa depan. Deok Man kesal karena hal tidak penting ini sudah membunuh ibunya. Deok Man minta jika Kim Yu Shin mau mengeluarkannya keluarkan saja dia. Jika tidak, ia tidak akan meninggalkan Seorabeol.

Deok Man terisak saat Im Jong masuk dan membawa So Hwa yang menyamar sebagai Nang Do. So Hwa melihat Deok Man dan mengenalinya. Ia ingin memanggil Deok Man tapi suaranya tidak keluar. Dia mencoba lari mengejar Deok Man tapi anak buah Im Jong menahannya dan menariknya pergi. Deok Man menoleh dan So Hwa sudah pergi.

Chil Sook murka. Pelayan kuil mencoba menenangkanya tapi Chil Sook ingin pintu dibuka karena ia harus mencari So Hwa. Chil Sook marah dan menghancurkan perabot kamar. Mi Shil mencari informasi tentang keberadaan So Hwa.

Mi Shil menemui Chil Sook. Chil Sook berkeras ia harus keluar mencari So Hwa. Seo Ri mencoba menghalangi tapi didorong. Mi Shil menarik pedang Chil Sook dan menaruh belati di leher Chil Sook (hebat juga..), kemudian mengembalikannya dan minta Chil Sook mengalahkannya dan pergi. Chil Sook berlutut dan memohon pada Mi Shil mengijinkannya pergi. Mi Shil bertanya mengenai identitas So Hwa sesungguhnya. Mi Shil tahu dia adalah So Hwa dayang pribadi Raja. Mi Shil mempermainkan pikiran Chil Sook, mungkin saja Raja Jinpyeong ingin membunuh satu2nya saksi kelahiran putri kembar itu.

Mi Shil berkata, So Hwa adalah orang yang paling berbahaya untuk Raja Jinpyeong. Mi Shil berkata, ia perlu melindungi So Hwa karena ia perlu saksi yang melihat kelahiran putri kembar itu. Dengan akting dramatisnya, Mi Shil berkata jika Chil Sook setia padanya Mi Shil akan memberkatinya. Mi Shil kembali pada grupnya dan berkata menurut Chil Sook, putri kembar itu mati karena badai pasir. So Hwa mengalami stress karena kehilangan Deok Man dan ia mengambil So Hwa sebagai gantinya. Mi Shil mendapat laporan mengenai pergerakan Im Jong.
Seol won berkata semua atas perintah Eul Jae. Mi Shil meminta So Hwa segera ditemukan.

Raja Jinpyeong bergegas menemui So Hwa. So Hwa mengalami trauma berat. So Hwa mengenali Raja dan memohon ampun. Raja menenangkannya dan berkata semua salahnya. So Hwa berusaha berbicara tapi suaranya tidak keluar. Eul Jae berkata So Hwa tidak bisa berbicara. (Tirza: gemes euy..coba ya..ada ngga yang berpikir ngasi kertas ama tinta ke So Hwa. Doi kan dayang istana, pasti bisa nulis lah..atau tangannya juga kaku? )

Deok Man memutuskan akan berangkat ke kuil Jung Ahn. Kim Yu Shin meminta Guk San Heun dan Dae Pung untuk menemaninya. Jadi sekarang aku harus dikawal ? Kim Yu Shin minta Deok Man tenang karena dia toh akan ke sana juga. Deok Man berniat menemui Putri untuk berpamitan. Raja berkata pada Ratu Maya kalau So Hwa sudah ditemukan. Ratu ingin bertemu So Hwa. Ratu memanggil nama So Hwa dan bertanya apa So Hwa mengenalinya. Ratu memeluk So Hwa dan meminta maaf. Ia bertanya tentang Putri kembarnya apa masih hidup. So Hwa mengangguk. So Hwa tidak dapat berkata dimana tapi ia memberi tanda kalau putri itu ada di negeri ini. Ratu ingin tahu nama yang diberikan So Hwa pada putrinya tapi So Hwa tidak dapat mengatakan apapun (paper please…).

Deok Man menemui Putri. Ratu Maya keluar dari kamar So Hwa dan terjatuh karena shock. Cheon Myeong berkata ada banyak yang ingin dikatakannya pada Deok Man. Deok Man minta tolong agar Putri menolongnya untuk bertemu Raja. Cheon Myeong menolaknya. Saat Deok Man berkeras, Cheon Myeong menegurnya karena sudah tidak sopan sebagai Nang Do. Cheon Myeong minta Deok Man segera meninggalkan Seorabeol. Ratu Maya datang dan Cheon Myeong berkata pertemuannya telah selesai.

Deok Man melihat Ratu kemudian pergi. Deok Man memberikan sarung belati Raja Jinheung dan berpesan ia akan menunggu di Daehwajeon. Ratu berkata pada Putri bahwa adiknya masih hidup. Putri kaget dan bertanya bagaimana Ratu tahu itu. Ratu juga kaget karena menyadari Putri Cheon Myeong sudah tahu terlebih dulu. Ratu ingin tahu lebih banyak tapi Putri berkata waktunya tidak tepat. Cheon Myeong juga tidak tahu jika mereka menemukan adik kembarnya, apa yang harus dilakukan. Istana penuh dengan orang2 Mi Shil. Cheon Myeon minta ibunya bersabar, ia punya rencana.

Dayang Ratu mengira Deok Man mencoba “menggodanya”, ia memberikan sarung belati itu pada dayang Putri CheonMyeong. Ratu keluar saat dayang Cheon Myeong dengan gugup mengembalikan belati ke dayang Ratu. Ratu bertanya ada apa. Dayang Ratu mengeluarkan sarung belati itu. Ratu shock melihatnya.

Deok Man menunggu di depan Daehwajeon. Penjaga berusaha mengusirnya, tapi ia berkeras karena yakin ia pasti akan dipanggil. Dayang Ratu datang dengan berlari dan minta Deok Man menghadap Ratu di istana. Ratu bertemu Deok Man. Ratu bertanya bagaimana Deok Man memiliki sarung belati itu. Ratu berkata bahwa pemilik belati ini dan sarungnya adalah seorang wanita. Deok Man membenarkan. Apa kau tahu siapa pemiliknya? Aku tahu kata Deok Man. Lalu Deok Man pergi.

Guk San Heun dan Dae Pung ditraktir Deok Man di sebuah tempat minum dan mereka mabuk. Deok Man meminta maaf dan bersiap pergi. Ia minta obat dari Joo Bang untuk membuat mereka tidur. Mi Shil mendapat info kalau istana Ratu ditata saat malam. Seol Won merasa So Hwa ada di sana. Mi Shil meminta orang2nya mengawasi istana Ratu.

Kim Yu Shin mendapat laporan dari Nang Do-nya kalau Deok Man menghilang. Deok Man kembali ke Seorabeol. Ratu mempersiapkan kediamannya untuk pertemuan rahasia. Yu Shin mengunjungi Putri Cheon Myeong dan berkata Deok Man meghilang. Cheon Myeong berkata bahwa Ratu telah meninggalkan kediamannya saat jauh malam. Kim Yu Shin merasa apakah Deok Man akan bertemu Ratu Maya. Putri berkata bahwa kediaman Ratu juga disiapkan malam ini.

Yu Shin merasa Deok Man menggunakan strategi Seong Dong Gyeok Si (Tirza : Buat jebakan di timur dan serang di barat, komandan tahu bagaimana menyerang yang membuat musuh tidak tahu dimana harus bertahan. Strategi no 6 dari 36 strategi)
Cheon Myeong tahu ini strategi Deok Man bertemu Ratu Maya dan ia tahu dimana mereka akan bertemu. Cheon Myeong segera pergi ke tempat itu. Itu adalah paviliun tempat ia dan Deok Man dulu sering bertemu. Bo Jong menghentikan tandu Ratu dengan alasan memeriksa mata2 Baekje. Tapi tidak menemukan siapa pun kecuali dayang Ratu. Bo Jong tertipu.

Deok Man mendekati tempat pertemuan dan kaget melihat Ratu Maya datang menemuinya. Dia berpikir dia akan bertemu Raja Jinpyeong. Cheon Myeong dan Kim Yu Shin bergegas mencegah pertemuan itu. Ratu melihat kepada kedua putri kembarnya.

Ratu : “Aku sudah melakukan apa yang kau perintahkan. Aku sudah memecah semua perhatian orang dan datang sendirian. Dimana pemilik belati Soyeobdo itu, dimana gadis itu?”

Deok Man akan mengatakan sesuatu saat ada yang membuatnya terkejut.

Queen Seondeok Episode 20

Deok Man terperanjat melihat kedatangan Putri Cheon Myeong dan Kim Yu shin yang menyusul dibelakangnya. Yu Shin menunggu dan berjaga diluar memberi kesempatan pada ibu dan putri kembarnya untuk bertemu. Ratu heran bagaimana Putri tahu ia ada di sini. Deok Man berkeras untuk mengetahui kebenarannya. Deok Man berniat untuk menunjukkan belati itu tapi dipotong oleh Cheon Myeong.

Cheon Myeong : “Ini ibu..ibu..Deok Man adalah..seorang wanita..” Ratu bingung
Cheon Myeong : “Seorang wanita..wanita..anak perempuanmu..dia adalah anak perempuanmu, adik kembarku..adik kembarku yang sudah dibuang dan ditinggalkan saat lahir…adik kembarku..adik kembarku…”

Ratu dan Deok Man shock. Deok Man merasa Cheon Myeong marah karena ia tidak mengikuti perintahnya dan menipunya. Ratu mengkonfirmasi kebenaran informasi bahwa Deok Man adalah wanita dan adik Cheon Myeong. Putri mengangguk dan membenarkan. Cheon Myeong berkata bahwa belati Raja Jinheung dan orang yang menyampaikan petisi, orang yang tumbuh dan berpikir bahwa dayang istana So Hwa adalah ibu kandungnya adalah benar Deok Man. Sekarang Deok Man yang terpana..

Ratu Maya langsung menggenggam tangan Deok Man dengan penuh kerinduan. Deok Man sekarang berada dalam tahap penyangkalan. Deok Man berkata akan berangkat ke kuil Jung Ahn dan pergi meninggalkan mereka. Ratu memanggilnya dan bertanya apa namanya Deok Man ia ingat ia belum memberi nama pada Deok Man sebelum Deok Man diambil dari tangannya. Deok Man merasa Ratu salah orang lalu melarikan diri. Deok Man bertemu Yu shin yang berdiri di luar tapi ia lari melewati Yu Shin.

Ratu berteriak memanggilnya dengan putus asa. Yu Shin mengejar Deok Man. Deok Man masih menyangkal semua yang terjadi. Deok Man merasa ini semua hanya taktik Cheon Myeong karena Cheon Myeong tahu tujuannya ke Gyerim untuk mencari Moon Noh dan mengapa ia tetap menyamar menjadi lelaki dan menjadi Nang Do. Cheon Myeong pasti mempermainkannya. Kim Yu Shin minta maaf kepada Deok Man. Deok Man heran. Yu Shin mengerti perasaan Deok Man tapi ia tidak dapat menolongnya. Yu Shin berkata semua memang tampak seperti omong kosong tapi Deok Man memang benar adik kembar Putri Cheon Myeong. Deok Man hanya dapat duduk dan mulai mencerna semuanya.

Sementara itu, Ratu bertanya bagaimana Putri bisa tahu tentang kebenarannya. Putri bercerita mengenai pertemuan pertama mereka dan tanda lahir Deok Man yang persis sama dengannya. Ratu memohon pada Cheon Myeong untuk membawa Deok Man padanya sekarang. Tapi Cheon Myeong merasa agar mereka memberikan waktu pada Deok Man untuk menerima semua kenyataan ini dan meminta ibunya agar bersabar. Cheon Myeong akan menemui Deok Man dan berbicara dengannya. Ratu menangis dipangkuan Putri (Tirza: love and honour your mother guys…they’re all the same..love their children so much).

Cheon Myeong menjumpai Deok Man, Kim Yu Shin berdiri menjaga Deok Man. Deok Man berjongkok dipinggir sungai. Cheon Myeong berkata selama hidupnya ia tidak pernah berjongkok seperti itu karena ia diajar bahwa seorang Putri tidak seperti itu dan Deok Man juga tidak seharusnya melakukan itu.

Deok Man bertanya mengapa orang tuanya membuangnya dan mengapa Mi shil menyuruh orang membunuhnya. Cheon Myeong akhirnya berjongkok disamping Deok Man dan mengatakan mengenai ramalan kuno yang merepotkan itu. Mi Shil ingin mengekspos hal ini dan menyingkirkan ibu mereka dan mengangkat dirinya sebagai Ratu.

Deok Man bertanya mengapa ayahnya ingin membunuhnya saat dia menyampaikan petisi. Cheon Myeong meyakinkan Deok Man itu bukan perintah Raja. Deok Man berkata ia akan pergi ke Roma saja mencari Cartan dan ia pergi. Deok Man kembali ke markas Yonghwa dan mulai mengemasi barangnya. Yu Shin masuk dan berusaha mencegahnya. Deok Man minta Kim Yu Shin melepaskannya dan ia berteriak. Deok Man membangunkan semua temannya. Kim Yu Shin meminta semua mengosongkan barak dan keluar. Deok Man : “Aku yang akan pergi!” Yu Shin berteriak agar semua keluar. Deok Man akhirnya meratap dan berkata bahwa perjalanannya yang berat selama ini sia-sia saja. Ia hanya kembali untuk menghadapi kenyataan bahwa seharusnya ia tidak kembali. Ia malu dan merasa terhina. Deok Man pergi tapi Yu shin menahannya dan bahkan memeluknya (Tirza : Wow..)
Yu Shin : “Jangan pergi! Jika kau tetap ingin pergi maka aku akan mengurungmu.”

Yu Shin membawa Deok Man ke gunung Yeoham untuk menenangkan pikirannya. Yu Shin tidak tahu cara Deok Man menenangkan pikirannya tapi ia minta Deok Man tinggal saja di sini untuk sementara. (Tirza : Aku yakin Deok Man ngga akan pukulin batu utk menenangkan diri). Yu shin meninggalkan Deok Man. Yu shin dapat mendengar Deok Man menangis.

Paginya, Raja Jinpyeong bertanya kemana Ratu semalam. Ratu berkata bukan apa-apa, hanya masalah keluarga dan Ratu ingin menjenguk ayahnya. Saat itu Cheon Myeong juga hadir. Raja meninggalkan ruangan. Cheon Myeong bertanya mengapa ibunya tidak menceritakan pada ayahnya. Ada perbedaan diantara ayah dan ibu juga antara orangtua dan penguasa. Saat ia melahirkan Cheon Myeong dan Deok Man, belum juga ia bisa mengatur napasnya, Raja sebagai penguasa sudah mengambil keputusan. Ratu juga menceritakan mengenai So Hwa pada Cheon Myeong. Putri lega mengetahui So Hwa ada di tangan mereka sekarang.

Ratu Maya mencemaskan Deok Man. Cheon Myeong berkata ia sudah memerintahkan Deok Man bersembunyi di tempat yang aman. Ratu meminta Cheon Myeong merahasiakan keberadaan So Hwa terutama pada Deok Man. Kim Yong Chu dan Eul jae memandangi So Hwa dan yakin So Hwa bukan orang yang menyelinap di Daehwaljeon. Seok Bum mendapat informasi mengenai tempat tinta yang dicuri dan ditukar dengan Yol Nul Jae (obat kuat), pedagang itu berkata mereka kelompok ke-2 yang bertanya.

Seol Won Rang heran mengapa Eul Jae menghentikan pencarian dan tidak meneruskan mencari pencuri. Bo Jong berkata mereka menghentikan pencarian karena dipanggil oleh Baginda. Seok Bum membawa pedagang yang menjual Yol Nul Jae untuk mengenali Nang Do. Seol Won Rang menyuruh Seok Bum membawanya ke markas Nang Do.

Di markas Nang do, Al Cheon sedang melatih Nang do-nya. Seok Bum mengalihkan perhatian dengan menantang Al Cheon berduel melawan Cheon ryeon In Do-nya. Pedagang itu mendapat kesempatan mengamati para Nang Do. Tapi nihil. Kemudian ke tempat Im Jong, juga nihil. Seok Bum membawa pedagang itu ke Yonghwa hyangdo. Kebetulan dayang Putri Cheon Myeong datang dan mencari Kim Yu Shin dan Deok Man. Tapi mereka berdua tidak di tempat, jadi ia minta salah satu dari mereka ikut bersamanya untuk menjelaskan pada Putri. Joo Bang pergi karena ingin berkenalan dengan dayang Putri. Kemudian Seok Bum dan pedagang itu datang.

Cheon Myeong menunggu dan mendapat laporan dari Joo Bang dan Go Do bahwa Kim Yu Shin dan Deok Man bertengkar semalam dan pergi ke gunung Yeoham. Seok Bum meninggalkan Yonghwa. Salah seorang Nang Do mengenali Cheon Myeong di pintu masuk. Seok Bum heran apa yang dilakukan Putri disini. Justru pedagang itu mengenali Joo Bang yang sedang berbicara dengan Putri sebagai orang yang membeli Yol Nul Jae.

Deok Man sedang merenung di gunung Yeoham. Kim Yu Shin menjaganya. Cheon Myeong datang dan bertanya tentang keadaan Deok Man. Keaadaannya tidak mudah untuk siapapun kata Yu Shin. Kim Yu Shin bertanya apa mereka harus mengirim Deok Man pergi sekali lagi? Cheon Myeong merasa sebaiknya Deok Man pergi ke kuil Jung Ahn dulu sementara ia berpikir. Cheon Myeong berterimakasih karena Yu Shin tetap ada bersama mereka. Putri merasa tidak mungkin menghadapi semuanya dengan berani kalau Yu Shin tidak ada. Putri minta Yu Shin selalu disisinya. Deok Man terus saja memegangi belati Raja Jinheung.

Joo Bang akan BAB, tiba-tiba ia diculik. Joo Bang diculik oleh anak buah Seok Bum. Go Do menyadari Joo Bang hilang jadi ia pergi ke base Al Cheon untuk meminta pertolongan. Al Cheon heran, mengapa mereka lapor padanya, apa yang dilakukan Kim Yu Shin. Mereka berkata Kim Yu Shin tidak ada. Al Cheon masih merasa Joo Bang hanya mempermainkan mereka. Go Do berkeras Joo Bang diculik, karena ia tidak ada semalam. Joo Bang dipukuli habis-habisan, dia memohon agar jangan memukul lagi.

Im Jong tahu bahwa penjual Yol Nul Jae sudah mengidentifikasi Joo Bang sebagai pembelinya. Seok Bum dan Deok Chung yang mengadakan penyelidikan. Im Jong heran, mengapa mereka menyelidiki kasus yang sudah ditutup. Joo Bang memohon apa yang mereka inginkan. Seol Won Rang masuk dan mengancamnya dengan Wyoldo. Seol Won bertanya apa tujuan Joo Bang menyelinap ke Daehwajeaon. Eul Jae heran mengapa kasus itu dibuka kembali. Al Cheon melaporkan bahwa Joo Bang dan Go Do adalah Nang Do yang menyelinap ke Daehwajeon.

Joo Bang akhirnya menjawab, ia menyelinap ke Daehwajeon untuk menyampaikan petisi pada Raja tapi Joo Bang tidak tahu isinya. Eul Jae bertanya dimana lokasi interogasi. Joo Bang benar2 tidak tahu isi petisi itu, dia tidak bohong. Lalu Seol Won bertanya siapa yang menyuruh Joo Bang. Apakah Putri atau Kim Seo Hyeon. Deok Man! kata Joo Bang, ia menyebutkannya begitu saja. Tirza: aku yakin Joo Bang terpaksa, dia takut mati. Seol Won merasa aneh bagaimana seorang Nang Do biasa dapat memintanya melakukan hal itu. Seol Won bertanya siapa yang menyuruh Deok Man, Joo Bang tidak tahu. seol Won memerintah Joo Bang dieksekusi.

Kim Yong Chu, Eul Jae, dan Kim Seo Hyeon datang. Eul Jae berkata jika Seol Won Rang ingin menghukum pencuri di Daehwajeon, ia harus diberitahu karena sebenarnya ini bukan kewenangan Seol Won Rang tapi kewenangannya sebagai Nyae Seong. setelah berdebat, Eul Jae meminta Im Jong dan Al Cheon untuk membawa Joo Bang bersama mereka. Seol Won Rang bertanya pada Kim Seo Hyeon dimana kesetiaannya di Militer atau di tempat lain. Kim Seo Hyeon tidak menjawabnya. Joo Bang juga mendapat pertanyaan yang sama dari Eul Jae. Dia juga memberi jawaban yang sama : Deok Man.

Pihak Mi Shil juga mendiskusikan hal ini. Mi Saeng merasa ada yang memerintah Deok Man. Tapi menurut Mi Shil, itu pasti bukan Putri Cheon Myeong. Jika itu Putri, maka seharusnya Putri Cheon Myeong yang memerintah Joo Bang menaruh petisi. Eul jae juga bukan karena ia yang memimpin penyelidikan. Juga bukan Kim Yu Shin. Mi Shil : Deok Man melakukannya sendiri. Tirza: Mi Shil emang lebih berpengalaman. Mi Shil tidak siap dengan motif Deok Man dan merasa terganggu.

Cheon Myeong menemui Deok Man dan bertanya apa yang ia pikirkan. Deok Man tidak tahu. Deok Man merasa, saat ia sebagai putri dari ibu yang kikuk dia merasa pintar dan luar biasa. Lalu saat ia tahu yang sebenarnya, jujur ia hanya punya air mata. Deok Man akan pulang ke gurun karena disana air mata akan cepat kering. Cheon Myeong menegaskan mereka adalah saudara, mereka dapat melawan Mi Shil bersama sebagai kesatuan. Deok Man : “Bagaimana orang yang seharusnya tidak ada dapat menjadi saudaramu dan membantumu?” Cheon Myeong minta Deok Man percaya padanya.

Cheon Myeong memohon pada Yu Shin untuk menjaga Deok Man karena ia tidak tahan mengirim Deok Man pergi. Karena Deok Man-lah ia dapat berdiri dan melawan Mi Shil. Kim Yu Shin berkata mereka tidak dapat memberikan yang diinginkan Deok Man. Mereka tidak dapat mengembalikan status Deok Man. Yu Shin berkata Deok Man memiliki harga diri dan percaya diri yang tinggi yang membuatnya kuat. Dan Gyerim sudah mengambil itu darinya. Cheon Myeong merasa tidak berdaya dan menangis. Yu Shin ragu2 untuk menenangkannya. Tapi kemudian ia menenangkan Cheon Myeong dengan sentuhan tangannya.

Kemudian Yu Shin menemui Deok Man, Deok Man berkata jika mereka kalah dari Mi Shil, ia mengundang Yu Shin ke gurun Taklamakan. Yu Shin bertanya apa Yonghwa memiliki arti buat Deok Man. Yu Shin menyebut nama Yonghwa nang do satu per satu kemudian apakah Kim Yu Shin memiliki arti untuk Deok Man. Deok Man menjawab semuanya adalah teman termasuk Kim Yu Shin. Kemudian Kim Yu Shin dengan jujur berkata ia tidak pernah ingin Deok Man menjadi Tuan Putri, ia ingin Deok Man tetap tinggal menjadi Nang Do-nya. Dia tidak dapat menolong masa lalu Deok Man tapi ia dapat menolong masa depan Deok Man. Kim Yu Shin berharap ketulusannya membuat Deok Man tinggal.

Raja mendapat laporan bahwa Deok Man adalah orang yang menaruh petisi di Daehwajeon. Raja heran, bagaimana anak itu mengetahui belati Raja Jinheung. Putri hadir. Eul Jae berkata pada Putri bahwa Deok Man adalah orang yang menerobos ke Daehwajeon dan menaruh petisi di atas baki. Cheon Myeong tidak mengetahuinya. Eul Jae berkata, ia harus menemukan Deok Man untuk ditanya. Eul Jae merasa tidak bijaksana menyembunyikan So Hwa di dalam istana. Ratu bertanya lalu kemana sebaiknya So Hwa disembunyikan. Eul Jae mengusulkan So Hwa harus dibawa keluar dari Gyerim. Pendeta Wyol Cheon mengobati mata Chil Sook dan membalut mata Chil Sook. Chil Sook harus tetap diperban selama 7 hari. Chil Sook ingin bertemu Mi Shil karena mencemaskan So Hwa.

Deok Man menemui Cheon Myeong. Deok Man berkata ia akan ke kuil Jung Ahn, Cheon Myeong heran Deok Man memutuskan tetap tinggal di Gyerim.
Im Jong lapor bahwa Deok Man ada di gunung Yeoham dan Kim Yu Shin juga tidak ditemukan. Ini aneh. Cheon Myeong senang Deok Man memutuskan tetap tinggal, tapi ia harus segera pergi karena Raja dan Mi Shil tahu ia yang menaruh petisi. Cheon Myeong minta maaf karena ia tampak seperti mengusir Deok Man. Eul Jae menemui Yu shin dan menanyakan Deok Man. Kim Yu Shin berkata Deok Man latihan. Eul Jae merasa Deok Man terlibat dalam suatu konspirasi besar. Ia minta Kim Yu Shin membawa Deok Man kepadanya segera.

Eul Jae meminta Im Jong dan Al Cheon menahan Deok Man untuknya. Ini demi Silla dan Keluarga Raja. Eul Jae meminta mereka mengikuti Kim Yu Shin dan mereka akan menemukan Deok Man. Al Cheon memperlihatkan keraguannya. Kim Yu Shin memutuskan untuk mengatasi sendiri masalah ini. Deok Man meninggalkan kediaman Putri. Kim Yu shin menarik tangan Deok Man dan lari. Yu shin memiliki kuda dekat kuil dan minta Deok Man mengikutinya.

Al Cheon ragu-ragu karena harus menipu Yu Shin. Im Jong berkata, mereka hanya mengikuti perintah dan tidak menilainya. Im Jong dan Al Cheon melihat Yu Shin mengendarai kuda bersama Deok Man. Im Jong mencoba menghentikan mereka dan Al Cheon memanggil nama Yu Shin, tapi Kim Yu Shin melewati mereka.

Im Jong dan Al Cheon mengejar mereka. Chil Sook keluar dari kuil dan membuka perban matanya. Penglihatannya mulai jelas. Tiba-tiba Kim Yu Shin dan Deok Man melintas. Chil Sook mengenali Deok Man yang ada di punggung kuda.

Queen Seondeok Episode 21

Chil Sook mengenali Deok Man dan kaget bagaimana Deok Man bisa berada di Silla. Di persimpangan, Yu Shin mencoba meloloskan diri dari pengejarnya. Al Cheon dan Im Jong berpencar mencari Yu shin tapi gagal. Yu Shin dan Deok Man berjalan dengan menuntun kuda. Deok Man tidak mengerti mengapa mereka dikejar. Yu Shin berkata mereka harus lari dulu, nanti ia akan menjelaskan semua.

Seo Ri menemui Mi Shil dan menanyakan Chil Sook. Semua kaget mendengar Chil Sook menghilang lagi. Bo Jong masuk mengumumkan kedatangan Chil Sook. Chil sook masuk dan berkata ia sudah pulih. Mi shil senang sekali. Tapi tidak lama, Chil Sook bagai menghantam Mi Shil dengan perkataan selanjutnya, Chil Sook : “Hal pertama yang kulihat saat penglihatanku pulih adalah putri kembar yang satu lagi. Dia masih hidup dan berada di istana!”

Mi saeng mengira Chil sook mengada-ada dan minta penjelasan. Chil Sook yakin si kembar ada di istana. Mi shil seperti disambar petir. Mi shil ketakutan.
Eul Jae mendapat laporan bahwa Al Cheon dan Im Jong kehilangan Yu Shin dan Deok Man. Im Jong berkata, Deok Man terlihat di kediaman Putri. Eul jae heran dan meminta mereka tetap mencari keduanya dengan rahasia. Al Cheon tetap ingin tahu apa yang terjadi, tapi Eul Jae memotongnya dan berkata ini demi Silla. Eul jae berdiskusi dengan Kim Yong Chu dan heran bagaimana Deok Man bisa mendapatkan belati Raja Jinheung.

Mi Shil masih mencoba mencerna informasi yang didengarnya. Chil sook berkata ia melihatnya mengenakan seragam Nang do, dia mulanya mengira anak itu talah mati di telan badai pasir, tapi ternyata ia masih hidup. Chil sook menegaskan dia dapat mengenalinya dan dia yakin itu benar Deok Man. Satu lagi bom atom buat Mi Shil and the gank..Mi Saeng : “Deok Man…??” Namanya Deok Man? Mi shil hanya bergumam..Deok Man..Deok Man..Chil Sook jadi heran dengan ekspresi semua orang. (Tirza : pasti menarik melihat Mi shil soak…)

Mi shil mengingat semua tentang Deok Man, pertanyaannya mengenai Moon Noh, reaksinya melihat “Parallel of lives”, kemampuannya berbahasa Latin, Mi shil sadar Deok Man begitu dekat tapi juga begitu jauh dengannya. Semua khawatir dengan perkembangan ini. Seol won yakin Raja belum tahu mengenai hal ini. Seol Won memerintahkan Bo Jong menangkap Deok Man. Tapi Chil Sook berkata Deok Man sudah pergi dengan seorang Hwarang. Seol Won ingin Mi Shil mengeluarkan perintah, tapi Mi Shil masih “menenangkan diri”. Mi shil ingin ketenangan ia ingin berpikir.

Ratu menunggu Putri Cheon Myeong yang akan membawa So Hwa pergi. Ternyata So Hwa menghilang. Eul Jae datang dan bertanya apa mereka mencari So Hwa. Eul Jae sudah memindahkan So Hwa. Mereka harus mempercayai Eul Jae. Eul Jae tidak peduli jika namanya jelek dalam sejarah tapi ia akan tetap melindungi keluarga Raja dan harapan mendiang Raja Jinheung.

Kim Yu Shin menemui ibu Shi Yeol. Ibu Shi yeol terkejut melihat Yu shin tapi sangat berterima kasih dengan kebaikan Yonghwa sejak putranya gugur. Deok Man baru sadar bahwa ini adalah ibu teman akrabnya. Yu Shin minta bantuan agar Ibu Shi Yeol mau menyerahkan suratnya pada Dea Pung dan Guk San Heun, bukan ke orang lain. Ibu Shi Yeol setuju.

Eul Jae memerintahkan Joo Bang dan Go do menyelundupkan So Hwa keluar. Kim Yong Chu bertanya pada mereka dimana belati Raja Jinheung. Joo Bang dan Go Do tidak tahu. Eul Jae mendapat informasi bahwa dulu Deok Man juga mencari Moon Noh. Dae Pung mendapat kunjungan dari Ibu Shi Yeol yang memberikan surat dari Kim Yu Shin. Guk San Heun membacanya dengan Dae Pung. Mereka sepakat membagi tugas. Anak buah Im Jong terus mengawasi anggota Yonghwa.

Guk San Heun menghadap Putri dan menyampaikan surat dari Yu Shin. Tapi Guk San Heun dicegat Eul Jae dan ia harus mengikuti Eul Jae dibawah todongan pedang Im Jong. Putri menahan langkah Eul Jae. Cheon Myeong ingin Guk San Heun mengikutinya, tapi Eul Jae meminta Guk San Heun membacakan surat Kim Yu Shin dihadapan mereka semua.

Guk San Heun membacakan surat Yu Shin. Yu Shin minta Cheon Myeong berhati-hati karena Eul Jae ingin menangkap Deok Man. Cheon Myeong kaget sekali. Eul Jae menegaskan ini semua untuk keluarga Raja, itu berarti Raja Jinpyeong, Ratu Ma Ya, dan dirinya. (Ada hukum tak tertulis di kalangan Asia timur, Keluarga dulu, kemudian negara. Setia harus dimulai dari keluarga baru negara.)

Cheon Myeong tahu Eul Jae ingin melakukan sesuatu tanpa sepengetahuan Raja. Eul Jae juga berkata apa Putri mengatakan semua pada Raja tentang Deok Man. Raja marah melihat Menteri kepercayaannya dan Putrinya bermusuhan dibelakangnya. Raja menuntut penjelasan dari mereka.
Tangan Mi Shil bergetar saat menuang teh, dia gugup. Seol Won lapor bahwa So Hwa disembunyikan oleh Eul Jae di Kementrian Administrasi. Sekarang Mi Shil panik. Dia ingin Seol won mengambil So Hwa. Seol Won cemas itu akan mengacaukan istana. Mi shil tidak peduli dan menghendaki So Hwa. Mi shil akan membangunkan kembali agen rahasianya. Mi shil ingin Deok Man dibawa kepadanya bagaimanapun caranya, baru setelah itu mereka membuat rencana.

Yu shin dan Deok Man beristirahat. Deok Man berkata, Raja yang mengejarnya. Raja tidak mengingini keberadaannya. Yu shin berkata ia salah, bukan Raja tapi Eul Jae. Demi kesetiannya pada keluarga Raja, Eul Jae melakukan hal itu. Yu Shin minta Deok Man belajar lebih bijaksana dari Cheon Myeong, Ratu, dan dirinya. Yu Shin berkata ia sudah minta ayahnya membantu mereka. Karena dikejar tiba2, Yu Shin melarikan diri tanpa uang.

Dae Pung menemui Kim Seo hyeon dan menyampaikan surat Yu Shin. Yu shin minta ayahnya pergi ke Manno dan bertemu dengannya di pondok tempat mereka biasa berburu. Kim seo Hyeon khawatir dan bertanya apa yang terjadi. Dae Pung menjelaskan Kim yu shin pergi ke gunung Yeo Ham tapi takterlihat sampai sekarang. Putri Man myeong benar2 mencemaskan Yu Shin. Kemudian Eul Jae datang menemui Kim Seo Hyeon.

Deok Man dan Yu shin memasuki suatu desa yang terserang wabah yang misterius. Deok Man bertanya mengapa penduduk meletakkan mayat didalam tembikar besar . Yu Shin berkata bahwa penduduk desa tidak punya uang untuk mengubur mayat keluarganya dengan peti, maka mereka menggunakan tembikar untuk penguburan. Penduduk melaporkan ada wabah di desa Yangji. Kim Yu Shin bertanya apa desa berikutnya juga kena. Ternyata belum. Desa itu adalah tempat ia berjanji dengan ayahnya.

Kim Seo Hyeon tahu dari Eul Jae bahwa putri kembar adalah Deok Man dan sekarang lari dengan Kim Yu Shin. Eul Jae tahu Yu Shin tergesa-gesa jadi ia pasti minta bantuan ayahnya. Eul Jae berkata jika masalah ini terungkap keluarga Raja dalam bahaya. Apa yang diinginkan Eul Jae. Eul Jae ingin Kim Yu Shin kembali dan Deok Man dibunuh. Kim Seo Hyeon kaget. Eul Jae menegaskan dia akan meyakinkan Raja untuk memberikan ijin untuk pernikahan Kim Yu Shin dengan Putri Cheon Myeong. Mereka benar2 membutuhkan seorang pewaris takhta. Eul Jae berkata bahwa kepala Deok Man berharga sebagai ganti pernikahan dengan Putri Cheon Myeong.

Eul Jae melaporkan pada Raja. Kim Yu Shin sudah meminta bantuan ayahnya. Eul Jae berbohong dan berkata dia meminta Kim Seo Hyun mengirim Deok Man kembali ke Cina. Raja ragu dengan ketulusan Eul Jae. Raja meminta Eul Jae meninggalkannya. Raja menangis ia meyakinkan dirinya sendiri bahwa Eul Jae bisa dipercaya. Tapi hatinya sakit mengingat Deok Man ia tahu Eul Jae pasti akan membunuh Deok Man demi kelangsungan keluarga Raja. Raja secara jujur meminta maaf karena ia bukan orang tua yang baik untuk Deok Man, ia hanya dapat memberikan penderitaan untuk Deok Man. Raja menangis terisak-isak.

Im Jong menghadap Eul Jae, Seol Won dan pasukannya pergi ke ruangan mereka dan berkata bahwa ada mata-mata Baekje didalam. Kim Yong Chu mencoba mencegah Seol Won. Tapi Seol Won menantangnya. Jika Kim Yong Chu mencoba menghentikannya, maka akan ada pertumpahan darah diantara dua kementerian. Seol Won akhirnya masuk dan mendapatkan So Hwa bersama Joo Bang dan Go Do. Eul Jae datang dan marah karena Seol won berani masuk dan mengacau. Seol won beralasan So Hwa adalah mata2 Baekje. Eul Jae tidak mampu mencegahnya. (Tirza: kalau Eul jae mencegah Seol Won, Eul jae terpaksa membuka rahasia So Hwa).
Seol Won mengikuti perintah Mi shil untuk menempatkan mereka di kuil pendeta Wyol Cheon.

Bo Jong menjaga ketiganya. Go Do masih mencoba mengerti bahwa Deok Man itu wanita. Joo bang mencoba bersahabat dengan So Hwa. Joo Bang tahu kalau So Hwa adalah ibu Deok Man. Joo Bang bertanya hubungan Deok Man dengan Raja. Dia berjanji akan mempertemukan So Hwa dengan Deok Man.

Salah satu mata2 Mi shil melapor bahwa mereka akan ke gunung Deung saat dini hari tapi mata2 itu tidak tahu tujuan pastinya. Seol Won memerintahkan Bo Jong menyebarkan berita dengan merpati pos. Seol Won lapor pada Mi shil bahwa mata2nya sudah menemukan Yu Shin dan Deok Man. Mi Shil tidak ingin ada kesalahan. Seol won menegaskan, karena mata2nya ada dalam pasukan Kim seo Hyeon.

Kim Seo hyeon mengumpulkan orang2nya dan pergi. Kim Seo hyeon akan mengatakan tempatnya jika mereka sampai di tujuan. Kim Yu Shin dan Deok Man beristirahat di sebuah gua. Kim Yu Shin pergi mencari makanan. Deok Man merasa ragu. Yu Shin berkata Deok Man tidak perlu berpikir, lakukan saja perintahnya. Ayahnya akan tiba besok pagi, sampai waktu itu, Deok Man jangan berpikir apapun. Tiba2 seseorang bertanya apa ada orang di gua. Yu Shin dan Deok Man waspada. Ternyata seorang lelaki keluar dan melihat mereka dan bahkan mengedipkan mata ke arah Deok Man! dan pergi. Dia adalah Bi Dam.

Bi Dam keluar menemui orang2 itu. Bi Dam menemui orang2 yang mencari tanaman obat untuknya. Bi Dam mencari Sae Shin (jahe liar), obat yang bisa untuk makanan atau pengobatan. Sae Shin sulit ditemukan karena banyak dicari orang setelah wabah penyakit. Bi Dam berkata ia akan dihukum oleh gurunya jika tidak mendapatkannya. Bi Dam mendapatkan ayam. Kim Yu Shin mendatangi Bi Dam dan meminta sedikit makanan. Ia akan membayar besok.

Bi Dam berkata ia tidak dapat membaginya, karena ia juga tidak punya makanan cukup. Kemudian Bi Dam pergi dan melempar tulang ayam dan kemudian dengan kecepatan tinggi melempar sebagian ayam kearah Deok Man yang ditangkap oleh Yu Shin. Bi Dam tersenyum, ia menguji Yu Shin. Bi Dam minta jaminan pembayaran dengan ikat kepala Yu Shin. Yu Shin melemparnya ke arah Bi Dam. Bi Dam pergi. Yu shin berkata ia bisa kehilangan kesabaran dengan Bi Dam, jika bertemu lagi dia akan melawannya. Yu Shin berkata Deok Man harus lebih sigap. Itu masa lalu kata Deok Man. Deok Man mulai makan tapi kemudian ia terisak lagi.

Bi Dam kembali ke desa dan menemui gurunya yang tak lain tak bukan adalah..Gukseon Moon Noh. Tanpa mengatakan apapun, Moon Noh memukul Bi Dam dengan sapu. Bi Dam dihukum dan berlutut di depan Moon Noh. Moon Noh bertanya apa Bi Dam makan daging. Bi Dam minta maaf. Moon Noh bertanya mengenai obat tapi tidk mendapatkannya karena yang diperoleh Bi Dam adalah pencegahnya dan bukan obatnya. Moon Noh minta Bi Dam keluar

Kim Yu Shin mengingat saat Deok Man menjadi Nang Donya, saat Deok Man harus mengenakan berkantung-kantung pasir. Awalnya Yu Shin tidak menyukai Deok Man tapi karakter Deok Man yang pantang menyerah membuat Yu Shin lama2 mulai menyukainya. Apa Deok Man tetap dapat berada di sisinya tanpa harus marah, sedih dan kembali seperti Deok Man diwaktu itu. Maka Yu Shin yakin ia dapat membentuk Deok Man. Deok Man berharap ia dapat seperti yang diharapkan oleh Yu Shin tapi dengan semua peristiwa ini, lebih baik jika ia menghilang.

Kim Seo Hyeon berkata mereka harus menangkap Deok Man. Kim Yu Shin akan bertemu dengannya di sini, dan anak buah Kim Seo Hyeon akan menyerang Deok Man yang pastinya sendirian. Mereka harus membawa Deok Man ke Wo San Guk (120 km dari Korea, Laut Timur dekat Jepang) dan membunuhnya. Kim Yu Shin tidak boleh tahu dan hanya menjalankan rencananya kalau Deok Man sendirian.

Kim seo Hyeon meminta Yu Shin membawa Deok Man ke pondok dan kembali padanya. Yu Shin meyakinkan apakah ayahnya datang sendirian. Ayahnya berkata ia datang dengan orang kepercayaannya saja. Sementara itu, mata2 Mi shil mengirimkan berita dengan merpati. Yu Shin membawa Deok Man ke pondok dan berkata setelah diperbaiki, pondok ini nyaman ditempati. Yu Shin minta Deok Man masuk untuk beristirahat. Kim Yu Shin berkata akan menemui petugas lokal desa, dan akan mencari sesuatu di pasar saat pulang nanti. Yu Shin minta Deok Man jangan berpikir terlalu banyak.

Deok Man melihat sekelilingnya dan memeriksa pondok itu. Seol won mendapatkan merpati dan lapor pada Mi Shil. Mi Shil ingin Deok Man ditangkap hidup-hidup. Seol Won meyakinkan Mi Shil. (Tirza : confusing..yang seharusnya tokoh baik malah ingin membunuh, tokoh jahat ingin Deok Man hidup…dilema)
Anak buah Kim Seo Hyun menyusuri padang di luar pondok. Tiba2 Bi Dam muncul dan mengejutkan mereka. Orang2 Kim Seo Hyun memintanya pergi, Bi Dam dengan akting seperti orang bodoh melenggang pergi. Kemudian anak buah Kim Seo Hyun melihat ikat kepala Yu shin di keranjang Bi Dam. Mereka mengira Bi Dam mencurinya. Mereka memukuli Bi Dam.

Yu Shin terperanjat saat mendengar rencana ayahnya dan ini demi Yu Shin. Kim Yu Shin tidak percaya apa yang dilakukan ayahnya. Dia pergi. Kim Seo Hyeon menghentikan putranya dengan menghunus pedangnya. Kim Seo Hyun berkata ini adalah caranya mempertahankan keluarga mereka dan Kim Yu Shin. Kim Yu Shin minta ayahnya mengalahkannya karena ia tetap pergi. Kim Seo Hyeon berkata percuma pergi ke pondok. Deok Man mungkin sudah mati.

Deok Man keluar dari pondok dan dikepung pasukan Kim Seo Hyeon. Mereka minta Deok Man mengikutinya. Seol Won memacu kudanya ke Yi Sui Gun. (Tirza: Ayo..oom Seol Won …kali ini aku ngedukung Seol Won). Deok Man menghunus pedangnya. Anak buah Kim Seo Hyeon mendapat perintah mereka harus membunuh Deok Man kalau ia melawan. Deok Man bertanya atas perintah siapa mereka datang membunuhnya. Kim Seo Hyeon atau Raja Jinpyeong, tapi mereka tidak menjawabnya. Mereka tetap meminta Deok Man ikut tapi Deok Man menolak. Mereka bersiap menyerang Deok Man saat tiba-tiba Bi Dam muncul dan memanggil mereka.

Seorang pergi menghadapi Bi Dam dan berakhir menjadi daging cincang di tangan Bi Dam. (Tirza: murid Moon Noh gitu lho…) Kemudian Bi Dam menyerang pasukan Kim seo Hyeon dengan ilmu pedang yang cepat dan keren…Bi dam menyerang tanpa ampun. Bi Dam berkata ia akan membunuh mereka semua. Bi Dam membuat Deok Man terpana.

Queen Seondeok Episode 22

Bi Dam melawan mereka dan meninggalkan Deok Man bertanya-tanya siapa dia. (Tirza: Bidam = anak Raja Jinji dengan Mi Shil). Bi Dam membantai anak buah Kim Seo Hyeon tanpa ampun. Akhirnya mereka melarikan diri. Bi Dam mengambil ikat kepala Yu Shin dari tangan mereka. Kim Yu Shin berlari ke arah Deok Man dan melihat Bi Dam membawa pedang menuju Deok Man. Kim Yu Shin salah paham dan menyerang Bi Dam. Deok Man minta Yu Shin berhenti karena Bi Dam sudah menyelamatkan nyawanya. Bi Dam mengembalikan ikat kepala Yu Shin. Yu Shin minta maaf dengan kesalahpahaman ini.

Yu shin mencoba mengambil ikat kepalanya dan Bi Dam menagih uang untuk ayam yang ia berikan kemarin malam. Kim Yu shin tidak memilikinya. Bi Dam berpikir Yu Shin bercanda. Yu Shin akhirnya memberikan perisai kulitnya untuk pembayaran. Bi Dam mencium perisai itu dan mengenali bau kulit sapi. Bi Dam merasa pakaiannya dinodai darah dan Moon Noh pasti akan menghukumnya. Yu Shin bertanya darimana asal Bi Dam. Bi Dam berkata dia tidak memiliki kampung halaman tapi sekarang tinggal di desa yangji. Bi Dam berkata ia akan sangat berterima kasih apabila bisa mendapatkan Se Shin. Bi Dam mengembalikan ikat kepala Yu Shin dan berkata permainan pedang Yu Shin terlihat berat dan ia merasa lucu.

Kim Yu shin mengajak Deok Man pergi. Yu Shin berkata mereka harus menghindari semua kontak dengan siapapun. Yu Shin menggandeng Deok Man seperti anak kecil. Kim Seo Hyun tahu misinya gagal karena Bi Dam. Anak buahnya lapor bahwa Bi Dam memiliki ilmu pedang yang sangat hebat. Jurus pedangnya mirip dengan Im Jong dari Ho Guk Seon Do. Kim Seo Hyeon bertanya apa ia Nangdo Im Jong. Bukan, jurus pedangnya lebih cepat daripada Im Jong. Mereka juga berpikir orang itu bukan suruhan Mi Shil.

Seol Won mengunjungi pejabat lokal desa Yangji. Bo Jong meminta perbekalan. Seol Won bertanya apa ada berita dari mata2 dan Bo Jong berjanji akan mengirim kabar pada ayahnya. Seol Won memerintah Seok Bum untuk memeriksa lingkungan sekitar dengan penuh waspada.

Deok Man bertanya mengenai maksud ayah Yu Shin. Ia tahu Kim Seo Hyeon yang ingin membunuhnya, ia kenal dengan salah satu orang suruhannya. Kim Yu shin tidak menjawabnya, tapi Deok Man berteriak: “Semua ingin membunuhku! Semua ingin aku mati!” Yu Shin balas membentaknya agar tidak menjadi bodoh dan jangan memikirkan itu. Kim Yu Shin melihat anggota nang do dari Bo Jong ada di sekitar. Yu Shin membawa Deok Man pergi dari pasar. Yu Shin menyeret Deok Man sepanjang jalan dan Deok Man terus bertanya kemana mereka dapat pergi.

Yu shin berkata mereka tidak dapat diam saja karena Deok Man pasti akan mati. Yu Shin membawa Deok Man ke desa Yangji dimana terjadi wabah, itu adalah tempat paling aman untuk bersembunyi. Tidak ada orang yang mau mendekati desa dengan wabah penyakit. Yu Shin tahu semua orang menginginkan mereka, dari Raja sampai Mi shil. Jika mereka tidak bertahan mereka pasti akan mati. Yu Shin meyakinkan Deok Man, ia tidak akan menyerah tapi jika Deok Man menyerah, maka bebannya menjadi berlipat. Yu Shin memohon agar Deok Man tidak menyerah. Kim Seo Hyeon masih melacak Yu Shin dan mendapat laporan kalau Yu Shin menuju desa Yangji.

Kim Seo Hyeon memerintah anak buahnya tidak tergesa2 karena Yu Shin bersama Deok Man. Kim Seo Hyeon tahu putranya bukan pengambil resiko, jadi ia memerintah untuk mengawasi desa Yangji. Bi Dam berlutut didepan Moon Noh, ia minta ampun karena tidak membawa Se Shin dan pakaiannya ternoda darah. Bi Dam berkata ia menyelamatkan seseorang yang hampir dibunuh. Moon Noh bertanya apa penyelamatan itu menyebabkan kematian orang lain? Moon Noh ingin tahu apa Bi Dam membunuh orang. Bi Dam membela diri, ia hanya mencoba menyelamatkan orang. Moon Noh berkata Bi Dam bukan ingin menyelamatkan tapi membalas dendam. Moon Noh berkata bahwa Bi Dam tidak pernah mengampuni dan memperlihatkan belas kasihan pada orang lain dan Bi Dam akan membunuh karena ia tidak dapat menahan amarahnya. Bi Dam berkata ia menyelamatkan seseorang. Moon Noh berteriak pada Bi Dam

Saat itulah Yu Shin datang dan memberi salam. Bi Dam kaget melihatnya. (Tirza : Astaga..akhirnya Deok Man bertemu Moon Noh…!)

Bi Dam berkata pada Moon Noh, mereka adalah orang yang diselamatkannya. Deok Man maju dan membenarkan Bi Dam. Moon Noh berkata pada Bi Dam bahwa pasien mereka bertambah banyak. Jika tidak segera ditangani, akan menyebarkan wabah ke desa yang lain. Moon Noh minta Kim Yu Shin dan Deok Man untuk pergi karena ada wabah di desa ini dan tidak bijaksana tinggal disini. Kim yu Shin berkata mereka punya alasan memasuki desa ini. Moon Noh memandangi mereka.

Seol Won dan Bo Jong mencari Deok Man dan Yu Shin. Mereka melihat Bi Dam mencoba mencari Se Shin, Penjual obat berkata biarpun Bi Dam memberinya banyak uang, ia tetap tidak dapat memperoleh Se Shin. Bi Dam berkata bukan saja desa Yangji tapi wabah ini akan menyebar jika ia tidak memperoleh obat. Bi Dam diminta pergi.

Bi Dam dibawa menghadap Seol Won. Bi Dam berkata ia tidak melakukan kesalahan. Seol Won bertanya apa ia penduduk Yangji. Bi Dam berkata ia dan gurunya hanya lewat dan berhenti untuk menolong penduduk desa. Seol won memuji guru Bi Dam. Seol Won bertanya apa ada 2 orang dengan seragam Hwa Rang, jika Bi Dam membawa Deok Man, maka ia akan memberikan apa yang diinginkan Bi Dam jika Bi Dam membawa Deok Man padanya.

Bi Dam pergi dan memikirkan tawaran Seol Won. Yu Shin dan Deok Man membantu memotong kayu. Deok Man meminta Yu Shin meninggalkannya. Kim Yu shin tidak menanggapinya. Deok Man tidak ingin Yu Shin bermusuhan dengan ayahnya. Kim Yu shin bertanya apa Deok Man begitu berharga. Sekarang saja Deok Man sudah menyerah meskipun kau tidak tahu untuk apa. Orang2 mati karena Deok Man. Deok Man merasa tidak tahan orang2 mati karena dirinya. Ia minta Kim Yu Shin meninggalkannya sebelum itu terjadi dan ia tidak cukup berharga untuk itu. Kim Yu Shin berkata Deok Man bodoh karena ia telah memilih Deok Man daripada ayahnya. Deok Man kaget (Tirza: wow..wow..apa ini? pernyataan cinta Yu Shin pada Deok Man?)

Deok Man pergi dan Kim Yu Shin melampiaskan kemarahannya pada kayu. Moon Noh datang dan mengamatinya. Moon Noh mengamati potongan kayu dan Yu Shin minta maaf dengan kerusakan yang ia buat, ia akan menebusnya nanti. Moon Noh bertanya siapa nama Kim Yu Shin. Yu Shin heran melihat Moon Noh memeriksa tangannya. Tangan Yu Shin melepuh. Moon Noh bertanya apa ia punya guru. Moon Noh berkata bahwa Yu Shin tidak mendapat bimbingan dari ahli dan terjebak dalam latihan yang tidak ada gunanya. Pasti sangat susah mencapai tingkat ini.

Kim Yu Shin tidak mengerti apa maksud Moon Noh. Moon Noh bertanya apa Yu Shin terlibat dalam pertarungan pedang akhir2 ini. Moon Noh berkata bahwa Yu Shin tidak menyadari potensinya sendiri. Moon Noh pergi dan Kim Yu Shin memikirkan apa yang dikatakan Moon Noh. Deok Man pergi ke toko obat dan melihat sekantung Bi Sang (racun arsenik putih Cina). Deok Man melihat kantung itu dan bertanya apa ia lenyap saja dari dunia ini.

Kim Seo Hyeon mendapat laporan bahwa Seol Won terlihat juga di sekitar sini. Kim Seo Hyeon berkata bahwa Deok Man tidak boleh jatuh ke tangan Mi Shil. Kim Seo Hyeon lebih ingin Deok Man mati daripada jatuh ke tangan Mi shil. Bi Dam pulang dan melihat Yu shin dan Deok Man selesai bersih2. Yu Shin bertanya apa lagi yang harus ia kerjakan. Bi Dam berkata bahwa jerami di penjara terlalu banyak, ia minta Yu Shin mengambil setengah untuknya. Yu Shin mengerjakannya dan saat Yu Shin di dalam penjara, Bi Dam menutup pintunya dan mengurung Yu Shin.

Bi Dam mengacungkan pisau ke arah Deok Man dan berkata dia harus diikat. Bi Dam mengikat Deok Man mengitari pohon. Yu Shin berteriak minta penjelasan. Bi Dam minta maaf. Deok Man bertanya siapa yang menyuruh Bi Dam. Bi Dam tidak tahu tapi orang itu menginginkan Deok Man. Bi Dam berkata agar Deok Man tidak berpikir ini tidak adil. Ia mungkin dapat menyelamatkan nyawa 200 orang penduduk desa. Deok Man memikirkan ini. Yu Shin minta Deok Man berusaha lari.

Deok Man merasa jika ia jatuh ke tangan Mi Shil, kematian tidak akan cepat dan mungkin akan mengancam Raja dan Putri Cheon Myeong. Jika jatuh ke tangan Raja maka kematian akan lebih cepat. Deok Man merasa jika ia bertahan maka ia hanya memberikan kemalangan daripada kebaikan.

Yu Shin meminta Deok Man bertahan dan tidak menyerah. Deok Man bertanya darimana ia akan mendapat kekuatan jika orang tuanya saja menginginkan ia mati. Deok Man tidak ingin mendengar lagi. Bi Dam menemui Seol Won dan berkata ia mendapatkan keduanya dan bertanya apa Seol Won akan memegang janjinya.

Seol Won berbisik, mereka ingin membawa Deok Man hidup2 dan membuat persiapan. Bi Dam bertanya sebenarnya siapa mereka. Bo Jong berpikir Bi Dam tidak sopan dan berkata Seol Won adalah Menteri Pertahanan Seorabeol. Seol Won meyakinkan Bi Dam jadi Bi Dam tidak perlu curiga padanya. Bi Dam bertanya apa mereka memiliki obat yang ia butuhkan. Seol Won menegaskan saat mereka mendapatkan Deok Man maka Bi Dam akan memperoleh obatnya. Bi Dam pergi. Seol Won memerintah Bo Jong mengabarkan ini pada Mi Shil. Seol Won senang sekali.

Mi Saeng mengabarkan bahwa Seol Won sudah mendapatkan Deok Man. Mi Shil senang sekali. Mi Shil berkata inilah saatnya mereka mempersiapkan segalanya. Sebelum pergi, Seo Ri menyatakan kekhawatirannya bahwa Deok Man adalah anak dengan ramalan bintang Gaeyang. Mi shil ingat mengenai surat Moon Noh. Mi shil tampak sedikit terperanjat. Seo Ri mencemaskan ramalan tentang Deok Man, ia berpendapat Deok Man tetap harus dibunuh demi kebaikan mereka.

Mi Shil berkata Seo ri terlalu percaya dengan omong kosong ramalan itu. Mi shil berkata Seo ri cemas karena ia Pendeta Agung dan pekerjaannya berat. Seo Ri tampak tidak suka karena sekarang Mi Shil tidak begitu mempercayai campur tangan langit tapi Mi shil hanya percaya pada dirinya sendiri. Mi Shil berkata ia adalah orang yang dapat minta hujan dan gerhana bulan, apa artinya ramalan bintang itu. Mi Shil berkata ia adalah Mi Shil. Seo Ri tidak suka dengan kearoganan Mi Shil.

Eul Jae menghadap Raja dan berkata bahwa pihak Mi Shil juga sudah mengetahui mengenai keberadaan Deok Man. Untuk menyelesaikan ini hanya ada satu cara, yaitu mengadakan pernikahan sekutu antara Putri Cheon Myeong dengan Kim Yu Shin. Raja memperhatikan usulan pernikahan ini. Eul Jae berkata jika penerus kerajaan sudah pasti maka pihak Mi Shil tidak akan dapat melakukan apa-apa. Eul Jae perlu memperkuat posisi Kim Seo Hyeon. Putri tidak setuju dengan usul Eul Jae dan mengabaikan keselamatan Deok Man. Eul jae berkata jika Kim Yu Shin menjadi menantu Kerajaan maka ia dapat berperan sebagai Putra Mahkota, maka masalah mengenai tidak adanya penerus takhta dari Seonggol akan lenyap.

Ratu Maya minta maaf pada Cheon Myeong karena memaksakan pernikahan sekutu ini. Cheon Myeong berkata jika Pernikahan Kerajaan terjadi dengan garis keturunan Gaya maka mereka akan dapat memperbaharui dasar kekuatan mereka dan lagi mereka tidak tahu apa yang akan dilakukan pihak Mi Shil. Putri berkata daripada duduk saja lebih baik mulai sekarang mereka bersiap-siap. Im Jong menghadap dan mengabarkan mengenai pertemuan para bangsawan.

Se Jong membuka pertemuan dan berkata bahwa mereka prihatin bahwa keturunan Seonggol akan punah. Raja, Ratu, Putri Cheon Myeong juga Mi Shil hadir. Se Jong menyinggung tentang kelahiran putri kembar. Eul jae membantah dan meminta bukti. Se jong minta Mi Saeng masuk. Mi Saeng masuk dengan Chil Sook dibelakangnya. Chil Sook memberi salam pada anggota Dewan. Semua terperanjat melihat Chil Sook. Se Jong mengijinkan Chil Sook berbicara di rapat ini. Semua menyetujui Chil Sook berbicara. Chil Sook akhirnya berbicara. 20 tahun yll, Ratu Maya melahirkan putri kembar. Raja memberikan putrinya pada So Hwa pelayannya dan menyuruh mereka pergi. Ia diperintah mengejar mereka. Dia tidak mampu menangkapnya, tapi saat ia tiba di Silla, dia mengenali putri itu yang telah kembali ke Seorabeol. Raja melihat ke arah Mi Shil yang memandangnya dengan senyuman. “Checkmate!”

Bi Dam melayani mereka makan. Kim Yu shin tidak suka dan melemparnya. Yu Shin tidak akan memaafkan Bi Dam. Bi Dam menemui Deok Man yang terikat, ia berkata Deok Man juga pasti tidak mau makan. Ia bergumam bahwa orang dari Kementerian Pertahanan yang menginginkannya. Bi Dam akan kembali membawa makanan. Deok Man berterima kasih. Bi Dam heran, ia akan menjual Deok Man tapi dia tidak marah justru berterima kasih padanya. Bi Dam merasa Deok Man gila.

Mi Shil menemui cheon Myeong. Mi Shil mengkonfirmasi bahwa Cheon Myeong tahu mengenai Deok Man. Cheon Myeong berkata bahwa Mi Shil hanya mengira Deok Man itu adalah saudara kembarnya padahal Deok Man itu pria. Mi Shil mengancam apa nanti setelah Deok Man dibawa ia perlu ditelanjangi agar ketahuan jenis kelaminnya. Mi Shil berkata ia memiliki Chil Sook dan So Hwa. Jadi saat Putri Deok Man dibawa pulang ia akan memperlihatkan tanda lahirnya. Maka Ratu dan kedua Putri harus bertanggung jawab atas lenyapnya keturunan pria Seonggol. Putri berkata ia akan melakukannya jika mereka dapat membawa Deok Man ke hadapan Dewan. Mi shil berkeras bahwa Deok Man akan dibawa ke hadapan mereka. Cheon Myeong berkata jika Mi Shil gagal, maka ia akan dituduh menghina keluarga raja dan harus mempertanggung jawabkannya di hadapan masyarakat Silla.

Mi Shil pergi dan Cheon Myeong berkata meskipun Mi Shil berbicara seolah-olah ia memiliki kekuasaan dan mendapat kemurahan langit tapi itu semua akan segera lenyap sebelum ia mengetahuinya.

Putri Man Myeong meyakinkan Raja jangan terlalu khawatir karena suaminya sudah pergi kesana sebelum Mi Shil dan akan mendapatkan Deok Man. Eul jae juga menghibur bahwa Deok Man bersama Kim Yu Shin. Mi Shil tidak akan mendapatkan Deok Man. Raja berkata ini benar2 tragedi. Sebagai ayah ia telah membuang anaknya dan sekarang ia bahkan tidak mampu melindunginya.

Eul Jae menemui Putri Man Myeong. Eul Jae berkata sangat penting bagi keluarga Kim Seo Hyeon untuk melaksanakan rencana mereka. Eul Jae berkata ia harus membunuh Deok Man tanpa jejak. Hanya ini jalan satu2nya untuk mempertahankan keluarga Raja dan keluarga Putri Man Myeong. Putri Man Myong mencemaskan suami dan putranya.

Yu Shin berusaha mencari cara untuk melarikan diri. Deok Man : “Jika berhasil, lalu apa?” Yu Shin tidak akan membiarkan Mi Shil membawa Deok Man. Deok Man tahu, jika ia jatuh ke tangan Mi Shil maka Raja Jinpyeong akan terancam dan Ratu juga Putri akan diturunkan. Deok Man merasa lebih baik memang ia lenyap saja. Yu Shin merasa Deok Man sangat bodoh. Yu shin minta Deok Man untuk berpikir jernih dan jangan berpikiran bodoh.

Bi Dam datang dan mendengar percakapan mereka. Yu shin memanggil Deok Man yang diam saja. Deok Man berpikir, ia akan pergi tanpa penyesalan, tapi untuk Kim Yu Shin berpisah darinya akan menimbulkan penyesalan besar. Yu Shin tidak menyukai kesunyian ini dan minta Deok Man berbicara. Deok Man tidak akan membiarkan Mi Shil memperoleh keinginannya. Bi Dam bertanya siapa orang yang dimaksud Deok Man. Deok Man berkata ada orang yang sangat istimewa. Bi Dam melempar makanan Yu Shin.

Deok Man bertanya mengenai obat, Bi Dam berkata ia akan mendapatkannya setelah menyerahkan Deok Man pada mereka. Paginya, Bi Dam berkata pada Yu Shin, ia akan membawa Deok Man pada Seol Won Rang. Kim Yu Shin berteriak bahwa Bi Dam tidak boleh melakukannya dan mencoba membuka pintu penjara. Bi Dam membawa Deok Man dan Yu Shin berteriak pada Deok Man. Bi Dam membawa Deok Man pergi. Bi Dam berkata Deok Man tidak akan disakiti. Kim Yu Shin murka dan berkata jika ia bisa keluar dari sini, ia akan mencari Bi Dam atas apa yang dilakukannya.

Deok Man berterima kasih pada Yu Shin atas segalanya. Kim Yu shin terus berteriak pada Deok Man dan murka. Sambil berjalan, Bi dam berkata ia akan membebaskan Yu Shin setelah ini selesai. Kemudian Bi Dam menemukan belati Raja Jinheung dari lengan Deok Man dan heran selama ini Deok Man memiliki belati mengapa ia tidak melepaskan diri. Deok Man ingin Bi Dam mendapatkan obat itu untuk penduduk desa agar 200 nyawa itu bisa selamat. Bi Dam mengembalikan belati itu pada Deok Man. Bi Dam membawa Deok Man pada Seol Won Rang. Bi Dam minta Se Shin dan Seol Won memperlihatkan barangnya. Bi Dam melihat betapa banyaknya Se Shin itu, padahal ia susah sekali menemukannya.

Seol won minta Deok Man diserahkan padanya. Bo Jong dan Seok Bum mengawal Deok Man pada Seol Won. Seol Won memberi hormat pada Deok Man dan memanggilnya Putri. Deok Man tidak berniat membantu Seol Won. Bi Dam mengambil Se Shinnya dan melihat Deok Man sekali lagi. Kim Yu Shin mencoba melarikan dirinya tapi gagal. Ia ingat perkataan Bi Dam mengenai ilmu pedangnya yang berat. Lalu Yu Shin mulai memukul pintu dengan tongkat pemukulnya.

Moon Noh kaget dengan perbuatan Bi Dam, Bi Dam menjual Deok Man demi Se Shin. Moon Noh menghukum Bi Dam. Bi Dam berkata itu pilihan antara satu orang dengan 200 orang. Moon Noh memarahinya, beraninya Bi Dam mempermainkan nilai seorang manusia. Apapun alasannya jangan pernah menganggap enteng satu nyawa manusia-pun. Bi Dam kemudian ingat perkataan Deok Man bahwa ia tidak akan memenuhi keinginan Seol Won, ia ingat Deok Man punya belati tapi tidak menggunakannya agar ia dapat memperoleh obat. Moon Noh murka tapi Bi Dam melarikan diri dan berkata ia ada urusan penting.

Bi Dam kembali ke tempat pertemuan tapi sudah sunyi. Kim Yu Shin terus memukul pintu sel. Seol Won membawa Deok Man dan Deok Man memutuskan tali pengikatnya. Yu Shin akhirnya dapat menghancurkan pintu sel dan mencari Deok Man. Bi Dam juga berlari menyusul rombongan Seol Won Rang. (Tirza : go..Bi Dam..he..he this guy is really crazy but cute!)

Deok Man berhasil memotong talinya dan menunjukkan belatinya pada setiap orang. Deok Man mengancam akan bunuh diri. Bo Jong mencoba menghentikannya tapi disambar oleh belati Deok Man. Seok Bum melumpuhkan Deok Man dan Seol Won minta agar Deok Man disumbat mulutnya. Seok Bum bertanya apa Bo Jong terluka. Kemudian Bi Dam datang. Seol Won berkata mereka tidak ada urusan lagi dengan Bi Dam. Bi Dam berkata ia mengubah pikirannya, metode pembayarannya tidak benar. Bi Dam harus membawa Deok Man pulang. (Tirza: Bi Dam ini mirip perpaduan Racun Barat Auwyang Hong and Sintiaw Tayhiap Yang Ko di serial Sin Tiaw Hiap Lu, jahat dan baik dengan sedikit gila dan ambisius.)

Seok Bum berkata Bi Dam gila (emang!) jika meminta Deok Man dari mereka. Bo Jong akan menghadapi Bi Dam tapi Seok Bum melihat Bo Jong terluka ia mendekati Bi Dam dan menyuruhnya pergi. Bi Dam mulai melawan dan menempatkan dirinya di depan Deok Man dan melepaskan sumbatan mulutnya. Deok Man bertanya mengapa ia kembali. Bi Dam berkata jangan menganggap remeh nyawa seseorang, biarpun cuma satu. Orang2 Seol Won Rang datang semakin banyak.

Deok Man bertanya apa yang akan dilakukan Bi Dam. Bi Dam berkata ia harus membunuh banyak orang hari ini dan akan dihukum karenanya. Kim Yu Shin datang dengan memukul semua orang. Deok Man kaget dengan kedatangan Kim yu Shin. Bi Dam terkejut bagaimana Kim Yu Shin dapat keluar dari selnya. Kim Yu Shin mendekat ke arah Deok Man dan berkata pada Bi Dam setelah semua selesai ia akan membunuh Bi Dam. Bi Dam berkata : “Kita bicarakan masalah ini setelah semua selesai.” Bi Dam dan Yu Shin siap bertempur dengan Seol Won Rang untuk Deok Man.

Bi Dam : “Ayo, jika kalian menyentuh anak ini kalian semua akan mati.”

Kim Yu Shin : “Siapa saja yang mendekati Deok Man akan menghadapi aku…Serang!!!”

Queen Seondeok Episode 23

Anak buah Seol Won Rang mengepung mereka bertiga. Deok Man berhasil melepaskan dirinya saat Bi Dam dan Kim Yu Shin bertempur untuknya. Yu Shin melemparkan pedang ke arah Deok Man, tapi Deok Man masih tertegun sehingga Yu Shin minta padanya untuk tetap fokus.
Seol Won menyadari bahwa jurus2 pedang Bi Dam mirip dengan Moon Noh. Seok Bum menghadapi Kim Yu Shin. Dulu, Seok Bum dengan mudah mengalahkan Yu Shin, tapi sekarang Yu Shin sudah lebih siap dan terlatih. Kim Yu Shin mengalahkan Seok Bum dan Bo Jong. Seol Won Rang dan bahkan Deok Man merasa terkejut dengan kemajuan ilmu pedang Yu Shin. Yu Shin ingat semua petunjuk Moon Noh.

Seol Won memanggil lebih banyak orang. Bi Dam mengajak Yu Shin dan Deok Man lari. Deok Man diseret oleh Yu Shin dan Bi Dam. Bo Jong memerintah menembakkan panah ke arah kaki tapi meleset. Mereka terdesak dan lari ke arah tebing. Bi Dam dan Yu Shin memegang erat tangan Deok Man dan meloncat bersama ke bawah menuju air. Bo Jong dan Seok Bum melihat ke bawah dan kehilangan mereka. Seol Won memerintahkan untuk mencari sampai ketemu.

Guk San Heun dan Dae Pung melapor pada Al Cheon bahwa Kim Yu Shin dan Deok Man menghilang. Begitu pula Joo Bang dan Go Do. Mereka meminta petunjuk Al Cheon. Dae Pung dapat merasa ada yang tidak beres. Al Cheon berkata ini bukan masalah yang perlu dikhawatirkan dan meminta keduanya kembali serta menunggu. Tiba2 Putri Cheon Myeong masuk dan mengejutkan ketiganya. Al Cheon berkata Eul Jae dan Kim Yong Chu tidak ada di sini, tapi Cheon Myeong berkata ia ingin menemui Al Cheon. Al Cheon meminta Guk San Heun dan Dae Pung pergi.

Al Cheon bertanya apa yang diinginkan Putri. Cheon Myeong berkata ia dengar Al Cheon cukup dekat dengan Kim Yu Shin dan minta Al Cheon menolongnya. Sementara itu, Bi Dam merasa semangat sekali setelah terjun dan merasakan kesegaran air. Kim Yu Shin menyeret Deok Man ke pinggir sungai. Deok Man pingsan dan Kim Yu Shin melakukan pertolongan dengan CPR (Tirza: he..he).

Bi Dam masih merasa senang dengan pertempuran yang baru saja dialaminya, Kim Yu Shin berusaha keras menyadarkan Deok Man. Bi Dam menyadari bahwa dada Deok Man dibebat dan Kim Yu Shin berteriak pada Bi Dam untuk memalingkan wajahnya (Tirza: enjoy the scene guys..). Deok Man mulai sadar dan mengeluarkan air dari perutnya. Bi Dam bertanya apa Deok Man itu wanita. Bi Dam merasa pantas saja karena Deok Man tidak punya tenaga menggunakan pedangnya.

Bi Dam membasuh wajahnya di sungai dan menyadari bahwa Deok Man mencoba bunuh diri. Yu shin bertanya apa yang dimaksud Bi Dam bahwa Deok Man memiliki belati tapi tidak untuk memutuskan tali. Yu Shin bertanya pada Deok Man apa Bi Dam benar, dan Deok Man diam saja jadi mungkin benar. Ia ingin bunuh diri.

Bo Jong dan anak buahnya tidak dapat menemukan ketiganya. Seol Won memerintahkan setengah dari anak buah Bo Jong ke desa Yangji dan memeriksa desa itu. Seol won berkata Bi Dam tinggal di sana jadi periksa juga.

Kim Yu Shin, Deok Man dan Bi Dam menemukan gua dan bersembunyi di sana. Yu Shin berkata Deok Man bodoh karena ingin bunuh diri. Yu shin berkata bagaimana dengan dirinya yang mati2an berusaha menyelamatkan Deok Man, bagaimana dengan ibunya yang mati di telan badai pasir, atau bagaimana dengan Putri yang memikirkan keselamatan Deok Man. Bagaimana Deok Man bisa sangat egois dan melupakan orang2 yang memikirkannya. Deok Man berdiri dan bertanya apa yang harus ia lakukan sekarang. Deok Man pergi dan Yu Shin mengejarnya. Bi Dam bertanya apa yang terjadi sehingga kalian bersikap seperti ini.

Kim Yu Shin berkata ada jalan yang dapat ia sarankan yaitu pergi meninggalkan Silla bersama. Mungkin akan lebih baik jika mereka tidak berada di Silla dan meminta Deok Man untuk pergi dengannya. Deok Man bertanya mengapa Yu Shin berkorban untuknya dan berempati padanya. Deok Man bertanya apa Kim yu Shin menyukainya. Kim Yu Shin diam dan Deok Man meneruskan bahwa alasan Yu Shin tidak masuk akal, Yu Shin toh tidak pernah menyukainya. Deok Man pergi tapi Yu Shin menahannya dan berkata ia tidak pernah berkata bahwa ia tidak menyukai Deok Man. Deok Man menyadari bahwa Kim Yu Shin mulai menyukainya. Kim yu Shin pergi dan Deok Man mengikutinya. Bi Dam melihat keduanya dengan rasa ingin tahu.

Kim Yu shin masuk ke dalam gua dan Deok Man berkata pada Yu Shin ia akhirnya tahu alasan sebenarnya, yaitu Kim Yu Shin pasti merasa kasihan padanya (Tirza: girl, he’s in love with u, not feel sorry for u, it’s different..). Deok Man akan melakukan yang sama pada Yu Shin jika Yu Shin ada pada posisinya. Bi Dam masuk dan ikut mendengarkan percakapan mereka. Deok Man minta Yu Shin menarik kembali sumpah setianya.

Kim Yu Shin berkata bahwa ia sudah memilihnya dan dia akan pergi bersama Deok Man. Kim Yu Shin berkata saat di dalam sel, dia merasa dia akan gila saat melihat Deok Man dibawa pergi. Dia merasa dia tidak berguna dan ingin bunuh diri. Kim Yu Shin berjanji dia tidak akan membiarkan insiden seperti ini terjadi lagi dan tanpa ijinnya tidak akan ada seorangpun yang dapat menyakiti Deok Man bahkan tidak Deok Man sendiri. Bi Dam merasa Kim Yu Shin sangat cengeng dengan pernyataan cintanya. Sementara itu anak buah seol won mulai menyusuri pegunungan.

Al Cheon mengumpulkan Nangdo Bi Cheon Ji Do dan Yonghwa di malam hari. Mereka akan pergi ke desa Geumak untuk menyelamatkan Yu Shin dan Deok Man. Al Cheon dan Cheon Myeong pergi ke desa Geumak. Ratu melapor pada Raja bahwa Putri Cheon Myeong meninggalkan istana. Ratu berkata kemungkinan besar Putri pergi dengan Al Cheon. Raja merasa perilaku Cheon Myeong benar2 tidak dapt diduga. Ratu juga menanyakan kabar Kim Seo hyeon pada Putri Man Myeong, tapi dijawab belum ada kabar.

Kim Yong Chu dan Eul Jae juga melaporkan kepergian Cheon Myeong dari Seorabeol. Kim Yong Chu khawatir jika Cheon Myeong ditangkap bersama Deok Man itu bisa menjadi masalah besar. Eul Jae bertanya dimana Kim Seo Hyeon. Ternyata ada di desa Geumak. Raja memerintah Kim Yong Chu agar mengirim Im Jong ke desa itu dan mencari Cheon Myeong segera. Raja juga berpesan agar Im Jong dan Nangdo-nya melindungi Deok Man dan juga Kim Yu Shin.

Ha Jong kecewa Seol Won kehilangan jejak Deok Man. Se Jong marah karena Seol Won tidak juga membawa Deok Man, mereka sudah menyulut peperangan dengan mengadakan rapat Dewan. Jika Seol Won gagal membawa Deok Man maka mereka akan memakan akibatnya. Biarpun ada So Hwa dan Chil Sook yang mereka perlukan adalah bukti keberadaan Deok Man. Mi shil berkata mereka perlu bukti. Karena Chil sook percaya So Hwa ada di tangan Raja. Jika Chil Sook tahu bahwa So Hwa ada pada mereka, Mi Shil tidak tahu bagaimana reaksi Chil Sook. Mi Saeng marah karena Seol Won gagal menangkap Deok Man. Seo Ri berkata itulah sebabnya mengapa mereka seharusnya membunuh Deok Man saja. Chil Sook merasa So Hwa harus segera ditemukan.

Pendeta wyol Cheon memeriksa denyut nadi So Hwa dan Joo Bang memohon pada pendeta bahwa mereka benar2 tidak tahu apa yang terjadi karena mereka hanya pegawai rendahan. Pendeta Wyol Cheon juga berkata ia hanya seorang astronom dan tabib dan Joo Bang memohon agar mereka dibebaskan. Joo Bang mencopet kunci dari Wyol Cheon, tapi kuncinya tidak cocok dengan borgol mereka.

Pendeta menemui Mi Shil dan berkata So Hwa tidak sama dengan Chil Sook. Pengobatannya lebih susah. Mi Shil ingin Pendeta berusaha keras karena ada hal yang sangat mendesak. Pendeta Wyol Cheon masuk ke ruangannya dan menemukan anak panah dan pesan terikat. Pendeta Wyol Cheon membacanya dan sadar ini dari orang2 Gaya. Anak buah Mi Shil datang dan bertanya ada apa, Pendeta berkata bukan apa2. (Tirza: hmm… interesting)

Cheon Myeong bertemu Kim Seo Hyeon dan bertanya apa ia melakukan perintah Eul Jae ? Cheon Myeong berkata apapun itu, tidak akan ada pernikahan antara dirinya dengan Kim Yu Shin. Cheon Myeong mengancam Kim Seo Hyeon bahwa berapapun jumlah orang Gaya di Seorabeol tidak akan dapat menduduki ibukota. Cheon Myeong berkata Kim Seo Hyeon tidak mempertimbangkan perasaan Raja dan ia tidak berbeda dari Mi Shil. Kim Seo Hyeon meminta maaf pada Putri. Cheon Myeong minta Kim Seo Hyeon membantu Deok Man. Kim Seo Hyeon mematuhinya.

Deok Man memandangi belati Raja Jinheung dan ingat kata-kata Yu Shin. Deok Man bertanya apa benar ini yang harus dilakukannya. Kim Yu Shin juga tenggelam dalam pikirannya sendiri. Bi Dam kembali dari mencari kayu bakar dan bertanya apa Yu Shin akan pergi dari Silla atau tidak. Bi Dam memeluk Kim Yu Shin dan bertanya apa Yu Shin menyukai Deok Man. Kim Yu Shin tetap tidak ramah pada Bi Dam tapi dia akan mencoba toleransi dan menyuruh Bi Dam pergi.

Kim Yu Shin melihat orang2 Seol Won dan menarik Bi Dam untuk sembunyi. Bi Dam berkata mereka seperti haus darah. Kim Yu Shin berkata mereka harus segera pergi. Bi Dam berkata tempat ini aman. Bi Dam minta mereka tinggal dulu di sini, ia akan ke desa Yangji dan mencari perahu. Bi Dam hanya perlu memohon pada gurunya. Kim Yu shin ingin ikut ke desa Yangji tapi Bi Dam berkata itu berbahaya karena ia telah mengatakan tempat tinggalnya pada Seol Won. Bi Dam minta Yu Shin mempercayainya, ia akan pergi dan minta mereka menunggunya. Kim Yu Shin memeluk Bi Dam dan minta agar ia berhati-hati. Yu Shin pesan agar Bi Dam menghindari orang2 dengan seragam seperti mereka terutama dengan warna merah dan ungu. Bi Dam mengerti.

Cheon Myeong mengatakan rahasianya pada Al Cheon. Al Cheon kaget. Cheon Myeong berkata tidak banyak yang tahu rahasia ini tapi alasan Cheon Myeong memberitahu Al Cheon karena sekarang Al Cheon harus mempertaruhkan nyawanya dan tanpa mengetahui alasannya maka Al Cheon akan mempertaruhkan nyawa dengan sia-sia. Al Cheon minta maaf dan menganggap tidak pernah mendengarnya dan akan menghapus dari ingatannya. Al cheon berkata ia pernah berhutang nyawa pada Deok Man dan berteman dengan Yu Shin, maka ia merasa memiliki alasan yang cukup untuk mempertaruhkan nyawanya untuk mereka. (Tirza : What a man..a great man, an honorable one ). Kim seo Hyeon melapor bahwa Seol Won dan orang2nya bergerak ke arah desa Yangji dan berkata pada Cheon Myeong bahwa desa itu terkena wabah. Kim Yu Shin kemungkinan ada di sana.

Seo Won memeriksa desa, Seok Bum membawa kepala desa menghadap Seol Won dan ditanya mengenai orang2 dengan seragam Nangdo. Kepala desa bekata, desa ini terkena wabah, apa yang dilakukan Nangdo di tempat ini. Seol Won bertanya tentang keberadaan tabib, kepala desa tidak tahu, karena tabib itu sudah pergi.

Seo Ri berdoa dan mendapat wahyu tentang bintang yang terpecah antara rasi bintang Gemini dan Pisces. Seo Ri menemui Mi Shil dan berkata mereka harus membunuh Deok Man daripada menangkapnya. Jika Deok Man hidup ia akan menghancurkan rencana Mi shil. Mi Shil merasa Seo Ri sudah semakin tua dan memintanya pergi. Seo Ri heran mengapa Mi Shil ingin menjadi Ratu, bukankah Mi Shil sudah memiliki segalanya. Mi shil berkata ia memang sudah memiliki segalanya termasuk kehendak langit, jadi apa yang akan dilakukan putri kembar itu dan ramalan mengenainya.

Seo Ri mengatakan pada Mi Saeng, ia ingin membunuh Deok Man tanpa setahu Mi Shil. Seo Ri berkata ia harus cepat bertindak karena Rasi bintang Gemini akan memecah rasi bintang Pisces. Mi saeng sadar, Rasi bintang Pisces adalah bintang kakaknya. Seo Ri berkata Rasi gemini adalah rasi bintang Putri kembar. Mi Saeng ingat bahwa itu adalah ramalan jelek untuk Mi Shil. Itulah mengapa Deok Man harus dibunuh. Mi Saeng percaya pada Seo Ri. Ia menemui Dae Nam Bo dan memberikan misi untuk membunuh Deok Man menggunakan panah beracun. Dae Nam Bo berkata Mi Shil ingin Deok Man hidup, tapi Seo Ri memotong bahwa Deok Man adalah orang yang akanmenghancurkan kekuasaan Mi shil.

Seol won masih memeriksa desa Yangji. Tapi nihil. Seol Won memerintah orang untuk mengawasi desa. Bi Dam mengawasi orang2 Seol Won dan lega saat mereka pergi. Seorang penduduk bertanya apa mereka bisa bertemu Moon Noh, Bi Dam minta untuk menunggu, kemudian Bi Dam melihat orang itu mengenakan perisai Yu Shin. Bi Dam minta orang itu tidak mengenakannya. Orang desa itu melepaskan perisai Yu Shin.

Kim Seo Hyeon lapor pada Cheon Myeong bahwa Yu Shin dan Deok Man belum sampai di desa Yangji. Seol Won sudah meninggalkan desa tapi meninggalkan 2 penjaga di desa. Cheon Myeong sekarang merasa gelisah dimana Deok Man. Cheon Myeong bertanya apa Kim Seo Hyeon yakin Deok Man dan Yu Shin ada di sana. Kim Seo Hyeon yakin, mereka ada di sana beberapa hari lalu dan membantu seorang tabib. Cheon Myeong bertanya mengenai tabib itu. Kim Seo Hyeon berkata sepertinya tabib itu bersembunyi saat melihat pasukan Seol Won Rang. Cheon Myeong tahu, besok Seol Won akan mengerahkan pasukan besar2an untuk memeriksa seluruh tempat ini. Cheon Myeong minta Kim Seo Hyeon mengirim pesan ke istana untuk mengirim bantuan secepatnya.

Al Cheon mendapat laporan kalau Seol Won sudah pergi dari klinik tabib. Guk San Heun dan Dae Pung datang dan lapor bahwa tabib itu datang dan pergi seperti angin dan tidak ada seorangpun yang tahu keberadaannya. Penduduk juga berkata tabib itu bukan tipe orang yang meninggalkan pasiennya begitu saja.
Al Cheon melihat seorang wanita yang mencurigakan membawa bayi melewati mereka dan Cheon Myeong bertanya ada apa. Al Cheon pergi memeriksa dan meminta anggota Yonghwa menjaga Cheon Myeong. Bi Dam mengenali wanita itu. Itu isteri Sang chui. Bi Dam merasa tidak ada alasan gurunya meninggalkan pasiennya. Bi Dam mengikuti wanita itu dan ia tahu wanita itu diikuti oleh Al Cheon. Bi Dam bertanya2 siapa mereka, ia ingat Yu Shin berpesan agar hati2 dengan seragam merah dan ungu tapi orang2 ini mengenakan warna kuning. Bi Dam berkata akan mengikuti Al Cheon.

Wanita itu berlari membawa bayinya. Al Cheon sadar mereka diikuti, Al Cheon menyergap Bi Dam dan bertanya siapa ia. Bi Dam balik bertanya siapa Al Cheon. Al Cheon memeriksa Bi Dam dan menemukan perisai Yu shin yang dipakai Bi Dam. Al Cheon bertanya dari mana Bi Dam mendapat perisai ini. Bi Dam berkata ia menukarnya dengan ayam. Bi Dam bertanya apa ada banyak sekali warna seragam mereka karena Yu Shin hanya menyebut ungu dan merah. Tapi bukan kuning. Al Cheon tidak mengerti, apa maksud Bi Dam. Bi Dam berkata Yu Shin mengenakan seragam biru. Mereka sadar itu seragam Yonghwa. Al cheon bertanya apa Kim Yu Shin yang meminta Bi Dam berhati-hati. Bi Dam berkata nama orang itu Kim Yu Shin.

Al Cheon bertanya apa Yu Shin bersama seorang Nangdo. Bi Dam tanya Deok Man itu laki-laki atau perempuan. Al Cheon bertanya dimana mereka. Bi Dam tidak yakin mereka teman atau lawan. Al Cheon berkata mereka akan membantu Yu Shin. Bi Dam bertanya bagaimana ia dapat mempercayai Al Cheon. Cheon Myeong datang dan bertanya ada apa. Bi Dam melihat seragam biru Yonghwa dan ingat seragam itu mirip dengan Deok Man dan Yu Shin. Bi Dam yakin mereka teman. Bi Dam membawa Al Cheon dan Cheon Myeong, di mulut gua, Bi Dam merampas pedang Guk San Heun dan Dae Pung. Al Cheon : “Apa yang kau lakukan?!” Bi Dam masih tidak mempercayai Al Cheon. Bi Dam minta Guk San Heun dan Dae Pung meneriakkan nama mereka.

Deok Man mendengar Guk San Heun menyebut namanya. Deok Man membangunkan Yu Shin dan berkata ia mendengar suara Guk San heun. lalu Dae Pung meneriakkan namanya dan Yu Shin mendengarnya juga. Deok Man merasa mereka pasti datang untuknya. Deok Man akan keluar tapi Yu shin mencegahnya dan meminta Deok Man berhati-hati. Cheon Myeong bertanya apa yang dilakukan Bi Dam. Teriakan mereka akan menarik perhatian kelompok lain. Cheon Myeong meyakinkan mereka disini untuk membantu Kim Yu Shin.

Kim Yu shin menyapa Cheon Myeong dan Bi Dam menurunkan pedangnya. Kim Yu shin dan Deok Man menyapa Cheon Myeong. Deok Man menyapa kakaknya dan Cheon Myeong memeluk Deok Man. Bi Dam sadar bahwa Cheon Myeong seorang Putri. Dae Nam Bo melapor pada Seol Won. Seol Won berpikir Mi Shil mengirim Dae Nam Bo. Seol won menegaskan mereka harus menangkap Deok Man hidup2. Mereka akan mengerahkan orang untuk mencari Deok Man. Bo jong dan Seok bum mengiyakan perintah, sementara Dae Nam Bo punya agenda lain. Dae Nam Bo memerintah Nangdo-nya untuk menyiapkan panah beracun Duk Si.
Dae Nam Bo berkata Nangdonya harus mengikuti perintahnya untuk membunuh Deok Man tanpa seorang pun tahu.

Al Cheon mengumpulkan Nangdo-nya dan memerintahkan mereka memeriksa sekeliling gunung dan mengawasi pergerakan kelompok lain. Kim Yu Shin berjaga, sementara Cheon Myeong dan Deok Man berbicara. Deok Man bertanya mengapa Cheon Myeong pergi mencarinya. Cheon Myeong minta Deok Man meninggalkan Silla. Putri berkata ayah, ibu dan juga dirinya ingin membantu tapi tidak berdaya. Mereka tidak memiliki kekuatan politik.

Cheon Myeong berkata situasi sedemikian berat sehingga mereka bahkan tidak memiliki waktu merasakan hubungan kakak-adik, mereka belum pernah bertengkar karena baju atau mencoba cincin seperti yang dilakukan gadis2 yang lain. Mereka bahkan belum pernah bertengkar atau berdebat kerena hal2 kecil. Deok Man yakin Cheon Myeong pasti akan memberikan semuanya untuknya. Deok Man berkata ia hanya akan cemberut dan meminta ini dan itu. Deok Man minta Cheon Myeong tidak perlu bersedih dan bersalah. Cheon Myeong sudah melakukan semuanya yang dapat ia lakukan. Cheon Myeong menangis terisak-isak.

Cheon Myeong memberikan bungkusan untuk Deok Man. Deok Man membukanya dan menemukan baju wanita. Putri berkata baju ini dibuat oleh Ratu untuk Deok Man. Karena Ratu belum pernah melihat Deok Man, maka ia membuatnya persis seperti milik Cheon Myeong. Ratu minta Cheon Myeong memberikannya untuk Deok Man. Cheon Myeong minta Deok Man mencobanya. Deok Man menyentuh bahan baju itu.

Cheon Myeong keluar. Kim Yu Shin memberi salam. Cheon Myeong sudah meminta Deok Man meninggalkan Silla. Cheon Myeong merasa muak dan ingin melihat akhir dari Mi Shil. Cheon Myeong menoleh pada Yu Shin. Yu Shin berlutut di depan Cheon Myeong. Yu Shin memohon ampun karena tidak dapat menjaga sumpah setianya. Dia tidak akan dapat berada di sisi Cheon Myeong. Kim Yu Shin berkata ia akan pergi bersama Deok Man dan akan melindunginya dan menjaga Deok Man. Cheon Myeong kaget mendengarnya (Tirza: I heard a broken heart)

Deok Man keluar dengan canggung. Ia mengenakan baju wanita tapi masih mengenakan ikat kepala pria. Kim Yu Shin dengan cepat berdiri dan melihat Deok Man. Cheon Myeong berkata Deok Man cantik dengan baju wanita, tapi rambutmu? Cheon Myeong masuk untuk mengambil sisir. Kim Yu shin memandang Deok Man dari kepala sampai kaki. Deok Man berkata ia selalu mengenakan baju pria, jadi agak canggung dengan baju wanita. Kim Yu Shin berkata ia mengaku pada Cheon Myeong bahwa ia akan pergi dengan Deok Man. Deok Man berkata Cheon Myeong pasti sedih sekali. Deok Man merasa Kim yu Shin tidak tahu, tapi Cheon Myeong merasa percaya diri karena Kim Yu Shin.

Cheon Myeong menata rambut Deok Man. Cheon Myeong berkata apa Deok Man dapat memanggilnya kakak sekali saja. Deok Man mencobanya tapi ragu2 dan berkata ia akan memanggil kakak lain kali saja. (Tirza : DM, you should call her unnie..there will be no next time).

Deok Man : “Aku tahu betapa berartinya Kim Yu Shin untukmu dan juga Silla, hanya sampai aku keluar dari Silla, setelah aku keluar dari Silla, aku tidak apa-apa sendiri. Sekarang aku hanya merasa sedih dan kesepian, tapi aku akan baik2 saja. Cheon Myeong pasti akan merasa istana sangat sunyi untuknya. Itulah mengapa aku harus mengembalikan Kim yu Shin padamu secepatnya.”

Cheon Myeong menggenggam tangan Deok Man dan berkata ia tidak memiliki Kim Yu Shin, jadi Deok Man dapat pergi dengannya dan membangun keluarga bersama. Cheon Myeong minta agar Deok Man melupakan semua tentang Silla dan hidup secara normal seperti wanita yang lainnya. Cheon Myeong ingin berkata sesuatu tapi ragu2, hanya berkata agar Deok Man bahagia dan ia harus bahagia. Deok Man berkata pada dirinya sendiri, apa tidak apa2 jika ia pergi dengan Kim Yu Shin.

Al Cheon melihat dari jauh kedua putri. Yu Shin mendekat dan minta Al Cheon menjaga Putri untuknya karena ia akan meninggalkan Silla dengan Deok Man. Al Cheon : “Sebelum kami kesini, istana sudah memutuskan pernikahanmu dengan Putri Cheon Myeong.” Karena Yu Shin sudah berkata ia akan pergi, maka Cheon Myeong tidak mengatakannya pada Yu shin.

Al Cheon minta Kim Yu shin mempertimbangkan perasaan Putri Cheon Myeong. Kim Yu Shin tahu ini adalah perjanjian antara Eul Jae dengan ayahnya. Al cheon berkata meskipun ini perjanjian, tapi Kim Yu shin tidak bisa menyangkal perasaan Cheon Myeong pada Kim Yu Shin. (Tirza: Al Cheon is really sweet). Yu Shin mengerti tapi apa Al Cheon tahu perasaannya sekarang. Yu Shin berkata ia bukan jenis orang yang bertindak sesuai perasaannya. Bi Dam mengamati ke-dua kakak beradik itu dan melihat Cheon Myeong mengacak-acak rambut Deok Man.

Bo Jong meneruskan pencarian Deok Man dan Yu Shin. Guk San Heun dan Dae Pung (kayanya yang paling pinter di Yonghwa Hyangdo he..he) juga mencium jejak Bo Jong. Mereka lapor bahwa orang Seol Won sudah memperluas daerah pencariannya. Deok Man sudah mengganti lagi bajunya. Kim Yu shin akan memakai kotoran kelinci (spt arang) untuk membuat asap dan memberi sinyal. Guk San Heun berkata Bi Dam sudah menyarankan rute terbaik adalah melalui air. Hutan ini gelap, jadi tidak akan mudah menemukan mereka. Cheon Myeong minta perahu disiapkan. Al Cheon sudah membuat persiapan.

Cheon Myeong minta Guk San Heun dan Dae Pung menghadang Bo Jong. Cheon Myeong berkata mereka harus mencegah Seol Won menemukan Deok Man. Cheon Myeong melihat baju Deok Man yang terlipat di meja. Dae Nam Bo dan nangdonya sudah menemukan lokasi mereka. Deok Man memeluk Cheon Myeong dan mengucapkan perpisahan.

Queen Seondeok Episode 24

Deok Man dan Cheon Myeong berpelukan erat, mereka seperti tidak rela berpisah. Dae Nam Bo tahu Deok Man ada di dalam pondok. Dae nam Bo mendekati pondok, saat mereka semakin dekat, Al Cheon membuka pintu dan bertanya apa itu Dae Nam Bo. Dae Nam Bo kaget. Cheon Myeong keluar dari pondok dan Dae Nam Bo memberi salam. Cheon Myeong bertanya mengapa Dae Nam Bo datang apa ingin berjalan-jalan. Dae Nam Bo mengiyakan. Bagaimana dengan Putri, Cheon Myeong berkata ia ingin menikmati pemandangan dan minta Al Cheon untuk mengikutinya. Cheon Myeong dan Al Cheon berjalan dengan santai. Kemudian Dae Nam Bo melihat sinyal asap yang mengarah ke desa Yangji.

Dae Nam Bo memutuskan mengecek dan mengikuti Cheon Myeong. Seok Bum berkata seluruh gunung penuh dengan orang mereka dan tidak ada sinyal asap. Salah satu nangdo melihat asap dan berkata mereka pasti sudah ditemukan. Sebenarnya Bi Dam yang menyalakan sinyal dan mengacaukan mereka. Bi Dam merasa ini hal yang sangat menyenangkan dan ingin melakukan hal ini sejak dulu (he’s crazy he..he). Salah satu nangdo Al Cheon bersamanya. Bi dam bertanya apa Nangdo selalu melakukan aktifitas seperti ini, bergerak dengan misi rahasia. Bi Dam bertanya mengapa Deok Man dan yang lainnya kelihatan sedih dan murung. Mengapa Deok Man menyamar jadi pria. Nang do Al cheon tidak mengatakan apa2 dan mengajak Bi Dam pergi. Bi Dam bertanya mengapa mereka pelit sekali membagi informasi dengannya.

Al Cheon mengawal Cheon Myeong dan Dae Nam Bo mengikuti mereka. Cheon Myeong dan Al cheon masuk ke pondok yang lain. Sesaat kemudian Dae Nam Bo seperti melihat Al Cheon dan Cheon Myeong keluar dari pondok. Dae Nam Bo curiga dan memeriksa pondok. Ternyata di dalam masih ada Putri dan Al Cheon. Mereka bertukar tempat dengan Yu Shin dan Deok Man yang berpakaian wanita. Al Cheon menghalangi Dae Nam Bo tapi ia kalah dan Dae Nam Bo mengejar Deok Man dan Yu Shin. Cheon Myeong berteriak memperingatkan Deok Man. Deok Man menoleh dan Dae Nam Bo mencoba menembakkan panah ke arah mereka. Al Cheonmelemparkan batu ke arah Dae Nam Bo, Yu Shin dan Deok Man menghindari panah dan jatuh ke bawah tebing. Al Cheon mengejar Dae Nam Bo.

Bo Jong tahu bahwa sinyal itu palsu. Bi Dam meninggalkan pesan di tanah yang berkata mereka bodoh. (bener2 persis Sin Tiaw Tay Hiap Yang Ko karakternya). Bo Jong memerintah anak buahnya untuk tetap di tempat.

Al Cheon gagal mengejar Dae Nam Bo. Cheon Myeong mencoba mencari Deok Man tapi terpeleset dan Al Cheon menariknya. Cheon Myeong berkata sekarang Seol Won pasti tahu mereka dikecoh oleh sinyal palsu. Cheon Myeong berkeras mencari Deok Man dan Al Cheon menghentikannya, ia meyakinkan Putri akan menemukan Deok Man. Seol Won tahu kalau Dae Nam Bo memburu Deok Man. Dae Nam Bo mengejar Deok Man sampai ke kuil. Deok Man mencoba lari dengan menyamar sebagai Cheon Myeong. Seol won heran mengapa Baek Ho Bi Do nangdo pergi ke kuil. Seol Won segera menyelidikinya.

Cheon Myeong dan Al Cheon mencari Yu Shin. Yu shin keluar dari persembunyiannya. Cheon Myeong bertanya tentang Deok Man. Yu Shin minta mereka mengikutinya. Deok Man, yang telah berganti baju dengan seragam Nangdo menyalami Cheon Myeong. Yu Shin bertanya mengenai Dae Nam Bo. Al Cheon berkata Dae Nam Bo sudah pergi tapi mereka harus waspada karena sepertinya ia membawa panah beracun Duk Si.

Kim Yu shin berkata Bi Dam sudah menunggu dengan perahu. Bi Dam gelisah dan menunggu di perahu, saat Bi Dam melihat rombongan itu, ia berteriak agar mereka bergegas. Deok Man dan Cheon Myeong berlari ke perahu. Deok Man melihat pada Cheon Myeong dan Cheon Myeong memintanya untuk bergegas dan pergi. Cheon Myeong minta Deok Man meninggalkan Silla dan melupakan Silla, bersama Yu Shin memulai hidup bahagia, dengan cara itulah Deok Man harus hidup.

Dalam hati Deok Man memanggil Cheon Myeong kakak. Deok Man memeluk Cheon Myeong. Bi Dam berteriak pada mereka untuk bergegas dan jangan berpelukan atau menangis terus. (Tirza: this guy maybe a little bit rude, but he is right! if only the twin listen to Bi Dam..). Cheon Myeong mengantar Deok Man naik ke perahu. Sementara itu, Dae Nam Bo menemukan mereka dan siap dengan panah beracunnya. Dae Nam Bo masih mengira Deok Man mengenakan baju Cheon Myeong. Bi Dam menyuruh Deok Man bergegas.

Cheon Myeong berbalik dan Deok Man mencoba memanggil Cheon Myeong tapi ragu2 dan naik ke perahu. Dae Nam Bo mengarahkan panah dan menembak Cheon Myeong di bagian dada. Semuanya kaget melihat Cheon Myeong tertembak panah dan bergegas menolongnya. Al Cheon dan Yu shin menolong Putri dan Deok Man melihat ke sekeliling untuk mencari pelakunya. Kim Yu shin berteriak mundur. ada panah lain menyerang kapal, Bi Dam menembakkan panah untuk membalas dan Dae Nam Bo terkena tembakan.
Bi Dam menyuruh agar Cheon Myeong dibawa ke perahu dan mereka pergi.

Raja Jinpyeong dan Ratu Maya sangat tertekan dengan mimpi buruknya dan Raja meminta Ratu menenangkan diri. Se Jong juga marah karena mereka tidak mendengar berita apapun. Mi shil juga tampak marah. Chil Sook mengajukan diri, jika Mi Shil mengeluarkan perintah ia akan turun dan menyelesaikan masalahnya. Mi shil berkata tidak perlu. Ia perlu Chil Sook di sisinya. Ha Jng gelisah karena besok mereka harus menghadiri sidang Dewan Bangsawan. Mi Shil ingin mengirim pesan pada Seol Won Rang.

Dae Nam Bo terluka oleh panah Bi Dam. Dae Nam Bo mencabut panah dari badannya dan ia membuangnya untuk melenyapkan bukti. Seol Won Rang memergokinya.

Cheon Myeong dibawa ke dalam gua. Deok Man menggenggam tangan Cheon Myeong saat Cheon Myeong berjuang antara hidup mati. Bi Dam mencoba mengambil panah dengan mengoperasi Cheon Myeong. Bi Dam merasakan ujung panah dan tahu bahwa itu racun. Bi dam meludahkan racunnya. Bi Dam berkata itu racun Cho Oh.

Deok Man kaget saat tahu itu panah beracun. Bi dam berkata racun itu akan mengalir melalui aliran darah Cheon Myeong dalam 2 jam. Deok Man bertanya apa yang harus dilakukan untuk menyelamatkan Cheon Myeong. Bi dam berkata mereka harus mencari Gam Cho dan Bangpung (2 macam anti racun). Al Cheon berkata mereka harus membawa Cheon Myeong ke tabib. Bi Dam melarang menggerakkan Cheon Myeong, karena racunnya akan lebih cepat bergerak.

Yu shin bertanya dimana mereka bisa mendapat obat. Deok Man memutuskan akan mencari obat, Cheon Myeong ingin Deok Man tetap di sisinya dan mendengar perkataan Cheon Myeong. Deok Man berkeras ia akan mendengar kakaknya setelah ia pulang dengan obat. Untuk pertama kalinya Deok Man memanggil Cheon Myeong kakak. Deok Man akan mendengar Cheon Myeong setelah ia menyelamatkannya. Deok Man pergi. Kim Yu shin mencoba memanggilnya. Bi Dam menyusul Deok Man.

Kim Yu shin meminta Cheon Myeong bertahan. Deok Man menyeret Bi Dam agar bergegas mencari obatnya. Al Cheon bertanya apa mereka perlu mencari jeon Do Cho juga. Kim Yu Shin setuju dan akan pergi dengan Al Cheon. Tapi Cheon Myeong ingin Yu Shin tetap di tempat. Al Cheon mengangguk dan setuju Yu Shin tinggal sementara ia pergi mencari obat juga. (Ampun deh..masak org luka ditinggal2, salah satu jagain atuh..). Cheon Myeong berkata ia merasa ia akan mati. Cheon Myeong terus saja bergumam ia merasa aneh. Yu shin meyakinkan bahwa Cheon Myeong akan baik2 saja, mereka akan mendapat penawar racunnya.

Cheon Myeong minta Yu Shin menggenggam tangannya. Yu Shin memegangnya sesuai perintah. Deok Man dan Bi Dam berlari ke pasar untuk mencari obat. Cheon Myeong berkata, Istana sudah menyiapkan pernikahan mereka. Semua itu untuk tujuan politik dan sekutu. Itu hanya pernikahan untuk menguatkan posisi Gaya. Cheon Myeong mengaku bahwa ia benar2 suka dengan rencana itu karena ia telah menaruh Kim Yu Shin dalam hatinya untuk waktu yang lama, sekarang ia baru menyadarinya tapi ia merasa sudah terlambat.

Bi Dam dan Deok Man menemukan obatnya. Mereka berlari kembali kepada Cheon Myeong. Sementara itu, Cheon Myeong berkata biarpun sudah terlambat untuknya, tapi jelas berbeda untuk Deok Man. Deok Man benar2 anak yang malang. Dia tidak pernah hidup dalam identitasnya yang sesungguhnya. Kim Yu Shin khawatir dan meminta Cheon Myeong beristirahat dan jangan bicara terlalu banyak, karena racunnya akan cepat menjalar.

Cheon Myeong berkeras untuk berbicara. Cheon Myeong ingin Yu Shin bersikap baik pada Deok Man dan menjaganya sehingga ia dapat hidup sebagai wanita dan memiliki hidup normal. Lupakan tentang Silla dan Mi Shil dan pergi sejauh mungkin dan hidup sebagai rakyat biasa. Kim Yu Shin harus melakukan itu untuk Cheon Myeong. Cheon Myeong ingin mendengar jawaban Yu Shin. Yu shin segera menjawabnya. Dia berjanji akan melakukan sesuai harapan dan keinginan Cheon Myeong.

Bi Dam mencuri kuda dan membawa Deok Man agar cepat sampai ke tempat Cheon Myeong. Cheon Myeong memberikan sisir batu jade miliknya pada Yu shin dan meminta Yu Shin memberikannya pada Deok Man. Cheon Myeong menyebut putranya Kim Chun Chu, apa yang akan terjadi dengannya. Kim Chun Chu lemah secara fisik dan sangat baik hati tapi tidak berpengalaman. Dia takut bahwa semua orang akan memperalat putranya. Apa yang akan terjadi dengannya. Cheon Myeong menangis ia ingin bertemu Deok Man.

Bi Dam dan Deok Man melarikan kuda mereka. Deok Man terpeleset saat mendaki ke arah gua, tapi ia merasa tidak enak dan bergegas ke arah gua. Lalu di mulut gua, ia melihat Al Cheon yang membawa Jeon Do Cho herbal menjatuhkan obat itu ke tanah. Deok Man bertanya mengapa Al Cheon menjatuhkan obatnya. Al Cheon mengepalkan tinjunya dan diam. Deok Man berteriak pada Al Cheon : “Apa yang terjadi!” Deok Man menyadari Cheon Myeong sudah meninggal dunia, tapi ia menyangkalinya.

Deok Man berlari ke arah gua dan melihat wajah Cheon Myeong tertutup kain. Deok Man tidak percaya dan menjatuhkan obatnya. Yu Shin berlutut di dekat jenazah Cheon Myeong. Deok Man masih bertanya apa yang terjadi pada Cheon Myeong. Deok Man berlari ke arah Cheon Myeong dan Yu shin menghentikannya. Deok Man berusaha melepaskan diri dan pergi ke dekat Cheon Myeong. Al Cheon dan Bi Dam di pintu masuk. Deok Man memegang tangan Cheon Myeong tapi terjatuh dengan berat. Deok Man membuka penutup wajahnya dan terisak melihat Cheon Myeong yang sudah tidak bernyawa. Bahkan Bi Dam dan Al Cheon tidak tahan melihat kesedihan Deok Man. Kim Yu shin berusaha menghiburnya tapi Deok Man berteriak agar yu Shin melepaskannya. Deok Man meratapi Cheon Myeong.

Seol Won Rang bertanya pada Dae Nam Bo siapa yang memerintahnya. Seol Won tidak sabar dan mengarahkan pedang ke arah leher Dae Nam Bo. Seol Won tahu bahwa Dae Nam Bo tidak menerima perintah dari Mi Shil. Mi Shil tidak pernah memberi perintah yang kontradiksi satu sama lain. Dae Nam Bo akhirnya mengatakan semuanya. Seo Ri dan ayahnya, Mi Saeng yang menyuruhnya membunuh Deok Man. Dae Nam Bo yakin Deok Man sudah mati.

Deok Man memandangi jenazah kakaknya. Kim Yu shin mengambil kain untuk menutupi Cheon Myeong. Bi dam dan Al Cheon menaikkan jenazah Cheon Myeong ke atas perahu. Al Cheon berkata mereka tidak dapat meninggalkan jenazah Putri di sini begitu saja. Dia akan kembali ke Seorabeol dengan jenazahnya. Kim Yu Shin berkata ia juga harus pergi, tapi Al Cheon mengingatkan pesan Putri pada Yu Shin. YU Shin bertanya apa yang akan dilakukan Al Cheon. Al Cheon akan membawa jenazah Cheon Myeong ke istana dan akan memberikan kesaksiannya sebagai Hwarang seperti yang telah ia lihat. Al Cheon berkata pada Yu Shin, mungkin mereka tidak akan pernah bertemu lagi. Al cheon memeluk Yu Shin (Tirza : Did I mention I like this guy before? He’s definitely a loyal buddy.) Bi Dam mulai mendayung perahu.

Seol Won mengumpulkan anak buahnya. Mereka harus mengenali jasad Deok Man sebelum kembali ke Seorabeol. Kim seo Hyeon menahan Seol won Rang. Kim Seo Hyeon berkata bahwa masalahnya sudah selesai dan sebaiknya mereka menghentikan pencarian. Seol Won merasa tidak mengerti. Kim Seo Hyeon berkata jika Seol won terus maju, mungkin akan terjadi insiden.

Seol Won minta Kim Seo Hyeon minggir. Kedua belah pihak siap bertempur, saat Im Jong melihat Al Cheon berjalan mendekat dengan menari sebuah gerobak dan mendekati mereka. Al Cheon berkata ia telah meninggal dunia. Dae Nam Bo berpikir bahwa jenazah itu adalah Deok Man dan senang. Seol won Rang bertanya siapa yang sudah meninggal dunia. Al Cheon : “Putri Cheon Myeong” seol Won Rang kaget sekali dan membuka kain penutup jenazah dan shock karena memang benar itu adalah Cheon Myeong!

Kim Seo Hyeon tidak percaya apa yang terjadi. Seol won Rang dan anak buahnya berlutut di depan Cheon Myeong dan Kim Seo Hyeon mendekat dan juga berlutut. Im jOng dan Bo Jong segera menaiki kuda dan pergi untuk mengirim kabar kematian Cheon Myeong.

Raja Jinpyeong shock berat saat Eul Jae mengabarkan berita ini. Raja benar2 murka dan Eul Jae mencoba menenangkan Raja. Raja menatap Im Jong dan memintanya mengulang perkataannya. Raja merenggut kerah baju Im Jong dan marah. Eul Jae menenangkan Baginda. Raja bergumam dalam penyangkalan dan ia menyalahkan dirinya. Ratu Maya mendengar mengenai kematian Cheon Myeong dari Putri Man Myeong. Ratu merasa pasti berita itu salah. Putri Man Myeong menegaskan bahwa Cheon Myeong sedang dibawa kembali ke Seorabeol. Putri Man Myeong menangis. Ratu Maya jatuh pingsan.

Bo Jong menyampaikan informasi kematian Cheon Myeong pada Mi Shil. Semua kaget. Bo Jong berkata bahwa Putri Cheon Myeong menemui ajalnya di Iseo distrik. Jenazahnya sedang dibawa pulang ke Seorabeol. Bo Jong berkata untuk detilnya mereka harus menunggu Seol Won Rang.

Mi Shil berkata bahwa mereka hanya dapat diam saja. Insiden seperti ini belum pernah terjadi sebeumnya. Akan ada bencana di pihak mereka. Mi Shil memperlihatkan ketakutan di wajahnya.

Seo Ri kaget saat tahu justru Cheon Myeong yang mati. Mi Saeng datang dan mengeluh apa yang harus mereka lakukan sekarang. Mi saeng tidak dapat menerima bahwa yang meninggal ternyata Cheon Myeong.

Di kuil Wyol Cheon, Hwa Rang lain memperoleh informasi bahwa Putri Cheon Myeong meninggal. Mereka semua tidak percaya dan kembali ke Seorabeol. Joo Bang dan Go Do mendengar bahwa Cheon Myeong meninggal dunia. So Hwa bereaksi dengan berita itu.

Eul Jae menemukan Kim Yong Chu menangis. Eul Jae menyalahkan dirinya sendiri atas tragedi ini. Dia akan mengambil semua tanggung jawab atas kematian Putri. Eul Jae meminta Kim Yong Chu untuk mengirim berita ke Sui (Cina) untuk memanggil Kim Chun Chu ke Silla. Eul jae berkata ia akan bertanggung jawab penuh tapi saat ini ia harus mengirim pesan pada Kim Chun Chu.

Mi Shil menghentikan semua aktivitas mereka. Se Jong berkata Dewan pasti akan menunda semua urusan karena istana berduka. Ha Jong berkata mereka dapat bertanggung jawab atau biarkan saja Seol Won Rang yang bertanggung jawab atas insiden ini. Se Jong menatap pada putranya, Ha Jong bertanya apa aku salah?

Mi Shil menghentikan semua pembicaran mereka. Sekarang mereka harus bertahan dan pastikan semuanya diam. Mi Shil memperingatkan Ha Jong agar bertindak secara hati2 dan benar. Mi Shil minta Mi Saeng untuk menyiapkan upacara penguburan untuk Cheon Myeong secara benar dan hati2. Tidak boleh ada kesalahan. Mi Shil berkata mereka harus menyampaikan pesan pada Kim Chun Chu. Mengapa kita? tanya Ha jong. Mi shil berkata, mereka adalah orang yang harus menyampaikan berita ini pada Kim Chun Chu. Bo Jong bersedia pergi untuk menyampaikan berita. Mi Saeng minta Dae Nam Bo saja yang pergi.

Mi shil dalam hatinya mengakui bahwa Cheon Myeong akhirnya berhasil menyelamatkan keluarga Raja. Cheon Myeong sudah menang dan Mi shil mengaku kalah.

Bi Dam membuat makanan dan menawarkan pada Yu Shin. Yu Shin harus makan. Bi Dam menawarkan makanan pada Deok Man tapi melihat keanehan pada Deok Man. Deok Man gemetaran. Bi Dam memanggil Yu Shin dan berkata Deok Man terlihat aneh. Kim Yu shin melihat Deok Man dan menyadari Deok Man demam. Yu Shin membuka bajunya dan membungkus Deok Man dengan bajunya. Ia minta Bi Dam memberikan bajunya juga. Yu Shin minta Bi Dam mencari air. Kim Yu shin memeluk Deok Man untuk membuat Deok Man hangat.

Seorabeol menyiapkan pemakaman. Ratu Maya jatuh sakit. Raja menemani Ratu. Ratu menyalahkan Raja. Jika saja Raja bukan anggota Kerajaan maka mereka pasti akan bisa hidup bahagia dengan putri kembar mereka. Ini adalah akibat dari ia membuang putrinya yang lain dan akhirnya Cheon Myeong yang harus membayar semua dosa mereka. Jika Raja menyerahkan takhta dan Silla di tangan Mi Shil maka segalanya akan baik2 saja. Ratu Maya bertanya apa yang mereka dapatkan dari semua perkelahian dan pertempuran ini. Ini semua untuk melindungi Ratu Maya dari rencana Mi shil. Ratu mengerti itu tapi mulai sekarang Raja tidak akan mampu melindunginya. Raja tahu ia sudah gagal.

Kim Yu Shin merawat Deok Man, tapi ia ketiduran. Saat terbangun Yu shin tidak menemukan Deok Man. Yu Shin mencari Deok Man. Deok Man duduk di dekat air terjun. Kim Yu Shin lega melihatnya, ia mendekat dan memegang dahi Deok Man dan demamnya turun. Deok Man sudah sakit selama 3 hari. Bagi Yu Shin satu hari seperti 100 tahun. Kim Yu Shin menyampaikan pesan terakhir Cheon Myeong untuk Deok Man. Cheon Myeong kecewa karena Deok Man tidak didekatnya saat itu. Kim Yu Shin memberikan sisir Cheon Myeong pada Deok Man. Deok Man tidak mengambilnya, tapi Kim yu Shin meletakkan sisir itu di tangan Deok Man. Cheon Myeong ingin Deok Man hidup seperti wanita dan orang pada umumnya. Deok Man harus melupakan Silla dan Mi Shil dan pergi jauh dan hidup bahagia. Kim Yu Shin berkata Deok Man harus menghormati keinginan dan pesan terakhir Cheon Myeong.

Kim Yu Shin : “Deok Man?”

Deok Man : “Aku tidak dapat memenuhi permintaannya.”

Aku tidak dapat memenuhi dan mengikuti keinginan terakhir kakak. DeokMan? Mengapa aku tidak dapat memanggilnya kakak sebelumnya?

Deok Man berdiri dan mematahkan sisir menjadi 2 dan melemparnya ke air. Kim Yu Shin terkejut melihatnya. Mengapa kau bersikap seperti itu ? Pesan terakhirnya..aku tidak akan memenuhinya..bukan..aku menolak mengikutinya.

<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:”Cambria Math”; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 415 0;} @font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-520092929 1073786111 9 0 415 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:”"; margin-top:0cm; margin-right:0cm; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,”sans-serif”; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:”Times New Roman”; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-fareast-language:EN-US;} a:link, span.MsoHyperlink {mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; color:blue; text-decoration:underline; text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed {mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; color:purple; text-decoration:underline; text-underline:single;} p {mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-margin-top-alt:auto; margin-right:0cm; mso-margin-bottom-alt:auto; margin-left:0cm; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”,”serif”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:”Times New Roman”; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-fareast-language:EN-US;} .MsoPapDefault {mso-style-type:export-only; margin-bottom:10.0pt; line-height:115%;} @page Section1 {size:595.3pt 841.9pt; margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; mso-header-margin:35.4pt; mso-footer-margin:35.4pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Queen Seondeok Episode 25

Deok Man pergi. Yu Shin bertanya apa yang akan ia lakukan jika ia menolak keinginan mendiang kakaknya. Kim Yu Shin berkata Cheon Myeong mengkhawatirkan Deok Man sampai nafas terakhirnya. Deok Man berteriak, inilah alasan mengapa ia tidak dapat mengikuti pesan kakaknya. Karena kekhawatirannya, maka Cheon Myeong menggantikannya mati. (Tirza: Kekhawatiran ..tidak akan menambah sehasta saja jalan hidupmu). Bagaimana aku dapat memenuhi keinginannya dan hidup bahagia. Kebahagian itu berakhir bersama Cheon Myeong. Sudah selesai untukku.

Kim Yu Shin benar2 terluka dengan kata2 Deok Man. Kim Yu Shin berkata insiden ini bukan salah Deok Man. Deok Man berkata, bukan salah Yu Shin juga. Tapi Deok Man sekarang tidak sanggup memandang mata Kim Yu Shin tanpa merasa bersalah, demikian juga Yu Shin tidak akan sanggup menatap mataku.

Deok Man berkata biarpun ini bukan salah mereka, mereka tidak bisa bersama. Kim Yu Shin untuk pertama kalinya patah hati dan menangis bahwa cinta mereka akan seperti ini. (Tirza: it’s so sad watching him cried like that..)

Cheon Myeong mendapat penghormatan terakhir. Masyarakat Silla datang memberi hormat dan berlutut di depan petinya. Seol Won Rang, Kim Seo Hyeon, Alcheon berjaga. Semua penduduk menangisi Cheon Myeong.

Mi Shil dan rombongannya bertemu Ratu Maya di koridor. Ratu Maya sangat lemah sehingga lengannya ditopang oleh dayangnya. Mi Shil menyalami Ratu dan mengekspresikan duka citanya. Ratu mengeluarkan kemarahannya. Ratu murka. Dan mulai mengutuk Mi Shil dengan kekuasaannya. Ratu berteriak pada Mi Shil.

Ratu : Kau perempuan celaka!

Semua kaget. Ha Jong bertanya bagaimana Ratu dapat begitu kasar pada Mi Shil.

Ratu : Perempuan, kau juga akan mati. Semua yang kau miliki akan diambil dari padamu, dan reputasimu akan hancur dan mati mengenaskan dan sendirian, seperti itulah kau akan menemui ajalmu. Mi Shil benar2 shock dengan kutukan Ratu Maya.

Ratu : Kau tidak dapat tidur. Saat kau mencoba untuk makan, kau tidak bisa. Saat kau mencoba untuk hidup, kau tidak dapat. Dan kau akan hidup seperti mayat hidup tanpa roh. Bahkan saat kau mencoba berteriak, kau tidak akan dapat mengeluarkan satu patah kata pun. Begitulah kau akan melihat kematianmu. Kau tidak akan memiliki makam dengan namamu, tidak akan ada kuburan untuk jasadmu dan akan lenyap dari sejarah tanpa jejak, kau perempuan celaka! Tunggu saja bahwa dalam sejarah namamu tidak akan tercatat. Tidak akan ditemukan satu karakterpun dalam buku2.

Ratu jatuh pingsan. Se Jong datang memeriksa Ratu, Mi Shil terlihat benar2 terganggu dengan kutukan Ratu.

Kim Yu shin menemui Deok Man dan berkata ia benar. Bagaimanapun ia tetap berkeras agar Deok Man meninggalkan Silla demi alasan keamanan. Deok Man berkata dia tidak akan meninggalkan Silla dan dia akan tinggal di Silla. Deok Man mungkin akan mati di Silla. Deok man berkata, ia akan menemukan cara agar ia tidak mati di Silla. Kim Yu shin bertanya apa yang akan ia lakukan.

Deok Man : “Silla..Aku akan menguasai Silla.”

Deok man berkata Mi Shil adalah fokusnya. Ia akan mengalahkan Mi Shil dengan cara Mi Shil sendiri. Deok Man terus berpikirkeras dan Yu Shin duduk di dekatnya. Kim Yu Shin tertidur dan saat bangun Deok Man tidak ada.

Deok Man berjalan dan Bi Dam mengikutinya. Bi Dam bertanya apa rencananya. Deok Man berkata ia akan pergi ke Seorabeol. Bi Dam menahan Deok Man. Semua yang mencarimu ada di Seorabeol, mengapa kau justru mau pergi kesana? Deok Man bertanya apa Bi Dam mau ikut dengannya dan melakukan petualangan dengannya. Itu membuat Bi Dam tertarik. Kim Yu shin mencari Deok Man dan teringat dengan keinginan Deok Man untuk menguasai Silla. Dan Bi Dam tertawa dengan rencana Deok Man, dia merasa Deok Man bercanda.

Deok Man berkata, jika Bi Dam tertarik temui aku di tempat minum di pasar Gwonwon, di sebelah timur kota. Bi Dam tahu bahwa Deok Man serius. Jika Bi Dam tidak bersedia, maka persahabatan mereka berakhir sampai disini.

Bi Dam mendengar gosip politik di pasar. Orang2 berkata sejak kematian Putri Cheon Myeong, keluarga Raja benar2 dalam bahaya, karena Raja tidak memiliki penerus takhta. Yang berhak naik takhta adalah Se Jong suami Mi Shil. Jika itu benar, maka Mi Shil memang ada di balik kematian Cheon Myeong. Salah seorang berkata itu omong kosong dan jangan sembarangan, nanti akan celaka. Mereka juga mendengar bahwa Ratu mengutuk Mi shil. Bi Dam bergabung dan berkata itu benar, bahkan dia menyaksikannya sendiri. Moon Noh lewat dan memanggil Bi Dam.

Moon Noh bertanya apa yang terjadi dengan kapal yang diminta Bi Dam padanya. Moon Noh merasa Bi Dam mencoba bohong padanya. Bi Dam berkata kali ini ia benar2 ingin membantu orang2 itu. Moon Noh bertanya apa Bi Dam tulus, Bi Dam mengiyakan. Moon noh berkata, mereka akan pergi, ia minta Bi Dam bersiap.

Moon Noh ingat insiden 20 th yll, saat ia menyelamatkan So Hwa dan bayi Deokman. Moon Noh memberi instruksi pada So Hwa apa yang harus dilakukannya. So Hwa mematuhinya. Moon Noh juga berkata bayi ini akan kembali ke Silla untuk melakukan hal yang besar. Moon Noh berkata Raja Jinpyeong tidak mengerti apa yang telah ia lihat. Bersama Moon Noh ada balita, itu adalah Bi Dam kecil. Bi Dam mengelus kepala Deok Man. Moon Noh tersenyum dan berkata Bi Dam menyukai Deok Man.

Moon Noh bertanya apa yang dipikirkan Bi Dam. Bi Dam ingin membantu orang dengan seragam nangdo itu (Deok Man). Bi Dam berkata ia benar2 ingin membantunya. Moon Noh tahu Bi Dam tulus dan sunguh2. Bi Dam minta ijin Moon Noh dan Moon Noh meluluskannya. Moon Noh berkata, ia akan menulis surat Ahm Yeo. (Ahm Yeo, surat dengan kode rahasia, kaya yang di the davinci code)

Al Cheon melakukan Nangjang dengan beberapa Nangdonya di Daehwajeon. Dae Pung dan Guk San Heun dari Yonghwa juga ikut. Mereka berlutut dan berteriak pada Dewan Kerajaan untuk mengusut kematian Cheon Myeong. Raja yang sedang menemani Ratu mendapat laporan Kim Yong Chu mengenai Al Cheon. Seol Won menghalangi akses yang lain. Se Jong mengadakan pertemuan dengan Raja. Raja, Eul Jae, Kim Yong Chu, ha Jong, Se Jong, dan Mi Shil bertemu untuk membahas permohonan Al Cheon. Mi shil berakting seolah-olah ia tidak bersalah atas kematian Cheon Myeong. Mi shil menyalahkan Eul Jae yang ingin membunuh Deok Man. Mi Shil berkata mereka harus menjawab keinginan Hwarang.

Kapten Hwarang yang lain merasa tindakan Al Cheon tidak ada gunanya. Seok Bum mengungkap bahwa sebenarnya Putri Cheon Myeong itu kembar dan Putri ada di sana untuk menyelamatkan adik kembarnya. Bo Jong berkata bahwa mereka disana mungkin untuk membunuh adik kembar Cheon Myeong dan bertanya apa ia benar. Im Jong diam.

Se Jong menanyakan misi rahasia Cheon Myeong. Kim Yong Chu berusaha menutupinya. Kim Seo Hyeon juga membela Yu Shin. Seol won berkata saat Putri Cheon Myeong meninggal, ia mendapat laporan bahwa Kim Yu Shin, Deok Man dan Al Cheon ada bersama-sama. Se jOng ingin mereka membawa Deok Man hidup2 tapi Eul Jae malah ingin ia mati. Mi Shil bertanya pada Raja apa yang akan Baginda lakukan. Mi Shil berkata ia dapat saja mencari pelakunya tapi Cheon myeong meninggal karena melindungi adik kembarnya. Jika Baginda membiarkan masalah ini, mereka akan melupakan juga. Raja memaksa dirinya untuk menyatakan bahwa Putri Cheon Myeong meninggal karena kecelakaan. Ini akan mengakhiri pertikaian ke-2 kubu. Mi Shil juga tidak punya pilihan selain membiarkan masalah ini berlalu.

Seol won Rang menyampaikan keputusan Raja pada Al Cheon. Tak Seorangpun yang akan mengungkap masalah ini jadi jika Al Cheon meneruskan permohonannya maka akan dianggap sebagai pemberontakan. Al Cheon tidak dapat menerima keputusan bahwa Putri Cheon Myeong meninggal karena kecelakaan.

Mi Shil terlihat terpukul saat Seol Won berkata ini susah tapi mereka harus memotong kekalahan dan membangun lagi dengan kesempatan lain. Mi shil menanyakan Dae Nam Bo. Seol Won berkata dia ke Cina untuk membawa Kim Chun Chu pulang.

Mi Shil mengikat dan mengarahkan pedang pada Mi Saeng. Mi shil memberikan racun pada Mi Saeng dan minta ia meminumnya. Mi Saeng : “Bagaimana kau bisa melakukan ini, aku kan adikmu?” Mi Shil berkata : Aku bahkan menyingkirkan darah dagingku (Bi Dam) sendiri dan apa artinya saudara kandung? Mi Shil akan menyingkirkan orang yang tidak berguna dan tidak patuh kepadanya. Mi Saeng memohon pada kakaknya untuk memberinya kesempatan lain. Mi Saeng berkata Seo Ri yang memintanya melakukan hal ini. Mi Shil tidak mengerti mengapa Mi Saeng percaya pada Seo Ri yang rendah jabatannya. Mi Saeng berkata Seo Ri mendapati bahwa Bintang Pisces akan bertabrakan dengan Gemini. (Tirza; ekspresi Mi Saeng saat akan disuruh minum racun lucu sekali..)

Mi Shil marah dan berkata bagaimana Seo Ri dapat berpikir bahwa Mi Shil akan hancur, Mi Shil berkata itu omong kosong. Apa kau tahu kesempatan apa yang hilang dengan kematian Cheon Myeong?

Mi Saeng dengan intelegensianya berkata pada Mi Shil, tidak ada jalan lain, mereka harus mengusahakan gerhana matahari. Pendeta Wyol Cheon akan melakukan kalkulasi gerhana matahari. Mi saeng berkata Mi Shil harus mengambil kesempatan ini. Mi shil tahu susah memprediksi gerhana matahari. Mi Saeng membujuk Mi shil, ia benar2 memerlukan kepandaiannya dan tanpa Seo Ri atau tanpa Mi Saeng bagaimana Mi Shil dapat menjalankan rencananya. Mi saeng memohon Mi shil mengampuninya hanya satu kali ini saja dan dia tidak akan mengulang kesalahannya lagi, ia berjanji.

Mi shil mengunjungi Seo Ri. Seo Ri berkata Mi Shil berubah dan menjadi arogan serta melawan kehendak langit. Mi Shil berkata Seo Ri-lah yang berkata bahwa ia memiliki kehendak langit. Seo Ri membenarkan, tapi kehendak langit tidak selamanya berada pada seseorang, kemurahan langit dapat diambil dari orang itu. Tidak selamanya seseorang mendapatkan kemurahan Tuhan. Mi shil tidak suka dengan apa yang ia dengar, ia juga teringat perkataan Cheon Myeong padanya. Seo ri dengan tulus berkata agar Mi shil tidak meremehkan apa yang dapat dilakukan langit. Mi Shil mengerti, tapi Mi Shil menawarkan racun pada Seo Ri untuk diinum. Seo Ri menaikkan alisnya mendengar kata2 Mi Shil. (Ombak yang terdahulu akan tergulung oleh ombak yang datang kemudian)

Al Cheon merasa sakit hati dan pergi ke hutan. Dia tidak dapat mencari keadilan untuk Cheon Myeong. Al Cheon berlutut dan menyembah pada langit dan ia berlutut untuk melakukan ritual bunuh diri (Tirza: seperti Samurai yang melakukan seppuku). Al cheon bersiap menusukkan pedang pendeknya ke perutnya saat seseorang datang dan mengejutkan Al Cheon.

Pihak Mi Shil menyalahkan Seol Won karena gagal membawa Deok Man . Ha Jong bertanya apa Seol Won melakukannya dengan sengaja. Mereka berdebat dan Mi Shil datang. Mi Shil berkata agar mereka tidak saling mencurigai. Mi shil percaya bahwa dilihat dari karakter Deok Man, ia pasti akan muncul ke Seorabeol. Deok Man sendiri akan mengungkap keberadaan si kembar, Mi Shil menunggu Deok Man muncul di Seorabeol.

Deok Man datang menghentikan Al Cheon. Al Cheon kaget tapi ia minta Deok Man minggir. Deok Man berkata Al cheon benar2 tidak menghormatinya. Deok Man berkata bahkan Mi Shil tidak mengakuinya, Keluarga Raja juga menyangkal keberadaannya, dia tanya apa Al Cheon mengakuinya. Al Cheon berkata pada Deok Man bahwa akan sangat bahaya jika Deok Man tetap di Silla. Al Cheon ditanya, apa ia mencemaskan Deok Man atau Silla sebagai bangsa. Deok Man berkata ia tidak akan lari. Deok Man bersumpah ia akan melanjutkan hidupnya dan menjadi Putri Silla dan menjadi Puteri yang berkuasa atas Hwa Rang. Deok Man memerintah Al cheon untuk tetap hidup. Al Cheon merasa sangat bersalah telah gagal melindungi Cheon Myeong. Dia merasa malu.

Deok Man minta Al Cheon untuk berdamai dengan rasa bersalahnya, karena dia juga sudah berdamai dengan rasa bersalahnya, jika Al Cheon ingin mati, hiduplah dengan perasaan bersalah itu bahwa kau harus tetap bertahan dan berdamai atau menerima semua kesalahan dan keputusasaan di dalam hatimu. Deok Man sebagai penguasa Hwa Rang memerintahkan Al Cheon untuk berdamai dengan dirinya sendiri.

Al Cheon bersumpah bahwa dia dan resimennya mengakui Deok Man sebagai penguasa Hwa Rang dan akan menghormati dan mematuhi perintahnya. Deok Man mengepalkan tangannya dengan keyakinan dan dia sudah selangkah maju. Ratu masih sakit, Raja memohon isterinya agar siuman dan menemaninya karena ia merasa kesepian. Eul Jae dan Kim Yong Chu datang menghadap. Eul Jae datang untuk menasihati Raja bahwa Raja harus kuat demi kepentingan bangsa. Yang paling penting adalah mereka perlu segera memperkuat Keluarga Raja. Raja tidak begitu peduli dengan perkataan Eul Jae. Eul Jae berkata mereka harus mengangkat Kim Chun Chu sebagai pewaris takhta. Ini untuk membuat kematian Cheon Myeong tidak sia-sia.

Raja memecat Eul Jae dari posisi Menterinya. Raja tidak pernah meragukan kesetiaan Eul Jae pada keluarga Raja bahkan Raja tidak pernah menanyakan misi rahasianya tanpa berkonsultasi dengan Raja. Raja mengikuti semua nasihat Eul Jae, tapi Raja tidak tahan melihat Eul Jae. Eul Jae berusaha menjelaskan, tapi Raja untuk pertama kalinya memperlihatkan kemarahannya, Raja tidak ingin mendengar satupun karena ia dan keluarganya-lah yang harus menderita demi kelangsungan Keluarga Raja. Raja bahkan tidak mampu melindungi anak-anaknya sendiri, isterinya Ratu Maya sakit parah. Raja minta Eul Jae pergi dari hadapannya.

(Eul Jae akan dipecat dari jabatan kementeriannya, kemudian diturunkan semua jabatan dan statusnya, aristokrat menjadi orang biasa)

Kim Yong Chu meminta Raja mengampuni Eul Jae. Eul Jae menghormati Raja dan pergi tanpa membela dirinya. Eul Jae meminta maaf pada mendiang Raja Jinheung karena ia tidak dapat memenuhi permintaan terakhirnya. Eul Jae meminta maaf pada Raja Jipyeong karena tidak dapat melayaninya lagi karena semua kekurangannya dan mengharap agar Raja panjang umur. Raja melihat dari jauh saat Eul jae meninggalkan istana.

Raja jatuh karena semua bebannya. Kemudian ia melihat Al Cheon. Raja mendekati Al Cheon yang berada di pintu masuk balairung utama. Al Cheon memberi salam pada Raja. Saat Raja bertanya, Al Cheon memberikan surat untuk Raja. Al Cheon berkata ia mendapat perintah untuk menyampaikan surat ini pada Baginda. Raja Jinpyeong membaca surat itu. Ternyata dari Deok Man.

Deok Man : Yang Mulia, Putri ke-2 anda, Putri negeri ini, Deok Man…

Raja sangat terkejut menerima surat itu. Al Cheon juga datang untuk menemui Ratu Maya. Dayang pribadi Ratu berkata Ratu sedang sakit tidak mungkin menemui Al Cheon. Al Cheon berkeras untuk bertemu Ratu Maya.

Kim Yu Shin menemui Guk San Heun dan bertanya apa ia melihat Al Cheon. Al Cheon berlari mendatanginya dan Yu Shin bertanya apa Al Cheon bertemu Deok Man. Deok Man sedang memulai sesuatu dan dia harus mencarinya. Sementara itu, Deok Man bertanya apa Bi Dam akan bergabung dengan resimennya. Bi Dam ingin tahu apa rencana Deok Man sebelum dia memutuskan bergabung. Deok Man berkata bahwa Bi Dam benar2 kasar dan Bi Dam harus menghormatinya. Bi Dam bertanya apa dia harus mengikuti aturan protokoler itu. Deok Man berkata ia mungkin kelihatan asing tapi ia tetap Putri Raja dari negri Silla, apa Bi Dam tidak dapat membedakannya. Bi Dam tidak pernah peduli dengan politik negri ini. Bahkan jika Raja sendiri berdiri di depannya, dia tetap tidak tahu bagaimana bereaksi dan tidak peduli apa itu Raja dan negara. Deok Man berkata tidak peduli siapa yang berdiri di depannya Bi Dam tetap tidak takut. Bi Dam berkata ketakutan tidak ada dalam kamusku.

Deok Man berkata Bi Dam percaya diri dan dapat mengeluarkan perasaannya. Bi Dam merasa ia bahkan tidak tahu bagaimana perasaannya dan siapa yang akan tertarik dengan apa yang ia rasakan. Deok Man berkata sampai ia mengatakannya, Bi Dam tidak perlu mengikuti protokoler kepadanya. Mereka dapat berbicara dengan normal seperti biasanya. Bi Dam berkata itu tidak sulit dilakukan. Deok Man bertanya apa ia begitu percaya diri sehingga tidak takut pada apapun. Bi Dam mengiyakan sampai Kim Yu Shin menerobos ke dalam kamar dengan sedikit kesal kemudian menyeret Deok Man keluar.

Kim Yu Shin bertanya apa yang sedang dilakukan Deok Man. Kim Yu Shin berkata tidak peduli dalam hidup atau mati, dia akan bersama Deok Man dan ia ingin tahu apa yang direncanakan Deok Man. Apa ia ingin mencoba membunuh Mi Shil, atau mencoba memperoleh posisinya sebagai Putri Raja atau Deok Man ingin membalas dendam pada Silla yang telah membuangnya. Bahkan, jika memang benar, Seorabeol tetap berbahaya untuk Deok Man. Kim Yu shin ingin mengajaknya pergi saat Deok Man berkata, ia benar2 tidak tahu apa ia harus memasukkan Kim Yu Shin dalam rencananya, dia tidak tahu. Kim Yu Shin berkata tidak peduli akan seperti apa, dia akan selalu bersamanya.

Deok Man berkata bahwa semangatnya akan melemah jika ia bersama Kim Yu Shin. Deok Man berkata mulai sekarang sampai seterusnya, Kim Yu shin tidak akan pernah bisa membelai rambutnya, tidak akan bisa memanggil namanya, tidak akan pernah bisa memeluknya atau tidak akan bisa memegang tangannya. Kim Yu Shin melepaskan genggamannya pada tangan Deok Man dan Deok Man pergi meninggalkan Kim Yu Shin yang putus asa dibelakang. Deok Man berkata pada dirinya sendiri yang terbaik hanya menyimpan Kim Yu Shin dalam hatinya saja. (Tirza: lagunya bagus banget…cocok dengan scene-nya)

Raja mengunjungi Ratu Maya yang sudah mulai sadar tapi masih sakit dan dengan dayangnya akan mengunjungi kuil istana. Raja tidak setuju isterinya pergi karena baru pulih. Ratu berkeras dia harus berdoa di kuil karena ia tidak menghadiri pemakaman Cheon Myeong, paling tidak ia dapat berdoa untuk Cheon Myeong. Raja akhirnya memberi ijin, asal Ratu dapat merasa lebih baik lakukan saja.

Dalam Kuil, Ratu Maya bertanya mengenai Pendeta Agung Seo Ri tapi pelayan Kuil berkata Seo Ri sakit dan tidak dapat menghadap Ratu. Ratu Maya mengerti dan ia sendirian berdoa untuk Cheon Myeong dan minta agar tak seorangpun masuk ke Kuil, dia hanya meminta pelayannya untuk menemaninya. Saat Ratu memasuki Kuil, hanya satu orang dayang yang mengikuti Ratu dari belakang. Ratu berlutut di depan altar. Ratu Maya bertanya mengapa ia kembali. Dayang itu adalah Deok Man. Deok Man mendengar Ratu sakit keras. Ratu Maya memanggil Deok Man sebagai anaknya tersayang. Saat Ratu mendengar berita dari Al Cheon, dia langsung sadar dan sembuh dari sakitnya.

Ratu Maya bertanya apa tujuan Deok Man berada di Seorabeol. Deok Man ingin pergi ke ruang bawah tanah di kuil yang sudah ditemukan Cheon Myeong. Ratu Maya tidak mengerti, mengapa Deok Man ingin kesana, apa yang ia rencanakan. Deok Man berkata ia perlu mencari sesuatu. Ratu takut dia mungkin akan kehilangan Deok Man dengan semua petualangannya ini. Ratu Maya bertanya apa yang ingin dicapai Deok Man.

Seo Ri memegang racun yang harus diminumnya saat ia mendengar keributan, kemudian seorang pelayan istana masuk dan ternyata itu Deok Man! Seo Ri kaget. Deok Man menodongkan pisau ke arah Seo Ri. Seo Ri marah, beraninya Deok Man muncul di sini. Deok Man berkata, Seo Ri adalah pelayan Tuhan tapi dalam Kuil istana ada ruangan rahasia dan menggunakan tipuan untuk menipu orang2 dan berkata bahwa itu adalah kehendak langit. Deok Man berkata mereka telah memanipulasi kehendak langit untuk mempertahankan ketakutan rakyat, maka ia tidak pantas melayani surga. Seo Ri bertanya apa Deok Man akan membunuhnya. Deok Man berkata membunuh orang sepertinya tidak berharga.

Kemudian Seo Ri mendapat penglihatan, ia melihat Deok Man mengenakan Mahkota Kerajaan Silla dan ia terkejut. Deok Man bertanya siapa orang dibelakang ritual Dae Myeong Ryeol tapi Seo Ri masih merasa shock dengan apa yang ia lihat. Seo Ri bergumam tentang apakah Deok Man adalah bintang Gaeyang. Deok Man tidak mengerti apa bintang Gaeyang. Seo ri masih bergumam, benar Deok Man adalah orangnya. Tiba2 ada suara pintu terbuka, Seo Ri berubah hatinya dan minta Deok Man bersembunyi dibelakang layar. Deok Man bersembunyi tepat saat Mi Shil masuk ke dalam ruangan untuk bertanya terakhir kalinya apakah Seo Ri akan mematuhinya dan memberikan kesetiannya untuk Mi Shil. Seo Ri sebaliknya memberi nasihat terakhir pada Mi Shil, jika Mi Shil menangkap Deok Man, ia harus segera membunuhnya.

Mi Shil tidak mengerti maksud Seo Ri. Deok Man menggenggam pisaunya dengan erat. Seo Ri berkata bukan takdir Mi Shil untuk menjadi Ratu negri ini. Mi Shil kesal dengan perkataan Seo Ri. Seo Ri mendesah dia tidak punya hak dan kemurahan Tuhan sudah berakhir atas Mi Shil tapi Seo Ri tidak ingin menyaksikannya saat hari itu datang. Seo ri mengambil racun dan meminumnya dan dengan nafas terakhirnya Seo Ri berteriak ke arah Mi Shil, sebenarnya untuk Deok Man, bahwa orang di belakang ritual Dae Myeong ryeol adalah pendeta Wyol Cheon dari kuil Hwa Deok.

Mi shil heran apa yang dimaksud Seo Ri. Deok Man mendengarnya. Seo Ri meninggal. Mi Saeng masuk dan melihat Seo Ri yang telah meninggal. Mi Saeng berkata tanpa Seo Ri apa yang akan dilakukan Mi Shil. Mi Shil keluar begitu saja, Mi Saeng mengejar kakaknya. Mi shil berkata mereka harus membuat rencana yang melibatkan gerhana matahari.

Mi Shil mengunjungi pendeta Wyol Cheon untuk menentukan tanggal dan hari gerhana matahari dan minta adiknya mengikutinya. Deok Man keluar dari persembunyiannya dan memandang jenazah Seo Ri dan berpikir betapa jahatnya Mi Shil pada anak buahnya. Al Cheon dan Kim Yu Shin berjalan di keramaian saat mereka menyadari telah diikuti. Mereka berhasil mengecoh penguntitnya. Ternyata mereka anak buah Bo Jong, Bo Jong berkata, mereka itu kapten Hwarang jadi kalau ingin mengikuti mereka, kalian harus menggunakan taktik yang lain.

Deok Man mengumpulkan orang2nya. Deok Man berkata mereka harus ke kuil Hwa Deok. Bi Dam dan Kim Yu shin bertanya untuk apa ke sana. Mereka harus mendapatkan seseorang di sana. Sementara itu, di kuil Hwa Deok, sekelompok orang mengepung kuil. Pemimpinnya bernama Wyol Ya dan memberi perintah mereka akan bergerak menuju kuil di malam hari. Orang yang lain adalah Seo Ji pemimpin para pemberontak di Gaya. Mereka juga menginginkan Wyol Cheon.

Wyol Cheon mengobati So Hwa dan Joo Bang dan Go Do terus memohon pada Wyol Cheon untuk dibebaskan. Go Do ingin ke istana karena Putri Cheon Myeong meninggal. Joo Bang berkata tampaknya So Hwa tidak juga membaik. Kim Yu Shin heran saat tahu mereka harus menculik pendeta Wyol Cheon. Deok Man ingin menyingkirkan kemampuan surgawi Mi shil. Kim Yu Shin bertanya apa yang ingin diraih Deok Man dengan semua ini. Deok Man ingat suratnya untuk Raja Jinpyeong.

Deok Man : Yang Mulia, putri ke-2 anda, Putri negri ini, Deok Man…tidak seorangpun di Silla termasuk Raja Jinpyeong menyambut kehadiranku, jadi aku akan berusaha meraih statusku, sebagai anak Raja Jinpyeong, Putri negri ini, keturunan Seonggol di negri ini.

Deok Man mengatakan rencananya pada ibunya. Deok Man ingin memperoleh hak untuk tinggal di Gyerim tanpa alasan, itu akan memungkinkan Deok Man untuk hidup sebagai anak dari Ratu Maya.

Kemudian Bi Dam bertanya apa rencana Deok Man dan ia ingin ikut dengannya.
Deok Man : Aku akan menguasai Silla
Kemudian saat Kim Yu Shin menanyakan tujuannya, Deok Man dengan dingin menjawab,
Deok Man : Takhta..Aku akan menjadi penguasa Silla, dengan cara yang sama yang dipakai Mi shil untuk mengambil dan menguasai negri ini.
Semua terkejut dengan niat Deok Man.

Queen Seondeok Episode 26

Di kuil Hwa Deok, Wyol Ya dan anak buahnya bersiap menyerbu saat tandu Mi Shil tiba di kuil Hwa Deok. Seo Ji berkata tandu itu dari istana. wyol Ya memutuskan untuk menunggu. Mi Shil dan Mi Saeng memberi salam pada pendeta Wyol Cheon. Mi Shil berterima kasih atas usaha pendeta yang sangat bagus. Pendeta berkata, So Hwa sangat sulit pulih. Mi Shil berkata ia tidak ingin membicarakan So Hwa. Mi Shil ingin tahu kapan gerhana matahari akan terjadi. Pendeta Wyol Cheon berkata permintaan Mi shil tidak masuk akal. Mi Shil bertanya apa akan ada gerhana matahari dalam waktu dekat ini.

Wyol Cheon berkata ia adalah ahli matematika dan science yang percaya pada rumus dan teori matematik. Dia bukan orang yang bisa memprediksi apa akan segera ada gerhana. Mi Shil tahu itu, tapi jika mereka memperoleh salinan Cheong Gwang Ryeol, mungkin akan ada kesempatan untuk menghitung terjadinya gerhana. (Cheong Gwang Ryeol adalah sistem kalender dari dinasti Wei Utara periode 386-534M, berdasar pada perhitungan matahari bulan. Selengkapnya dpt dipelajari disini.)

Mi Saeng mengerti bahwa Cheong Gwang Ryeol kurang akurat dibanding Dae Myeong Ryeol. Pendeta setuju, tapi jika mengenai perputaran bumi mengelilingi matahari, Cheong Gwang Ryeol lebih akurat dibanding Dae Myeong Ryeol. Mi Shil mendengar pertama kali tentang Cheong Gwang Ryeol.

Deok Man menjelaskan bahwa rakyat negri ini percaya pada mitos dan kekuatan supranatural. Mi Shil dapat melihatnya dengan baik dan mengambil kesempatan untuk menggunakannya mendapatkan kekuatan. Deok Man berkata jika itu tidak diambil dari Mi shil, maka Mi shil tidak akan kalah bahkan jika mereka memiliki kekuatan militer dan Dewan bangsawan (Hwa Baek), situasinya tidak akan berubah. Ini karena kekuatan Mi Shil berasal dari kepercayaan rakyat padanya. Mereka harus menurunkan reputasi Mi Shil sebagai penjaga stempel kerajaan dan semua mitos mengenai dirinya, jadi pertama yang harus dilakukan adalah Mi Shil harus kehilangan Wyol Cheon.

Deok Man minta Kim Yu Shin untuk meninggalkannya dan melanjutkan hidupnya sendiri. Deok Man berkata ia tidak akan meminta Yu shin bersamanya, meskipun ia berpikir Yu Shin seharusnya bersama dengannya. Kim Yu shin menanyakan alasan Deok Man. Deok Man berkata ia akan memimpin revolusi melawan negara ini.

Deok Man berkata bahwa kakaknya ingin agar dia hidup sebagai orang biasa tapi ia memutuskan untuk melakukan sebaliknya, Deok Man tidak ingin mengambil resiko dengan menyeret Yu Shin dalam jalannya. Yu shin bertanya apa Deok Man akan selalu teringat dengan Cheon Myeong setiap kali mereka saling memandang satu sama lain sehingga ia selalu merasa menyesal dan bersalah. Lebih dari itu kata Deok Man. Deok Man berkata setiap kali ia melihat Yu Shin, dia mungkin tidak akan tahan atau menahan emosinya dan hatinya akan selalu menginginkan untuk pergi dengan Yu shin dan hidup bahagia. Setiap kali ia melihat Yu shin, hatinya selalu tergoda untuk bergantung pada Yu Shin untuk dukungan dan moral, membuatnya berharap menjadi wanita biasa dan hidup bahagia.

Ini karena Yu Shin selalu mengingatkannya menjadi orang biasa tapi keadaan tidak mengijinkannya. Sulit bagi seseorang dengan perasaan seperti itu untuk memulai revolusi melawan negaranya. Deok Man hanya ingin menyimpan perasaan itu dalam hatinya untuk mengingatkannya bahwa ia adalah manusia. Jika Kim Yu Shin tetap ingin bersamanya, ia hanya akan menjadi bidak dalam catur yang dimainkan Deok Man, hal ini sangat kejam untuk Yu shin dan membuatnya bersedih. Deok Man memohon Kim Yu Shin untuk melepaskannya. Deok Man pergi dengan hati berat.

Deok Man kembali dan berkata pada Al Cheon dan Bi Dam bahwa mereka akan ke kuil Hwa Deok untuk mencari Wyol Cheon. Malam, di kuil Hwa Deok, Mi shil terlihat meninggalkan kuil di tandunya. Wyol Ya dan anak buahnya memeriksa dan Seo Ji berkata ini waktu terbaik untuk menyerang karena Mi shil dan pasukannya sudah pergi. Wyol Ya memerintah untuk bergerak.

Joo Bang terbangun karena teriakan, So Hwa dan Go Do juga bertanya ada apa. Tiba2 semua sunyi. Go Do melihat keluar dan kaget dengan mayat yang bergelimpangan. Seo Ji menodongkan pedang ke arah Wyol Cheon. Wyol Ya datang dan memberi salam pada Wyol Cheon, sudah lama mereka tidak bertemu.

Go Do memukul pintu minta agar mereka dikeluarkan. Joo Bang menyarankan Go Do untuk mendobrak pintu karena penjaga sudah mati. Go Do bersiap mendobrak saat pintu terbuka dengan mudah. Joo Bang mengajak So Hwa keluar. Anak buah Bo Jong menemukan mayat di kuil. Joo Bang menemukan kunci untuk borgol mereka. Anak buah Bo Jong melihat Joo Bang, Go Do dan So Hwa melarikan diri dan mengejar mereka. So Hwa tidak dapat berlari lagi. Joo Bang bersembunyi. Salah seorang nangdo menembakkan panah ke arah So Hwa. So Hwa tertembak dan jatuh ke tebing. Kemudian mereka sadar bahwa seharusnya mereka tidak membunuh So Hwa.

Anak buah Deok Man sampai ke kuil dan menyadari bahwa mereka terlambat. Deok Man masuk ke kamar Wyol Cheon dan menemukan diagram tentang bintang2. Deok Man memeriksa semua dokumen di meja. Bi Dam bertanya apa itu. Deok Man berkata ini kamar Wyol Cheon. Al Cheon melihat belati dengan catatan, saat dibuka ternyata Yui Ran Gwi, organisasi rahasia Gaya. Al Cheon berkata Gaya sudah menyerang lebih dulu. Jika organisasi itu sudah mengambil Wyol Cheon, maka yang akan mendapat giliran kemudian adalah keluarga Kim Yu Shin. Sementara Bi Dam menanyakan sesuatu yang tidak juga dijawab.

Mi Shil mendapat laporan bahwa Wyol Cheon diculik. Palakunya adalah Bo Gya Hoe karena mereka meninggalkan lambang Gaya di kuil Hwa Deok. Jika organisasi Bo Gya Hoe menculik Wyol Cheon, apa yang harus dilakukan. Mi Saeng bertanya mengenai So Hwa. Bo Jong berkata mereka melarikan diri. Joo Bang dan Go Do belum tertangkap, tapi So Hwa tertangkap dan luka jadi mereka mengobatinya dulu. Mi saeng merasa kelompok Bo Gya Hoe mengacaukan rencana mereka.

Se Jong mendapat laporan bahwa Seo ri sudah meninggal. Wyol Cheon juga diculik dan Mi shil mengerahkan pasukan sebanyak-banyaknya untuk mencarinya. Se Jong curiga ada yang salah. Ha Jong berkata istana terlalu sunyi dan ia gelisah dengan kesunyian ini. se Jong berkata istana tidak memiliki penerus, ini saat bagus untuk mengajukan masalah ini. se Jong berkata ia tidak akan duduk diam saja, ia akan bergerak.

Raja mendapat informasi dari Ratu Maya bahwa Deok Man muncul di istana, Ratu bertemu dengannya di kuil. Raja bertanya mengapa ia melakukan itu, bagaimana jika ia tertangkap. Ratu berkata dia mempercayai alasan Deok Man dan juga penilaiannya itulah mengapa Ratu menolong Putrinya itu. Raja berkata masalahnya mereka tidak dapat memprediksi apa yang akan dilakukan putrinya itu. Apa yang akan dilakukan Deok Man mungkin akan gagal. Jika ia ingin mendapatkan statusnya sebagai Putri Raja, maka mereka harus mengungkapkan kelahiran putri kembar dan ramalannya. Ratu berkata ia adalah seorang ibu yang telah kehilangan 3 putra dan satu putri dan dia tidak akan kehilangan anak satu-satunya jika ia dapat membantunya.

Kim Seo Hyun berkata bahwa Deok Man akan mengancam keluarga Raja dengan kehadirannya. Kim Yong Chu melaporkan bahwa sejak kematian Cheon Myeong ada rumor di tengah rakyat bahwa sentimen publik meningkat. Juga kelompok Bo Gya Hoe. Raja tahu ini akibat pemindahan rakyat Gaya ke Samyang ju, ini adalah kesalahannya.

Kim seo Hyeon pulang dan menjumpai Kim Yu Shin di depan pintu. Kim Yu shin memberi salam pada ayahnya. Yu Shin berkata ia baik2 saja. Kim Seo Hyeon bertanya tentang Deok Man. Kim Yu shin menyebut Deok Man dengan Yang Mulia. Kim Seo Hyeon tidak mengakui Deok Man sebagai Putri Raja. Kim seo hyeon tidak ingin mendengar satu katapun mengenai Deok Man. Kim yu shin berkata Deok Man akan mengambil kembali statusnya dan berharap semua mengakui dan menyambutnya. Kim Seo Hyeon kaget apa itu mungkin. Jika ia ingin diakui, maka keberadaan putri kembar harus diungkapkan. Jika ini terungkap maka Ratu Maya dan Deok Man pasti akan disingkirkan. Bagaimana Deok Man dapat diakui dengan semua hal yang bertentangan mengenainya.

Kim Seo Hyeon berkata bahwa keluarga dalam bahaya. Ia menunjukkan surat dari Bo Gya Hoe pada Yu shin. Kim yu shin bertanya mengapa keluarga mereka menjadi target. Ini karena mengusir rakyat Gaya dari Seorabeol ke Samyang Ju. Bo Gya Hoe melihat keluarga Kim Seo Hyeon adalah penghianat. Dalam momen krisis seperti ini, jika Yu Shin dikendalikan oleh perasaan dan emosi pribadi dan tidak memikirkan keselamatan keluarganya adalah benar2 bodoh. Kim Yu Shin pergi.

Kim yu shin pergi ke gunung untuk memukuli batu (Tirza: Kim Yu shin’s anger management ). Yu Shin memutuskan untuk membuktikan bahwa ayahnya salah. Deok Man melihatnya dari kejauhan dan melihat Yu shin mengganti kayu pemukulnya. Deok Man berkata agar Yu Shin menahan emosinya dan bertahan. Kim Yu Shin mengakui bahwa ayahnya benar dan jika kelahiran putri kembar tidak diakui, maka Deok Man tidak akan memperoleh status Putrinya bahkan jika Yu Shin meninggalkan keluarganya, Yu Shin tetap tidak dapat membantu Deok Man, saat ia menoleh lagi ke batu besar itu, batu terbelah menjadi 2, membuat Yu shin kaget. Yu shin memeriksanya lagi dan merasa hal yang tidak mungkin dapat saja terjadi. (Tirza: If you believe, it will happen to you.)

Putri Man Myeong terkejut mengetahui suaminya mengusir putra mereka. Kim Seo Hyeon berkata ia tidak punya pilihan, ia ingin Yu shin sadar. Kim Yu shin datang dan berlutut di depan orang tuanya. Yu shin berkata ayahnya benar, tapi apa mereka harus menghancurkan Bo Gya Hoe, jika demikian mereka juga harus menghadapi kemarahan rakyat Gaya yang terusir dari Seorabeol. Kim Yu Shin berkata, karena mereka pemimpin Gaya, maka Raja Jinpyeong benar2 memerlukan kekuatan mereka itu sebabnya Mi Shil mencoba membujuk mereka untuk menjadi sekutunya. Maka jika mereka kehilangan kekuatannya maka keluarga mereka akan berakhir. Kim Yu shin berkata mereka harus bertaruh. Taruhannya adalah dirinya sendiri. Kim Yu Shin memohon agar orang tuanya mau bertaruh kepercayaan mereka padanya. Kim Yu shin pergi, ibunya sangat khawatir.

Kim Seo Hyeon berkata mereka harus menaruh semuanya dan mempercayai Yu Shin. Tiba2 sebuah anak panah melesat ke arah Kim seo Hyeon. Kim Yu shin mngejarnya. Ada pesan : Harus membunuh Kim Seo Hyeon dan Kim Yu Shin.

Kim Yu Shin menghadang penembak gelap itu, orang itu menyerang Yu shin. Yu Shin mengalahkannya dan bertanya apa ia dari Bo Gya Hoe, kemudian ada beberapa orang datang dan berkata Kim Yu shin tidak dapat bertahan dengan menawan satu orang dari mereka saja, dia akan dibunuh juga. Yu Shin mendorong orang itu dan berkata ia tidak mengambilnya sebagai tawanan dan jika mereka mau melawannya silakan saja. Bo Gya hoe membentuk formasi tapi dikalahkan oleh Yu Shin dan mengarahkan pedang ke pemimpin kelompok itu. Kim Yu shin menggunakan bagian pedang yang tidak tajam saat melawan mereka, menunjukka kemurahan hatinya. Pemimpin kelompok itu bertanya apa yang diinginkan Yu Shin. Kim Yu Shin minta agar mereka membawanya kepada pemimpin pemberontak. Kim Yu shin berkata ia adalah keturunan ke-2 Jenderal Kim Mul Yeop dan ia adalah Kim Yu Shin yang akan mereka bunuh jadi mengapa mereka ragu. Mereka membawa Kim Yu shin dengan mata tertutup dan terikat ke markas Bo Gya Hoe.

Seo Ji berkata pada Wyol Ya bahwa Kim Seo Hyeon dipercaya dan dihormati rakyat Gaya karena janjinya bahwa dia dapat melindungi rakyat Gaya. Seo Ji bertanya mengapa selama perang dengan Baekje, mereka membiarkan Kim Seo Hyeon hidup. Jadi orang yang menyelamatkan Kim Seo Hyeon waktu itu yang aku kira Moon Noh adalah orang Bo Gya hOe. Sekarang terbukti, Kim Seo Hyeon tidak dapat memenuhi janjinya. Seo Ji ingin bertempur dengan Silla. Mereka harus membunuh putra Kim Seo Hyeon dulu yaitu Kim Yu Shin. kemudian seseorang lapor bahwa Kim Yu Shin ada disini dengan keinginannya sendiri. Wyol Ya heran.

Se Jong menyebar kabar tentang keberadaan putri kembar. Lembaran berita itu sampai pada Joo Bang dan Go Do. Joo Bang memikirkan So Hwa. Paginya rakyat berkumpul di dekat poster yang mengisahkan tentang kelahiran putri kembar 20 tahun yang lalu. Adik kembar Putri Cheon Myeong sekarang ada di Seorabeol. Dikatakan bahwa Ratu maya harus diturunkan. Pengawal istana datang dan merobeknya. Raja membacanya dan bertanya pada Kim Yong Chu apa yang terjadi. raja ingin tahu siapa yang menyebarkan berita ini. Raja yakin, Mi shil ada di belakangnya.

Raja minta masalah ini diakhiri. Jika bukan Mi shil maka siapa yang melakukannya. Raja bertanya-tanya apa mungkin Deok Man. Kim Yong Chu menyebut Deok Man dengan sebutan Putri, Raja minta Kim Yong Chu berhati-hati dengan perkataannya. Raja bertanya apa mungkin Deok Man ingin membuat seluruh keluarga Raja menuju kematian karena sudah membuangnya dan sekarang ia membalas dendam pada mereka.

Bo Jong menunjukkan selebaran pada Mi Shil. Mi shil tidak suka. Se Jong berkata bukankah itu baik untuk mereka, Mi Shil dan Seol Won melihat pada Ha Jong dan curiga itu perbuatannya. Ha Jong bertanya mengapa mereka menatapnya. Seol Won berkata mereka harus menyelesaikan masalah ini dengan hati-hati. Se Jong dan Ha Jong merasa menang dengan berita itu. Jika simpati untuk Cheon Myeong berakhir maka berita tenteng si kembar akan muncul kembali. Mereka harus mengganti Ratu yang telah melahirkan anak kembar. Se Jong minta Ha Jong merahasiakan masalah ini.

Bo Jong bertanya pada ayahnya siapa yang berani melakukan ini, apakah Deok Man. Seol Won berkata ini perbuatan Ha Jong (Tirza: this guy is brilliant..ha..ha). Seol won dapat merasa bahwa Ha jOng tidak sabar, ia tahu ayahnya berhak atas takhta. Seol Won yakin Mi Shil sudah tahu mengenai itu. Seol won berkata mereka sebaiknya menunggu saja. Jika ada sesuatu, maka Se Jong yang akan bertanggung jawab. Bo Jong mengagumi kepandaian orangtuanya. Seol Won berkata ia tidak pandai tapi ia tahu membaca ekspresi Mi shil.

Bi Dam bertanya tentang Bo Gya Hoe pada Deok Man. Al Cheon menjelaskan setelah Gaya jatuh, ada satu jaringan bawah tanah Bo Gya Hoe. Tujuannya untuk membangun kembali Gaya. Mengapa harus menculik Wyol Cheon? Al Cheon berkata mereka mungkin ingin membalas dendam padanya karena Wyol Cheon adalah orang Gaya yang bekerja sama dengan Silla. Deok Man sedang berpikir keras, Al Cheon bertanya apa yang dipikir Deok Man, Bi Dam berkata mereka harus mencari tahu dimana Bo Gya Hoe menyekap wyol Cheon, Bi Dam minta Deok Man memberikan perintah. Al Cheon memperingatkan Bi dam agar tidak bersikap kasar pada Deok Man, karena ia Putri Raja.

Bi Dam berkata ia sudah mendapat ijin untuk bersikap nonformal. Deok Man bertanya, Jika ia menginginkan Mi shil, apa yang akan ia lakukan. Bi Dam mendengar nama Mi Shil untuk pertama kalinya. Mi shil juga pasti mencari Wyol Cheon. Al Cheon juga berpikir.

Sementara itu, Kim Yu shin bertemu Seo Ji. seo Ji berkata mereka akan membunuh Kim Yu shin , Yu Shin tahu itu. Lalu mengapa ia datang ke sini. Kim Yu shin ingin bertemu pemimpin Bo Gya Hoe. Seo Ji berkata ia pemimpinnya. Kemudian Kim Yu Shin bertanya pada Seo Ji nama dan dari persekutuan Gaya bagian mana dirinya. Seo Ji berkata Yu shin tidak berhak bertanya. Kim Yu shin berkata jika demikian ia salah datang ke sini karena dia datang untuk menjawab pertanyaannya sendiri tentang mereka. Seo ji merasa Kim Yu Shin sombong.

Seo Ji menyalahkan keluarga Kim Yu shin karena bergabung dengan Silla. seo Ji berkata Yu shin berjanji akan melindungi Gaya tapi gagal, banyak rakyat Gaya menderita dan terusir dari tanahnya. Anak2 dan wanita mati kelaparan. Kim Yu shin berkata itu adalah hukum alam bahwa bangsa yang kalah akan menderita dan di siksa. Seo Ri murka dan mengarahkan pedang ke Kim Yu Shin. Kim Yu shin berkata bahwa kejatuhan Gaya adalah akibat kesalahan dari Raja2 ke 6 negara bagian Gaya yang tidak dapat bersatu. Yu shin bertanya apa Gaya akan berakhir dengan bertempur satu sama lain dalam tujuan balas dendam. Jika mereka akan membunuhnya lalu apa, membunuh seluruh keluarga Raja Silla, lalu apa. Apa yang akan dilakukan Seo Ji jika Seo Ji menjadi penguasa Silla. Raja Silla pasti akan memusnahkan seluruh penduduk Gaya.

Apa yang hebat dari Bo Gya Hoe jika karena mereka maka penduduk yang lain akan dibantai. Kim Yu shin bertanya apa itu yang akan mereka lakukan untuk rakyat Gaya. Kim Yu shin ingat saat Deok Man meminta Al cheon dan Yu shin mencari cara untuk bertahan dari perang dengan Baekje waktu itu. Kim yu shin menggunakan philosophy yang sama kepada Seo Ji. Seo Ji benar2 marah dan akan menyerang Yu shin, saat Wyol Ya memerintahnya berhenti dan menemui Yu Shin.

Wyol Ya bertanya apa Yu shin mempertaruhkan nyawanya hanya untuk mengatakan filosopinya itu. Kim yu shin bertanya identitas wyol Ya. Wyol Ya berkata ia dari Daegaya. Jika Yu shin tahu siapa dia, ia akan dibunuh. Akhirnya wyol Ya berkata ia dari Keluarga Raja Dae Gaya, Putra Mahkota terakhir, putra tertua Pangeran Mahkota wyol Gwang, Wyol ya. Dia pemimpin Bo Gya Hoe.

Al Cheon berkata Mi shil akan merencanakan jaringan mata-mata dan mungkin mencari informasi Wyol Cheon. Deok Man berkata memiliki jaringan mata2 tidak akan cukup untuk Bo Gya Hoe. Mi shil pasti akan menggunakan cara yang lebih cepat. Bi Dam berkata, ia tidak mengenal Mi shil. Tapi jika ia ingin tahu informasi maka ia akan mengumpulkan pengkhianat Gaya dan memaksa mereka berkata sebenarnya. Bunuh mereka satu persatu sampai mereka mengatakan kebenarannya. (Tirza: astaga, Bi Dam mewarisi kekejaman Mi Shil). Al Cheon berkata itu tidak mungkin, membantai rakyat Gaya hanya untuk informasi. Bi Dam berkata Mi Shil mungkin melakukannya.

Deok Man ingat Samyang Ju dimana rakyat Gaya ditempatkan. Ia akan mencari Wyol Cheon disana. Deok Man memerintahkan mengirimkan mata-mata ke Samyang Ju. Bi Dam senang mendapat perintah. Kim yu shin memberikan dokumen tanah milik keluarganya pada Wyol Ya. Tanah Anyang Ju. Tanah itu tidak begitu subur tapi rakyat Gaya akan dapat hidup dan meneruskan tradisinya. Tanah itu milik keluarganya. Kim Yu shin berkata ia ingin minta kesetiaan mereka sebagai balasannya. Seo Ji berpikir bahwa Kim yu Shin mengajukan permintaan gila.

Kim Yu shin berkata Wyol Ya membutuhkan tanah itu dan Kim Yu shin memerlukan Bo Gya Hoe. Kim Yu shin berkata ia mempertaruhkan semuanya untuk datang ke sini. jika ia ingin melihat kartu miliknya, maka Wyol Ya harus seimbang dengannya.

Bo Jong dan Seok Bum mencari informasi di Samyang Ju. Seok Bum mengarahkan pedang pada penduduk Gaya dan membunuh seorang penduduk. Bo Jong ingin tahu dimana Bo Gya Hoe bersembunyi. Bi Dam dan anak buah Al Cheon melihat mereka dan berkata ia benar, orang Mi shil mencari informasi dari penduduk. Kemudian mereka akan membantai seorang anak, saat ibunya berkata mereka ada di distrik Dagi. Seok Bum mengancam jika informasi itu salah, maka mereka akan memusnahkan seluruh desa. Anak buah Al Cheon berkata ada di Dagi, tapi Bi Dam berkata bukan, orang2 ini tidak takut mati. Bi Dam melihat itu di mata mereka. Mereka sangat membenci Silla. Bi Dam berkata jika kau punya kebencian, kau tidak akan dikalahkan oleh ketakutan. Mereka berbohong. Bi Dam berkata mereka harus menunggu. (Benar2 mirip, Mi shil and Bi Dam)

Bi Dam mengikuti seorang yang mencurigakan. Mereka menghadang orang itu dan bertanya ia akan pergi kemana. Bi Dam berkata mereka akan membantu, mereka bukan dari kelompok Bo Jong. Anak buah Al Cheon memeriksa orang itu dan menemukan surat dengan kode rahasia. Bi Dam membacanya dan melihat itu seperti yang biasa ditulis gurunya. Bi Dam tahu bahwa Bo Gya Hoe berada di distrik nolbang. Penduduk itu kaget, karena mereka dapat membacanya.

Bi Dam memberikan surat itu pada Deok Man. Al Cheon tanya bagaimana Bi Dam tahu membaca surat itu. Bi Dam berkata ia dan gurunya biasa menggunakan surat rahasia seperti itu. Deok Man bertanya apa guru Bi Dam ada hubungan dengan Bo Gya Hoe. Bi Dam berkata ia pernah mendengar bahwa gurunya dulu berasal dari Gaya. Al Cheon mengerahkan resimen Bi Cheon Ji do-nya. Deok Man berkata mereka akan segera menyerang. Al Cheon berkata pasukannya sedikit. Mereka harus mendapatkan Wyol Cheon segera. Deok Man tidak ingin ada konflik dengan Bo Gya Hoe, jadi mereka harus bergerak dengan rahasia.

Deok Man berkata mereka harus segera bergerak. Deok Man dan pasukannya menuju ke distrik Nolbang. Bi Dam punya hobi mengorek hidung :) dan Al Cheon harus memaksa Bi Dam bersembunyi dan bukan berdiri saja dan mengorek hidungnya. Bi Dam selalu lebih lambat. Bo Gya hOe memiliki alarm. Alarm berbunyi dan mereka terkepung. Seo Ji datang dan bertanya apa yang terjadi. Seo Ji minta mereka membuang pedangnya. Bi dam mulai mengarahkan pedangnya. wyol Ya dan Kim Yu shin keluar dan minta mereka berhenti.

Deok Man kaget melihat Kim Yu Shin ada di situ. Begitu pula Bi Dam dan Al Cheon. Kim Yu shin mendekati Deok Man dan berdiri didekatnya. Wyol Ya bertanya apa Yu Shin terlibat dengan mereka. Yu shin membenarkan dan meminta mereka menyimpan senjatanya. Wyol Ya ingin tahu alasan Yu Shin ingin bergabung dengannya. Deok Man adalah jawabannya. Deok Man bingung.

Deok Man : Hwarang Yu Shin?

Kim Yu shin : Putri ini ada disini, Orang yang ku pilih menjadi penguasa

Deok Man terkejut dengan pengakuan Kim Yu shin. Hwarang Yu Shin, bagaimana kau..? Kim Yu shin maju ke depan. Mulai sekarang sampai seterusnya kau adalah penguasaku.

Kim Yu Shin berlutut di hadapan Deok Man sebagai tanda kesetiaannya padanya. Kim Yu shin melihat Wyol Ya, “Kau harus menyatakan kesetiaanmu pada penguasa atas persekutuan kita”

Wyol Ya : “Ini adalah penguasa dari kerjasama kita, semua menyembah dan beri hormat padanya.”

Wyol Ya berlutut di depan Deok Man dan diikuti semua Bo Gya Hoe. Seo Ji adalah orang terakhir yang berlutut. Al Cheon berlutut kemudian Bi Dam. Deok Man shock dengan semua pria di sekitarnya yang memberikan sumpah setianya, dan Kim Yu shin melepaskan cintanya untuk mendukung orang yang ia cintai menjadi penguasanya.

Deok Man memasuki tahap ke-2 menuju takhta Silla sebagai Ratu

Queen Seondeok Episode 27

Yu Shin berbicara secara pribadi dengan Deok Man. Kim Yu Shin berkata bahwa untuk melayani Raja akan mengambil semua kesetiaannya untuk Raja. Begitu pula dengan cintanya pada Deok Man mengambil semua kesetiaannya padanya tapi Yu Shin tidak tahu bagaimana memisahkannya, itulah mulai saat ini semua emosinya untuk Deok Man dan semua perasaannya untuk Deok Man sebagai pria akan berakhir.

Kim Yu shin akan melayaninya, menolongnya, dan akan memimpin untuknya tapi dia tidak akan pernah mencintai Deok Man seperti seharusnya seorang pria. Meskipun Kim Yu shin memilihnya tapi Deok Man sudah memilih takhta daripada dirinya, hanya itulah pilihan yang dapat diambilnya dan sekarang ia akan melayani Deok Man sebagai penguasa atau majikannya. Deok Man terpukul dengan perkataan bahwa tanpa cara itu tidak ada cara lain dia dapan memberikan hatinya untuk Deok Man dan selain cara itu Deok Man juga tidak punya pilihan untuk menerima perasaan Yu Shin.

Kim Yu shin meminta Deok Man mulai sekarang mereka tidak dapat saling mendukung seperti orang biasa bahkan jika Yu Shin ada disisinya karena aturan protokoler tidak mengijinkannya. Kim Yu shin berkata Deok Man tidak ingin membuatnya menjadi bidak caturnya tapi penderitaan Deok Man lebih besar daripada dirinya. Ini karena Yu shin adalah subyek Deok Man dan sebagai subyek, maka akan ada sesuatu yang mereka berikan untuk majikannya. Ini yang ia pelajari dari Deok Man. Yu shin merasa sebagai penguasa dia harus memberi harapan pada rakyatnya, maka Yu Shin akan melakukannya karena ia memiliki mimpi yang sama dengan Deok Man.

Deok Man akan berjalan dalam jalan yang gelap tapi Deok Man tidak perlu takut karena Yu shin akan mengikutinya dalam suka dan duka. Yu shin tidak dapat memerintahnya lagi atau memintanya mengikat kantung pasir, tidak dapat menggenggam tangannya, ini adalah pilihan jalan yang ia ambil. Deok Man pergi tapi Kim Yu shin menahan tangannya dan menarik Deok Man ke dalam pelukannya dan memeluknya erat dan hal ini sangat menyakitkan Kim Yu Shin karena dia hanya dapat melakukannya sekali ini saja untuk terakhir kalinya. Deok Man berkata pada dirinya sendiri bahwa ini adalah terakhir kalinya mereka dapat berpelukan, kemudian dia akan menjalani jalan ini sendiri.

Al Cheon bertanya apa yang terjadi sampai terjadi persekutuan dengan Bo Gya Hoe. Kim Yu shin berkata, ia memberikan tanah keluarganya di Anyang Ju kepada Bo Gya Hoe. Deok Man bertanya bagaimana dengan Wyol Cheon. Yu shin berkata mereka akan mengambil alih Wyol Cheon. Deok Man minta Yu shin untuk melindungi pengungsi Gaya di distrik Da Gil agar tidak dibantai oleh Bo Jong. Deok Man yakin Seol won Rang akan menyerang Samyang Ju. Kim Yu shin menerima perintah Deok Man dan Deok Man akan bertemu Wyol Cheon.

Seo Ji menanyakan niat Kim Yu shin dan rumor mengenai putri kembar. Wyol Ya membenarkan bahwa Yu Shin memang Kim Yu Shin melayani putri kembar yang satu lagi. Seo Ji merasa sangat sulit bagi Deok Man untuk diakui sebagai Putri. Wyol Ya memutuskan untuk menunggu dan melihat, karena tanah Anyang Ju yang diberikan Yu Shin itu bagus untuk pertanian. wyol Ya merasa sekarang cukup untuk bekerja dengan Kim Yu shin saja.

Kim Yu shin memerintahkan untuk menyelamatkan penduduk Gaya dari Samyang Ju dan menempatkan mereka di Anyang Ju. Wyol Ya berkata karena Yu Shin memberikan tanah keluarga pada mereka bukan berarti dia mendapat kesetiaan mereka. Yu shin mengerti, kecuali Kim Yu Shin mengkhianati mereka, maka Wyol Ya harus menghormati persekutuan mereka. Kim Yu shin berkata wyol Ya dapat menjadi tentara pribadinya.

Seo Ji membawa wyol Cheon menghadap Deok Man. Deok Man mengenali Seo ji adalah pemimpin kaum pemberontak di benteng Manno waktu itu. Seo Ji juga mengenali Deok Man sebagai anak yang mendatangkan hujan. Deok Man berdiri dan memberi salam pada Seo Ji. Seo Ji senang sekali apalagi Deok Man ternyata adalah putri kembar. Seo Ji merasa ini takdir. Deok Man bertanya apa yang terjadi setelah ia pergi. Seo Ji bercerita bahwa kampung pemberontak dihancurkan. Dia beruntung diselamatkan oleh kelompok Bo Gya Hoe. Seo Ji senang sekali bertemu Deok Man dan hatinya penuh rasa terima kasih. Sebelum pergi, Seo Ji berkata pada wyol Cheon kalau bukan karena Deok Man ingin bertemu, kau pasti sudah mati. Jadi wyol Cheon harus membantu Deok Man. Seo Ji tidak percaya ia dapat bertemu Deok Man lagi di dunia ini.

Mi Shil mendapat laporan dari Seol won bahwa Wyol Cheon ada di perkampungan Gaya. Mi Shil heran bagaimana rakyat Gaya dapat mengecoh Seol won, Mi shil minta mereka dihukum agar mereka belajar tidak melecehkan Seol won dan Mi Shil.

Deok Man bertanya pada Wyol Cheon kapan gerhana matahari akan terjadi. Deok Man minta wyol Cheon melakukan perhitungan aritmatika untuknya. Wyol Cheon berkata susah melakukan perhitungan itu dengan sistem Dae Myeong. Deok Man memberikan salinan jeong Gwang Ryeol miliknya. Wyol Cheon menolak mengapa ia harus membantu Deok Man. Deok Man berkata perhitungan gerhana bulan waktu itu sudah mengakibatkan penderitaan untuk rakyat Gaya. Sebagai orang yang berasal dari Gaya dan seorang ilmuwan, mengapa Wyol Cheon melakukan itu. Wyol Cheon berkata apa pandai besi bertanggungjawab untuk pedang yang mencabut nyawa. Deok Man berkata pandai besi itu bertanggung jawab atas orang yan membeli pedangnya, haruskah ia menjual pedang pada orang yang akan menggunakan pedangnya untuk kepentingan pribadi.

Wyol Cheon tertawa dan bertanya apa bedanya Deok Man dengan permintaannya. Wyol Cheon berkata, Deok Man disini untuk mengalahkan Mi Shil. Wyol Cheon berkata orang yang terlibat dalam politik sama saja. Orang dengan kemampuan matematis dan science akan dimanipulasi oleh politikus. Wyol Cheon bertanya apa alasan ia harus membantu Deok Man. Deok Man harus berpikir cepat.

Seol Won tiba di Samyang Ju dan menemukan tempat itu kosong. Seol Won kaget ketika Bo Jong melaporkan tidak ada seorangpun di desa itu. Kemudian Seok Bum berteriak pada Seol won Rang dan Bo Jong untuk melihat sesuatu. Ada pesan : Pendeta Wyol Cheon sudah berada di tanganku. Deok Man.

Seorang nangdo datang membawa tasbih doa Wyol Cheon. Seol won Rang bertanya apa benar Deok Man mendapatkan Wyol Cheon.

Wyol Cheon berdiam diri dan Deok Man meninggalkan Jeong Gwang Ryeong di meja. Wyol cheon melihat isi buku dan ia ingat Deok Man berkata bahwa jika buku ini tidak membantu Wyol Cheon maka buku ini tidak berguna untuk Deok Man. Sekarang terserah Wyol Cheon, mau menggunakannya atau menghancurkannya, terserah padanya.

Bi Dam bertanya pada Deok Man apa Wyol Cheon akan membaca buku itu. Deok Man berkata Wyol Cheon itu ilmuwan dan ia tidak akan tahan jika melihat buku berisi ilmu dan keingintahuannya akan membunuhnya. Jika Wyol cheon membacanya maka ia akan melakukan perhitungan untuk gerhana matahari.

Seol Won Rang membawa pesan Deok Man kepada Mi Shil. Mi Saeng membenarkan tasbih itu memang milik wyol Cheon. Mi shil marah dengan insiden ini. Mi Shil bertanya bagaimana Deok Man tahu mengenai Wyol Cheon. seol Won berkata Deok Man tidak ada dengan Bo Gya Hoe. Seol Won Rang bertanya apa Wyol Cheon yang mengatur Sadaham. Mi Shil mengiyakan. Kalau begitu Seol Won harus menemukan Wyol Cheon karena Seo Ri sudah mati.

Bi Dam bertanya mengenai asal ramalan tentang kelahiran putri kembar. Al Cheon (Tirza: yang sepertinya sudah jadi guru sejarah pribadi Bi Dam ha..ha) menceritakan kisah yang ia dapat dari ayahnya. Saat leluhur Hyeokgeose hampir meninggal, dia mengukir batu dan menulis ramalan. Batu itu sekarang disimpan di perpustakaan istana. Bi dam bertanya bagaimana orang biasa dapat tahu mengenai ramalan itu.

Yu shin dan Al Cheon menjelaskan selama pemerintahan Raja Silseop, Raja ke-18 Silla, Kim Nulji (yang kemudian menjadi Raja ke-19) mengadakan pemberontakan, saat Kim Nulji mengejar Raja Silseop, raja Silseop membawa batu ramalan bersamanya. Saat Raja Silseop jatuh, batu itu terbelah dan yang tertinggal di mayat Raja Silseop adalah potongan batu dengan kalimat Eochul Ssangsaeng Seonggol Nam Jin (Tirza: berarti kemungkinan besar, ramalannya keliru..karena tidak utuh kan?)

Bi Dam berkata ada kalimat lain dalam ramalan batu itu. Al Cheon mengiyakan tapi ramalan yang lain hilang. Bi Dam berkata apa yang muncul setelah kalimat itu pasti akan mengubah nasib mereka. Al Cheon berkata mungkin saja. Deok Man mendapat ide saat Bi Dam berkata kita harus menemukan batu yang sebagian itu. Deok man berkata bagaimana menemukan sesuatu yang hilang 200 tahun lalu. Al Cheon berkata orang2 meributkan kehadiran puteri kembar karena selebaran. Yu shin merasa mereka harus menemukan batu ramalan itu secepatnya.

Deok Man minta Yu Shin mengumpulkan anggota Yonghwa Hyangdo karena mereka harus segera bertindak. Mi saeng berkata Wyol Cheon tidak akan membantu Deok Man, karena dia sudah berkata bahwa gerhana matahari susah diprediksi. Mi shil dan Mi saeng berencana bahwa keberadaan putri kembar harus dikemukakan, mereka tidak bisa hanya duduk dan menunggu Wyol Cheon. Mi shil meminta Pendeta agung yang baru Seol Mae untuk menemuinya. Joo Bang dan Go do masih dalam persembunyian mereka. Mereka tidak tahu apa yang akan terjadi karena mereka dalam pelarian. Kemudian Dae Pung dan Guk San Heun datang dan tersenyum pada mereka. Go Do meminta makanan. Kim Yu Shin juga datang dan menyapa mereka. Joo Bang dan Go Do sangat senang bertemu Yu Shin, mereka memeluk Yu Shin.

Joo Bang bertanya apa yang terjadi. Yu Shin minta mereka mengikutinya. Joo Bang bertanya mengenai Deok Man, Kim Yu Shin menjawab ia akan menjelaskan sambil jalan.

Deok Man menemui Wyol Cheon, Wyol Cheon benar2 tergoda untuk membaca Jeong Gwang Ryeong. Wyol Cheon berkata, keluarganya adalah ahli astronomi Kerajaan Gaya, tapi saat Daegaya jatuh, yang pertama terjadi adalah keluarganya dimusnahkan oleh Kerajaan. wyol Cheon menjadi saksi kematian ayahnya sendiri. Wyol Cheon bertanya mengapa keluarga Raja Daegaya melakukan itu. Deok Man berkata pembunuhan itu untuk mencegah Silla menguasai pengetahuan astronomi Gaya. wyol Cheon juga hampir terbunuh, tapi ia diselamatkan oleh Sadaham dan ia dibebaskan.

Wyol Cheon tahu ia diperalat Mi Shil. Ia bersedia karena ia merasa berhutang budi pada Sadaham bukan pada Mi Shil. Deok Man tahu, tapi Mi Shil menggunakannya untuk memusnahkan rakyat Gaya dari dunia. Wyol Cheon merasa itu bukan persoalannya. wyol Cheon juga tahu Deok Man akan menggunakan pengetahuan yang sama untuk tujuan yang sama. Itu bukan ide buruk, tapi ia melihat tidak ada alasan mengapa ia harus bergabung. Deok Man tidak dapat membujuk Wyol Cheon.

Joo Bang memasuki kamp Bo Gya hoe dan melihat Deok Man. Mereka berlari dan memeluk Deok Man. Al Cheon mengingatkan Joo Bang tentang aturan protokoler. Joo Bang memberi salam pada al cheon, tapi mereka sudah lama tidak bertemu bagaimana Al Cheon dapat berkata seperti itu. Al Cheon minta semua anggota Yonghwa untuk menjaga aturan karena Deok Man memang benar Putri Raja silla. Deok Man membenarkan itu sebabnya Deok Man membutuhkan bantuan mereka. Joo Bang hanya dapat melongo saat Kim Yu shin masuk dan bertanya apa mereka sudah bertemu Putri Deok Man. Kim Yu Shin minta anggota Yonghwa untuk memberi hormat kapada Putri Deok Man.

Semua berlutut menyembahnya, Deok Man sebenarnya tidak suka teman2nya berlaku seperti ini, tapi Al Cheon berkata ini protokoler dan mereka harus mematuhinya. (Tirza: Al Cheon really a protocoler freaks..) Kim yu shin bertanya apa perintah Deok Man untuk anggota Yonghwa. Deok Man minta mereka mengumpulkan tulang manusia dan air seni kucing. Kim Yu shin bertanya untuk apa semua itu. Deok Man berkata mereka harus segera mencarinya. (Tirza: ada yang tahu cara mencari pipis kucing??)

Joo Bang mengatakan pada Yu shin mereka bertemu dengan So Hwa, ibu Deok Man yang dikira meninggal di gurun. Go do mengkonfirmasi cerita Joo Bang, mereka ditahan bersama. So Hwa terjatuh saat melarikan diri, sekarang mereka tidak tahu So Hwa masih hidup atau sudah mati. Kim Yu shin minta mereka merahasiakan ini. Go Do merasa Deok Man berhak tahu, tapi Yu shin berkata jika Deok Man tahu, ia akan mengalami trauma lagi. Semua patuh dan merahasiakan hal ini.

Sementara itu, beberapa orang bertopeng menyebar mayat burung2. Paginya, Raja heran melihat banyaknya mayat burung di halaman istana. Kim Seo Hyeon merasa ada yang aneh. Ini adalah akal2an Mi shil. se Jong berkata ini adalah pertanda buruk. Ha jOng melapor bahwa menara signal hancur. Kim Yong Chu berkata bahwa kematian burung2 itu peristiwa alam dan menara itu memang sudah tua dan lapuk.

Seol Mae berkata itu pertanda buruk dan kejahatan akan menimpa keluarga Raja. Kim Seo Hyeon minta Seol Mae berhati-hati. Ha Jong berkata hal yang sama terjadi di luar pagar istana. Raja heran. Seol Mae dan Se Jong berkata bahwa burung2 itu menabrak makam Raja terdahulu dan mati.

Kim Yu Shin melaporkan kejadian yang dianggap pertanda buruk pada keluarga Raja. Al Cheon berkata bahwa Mi Shil pasti yang merancang semuanya. Deok Man tersenyum. Joo Bang menghadap, setelah memberi hormat, ia lapor bahwa mereka sudah mendapat yang diminta Deok Man. Deok man sekarang minta mereka menangkap burung2 yang masih hidup. Joo Bang heran dengan permintaan aneh Deok Man. Deok Man minta mereka menangkap sebanyak mungkin. Mereka harus menangkapnya hidup2. Bi Dam berkata jika mengenai burung, ia ahli menangkapnya. Joo Bang melihat Bi Dam berlaku biasa pada Deok Man. Joo Bang bertanya bagaimana menangkap burung hidup2. Bi Dam berkata pertama mereka harus dipancing dengan buah. Burung2 itu suka dengan buah. Deok Man minta Al Cheon membantu mereka. Kim Yu shin bertanya apa tugasnya. Deok Man ingin Kim Yu shin mengunjungi keluarganya.

Se Jong melaporkan bahwa semua berjalan sesuai rencana. Seol won Rang berkata bahwa rakyat mendengar baik2 tapi mereka tidak memperhatikan dan cepat melupakan apa yang mereka dengar. (Tirza: That was so true, Sir..) Mi shil bertanya pada mi Saeng apa semua persiapannya sudah matang. Mi shil berkata sentimen publik yang akan membantu mereka dan mereka tidak perlu susah payah. Seol Won Rang menambahkan semakin aneh beritanya, semakin cepat berita itu menyebar.

Kim Yu shin mengunjungi ibunya. Putri Man Myeong bertanya apa Yu Shin mendengar kejadian aneh di istana akhir2 ini. Putri Man Myeong merasa ini pasti perbuatan Mi Shil lagi. Kim Yu Shin memohon ibunya mengerti apa yang ia pertaruhkan. Ibunya mengerti, lalu apa yang Kim Yu Shin inginkan. Yu Shin ingin ibunya memberikan surat pada Ratu Maya. Putri Man Myeong mengerti. (Tirza: I love how the moms in this palace worked. )

Ratu Maya membaca surat Deok Man. Deok Man sudah menyebut dirinya sebagai anak Ratu Maya. Putri Man Myeong khawatir jika masalah ini diketahui, tapi Ratu Maya akan tetap membantu tidak peduli kondisi atau aturannya (I love u Mom..). Putri Man Myeong khawatir tapi Ratu akan melakukannya.

Kim Yu shin melapor bahwa Ratu Maya setuju membantu mereka. Deok Man berkata sampai dengan saat ini, ia belum bisa memanggilnya ibu. Kim Yu shin berkata biarpun dia belum memanggilnya ibu, Ratu Maya benar2 ibunya. Deok Man berkata bahwa ibu yang membesarkannya di gurun juga sama. Semua ibu sama. Deok Man berkata Wyol Cheon tidak mau membantunya. Deok man berkata ia tidak dapat membujuk Wyol Cheon karena yang dikatakan Wyol Cheon benar.

Yu shin berkata Deok Man harus tahu apa yang diinginkan Wyol Cheon. Sama jika nanti Deok Man memerintah, ia harus tahu apa keinginan rakyatnya. Sama seperti seorang ibu yang mengetahui apa yang diperlukan anaknya. Kim Yu Shin meminta Deok Man untuk menggunakan perspektif hati seorang ibu untuk mengetahui hati rakyatnya, ini yang harus dimengerti Deok Man.

Hari berikutnya, Sumur Najeong penuh dengan darah. Mi Saeng, Kim Yong Chu dan Seol Mae datang menyelidiki. Im Jong lapor bahwa penjaga yang menjaga sumur melihat sumur itu menumpahkan darah. Seol Mae berkata ini bukan kejadian normal. Mi Saeng berkata jika sumur Najeong penuh dengan darah, apalagi selain bencana yang akan terjadi. Rakyat berlutut dan meminta ampun pada surga. Mereka memohon agar Mi Shil sebagai penjaga stempel kerajaan datang dan berdoa untuk Silla dan menenangkan surga. Rakyat memohon-mohon. Mi saeng dan Seol Mae senang dengan apa yang terjadi dengan rakyat.

Seol Mae bertanya bagaimana Mi Saeng melakukannya. Mi saeng berkata itu teori irigasi sederhana. Mengumpulkan air di penyimpanan dan melepaskannya sehingga menimbulkan energi. Ia menaburkan bubuk bunga Hong Ram sebagai pewarna yang menyebabkan air menjadi merah seperti darah. Seol Mae memuji Mi saeng dan Mi Saeng tertawa bangga. (Tirza: aku ngga bisa sebal dengan Mi saeng habis dia pintar he..he, knowledge is power, DM harus lbh pinter).

Raja mengadakan rapat mengenai semua yang terjadi. Mi Saeng berkata Mi shil harus keluar untuk menenangkan surga. Dewan setuju bahwa Mi shil harus melakukannya. Raja tidak punya pilihan selain meminta Mi shil melakukan tugasnya menenangkan surga. Mi shil akan mengadakan ritual selama 7 hari di kuil Istana. Raja tahu itu semua hanya show saja.

Ha jong mengira ibunya memiliki kekuatan surgawi dan memiliki kemurahan surga sehingga akan mendapat wahyu. Mi Saeng membenarkannya, Mi saeng tahu itu cuma akal2an tapi Se Jong dan Ha jong tidak tahu. Seol won bertanya apa wahyunya juga termasuk pewaris takhta selanjutnya.

Mi Shil melakukan upacara ritualnya di kuil. Deok Man masih terus membujuk Wyol Cheon untuk bekerja sama dengannya. Putri Man Myeong memberikan apa yang diminta Deok Man pada Kim Yu shin. Sepertinya salinan ramalan Eochul Ssangsaeng Seonggol Nam jin.

Deok Man perlu Wyol Cheon membantunya dengan perhitungan gerhana matahari. Mi shil menyelesaikan rencananya, kemudian Deok Man mendapat tanggal gerhana matahari dari Wyol Cheon. Kim Yu shin bertanya apa akan terjadi gerhana dan Deok Man mengiyakan. Wyol Ya bertanya kapan, tapi Deok Man hanya akan memberikan tanggalnya pada Bi Dam. Deok Man bertanya pada Al Cheon apa mereka menangkap burung itu hidup2 karena mereka harus melaksanakan rencananya malam ini. Kim Yu shin berkata bahwa kacang kedelai dan salinan ramalan dari arang juga ada. Deok Man berkata bagus dan mereka dapat melaksanakan rencananya.

Joo Bang dan Go Do melewatkan waktu dengan bermain. Seo ji lewat dan mengenali Joo Bang. Joo Bang juga mengenali Seo Ji. Joo Bang menyangkal mengenali Seo Ji. Deok Man datang dan meminta Joo Bang melakukan sesuatu untuknya, Deok man minta Joo Bang memalsukan sesuatu untuknya. Joo Bang mengambil kesempatan ini untuk melepaskan diri dari Seol Ji.

Deok Man menemui Bi Dam yang memakai riasan untuk efek. Deok man berkata ini giliran Bi Dam untuk menjalankan rencananya. Deok Man membantu Bi Dam merias wajah dan dia menjelaskan tentang Mi shil. Deok Man berkata bahwa Bi Dam tidak memiliki rasa takut jadi ia pasti sukses. Bi dam bertanya mengapa Deok Man tidak melakukan ini sendiri, Bi dam bertanya apa Mi shil itu begitu menakutkan. Deok Man berkata ia harus menghadapi Mi shil, Mi shil tidak mampu membaca pikirannya, Bi Dam juga tidak boleh membiarkan Mi shil membaca pikirannya. Bi Dam meyakinkan Deok Man agar tidak cemas. Bi dam bertanya kapan gerhana matahari akan terjadi.

Deok Man berkata ini harus dirahasiakan. Deok Man mengatakannya pada Bi Dam. Sementara itu, di malam hari orang2 di istana melihat burung2 yang bercahaya beterbangan di langit malam dari kediaman mendiang Putri cheon Myeong. Semua heran. Kemudian di luar istana, rakyat juga melihat burung2 yang bercahaya beterbangan di malam hari.
Dae Pung dan Guk San Heun melihat burung2 itu dan terpesona dengan efek yang ditimbulkan. Mereka yang melepas burung2 yang telah dilumuri cat campuran tulang manusia dengan urine kucing (Tirza: flourecent alami, tulang manusia mengandung calcium dan phosphor, ini sebabnya gigi kita bersinar dalam gelap, urine kucing bereaksi dengan sinar Ultra Violet, kemungkinan dapat bersinar setelah kontak dengan sinar UV. Kaya acara MTV Room raiders yg periksa tmp tidur pake sinar UV ). Dae Pung heran darimana Deok Man tahu mengenai campuran cat ini. Guk san Heun melarang Dae Pung memanggil Deok Man hanya dengan namanya saja.

Mi saeng terkejut saat Seol Mae melaporkan bahwa dari kediaman mendiang Putri ada sekelompok burung bercahaya terbang. Mi Saeng mengira itu perbuatan Seol Mae. Seol Mae mengira itu kerjaan Mi Saeng. Mi Saeng benar2 heran.

Seol won Rang datang dan berkata ada seseorang yang melakukan ritual di depan sumur Najeong yang sudah menumpahkan darah. Seol Won merasa ini tidak biasa karena orang ini menyalakan dupa dengan tangan kosong dan orang2 mulai mempercayainya. Mi Saeng heran ini bukan rencana mereka. Seol Won berkata orang ini datang ke Silla untuk membebaskan Silla dari bencana dan sekarang mulai mengadakan ritual di depan sumur Najeong.

Bi Dam dalam penyamarannya melakukan ritual di depan sumur. Bi Dam menggunakan kaca pembesar Deok Man untuk menyalakan api. Mi Shil menghadap Raja dan mengatakan ia mendapat wahyu. Bi Dam melakukan spesial efek dengan memunculkan ukiran dari dalam sumur dengan ledakan keras. Rakyat berlutut didepan ukiran, ada 5 baris kalimat dan Bi Dam tersenyum karena ia telah berhasil sejauh ini.

Mi saeng kesal karena ada yang mengalahkan mereka. Seol won sudah menyingkirkan ukiran di sumur Najeong tapi rumor sudah tersebar. Mi shil bertanya siapa yang melakukan ini dan apa tulisannya. Seol Won Rang berkata itu adalah bagian ke-2 dari ramalan yang hilang 200 tahun lalu. Kata2 Eochul Ssangsaeng Seonggol Nam Jin adalah kalimat yang mengikutinya. Mi Shil dan kelompoknya kaget dengan keberadaan batu ramalan yang ke-2. Tulisan di atas batu :

Gae Yang Gwi Cheon; Il Yu Shik Ji; Gae Yang Ja Rip; Gyerim Cheon Myeong; Shin Cheon Do Rae

Bintang Mizar kembali ke langit. Langit akan mengenalinya. Gae Yang akan berdiri; Surga Gyerim akan melembut dan menurunkan era atau jaman baru dan pemerintahan baru.

Mi Shil menghancurkan salinan tulisan itu. Mi shil berkata bahwa ini palsu dan memerintah agar membawa orang yang melakukan ritual di depan sumur untuk dibawa kepadanya. Mi shil akan mengiris anggota badannya satu persatu.

Bi Dam yang berada di sumur Najeong berkata bahwa wahyu datang padanya dari leluhur Bakhyeokgeose. Bo Jong dan Seok Bum menangkap Bi Dam. Orang2 protes agar Bi Dam dilepas. Seok Bum mengacungkan pedang untuk mendiamkan massa.

Mi saeng tahu Bi Dam menggunakan cara yang sama dengannya. Sekarang seseorang telah membuktikan bahwa Mi Shil penipu dan dia tidak dapat menyangkalnya. Bi Dam dibawa ke persidangan untuk diadili. Bi Dam ingat Deok Man memberinya surat untuk dibawa. Deok Man berkata tidak akan ada gerhana matahari dalam waktu dekat. Deok Man berkata Mi Shil tidak tahu apa Wyol Cheon membantunya atau tidak jadi, Deok Man minta agar Bi Dam berkata bahwa gerhana matahari akan terjadi dan membuat Mi Shil percaya padanya. Bi Dam harus memainkan permainan ini.

Deok Man berkata jika gagal, Bi Dam mungkin akan mati. Bi Dam tersenyum saat Deok Man berkata Bi Dam harus melarikan diri. Mi Shil menemui Bi Dam (pertama kali ibu dan anak bertemu).

Ratu Maya membaca bagian-2 dari ramalan dan bertanya-tanya apa itu benar. Putri Man Myeong berkata ini adalah satu2nya cara membuat Deok Man mendapat kembali statusnya. Ratu berkata bahwa bintang Gaeyang yang kembali ke surga adalah Cheon Myeong. Bintang Gaeyang yang akan mendirikan pemerintahan baru adalah Deok Man.

Raja bertanya bagaimana ramalan yang dikira hilang 200 tahun lalu tiba2 muncul. Kim Yong Chu dan Kim Seo Hyeon mengartikan bahwa pemerintahan baru akan muncul dari bintang Gaeyang. Raja bertanya siapa yang dimaksud dengan bintang Gaeyang, kemudian Ratu Maya datang dan berkata itu pasti ramalan mengenai Deok Man. Raja terkejut bahwa orang itu mungkin adalah Deok Man. Kim Seo Hyeon meragukan keaslian batu itu. Ratu dan Putri Man Myeong berkata itu adalah buatan Deok Man. Hanya dengan cara inilah ia dapat mengambil kembali statusnya. Kim Yong Chu bertanya apa itu palsu, Ratu membenarkan, ia yang memberikan salinannya pada Deok Man dari ramalan sebelumnya.

Raja tidak percaya bagaimana Ratu Maya dapat melakukan itu. Ratu berkata itu semua demi Deok Man mendapatkan kembali statusnya, itu harus dilakukan karena tidak mungkin kelahiran putri kembar disembunyikan. (Tirza: setuju! jangan percaya ramalan, semua terjadi karena mrk percaya ramalan, putar balik saja ramalannya..percaya pada Tuhan dan kemampuan diri sendiri.) Putri Man Myeong menambahkan menurut bagian ke-2 ramalan itu, kelahiran putri kembar tidak terlihat sebagai bencana justru jalan ke arah pemerintahan baru. Kim Seo Hyeon berkata pemalsuan ini dibuat dengan maksud agar kelahiran putri kembar bukan merupakan kutukan. Putri Man Myeong berkata ini benar dan merupakan strategi brilian Deok Man. Raja berkata agar pemalsuan ini berhasil, mereka harus mengadakan gerhana matahari.

Kapan gerhana akan terjadi. bagaimana mereka dapat memprediksi gerhana matahari.

Mi shil datang dan bertanya pada Bi Dam. Apa ia orang di sumur Najeong. Seol won membenarkan. Seol won minta topeng Bi Dam di buka, memperlihatkan “luka” yang cukup mengerikan. Mi shil minta topengnya dipasang lagi.

Mi shil dan Bi Dam memiliki ekspresi yang mirip. Bi Dam melihat kemiripan mereka.

Queen Seondeok Episode 28

Raja Jinpyeong datang dan melihat Bi Dam. Mi shil berkata ia memeriksa pria ini karena kurang ajar dengan Keluarga Raja dan mengganggu ketertiban. Raja memerintah Mi Shil melanjutkan penyelidikannya.

Seol Won Rang meneruskan, Bi Dam menyebabkan kekacauan publik dengan tipuannya dan mempengaruhi peikiran rakyat, Seol Won bertanya apa tujuan Bi Dam. Bi Dam berkata ia disini untuk menyatakan kehendak langit dan tidak bermaksud menipu. Seol won tidak mau menerimanya dan berkata siapa dalang dibalik semua ini. Bi Dam berkata ini kehendak langit. Bi Dam berkata ia menerima wahyu saat meditasi.

Bi Dam berkata kehendak langit akan muncul di sumur Najeong dan dia harus melaksanakannya.

Mi Shil tiba2 menyadari bahwa kata2 Bi Dam persis sama dengan yang ia katakan saat mengusir masyarakat Gaya dari Seorabeol. Seol Won ingin meneruskan, tapi Mi Shil menyela dan bertanya apa Bi Dam tahu apa itu kehendak langit. Bi Dam berkata ia sudah berkomunikasi dengan langit. Mi shil bertanya apa Bi Dam tahu bahwa ia akan mati. Bi dam terdiam.

Mi Shil bertanya mengapa Bi Dam tidak menjawabnya. Jika jawabannya hari ini maka Mi shil akan membunuhnya besok. Jika besok, maka hari ini Bi Dam akan dieksekusi. Bi Dam menjawab tidak seorang pun tahu apa yang akan terjadi, bagaimana ia tahu tentang kematiannya. Seol won membentak Bi Dam dan minta segera menjawab. Bi Dam berkata kapanpun ia mati, ia yakin hidupnya akan lebih pendek 3 hari daripada Raja Jinpyeong. Mi shil kena skak kali ini dengan ketajaman lidah Bi Dam.

Bi Dam = Formula baru Mi shil ha..ha..

Mi shil diam. Mi saeng tahu kakaknya kalah dengan Bi Dam. Seol Mae berkata ini seperti ancaman, jika mengatakan Bi Dam akan mati berarti Raja Jinpyeong aka mati 3 hari kemudian. Mi Shil kembali setelah wajahnya kena “lemparan batu bata” oleh Bi Dam. Ha Jong minta agar Bi Dam langsung dibunuh saja. Seol won berkata tidak semudah itu. Karena Raja dan semua orang ada dan mendengar pernyataan bi Dam.

Mi shil mengaku ia dikalahkan Bi Dam. Mi shil memuji Bi Dam pintar dan aneh. Mi shil berkata jika Bi Dam berkata ia akan mati 3 hari sebelum Mi Shil mati maka ia akan membunuhnya saat itu juga, tapi Bi Dam berani menggunakan Raja Jinpyeong. Mi shil berkata Bi Dam benar2 pintar, sangat pintar. (Tirza: siapa dulu dong maminya…). Se Jong dan Mi saeng tidak suka melihat ada seseorang yang menarik perhatian Mi shil.

Deok Man berkata pada Al Cheon dan Yu Shin tidak akan ada gerhana matahari. Al Cheon berkata bukankah Wyol Cheon menghitungnya untuk Deok Man. Deok Man berkata itu semua bohong dan minta maaf karena ia bohong. Kim Yu shin ingin tahu apa yang akan dilakukannya. Deok Man berkata perhatiannya adalah membuat bingung Mi shil dengan mengatakan mereka menggertak. Mi shil akan mencari tahu dan bertanya-tanya. Sehingga ia akan bingung.

Deok Man berkata, saat ini fokusnya ada pada orang sekeliling Mi shil. Mereka akan takut dan ragu. Ada yang berkata akan terjadi gerhana, tapi sebagian berkata tidak, mereka akan berdebat, dan dia akan mempercayai Bi Dam.

Bi Dam ada di penjara dan ingat perkataan Deok Man. Deok Man berkata mereka hanya menggertak. Mi shil tahu Deok Man mendapatkan Wyol Cheon dan dia sudah membunuh Seo Ri. Maka Bi Dam harus membuat Mi Shil percaya bahwa akan ada gerhana matahari.

Kim Yu shin bertanya apa yang akan ia lakukan kemudian, Deok Man berkata jika Bi Dam sukses memancing MiShil maka Mi Shil akan mengumumkan terjadinya gerhana matahari. Tapi tentu saja tidak akan terjadi gerhana, maka orang2 akan kehilangan kepercayaan pada Mi Shil. Apa Mi shil akan menangkap umpannya tanya Yu Shin. Deok Man merasa, Mi shil harus karena susah untuk Mi shil berpikir sebaliknya bagaimanapun Mi Shil manusia biasa. Deok Man berharap Mi shil akan bertindak sesuai yang ia pikirkan.

Bi Dam dibawa menghadap Mi shil dan Mi saeng. Bo Jong memberikan barang2 Bi Dam. Mi shil memeriksanya, ia menemukan kaca pembesar. Mi Shil berkata Bi Dam benar2 penipu. Mi shil bertanya mengenai batu yang muncul dari sumur Najeong, tapi Bi Dam berkata mereka pasti tahu karena mereka ahli dalam hal itu. Bi Dam ingin berbicara secara pribadi dengan Mi Shil.

Mi Shil bertanya apa batu yang muncul di sumur Najeong itu palsu. Bi Dam tidak menyangkalnya. Mi Saeng tertawa mengapa Bi Dam berkata itu adalah kehendak langit. Mi saeng bertanya bagaimana Bi Dam melakukan tipuan itu. Bi Dam tertawa dia tahu itu tipuan tapi Mi shil tidak akan dapat mengatakan bahwa itu tipuan. Karena jika demikian maka patung Buddha yang munculwaktu itu juga tipuan. Mi saeng shock. Bi Dam berkata seseorang perlu menggunakan kehendak langit biarpun hanya sedikit.

Mi shil ingat ia mengatakan hal yang sama di depan Deok Man dan Kim Yu shin. Bi Dam bertanya apa ia benar. Mi Shil bertanya siapa Bi Dam sebenarnya. Bi dam ingat Deok Man berpesan agar hati2 dengan Mi shil karena ia dapat membaca mimik wajah dan minta agar Bi Dam tidak meremehkan Mi shil. Bi Dam kemudian melepaskan topengnya dan menarik luka buatannya untuk memperlihatkan mukanya pada Mi shil. Mi saeng ketakutan melihat Bi Dam menarik “luka” nya. Bi Dam berkata tidak adil jika mereka tidak melihat wajahnya.

Bi Dam berkata jika ia menyembunyikan wajahnya di bawah make up, maka Mi shil tidak akan dapat melihat hatinya. Mi shil terlihat menyukai Bi dam. Bi Dam mengeluarkan surat dari Deok Man dan bertanya apakah mereka akan memainkan permainan ini. Mi saeng merasa tidak enak.

Rakyat berdoa di depan batu di sumur Najeong. Mereka bertanya apa gunanya menyelubungi batu dengan kain jika mereka sudah tahu tulisannya. Mereka berdiskusi tentang bintang Gaeyang yang pulang ke surga yang mewakili Putri Cheon Myeong. Lalu apa artinya bintang Gaeyang yang akan mendirikan pemerintahan baru. Mereka bertanya-tanya apa Putri Cheon Myeong akan bangkit dari kematian.

Lalu Go Do masuk dan berkata mereka harus memperhatikan ramalan yang sebelumnya mengenai Putri kembar. Joo Bang datang dan berkata kontradiksi. Joo Bang berkata itu semua omong kosong, ia berkata Mi shil akan datang dengan sebuah jawaban. Joo Bang dan Go Do bersandiwara dan membuat rakyat mulai berpikir. Deok Man, Al Cheon, dan Kim Yu shin melihat dari kejauhan.

Orang2 berkata bagaimana Mi Shil dapat menjadi setengah dewa. Kim Yong Chu berkata sejak kemunculan batu di sumur memicu sentimen di kalangan masyarakat. Seol Won berkata ia sudah memerintahkan agar batu itu di jaga tapi sudah terlanjur menyebar dimasyarakat. Raja memberi isyarat pada Kim seo Hyeon untuk bertanya pada Se Jong dan Seol won apa jawaban Mi Shil dengan kejadian ini. Kim Yong Chu berkata Mi Shil harus menjawab semua ini. Se Jong setuju dan Mi Shil harus menjawabnya. sekarang bola ada di tangan Mi shil.

Mi shil membaca surat yang diberikan Bi Dam padanya. Bi dam bertanya apa Mi shil punya waktu untuk bermain-main dengannya. Mi shil kaget saat Bi Dam berkata orang2 di luar sana sudah gelisah apakah akan ada gerhana matahari atau tidak. Bi Dam minta Mi shil segera memberi jawaban. Mi shil bertanya apa surat ini ditulis Wyol Cheon. Bi Dam tidak tahu, ia hanya kurir dari Kim Yu shin dan Putri Deok Man. Surat itu berbunyi bahwa gerhana matahari akan terjadi pada tanggal 15 sekitar jam 11 s/d 13 siang. Mi Shil bertanya apa ia harus mempercayainya. Bi Dam tertawa karena mereka tidak berharap Mi Shil percaya surat itu.

Bi Dam menantang Mi Shil, apa ia akan percaya atau tidak. Bi Dam bertanya apa itu benar atau palsu. Mi shil tertegun dan Mi saeng mengambil surat itu dan membacanya. Bi Dam berkata Mi Shil harus memberikan jawabannya.

Mi Saeng jalan hilir mudik gelisah, ia yakin Deok Man memdapatkan Wyol Cheon. Surat itu tulisan tangan Wyol Cheon. Seol Mae berkata Wyol Cheon mengaku sulit menghitung gerhana matahari. Tidak mungkin tanpa Jeong Gwang Ryeol. Seol Mae berkata ini mungkin palsu. Lalu Mi saeng bertanya lalu mereka harus bagaimana, jika mi shil berkata tidak ada gerhana, ternyata ada dan bagaimana jika sebaliknya.

Mi shil juga bertanya-tanya ini gertakan atau benar. Mi shil berkata jika seseorang berjudi, jika mereka akan menggertak, mereka selalu mengadakan pertunjukkan yang bagus untuk mengelabui pemain lainnya. Seol won dan Se Jong datang karena ada kerumunan di jalan. Mereka mencari Mi shil untuk mengetahui tentang gerhana matahari. Raja juga bertanya pada Mi Shil kata Ha Jong, ini membuat Mi Shil heran. Seol Won membenarkan.

Seol won Rang berbicara pribadi dengan Mi Shil, dan berkata Bi Dam memang suruhan Deok Man. Bi Dam adalah pendekar yang bertarung dengan mereka di distrik Iseo. Mi Shil berkata tongkat komando sudah berpindah dari Cheon Myeong ke Deok Man. Mi shil berkata ia tidak mampu membaca pikiran Bi Dam. Bi Dam selalu melihat langsung ke mata Mi Shil dan anehnya dia tidak dapat melihat langsung ke mata Bi Dam.

Seol Won Rang bertanya mengenai bunga persik Sadaham, ia ingin membantu Mi shil. Mi shil mulai menjelaskan pada Seol Won.

Ratu kaget saat mendengar dari yu shin tidak akan terjadi gerhana matahari. Putri Man Myeong berpikir apa yang harus mereka lakukan. Yu shin berkata ini umpan untuk Mi shil. Agar ia percaya akan ada gerhana matahari. Jika mi shil salah, maka reputasinya akan menurun. Ratu bertanya bagaimana Deok Man akan mengambil statusnya sebagai Puteri. Jika mereka mengakui gerhana matahari, maka ramalannya akan valid sehingga mereka memiliki kekuatan jadi tidak akan ada protes terhadap Deok Man. Putri Man Myeong mengerti tapi akan susah untuk mengakui Deok Man sebagai Puteri Raja. (Tirza: Coba apa jadinya istana tanpa ibu2 ini..i love u moms)

Yu Shin berkata prioritas utamanya adalah menghancurkan reputasi Mi Shil. Ratu Maya marah. Seol won Rang berkata ini adalah permainan yang berbahaya dan sangat beresiko. Seol Won berkata bagaimana jika salah, tidak akan mempengaruhi kubu Deok Man tapi semua yang telah dibangun Mishil akan hancur. Mi shil mengerti resikonya. Seol Won Rang berkata selama pergerakan militer semua situasi adalah resiko. Seol Won menasihati Mi shil dia akan memikirkan strateginya, jadi Mi shil tinggal melakukan bagiannya. Mi Shil tersenyum. (Tirza: I actually love the chemistry between these two ha..ha)

Kim Yu Shin meninggalkan kediaman Ratu, ia ingat Deok Man memberikan dokumen padanya untuk diserahkan pada Mi shil. Deok Man berkata ini adalah diagram dari Jeong Gwang Ryeol. Tujuannya untuk meyakinkan Mi shil bahwa gerhana matahari akan terjadi. Sekarang Mi shil tidak tahu jika ia memiliki Jeong Gwang Ryeol. Mi shil akan berubah pikiran saat ia tahu. Yu shin berkata mereka seperti memohon agar Mi shil percaya pada mereka. Orang biasa mungkin akan percaya, tapi ini Mi shil ahli strategi. (Tirza; kayanya DM ngga nipu Mi shil deh..dia sepertinya pengen Mi shil berkata tidak ada gerhana..well let’s see)

Bo jong lapor, Kim Yu Shin ingin bertemu Mi shil. Mi saeng heran dengan kedatangan Yu Shin. Mi Saeng mengijinkan masuk, tapi Mi shil minta Yu shin pergi. Ia tidak dapat berpikir jika melihat Kim Yu shin. Bo jong minta Yu Shin pergi. Kim Yu shin meminta agar Bo Jong menyerahkan surat Deok Man untuk Mi shil. Bo Jong memberikan surat itu pada ibunya. Mi shil ragu dan minta Bo Jong membakarnya, tapi rasa ingin tahu membuat dia mengambil surat itu dan membacanya.

Mi shil melihat diagram dan bagan perhitungan kemudian ia menanyakan hal ini pada Seol Mae. Kim Yu shin menunggu. Seol Mae membenarkan bahwa ini diagram dari Jeong Gwang ryeol. Mi Saeng bertanya bagaimana mereka memperoleh Jeong Gwang Ryeol, Mi saeng mulai yakin Deok Man menghitung gerhana atas bantuan Wyol Cheon. Terjadi silang pendapat dalam kubu Mi shil.

Mi shil berkata cukup dengan perdebatan ini lalu bertanya mengapa seol Won diam saja. Seol won percaya semua jawaban ada di tangan Mi shil, ia tahu kemampuan Mi Shil melihat seseorang sampai ke dalam hatinya.

Mi shil senang karena Seol Won memberinya arahan untuk mengatasi masalah ini dan meningkatkan percaya dirinya. Mi shil memanggil Kim Yu shin. Kim Yu shin ingat nasihat Deok Man agar menjadi dirinya sendiri dan tidak menghindari kontak mata dengan Mi shil. Mi shil bertanya apa yang akan dilakukan Yu shin. Mi shil berkata karena Yu shin gagal menikah dengan Cheon Myeong sekarang ia akan menerima Deok Man sebagai Putri Raja dan membuat Raja menjadi ayah mertuanya dan kemudian di masa depat, Kim Yu shin akan menjadi Putra Mahkota, apakah itu yang ia inginkan. Kim Yu shin berkata beraninya Mi Shil berspekulasi dengan ngawur.

Kim Yu shin sudah memberikan semua yang dimilikinya untuk Puteri Deok Man. Mi shil tertawa mendengar Yu shin menyebut Deok Man, Putri. Mi shil bertanya kapan itu akan terjadi. Kim Yu shin benar2 ceroboh dalam keputusannya. Kim Yu shin punya tanggungjawab untuk memimpin rakyat Gaya dan menghormati keluarganya. Kim Yu shin berkata ia tidak cukup pintar untuk mengerti apa yang akan Mi Shil lakukan. Mi shil bertanya apa Wyol Cheon melakukan perhitungan untuk gerhana matahari. Yu shin membenarkan. Apa Yu shin melihatnya sendiri atau ia mendengarnya. Yu shin berkata Putri Deok Man yang mengatakan padanya. Lalu Mi shil bertanya apa Wyol Cheon melakukan Dan Cheong nunnery (pengamatan bintang).

Kim Yu shin merasa tidak pasti. Kim Yu shin tidak dapat menjawabnya. Mi shil akhirnya tahu bahwa ini hanya gertakan dan yakin ia sudah menangkap maksud mereka. Mi shil menanyakan sesuatu dan Kim Yu shin tidak dapat menjawabnya karena mi Shil tahu Yu shin benar2 orang jujur dan tidak mampu berbohong sedikitpun.

Mi shil tahu ini tipuan dan tidak akan ada gerhana matahari. Ini semua tipuan Deok Man. Kim Yu shin tidak mengerti dan Mi shil meminta Yu shin pergi karena ia sudah mendapat yang ia inginkan dengan membaca ekspresi wajah Yu Shin. Sebelum Yu Shin pergi, Mi shil ingin ia mengakui akan ada gerhana dan rancangannya gagal.

Mi shil berkata Deok Man masih harus belajar banyak dalam soal tipu menipu. Kemampuan Deok Man masih dasar. Bagaimana Deok Man dapat percaya pada Yu Shin yang sangat polos. Seol Mae bertanya apa Yu Shin berbohong, tapi Mi shil berkata Yu shin tidak takut padanya, Mi shil berkata jika Deok Man inginmenipunya, hal pertama yang dilakukan adalah menipu Kim Yu Shin, sepertinya Deok Man tidak melakukan itu.

Mi Saeng tahu ia dapat mengandalkan Mi Shil dalam menilai orang, tapi Mi Saeng takut. Seol Mae juga meragukan apa Wyol Cheon dapat menghitung dengan cepat meskipun ia memiliki Jeong Gwang Ryeol. Mi saeng masih berpendapat bahwa surat yang ditulis wyol Cheon itu akurat. Kemudian Mi Shil ingat bahwa Wyol Cheon berkata ada selisih hari, maka tidak mungkin Wyol Cheon menulis tanggal dan jam yang tepat. Mi shil percaya surat itu palsu. Lagipula Keluarga Raja selalu ketakutan jika Mi shil mengadakan ritual, tapi kali ini Raja memintanya memberikan jawaban.

Mi Saeng merasa Deok Man hanya menggertak. Mi shil ingin mengkonfirmasi satu hal lagi. Bi Dam di penjara dan merasa bosan saat seseorang berkata bahwa Mi shil mengatakan tidak akan ada gerhana matahari. Ini saatnya Bi Dam harus menerima akibatnya. Seok bum memerintahkan penjaga memberi makanan terakhir untuk Bi Dam karena ia akan dieksekusi. Bi Dam berpikir cepat bagaimana melarikan diri. Bi dam tahu Deok Man tidak menjamin keselamatannya.

Bi Dam dibawa keluar, Bi dam mencoba lari. Seok bum dan Bo Jong bukan tandingan Bi Dam tapi saat mereka menggunakan formasi, Bi Dam terperangkap dan tertangkap. Mi shil keluar. Bi Dam tertawa dan mengakui ia telah dikalahkan. Mi Shil berkata tidak akan ada gerhana matahari. Bi Dam heran bagaimana Mi shil tahu tipuan ini. Biarpun ada gerhana, Bi Dam tetap akan mati kata Mi shil. Mi shil berkata besok Bi Dam akan dibakar dihadapan semua orang.

Raja mendapat laporan bahwa tidak akan ada gerhana matahari. Ratu berkata bukankah ada yang berkata akan ada gerhana. Mi shil bertanya bagaimana Ratu dapat ditipu oleh aktor yang menyamar itu.

Mi shil pergi dengan penuh percaya diri karena ia telah menang melawan Keluarga Raja. Mi shil membuat pengumuman tidak akan ada gerhana matahari. Orang2 berkata Mi shil sudah mengatakan tidak ada gerhana jadi pasti akurat. Raja, Ratu dan Putri Man Myeong melihat ke langit dan bertanya-tanya apa akan ada gerhana matahari atau tidak. Sementara itu Deok Man menggambar rencananya. Kim Yu shin dan Al Cheon datang dan Al Cheon berkata matahari sudah terbenam dan tidak ada tanda akan ada gerhana matahari. Kim yu shin menyalahkan dirinya sendiri karena merusakkan gertakan mereka. Deok Man tetap tenang dan dia melukis apa yang direncanakannya. Lalu ia berdiri dan meminta maaf pada mereka dan terlebih pada Bi Dam. (Tirza: ha..benar khan..?!)

Bi dam ada dalam sel dan menunggu kematiannya. Paginya, tiang dan panggung untuk membakar Bi dam sudah disiapkan. Mi shil penuh rasa kemenangan. Bi Dam dibawa dan diikat pada tiang. Seol won membacakan kejahatan Bi Dam. Seol Won bertanya apa ada kata terakhir. Bi dam berjuang untuk melepaskan diri dari tali. Seol Won menunggu sinyal untuk menyalakan api. Saat drum dibunyikan, Seok Bum akan menyalakan api ketika dia kaget dan melihat ke langit. Dia melihat fenomena alam di langit, langit menjadi gelap tepat tengah hari dan bayangan gelap dengan perlahan menutupi matahari. Semua terkejut dengan fenomena yang terjadi. Gerhana matahari!

Raja sadar semua melihat ke atas dan melihat gerhana matahari. Mi shil dan Mi saeng benar2 shock berat. Ratu Maya sangat senang. Rakyat sangat bingung. Bi Dam mengambil kesempatan untuk melepaskan diri dan ia juga melihat gerhana matahari.

Deok Man minta maaf, dia berkata Kim Yu shin sudah melakukan sesuai dengan harapannya. Dia minta maaf karena gerhana matahari benar akan terjadi seperti yang tertulis. Al Cheon dan Yu Shin bingung.

Deok Man tahu Wyol Cheon sudah menulis tentang Dae Myong dan berkesimpulan ada selisih 24 jam, tapi tidak kurang dari 48 jam, akan ada gerhana matahari. wyol Cheon menjelaskan menggunakan Dae Myong Ryeol edisi terakhir, dan dengan tambahan rumus dari jeong Gwang Ryeol maka ia yakin selisihnya antara 24 sampai 48 jam. Inilah yang paling akurat yang dapat ia berikan. Deok Man berkata gerhana matahari akan terjadi setelah tgl 15. Wyol Cheon berkata itu akan terjadi pada tgl 15 atau besoknya. Deok Man bertanya apa ini pasti. wyol Cheon yang telah memanggil Putri pada Deok Man, membenarkan.

Ketika matahari dimakan hampir separuh Mi shil terkejut. Deok Man berkata demi menipu Mi shil, hal pertama yang harus ia lakukan adalah memberikan informasi yang salah pada Bi Dam dan Kim Yu shin. Dengan tujuan membuat Mi shil percaya mereka telah menggertaknya. Dia minta maaf karena tipuannya dan Al Cheon terkagum-kagum dengan strategi Deok Man.

Saat langit menjadi gelap, Bi Dam sadar ia telah dibohongi oleh Deok Man demi untuk mengecoh Mi Shil. Deok Man berkata dia percaya Bi Dam dengan sepenuh hati untuk menipu Mi shil. Deok Man sebenarnya percaya Mi shil dan bukan Bi Dam. Bahwa ego Mi shil dan kepandaiannya akan menjadi lawannya sendiri. Mi shil memakan umpan Deok Man karena Mi shil akan dapat membaca ekspresi Bi Dam. Bi Dam tertawa dan kagum dengan rencana Deok Man.

Kim Yu shin bertanya mengapa ia perlu bertemu Mi shil. Deok Man berkata karena Kim Yu shin terlalu jujur dan Yu Shin tidak dapat menyembunyikan air mukanya kalau bohong. Membuat Deok Man bisa membaca wajah Kim Yu shin. Yu shin tanya bagaimana Deok Man dapat membujuk Wyol cheon.

Deok Man ingat Wyol Cheon sangat senang saat Deok Man mengemukakan rencananya membangun yang sekarang disebut Cheomseongdae (observatorium kuno) dan dia janji ia akan membangun observatorium ini untuk memenuhi hasrat Wyol Cheon mempelajari astronomi. Deok man janji akan menggunakan astronomy untuk kebaikan. wyol Cheon memuji Deok Man dengan kebijaksanaannya.

(Cheomseongdae, harta nasional Korea Selatan ke-31 adalah observatorium tertua di Asia Timur, dibangun tahun 647 selama pemerintahan Ratu Seon Deok dari Silla dan digunakan sebagai observatorium astronomi. Berbentuk silinder disusun dari 362 batu dan 27 tingkat.)

Ketika gerhana menjadi gerhana matahari total, rakyat berlutut dan berdoa agar matahari mengembalikan sinarnya. Bi Dam meneriakkan ramalan Eochul Ssangsaeng Seonggol Nam Jin Gae Yang Gwi Cheon; Il Yu Shik Ji; lalu saat kegelapan berlalu dan matahari kembali bersinar, Bi Dam mengatakan Gae Yang Ja Rip; Gyerim Cheon Myeong, Mi shil kaget dengan kata2 Bi Dam, Ratu Maya sangat senang. Saat Bi Dam berkata Shin cheon Do Rae, Deok Man muncul di depan rakyat dalam gemilang cahaya matahari. Bersamaan dengan matahari yang bersinar terang, mereka melihat Deok Man dari dalamnya.

Deok Man : “Mi shil!”

Bingo…!!

Private Opinion :

Deok Man benar2 pintar, ia tahu pada dasarnya Bi Dam itu susah dipercaya, ia tahu Mi shil juga akan berpikir Bi Dam itu pasti penipu jadi ia justru mengatakan yang sebenarnya pada Mi shil. Bukan karena Deok Man yakin Bi Dam bisa menipu Mi shil, tapi karena Mi shil akan termakan kepintarannya sendiri. Mi Shil pasti tidak akan yakin dengan Bi Dam. Semakin Bi Dam berkata akan ada gerhana, Mi Shil yakin tidak akan ada. Karena surat itu dibawa Bi dam.

Beda saat Kim Yu shin menyampaikan surat Deok Man dengan diagram Jeong Gwang Ryeol. Yu shin pada dasarnya jujur. Mi shil pasti percaya padanya. Maka Deok Man harus membohongi Yu shin. Deok Man bilang tidak ada gerhana. Air muka Yu shin menunjukkan tidak ada gerhana, walaupun ia bilang ada plus diagramnya. Jadi Mi shil yakin tidak ada gerhana. Brilliant..!

Justru Mi Saeng yang sebenarnya tidak bisa dibohongi, karena ia mengenal Wyol Cheon. Mengenal tulisan dan karakter Wyol Cheon. Biasanya sesama ilmuwan punya sense of acknowledgement yang beda.

Queen Seondeok Episode 29

Deok Man: Mi Shil!
Deok Man tersenyum pada Mi Shil yang ternganga. Skak Mat!

Mi shil shock dengan kemunculan Deok Man dan ia merasa dipecundangi. Ratu Maya mengenali Deok Man saat Raja bertanya kebenarannya. Putri Man Myeong menyatakan bahwa orang yang akan membawa era baru di Gyerim tidak lain adalah Deok Man sesuai ramalan. Ratu Maya menyatakan bahwa itu adalah putrinya Deok Man.

Mi shil terlihat seperti akan kena stroke saat sinar matahari bersinar sempurna dan rakyat bersorak gembira. Bi Dam tergetar melihat Deok Man. Kemudian Al Cheon dan Kim Yu shin muncul sebagai pendamping Deok Man. Al Cheon dan Kim Yu Shin menyatakan bahwa orang di depan mereka adalah yang akan membawa era baru, orang yang telah diramalkan oleh leluhur mereka, bintang Gaeyang. Rakyat bersorak dengan deklarasi ini dan didukung oleh Yonghwa Hyangdo dan bahkan Wyol ya dan Seo Ji. sementara kubu Mi shil terlihat putus asa. Mi shil tercekat marah.

Putri Man Myeong berkata ia benar saat mengatakan Deok Man adalah bintang Gaeyang yang diramalkan dan Ratu Maya juga membenarkannya, bahwa Deok Man adalah bintang Gaeyang dan keturunan Seonggol dari Silla. (Tirza: I love u moms..) Mi shil tahu dan tidak percaya sudah jatuh dalam tipuan Deok Man dengan menggunakan gerhana matahari. Mi shil berlutut dengan lemah dan merasa kebas, ia “takut”. Mi Shil berusaha bangkit tapi terjatuh kembali di kursinya dan ia dengan perlahan berdiri.

Seo Ji yang berada di tengah kerumunan bertanya pada Raja untuk menjelaskan pada mereka apa yang terjadi sebenarnya saat Putri Baginda lahir. Apa Raja benar memiliki putri kembar. Kemudian Joo Bang menambahkan saat rasi bintang Biduk terpecah menjadi 2, apa ada kelahiran Putri kembar dalam istana dan apa benar itu Deok Man. Go Do berteriak pada Raja untuk menjawab pertanyaan rakyat dan mereka menggerakkan massa untuk berseru pada Raja. (Tirza: provokator nich ceritanya…). Saat itu, popularitas Mi Shil sudah jatuh. Bi dam menambahkan, ia juga ingin tahu.

Ratu Maya mengambil kesempatan dan berdiri menghampiri Deok Man. Raja melihat mereka. Ratu Maya mendekati Deok Man dengan kehangatan seorang ibu dengan menggenggam tangan Deok Man dengan penuh kerinduan. Kim Yu shin dan Al Cheon merasa senang. Ratu Maya membawa Deok Man ke hadapan rakyat. Ratu berkata saat Rasi Bintang Biduk menjadi 8, hari saat bintang Gaeyang pecah menjadi 2, dia melahirkan putri Cheon Myeong. Beberapa saat kemudian, ia mengalami kontraksi lagi dan melahirkan putri yang lebih muda, Deok Man. Saat itu ramalan Raja Bakhyeokgeose tidak lengkap sehingga mereka takut kehilangan putrinya dan terancam kehilangan kedudukan sebagai Ratu, dia juga takut akan membahayakan Raja. Akhirnya ia memberikan putrinya kepada pelayan setianya untuk diselamatkan. Dan karena ketidak mengertian-nya, ia bertindak tidak adil pada putrinya. Akhirnya dia harus kehilangan ketiga putranya dan bahkan putri Cheon Myeong. Ratu Maya terjatuh karena terlalu sedih dan Deok Man memeluk ibunya.

Rakyat sangat terharu dengan pengakuan Ratu Maya. Mereka merasa Ratu sudah menderita. Bi Dam tersenyum karena mereka memenangkan rakyat. Ha Jong menyadarkan ibunya, apa Mi shil hanya akan berdiri dan diam saja. Mi shil terdiam. Se Jong juga berkata mereka tidak dapat melakukan apa2. Mi saeng berkata, saat ini mereka harus mengaku bahwa mereka telah dikalahkan. (Tirza: well, at least Mi Saeng is honest.)

Ratu Maya melanjutkan, sebagai ibu negara ia telah berdosa karena menipu rakyat, Ratu minta rakyat menghukumnya sehingga semua akan kembali normal, sehingga ramalan mengenai era baru akan terpenuhi melalui Deok Man. Ratu minta rakyat menerima Deok Man sebagai Putri Kerajaan Silla. Rakyat menyetujui pengangkatan Deok Man sebagi Putri dan permohonan tulus Ratu. (Tirza; wow..andai kita punya ibu negara seperti Ratu Maya…)

Raja Jinpyeong memutuskan bergabung bersama isteri dan putrinya untuk menghadapi rakyat. Bi Dam berkata ia menyukai apa yang ia lihat dari Deok Man. Rakyat membungkuk saat Raja mulai berbicara dan meminta agar rakyat memafkan dirinya dan juga Ratu karena tidak bijaksana. Semua adalah kesalahannya dan meminta rakyat memaafkannya. (Tirza: maaf adalah kata2 yang jarang kita dengar dari penyelenggara negara kita..sigh..) Raja juga minta maaf terlebih pada putrinya, Deok Man. Deok Man melihat ibunya yang mengangguk. Deok Man dengan perlahan mengulurkan tangannya pada Raja Jinpyeong dan menggenggam tangan ayahnya. Untuk pertama kalinya Raja merasakan kehangatan tangan putrinya.

Raja mengangkat tangan Deok Man untuk memproklamirkan pada langit dan bumi dan pada seluruh bangsa bahwa ini adalah putrinya Deok Man, Putri Kerajaan Silla. Rakyat bersorak..! Panjang umur untuk Putri Deok Man, bahkan Bi Dam bersorak di tiangnya. Kim Seo Hyeon, Putri Man Myeong dan Kim Yong Chu juga bergabung dan bersorak.

Al Cheon telihat senang, tapi Yu Shin benar2 sudah kehilangan Deok Man. Deok Man melihat kepada Mi shil dan Deok Man tersenyum. Seok Bum kecewa dengan hasilnya dan sekarang cemas karena kekalahan mereka. Para hwarang yang menahan So Hwa sekarang bingung karena So Hwa akan menjadi pengasuh resmi Putri Deok Man. So Hwa sudah berganti baju dan lukanya sudah dirawat. Tabib berkata So Hwa kondisinya tidak sehat. Tabib akan melakukan yang terbaik. Para Hwa Rang memohon agar tabib melakukan yang terbaik.

Bi Dam masih merasa senang dengan kemenangan Deok Man atas Mi shil. Al Cheon menegurnya agar bersikap sopan dan formal pada Deok Man. Bi Dam berkata ia akan mengikuti protokoler saat bertemu lagi dengan Deok Man. Kim Yu shin berkata Deok Man tidak mengatakan yang sebenarnya bahkan pada Bi Dam. Ia ingin menipu Mi Shil, itu sebabnya ia menipu mereka. Al Cheon memuji strategi Deok Man. Yu Shin berkata Mi Shil gagal melihat Deok Man adalah penggagas strategi ini. Bi Dam mengakui Deok Man benar2 hebat.

Ratu membantu Deok Man berpakaian dan berdandan sebagai Putri. Ratu mengagumi kecantikan Deok Man. Ratu menyisir rambut Deok Man dan berkata andaikata Deok Man dapat tumbuh bersama Cheon Myeong, mereka pasti sangat dekat. Tapi Cheon Myeong tidak dapat melihatnya. Deok Man teringat saat terakhir mereka bertemu. Ratu Maya berjanji dengan menggenggam tangan Deok Man bahwa ia akan memberikan segalanya sebagai Putri Silla pada Deok Man. Deok Man melepaskan tangannya.

Deok Man memanggil Ratu Maya dengan panggilan Ratu dan berkata ia kembali ke Keluarga Raja bukan untuk hidup dalam kemewahan sebagai Putri Raja atau hidup dengan bahagia sebagai wanita. Deok Man sudah melepaskan itu semua sebelum ia datang ke istana. Deok Man sudah bersumpah pada Cheon Myeong kakaknya. Ratu Maya mengerti dan mengangguk tanda setuju.

Deok Man menghadap Raja Jinpyeong dan memberi salam dengan resmi. Raja memintanya duduk dan ia tidak tahu apa yang akan dikatakannya saat mereka bertemu. Raja berkata bahwa ia merasa bersalah dan tanya apa Deok Man merasa tidak adil dan menyalahkan dirinya sendiri. Deok Man mengakuinya, tentu saja kata Raja. Raja meminta Deok Man mengerti. Deok Man berkata ia mengerti, karena Raja adalah penguasa. Sebagai penguasa Raja harus melakukan apa yang telah ia lakukan.

Deok Man tahu bahwa demi kepentingan takhta, Raja berhak untuk membuang anaknya sendiri jika perlu. Itu Deok Man mengerti, tapi yang membuat ia kesal dan menyalahkan Raja atas pengorbanannya adalah Raja tidak melakukan sesuatu untuk memperkuat takhtanya dan kekuasaannya. Yang membuat Deok Man harus kehilangan kakaknya dan dia harus dibuang ke-dua kalinya. Raja berkata ada banyak hal yang membuatnya merasa sangat menyesal, bahkan dia pernah menyetujui untuk membunuh Deok Man. Deok Man berkata pada Raja, ia sebenarnya akan pergi dari Silla tapi memilih untuk kembali.

Deok Man : Aku akan mengganti dan mengambil alih posisi Cheon Myeong untuk melawan Mi Shil.

Mi Saeng “memulihkan” lukanya atas tragedi kejatuhan Mi Shil. Ha jong gelisah dan ingin melakukan kudeta militer. Se Jong mengatakan ia juga dapat mengumpulkan orang yand setia pada mereka untuk melawan. Seol Won Rang berkata bagaimana jika para bangsawan yang mendukung mereka malah akan melawannya. Se Jong yakin itu tidak akan terjadi, Seol Won memilih untuk berhati-hati. Jika mereka mengirim pasukan, mereka seperti terlihat akan memberontak dan sekarang sudah terlambat melakukannya. (benar..obati luka dan serang lagi ya bos..? ha ha)

Ha jong sangat kesal karena takhta sudah sedemikian dekat untuk mereka. Ya, begitu dekat dan begitu jauh. Mi Shil minta Se Jong untuk menyetujui pengangkatan Putri Deok Man sebagai Putri Kerajaan Silla. Se Jong kaget. Mi Shil berkata Se Jong harus memperlihatkan pada kaum bangsawan harmoni bahwa mereka bermurah hati dengan memaafkan kesalahan keluarga Raja. Mi Shil berkata bahwa mulai saat ini mereka harus mengetahui segala sesuatu mengenai Keluarga Raja. Mi Shil ingin melakukan revisi pada rasio pajak para bangsawan untuk meningkatkan kesetiaan mereka. Mi Shil minta Seol Won untuk menyelidiki pendapat kementrian yang lain.

Kim Yong Chu memberikan daftar dewan menteri yang menerima dan meragukan pengangkatan Deok Man sebagai Putri Raja Silla. Kim Seo Hyeon berkata ada kemungkinan pihak Mi Shil akan menentang pengangkatan Deok Man. Raja berkata Deok Man adalah putrinya yang hilang dan jika dewan istana tidak menyetujuinya juga, ia akan mempertaruhkan takhtanya agar Deok Man diangkat sebagai Putri. Se Jong datang menghadap.

Raja : Apakah sekarang kau akan berkata bahwa tidak mungkin mengangkat Deok Man sebagai Putri Raja ?
Se Jong : Sebaliknya Baginda, Hamba telah memerintahkan pengangkatan dan penobatan Putri Deok Man pada tanggal 5 bulan ini jam 11.00-13.00 siang. (Tirza: dapat undangannya ngga…?)

Raja heran Se Jong tidak protes tapi menyetujuinya. Se Jong berkata bahwa karena pengakuan Ratu Maya, para bangsawan merasa marah maka untuk menenangkan mereka, Se Jong minta penurunan pajak sebagai barter.

Seol Won melaporkan bahwa pengangkatan Deok Man akan dilakukan besok siang. Mi Shil tidak terlalu senang dengan detilnya, Seol Won berkata karena mereka masih berkabung maka pengangkatan Deok Man akan berlangsung sederhana. Seol Won meminta maaf pada Mi Shil. Buat apa permintaan maaf itu dan ekspresi itu? Aku adalah Mi Shil, aku tidak akan jatuh hanya karena masalah kecil ini.

Deok Man menggenggam sisir Cheon Myeong seperti jimatnya. Ratu datang dan memberi tahu mengenai pengangkatannya dan meminta Deok Man beristirahat. Mereka akan mengadakan pengangkatan dengan sederhana. Deok Man merasa tidak masalah dengan itu, karena ia ingin diangkat secepat mungkin. Ratu minta Deok Man istirahat dan pergi. Deok Man minta Cheon Myeong menyertai pertempurannya dengan Mi Shil dan berdoa agar Cheon Myeong membantu. Kakak, kita harus memulainya..aku mohon bantulah aku…aku benar2 ketakutan (Tirza: jangan berdoa pada arwah orang mati. Never ever..)

Hari Pengangkatan Deok Man sebagai Putri dan Mi shil ada di kediamannya. Mi shil mulai memainkan gelas2 kristalnya untuk menenangkan syarafnya. Sementara itu, Deok Man berpakaian untuk upacara. Tiba2 Mi Shil memecahkan sebuah gelas kristal dan menjadi murka, ia memecahkan semua gelasnya.

Deok Man terserang gugup lagi saat Kim Yu Shin datang menemuinya dan melihat Deok Man sedikit gugup. Kim Yu Shin bertanya mengapa Deok Man gemetar ketakutan. Kim Yu Shin berkata bahwa orang yang berdiri di sampingnya adalah sang Putri yang telah mengalahkan Mi Shil dan memintanya untuk tenang. (Tirza: just hold her hand, Yu Shin Rang..oh..please..)

Deok Man meyakinkan dirinya sendiri di kaca. Mi Shil membedaki wajahnya di depan kaca. Seol Won masuk dan melihat pecahan kristal di lantai. Mi Shil berkata dengan kalem, mereka harus menemui Putri Raja pada hari pertama pengangkatannya. Kemudian bertanya apa ia kelihatan cantik. Mi Shil terlihat sedikit kurang waras. Seol Won menjawab tentu saja Mi Shil cantik dan heran mengapa Mi Sil bertingkah demikian.

Saat Deok Man berjalan di koridor, ia bertemu Mi Shil. Mereka saling memberi salam. Mi Shil mengucapkan selamat atas pengangkatan Putri. Deok Man berterima kasih karena Mi Shil adalah orang yang memungkinkan itu semua terjadi. Mi Shil heran mengapa dia. Deok Man berkata saat mereka merancang untuk menipu Mi Shil, Mi Shil adalah tutor bagi Deok Man. Deok Man belajar banyak darinya dan akhirnya dia dapat memperoleh statusnya kembali sebagai Putri Raja. Mi Shil dapat melihat Deok Man gemetar ketakutan. Mi Shil mengambil tangan Deok Man dan mencoba menenangkan Deok Man sebagai orang yang lebih tua. Mi Shil berkata Deok Man sudah memperlihatkan ketakutannya. Kemudian Deok Man mulai menguasai dirinya.

Deok Man : Kau sungguh lancang!!

Mi Shil kaget dengan kemarahan Deok Man. Deok Man berbicara dengan nada lebih superior dari Mi Shil yang memperlihatkan posisinya yang sebenarnya. Seol Won dan semua melihatnya.

Deok Man : Bagaimana kau begitu lancang dan tidak hormat menyentuh tangan seorang Seonggol?

Deok Man menarik tangannya dari Mi Shil, kemudian pergi dan melewati Mi Shil dengan dingin dan hampir menyapu Mi Shil dari jalannya dan tidak memperlihatkan rasa hormat pada Mi Shil. Mi shil teringat bahwa Raja Jinpyeong sudah menyatakan Deok Man sebagai putrinya Putri Raja Silla. Rakyat yang bersorak untuknya. Mi Shil merasa dia diinjak-injak oleh Deok Man.

Pungwolju (pemimpin hwarang) mengumumkan kehadiran Penguasa Hwarang, yaitu Deok Man. Pungwolju dan para kapten Hwarang menyatakan kesetiannya pada Putri Deok Man saat ia memberikan bendera Hwa Rang pada Deok Man. Deok Man menerima benderanya lalu menyatakan sebagai penguasa Hwa rang. Bo Jong dan Seok Bum terlihat tidak senang. Deok Man berkata semua nangdo akan dinilai sama, dan mereka akan dites di “Bijae” untuk diputuskan.

Hwarang harus membangun semangatnya dan kekuatannya agar terus berkembang. Deok Man menyatakan bahwa Al Cheon dan resimen Bi Cheon Ji Do akan menjadi penjaga Istananya. Al Cheon dengan senang menerima bendera Hwa Rang dan bersumpah setia pada Deok Man. Bo Jong disingkirkan. Im Jong dan Kim Yu Shin senang melihat semuanya.

Mi Shil kembali ke kediamannya dan mengeluarkan kemarahannya dan melukai jarinya. Seol won Rang berusaha menghentikannya dan Mi shil meminta Seol Won untuk pergi dan menemukan Wyol Cheon dengan cara apapun. Mi Shil berkata apapun yang dilakukan Wyol Cheon akan melibatkan Al Cheon dan Kim Yu Shin. Mi Shil minta mereka diikuti. Seol Won mengerti dan minta Mi shil mengobati lukanya. Mi Shil tidak memusingkan lukanya dan memerintah jika Wyol Cheon tidak dapat ditangkap maka ia harus dibunuh, karena ia tidak mau menggunakan Wyol Cheon yang sudah berkhianat pada Deok Man.

Bi Dam datang ke Hwa Rang dan mengagumi dekorasinya. Bi Dam berkata bahwa 10 kapten Hwarang duduk di meja bundar (Tirza: like Arthur and his 10 warriors he..he). Bi Dam memuji Deok Man sangat cocok mengenakan pakaian Putri. Al Cheon menegur Bi Dam yang melihat langsung ke mata Deok Man. Bi dam berkata ia benar2 tertipu oleh Deok Man dan strateginya luar biasa. Al Cheon mengingatkan Bi Dam. Deok Man minta maaf pada Bi Dam. Demi menipu Mi Shil, dia tidak punya pilihan kecuali melakukan itu. Bi Dam juga mengakui bahwa dia sudah melakukan yang ia harus lakukan dan ia juga kehilangan Mi Shil tapi dia…Al Cheon memelototi Bi Dam dan Bi Dam melanjutkan dia dibohongi Deok Man, dan bagaimanapun itu luar biasa. Deok Man percaya Bi Dam dapat melakukannya dan ia berterima kasih padanya dan menyesal dengan apa yang telah ia lakukan.

Bi Dam heran Deok Man meminta maaf. Kemudian Bi Dam ingin tahu bagaimana Deok Man dapat membujuk Wyol Cheon. Kim Yu shin dan Al Cheon juga ingin tahu.

Deok Man berkata agenda utama adalah Al Cheon dan Kim Yu Shin harus membawa Wyol Cheon ke Seorabeol. Mereka menurutinya dan mengirim pesan pada Bo Gya Hoe. Saat mereka pergi, Bi Dam tinggal sendirian dengan Deok Man. Bi Dam berkata bahwa orang yang berkuasa tidak perlu mengatakan terima kasih dan maaf pada seseorang dengan mudahnya. Deok Man tersenyum saat Bi Dam pergi.

Kim Yu Shin dan Al Cheon mengumpulkan Yonghwa Hyangdo dalam misi rahasia dan seperti biasa dikuntit oleh Bo Jong dan Seok Bum. Deok Man menyatakan idenya pada Raja Jinpyeong yang berkata itu tidak dapat diterima. Kim Seo hyeon bertanya bagaimana dia dapat melepaskan kekuasaan surgawinya setelah ia memenangkannya dari Mi Shil. Raja ingin tahu alasan Deok Man. Ini demi Silla kata Deok Man. Raja heran apa yang direncanakan Deok Man.

Ratu Maya juga kaget tapi Putri Man Myeong benar2 yakin bahwa dia berniat melepaskan otoritasnya. Ratu Maya tidak mengerti karena Deok Man mendapatkan otoritasnya dengan susah payah dari Mi Shil. Putri Man Myeong bertanya apa karena Deok Man sudah hidup terlalu lama dengan orang biasa jadi dia tidak dapat berpikir demi kepentingan Keluarga Raja. Sementara itu Wyol Cheon sangat senang karena ia telah menyelesaikan gambar rancangan arsitektur yang diminta Deok Man.

Saat dalam perjalanan, Joo Bang minta ijin buang air kecil dan Yu Shin mengijinkannya. Joo Bang dan Go Do pergi dan tertangkap oleh orang2 Bo Jong dan diikat. Kim yu Shin dan Al Cheon menunggu mereka, akhirnya Yu Shin dkk curiga dan akhirnya menemukan keduanya terikat. Yu Shin sadar Wyol Cheon dalam bahaya. Ini strategi memancing harimau turun dari gunung (strategi ke-15 dari 36 strategi). Ini bertujuan untuk mengalihkan perhatian.

Al Cheon dan Yu Shin lari ke tempat Wyol Cheon. Bo Jong dan Seok bum datang pertama kali dan membawa Wyol Cheon. Wyol Cheon kaget melihat mereka. Saat mereka menyeret Wyol Cheon, rancangan Wyol Cheon tertinggal di meja. Al Cheon dan Kim Yu shin datang tepat waktu. Mereka terlibat pertempuran. Saat mereka bertempur, Bo Jong dan Seok Bum membawa lari Wyol Cheon. Yu Shin melihatnya dan mengejar mereka.

Kim Yu Shin menahan mereka dan menantang duel, tapi Seok Bum mengarahkan pedang ke Wyol Cheon dan minta Yu Shin untuk menyerah. Yu Shin melemparkan pedangnya, saat Bo Jong mendekatinya. Yu shin meraih pedangnya lagi dan berkelahi dengan Bo Jong. Yu Shin melewati Bo Jong. Yu Shin menghadapi Seok Bum, mematahkan pedangnya dan meminta Seok Bum menurunkan pedangnya. Seok Bum menantang Yu Shin untuk membunuhnya. Bo Jong mengarahkan pedang ke arah Kim Yu Shin dan berkata ini perintah Mi Shil. Kim Yu Shin berkata ini perintah Putri Deok Man, Kim Yu Shin memperingatkan mereka jika mereka tidak menyerah, dia akan menganggap mereka melawan perintah Putri Deok Man. Salah satu kode etik Hwarang adalah menghormati Penguasa Hwa Rang yaitu Putri Deok Man dan bukan Mi Shil. Bo Jong berkata bahwa Yu Shin sudah mulai besar kepala setelah menang darinya waktu di distrik Iseo. Bo Jong mengajak duel, sekarang siapa yang akan menang.

Al Cheon dan semuanya menyusul dan berkata bagaimana mereka berani melakukan ini. Kim Yu Shin berkata mereka mematuhi perintah Putri Deok Man. Kim Yu Shin berkata bahwa pemenangnya sudah kelihatan. Bo Jong merasa kalah dan memasukkan lagi pedangnya. Al Cheon mengawal wyol Cheon. Bo Jong berkata, tidak peduli dimana mereka akan menyembunyikan Wyol Cheon, akan tiba saatnya Bo Jong akan dapat membunuhnya.

Deok Man melihat rancangan arsitektur Wyol Cheon yang akan menjadi Cheomseongdae observatorium. Deok Man berkata pada dirinya sendiri, bahwa ia harus membangunnya. Deok Man teringat saat ia meyakinkan Wyol Cheon bahwa saat itu adalah terakhir kalinya ia menggunakan perhitungan gerhana matahari untuk kepentingan pribadinya. Wyol Cheon mempercayainya dan ia telah berjanji.

Deok Man mengadakan sidang untuk Mi Shil dan Para Menteri. Mi Shil bertanya mengapa mengadakan sidang. Deok Man berkata bahwa hal pertama yang menjadi tugasnya adalah dia perlu mengungkapkan sesuatu di sidang ini.

Deok Man : Sekarang, aku Putri Deok Man akan melepaskan otoritasku yang berhubungan dengan surga yang ada bersamaku kemudian aku akan menghapus semua posisi untuk pemujaan di kuil dan akan menyebarkannya dan akan melanjutkannya dan akan memperluas pengetahuan untuk semua orang. Mi shil kaget dengan pernyataan Deok Man. Deok Man memanggil Pendeta Wyol Cheon ke ruang sidang dan Mi Shil shock melihat Wyol Cheon memasuki ruang sidang dengan jubah kebesarannya dengan rancangan arsitektur Cheomseongdae dikawal oleh Kim Yu Shin. Mi Saeng kaget melihat Wyol Cheon muncul dalam sidang. Wyol Cheon memberi salam pada Deok Man dan menyerahkan rencana pada Deok Man.

Deok Man membukanya dan menempelkan cetak biru itu ke papan agar semua dapat melihatnya. Mi Shil benar2 tidak tahu bagaimana mengantisipasinya.

Deok Man berkata bahwa observatorium ini akan mencatat semua fenomena penting kuil dan dibangun untuk semua orang agar orang2 dapat mengobservasi langit. Dia berniat membangun observatorium itu untuk menciptakan sistem kalenderisasi. Deok Man memberi nama bangunan itu Cheomseongdae (Menara untuk melihat bintang) untuk tujuan itu. Deok Man memilih Wyol Cheon sebagai arsitek observatorium ini.

Wyol Cheon menerangkan ke 24 batu di tingkat pertama dari 12 batu besar diletakkan dalam bentuk kotak seperti 12 bulan dalam satu tahun. Menara terdiri dari 365 batu granit yang mewakili 365 hari dalam satu tahun. Bagian atas, ada 8 batu persegi yang diatur rangkap 2 mewakili seperempat hari yang akan mewakili jumlah hari dalam setahun. Dalam menara ada jendela di tengah dengan 12 anak tangga ke atas dan ke bawah berarti 12 bulan yang berarti 24 musim dalam kalender bulan. (Tirza: confusing..)

Sebenarnya hanya ada 362 batu di Cheomseongdae. Jendelanya tepat menghadap ke selatan, membuat sinar matahari terpantul tepat di dasar Cheomseongdae pada musim semi dan gugur dan menghilang saat musim dingin dan panas.

Deok Man berkata dengan observatorium ini ia akan menyebarkan pengetahuan pada rakyat Silla dan agar tak seorangpun mengambil keuntungan dari pengetahuan astronomi ini dan menyebarkan ketakutan. Deok Man tersenyum dan melihat Mi shil.

Mi Shil bertemu secara pribadi dengan Deok Man. Mi Shil berpikir Deok Man bodoh dan berpikir bahwa kata2 dibagi menjadi vertikal dan horisontal. Mi Shil menjelaskan pembagian Korea menjadi 3 negara Baekje, Goguryeo, dan Silla kemudian di Silla ada bagian Deok Man dan Mi Shil. mereka membagi dunia secara horizontal menjadi 2 yaitu penguasa dan rakyat. Maka Deok Man dan Mi Shil ada di posisi yang sama kerena mereka berkuasa. Jika Deok Man mengambil otoritas surgawi darinya maka Deok Man seharusnya menyimpannya saja. Deok Man berkata bahwa ada kalanya dimana kekuasaannya juga akan diambil oleh orang lain.

Mi Shil bertanya apa Deok Man melepaskannya karena takut kemungkinan itu. Deok man berkata bukan karena takut tapi ia akan mengembalikan semua hak pada rakyat. Mi Shil berkata itu tetap sama dengan membuang otoritasnya, bagaimana ia dapat memerintah jika ia membuang otoritasnya. Mi Shil mengajar Deok Man mengenai politik peperangan yang memiliki aturan mainnya sendiri. Deok Man terlihat ragu. Mi shil bertanya apa dasar yang akan diterapkan Deok Man untuk memerintah negrinya. Mi Shil melanjutkan melempar pertanyaan dan Deok Man terus mencari jawaban sendiri. Mi Shil menginginkan jawaban dan Deok Man menjawabnya dengan kebenaran dan ketulusan. Mi Shil tertawa dan apa maksud Deok Man dengan kebenaran.

Mi Shil berkata bahwa rakyat hidup dalam khayalan mereka. Kebenaran apa yang akan diberikan Deok Man pada rakyat. Mi Shil berkata bahwa memang kenyataannya ia tidak memiliki kekuatan mistik, apa itu maksud dari kebenaran yang disebut Deok Man. Deok Man berkata bahwa ilmu pengetahuan adalah dasar dari fakta logis dan dirumuskan untuk mendapat kebenaran yang logis sebagai jawabannya. Deok Man berkata Mi Shil menggunakan pengetahuan science dan matematik dan membuatnya menjadi fantasi mistik bahwa kau memiliki kehendak langit. Mi shil berkata rakyat menginginkan mistikal fantasi ini. Mi Shil berkata mereka menginginkan seseoramg yang superior, sehingga dia tetap bertahan karena permintaan yang mereka ajukan dari kekeringan dan banjir, ini mengapa dia dapat menguasai mereka.

Deok Man berkata ia tidak akan melakukan itu. Ia akan memberikan harapan pada rakyat. Mi shil meragukan yang disebut harapan.

Mi Shil : “Yang Mulia, apa anda tahu betapa menakutkannya rakyat itu?”
Deok Man : “Mena..menakutkan?”

Mi Shil : Rakyat dan inspirasi benar2 mimpi buruk. Apa Anda tahu betapa menakutkannya?
Deok Man : Tidak, aku tidak memiliki ketakutan itu. Rakyat yang memiliki harapan akan memiliki penghidupan lebih baik, makanan yang lebih baik, itu adalah harapan dan bukan fantasi dan impian.

Mi shil : Rakyat tidak mau tahu alasan mengapa tidak ada hujan. Rakyat tidak ingin mengerti mengapa ada fenomena gerhana matahari. Mereka hanya berharap orang lain melakukannya untuk mereka untuk memberikan hujan dan mencegah gerhana matahari. Apakah pemikiran bodoh ini benar2 diluar kemampuan mereka.
Deok Man : Ini karena mereka tidak memiliki pengetahuan untuk mengerti.

Mi Shil : ya, mereka tidak mengerti dan tidak mau mengerti. Mereka bahkan tidak tahu apa yang mereka inginkan untuk dirinya sendiri.
Deok Man : Rakyat perlu mengerti sistem kalender. Mereka akan mengerti musim dan akan mampu menanam sesuai dengan musim. Jika ini dilakukan, mereka mungkin tidak tahu mengapa hujan tapi mereka mampu menggunakan hujan untuk menumbuhkan tanamannya. Langkah2 kecil ke depan adalah harapan bagi mereka.

Mi Shil : Seperti yang kau tahu, untuk mendapatkan kepandaian, tidak mudah dan membawa penderitaan, jadi untuk mereka untuk meraih pengetahuan ini akan membuktikan kesulitan bagi rakyat.
Deok Man : Harapan mampu mengatasi hambatan dan kesulitan sehingga mereka akan bersyukur dan rakyat akan memiliki inspirasi kemudian Silla akan kuat. Aku dan teman2ku akan menciptakan era baru untuk Silla.

Deok Man : Apa yang kukatakan sekarang itu benar atau salah?
Mi Shil : Yang Mulia. Aku Mi shil membicarakan mengenai keinginan rakyat tentang fantasi mistik dan Anda membicarakan mengenai menggapai harapan tapi bagaimanapun yang disebut harapan…yang disebut mimpi…sejujurnya adalah fantasi yang kejam untuk dicapai. Yang Mulia jika dibandingkan dengan ini Mi Shil lebih memiliki strategi.

Deok Man berkata dalam hati : Ya, itu mungkin benar mungkin seharusnya aku..tapi bagaimanapun…

Deok Man dan Mi Shil saling bertatapan.

Queen Seondeok Episode 30

Deok man tersenyum

Kim Yong Chu tidak mengerti keinginan Deok Man. Deok Man ingin melepaskan otoritas surgawinya dan menyebarkan sistem kalenderisasi pada rakyat. Kim Seo hyeon berkata dulu otoritas di tangan Mi Shil, Kim Yong Chu setuju, Tapi paling tidak Keluarga Raja tetap memiliki hak. Mi Shil sudah menyimpannya selama 20 tahun. Sekarang justru mereka mau mengungkapkannya pada rakyat.

Kim Seo Hyeon tahu Putri Deok Man merencanakan sesuatu tapi tetap saja ia merasa khawatir. Kim Yong Chu minta pendapat Im Jong. Im Jong berkata ia tidak dalam posisi untuk memberikan pendapat, tapi ini pasti akan menimbulkan perdebatan di antara Kapten Hwarang.

Mi shil pergi tapi sebelumnya ia bertanya apa yang dimaksud Deok Man dengan perkataannya. Deok Man berkata apa yang Mi Shil dengar itu adalah maksudnya. Mi Shil heran tapi ia hanya berterima kasih pada Deok Man dan menganggap itu sebagai pujian dan pergi.


Deok Man memikirkan semua konfrontasinya dengan Mi Shil, sebaliknya Mi Shil juga melakukan hal yang sama. Raja berkata hal ini mungkin sangat berani dan merupakan tugas besar untuk mengungkapkan sistem kalender pada rakyat. Putri Man Myeong berkata selama ini sistem kalender berada dalam kekuasaan Mi Shil tapi karena kecerdikan Deok Man, maka sistem ini dan otoritas beralih pada Deok Man tapi sekarang…Raja berkata bahkan jika observatorium Cheomseongdae dibangun akankah rakyat dapat menyerap pengetahuannya. (Tirza: bener juga, tinggal sekota ama observatorium Boscha tp blom pernah atau males? ke sana ..)

Ratu Maya meyakinkan bahwa Deok Man adalah anak yang memiliki pemikiran mendalam dan pintar strategi, jadi ia yakin Deok Man tidak ceroboh dengan tindakannya. Tapi Ratu juga ragu2. Raja berkata apa ini dapat diterima atau mungkin diprotes Dewan Istana, karena bahkan petugas pemerintahan saja tidak mampu menguasai pengetahuan ini (that was so true..hrsnya org2 pemerintahan itu lbh pinter dr rakyatnya.)

Al Cheon tidak setuju dengan ide Deok Man. Kim Yu Shin (of course) membela ide Deok Man dan Al Cheon tidak mengerti tujuan utama Deok Man. Al Cheon berkata apa sulitnya mereka mengklaim kembali otoritas yang tadinya ada di tangan Mi Shil. Bukankah seharusnya Deok Man menggunakannya untuk hal yang mulia. Kim Yu Shin mendebat, kalau Deok Man menggunakannya dia tidak berbeda dengan Mi Shil. Al Cheon berkata politik tidak dapat berjalan dengan kebenaran dan keadilan sebagai partnernya.

Sementara ke-2 cowo kita berdebat, Bi Dam bermain-main dengan nyala lilin. Kim Yu shin bertanya pada Bi Dam apa pendapatnya. Bi Dam berkata Deok Man itu jenius, jadi mereka tidak akan mengerti apa yang ingin ia lakukan. Bi Dam berjalan pergi dan heran bagaimana tiba2 Deok Man bisa begitu pintar dan bertanya-tanya apa yang ia makan sehingga ia bisa begitu pintar, Bi Dam ingin juga. (he’s hillarious..) Bi Dam pergi keluar mencari minum dan memikirkan niat Deok Man.

Anggota Yonghwa juga berdebat dengan tujuan membangun Cheomseongdae dan keperluannya karena mereka sudah memiliki Kuil istana. Joo Bang berkata bahwa Deok Man perlu gedung baru untuk membuktikan mandat langit karena gedung yang lama menjadi milik Mi Shil. Deok Man tidak akan menggunakan 2 kuil karena Deok Man setengah dewa. Guk san heun bertanya mengenai membukakan pengetahuan surga dan heran apa langit selalu terbuka untuk mereka dan apakah akan pernah tutup untuknya, Joo Bang minta mereka mendengar apa yang akan ia jelaskan tapi berhenti dan berkata mereka tidak akan mengerti dengan IQ mereka.

Rakyat juga mempertanyakan tujuan pembangunan Cheomseongdae. Al Cheon minta agar Deok Man membatalkan niatnya. Masalahnya bahwa yang memegang otoritas adalah Mi shil itu salah dan sekarang karena yang memegang otoritas adalah Deok Man maka akan menjadi lain dan akan menjadi milik Keluarga Raja. Deok Man berkata jika ia memiliki otoritas langit, suatu saat akan ada orang yang mengambil itu darinya. Deok Man berkata jika seperti itu jadinya, maka tanpa otoritas langit tidak ada yang dapat dilakukan. Itulah mengapa dia ingin mengakhiri semua konflik mengenai otoritas langit.

Kim Yu shin bertanya apa ini dibicarakan saat ia membujuk Wyol Cheon. Deok Man berkata Wyol Cheon kecewa karena orang dengan kepandaian science dan matematik selalu dimanfaatkan oleh politikus. Kim Yu Shin berkata jadi ini sebabnya Deok man ingin menyebarkan otoritasnya pada rakyat. Al Cheon berkeras bahwa otoritas langit harus menjadi milik Keluarga Raja, bagaimana dapat memisahkannya. Deok Man berkata otoritas langit tidak menjadi milik siapapun.

Kim Yu Shin bertanya secara pribadi tepatnya kapan Deok Man pertama kali mendapat ide ini. Deok Man berkata dia malu dengan cara Kim yu Shin menanyakan masalah ini. Dia hanya mencoba menjawab masalah Wyol Cheon. Dan ini adalah kesimpulan yang ia dapatkan setelah berpikir. Kim Yu shin berkata Deok Man brilian. Deok Man tidak mengerti. Kim Yu shin berkata saat ia mendapat perintah dari Deok Man, mengingatkannya pada kisah Yi Cha Don.

Kim Yu shin mendengarnya dari ayahnya. Ketika para bangsawan berdoa pada langit di kuil dan menentang ajaran Budha, Raja Beopheung (514-540 M) mencoba membuatnya menjadi kenyataan. Tapi bagaimanapun agama negara dan kepercayaan adalah sesuatu yang tidak dapat diubah begitu saja dan pemujaan pada langit lebih kuat daripada ajaran Budha, ini adalah taktik yang digunakan Mi Shil selama ini. Deok Man akan mempelajari masalah ini lebih mendalam dan ingin agar Kim Yu Shin membantunya. (orang Asia Timur kuno selalu berpikir bahwa Raja adalah titisan dewa. Yi Cha Don adalah Bhiksu Budha yang menjadi martir. Untuk mengenangnya dibangun Kuil Jachusa sekarang Kuil Baeryulsa di Gyeongju, gyeongsangbuk-do)

Deok Man berkata dia merasa heran dengan percakapannya baru2 ini dengan Mi Shil. Kim Yu shin bertanya apa Mi Shil mengancam Deok Man lagi. Deok Man tersenyum, sebaliknya ia menerima banyak pertanyaan dari Mi shil tapi saat Deok Man mencoba menjawabnya, dia kagum sendiri apakah yang ia jawab itu benar dan sepertinya dia selalu memiliki jawaban itu di pikirannya. Deok Man memberikan jawaban itu sepertinya ia telah lama memikirkannya padahal tidak. Ini yang membuatnya heran sendiri.

Mi shil berpikir anak ini benar2 masih hijau dan kekanak-kanakan dalam pengertiannya. Seol Won bertanya apa ia memikirkan Deok man. Seol Won berkata waktu langit dan waktu bumi, adalah hal yang tidak mungkin. Mi Shil berkata Deok Man naif. Seol won berkata Raja Beopheung mencoba membawa agama Budha dan sudah hampir 100 tahun, tapi rakyat tetap saja memuja langit dan leluhurnya dan melakukan ritual2 untuk kemakmuran. Mi Shil berkata tentu saja, rakyat tidak dapat melakukannya tanpa fantasi dan mitos untuk bertahan. Seol won setuju. Mi Shil berkata tapi ia sudah kehilangan otoritasnya itu dan ia sekarang sama dengan semua orang. Seol Won bertanya mengapa Mi Shil tidak puas. Mi shil berkata ia cemburu. Seol won Rang heran dengan pernyataannya.

Deok Man : Seju Mi shil benar2 luar biasa..saat aku muda aku membaca buku Parallel lives karya Plutarch. Ada banyak karakter di buku itu, dia benar2 mewakili salah satu karakter di buku itu.
Kim Yu shin : Harap maafkan ketidaksopanan hamba karena berkata langsung pada Anda, Yang mulia anda sedang dalam proses menjadi matang.

Deok Man : Apa?
Kim yu shin : Lawan membuat Anda dalam tantangan, membuat anda belajar..membuat anda menganalisa dan membuat anda melihat masalah dengan pemikiran yang lebih terbuka dan luas. Deok Man : Benarkah?

Seol won Rang tidak mengerti mengapa Mi Shil cemburu kepada Deok Man.

Mi shil : Idealismenya membuatku merasa iri. Aku Mi shil tumbuh dalam lingkungan nyaman Seorabeol, ini adalah hal yang tidak pernah aku pikirkan. Aku sebenarnya, iri dengan kemudaannya. Ada waktunya dimana semua penemuan mengenai agama, politik, dan ilmu pengetahuan akan terjadi cepat atau lambat dan jika itu terjadi ada banyak yang harus disiapkan, dan aku Mi Shil akan terlalu tua untuk mengambil tugas itu, ketiga…ketiga…(Tirza: kalo aku boleh saran, lakukan yang terbaik pada zaman ini pada zaman kita hidup, pada saat kita hidup. Mungkin saat ada mobil terbang kita dah terlalu tua untuk menaikinya, tp saat kita punya mobil biasa kita hrs bertgjwb dg mobil itu.)

Seol won : Seju..?
Mi shil : Mengapa aku tidak terlahir sebagai Seonggol? Aku selalu ingin menjadi Ratu negri ini, sepertinya aku tidak dapat mewujudkannya. Aku Mi shil hanya memiliki mimpi ini dan mungkin tidak pernah punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi itu.

Deok Man dengan yu Shin
Deok Man: jadi aku pindah dari situ ke sini, apa kau tahu apa yang kukatakan pada Mi Shil ?
Kim yu Shin : Apa?
Deok Man : Seju, aku berharap kau panjang umur. Mi Shil : Eh…? Apa katamu?
Deok Man : Persis yang kau dengar. Ini adalah pikiranku yang tiba2 muncul. Mi Shil tidak tahu harus berkata apa. Mi shil : Ya, terima kasih.

Seol Won heran bahwa Deok man berharap Mi Shil panjang umur dan tertawa. Mi Shil berkata Deok Man sudah mengambil otoritasnya, menjatuhkannya, dan bahkan Mi Shil sangat membencinya, tapi dia ingin sekali merangkulnya. Jika bukan karena Moon Noh membawanya pergi dan jika ia bukan si kembar itu, sepertinya Mi Shil akan mengadopsi Deok Man.

Moon Noh membaca pengumuman di papan, Penguasa Gaeyang, putri dari langit adalah harmoni negri ini. Moon Noh ingat saat ia pergi ke Hanju, Cina mencari So Hwa dan Deok Man. Tapi so Hwa sudah pergi dengan meninggalkan sepucuk surat.

So Hwa : Tuan Gukseon, maafkan pelayan yang bodoh ini. Saya tahu Anda memiliki rencana agung untuk bayi ini, tapi saya menerima perintah langsung dari Baginda untuk memelihara anak ini dalam lingkungan biasa agar ia bertahan hidup, jadi apa yang anda sebutkan mengenai takdir menjadi musuh Lady Mi shil. Bayi ini termasuk saya, tidak akan menjadi bagian dari rencana itu, lebih baik kami menyimpan masalah itu. Saya tidak ingin membuat anak ini ada dalam kondisi yang mengerikan dengan konflik dan intrik. Pelayan ini sangat berharap pengampunan Anda.

Moon Noh heran apa yang sebenarnya terjadi. Bagaimana putri itu kembali ke Silla. Bi Dam datang dan menyapa Moon Noh. Bi Dam bertanya apa gurunya menyaksikan gerhana matahari. Moon Noh melihatnya. Bi Dam berkata putri kembar yang lebih muda sudah diangkat dan ia akan mengungkapkan sistem kalenderisasi pada rakyat dan mengumumkan pengetahuan tentang langit pada rakyat. Moon Noh bertanya mengapa Bi Dam sangat tertarik dengan masalah ini. Bi Dam minta gurunya memberikan ijin padanya, ini saatnya ia muncul pada dunia. Bi Dam berkata ia berharap dapat melayani Putri. Moon Noh heran. Moon Noh bertanya apa Putri sudah menerima pelayanannya.

Bi Dam berkata bahwa Putri itu adalah Nangdo yang dulu datang ke desa Yangju. Bi Dam sekarang melayaninya. Moon Noh menyadari siapa Deok Man sekarang dan ingat kejadian waktu itu. Moon Noh ingin konfirmasi bahwa itu memang Deok Man. Bi Dam membenarkannya.

Deok Man menemui Raja Jinpyeong untuk minta persetujuan. Raja tidak melihat masalah dalam pembangunan Cheomseongdae, tapi apa yang akan dikatakan setelah pembangunan itu adalah masalah. Deok Man akan memisahkan agama dan politik sebagai 2 entitas institusi. Raja bertanya apa Deok Man sudah mempertimbangkannya masak2, karena waktu itu otoritas ada di tangan Mi shil, tapi kemudian kembali ke tangan istana. Tapi jika otoritas itu dilepaskan maka kekuatan istana akan melemah, itu yang akan dilakukan Deok Man.

Deok man berkata langsung pada ayahnya bahwa itu adalah argumen yang salah dan kuno, menyangka bahwa kekuatan surgawi dapat memperkuat kekuatan istana. Jika mereka memerlukan otoritas dari kekuatan istana. mereka harus memeluk agama Budha. Deok Man ingin Budhism disebarkan pada rakyat dan diajarkan untuk mengubah penyembahan pada langit. Mereka tidak boleh menggunakan logika dan science untuk otoritas agama dan keuntungan mereka.

Moon Noh berkata pada Bi Dam apakah anak dengan seragam nangdo itu adalah Putri kembar. Bi dam mengiyakan. Moon Noh berkata dulu Bi Dam ingin membantunya karena kasihan. Apa ia masih merasa kasihan pada Putri itu. Bi dam berkata sekarang ia tidak kasihan padanya. Itu karena ia sekarang adalah Putri? kata Moon Noh. Sebaliknya, kata Bi Dam karena Putri Kerajaan Silla adalah anak itu maka ia akan melayaninya sepenuh hati dan kekuatannya. Karena ia memiliki mimpi yang sama dengan Putri itu. Bi Dam berkata bahwa ilmu pengetahuan sangat eksklusif hanya untuk Istana dan Pemuka Agama tapi tidak untuk rakyat yang mengelola tanah, langit menimpan tanda perubahan musim. Ini harus diketahui oleh rakyat dan mereka akan sanggup menyerap pengetahuan itu sehingga mereka dapat bertanam. Ini adalah tujuan dibangunnya Cheomseongdae. Itu lebih baik daripada sistem kalendarisasi yang ditulis diatas kulit atau buatan orang.

Deok Man pergi ke sidang dewan Istana, sekarang mereka akan memberikan pendapat mengenai Cheomseongdae. Para bangsawan memberi salam pada Deok Man dan Se Jong mengumumkan agenda rapat hari itu. Para bangsawan memberikan pendapat mereka. Mi Shil dan Deok Man saling melihat dan mencoba membaca pikiran masing2. Kemudian Se Jong mengumumkan hasilnya.

Ternyata para bangsawan menyetujui pembangunan Cheomseongdae dengan suara mayoritas. Ada yang tidak setuju, tapi Se Jong menganggap suara terbanyak yang menang. Hal ini mengherankan Deok Man. Mi SHil dan Deok Man kembali ke istana masing2. Deok Man berkata susah untuk membaca apa motif Mi Shil dengan menyetujui Cheomseongdae. Mi Shil menjawab ia memang memiliki rencana mengenai masalah itu. Deok Man berkata Mi Shil tidak punya kepentingan untuk meloloskan Cheomseongdae. Mi Shil berkata itu benar, ia tidak punya kepentingan menyetujui juga tidak menyetujui pembangunan. Deok Man mencoba menebak pikiran Mi Shil.

Se Jong berkata bahwa Kim Seo Hyeon dan Kim Yong Chu pasti kaget sekali karena rencana itu bisa lolos. Mi Saeng berkata ia dapat menebak, bahwa keduanya memilih menolak. Ha Jong sudah melakukan yang diperintah ibunya, tapi ia tidak mengerti. Seol Won berkata tidak ada yang luar biasa dengan pembangunan gedung, yang penting adalah apa yang akan terjadi setelah Cheomseongdae dibangun. Mi Saeng berkata Cheomseongdae itu hanya simbolik, apakah rakyat yang buta huruf dan sederhana itu dapat menguasai pengetahuan itu. Ha Jong berkata bukankah lebih baik mereka menentangnya sejak awal.

Mi Shil berkata bahwa Putri Deok Man sudah menggunakan gerhana matahari untuk mengambil otoritas surgawi dari mereka, dan akan menggunakan otoritas itu untuk mengajukan pembangunan gedung. Ini adalah masalah mengenai otoritas surgawi yang diyakininya. Seol Won berkata, ini merupakan dilema tersendiri. Mi Shil berkata, Deok Man akan membangun gedung, lalu kemudian apa. Apa ia bisa lolos dari lubang yang ia gali sendiri. Apa yang akan terjadi nanti. Mi Shil benar2 ingin tahu.

Deok Man bertemu dengan Bi Dam, Bi Dam memberi salam.
Deok Man : Kau disini
Bi Dam : Apakah Anda dapat mengalahkan Mi Shil? Deok Man heran, mengapa kau tiba2 berbicara begitu sopan ?

Bi Dam : Saya bertanya duluan, jadi Yang Mulia, pertama2 mohon menjawabnya..Apakah anda dapat mengalahkan Mi Shil ?
Deok Man : Mi shil? Aku juga sudah memikirkannya, apa aku dapat menang melawannya? Dengan cara apa aku bisa melakukannya? Mi Shil sejujurnya adalah musuh terbesar untuk dihadapi tapi bagaimanapun ada sesuatu yang tidak dimiliki Mi Shil tapi aku sudah menyiapkannya.

Bi Dam : Apa itu?
Deok Man : Aku memiliki Mi Shil sebagai musuhku. (Tirza: dari musuh, kita bisa belajar banyak hal, I get it.) Bi Dam : Eh?

Deok Man : Aku memiliki Mi Shil yang sangat hebat dan luar biasa sebagai lawanku yang akan mempertajam kepandaianku dan skill-ku. Mi Shil sejak Raja Jinheung sampai 20th hingga sekarang sudah menghadapi banyak musuh. Saat aku menantang Mi Shil beradu kepandaian, perspektifku juga akan semakin luas. Saat aku bercakap-cakap dengan Mi Shil, aku belajar bahwa Mi Shil tidak takut dengan langit tapi sebaliknya ia takut dengan rakyat, jadi mendengarkan suara rakyat adalah ketakutannya. Dan aku tidak pernah takut mendengar suara rakyat. Tidak peduli berapa banyak pertanyaan mereka, pertanyaan itu akan menentukan siapa aku.

Bi Dam : Apakah ini alasan Anda mampu membujuk Wyol Cheon ke pihak Anda?
Deok Man : Ya..jujur saat itu, aku benar2 tidak tahu apa ini cara yang terbaik mengatasi masalah itu, tapi demi membujuk Wyol Cheon, demi membuat ia mengerti, aku sudah membuat banyak pertanyaan mengenai Wyol Cheon dan aku menemukan jawabannya. Aku tidak takut mendengar pertanyaan rakyat, aku akan mendengar dan menjawab mereka sebaik mungkin. Dengan kepercayaan ini, dengan cara ini aku akan melawan Mi Shil.

Bi Dam tersenyum. Deok Man : Baik, sekarang giliranmu, mengapa tiba2 berbicara begitu sopan padaku?
Bi Dam : Saya punya 2 alasan, Yang Mulia..pertama melihat bagaimana kau menyelesaikan masalah ini, memberiku pencerahan yang membuat hamba sedikit rendah, itu yang membuat saya berbicara dengan sopan pada Anda. Deok Man tersenyum.

Bi Dam : Juga kedua…mulai sekarang dan seterusnya, sampai kematian menjemputku aku akan bersumpah setia untuk melayani Anda seumur hidupku sebagai penguasaku. Deok Man kaget dengan sumpah setia Bi Dam dan deklarasinya. Mengapa ? tanya Deok Man

Bi Dam : Itu karena saat terakhir kali Yang Mulia membohongiku…saya tidak berharap menjadi musuh Anda.
Deok Man : Aku juga sama, tidak ingin membuatmu menjadi musuhku. Bi Dam berlutut di depan Deok Man.
Bi Dam : Bi Dam yang tidak berstatus…pelayanmu Bi Dam…memberi salam hormat untuk penguasa Bi Dam Yang Mulia Putri Deok Man. Deok Man berpikir sejenak dan tersenyum.

Bi Dam senang karena Deok Man telah menerima sumpah setianya kemudian teringat percakapannya dengan Moon Noh. Bi Dam akan menunggu dan melihat, mereka akan menantang dunia.

Kemudian Chil Sook datang dan menguji keahlian Bi Dam bermain pedang. Chil Sook melihat kemiripan dengan Moon Noh. Chil Sook mengaku ia menguji Bi Dam dan pergi, Bi Dam pergi tapi kehilangan Chil Sook dan heran betapa cepatnya Chil Sook. Seol won bertemu Chil Sook dan bertanya pendapat Chil Sook mengenai Bi Dam. Chil Sook berkata memang benar itu jurus pedang Moon Noh yang digunakan Bi Dam. Bi Dam memperlihatkan jurus dan taktik bertahan yang sama dengan Guk Seon Moon Noh. Chil Sook bertanya siapa Bi Dam dan Seol Won juga tidak yakin siapa dia. Seol won heran apa Moon Noh ada di sekitar sini. Chil Sook berkata ia akan menyelidiki dan mengikuti Bi Dam, Seol Won setuju.

Malamnya, Kim Yu shin menghadap Deok Man di ruang belajar dan melihat ia sudah memulai penelitiannya dan Yu shin minta maaf karena terlambat. Deok Man berkata ia sama sekali tidak terlambat. Kim Yu shin bertanya apa Deok Man akan begadang karena ini. Deok Man menunjukkan pada Kim Yu shin temuannya. Kim Yu shin bertanya apa yang membuat Deok Man begitu sibuk. Deok Man ingin tahu tentang bagaimana orang2 membayar pajak. Deok Man menemukan banyak hal di Harta Kerajaan tapi terlalu banyak untuk diatur. Kim Yu shin melihat pada Deok Man yang sibuk sekali.

Ratu Maya pergi ke kamar Deok Man dan bertanya mengapa Deok Man belum kembali untuk beristirahat. Dayang istana berkata Putri Deok Man memiliki banyak hal yang harus diurus. Ratu Maya sangat khawatir dengan kesibukannya.

Deok Man meminta diadakan upacara untuk memulai pembangunan Cheomseongdae. Deok Man berkata bahwa Wyol Cheon akan memberikan hari yang tepat untuk mengadakan ritual upacara. Al Cheon mematuhi perintah itu. Deok Man juga berkata, mereka harus terus kontak dengan Wyo Cheon selama proses pembangunan. Deok Man memerintah Kim Yu Shin untuk mengatur dan memperkuat kekuatan militer Gaya di Amnyang Ju. Yu Shin berkata itu dalam perkembangan. Deok Man berkata militer sekarang dikuasai Seol Won Rang dan Kim Seo Hyeon juga menguasai sebagian tapi terlalu lemah. Mereka tidak dapat mengatakan bahwa kedua kelompok ada dalam sisi yang sama jika saatnya tiba, Kim Yu shin meyakinkan bahwa ia akan membangun kekuatan militer yang dapat bertempur dan siap untuk setia dengan mereka.

Deok Man meminta Wyol Ya dan Seo Ji dipanggil ke Seorabeol. Al Cheon bertanya bagaimana dia dapat meminta orang2 itu ke Seorabeol. Deok Man berkata bahwa tentara di Amnyangju akan lebih baik dibawah kendali Kim yu Shin, jika mereka ada di sini mereka akan bisa cocok dengan latihan Kim Yu shin. Juga Wyol Ya dan Seo Ji adalah orang2 beresiko tinggi, jika mereka terlalu lama di Amnyang Ju, maka mungkin pasukan mereka akan berubah setia jika tidak diperhatikan. Al Cheon tersenyum dengan penjelasan Deok Man, begitu detil dan perencanaannya mencakup semua sisi.

Deok Man berkata jika Wyol Ya dan Seo Ji ditolak di Seorabeol, Deok Man minta Al Cheon dan Yu Shin mencari cara agar mereka diterima. Kim Yu shin mematuhi perintah itu. Seo Ji dan wyol Ya sedang berlatih saat Kim Yu shin datang dan Wyol Ya memberi salam pada Yu shin. Kim Yu Shin berkata ia memiliki hal penting untuk disampaikan pada mereka.

Mi shil dan Seol Won Rang sedang menikmati teh saat Bo Jong menyampaikan bahwa Putri Deok Man ada di ruang belajarnya sepanjang malam untuk bekerja. Mi shil mendengarnya dan berkata pada Seol won jika ada 10 orang saja di Istana yang seperti Deok Man, bukankah itu baik. Seol won berkata mungkin Putri terlalu bersemangat dengan pembangunan Cheomseongdae. Mi shil bertanya kapan upacara untuk pembangunan? Bo Jong berkata harinya belum ditetapkan. Lokasinya ada di Banwyolseong menghadap Timur Laut. Mi shil mengerti dan meminta Bo Jong pergi.

Bo Jong juga bertanya bahwa Deok Cheon datang padanya dan bertanya apa yang akan dilakukan dengan So Hwa. Mi Shil bertanya bagaimana keadaannya. Bo Jong berkata bahwa lukanya sudah sembuh, hanya ia masih belum sadar. Mi shil berkata ia tidak memerlukan So Hwa lagi. Bo Jong mengkhawatirkan Chil Sook. Tapi Seol won menghentikan Bo Jong agar jangan bicara lagi. Bo Jong mengerti dan pergi.

So Hwa mulai sadar dan mulai mengingat apa yang terjadi. Saat ia terbenam dalam pasir hidup, Chil Sook yang merawatnya, dia berdiri dan mulai fokus. Raja yang bersedih, Ratu Maya yang memeluknya dan berkata ia sangat menyesal. So Hwa saat melihat sekilas pada Deok Man dan tidak dapat menyebut namanya. Sepertinya So Hwa sudah sadar.

Deok Cheon datang dan bertanya apa perintah Mi shil. Bo Jong berkata mereka tidak membutuhkan So Hwa lagi. Deok Cheon mengerti. So Hwa sadar Deok Man ada di Silla, kemudian pintu terbuka dan So Hwa pura2 tidur saat dayang istana membawa makanan untuknya dan pergi. So hwa terisak.

Dae Pung dan Guk San Heun mengikuti Deok Cheon dan Bak Il melihat keduanya masuk dan keluar di sekitar tempat ini. Bak Il yang sedang berjaga membicarakan niat Putri Deok Man membangun Cheomseongdae. Para nangdo juga mengeluh bahwa masalah itu bukanlah urusan mereka, bahkan sampai sekarang ia tidak percaya bahwa Nangdo Deok Man dari Yonghwa adalah benar Putri Raja.

So Hwa mendengar bahwa Deok Man dipanggil Putri dan dia mengambil sesuatu yang tajam. Dayang istana masuk untuk mengambil baki makanan. So hwa duduk dan siap dengan benda tajamnya. Saat dayang istana masukdan terkejut melihat So Hwa sudah sadar dan siap menyerang. Dae Pung dan Guk san Heun masih menyelidiki tempat itu. So Hwa sudah berganti baju dengan seragam dayang itu dan meninggalkan pondok saat para Nangdo bertanya apa So Hwa tidak memakan makanannya dan So Hwa menjawab iya dan pergi tanpa diperhatikan.

Bak Il bertanya kapan So Hwa akan berbicara. So Hwa meninggalkan tempat itu, meskipun mereka melihat So hwa pergi dengan sedikit cepat2, mereka tidak terlalu memperhatikannya.

Bi Dam dan Moon Noh sedang berjalan dan Bi Dam berkata pada gurunya betapa luar biasanya dan hebatnya Deok Man. Chil Sook membuntuti Bi Dam. Bo Jong melaporkan bahwa Deok Man pergi untuk mengadakan upacara pembangunan. Mi saeng berkata ini adalah acara resmi pertama Deok Man setelah pengangkatannya, situasinya seharusnya tidak biasa2. Ha Jong berkata semakin tinggi harapan mereka, semakin kecewa mereka nantinya. Sepertinya Mi Shil merencanakan boikot untuk acara Deok Man.

Deok Cheong kembali dan Bak Il bertanya apa perintah Mi Shil. Deok Cheong ingin membubarkan penjagaan dan berkata mereka tidak memerlukan So Hwa lagi, jadi bunuh saja So Hwa. Deok Cheong berkata ini harus dilakukan secara rahasia tanpa sepengetahuan orang lain. Deok Cheong dan Bak Il masuk dan akan membunuh So Hwa saat mereka membuka selimut dan menemukan pelayan tadi terikat dengan mulut disumbat. So Hwa sudah melarikan diri dan mereka harus segera mengejarnya.

So Hwa lari menuruni bukit. Deok Cheon memerintahkan mencari So Hwa dan menangkapnya kembali. Dae Pung dan Guk San Heun mengikuti So Hwa, So Hwa pergi ke tempat berlangsungnya upacara pembangunan Cheomseongdae. Deok Man berangkat menuju lokasi dengan tandu kebesaran dan rombongan pengawal. Joo Bang dan Go do mengamankan situasi. Wyol Cheon berjalan di belakang dengan dayang istana.

Bi Dam menunjukkan Deok Man pada Moon Noh. Moon Noh memandang sekilas pada Deok Man. Bi Dam berkata Deok Man ingin bertemu Moon Noh dan minta gurunya mengikutinya. Moon Noh mengikuti dan Chil sook mengejar di belakang. Deok Man tiba dan melihat bahwa tidak banyak yang hadir. Kim Yu Shin berkata tidak ada perwakilan dari pemerintah. Bi Dam datang dan berkata ia membawa gurunya kemudian melihat bahwa Moon Noh sudah pergi.

Joo Bang dan Go Do bertanya mengapa hanya ada sedikit orang yang hadir karena mereka berharap yang hadir banyak. Joo Bang berkata bahkan tak seorangpun bangsawan dari pemerintahan yang hadir. Deok Man keluar dari tandu dan menemukan bahwa yang datang sangat sedikit tapi ada sekelompok orang yang mencari kesembuhan. Kim Yu Shin minta orang2 untuk menghormati Putri Deok Man dan orang2 berlutut di depan Deok Man.

Joo Bang mencoba mengatakan bahwa upacara ritual sebaiknya dilakukan dengan sedikit orang untuk menenangkan dewa. Go Do menambahkan bahwa terlalu banyak orang akan merusak atmosfirnya. Deok Man melihat ke sekeliling. So Hwa lari dan dikejar oleh Deok Cheon dan mereka diikuti oleh Dae Pung dan Guk San Heun. Deok Man memutuskan untuk kembali ke istana. Saat ia akan pergi ada sekelompok orang yang membuat gaduh, Deok Man melihat apa yang terjadi.

Seorang wanita memohon agar Deok Man memberikan anak laki untuknya, ia akan berdoa di gedung itu setiap hari. Satu lagi datang dengan ibunya yang sakit parah dan ingin memohon kesembuhan. Kemudian seorang ibu membawa anaknya yang terluka di matanya dan minta obat. Joo Bang berkata pada orang2 itu bahwa bangunan ini bukan dibangun untuk itu, tapi ini adalah observatorium astronomi tapi orang2 itu tidak mengerti apa maksud Cheomseongdae.

Kim Yu shin minta orang2 itu pergi dan minta Deok Man segera pergi ke tandunya. Moon Noh melihat dari kejauhan dan ia pergi, setelah ia merasa cukup melihatnya. So Hwa berlari ke arah Deok Man. Moon Noh tahu ia diikuti. So Hwa tiba di lokasi saat tandu Deok Man dan rombongannya berangkat. So Hwa berteriak memanggil Deok Man. Deok Man mendengar So Hwa. Chil Sook dan Deok Cheon juga mendengarnya. So Hwa mencoba mengejar Deok Man dan berteriak padanya sekali lagi. Deok Man sadar ia mendengar suara yang sangat familiar.

Chil sook melepaskan Moon Noh dan berlari ke arah So Hwa. Deok Man minta tandu untuk berhenti dan ia melihat sekeliling. Sementara itu Chil Sook berteriak memanggil So Hwa. so Hwa melihat Chil Sook dan lari ketakutan. Deok Man melihat sekeliling dan tidak menemukan siapapun dan minta untuk meneruskan perjalanan.

So Hwa dihadang Deok Cheon dan ditutup mulutnya serta diseret pergi. Moon Noh melihatnya dan mengikuti. Deok Man merasa ada yang janggal dan minta rombongannya untuk kembali ke lokasi dia ingat mendengar suara So Hwa. Dae Cheon menyeret So Hwa ke tempat sunyi dan akan membunuh So Hwa saat Moon Noh datang. Moon Noh bertempur dengan Deok Cheon dan Bak Il yang tentu saja bukan tandingan Guk Seon. Chil Sook melihat Deok Cheon dan Bak Il lari dan ia mencari So Hwa. Ia melihat Moon Noh mendekati So Hwa dan membantunya berdiri. So Hwa mengenali Moon Noh dan lebih kaget lagi saat Chil sook datang dan mengulurkan pedang ke arah Moon Noh. Saat mereka bertempur, mereka mulai mengenali siapa lawannya. (Tirza: soalnya sudah 20 th, jadi dah pada tua dan berubah wajahnya, tp skillnya ngga) Chil sook melihat So Hwa sudah menghilang lagi.

Deok Man dan rombongan kembali ke Cheomseongdae. Deok Man segera keluar dari tandunya mencari sesuatu.
Al Cheon : Ada apa Yang Mulia?
Deok Man : Aku mendengar suara yang aneh.
Al Cheon : Suara seperti apa ? Deok Man melihat ke sekeliling dan so Hwa berlari dan melihat Deok Man dan senang melihat bahwa ternyata itu memang Deok Man.

So Hwa : Deok Man !!! Deok Man mencari suara yang familiar itu tapi tidak melihat So Hwa.
So Hwa : Deok Man !!! Deok Man sadar dan ia melihat ke arah So Hwa dan Deok Man terkejut.

Queen Seondeok Episode 31

Deok Man sadar saat ia melihat ke arah So Hwa dan ia heran melihat So Hwa mendekatinya. Joo Bang dan Go Do terkejut melihat So Hwa dapat melarikan diri. Deok Man bergumam : Ibu dan tertegun kemudian yakin kalau itu memang So hwa dan lari menyongsongnya, mereka berpelukan dan menangis karena gembira dan kerinduan yang dalam. Deok Man ingin So Hwa mengatakan bahwa ia benar2 So Hwa dan bertanya dimana So Hwa selama ini dan ia berpikir So Hwa sudah mati di gurun pasir. So Hwa berkata ia tidak mati dan berhasil bertahan.

Joo Bang dan Go Do senang sekali melihat So Hwa sudah dapat berbicara sekarang, ia sembuh karena melihat Deok Man. Deok Man dan So Hwa terus berpelukan dengan sukacita. Kim Yu Shin dan Al Cheon hanya melihat dengan heran. Dae Pung dan Guk San Heun yang ingin menyelamatkan So Hwa merasa lega karena So Hwa sudah aman. Pengejar2 So Hwa juga datang terlambat. So hwa sudah pergi dengan Deok Man. Chil sook datang dan melihat So Hwa sudah bertemu Deok Man. Moon Noh melihat mereka dan yakin bahwa memang Deok Man adalah benar2 anak yang ditakdirkan sebagai lawan Mi Shil itu.

Deok Man membawa So Hwa ke kediamannya dan ingin tahu apa yang terjadi selama ini. So Hwa hanya berkata betapa cantiknya Deok Man dengan baju Putrinya. Deok Man berkeras So Hwa harus menceritakan semuanya. So hwa berkata lain kali saja. Deok Man berkata ia melihat Chil Sook di seorabeol dan bertanya apa So Hwa sampai ke sini bersama Chil Sook. So Hwa tidak menjawabnya tapi mengalihkan perhatian dengan bertanya bagaimana Deok Man dapat memulihkan statusnya. Deok Man tetap minta jawaban. Akhirnya So Hwa mengaku bahwa Chil Sook menyelamatkan nyawanya. Deok Man heran. So Hwa berkata mungkin Chil Sook menyelamatkannya karena insting. Deok man masih ingin bertanya tapi So Hwa menghentikannya. Ia sangat senang bertemu lagi dengan Deok Man. Deok Man memeluk ibunya dan So Hwa berjanji akan menceritakan semua saat waktunya tepat. Deok Man mau mendengar dan mengerti So hwa.

So Hwa menghadap Raja dan Ratu Maya. Raja bertanya bagaimana So Hwa dapat sembuh dan berbicara juga mampu lari dari Mi Shil. Ratu berkata ia sudah mencari kesemua tempat untuk menemukan So hwa, tapi ia gagal dan ini sangat disesali oleh Ratu. So Hwa juga memohon pada Raja dan Ratu agar merahasiakan bahwa ia pernah diculik oleh Mi Shil dari Deok Man. Ratu Maya mengerti bahwa So Hwa sangat memperhatikan perasaan dan reaksi Deok Man.

So Hwa berkata Deok Man adalah Putri Raja, bagaimana ia yang hanya pelayan rendahan membebani pikiran Deok Man. So Hwa berkata bahwa Deok Man menghabiskan masa kecilnya hanya untuk mengkhawatirkan dirinya. So Hwa berkata meskipun Raja Jinpyeong mempercayakan Deok Man untuk dijaga oleh So Hwa, tapi sebenarnya Deok Manlah yang menjaga So Hwa. Ratu Maya berkata sebaliknya, karena So Hwalah maka Putri sekarang tumbuh menjadi pribadi yang mengagumkan. Raja Jinpyeong mengungkapkan rasa terima kasihnya karena kesetiaan So Hwa dan ia akan membayar semua jasa So Hwa seumur hidupnya. Raja dengan tulus berterima kasih.

Mi Shil mendapat laporan bahwa So Hwa sudah bertemu lagi dengan Putri Deok Man. Bo Jong mengiyakan masalah itu. Mi Shil bertanya bagaimana Bo Jong membiarkan insiden ini terjadi. Bo Jong berkata ada orang yang ikut campur, Chil Sook juga membenarkan bahwa orang itu adalah Moon Noh. Mi shil shock bahwa Moon Noh muncul. (Sepertinya Mi Shil kena sakit kepala lagi..he..he)

Deok Man menarik So Hwa ke tempat tidurnya dan bertanya apa So Hwa tahu ia ingin tidur bersama ibunya lagi seperti waktu di penginapan di gurun. So Hwa berkata mereka tidak bisa seperti dulu lagi karena sekarang Deok Man adalah Putri Raja dan ia adalah pelayan istana. Deok Man tidak mau tahu dan berkeras agar ibunya menemaninya. So Hwa berkata sepertinya ia melihat Moon Noh. Deok Man heran. So Hwa berkata tadi ia ada dalam bahaya dan sepertinya pria yang menyelamatkannya adalah Moon Noh.

Moon Noh mendengar dari Bi Dam bahwa Deok Man mengambil kembali statusnya dengan memalsukan ramalan Bakhyeokgeose. Bi Dam berkata itulah mengapa ia ingin gurunya bertemu Deok Man. Moon Noh juga bertanya apa benar Deok Man menyembunyikan fakta tentang gerhana matahari dari semua orang untuk memnipulasi Mi Shil. Bi Dam mengiyakan. Moon Noh juga menanyakan tentang niat Deok Man membagi pengetahuan sistem kalenderisasi ke pada rakyat dengan tujuan meyakinkan Wyol Cheon untuk menghitung gerhana matahari untuknya. Iya kata Bi Dam. Deok Man akan membuat Moon Noh terkejut karena ia ingin menjadi Ratu. Moon Noh terkejut mengetahui ambisi Deok Man menjadi Ratu.

Moon Noh berkata Deok Man itu wanita, ia seharusnya punya keinginan untuk membantu pasangannya meraih takhta, karena ia sekarang sudah kembali sebagai Putri Raja. Bi Dam berkata bahwa Deok Man akan menjadi Ratu Silla dan jasa dan kebijaksanaannya akan menentukan keputusan dan pilihannya.

Mi Shil berkata pada Seol Won Rang mengenai Moon Noh yng muncul kembali. Seol Won juga berkata bahwa jurus2 Bi Dam benar-benar luar biasa dan ia sudah minta Chil Sook menyelidikinya. Dan ternyata benar, Bi Dam memang murid Moon Noh dan bahkan Moon Noh juga selalu memperhatikan pergerakan Deok Man dengan mengirimkan muridnya. Seol Won berkata mereka tidak boleh meremehkan hal ini. Mi Shil berpikir sebaliknya, jika Moon Noh memang ingin membantu Deok Man, maka ia tinggal kembali ke Hwarang dan menggunakan jabatannya untuk membantu Deok Man dan tidak sesederhana pembangunan Cheomseongdae. Seol Won menyatakan bahwa pembangunan Cheomseongdae sudah dimulai, tapi ia tidak tahu kapan selesainya.

Mi Shil berpikir apa yang akan terjadi di Hwa Rang jika Guk Seon Moon Noh akan kembali dan aktif di Hwa Rang. (Dalam Hwa Rang ada 2 posisi top senior, Yang pertama adalah Pungwolju sekarang dijabat oleh Ho Jae. Kedua adalah Guk Seon)

Seol Won meminta diadakan pemilihan untuk mencari Pungwolju baru, sudah waktunya Ho Jae mengakhiri jabatannya. Mi Shil yakin Bo Jong akan menjadi Pungwolju berikutnya.

Seol Won minta Hwa Rang dipercayakan pada Chil Sook saja. Mi Shil heran dengan saran Seol Won yang mengangkat Chil Sook. Seol Won berkata sebagai Menteri Pertahanan, tugas2 kementerian membuatnya tidak dapat memantau pergerakan para Hwa rang. Mi Shil berkata jadi kalau ada Chil Sook, mereka dapat menggalang kekuatan dan kesatuan dalam Hwa Rang melalui Chil Sook. Seol Won menyatakan bahwa Chil Sook akan seimbang dengan Moon Noh. Mi Shil berkata mereka harus tetap menyembunyikan rahasia bahwa mereka-lah yang menahan So Hwa. Mi Shil minta Chil Sook dipanggil.

Chil Sook memikirkan So Hwa dan ingat bagaimana ketakutannya So Hwa melihatnya dan bertanya-tanya apa itu yang So Hwa rasakan mengenai dirinya (Tirza: Ooh…Chil Sook is really in love..). Bo Jong meminta Chil Sook menghadap Mi shil. Mi Shil merancang cerita, karena sekarang Putri Deok Man sudah diakui, maka Raja tidak punya alasan untuk menyakiti So Hwa. Raja pasti akan minta So Hwa melayani Putri Deok Man. Jadi takdir Chil Sook bukan dengan So Hwa. Mi shil berkata bagi Deok Man, Chil Sook pasti membawa kenangan buruk baginya. Mi Shil akan membela Chil Sook di depan Raja, ini salah Raja karena menyembunyikan putri kembar. Mi Shil menawarkan posisi Wonsanghwa (posisi tertinggi di Hwa Rang) pada Chil sook, tapi Chil Sook sepertinya tidak begitu senang.

Mi shil meminta Chil Sook aktif lagi di Hwa Rang karena akan sangat bermanfaat bagi Silla dan Deok Man tidak akan mampu melakukan apapun pada Chil Sook. Chil sook berkata akan berpikir dan mempertimbangkannya. Mi Shil berkata ketidakhadiran Moon Noh juga berpengaruh pada Hwa Rang dan apa yang dimiliki Moon Noh yang tidak dimiliki Chil Sook. Mi shil mempermainkan pikiran Chil Sook lagi. Chil Sook minta waktu untuk berpikir dan Mi shil tidak tahu apa Chil Sook memakan perkataannya atau tidak. Chil Sook meninggalkan kediaman Mi shil dan memanggil So Hwa.

So Hwa terbangun seperti merasa ada yang membangunkannya. So hwa menemani Deok Man tidur. Ia membelai rambut Deok Man yang tertidur dan berkata agar Deok Man mimpi indah dan ia akan kembali ke tempatnya. (Tirza: it’s so sweet..). Saat So Hwa meninggalkan kediaman Deok Man, Chil Sook berada di jalan keluar dan memanggilnya, So Hwa kaget melihat Chil Sook ada di luar malam2 dan Chil Sook lari ke arah So Hwa dan menghentikannya. Chil Sook bertanya apa So Hwa sudah dapat berbicara dan So Hwa mengatakan sudah. Chil sook memanggilnya tapi So Hwa melarikan diri, tapi So Hwa berhenti dan ingat bahwa Chil Sook pernah memintanya untuk pergi jauh ke gunung dan hidup bersama. Chil sook berkata pada dirinya sendiri dia tidak mengerti mengapa ia selalu memikirkan So Hwa dalam hatinya atau apa So Hwa akan menerima perasaannya.

So Hwa kembali untuk mencari Chil Sook tapi ia sudah pergi. Chil Sook kembali menemui Mi Shil dan berkata ia bersedia menerima tawaran Mi Shil. Mi shil senang sekali. Mi Shil berjanji ia akan menghargai kesetiaan Chil Sook dengan posisi tinggi di Hwa Rang untuk mengganti semua penderitaan Chil Sook selama 20 tahun. Chil sook tidak begitu yakin. Chil Sook pergi dan berpikir apakah pada akhirnya menjadi pihak Mi Shil adalah takdirnya, saat ia pergi So Hwa memotong jalannya. Chil Sook akan pergi saat So Hwa memanggilny dan mengejutkannya.

So Hwa dan Chil Sook bertemu diam2. So Hwa berkata ia sedikit takut melihat Chil Sook tadi. Chil Sook bertanya apa So Hwa benar2 sudah bisa bicara. So Hwa mengangguk. Chil sook senang So Hwa sudah sehat. Chil sook bertanya apa So Hwa ingat kejadian di gurun. So Hwa berkata dia hanya ingat bahwa Chil Sook adalah orang yang telah menyelamatkan nyawanya, mengantarnya pulang ke Silla dan ia akhirnya dapat bertemu kembali dengan Deok Man. So Hwa sangat berterima kasih dan membungkuk pada Chil Sook. Chil Sook berkata mereka harus kembali ke dunia yang menjadi milik mereka sendiri. So Hwa menyatakan bahwa sekarang ia melayani Putri Deok Man dan Raja sementara Chil Sook kembali melayani Mi Shil sebagai ksatrianya. Benar2 menyedihkan melihat kedua kekasih itu berpisah dan kembali ke tempatnya masing2 sambil saling memandang.

Kemudian persiapan besar2an dipersiapkan untuk pengangkatan Chil Sook sebagai Wonsanghwa. Seok Bum dan resimennya menemui Ho Jae dan bertanya apa yang dapat ia bantu. Ho Jae berkata semuanya sudah siap. Pelayan bertanya mengenai posisi kursi dan Ho Jae berkata biarkan seperti itu saja. Kursi itu milik Guk Seon. Kapten Hwa Rang berkata bahwa kursi itu dibiarkan kosong untuk menghormati Guk Seon.

Tiba-tiba ada keributan saat Nang Do melarang Moon Noh masuk ke Hwa rang dan berkata ini bukan tempat untuk orang biasa sepertinya. Joo Bang dan Go Do mencoba menahan Moon Noh. Moon Noh tahu itu dan minta mereka minggir. Joo Bang dan Go do mulai berkata Moon Noh paling hanya ingin makan gratis saja di dalam, saat yang lain minta Moon Noh pergi dengan keras. Joo Bang mencoba membujuk Moon Noh untuk pergi dan minta Go do menyingkirkan Moon Noh, tapi Go Do tidak mampu mendorong Moon Noh satu inci-pun.

Salah seorang Nang Do melapor pada Ho Jae ada orang yang mencoba menerobos. Ho Jae kesal dan Seok Bum berkata ia akan mencoba menyelesaikan masalahnya. Sebelum Ho Jae selesai berbicara, pintu gerbang terbuka lebar dan Joo Bang dan Go Do terbang melalui gerbang. Pasukan Hwa Rang menghunus pedang mereka. Joo Bang dan Go Do tidak tahu apa yang menghantam mereka. Al Cheon kaget melihat Moon Noh yang masuk ke dalam dengan anggun.

Mi Shil mengenalkan Chil Sook pada Deok Man, dia tahu Deok Man mengenal Chil Sook. Deok Man mengiyakan mereka sudah saling mengenal dengan baik dan mereka suka dengan hal-hal yang sama beberapa waktu lalu. Mi shil berkata jika Raja mau terbuka mengenai kelahiran kembar, maka pengejaran itu tidak perlu terjadi. Mi Shil berkata, Chil Sook akan diangkat menjadi Wonsanghwa dan Deok Man tahu. Deok Man berkata kemampuan Chil Sook untuk mengejar Deok Man memang akan lebih berguna jika digunakan dalam Hwa Rang. Dia yakin Hwa Rang akan meningkat pesat. Mi Shil harus memaksakan senyum diantara giginya dan Mi Shil bertanya apa upacara sudah siap dan mengajak Deok Man untuk berangkat saat Bo Jong masuk dan lapor ada penyusup.

Moon Noh masuk dan Ho Jae marah dengan kekurangajaran Moon Noh (Tirza: Moon Noh sudah pergi 20th, jd Ho Jae belum pernah melihat wajah Moon Noh, cuma namanya. Ho jae diangkat saat Yu Shin dan Deok Man mulai masuk ke Seorabeol). Ho Jae minta kapten Hwa Rang untuk melayani Moon Noh. Para Hwarang membentuk formasi dan Moon Noh dengan mudah mengalahkan mereka. Kim Yu shin lari dan bertanya ada apa. Guk San Heun dan Dae Pung berkata ada orang yang menerobos dan ilmu pedangnya hebat sekali.

Kemudian Deok Man, Mi Shil dan Chil Sook tiba. Kim Yu Shin dan resimen Yonghwa memberi salam pada Deok Man. Mi Shil minta gerbang dibuka dan Yu Shin memerintahkan gerbang dibuka. Deok Man masuk dan melihat Moon noh berdiri di tengah lapangan dengan para Hwarang yang bergulingan di sekelilingnya. Moon Noh berbalik dan memperlihatkan diri. Deok Man dan Kim Yu shin mengenalinya sebagai tabib di desa Yangji. Deok Man minta Kim yu Shin meyakinkan apa benar itu tabib waktu itu.

Salah seorang kapten Hwa Rang melapor pada Mi Shil, orang itu yang telah mengacau. Mi Shil mendekati Moon Noh dan menghadap pada Moon Noh dan berkata sudah begitu lama tidak berjumpa Guk Seon. Deok Man dan yang lain terkejut karena ternyata orang itu adalah Guk Seon Moon Noh. Moon Noh membalas salam Mi Shil. Mi Shil berkata betapa senangnya mereka mendapat kunjungan dari Guk Seon Moon Noh. Moon Noh berkata ia hanya lewat dan mendengar tentang upacara pengangkatan Wonsanghwa. Moon Noh berkata ia merasa lega karena masih memiliki kursi di Hwa rang.

Mi Shil meyakinkan Moon Noh, bahwa dia akan mendapatkan kursinya karena mereka selalu menunggu kehdiran Moon Noh. Moon Noh berkata pada Mi Shil sudah lama sekali mereka tidak bertemu. Mi Shil menanyakan tujuan Moon Noh.

Mi Shil berkata dibawah Raja Jinheung mereka sudah menetapkan dasar Hwa rang bersama dan tidak melupakan Moon Noh atas peristiwa Raja Jinji. Mi Shil juga merancang ikatan kekeluargaan antara Moon Noh dengan sepupunya Lady Yoon yang membuat Moon Noh mendapat status Jingol.

Moon Noh membenarkan bahwa ia memiliki hubungan dengan Putri Gaya dan menjadi Jingol. ia berterima kasih pada Mi Shil. Lalu mengapa Moon Noh melakukan hal itu, yaitu membiarkan Raja Jinpyeong melarikan putri kembarnya dan mengapa sekarang Moon Noh kembali ke seorabeol, tepat saat putri kembar itu mendapat status-nya kembali. Moon Noh tidak menjawab.

(Moon Noh, lahir th 538 M, putra dari Putri Mun Hwa dari Keluarga Kerajaan dae Gaya – Hwarang Segi)

Joo Bang dan Go do sadar bahwa orang itu adalah Guk Seon. Mereka sudah banyak menipu orang dengan nama Moon Noh. Semua Nangdo dan Hwarang membicarakan Moon Noh. Dae Pung bertanya apa yang terjadi jika Moon Noh bertemu Mi shil. Apa kata joo Bang. Dae Pung membenarkan, sekarang Moon Noh bertemu Mi Shil.

Moon Noh berkata bahwa ayah Lady Yoon adalah Jenderal Geochilbu yang sangat ia kagumi dan hormati dan juga pembimbing spiritualnya. Moon Noh berkata saat ia hanya Hwarang biasa, pada jaman Raja Jinji. Ayah mertuanya pernah bertanya apa Moon Noh tidak mengikuti Mi Shil saja. Tapi kemudian, Lady Maya kembali dan diangkat menjadi Ratu dan membuat Mi Shil tersingkir dengan ambisinya menjadi Ratu. Mi Shil bertanya apa maksud Moon Noh. Moon Noh berkata saat anak kembar bintang Gaeyang lahir, ayah mertuanya meninggal dunia. Mi Shil bertanya apa Moon Noh mencurigainya. Moon Noh hanya bingung dengan semua peristiwa itu dan ia memutuskan untuk meninggalkan istana.

Moon Noh berkata ia akan menjadi penilai pemilihan Pungwolju.

Deok Man melihat So Hwa menghindari Moon Noh. So Hwa berkata bahwa Moon Noh memintanya menunggu di Hangju karena ia akan menemui So Hwa. Tapi So Hwa malah membawa Deok Man ke gurun. Deok Man bertanya mengapa So Hwa melakukan itu. So Hwa tidak mau Deok Man kembali ke Silla. Raja memintanya untuk menjaga agar Deok Man tetap hidup dan memelihara Deok Man seperti putrinya sendiri.

So Hwa ingat Deok Man pernah menyebut tentang murid Moon Noh dan bertanya apa namanya Bi Dam. Deok Man membenarkan dan So Hwa berubah pucat. Deok Man bertanya mengapa So Hwa seperti itu saat mendengar Bi Dam. So Hwa berkata bukan apa2. Dia ingat saat Bi Dam kecil membelai Deok Man saat masih bayi. Moon Noh memanggil Bi Dam dan bertanya apa menurut Bi Dam, Deok Man kecil itu lucu. Moon Noh berkata Putri Raja ini mungkin suatu saat akan menjadi teman hidupnya. So Hwa kaget dengan usulan Moon Noh. Moon Noh berkata kejadian ini mungkin kebetulan, Moon Noh berpikir ini adalah panggilannya, So Hwa ingin minta penjelasan. Moon Noh menjelaskan langit mempercayakan anak ini padanya yang memiliki karakter Mi Shil dan akan mengubah Putri ini menjadi Ratu yang adil dan bijaksana dan disampingnya akan berdiri garis keturunan Raja Jinji, Bi Dam dan akan menuntunnya menjadi Wang Jae.

(Wangjae adalah Pangeran pendamping Ratu. Jadi sepertinya Bi Dam akan menjadi Pangeran Pendamping saat Putri Deok Man menjadi Ratu)

So Hwa berkata bahwa Bi Dam adalah putra Mi Shil. Moon Noh membelanya bahwa Bi Dam adalah anak yang dibuang Mi Shil. Raja Jinji sudah meminta Moon Noh untuk menjaganya. Moon Noh berjanji ia akan membesarkan Bi Dam untuk memenuhi ambisi besar Raja Jinheung yang belum tercapai. Moon Noh berkata harus seperti itu karena itu sudah tertulis dalam bintang dan takdir anak2 ini.

So Hwa kemudian bertanya pada Deok Man seperti apa Bi Dam itu. Deok Man bertanya mengapa So Hwa ingin tahu tentang Bi Dam. So hwa berkata bukan apa2 karena Bi Dam sepertinya tidak dapat diprediksi. So Hwa bertanya apa Bi Dam tidak mempedulikan status Deok Man sebagai Putri saat mereka bertemu dan Deok Man membenarkan. Bahkan saat ia tahu kebenarannya, ia tidak terlalu terkejut dengan kenyataan itu.

Seol Won heran dengan permintaan Moon Noh sebagai juri dalam pertandingan Bi Jae untuk posisi Pungwolju. Sesuai dengan tradisi, Bo Jong yang akan menjadi Pungwolju karena jabatannya sekarang adalah Deputi di Hwa Rang, tapi karena Putri Deok Man adalah penguasa Hwa Rang, akan terlihat kontroversial tapi karena Moon Noh yang ingin mengujinya maka mereka tidak perlu cemas karena ini adalah Guk Seon dan yang lain juga tidak punya alasan untuk protes. Mi Shil bertanya apa Seol Won juga menyarankan Bo Jong untuk mengikuti Bi Jae karena dengan skillnya dia pasti akan menang. Mi shil tahu Gukseon tidak akan melakukan kecurangan. Seol Won setuju, Moon Noh bukan orang yang suka berbuat curang (kaya mereka ). Mi Shil berkata dengan cara ini, semua kekacauan yang disebabkan oleh Moon Noh akan dapat diselesaikan.

Moon Noh menemui Mi Shil dan bertanya apa Mi shil setuju dengan usulnya. Moon Noh berjanji akan bersikap adil. Mi shil percaya. Moon Noh akan pergi dan Mi Shil memanggilnya kembali tapi kemudian membatalkannya dan meminta Moon Noh pergi. Seol Won datang dan bertanya mengapa Mi Shil tidak menanyakan mengenai Pangeran Hyeongjong yang dijaga Moon Noh. (Pangeran Hyeongjong adalah nama resmi Bi Dam sebagai Pangeran).

Mi Shil berkata ia sudah membuang anak itu dan tidak tertarik. Seol Won Rang bertanya apa Mi Shil memperhatikan anak yang bernama Bi Dam itu dan apa mereka perlu memeriksanya. Mi Shil berkata Seol Won tidak perlu mengurus masalah kecil dan konsentrasi pada Bi Jae saja.

Pengumuman tentang Bi Jae sudah dikeluarkan. Mereka harus memilih Pungwolju ke-15. Bi Jae akan dinilai oleh Guk Seon Moon noh. Bi jae akan dibagi menjadi 3 bagian, dan bagian pertama akan diadakan 3 hari lagi di Aula Yeon Seon. Mi Shil berharap semua Hwarang melakukan yang terbaik untuk Bi Jae. (Aula Yeon Seon didirikan oleh Mi Shil)

Para Kapten Hwarang heran dengan keputusan ini. Mengapa Guk Seon Moon Noh dan bukan Won Hwa yang akan menilai Bi jae.

Seok Bum berkata bukan masalah karena hasilnya sudah diketahui bahkan sebelum Bi Jae. Seok Bum berkata Bo Jong tidak pernah kalah dalam Bi Jae. Al Cheon berkata tidak ada seorangpun yang tahu hasilnya. Al Cheon berkata, Bo Jong belum pernah berhadapan dengan Kim Yu Shin. Bo Jong menghadapi Kim Yu Shin dan berkata mereka harus menyelesaikan urusan antara mereka. Dia berharap untuk bertarung dengan Kim yu Shin. Mereka saling memandang dengan tajam.

Joo Bang merasa gemetar melihat konfrontasi Bo Jong dan Kim Yu shin. Yang lain berpendapat kemampuan Kim Yu Shin masih dibawah Bo Jong dan merasa tidak terlalu menarik dilihat karena akan berat sebelah.

Deok Man bertemu Moon Noh dan dia berkata ia berasal dari gurun Taklamakan mencarinya di Gyerim dan akhirnya sekarang mereka bertemu. Moon Noh heran Deok Man pergi ke Gyerim mencarinya. Deok Man tersenyum waktu itu ia berpikir Moon Noh adalah ayahnya. Deok Man berkata meskipun dia tahu sekarang bahwa itu tidak benar tapi dia masih merasa akhirnya ia bertemu juga dengan ayahnya yang ia rindukan, ia merasa aman.

Moon Noh bertanya mengapa Deok Man menantang dan menganggap rendah Mi Shil dan kemudian mengambil kembali statusnya sebagai Putri Raja dengan memanipulasi ramalan. Deok Man tidak dapat menjawabnya. Moon Noh tahu Deok Man berkeras dengan pembangunan Cheomseongdae. Moon Noh bertanya apa definisi menjadi pemimpin di pikiran Deok Man dan apa yang dipercaya Deok Man mengenai tentang ambisi besar Silla.

Moon Noh tahu Deok Man berduka atas kematian Cheon Myeong tapi pemimpin tidak boleh mencoba balas dendam. Deok Man bertanya apa maksud Moon Noh. Moon Noh tidak setuju dengan niat Deok Man menjadi Ratu Silla. Moon Noh berkata ada banyak alasan, tapi yang sudah diutarakannya tadi adalah salah satunya. Itulah mengapa Moon Noh tidak dapat mendukung Deok Man. Jadi kalau Deok Man berkeras, dia harus membuktikan kalau ia lebih baik dari Mi Shil.

Moon noh pergi dan dia bertemu So Hwa. Moon Noh bertanya bagaimana So hwa dapat melarikan diri dan menghindarinya. Moon Noh berkata betapa banyaknya rencana yang gagal karena kepergian So hwa. So hwa bertanya apa yang dimaksud Moon Noh adalah perjodohan Deok Man. So Hwa tidak setuju Deok Man tidak boleh dengan orang itu, karena mereka berdua tahu putra siapa dia. So Hwa tidak setuju bagaimana mereka bisa berjodoh. Saat itu Bi Dam mendekat dan mendengar pembicaraan mereka. So Hwa berkata ia mungkin bodoh, tapi hal ini tidak bisa dibantah. So Hwa berkata Raja sudah memerintahnya untuk meninggalkan Istana agar Deok Man dapat hidup dan jauh dari intrik istana dan hidup normal. Bagaimana So Hwa dapat mengijinkan Deok Man menikah dengan Bi Dam.

Bi Dam terkejut mendengar mereka menyebut pernikahan antara Deok Man dengan dirinya. So Hwa bertanya apa Moon Noh masih memiliki visi yang sama seperti sebelumnya. Moon Noh tidak dapat mengatakan dengan yakin tapi ia merasa takdir mereka adalah untuk bersatu dan ia berpikir itu adalah tugas dan tanggungjawabnya. Moon Noh berkata karena apa yang dilakukan So Hwa, dia tidak membesarkan Deok Man dan Bi Dam tidak menjadi yang ia harapkan. Bi Dam berjalan pergi dan bertanya apa karena apa yang telah terjadi jadi Moon Noh masih mengingat insiden itu.

Waktu itu, Moon Noh mencari Bi Dam dan menemukan Bi dam pingsan dalam gua penuh orang sekarat. Moon Noh membawa Bi Dam keluar dan bertanya apa Bi Dam tidak apa2 dan tidak luka. Bi Dam berkata bahwa dia sudah membunuh semua orang itu. Moon Noh shock.

Bi Dam memikirkan rancangan pernikahannya dengan Deok Man dan bertanya siapa dirinya sebenarnya. Dan jika demikian berarti ia memiliki hak atas takhta Silla.

Deok Man juga memikirkan pertanyaan Moon noh. Moon Noh berpikir apa mungkin Deok Man ada di sini hanya untuk balas dendam dan itu tidak membuatnya menjadi penguasa.

Ratu Maya datang menemui Deok Man dan bertanya apa yang dipikirkan Deok Man. Deok Man berkata bukan apa2. Deok Man bertanya kapan keponakannya Kim Chun Chu akan datang. Ratu Maya juga gelisah karena Kim Chun Chu dan bertanya apa Deok Man benar2 ingin bertemu dengannya. Deok Man ingin meminta agar Kim chun Chu memaafkannya. Deok Man merasa bersalah karena kematian Cheon Myeong, sehingga Kim Chun Chu kehilangan ibunya. Ratu menghibur Deok Man agar tidak terlalu cemas.

Putri Man Myeong menemui anaknya dan bertanya apa yang dipikirkan Kim Yu Shin. Yu Shin berkata bukan apa2. Putri Man Myeong tahu besok adalah pertandingan pertama Bi Jae. Putri Man Myeong mengatakan satu ungkapan : Jin In sa Dae Cheon Myeong, lakukan yang terbaik dan serahkan pada kehendak Tuhan.

Pertandingan pertama untuk memilih Pungwolju, dan semua kapten Hwarang menyiapkan nangdonya. Moon Noh sudah tiba di Aula Yeol Seon. Kim Yu Shin heran, Seok Bum dan Bo Jong juga segera ke Aula Yeol Seon.

Di Aula Yeol Seon,
Semua duduk. Ho Jae berdiri dan Guk Seon akan mengumumkan peraturan dan format pertandingan. Kemudian Ho jae mengumumkan bahwa pertandingan final adalah pertandingan bela diri. Moon Noh akan memberikan pertanyaan untuk bagian pertama.

Moon Noh : Kalian semua harus melewati gerbang Hwa rang sebelum tiba di sini.
Bo Jong : Ya
Semua : Ya

Moon Noh : Kalau begitu, kalian semua pasti melihatnya.
Semua heran apa maksudnya dan apa yang seharusnya mereka lihat.

Moon Noh : Saat kalian menuju ke Aula yeol Seon, berapa banyak mereka yang tidak berpakaian seragam Hwarang Nangdo dengan benar.
Semua berpikir.

Bo Jong : Ada total 6 orang yang tidak berpakaian dengan pantas. 2 dari mereka tidak mempunyai perlengkapan rambut yang menjadi milik Hwarang. 3 orang tidak berpakaian standar seragam Nangdo. Sisanya tidak membawa senjata yang menjadi standar Hwarang.

Moon Noh : Benar..Pertanyaan ini adalah pertanyaan pertama untuk pemilihan Pungwolju.
Mi Shil tersenyum karena Bo Jong sangat percaya diri. Deok man melihat Mi Shil.

Queen Seondeok Episode 32

Moon Noh menambahkan, sebagai Hwarang apa perbedaan medan perang dan kehidupan sehari-hari. Bo Jong menjawab dia diajarkan untuk tidak membedakannya. Moon Noh kemudian bertanya di medan perang, apa yang diperhatikan oleh Komandan. Bo Jong menjawab dia tidak pernah diajarkan untuk hanya fokus pada satu sisi tapi beberapa pilihan dan melihat situasi secara menyeluruh. Moon Noh bertanya lagi apa alasannya mengapa mereka harus melihat secara menyeluruh. Bo Jong menjawab prajurit lapangan yang tidak mampu melihat sekelilingnya adalah prajurit yang mati. Tapi pemimpin pasukan yang tidak mampu melihat sekelilingnya akan membawa pasukannya ke dalam pembantaian. Moon Noh berkata bahwa jawaban Bo Jong benar2 akurat dan mengumumkan bahwa pemenang dari Bi Jae tahap I adalah Bo Jong.

Semua nangdo mulai mengolok-olok Resimen Yonghwa karena Bo Jong yang memenangkan tahap I. Joo Bang berkata mereka tidak mengapa kalah di babak pertama, tapi akan menjadi pemenang 2 babak berikutnya. nangdo lain berkata mereka tahu bahwa babak 3 adalah pertandingan bela diri. Tapi apa kalian tahu seperti apa babak ke 2. Semua belum pernah melihat Bo Jong gagal dalam pertandingan Bi Jae. Mereka juga berkata Kim yu shin sudah pernah kalah dengan Seok Bum. Tapi Joo Bang berkata itu dulu.

Joo Bang kesal dengan Moon Noh yang sepertinya memberi angin pada Mi shil. Bo Jong berkata masih terlalu dini untuk memberinya selamat. Seok Bum meminta Im Jong mengaku bahwa tidak ada kapten Hwarang di sini yang menandingi kemampuan militer Bo Jong tapi Im Jong ingat bahwa Bo jong pernah mengalami kesulitan saat menghadapi Kim yu shin di distrik Iseo.

Seok Bum berkata waktu itu Bo Jong terluka tangannya. Bo Jong tidak setuju, ia tahu Kim Yu Shin mengalami kemajuan pesat dengan ilmu pedangnya. Jika ia nanti bertemu Yu Shin di final ia akan bertarung habis-habisan. Seok Bum setuju Yu shin sudah maju pesat tapi waktu itu dia terdesak sedangkan sekarang ini pertandingan Bi Jae dan Bo Jong tidak pernah kalah sebelumnya. Im Jong berkata bagaimanapun nanti pemenangnya akan ketahuan.

Seol Won tersenyum, ia tahu ini benar2 karakter Moon Noh. Seol Won bertanya pada Mi Shil apa ia ingat. Ha Jong bertanya ingat apa? Mi Shil berkata ini adalah pelajaran yang diberikan mendiang Raja Jinheung pada mereka. Tidak membiarkan perhatian hanya pada satu fokus tapi melihat situasi secara keseluruhan dan kemudian fokus pada detail. Se Jong yakin Guk seon bersikap adil dalam Bi Jae ini. Ha Jong berkata mereka tahu babak ke 3 adalah bela diri, tapi apa ujian babak ke 2? Mi shil tidak menjawabnya.

Bi Dam terus memikirkan kata-kata So Hwa bahwa ia tidak mengijinkannya dan tidak mungkin Bi Dam menikah dengan Deok Man karena mereka tahu Bi Dam itu anak siapa. Bi Dam pergi menemui Moon Noh. Moon Noh bertanya apa ada yang ingin ia katakan. Bi Dam mengubah pertanyaannya apa pertanyaan babak ke 2. Moon Noh bertanya apa Kim yu Shin mengirimnya. Tidak, ia hanya ingin tahu. Moon Noh memperingatkan Bi Dam agar tidak mencoba membantu Kim Yu Shin. Bi Dam setuju dan ia tidak akan melakukan itu. Bi Dam berkata dalam hati ia tidak pernah bertanya siapa orang tuanya. Moon Noh melihat Bi Dam yang masih berdiri saja. Bi Dam ingin sekali bertanya anak siapa ia ini. Moon Noh bertanya apa ada lagi yang ingin dikatakan. Bi Dam berkata tidak ada apa-apa.

Paginya, Moon Noh mengumumkan Ujian Babak 2 untuk memilih Pungwolju ke-15 . Moon Noh berkata mereka semua tahu bahwa Silla didirikan oleh Raja Jijeung sebagai Kerajaan yamg bersifat surgawi atau Heavenly Kingdom. (Raja Jijeung, Raja ke-22 Silla, 503 M)

Moon Noh : Raja Jinheung kita yang mulia berkata …tiga hal yang mewakili nama Silla adalah membentuk jiwa Hwarang sekarang…
Mi Shil heran dengan pertanyaan itu.

Moon Noh : Ini adalah pertanyaan untuk ujian babak ke 2 Bi Jae. Moon Noh meminta mereka mencari 3 kata yang mewakili Silla. Moon Noh memberikan waktu 3 hari untuk berpikir.

Mi Shil tidak begitu tenang dan Deok Man bingung. Deok Man melihat Mi Shil dan ia heran karena Mi Shil tidak terlihat percaya diri.

Al Cheon menebak itu pasti ada hubungannya dengan besi. Deok Man heran, mengapa besi. Kim Yu Shin menjelaskan bahwa Seorabeol berasal dari kata ladang besi (Swebeol). Hubungannya dengan besi, Al Cheon menjelaskan bahwa Silla didirikan pada Zaman Besi sekitar th 57 SM di utara Manchuria dan juga pasir besi Gameunpo dan pig iron Dalcheon sangat terkenal dari Tiga Kerajaan Korea.

Kim Yu Shin berkata itulah alasan mengapa hasil pandai besi Silla tidak dapat ditandingi oleh kerajaan manapun saat itu. Deok Man memikirkan tentang ladang besi yang membuat kemajuan teknologi.

Deok Man memberikan jawaban pasti senjata militer yang akan menjadi jawaban kata pertama dari pendirian Hwa Rang.

Bo Jong and the gank juga memikirkan jawabannya. Mereka melihat goresan huruf yang membentuk kata Silla. Sil berarti memotong pohon dengan kapak. Dan itu mengindikasikan penemuan baru. La berarti membentuk kesatuan atau jaringan. Deok Man juga menemukan hal yang sama dengan mereka. Kim Yu shin berkata itu jelas ada hubungannya dengan sejarah penemuan. Al Cheon berkata kepala 6 suku yang membentuk Silla telah memilih pemimpin yaitu Hyeokgeose, seorang asing yang membawa perubahan baru. Deok Man menambahkan bahwa tidak saja mereka menerima seseorang yang bukan anggotanya tapi juga membuat orang itu menjadi penguasa.

Kepala 6 suku : Lee Yangsan, Jung Goheo, Son Daesu, Choi Jinji, Bae Gari, Seol Gaya.

Kim Yu Shin berkata pemimpin Silla tidak hanya baik pada orang asing, bahkan menghargai orang2 pelarian atau pengungsi, negeri Silla tidak pernah melawan mereka. Mereka menerima semua yang baru dan yang baik untuk mereka. Deok Man menyimpulkan Silla mencoba menyerap semua pengetahuan dan mengembangkan kekuatan dengan pengetahuan barunya itu. Sehingga Silla semakin kuat. Lalu dengan bantuan para aristokrat adalah arti ke 2 dalam Hwa Rang. Al Cheon berkata saat Raja Jinheung mendirikan Hwa Rang dia memilih orang seperti Guk Seon Moon Noh, Mi shil, dan Seol Won Rang. Seol Won Rang adalah orang biasa, Moon Noh tidak memiliki kasta, dan Mi Shil adalah seorang wanita. Kim Yu Shin menambahkan dengan melakukan itu, Raja Jinheung mengangkat kekuatan baru dan membuat mereka menjadi orang2nya. Al Cheon berkata Raja Jinheung tidak melihat latar belakang mereka tapi melihat pada skill dan kepandaian dan talenta yang mereka miliki. Raja melakukan hal itu bahkan juga untuk Hwa Rang dimana Raja sering mempercayakan istana pada mereka. Deok Man menyimpulkan bahwa Raja Jinheung ingin memperkuat militernya dengan mengangkat orang2 ini dan mengasah talenta mereka.

Bo Jong bertanya apa jawaban yang ke 3. Bojong dkk benar2 tidak tahu.

Deok Man berkata jika militer dan mengembangkan talenta baru adalah 2 jawabannya lalu apa yang ke 3. Kim Yu shin dan Al Cheon juga memikirkan jawabannya. Deok Man mengingat percakapannya dengan Moon Noh. Deok Man berpikir apa mungkin jawaban ke 3 ada hubungannya dengan pertanyaan Moon Noh padanya waktu itu.

Mi Shil kesal karena merasa ditipu Moon Noh. Sekarang ia merasa jatuh dalam jebakan Moon Noh. Seol Won dll bertanya mengapa Mi Shil kelihatan kesal. Ha Jong berkata ibunya pasti tidak tahu jawaban yang ke3, ia tahu ke 2 hal pembentuk Silla dan Hwarang tapi ragu apa ada yang ke tiga. Mi Shil berkata tidak seorang pun yang boleh menjawab hal yang ke-3. Seol Won heran apa maksud Mi Shil, jika Bo Jong tidak menjawab babak ke 2, maka ia akan kalah dalam Bi Jae. Mi Shil bekata, Bo Jong sudah menang babak I, jd babak II abstein saja, ia akan langsung masuk babak III yang berupa bela diri, sudah pasti Bo jong akan menang. Mereka harus meyakinkan tak seorang pun yang akan memenangkan babak II sehingga Bo jong pasti akan menang.

Seol Won bertanya mengapa Se Jong diam saja. Se Jong berkata dia setuju dengan keputusan Mi Shil. Se Jong terlihat gelisah. Malamnya, Se Jong menemui Mi Shil yang juga kelihatan gelisah. Mi Shil meyakinkan suaminya agar tidak gelisah karena hanya mereka berdua yang tahu apa arti yang ke-3. Moon Noh tidak mengetahuinya jadi ia melakukan ini hanya dengan berspekulasi dengan jawaban sebenarnya. Mi Shil juga berpikir Deok Man itu pintar dan berbakat, ia mungkin akan menemukan jawabannya tapi jika ia tahu, kemungkinan besar ia juga tidak akan mengungkapkannya karena ia pasti menyadari keseriusan masalah ini.

Se Jong mengangguk karena ini sudah disebut oleh ayah Se Jong, yaitu Jenderal Yi Sabu.

Yi Sabu adalah jenderal besar yang pintar strategi dari jaman Raja Jinheung. Dia membantu Raja Jinheung menguasai sebagian besar Persemakmuran Gaya menjadi bagian Silla, Yi sabu adalah saksinya waktu itu. Mi Shil mengetahuinya dari Raja Jinheung saat Raja hampir mangkat. Kejadian itu sudah terkubur lama dan tidak tercatat. Se Jong merasa tidak enak dengan masalah ini.

Mi shil ingat saat Raja Jinheung masih muda, dia berkata pada menteri Yi Sabu dan NoRibu bahwa wasiat dan kesaksian dari Raja Beopheung yang diberikan kepadanya adalah ambisi yang tidak akan terjangkau. Raja bertanya pada Yi Sabu apa ia tahu ambisi apa itu. Yi Sabu menjawab itu adalah nama Silla. Raja mengerti bahwa ambisi itu adalah nama Silla itu sendiri yang memiliki ambisi besar. Raja setuju bahwa ambisi itu bisa saja dicapai tapi memerlukan banyak orang untuk merealisasikannya. Itu adalah tugas Raja Jinheung dan keturunannya di masa yang akan datang.

Yi Sabu minta bahwa sejarah nasional (Guksa) harus disusun. Yi Sabu mengatakan bahwa Geochilbu dapat dipercaya untuk melakukan penyusunan sehingga generasi berikutnya akan mengerti apa ambisi Raja dan akan meneruskannya. Raja Jinheung mengangguk setuju.

Raja berkata pada bangsawan Geochilbu bahwa leluhur sudah mendirikan Silla selama lebih 500 tahun dan minta untuk membuat suatu sejarah nasional sehingga dapat diceritakan ke generasi penerus. Raja Jinheung memberi nama sejarah itu : Guksa

Lalu terjadi insiden saat Raja Jinji yang menjadi Raja karena Mi Shil penguasa ke-25 Silla, merusak Guksa. Bangsawan Noribu dan Geochilbu menemukan bahwa beberapa lembaran Guksa disobek dan dibakar. Mi shil menemui Noribu dan bertanya apa yang akan mereka lakukan. Noribu berkata ini adalah ambisi Raja Jinheung tapi penguasa yang sekarang tidak mau mengikutinya. Geochilbu berkata masalah ini serius dan harus segera diambil tindakan. Mi Shil senang dengan dukungan ke 2 menteri yang membuatnya menyiapkan batalion kudan dan pasukan. Mi Shil berkata ia akan menemui Raja Jinji besok pagi.

Lalu Mi Shil pergi dengan membawa Pangeran Hyeongjong (Bi Dam) menemui Raja dan bertanya apa ia benar2 akan membuangnya dan anak mereka. Kejadian di episode 2. Sampai terakhir Mi Shil meninggalkan Bi Dam di lantai dan meninggalkannya.

Seol Won menemui Moon Noh untuk jawabannya. Moon Noh berkata Mi shil dapat melakukan apa yang ia lihat baik, dia tidak akan ikut campur masalah ini. Seol Won minta Moon Noh bergabung. Moon Noh berkata ia tidak akan melakukan apapun. Se Jong melapor pada Mi Shil dan para menteri tentang pendapat Yi Sabu. Se Jong berkata ayahnya sakit jadi ia hanya akan mendukung secara moril saja. Seol Won berkata, Moon Noh menolak bergabung dengan mereka tapi ia berkata Mi shil boleh melakukan apa yang perlu untuk dilakukan.

Lalu Mi Shil dan Hwarang memaksa Raja Jinji turun takhta seperti di episode 2.

Yi sabu yang sakit berkata pada Geochilbu tujuan semua ini adalah membuat Mi Shil menjadi Ratu. Tapi Geochilbu berkata ini situasi yang sulit. Yi Sabu berkata apa yang diinginkan Mi Shil adalah menjadi Ratu jadi jika ia diangkat ia akan melayani Raja dengan semua kekuatannya. Semua mengakuinya. Yi Sabu minta Geochilbu mendukung Mi Shil. Geochilbu ragu2.

Lalu episode saat Moon Noh membawa Ratu Maya kembali.

Geochilbu dengan Mi Shil. Geochilbu bertanya apa yang akan dilakukan Mi Shil dengan kembalinya Ratu Maya. Geochilbu berkata sudah takdir Mi Shil, ia tidak akan pernah menjadi Ratu. Mi Shil bertanya apa sekarang mereka harus melupakan masalah ini dan melaksanakan tujuan mereka apa itu yang dimaksud Geochilbu. Geochilbu mengiyakan. Geochilbu minta mereka merahasiakan Guksa yang menurunkan Raja Jinji dan mengakui wasiat Raja Jinheung kepada semua orang.

Mi Shil berkata keinginan Raja Jinheung hanya akan memperkuat Keluarga Raja, untuk apa ia melakukannya. Mi Shil berkata perang hanya akan memperkuat penguasa di takhta dan memperlemah bangsawan dan mengapa mereka harus melakukan itu. Lalu mengapa waktu itu Mi Shil menurunkan Raja Jinji? Mi Shil berkata waktu itu ia berusaha menjadi Ratu, jika ia menjadi Ratu ia akan melakukan apa yang diperintahkan Raja Jinheung tapi, ia bukan Sang Ratu.

Mi shil mengingatkan Geochilbu, jika Keluarga Raja kuat, maka dewan istana akan lenyap. kekuasaan mutlak ada di tangan Raja. Apa Geochilbu menginginkan seperti itu. Geochilbu berkata tanpa dukungan Mi Shil, ia akan tetap melaksanakan amanat Raja Jinheung. Mi Shil ingin 3 hal yang ada dalam Silla. Hanya 2 yang diketahui orang. Geochilbu meyakinkan bahwa ia tidak akan membiarkannya karena sejarah harus diberitakan tanpa mengurangi fakta sejarah. Mi shil pergi kemudian Geochilbu bertanya pada hari Raja Jinheung meninggal apa yang dilakukan Mi Shil saat itu. Geochilbu berkata bahwa tidak ada bukti untuk mendukung pernyataan tabib istana, tapi faktanya pada saat Raja Jinheung mangkat, tanaman hias disamping Raja mati.

Mi Shil ingat saat Raja Jinheung meninggal dan ia membawa racun untuk Raja kemudian ia membuangnya di tanaman di samping Raja. Geochilbu bertanya mengenai orang yang ada waktu itu yang kemudian tiba2 menghilang tanpa jejak dan juga pergerakan militer yang terjadi. Apa Mi Shil bisa menjelaskan apa yang terjadi saat malam itu. Mi Shil mengingatkan Geochilbu agar menghilangkan kecurigaannya, kalau ia mau selamat.

Mi Shil menemui Moon Noh mengenai soal Babak II untuk Bi Jae. Apa maksud Moon Noh. Moon Noh berkata bahwa Raja Jijeung adalah yang pertama mengumumkan ke 3 arti yang terkandung dari Silla untuk memberitahukan pada semua orang. Tapi Mi Shil berkata cukup 2 saja yang dibagikan pada semua orang. Dan yang ke-3 tetap menjadi pertanyaan orang. Moon Noh menambahkan dibawah perintah Raja Jinheung, Geochilbu harus melengkapi Guksa. Moon Noh bertanya bukankah arti yang ke-3 ada dalam Guksa. Mi shil berkata itu pasti tertinggal. Moon Noh berkata diantara 48 bab dalam Guksa, hanya bab pertama dari sejarah Raja Jijeung yang ditulis ulang oleh Se Jong, dan naskah aslinya dibakar selama pemerintahan Raja Jinji. Mi Shil bertanya apa Moon Noh ingin berkata ia terlibat dalam menentukan pencatatan sejarah negara. Moon Noh berkata bahwa Geochilbu saat itu juga menemui ajalnya.

Mi Shil ingat Se Jong berkata padanya jangan kecewa karena selalu ada cara untuk menjadi Ratu. Semua kacau dengan kemunculan tiba-tiba Ratu Maya. Lalu Mi shil berkata Se Jong harus menjadi Sangdaedeung Orrishin (Pemimpin dewan istana).

Se Jong heran, Mi Shil berkata Se Jong adalah suaminya, jadi yang terbaik adalah Se Jong harus bertindak. Orang seperti Geochilbu dengan kecurigaan besar dan sensitif. Kemudian saat Ratu Maya melahirkan, Geochilbu mondar-mandir dan dia memanggil Moon Noh. Moon Noh datang menemui ayah mertuanya. Geochilbu memberikan surat pada Moon Noh dan memintanya memberikan pada Raja Jinpyeong darinya. Moon Noh mematuhinya.

Moon Noh datang menghadap Raja Jinpyeong dan pelayan berkata Raja ada di ruang bersalin. Moon Noh heran Ratu sudah akan melahirkan. Moon Noh memberikan surat dari ayah mertuanya dan minta pelayan memberikan pada Raja.

Moon Noh kembali menemui ayah mertuanya tapi ia menemukan ayah mertuanya terbaring diam di tempat tidur. Moon Noh memeriksa ayah mertuanya dan kaget. Ayah mertuanya meninggal. Mi shil tertawa dan bertanya apa Moon Noh mencurigainya. Mi shil berkata Geochilbu membantunya. Mi shil berkata Raja Jijeung yang pertama kali menyebutkan ambisinya dan ini sebabnya Raja Jinheung ingin memenuhi impiannya. Mi shil bertanya apa ia tahu isi ambisi besar itu. Moon Noh tidak tahu. Moon Noh hanya bertanya karena hal ketiga yang disebut Raja Jijeung tidak terdapat dalam Guksa, jadi ia berharap menggunakan kepandaian orang2 muda generasi sekarang untuk mengungkap apa dibalik itu semua. Mi Shil berkata itu hanya pemikiran Moon noh. Apa Mi Shil tahu jawabannya. Mi shil tidak menyangkal tapi juga tidak menjawabnya.

Resimen Yonghwa memeras otak untuk mengetahui jawaban pertanyaan Moon Noh. Joo Bang mencoba mencari jawabannya dan anggota yang lain merasa mereka sudah tahu jawabannya.

Bo Jong dan Seok Bum mencari jawaban ke perpustakaan dan Al Cheon bersama Kim Yu Shin datang terlambat. Mereka seperti mahasiswa yang mau ujian mid semester :) Saat mereka sedang membaca dokumen2, Seol won Rang datang dan meminta Bo Jong dan Seok Bum mengikutinya. Bo Jong berkata ia harus mempelajari catatan2 dan Seol won melihat bab I dari Guksa yang ditulis Se Jong. Ia berkata agar Bo Jong melepaskan saja dan memberikan pada Al Cheon dan Yu Shin. Bo Jong heran dan akhirnya mereka mengikuti Seol Won. Seol Won berkata pada Bo Jong tidak perlu mencari jawabannya. Keduanya heran. Seol Won berkata ini perintah Seju Mi shil. Jawabannya tidak akan ditemukan di dalam Guksa.

Kim Yu Shin dan Al Cheon membaca Guksa, Al Cheon berkata seperti yang ia duga, ia tidak menemukan apapun. Saat menyusun kembali Guksa, Kim Yu Shin melihat bahwa cap di dalam Guksa berbeda dengan covernya. Al Cheon juga melihatnya. Al Cheon berkata Guksa bab I akan distempel oleh Menteri Agama tapi stempel dari catatan Raja Jijeung berbeda. Sepertinya Kementerian memiliki 2 menteri dan bab I hanya memiliki satu stempel.

Deok Man masuk dan bertanya apa mereka menemukan sesuatu. Kim Yu Shin tidak menemukan sesuatu dalam isinya tapi ada yang aneh dengan cover buku itu. Deok Man tanya apa yang aneh.

Deok Man menemui Raja Jinpyeong untuk bertanya. Raja menjelaskan kalau Bab I dihancurkan api dan kemudian dikompilasi dan ditulis ulang, itu alasan mengapa stempelnya berbeda. Deok Man curiga dengan api. Raja Jinpyeong menjelaskan bahwa setelah Ratu melahirkan Cheon Myeong dan dirinya, Raja menerima surat dari Geochilbu kemudian setelah itu Geochilbu menemui ajalnya dan Se Jong mengambil posisi Geochilbu dalam dewan istana.

Deok Man bertanya mengenai Se Jong dan Raja menjawab ia tidak tahu detilnya, tapi itu adalah waktu yang sama saat Guksa Raja Jijeung terbakar. Se Jong berpartisipasi menulis ulang Bab I Guksa. Deok Man bertanya mengenai arti Silla. Raja berkata keluarga istana tahu bahwa Raja Jijeung memberikan 3 hal mengenai arti Silla tapi arti ke 3 tidak tertulis dalam Guksa saat Guksa itu diturunkan. Deok Man berkata tidak ada catatan tertulis mengenai itu. Raja berkata Guksa yang ditulis Geochilbu hanya mengandung 2 arti tapi kemudian Moon Noh mempertanyakannya. Apa Moon Noh menyadari sesuatu.

Deok Man bertanya apa ia boleh melihat surat dari bangsawan Geochilbu. Raja minta surat itu dibawa. Raja memberikan surat itu pada Deok Man.

Geochilbu : Yang Mulia, Hamba yang tidak berguna ini sangat prihatin mengenai takdir yang berat dan kesulitan akan menimpa keluarga Raja dan ancaman yang membuat negeri Silla kita lenyap. Harap Baginda menjaga negri yang tidak terbagi ini dan mendukung takhta Anda.

Raja berkata Geochilbu hanya menyebutkan rasa prihatin mengenai keluarga raja dan masa depan negri kita. Tidak ada yang lain dalam suratnya.

(Dalam teks aslinya, pada kalimat terakhir jika dibaca dari kanan ke kiri akan menyebut nama belati Raja Jinheung. Karakter Cina dibaca dari kiri ke kanan dan dari atas ke bawah. Saat kamera bergerak, terlihat kalau mrk ingin pemirsa menangkap maksudnya.)

Kim yu Shin heran ternyata Se Jong yang menulis ulang Guksa. Deok Man berkata mereka harus menemukan naskah aslinya. Deok man minta Al Cheon dan Kim Yu Shin mencari jawabannya dan ia akan melakukan bagiannya dengan arsip Istana.

Al Cheon menemui Kim Yong chu tentang Geochilbu. Geochilbu melayani Raja Jinheung dan menyebarkan agama Budha sebagai agama negara. Im Jong berkata Geochilbu sangat terkenal dengan kemampuan militernya. Dia ikut bertempur dalam perang Maunryeong dengan Raja Jinheung. (Maunryeong sekarang Propinsi Hamgyeong di Korea Utara)

Kim Yu Shin menemui ayahnya untuk mencari informasi mengenai Geochilbu. Kim Seo Hyeon berkata Geochilbu adalah jenderal besar dengan banyak talenta terutama talenta penyusunan hukum dan sejarah. Saat Geochilbu menyusun Guksa ia memimpin 20 sarjana dan mengambil alih Kuil Heungnyunsa untuk bekerja.

Deok Man menemui Putri Man Myeong dan Putri Man Myeong berkata bahwa Geochilbu hampir sama dengan Mi Saeng yang mengurus peraturan dan tata tertib. Mi Saeng memiliki banyak bakat dan benar2 jenius dengan kepandaian seni, musik,dan bahkan melatih Uruk (Uruk adalah pencipta musik dari Gaya yang menciptakan Gayatgo atau Gayageum ).

Ratu Maya berkata semua orang tahu Geochilbu itu sarjana yang sangat jenius. Putri Man Myeong berkata kebalikan dari penampilan luarnya, Geochilbu juga menemukan dadu Juryeonggu (dadu dengan 14 sisi, biasa digunakan dalam permainan minum dinasti Silla)

Putri Man Myeong berkata Geochilbu juga sangat pandai mengukir.Dia mengukir kayu dan juga batu. Putri Man Myeong berkata, saat ia masih muda, Geochilbu memberikan boneka kayu padanya dengan tulisan diatasnya. Tapi tulisannya sangat rumit sehingga tidak mungkin terbaca. Waktu itu Putri Man Myeong masih muda dan penglihatannya masih baik tapi sekarang ia meragukan apa ia dapat membacanya.

Deok Man kembali menemui Al Cheon dan Kim yu Shin. Mereka melaporkan pada Deok man keanehan yang terjadi saat di perpustakaan. Seol Won masuk dan minta agar Bo Jong memberikan buku ini pada mereka. Deok man merasa aneh. Al Cheon juga berkata sejak saat itu, Bo Jong tidak pernah kembali ke perpustakaan. Kemudian Deok Man ingat ekspresi Mi Shil yang gelisah saat Moon Noh mengumumkan soal babak II. Deok Man berkata, apa ada kemungkinan Mi shil mengetahui jawabannya. Kim Yu Shin berkata jika Mi shil tahu, ia akan memberitahukan pada Bo Jong. Deok Man bertanya lalu untuk apa Moon Noh repot2 menanyakannya.

Kim Yu shin berkata meskipun Mi shil tahu jawabannya tapi ia tidak dapat mengungkapkan jawabannya. Deok Man berkata itu mungkin karena jawabannya melibatkan Mi Shil di dalamnya. Deok Man berkata mereka harus ke kuil Heungnyunsa.

Bi Dam bertanya pada Moon Noh siapa orang tuanya. Moon Noh heran dengan pertanyaan Bi Dam. Bi Dam merasa mereka pasti punya alasan membuangnya. Moon Noh bertanya mengapa sekarang. (Tirza: kayanya semua anak hilang tanya Moon Noh deh…dulu Deok Man, skr Bi Dam..) Moon Noh bertanya mengapa tiba2 ingin tahu. Bi Dam ingat perkataan So Hwa bahwa ia tidak mungkin menikah dengan Deok Man. Tapi kemudian Bi Dam mengalihkan perhatian dan berkata ia ingin menjadi Hwa Rang. Moon Noh semakin heran. Bi Dam berkata jika ia ingin melayani Putri Deok Man jadi lebih baik ia melayani Putri sebagai Hwa Rang seperti Kim Yu Shin tapi ia ingin tahu apakah keturunan dan latar belakangnya akan dapat diterima dan membuatnya menjadi Hwa Rang. Bi Dam bertanya orang seperti apa ayahnya itu.

Deok Man dan rombongannya tiba di kuil Heungnyunsa. (Kuil Heungnyunsa ada di Gyeongju dan sekarang tinggal reruntuhannya saja. Hanya ada tanda lokasi kuilnya)

Deok Man memberi salam pada bhiksu dan diantar menuju ruang belajar kuil dimana Geochilbu menyusun Guksa. Pendeta berkata bahwa mereka tidak melakukan perubahan apapun dan membiarkan seperti semula. Deok Man memperhatikan pembatas dan bertanya apa itu. Al cheon menjelaskan jika dibaca dengan cara apapun karakter itu tetap membuat arti yang mendalam.

Kim yu Shin membaca Myeong Il Gwang berarti sinar matahari memberkati hari kemudian il Cheon Myeong yaitu sinar matahari menyinari langit. Lalu Gwang Myeong In sinar matahari menyinari rakyat. Artinya tidak akan berubah biarpun dibaca dengan cara apapun. Pendeta menyebutnya Mu Cha Ma Bang Jin. Dibaca dari arah manapun sama. Geochilbu menciptakan permainan kata2 ini untuk melemaskan urat syaraf. Deok Man bertanya apa bahan yang dipakai untuk menyusun Guksa masih ada. Pendeta berkata bahwa semua dokumen penting disimpan di perpustakaan istana. Sisanya yang ada di ruang belajarnya hanya untuk referensi saja. Deok Man minta melihat bahan2 itu dan pendeta mengantar mereka. Deok Man, Al Cheon, dan Kim yu shin membaca semua literatur.

Raja bertanya apa maksud Moon Noh dengan pertanyaannya. Apa Moon Noh bermaksud mengatakan Mi Shil tahu artinya dan apa Mi Shil mengubah Guksa untuk kepentingannya sendiri. Mi shil berkata mereka tidak akan tahu, karena hanya ia dan Se Jong yang tahu. Kebenarannya akan dibawa sampai mati. Mi Shil berkata hanya jika mereka membuka mulut mereka. Deok Man boleh saja pergi ke kuil Heungnyunsa dan mencari semua buku dan dokumen. Tidak akan mengubah apapun, demi kepentingan negara ini, biar itu tetap jadi rahasia.

Deok Man dan Kim yu Shin membaca semua buku di kuil Heungnyunsa dan tidak menemukan apa2. Kim Yu Shin minta Deok Man istirahat, dia akan meneruskan mencari. Kim Yu shin berkata ini Bi Jae untuk pemilihan Pungwolju, ini bukan untuk Deok Man tapi ia yang harus mencari jawabannya. Deok Man berkeras ia juga harus tahu jawabannya. Ini karena Moon Noh berpikir ia menjadi Putri Raja Silla dengan niat mencapai takhta tanpa kemampuan dan pengetahuan apapun mengenai Silla. Deok Man mengaku bahwa Moon Noh benar dan ia tidak tahu apapun mengenai Silla. Jadi ia harus tahu alasannya. Deok Man berkata sendiri, Mi shil sudah menghancurkan semua bukti dan menghabisi semua orang untuk menyembunyikan jawabannya. Kim Yu Shin pulang. Deok Man membaca surat Geochilbu untuk Raja sekali lagi.

Putri Man Myeong memberikan boneka kayu yang diukir Geochilbu untuknya sebagai hadiah. Ia memberikannya pada yu Shin siapa tahu dapat membantu. Kim Yu Shin membaca kaligrafi di belakang boneka itu dan Putri berkata Yu Shin masih bagus penglihatannya jadi ia masih bisa membaca tulisan kecil itu. Yu Shin menyadari sesuatu dan pergi. Putri Man Myeong bingung melihat Yu Shin pergi terburu-buru.

Deok Man sadar bahwa huruf di surat Geochilbu dapat dibaca secara Mu cha Ma Bang Jin yaitu dari segala penjuru. Deok Man meninggalkan kamarnya dan Kim yu Shin berlari ke tempat Deok Man. Dia melihat Deok Man tidak dikamarnya dan melihat surat dan menyadari kemana Deok Man pergi. Deok Man kembali ke ruang belajar di kuil dan melihat ke seluruh catatan. Deok Man bertemu Yu Shin yang berkata teknik kaligrafi di patung kayu ini juga menggunakan Mu Cha Ma Bang Jin.

Deok Man berkata Geochilbu sungguh jenius dengan tekniknya itu. Surat yang diberikan Geochilbu menjelang kematiannya bukan surat sederhana. Deok Man memperlihatkan kalimat terakhir dari kanan ke kiri yang tertulis : So Yeop Do Seong. Deok Man sadar ini berhubungan dengan belati Raja Jinheung yang menjadi miliknya. Deok Man mengeluarkannya. Kim Yu Shin merasa pasti ada kaligrafi mini yang tersembunyi di belati itu.

So Yeop Do Seong adalah belati Raja Jinheung

Deok Man mengeluarkan kaca pembesarnya dan membaca ukiran kecil di atas belati.

Ada 4 karakter yang membuat Deok Man heran.

Queen Seondeok Episode 33

Kemudian Deok Man melihat 4 kaligrafi :

Deok (kebajikan/berbudi tinggi), Eop (enterprise/perusahaan/negri), Il Shin (Era baru), Mang Ra (mengembangkan), Sa Bang (4 penjuru mata angin/ujung dunia).
Deok Man menyimpulkan membawa era baru untuk negara yang berbudi tinggi agar berkembang ke 4 penjuru mata angin di seluruh dunia.

Kemudian mereka tahu bahwa kata Silla diambil dari kalimat Shin (baru) dalam Deok Eop Il Shin, sedang la (jaringan) dari Mang Ra Sa Bang. Kim Yu Shin berkata jadi ini pasti maksud dari arti ke 3 Silla. Deok Man berpikir apa kalimat ini benar berarti Silla. Kemudian Kim Yu Shin menemukan kaligrafi di belati: Sam Han Il artinya 3 negara.

Deok Man kaget dengan pewahyuan ini, berarti menyatukan 3 negara Silla, Baekje, dan Goguryeo dibawah Silla. Itulah arti Silla yang ke-3.
Tiba saatnya mereka menjawab pertanyaan Moon Noh. Seok Bum berkata mereka hanya menemukan 2 arti yang sudah diketahui semua orang. Im Jong juga menjawab sama. Moon Noh membuka kesempatan untuk semua orang. Apa ada yang tahu arti yang ke-3. Deok Man melihat ekspresi Mi Shil.

Mi Shil melihat tidak ada jawaban lagi dan berkata bahwa untuk babak ini tidak ada pemenangnya. Saat Moon Noh akan mengumumkan, Kim Yu shin membaca kalimat Deok Eop Il Shin, Mang Ra Sa Bang. Deok Man melihat ekspresi Mi Shil saat Yu Shin menyatakan kalimat itu dan terlihat Mi Shil tercekat dan itu membuktikan bahwa mereka benar. Itu arti ke-3 dan Mi shil tahu. Kim yu Shin berkata Shin dan la dalam kalimat itu yang membentuk Silla.

Moon Noh berkata itu adalah jawaban yang benar, lalu apa artinya. Kim Yu Shin berkata untuk membawa era baru dari negara kesatuan yang besar yang berkembang dari 4 penjuru bumi di dunia. Lalu Moon Noh bertanya pada Yu Shin arti lebih dalamnya. Kim Yu Shin terlihat ragu2. Moon Noh mendesak agar Kim Yu Shin memberikan jawaban. Kim Yu Shin menahan kebenarannya mengenai rencana penyatuan dan berkata bahwa kalimat itu benar berarti seperti yang tertulis. Tidak ada maksud lainnya. Moon Noh terlihat kecewa dan Deok Man melihat Mi shil yang pucat.

Moon Noh biarpun sedikit kecewa dapat menerima penjelasan Yu Shin dan berkata bahwa dalam Bi Jae yang lalu2, para Hwa Rang melakukan duel dan pertempuran untuk menghormati dan mengingat rencana Raja Jinheung yang sebenarnya dibalik pendirian Hwa Rang, dan itu sudah dilupakan, jadi Moon Noh memutuskan untuk mengajukan pertanyaan itu dalam Bi Jae kali ini. Sudah takdir dan keberuntungan kalau Kim Yu shin menemukan arti yang sebenarnya dari Silla. Moon Noh mengumumkan bahwa babak ke III akan diadakan 10 hari lagi, biarlah arti Hwa Rang tersimpan dalam hati dan jiwa mereka. Moon Noh menyatakan Kim Yu Shin sebagai pemenangnya.

Joo Bang dkk resimen Yonghwa punya kesempatan untuk membalas nangdo lain. Dia bahkan minta salah satu nangdo yang bernama San Tan untuk mengubah namanya menjadi Chon Dak (orang desa yg bodoh) karena mereka tidak mengerti arti ke-3. Bagaimanapun mereka berdebat, Kim Yu Shin yang memenangkan babak II.

Sekarang posisi satu sama. Para nangdo saling mengejek dan ada yang berkata Yu Shin tidak tahu apa2 tentang pertempuran, ia hanya tahu memukuli batu dsb. Go Do bertanya pada Sam Tak apa ia kelebihan sensor yang rasanya asam. Sam Tak tdk mengerti dan Joo Bang mengoloknya. Mereka saling mengolok. Sampai Deok Man muncul.

Joo Bang melihatnya dan menemui Deok Man. Joo Bang berkata ia senang sekali Kim yu Shin menang babak ini. Deok Man tidak menggunakan kalimat resmi saat berbicara dengan Joo Bang. So Hwa berpikir tidak pantas berbicara seperti itu. Joo Bang berkata tidak apa2 karena mereka sudah dekat. Lalu Joo Bang mengalihkan perhatian pada So Hwa dan senang melihat So Hwa sudah dapat berbicara dan ternyata So Hwa sangat cantik. Deok Man tersenyum saat Joo Bang membuat So Hwa tersipu-sipu. So Hwa melihat Joo Bang dan Joo Bang berdebar mendengar suara So Hwa dan resimen Yonghwa yang lain menjadi heran melihat Joo Bang karena bertingkah aneh.

Ha jong kecewa dengan hasil babak II. Mi Saeng heran melihat ekspresi Moon Noh sepertinya ia benar2 tidak tahu arti ke-3. Mi Saeng berkata, Moon Noh itu orang jujur dan tidak mungkin langsung mengarahkan niatnya jika ia ingin Kim Yu Shin menang dalam Bi Jae ini. Bukan karakter Moon Noh. Se Jong berkata apa Moon noh benar2 berniat menemukan arti ketiga dari Silla. Mi Shil berpendapat sebaliknya, Kim Yu Shin dan Putri Deok Man sekarang sudah tahu artinya. Mi Saeng bertanya jika mereka tahu mengapa mereka tidak mengatakannya. Mi Shil mengingatkan mereka bahkan jika keduanya tahu artinya, mereka tidak akan mampu mengatakan jawabannya. Ha jong berkata Bi Jae benar2 kompleks.

Mi Shil berpikir, apa Moon Noh mencoba mengatakan sesuatu pada Deok Man atau dia mencoba berkata bahwa Deok Man tidak memenuhi syarat untuk ambisi itu dan apa maksud Moon Noh dengan pertanyaannya itu.

Deok Man menemui Moon Noh. Moon Noh menanyakan maksud kedatangannya. Deok Man datang dan berkonsultasi masalah kalimat itu. Moon Noh terdiam. Kim Seo Hyeon heran saat Yu Shin tahu kalimat itu. Mengapa Yu Shin tidak mengatakan artinya. Yu Shin berkata ia tidak berhak mengatakannya.

Deok Man menghadapi keberatan Moon Noh atas pengangkatannya sebagai Ratu Silla mungkin saja ia mampu melaksanakan ambisi besar itu sebagai Penguasa. Moon Noh berkata ini bukan masalah gender, Moon Noh minta maaf ia percaya wanita juga mampu memegang kekuasaan dengan baik, Mi Shil contohnya. (Tirza: woman power..rocks!). Kemudian Deok Man bertanya lalu apa alasannya.

Moon Noh berkata mereka sekarang mendiskusikan mengenai ambisi besar dan mengapa Deok Man mengacu pada keuntungan pribadinya.

Deok Man berkata saat Raja Jinheung menemui ajalnya, ambisi ini telah membuat Raja Jinheung sangat prihatin atas masa depan dari negrinya, sehingga ia berkeringat dingin dan gemetar karena negrinya akan musnah dan lenyap karena lemah dan tidak berdaya dan ia takut negri ini akan lenyap dari sejarah. Itu yang dirasakan Raja Jinheung sebelum kematiannya. Deok Man berkata Mi Shil tidak akan mengorbankan keuntungan pribadinya dan mempertaruhkan semuanya untuk ambisi besar ini demi kemajuan Silla karena ambisi ini sangat mustahil. Ini karena ia tidak memiliki darah Seonggol yang akan memaksanya untuk mengambil tantangan itu. Deok Man berkata ia benar2 Seonggol dan jika itu tidak ada artinya untuk Moon Noh, paling tidak ini adalah batu loncatan untuknya agar dapat mencapai visi yang Moon Noh maksudkan.

Deok Man berkata bahwa Moon Noh perlu mempertimbangkan apa yang akan ia lakukan untuk masa depan bangsanya. Apakah Moon Noh ingin otoritas kerajaan yang besar atau diserahkan pada para bangsawan yang akan menentukan masa depan negri ini. Moon Noh mengiyakan tentu saja di tangan Otoritas kerajaan tapi bukan Ratu. Sementara itu, Kim Yu Shin berkata pada orang tuanya bahwa mereka harus menjadi cakar naga. Kim Seo Hyeon bertanya apa mereka harus ditentukan jalannya, seperti yang dilakukan Raja Guhae (penguasa terakhir Geumgwan Gaya, Raja ke-10 Daegaya. Raja Guhae adalah kakek buyut Kim Yu Shin).

Kim yu Shin berkata mereka harus mengerti mengenai bangsawan Silla dan semua keluarga Silla yang lain sehingga mereka dapat mengalahkan mereka dengan kesabaran dan ketahanan. Mereka harus berhasil mencapai takhta Silla dan menurunkan ambisi mereka, sebagai hasilnya mereka akan mendapat banyak. Putri Man Myeong mengingatkan Yu Shin, bahwa sementara Yu Shin melayani Putri Deok Man ia memiliki kesempatan untuk menjadi menantu Raja, dia akan memiliki akses menduduki takhta. Kim Yu Shin berkata itu tidak akan terjadi. Bagaimana seseorang keturunan Gaya akan dapat duduk di takhta Silla. Kemudian semua bangsawan Silla akan mendukung Mi Shil dan akan memberontak dan mereka dapat memicu perang antara Gaya dan Silla. Kim Yu Shin berkata pada ayahnya, mereka harus mempertaruhkan hidupnya, dia akan bersedia menerima segalanya dengan semua resikonya tapi ia tidak memiliki alasan untuk menggunakan rakyat Gaya sebagai taruhannya. satu2nya solusi adalah mereka berdiri disisi Putri Deok Man dan mendukungnya untuk menduduki takhta. Ini satu-satunya cara agar rakyat Gaya dapat bertahan di Silla.

Kim Yu Shin berkata bahwa takhta Silla tidak akan pernah menjadi miliknya, tapi mereka dapat menjadi tokoh penyatuan Silla. Kim Yu Shin ingin mengambil peran penting dalam penyatuan Silla biarpun ia tidak akan hidup untuk melihat apa yang telah ia capai.

Debat antara Deok Man dan Moon Noh masih berlanjut.
Moon Noh bertanya mengapa Deok Man percaya bahwa wanita bisa menjadi penguasa tapi mengapa belum ada wanita yang berkuasa sebelumnya.(Tirza: ada loh..Ratu Izebel dari Babel, terus Cleopatra, Ratu Sheba dari Selatan…haha, Moon Noh blom lahir sih..). Moon Noh bertanya mengapa Deok Man percaya bahwa Raja Nulji (Raja ke-19 Silla) membuat perintah bahwa takhta hanya untuk keturunan pria. Ini untuk menghindari lebih banyak konflik politik. Karena jika wanita yang menjadi Ratu, maka akan ada perebutan diantara bangsawan untuk menjadi Pangeran Pendamping Ratu.

Moon Noh memberi contoh, saat Deok Man membangun Cheomseongdae dengan tujuan untuk meneliti bintang, rakyat datang untuk meminta berkat, mereka berharap keinginannya terkabul. Seperti meminta anak lelaki. Moon Noh bertanya apa Deok Man berharap orang2 ini mau menerima penguasa wanita. Deok Man berharap dapat mencapai ambisi besar tapi akan memecah sentimen publik dan memecah mereka apa ia merasa ambisi ini dapat tercapai.

Moon Noh berkata saat ini, mereka sudah memiliki ahli strategi wanita yang belum pernah ada, yaitu Mi Shil, ia adalah kandidat untuk mencapai ambisi itu. Deok Man berkata Mi Shil tidak akan pernah dapat mencapainya, Moon Noh bertanya mengapa, apa karena ia bukan Seonggol. Bukan itu, karena Mi shil tidak memiliki ambisi itu. Mi Shil mungkin berkualitas sebagai penguasa tapi ia tidak pernah terinspirasi atas takhta dan itulah mengapa ia tidak akan pernah bisa menjadi penguasa. Mereka yang memiliki ambisi akan mencoba untuk melakukan segalanya demi tercapainya ambisi itu tidak peduli apa yang akan terjadi dan akan mencari cara untuk melakukannya.

Deok Man berkata ia akan membuat kemarahan yang ada dalam dirinya menjadi kekuatan untuknya. Kemarahannya akan dapat menenangkan orang2 yang ditekan Mi Shil. Kedua, dengan darah Seonggolnya, ia akan dapat mengendalikan bangsawan. Moon Noh bertanya yang ketiga apa? Yang ketiga adalah Moon Noh sendiri. Deok Man berterima kasih pada 2 pertanyaan Moon Noh dan berkata ia sudah menemukan jalannya dan akan meneruskan perjalanannya. Moon Noh bertanya apa itu mungkin.

Deok Man berkata meskipun itu adalah ambisi yang tidak masuk akal tapi dia akan membuat ambisi itu sebagai mimpi Silla untuk dicapai. Ia akan mengubah semua mitos dan legenda yang tidak bisa dibandingkan dengan ambisi ini. Moon Noh bertanya dengan apa. Deok Man menjawab dengan harapan. Moon noh kaget dengan jawabannya. Deok Man berkata, apa kau orang Silla, pejuang atau bahkan Hwa Rang, pasti ada sesuatu yang membakar hatimu untuk suatu resolusi bahwa tidak ada yang dapat memusnahkannya.

Deok Man berkata biarpun Moon Noh berkata dia tidak mungkin bisa mencapainya, Deok Man akan membuat ambisi besar Silla menjadi sebuah harapan. Kim Yu shin berkata mereka harus percaya bahwa nantinya mereka akan menyatukan 3 kerajaan menjadi satu, ini satu-satunya cara untuk membawa keselamatan bagi rakyatnya Gaya, untuk Deok Man dan negeri Silla. Kim Seo Hyeon mengangguk setuju.

Deok Man berkata pada Moon Noh, bahwa penyatuan tiga kerajaan adalah harapan untuknya, para bangsawan, dan rakyat. Harapan atas tanah yang luas yang akan membuat kehidupan menjadi lebih baik dan cerah dan kelimpahan atas tanah yang bersatu. Deok Man bertanya apakah itu benar arti dari Deok Eop Il Shin, Mang Ra Sa Bang. Kim Yu Shin berkata pada dirinya, dia harus menjadi Pungwolju dengan cara apapun.

Joo Bang sedang bercanda dengan Go Do saat ia melihat So Hwa diluar kediaman Moon Noh. Go Do bertanya mengapa Joo Bang tidak menemuinya, Joo Bang hanya bergumam, So Hwa terlihat lebih cantik sekarang. Dae Pung mengingatkan, So Hwa adalah pengasuh Putri Deok Man. Go Do aneh melihat reaksi Joo Bang, ia tidak pernah melihat Joo Bang spt ini. (Tirza: that’s call: love struck..). Joo Bang memberanikan diri dan mendekati So Hwa dan ragu2 berbicara. So Hwa berpikir Joo bang ingin bertemu Deok Man. Saat Joo Bang mencoba berbicara dengan So Hwa, Chil Sook datang dan mendekati So Hwa, tiba2 terlihat seperti cinta segitiga.

So Hwa bertanya apa maksud kedatangan Chil Sook. Chil Sook berkata ia akan mendiskusikan masalah Bi Jae dengan Moon Noh. So Hwa berkata saat ini Moon Noh sedang bersama Deok Man. Moon noh mengerti dan Deok Man meninggalkan kediamannya. Deok Man melihat Chil Sook. So Hwa dapat merasa bahwa situasinya menjadi tegang dan berkata apa Deok Man ingin kembali ke kediamannya. Deok Man berkata ia akan ke kuil Putri Cheon Myeong. Deok Man hanya melirik sedikit pada Chil Sook saat melewatinya. So Hwa berbalik dan menatap seseorang. Joo Bang berpikir So Hwa melihatnya, tapi sebenarnya ia melihat Chil Sook. Joo bang heran dengan pandangan Chil Sook pada So Hwa.

Deok Man menghadap lukisan Putri Cheon Myeong, berdoa untuk kakaknya yang benar dirindukannya dan meminta dukungan kakaknya apa ia dapat menyelesaikan tugasnya dan akan membuatnya terjadi dan akhirnya dapat menyatukan ketiga negara. Sementara itu Bi Dam memikirkan pertanyaan mengenai penyatuan 3 negara dan sadar ini adalah yang sudah dipersiapkan Moon Noh selama ini.

Bi Dam ingat saat ia masih muda dan bertanya apa yang sedang mereka persiapkan dengan pergi ke wilayah beresiko seperti Goguryeo dan bahkan ke Baekje. Moon Noh berkata sekarang belum saatnya untuk menyatakan diri dan ia melakukan ini semua sebagai persiapan untuk Bi Dam dan dia hanya perlu menunggu saat itu tiba. Bi Dam muda tidak dapat mengerti maksud gurunya. Moon Noh berkata Bi Dam harus terus berlatih dengan pelajaran bela dirinya dan Moon Noh tidak akan membuatnya menjadi sia-sia. Bi Dam berkata ini semua untuknya, Moon Noh mengiyakan. Bi Dam bertanya apa buku itu miliknya juga, Moon Noh mengiyakan. Moon Noh minta Bi Dam mempelajari buku Wi Ryeong Gong Pyeon (15 kata2 bijak Kong Hu Cu pada Raja Gao Yun atau wei Ling Gong, Raja yang jahat)

Bi Dam mempelajari buku itu dan Moon Noh bertanya apa artinya. Kemudian Bi Dam kecil menunggu Moon Noh di tempat minum. Wanita penjaga disana berkata Moon Noh belum datang. Kemudian Bi Dam akan kebelakang. Wanita itu bertanya jika Bi Dam mau kebelakang mengapa membawa bungkusan, Bi Dam berkata bungkusan ini berisi barang yang sangat berharga untuknya. Beberapa orang mendengarnya dan ingin mencuri bungkusan Bi Dam. Bi Dam kecil berusaha mempertahankan barangnya tapi kalah.

Saat Moon Noh datang, pemilik kedai minum menceritakan kejadian itu dan ia berkata Bi Dam mencari orang2 yang sudah mengambil barangnya. Moon Noh berkata bagaimana wanita itu dapat memberikan tempat orang2 itu pada Bi Dam. Wanita itu berkata Bi Dam akan menukarnya dengan makanan jadi ia berpikir mereka tidak akan melukai Bi Dam. Moon noh berkata apa orang2 itu akan menerimanya begitu saja, hanya dengan makanan. Moon Noh bertanya dimana persembunyian mereka.

Moon Noh mencari Bi Dam dan sampai ke sebuah gua. Ia melihat orang2 terbaring dan meraung sekarat. Ia melihat Bi Dam kecil terbaring pingsan. Moon Noh membawa Bi Dam keluar dan bertanya apa ia baik2 saja. Bi Dam kecil mulai sadar dan berkata ia sudah membunuh mereka semua. Moon Noh kaget apalagi saat Bi Dam berkata ia menaruh racun Chu Do dalam makanan mereka dan meracuni mereka semua.

Bi Dam kecil berkata bahwa Moon Noh berkata tidak seorangpun boleh melihat barang ini. Moon Noh benar2 shock dan bertanya apa Bi Dam meracuni mereka dengan racun. Bi Dam berkata mereka menyerangnya dan memukulinya lalu mencuri barangnya dan mereka tidak boleh melihat isinya jadi mereka harus dibunuh. Bi Dam berkata saat ia memberikan makanan dan mereka menyantapnya dengan cepat tanpa curiga dan tidak tahu makanan itu beracun. Moon Noh melihat ke dalam gua dan pemandangannya seperti pembantaian besar2an. Isi bungkusan itu adalah peta dan topografi wilayah 3 kerajaan. Bi Dam kecil melihat buku itu dan tertawa.

Kembali ke masa kini, Bi Dam pergi ke kuil Deok Il Sa dan menemui bhiksu. Bi Dam berkata gurunya memintanya mengambil buku dari kuil ini. Bhiksu ragu2 karena Moon Noh tidak akan mengijinkan orang masuk ke kamar itu. Bi Dam beralasan gurunya sibuk dengan urusan negara di istana dan tidak bebas keluar. Bi Dam menambahkan bahwa gurunya ingin memberikan buku itu pada Raja Jinpyeong dan Bi Dam dikirim untuk mengambilnya. Bhiksu itu memikirkan sejenak, kemudian mengijinkan Bi Dam masuk.

Bi Dam masuk ke kamar, dan tahu apa yang ia cari. Bi Dam membuka buku dan mengeluarkan petanya dan topografi 3 negara, bab I dan Bi Dam membaca keseluruhan halaman. Bi Dam menyadari bahwa inilah yang dipersiapkan Moon Noh untuk menyatukan 3 kerajaan dan ia berkata gurunya melakukannya untuk kepentingan dirinya? Kemudian saat melihat lagi, ia menemukan 2 amplop dan membukanya dengan judul In Myeong atau tanggal kelahiran.

In Myeong adalah nama yang diberikan untuk Deok Man saat lahir, dan tanggal lahirnya adalah pada tahun Anjing air 602 M, bulan Shimmyo atau Februari tanggal 14 kalender bulan (atau 15 Masehi) pada jam 9-11 malam.

Bi Dam membacanya dan bertanya-tanya siapa In Myeong, kemudian membuka amplop satunya dengan nama Hyeongjong.

HyeongJong adalah nama Bi Dam sebagai Pangeran. Lahir pada tahun 584 M, tahun pertama Geon Bok, tanggal 7 bulan 7 kalender bulan (Chil Seok), jam 23.00 – 01.00. (Tirza : ada discrepancy di sini, kalo benar berarti Bi Dam ama deokman selisih 18 th, knp ada adegan Bidam yang balita mengelus deokman yg masih bayi? hrsnya Bidam 18th, baru deokman lahir…confuse mode on..)

Bi Dam membaca tanggal lahirnya dan bertanya siapa Hyeongjong dan ia ingat So Hwa pernah berkata tidak mungkin mengijinkan Bi Dam menikah dengan Deok Man karena mereka tahu anak siapa Bi Dam itu.

Bo Jong sedang berlatih dan beristirahat saat Seok Bum masuk dan bertanya apa yang ia pikirkan. Kim Yu Shin heran dengan kunjungan Mi Shil dan ia memberi salam pada Mi Shil. Mi Shil berkata besok adalah final Bi Jae. Seok Bum bertanya apa insiden di distrik Iseo masih mengganggu Bo Jong. Seok Bum berkata tidak perlu cemas karena saat itu ia terluka. Bo Jong mengamati tangannya dan berpikir apa mungkin kekalahannya waktu itu karena tangannya.

Kim Yu Shin heran karena Mi Shil menasihatinya. Mi Shil minta Yu Shin bersungguh-sungguh, karena 10 orang akan menghadapi 1 orang sebagai rival mereka. Mereka tidak mempertaruhkan hidupnya hanya untuk seorang pria dan pertempuran hidup mati. Tapi jika seorang pria menghadapi 10 orang lawan situasinya akan berbeda, ini merupakan panggilan bagi pria itu untuk mempertahankan hidupnya agar dapat bertahan dengan alasan tidak ada seorangpun kecuali pria itu untuk menghadapi lawan yang banyak dan itu akan memberikan perbedaan besar bagi orang itu. Bagi yang menang akan memberikan kepercayaan diri besar dan kepastian untuk menang menghadapi lawan lagi.

Bo Jong berkata pada Seok Bum tentang kejadian di ditrik Iseo bahwa tidak penting ia kalah atau menang tapi Bo Jong dikalahkan karena dia tidak memiliki tujuan dan keinginan untuk mempertahankan hidupnya seperti Kim Yu Shin. Mi Shil berkata begitulah keadaan hati manusia. Mi Shil berkata bahwa Bo Jong bagaimanapun adalah lawan yang lemah, bukan berarti ia tidak terkalahkan dan kuat, jadi ia menasihati Yu Shin agar jangan bimbang dengan tujuannya.

Kim Yu Shin bertanya apa tujuan Mi Shil menasihatinya. Mi Shil tidak suka melihat segala sesuatu yang berat sebelah. Jika Yu Shin kalah maka ia akan jengkel sekali karena ia berharap melihat pertempuran yang mati-matian dan kejam. Alasan lainnya adalah ia tidak bermaksud bermusuhan dengan Kim Yu Shin. Mi Shil pergi setelah selesai berbicara. Bo Jong berkata bahwa untuk pertama kalinya dalam hidupnya dia akan mempertaruhkan semuanya untuk menang dalam Bi Jae ini. Seok Bum mengangguk.

Kim Yu Shin berlatih memukul saat Wyol Ya dan Seo Ji yang berpakaian Hwa Rang datang. Wyol Ya berkata setelah Yu Shin membantunya menjadi anak angkat ayahnya Kim Seo Hyeon, dia juga menjadi Hwa Rang. Kim yu Shin berkata sekarang mereka saudara.

Wyol Ya berkata sekarang ia sudah memasuki Seorabeol dan karena Yu Shin akan memenangkan Bi Jae dan menjadi Pungwolju maka mereka dapat menambah kekuatan. Kim Yu Shin berkata masih terlalu cepat. Wyol Ya menasihati Yu Shin agar mengikat pernikahan dengan Putri Deok Man dan meraih mahkota Silla dengan jalan sebagai menantu Raja, bukankah itu alasan Yu Shin membantu Deok Man menjadi Ratu. Kim Yu Shin berkata ia tidak berniat melakukannya. Wyol Ya berkata iya dia tahu Yu Shin tidak berniat melakukan itu, tapi ia akan memberikan dukungan pada Yu shin jika diperlukan karena mereka sebangsa. Tidak soal, mahkota akan jatuh ke tangan Yu Shin atau dirinya, ia tidak masalah asal ada keturunan Gaya duduk di takhta Silla, jadi Kim Yu Shin harus menang dan menjadi Pungwolju demi kepentingan Gaya. Wyol Ya pergi.

Deok Man melihat Yu shin yang berlatih dari jauh kemudian Bi Dam menyelinap dibelakangnya dan bertanya apa Kim Yu Shin akan memenangkan Bi Jae, Deok Man menoleh ke belakang. Bi Dam meyakinkan Deok Man jika Yu shin menghadapi Bo Jong seperti terakhir kali di distrik Iseo maka tidak perlu cemas, Bo Jong tidak ada apa2nya. Deok Man berkata ini beda karena ini Bi Jae. Situasinya benar2 berbeda dengan waktu di distrik Iseo. Bo Jong belum pernah kalah sebelumnya. Deok Man berkata Kim yu Shin harus menjadi Pungwolju.

Seol Won Rang datang dan melihat Bi Dam yang memberikan bunga untuk Deok Man. Deok Man bertanya untuk apa bunga itu. Bi Dam bertanya bukankah ini hari ulang tahun Deok Man jadi ia memetiknya saat perjalanan kesini. Bi Dam berkata biasanya wanita suka bunga. Deok Man berkata untuk apa bunga (well..Deok Man was grown up in a desert, and spent most of her time as a boy..Bi Dam). Deok Man bertanya apa yang dilakukan dengan bunga. Bi Dam berkata bunga ini bisa dimakan (bwa ha..ha tapi benar juga kaya bunga pepaya gitu ya..) atau digunakan sebagai hiasan baju. Deok Man berterima kasih bagaimanapun juga dan berkata ini bukan ulangtahunnya.

Deok Man berkata ia lahir hari ke 14 Jeongchuk bulan Februari. Bi Dam teringat dengan surat yang ia temukan (smart.).Bi Dam berkata ia berpikir hari ini adalah ulang tahun Deok Man dan berkata ia bodoh. Deok Man berkata ia mengenakan baju pria begitu lama dan dia tidak pernah benar2 merasa sebagai wanita tapi Bi Dam menyadarkannya. Bi Dam berbisik pada Deok Man bahwa ia perlu belajar seperti Kim Yu Shin dan Al Cheon dan minta Deok Man mengijinkannya untuk belajar di perpustakaan istana karena ia ingin belajar. Deok Man setuju dan Bi Dam ingin segera belajar. Deok Man dan rombongannya pergi. Seol won menyaksikan keduanya dari jauh.

Deok Man membawa Bi Dam ke perpustakaan. Deok Man sudah berpesan pada penjaga jadi ia berkata pada Bi Dam, bahwa Bi Dam bebas membaca semua buku. Deok Man pergi. Bi Dam mulai memeriksa setiap rak. Kemudian Bi Dam menemukan Guksa saat Raja Jinji memerintah, kemudian membacanya. Ia menemukan pada tahun pertama Geonbok (584 M), Chil Seok tanggal 7 bulan 7 kalender bulan, seorang pangeran lahir untuk Raja Jinji dan Mi Shil, dinamakan Hyeongjong. Bi Dam melacak nama Hyeongjong dikertas dan menyimpannya. Kemudian mengembalikan buku itu kembali ke raknya dan pergi. Seol Won Rang kemudian masuk ke perpustakaan dan memeriksa, ia menemukan buku itu dikembalikan di rak dengan susunan yang salah dan Seol Won Rang melihat buku itu telah dikacaukan dan ia memeriksa tiap halamannya dan menemukan kolom yang berisi Hyeongjong.

Bi Dam bertemu Mi Shil. Saat Mi Shil melewatinya dia menanyakan apa namanya Bi Dam dan ia adalah murid Moon Noh. Bi Dam membenarkan. Mi Shil berkata Moon noh telah mengajari Bi Dam dengan baik, ia cepat dan cerdas. Bi Da berkata ia masih kalah dibanding Mi Shil. Mi Shil bertanya apa ia membuat perbandingan dengannya. Bi Dam tertawa dan bertanya memangnya tidak boleh membandingkan diri. Bi Dam berkata gurunya tidak pernah benar2 suka dengan perbuatannya dan melihatnya sebagai anak bandel dan berkata ia berhati dingin dan tanpa ragu2 akan membunuh jika teprovokasi. Bi Dam pernah dibilang ia memiliki kecenderungan mirip dengan Mi Shil. Mi Shil bertanya apa memang benar bahwa Bi Dam dapat membunuh dengan begitu saja. Bi Dam berkata dia tidak tahu tapi setiap ia membunuh, kesedihannya berubah menjadi senyuman dan ia bertanya apa ini maksud Mi Shil. Mi Shil minta Bi Dam tidak menertawakannya tapi sedikit senyuman sudah cukup. Ini akan membuatmu telihat lebih kuat. Bi Dam memperlihatkan sedikit senyuman di bibirnya dan bertanya apa ini maksud Mi Shil. Mi Shil pergi tapi ekspresinya benar2 terganggu.

Mi Shil duduk di kediamannya dan dapat merasakan siapa Bi Dam sebenarnya dan ia shock. Bi Dam melihat dan berkata jadi ini benar Mi Shil. Seol Won Rang bertemu Bi Dam dan Bi Dam memberi salam. Bi Dam menemui Moon Noh yang marah besar dengan kelakuan Bi Dam. Bi Dam mengingatkan gurunya bahwa buku itu adalah miliknya. Bukankah guru pernah berkata semua itu demi dirinya. Jika benar, mengapa Bi Dam tidak boleh melihatnya. Moon Noh benar2 marah tapi Bi Dam memotong kemarahan gurunya dan berkata ia akan mengikuti Bi jae besok pagi. Moon noh heran mengapa ikut Bi Jae. Jika ia ikut Bi jae, maka Moon Noh akan mengusir Bi Dam dan tidak mengakui Bi Dam sebagai muridnya. Bi Dam berkata memangnya Moon Noh pernah menganggapnya sebagai murid, jika ia tidak pernah mengangkatnya sebagai murid, maka Moon Noh juga tidak dapat mengeluarkannya. Apa ini karena insiden waktu itu, itu karena aku masih kecil kata Bi Dam. Moon Noh berkata dalam hati, justru karena kau masih kecil dan melakukan hal seperti itu, maka Moon Noh tidak tahu bagaimana mendidik Bi Dam.

Bi Dam berkata sejak insiden itu, ia hanya murid secara kulitnya saja tapi Moon Noh tidak pernah menunjukkan kehangatan seorang guru pada muridnya. Orang yang telah ia anggap sebagai ayah tiba-tiba menjadi orang asing baginya. Paling tidak Moon Noh dapat berkata apa kesalahannya. Bi Dam hanya ingin Moon Noh memujinya. Moon Noh bertanya apa Bi Dam hanya peduli dengan tanggapan Moon Noh daripada merasakan penyesalan atau belas kasihan. Bi Dam bertanya apa karena alasan ini dari sejak saat itu dan sampai sekarang bahwa Moon Noh selalu memperlihatkan ketakutan pada Bi Dam. Bi Dam bertanya apa ada di dunia ini seorang guru takut dengan muridnya sendiri. Bi Dam pergi dan mengingatkan Moon Noh bahwa dulu ia hanya anak kecil, paling tidak Moon Noh dapat memeluknya sekali dan pergi. Moon noh berteriak memanggilnya dan ia terduduk kembali di kursinya.

Bi Dam lari cepat kemudian tangisnya mulai pecah (oh my…). Kemudian Bi Dam lari ke kuil Putri Cheon Myeong mencari Deok Man. Deok Man bertanya ada apa. Bi Dam berkata bahwa ia akan ikut Bi Jae besok. Deok Man bertanya apa yang ingin dilakukan Bi Dam. Bi Dam berkata ia akan membuat Kim Yu Shin menjadi Pungwolju.

Besoknya, Ho Jae mengumumkan Bi Jae akan dilaksanakan pada jam 11.00-13.00 siang. Akan diberikan pedang kayu istimewa dari Kementerian Pertahanan. Jika ada yang jatuh dan tidak mampu berdiri akan dianggap kalah dari Bi Jae. Jika ada 2 pemenang maka akan diberikan pada Moon Noh dan Chil Sook untuk diputuskan siapa pemenangnya. Bi Jae ini akan memilih Pungwolju baru dan tidak hanya untuk para Hwa Rang di Seorabeol tapi seluruh Hwa Rang dapat ikut serta.

Chil Sook bangun saat Ho Jae mengumumkan untuk menghormati Chil Sook sebagai Wonsanghwa. Bi Dam menuju Bi Jae. Deok Man membakar dupa untuk berdoa bagi Cheon Myeong. Deok Man berkata bahwa putra Cheon Myeong yaitu Kim Chun Chu akan segera tiba di Seorabeol. Deok Man berkata ia sedikit takut dan cemas dan bertanya apa dia akan baik2 saja. Deok Man juga berkata hari ini adalah Bi Jae babak III. Mereka berharap Kim yu Shin akan menjadi Pungwolju. Deok Man ingat Bi Dam meyakinkannya dan itu juga harapannya kalau Kim Yu Shin menjadi Pungwolju.

Para Hwa Rang mengambil undian. Seok Bum mendapat no.31, lalu Yu Shin dipanggil. Kim Yu Shin mendapat no.1. Al Cheon berkata Kim Yu Shin akan bertemu Baek Eui untuk putaran pertama. Bo Jong berharap Kim Yu Shin akan bertemu dengannya di pertandingan final. Seok Bum mengejek apa Kim Yu Shin dapat bertahan sampai final. Bo Jong berkata pada Kim Yu Shin untuk berusaha sampai final kemudian mereka akan menentukan siapa yang akan menang diantara mereka. Kemudian Bi Dam menerobos gerbang Hwa Rang dan masuk seperti miliknya sendiri.

Guk San Heun berlari menemui Deok Man dan memintanya datang ke lokasi Bi Jae karena sesuatu sudah terjadi. Sementara itu Ho Jae bertanya apa yang diinginkan Bi Dam dengan muncul di sini tanpa diundang. Bi Dam mengumumkan bahwa ia ikut serta dalam Bi Jae. Deok Man kaget melihat Bi Dam di lokasi Bi Jae dan heran apa yang akan dilakukan Bi Dam

Queen Seondeok Episode 34

Deok Man kaget melihat Bi Dam. Guk San Heun berkata bahwa Bi Dam sekarang sedang minta ijin dari Wonsanghwa (Chil Sook) untuk mengijinkannya mengikuti Bi Jae.

Se Jong bertanya apa mereka yakin bahwa Bo Jong akan dapat menjadi Pungwolju. Ha Jong berkata, Bo Jong tidak pernah kalah dalam Bi Jae. Seol Won berkata tidak ada jaminan kemenangan, dalam pertandingan bela diri selalu ada kejutan. Ha Jong berkata apa mereka perlu mempersiapkan sesuatu siapa tahu Bo Jong gagal.

Mi Saeng masuk dengan bersemangat. Mi Shil bertanya ada apa, Mi Saeng mengatur nafasnya dan berkata saat ia menuju tempat ini, ia melihat Bi Dam. Bi Dam menerobos gerbang Hwa Rang dan bermaksud ikut Bi Jae. Se Jong berkata bagaimana Bi Dam berani melakukan itu. Seol Won berkata, sebagai murid Gukseon dia punya kualitas untuk ikut Bi Jae. Ha Jong bertanya apa Bi Dam benar murid Moon Noh atau hanya pelayan saja. Mi Shil diam saja.

Ho Jae berkata pada Bi Dam Bi Jae ini adalah terbatas hanya untuk para Hwa Rang. Ho Jae bertanya apa hak Bi Dam. Bi Dam berkata ia murid Guk Seon. Bi Dam berkata sebagai murid Guk Seon, ia memiliki posisi sebagai Hwa Rang dan hak untuk mengikuti Bi Jae. Ho Jae berkata sudah ada konfirmasi 32 orang Hwa Rang dari perwakilan seluruh negeri. Meskipun Bi Dam memenuhi syarat tapi ia terlambat dan tidak sesuai standar prosedur Hwa Rang. Salah seorang Hwa Rang berkata ini permintaan yang tidak adil, karena mereka semua memenuhi syarat dan sudah berkompetisi dari jauh2 hari. Mereka hanya dengar Bi Dam murid Guk seon dan meskipun benar ia murid Guk Seon, tetap bertentangan dengan dasar2 Hwa Rang. Semua minta Bi Dam pergi.

Bi Dam kemudian mendekati salah seorang Hwa Rang dan meludah di dekatnya dan minta ia keluar dan memprovokasi orang itu. Hwa Rang itu bertanya apa mau Bi Dam dan ia merasa terhina, ia menghunus pedangnya. Bi Dam menyerang Hwa Rang itu dengan kecepatan yang luar biasa sehingga jatuh. Kemudian Bi Dam berkata pada Ho jae bahwa Hwa Rang yang jatuh ke tanah tidak layak mengikuti Bi Jae. Dia bertanya apa ia dapat menggantikannya. Joo Bang dan Go Do menyelinap keluar. Ho Jae berpikir bahwa Bi Dam sungguh berani menggunakan segala cara untuk ikut bertanding. Bi Dam bertanya apa ada yang melihat bahwa Hwa Rang inilah yang menghunus pedangnya dulu.

Moon Noh kaget sekali saat Joo Bang dan Go Do menghadapnya dan memberitahu apa yang dilakukan Bi Dam. Joo Bang minta Moon Noh melihat karena Bi Dam berkata ia murid Guk Seon dan ingin ikut Bi Jae. Moon Noh bertanya Joo Bang yakin Bi Dam mengaku ia muridnya, Joo Bang membenarkan.

Chil Sook berdiri dan bertanya apa Bi Dam benar murid Gukseon. Lalu Moon Noh datang dan bertanya ada apa. Ho Jae berkata bahwa Bi Dam mengaku sebagai murid Gukseon dan ingin ikut Bi Jae. Chil Sook berkata jika Bi Dam memang benar murid Guk Seon, maka ia berhak mengikuti Bi jae, maka jika Moon Noh membenarkan ia akan mengijinkan Bi Dam ikut. Moon Noh dan Bi Dam saling menatap dan berbicara dengan matanya. Bi Dam memperlihatkan bahwa ia harus mengikuti Bi Jae ini. Moon Noh berkata Bi Dam memang benar muridnya. Akhirnya Ho Jae mengumumkan Bi Dam akan ikut Bi Jae. Bi Dam akan menggantikan Hwa Rang yang jatuh tadi. Ho JAe memperkenalkan Bi Dam : Hwa Rang Bi Dam dari resimen Mu Myeong Ji Do atau resimen tanpa nama.

Bi Dam berterima kasih atas ijin berpartisipasi. Ho Jae mengumumkan bahwa ke 32 peserta sudah ditetapkan dan Bi jae akan diadakan siang ini. Mi Saeng berkata bahwa Dae Nam Bo akan segera tiba di Seorabeol. Mi Shil bertanya kapan tepatnya. Mi Shil mendengar bahwa Kim Chun Chu sudah sampai Danhangseong (perbatasan Silla kuno, sekitar 2 jam dari Seoul) mereka sudah menunggu Kim Chun Chu di Seorabeol.

Mi Saeng berkata ia akan memperingatkan Dae Nam Bo nanti jika sudah sampai karena penundaan ini. San Tak datang dan melapor bahwa Bi Jae akan mulai siang ini. Seol won bertanya apa yang terjadi dengan Bi Dam. San Tak berkata, Moon Noh membenarkan jika Bi Dam muridnya. Mi Shil tidak begitu terkejut dan Se Jong berkata bukankah sudah ada 32 peserta. San Tak membenarkan tapi salah seorang Hwa Rang berkelahi dengan Bi Dam dan jatuh ke tanah maka ia dianggap gugur. Jadi Bi Dam mengambil alih tempatnya. Ha Jong bertanya apa ini rencana Moon Noh dengan muridnya, mereka telah berkonspirasi.

Seol Won berkata ini bukan karakter Guk Seon. Ha Jong bertanya bagaimana Seol Won yakin dengan karakter Moon Noh. Seol Won berkata ia akan memeriksa masalah ini. Joo Bang dan Go Do melapor pada Deok Man, Bi Dam benar2 murid Moon Noh. Bi Dam seperti kilat berwarna biru seperti hantu, tanpa menoleh, ia menjatuhkan seorang Hwa Rang ke tanah dan Joo Bang menunjukkan gerakan Bi Dam pada Deok Man. Go Do berkata Bi Dam menggantikan tempat orang yang luka itu. Deok Man ingat Bi Dam berkata padanya, ia akan membuat Kim Yu Shin menjadi Pungwolju.

Para Hwa Rang membicarakan Bi Dam, ia mengaku murid Guk Seon tapi perilakunya tidak baik. Tiba2 seperti hantu Bi Dam muncul di tengah mereka dan bertanya siapa lawan yang akan mereka hadapi. Para hwa Rang berpikir Bi Dam benar2 tidak sopan dengan mereka. Bi Dam berkata apa mereka akan melawannya dan ia berkata siapa yang akan menjadi lawannya harus berhati-hati. Para Hwa Rang berpikir Bi dam gila.

Joo Bang berkata pada Yu Shin jangan terlalu cemas saat Kim Yu Shin mempersiapkan mental menghadapi Bi Jae. Kau sudah cukup berlatih. Semua latihan Yu Shin memukul batu akan berguna. Joo Bang dan Go Do minta Yu shin mengalahkan Baek Eui. Kim Yu Shin berkata mereka sungguh berisik dan minta mereka pergi. Joo Bang bertanya apa Yu Shin merasa tegang syarafnya. Go Do berkata mungkin karena ini ikut sertanya yang pertama dalam Bi jae. Joo Bang berpikir mereka harus menemukan sesuatu untuk meringankan hati Yu shin yang gelisah. Joo Bang menemukan pedang kayu Yu Shin dan membawanya pada Yu shin. Kim Yu shin mengambilnya dan bertemu Al Cheon. Joo Bang dan Go Do memberi semangat pada Al Cheon untuk melakukan yang terbaik karena nangdo Al Cheon dan mereka adalah teman baik. Tapi Al Cheon dan Yu Shin bersikap dingin satu sama lain. Joo Bang berkata Bi Jae pasti sesuatu yang sangat penting sehingga membuat orang sangat tegang. Go Do berkata mereka berdua yang sangat akrabpun tiba-tiba menjadi begitu dingin menakutkan satu sama lain.

Bo Jong tahu Seok bum akan menghadapi Bi Dam dalam ronde pertama. Seok Bum cemas karena ia tahu kemampuan bela diri Bi Dam saat di distrik Iseo. Bo Jong tahu Bi Dam cepat dengan gerakannya, jadi ia minta Seok bum hati-hati. Seok bum akan melakukan yang terbaik dan jika ia gagal, ia akan berusaha untuk tidak cedera sehingga dapat memasuki babak berikutnya. Kemudian Bi Dam muncul di muka mereka dan bertanya siapa yang mereka maksud. Bi Dam seperti hantu gentayangan yang mengganggu para Hwa Rang. Bi dam berkata, Bo Jong dan Seok Bum berasal dari tim yang sama, jadi lebih baik mereka maju bersama sekaligus. Jadi Bi dam dapat membereskan mereka berdua sekaligus. Bi Dam berkata sepanjang yang ia ingat kemampuan bela diri Seok Bum tidak berarti bahkan untuk menyelamatkan nyawanya sendiri.

Seok Bum marah dengan ledekan Bi Dam dan berteriak pada Bi dam karena telah menghinanya. Bi Dam sebaliknya berkata jika Bi Jae adalah pertandingan untuk mencari yang paling bersuara keras maka Seok Bum mungkin akan sukses menjadi Pungwolju dengan suaranya. Bi Dam merasa lucu dan pergi sambil berkata bagaimana orang sependek Seok Bum memilik suara yang begitu keras. Seok bum benar2 merasa terhina dan murka.

Bi Dam menemui Im Jong. Im Jong hampir menghunus pedangnya saat tiba2 Bi Dam melompat mendekatinya dan bertanya apa Im Jong mengenalnya. Bi Dam berkata bahwa Im Jong harus mengenalnya. Im Jong bertanya ada apa dengan Bi dam. Bi Dam bertanya apa Im Jong kapten resimen Ho Guk Seon Do. Ia berkata gurunya Moon Noh dulu adalah kapten resimen yang sama. Moon Noh sudah menciptakan ilmu bertempur khusus resimen ini. Bi dam belum pernah melihat teknik Im Jong, tapi ia berbisik pada Im Jong, jika mereka bertemu saat Bi Jae nanti, sepertinya mereka akan merebutkan siapa yang lebih pantas menjadi murid Guk Seon. Deok Man masuk dan mendengar apa yang dikatakan Bi Dam. Bahwa Im Jong tidak pantas menjadi Kapten resimen ini dan jika ia kalah, ia harus menyerahkan tampuk pimpinan pada Bi Dam. Bi Dam melihat Deok Man. Im Jong dan Bi Dam memberi hormat.

Deok Man memanggil Bi Dam dan bertanya apa maksud Bi Dam dengan semua ini. Apa maksud Putri? Deok Man berkata semua provokasinya, semua taktiknya dan mengganggu para Hwa Rang dengan semua olok-oloknya. Deok Man berkata jika Bi Dam ingin ikut Bi Jae, maka ia harus berlatih. Bi Dam berkata ini adalah persiapan yang terbaik yang ia lakukan. Deok Man heran. Bi Dam berkata ia yakin dengan kemampuannya. Tapi ia belum berpengalaman berhadapan dengan seseorang di Bi Jae, jadi dia harus yakin dengan hasilnya. Deok Man bertanya lalu apa maksudnya. Bi Dam berkata setiap jurus pedang keluar dari dalam hati setiap petarung, maka dengan provokasi, dan mengganggu mental mereka juga dapat mempengaruhi performa permainan pedang mereka. Bi Dam berkata ia mengganggu mereka untuk mendapat hasil yang maksimal. Deok Man berkata taktiknya ini murahan. Bi Dam berkata bahwa Deok Man pernah mengatakan bahwa inti Hwa Rang adalah jangan pernah membedakan antara kehidupan sehari-hari dengan pertempuran. Para Kapten Hwa Rang itu gagal mengetahui aturan itu. Deok Man benar2 tidak dapat mengatakan apapun saat Bi Dam memutarbalikkan kata2nya.

Bi Jae mulai pada siang hari. Bi Dam menghadapi Seok Bum dan melempar Seok Bum ke lantai. Kim Yu Shin dan Phil Dan lolos. Bo Jong juga lolos. Kemudian Al Cheon lolos. Kemudian Bi Dam harus berhadapan dengan bo Jong. (wow..2 anak Mi Shil)

Raja bertanya tentang perkembangan Bi Jae. Kim Yong Chu berkata bahwa Bi Dam juga ikut serta, Ratu Maya bertanya apa Bi Dam adalah anak yang menjadi pengikut Deok Man. Kim Yong Chu membenarkan. Ia juga merupakan murid Guk Seon. Kemudian kasim melaporkan kedatangan Duta Besar Cina yang datang dari Hangju. Raja senang dan bertanya apa Kim Chun Chu juga datang bersama dia. Kasim ragu2 dan ia berkata bahwa Mi Shil sudah mendahului mereka menjemput Kim Chun Chu.

Raja kaget bahwa sekarang Mi Shil menguasai Kim Chun Chu. Ratu Maya bertanya bagaimana Mi Shil dapat menahan Kim Chun Chu. Kim Yong Chu berkata jika Kim Chun Chu sudah berangkat sebelum Duta Besar maka seharusnya Kim Chun Chu sudah tiba di Seorabeol sekarang karena Duta Besar juga sudah sampai. Mengapa ia belum tiba. Ratu Maya mencemaskan cucunya apa mungkin Mi Shil menahan Kim Chun Chu. Raja memerintahkan penyelidikan.

Mi Saeng mendapat laporan bahwa Dae Nam Bo dan Kim Chun Chu sudah melewati Geumohsan dan akan segera tiba di Seorabeol. (Geomohsan, sekarang Namsan di Gyeongju).

Mi Saeng heran, Geumohsan sangat dekat mengapa mereka belum sampai juga. Petugas melapor bahwa Hwa Rang Dae Nambo sudah memberikan posisi mereka. Ia berkata perjalanan jauh sudah membuat Kim Chun chu kelelahan dan sakit sehingga mereka harus beristirahat dan tinggal beberapa hari di Danhangseong untuk pengobatan. Se Jong berkata meskipun begitu, mereka seharusnya sudah tiba di Seorabeol sekarang. Ha Jong juga berkata meskipun mereka jalan kaki, mereka juga seharusnya sudah sampai. Petugas itu ragu2, lalu berkata bahwa Kim Chun Chu tidk bisa naik kuda. Semua shock dan heran bagaimana ia tidak dapat menunggangi kuda.

Mi Saeng berpikir itu omong kosong jika ada orang yang tidak dapat naik kuda apalagi Chun Chu sudah besar. se Jong dan Ha Jong melihat Mi Saeng kemudian Mi Saeng sadar, ia juga tidak bisa naik kuda (bwa…ha..ha). Mi saeng membela diri bahwa biarpun ia tidak bisa naik kuda ia punya bakat yang lain untuk menutupi kekurangannya. Mi Saeng minta Kim Chun Chu dibawa dengan tandu saja.

Dae Nam Bo memimpin rombongan Kim Chun Chu dan terdengar perintah berhenti. Dae Nam Bo melompat dari kudanya dan bertanya ada apa. Kim Chun Chu berkata ia terlalu pusing untuk meneruskan perjalanan dan perlu istirahat. Dae Nam Bo meminta tandu diturunkan. Kim Chun Chu (kelak akan menjadi Raja besar Taejong Muyeol) istirahat sejenak dan menghirup udara dan minta handuk dan air. Kim chun Chu kemudian membasuh wajahnya dan membersihkannya dengan handuk. Dae Nam Bo menunggu dengan gelisah. Ia berkata Kim Chun Chu harus segera meneruskan perjalanan karena mereka sudah ditunggu di Seorabeol. Mereka sudah dekat sekali. Kim Chun Chu berkata bahwa tandunya membuatnya merasa pusing dan ia tidak dapat melanjutkan perjalanan. Ini membuat Dae Nam Bo kesal sekali dengan Kim chun Chu yang cengeng.

Kim Chun Chu memiliki bakat diplomasi yang sangat tinggi dan itu terlihat saat berurusan dengan Dinasti Tang. Sekarang ia mempermainkan penjaganya.

Kim Chun Chu bertanya mengenai Bi Jae yang diadakan di Seorabeol. Dae Nam Bo membenarkan dan Kim Chun Chu berkata bahwa hari ini terlalu panas untuk melakukan perjalanan. Kim Chun Chu mengembalikan handuk basahnya dan Dae Nam Bo seperti ingin memukul wajah Kim Chun Chu.

Babak final Bi Jae, para semi finalisnya : Kim Yu Shin dari resimen Yonghwa akan bertemu Al Cheon dari resimen Bi Jeong Ji Do. Kemudian Bi Dan dari Mu Myeong Ji Do akan bertemu Bo Jong dari Il Wyol Seon Do. Pertandingan semi final akan diadakan sekitar pukul 3-5 sore.

Kim Yu Shin merawat bahunya yang melepuh saat Wyol Ya dan Seo Ji datang dan melihat keadaannya. Seo Ji melihat bahu Yu Shin yang luka dan bertanya apa Yu Shin mampu meneruskan pertandingan. Yu Shin berkata Hwa Rang yang lain juga kondisinya sama. Seo Ji membantu mengobati bahu Yu Shin. Wyol Ya berkata jika Yu Shin berhasil menjadi Pungwolju maka akan mempercepat rencana mereka. Kim Yu Shin harus menang.

Al Cheon juga luka tangannya. Anak buahnya berkata ia akan berhadapan dengan Kim Yu Shin. Al Cheon berkata ia akan melakukan yang terbaik. Jika Al Cheon menang ia akan berhadapan dengan Bo Jong. Bukankah itu akan jadi masalah. Lebih baik Al cheon membuat perjanjian dengan Yu shin demi kerjasama mereka. Al Cheon tidak akan melakukan itu, ia tidak ingin memanipulasi Bi Jae demi keuntungan diri sendiri. Keduanya tidak akan melakukannya karena ini Bi Jae.

Bo Jong berlatih push up. Seok bum datang dan bertanya apa Bo jong baik2 saja. Ia minta maaf karena tidak banyak membantu. Bo Jong menghibur Seok bum dan berkata Bi Dam adalah lawan yang tidak terduga. Seok bum menasihati Bo Jong agar berhati-hati dengan Bi Dam. Bi Dam cepat sekali gerakannya. Seok Bum berkata, Kim Yu Shin danAl Cheon mungkin sudah membuat kesepakatan. Seok Bum berkata bahwa kekuatan terbesar Bi Dam adalah kecepatan refleksnya dan kelincahannya. Tapi Bi Dam sudah terluka pergelangan kakinya. Bi Dam pasti susah menggunakan pergelangan kakinya untuk melakukan gerakan.

Bi Dam…tidur seperti kayu dan mengangkat kaki kanannya agar beristirahat, Dae Pung dan Guk San Heun datang dan membawa air untuknya. Kemudian mereka melihat Bi Dam tidur dengan nyenyak dan tidak peduli dengan dunia, mendengkur, dan tertawa sendiri dalam tidurnya. Guk San Heun berkata Bi dam benar2 tidak memerlukan bantuan dari orang lain. Kemudian mereka melihat luka Bi Dam yang disebabkan oleh Im Jong dan bertanya-tanya apa Bi Dam dapat berjalan dengan luka itu.

Mi Saeng mencari kakaknya dan Mi Shil berkata bahwa Kim Chun Chu belum tiba. Mi Saeng berkata Chun Chu sudah melewati Geumohsan dan sudah dekat sekali. Hanya karena Kim Chun Chu tidak dapat naik kuda dan Mi Saeng berpikir itu aneh. Mi Shil dan Seol Won memandang Mi Saeng dengan aneh. Mi Saeng membela diri bahwa paling tidak ia memiliki kemampuan lain dan tidak seperti Kim chun Chu yang tidak memiliki kemampuan apapun.

Dae Nam Bo mondar mandir saat Kim Chun Chu istirahat. Dae Nam Bo membujuk Chun Chu untuk belajar menunggangi kuda karena itu tidak susah dan semua orang bisa melakukannya. Dae Nam Bo bersedia mengajar Kim Chun Chu naik kuda karena itu pasti sangat menyenangkan. Kim Chun Chu bertanya apa benar menyenangkan. Dae Nam Bo akan memperlihatkannya. Kim Chun Chu berkata ia pernah belajar naik kuda beberapa waktu yang lalu tapi susah sekali dan paling tidak Dae Nam Bo memberikan tali kekang dan ia akan mencobanya. Kim Chun Chu keluar dan belajar naik kuda. Kemudian Dae Nam Bo berkata ia harus menahannya, Kim Chun Chu berkata dia menjadi takut dan ingin turun segera. Dae Nam Bo membujuk Chun Chu agar tinggal di punggung kuda beberapa saat lagi, tapi Chun Chu ingin turun. Saat dibawah Kim Chun Chu berkata belajar naik kuda membuatnya lelah dan ia akan istirahat di penginapan. Dae Nam Bo ..shock!

Kim Chun Chu merasa mual saat di punggung kuda biarpun hanya sebentar, tapi mereka harus segera berangkat tapi Kim Chun Chu berkeras bahwa ia ingin ke penginapan untuk istirahat.

Kim Yu Shin, Bo Jong, dan Al Cheon mempersiapkan diri tapi Bi Dam tidur. Moon Noh datang menemui Deok Man dan bertanya apa ia memerintahkan Bi Dam melakukan ini. So Hwa kaget mendengar nama Bi Dam. Deok Man berkata ia tidak memberikan perintah. So Hwa berkata bahwa Bi Jae akan mulai sebentar lagi dan mereka harus segera berangkat. Deok Man berangkat.

Ho Jae mengumumkan semi final akan mempertemukan Kim yu shin dan Al Cheon. Mereka memberi hormat pada Deok Man. Resimen Yonghwa memberi semangat pada Yu Shin dan resimen Bi Cheon ji do juga sama, mereka menyemangati Al Cheon. Kim Yu shin mulai bertarung dengan Al Cheon. Kim Yu Shin terbukti lebih unggul dan Al Cheon terjatuh dan pingsan. Kim Yu Shin pemenangnya. Kim Yu Shin akan memasuki babak final. Kemudian Kim Yu Shin mengangkat Al Cheon yang pingsan dan mengangkat tangan Al cheon.

Kim Yu Shin dibawa ke belakang untuk istirahat. Resimen Yong Hwa merawat yu shin. Al Cheon masuk dan berkata bagaimana mungkin ia yang kalah bisa berjalan tapi sang pemenang justru terbaring di tempat tidur. Kim Yu Shin berkata tadi benar2 pertempuran yang hebat. Al Cheon berkata Yu shin harus menjadi Pungwolju karena telah mengalahkannya dengan terhormat. Joo Bang berkata al Cheon sebenarnya tidak perlu mati2an seperti itu, tapi anggota resimen Bi Cheon berkata inilah Bi Jae itu. Joo Bang tidak dapat mengerti semua pelukan dan berkata bahwa persahabatan adalah selamanya. Joo Bang merasa semuanya tidak masuk akal.

Dae Nam Bo menemui Kim Chun Chu untuk bertanya apa yang diperlukannya saat ia menemukan kamar Chun Chu kosong. Kim Chun Chu menipu Dae nam Bo dengan boneka yang ditaruh di tempat tidurnya. Dae Nam Bo memerintahkan semua orang untuk mencari Chun Chu. Dae Nam Bo benar2 pusing.

Berikutnya di Bi Jae, Bo Jong akan melawan Bi Dam. Bo Jong ingat Seok Bum berkata Bi dam itu cepat tapi pergelangan kakinya terluka parah. Bo Jong harus menyerang pergelangan Bi Dam. Bo Jong berkata bahwa kemenangan Bi Jae dan keadaan memihaknya. Kemudian Bi Dam melakukan gerakan yang mirip gerakan Tai Chi. Moon Noh kaget dan Chil Sook melihatnya.

Bi Dam menggunakan kekuatan Bo Jong untuk menyerang Bo jong sendiri. Bi Dam melihat ke arah Moon Noh yang terkejut. Moon Noh tidak pernah mengajarkan ilmu ini pada Bi Dam, Bi Dam mencuri belajar karena Moon Noh tampaknya segan mengajar semua ilmu pada Bi Dam. Bi Dam memohon untuk belajar semua ilmu gurunya. Moon Noh berkata Bi Dam menguasai ilmu bela diri hanya dengan melihat.

Bi Dam menggunakan gerakan yang pelan dan mendekat lalu mendorong Bo Jong ke tanah menggunakan kekuatan Bo jong sendiri. Bi Dam menang ! Moon Noh hanya duduk melihat Bi Dam. (Tirza : Tai Chi Cuan diciptakan pertama kali oleh Chang Chun Bao, ia pergi ke gunung Wu Tang untuk bermeditasi, disana ia mendapat pencerahan dan mendirikan Wu Tang Si atau Bu Tong Pay dan mengganti namanya menjadi Chang Sam Fong atau Thio Sam Hong. Ia benar2 pernah hidup. Kisahnya ada di serial silat Ie Thien Tu Long Ci atau To liong To atau Golok Pembunuh Naga)

Ho Jae berkata bahwa babak final akan dilaksanakan besok pagi, tapi Bi Dam berkata bahwa ia akan melawan Kim Yu Shin sekarang dan di sini. Ho Jae memanggil Yu Shin dan bertanya apa ia setuju. Kim Yu Shin berkata jika Bi Dam baik2 saja, ia juga setuju dan akan bertanding sekitar 2 jam lagi.

Kim Yong Chu melapor pada Raja dan Ratu Maya bahwa Bo Jong dikalahkan Bi Dam. Raja terkejut dan Ratu berkata sepanjang pengetahuannya, Bo Jong tidak pernah kalah dalam Bi Jae. Bagaimana Bi Dam mengalahkan Bo Jong dia pasti sangat hebat. Kim Yu Shin berkata jika Bi Dam menang di final ini maka mereka masing2 telah menang sekali. Jadi akan ada pemgambilan suara untuk menentukan Pungwolju.

Raja berkata dengan sisitem pemungutan suara, sepertinya Bo Jong akan menjadi pemenangnya. Ratu Maya berkata Kim Yu Shin harus menjadi Pungwolju untuk memperkuat dukungan pada Putri Deok Man. Ha Jong kecewa Bo Jong kalah. Se Jong heran dan Mi Shil shock karena Bo Jong kalah dari Bi Dam. Se Jong bertanya apa yang akan dilakukan Mi Shil. Ha Jong mengingatkan bahwa Yu Shin dan Bi Dam adalah anak buah Deok Man. Mi Shil berkata ia akan pergi ke lokasi Bi Jae. Ha Jong berkata kehadiran ibunya tidak akan berpengaruh pada hasilnya. Mi Shil pergi dan Ha Jong tidak mengerti.

Mi Shil pergi mengunjungi anaknya yang kalah. Mi Shil kecewa sekali. Bo Jong minta maaf pada ibunya. Mi Shil berkata Bo Jong sudah melakukan yang terbaik. Mi Shil lalu menghibur anaknya yang kecewa dan meyakinkan Bo Jong bahwa ia sudah melakukan hal yang baik sekali.

Kim Yu Shin bertemu dengan Bi Dam. Mereka saling memendang selama sekitar 15 menit (wow..lama juga ya, Yu shin bisa jatuh cinta ama Bi Dam tuh..hehe..)

Joo Bang bertanya apa mereka akan benar2 saling mengalahkan dengan hanya saling memandang. Joo Bang berkata ini adalah pertempuran pikiran dan mereka tidak akan mengerti. Deok Man melihat ke 2 pria itu dan ia ingat berkata pada Bi Dam jika apa yang ia takutkan terjadi, ia tidak akan memaafkan Bi Dam. Bi Dam berkata bahwa Deok Man takut Kim Yu shin kalah dalam Bi Jae. Deok Man berkata dia akan menerima kekalahan Kim yu shin tapi tidak dengan apa yang direncanakan Bi Dam. Jika itu niat Bi Dam, Deok Man minta Bi Dam tidak memikirkannya, khususnya Yu Shin tidak akan menerima jika Bi Dam mengalah. Deok Man berkata dalam hati, Bi Dam tidak boleh mengalah dalam Bi Jae ini.

Kim Yu Shin bertempur dengan Bi Dam dan menyadari niat Bi Dam dan minta agar Bi Dam benar2 melawannya dan memperingatkan jika Bi Dam mengalah ia akan mati. Bi Dam meminta Kim Yu shin untuk melihat dengan perspektif yang lebih luas, antara apa yanh akan ia raih dengan ambisi Putri Deok Man. Bi Jae ini tidak bisa dibandingkan. Kim Yu shin berkata jangan berani2 meremehkan Bi Jae ini. Mi Shil mendatangi lokasi Bi Jae.

Kemudian Bi Dam jatuh ke tanah dan Kim Yu Shin minta Bi Dam bangun. Kemudian Chil Sook menjadi marah dan turun ke lapangan, ia berkata Kim Yu Shin dan Bi Dam menghina Bi Jae. Chil Sook berkata beraninya kalian menyebut diri kalian sebagai Hwarang! Deok Man takut bahwa Chil sook adalah bagian dari rencana Mi Shil. Chil Sook ingat Seol Won berkata ada kemungkinan Guk Seon mengirim Bi Dam untuk mengalahkan Bo Jong agar Kim Yu Shin berhasil menjadi Pungwolju. Chil Sook meyakinkan bahwa Moon Noh tidak akan melakukan hal seperti itu menodai Bi Jae. Seol Won masih tidak yakin dan berharap ia salah. Tapi tetap saja mencurigakan. Chil Sook berkata jika Moon Noh benar2 melanggar Bi Jae, dia akan memaafkan Moon Noh. Mi Shil berkata akan lebih mudah bagi mereka jika Guk Seon memang merancangnya. Chil Sook mengerti maksud Mi Shil.

Mi Shil dan Chil Sook bertemu dan Mi shil bertanya apa maksud Chil Sook. Chil Sook berkata pada semua orang bahwa ia Wonsanghwa Chil Sook telah menghabiskan hidupnya dengan pedang dan jika mereka menghina Bi Jae, ia lebih baik membutakan matanya daripada melihatnya. Chil Sook melihat Moon Noh dan meminta Moon Noh menyatakan pendapatnya apa Bi Jae ini adil dan sah. Chil Sook bertanya apa Guk Seon setuju, jika Guk Seon setuju maka Hwa Rang akan selesai.

Para Nangdo saling bergumam dan berbisik apa artinya ini dengan akhir Hwa Rang, saat itu Kim Chun Shu menyelinap diantara kerumunan orang. Joo Bang mencoba mendengar dan minta teman2nya diam saat Kim Chun Chu datang disamping Joo Bang dan bertanya siapa pemenangnya dan bertanya ini dan itu. Joo Bang sangat terganggu kemudian ia ingin memukulnya tapi ia melihat Kim Chun Chu bukan Go Do seperti yang ia pikir.

Joo Bang : Dan siapa..Anda?
Kim Chun Chu : Aku… adalah Kim Chun Chu.
Kim Chun Chu tersenyum sebagai karakter baru dalam drama ini..

Queen Seondeok Episode 35

Bi Dam berdiri dan berkata ia sudah mengeluarkan seluruh kemampuannya. Chil Sook minta Bi Dam diam karena Chil Sook berbicara dengan Guk Seon. Bi Dam kembali berlutut. Moon Noh berdiri dan berkata ia Guk seon Moon Noh mengakui bahwa ada kecurangan dalam Bi Jae ini. Karena Bi Jae adalah ritual suci Hwa Rang mereka harus menghapus semua kecurigaan, dan tuduhan dari kecurangan, Pungwolju harus mewakili Hwa Rang dengan kekuatan dan integritas ini, oleh karena itu Moon noh memilih abstain dan tidak mengakui hasil Bi Jae ini. Deok Man heran.

Moon Noh mengusulkan agar Wonhwa Mi Shil, Pemilik Hwarang Putri Deok Man, Pungwolju saat ini Ho Jae, Wonsanghwa Chil Sook, dan dia sendiri akan membahas masalah ini lebih lanjut dan akan mengambil tindakan untuk memperbaikinya. Ho Jae meminta semua yang akan rapat untuk masuk. Bi Dam memandang Mi Shil dan tahu ia ada dibelakang semua ini.

Ho Jae bertanya apa yang akan mereka lakukan dengan Bi Jae kali ini. Moon Noh berdiri dan pertama-tama ia minta maaf sebagai guru Bi Dam ia sangat menyesal dengan perbuatan Bi Dam. Chil Sook berkata sangat memalukan jika Bi Dam berlaku seperti itu. Mi Shil sebaliknya berkata ia mengerti tindakan Bi Dam. Bi Dam mengerti Bi Jae ini untuk memilih Pungwolju. Jika Bi Dam menang, maka itu akan membuat Kim Yu Shin, Bo Jong dan dirinya masing2 menang satu kali, sehingga harus diadakan pemungutan suara, tapi kemungkinan Bi Dam dan juga Kim Yu Shin untuk dipilih akan kecil. Tapi melihat Bi Dam dan Kim Yu shin adalah teman, maka ia membiarkan temannya menang dan menjadi Pungwolju. Mi Shil berkata jangan melihat tindakan Bi Dam yang kekanak-kanakan, tapi lihatlah pada ketidaksopanan Bi Dam dalam menghina Bi Jae ini.

Joo Bang masih terganggu dengan Kim Chun Chu. Chun Chu terus bertanya apa yang terjadi dengan Bi Jae. Joo Bang harus memberikan laporan selayang pandang untuk Kim Chun Chu. Chun Chu berkata Bi Dam sengaja mengalah dan Joo Bang berkata itulah mengapa sekarang ia akan dihukum oleh Chil Sook dan Moon Noh. Kim Chun Chu berkata jika demikian ini menguntungkan Al Cheon. Joo Bang membenarkan : Bo Jong. Dan menegur Chun Chu karena tidak mendengarkan. Kim Chun Chu salah mengenali orang. Joo Bang tidak tahu hasilnya.

Kemudian Kim Chun Chu berkata bahwa Bi Dam itu anak Mi Shil (benar lho..) dan Joo Bang membenarkan orang itu Bo Jong. Bo Jong itu anak Mi Shil sedang Bi Dam murid Guk Seon. Joo Bang kesal karena Chun Chu tidak mengerti maka ia menjelaskan sekali lagi. Kim Chun Chu melihat Dae Nam Bo yang hampir gila mencari Kim Chun Chu, Chun chu menyelinap lagi. Dae Nam Bo memerintahkan anak buahnya untuk menemukan Chun Chu. Joo Bang terganggu. Kemudian ia sadar Kim Chun Chu sudah hilang.

Ho Jae minta agar Kim Yu Shin dan Bi Dam dikeluarkan dari Bi Jae dan membiarkan Al Cheon dan Bo Jong sebagai finalisnya. Deok Man berkata bahwa Bi Dam adalah tersangka yang memanipulasi hasilnya tapi Kim Yu Shin sudah mencapai hasil dengan perjuangannya sendiri dan tidak ada kesalahan dalam tindakan Kim Yu Shin. Deok Man bertanya apa mereka meragukan performa Kim Yu Shin dalam Bi Jae ini. Chil Sook setuju bahwa Kim Yu Shin bersungguh-sungguh. Mi Shil bertanya apa mereka harus menurunkan integritas mereka demi membuat Kim Yu Shin menjadi Pungwolju, jika benar maka itu memalukan.

Deok Man berhati-hati dengan kata2 Mi Shil. Mi Shil berkata perlu 2 tangan untuk bertepuk tangan, tapi Deok Man hanya menuduh Bi Dam dan kemudian berkata Kim yu Shin pemenangnya. Moon Noh berkata tidak akan adil jika Kim Yu Shin memenangkan Bi Jae ini dan Moon Noh tidak berharap hasilnya akan seperti itu. Deok Man berkata bahwa ia bukan bermaksud agar kemenangan diberikan pada Kim yu Shin, tapi ia bermaksud agar tidak ada kecurigaan dengan Kim Yu Shin yang sudah bertarung dengan keras untuk Bi Jae.

Mi Shil bertanya lalu apa yang akan mereka lakukan. Chil Sook berdiri dengan suatu usulan. Moon Noh keluar dan membacakan hasilnya. Hasil final Bi Jae antara Kim Yu Shin dan Bi Dam tidak sah dan batal. Bi Dam berdiri dan berkata tidak adil dan kecewa karena ia adalah orang yang bersalah tapi Kim Yu Shin sudah memberikan semuanya agar menang. Ho Jae membentak Bi Dam karena melawan perintah yang sudah diputuskan. Ho Jae berkata bahwa hasil Bi Jae kali ini akan ditangguhkan dan akan diulang lagi beberapa hari lagi sebagai hukuman dari kekacauan yang ditimbulkan Bi Dam. Ho Jae minta Bi Dam meninggalkan Hwa Rang. Bi Dam pergi. Ho Jae berkata bahwa Kim Yu shin harus bertanding sekali lagi dalam final Bi Jae. Semua bingung siapa yang akan menjadi lawan Yu Shin.

Ho jae berkata Kim Yu Shin akan melawan Wonsanghwa Chil Sook. Semua kaget. Bahkan So Hwa melihat Chil Sook dan resimen Yonghwa juga berkata itu tidak benar, kondisi Yu Shin tidak memungkinkan untuk melawan Chil Sook. Chil Sook menjelaskan dia akan menyerang dengan 10 pukulan dan serangan jika Kim Yu Shin mampu menahan semua serangannya maka ia akan menyatakan Kim Yu Shin sebagai pemenangnya. Semua merasa Yu Shin tidak akan mampu menahan Chil Sook yang masih segar. Kapten Hwa Rang yang lain berkata Yu Shin bahkan tidak akan sanggup menahan pukulan pertama Chil Sook. Jika Kim Yu Shin dapat menahan 10 serangan Chil Sook maka hasilnya akan dianggap sah dan akan diadakan pemungutan suara antara dirinya dan Bo Jong. Bi Dam sudah cukup mendengar dan pergi. Seok bum senang jika ini dilaksanakan maka Bo Jong akan menjadi Pungwolju.

Ho Jae berkata Bi jae final yaitu Kim Yu Shin dan Chil Sook.

Chil Sook masuk ke arena dan Kim yu shin harus berusaha berdiri untuk menghadapi Chil Sook. Se Jong heran karena hasilnya justru Chil Sook melawan Kim Yu Shin. Ha Jong bertanya apa mereka bisa mengintip hasilnya. Se Jong berkata Kim Yu Shin melawan Chil Sook, hanya Moon Noh yang bisa menandingi Chil Sook. Ha Jong menertawakan Kim Yu Shin.

Kim Yu Shin bersiap menghadapi Chil Sook, Chil Sook memukul Yu Shin tanpa ampun. Kim Yu Shin harus jatuh setiap kali Chil Sook memukulnya. Para Hwa Rang berkata ini sudah selesai bagaimana Yu Shin dengan kondisi spt ini melawan Chil Sook. Mereka yakin Bo Jong yang akan menjadi Pungwolju. Kim Yu Shin berdiri untuk menahan pukulan ke 2 dan jatuh lagi, kemudian menerima yang ke-3 saat itu penglihatan Yu Shin sudah mulai kabur, Chil Sook melancarkan pukulan ke 4. Mi Saeng berkata Yu Shin pasti sudah kehabisan tenaga. Ha Jong berkata ini konyol. Se Jong berkata kondisi Yu Shin sudah seperti itu, bagaimana ia dapat bertahan. Ha Jong berkata pada akhirnya Bo Jong akan menjadi Pungwolju.

Mi saeng berkata meskipun Bi Dam bertanggung jawab dengan tindakan ini bagaimana mereka dapat melakukan ini dalam Bi Jae. Ha Jong berkata Mi Saeng sangat beruntung dengan Bi Jae-nya karena waktu itu ada pertempuran jika tidak Mi Saeng tidak akan menjadi Pungwolju. Mi Saeng bertanya mengapa Ha Jong menaburkan garam pada luka. Ha Jong berkata ia penasaran dengan hasilnya dan akan melihat sendiri.

Kim yu Shin terbaring di tanah, Deok Man dan resimen Yonghwa mencemaskan Kim Yu Shin. Kim Yu Shin berjuang untuk bangkit dan menerima serangan dari Chil Sook. Saat Yu Shin berusaha berdiri tegak Chil Sook memberikan serangkaian serangan dan pukulan kemudian menendang semua bagian tubuh Kim Yu Shin dan Kim yu Shin jatuh terkapar di tanah. Bo Jong didukung dan melihat Bi Jae. Ho jae mengumumkan bahwa Bi Jae antara Yu Shin dan Chil Sook tidak akan dilanjutkan karena Yu Shin tidak akan mampu menahan 10 pukulan Chil Sook. Kim Yu Shin berdiri dengan bertumpu pada pedang kayunya dan berkata ia belum bilang menyerah. Deok Man berkata dalam hati agar Kim Yu Shin berhenti saja dan resimen Yonghwa sangat sedih melihatnya.

Kim Yu Shin berusaha berdiri dengan kekuatannya. Ha Jong datang untuk melihat betapa keras kepalanya Kim Yu shin itu, Mi Shil memandang anaknya agar diam. Deok Man hampir menangis memohon dalam hati agar Kim yu Shin menyerah. Kemudian, Bo Jong berteriak agar Yu SHin bertahan dan menyemangatinya. Al Cheon juga mendukung Yu Shin dan berteriak agar Yu Shin jangan menyerah. Kemudian semua bersorak dan memberi semangat pada Yu Shin. Joo Bang menghitung sudah 9 pukulan. Go Do berkata ini adalah pukulan terakhir yang harus dia tahan. Kim Yu Shin berkata pada Chil Sook, ini belum selesai.

Orang tua Kim Yu Shin tercekat melihat kondisi Yu Shin saat suasana tiba2 menjadi gegap gempita dan para Hwarang dan nagdo bersorak pada Yu Shin untuk menerima pukulan terakhirnya. Chil Sook memberikan seluruh tenaganya untuk pukulan terakhir dan mematahkan pedang Yu Shin tapi terakhir sebelum pingsan Kim Yu Shin berhasil menikam perut Chil Sook sebelum roboh tidak sadarkan diri. Deok Man sangat cemas. Chil Sook merasakan tikaman di perutnya. Bahkan Seo Ji dan Wyol Ya berpikir Yu Shin sudah kalah. Mi Shil berkata semua sudah selesai. Ho Jae mengumumkan pemenangnya adalah Chil Sook karena Yu Shin tidak bertahan menghadapi 10 pukulannya. Tapi Chil Sook memotong dan berkata ia sudah kalah dan berkata Yu Shin pemenangnya, karena tikaman terakhir Kim yu Shin pada perutnya. Jika mereka menggunakan senjata yang sebenarnya maka ini adalah luka serius, jadi Chil Sook kalah dan Kim Yu Shin pemenangnya.

Lapangan menjadi ramai oleh sorak sorai penonton dan deklarasi bahwa Kim yu Shin dari resimen Yonghwa sebagai pemenang. Semua berlari ke arah Yu Shin dan senang untuknya bahkan Bo Jong mengakui kemenangan Yu Shin. (Tirza: wow..Hwarang spirit) Putri Man Myeong tidak tahan melihat kondisi putranya dan menangis dibahu suaminya. Ha Jong bertanya mengapa Chil Sook mengaku kalah. Chil Sook berkata bagaimana ia mengaku bahwa ia Hwarang jika tidak menyadari kekalahannya. Se Jong bertanya apa ini berarti Kim Yu Shin adalah Pungwoljunya.

Seol Won menemui Bo Jong dan bertanya mengapa ia memberi semangat pada Yu Shin. Bo Jong memberi jawaban dengan sederhana karena ia adalah Hwarang dan siapapun yang sampai di posisi ini akan merasakan hal yang sama. Putri Man Myeong merawat Yu Shin yang pingsan, dan Deok Man datang untuk melihat kondisinya. Putri Man Myeong berkata pada Putri Deok Man Kim yu shin sudah mendapat obat dan sekarang sedang tertidur lelap karena kelelahan. sementara itu, Kim Chun Chu mencari tahu dari Joo Bang dengan memberi upah dari setiap cerita. Joo Bang minta Kim Chun Chu mendengarnya, lalu ia bercerita mengenai Mi Shil, kemudian mengenai Putri Deok Man. Kim Chun Chu membuat kesal Joo Bang karena salah mengira Kim Yu Shin adalah pihak Mi Shil. Kim yu shin itu pihak Putri Deok Man dan Bo Jong itu pihak Mi shil.Joo Bang minta hadiah lagi karena ia banyak memiliki cerita. Lalu Joo Bang bercerita tentang Deok Man dan So Hwa.

Moon Noh pulang ke kediamannya dan melihat Bi Dam berlutut di lantai. Bi Dam berdiri dan Moon Noh duduk. Moon Noh berkata Kim Yu shin bertahan. Moon Noh berpikir Bi Dam tidak akan berada di sini lagi. Ia minta Bi Dam berkemas dan membuat persiapan untuk kepergiannya. Seol Won bertanya apa yang dipikirkan Mi Shil.Mi Shil berpikir tentang Kim Yu Shin. Seol Won juga berpikir sama, mengenai semangat juang yang membuat semua kawan maupun lawan menjadi bersorak dan mendukungnya. Ini mengingatkan Seol Won saat ia menjadi Hwa Rang dalam pemerintahan Raja Jinheung. Pikiran mengenai Moon Noh, Mi Shil, Seol Won Rang dan bahkan Kim Sadaham dalam masa muda mereka. (Kim Sadaham, 547-564 cicit bangsawan Geochilbu dan Hwarang terkenal)

Mi Shil merasa hal yang sama tapi ini juga membuatnya khawatir karena setelah ini Kim Yu Shin akan semakin percaya diri dan kuat.

Bi Dam bertanya mengapa Moon Noh tidak mengusirnya, bukankah Moon Noh hanya mengakui Bi Dam di Bi Jae saja. Moon Noh berkata Bi Dam bodoh. Bi Dam tidak tahu dimana salahnya, bukankah Moon Noh punya ambisi besar dan Putri Deok Man dan Kim Yu Shin juga sama. Ini tidak dapat dibandingkan hanya dengan Bi Jae. Jika pertandingan benar2 murni, apa Moon Noh pikir Kim yu shin dapat mengalahkannya. Jika begitu bagaimana jika Bo Jong yang menang. Bo Jong akan menjadi Pungwolju. Moon Noh bertanya apa maksud Bi Dam. Bi Dam berkata mereka punya ambisi besar dan tidak seharusnya hal-hal kecil seperti itu tidak menghalanginya. Hal2 remeh seperti peraturan Bi Jae dsb seharusnya tidak menghalangi mereka mencapai ambisinya.

Moon Noh berkata masih banyak yang harus dipelajari Bi Dam dalam perjalanan hidup ini. Moon Noh berkata Bi Dam kekanak-kanakan. Bi dam minta Moon Noh mengusirnya karena ia sudah melakukan kesalahan. Moon Noh berkata masih banyak yang harus dipelajari Bi dam. Moon Noh minta Bi Dam mengikutinya. Moon Noh berkata bukankah Bi Dam berkata bahwa kemuliaan di depan mereka dapat dicapai tanpa harus diganggu oleh hal2 remeh. Moon Noh berkata Bi Dam bodoh dalam pengertiannya bahwa ambisi besar disebut demikian karena ada banyak rintangan untuk mencapai ambisi itu. Moon Noh berkata bahkan Bi Dam harus memberikan semua kemampuannya untuk melakukannya, Moon Noh tidak yakin Bi Dam akan dapat melampaui Kim yu Shin dengan usahanya.

Bi Dam bertemu Mi Shil di koridor dan Bi Dam minggir untuk memberi jalan padanya. Saat Mi Shil melewatinya, Mi Shil berkata dia pikir Bi Dam berbakat dengan kebijaksanaan dan kecerdikan seperti Mi Shil pertama kali bertemu. Ternyata pertama, Bi Dam tidak percaya bahwa takseorang pun akan mampu mengalahkannya dan kedua ia tidak percaya orang akan melihatnya kemudian melecehkan nama Chil Sook dan Moon Noh. Bi Dam bertanya apa kegagalannya percaya adalah dari kesombongannya dan keberaniannya karena tidak malu kalah. Kemudian Mi Shil berpikir, yang memukul langsung, bahwa Bi Dam penuh dengan rasa egois yang tinggi dan keinginannya untuk membuat kagum orang daripada memikirkan rencana sendiri. Mi Shil menertawakan kebodohan Bi Dam. Bi Dam tidak suka itu keluar dari Mi Shil. Kemudian Mi Shil menambahkan itu mungkin adalah pertunjukkan dari anak manja yang ingin mencari perhatian orang tuanya. Bi Dam menatap mata Mi Shil dalam kemarahan dan Mi Shil juga tahu ia sudah menyakiti perasaan Bi Dam lalu ia pergi.

Bi Dam menemui Kim Yu Shin. Deok Man dan Al Cheon juga ada disana. Bi Dam bertanya bagaimana keadaan Kim Yu Shin. Al Cheon marah dan menarik kerah baju Bi Dam, lihat apa yang sudah kaulakukan. Bi Dam tahu kesalahannya dan minta maaf dan sekarang ia merasa tidak enak dengan apa yang telah ia lakukan dan ia tidak pernah memperhitungkan sebelumnya atau menyadari konsekuensinya. Deok Man memandang Bi Dam, Bi Dam minta Deok Man memaafkannya, ia hanya ingin membantu. Al Cheon ingin memukul Bi Dam dan Deok Man menghentikannya. Ia minta Al Cheon keluar dulu, ia mau berbicara berdua saja dengan Bi Dam. Al Cheon keluar.

Bi Dam berkata pada Deok Man ia benar2 menyesal. Deok Man minta Bi Dam menghentikan cengiran di wajahnya. Deok Man mengingatkan bahwa Bi Dam pernah bersumpah setia padanya sebagai penguasanya. Jika ini terjadi lagi, dia tidal ingin melihat Bi Dam di hadapannya lagi. Bi Dam berkata ia bertindak serampangan dan berjanji bahwa itu tidak akan terjadi lagi dan meminta maaf.

Deok Man berkata ia bukan orang yang dulu lagi, jadi Bi Dam harus menghormati janjinya dan melakukan semua perintahnya atau dia akan melakukan yang baru saja ia katakan. Bi Dam meyakinkan Deok Man ini tidak akan terjadi lagi. Kemudian Deok Man melunak dan bertanya bagaimana dengan luka Bi Dam. Bi Dam memperlihatkan kakinya dan berkata ya seperti ini. Bi Dam berkata bahwa Kim Yu Shin sudah memberikan semuanya dalam Bi Jae, semua memujinya, apa ia akan menjadi Pungwolju. Deok Man berkata semua yang melihat tidak menyangkal kemungkinan itu. Bi Dam berkata ia prihatin kalau semuanya akan kacau karena kesalahannya.

Deok Man merawat Kim Yu Shin dan Bi Dam melihat betapa perhatiannya Deok Man pada Kim Yu Shin dan Bi Dam merasa sedikit iri.

Kim Chun Chu masih mendengar cerita dari Joo Bang kali ini San Tak dan yang lainnya bergabung. Joo Bang berkata setelah Putri Cheon Myeong meninggal, kemudian San Tak menambahkan fenomena aneh yang terjadi dan gerhana matahari dan burung2 bercahaya, dan Kim Chun Chu menambahkan uang untuk mendengarnya lagi. (Tirza: this cute guy is smart, dia mau dengar dr pihak ketiga, jd tidak akan dibohongi begitu saja oleh Mi Shil atau yang lainnya). Semua bercerita mengenai burung2 bercahaya dari kediaman Putri Cheon Myeong. Ini karena Putri Deok Man berdoa setiap hari di kuil Putri Cheon Myeong.

Kim Chun Chu bertanya apa benar Putri Deok Man berdoa setiap hari di kuil Putri Cheon Myeong. Semua membenarkan. Joo Bang minta semua diam, lalu berkata bahwa kerinduan Putri Deok Man selama 20 th untuk bertemu kakaknya hanya untuk melihat kakaknya meninggal didepannya. Itu sangat menyakitkan dan menyedihkan baginya. San Tak melanjutkan cerita mengenai So Hwa yang dikira ibu oleh Putri Deok Man ternyata adalah pengasuhnya. Tapi Kim Chun Chu sudah tidak tertarik mendengarnya lagi.

Deok Man berdoa di kuil Cheon Myeong dan berkata bahwa Kim Yu Shin sudah berhasil dan Kim Chun Chu akan segera tiba. Al Cheon berkata pada Im Jong bahwa Kim Yong Chu minta mereka mencari keberadaan Kim Chun Chu, mereka percaya Kim Chun Chu sudah ada di Seorabeol. Im Jong berkata ada nangdonya yang melihat Dae Nam Bo di seorabeol dan sepertinya ia sedang mencari seseorang. Al Cheon berpikir, mereka harus mengalahkan Dae Nam Bo dan menemukan Kim Chun Chu sebelumnya, dia memerintah semua untuk membantu.

Mi Saeng bertanya pada Dae Nam Bo apa maksudnya Kim Chun Chu menghilang. Dae Nam bo menceritakan bagaimana Chun Chu membohonginya. Mi Saeng memerintahkan Dae Nam Bo untuk mencari Kim Chun Chu secepatnya dan membawanya ke istana. Mi Saeng memperingatkan jika Dae Nam Bo salah lagi, maka bukan saja Mi Shil yang akan berada dalam kesulitan tapi Mi Saeng akan membuat Dae Nam Bo membayarnya. Dae Nam Bo pergi dan Mi Saeng bertanya-tanya apa Dae Nam Bo benar2 melakukan apa yang diperintahkannya.

Setahun lalu, Dae Nam Bo berlutut di depan Kim Chun Chu, ia minta maaf dan minta Kim Chun Chu membunuhnya. Kim Chun Chu bisa mengerti dan mengatakan itu cukup dan ia akan pulang ke Seorabeol dan minta Dae Nam Bo mengawalnya pulang. Reaksi Kim Chun Chu mengherankan Dae Nam Bo.

Mi saeng heran, Kim Chun Chu tidak membalas kematian ibunya. Orang yang membunuh ibunya berlutut dan minta dibunuh tapi ia tidak melakukannya justru minta dikawal ke seorabeol. Mi Saeng merasa aneh.

Al Cheon saat mencari Kim Chun Chu melihat Dae Nam Bo. Ia memutuskan untuk menyelesaikan ganjalan antara mereka. Ia berkata pada Dae Nam Bo, kematian Putri Cheon Myeong dilaporkan sebagai kecelakaan, AL cheon tahu itu bohong. saat itu hanya ada Dae Nam Bo dan dirinya. Dan mereka tahu apa yang terjadi. Dae Nam Bo bertanya apa mau Al Cheon. Al Cheon berkata ia sudah sampai semi final Bi Jae, jadi ia tidak dalam kondisi fit untuk bertarung. Al Cheon menunjukkan tangannya yang terluka dan minta Dae Nam Bo mengambil kesempatan untuk membunuhnya. Dae Nam Bo berkata bagaimana Hwa Rang dapat melakukan itu. Al Cheon mengingatkan bahwa kematian Putri Cheon Myeong sebagai Seonggol di pegunungan. Al Cheon dan Dae Nam Bo sudah menghunus pedang dan siap bertarung saat tiba2 Chun Chu muncul. Dia berkata dia sudah puas jalan-jalan dan akan kembali ke istana. Dae Nam Bo menoleh dan bertanya dimana Kim Chun Chu selama ini. Ia mencari kemana-mana.

Al Cheon berkata ia tidak tahu siapa Kim Chun Chu tapi ia akan menyelesaikan masalah dengan orang ini dulu. Kim Chun Chu bertanya apa sesuatu itu. Dae Nam Bo berkata jika demikian, Kim Chun Chu lah yang lebih berhak memaafkan Dae Nam Bo. Dae Nam Bo senang saat Al Cheon bertanya siapa Kim Chun Chu. Ia meminta Al Cheon memberi hormat, ia adalah Kim chun chu anak Putri Cheon Myeong dan Bangsawan Kim Yong Su. Al Cheon heran dan Kim Chun Chu mengangguk. So Hwa berlari ke kuil dan berkata Kim chun Chu sudah tiba. Deok Man senang sekali dan ia melihat gambar kakaknya dan bergegas pergi.

Kim Chun Chu menghadap Raja dan memberi salam pada Raja Jinpyeong dan Ratu Maya. Kim Chun Chu berkata Raja dan Ratu pasti sangat menderita. Raja Jinpyeong dan Ratu Maya melihat Kim Chun Chu sudah besar dan Ratu Maya mendekati Kim Chun Chu. Deok Man setengah berlari mencari Kim Chun Chu. Kasim berkata Kim Chun Chu sedang menemui Raja dan Ratu, ia pasti akan menemui Putri Deok Man. Deok Man senang dan bergegas kembali ke kediamannya.

Kim Chun Chu memasuki kediaman Deok MAn yang sebelumnya adalah kediaman Putri Cheon Myeong ibunya. Ia berkeliling dan ingat ibunya mengirimnya pergi dan berkata untuk saat ini mereka harus berpisah. Kim chun Chu tanya berapa lama 10 hari atau 20..ibunya berkata lebih lama dari itu. Putri Cheon Myeong memeluk Chun Chu dan tahu mereka akan terpisah lama.

Deok Man kembali ke kediamannya dan bertanya apa benar ini Kim Chun Chu. Deok Man memperkenalkan diri, ia adalah bibinya adik Putri Cheon Myeong ibu Kim Chun Chu. Kim Chun chu memberi hormat pada Deok Man. Deok Man berbisik pada Cheon Myeong dan ia memeluk Kim Chun chu yang bersikap dingin. Kemudian Kim Chun Chu bertanya mengapa Deok Man menggunakan kediaman ini, bukankah disini banyak tempat. Deok Man mengerti bahwa dulu ini adalah kediaman Cheon Myeong ibu Chun Chu.

Deok Man menyadari bahwa ini memang kediaman ibu Chun Chu. Jika Chun Chu tidak suka ia akan pindah. Deok Man tahu bahwa Kim Chun Chu tidak begitu sehat ia menanyakan kesehatan Kim Chun Chu. Deok Man meyakinkan ia akan melakukan semua yang ia bisa untuk Kim Chun Chu sebagai ganti ibunya. Kim chun chu mengeluarkan kotak yang dibawanya. Ternyata isinya adalah surat2 dari ibunya. Ia membacakan surat demi surat untuk Deok Man. Ibunya selalu menunda kedatangannya ke seorabeol. Tahun depan, selalu menunggu sampai tahun depan dan itu tidak pernah datang. Kim Chun Chu selalu ingin bertemu ibunya tapi kemudian waktu berlalu dan ia tidak merasakannya lagi. Kim Chun Chu heran bagaimana bisa terjadi.

Deok Man mencoba menjelaskan danminta Kim Chun Cu untuk mendengarnya tapi Kim Chun Chu memotongnya. Ia sudah tahu Deok Man berdoa tiap hari untuk Cheon Myeong. Deok Man berjanji akan menjaga Kim Chun Chu. Deok Man tahu ia tidak begitu berpengalaman menjadi ibunya dan akan melakukan yang terbaik yang ia bisa. Kim Chun Chu menjelaskan sekali dan selamanya, ia berkata Deok Man jangan mengambil keuntungan dari popularitas ibunya dn reputasinya dan mewarisinya seperti miliknya. Jika ada seseorang yang dapat mengambil tempat ibunya, itu pasti bukan Putri Deok Man tapi bukan lain adalah dirinya sendiri, Kim Chun Chu. Deok Man tidak akan menjadi penerima apapun yang menjadi milik Putri Cheon Myeong. Kim Chun chu mendengar bahwa Deok Man datang dari jauh seperti dirinya ke Seorabeol. Kim Chun Chu bertanya apa yang ia rasakan dan apa perasaan Kim Chun Chu saat dibawa kembali ke Seorabeol. Deok Man memikirkan apa maksud Kim Chun Chu dan Kim Chun Chu pergi.

Al Cheon memberi salam pada Kim Chun Chu dan berkata ia akan mengawal Kim Chun Chu kembali ke kediamannya. Tapi Kim Chun Chu menolak dan ia punya rencana sendiri. Ia minta Dae Nam Bo pergi dengannya. Dae Nam Bo heran saat Kim chun Chu minta diantar berkeliling Seorabeol. Dae Nam Bo dengan senang hati mengawalnya. Mi Saeng berlari dan memberi salam pada Kim Chun Chu. Mi Saeng menanyakan kabar Chun Chu. Mi Saeng berkata ia akan mengambil alih dan menunjukkan jalan. Al Cheon dan Im Jong heran melihat Mi Saeng membawa Kim Chun Chu pergi.

Mi shil berkata pada Seol Won bahwa ia benar2 serakah. Seol won Rang bertanya apa maksud Mi Shil. Mi Shil berkata memiliki seorang yang berbakat seperti Seol Won Rang disisinya sebagai anak buah yang setia bagaimana dia tidak merasa beruntung.

Seol Won berkata pujian Mi Shil berlebihan untuknya. Mi Shil bertanya apa hasil Pungwolju akan muncul besok. Seol Won Rang berkata bahwa untuk menghormati Kim yu Shin dia meyakinkan Mi Shil bahwa semua sudah diatur sesuai harapan Mi Shil. Mi Saeng masuk dan tersenyum. Mi Shil menanyakan Kim Chun Chu dan Mi Saeng berkata ia akan mengatur pertemuan Chun Chu dengan Mi Shil. Mi Shil berkata Mi Saeng boleh melakukan apa saja yang perlu dilakukan. Mi Shil senang karena Kim Chun Chu dekat dengan Dae Nam Bo.

Kim yu Shin mempersiapkan diri dan para Hwa Rang yang lain mengucapkan selamat padanya sebagai Pungwolju baru. Al Cheon mengajak Kim Yu Shin ke Yeol Seon Jeon karena dewan Hwa Rang sekarang menunggu kesaksian Kim Yu Shin. Kim Yu shin menghadap dewan Hwarang dia memberi salam pada Putri Deok Man, Mi Shil dan semua orang yang hadir. Ho Jae mengumumkan mereka akan mengumumkan Pungwolju baru sekarang. Moon Noh membaca bahwa untuk pemilihan Pungwolju diadakan 3 pertandingan sesuai hukum Hwa Rang dan Chil Sook berkata Kim Yu Shin sudah menang 2 babak dari 3. Kim yong Chu berkata, oleh karenanya Kim Yu Shin akan menjadi Pungwolju ke 15 Hwa Rang.

Seol Won Rang berkata bahwa Kim Yu Shin akan memberikan semangat seperti yang telah ia perlihatkan selama Bi Jae kemudian memberikan penilaian sesuai motto Hwa Rang tap sebelum ia melanjutkan ia ingin tahu satu hal. Kim YU Shin harus menjelaskan mengenai pengungsi Gaya yang berada di Samnyangju. Ia bertanya apa yang terjadi dengan pengungsi itu mengapa mereka tidak ada lagi. Deok Man bertanya apa maksud Seol Won Rang. Seol Won berkata bahwa sebagai Pungwolju harus jelas dan bersih dari semua keraguan dan kecurigaan. Menteri Pertahanan melaporkan bahwa mereka menemukan rakyat dengan jumlah sama yang dulu ada di Samnyangju sekarang tinggal di Amnyangju yang menjadi milik keluarga Kim Yu Shin.

(Amnyangju sekarang : Gyeongsangbuk-do)

Seol won Rang mengingatkan bahwa pemindahan pengungsi Gaya ke Samnyangju adalah jawaban kehendak langit tapi juga untuk mengalahkan pemberontak Bo Gya Hoe. Bolehkah dia bertanya mengapa pengungsi ini sekarang tinggal di tanah Kim Yu Shin dan dia mendapat laporan bahwa pemberontak Bo Gya Hoe terlihat beraktivitas di daerah itu. Seol Won Rang bertanya mengenai garis keturunan Kim Yu Shin yang dari Gaya dan minta Kim Yu Shin menjelaskan pada dewan mengenai masalah ini.

Deok Man tahu ini pekerjaan Mi Shil.

<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:”MS Gothic”; panose-1:2 11 6 9 7 2 5 8 2 4; mso-font-alt:”MS ゴシック”; mso-font-charset:128; mso-generic-font-family:modern; mso-font-pitch:fixed; mso-font-signature:-536870145 1791491579 18 0 131231 0;} @font-face {font-family:”Cambria Math”; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 415 0;} @font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-520092929 1073786111 9 0 415 0;} @font-face {font-family:”\@MS Gothic”; panose-1:2 11 6 9 7 2 5 8 2 4; mso-font-charset:128; mso-generic-font-family:modern; mso-font-pitch:fixed; mso-font-signature:-536870145 1791491579 18 0 131231 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:”"; margin-top:0cm; margin-right:0cm; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,”sans-serif”; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-bidi-font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-language:EN-US;} a:link, span.MsoHyperlink {mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; color:blue; text-decoration:underline; text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed {mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; color:purple; mso-themecolor:followedhyperlink; text-decoration:underline; text-underline:single;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:10.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-hansi-font-family:Calibri;} @page Section1 {size:595.3pt 841.9pt; margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; mso-header-margin:35.4pt; mso-footer-margin:35.4pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0 {mso-list-id:1648052676; mso-list-template-ids:1890087794;} @list l0:level1 {mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:; mso-level-tab-stop:36.0pt; mso-level-number-position:left; text-indent:-18.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; font-family:Symbol;} ol {margin-bottom:0cm;} ul {margin-bottom:0cm;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;}

Queen Seondeok Episode 36

Deok Man tahu ini strategi Mi Shil. Kim Yu Shin berkata orang2 itu hanya bertani di tanah milik keluarganya. Apa salah menghargai orang dengan membiarkan mereka bercocok tanam untuk makanan mereka karena tanah mereka dulu tandus. Kim Yu Shin berkata mereka yang kurang beruntung dan dalam situasi yang tidak adil mati karena mencari kehidupan justru dianggap kejahatan. Kim yu Shin berkata pada Seol Won bahwa ini hanya asumsi saja yang tidak punya bukti kuat. Seol Won berkata memang tidak ada bukti tapi ia akan memeriksa hal ini. Kim Yu Shin bertanya pada Seol Won apa yang harus dia lakukan. Seol Won menawarkan bantuan ia akan bekerja bersama Yu Shin sehingga Kim Yu Shin akan menjadi Pungwolju tanpa keraguan.

Deok Man bertanya apa Mi Shil yang merencanakan ini untuk menjegal pengangkatan Kim Yu Shin, padahal tidak ada bukti. Mi Shil berkata tidak ada asap tanpa api. Mi shil berkata apa Deok Man dapat membuktikan bahwa Kim Yu Shin tidak ada hubungannya dengan masalah ini. Apa Deok Man dapat mempercayai Kim Yu Shin sepenuhnya. Deok Man harus melihat Kim Yu Shin bukan hanya sebagai pribadi tetapi siapa dia, Kim Yu Shin adalah keturunan Gaya dan ia adalah keluarga pemimpin. Ini membuktikan kekuatan Kim Yu Shin tapi juga kelemahannya. Mi Shil berkata bukan Kim Yu Shin-nya tapi kekuatan yang melingkupinya dan yang harus diwaspadai Deok Man. Mi Shil berkata masalah ini tidak dapat dipisahkan dengan garis yang tegas. Mi Shil mengingatkan, suka atau tidak Kim Yu Shin harus memikul beban rakyat Gaya di pundaknya. Kim Yu Shin tidak dapat membuang mereka dan dia dapat membawa mereka ke medan pertempuran.

Deok Man bertanya apa yang Mi Shil coba tawarkan. Seol Won minta Kim Yu Shin membawa pemimpin Bo Gya Hoe, maka semua kecurigaan akan sirna. Kim Yu Shin bertanya bagaimana ia tahu siapa pemimpin Bo Gya Hoe. Seol Won berkata ia mungkin tidak tahu siapa pemimpin Bo Gya Hoe, tapi jika Kim Yu Shin berhasil menangkapnya maka akan bagus sebagai jasa untuk Kim Yu Shin. Ini akan membantu pengangkatannya sebagai Pungwolju.

Al Cheon memberi salam pada Deok Man dan Kim Yu Shin. Al Cheon heran mengapa dewan Hwa Rang keberatan dengan pengangkatan Kim Yu Shin sebagai Pungwolju. Al Cheon berkata bagaimana orang2 itu yang sudah melihat perjuangan Yu Shin dalam Bi Jae bisa melakukan itu. Bahkan orang seperti Seok Bum juga tidak protes. Kim Yu Shin berkata ini karena masalah usal usul-nya sebagai orang Gaya. Ini juga mengenai pemindahan pengungsi Gaya dari Samnyangju ke tanahnya. Kali ini mereka ingin Bo Gya Hoe. Al Cheon berkata, mereka juga menyadari Bo Gya Hoe? Kim Yu Shin berkata mereka tidak asing dengan Bo Gya Hoe. Deok Man mengerti ini adalah rencana mereka dan pihak Deok Man sudah terperangkap.

Seol Won berkata mereka akan menghadapi dilema karena tangannya sudah terikat. Mi Shil berkata Kim Yu Shin harus memberikan pemimpin Bo Gya Hoe untuk menyelesaikan masalah ini. Kim Yu Shin akan kehilangan kepercayaan dari rakyat Gaya. Seol Won berkata Jika Kim Yu Shin tidak dapat mengusir kecurigaan darinya maka ia akan gagal diangkat sebagai Pungwolju. Mi Shil setuju, ini akan menghantui Kim Yu shin dalam sepanjang hidupnya. Seol Won berkata strategi terbaik yang harus diambil Yu Shin adalah bergabung dengan Mi Shil. Tapi Seol won tidak yakin bila Yu Shin akan segera menyadarinya. Mi shil berkata mereka harus paling tidak bisa memberikan bukti atas tuduhan ini. Seol Won berkata ia sudah menempatkan orang namanya Bangso di pihak Kim Seo Hyeon. Mereka selalu berkomunikasi dengan merpati pos di Iseo. Mi Shil bertanya apa Seol Won sudah menempatkan orang ini sejak Kim Seo Hyeon masuk ke Seorabeol?

Bangso melaporkan pada Kim Seo Hyeon bahwa dewan Hwa Rang menolak pengangkatan Kim Yu shin sebagai Pungwolju. Kim Seo Hyeon bertanya apa alasan mereka. Karena mereka curiga Kim Yu Shin terlibat dengan kelompok Bo Gya Hoe. Putri Man Myeong merasa nama itu tidak asing dan Kim Seo Hyeon memotong isterinya. Dia membubarkan Bangso dll. Setelah mereka pergi, Kim Seo Hyeon berkata pada isterinya ia akan ke istana. Kim seo Hyeon minta isterinya menyimpan dekrit/perjanjian dengan hati-hati. Kim Seo Hyeon menegaskan agar semua dilakukan dengan hati-hati. Kim Seo Hyeon menuju istana dan minta anak buahnya membuat persiapan. Dia meminta Bangso tinggal sampai ia kembali. Kemudian Bangso melihat Putri Man Myeong menyimpan sebuah kotak dan ia curiga.

Seo Ji menemui resimen Yonghwa dan ia masih punya urusan dengan Joo Bang. Wyol Ya datang. Seo Ji mengumumkan ini adalah anak angkat Kim Seo Hyeon dan minta mereka memberi hormat. Semua menghormat pada Wyol Ya. Wyol Ya berkata saat Kim Yu Shin diangkat menjadi Pungwolju, ia akan menggantikan Kim Yu Shin memimpin resimen Yonghwa Hyangdo. Ia akan membantu Kim yu Shin membuat resimen ini menjadi resimen terbaik di Seorabeol. Beberapa nangdo dari resimen Yonghwa berkata Kim Yu shin menghadapi halangan untuk dipilih menjadi Pungwolju. Mereka berkata Kim Yu Shin dituduh mempunyai hubungan dengan pemberontak Bo Gya Hoe.

Raja mendapat laporan dari Kim Seo Hyeon dan kaget. Raja bertanya apa benar Yu Shin memiliki hubungan dengan pemberontak Bo Gya Hoe. Kim Seo Hyeon berkata ini strategi yang dirancang Mi Shil. Raja berkata jika mereka tahu ini akan terjadi, bukankah lebih baik mereka membiarkan Bo Jong sebagai Pungwolju daripada membiarkan mereka melancarkan strategi yang lebih bagus.

Ratu Maya menemui Deok Man dan melihat Deok Man benar2 terganggu dengan masalah Kim Yu Shin dengan Mi Shil. Deok Man juga melihat ibunya tidak tenang. Deok MAn bertanya ada apa, Ratu berkata Kim Chun Chu meninggalkan istana lagi. Deok Man berkata Kim Chun Chu tidak tinggal di istana seharipun dan menolak bertemu siapapun. Ratu berkata mereka tidak perlu terlalu mencemaskan Chun Chu, karena ia masih sangat muda. Ratu merasa Chun Chu bertingkah seperti itu karena ia merindukan ibunya dan ia juga masih muda jadi reaksi pemberontakannya ini masih dapat dimengerti.

Mi Saeng mengenalkan anggur yang berkualitas dan berumur pada Chun Chu. Dia mempromosikan bahwa anggur ini sangat bagus karena disuling dengan baik tapi tidak akan memabukkan karena kadar alkoholnya rendah dan berkata bahwa ini adalah untuk panjang umur dan awet muda.

Mi Saeng mengenalkan Cheongju pada Kim Chun Chu. Cheonju adalah anggur yang bening atau transparan seperti sake. (skr harganya 33.000 won/botol).

Mi Saeng bertanya bagaimana rasanya. Kim Chun Chu mencicipi anggurnya dan berkata bahwa saat ia merasakan kelembutan dan kekuatan anggur saat masuk ke mulut dan lidahnya dengan keharuman air. Mi Saeng senang sekali karena Kim Chun Chu tepat sekali menggambarkan rasa anggur itu. Kim Chun Chu berkata saat anggur ini disuling pasti dicampur dengan bunga dan rempah2 dalam proses dasarnya. Kim Chun Chu menebak itu pasti kamperfuli dan bunga seruni. Mi Saeng heran bagaimana anak semuda Kim Chun Chu mengetahui tentang anggur sedemikian akurat. Kim Chun Chu berkata bahwa Dinasti Sui dari Cina menyuling anngurnya dengan bunga2.

Mi Saeng memperlihatkan ketakutan karena masalah ini. Kim Chun Chu menyadari ketakutan Mi Saeng dan ia tanya apa yang Mi Saeng takutkan? Mi Saeng berkata, mereka baru saja bertemu tapi sudah seperti teman lama dengan kesukaan yang sama. Mi Saeng berkata ia dengar Chun Chu tidak bisa naik kuda, ia juga sama. Tapi Mi saeng berkata ia punya bakat di bidang lain. Mi Saeng menyesap anggurnya dan menggambarkan rasanya seperti perjalanan antara kehidupan nyata dan khayangan. Kim Chun Chu berkata ini seperti seorang wanita cantik dari tanah yang sangat jauh yang menari dengan indahnya. Dae Nam Bo tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh ayahnya dan Kim Chun Chu. Mi Saeng berkata bahwa ia harus bertemu belahan jiwanya dan mengundang Kim Chun Chu mengikutinya.

Mi Saeng mengundang Chun Chu ke Gibang (semacam tempat hiburan). Mi saeng tahu Kim Chun Chu ingin main. Mi saeng membawa Chun Chu ke kamar private dan ia menuangkan anggur untuk Chun Chu. Kemudian Mi Saeng memerintahkan layar dibuka. Seorang wanita keluar dan Mi Saeng minta gadis itu senyum dan berputar, lalu bertanya pada Chun Chu apa pendapatnya. Kim Chun Chu berkata bahwa proporsi tubuh dan wajahnya tidak konsisten. Maksudnya? Kim Chun Chu berkata jarang kecantikan tidak bisa ditemukan pada sesuatu yang tidak simetris. Kemudian wanita ke 2, Kim Chun Chu merasa ia juga sama saja. Mi Saeng dapat melihat apa maksud Chun Chu. Kim Chun Chu berkata gadis itu tidak memiliki kecantikan yang alami. Mi Saeng berkata untuk meminta gadis yang ke-3. Mi Saeng tanya bagaimana dengan dia? Kim Chun Chu ingin gadis ke-3 itu menunjukkan tangannya. Kemudian Chun Chu memintanya berputar.
Kim Chun Chu : berbaliklah dan angkat rambut diatas lehermu.

Mi Saeng berpikir Kim Chun Chu menyukai hal ini.

Kim Yu SHin menemui Moon Noh. Moon Noh ingin mendengar hal sesungguhnya dari Kim Yu Shin. Moon Noh berjanji apapun itu, ia akan merahasiakannya. Moon Noh percaya jika Kim Yu SHin menjadi Pungwolju maka akan membawa manfaat lebih dan juga sangat berarti bagi Hwa Rang tapi bagaimanapun hubungan Kim Yu Shin dengan Gaya adalah halangan. Hal ini tidak bisa dilihat dengan sederhana seperti memberi tanah untuk bercocok tanam bagi pengungsi Gaya. Moon Noh bertanya apa benar pengungsi Gaya ada di tanah Yu Shin di Amnyangju. Kim Yu Shin membenarkan. Kim Yu Shin juga berjanji tidak akan memungut pajak untuk mereka.

Moon Noh heran bahwa Yu Shin sama sekali tidak mendapat apapun. Kim Yu shin membenarkan. Kim Yu Shin melakukannya untuk mendapatkan kesetiaan dan aliansi dengan mereka. Ia akan menggunakan aliansi itu untuk memperkuat Gaya dalam jumlah dan kemudian akan mempengaruhi politikus Silla. Kim Yu Shin tahu bahwa Gaya tidak akan pernah menjadi negara sendiri dan meskipun bisa tidak akan mendapat manfaat apapun. Kim Yu Shin percaya untuk membangun kekuatan politik yang kuat di Silla, sebagai bagian dari negeri ini, mereka akan membantu Silla meraih ambisi besarnya yaitu menyatukan 3 negara dengan terjun ke medan peperangan. Ini adalah cara agar keturunan Gaya dapat bertahan. Bahkan jika ia tidak mungkin menjadi Pungwolju, ia tidak akan mengkhianati rakyat Gaya.

Bi DAm ingat Moon Noh berkata ia tidak diperlukan di Seorabeol dan minta Bi Dam pergi dengannya dan membuat persiapan. Kemudian Moon Noh berkata Bi Dam bodoh, biarpun Bi Dam memberikan semua usahanya , Moon Noh tidak yakin Bi Dam dapat melampaui Kim YU SHin. Bi Dam bertanya pada dirinya mengapa ia harus pergi.

Moon Noh berpikir Kim Yu Shin benar2 orang hebat tapi terlalu berterus terang, yang hanya akan membawa hambatan baginya. Moon Noh berpikir apa yang harus ia lakukan.

Bi Dam pergi ke kuil Deok Il Sa. Dia pergi ke kamar Moon Noh dan mencari peta topografi, tapi ia benar2 bingung saat peta itu hilang. Ia teringat Moon Noh memarahinya saat tahu Bi Dam pergi ke kuil ini.

Wyol Ya dan Seo Ji menemui Kim yu Shin, mereka mencemaskan keberatan atas pengangkatan Yu SHin sebagai Pungwolju. Seo Ji mengatakan ia bersedia ditangkap sebagai pemimpin Bo Gya Hoe. Wyol Ya berkata mereka tidak punya pilihan. Ini demi pengangkatan Kim Yu Shin. Jika Kim Yu Shin melepaskannya, ia akan terbukti bersalah dengan tuduhan mereka. Seo Ji minta Kim Yu Shin membuat keputusan dan tidak memikirkannya lagi.

Kim YU Shin bertanya mengapa mereka bereaksi seperti keinginan Mi Shil. Apa pantas membersihkan kesalahan dengan mengorbankan seseorang di altar. Wyol Ya berkata mereka tidak punya pilihan. Jika mereka dipaksa untuk menyerahkan sesuatu, paling tidak mereka harus memotong kekalahannya sedikit mungkin. Kim yu Shin bertanya apa mereka harus menyerah pada kekuatan yang lebih besar mereka tidak menyadari bahwa mereka perlu bersatu untuk menjadi kuat dan menjadi dasar ambisi besar mereka. Seo ji juga tahu itu tapi kondisinya meminta demikian. Ini satu2nya pilihan yang dapat mereka ambil. Wyol Ya minta Yu shin berpikir dengan skala luas. (Tirza : istilah forexnya, dg time-frame yang lebih besar he..he)

Kim Yu Shin menemui Deok Man dan Mi Shil. Ia berniat mundur dari pencalonan. Deok Man heran dan Mi Shil senang. Kim Yu Shin berkata ini akan menyelesaikan semua keraguan. Mi Shil bertanya apa hanya ini yang bisa ditawarkan Kim Yu Shin. Kim Yu Shin berkata ia percaya Mi Shil akan mengangkat Bo Jong sebagai Pungwolju tapi dia ingin tahu berapa yang akan menerima keputusan itu. Kim yu Shin mengingatkan bahwa semua menyaksikan apa yang terjadi di Bi Jae. Kim Yu Shin berkata ia sudah memperoleh hak untuk menjabat Pungwolju dari kemenangan Bi Jae dan kemudian digagalkan dengan situasi dan keputusan yang memberatkan pengangkatannya. Kim Yu Shin bertanya bagaimana mereka akan mengurusnya. Seol Won Rang menyerahkan pada Deok Man sebuah dokumen yang sudah ditulis Kim Yu shin untuk Bo Gya Hoe. Deok Man membukanya dan ia terkejut. Mi Shil berkata bahwa dokumen ini akan menjelaskan situasinya dan bukti semua keraguan.

Putri Man Myeon berkata pada suaminya bahwa dokumen itu hilang. Kim Seo Hyeon : apa maksudmu dokumen itu hilang?! Putri Man Myeong berkata mengenai dokumen tentang pajak tanah itu. Putri Man Myeong takut menyembunyikan dokumen itu di dalam rumah, makanya ia sembunyikan dalam kamar Mun Hee. (Pertama kalinya nama Kim Mun Hee disebut, ia adik perempuan Kim Yu Shin, kelak akan menikah dengan Kim Chun Chu dan menjadi Ratu Munmyeong)

Anak buah Kim Seo Hyeon melaporkan bahwa salah satu teman mereka Bangso menghilang. Kim Seo Hyeon kaget dan putri Man myeong bertanya apa sudah diperiksa dibagiannya. Orang itu berkata, Bangso menghilang dengan semua teman dekatnya.

Deok Man kaget dengan apa yang sudah ia baca. Seol Won menjelaskan dokumen itu adalah bukti bahwa Kim yu Shin dengan sengaja tidak memungut pajak atas tanah Amnyangju. Seol Won berkata tidak peduli sebaik apa niat Kim Yu Shin, tapi bukankah ini berarti juga mendanai Bo Gya Hoe. Mi Shil melihat Yu Shin dengan pandangan menang.

Al Cheon bertanya bagaimana dokumen itu jatuh di tangan Mi Shil. Kim Yu Shin curiga mereka telah mencurinya dari rumah keluarganya. Al Cheon curiga dengan niat mereka, seharusnya mereka langsung menangkap Kim Yu Shin ke kementrian militer dan pertahanan. Tapi mengapa mereka hanya memperlihatkannya saja pada Yu Shin dan Deok Man. Deok Man berkata sejak awal mereka tidak akan menangkap Yu Shin. Kim Yu Shin ingat Mi Shil tidak berniat bermusuhan dengannya. Al Cheon heran, lalu apa? Deok Man berkata Mi Shil menginginkan Kim Yu Shin. Al Cheon shock. Deok Man kesal dan berkata dalam hati, ini yang paling membuatku kesal. Deok Man dan Yu Shin berpikir. Moon Noh juga sepertinya sudah membuat suatu keputusan dan meninggalkan kediamannya.

Deok Man menemui Kim Yu SHin. Deok Man berkata mereka harus menyerahkan Seo Ji sebagai pemimpin Bo Gya Hoe. Kim Yu Shin menolaknya. Deok Man berkata mereka tidak punya pilihan lain. Kim Yu Shin berkata, sekali mereka menyerahkan Seo Ji, maka Mi Shil akan meminta yang lainnya dan akan terus berlanjut sampai semua keinginan mereka terpenuhi. Deok Man berkata itu harus dilakukan.

Kim Yu Shin bertanya apa Deok Man tahu artinya, jika mereka menyerahkan Seo Ji maka akan membuktikan bahwa pengungsi Gaya terlibat dengan Bo Gya Hoe dan jika Kim Yu Shin masih gagal meyakinkan mereka, kemudian mereka akan meminta orang2 di Amnyangju, satu demi satu akan dituduh memberontak. Bi Dam dan Moon Noh tidak sengaja mendengar percakapan mereka. Jika ia terus menolak, maka satu demi satu orang2nya akan dibantai. Kim Yu Shin minta Deok Man menyadari bahwa orang2 Gaya Kim Yu Shin adalah bagian dari orang2 Silla milik Deok Man. Yu Shin bertanya apa Deok Man akan membuang mereka? Deok Man bertanya apa ia harus melepaskan Kim Yu Shin. Deok Man berkata hanya karena ia tidak pernah mengatakannya pada Kim Yu Shin, apa Kim yu Shin pikir ia tidak memiliki perasaan terhadapnya.

Kim Yu Shin menjelaskan bahwa perjalanan ini adalah sesuatu yang harus diputuskan Deok Man. Apa menjadi Ratu itu mudah. Kim Yu SHin minta ia menjaga rakyatnya dengan bijak dan bukan hanya dengan tangan besi. Kim Yu Shin berkata rakyat harus dilindungi dan itu yang diharapkan rakyat pada penguasanya, yaitu nyawa mereka dilindungi dan untuk mencapai itu, maka ia harus melakukannya dan ia berharap Deok Man akan melakukan hal yang sama. Deok Man bertanya lalu bagaimana dengan aku. Kim Yu Shin memberikan realita, ini adalah jalan yang harus ditempuh Deok Man sendiri.

Deok Man pergi dan Moon Noh menemui Kim yu Shin. Moon Noh berkata ia mendengar percakapan mereka secara kebetulan. Moon Noh bertanya apa mereka perlu mendapatkan hati rakyat untuk meraih dunia. Ini karena penguasa perlu memiliki fondasi dari rakyat yang mendukungnya. Orang tidak dilahirkan sebagai pahlawan, tapi dibentuk oleh orang2 disekitarnya.Moon Noh berkata apa yang ia katakan pada Putri Deok Man mungkin tidak akan membuatnya senang. Menjadi penguasa bukan hal yang mudah. Kemudian Moon Noh bertanya mengenai pilihan lain yang dikatakan Putri Deok Man.

Deok Man menangis terisak dan Bi Dam datang dan melihatnya menangis. Bi Dam mencoba bertanya ada apa (padahal ia sudah tahu). Deok Man bergumam ia tidak sama dengan Mi Shil dan bersumpah tidak akan pernah menjadi seperti Mi Shil. Bi Dam tidak mengerti perkataan Deok Man. Bi Dam minta Deok Man menjelaskan maksudnya. Deok Man mengaku bahwa ia tidak akan pernah sanggup melepaskan Kim Yu Shin tapi ia tidak bisa mengaku kenyataan bahwa ia menyukai Kim Yu Shin dan harus merelakan semuanya terjadi. Bi Dam mencoba menghibur Deok Man tapi ia ragu-ragu, tapi akhirnya ia memegang bahu Deok Man dan menenangkan Deok Man yang menangis.

Moon Noh bertanya apa ini yang direncanakan Kim Yu Shin dan apa ia bisa melakukannya. Kim Yu shin berkata ini yang harus ia lakukan. Kim Yu Shin membungkuk dan pergi. Bi Dam meninggalkan kediaman Deok Man. Moon Noh berpikir apa Deok Man benar2 memiliki kehendak langit atau ia salah menilainya dari awal bahwa langit memiliki rencana lain. Moon Noh bertanya apa itu adalah Kim Yu Shin. Bi Dam menemui Moon Noh. Moon Noh bertanya apa yang dipikirkan Bi Dam dengan masalah ini. Bi Dam justru menanyakan bukunya. Moon Noh tanya apa Bi Dam pergi ke kuil Deok Il Sa lagi. Bi Dam bertanya buku itu miliknya atau bukan. Moon Noh berkata Bi Da benar2 bodoh dan bagaimana dia bisa berubah menjadi demikian, lalu Moon Noh jalan melewatinya.

Ha Jong meminta klarifikasi dari Bo Jong apa benar Mi Saeng benar2 mengatakan itu. Bo Jong mengiyakan. Mi Shil bertanya apa yang dikatakan Mi Saeng. Se Jong berkata sepertinya Kim Chun Chu menyukai Bo Ryang. Mi Saeng sudah minta Bo Jong dan Seol Won Rang untuk mengatur pertemuan mereka. (Bo Ryang adalah putri Bo Jong dan Putri Yang Myeong)

Seol Won heran Chun chu tertarik dengan Bo Ryang. Bo Jong membenarkannya. Ha Jong bertanya mengapa harus Bo Ryang, ia juga punya anak perempuan yang cantik untuk diperkenalkan. Mi Shil berkata itu benar dan bertanya dimana Mi Saeng sekarang. Bo Jong berkata dia sudah pergi lagi dengan Kim Chun Chu. Mi Shil bertanya apa Kim Chun Chu benar-benar senang dengan Mi Saeng. Bo Jong berkata, menurut Dae nam Bo mereka menyebut satu sama lain sebagai teman abadi. Mi Shil tertawa.

Mi Saeng berkata pada Chun Chu bahwa ada beberapa hal yang dapat dibandingkan dengan wanita dan anggur, tapi jika mereka mencari kesenangan, maka tidak bisa dibandingkan. Kim Chun Chu bertanya apa itu. Mi Saeng berkata ia akan menunjukkannya. Sementara itu Bi Dam mengikuti Moon Noh kemudian ia melihat Mi Saeng mengajak Kim Chun Chu ke tempat hiburan. Mi Saeng membayar biaya masuk dan mengajak Chun Chu masuk, tapi ia ditahan karena Mi Saeng hanya membayar untuk satu orang. Mi Saeng marah, bagaimana ia bisa minta Chun Chu membayar. Mi Saeng menunjukkan kekuasaannya. Akhirnya mereka mengijinkan Mi saeng dan Kim Chun Chu masuk. Mi Saeng tampak akrab dengan semua staf, sepertinya Mi saeng mengajak Chun Chu ke casino Silla. Bi Dam mencoba menyelinap ke dalam casino melalui kincir air dan berhasil masuk.

Mi Saeng menjelaskan pada Kim Chun Chu bahwa permainannya sungguh mudah. Mereka bermain dadu Juryeonggu, dadu 14 sisi, dengan no 1-7 yang diukir di kedua sisinya. Ada 2 dadu dalam mangkuk.

Kim Chun Chu merasa ia tahu cara mainnya, ia harus bertaruh diantara no 2 sampai 14. Mi Saeng memuji kecerdasan Chun Chu. Mi Saeng berkata mereka cocok sekali. Mi Saeng minta Kim Chun Chu mencoba bertaruh. Chun Chu berkata ia akan memilih no.5

Setelah dadu dikocok dan dibuka, ternyata keluar no 4 dan 1, jumlahnya 5. Mi Saeng senang dan berkata Chun Chu benar2 beruntung. Mi Saeng bertanya apa taruhan Chun Chu berikutnya. Kim Chun Chu minta no9. Mi Saeng berkata ia akan bertaruh no 8 untuk Chun Chu. Saat dadu dikocok, terlihat no 4 dan 5, jmlnya 9. Mi Saeng berkata jadi keberuntungan benar2 ada pada Kim Chun Chu. Kim Chun Chu bertaruh no 12. Mi saeng bertanya dimana Yeom Jong. Dijawab ia ke pelabuhan. Yeom Jong sepertinya bandar langganan Mi Saeng. Sepertinya Mi saeng sengaja mengatur agar Chun Chu menang.

Bandar itu berkata Mi Saeng tidak perlu cemas, Mi Saeng menunjuk Kim Chun Chu, anak muda dengan alis yang tebal itu harus menang terus dengan cara apapun. Bandar itu mengerti. Saat dadu dikocok, keluar angka 5 dan 7 jmlnya 12. Mi Saeng berlagak terkejut sekali dengan kemenangan Chun Chu. Mi Saeng kemudian mencoba bertaruh no 12. Bi Dam masuk ke casino dan heran apa yang dilakukan Moon Noh disini. Kim Chun Chu menang terus dan sekarang telah menarik banyak orang untuk melihat. Bi Dam mencoba menarik perhatian Chun Chu saat Mi Saeng mengalihkan perhatiannya. Bi Dam berusaha tidak terlihat Mi Saeng. Bi Dam kemudian mencoba memberi isyarat pada Chun Chu bahwa permainan ini sudah diatur, dan Kim Chun Chu berkata ia sudah tahu. (Tirza: wow..this cutie pie is indeed genius and smart) Bi Dam pergi dengan tersenyum.

Mi Shil bertanya pada Seol won apa yang dilakukan Kim Yu Shin. Seol Won berkata, baik Kim Yu Shin maupun Putri Deok Man ada di kediamannya masing2. Mi Shil berkata ia belum mendengarnya. Mi Shil berkata apa yang dikatakan Kim Yu Shin akurat. Jika mereka menangguhkan pengangkatan Yu Shin maka mereka harus mengumumkan pada publik tentang dokumen ini. Jika mereka melakukannya, mereka tidak akan pernah mendapat Kim Yu Shin, kata Seol Won. Mi Shil ingat bahwa Yu Shin pernah berkata jika Mi Shil menginginkannya ia hanya akan mendapat mayatnya. Hanya ini yang bisa ditawarkan Yu Shin pada Mi Shil, Yu Shin tidak akan pergi pada Mi Shil hidup2.

Putri Man Myeong berkata mereka memaksa Yu Shin bergabung. Yu Shin berkata ia tahu benar apa maksud mereka. Kim Seo Hyeon berkata karena Yu Shin sudah tahu mereka tidak akan minta apapun dari anaknya. Orang tua Kim Yu Shin memperlihatkan kepercayaannya pada putra mereka, Yu Shin pasti mampu memutuskan masalah ini.

So Hwa menghibur Deok Man, Deok Man menceritakan semuanya yang dikatakan Kim Yu Shin pada So Hwa. Ini adalah pilihan yang Deok Man ambil, biarpun itu diluar kehendaknya. Kim Yu Shin benar. Deok Man berkata jika ia ingin memiliki Kim Yu Shin sendiri, maka ia akan kehilangan dan membuang begitu banyak orang dan bahkan jika Deok Man melakukan itu untuk memiliki Kim Yu Shin, maka Kim Yu Shin akan meninggalkannya karena tindakan Deok Man itu. Dia tahu benar itu. So Hwa menasihati Deok Man bahwa ia harus membiarkan hatinya menuntun, apa yang hatinya lihat dan dengar, dan melihatnya lagi. Sepertinya So Hwa berbicara pada dirinya sendiri mengenai Chil Sook. Seorang pelayan Putri Deok Man bertanya apa ia perlu mengumumkan kedatangan Kim Yu Shin karena ia sudah berdiri lama disini. Kim Yu Shin berkata tidak perlu dan pergi.

(Kediaman Deok Man adalah lokasi taman Dae Jang Geum )

Kim Yu Shin duduk untuk memikirkan apa yang akan ia lakukan. (Kim Yu Shin meloncat dari taman Dae Jang Geum di Yangju, dekat Seoul ke Shilla Millenium Park di Gyeongju he..he)

Seol Won menemui Kim Yu Shin dan bertanya apa tujuan kedatangan Yu Shin. Kim Yu Shin berkata ia harus bertemu Mi Shil. Seol Won bertanya apa Kim Yu Shin sudah membuat keputusan. Sementara itu, Deok Man mendapat laporan bahwa Kim Yu Shin berdiri di luar kediamannya dan ia pergi. So Hwa heran mengapa ia tidak mengumumkan kedatangannya. Pelayan itu berkata Kim Yu Shin melarangnya untuk mengumumkan kedatangannya tapi ia berdiri lama sekali kemudian langsung pergi. Deok Man menyadari dalam hatinya apa yang akan dilakukan Kim Yu Shin dan itu menyakitkannya, kemudian ia keluar dari kediamannya. So Hwa mengikuti Deok Man.

Bi Dam mengikuti Moon Noh, saat beberapa pedagang kembali dan penjaga memberi salam. Pedagang itu, Yeon Jong bertanya apa ada yang harus dilaporkan. Penjaga bilang, Moon Noh disini. Bi Dam menajamkan pendengarannya. Yeom Jong memasuki casino. Bi Dam mengikutinya ke sebuah ruangan dimana Moon Noh menunggu. Ia minta maaf karena Moon Noh sudah menunggu lama. Moon Noh dengar ia dari pelabuhan Gaeunpo (sekarang Ulsan).

Yeom Jung berkata bahwa Pil Seon baru kembali dari Goguryeo dan ia membawa informasi baru dan bertanya apa ia perlu mengatakannya pada Moon Noh. Moon Noh berkata ia akan mendengarkan informasinya nanti tapi pertama mereka harus melengkapi topografi dan geografi dari 3 kerajaan. Bi Dam terkejut saat mendengar topografi 3 kerajaan. Yeom Jong heran bahwa mereka harus melengkapinya. Moon Noh berkata ia harus segera menyelesaikan bab terakhir dan melengkapi topografinya. Yeom Jong berkata Moon Noh pernah bilang bahwa ini harus menunggu waktu yang tepat untuk menyelesaikannya. Moon Noh berkata pemilik buku ini sudah muncul.

Yeom Jung heran bahwa ada pemilik buku ini, bukankah Moon Noh yang menyusunnya, bagaimana mungkin ada pemilik buku2 ini. Apa orang itu bisa dipercaya untuk memiliki buku2 ini. Yeom Jong mengingatkan usaha yang sudah dikeluarkan untuk menyusun buku ini dan sekarang Moon Noh akan memberikannya pada orang lain. Moon Noh menjelaskan bahwa orang itu adalah orang yang paling jujur. Bi Dam menebak dari apa yang digambarkan Yeom Jong orang itu Moon noh. Tapi Moon Noh berkata tidak. orang itu kata Moon Noh dapat menggerakkan dan menyentuh hati rakyat. Moon Noh berkata demi kebanggaannya, kebesarannya sendiri, dan keuntungannya dia memalingkan punggungnya dari dunia untuk lari dari kenyataan. Tapi orang ini tidak seperti dia. Seperti apa dia, tanya Yeom Jong. Moon Noh berkata bahkan jika orang ini ditenggelamkan dalam kotoran, dia akan tetap berkeras untuk melindungi keluarga dan bangsanya.

Bi Dam kaget, dia menyadari bahwa Moon Noh berbicara mengenai Kim Yu Shin. Yeom Jong bertanya apa orang ini layak dipercaya bahwa Moon Noh percaya padanya. Moon Noh bertemu Yu Shin dan bertanya apa lagi yang bisa dilakukan Kim yu Shin mengenai masalah ini. Kim Yu Shin : Aku akan berlutut dihadapan mereka, dan bukan itu saja, aku akan merendahkan diriku jika mereka minta, aku akan merangkak pada mereka jika mereka minta, bahkan jika mereka ingin aku menjilat kaki mereka, aku akan melakukannya. Semua penghinaan ini tidak berarti baginya. (Tirza: sigh..begitulah cara Kim Yu Shin mencintai Deok Man dan rakyatnya…dia benar2 Jenderal besar)

Kim Yu Shin menemui Mi Shil di koridor dan Deok Man juga sampai di koridor. Kim Yu Shin berlutut di hadapan Mi Shil yang membuat Deok Man kaget, ia hampir jatuh dan So Hwa memeganginya. Sementara itu Moon Noh berkata pada Yeom Jong bahwa ia memutuskan untuk bertaruh pada Kim Yu shin setelah melihat keputusan Kim Yu Shin. Moon Noh berkata sejak awal ini adalah sesuatu yang tidak ia bayangkan. Bi Dam benar2 terlihat kesal karena ia sudah dikalahkan oleh Kim Yu shin sebagai pilihan Moon Noh.

Mi shil yang melihat betapa terpukulnya Deok Man melihat ini, dengan ringan bertanya, apa maksud Kim Yu Shin. Kim Yu shin berkata ia disini berlutut untuk memohon Mi Shil menyelamatkannya. Mi Shil tidak tahu apa maksudnya menyelamatkan Kim Yu Shin. Mi Shil mengingatkan bahwa Kim Yu Shin pernah berkata jika ia berharap mendapatkan kesetiaan Yu Shin, Mi Shil hanya akan mendapatkan jasadnya. Kim Yu Shin berkata ia masih mempercayainya. Mi Shil kemudian bertanya lalu apa ini. Kim Yu Shin berkata saat Mi Shil mengusir rakyat Gaya ke Samnyangju, dan sekarang dia akan menuduh mereka dengan kejahatan yang akan membawa pada kematian. Mi Shil mengakui ia mungkin dan sepertinya ia akan melakukan itu. Kim Yu shin berkata saat ini ia dapat menerima kematiannya sendiri tapi ia tidak akan pernah menerima pengorbanan nyawa yang tidak bersalah untuk kepentingannya. Mi Shil bertanya apa Kim yu Shin datang padanya untuk menyelamatkan nyawanya.

Kim Yu Shin membenarkan bahwa dia sekarang siap menerimanya dan mengakui dimana ia berdiri dan apapun yang tidak menjadi miliknya, dia berencana akan meninggalkannya, itulah sebabnya Kim Yu shin berharap bergabung dengan Mi shil.

Mi Shil tertawa bahwa Kim Yu shin ingin datang ke dalam pelukannya. Mi Shil: pelukanku..ke dalam pelukanku? Mi Shil menyombongkan diri pada Deok Man bahwa Kim Yu Shin ingin datang ke pelukan Mi Shil. Mi Shil mengakui, jika ia masih muda dia berharap untuk memiliki Kim Yu Shin untuk dirinya sendiri, tapi sayangnya ia sudah tua. Mi shil menyarankan sebagai simbol bergabungnya Mi Shil dengan Kim yu Shin, dia minta Kim Yu Shin menikah dengan keluarganya : Yeong Mo

Kim Yu Shin : Ya, aku akan melakukannya
Deok Man kaget dengan jawaban yang diberikan.

Queen Seondeok Episode 37

Deok Man bertemu Mi Shil, ia memberi selamat atas pernikahan yang akan datang. Mi Shil berkata Kim Yu Shin sangat ingin segera dilaksanakan. Deok Man tersenyum, Kim Yu Shin harus bertahan. Mi Shil meyakinkan bahwa ia akan memberikan perhatian terbesar pada Kim Yu Shin dan akan membimbingnya menjadi seorang Pungwolju yang paling terpecaya dan terhormat. Deok Man berkata bahwa Kim Yu Shin adalah karakter yang luar biasa baik dalam skill-nya dan temperamennya, itu tidak perlu diragukan lagi. Mi Shil membenarkan, tapi ia juga tidak naif dan berpikir Kim Yu Shin akan benar2 setia padanya. Deok Man mengiyakan itu, mereka akan terlibat dalam pergumulan yang lebih lagi di masa depan, Deok Man mengijinkan Mi shil menarik Kim Yu Shin jauh darinya.

Mi Shil suka dengan pilihan kata2 Deok Man. Deok Man berkata mereka tidak punya pilihan lain. Mi Shil berkata ini adalah semboyan keluarganya untuk melayani penguasa negri ini, ia sudah diajar sejak kecil dan belajar melayani pria. Deok Man mengerti dan ia menghitung ada banyak dari mulai Raja Jinheung, Putra Mahkota Dong Nyun (ayah Raja Jinpyeong), dan Raja Jinji, Mi Shil sudah melayani mereka semua, bahkan untuk Se Jong dan Seol Won Rang dan juga Deok Man mendengar ada beberapa orang lagi hanya ia tidak ingat namanya.

Mi Shil berkata bahwa menggoda pria untuk bergabung dengannya cukup mudah diatur dan dimanipulasi tapi Mi Shil mengingatkan Deok Man, karena Deok Man seonggol tidak akan bisa seperti Mi Shil. Kemudian Mi Shil berpikir bahwa pasti sangat menyenangkan bagi Deok Man jika ia bisa melakukannya. Deok Man tersenyum, kemudian menyatakan rasa terima kasih pada nasihat Mi Shil.

Deok Man meninggalkan kediaman Mi Shil dengan bergegas dan melihat Yu Shin di halaman. Deok Man akan pergi tapi dihadang Yu Shin. Yu Shin ingin berbicara dan menjelaskan pada Deok Man tapi Deok Man memotongnya. Deok Man berkata Kim Yu Shin sudah mengajarinya bahwa melindungi rakyat bukan tugas gampang, Mi Shil menahan pengungsi Gaya, satu2nya cara adalah menerima Kim Yu Shin sebagai kompromi. Deok Man berkata sekarang matanya terbuka.

Deok Man bertanya apa benar tidak ada cara lainnya untuk menyelesaikan masalah ini. Kim Yu Shin mengaku ia juga tidak tahu. Tapi Yu Shin yakin negeri ini belum pernah bersatu dan ia sudah tertawan dengan ide untuk menyatukan negeri ini. Kim Yu shin mengaku ia ingin mencapai ambisi besar itu. Kim Yu Shin berkata ia akan menjadi tokoh militer yang besar dan mengatur strategi lebih baik lagi bahkan yang terbaik lebih daripada Bangsawan Geochilbu, Bangsawan Yi Sabu, atau bahkan Bangsawan Seol Won. Jadi aku harap Putri, kau harus menjadi politisi hebat dan penguasa yang akan melampaui semua Raja seperti Raja Jinheung atau bahkan Mi Shil. Ini adalah satu2nya cara Deok Man dan dirinya akan dapat bertarung dan mengatur hal yang sama bersama.

Deok Man berkata dalam hati, lalu aku..bagaimana dengan aku..bagaimana dengan hatiku dan perasaanku. Deok Man beranjak dan Kim Yu Shin memanggilnya : Kepercayaan antara Raja/Penguasa dengan anak buahnya ..lebih susah dipertahankan daripada cinta antara dua manusia. Kim Yu shin berkata sekarang mereka berjalan melalui jalan yang sulit dan kepercayaan mereka akan diuji lagi. Deok Man sangat tahu itu.

Moon Noh masih bersama yeom Jong dan Bi Dam menguping di luar. Moon Noh minta yeom Jong membuat persiapan. Yeom Jong mengerti dan meyakinkan Moon Noh agar tidakperlu cemas, Moon Noh berterima kasih. yeom Jong berkata ia akan membicarakan mengenai perkembangan Baekje dan Goguryeo nanti. Yeom Jong mengantar Moon Noh keluar. Bi Dam cepat2 bersembunyi agar mereka tidak memergokinya. Sementara itu Mi Saeng minta Chun Chu menunggu, ia membawa Mi Saeng ke rumah Seol Won. Mi Saeng memanggil Seol Won Rang. Kim Chun Chu : jadi ini kediaman Seol Won Rang. Bo Ryang sedang sibuk berdandan dan Seol Won Rang menyaksikan persiapan cucunya.

Bo Ryang : Anak Bo Jong. Cucu Mi Shil dan Seol Won

Mi Saeng masuk dan bertanya apa semua persiapan sudah selesai. Seol Won berkata Mi Shil percaya dengan kemampuan Mi Saeng. Seol Won ragu apa benar Bo Ryang adalah gadis yang disukai Kim Chun Chu. Mi Saeng kesal karena Seol won berpikir seperti itu. Seol Won tertawa bukan begitu katanya, ia hanya ragu karena Bo Ryang masih terlalu muda. Mi Saeng meyakinkan Seol Won tidak perlu cemas. Mi Saeng melihat dandanan Bo Ryang, kemudian ia berkata make-upnya salah, warnanya tidak sesuai dengan wajah Bo Ryang. Harus menyatu dengan warna aprikot. Mi Saeng mengambil kuas dari pelayan dan melakukannya sendiri dan mulai merias Bo Ryang. Setelah ia selesai, Mi Saeng minta Bo Ryang tersenyum, kemudian Mi Saeng mengajarkan Bo Ryang agar tersenyum dengan lembut dan halus seperti Mi Shil jika ia senyum. Bo Ryang minta maaf. Mi Saeng berkata pada Bo Ryang apa ia tahu betapa pentingnya pria yang harus ditemuinya ini. Seol Won Rang sudah mengatakan pada cucunya.

Mi Saeng menekankan Kim Chun Chu sangat penting dan senyum Bo Ryang adalah kuncinya dan bertanya apa Bo Ryang mengerti dan ia harus jelas dan mengerti tugasnya. Bo Jong mendengar bahwa Kim chun Chu tidak akan melakukan sesuatu tanpa tujuan. Dae Nam Bo juga berkata kalau Kim Chun Chu itu luar biasa. Bo Ryang terlihat cemas.

Bo Ryang menampilkan keahliannya memainkan alat musik Gayageum. Kim chun chu terlihat menikmati permainannya. Mi Saeng terlihat senang. Setelah penampilannya, Mi Saeng meminta Bo Ryang duduk dengan mereka dan Mi Saeng bertanya bagaimana penampilan Bo Ryang. Kim Chun chu mengakui Bo Ryang memang ahli bermain musik. Bo Jong berkata putrinya tidak akan sanggup menandingi Mi Saeng. Seol Won Rang menyambung itu tidak perlu disebut lagi. Mi Saeng berkata mereka hanya menyanjungnya saja.

Kim Chun chu terlihat tertarik dengan Bo Ryang dan ia menyadari tatapan Chun chu padanya. Mi Saeng senang sekali karena perjodohannya sukses. Seol Won Rang mengundang Chun chu datang ke kediamannya sesering mungkin. Bo Jong juga berkata ia senang sekali kalau dapat mendengar pengalaman Chun chu di Sui-Cina. Kim Chun chu berkata ia mau saja tapi ia ragu apa pengalamannya dapat dikatakan berharga. Seol Won berkata ia akan selalu diterima disini. Mi Saeng berkata Chun chu harus datang dan menceritakan pada Bo Ryang keadaan di dunia luar. Kim Chun chu berkata ia akan datang. Mi Saeng memuji cucu keponakannya terlihat anggun hari ini.

Moon noh pergi ke kuil dan Bi Dam ingin menemuinya. Penjaga yang mengawal Moon Noh menghentikan Bi Dam. Moon noh melihat itu Bi Dam maka ia meminta mereka membiarkan Bi Dam. Mereka berbicara berdua saja. Bi Dam berlutut dan berkata pada gurunya ia tahu ia banyak kekurangan. Ia tahu gurunya kecewa dengannya. Bi Dam meyakinkan Moon noh mulai sekarang, ia akan melakukan yang terbaik yang dapat ia lakukan, seperti yang Moon noh harapkan. Moon Noh minta Bi Dam melakukannya dan yang terbaik bukan hanya untuk Bi Dam tapi dirinya sendiri juga akan melakukan yang terbaik.

Bi Dam lalu minta buku2nya dikembalikan. Moon Noh mengingatkan Bi Dam bahwa mereka harus meninggalkan tempat ini dan melupakan segalanya dan semuanya dan pergi dengan Moon Noh. Bi Dam berdiri dan bertanya mengapa penerimanya harus Kim Yu Shin. Bi Dam berkata bahwa Moon Noh berkata padanya bahwa lebih besar dari Raja dan lebih lama dari dinasti yang bekuasa bahwa Moon noh sudah menyebutkan itu padanya dan Bi Dam memegang kunci untuk ambisi itu.

Moon Noh ingat saat ia berbicara pada Bi Dam kecil tentang perannya di masa mendatang. Bi Dam bertanya apa benar hal seperti itu ada. Moon Noh menambahkan bahwa penguasa hanya memerintah satu negara tapi penakluk harus menyelesaikan dan menjadi pemersatu kesatuan 3 kerajaan. Bi Dam heran dengan penyatuan 3 kerajaan.

Bi Dam bertanya apa itu akibat dari perkataan gurunya dan apakah gurunya menyadari apa akibat perkataan itu untuknya yang masih anak kecil. Inilah sebabnya ia membunuh banyak orang untuk melindungi buku itu. Ini karena Moon Noh sudah mengatakan padanya dan karena Moon Noh berkata buku itu adalah miliknya. Semua ini karena ia juga ingin mendapatkan pengakuan Moon Noh tapi mengapa sekarang itu menjadi milik Kim Yu Shin. Bi Dam bertanya mengapa bukan orang yang sudah melayani Moon Noh disepanjang hidupnya tapi Kim Yu Shin yang baru saja bertemu Moon Noh.

Moon Noh membentak Bi Dam karena ini adalah niatmu sejak awal dan dengan gampang Bi Dam berpikir bahwa untuk menyenangkan Moon noh adalah dengan membunuh orang. Bagi Bi Dam itu bukan masalah, karena seperti itulah ia…seperti Mi Shil. Buah tidak jatuh jauh dari pohonnya. Moon Noh membuat semua jelas untuk Bi DAm dan langsung berkata bahwa buku itu tidak akan pernah jadi miliknya. Moon Noh memerintahkan penjaga untuk melarang siapapun masuk ke tempat ini. Moon Noh masuk ke kamar belajarnya. Bi Dam berjalan tanpa tujuan dan tanpa belas kasihan membunuh seekor unggas liar.

Raja Jinpyeong bertanya pada Kim Seo Hyeon dan isterinya apa ini satu2nya cara. Kim Seo Hyeon minta maaf bahwa mereka benar2 tidak memiliki jalan dan Putri Man Myeong minta Raja untuk mempertimbangkan situasi mereka sekarang. Raja berkata tidak mungkin tidak memahami kesulitan mereka dan juga Deok Man sekarang lebih introspeksi diri. Kim Seo Hyeon berkata mereka mungkin terikat tali kekeluargaan dengan bangsawan Se Jong tapi tidak mengubah kesetiaan mereka pada Raja.

Resimen Yonghwa sedang berlatih dan Go Do bertanya apa benar Kim Yu Shin membuang Deok Man begitu saja. Guk San heun bertanya bagaimana ini bisa terjadi padahal mereka pernah ingin melarikan diri bersama. Dae Pung menghela nafas apa Deok Man akan baik2 saja dengan insiden ini. Joo Bang berkata ia mulai melihat Kim yu Shin dengan perspektif baru. Salah satu nango berkata ini penghianatan tapi Joo Bag berkata bukan itu yang ia maksud. Kim Yu Shin harus menyingkirkan semua kerumitan ini untuk mengambil jalan yang lebih baik baginya lebih dari masalah pribadinya. Ini adalah yang seharusnya dilakukan seorang pria. Joo Bang berkata tidak peduli bagaimanapun, Kim Yu Shin akan menjadi orang yang besar. (Tirza, now i know why Chun chu trust this guy, he..he). Go Do masih tidak menyukainya. Joo Bang bertanya apa pedagang dari Barat sudah sampai di kotaraja. Joo Bang minta Go Do mengikutinya.

Seo Ji kaget dan takjub atas keputusan Kim Yu Shin atas kasus Wyol Ya. Siapa yang mengira Kim yu Shin akan melakukan ini. Wyol Ya berkata ini adalah bagian dari strategi politik Kim Yu Shin. Apapun itu, Kim Yu shin sudah membela dan menjaga pengungsi Gaya dari semua malapetaka. Meskipun ia sudah bergabung dengan Mi Shil, tidak menimbulkan kerusakan pada kita. Seo Ji berkata biarpun demikian, Kim Yu Shin dan Putri Deok Man memiliki hubungan erat dan insiden ini akan membuatnya sedih. Wyol Ya mengingatkan tidak peduli apa yang terjadi, Seo ji harus mempercayakan nyawanya pada Kim Yu Shin (Tirza; wow..this guy is rock!) Seo Ji setuju dan bersedia menyerahkan nyawanya jika diperlukan. (Tirza, pengorbanan pemimpin akan membuat anak buahnya rela kehilangan nyawanya,)

Ratu Maya mengunjungi Deok Man yang sibuk dengan semua dokumennya. Ratu Maya minta anaknya tidak terlalu sibuk. Deok Man memotong dan berkata pada ibunya bahwa Kim Chun Chu membuatnya khawatir. Kim Chun Chu tidak pernah di istana dan ia menerima laporan kalau Chun Chu tidak pernah menghadiri kelasnya. Ratu membenarkan, bahkan sejak di Sui Cina, ia tidak pernah menunjukkan minat dan akan selalu minta buku baru untuk dibaca sebelum menyelesaikan yang lama. Deok Man berkata ia akan melihatnya sendiri dan meninggalkan kediamannya.

Kim Chun Chu membuka-buka buku dan Al Cheon yang menjadi gurunya. Chun Chu kelihatan bosan dan Al cheon terlihat terganggu. Kim chun Chu meminta buku yang lain. Al Cheon akan memberikan buku yang lain saat ia melihat Kim Chun Chu membuat bola kertas dari lembaran2 buku itu. Al Cheon berkata waktu muda ia dulu memang suka main tapi ini sudah keterlaluan. Al Cheon minta Chun Chu memikirkan ibunya mendiang Putri Cheon Myeong dan bagaimana ia bisa menodai kenangan ibunya. Kemudian Chun chu mengeluarkan bola kertas lagi dari laci dan bertanya apa ini mirip dadu Juryeonggu, dan ia melemparnya ke udara. Al Cheon bertanya bagaimana Chun Chu bisa bertingkah seperti ini. Tidak ada waktu bertindak kekanak kanakan. Deok Man masuk saat Kim Chun Chu melemparkan bola kertas dan Al Cheon memberi salam. Kim Chun Chu menghentikan main2nya.

Deok Man berbicara dengan Chun Chu. Chun Chu pernah berkata bahwa yang berhak mewarisi semua keagungan ibunya bukan Deok Man melainkan Kim Chun Chu. Bagaimana orang yang pernah berkata seperti itu bertindak seperti ini. Kim Chun Chu menghentikan Deok Man. Deok Man sudah membuang waktunya disini dan apa yang ia lakukan adalah urusannya dan minta Deok Man untuk berhenti berlaku seperti ia adalah ibunya. Kim Chun Chu pergi.

Joo Bang mengintip kediaman Deok Man dan melihat So Hwa diluar. Ia minta Go Do untuk bertanya apa So Hwa ada waktu bertemu Joo Bang dan bilang padanya kalau Joo Bang menyukai So Hwa. So Hwa kaget saat Joo Bang menghentikan Go Do. Joo Bang datang dan berharap bisa bertemu Deok Man. So Hwa berkata Deok man sekarang sedang bersama Kim Chun Chu. So Hwa minta Joo bang menunggu karena ia akan mengumumkan kedatangannya. Joo Bang menghentikannya dan memberikan patung kayu berbentuk orang dari Roma.

Joo Bang berkata saat ia pertama kali bertemu Deok Man, Deok Man mengenakan topi dan baju itu. So Hwa membenarkan bahwa orang dari Barat mengenakan baju seperti itu. Joo Bang juga berkata bahwa saat Deok Man masih menjadi Nangdo, ia pernah bercerita pada mereka bahwa saat paling bahagia untuknya adalah saat di padang gurun. So Hwa membenarkan. Joo Bang berkata Deok Man pasti sekarang sedih sekali karena Kim yu Shin. Maka ia membawa boneka kayu ini untuk menghiburnya.

Joo Bang malu2 minta So Hwa memberikannya untuk Deok Man. So Hwa mengucapkan terima kasih pada Joo Bang. So Hwa ingat saat mereka ditangkap, Joo Bang selalu memperhatikannya dan So Hwa belum membalasnya. So Hwa berkata pada Joo Bang bahwa ia sungguh orang dengan hati yang hangat. Joo Bang senang sekali dan tersipu dengan pujian So Hwa.

So Hwa menemui Deok Man, ia melihat Deok Man melamun dan menghapus air matanya. So Hwa berkata bahwa nangdo Joo Bang memberikan boneka kayu ini untuknya. Deok Man langsung mengenali boneka itu. So Hwa menirukan logat Cartan dan berkata lama tidak berjumpa, Deok Man berkata itu paman Cartan. So hwa melanjutkan Deok Man sekarang Putri Silla dan bersumpah bahwa ia akan menjadi pahlawan dan menunjukkan keberanian. Ini benar2 sayang karena pahlawan adalah orang yang kesepian. Deok Man menjadi sedih. Deok Man minta pada So Hwa sekali saja untuk memanggil namanya saja. So Hwa memanggil : Deok Man. Deok Man : Ibu dan berkata ia benar2 tidak memiliki harapan dan sangat sedih karena besok adalah pernikahan mereka. So Hwa memeluk Deok Man.

Pernikahan Kim Yu Shin. Berlangsung megah hanya wajah Kim Yu Shin jauh dari wajah pengantin pria yang bahagia.

Deok Man mengunjungi tanah pertanian di Amnyangju dengan Wyol Ya, Seo ji , dan Al Cheon. Deok Man bertanya apa mereka menyadari apa yang dilakukan Kim yu Shin untuk melindungi rakyat di Amnyangju. Mereka benar mengerti karena Kim Yu Shin menyerahkan tanah ini untuk mereka dan mengubur keinginan pribadinya untuk menyediakan mereka makanan dengan tanah ini. Seo ji bertanya apa harapan untuk mereka. Wyol Ya menyatakan mereka semua akan mengikuti perintah dan instruksi Kim Yu Shin dalam semua hal, baik pertanian, latihan militer atau bahkan menjaga suatu rahasia dan mereka akan mendukung dan mematuhi Kim Yu Shin sampai akhir. Wyol Ya meyakinkan Deok MAn.

Paginya, isteri Kim Yu shin membantunya berpakaian. Bi Dam membakar unggas liar dan ia duduk mengingat percakapannya dengan Moon Noh. Biarpun Bi Dam mengeluarkan seluruh kemampuannya, apa ia dapat melampaui Kim Yu Shin. Moon Noh tidak yakin. Tiba2 makanan Bi Dam jatuh ke api dan gosong.

Moon Noh sedang membawa buku2 saat Bi Dam menemuinya. Bi Dam tampak kesal dan melihat bungkusan di tangan Moon Noh. Bi Dam bertanya apa gurunya sudah melengkapi bukunya. Moon Noh berkata itu bukan urusan Bi Dam dan ia harus melupakannya. Bi Dam bertanya apa Moon Noh benar2 akan menyerahkan buku2 itu pada Kim Yu Shin. Moon Noh diam. Maka Bi Dam berkata jika Moon Noh akan melakukannya maka Moon Noh harus melangkahi mayat Bi Dam dulu. Moon Noh kaget. Bi Dam berkata buku2 itu miliknya dan jika bukan untuknya maka tidak ada orang lain yang boleh memilikinya. Moon Noh berkata bahwa Bi Dam sudah melewati batas kesabaran Moon Noh. Moon Noh berkata orang seperti Bi Dam tidak punya hak atas buku2 ini. Bi Dam bertanya bukankah hak2 itu dimungkinkan oleh pengajaran gurunya.

Moon Noh berkata apa ia sudah mengajar Bi Dam untuk membunuh. Moon Noh minta Bi Dam minggir. Bi Dam menolak dan Moon Noh minta Bi Dam memberi jalan dan Bi Dam balik membentak dia tidak akan mengalah. Moon Noh tahu bahwa Bi Dam akan selalu menjadi pisau pemotong tanpa pegangan dan jika ada orang yang mencoba menggunakan pisau itu maka ia akan terluka. Moon Noh terlalu berharap pada seseorang. Jika ada yang harus melakukannya maka hanya Moon Noh yang harus menghancurkan pisau itu dengan tangannya sendiri. Moon Noh bertanya apa itu yang Bi Dam harapkan. Bi Dam menantang Moon Noh untuk datang dan menghancurkan pisau itu seperti yang Moon Noh katakan dan Bi Dam menghunus pedangnya dengan marah. Bi Dam mengucapkan terima kasih pada Moon Noh atas semua pengajarannya dan ia tidak akan lupa. (Tirza: ini kalimat Mi Shil saat di depan mayat Raja Jinheung…persis..)

Moon Noh meletakkan buku2 itu dan bersiap bertempur dengan Bi Dam. Saat keduanya bertempur, semua jurus dan goresan pedang mereka sangat mematikan. Keduanya ahli pedang tingkat tinggi, hanya…Moon Noh sudah tua dan Bi Dam masih kuat dan muda. Moon Noh menggunakan jurus2 taichi, Moon Noh mampu membaca setiap gerakan Bi Dam dan mematahkan setiap jurusnya. Kemudian..saat mereka bertempur seseorang menembakkan senjata rahasia ke arah leher Moon Noh dan Moon Noh langsung jatuh karena racun. Bi Dam mendekati Moon Noh dan ia melihat bayangan orang yang lari. Moon Noh pingsan.

Penyerang itu melapor ia sudah melakukan tugasnya pada Yeom Jong. Bi Dam membawa Moon Noh mencari pengobatan. Bi Dam melupakan buku2 itu dan Yeom Jong mengambilnya dan melarikan diri. Bi Dam menggendong Moon Noh di punggungnya dan lari, ia tergelincir dan menjatuhkan Moon Noh di tanah dan ia mengangkatnya lagi ke punggung. Moon Noh berbisik ini sudah terlambat untuknya. Bi Dam menolak menerima kenyataan dan ia terus mencari pertolongan untuk gurunya. Moon Noh dengan nafas terakhirnya bertanya mengapa Bi Dam tidak mengambil buku2 itu tapi justru menggendongnya. Bi Dam berkata ia masih dapat mencari bantuan untuk Moon Noh. Moon Noh mengaku ia bukan guru yang baik untuk Bi Dam. Bi Dam menggelengkan kepalanya, Moon Noh berkata Bi dam mungkin benar, ia takut dengan Bi dam. Moon Noh berkata ia tidak memberi kesempatan lagi dengan karakter Bi DAm atau mencoba untuk memperbaiki dan membimbingnya menjadi lebih baik.

Semua yang Moon Noh lakukan hanya menekannya. Moon noh memegang dengan penuh kasih sayang wajah Bi Dam dan meminta maaf padanya. Moon Noh berkata ia akhirnya mengerti apa yang ia rasakan dalam hatinya tapi sudah terlamabt dan bagaimanapun ia tetap berterima kasih. Moon Noh mengeluarkan surat dan memberikannya pada Bi Dam dan minta ia ke Seorabeol untuk menjadi Hwa rang kemudian mengikuti Kim Yu Shin memimpin dan mendukung Puteri Deok Man dan dengan lembut memegang wajah Bi Dam tidak peduli apa kata orang lain, Bi Dam adalah murid Moon Noh dan ..Moon Noh menghembuskan nafas terakhir di pelukan Bi Dam.

Bi Dam mencoba memanggil gurunya tapi tidak ada jawaban dan menggoyang tubuh gurunya untuk membuka matanya dan menangis atas kepergian gurunya.

Kim Yu Shin mengajar Kim Chun Chu berlatih pedang. Tentu saja tuan muda kita ini ogah-ogahan. Kim Yu Shin menunjukkan beberapa cara memegang pedang, bahwa cara ini hanya akan melukai pergelangan tangannya dan tangan dan tidak memberikan kekuatan pada tangannya dan gunakan tekanan yang lembut saja. Kim Chun Chu berkata ini sangat susah dan ia ingin istirahat. Kim Chun Chu kembali duduk dan Kim Yu Shin berkata bukankah ia baru saja mulai. Jika Kim Chun chu tidak bisa naik kuda atau menggunakan pedang, bagaimana ia dapat melindungi dirinya sendiri. Kim Chun chu memberikan gambaran, jika seseorang memanjat pohon tinggi-tinggi hanya kematian yang menunggunya jika kamu jatuh. Mengayunkan dan menggunakan pedang seperti ksatria dan dengan pedang kau akan menemukan kematianmu. (Tirza; oya..ada tertulis: Barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang, berarti Chun Chu pernah dengar ini..could be..)

Kim Yu Shin berkata mati dengan pedang adalah kehormatan bagi Hwarang. Kim Chun Chu berkata itu benar2 bodoh jika ia percaya untuk mendapat kehormatan hanya dengan jasa di medan perang. Kim Chun Chu berkata ia tidak melihat akan ada perang dan tidak melihat alasan untuk mempelajari ini. Kim Yu Shin berkata jika ada musuh yang akan menyerang Kim Chun Chu di medan perang apa Chun Chu akan diam saja. Dan berkata pada penyerangnya bahwa ia tidak bisa berkelahi dan memohon musuh untuk mengampuninya. Bagaimana ia bisa dianggap pria sejati. Kim Yu Shin memberikan pedang pada Chun Chu untuk berlatih. Kim Chun Chu menyingkirkan pedang itu dan berdiri.

Kim Chun Chu berkata ia dengar Kim Yu Shin ada saat ibunya meninggal. Ada rumor juga bahwa sebenarnya Kim Yu Shin akan dijodohkan dengan ibunya. Tapi setelah pernikahan Kerajaan gagal, kemudian Kim Yu Shin mencoba menjadi menantu Kerajaan dengan menikahi Putri Deok Man, tapi meskipun demikian ia tidak berhasil juga, dan akhirnya menikah dengan keluarga Mi Shil dan bergabung dengannya. Kim Yu Shin berkata ini tidak seperti seorang pria. Kim Chun Chu berkata lalu apa yang dapat dilakukan seseorang untuk memiliki kekuasaan jika bukan dengan ikatan pernikahan dan koneksi. Kim Yu shin bertanya apa maksud Kim chun Chu. Kim Chun Chu berkata orang seperti Kim yu shin seperti mengail di air keruh. Apa yang Kim yu Shin perlihatkan dalam Bi Jae benar2 senjata terbesar Kim Yu Shin.

Yu Shin ingat dengan perkataan Putri Cheon Myeong saat masih muda, saat ia pertama kali bertemu dengannya. Kim Yu shin ingat bahwa Kim Chun Chu memiliki kemiripan cara berbicara dan mimik dengan Cheon Myeong dan Kim Yu Shin tersenyum menyadarinya.

Kim Chun Chu bertanya apa kekurangan itu yang membawa hati orang pada Yu Shin. Cheon Myeong juga sama. Kim Chun Chu tanya jika itu adalah rencananya untuk bertahan di Seorabeol. Cheon Myeong muda menebak bahwa itu adalah rencana Yu Shin untuk membuat kagum nangdonya. Kim Chun Chu merasa aneh melihat Kim yu shin hanya melihat dan tersenyum padanya. Kim Yu Shin teringat Putri Cheon Myeong. Kim Yu Shin berkata ia tahu seseorang yang mengatakan hal yang persis sama padanya.

Kim yu Shin menyiapkan Hwa Rang untuk festifal Ga Bae. (festival pertengahan musim gugur), Kim yu Shin memilih Hwarang dari setiap propinsi untuk diperkenalkan di Seorabeol. Bo Jong berkata ini tradisi di Hwa Rang. Tapi Kim Yu shin akan meningkatkan jumlah Hwarang yang dipilih dua kali dari sebelumnya. Kapten yang lain meragukan keputusan Yu Shin. Seok bum berkata jika jumlah Hwarangnya meningkat, maka mereka akan kalah dari mereka, maka apa istimewanya 10 pasukan elite hwarang di Seorabeol. Kim Yu Shin berkata ia juga akan mengijinkan jumlah Hwarang di seorabeol.

Banyak kapten Hwarang yang mengomel tidak puas. Seok bum berkata Kim yu Shin sama sekali tidak peduli. Bagaimana dengan gaji, tunjangan, dan senjata untuk jumlah yang begitu besar. Deok Man berkata mereka akan didukung oleh Kerajaan. Deok Man memberikan tugas ini pada Chil Sook untuk menyeleksi orang-orang dengan kemampuan terbaik. Chil Sook mematuhinya. Chil Sook mengatakan bahwa Gukseon pergi lagi. Deok Man melihat bangku Moon Noh yang kosong. Deok Man berkata Chil Sook juga perlu menggantikan tugas2 Gukseon. Deok Man percaya Chil Sook sanggup melakukannya. Tiba-tiba Bi Dam masuk dengan mengenakan seragam Hwarang. Semua kapten Hwarang bertanya apa yang dilakukan Bi Dam di sini. Bi Dam berlutut di hadapan Putri dan memberi salam, memperkenalkan diri : hamba Bi Dam dari resimen Munmyeong Ji Do memberi hormat pada Putri. Deok Man minta Bi Dam menjelaskan.

Kim Yu Shin bertanya apa Guk Seon ada. Bi Dam berkata gurunya sudah kembali ke Taebaeksan. Bi Dam menmberikan surat dari Moon Nh dan memberikannya pada Chil Sook, yang memberikannya pada Deok Man. Deok Man membacanya dan Bi Dam berkata bahwa gurunya sudah mengakuinya secara resmi sebagai pewarisnya itulah sebabnya ia kembali ke Seorabeol dan akan melakukan tugas gurunya. Deok man memberikan surat Moon Noh pada Chil Sook. Bo Jong berkata Bi Dam tidak memiliki nangdo atau bawahan. Bi Dam berkata ia akan membangun nangdo. Seok Bum bertanya apa surat itu asli dan benar tulisan Moon Noh. Bi Dam minta Seok bum tidak merendahkan nama dan reputasi gurunya.

Mi shil mendapat laporan dari Chil Sook bahwa Bi Dam membawa surat dari Moon Noh yang mengakui Bi Dam sebagai Hwarang. Chil Sook berkata itu tidak diragukan lagi memang tulisan tangan Moon Noh. Seol Won Rang bertanya lalu apa yang terjadi dengan Moon Noh. Chil Sook berkata ia kembali ke Taebaeksan. Mi Shil berkata Moon Noh sudah kembali ke Taebaeksan dan ia hanya mengirim Bi Dam tapi ia tidak ada.

Yeom Jong senang dia mendapat buku Moon Noh dan ia menutup wajahnya dengan kain saat Bi Dam datang dengan pedang bernoda darah. Yeom Jong mendengar langkah kaki dan bertanya siapa itu dan mau apa. Bi Dam diam saja dan menendang kursi, Yeom jong tanya ada apa dan tidak ada jawaban, kemudian yeom Jong membuka kain dari wajahnya dan duduk saat ia melihat Bi Dam dengan baju dan pedang bernoda darah. Yeom jong tanya siapa Bi Dam dan bagaimana ia bisa masuk. Bi Dam berubah sedikit gila dan ingin Yeom Jong menebak, darah di tangannya ini bukan miliknya, Bi Dam tanya kira-kira ini darah siapa ya..

Yeom jong berteriak pada orang2 dan minta bantuan tapi tidak ada jawaban. Bi Dam berkata Yeom Jong benar memanggil nama orang itu, karena darah mereka ada di tangannya. Yeom jong lari ketakutan. Bi Dam gampang sekali menyusulnya dan menunjukkan pedangnya yang bernoda darah dan berkata yang mengetahui lokasi kuil dan mengetahui isi buku itu hanya ada 2 orang yaitu mereka. Kemudian Bi Dam berkata bahwa orang yang membunuh gurunya bukan dirinya, jadi itu pasti Yeom Jong, apa benar demikian?

Yeom Jong tertawa dan bertanya mengapa ia datang mencampuri urusan orang dan melakukan pembunuhan masal, hanya untuk buku itu atau untuk membalaskan kematian gurunya. Bi Dam menjawab demi keduanya. Yeom Jong berkata jika Bi Dam mau membunuhnya , Bi Dam tidak akan menemukan buku itu, tapi sepertinya dia tidak peduli sedikitpun, bahkan jika Bi Dam tidak dapat menemukan buku itu, dia sudah menikmati kesenangan membunuh Yeom Jong.

Bi Dam menarik kerah baju Yeom Jong dan akan menebas leher Yeom Jong saat Yeom Jong tertawa bahwa jika Bi Dam berharap akan dapat memuaskan keinginan balas dendamnya, tapi bukankah kemudian Bi Dam sendiri dapat dituduh membunuh Moon Noh dan lalu apa bedanya mereka berdua. Yeom Jong berkata, mengapa mereka tidak duduk dan mendiskusikan mengenai buku itu. Bi Dam mendesak Yeom Jong mengambil buku itu dan Yeom Jong tanya mengapa ia terus mendesaknya. Bi Dam tetap mendesak dan mengarahkan pisau yang dapat mengenai tenggorokan Yeom Jong kapanpun. Yeom Jong tertawa untuk mengalihkan perhatian Bi Dam. Bi Dam berkata jangan bertingkah bodoh atau mencoba lari.

Yeom Jong tertawa setelah apa yang ia saksikan siapa yang mau cari gara-gara dengan Bi Dam. Yeon Jong mengantar Bi Dam ke koridor dan berkata buku itu ada di sini. Kemudian Bi Dam melihat bola kertas keluar dari sebuah ruangan dan Bi Dam terperanjat. Yeom Jong berkata bahwa Bi Dam terlalu menakutkan sesuatu yang tidak berarti. Bi Dam memungut bola kertas itu dan membukanya, ia kaget sekali, itu adalah halaman dari topografi 3 negara yang disusun Moon Noh, ia melumpuhkan Yeom jong dengan pukulan di perutnya.

Bi Dam masuk ke ruangan itu dan terkena lemparan bola kertas dan melihat seseorang mengenakan anting, kemudian ia melihat meja penuh bola kertas dibuat dari buku Moon Noh. Kemudian ia ingat ada seseorang yang pernah datang mencari Yeom jong dan anak buah yeom jong menunjukkan anting. Bi Dam mengeluarkan pisaunya dan mengarahkannya pada Kim Chun Chu yang menutupi wajahnya dengan lembaran kertas dari buku Moon Noh dan Bi Dam berhenti.

Kim Chun Chu menurunkan kertasnya dan bertanya apa kertas2 ini milik Bi Dam dan Bi Dam mengarahkan pisau ke arah leher Kim Chun Chu. Kim Chun Chu tersenyum pada Bi Dam.

Queen Seondeok Episode 38

Bi Dam mengarahkan belati ke arah leher Kim Chun Chu. Chun Chu tersenyum padanya an tanya siapa Bi Dam. Bi Dam melihat semua bola2 kertas itu dan kesal sekali. Bi Dam bertanya berapa usia Chun Chun, mengapa ia bertanya tanpa sopan santun. Bi dam mengayunkan belatinya dan menancapkannya di meja. Bi Dam menarik Kim Chun Chu ke tempat tidur, Chun Chu memohon agar Bi Dam menunggu, tapi Bi Dam menutup badan Chun Chu dengan selimut dan memukulinya. Bi Dam kesal beraninya Kim Chun Chu merusak buku Moon Noh.

Yeom Jong masuk dan berusaha agar Bi Dam berhenti memukul Chun Chu tapi Bi Dam memukul ulu hati Yeom Jong dan Yeom Jong pingsan lagi. Kim Chun Chu harus membongkar semua bola kertasnya dan menyusun lembaran-lembaran kertas itu menjadi buku kembali dibawah pengawasan Bi Dam. Bi Dam tanya siapa Chun Chu. Yeom Jong berusaha bangkit dan ingin menjelaskan saat Bi Dam mengangkat kakinya dan minta Yeom Jong kembali ke posisi awal jika tidak mau mati. Yeom jong kembali berlutut.

Hidung Kim Chun Chu berdarah dan tersenyum pada Bi Dam yang..tersenyum balik padanya dan berkata agar Chun Chu mengerjakannya dengan baik. Bi Dam menarik Yeom Jong keluar dan bertanya siapa Kim Chun Chu. Yeom Jong berkata ia adalah Kim Chun Chu anak putri Cheon Myeong. Bi Dam tidak percaya : idiot itu Kim chun Chu..? Yeom Jong juga tidak begitu yakin, tapi ia tahu kalau Kim Chun Chu berasal dari keluarga Raja Silla. Bi Dam memperlihatkan belatinya pada Yeom Jong, apa Yeom Jong ingin ia percaya bahwa Kim Chun Chu adalah dalang pembunuhan gurunya Moon Noh.

Yeom Jong berkata Bi Dam salah paham, Kim Chun Chu tidak ada hubungan sama sekali dengan insiden itu. Yeom Jong hanya memberikan buku itu pada Chun Chu untuk berdiskusi. Bi Dam bertanya apa alasan Yeom Jong berkata ia tidak sependapat dengan Moon Noh. Yeom Jong berkata bahwa pemilik buku ini sesungguhnya bukan Kim Yu Shin tapi anak itu. Bi Dam kembali ke kamar dan menemukan Kim Chun Chu tidur. Ia membangunkan Chun Chu. Kim Chun Chu bangun dan berkata ia perlu tidur sebentar.

Bi Dam mengambil halaman2 bukunya dan Yeom Jong minta maaf pada Kim Chun Chu. Bi Dam hanya memanggil “hey” pada Chun Chu, Yeom Jong mengingatkan Bi Dam akan status Chun Chu tapi Bi Dam tidak ambil pusing dengan itu. Bi Dam minta Yeom Jong diam jika masih mau hidup. Bi Dam berkata pada Chun Chu bagaimana ia harus menyusun kertas2 ini lagi. Kim Chun Chu berkata Bi Dam harus menyusunnya sesuai urutan. Bi Dam heran dan ia tanya apa Chun Chu ingat dengan urutannya. Bi Dam menyadari Kim Chun Chu memiliki photographic memory saat ia melihat Kim Chun Chu menyusun lembaran2 itu dengan urutan yang benar.

Buku-buku itu sudah tersusun lagi. Bi Dam membawanya lagi dan mengarahkan pedang ke Yeom Jong. Ia sudah mendapatkan bukunya dan yang tinggal ia lakukan adalah membunuh Yeom Jong. Yeom Jong tertawa dan berkata apa ini adil. Bi Dam sebal dengan cengiran Yeom Jong dan Yeom Jong terus tertawa dan benar2 membuat jengkel Bi Dam. Bi Dam mengayunkan pisaunya dan berkata biar ia merasakannya, coba kita lihat apa Yeom Jong masih bisa tertawa dengan kepala yang sudah terpisah dari lehernya.

Yeom Jong memohon dan berkata Bi Dam tidak dapat melakukan ini padanya karena mereka satu komplotan. Bi Dam tidak mengerti bagaimana mereka bisa satu komplotan. Yeom Jong berkata Moon Noh tidak akan mati hanya dengan senjata rahasia beracun yang tidak bisa ia hindari. Ini karena dia sedang bertempur dalam pertempuran sengit dengan muridnya, itulah sebabnya ia tidak bisa menghindar dan mati. (Tirza: licik banget nih orang). Yeom Jong menantang Bi Dam untuk menyerangnya dan kemudian bunuh diri karena ia juga adalah penyebab kematian Moon Noh.

Yeom Jong minta Bi Dam mengampuni nyawanya karena mereka berdua dapat bekerjasama. Bi Dam melampiaskan kemarahannya dengan menendang Yeom Jong ke tanah. Bi Dam minta 3 alasan mengapa ia harus melepaskan Yeom Jong. Yeom Jong berkata ada yang harus Bi Dam mengerti dan ketahui mengenai buku topografi 3 negara itu, buku itu bukan milik Moon Noh. Itu miliknya dan Moon Noh. Yeom Jong bertanya darimana Moon Noh mendapat uang untuk perjalanannya ke Goguryeo, Baekje, dan Sui Cina beberapa tahun lalu. Siapa yang membiayainya? Apa Moon Noh melakukannya sendiri, itu melalui Yeom Jong dan jaringan bisnisnya yang membuat Moon Noh dapat melakukan semuanya. Jadi ia juga berhak atas buku itu.

Bi Dam tanya alasan berikutnya. Yeom Jong berkata Moon Noh ingin memberikan buku2 itu pada seseorang bernama Kim Yu shin dan Yeom Jong kesal sekali, karena ia belum mengenal orang itu. Dia benar2 marah dan kesal. Bi Dam : lalu alasan ke-3 ? Ia bersiap menyerang Yeom Jong. Yeom Jong berkata ia punya jaringan mata-mata di 3 negara, jika ia mati maka jaringannya akan hancur tapi ia dapat membantu menggunakan jaringan ini untuk kepentingan Bi Dam. Bi Dam tanya mengapa Yeom Jong mau melakukannya. Yeom Jong mengajak Bi Dam menciptakan jalan menjadi Raja bersama bahwa orang seperti Bi Dam akan memiliki orang se
perti Yeom Jong yang memiliki kemampuan untuk memilih seseorang menjadi Raja.

Yeom Jong berkata bahwa badut (Kim Chun Chu) di dalam itu bahkan Mi shil juga menginginkannya. Tidak ragu lagi ia akan menjadi penguasa. Bi Dam menyadari Yeom Jong tahu bahwa Moon Noh akan menyerahkan buku2 pada Kim Yu Shin, itu yang membuat Bi Dam bertempur dengan gurunya. Yeom jong berkata, Bi Dam pasti tahu bagaimana perasaannya. Bi Dam marah dan menggores wajah Yeom Jong. Yeom Jong berteriak kesakitan. Bi Dam mengingatkan Yeom Jong setiap kali kau melihat luka di wajahmu, kau harus ingat jika kau menghianatiku, kau pasti akan mati. Jika kau lari, kau akan mati. Bi Dam berkata mereka akan menciptakan Raja bersama dan akan membawanya ke takhta tapi bukan pelawak Kim Chun Chu itu yang ada di dalam.

Bi Dam mengambil buku2nya dan Yeom Jong masih kesakitan. Bi Dam berpikir, Mi Shil mendukung Kim Chun Chu yang pelawak itu dan tidak mengerti apa yang direncanakan Mi Shil.

Kim Yu Shin membacakan keputusan untuk mempromosikan beberapa nangdo. Ia menaikkan jabatan Joo Bang dan Seo Ji dari Yonghwa sebagai Dae Nang Du (tingkat ke-6 Nangdu, kelas menengah dari Hwarang). Yang Gil dari resimen Bi Cheon sebagai Dae Do (ranking tertinggi dari nangdo). Wyol Ya dipilih sebagai So Gam yang akan membantu Al Cheon. So Gam adalah Instruktur Militer ranking 8. Wyol Ya menerima perintah Pungwolju Kim Yu Shin.

Kim yu Shin berkata mulai sekarang ada perubahan dalam pengawal istana. Kim Yu Shin akan mengatur kembali tingkatan pengawal istana. Kim Yu Shin menugaskan Wyol Ya untuk menjaga keluarga Raja. Wyol Ya memanggil resimen Yonghwa untuk mengikutinya.

Seok Bum memberi laporan pada Chil Sook bahwa Wyol Ya adalah anak salah satu pemimpin di benteng Manno, saat itu Kim Seo Hyeon yang menjadi gubernur Manno. Dan sekarang Wyol Ya menjadi anak angkat Kim Seo Hyeon. Chil Sook berkata mereka sudah kehilangan banyak orang dan Mi Shil juga sudah setuju untuk menambah pasukan. Seok Bum bertanya apa Chil Sook cemas dengan rencana Kim Yu Shin. San Tak meyakinkan agar Chil Sook tidak terlalu khawatir karena mereka akan mengawasi semua aktifitas Nang Do. Chil Sook minta mereka terus melaporkan perkembangan Hwa Rang dan Nang Do kepada Chil Sook. Chil Sook bertanya tentang Bi Dam. Seok Bum berkata Bi Dam masih tidak memiliki nang do dan tidak ada kegiatan mencurigakan yang ia lakukan (Tirza: andai ia tahu…). Chil Sook mengerti.

Deok Man berdiskusi dengan Kim Yong Chu mengapa meskipun Raja Jinpyeong sudah memperluas wilayah Silla, mengapa mereka masih menghadapi kekurangan pangan. Kim Yong Chu menjelaskan mereka mungkin memiliki tanah yang luas tapi tidak subur dan tidak bagus untuk pertanian. Deok Man berpikir mengenai tanah yang tidak subur, Kim Yong Chu berkata tanah itu ditanami setahun sekali, tahun berikutnya tanah itu tidak bagus lagi dan tidak subur.

Deok Man bertanya apa ada industri lain yang dapat diusahakan di tanah itu. Kim Yong Chu menggelengkan kepalanya. Deok Man meninjau pertambangan besi dan ia ingat dengan pengetahuan Wyol Cheon tentang produksi besi untuk menghasilkan peralatan selain peralatan perang. Deok Man bertanya apa peralatan pertanian juga dapat menggunakan besi. Wyol Cheon membenarkan, peralatan pertanian tidak sekuat senjata jadi susah untuk menggemburkan tanah.

Kim Yu Shin melihat Deok Man yang sedang tenggelam dalam pikirannya, ia tanya apa yang dipikirkan Deok Man. Deok Man menoleh dan berkata ia menunggu tanggapan Kim Yu Shin. Yu Shin heran. Deok Man bertanya apa mungkin mereka melebur besi dari senjata untuk membuat peralatan pertanian. Kim Yu Shin langsung tidak setuju dengan gagasan itu dan Al Cheon berkata Yu Shin terlalu cepat memberikan jawaban. Kim Yu Shin bertanya, lalu aku harus menjawab apa. Yu Shin minta Deok Man mencari alternatif lain tanpa harus mengganggu produksi senjata. Kim Yu Shin mohon diri karena ia harus melatih Kim Chun Chu. Al Cheon heran dengan tanggapan Yu Shin dan Deok Man berpikir lagi.

Joo Bang dan anggota resimen Yonghwa yang lain menyelinap keluar. Dae Pung berkata Wyol Ya minta mereka berkumpul sekitar pukul i-3 siang. Joo Bang merasa hari ini sungguh aneh. Apa benar mereka harus berlatih di hari seperti ini. Teman2 Joo Bang minta ditraktir minum, akhirnya mereka minum di kedai. Lalu mereka mendengar seseorang berdebat dengan pedagang bahwa harga benar2 kacau. Kemarin ia dapat menukar 10 bal kain dengan 2 kg gandum. Bagaimana sekarang harganya bisa naik begitu tinggi. Jo Bang dkk melihat kerumunan rakyat. Pedagang juga mengeluh karena harga naik terus, ia jadi susah berbisnis, juga ada kelaparan di mana-mana dan stok pangan menipis. Pelanggan itu bertanya kalau begitu apa yang disimpan si pedagang di boks2 itu. Pedagang itu berkata stok di kotak2 itu sudah terjual. Si pembeli memohon agar membagi sedikit dengannya karena mereka akan kelaparan tapi pedagang itu tidak peduli dan mendorongnya ke tanah.

Anggota Yonghwa heran apa benar harga melonjak naik begitu tinggi. Guk San heun berkata ibunya juga khawatir dengan harga yang terus naik. Joo Bang mengajak teman2nya pergi, ia tidak tahan melihat fakta menyedihkan ini. Saat mereka pergi, tiba2 si pembeli menyerang pedagang itu dan pedagang itu mati. Joo Bang harus melaporkannya.

Kim Yu Shin melatih Chun Chu. Yu Shin minta Chun Chu meneriakkan setiap pukulan. Kim Chun Chu menjawab ia menghitung dalam hati. Yu Shin minta Chun Chu meneriakkannya agar tetap fokus. Kim Chun Chu berkata apa ia harus seberisik itu untuk tetap fokus atau ada alternatif lain. Kim Yu Shin harus benar2 bersabar dengan anak ini. Joo Bang dan Go Do lari dan melaporkan kejadian di pasar. Kim Chun Chu mengenali Joo Bang dan menghindari kontak. Joo Bang terus minta Yu Shin ke pasar dan melihat sendiri.

Kim Yu Shin akan berpamitan tapi Kim Chun chu sudah kabur dan hilang dari pandangan Kim Yu Shin. Kim Chun Chu menemui Dae Nam Bo dan minta agar ia membawanya pergi jika tidak Kim Yu Shin akan segera mencarinya. Saat Kim Chun Chu akan pergi, ia melihat Bi Dam berjalan mendekat. Kim Chun Chu segera menyembunyikan diri. Dae Nam Bo tanya ada apa dan Chun Chu berkata Bi Dam benar2 karakter yang menakutkan.

Kim Yu Shin tiba di tempat kejadian, si pembeli sudah menahan seorang anak dan mengacungkan senjata dan mengancam akan membunuh siapa pun yang mendekat. Bo Jong memberi penjelasan pada Kim Yu Shin mengenai kejadiannya. Seok Bum dan Bo Jong maju duluan untuk menarik perhatian orang itu, tapi orang itu mengancam akan membunuh anak perempuan itu dengan kapak. Sementara itu, Kim Yu Shin berhasil menyelinap dan mengambil tongkat bambu dan melumpuhkan orang itu. Dae Pung dan Guk San heun mengikatnya.

Dalam penyelidikan di depan Kim Seo hyeon. Orang itu dan Joo Bang memberikan keterangan. Kejadiannya karena si penjual menolak menjual gandum padanya dan ia terpicu kemarahannya dan membunuh penjual itu. Kim Seo Hyeon bertanya apa benar kejadiannya seperti itu. Si pembeli membenarkan. Ini karena tanah pertanian sudah mengering dan ia tidak dapat mendapatkan apapun dari tanahnya. Tidak ada yang dapat dimakan keluarganya. Pembeli itu mohon agar tidak dibunuh karena bagaimanapun ia akan mati kelaparan.

Kim Yu Shin melaporkan pada Deok Man tentang kejadian aneh ini. Mengapa harga tiba2 naik yang membuat insiden itu terjadi. Al Cheon dan Bi Dam juga kaget karena orang bisa membunuh karena harga gandum. Kim Yu Shin lapor bahwa beberapa hari ini 1 sak gandum berharga 3 nyangs tapi sekarang naik menjadi 15 nyangs. (nyangs atau Cheol Jeong adalah mata uang Silla)

Deok Man berpikir aneh jika harga tiba2 naik tajam. Bi Dam menawarkan diri untuk mengamati aktivitas para pedagang. Deok Man tanya apa Bi Dam punya kontak atau kenalan, Bi Dam menjawab jika ia tidak punya ia akan cari cara untuk mendapatkan kontak dan mencobanya. Deok Man menyuruh Bi Dam melakukannya. Al Cheon juga akan menyamar dan menyelidiki aktifitas pasar. Deok Man juga akan memeriksanya sendiri.

Deok Man dan So Hwa berpakaian biasa dan So Hwa mencoba membeli jelai tapi penjual itu berkata mereka tidak memilikinya. Lalu itu apa tanya So Hwa, ada banyak stok jelai di tokonya. Tapi ia berkata stok itu sudah terjual. Lalu So Hwa pergi ke penjual lain dan mencoba membeli jelai dalam jumlah kecil, semua menolak menjualnya dan beralasan sudah terjual.

Lalu Deok Man memberi isyarat pada So Hwa untuk menawar dengan harga tinggi. Tapi tetap saja mereka menolaknya. Al Cheon dan resimennya dapat melihat ada sesuatu dibalik pergerakan gandum ini. Deok Man bertanya siapa yang membelinya. Penjual itu berkata apa yang akan ia lakukan kalau ia tahu siapa pembelinya.

Bi Dam mencari Yeom Jong yang tertidur dengan muka ditutup kain. Dia membangunkan Yeom Jong dengan menggedor pintu. Bi Dam mengambil kain dari wajah Yeom jong. Yeom Jong ketakutan melihat Bi Dam. Yeom Jong berkata sejak kejadian malam itu, ia ketakutan dengan kemunculan Bi Dam yang misterius dan minta Bi Dam masuk dengan semestinya.

Bi Dam mencari informasi dari Yeom jong tentang mengapa harga gandum melonjak dan siapa yang memanipulasi harga dan tanya apa jangan2 Yeom Jong dalangnya. Kim Yu shin kembali dan lapor hampir di semua pasar melakukan hal yang sama, mereka memiliki stok tapi menolak menjual dan Deok Man berkata karena semua sudah terjual. Kim Yu Shin membenarkan. Deok Man berkata ia perlu menyelidiki siapa yang membeli dan menahan gandum. Deok Man berkata siapa yang harus melakukan tugas ini dengan rahasia.

Semua saling melihat dan Joo Bang melihat So Hwa, kemudian ia mengangkat tangannya dan dengan senang hati sebagai Dae Nang Du yang baru akan melalukan tugas ini. Deok Man melihat arah pandangan Joo Bang, ia tersenyum dan mengijinkan Joo Bang mengerjakan tugas ini. So Hwa sama sekali tidak tertarik dengan pandangan Joo Bang. Kemudian seorang pedagang memasuki rumah Seol Won Rang dan Joo Bang dan Go Do mengawasinya kemudian Dae Pung dan Guk San Heun berkata kereta yang memuat gandum juga masuk ke rumah Seok Bum. Joo Bang minta mereka tidak memanggilnya dengan resmi. Dae Pung mengoreksi : mereka mengirim gandum ke rumah keluarga bangsawan. Joo Bang berkata mereka harus menyelidiki rumah bangsawan yang lain.

Bo Jong keluar dan memeriksa barang dan tanya apa semua sudah ada disini. Semuanya ada, bukan hanya beras, kacang2an, sorgum, atau biji2an yang lain semua tidak akan ditemukan di pasar. Bo Jong berkata mereka akan membayar dengan besar apapun yang dapat diberikan pedagang itu. Seol Won Rang keluar dan Bo Jong melaporkan bahwa mereka sudah membeli semua persediaan gandum yang ada di pasar. Seol Won minta Bo Jong melakukan sesuai perintahnya. seol Won tanya apa Kim Chun Chu ada di rumah mereka lagi.

Kim Chun Chu mengajak Bo Ryang berbelanja di toko Yeom jong. Yeom Jong menawarkan perhiasan pada Bo Ryang agar dicoba. Bo Ryang minta pendapat Chun Chu dan Chun Chu diam saja, kemudian mengambil perhiasan lain dan Kim chun Chu berkata bahwa hiasan berbentuk bulat tidak cocok dengan bentuk wajah Bo Ryang. Kemudian Chun Chu mengambil perhiasan yang cocok untuk Bo yang dan Bo Ryang senang dengan pilihan Chun Chu. Yeom Jong memuji selera Kim Chun Chu tentang perhiasan karena itu baru saja tiba dari Persia.

Kim Chun Chu berkata Bo Ryang memiliki penampilan langka, jadi ia harus menghindari warna yang mencolok. Kim Chun Chu memberikan beberapa kain untuk Bo Ryang. Bo Ryang berkata jika ia menjahitnya maka ia dapat mengenakannya untuk festival Ga Bae (festival panen)

Kim Chun Chu mengambil dupa harum dan Yeom Jong memuji kejelian Chun Chu. Dupa itu dari keluarga Raja Sui Cina. Kim Chun Chu melihatnya dan berkata produk ini palsu dan Yeom Jong sudah tertipu. Yeom Jong berkata ia sudah mengeluarkan banyak uang untuk membelinya. Kemudian Chun Chu berkata bahwa ada banyak patung Budha yang diambil dari tanah liat dari batu Cheonbulsan karena tanah liat itu bagus untuk diukir, jadi semua keramik dan ukiran dari daerah Cheonbulsan hanya dikirim ke istana Sui di Cina.

Yeom Jong berterima kasih atas pengetahuan yang dibagikan oleh Kim Chun Chu. Chun Chu melihat seseorang dan ia bertanya siapa orang itu. Bo Ryang melihatnya dan berkata ia adalah Do Duk di hasanju (seperti sheriff). Kim Chun Chu tanya apa ia adalah gubernur Hansanju Kim Ik Mun.

Bo Ryang meralat Kim Chun Chu. Kim Ik Mun adalah gubernur Ha Seul Ra Ju dan orang itu hanya bawahan dengan nama Yi Myeong ji. (Tirza: Bo Ryang ini pintar juga, tdk percuma jadi anaknya Bo Jong dan cucunya Seol Won. Kim Chun Chu pintar memilih pasangan he..he, mungkin Chun Chu juga ingin mengorek sesuatu dari Bo Ryang, who knows..)

Kim Chun Chu berkata ia belum pernah mendengar nama itu. Bo Ryang ingat ia pernah menyebut hal ini pada Chun Chu dalam berbagai kesempatan. Yi Myeong Gi berjasa dalam peperangan melawan Baekje dan ia dipromosikan di kementrian pertahanan. Keduanya benar2 memancing Bo Ryang dengan identitas orang2 militer. Yeom Jong berkata Chun Chu tidak bisa mengingat dengan baik. Chun Chu mengeluh ia susah menghafal nama dan wajah. Yeom Jong juga, ia bahkan tidak ingat apa yang ia minum tadi. Seol Won dan Bo Jong melihat Kim Chun Chu dengan Bo Ryang sepertinya cocok. Tapi Seol Won tidak suka dengan cara mereka bercakap-cakap yang cukup berisik.

Seol Won melihat yeom jong dan berkata ia tidak menyukai pedagang itu. Bo Jong berkata Yeom Jong adalah pedagang yang sering mengunjungi Mi Saeng. Bo Jong berkata ia pernah kesini untuk membeli sesuatu. Seol Won mengingatkan Bo Jong agar tidak mengijinkan sembarang orang masuk tanpa diperiksa identitasnya. Bo Jong meyakinkan ayahnya bahwa Mi Saeng mengenal Yeom jong dan ayahnya tidak perlu cemas. Seol Won bertanya apa Kim Chun chu datang ke rumah mereka setiap hari. Bo Jong membenarkan dan ia yakin pasti karena Bo Ryang yang menarik hati Chun Chu. Bo Jong menambahkan bahwa mereka mungkin akan mendengar tentang pernikahan sebentar lagi.

Ha Jong kaget dengan harga yang naik tinggi. Harga kemarin 14 nyang mengapa hari ini 20 nyang. Bahkan kata penjual, sekarang menjadi 22 nyang. Ha Jong membayarnya juga dan minta pedagang itu membeli semua komoditas di pasar. Joo Bang dan Go Do memeriksa kediaman Ha Jong dan mereka melihat Ha Jong menyimpan gandum di gudangnya. Joo Bang berkata kaum bangsawan membeli semua komoditas. Go Do bertanya apa mereka lapar, Joo bang kesal dan memukul kepala Go Do. Ia berkata agar Go Do tidak berpikir dengan perutnya, ia bukan lagi Go Do yang dulu melainkan ia adalah tangan kanan Joo Bang Dae Nang Du, jadi Go Do harus menjadi lebih pintar.

Joo Bang lapor pada Kim yu Shin tapi saat ia melihat So Hwa, ia menjadi lebih serius dan bersikap resmi. Deok Man tanya apa yang ditemukan Joo Bang. Joo Bang berkata bahwa kaum bangsawan membeli dan menimbun gandum dan semua komoditas. Seok Bum, Ha Jong, Seol Won Rang, dan Bo Jong dan semua bangsawan yang lain. Mereka membeli dalam harga yang sangat tinggi.

Deok Man berkata para bangsawan melakukan aktifitas Mae Jeom Mae Seok (menahan komoditas untuk spekulasi dan memanipulasi harga gandum). Joo Bang berkata itu jelas, mereka membeli dengan harga tinggi dan berharap agar harga benar2 meroket karena permintaan tinggi. Kim Yu Shin berkata mereka melakukannya untuk mendapatkan untung yang cepat tanpa mempedulikan penderitaan rakyat. Deok Man berkata ia tahu itu tapi ia masih meragukan sesuatu.

Raja Jinpyeong bertanya apa yang membuat Deok Man ragu-ragu. Deok Man berkata selama pemerintahan Raja Jinheung rakyat juga menderita kelaparan, tapi harga gandum tidak naik, dalam pemerintahan Raja Jinji, juga ada kelaparan tapi harga gandum stabil. Raja Jinpyeong berkata mereka tidak bisa membandingkannya karena dulu tanah sangat subur. Raja merasa ini salahnya bahwa mereka menghadapi kesulitan dan krisis ini. Deok Man berkata ini bukan salah ayahnya, tapi ia curiga dengan spekulasi harga yang dilakukan kaum bangsawan. Raja berkata bukan kejahatan kalau melakukan spekulasi harga pasar. Raja berkata tidak ada kontrol bagaimana para bangsawan menggunakan uang mereka. Raja berkata jika itu terjadi, maka Raja dan bangsawan akan menyumbangkan gandum untuk rakyat.

Raja berkata beberapa waktu lalu, Mi Shil memberikan jumlah yang lebih besar dari keluarga Raja pada rakyat. Itulah yang membuat Deok Man ragu, jika mereka harus menyumbang dengan gratis mengapa mereka membeli dengan harga sangat tinggi apa alasannya. Raja dan Deok Man sama-sama memikirkannya.

Kim Chun Chu menyelinap kembali dan mencari Kim Yu Shin tapi ruangan Kim Yu Shin kosong. Bagaimana Pungwolju dapat meninggalkan ruangannya. Kim Chun Chu duduk dan Kim Yu Shin masuk dan memberi salam. Kim Chun Chu : Kau terlambat! Kim Yu Shin berkata bahwa Deok Man sudah memerintahkan untuk mengganti guru Kim Chun chu. Kim Chun Chu heran dan berkata bahwa Kim Yu Shin tidak cepat beradaptasi dengan orang sepintar dirinya dan tidak sesuai. Kim Chun Chu bertanya siapa yang akan menjadi gurunya. Kim Yu Shin memanggil Bi Dam dan bertanya mengapa ia belum masuk ke ruangan. Bi Dam muncul di depan Kim Chun Chu. Kim Chun Chu hanya bisa melongo.

Bi Dam memberi salam pada Kim Chun Chu sebagai guru barunya. Kim Chun Chu gemetar saat Kim Yu Shin mengenalkan Bi Dam sebagai murid Gukseon Moon Noh dan kapten Hwarang dari resimen Mu Myeong Ji Do. Kim Chun Chu mencoba membujuk Yu Shin untuk menerimanya kembali dan berkata bukankah mereka sudah cocok dan saling menyukai dan Kim Yu Shin masih bisa mengajarinya banyak hal. Bi Dam tersenyum tipis (kalau tidak dibilang nyengir..ha ha). Kim Yu Shin menyerahkan Kim Chun Chu pada Bi Dam dan Bi Dam meyakinkan Yu shin dia akan melakukan yang terbaik dalam pelajaran Kim Chun Chu. Kim Yu Shin pergi dan Kim Chun Chu mencoba menahan Yu Shin.

Bi Dam dengan santai menutup pintu dan tersenyum pada Kim Chun Chu yang ketakutan. Bi Dam menekankan bahwa selama pelajaran ada 3 hal yang harus diperhatikan, tidak ada melipat kertas dari bukunya dan Kim Chun Chu mencatat semuanya. Kim Chun Chu bertanya mengapa Bi Dam tidak berbicara dengan resmi padanya. Bi Dam : Lalu..? Aku bahkan tidak berbicara resmi dengan Putri Deok Man. Bi Dam minta Chun Chu menulis aturan yang ke-5 tapi ia tidak ingat mau omong apa.

Kim Chun Chu bertanya mengenai penyelidikan Putri Deok Man mengenai kenaikan harga komoditas dan bertanya bagaimana perkembangannya. Bi Dam tanya mengapa Chun Chu tidak menyebut Putri Deok Man dengan resmi, bukankah ia bibinya. Chun Chu berkata sama seperti Bi Dam yang biasa saja terhadap Putri. Bi Dam membenarkannya dengan senang. Bi Dam tanya tentang kaum bangsawan yang memanipulasi harga dan mengapa mereka melakukannya. Kim Chun Chu tersenyum.

Deok Man menemui Mi Shil. Mi Shil merasa Deok Man datang tiba-tiba. Deok Man mengaku bahwa ia memperoleh penjelasan terbaik dari Mi Shil. Deok Man berkata keingintahuannya yang membuatnya mencari Mi Shil karena hanya ia yang memiliki jawaban di Seorabeol ini. Deok Man tanya apa Mi shil keberatan dan ia harus pergi? Mi Shil berkata tidak apa-apa dan bertanya apa yang ingin Deok Man ketahui. Deok Man bertanya para bangsawan yang membeli komoditas untuk berspekulasi tetapi jika ada kelaparan, mereka harus menyumbang kepada rakyat dengan gratis. Bukankah mereka seharusnya mendapat untung besar jika harga meroket mengapa mereka membagikan dengan gratis. Mereka bisa menderita kerugian besar. Mi Shil membenarkan praktek itu. Deok Man juga bertanya saat rakyat kelaparan mengapa para bangsawan melakukan spekulasi pasar.

Mi Shil bertanya mengapa rakyat menderita.

Sementara itu Bi Dam menunggu jawaban Kim Chun Chu. Tentu saja untuk mengambil untung kata Chun Chu. Tapi Bi Dam yakin ada alasan lain dan sesuatu mencurigakan yang melihat keuntungan hanya hal kecil tidak akan menjelaskan biaya yang sebesar itu. Bi Dam berhenti karena tidak tahu jawabannya. Chun Chu berkata Bi Dam hanya memikirkan asetnya saja. Jadi ia tidak akan menemukan jawabannya. Bi Dam tanya apa maksud Kim Chun Chu. Kim Chun Chu menghitung jika kebetulan itu hasil bumi, besi atau emas hanya bisa meraih keuntungan.

Deok man berkata bahwa karena spekulasi maka harga melambung, rakyat tidak mampu membeli gandum, jadi mereka tidak dapat bertahan itu yang membuat mereka menderita karena situasi ini. Lalu Mi Shil bertanya apa yang harus dilakukan orang-orang yang menderita itu. Deok Man tidak dapat menjawabnya, Mi Shil menjelaskan bahwa diantara rakyat ada pemilik tanah (tuan tanah) dan pemilik tanah dari tanah yang mereka sewa untuk diusahakan, apa yang akan mereka lakukan. Deok Man memikirkan jawabannya.

Deok Man kembali ke ruangannya dan Kim yu Shin sudah menunggu. Deok man duduk dan mencari informasi dari buku, Yu shin bertanya apa yang ia cari. Deok man menemukannya. Kejadiannya terjadi pada tahun ke-2 pemerintahan Raja Jinji. Kelaparan menimpa seluruh negri kemudian selama 7 bulan tahun berikutnya. Kemudian selama tahun ke-2 Geonbok kemudian diikuti tahun ke-13 dan tahun ke-28. Terjadi kelaparan dan ada peningkatan jumlah lahan dan perbudakan oleh kaum bangsawan. (Tahun Geonbok adalah tahun ke-6 dari Raja Jinpyeong sampai tahun ke-2 Ratu Seondeok, 584-633M )

Kim Yu Shin berkata ini akan membuat pemilik tanah yang kecil dan menengah akan hilang. Deok Man membenarkan. Jika kaum bangsawan menahan gandum maka pemilik tanah yang kecil tidak akan sanggup membayar hutang-hutangnya dan mereka akan kehilangan tanah mereka. Mereka akan menjadi penyewa dan akhirnya akan menjadi budak tuan tanah atau kaum bangsawan. Ini adalah cara kaum bangsawan memperluas wilayah tanah mereka. Yu Shin berkata sejak pemerintahan Raja Jinji, kaum bangsawan selalu menekan pemilik tanah kecil setiap kali terjadi kelaparan untuk meningkatkan kepemilikan tanah mereka. Sehingga mereka mendapatkan pajak dari orang yang bekerja di tanah mereka dan ini menyebabkan penerimaan Keuangan Kerajaan dari pajak menurun.

Jadi kata Deok Man, untuk meraih simpati rakyat, kaum bangsawan akan memberikan gandum secara cuma-cuma. Kim Yu shin tanya bagaimana Deok man menemukan fakta ini, Deok Man berkata sebenarnya Mi Shil yang memimpinnya menemukan kesimpulan ini dan membuatnya mengerti keseluruhan situasi. Kim Yu Shin heran dengan pernyataan Deok MAn.

HA jong dan Se Jong kaget mendengar Deok man menemui Mi Shil. Apa Mi Shil membukakan semuanya pada Deok Man. Mi Shil berkata ia tidak menjawab tapi justru balik bertanya. Mi saeng bertanya bagaimana jika pertanyaan Mi Shil menuntun Deok Man menemukan jawabannya. Mi Shil yakin Deok Man akan menemukan jawabannya tapi apa yang dapat ia lakukan. Ha Jong berkata ia menimbun komoditas dengan uangnya sendiri, tidak ada hukum yang melarang itu. Mi Saeng bertanya apa Mi Shil melakukan ini secara sengaja dan ingin melihat apa yang akan dilakukan Deok man. Mi Shil tersenyum membenarkan.

Kim Yu shin prihatin karena tidak ada yang bisa mereka lakukan dengan hal ini. Mereka juga tidak bisa menghentikan kaum bangsawan untuk tidak menimbun dan membeli barang dari uang mereka sendiri. Deok Man setuju, masalah ini tidak akan diselesaikan dengan hukum. Deok Man menyarankan bahwa mereka akan melawan spekulasi ini dengan manipulasi mereka sendiri dalam perang perdagangan. Deok Man berkata ia tumbuh di tengah perdagangan besar di gurun Taklamakan dan di sana adalah tempat berkumpulnya para pedagang besar dan hebat dari seluruh dunia. Silla mungkin mulai melakukan perdagangannya tapi jika dibandingkan dengan di gurun Taklamakan, ini belum apa-apa. Deok Man akan terjun dalam perang perdagangan komersil.

Deok Man menghadap Raja. Raja berkata tidak ada cara untuk menghentikan kaum bangsawan dari spekulasi dan manipulasi harga. Kim Seo Hyeon berkata mereka tidak bisa melakukannya karena mereka menggunakan uang mereka sendiri. (Tirza: menurutku impor saja..jika supply ada maka price pasti turun..hukum pasar..), Putri Man Myeong berkata ini sudah menjadi tradisi lama. Deok man menyarankan mereka dapat menghentikan kaum bangsawan dengan Keuangan kerajaan. Kim Yong Chu heran, dan Ratu bertanya bagaimana caranya. Deok Man minta Raja menyerahkan masalah ini padanya dan memberinya kekuasaan penuh untuk mengatasi masalah ini tanpa hambatan dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Kim Seo hyeon dan Kim Yong Chu menemui Deok Man dan berkata Deok man pasti akan menghadapi pertentangan besar dengan idenya. Kim Yong Chu mengakui, ia juga menimbun tapi bukan alasan ini maka ia tidak setuju. Tapi antisipasi mengenai protes para bangsawan yang mungkin akan lebih besar dari yang Deok Man bayangkan. Kim seo Hyeon berkata lebih bijak jika membagikan gandum gratis. Deok Man berkata biarpun pembagian gandum akan mengurangi kelaparan tapi orang-orang akan cenderung meninggalkan tanah mereka dan menjadi penyewa lahan dan kemudian akan kehilangan kemandiriannya. Deok Man memohon pada Kim seo Hyeon dan Kim Chun Chu untuk membantunya.

Kim Seo Hyeon berkata bahwa Menteri tidak mungkin terlibat dalam perdagangan komersil dan mereka perlu seseorang yang dapat dipercaya dalam hal ini. Deok Man berkata ia sudah punya orangnya. Bi Dam menemui Yeom Jong lagi dan bertanya apa Yeom jong sudah mendapatkan keuntungan dari bisnisnya akhir-akhir ini. Yeom Jong beralasan bahwa pembantunya tidak membersihkan dengan benar. Yeom Jong bertanya apa Bi Dam itu hantu, langkahnya ringan sekali saat masuk dan minta Bi Dam bersuara jika masuk ke tempatnya. Yeom Jong berkata bisnisnya memburuk akhir-akhir ini.

Bi Dam minta agar Yeom jong melakukan sesuatu dengan sangat rahasia dan minta Yeom Jong mengumpulkan beberapa orang yang cocok dengan misi ini. Bi Dam minta Yeom jong melakukan secepatnya. yeom jong pergi dan menawarkan gandumnya untuk dijual.

Penjual itu senang sekali dan berterima kasih bahwa Yeom Jong dapat menjual gandum karena sulit sekali menemukannya. Pedagang itu tanya darimana Yeom Jong mendapatkan stok ini. Yeom Jong berkata bukan urusan pedagang itu. Yeom Jong menjanjikan akan ada banyak barang yang datang. Pedagang itu senang karena kaum bangsawan akan membayar berapapun harganya. Bi Dam mengawasi dan Yeom jong pergi menjual gandum pada semua pedagang. Pedagang itu membayar gandum Yeom jong dan yeom Jong senang. Ia melewati Bi Dam dan tersenyum padanya karena rencana mereka sukses.

Se Jong dan ha Jong berkata rumor di pasar akan meningkatkan harga menjadi sangat tinggi. Seok bum dan beberapa nangdo datang dan lapor mengenai keanehan di pasar. Ha Jong bertanya apa harganya naik lagi. Para kapten Hwarang itu berkata sebaliknya bahwa ada surplus gandum yang membanjiri pasar. Seok Bum bertanya apa Se Jong mengetahui hal ini. Se Jong heran mendengarnya dan bertanya apa mungkin cadangan kerajaan dikeluarkan. Se Jong heran bagaimana cadangan kerajaan dikeluarkan tanpa sepengetahuannya. Ha Jong berkata bahwa cadangan kerajaan akan dibagikan pada rakyat bagaimana bisa dijual di pasar. Se jong meyakinkan mereka tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Ha Jong melihat bahwa ada surplus komoditas di pasar dan jika mereka tetap membeli dengan harga tinggi maka sekarang harganya berlipat. Ha Jong bertanya apa mereka tetap perlu membeli dengan harga sekarang.

Deok Man bertanya mengenai perkembangannya. Bi Dam berkata mereka sudah mengeluarkan 1000 seom gandum dan akan mengeluarkan 1000 lagi untuk mengantisipasi permintaan. Kim Yu Shin berkata bahwa harga belum stabil hanya dengan mengeluarkan stok. Al Cheon bertanya berapa lama para bangsawan akan meneruskan pembelian mereka. Deok man berkata jika mereka ingin meraup keuntungan mereka harus menghentikan pembeliannya, tapi mereka menginginkan tanah maka mereka akan terus melakukan pembelian dan kemudian mereka akan menyadari bahwa mereka membeli terlalu tinggi.

Kim Yu Shin dipanggil oleh Mi Shil. Ha Jong bertanya apa Putri Deok Man menjual gandum dari cadangan Kerajaan. Sepertinya ada surplus gandum di pasar. Kim Yu Shin memberikan jawaban langsung, sejak harga tidak stabil maka ini akan sangat menguntungkan keuangan kerajaan. Mi Shil dan kelompoknya shock dengan berita ini. Seol Won menegaskan bahwa Keluarga Kerajaan menggunakan kesempatan ini untuk mengambil keuntungan dengan menjual cadangan di pasar. Seol won berkata ini benar2 omong kosong.

Seok Bum kaget bahwa Deok Man menjual gandum dari Cadangan Kerajaan dan ada rumor bahwa Deok man mungkin akan menjual semuanya. Seok Bum berkata jika seperti ini, maka harganya akan tiba-tiba jatuh. (jelas..hukum pasar man..). Para kapten Hwarang yang lain mulai panik dan berkata mereka harus melepaskan gandum mereka agar mereka masih memiliki kesempatan memperoleh keuntungan. Yang lainnya berkata jika mereka memaksa melepas maka harga akan benar2 turun (Tirza: terjun bebas..andai aku punya posisi sell di harga tinggi wow..untung besar). Beberapa setuju bahwa mereka harus tahan, tapi jika mereka menahan maka mereka akan rugi besar (ha..ha bisa kena margin call, lalu heart attack..). Seok Bum berkata mereka akan bertahan dengan situasi ini karena mereka kaya, tapi untuk Seok bum akan menjadi bencana jika harga gandum turun karena ia perlu memperoleh tanahnya. Para kapten hwarang menyadari bahwa mereka harus menahan gandum diatas limit mereka untuk mendapatkan tanah tapi kemudian jiak mereka ragu-ragu mereka akan rugi lebih banyak. Para kapten Hwarang memutuskan untuk menjual untuk mengurangi kerugian.

Kim Yu Shin berkata bahwa kaum bangsawan mulai menjual persediaan mereka. Al Cheon berkata bahwa harga mulai turun. Deok Man berkata ini bagus dan minta Bi Dam membantu Kim Seo Hyeon untuk melakukan rencana mereka selanjutnya. Deok Man akan memainkan peranannya. Deok Man mengadakan pertemuan dan berkata ia bertindak atas nama Raja Jinpyeong mengenai masalah cadangan kerajaan dan minta para bangsawan mengeluarkan pendapatnya atas masalah ini. Se Jong bertanya apa mungkin Deok Man membuka cadangan kerajaan. Deok man membenarkannya. Ha Jong berkata Deok Man tidak membagikannya pada rakyat tapi justru menjualnya di pasar untuk keuntungan. Mi Shil bertanya bahwa dengan harga yang sangat tinggi, Deok Man menjual gandum ke pasar bebas dia kecewa dengan Deok Man dan berkata Deok Man terlalu merendahkan perhitungannya. Seol Won bertanya bagaimana keluarga raja menggunakan kesejahteraan rakyat untuk mencari keuntungan moneter. Se Jong berkata bahwa ini benar2 tidak jelas dan Deok MAn menggunakan bantuan gandum untuk rakyat selama masa kelaparan untuk keuntungan dan perdagangan.

Deok Man berkata bahwa ia punya alternatif lain untuk membeli kembali semua yang sudah ia jual. Mi Shil heran. Seok Bum menjual gandumnya. Pedagang berkata ia tidak dapat menerima dengan harga yang dulu, sekarang harga sudah turun. Pedagang memperlihatkan stoknya yang melimpah. Para kapten Hwarang menanyakan harga gandum dan yang dulu seharga 25 nyang sekarang menjadi 15 nyang. Itu juga sudah bagus sekali. Mereka benar2 shock, mereka membeli dengan harga 20 nyang dari orang yang sama hanya beberapa waktu lalu dan sekarang hanya 15 nyang. Kim Yu Shin dan Al Cheon mengamati kapten Hwarang itu.

Deok Man mengatakan pada mereka inilah prinsip dari perdagangan komersil itu. Keluarga Raja menjual cadangan gandum di saat harga tinggi tapi saat harga jatuh, mereka akan membelinya kembali dengan harga yang jauh lebih murah dan akan meraup keuntungan dari perdagangan pembelian dan penjualan ini. (Tirza: Sell high Buy Low…make money ha..ha). Karena ada banyak persediaan dan Mi Shil menambahkan bahwa harga sudah pasti turun dan pasar akan stabil. Mi Shil bertanya jika pembeli menolak menjual gandumnya dan bersatu apa yang akan Deok Man lakukan.

Deok Man yakin mereka tidak akan sanggup menahan stok gandum mereka lebih lama lagi. Deok Man berencana akan mengeluarkan semua cadangan kerajaan ke pasar dan bahkan cadangan militer akan dilepaskan ke pasar dan berkata Kim Seo hyeon sudah melakukannya saat mereka berbicara. Se Jong berkata bagaimana mereka dapat menjual cadangan militer dan itu omong kosong. Mi Shil berkata karena harga terus melambung, Deok Man mengambil keuntungan untuk menjual semua cadangan kerajaan dan militer dan bertanya apa Deok Man akan benar2 percaya bahwa ini akan menyelesaikan masalah. Seol Won berkata tak seorangpun pernah melakukan kesalahan seperti ini.

Deok Man bertanya apa kelangkaan stok palsu ini dibuat untuk fluktuasi harga di pasar atau itu adalah taktik para bangsawan mendapatkan kepemilikan tanah dari pemilik tanah yang kecil untuk memaksa mereka berakhir. Deok Man berkata dia tidak mengambil keuntungan dari rakyatnya tapi ia berdagang dengan biaya dari kaum bangsawan seluruhnya. Seol Won Rang bertanya apa cadangan militer yang berguna untuk keamanan nasional digunakan untuk perdagangan dan apa Deok Man akan sanggup mengambil tanggungjawab untuk masalah ini jika seandainya Baekje datang menyerang mereka saat ini. Deok Man berkata sebenarnya ia mungkin atau juga tidak menjual cadangan militer. Mi Shil heran dengan jawaban Deok Man.

Deok Man hanya berkata ia akan melakukannya. Ha Jong berkata ini hanya pengumuman. Deok Man bertanya mengapa harga gandum naik, alasannya adalah bukan karena kurang pasokan tapi karena spekulasi yang membuat ketakutan sehingga rakyat berlomba membeli lebih, ini adalah salah satu prinsipnya bahwa tanpa benar2 menjual cadangan militer tapi hanya menyebutkannya saja, sudah membuat orang menjual menjual cadangan gandumnya dan akhirnya harga akan turun drastis. Mi Shil berkata jika kaum bangsawan menolak menjual cadangannya, harga tidak akan turun. Deok Man meragukan bahwa mereka akan sanggup menahannya dan bertahan dengan godaan untuk tidak menjual. Deok Man bertanya-tanya apa orang yang menahan gandum dengan harga tinggi akan dapat menahannya. (Deok Man pasti udah belajar prinsip2 ekonominya Adam Smith ha..ha..)

Queen Seondeok Episode 39

Deok Man bertanya apa seseorang akan dapat menahan dampak ekonomi sendirian. Deok Man mengingatkan Mi Shil sudah pernah berkata bahwa ini adalah apa yang dirasakan hati manusia secara alami. Meskipun Mi Shil mengatakan bahwa kaum bangsawan akan bersatu dan tahan menghadapi dampaknya tapi Deok Man berkata mungkin Mi Shil adalah orang pertama yang ingin segera lari untuk menjual cadangan gandumnya. Se Jong dan Ha Jong mulai tidak tenang dengan kata2 Deok Man. Mi shil terdiam.

Deok Man meninggalkan pertemuan, Bi Dam memberikan salam padanya dan Deok Man bertanya tentang cadangan militer. Bi Dam melapor bahwa mereka mulai melepas cadangan stok militer dalam jumlah kecil di pasar. Harga mulai turun drastis setelah rumor bahwa stok gandum militer membanjiri pasar. Pasar sekarang bergejolak dengan dilema apa mereka harus menjual atau menahannya. Deok Man tanya berapa sekarang harga di pasaran. Bi Dam berkata sekarang sekitar 15 nyang dan mungkin akan jatuh besok. Deok Man memerintahkan untuk membeli kembali komoditi pada harga 10 nyang dan minta Bi Dam melakukan pembelian dalam satu kali transaksi.

Deok Man merasa yakin ia dapat memenangkan pertarungan ini. Ha Jong mengeluh ia membeli gandum dengan harga 4 kali lipat dari harga sekarang. Mi saeng bertanya apa yang diributkan Ha Jong. Ha Jong segera bergegas menjual cadangan gandumnya untuk menekan kerugian. Se Jong juga mengikutinya. Mi Saeng juga merasa cemas dengan keadaan ini, ia lalu mengejar mereka. Hanya tinggal Seol Won dan Mi Shil, Mi Shil minta Seol Won pergi dan menekan kerugiannya karena sekarang mereka tidak mampu mencegah atau mengendalikan semua bangsawan yang ingin menjual stok mereka. Mereka juga harus menjualnya. Mi shil kesal karena dikalahkan oleh Deok Man.

Para kapten Hwarang berkata ada informasi bahwa cadangan militer diperdagangkan di pasar dan Im Jong tidak pernah membayangkan ini akan terjadi. Yang lain berkata bagaimana ini terjadi tanpa sepengetahuan yang lain. Beberapa mengeluh bahwa Seok Bum dan Baek Ui adalah yang pertama menjual stok mereka dan membuat mereka panik, mereka tidak bisa diam saja dan harus memberitahu pada keluarga masing2. Sekarang pasar dibanjiri oleh komoditas dari orang2 yang akan menjualnya dan sekarang pedagang menolak membeli karena stok mereka masih banyak.

Yeom Jong melihat mereka dari kejauhan. Yeom Jong bertanya berapa harga sekarang, pedagang berkata sekarang harganya 13 nyang per sak. Yeom Jong berkata jika harga mencapai 10 nyang, mereka harus membelinya kembali. Ha Jong panik dan berteriak untuk membawa semua stoknya dan akan melepasnya sebelum harga jatuh terlalu jauh. Ho Jae mengunjungi Ha Jong setelah mendengar berita dari Seok Bum. Ho Jae bertanya apa mereka harus menerima semua ini. Se Jong berkata mereka tidak dapat melakukan apa-apa. Seok Bum merasa mereka harus menyatukan semua bangsawan dan mengajukan keberatan.

Para kapten Hwarang berkata bahwa keluarga mereka akan mendukung Se Jong. Mi Saeng juga ingin agar mereka bersatu dan mengadakan rapat dewan istana untuk minta Deok Man menjelaskan tindakannya. Ha Jong menyatakan mereka harus memindahkan Deok Man dari wilayah politik. Se Jong minta mereka mengirim surat untuk anggota dewan.

Mi Shil menemui Deok Man dan bertanya apa yang akan terjadi jika kemudian harga bergerak naik. Apa Deok Man akan menggunakan solusi membanjiri pasar dengan stok dari militer untuk menekan harga. Mi Shil berkata bahwa Deok Man sangat ceroboh dan ia harus mengakui bahwa tindakannya yang sangat berani dan bodoh ini akan membingungkan setiap orang tapi Mi Shil memperingatkan bahwa akan ada reaksi serius dari tindakan Deok Man ini. Deok Man berkata bahwa masalah tidak akan diselesaikan dengan melepaskan cadangan militer tapi kaum bangsawan akan selalu berpikir dua kali jika mau menimbun, pikiran tentang tindakan berani dan bodoh dari Putri Silla untuk mereka demi mencegah permainan harga di pasar.

Mi Shil mengagumi nyali Deok Man, tapi disadari atau tidak para bangsawan adalah fondasi dari negri ini dan mereka bertanggungjawab untuk urusan administrasi untuk pemungutan pajak dan perlindungan untuk tanah mereka. Mi Shil bertanya ia ingin tahu bagaimana Deok Man akan memimpin negri ini tanpa dukungan kaum bangsawan. Mi Shil mencemaskan Deok Man dan berharap ia sukses dan Mi shil akan pergi.

Sebelum Mi Shil pergi, Deok Man mengajukan pertanyaan, ia ingin tahu sesuatu yang ia sudah simpan dalam hatinya, ia curiga sejak waktu itu sampai sekarang. Deok Man berkata Mi Shil bijaksana dan penilaiannya selalu akurat dan pintar dan dalam kepemimpinan belum ada yang mampu menandingi Mi Shil tapi mengapa sejak jaman Raja Jinheung tidak ada kemajuan di Silla dan stagnan dalam waktu lama. Bahkan dengan Mi Shil yang menguasai bakat kepemimpinan yang luar biasa. Sudah jelas terlihat bahwa Mi Shil memiliki bakat besar dan kemampuan seharusnya ada kemajuan besar yang dapat dilihat di Silla, tapi Deok Man tidak melihat ada kemajuan apapun.

Deok Man membaca laporan bahwa ada jalan buntu setelah pemerintahan Raja Jinheung dan seterusnya. Deok Man menanyakan bagaimana Mi Shil dapat menjelaskan alasannya. Mi Shil hanya memandang, tersenyum, dan pergi. Deok Man bertanya-tanya apa pertanyaannya berpengaruh pada Mi Shil. Mi Shil berjalan di koridor dan terlihat terganggu dan ia melewati Kim Yu Shin yang memberikan salam padanya.

Kim Yu Shin masuk dan bertanya mengapa Deok Man selalu memprovokasi dan membuat marah Mi Shil. Deok Man tidak mengerti maksud Kim Yu Shin. Yang ia maksud Mi Shil. Deok Man berkata apa terlihat seperti itu, ia hanya mengajukan pertanyaan dari keingintahuannya yang jujur. Kim Yu Shin heran. Deok Man bertanya bukankah sekarang seharusnya ada kemajuan pesat di Silla dibawah kepemimpinan Mi Shil tapi mengapa tidak terjadi. Deok Man ingin tahu alasannya dan ia tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama dan berjalan di jalan itu.

Kim Yu Shin bertanya apa mereka dapat menarik lagi cadangan militer yang sudah diperdagangkan di pasar. Yeom jong mengisi gandum di tokonya setelah membeli dengan harga 10 nyang. Kim Chun Chu mengamati kegiatan di toko Yeom Jong dan Yeom Jong memberi salam pada Chun Chu. Chun Chu bertanya apa mereka akan mampu menarik gandum dari pasar dengan utuh. Yeom Jong berkata saat spekulasi terjadi, sangat mudah mempengaruhi harga untuk turun, para bangsawan terpaksa menjual stoknya dengan panik.

Kim Chun chu mengaku pada Yeom Jong, ia mungkin pandai berkomentar mengenai banyak hal tapi Putri Deok Man tahu apa itu perdagangan dan ekonomi. Deok Man dapat menjual gandum seharga 20 nyang/sak dan membeli kembali seharga 10 nyang/sak. Dan menggandakan keuntungannya. Bi Dam mendengarkan percakapan ini dan Kim Chun Chu berkata bahwa keluarga Raja benar2 kekurangan dana. Yeom Jong tidak mengerti, Kim Chun Chu berkata Deok Man terpaksa menggunakan cadangan militer untuk memanipulasi bangsawan dan mengakhiri permainan spekulasi Yeom Jong memuji dan terlihat terpesona dengan kepandaian Kim Chun Chu dan mampu membaca situasi. Yeom Jong berkata bahwa keluarga raja lemah kekuasaannya dan mereka seperti penjaga saja.

Kim Chun Chu menanyakan mengenai peta topografi 3 negara, Bi Dam menajamkan telinganya dan Kim Chun Chu kaget melihat Bi Dam. Yeom Jong berkeras agar Kim Chun Chu melanjutkan menyelesaikan kalimatnya dan Yeom Jong melihat Bi Dam memandangi mereka. Kim Chun Chu sembunyi di belakang Yeom Jong saat Bi Dam mendekati Kim Chun Chu dan bertanya mengapa Chun Chu tertarik dengan topografi 3 negara. Chun Chu berkata bukan apa2 dan ia buru2 menghindar dari Bi Dam. Yeom Jong mengikuti Chun Chu tapi dihentikan Bi Dam, Bi Dam menepuk pundak Yeom Jong dan berkata ia hutang nyawa pada Bi DAm.

Bi Dam minta Yeom Jong untuk tidak mengatakan apapun mengenai buku yang ditulis gurunya itu, dan juga jaringan Yeom Jong yang mendanai buku itu. Yeom Jong setuju. Bi Dam tanya tentang cadangan militer.

Deok Man melapor pada dewan istana bahwa cadangan militer sudah diperoleh kembali sesuai jumlah awalnya. Mi Saeng berkata bahwa cadangan stok istana bukan menjadi masalah. Ha Jong berkata masalahnya mereka tidak diberitahu jika cadangan itu akan dijual. Se Jong berkata ada prosedur dalam semua tindakan. Mereka ingin Deok Man menjelaskan pada dewan mengenai tindakannya. Deok Man kemudian menjelaskan bahwa semua yang hadir dalam sidang dewan hari ini juga bersalah. Ha Jong terkejut dengan tuduhan Deok Man, bagaimana ia begitu berani dalam kata2nya.

Mi Saeng berkata, Deok MAn mungkin putri raja, tapi ia tidak dapat menggunakan kata2 ceroboh dan berbicara seperti itu di depan dewan. Ha Jong minta Deok Man menjelaskan maksudnya. Semua setuju. Deok Man dengan tenang mengambil sebuah dokumen dan membacakannya di depan anggota dewan.

Bangsawan Se jong, 1800 seom
Bangsawan Ha Jong, 980 seom
Bangsawan Mi Saeng, 1280 seom
Bangsawan Seol Won, 320 seom
Bangsawan Seok Bum, 850 seom
Bangsawan Yong Chun, 330 seom (seom = sak, kira2 47 galon)

Lalu beberapa anggota dewan yang lainnya dan Ha Jong memotong apa maksudnya ini, dan Deok Man terus membaca..bangsawan Indong, 180 seom. Deok Man berkata ini adalah jumlah yang ditimbun oleh kaum bangsawan dan anggota dewan yang menyebabkan harga komoditas melambung tinggi untuk memanipulasi dan spekulasi sehingga mengakibatkan penderitaan rakyat, sampai mereka saling membunuh.

Para anggota dewan terdiam. Ini membuat timbulnya kejahatan, membuat hasil kerja keras rakyat selama berbulan-bulan menjadi tidak berarti karena mereka tidak mampu membeli gandum. Deok Man bertanya apa itu cukup membuktikan mereka bersalah. Ha Jong bertanya apa ia harus disalahkan karena kaya, ia juga prihatin dengan kesejahteraan rakyat. Deok Man berkata dia juga melakukan yang sama dengan cadangan militer, dengan mengeluarkan cadangan ke pasar untuk menekan harga, sehingga mengurangi penderitaan rakyat.

Ha jong berkata ini adalah masalah perputaran cadangan militer, biasanya ini dibicarakan dalam rapat dewan. Deok Man berkata bahwa prioritas utama dari istana adalah membebaskan rakyat dari kelaparan. Deok Man mempertanyakan jadi ini tujuan dewan istana yaitu untuk mengatur urusan negara dan ini mengapa dewan ini dibentuk. Se Jong membenarkan, tapi masalahnya dan Deok Man memotongnya, mereka tidak bisa mengabaikan kelaparan yang menimpa rakyat hanya dengan masalah tetek bengek administrasi.

Kim Seo hyeon berkata jika mereka tidak segera mengendalikan sentimen publik, maka situasinya akan menjadi semakin berbahaya dan mungkin akan berubah menjadi kerusuhan dan rakyat mungkin akan memberontak. Mi Saeng berkata bahwa sebagai menteri pertahanan, bagaimana ia bisa demikian sombong setelah mengeluarkan cadangan militer ke pasar. Ha Jong kemudian mengajukan usul untuk bersatu dan meminta Deok Man agar tidak bicara lagi dalam dewan istana. Para menteri setuju untuk voting.

Deok Man berkata ada cara membuat ia tidak akan berdebat dalam sidang dan akan pergi dengan senang hati. Semua melihatnya. Deok Man minta agar undang-undang pelarangan spekulasi dan manipulasi harga disahkan. Deok Man menantang anggota dewan untuk melakukannya jika mereka setuju, ia akan dengan senang hati meninggalkan dewan dan kasus ini.

Mi Saeng berkata tidak masuk akal mengesahkan UU seperti itu. Ha Jong juga berkata ia tidak berhak membelanjakan uangnya sendiri. Kim Yong Chun berkata jadi karena keserakahan mereka maka rakyat menderita. Ha Jong menuduh Kim Yong Chu, ia juga melakukan penimbunan tapi hanya sedikit karena ia ada di pihak putri jadi ia pasti sudah mengetahui informasi bahwa Deok Man akan menjual gandum. Ha Jong juga menuduh Kim Seo hyeon tidak membeli gandum satu sak pun, ia pasti berkomplot. Akhirnya mereka ribut dan hampir berkelahi. Mi Shil hanya melihat keributan ini dengan tatapan kosong dan Deok Man ada di atas angin.

Putri Man Myeong heran bahwa dewan istana tidak memberi sanksi atau mengeluarkan Deok Man dan mengakhiri pertemuan tanpa keputusan apa pun. Kim Seo Hyeon melaporkan bahwa semua bangsawan percaya bahwa dewan istana membuat sesuatu yang akan menjalar ke propinsi mereka. Raja tersenyum saja mendengar semuanya. Kim Seo Hyeon berkata Ha Jong tidak dapat mengendalikan diri dengan emosinya. Ratu berkata Ha jong sesekali berguna juga dengan emosinya dalam situasi seperti ini. Raja berkata, Ha Jong mungkin ketakutan dengan realitas yang dibawa Deok Man. Raja merasakan sakit dan tidak enak.

Ha Jong ngamuk-ngamuk dan menangis seperti anak kecil dan ia berkata masalah ini benar2 membuatnya kesal. Mi Shil berkata pada anaknya untuk maju dan lupakan kekalahan mereka. Dia mengingatkan mereka sudah meraup banyak keuntungan dari masa lalu. Ha jong mengeluh, bagaimana mereka dapat mengabaikannya. Seol Won mengingatkan bahwa musim panen akan segera tiba, Mi Saeng berkata jika panen tiba, mereka harus membawa pajak. Seol Won berkata saat pajak ditarik akan ada masalah lagi. Seol Won berkata, sebaiknya mereka bertahan dalam kekalahan melawan Deok Man sampai saat itu.

Mi saeng setuju dengan Seol Won. Ha jong tanya mengapa mereka berdua sepaham. Ha Jong menuduh Seol Won tidak menimbun banyak karena ia tahu informasinya. Seol Won minta Ha Jong berhenti berdebat. Se Jong berkata mereka dapat melawan Deok Man nanti, tapi mereka tidak akan mengijinkan Putri Deok Man mengurusi masalah negara.

Mi Shil berkata Deok MAn sangat berbeda dengan Raja Jinpyeong saat ia muda atau bahkan Putri Cheon Myeong. Mi shil berkata biarpun Deok Man tidak bekerja sesuai dengan aturan rumah tangga istana dalam pikiran dan tindakannya, tapi Deok Man membuat Mi Shil merasa sedikit terkalahkan.

Deok Man memeriksa dokumentasi dan Bi Dam juga Yu Shin datang memujinya. Ia sudah sukses dalam rapat dewan tapi masih juga belajar. Deok Man menyalami mereka dan Yu Shin minta Deok Man mengambil kesempatan ini untuk menikmati kemenangannya dan mengurangi stres dan tekanan karena konfrontasi ini. Deok Man berkata : Ada pepatah kuno “lihat apa yang dikatakan oleh menantu” dengan situasi seperti ini. Bi Dam tidak mengerti apa maksud Deok Man.

Deok Man berkata selama ia menjadi nangdo, Kim Yu Shin tidak pernah memberinya kesempatan kedua untuk beristirahat dan bahkan untuk dirinya sendiri. Kim Yu Shin malu karena Deok Man mengungkit kenangan mereka itu. Bi Dam kesal karena ia tidak memiliki memori yang dapat dibagi bersama Deok Man. Bi Dam tanya mengenai profit yang sudah mereka dapatkan, mau diinvestasikan dimana. Deok Man berkata karena itulah ia memanggil Bi Dam dan Kim Yu Shin. Ia ingin minta pendapat mereka. Kim Yu Shin minta Deok Man menjelaskan rencananya dan mereka akan mendengarnya. Deok Man menunjukkan dokumen rencananya pada Kim Yu shin. Dan Bi Dam sedikit tersisihkan. Deok Man ingin menggunakan besi yang digunakan dalam persenjataan untuk peralatan pertanian. Bi Dam hanya dapat menjadi pendengar saja.

Mi shil juga membaca buku dan kata-kata Deok Man menghantuinya mengenai perkembangan Silla. Seol Won masuk dan melihat Mi Shil, ia berkata ingin mengikat Kim Chun Chu dalam ikatan pernikahan. Mi Shil berkata untuk mengurusnya. Seol Won melihat Mi Shil sedikit tidak tenang dan sesuatu mengganggu pikirannya. Mi Shil berkata ia sedikit tidak enak badan. Seol Won minta Mi Shil istirahat. Mi Shil berkata ia akan baik2 saja dan minta Seol Won untuk pergi. Mi Shil sebenarnya merasa sedikit tidak percaya diri karena Deok Man.

Paginya, Mi Shil mengunjungi perpustakaan istana dan menemukan Deok Man tertidur di atas tumpukan buku yang ia baca dan pelajari. Mi Shil melihat Deok Man yang tertidur nyenyak dan ia juga melihat Deok Man sudah mempelajari banyak hal semalaman dan akan mulai melakukan risetnya sendiri saat Kim Chun Chu dan Bi Dam masuk. Mereka melihat Mi Shil dan memberi salam, Mi Shil membalas salam mereka. Kim Chun Chu tanya mengapa Mi Shil pagi2 sudah berada di perpustakaan.

Deok Man terbangun dan Mi Shil berkata ia harus membaca beberapa hal. Deok Man memberi salam pada Mi Shil dan tanya kapan Mi Shil datang. Mi Shil berkata Deok Man terlihat lelah dan tidur dengan pulas. Ia tidak berani membangunkannya. Deok Man tanya apa Chun Chu juga akan membaca sesuatu, ia mengiyakan. Kim Chun Chu berterima kasih pada Mi Shil tentang lukisan yang ia kirim lewat Bo Ryang.

Mi Shil dengar dari Mi Saeng bahwa Kim Chun Chu senang dengan seni. Bi Dam berkata pada Deok Man agar tidak perlu cemas dengan Kim chun Chu. Ia mengalami kemajuan di bawah pelatihan Bi Dam. Bi Dam juga menambahkan bahwa Chun Chu juga membantu dalam masalah insiden spekulasi harga. Kim Chun Chu menyangkalnya dan kapan ia membantu. Bi Dam berkata bahwa Kim chun cHu adalah orang yang menjelaskan mengapa kaum bangsawan memanipulasi harga dan berkata bahwa kekayaan istana lemah. Deok Man senang karena Chun chu tahu apa yang terjadi di sekitarnya. Kim chun chu berkata Bi Dam hanya menyanjungnya saja. Kim Chun Chu membungkuk pada mereka dan meninggalkan perpustakaan. Deok Man memanggilnya, saat So Hwa masuk dan berkata Raja memanggil Putri Deok Man. Deok Man lalu keluar.

Tinggallah Bi Dam dan Mi Shil berdua dalam perpustakaan. Bi Dam memberi salam pada Mi Shil dan pergi, Mi Shil berkata bahwa Bi Dam diberi tugas oleh Deok Man untuk mengajar Kim Chun Chu. Bi Dam berkata sebaliknya, dialah yang selalu belajar dari Kim Chun Chu. Bi Dam berkata tak seorangpun mau repot-repot mengajarnya dengan hal-hal mengenai keluarga istana sejak ia dilahirkan sampai sekarang. Bi Dam membungkuk dan meninggalkan perpustakaan. Mi Shil meneruskan membaca tapi kata-kata Bi Dam sedikit mempengaruhinya.

Raja membaca proposal Deok Man dan bertanya apa ia benar2 ingin melakukan ini. Raja bertanya apa proposalnya dapat menaikkan jumlah pemilik tanah untuk mengusahakan tanahnya. Deok Man memastikan. Raja minta Deok Man melanjutkan rencananya. Deok Man heran, ayahnya langsung memberi lampu hijau tapi Raja berkata bahwa itu tidak semudah yang dibayangkan Deok Man, tapi ia harus mencobanya. Deok Man berterima kasih pada ayahnya. Raja bertanya apa Deok Man akan memakai keuntungan dagangnya untuk membiayai proyeknya ini. Deok Man berkata mereka memerlukan dana untuk menjalankannya. Raja mengerti dan minta Deok Man melakukannya.

Deok Man mengunjungi pabrik pembuatan senjata kerajaa. Al Cheon minta semua memberi hormat. Deok Man memerintahkan bahwa untuk sementara produksi senjata dihentikan dan akan dilanjutkan dengan pembuatan alat-alat pertanian. Mereka bingung karena tidak biasa membuatnya, pandai besi biasa yang suka membuat peralatan itu. Deok Man berkata pandai besi biasa memakai besi dengan kualitas rendah Deok Man ingin memakai besi kualitas tinggi untuk membuat alat-alat pertanian.

Bi Dam berkata besi itu sangat berharga untuk membuat senjata. Deok Man akan menginvestasikan keuntungannya untuk pembuatan alat2 pertanian. Ia memerintahkan mereka membuatnya. Deok Man melihat proses pembuatannya. Bi Dam merasa sangat exciting dan jantungnya berdetak kencang, Deok Man juga merasakan hal yang sama. Deok Man berkata pada dirinya dan pada Kim Yu shin dalam hatinya bahwa akhirnya ia memegang sesuatu yang mungkin akan menggusur kekuatan dan kekuasaan Mi Shil.

Ada kerusuhan terjadi di perbatasan An Gang dimana beberapa pasukan bersiap menghadapi massa yang marah. Mereka ingin menemui Gubernur. Pasukan menghalangi mereka dan akhirnya mereka tidak dapat menahannya lagi dan massa yang marah memasuki benteng. Kemudian seseorang menantarkan pesan ke Seorabeol.

Raja menerima laporan bahwa ada pemberontakan terjadi di benteng An Gang. Ratu tahu bahwa An Gang berada di bawah jurisdiksi Se Jong bagaimana ia membiarkan ini terjadi. Kim Seo Hyeon berkata petani menderita karena tanah pertanian mereka terserang hama dan mereka gagal panen. Mereka hanya mampu menyelamatkan 500 sak gandum. Putri Man Myeong berkata ini tidak membenarkan tindakan mereka dan menahan Gubernur. Kim Yong Chun berkata bahwa masalahnya Ha Jong menolak menurunkan pajak dan memaksa mereka membayar jumlah yang sama seperti jika panennya berhasil. Kim Seo hyeon berkata mereka hanya panen separuh tapi Ha Jong tetap minta 500 sak gandum sebagai pajaknya dan Deok Man berkata ini akan membuat mereka tidak memiliki persediaan pangan. Ha Jong mengambil semua hasil panen mereka sebagai pajak.

Deok Man berkata bukankah prosedurnya jika ada terjadi gagal panen, maka mereka harus mengirim petisi permohonan pemotongan pajak. Raja berkata bahwa Ha Jong membuat situasinya semakin buruk. Raja menanyakan manajemen Benteng An Gang pada Ha Jong dan Se Jong. Ha Jong berkata ia melakukan seperti biasanya. Se Jong berkata mereka memungut pajak dan membaginya 50% dengan istana sesuai aturan. Ha Jong bertanya apa istana akan menyerahkan bagian mereka, jika istana setuju, maka Ha Jong akan mengembalikan 250 sak gandum kepada mereka. Ha Jong merengek bahwa kejadian terakhir yang dibuat Deok Man sudah membuatnya rugi besar. Jadi istana harus bertanggungjawab untuk meringankan penderitaan rakyat, sehingga mereka dapat bebas dari tanah mereka dan menjadi budak. Deok Man dan Raja hanya dapat melihat Ha Jong yang menyebalkan.

Kim Yu Shin berkata pada Bi Dam, jika istana setuju menyerahkan bagiannya atas pajak, maka istana akan lemah secara keuangan, Bi Dam menambahkan Ha Jong akan mengambil bagiannya dari pajak, dan ia tidak rugi. Kim Yu Shin dan Bi Dam sepakat ini persis seperti dulu, Istana harus mengeluarkan cadangan gandum untuk dibagikan pada rakyat. Bahkan dengan Ha Jong yang marah2, Deok Man tidak dapat mengabaikan keadaan rakyat dan harus melakukan sesuatu.

Bi Dam berkata sepertinya kaum bangsawan terlalu mengendalikan administrasi negara. Ha Jong menyombong pada Mi Shil bagaimana ia membuat Deok Man seperti pelawak dan Ha Jong menekannya dan Deok Man tidak bisa menjawabnya. Mi Shil bertanya apa Deok Man memiliki rencana tambahan untuk mengatasi hal ini. Ha Jong meragukannya, ia berkata Deok Man menjadi pucat wajahnya. Se Jong berkata Deok Man tidak dapat melakukan apapun mengenai ini, kecuali istana setuju menyerahkan bagiannya atas pajak. Ha Jong setuju, beraninya Deok Man menentukan apa yang harus mereka lakukan. Mi Shil berkata bahwa usaha Deok Man selalu berbalik menghalanginya dan kapan Deok Man akan bangun dan melihat kenyataan.

Kim Chun Chu bermain permainan Juryeonggu dan menang. Mi Saeng datang dan memberi salam pada Kim Chun Chu. Mi Saeng berkata sesuatu yang menyenangkan terjadi hari ini di kantor. Chun Chu tanya apa yang terjadi. Mi Saeng berkata ada pemberontakan di benteng An Gang. Kim Chun Chu kaget saat disebut ada pemberontakan. Mi Saeng berkata strategi Deok Man membuat mereka harus menelan pil pahit, ini saatnya bagi mereka untuk membalas apayang sudah dilakukan Deok Man pada mereka. Kim Chun chu tanya bagaimana mereka akan melakukannya. Mi Saeng berkata panen mereka gagal karena hama, dan Ha jong memungut pajak dengan jumlah sama. Apa kau kira rakyat kecil itu akan diam saja, ini akan membawa kerusuhan dan kemudian Ha Jong menolak memberikan bagian pajaknya dan minta istana saja yang melepaskan bagiannya.

Joo Bang mencoba menjelaskan situasi politik di benteng An Gamng pada So Hwa dengan sederhana. So Hwa berkata ia mengerti penjelasan Joo Bang. Joo Bang berkata ia dapat membaca saat berusia 3 tahun lalu Go Do berkata saat ia berumur 3 tahun, ia bisa mengangkat balok. So Hwa mencemaskan Deok MAn dan Joo Bang minta So Hwa jangan terlalu cemas, ia harus menjaga kesehatannya.

Al Cheon berkata pada Kim Yu shin dan Bi Dam bahwa Deok Man menuju ke benteng An Gang untuk melihat kondisinya sendiri. Bi Dam berkata bahwa Deok Man akan memeriksa pemberontakan itu sendiri. Al Cheon berkata Kim Yu Shin harus menyiapkan jalan dan ingin Kim Yu Shin untuk membawa kepala pemberontak ke hadapan Deok Man. Kim Yu Shin heran dengan permintaannya. Bi Dam bertanya-tanya apa Deok Man memiliki rencana.

Ratu Maya cemas apa mereka dapat mengatur masalah ini dengan cara demikian. Putri Man Myeong menyatakan bahwa itu diluar kemampuan Deok Man. Ratu berkata jika ini berhasil maka istana dapat mengalahkan bangsawan dengan pengumpulan pajak dan akan meningkatkan jumlah pemilik tanah untuk menggarap tanahnya. Putri Man Myeong berkata akhirnya rakyat biasa akan dapat bercocok tanam di tanah mereka sendiri dan tidak menjadi penyewa. Ratu Maya cemas, apa itu akan menjadi solusinya. Raja berkata ia dan Putri Cheon Myeong pernah konfrontasi dengan Mi Shil dalam berbagai kesempatan dan pernah mengalahkan Mi Shil. Tapi setiap kali Mi Shil dikalahkan oleh mereka, dia sepertinya mendapat keyakinannya kembali dan tidak pernah ragu tapi sekarang lain saat Deok Man sukses mengalahkan Mi Shil maka kaum bangsawan kesal dan menimbulkan kekacauan. Raja percaya dengan penilaian Deok Man.

Mi Shil heran mendengar Deok Man pergi ke benteng An Gang. Bo Jong berkata bahwa Deok Man sudah mengirim Kim Yu Shin untuk menyiapkan jalan dan Deok Man sudah sampai ke benteng An Gang. Se Jong berkata bagaimana Deok Man mau bernegosiasi dengan pemberontak secara langsung. Seol Won bertanya pada Mi Saeng apa rencana Deok Man dengan masalah ini.

Mi Saeng berpikir bahwa Deok Man akan pergi dan akan mencoba menurunkan kemarahan rakyat. Ha Jong tertawa bagaimana Deok Man akan menenangkan mereka dengan minta mereka membayar pajak. Mi Saeng merasa ini bukan untuk ditertawakan. Mi Shil tersenyun dan ia pikir Deok Man benar2 kacau.

Deok Man dan rombongannya sampai ke An Gang. Deok Man terlihat khawatir. Kim Yu Shin menyambut kedatangan Deok Man dan memberi salam. Deok Man tanya perkembangannya. Kim Yu Shin sudah mendapatkan kepala Desa dan ia menunggu Deok Man. Bagaimana dengan Gubernur? Masih di tahan di dalam benteng. Kim Yu Shin tanya apa Deok Man akan menemuinya sendiri. Deok Man mengiyakan, mereka masuk ke tenda. Kepala Desa itu diikat dan ia mengancam jika mereka tidak melepaskannya dalam 4 jam, maka Gubernur akan mati.

Kim Yu Shin berkata ia salah jika berpikir bisa mengancam Deok Man. Kepala Desa berkata mereka sudah diperlakukan tidak adil oleh kaum bangsawan. Sawah mereka terserang hama dan mereka hanya dapat panen 1/2, tapi bangsawan tetap memungut pajak sesuai jumlah yang normal. Deok Man bertanya bagaimana seorang Kepala Desa dapat merancang pemberontakan melawan pemerintah. Ini bisa digolongkan pemberontakan dan akan mempertaruhkan nyawa mereka semua. Kepala Desa berkata mereka sudah membawa semua hasil panen kami. Ini sudah membawa kematian pada mereka karena mereka tidak memiliki apapun untuk bertahan.

Kepala Desa berkata karena protes ini seorang anak kecil meninggal, saat mereka akan bertemu Gubernur, seorang anak muda tewas. Lalu apa pilihan kami. Kepala Desa berkata, Kim Yu SHin mengatakan bahwa Putri Deok Man datang untuk membuka tawaran bagi mereka dan memberi kesempatan mereka untuk bertahan, ini alasan mengapa ia mau bertaruh nyawa untuk mendengar apa yang Putri katakan.

Deok Man tanya jika ia memberi pilihan untuk mereka, apa mereka akan melakukan sesuai harapannya? Kepala Desa berkata ia akan memegang tanggung jawab tentang pemberontakan dan memohon Deok Man mengampuni nyawa penduduk desa dan memberi mereka kesempatan untuk bertahan. Penduduk desa yang lain yang menemani Kepala Desa juga berdiri dan memohon pada Putri. Al Cheon menghunus pedangnya dan minta mereka duduk.

Deok Man minta Al Cheon mundur dan Deok Man berkata ia akan mengembalikan 250 sak gandum pada penduduk desa dari pajaknya. Kepala Desa tanya mengapa Deok Man mau melakukan itu, Deok Man melanjutkan dia memerintahkan pemberian tanah untuk setiap orang seluas 3 gyeol (1 gyeol = 2000 meter persegi) dan peralatan pertanian yang bagus untuk memulai bercocok tanam kembali. Kepala Desa bertanya apa ini semua benar, mereka akan mendapatkan gandum kembali, juga tanah dan bahkan peralatan pertanian. Deok Man berkata bahwa akan ada pinjaman dengan bunga kecil. Penduduk desa berkata ini bukan amal. Deok Man menunjukkan perhitungan, pajak yang dibebankan pada mereka sebesar 250 seom, jadi jika mereka menambah 50 seom untuk biaya bercocok tanam maka akan menjadi 300 seom.

Kepala Desa terkejut dengan jumlah itu dan Deok Man berkata jika mereka bisa panen lebih dari 50 seom dari tanah mereka maka sisanya akan menjadi milik mereka. Jika mereka sukses menjadikan tanah ini lahan pertanian yang subur maka mereka akan memiliki tanah ini. Kepala Desa mengulang lagi pernyataan Deok Man dan Deok Man membenarkan.

Penduduk desa berkata bahwa Deok Man harus mengembalikan 250 sak gandum dulu pada mereka. Deok Man meyakinkan jika mereka mulai menggarap tanah, maka tahun depan dan tahun depannya lagi, mereka akan dapat memperoleh hasil panen yang banyak. Penduduk desa lebih tertarik mendapatkan gandum kembali dan Deok Man menambahkan ia akan memberikan peralatan pertanian dan tanah untuk diusahakan, ini adalah janjinya sebagai Putri Silla kepada mereka. Kepala desa kemudian berjanji akan melaksanakan perintah dan harapan Deok Man. Kim Yu Shin merasa curiga dengan mereka, ada kemungkinan mereka berubah setia.

Setelah mereka pergi, Al Cheon mengatakan mereka perlu mendapat hukuman dan Kim Yu Shin setuju dengannya, orang2 ini bertanggungjawab atas pemberontakan tapi Deok Man sudah menganugerahi mereka tanah dan perlatan pertanian dan penghukuman untuk mereka adalah hal lain. Deok Man berkata bahwa kepala desa mempertaruhkan nyawanya demi kepentingan penduduk desa. Kim Yu Shin berkeras bahwa kepala desa mengadakan revolusi dan harus dihukum untuk kejahatannya.

Deok Man berpikir sebentar kemudian ia pergi menemui kepala desa untuk berkata bahwa apa yang ia lakukan melanggar hukum dan ia harus dihukum. Kepala desa mengerti kesalahannya dan bersedia bertanggung jawab. Kepala desa memohon agar Deok Man mengampuni penduduk desa. Deok Man kemudian mengampuni kepala desa dan membiarkannya hidup. Al Cheon protes dan kepala desa senang karena ia tetap hidup. Deok Man berkata jika mereka dapat mengusahakan tanahnya maka mereka akan memiliki tanah itu dan tidak akan diperbudak oleh bangsawan lagi. Kepala desa berkata jika mereka diampuni, maka mereka akan melakukan yang terbaik sesuai harapan Deok Man.

Deok Man berkata bahwa dia akan memberikan amnesti dengan kesalahan mereka, Al Cheon protes sekali lagi dengan keputusan Deok Man. Kim Yu Shin menyatakan ini tidak bisa diijinkan. Deok Man kemudian menyatakan ia Putri Raja dan ia sudah mengeluarkan perintah dan tak seorangpun dari mereka boleh berkata sebaliknya. Kim Yu Shin minta maaf tapi ia tetap protes dan Deok Man berkata apapun yang ia perintahkan adalah mewakili keputusan istana dan pengadilan Silla dan diatas semuanya. Deok Man berkata jika penduduk desa mengikuti sarannya maka mereka akan bertahan dan memiliki kehidupan yang lebih baik. Tapi jika tidak, dia akan mengambil nyawa mereka sendiri. Deok Man bertanya apa mereka sadar konsekuensinya. Kepala Desa berjanji bahwa mereka akan melakukan seperti harapan Deok Man setelah ia mengampuni nyawa mereka dan berterima kasih padanya.

Deok Man dan rombongannya pergi. Al Cheon berkata pada Yu Shin bahwa Deok Man ingin berhenti di benteng Gahye, Kim Yu Shin mengiyakan.

Se Jong tanya apa Deok Man sudah sampai di istana. Ha Jong berkata bahwa Deok Man setelah sukses di benteng An Gang sekarang melihat-lihat benteng Gahye. Rumor mengenai insiden di benteng An Gang sudah menyebar ke mana2, ia pergi dengan sukses besar dan rakyat meneriakkan “hidup Putri..hidup Putri” sepanjang perjalanannya. Se Jong tidak percaya bahwa Deok Man tidak menghukum pengacau.

Ha Jong berkata ini menyebabkan akan membuat pihak mereka sulit di masa depan. Mi Shil bertanya kapan Deok Man kembali ke istana. Ha Jong memperkirakan karena ia selalu disambut hangat kemanapun ia pergi, maka pasti akan memakan waktu. Se Jong berkata bahwa ia sudah pergi selama 10 hari, ia akan kembali segera. Se jong berkata bahwa karena ia tidak menghukum pengacau maka akan telihat mereka disisihkan.

Deok Man kembali dan So Hwa segera menemuinya dan bertanya apa Deok Man mendengar kabar belakangan ini. Deok Man tidak tahu. Deok Man hadir dalam rapat dewan dan Raja sedang memimpin. Deok Man melihat ada yang tidak beres. Kim Yu Shin kaget mendengar bahwa rakyat di benteng An Gang pergi dari tanggungjawabnya.

Bo Jong memberi laporan, mereka mengambil gandum dan peralatan pertanian yang diberikan Deok Man pada mereka dan lari. Seok Bum berkata bahwa Deok Man terlalu berharap dengan ekspedisinya tapi sekarang ia mungkin sedikit kecewa dengan hasilnya. Kim Yu Shin memerintahkan Bo Jong mengumpulkan semua Hwarang dan nangdo. Bo Jong tidak mengerti apa yang akan dilakukan Kim Yu Shin dan Yu Shin berkata mereka akan menangkap penduduk desa yang lari dan ingin agar mereka menghukum semua orang itu.

Deok Man keluar dari pertemuan dan ingat semua yang dikatakan anggota dewan, bahwa ia memberikan terlalu banyak kepercayaan pada rakyat. Ha Jong berkata dia memberikan apa yang dibutuhkan mereka untuk bertahan tapi jumlahnya terlalu sedikit siapa yang mau menyia-nyiakan tenaganya untuk mengusahakan tanah itu. Kemudian Seol won berkata kebaikan Deok Man akhirnya membuatnya gagal. Se Jong tanya bagaimana ia akan mengurus masalah ini terutama mengenai gandum yang mereka ambil, apa Deok Man mau menggantinya dengan pajak dari wilayah lain.

Al Cheon datang dan memberi salam pada Deok Man. Ia melaporkan bahwa Kim Yu Shin sudah berangkat dengan Hwarang dan tiba di benteng An Gang untuk menangkap penduduk desa yang sudah melarikan diri. Deok Man berkata ia juga akan ikut mengejar dan minta Al Cheon mengatur perjalanannya segera. Al Cheon mengerti. Saat Deok Man akan pergi ia melihat Mi Shil.

Mi Shil dan Deok Man berbicara pribadi, Mi Shil mengatakan bahwa kata2 Deok Man mengenai memerintah rakyat dengan dialog, kebenaran, dan harapan tapi kebenaran bagi mereka terlalu mengganggu untuk dilakukan, harapan juga jauh dari kemampuan mereka untuk mengerti. Dialog terlalu luas untuk pikiran mereka yang sempit dan bila mereka dilepaskan maka mereka akan ragu. Rakyat itu masa bodoh dan sering kekanak-kanakan dalam perilakunya dan inilah mengapa mereka takut jika ini dihadapkan pada mereka dan inilah mengapa mereka susah dikendalikan.

Mi Shil berkata dengan menyuapi mereka dengan makanan dan tempat berteduh selama ini, apa Deok Man berharap bahwa mereka akan keluar dan menjadi mandiri. Mi Shil tertawa bahwa diatas itu semua dia juga mengingatkan bahwa Deok Man tidak menghukum mereka untuk kejahatan mereka sebagai contoh. Mi Shil berkata penghukuman harus dilakukan langsung, berputar dengan kejam dan kasar seperti badai yang mengamuk. Kemudian hanya memberikan penghargaan dengan penuh kepercayaan. Ini adalah dasar sebagai penguasa. Mi Shil bertanya apa Deok Man akan mencoba menghancurkan negrinya sekali dan untuk selamanya.

Deok Man membela diri, pertama rasa penderitaan rakyat tidak ia anggap sebagai pemberontakan, ini lebih terlihat sebagai bertahan hidup. Mi Shil tertawa dengan definisi Deok Man, bahwa orang yang berkhianat pada orang yang memberi mereka makan hanya karena mereka ingin bertahan. Deok Man berkata bahwa ia harus meyakinkan mereka dengan kata2nya endiri tapi ini adalah sesuatu yang tidak akan Mi Shil lakukan, karena Mi Shil selalu memiliki ketakutan dalam pikirannya. Inilah mengapa Deok Man sekarang dapat mengerti bahwa Silla tidak pernah maju sejak jaman Raja Jinheung karena faktor ini.

Mi Shil tercekat mendengar jawaban Deok Man. Deok Man menambahkan bahwa Mi Shil tidak akan pernah menjadi penguasa negeri ini. Jika ia adalah pemilik negeri ini maka dia akan menyenangkan rakyatnya dan menganggap mereka seperti kekasihnya sendiri. Kemudian Mi Shil akan terus mencari tahu apa yang diperlukan rakyat dan mengerti kebutuhan mereka dan berharap akan kemajuan mereka terhadap pengetahuan, tapi karena tampaknya dia bukan pemilik tapi cuma merasa ia harus mengasuh dan merawat anak orang lain maka Mi Shil harus mencela mereka, menghalangi mereka, dan hampir tidak melindungi mereka dan hanya melakukan tugas2 yang ia lakukan dengan segan.

Ini karena Mi Shil bukan pemilik dan bagaimana Mi Shil bisa memiliki mimpi atau harapan untuk masa depan mereka dan untuk negeri ini. Deok Man berkata bahwa Mi Shil seharusnya tahu bahwa tanpa tindakan heroik, tidak ada yang berani bermimpi dan perkembangan tidak akan sampai kepada keturunannya yang tidak memiliki mimpi2 itu.

Deok Man membuat Mi Shil tidak bisa menjawabnya. Mi Shil kembali ke kediamannya setelah menerima kata2 Deok MAn. Mi Shil melihat bayangannya sendiri di cermin.

Deok Man dan rombongannya berangkat ke benteng An Gang dimana Deok Man terlihat gugup. Kim Yu Shin melapor bahwa akhirnya ia berhasil menangkap penduduk desa yang melarikan diri. Deok Man menemui mereka. Ia bertanya mengapa mereka melarikan diri. Para penduduk desa hanya memohon agar nyawanya diampuni dan memberi kesempatan pada mereka lagi.

Kim Chun Chu datang ke benteng An Gang dan para penduduk desa memohon, mereka akan mengusahakan tanah seperti kesepakatan dengan Deok Man sebelumnya. Tapi Deok Man tidak ingin mendengar permohonan mereka hanya ingin tahu alasan mengapa mereka lari. Kepala desa berkata tidak ada jaminan bahwa mereka akan dapat mengusahakan tanah itu dengan baik dan jika mereka gagal untuk bercocok tanam mereka hanya akan dibebani lebih banyak hutang.

Deok Man menjelaskan bahwa peralatan pertanian yang ia berikan adalah yang terbaik kualitasnya dan terbuat dari besi untuk senjata. Penduduk tidak tahu perbedaan kualitasnya dan Deok Man menyebut bahwa ia sudah minta bunga untuk pajaknya seperti yang dilakukan para bangsawan. Deok Man bersedih dengan kebodohan para penduduk.

Deok Man berkata bahwa ia ingin membantu mereka lepas dari perbudakan para bangsawan dan membuat mereka menjadi mandiri di tanah yang dianugerahkan untuk mereka, lalu membayar bunga mereka tanpa yang lainnya dan membebaskan mereka dari perbudakan. Deok Man bertanya apa mereka berharap diperbudak oleh kaum bangsawan dan menjadi pekerja paksa di tanah milik bangsawan. Deok Man tanya apa mereka ingin melanjutkan hidup dibawah perbudakan dan membawa semua keturunan mereka kepada takdir itu. Deok Man tanya apa mereka tidak menyadari ia ingin memberikan tanah pada mereka untuk ditanami untuk memperoleh hasil panen dan anak mereka akan mewarisi tanah itu.

Deok Man ingat kata2 Mi Shil, bahwa kebenaran bagi mereka adalah terlalu mengganggu, harapan itu diluar jangkauan pikiran mereka, Dialog juga terlalu luas untuk pikiran mereka yang sempit dan semua kebebasan yang diberikan pada mereka akan membuat mereka ragu. Penduduk desa memohon agar diampuni dan akan mendengar apa yang Deok Man katakan tentang kemandirian.

Kemudian Deok Man ingat, Mi Shil berkata rakyat itu masa bodoh dan sering kekanak-kanakan dalam bertindak dan ini mengapa mereka menjadi takut jika diperhadapkan dengan tanggungjawab dan mengapa mereka susah dikendalikan. Deok Man bertanya pada diri sendiri apa Mi shil benar dengan pola pikir rakyat. Sementara itu, Mi Shil mengingat kebenaran yang diucapkan Deok MAn bahwa Mi Shil tidak pernah atau tidak akan menjadi penguasa negeri ini. Mi Shil bertanya apa Deok Man benar dengan fakta itu.

Kim Yu Shin memerintahkan penduduk desa berlutut dan diam. Deok MAn berdiri dan berkata tidak peduli apa yang ia ambil, dia akan membuat penduduk memiliki tanah mereka sendiri dan dalam tanah itu mereka tidak hanya tapi juga memiliki kualitas hidup dan harapan untuk masa depan kemudian Deok Man melangkah ke depan ke arah penduduk desa dan menarik pedang Kim Yu Shin dan mengarahkan pedang ke arah leher kepala desa itu. Semua kaget dengan tindakan Deok Man.

Deok Man berkata pada kepala desa bahwa dia sudah melanggar perjanjian mereka dan mengkhianati kepercayaannya dan membuang masa depan teman2 sedesanya. Deok Man ingat penghukuman harus datang seperti badai yang mengamuk dan memberikan penghargaan secara pantas. Ini adalah dasar menjadi penguasa. Deok Man berkata bahwa dia akan membuat mereka menyadari apa itu menemukan harapan untuk diri mereka sendiri dan dia tidak akan pernah menyerah dengan mereka.

Kepala desa hanya dapat memohon untuk mengampuni nyawanya dan semua juga memohon agar nyawa mereka diampuni. Deok Man sedih tapi ia sudah menetapkan hati. Deok Man menyabetkan pedang, dia membunuh kepala desa dengan satu kali sabetan pedang. Semua shock dengan tindakan Deok Man saat ia membantai penduduk itu tanpa ampun.

Deok Man : Aku pasti akan melakukan semua yang perlu dilakukan…Aku akan melakukannya.

Queen Seondeok Episode 40

Deok Man menebas kepala desa dalam satu kali sabetan, tubuh kepala desa itu jatuh ke tanah. Semua kaget dengan reaksi Deok Man. Pedang Yu shin berlumuran darah dan Deok Man menjatuhkan pedang itu ke tanah dan meninggalkan tempat itu dengan dingin.

Kim Chun Chu kagum bahwa bibinya dapat melakukan tindakan seperti itu. Deok Man mencoba memberantas kebodohan rakyat yang tidak mau mandiri dengan pengetahuan dan keterampilan. Ia tidak ingin memerintah dengan tangan besi seperti Mi Shil, tapi tampaknya rakyat tidak mengerti maksudnya. Ini adalah semacam shock therapy untuk rakyat yang juga sudah melanggar janji mereka dan kepercayaan Deok Man. (Tirza: well..I can understand her act).

Deok Man dan rombongannya meninggalkan benteng An Gang dengan murung. Deok Man merasa gelisah dan ia teringat Mi shil berkata bahwa kebenaran terlalu menyusahkan untuk dimengerti, harapan diluar kemampuan mereka untuk mengerti. Dialog terlalu luas untuk pikiran mereka yang sempit dan setiap kebebasan akan membuat mereka ragu. Deok Man mengingat kembali saat ia membunuh kepala desa itu dan ia merasa sangat sedih. Kim Yu Shin melihat ke arah tandu Deok Man kemudian menemui Deok Man untuk melihat keadaannya.

Kim Yu shin berkata pada Deok Man ia harus percaya bahwa ia benar dan selalu meyakini apa yang ia percayai. Semuanya ini akan membawanya ke jalan yang sulit sebagai penguasa dan ia hanya dapat melanjutkan jalannya. Deok Man bertanya2 apa itu cukup. Kim Yu Shin mengulang bahwa Deok Man harus memiliki rasa percaya. Deok Man bertanya apa ia jalan di jalan yang benar dan Yu Shin memperingatkannya untuk percaya bahwa yang ia lakukan sekarang ini benar. Dengan kepercayaannya, dia akan menemukan jawabannya. Deok Man setuju ia akan mencarinya sendiri.

Kim Chun Chu berjalan dengan Bi Dam setelah apa yang mereka lihat. Kim Chun Chu berkata bahwa bibinya benar2 hebat tadi. Seol Won lapor pada Mi Shil bahwa Deok Man sudah menghukum kepala desa itu dengan nyawanya. Dan sekarang ia sedang dalam perjalanan ke istana. Mi Shil tanya apa Deok Man sendiri yang mengambil nyawa orang itu, Seol Won membenarkan dan Deok Man menawarkan pinjaman dengan bunga rendah. Mi Shil ingat Deok Man pernah berkata bahwa ada kata2 Mi Shil yang meninggalkan kesan kuat dalam dirinya. Mi Shil berkata bahwa Deok Man pasti sangat tersiksa sekarang.

Mi shil ingat pada masa Raja Jinheung dia punya pengalaman yang mirip saat bertempur di Maunryong. Seol Won ingat saat itu mereka dikejar oleh Goguryeo dan harus mundur. Mi Shil berkata mereka dikejar oleh 3000 tentara Goguryeo sedang pasukan mereka hanya berjumlah 200 orang. Mi Shil berkata itu adalah pengalaman perangnya yang pertama. Seol Won berkata sebagai wanita, tindakan Mi Shil patut dipuji. Mi Shil berkata saat itu mereka kalah dalam pertempuran dan jumlah desersi sangat banyak. Ia harus menghukum mati 7 orang deserter sendiri dan diantara mereka ada seorang Nang Do yang pernah menyelamatkan nyawanya.

Mi Shil ingat ia merasakan dilema, ia berhutang nyawa pada orang itu, tapi ia disersi jadi sebagai komandan ia harus menghukumnya agar tidak berpengaruh buruk pada yang lain. Mi Shil harus menghukum pria itu dengan tangannya sendiri. Dia merasa sedih dan menangis. Ia tidak pernah ragu membunuh musuh tapi saat itu tangannya gemetar dan ia takut apa ia bisa menggunakan pedang dengan benar. Mi Shil berkata setelah itu ia berhenti gemetaran dan kemudian berubah dan ia merasakan transformasi dan menjadi orang lain. Mi Shil bertanya apa Deok Man juga akan membuat transformasi itu.

Deok Man kembali ke istana dan masih terganggu dengan kejadian di An Gang, ia ingat bagaimana orang itu memohon untuk diampuni nyawanya. Bi Dam datang dan berkata pada Deok Man dia tidak perlu mengikuti langkah2 Mi Shil, Bi Dam berkata bahwa tanpa melakukan pembunuhan atau terlibat dalam debat, Deok Man akan selalu terlihat kuat. Deok Man berkata bahwa bertindak terlalu terburu-buru dan sangat tidak matang dan tidak sabar untuk tahu hasilnya. Deok Man berkata bahwa rakyat tidak punya pengetahuan sebelumnya mengenai itu jadi alamiah jika mereka bertindak seperti itu, mereka tidak mengerti bahwa memiliki tanah, menggarap tanah dan mungkin akan mengubah kualitas hidup mereka dan dapat mewariskannya pada generasi selanjutnya.

Bi Dam berkata bahwa setidaknya jika bersamanya Deok Man dapat menjadi dirinya sendiri dan kemudian hati Bi Dam mulai berdebar (Tirza: he..he he’s start in love with Deok Man). Kemudian Bi Dam mengubah subyeknya bahwa orang akan juga berdebar saat Deok Man membuat mereka sadar niat baik Deok Man untuk mereka, mereka akan berubah ketika mereka dapat mengerti kenyataan itu. Bi Dam berkata pada dirinya sendiri, siapa tahu ia mungkin juga dapat berubah. Deok Man berterima kasih pada Bi Dam untuk penghiburannya.

Para tabib tergopoh-gopoh mendatangi kamar Raja Jinpyeong. Ratu berkata Raja sakit dan bibirnya sangat pucat dan jantungnya sakit. Tabib berkata tidak ada yang perlu dikhawatirkan mengenai kondisi Baginda. Raja berkata tidak apa, tabib dapat berkata jujur mengenai penyakitnya. Tabib berkata bahwa Raja menderita detak jantung yang tidak teratur tetapi mereka berkata bahwa penykitnya tidak serius dan mereka akan menyiapkan obat untuk diminum. Raja tahu ia sakit parah.

Kim Yu shin dan Deok Man mendiskusikan situasi di An Gang. Deok Man tahu Yu Shin sibuk dengan tugas2 sebagai Pungwolju, tapi ia perlu Kim Yu shin untuk mengawasi Hwarang dan Nangdo, menempatkan mereka di sana dan sini dan kemudian mengirim pengawas dan memeriksa situasi. Kim Yu Shin mengerti situasinya tapi ia juga melihat tangan Deok Man bergerak gelisah dan tanya apa ia baik-baik saja. Deok Man berkata tidak apa2, Kim Yu Shin mengulang kekhawatirannya apa Deok Man benar2 baik-baik saja karena ia harus baik. Deok Man berkata bahwa ia sepertinya dianugerahi keberuntungan karena memiliki orang2 seperti Kim Yu Shin di sisinya yang selalu mendukung secara moral, dan seseorang seperti Bi Dam, dimana ia dapat mencari penghiburan yang menenangkan dan seseorang seperti Al Cheon yang akan melindunginya mati-matian. Jadi mengapa ia harus takut.

So Hwa berlari masuk dan berkata bahwa Deok Man dipanggil menghadap ke In Gang Jeon segera. (In Gang Jeon adalah kediaman Raja Jinpyeong.)

Putri Man Myeong mengunjungi Raja dan bertanya apa yang ia rasakan sekarang. Raja dengan jujur berkata ini tidak baik dan berkata pada kakaknya bahwa ia tidak enak atau sudah lebih baik seperti seharusnya. Raja berkata sekarang lebih bijaksana jika mereka mulai menyiapkan untuk mempercepat pernikahan Deok Man. Ratu Maya heran saat Raja minta mereka untuk mempersiapkan yang diperlukan agar Deok Man segera menikah. Dan harus mencari calon Bu Ma (Pangeran pendamping) yang cocok untuk naik takhta. Ratu Maya bertanya apa Raja akan mengijinkan takhta diserahkan pada Pendamping Puteri.

Raja tersenyum, ia tidak memiliki Putera Mahkota untuk menggantikannya maka alternatifnya hanyalah mendapatkan pendamping Putri untuk diangkat sebagai pewarisnya. Raja minta isterinya dan Putri Man Myeong untuk mencari calon yang cocok untuk pasangan hidup Deok Man. Raja juga akan mendiskusikan masalah ini dengan para Menteri. Keduanya mengerti. Deok Man masuk ke kamar ayahnya dan memberi salam dan tanya mengenai kondisi ayahnya. Raja berkata ia menyesal kondisi kesehatannya memburuk dan dia tidak dapat memimpin atau menghadiri pertemuan selama beberapa hari.

Raja berkata pada Deok Man bahwa mereka harus mempercepat pernikahan kerajaan karena ia perlu mengangkat seseorang menjadi pewaris takhtanya, itu harus dari suami Putri sebagai Pendamping Penguasa untuk pergantian takhta. Ratu Maya berkata bahwa Raja mencemaskan masalah ini dan bertanya apa Deok Man sudah memiliki seseorang.

Al Cheon mendiskusikan kesehatan Raja dengan Yu Shin dan kondisinya tiba2 memburuk kemudian mempertanyakan mengenai Pendamping penguasa untuk peralihan takhta. Kim Yu Shin berkata bahwa itu akan sesuai dengan rencana Deok Man dan Al Cheon menyatakan bahwa akhirnya akan seperti itu dan akan segera mulai. Kim Yu Shin berpikir apa pihak Mi Shil sudah mulai bergerak. Kim Yu Shin bertanya apa Kim Chun Chu masih selalu bersama Mi Saeng dan Al Cheon mengiyakan tapi cukup beruntung karena Bi Dam bisa mengendalikannya tapi Chun Chu masih sering bermain bersama Mi Saeng.

Kim Chun Chu masih bermain dadu Juryeonggu dan Mi Saeng menang. Mi Saeng berkata bahwa hal buruk seperti anggur dan judi adalah jerat yang biasa.

Kim Chun Chu berkata bahwa Mi Saeng sangat bagus dalam 3 keburukan. Mi Saeng tertawa dan ia memberikan tip besar pada wanita di sampingnya. Kim Chun Chu berkata bahwa jerat mereka adalah mereka menjadi tergantung itu yang menghancurkan orang. Mi Saeng berkata Chun Chu benar. Mi Saeng berkata jika sudah kecanduan sesuatu akan sangat sulit menghilangkannya dan benar2 susah lari dari kecanduan ini. Kim Chun Chu juga menang dan Mi Saeng berkata apa ia mau mencoba sesuatu yang juga dapat membuat ketagihan tapi tidak terlalu membawa penderitaan karena mereka dapat melarikan diri dengan mudah.

Chun Chu tanya apa itu, yang menawarkan hal yang menyenangkan tapi mudah untuk lari. Mi Saeng berkata itu adalah ikatan pernikahan. Kim Chun Chu bertanya mengenai pernikahan dan Mi Saeng menjelaskan bahwa pernikahan itu semanis madu dan pesonanya tidak dapat dibandingkan dengan rumah hiburan, sebagai tambahan akan ada anak yang dapat ditambahkan sebagai berkat dari langit yang membuatmu merasa terbang di langit. Kemudian Chun Chu bertanya mengapa Mi Saeng berkata bahwa dapat dengan mudah melarikan diri. Mi Saeng berkata bahwa setelah setahun atau 2 tahun, saat ikatan itu menjadi membosankan kemudian akan menjadi asing.

Kim Chun Chu tanya itulah mengapa Mi Saeng memiliki alasan untuk menikah 20 kali dan masih mencari dalam hidupnya. Mi Saeng mengiyakan itu sebagai kenyataan. Mi saeng kemudian menawarkan apa Chun Chu mungkin tertarik dengan permainan pernikahan.

Raja Jinpyeong bertemu dengan Kim Seo Hyeon dan Kim Yong Chun dalam 4 hari, mereka akan berdebat pada rencana pernikahan Deok Man dan minta mereka menyiapkan semua yang diperlukan. Raja berkata dia akan mengumumkan bahwa semua kelas bangsawan dapat dipilih untuk menjadi Pendamping Putri kemudian akan diangkat sebagai Bu Gun (Pewaris takhta selain Putra Mahkota).

Kim seo Hyeon berkata bahwa bangsawan sudah mengetahui pentingnya Pernikahan Kerajaan, jadi mereka mulai mengajukan anak2 lelaki mereka sebagai calon Pendamping. Ratu Maya berkata bahwa bangsawan di pihak Mi Shil akan tergoda. Raja berkata itu pasti dan ia memerintahkan semua bangsawan harus mendaftar dibawah petugas untuk membuat komisi kecil dari dewan menteri untuk memilih calon potensial sebagai pendamping. Kim Yong Chun mematuhi perintah.

Deok Man memandangi kolam dan So Hwa mendekatinya dan memanggilnya. So Hwa berkata ini adalah jalan yang harus ia tempuh dan bertanya apa ia sudah memiliki calon yang cocok dalam hatinya untuk pendampingnya. Kemudian So Hwa melihat tangan Deok Man gemetaran dan bertanya apa ia sedang tidak enak. Bi Dam mendatangi mereka. Deok Man berkata tidak apa-apa, tangannya hanya gemetar sedikit. Bi Dam bertanya ada apa dengan tangan Deok Man. Bi Dam mendekat dan bertanya seberapa sering gejala ini terjadi. Deok Man menyangkalnya. Bi Dam memegang tangan Deok Man dan dapat merasakan bahwa tangannya gemetar dan berkata tidak demikian, tanganmu benar2 gemetaran. Bi Dam tanya apa tabib pernah memeriksa tangannya.

So Hwa shock melihat kedekatan Bi Dam dengan Deok Man. Bi Dam berpikir apa mungkin karena Deok Man sudah lama tidak memegang pedang sehingga gejala ini muncul. Bi Dam berkata bahwa ia seharusnya mendelegasikan tugasnya pada Kim Yu Shin atau Al Cheon dan tidak melakukannya sendiri.

Deok Man kemudian tersenyum dan Bi Dam melepaskan tangannya. Bi Dam heran mengapa Deok Man tersenyum padanya, apa yang lucu. Deok Man berkata bahwa Bi Dam bertindak seperti orang yang ia kenal sebelumnya. Bi Dam tersenyum. Bi Dam berkata bahwa ia mendengar diskusi mengenai Pernikahan Kerajaan. Deok Man membenarkan itu dan sekarang akan ada tegangan yang muncul saat2 ini. Bi Dam bertanya apa Deok Man tetap akan melakukan rencananya. Deok Man membenarkan tentu saja ia akan melanjutkan rencananya. Deok Man berkata ia akan memilih tetap dalam status tidak menikah, lalu itu akan dimulai. Seol Won Rang melihat Bi Dam dengan Deok Man dalam situasi yang sangat hangat dan Bi Dam masih mencemaskan tangan Deok Man yang gemetaran dan Deok Man meyakinkan Bi Dam bahwa ia baik2 saja.

Bi Dam berkeras agar ia memeriksakan tangannya sebelum menjadi lebih parah. Bi Dam berkata bahwa dia tidak seharusnya melakukan itu sendiri (pembantaian di An Gang). Bi Dam menceritakan betapa kagetnya Kim Yu Shin dan Al Cheon melihat Deok Man menghukum penduduk desa sendiri. Deok Man tetap mengatakan ia tidak apa-apa. Bi Dam berkata bahwa ia punya keahlian akupuntur yang ia pelajari dari Moon Noh dan akan mencobanya di tangan Deok Man. Deok Man tersenyum dan berkata ia tidak apa-apa.

Seol Won Rang berkata bahwa dalam 4 hari akan memimpin rapat dan menghadiri sidang dengan menteri dan Mi Saeng berkata mereka tahu agendanya adalah mengenai Pernikahan Kerajaan. Se Jong berkata meskipun mereka berkata akan mendiskusikan ini tapi mereka akan mengikuti keinginan Deok Man. Seol Won berkata bahwa Kim Yu Shin sudah menikah dan akan tinggal Al Cheon yang memiliki syarat paling pantas untuk Deok Man. Mi shil berkata itu paling mungkin. Mi Shil berkata bahwa latar belakang Al Cheon tidak berasal dari 6 marga dan memiliki pendukung yang cukup, jika misalnya ia menjadi Pendamping, ia tidak akan mengancam mereka. Mi Saeng berkata bahwa dia akan mengurusnya. Mi shil berkata bahwa ayah Hwarang Al Cheon, Bangsawan Hyeon Gong sangat menyukai seni, dia minta Mi saeng mengunjunginya dan mencari beberapa karya seni yang bagus untuk menyenangkan hati Bangsawan itu jika bertemu dengannya. Mi Saeng mengerti dan akan melakukannya segera.

Mi Shil minta agar Kim Yu Shin dan Kim Chun Chu diamati terus. Semua mematuhinya. Mereka pergi dan tinggal Seol won dan Mi Shil sendirian. Mi Shil tanya ada apa. Seol Won tanya mengenai Bi Dam, Seol Won melaporkan bahwa Bi Dam punya kedekatan dengan Deok Man. Mi shil bertanya apa maksud Seol Won. Seol Won berkata ada kesempatan besar bahwa Bi Dam itu bisa menjadi Pendamping Deok Man. Mi Shil membenarkan Seol Won Rang dan ia berkata Bi Dam benar2 anaknya dan benar bahwa ia seorang Jingol. Seol Won berkata mereka harus membuka semua kesempatan untuk kepentingan mereka. Mi Shil berkata ia adalah anak yang sudah dibuangnya. Dari sejak saat itu sampai sekarang, dia tidak akan pernah mengakui Bi Dam.

Kim Yu Shin dan Yeongmo isterinya mendapat kunjungan dari Ha Jong dan Se Jong. Ha Jong mendengar putrinya sedang tidak enak badan dan ia cemas apa Yeoung Mo sakit. Kim Yu Shin juga mencemaskan Yeong Mo dan bertanya apa ia sakit. Yeong Mo bilang ia baik2 saja dan sebenarnya ia sedang hamil. Se Jong dan Ha Jong mengekspresikan kegembiraan mereka. Ha Jong senang sekali, ia akan menjadi kakek. Se Jong berkata tidak ada kabar yang lebih menggembirakan dari ini. Ha Jong mengucapkan selamat pada Kim Yu Shin atas kebahagiaan ganda ini. Kebahagiaan ganda? Se Jong mengabarkan bahwa sebagai Pungwolju, Kim Yu Shin akan ditugaskan ke Kementrian Militer. Ha Jong berkata agar percaya pada mereka dan mereka akan meningkatkan posisi Yu Shin. Ha Jong masih tidak percaya putrinya hamil.

Se Jong dan Ha Jong masuk dan Mi saeng bertanya ada berita apa mengapa mereka tersenyum lebar. Mi shil tanya ada apa. Se Jong meyakinkan Mi Shil tidak perlu mencemaskan Yu Shin, dan Ha Jong berkata pada ibunya bahwa Yeong Mo sedang hamil anak mereka. Mi Shil senang mendengarnya. Mi saeng berkata dibanding dengan apa yang ia pikirkan mengenai Kim Yu Shin, Yu Shin cukup bisa beradaptasi.

Mi shil berkata mereka tidak perlu cemas mengenai Kim Yu shin, lalu bagaimana dengan Kim Chun Chu. Seol Won berkata bahwa Kim Chun Chu sering bertemu dengan Bo Ryang. Mi saeng berkata ia hampir yakin bahwa akan ada ikatan pernikahan dengan Kim Chun Chu tapi Kim Yu shin mencoba menghindari kemarahan Raja Jinpyeong dan ia menghindari pertanyaan mengenai pernikahan. Seol Won berkata ia akan mengurus masalah ini dan minta Mi Shil tenang saja. Mi Shil puas dan ia tanya mengenai para bangsawan. Mi Shil berkata besok Raja akan membicarakan pergantian takhta dengan mengumumkan Pendamping Penguasa tapi siapapun ia harus berada dalam pengendalian mereka.

Ha Jong berkata bahwa mereka sudah mendapat Kim Yu Shin, Al Cheon, dan bahkan Kim Chun Chu dalam tangan mereka, siapapun itu mereka selalu dapat menyesuaikannya sesuai posisi mereka. Mi shil berkata bahwa besok pagi adalah harinya dan mulai besok keluarga Raja akan perlu seorang pewaris takhta.

Raja mengumumkan bahwa mereka sudah tahu bahwa ia tidak memiliki keturunan Seongol lelaki untuk menggantikannya, itu sebabnya ia punya rencana untuk mengatur Pernikahan Kerajaan untuk menikah dengan Putri Deok Man dan akan memerintahkan pasangannya untuk menggantikannya naik takhta dan akan menstabilkan pergantian kekuasaan di Silla di masa datang. Raja mengajukan pertanyaan apakah mereka punya calon yang sesuai untuk Suami Putri Deok Man. Kemudian para menteri mengajukan calon mereka. Kemudian Mi shil berbicara dan mengatakan mungkin Puteri Deok Man punya pendapatnya sendiri mengenai masalah ini.

Deok Man mengumumkan kedatangannya dalam rapat. Semua menteri memberi hormat padanya. Deok Man memberi salam pada Raja, dia melihat sekilas ke arah Mi Shil dan mengambil tempat duduk. Mi shil mengatakan bahwa rapat sekarang sedang membahas tentang rencana Pernikahan Kerajaan untuk Deok Man. Mi shil sudah meminta Raja bahwa mereka paling tidak harus menanyakan pendapat Puteri Deok Man dan akan menghormati keinginan Deok Man dalam masalah ini. Mi Shil bertanya apakah Deok Man sudah memiliki calon untuk dinikahi. Deok Man berkata ia tidak akan menikah. Semua terkejut dengan pernyataan Deok Man.

Deok Man : Aku, Putri Deok Man tidak akan menikah…
Semua melihat padanya.
Deok Man : Aku berharap untuk menjadi dan meneruskan takhta sebagai Penguasa sebagai Bu Gun
Semua shock dan Mi Shil ternganga.
Deok Man : Itu sebabnya, harap meneruskan masalah ini dalam sidang dewan istana.
Deok Man tersenyum melihat Mi Shil.

Seol Won Rang pergi menemui Mi shil yang melihat di kejauhan dan tanya apa benar Deok Man sudah memutuskan bahwa dia ingin menjadi pewaris takhta. Mi Shil terdiam dan Seol Won ingin tahu dari Mi Shil apa ini benar dan tanya apa Mi Shil baik2 saja dan memanggil Mi Shil. Mi Shil menoleh ke arah seol Won dan minta maaf, ia ingin waktu untuk menyendiri, hanya sebentar. Seol Won mengerti dan pergi tapi melihat lagi ke arah Mi shil yang terlihat sangat terganggu.

Mi shil dengan pemikirannya bahwa Deok Man berharap…Deok Man menjelaskan tentang harapan..yang membuatnya mengatasi kecemasan, dan sakit, mimpi dan aspirasi rakyat negri ini yang akan ia bagi, menciptakan Silla yang baru. Mi Shil berkata bahwa Deok Man sudah berencana untuk menjadi Penguasa..apakah dari saat itu..bahwa ia menyadari mimpi untuk menjadi penguasa..Bukan..sudah sejak awal bahwa ia bermimpi dan ingin menjadi Penguasa. Flashback, Deok Man sekarang mengerti mengapa tidak ada kemajuan sejak pemerintahan Raja Jinheung. Ini karena Mi Shil bukan pemilik negri ini.

Mi Shil berkata bahwa ia tidak memiliki aspirasi karena ia bukan pemilik negri, apa ini karena alasan itu, sejak awal dia tidak bermaksud menjadi orang seperti Mi shil karena ia memiliki mimpi.

Seol Won sedang berpikir saat Bo Jong kembali. Bo Jong tanya apa maksudnya ini, aneh jika Puteri ingin menjadi pewaris takhta. Seol Won berkata dia juga baru mendengarnya. Bo Jong tanya apa Mi Shil masih disini, seol Won minta anaknya tidak mengganggu Mi shil dulu. Bo Jong berpikir ini omong kosong. Seol Won berkata mungkin atau tidak ada Ratu sebagai Penguasa bukan masalah mereka. Yang paling penting adalah insiden ini sudah mempengaruhi Mi Shil. Bo Jong tahu ini akan membuat ibunya shock tapi ini masih usulan saja. Seol Won berkata bukan begitu, Mi Shil hanya melihat dirinya dapat memperoleh takhta melalui pernikahan dengan Raja. Tapi ia tidak pernah bermimpi menjadi Ratu yang Memerintah.

Ini adalah sesuatu yang diluar pemikiran Mi Shil. Seol Won berkata mereka hanya dapat berharap bahwa Mi Shil dapat mengatasi stressnya. Bo Jong dan Seol Won Rang hanya bisa menunggu Mi Shil pulih kembali.

Ratu Maya kaget bahwa Deok Man dapat mengeluarkan kata2 itu. Kim Yong Chun berkata itu tidak mungkin. Raja terdiam. Ratu Maya berkata bahwa wahyu dari kelahiran kembar belum lama berlalu dan Deok Man diakui sebagai Putri, bagaimana ia dapat bereaksi seperti ini yang menyebabkan kekacauan di Keluarga Raja. Raja memohon agar masalah ini dihargai dan pilihan bijaksana dari taktik Deok Man (Tirza: nah..sekarang aku mulai suka ama Raja, gitu dong..). Ratu Maya heran dan Kim Yong Chun bertanya apa maksud Raja. Raja Jinpyeong berkata bahwa Silla adalah negara yang menganut pembagian kasta (Golpumjedo).

Maka Golpumjedo adalah dasar dan akar dari bangsa ini. Mengapa harus ada Penguasa Seongol yang harus menguasai takhta. Seongol Deok Man sudah berkata secara pribadi bahwa ia akan naik takhta, siapa yang akan berani menentangnya dan menyuarakan protes atas keputusan itu. Ratu Maya mengingatkan bahwa Deok Man itu wanita. Raja berkata penguasa wanita memang belum pernah ada tapi bagaimanapun Deok Man itu Seonggol. Mi shil tidak akan pernah dapat melawan batas dari sistem Golpumjedo dan tidak akan menekan sistem ini, dan sekarang sistem ini menguntungkan Deok Man. Kim Yong Chu masih mengatakan kecemasannya dan Raja Jinpyeong minta mereka untuk mengingat mengapa seseorang seperti dirinya yang tidak mengerti relitas dunia politik dan pemerintahan, yang lemah badan dan pikirannya dapat naik takhta dalam usia yang sangat muda. Ini adalah kenyataan dan alasan bahwa Raja Jinpyeong adalah seorang Seonggol.

Raja Jinpyeong berkata bahwa Deok Man akan mencoba untuk menggunakan kenyataan itu sebagai keuntungannya. Ini adalah senjata paling ampuh yang membuatnya akan berhasil melawan Mi Shil, adalah identitasnya dan latar belakangnya sebagai Seonggol.

Mi shil berjalan di koridor saat Bi Dam berdiri disamping dan memberi salam kemudian menegaskan bahwa ini adalah kenyataan yang tidak dapat disangkal Mi Shil dan tidak dapat dihindari. Mi Shil berpaling dan bertanya apa maksud Bi Dam dengan kenyataan yang tidak bisa dihindari. Bi Dam berkata bahwa mimpi dan aspirasi Mi shil berbeda untuk diawali, sebagai hasilnya, inilah mengapa dia tidak bisa menghindari kenyataan ini. Mi Shil berkata mimpi apa yang tertunda. Bi Dam bertanya bagaimana Mi Shil dapat memimpikan impian ini. Mi Shil tanya apa Bi Dam menunggunya agar ia bisa mengatakan ini padanya. Bi Dam berkata bahwa Putri Deok Man-nya sebelum memasuki istana tanpa status dalam namanya ia sudah memiliki aspirasi untuk menjadi Penguasa. Mi Shil heran Bi Dam menggunakan kata2 milik (deok man-nya). Bi Dam berkata ini pilihannya bahwa ia sudah memilih Deok Man, itulah mengapa ia mengacu pada Putri Deok Man-nya. Bi Dam mohon diri dan pergi. Kemudian Bi Dam melihat Mi Shil lagi.

Seok Bum tertawa bahwa Deok Man benar2 punya kemampuan untuk membuat keheranan. Kapten Hwarang yang lain berkata mereka tidak mengerti. Mereka tidak mengerti, Pernikahan Kerajaan adalah hal yang mudah, mengapa dia membuatnya tampak rumit. Negri dengan kepemimpinan Ratu, itu belum pernah terjadi sebelumnya. Apa yang dilihat dalam pembangunan Cheomseongdae, Deok Man benar2 lain dan tidak biasa. Para Hwarang berkata bahwa memang kenyataannya dia adalah satu2nya keturunan Seonggol saat ini. Apa maksudnya, bukankah Bu Gun dicari untuk naik takhta, apa masalah ini harus diakui.

Seok Bum berkata bahwa mungkin karena Deok Man tidak pernah hidup sebagai keluarga Raja jadi ia selalu membuat kejutan untuk menghidupkan suasana dan membuat kekacauan. Im Jong berkata dia akan menghadapi perlawanan kuat dari apa yang ia lakukan. Im Jong sendiri tidak tahu mau bereaksi apa. Mereka menyebut mengenai insiden cadangan militer dan bertanya mengapa Deok Man selalu seperti ini yang membuat semua orang kaget.

Resimen Yonghwa juga berdebat apa Deok Man benar2 akan menjadi Bu Gun. Mereka tahu artinya tapi mereka mempertanyakan gender Deok Man. Joo Bang berpikir Guk San Heun dan Dae Pung sudah salah mendengar, yang benar Deok Man harus mencari Pendamping dan suaminya nanti yang akan naik takhta. Guk San heun berkeras mereka tidak salah dan sekarang istana sedang kacau. Joo Bang merasa ini omong kosong. semua jadi tidak percaya Guk San Heun. Guk San heun jadi ragu apa ia benar atau salah.

Chil Sook sedang berlatih dengan patung kayu. Seok Bum dan San Tak menghadap Chil Sook dan menyerahkan dokumen mengenai nangdo baru dan latar belakang keluarga mereka. Chil Sook tanya apa Bi Dam sudah terlihat. Seok Bum berkata bahwa Bi Dam tidak melakukan pergerakan dan tidak melatih siapapun atau berpartisipasi dalam aktivitas hwarang. Chil Sook tanya mengenai latar belakang Wyol Ya. San Tak berkata ia adalah putra salah seorang pemimpin Benteng Manno, dan Seok Bum berkata sepertinya Kim Seo Hyeon mengangkat dia sebagai anak. Sekarang Wyol Ya mengambil alih dan dipercayakan mengurus Yonghwa. Chil Sook berkeras mereka harus terus mengawasi mereka dan melaporkan jika ada tindakan yang mencurigakan pada Chil Sook segera.

Seok Bum bertanya apa Chil Sook sudah mendengar bahwa Deok Man ingin menjadi Bu Gun dan Chil Sook berkata ia baru mendengarnya. Chil sook tanya reaksi dari Hwa Rang mengenai masalah ini. Semua berkata ini tidak masuk akal. Chil Sook ingat Deok Man remaja yang berhadapan dengan Penguasa Cina dan mengingat perkataannya mengenai Penguasa yang tidak memiliki waktu untuk mendengarkan rakyatnya…tidak punya hak untuk duduk di takhta. Chil Sook tersenyum saat ia mengingatnya dan membuat heran Seok Bum dan San Tak karena Chil Sook tidak pernah terlihat tersenyum.

Mi Saeng melihat Kim Chun Chu menghabiskan waktu bersama Bo Ryang dan ia membantunya merias wajah dan bertanya apa Bo Ryang suka dengan warna yang ia sapukan dan Bo Ryang melihat ke arah kaca dan berkata ia suka warnanya. (Tirza: oh..no another guy who knows make-up more than me…sigh)

Dae Nam Bo mendatangi ayahnya dan bertanya apa yang sudah didengarnya itu benar. Mi saeng menghela nafas dan bertanya apa semua orang di Hwa Rang juga sudah mendengarnya dan bertanya apa pendapat mereka. Dae Nam Bo berkata bahwa ternyata ini benar dan Mi Saeng mengiyakan bahwa Deok Man ingin menjadi Ratu Yang bertahta dan tanya apa ini mungkin. Kim Chun Chu mendengarnya dan ia berhenti sejenak, Bo Ryang bertanya mengapa ia berhenti dan Chun Chu berkata bukan apa-apa.

Kim Yu Shin memberi salam pada Deok Man dan ia tanya tentang perkembangannya. Kim Yu Shin lapor bahwa orang di benteng An Gang mulai bekerja menggarap tanahnya dan tidak ada orang yang melarikan diri lagi. Deok Man berkata melihat kepala desa dieksekusi di depan mata mereka telah membuat mereka gentar dan takut, sekarang langkah berikutnya, dia akan membuat mereka melihat apa itu harapan. Deok Man memerintahkan untuk membantu orang yang setuju untuk bekerja tanpa syarat. Kim Yu shin melakukan perintah itu. Deok Man berkata bahwa An Gang hanyalah awal. Jika benteng An Gang sukses maka kemudian mereka akan melakukan hal yang sama di tempat yang lain.

Bi Dam masuk dan berkata pada Deok Man apa ia tahu bahwa atmosfir di istana sekarang gempar. Deok Man berkata bahwa pasti banyak orang yang berpikir itu membingungkan dengan pernyataannya. Bi Dam berkata bahwa ini karena hal seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya jadi mereka tidak dapat mengantisipasinya. Al Cheon berkata siapa lagi yang berani memikirkan hal seperti itu. Deok Man tanya apa ini akan menyulitkan orang untuk menerima masalah ini. Kim Yu shin berkata bagaimanapun ini adalah pertama kalinya dalam sejarah. Deok Man berkata bahwa mereka perlu waktu untuk mencerna ini. Deok Man tanya pada Bi Dam apa Kim Chun Chu sudah mendengar masalah ini belum. Al Cheon berkata bahwa insiden ini menyebar seperti api, susah untuk diketahui. Kim Chun Chu pasti sudah mengetahui masalah ini. Bi Dam berkata dia akan menemui Chun Chu sebentar. Jika ia belum mendengar Bi Dam akan mengatakannya dan tanya apa pendapatnya.

Deok Man ingat Kim Chun Chu mengatakan padanya seperti dia, ia dengar Deok Man juga berasal dari tanah yang jauh untuk datang ke Seorabeol. Kim Chun Chu tanya perasaan apa yang ia rasakan yang membuatnya pergi ke Seorabeol dan lebih lagi apa niatnya dan perasaan yang membawa Chun Chu juga datang ke sini.

Kim Yu shin bersama Wyol Ya dan Seo Ji saat ia menjelaskan waktu ia menyebut pertama kali bahwa ia sudah memilih Deok Man sebagai Penguasa dan Rajanya. Seo Ji berpikir itu hanya kata2 kiasan saja. Seo Ji bertanya bahwa awalnya diperkirakan bahwa Kim Yu Shin dan Putri Deok Man akan mengadakan ikatan pernikahan. Dengan menjadi suami Puteri maka akhirnya dia akan berhasil meraih takhta Silla. Kim Yu Shin berkata itu tepat seperti yang ia katakan, ia akan mendukung putri sebagai Penguasa Silla. Itu memiliki arti tepat seperti itu.

Wyol Ya berkata tidak penting, tidak masalah seperti apa itu sebagai wanita atau Jingol menggunakan dukungan Gaya untuk mendukungnya menjadi Penguasa, bukankah itu yang sebenarnya yang mereka sudah setujui. Kim Yu Shin berkata mereka pasti sudah salah mengerti dengan perjanjiannya. Perjanjian mereka adalah bahwa mereka akan mendukung Penguasa yang akan mengakui keturunan Gaya sebagai subyek bangsa ini.

Wyol Ya bertanya apa Deok Man akan menjamin bahwa ia akan mengakui keturunan Gaya. Seo Ji berkeras bahwa mereka membuat kesepakatan dengan Kim Yu shin dan bukan Putri Deok Man. Kim Yu Shin berkata bahwa Putri Deok Man akan membuat keturunan Gaya sebagai pengikutnya dengan tulus. Wyol Ya berkata pada Yu Shin bahwa saat ini Puteri Deok Man memang tulus tapi ia mengingatkan bahwa setiap penguasa Silla selalu menyiksa mereka, hanya selalu menggunakan rakyat Gaya kemudian menikamnya dari belakang dan mengintimidasi rakyat Gaya dan mengembangkan ketakutan sehingga rakyat Gaya tidak akan memberontak. Wyol Ya tanya apa Deok Man akan berbeda dengan pemimpin sebelumnya. Kim Yu Shin mencoba membuktikan tapi Wyol Ya menghentikannya bahwa ia berkeras bahwa Penguasa harus dari garis keturunan Gaya untuk menyelesaikan masalah ini, hanya Penguasa keturunan Gaya yang akan mereka akui.

Wyol Ya berkata bahwa Deok Man tidak akan berbeda dengan yang lainnya dan minta Kim Yu Shin tidak membuang waktunya membujuk mereka menerima Deok Man. Seo Ji berkata bagaimana Kim Yu Shin dapat mempertaruhkan hidup rakyat Gaya dengan mempercayai satu orang saja. Kim Yu Shin berkata bukan hanya satu orang yang ia percayai tapi kenyataan bahwa Putri Deok Man akan menjadi pertanda Silla yang baru, dalam hal ini Wyol Ya dan Seo Ji akan menjadi pendiri rencana besar ini. Kim Yu Shin berkata bahwa jika ini tidak terjadi maka ia akan memimpin dan bangkit untuk mengadakan pemberontakan, kemudian kekuatan dari otoritas Gaya akan dibagi diantara Kim Yu Shin dan Wyol Ya dan tidak ada urusannya dengan Puteri Deok Man.

Seo Ji berdiskusi dengan Wyol Ya dan bertanya apa yang akan mereka lakukan. Wyol Ya berkata saat ini, tidak ada yang dilakukan kecuali harus mempercayai Kim Yu Shin. Seo Ji tidak setuju dan Wyol Ya memerintahkan Seo Ji mengirim orang2nya ke Amnyangju dan menggalang persatuan diantara mereka. Akan ada saatnya mereka harus meninggalkan Amnyangju dan menyiapkan peperangan. Wyol Ya berkata bagaimanapun selama tidak ada yang aneh. Mereka hanya akan mengikuti dan percaya Kim Yu Shin. Seo Ji agak segan menerima penjelasan Wyol Ya.

Kim Seo Hyeon berkata bahwa Putri Deok Man mengumumkan keinginannya menjadi Bu Gun, jalannya menjadi Bu Gun akan ditanggapi dalam sidang dewan istana. Kim Yong Chu memprediksi pasti akan ada tentangan kuat tapi tidak ada yang dapat mereka ajukan sebagai alternatif lain. Raja berkata bahwa Deok Man setelah pengangkatannya menjadi Puteri sudah meningkatkan kemampuan administrasinya tanpa cacat. Raja berkata mereka harus bertahan pada argumen bahwa selain Deok Man itu seorang wanita, mereka harus bertahan pada kenyataan bahwa ia seorang keturunan Seonggol dan minta mereka menahan argumen ini dalam pikiran mereka. Kim Seo Hyeon dan Kim Yong chu mengerti keinginan Raja.

Seol Won Rang mengadakan pertemuannya sendiri berkata tidak ada seorangpun akan berdiri dan membubarkan dan menyatakan ini sebaliknya. Mi saeng berkata Silla dibangun berdasar fondasi sistem Golpumjedo, jadi mereka akan membisu mengenai masalah ini. Seol Won berkata bahwa ini akan membuat rakyat lebih bingung dan tercengang setelah pernyataan itu. Se Jong berkata bahwa Deok Man sedang melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya dan menyebabkan perdebatan.

Chil Sook berkata bahwa Hwa Rang tidak dapat mengatakan suara secara terbuka dalam debat mengenai masalah ini meskipun mereka tidak dapat menerima hal ini. Se jong bertanya apa mereka akan membiarkan ini hanya karena ia keturunan Seonggol. Ha Jong berkata bahwa ini tidak masuk akal bahwa seorang wanita menjadi penguasa. Mi shil mendengarkan Ha Jong yang berkata bahkan di negara seperti goguryeo dan Baekje, ini juga tidak terjadi. Ha Jong minta ibunya untuk berbicara.

Mi shil hanya dapat tersenyum dan Ha Jong tanya ada apa dengan ibunya. Mi shil berkata bagaimanapun tidak ada yang melanggar tradisi bahwa tidak ada Penguasa Silla selain dari Seonggol. Ini adalah keturunan Raja dan sesuai tradisi tidak ada yang bisa diperdebatkan. ini pasti sangat menyakitkan buat Mi shil. Se Jong dan Ha Jong melihat pada Mi shil yang sangat terpukul.

Deok Man berkata bahwa rapat dewan istana besok tidak akan lancar. Ini mungkin menjadi pertempuran untuk dimenangkan. Yu shin berkata tidak ada seorang di Silla yang akan berani mendebat atau menyangkal sistem Golpumjedo. Deok Man setuju bahwa dalam rapat dewan istana, proklamasinya sebagai Bu Gun akan diputuskan.

Deok Man berkata bahwa besok pagi penduduk Silla akan mendengar istilah baru dalam daftar kata mereka. Kim Yu shin bertanya apa itu. Deok Man berkata bahwa itu adalah kata-kata dalam kamus yang tidak seorangpun pernah menyebutnya dan tidak tertulis dalam setiap buku atau pernah didengar, kata-kata baru itu adalah Ratu Penguasa atau Yeo Wang.

Deok Man berkata Yeo Wang adalah kata-kata baru untuk kamus Silla dan kalimat ini harus ditanamkan dalam pikiran dan hati rakyat, ini adalah langkah pertama mereka. Yeom Jong kaget saat mengetahui identitas orang yang akan naik takhta. Bi Dam mengulang bahwa itu adalah Putri Deok Man. Dan Yeom Jong berkata bahwa ia seorang wanita. Inilah yang sudah dikatakan Bi Dam bahwa perjalanannya akan susah tapi ia menjamin pasti akan sukses. Yeom Jong bergumam Deok Man itu wanita jadi Penguasa wanita untuk Silla. Bi Dam tanya mengapa Yeom jong kaget. Bi Dam berkata ya ia memang harus kaget karena belum pernah ada dalam sejarah seorang Penguasa Wanita. Ada kata Yeom jong, dan bertanya apa itu mungkin, Yeom jong berkata bahwa ada seorang ratu yang berkuasa di negara daerah barat negara dengan nama yeo heon Guk (Mesir), disana ia mendengar bahwa ada seorang ratu yang berkuasa. (Cleopatra).

Bi Dam heran bahwa ternyata ada ratu yang berkuasa. Yeom Jong bertanya bahwa ia mendengar bahwa Kim Chun Chu sekarang ada dibawah pengawasan Bi Dam dan apa tujuan ia melakukan ini jika ia percaya dengan mendukung pengangkatan Deok Man, maka Kim Chun chu akan menjadi penghalang bagi jalan Deok Man dan mungkin akan dianggap sebagai ancaman. Yeom Jong berkata demikian tanpa mengatakan pada yang lain. Bi Dam berkata ia akan membujuk apa Chun Chu akan suka atau tidak mendukung Deok Man dalam jalannya menjadi Penguasa. Bi Dam pergi kemudian ia kembali dan bertanya apa yang terjadi dengan penguasa wanita di negri barat itu dan tanya apa negrinya makmur di bawah penguasaannya. Yeom jong berkata sebaliknya, selama pemerintahannya, kegagalannya sudah menghancurkan negrinya sendiri dan dijajah oleh Romawi dibawah kaisar Octavian. (Kaisar Romawi Octavian berhasil menaklukkan Mesir di bawah Ratu Cleopatra VII Philopator dan membuat Mesir sebagai salah satu propinsi dibawah kekaisaran Romawi, 30 SM)

Bi Dam tidak percaya Yeom jong mengatakan hal yang membuat semangatnya turun. Kemudian Kim Chun chu menyelinap untuk bermain judi dan melihat yeom jong dan tanya apa Bi Dam datang menemuinya. Kim Chun chu tanya apa yang mereka bicarakan. Yeom Jong minta maaf, Bi dam berkata ia akan membujuk Kim Chun chu untuk menerima Deok Man sebagai penguasa. Yeom jong bertanya apa yang Kim chun Chu pikirkan mengenai dirinya. Kim Chun Chu berkata bahwa ia benar2 orang yang menarik dan tidak membuat takut. Tapi Kim Chun chu sampai sekarang ingin Bi dam bergabung dengannnya untuk kepentingan Chun Chu. tapi Yeom Jong berkata bahwa Bi Dam bukan orang yang mudah dibujuk. Kim Chun Chu tanya jadi ia tidak bisa membujuk Bi Dam untuk datang padanya lalu alternatif lain untuk Bi Dam adalah bahwa Kim chun Chu pasti akan membunuhnya. Yeom jong dan Kim Chun chu sepakat satu sama lain.

Kim Chun Chu berkata apa ada yang disebutkan mengenai masalah puteri Deok Man. yeom jong berkata ada sesuatu dan ia berbisik di telinga Chun Chu. Kim chun Chu tanya apa Bi dam tahu ini sebelumnya. Bi Dam tanya tahu apa, Kim Chun Chu : mengenai Putri Deok Man yang akan menjadi Bu Gun. Bi Dam membenarkan. Chun Chu tanya apa itu mungkin. Bi Dam berkata bahwa tidak akan mudah karena hal ini belum pernah terjadi sebelumnya.

Kim Chun Chu berkata bahwa sejarah dibuat dari hal-hal yang tidak mungkin yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Bi Dam melihat chun Chu dan ia berkata sampai sekarang tidak ada penguasa yang bukan dari keturunan Seonggol atau belum ada penguasa wanita, tapi dalam waktu singkat ada 2 hal akan terjadi dan mereka harus siap. Bi dam tanya apa yang Kim chun Chu maksud dengan 2 hal yang terjadi. Kim Chun chu tertawa dan berkata bahwa ini akan menarik untuk dilihat dan tanya mana diantara 2 hal ini yang akan terjadi, seorang penguasa wanita atau akan ada penguasa jingol pertama.

Mi Shil memanggil Bo Jong. Mi shil berkata ia ingin bertemu Kim chun Chu dan minta Bo Jong mengatur pertemuan mereka. Bo Jong berkata ia akan melakukannya. Mi shil akan pergi dan Mi saeng datang. Mi shil berkata ia akan menghadiri pertemuan penting. Mi saeng berkata bahwa Kim chun Chu menunggu di koridor untuk bertemu Mi Shil. Kim Chun Chu berkata ia perlu mendiskusikan sesuatu dengan Mi shil. Mi shil heran bahwa Kim Chun Chu meminta bertemu dengannya. Deok Man sedang merenung.

Mi Shil tanya apa tujuan Kim Chun chu datang malam2. Kim Chun Chu tersenyum dan Deok Man merenung dan menggenggam sisir Cheon myeong jika mereka akan melakukan ini bersama dan minta jaminannya. Mi shil merenung saat Kim Chun chu meninggalkan kediamannya. Mi saeng masuk dan tanya apa yang dikatakan Kim chun Chu. Mi Shil berkata ia harus bertemu Se Jong segera. Mi saeng heran mengapa menemui Se Jong malam2, ini sudah larut besok saja bertemu dia. Tapi Mi shil minta dipanggilkan Se Jong sekarang. Mi Saeng berkata Se Jong pasti sudah tidur sekarang. Mi Shil menaikkan suaranya dan Mi Saeng harus pergi dan membangunkan dia jika memang harus. Mi Saeng mematuhi kakaknya dan pergi. Mi Shil berkata malam ini ada sesuatu yang harus diputuskan yang akan mengubah sejarah. Mi shil terlihat senang dan menaikkan alisnya.

Rapat dewan istana, Se Jong berkata selama 700 tahun Silla berdiri, tidak pernah ada wanita yang menjadi Bu Gun. Ha Jong berkata ini tidak terjadi di Goguryeo dan Baekje dan bahkan di cina. Mi saeng berkata bagaimana semua orang dibawah langit akan menerima konsep seorang wanita sebagai Bu gun. Kim yong Chun bertanya pada dewan apa mereka akan menerima Bu Gun dari keturunan Jingol. Kim Yong Chu berkata sangat disesalkan bahwa keturunan seonggol yang dapat menjadi pewaris sudah tidak ada lagi, Kim seo Hyeon menyatakan bahwa ini benar, Putri Deok Man memang seorang wanita tapi ia keturunan Seonggol. Tanpa keraguan ia adalah bintang gaeyang. sesuai dengan ramalan. Ha Jong harus mengakui bahwa itu benar tapi..kemudian Mi Saeng berkata bahwa Deok Man memang keturunan Seonggol tapi meskipun Seonggol..Mi shil menghadiri sidang.

Mi shil masuk ke ruang sidang dan minta maaf karena ia terlambat. Raja tanya apa yang terjadi. Mi shil tanya apa agenda debat adalah membicarakan mengenai siapa Bu Gun berikutnya. Raja mengiyakan dan Raja memperluasnya dan kemungkinan bahwa seorang Jingol mungkin bisa menjadi Bu Gun. Raja berkata ia sudah memutuskan. Mi shil berkata bahwa ia sudah membawa seseorang yang mungkin akan memiliki aspirasi dan cocok sebagai calon Bu Gun berikutnya. Mi shil minta orang itu masuk.

Pintu terbuka dan Kim chun Chu masuk dan diperkenalkan pada dewan istana. Raja, Ratu, dan terutama Deok Man terkejut dengan kehadirannya. Kim Chun Chu memberi salam pada Raja dan Ratu.

Kim Chun Chu : Aku adalah keturunan dari bintang gaeyang Putri Cheon Myeong, Kim Chun Chu.

Kim Chun Chu memberi salam dengan hormat. Deok Man ingat saat ia pertama kali bertemu Chun Chu, saat itu chun chu tanya pada Deok Man apa yang menjadi niatnya untuk kembali ke seorabeol dan hatinya merasakannya. Kim Chun Chu menginginkan Silla untuk dirinya sendiri.

Raja Jinpyeong sangat kaget dan tanya apa tujuan kedatangannya ke sini. Mi shil berkata bahwa Kim chun chu adalah putera Kim Yong Su yang meninggal dalam pertempuran sebelum diangkat sebagai Putra Mahkota dan Puteri Cheon myeong. Jika kakeknya Raja Jinji tidak diturunkan dari takhta maka ia tidak akan diturunkan menjadi jingol. Maka sebenarnya Kim Chun chu seorang seonggol. Kim seo Hyeonberkata bahwa meskipun demikian sekarang ia adalah Jingol. Kim seo hyeon berkata ada banyak alasan mengapa ini terjadi, tapi kenyataannya sekarang ia adalah seorang Jingol.

Mi Shil membenarkan bahwa jika mereka mengikuti sistem Golpumjedo bahwa benar ia adalah seorang jingol tapi bagaimanapun..Kim Chun Chu ..Kemudian Chun Chu memotong perkataan Mi shil dengan membuat pernyataan.

Kim Chun Chu : Sistem Golpumjedo adalah…sistem yang kuno dan mati.

Mi shil kaget bahwa Kim Chun chu mengkritik sistem Golpumjedo, Mi shil tidak menyangka Kim Chun chu akan menyerang sistem ini. Kim seo hyeon memperingatkan Kim Chun Chu untuk menjaga bicaranya karena itu adalah dasar negara Silla. Beraninya ia membuat pernyataan seperti itu.

Kim chun Chu berkata bahwa ia mungkin terlalu muda bahwa ia bodoh untuk menguasai pengetahuan yang dalam dan penilaiannya salah tapi ia sudah menemukan bahwa sistem Golpumjedo adalah sistem yang paling kasar dan tidak pantas bahwa sistem ini tidak ditemukan dimanapun di dunia, tidak di cina ataupun di dunia Barat, bahwa ia tidak pernah mendengar sistem seperti ini diikuti.

Mi shil terlihat menang dan Deok Man sekarang menyadari bahwa Kim Chun Chu telah menantang duel Bibinya Deok Man untuk perebutan takhta.

Queen Seondeok Episode 41

Deok Man meninggalkan sidang dewan istana dengan kesal bagaiamana kim Chun Chu dapat melakukan hal ini. Al Cheon berkata dia merasa bahwa Kim Chun Chu adalah bidak dalam strategi Mi Shil. Kim Yu Shin berkata bahwa Kim Chun Chu tidak memikirkan bagaimana mendiang ibunya Putri Cheon Myeong menemui ajalnya dan mereka tidak bisa mencegah Chun chu bertindak seperti itu. Mereka dapat dengan jelas berdiri di sini dan melihat Kim Chun Chu dimanipulasi oleh Mi shil. Al Cheon mempertanyakan apa yang dilakukan Bi Dam, bukankah ia yang bertanggung jawab dengan pendidikan Kim Chun Chu dan tanya apa Bi Dam tidak menyadari tindakan Kim Chun Chu. Deok Man pergi dan Kim Chun Chu keluar dengan Dae nam Bo. Keponakan dan Bibi itu bertukar pandang. Chun Chu mendekati Bibinya dan memberi salam.

Al Cheon tanya mengapa Kim Chun Chu dapat melakukan ini. Kim Yu Shin bertanya apa Chun Chu tahu apa yang ia lakukan pada dewan istana, ia harus sadar bahwa ia sudah dimanfaatkan. Kim Chun Chu berbicara langsung pada Deok Man dan mengatakan bahwa sekarang Deok Man harus menyadari apa yang telah terjadi dan dia harus menjelaskan apa yang akan terjadi setelah ini, apa Deok Man dapat membayangkan apa yang mungkin terjadi. Deok Man memandang Kim Chun Chu, Kim Chun Chu mendekat dan berkata bahwa ia… dan berbisik di telinga Deok Man kemudian ia mohon diri. Deok Man terlihat terkejut.

Kim Seo Hyeon bingung bagaimana ini bisa terjadi. Ini jelas terlihat bahwa Kim Chun Chu adalah anak panah yang ditembakkan Mi Shil. Putri Man Myeong berkata bahwa Kim Chun Chu harus menyadari apa niat Raja Jinpyeong tapi tindakannya tidak dapat dipuji. Ratu Maya berkata bahwa Mi Shil benar2 menakutkan. Dia memanipulasi anak kecil itu, bagaimana ia bisa melakukannya dengan anak Cheon Myeong. Ratu merasa sakit hati karena Mi shil memanipulasi Chun Chu. Raja bertanya mengapa Kim Yong Chun diam saja. Menurut Kim Yong Chun, keputusan Kim Chun Chu tampil sebagai Bu Gun sudah memiliki dasar yang lebih baik.

Kim Yong Chu berkata bagaimanapun Kim Chun Chu adalah keturunan dari Putri Cheon Myeong. Mereka harus memberi kesempatan pada Kim Chun Chu untuk maju sebagai Bu Gun. Kim seo Hyeon berkata bahwa Kim Chun Chu sepertinya berniat menikah dengan Bo Ryang dan kalau begitu bukankah hanya membuat cucu menantu dari Mi Shil menjadi Penguasa. Kim Yong chu berkata sebelum Chun Chu akan menjadi keluarga Mi Shil, bukankah ia benar2 cucu dari Raja Jinpyeong. Kim Seo hyeon merasa cemas dan Kim Yong Chu memohon Raja untuk mempertimbangkan dengan bijak. Apakah benar Mi shil yang ada di balik ini, tapi pengangkatan Kim Chun Chu akan bermanfaat bagi Keluarga Raja. Mungkin melalui Kim chun Chu maka mereka dapat berdamai dengan pihak Mi Shil.

Mi Shil merenung pernyataan Kim Chun Chu mengenai sistem Golpumjedo yang dianggapnya sudah usang dan berkata bahwa tidak ada negara yang memakai sistem seperti itu, tidak di Cina maupun di negara barat. Mi shil berkata pada dirinya sendiri, bahwa ia Mi Shil tak pernah sekalipun membayangkan pemikiran untuk menghancurkan hambatan dari hukum Golpumjedo yang sudah tidak layak itu. Kemudian Mi shil ingat saat Deok Man menyatakan diri akan menjadi Bu Gun dan tidak menikah. Mi shil bertanya apa Deok Man pernah memikirkan masalah itu, sebagai seorang wanita dan berani memiliki impian sebesar itu…menjadi Raja dan mengambil pemerintahan, kemudian ia ingat Deok Man berkata padanya bahwa ia bukan orang yang berhak sebagai pemilik dari negri ini. Mi Shil bertanya apa era pemerintahan Mi Shil sudah berlalu di depan matanya dan melihat Deok Man dan Kim Chun Chu sebagai penguasa berikutnya.

Deok Man dan Kim Chun Chu harus berhati-hati dengan pemikirannya, mereka akan membuat Mi Shil sadar dan memberinya ide bahwa Mi shil juga memiliki kualitas yang sama seperti mereka berdua untuk naik takhta. Deok Man dan Kim Chun Chu berbeda. Deok Man seorang wanita dan Kim Chun Chu seorang keturunan Jingol dan Mi Shil adalah keduanya.

Deok Man menghadap Raja. Ia hampir mengumumkan kehadirannya saat mendengar Kim Seo Hyeon berkata pada Kim Yong Chu bagaimana ia berani mengusulkan hal itu. Deok Man mencegah dayang mengumumkan kehadirannya dan mendengar percakapan mereka. Kim Yong Chu berkata Kim Chun Chu jelas keturunan Raja Jinpyeong dan ia adalah anak Putri Cheon Myeong. Deok Man hran kalau masalah ini justru mengarah pada argumen apa Chun Chu berhak naik takhta atau tidak. Kim seo hyeon tanya bagaimana Kim Yong Chu bisa berbicara seperti itu dan Kim Yong Chu merasa tidak bersalah. Lebih baik menerima Kim Chun Chu sebagai Penguasa daripada seorang wanita memerintah mereka, ini juga akan diterima dengan lebih baik oleh rakyat. Kim Yong Chu berkata ia adalah putra satu2nya Putri Cheon Myeong. Kim seo Hyeon berkata Kim Yong Chu benar, tapi Kim Chun Chu juga adalah keponakan-nya dan apakah itu bukan kebetulan.

Kim chun Chu adalah putra mendiang kakaknya Kim Yong Su dan apakah bukan karena alasan pribadi ini maka Kim Yong Chu membela keponakannya. Kim Yong Chu berdiri dan bertanya apa Kim seo Hyeon mau menuduhnya menempatkan kepentingan pribadinya dalam masalah ini. Apa Kim Seo Hyeon menuduhnya egois. Kim Seo Hyeon kemudian berdiri dan berkata Kim Yong Chu tidak dapat dimengerti. Raja minta mereka berhenti berdebat dan minta mereka diam. Kemudian Deok Man mengumumkan kedatangannya. Deok Man masuk dan memberi salam pada Raja dan duduk, ia melihat ekspresi wajah Kim Seo Hyeon dan Kim Yong Chu setelah argumentasi panas mereka.

Bi Dam menemui Yeom Jong dan Yeom Jong berkata ia benar2 tidak tahu apa yang telah dilakukan Kim Chun Chu dan bersumpah dan minta Bi Dam mempercayai Yeom Jong ia tidak akan mengingkari janjinya dan juga Kim Chun Chu tidak mengunjunginya. Yeom Jong tanya apa yang terjadi karena ia dapat melihat ini akan terjadi dan ia kaget. Yeom Jong minta Bi Dam melihat ke matanya untuk melihat apa ia bohong atau tidak, matanya berkata sebenarnya. Bi Dam tanya apa Yeom Jong melakukan sesuatu tanpa sepengetahuan-nya. Yeom Jong berkata bagaimana ia dapat melakukan yang lain, bukankah nyawanya ada di tangan Bi Dam. Bi Dam menarik kerah baju Yeom Jong dan berkata padanya bahwa ia benar2 tahu tidak ada satupun yang benar atau tulus mengenai Yeom Jong (Tirza: kalo tau gitu knp masih dibiarkan hidup,Bi Dam? arrgh…). Yeom Jong tanya mengapa Bi Dam seperti itu. Bi Dam berkata seperti inilah ia mempercayai Yeom Jong. Sebelum Yeom Jong bertemu dengan orang lain yang jauh lebih menakutkan dari Bi Dam, Bi Dam percaya Yeom Jong tidak akan menghianatinya.

Kemudian Bi Dam melemparkan Yeom Jong dan kembali bersikap biasa dan tanya apa yang akan mereka lakukan sekarang. Yeom Jong meyakinkan bahwa mereka sudah setuju akan mendukung Deok Man. Bi Dam berkata Yeom Jong akan mati cepat jika memanggil nama Deok Man begitu saja. Yeom Jong minta Bi Dam berhenti berkata sinis padanya. Yeom Jong mengoreksi dan menyebut Deok Man dengan Tuan Puteri, bahwa Bi Dam akan mendukungnya menuju takhta dan Kim Chun Chu akan menjadi ancaman baginya.

Bi Dam tidak membayangkan bahwa Kim Chun Chu akan membuat gerakan seperti ini dan begitu cepat. Yeom Jong tanya apa Deok Man yang mendapatkan kemenangan dari keponakannya akan lebih bermanfaat bagi mereka atau ini adalah kesempatan untuk melakukannya dengan Kim chun Chu. Bi Dam melihat Yeom Jong. Yeom Jong berkata bahwa hukum untuk berkuasa, tidak pernah memikirkan hubungan darah mereka bahkan tidak akan mengakui orang tuanya, apa lagi ini hanya keponakan dan ia tahu bahwa anak itu akan menjadi musuhnya menuju takhta.

Yeom Jong berkata Deok Man tidak akan memusingkan masalah ini. Bi Dam berkata bahwa Yeom Jong tidak mengenal Deok Man sama sekali, ia hanya menebak karakter Deok Man. Bi Dam berkata jika Deok Man tahu Chun Chu adalah lawannya menuju takhta, maka ia tidak akan berperang melawannya bahkan perselisihan kecil sekalipun tidak. Bi Dam berkata bahwa ia tidak akan pernah berurusan dengan Kim Chun Chu.

Deok Man berkata pada Raja bahwa ia tidak akan terlibat perkelahian dengan Kim Chun Chu, ia tidak akan membiarkan itu terjadi. (Tirza: So..Bi Dam has surely known her…wow..). Raja tahu Deok Man mendengar perdebatan antara mereka. Raja bertanya apa Deok Man akan membiarkan Mi Shil memanipulasi situasi. Kim Seo Hyeon berkata ini jelas strategi Mi Shil. Bahkan Deok Man tahu itu benar, apakah Deok Man membiarkan Mi Shil melanjutkan rencananya. Deok Man bertanya apa Mi shil berharap ia dan Chun Chu akan bertikai dan Mi Shil yang akan mendapatkan keuntungan.

Raja bertanya lalu apa yang akan Deok Man lakukan. Deok Man berkata jika skenario terburuk akan terjadi ia akan meninggalkan ambisinya. Deok Man berkata bahwa ia benar2 prihatin mengenai masa depan Kim Chun Chu. Raja Jinpyeong berkata bagaimana Mi shil bisa mengeksploitasi seseorang yang sangat muda dan buta tentang dunia politik, bagaimana Mi Shil dapat menggunakan Kim Chun Chu yang sangat muda.

Mi Shil berjalan bersama rombongan ketika tiba2 ia hampir jatuh dan dibantu. Dia berkata ia tidak apa2. Seol Won lari mendatangi Mi Shil, dan tanya mengapa ia datang ke sini, atmosfir di istana benar2 tidak baik. Mi shil melihat dengan pandangan kosong dan berkata ia hanya jalan2. Mi shil bertanya pada dirinya sendiri, apa yang ia lakukan selama ini di hidupnya. Seol Won bertanya apa Kim Chun Chu sudah meminta pendapat Mi Shil saat ia berkata mengenai hukum Golpumjedo. Mi Shil hanya dapat bertanya sendiri apa yang sedang ia lakukan. Seol Won bertanya apa Mi Shil baik-baik saja. Mi Shil kemudian menjawab bahwa ia sedikit tidak enak badan ia perlu istirahat.

Resimen Yonghwa berkumpul di sekitar Joo Bang bahwa ia akan menemui Kim chun chu. Mereka merasa siapa Joo Bang sampai Kim Chun Chu mau bertemu dia. Joo Bang menyombong bahwa ia dan Chun Chu punya hubungan baik. Joo Bang berkata ia memang sebentar bertemu Kim Chun Chu tapi ia merasa sudah mengenal watak Kim Chun Chu. Semua mulai mengeluarkan pendapatnya dan berhenti saat Kim Yu Shin masuk. Mereka memberi hormat pada Kim Yu shin dan Joo Bang mengeluh bahwa ini tidak masuk akal bagaimana Kim Chun Chu mencoba menjadi Bu Gun.

Kim Yu shin berkata ini tidak akan pernah terjadi. Resimen Yonghwa tanya mengapa demikian. Kim Yu Shin menyebutkan bahwa bintang gaeyang yang kembali ke surga adalah Putri Cheon Myeong dan penjaga Bintang Gaeyang adalah Putri Deok Man. Ini dapat dikatakan bahwa pertikaian antara Kim Chun Chu dan Deok Man akan seperti perseteruan 2 bintang Gaeyang dan ini akan melemahkan dasar mereka jika mereka bertikai. Ini yang ingin dicapai Mi Shil. Joo Bang menyebutkan bahwa ini adalah alasan yang dipakai Mi shil. Dia dapat saja menggunakan orang lain, mengapa ia perlu menggunakan anak Putri Cheon Myeong, apa tidak ada yang lain seperti Se Jong, Seol Won, dan mengapa bukan..

Kemudian Kim Yu Shin memikirkan sesuatu yang membuat ia menyadari tentang Se Jong dan Seol Won Rang. Joo bang berkata bahwa dari semua pria ini ada banyak ikatan yang memiliki banyak isteri dan anak laki yang dapat dipertimbangkan Mi Shil, dan mengapa ia memilih Kim Chun Chu. Joo Bang melihat bahwa Kim Yu Shin memandanginya dan tanya mengapa Yu Shin memandanginya. Kim Yu shin bergumam itulah mengapa ia tidak memikirkan itu dan kemudian ia pergi yang membuat resimen Yonghwa terheran-heran. Joo Bang bertanya-tanya apa ia sudah memberikan Kim Yu shin ide dengan gratis.

Deok Man pergi dan ia ingat argumen antara Kim seo hyeon dan Kim Yong Chu. Deok Man bertanya-tanya apa ini yang diinginkan Mi Shil, untuk memecah belah mereka dan tanya apa itu yang Mi Shil coba lakukan untuk menciptakan perpecahan diantara mereka dan ia akan tertawa mengenai ini dan merendahkan kami.

Ha Jong menemui Se Jong dan tanya apa ibunya benar2 telah membuat kesepakatan dengan Se Jong dan Mi shil akan melaksanakannya. se Jong merasa tidak tenang dan ia ingat saat Mi Shil memintanya datang kemarin malam, Mi shil berkata kondisinya berubah karena tidak ada keturunan seongol pria maka ada kesempatan buat mereka untuk menjadi Raja. Jika Deok Man memutuskan menikah, dengan siapapun ia akan menikah adalah keturunan Jingol dan Mi shil berkata bahwa mereka akan memanipulasi situasi dengan calon Suami Putri dengan cara apa pun. Tapi karena Deok Man memilih tidak menikah dan akan naik takhta maka kesempatan mereka akan takhta lenyap.

Se jOng tanya karena inikah maka Mi Shil memutuskan untuk membuat Kim Chun Chu sebagai Bu Gun. Mi Shil minta Se Jong mempercayainya, ia tidak pernah mengubah hatinya mengenai Se Jong. Se Jong bekata bukannya ia tidak mengerti situasinya dan ia tahu niat Mi Shil tapi bagaimanapn Mi shil harus memberikan jaminan padanya. Mi Shil bertanya jaminan seperti apa. Se Jong berkata Kim Chun Chu tidak boleh dijinkan melangsungkan pernikahan dengan keluarga seol Won Rang, tapi Kim Chun Chu harus menikah dengan anggota keluarga Se Jong. Mi shil berkata ia akan melakukan permintaan Se Jong, ia janji.

Ha Jong senang bahwa ibunya berjanji dengan kata2nya sendiri. se Jong berkata bahwa Mi shil sudah berjanji tapi tidak tertulis. Ha Jong kecewa karena tidak memiliki kontrak tertulis. Se Jong tanya apa Ha jong meragukan ketulusan ibunya. Ha Jong berkata ia percaya tapi ini berkaitan dengan seol Won Rang, Ha Jong tidak dapat menebak apa yang direncanakan oleh Seol Won Rang. Bagaimana jika Kim Chun Chu benar bisa naik takhta dan Kim Chun Chu menikah dengan Bo Ryang cucu Seol Won, ini akan membuat Seol won Rang menjadi Kakek Ratu dan Kakek mertua dari Raja, dia akan mendapat kekuasaan lebih dari mereka. Bagaimana ayah akan menghadapi ini, bila hal seperti itu terjadi. Se Jong berkata jika ini terjadi maka akan membuat bencana untuk seluruh keluarga mereka karena Se jong dan Mi Shil tidak akan hidup selamanya untuk melihat semua ini. Ha Jong berkata ia akan menemui ibunya dan berbicara dengannya.

Mi Saeng bertanya pada Mi Shil apa ia sudah mengantisipasi pernyataan Kim Chun chu di depan dewan yang menyebabkan raut muka Raja dan Putri Deok Man tersinggung, tapi kemudian ia menyinggung sistem Golpumjedo, ini juga membuatnya terkejut. Mi saeng tidak tahu apa ini hanya karena kemudaan Chun Chu atau memang karena pendidikannya di luar istana tapi itu akan…Mi shil memotong Mi Saeng dan meminta Mi Saeng dan Seol Won keluar. Mereka terkejut. Seol Won menanyakan kesehatan Mi shil, dan Mi Shil meyakinkan ia tidak apa2 hanya ingin sendiri dan berpikir.

So Hwa menemui Deok Man dan tanya apa yang akan ia lakukan, apa ia akan maju dan bersaing dengan Kim Chun Chu. Deok Man berkata selama gerhana matahari bahwa ia merasa menang ia menggunakannya untuk melawan Mi shil di tempat terbuka, tapi sekarang ia takut Mi Shil akan memanfaatkan Kim Chun Chu. So Hwa berkata meskipun Kim Chun Chu masih muda tapi ini tidak bisa diterima sebagai alasan. Deok Man berkata mungkin ini harga yang harus ia bayar karena terlibat konflik dengan Mi shil. Deok Man bekata bahwa ia benar2 tidak tahu apa yang akan dilakukan atau bertindak sekarang.

Kim Yu shin mengumumkan kedatangannya dan Deok Man bersedia menemuinya. So Hwa pamit. Kim Yu Shin berkata sudah lama Mi shil ingin mendukung Se Jong untuk naik takhta dan Se Jong juga memanfaatkan Mi shil untuk membuatnya menjadi penguasa. Tapi sekarang Mi shil melepaskan ini dan memilih Kim Chun Chu dan juga menekan agar Kim chun Chu menikah dengan Bo Ryang, maka bagaimana Se jong dapat berdiri dan melihat dan tanpa melakukan apapun. Apa Se Jong akan menerima ini begitu saja. Mi shil tertidur dan ia ingat Kim Chun Chu berkata mengenai sistem Golpumjedo..adalah sistem yang kuno dan sudah usang. Mi Shil membuka matanya dan bangun kemudian Mi Shil mengingat bahwa Deok Man akan menjadi Bu Gun dan penerus takhta. Seol Won Rang melihat Mi shil dengan khawatir di koridor.

Deok Man berpikir bahwa Mi shil berniat memecah belah mereka. Kim Yu Shin berkata ada 2 kemungkinan. Pertama membangun divisi dari pihak mereka dan membangun pembagian kekuasaan antara Kim Chun Chu dengan dirinya yang hanya berupa intrik kosong saja. Kemudian Deok Man tanya apa yang kedua. Kim Yu Shin berkata yang kedua mungkin sesuatu yang tidak masuk akal yang ia tidak mampu pikirkan bahwa ini munkin terjadi. Deok Man bertanya apa itu. Kim Yu Shin mulai menjelaskan.

Se Jong dan Ha Jong menemui Mi shil dan dayang Mi shil berkata bahwa Mi shil sudah berkata ia tidak ingin bertemu siapapun. Ha Jong marah dan berkata apa ia tidak tahu siapa mereka. Ha Jong mendorong dayang Mi Shil dan Seol Won Rang keluar untuk memberi salam. Ha Jong tanya apa Seol won sudah bertemu Mi Shil, Seol won membenarkan tapi kemudian Mi Shil berkata ia ingin sendirian. Ha jong tanya apa Seol won Rang sedang merencanakan sesuatu dibelakang mereka.

Seol Won tidak mengerti maksud Ha jong. Ha Jong berkata bahwa Mi Shil sudah berjanji secara lisan dengan Se Jong semalam. Bahkan jika Seol Won sangat ingin Kim Chun Chu menikah dengan Bo Ryang, itu tidak akan terjadi dan minta Seol won Rang untuk berhenti bermimpi. Seol Won mengepalkan tinjunya dan Se Jong tanya mengapa Seol Won tidak segera menjawab. Seol Won setuju tidak akan ada pernikahan antara Kim chun Chu dan Bo Ryang. Seol Won Rang berkata ia akan mengikuti perintah Mi Shil. Ha Jong berkata bahwa Seol Won harus melakukannya. Se Jong dan Ha jong pergi.

Raja bertemu dengan Kim chun Chu dan berkata tidak peduli semuda dan se-tergesa apa Chun Chu tapi yang ia lakukan benar2 tidak bertanggung jawab. Raja berkata ia tidak tahu apa tanggapan Deok Man dengan masalah ini tapi jika ibu Chun chu tahu ini, betapa sedih dan kecewanya ia dan ibunya pasti akan menangis. Raja berkata tidak peduli itu siapa, ia tidak akan pernah menurunkan perintah penggantian takhta kepada boneka politik Mi Shil. Raja akan melakukan usaha terbaiknya dan ia tidak akan membiarkan Kim Chun Chu mendapatkan takhta dan minta Kim Chun Chu untuk memikirkannya lagi.

Ha jong dan Se Jong kembali ke tempat Mi shil. Se Jong mengingatkan Ha Jong bahwa Seol Won tidak seperti yang dipikirkan anaknya itu. Tapi Ha jong berkata bahwa Mi shil sudah memerintahkan tidak boleh ada pengunjung, mengapa Seol Won masih berkeliaran di istana Mi Shil. Ha Jong berkata mereka tidak boleh meremehkan Seol Won, mereka harus membuat persiapan. Se Jong minta Ho Jae, Phil Dan, Wang yun, dan Ha jong harus melakukan yang terbaik untuk mengundang mereka. Ha Jong meyakinkan ayahnya ia dapat mengontrol mereka. Se Jong minta Ha Jong mengundang mereka jika benar ia dapat mengontrol mereka.

Kim Chun Chu meninggalkan kediaman Raja dan Kim Yong chu mendekatinya. Kim Yong Chu minta keponakannya itu menjelaskan apa yang ia lakukan di rapat dewan istana. Kim chun Chu tanya apa tidak boleh melakukan itu. Kim Yong Chu tanya apa Chun Chu tahu bagaimana ibunya meninggal. Mi shil memanipulasi Chun Chu dan Kim Chun Chu berkata bahwa Raja sudah membuat keputusan, ia tidak akan memerintahkan pergantian takhta untuk seseorang yang merupakan boneka Mi Shil. Kim Yong Chu berkata bahwa ini dapat dimengerti.

Kemudian Kim Chun Chu bertanya apa pendapat Kim yong Chu mengenai ini yang membuat pamannya terkejut. Kim Chun Chu berkata bahwa orang tidak dapat meramal atau melihat masa depan, tapi Kim Chun Chu tahu bahwa ia masih muda dan ia pasti akan mengalahkan Mi shil dalam hal usia. Kim Yong Chu Kaget. Kim Chun Chu minta pamannya untuk mendukungnya untuk menjadi Bu Gun, maka Kim Chun Chu berjanji akan membuat Keluarga Raja mendapatkan kemuliaannya kembali. Kim Chun Chu tanya apa keputusan Kim Yong Chu, apa ia akan mendapat dukungan pamannya.

Seol won berkata pada Bo jong bahwa Ha Jong sangat terganggu dengan masalah ini. Seol Won berkata Mi shil sudah memerintahkan untuk melarang siapapun mengunjunginya dan sekarang sedang istirahat dan tidur. Bo Jong berkata di saat seperti ini, alangkah bagusnya kalau Mi shil meyakinkan pihak Se Jong agar tidak cemas. Seol Won berkata benar Se jong terlihat cemas tapi ini tidak akan bermanfaat untuk mereka, tapi Seol won Rang merasa ada sesuatu yang menakutkan dengan mereka.

Bi Dam datang dan memanggil Deok Man, tapi ia tenggelam dalam pikirannya sehingga tidak menyadari kehadiran Bi Dam, dan Bi Dam memanggilnya lagi baru Deok Man sadar. Bi Dam tanya apa Deok Man bingung mau melawan Kim chun chu atau tidak. Deok Man berkata bahwa Kim Chun Chu tidak boleh terlibat dalam pertikaian politik dengannya. Deok Man juga dapat melihat jelas bahwa Mi shil berusaha memecah belah mereka. Kim Yong chun sudah mulai berubah tapi ada sesuatu yang aneh, yaitu Mi shil sangat tenang dan belum bergerak. Ini membuat Deok Man sedikit khawatir.

Deok Man tanya apa mungkin kata2 Kim yu shin mengenai kemungkinan ke 2 itu benar. Bi Dam tanya apa itu, Deok Man ingat kata2 Kim yu shin. Bi Dam tanya apa itu dan Deok Man hanya bergumam ..Mi shil.

Kim Chun Chu mengunjungi Seol Won. Kim Chun Chu ingin bertemu Bo Ryang, Seol Won berkata Bo Ryang sedang tidak enak badan dan sudah pergi untuk pengobatan. Kim Chun Chu terlihat prihatin dan tanya apa sakitnya serius. Seol Won Rang berkata bukan sakit berat tapi Bo Ryang memang memiliki daya tahan tubuh lemah dan gampang sakit. Kim Chun Chu mengerti dan minta Seol Won mengatakan pada Bo Ryang kalau ia sudah datang dan sangat mencemaskannya. Seol Won berkata ia akan melakukannya. Kim Chun Chu pergi.

Ho Jae betemu Phil Dan. Ho Jae berkata ia dipanggil Se Jong dengan pesan singkat ini, Wang Yun juga tanya apa Phil Dan menerima pesan yang sama. Phil Dan membenarkan. Ho Jae berkata mereka harus mencari tahu. Seok Bum dan San Tak melihat mereka masuk ke rumah Se Jong. Seol Won heran bahwa Ho Jae, Wang Yun dan Phil Dan terlihat memasuki rumah Se Jong. Seok Bum bertanya apa tujuan mereka. Bo Jong tanya apa ia perlu mencari Phil Dan dan Wang Yun untuk membicarakan masalah ini. Seol won berkata tidak perlu, mereka harus memanggil Baek Eui, Deok Chung, seon yeol segera. seol Won Rang berkata ada yang harus ia bicarakan dengan mereka. Bo Jong mengerti. (Tirza; well, sekarang tiap bagian mendapat 25% Hwarang he..he Chun Chu memang brilliant.)

Kim Yong Chun berdiskusi mengenai masalah ini dengan Im Jong. Kim Yong Chun sudah memutuskan mendukung Kim chun Chu, bukan karena hubungan darah tapi daripada diperintah Seonggol wanita ia merasa lebih baik seorang Jingol pria dan rakyat juga psti setuju. Im Jong berkata bahwa Deok Man sudah mengumumkan untuk menjadi Bu gun. Jika Kim Yong Chun melakukan sebaliknya apa yang akan terjadi nanti. Kim Yong chun berkata Deok Man tidak akan bertikai dengan kim chun Chu. Deok Man sudah membuat keputusan bijak. Sehingga mereka tidak akan dipecah oleh Mi Shil. Kim Yong Chun minta Im Jong tidak terpengaruh oleh Hwarang manapun dan hanya mendengarnya saja. Im Jong menyanggupinya.

Bi Dam pergi menemui Mi shil. pelayan berkata Mi Shil sedang tidak ingin menemui siapapun. Bi Dam berkata ia akan pergi jika Mi Shil ingin ia pergi tapi katakan saja pada Mi shil bahwa ia ada di sini. Pelayan berkata saat ini Mi shil sedang tidur dan ia tidak dapat menyampaikan pesan Bi dam. Bi Dam berkata ia akan menunggu Mi shil.

Kim Chun Chu menemui Yeom jong. Kim Chun Chu memuji teh yang disajikan Yeom jong dan tanya darimana asalnya. yeom Jong berkata ini adalah teh gong yeong dari cina. Yeom Jong berkata ada rumor yang menyebutkan bahwa Mi shil berencana mengadu domba Deok Man dan Kim Chun Chu. Yeom Jong tahu pasti bahwa Kim Chun Chu tahu apa yang akan dilakukan. Kim Chun Chu tersenyum, ia lega karena yeom jong berpikiran sama. Yeom Jong heran dengan pernyataan Chun Chu. Kim Chun Chu tanya apa Bi Dam datang ke sini akhir2 ini. Yeom jong berkata bahwa Bi Dam telah berkata bahwa Deok Man tidak akan terlibat dalam pertikaian politik dengan Kim Chun CHu, dia cemas, dan pergi.

Yeom Jong tanya apa Chun chu punya agenda lain. Kim Chun Chu minta Yeom Jong melakukan sesuatu untuknya. Yeom Jong tanya apa itu. Kim Chun Chu minum tehnya dan memberikan perintah untuk Yeom jong. Seol Won memanggil Baek Eui, Deok Chung, dan Seon yeol. Meskipun mereka teman dekat Bo Jong tapi masalh ini berbeda, Seol Won tanya apa mereka akan membantunya di masa mendatang. Seok bum berkata saat ia pertama kali menjadi Hwa Rang seorabeol, ia sudah bersumpah setia pada Seol won Rang, dia akan mengikuti perintahnya tanpa ragu. Deok Chung berkata mereka akan mengikuti perintahnya, jika bukan karena Seol Won Rang maka mereka tidak akan menjadi bagian dalam Hwa Rang Seorabeol karena latar belakang mereka tidak memadai. Baek Eui meminta Seol Won Rang mengeluarkan perintah. Seol Yeol berkata tidak peduli perintah apapun mereka akan mengikutinya. Bo Jong yakin mereka mendapat dukungan Baek Eui, Deok Chung, dan Seon Yeol.

Di kediaman Se Jong, hal serupa juga terjadi. Se Jong dengar Ho Jae dipromosikan sebagai Dae Sa (Direktur) dalam Jo Bu (dept. Keuangan) untuk memungut pajak. Se Jong mengucapkan selamat. Ho Jae berterima kasih karena itu adalah antuan Se Jong dan Ha Jong. Ha Jong berkata itu bukan apa2 dan menuangkan minuman untuk Ho Jae. Se Jong tanya pada Wang Yun tentang kondisi ayahnya. Wang yun berkata ayahnya sangat berterima kasih atas bantuan Se Jong mengatasi keuangan mereka karena masalah gandum waktu itu. Ha Jong berkata jika mereka memerlukan bantuan, Wang Yun pasti akan membantu. Wang Yun menegaskan hal itu. Se Jong berkata pada Phil Dan bahwa sebenarnya ia ingin berburu dengan ayahnya, hanya saja ayah Phil Dan bertugas di Sang Ju jeong (salah satu propinsi di Silla) sehingga tidak punya waktu.

Phil Dan tersenyum. Ha jong berkata bahwa Sang Ju Jeong adalah markas militer terbesar yang paling dekat dengan Seorabeol dengan lebih dari 3000 prajurit Silla terbaik, pasti ayahnya sangat sibuk. Phil Dan berkata bahkan jumlahnya sekarang sudah mencapai 5000 orang. Benarkah sebanyak itu, Se Jong pura2 terkejut. Ha Jong danSe jOng sedang mencari informasi apa yang dapat diberikan para Hwarang ini, mereka melakukan penyeldikan tanpa diketahui. se Jong berkata ia ingin mengirim surat untuk ayah Phil Dan dan minta ia mengantarnya.

Bo Ryang dan teman2nya sedang bermain Gayageum, yeom jong melihat Bo Ryang. Kim Yu shin lapor pada Deok Man bahwa Ho Jae, Wang Yun dan Phil Dan berkumpul di kediaman Se Jong dan Al Cheon menambahkan di saat yang sama Bo Jong, seok Bum, Baek Eui, Deok Chung, dan Seol Yeol berkumpul di kediaman Seol Won Rang. Deok Man berkata se Jong dan Seol Won Rang bertemu dengan para kapten Hwarang dalam 2 pertemuan berbeda. Kim Yu Shin berkata diantara mereka berdua yang merasa tidak aman adalah Se Jong. Jika Kim Chun Chu benar akan menikah dengan Bo Ryang maka bagimana Se Jong akan diam saja dan tidak melakukan apapun. Jika itu terjadi maka ada kemungkinan bahwa mereka sekarang sedang bertikai sendiri. Mereka saling mengumpulkan dukungan dari para kapten Hwarang. Al cheon berkata perkembangannya menjadi sangat aneh. Deok Man menyebut nama Mi Shil karena ia berpikir ini ide Mi shil. Kim Yu Shin berkata bahwa Kim yong Chun sudah berbicara pribadi dengan Chun Chu. Deok Man berkata bahwa sebaliknya kekacauan yang sebenarnya terjadi adalah antara Se Jong dan Seol Won Rang. Tapi ia heran mengapa Mi Shil tidak melakukan apapun dan ia dilaporkan sedang tidur.

Deok Man Berkata jika Mi Shil ingin menggunakan Kim Chun Chu maka ia seharusnya akan mengurus semuanya dan mempertimbangkan sebelum bertindak tapi mengapa ia justru absen dan memilih tidur dan tidak melakukan apapun dengan situasi yang sedang terjadi. Deok Man bertanya apa Mi Shil sudah membuang Se Jong. Kim yu Shin berkata Mi Shil tidak sanggup melakukan itu karena Se Jong mengendalikan dewan istana.Jika terjadi masalah, maka Se Jong akan memiliki hak untuk mengambil alih pemerintahan dan urusan negara. Deok Man setuju dan se Jong juga akan menjadi pewaris takhta jika semua pewaris yang lain gagal meraih takhta. Al Cheon berkata Mi Shil akan sangat susah membuang seseorang seperti Se Jong. Deok Man berkata jika Mi Shil berniat membuang Se jong maka Mi shil tidak akan malas-malasan dan akan membunuh Se Jong, tapi tidak ada kemungkinan tentang masalh ini kemudian Deok man menanyakan mengenai kemungkinan ke2 dari Kim yu Shin akan menjadi realita dan Deok Man ragu jika ini terjadi, itu diluar yang mereka pikirkan dan ia pikir Mi shil akan cukup berani untuk melakukannya.

Mi shil bangun dan memanggil pelayannya. Mi shil tanya jam berapa sekarang. Pelayan berkata sekitar jam 5 sore. Mi shil meminta air. Saat pelayan menuangkan air ke cangkir, ia berkata bahwa Bi Dam sedang menunggu diluar untuk bertemu dengannya dan ia terus menunggu untuk bertemu dengannya. Mi shil heran saat nama Bi Dam disebut. Pelayan bertanya apa Mi Shil ingin Bi dam pergi. Mi Shil berkata agar Bi Dam disuruh masuk.

Seol Won mendapat laporan bahwa Bo Ryang diculik. Beberapa orang dengan cepat membawa Bo Ryang. Seol Won berkata apa tidak ada penjaga. Pelayan berkata ada tapi orang2 itu menyerang secepat kilat dan penjaga tidak bereaksi dan mengambil Bo Ryang dengan cepat. Bo Jong datang dan bertanya apa maksudnya Bo Ryang diculik. Bo Jong menyimpulkan apa ini perbuatan Se Jong. seol won minta pelayan meninggalkan mereka.

Bo Jong berkata jika Kim Chun Chu dan Bo Ryang menikah, maka kekuatan Se Jong akan hancur, itulah sebabnya ia berusaha menyingkirkan semua halangan. Seol Won berkata Se Jong tidak akan melakukan itu. Bo Jong setuju tapi bagaimana dengan Ha Jong.

Bo Ryang diikat dan ketakutan. Ia melihat sekelilingnya. Kemudian pintu terbuka dan Kim Chun Chu dan Yeom jong masuk. Bo Ryang terkejut melihat Kim Chun Chu berdiri di depannya. Kim Chun chu mengangkatnya dan membuka ikatannya. Ia tanya apa insiden ini membuat Bo Ryang ketakutan. Bo Ryang berkata ia ketakutan setengah mati dan tanya apa yang terjadi.

Kim Chun Chu meyakinkan Bo Ryang bahwa tidak ada yang harus ditakutkan sekarng dan memeluk Bo Ryang dan berkata agar jangan cemas, semuanya akan baik2 saja. Bo Ryang merasa tenang dalam pelukan Chun Chu. Kim Chun Chu memberi tanda pada Yeom Jong.

Bi Dam dibawa masuk dan Mi shil berkata ia diberi tahu bahwa Bi Dam sudah menunggu lama diluar untuk bertemu dengannya. Ia tanya ada perlu apa. Bi Dam menasihati Mi shil bahwa rancangannya tidak akan berhasil dengan mudah. Putri Deok Man tidak akan bertikai dengan Kim Chun Chu apapun alasannya. Kemungkinan terburuk adalah Putri deok Man akan membuang cita2nya meraih takhta tapi Deok Man adalah orang yang memiliki kepandaian tinggi, kemudian ia juga berkata bahwa Kim chun chu bukan orang yang mudah dimanipulasi.

Mi shil berkata apa yang membawa Bi dam kesini. Bi Dam berkata Mi shil tidak bisa terus berada dalam rumah dan tidur sepanjang hari. Bi Dam tanya mengapa Mi shil memilih istirahat di waktu seperti ini. Mi Shil tanya apa Deok Man mengirim Bi Dam untuk mencari tahu alasannya. Mi Shil tanya bahwa Deok Man perlu tahu dan mengerti mengapa Mi shil bertindak seperti ini. Mi shil kemudian berkata apa ini mungkin adalah Bi Dam sendiri yang ingin tahu jawabannya. Bi Dam tersenyum karena Mi shil benar dengan tebakannya. Bi Dam lalu bertanya mengapa Mi shil menghabiskan waktunya absen dari semua kejadian dan beristirahat di kediamannya. Mi shil berkata ia hanya merasa sedikit lelah dan mengantuk. Bi Dam tidak dapat mengerti. Mi Shil kemudian mengundang Bi Dam untuk menemaninya berjalan-jalan. Bi Dam hanya bisa ternganga.

Seol Won mendatangi Se jong dan Se Jong melihat Seol won terlihat kesal dan tanya ada apa. Seol Won minta maaf karena sudah kasar tapi ia perlu bertanya sesuatu. Bo Jong maju dan tanya dimana Bo Ryang. Ha Jong heran mengapa mereka menanyakan Bo Ryang. Bo Jong minta agar anaknya segera dikembalikan padanya. Seol Won menahan Bo Jong dan Seol Won bertanya dengan sopan pada Se Jong apa mereka melihat Bo Ryang. Ha Jong merasa omong kosong apa lagi ini. Bo Jong minta mereka tidak berpura-pura, ia tahu mereka pengacau. Ha Jong tidak terima disebut pengacau dan menarik kerah baju Bo jong dan minta ia mengulang kata-katanya. Bo Jong minta agar mereka mengembalikan Bo Ryang segera padanya. Ha jong marah dan Bo Jong terus meminta agar mereka mengembalikan Bo Ryang. Ha jong berkata ia tidak tahu dimana Bo Ryang. Al Cheon melihat semuanya.

Deok Man dan Kim Yu shin kaget mendengar dari Al Cheon bahwa Bo jong dan Ha Jong bertengkar. Al Cheon berkata dari apa yang ia dengar, Bo Ryang menghilang. Deok Man lebih kaget lagi, Bo Ryang menghilang ? Al Cheon menambahkan apa ini mungkin perbuatan se Jong. Mungkin Se Jong berusaha menghalangi Kim chun Chu agar tidak menikah dengan Bo Ryang. Deok Man dan Kim Yu Shin sepakat berkata tidak mungkin. Deok Man sadar Kim Chun chu menggunakan Bo Ryang untuk memicu pertikaian dan Kim Yu Shin membenarkan, itu perbuatan Kim chun Chu. Al Cheon tanya apa maksud mereka itu perbuatan Kim chun chu yang sudah membuat Seol Won Rang dan Se Jong bertikai. Kim Chun Chu mengawal Bo Ryang yang ada dalam tandu, dan ia tersenyum karena rencananya sukses. (Tirza: Chun chu is indeed brilliant and scary..)

Mi Saeng kaget saat Dae nam Bo lapor bahwa ada pertengkaran antara Seol won Rang dan Se ong. Dae Nam Bo menambahkan sepertinya Bo Ryang hilang dan mereka bertengkar masalah itu. Mi Saeng berkata ini tidak boleh berlanjut dan ia akan menemui Mi shil, jika ia tidur, Mi saeng akan membangunkannya. Jika ia dicegah masuk ia akan memaksa masuk dan berkata pada anaknya untuk segera pergi. Dae Nam Bo berkata bahwa Mi shil sedang keluar untuk berjalan-jalan. Mi saeng hanya bisa terheran-heran.

Mi shil dengan rombongannya berjalan-jalan ditemani Chil Sook dan Bi Dam, ia menikmati pemandangan musim gugur. Chil Sook bertanya mengapa Mi shil tidak menggunakan tandu dan justru jalan kaki dari Seorabeol. Mi Shil berkata bukankah ini menyenangkan dapat meninggalkan Seorabeol tanpa rombongan besar dan ia menikmatinya. Bi Dam terlihat sangat ogah-ogahan. Chil Sook mencemaskan keselamatan Mi shil karena pasti sulit melindunginya di area terbuka seperti ini. Mi shil berkata ia sekarang bersama Bi Dam dan Chil Sook sebagai teman seperjalanan, jika misalnya ada pasukan yang menyerangnya, mereka tidak bisa melakukan apa-apa. (Tirza: well in fact, now Chil Sook and Bi Dam are the most skillful Hwarang in Seorabeol)

Bi Dam berkata, Nyonya saya sudah bersedia ikut sekarang kita akan pergi kemana? Mi shil berkata ia lelah. Chil Sook dengan gentle mengulurkan tangannya dan meminta Mi Shil memegang tangannya. Tapi Mi Shil melihat ke arah Bi Dam dan minta Bi Dam menopangnya. Apa? Bi Dam benar-benar kaget dan bertanya apa Mi shil benar2 memintanya. Mi Shil mengambil tangan Bi Dam dan menariknya dan Bi Dam hanya bisa ikut saja sambil memandang Chil sook dengan putus asa. (Bwa..ha..ha ada yg lucu, Bi Dam spt anak kecil yang diseret maminya, krn maminya mau pulang tp ia tetap pengen main). Saat mereka berjalan, Mi shil dengan penuh kasih sayang menggenggam tangan Bi Dam dan tangan satunya lagi memeluk lengan Bi Dam. Bi Dam merasakan sedikit kehangatan Mi shil. Bi dam kemudian memimpin untuk menolong Mi shil.

Deok Man mengumpulkan dan berkata pada Hwarangnya agar mereka harus menemukan Kim chun Chu. Kim Yu shin memerintahkan Al Cheon, Wyol Ya, dan Seo Ji untuk mencari di benteng Banwyolseong (Istana Wyol seong).

Kim Yu Shin minta Joo Bang dan Go Do mencari di pasar, Guk san heun, Dae Pung, dan Yang gil mencari di daerah Seol Won. Deok Man berkata pencarian ini harus dilakukan dengan cepat. Wyol Ya tanya apa tujuan mencari Kim Chun Chu tapi Deok man memotong perkataannya dan mereka harus menemukan Chun Chu dulu, nanti ia akan menjelaskan. Kim Chun Chu menemui Raja dan ia mengumumkan kedatangannya. Kim Chun Chu membawa Bo Ryang menghadap Raja Jinpyeong. Kim Chun Chu melihat Wyol Ya, Al Cheon, dan Seo ji yang sangat kaget.

Deok Man dan Yu Shin juga kaget saat tahu Kim Chun Chu menghadap Raja bersama Bo Ryang dan mereka masuk ke kediaman Raja dimana semua menteri hadir. Guk San heun dan Dae Pung membenarkan. Deok Man dan Kim Yu shin langsung keluar menuju kediaman Raja. Raja Jinpyeong mendapat kabar mengejutkan, bahwa Kim Chun Chu sudah menikah dengan Bo Ryang dan sekarang mereka suami isteri. Semua kaget. Ini seperti bom atom.

Se Jong sangat kesal dan ia curiga ini perbuatan Seol Won Rang. Ha jong tidak bisa mempercayai yang ia dengar. Kim Chun Chu minta ijin agar Raja memberikan istana yang pantas untuk mereka. Deok Man masuk, semua memberi hormat juga Kim chun Chu dan Bo Ryang memberi salam padanya. Deok Man melihat mereka berdua. Deok man sadar bahwa Kim Yu shin benar, memang ini perbuatan Kim Chun Chu yang sudah menciptakan pertikaian antara pihak Seol won dan se Jong untuk membangun dasar kekuatannya sendiri. Yaitu dia sendiri, Kim Yong Chun dan Seol Won Rang. Deok Man ingat semua perkataan Chun Chu.

Deok Man bagaimanapun kagum pada keponakannya dan berkata pada Cheon Myeong dalam hatinya : Kakak, Chun Chu tidak lemah. Ia ingat Kim Yu shin berkata ini tidak mungkin tapi apa ada kemungkinan justru Mi shil yang dimanfaatkan oleh Kim chun chu. Deok man berkata Kim Chun Chu bukan anak-anak lagi…dan ia sudah masuk ke dunia politik.

Deok Man merasa Kim Chun Chu adalah saingan terbesarnya.

Queen Seondeok Episode 42

Seol Won Rang mendapat kabar dari Seok Bum tentang apa yang dilakukan Kim Chun Chu dan sekarang keduanya sedang menghadap Raja Jinpyeong. Seok Bum berkata Kim Chun Chu secara resmi sudah melaporkan pernikahannya dengan Bo Ryang. Bo Jong shock.

Deok Man menemui pasangan muda itu, Deok Man berbicara pribadi dengan Chun Chu. Chun Chu menjelaskan bahwa ia menipu Mi Shil. Deok Man membenarkan ia memang telah melakukannya tapi Deok Man juga ragu. Deok Man heran mengapa Mi Shil belum melakukan apapun saat ditipu Chun Chu. Menurut Chun Chu, Mi shil pasti sudah tahu hanya ia masih berpikir apa yang akan dilakukan.

Deok Man berkata tindakan Kim Chun Chu sudah membuat kekacauan diantara mereka dan saling curiga yang hampir saja membuatnya melakukan tindakan. Kim Chun Chu membenarkan, ini semua adalah rencananya dari awal. Kim Chun Chu berkata ia tidak memiliki dukungan Hwa Rang dan militer seperti Mi Shil, atau seperti Deok Man yang menggunakan ilmu pengetahuan dan perhitungan astronomi atau memunculkan batu nisan dari tanah. Yang ia miliki hanyalah ketajaman dan kecerdasan lidah sebagai senjatanya. Kim Chun Chu berkata bahwa sekarang tinggal melihat bagaimana pasukan ini akan terpecah dari formasinya hanya dari perkataannya. (Demikian juga dengan lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar.) Deok Man setuju bahwa ini harus mengikuti rencana Kim Chun Chu, tapi apa ia sudah memikirkan dampak yang akan timbul dari rencananya ini.

Kim Chun Chu berkata sudah, dan ia yakin tidak ada kesalahan dalam rencananya. Deok Man berkata bahwa tetap saja jika ini akan berakhir dengan kegagalannya dan jika ini terjadi maka ia akan mengulurkan tangannya untuk membantu Chun Chu dan ia harus menerimanya. Deok Man tanya apa ia setuju. Kim Chun Chu setuju jika rencananya gagal.

Bo Jong dan Seol Won Rang menemui Bo Ryang yang menunggu di luar kediaman Deok Man, Bo Ryang memberi salam pada mereka. Seol Won bertanya apa yang terjadi kemarin malam. Kim Chun Chu keluar dari kediaman Deok Man dan memberi salam pada keduanya, ia memanggil Bo Jong dengan sebutan ayah mertua dan mohon agar salamnya diterima. Kim Chun Chu minta maaf, ini karena mereka masih muda yang membuat semua ini terjadi dan mohon agar mereka dapat mengerti. Se Jong dan Ha Jong mengintip mereka dari jauh. Seol Won Rang bertemu Se Jong dan Ha Jong kesal karena sudah dituduh menculik Bo Ryang. Seol Won berkata semua ini adalah kesalahpahaman dan mereka tidak tahu sebelumnya apa yang terjadi. Seol Won Rang mengetahui perjanjian Mi Shil dengan Se Jong, itulah mengapa ia mengirim Bo Ryang pergi untuk menghindari Kim Chun Chu. Bo Jong berkata Kim Chun Chu lah yang menculik Bo Ryang yang tidak mereka duga sebelumnya.

Mereka juga sama bingungnya dengan Se Jong dan Ha jong. Seol Won minta mereka mempercayainya, atau kalau tidak mereka akan jatuh dalam perangkap Kim Chun Chu. Se Jong tanya jika Seol Won Rang adalah dia, apa ia akan percaya begitu saja. Se Jong pergi dan ia tidak menerima penjelasan Seol Won Rang.

Mi Saeng menunggu Se Jong dan Ha Jong dengan gelisah. Ha jong tanya pamannya apa yang terjadi dengan masalah ini. Se Jong bertanya dimana Mi Shil sekarang. Mi Saeng minta mereka tenang dulu, ia juga mencari kakaknya. Ha Jong tanya jika Mi Saeng jadi dia, apa ia bisa tenang dan Mi Shil tidak ada dimana-mana. Mi saeng berkata Se jong keberatan dengan pernikahan Kim Chun Chu dan Bo Ryang dan bagaimana ia bisa tahu, anak bodoh seperti Kim Chun Chu akan muncul dengan rencana ini. Se Jong tetap menduga semua ini ulah Seol Won Rang. Mi Saeng tanya apa Seol Won Rang bisa melakukan tipuan seperti ini. Mi Saeng berkata sebaliknya, Seol Won Rang bukan karakter orang seperti itu. Mi Saeng menasihati agar mereka tidak marah lagi dan berpikir jernih, Mi Saeng akan menemui Kim Chun Chu.

Se Jong berkata mereka tidak bisa melihat apa yang ada di depannya. Ha jOng berkata ia akan minta Hwa Rang untuk mengawasi kediaman dan aktivitas Seol Won Rang. Se Jong berkata ia akan menemui Phil Dan. Seol Won heran saat mendengar dari Hwarang bahwa Mi Shil pergi untuk berjalan-jalan. Seol Won merasa aneh. Seok Bum membenarkan bahwa Mi Shil pergi dengan chil Sook dan beberapa penjaga. Bo Jong tidak mengerti saat seperti ada situasi yang memanas dengan Se Jong dan Ha Jong. Seol Won memerintahkan Hwa Rang untuk mencari Mi shil dengan cepat dan jangan membuang waktu. Tapi kemudian Seol Won berkata ia memerlukan Seok Bum, Deok Chung, dan Baek Eui berada di dekatnya. Seol Won minta San Tak mencari Mi Shil dan anak buahnya. Mi Saeng datang dan tanya apa ia sudah tahu dimana Mi Shil. Seol Won berkata mereka masih mencarinya. Mi Saeng berkata ia sudah melakukan yang terbaik untuk menenangkan Se Jong dan Ha Jong. Bo Jong masih merasa heran mengapa ibunya pergi di saat seperti ini. Seol Won berkata Mi shil mungkin hanya stress saja, ia juga mencemaskan Mi shil.

Ratu marah karena Kim Chun Chu membuat kejutan lagi. Raja ingin penjelasan. Kim Yong Chu berkata ini bukan Mi Shil yang memanipulasi tapi sebaliknya Kim Chun Chu yang menipu Mi Shil. Putri Man Myeong kaget bahwa Kim Chun Chu bisa melakukannya. Kim Yong Chu berkata pernikahan Chun Chu sudah membuat kubu seol Won dan Se Jong memanas. Kim Seo Hyeon berkata apa Mi Shil diam saja, tapi isterinya berkata saat ini Mi Shil sedang keluar. Raja juga merasa aneh karena Mi Shil tidak melakukan apapun.

Deok Man berkata bahwa Chun Chu sedang menikmati kemenangannya, tapi..Kim Yu shin merasa mereka tidak tahu apa yang akan dilakukan Mi Shil. Deok Man mengerti Mi shil pasti akan menjaga keharmonisan dalam kubunya. Al Cheon merasa aneh karena saat ini Mi Shil justru pergi keluar. Wyol Ya berkata jika kubu Mi shil terpecah ini akan menguntungkan Deok Man. Wyol Ya berkata mereka harus menemukan cara mengambil keuntungan dari insiden ini dan ia minta Deok Man tidak perlu cemas. Deok Man merasa sebaliknya situasi ini membuatnya lebih gelisah. Mi shil tertipu oleh Kim Chun Chu. Kim Yu Shin berkata ini membuat kubu Se Jong dan Seol Won terpecah. Deok Man berkata Mi shil tidak akan membiarkan ini terjadi tapi ia belum merespon apapun. Deok man ingin tahu apa yang dipikirkan Mi Shil sekarang.

Al Cheon dan Wyol Ya mengumpulkan orang2 mereka, jika kebetulan Mi shil menghilang maka Se Jong dan Seol Won pasti mencarinya, maka mereka harus terus mengawasi gerak-gerik mereka. Seo Ji berkata ia akan membawa Yang Gil untuk mengawasi Se Jong. Al Cheon memerintah Go Do untuk mengawasi Mi Saeng dan Guk San heun dan Dae Pung mengawasi Seol Won Rang. Al Cheon minta mereka melapor padanya secepat mungkin jika ada sesuatu.

Go do tidak melihat Joo Bang. Guk San heun berkata sejak Joo Bang mendengar pernikahan Chun Chu ia terlihat kesal dan pergi, sampai sekarang belum kembali lagi.

Joo Bang menemui Kim chun Chu, Kim Chun Chu menerima Joo Bang dengan senang, katanya kalau bukan karena bantuan Joo Bang, maka tipuannya tidak akan berhasil. Joo Bang heran dan Kim Chun Chu minta agar pelayan menyajikan teh untuk Joo Bang. Joo Bang berkata ia tidak datang untuk minum teh. Joo Bang berkata Chun Chu tidak seharusnya melakukan ini. Chun Chu tidak mau mendengarnya. Kim Chun Chu memberikan uang pada Joo Bang dan tanya apa perkataan orang mengenai tindakannya. Joo Bang berkata ia datang bukan karena uang, ia minta Kim Chun Chu tidak menghina Putri Deok Man. Kata Chun Chu Joo Bang sangat ahli dalam pandangannya, dengan bantuan Joo Bang ia bisa merancang ini. Kim Chun Chu tanya apa Joo Bang mau bergabung dengannya. Joo Bang meninggalkan Kim Chun Chu dengan bengong dan membawa uang hadiah itu. Ia berkata bahwa semua adalah kesalahan lidahnya yang membuatnya ada dalam masalah. Joo Bang merasa Kim Chun Chu orang yang aneh.

Kemudian Mi Saeng memerintahkan pengawalnya untuk waspada dan Joo Bang bersembunyi, Mi Saeng memanggil Kim Chun Chu ia ingin berbicara dengannya segera. Joo Bang heran mengapa Mi saeng mencari Kim Chun Chu. Dan Joo Bang hampir mati karena kaget saat Go Do mendekat. Joo Bang tanya mengapa Go Do ada di sini. Go Do berkata semua sibuk mencari Mi Shil, Joo Bang heran. Go Do berkata ia sudah diperintah untuk mengamati Mi saeng.

Mi Saeng bertemu Kim Chun Chu dan tertawa, ia mengerti kekeras kepalaan Kim Chun Chu. Biarpun Mi Saeng mengerti, tapi tindakan Kim Chun Chu membuat pertentangan dari berbagai kubu. Kim Chun Chu melihat Mi saeng dan Mi saeng berkata ini terlalu rumit, tapi Kim Chun Chu bertanya Mi saeng adalah orang yang pintar maka ia harus menyadari kemana situasi ini berkembang dan harus mengantisipasinya. Kim Chun Chu percaya Mi Saeng mengerti dan dapat menyimpulkan. Mi saeng justru tidak mengerti maksud Chun Chu.

Kim Chun Chu : Ibuku, Putri Cheon Myeong dibunuh oleh anakmu, Dae Nam Bo. Tapi aku mengampuninya. Itu lah mengapa sekarang Mi saeng harus membalasnya.

Mi Saeng terkejut setelah tahu sisi asli Kim Chun Chu. Ia ingin balas jasa atas kemurahan hatinya pada Dae Nam Bo, karena Kim Chun Chu benar2 ingin mencari keadilan untuk membalas kematian ibunya.

Joo Bang menyeret Go Do meskipun Go Do berkata ia harus mengawasi Mi Saeng. Joo Bang berkata Mi saeng dan Dae Nam Bo dari pihak yang sama. Joo Bang mengingatkan bahwa kebanyakan nangdo baru berasal dari keturunan Gaya di Amnyangju, dan Dae Nangdu sekarang mengawasi mereka dan minta Go Do mengikuti Joo Bang. Mi saeng keluar dan terlihat sedikit shock dan terpeleset kemudian mencari Dae Nam Bo.

Se Jong bertemu Phil Dan dan tanya apa ayah Phil Dan sudah menerima suratnya. Phil Dan meyakinkan Se jong, ayahnya akan mendukung Se Jong, Se Jong minta Phil Dan kembali menemui ayahnya dan berkata ia ingin berbicara dengannya.

Phil Dan menemui Ho Jae dan berkata ia akan menemui ayahnya. Phil Dan cemas akan terjadi sesuatu di Seorabeol. Phil Dan ingin berbisik tapi Seok Bum masuk dan mengganggu mereka. Phil Dan meminta diri dan pergi. Mi Saeng mencari Dae Nam Bo, dan berkata ini semua adalah rancangan Kim Chun Chu yang memanipulasi dan menipu mereka. Mi saeng berkata jika Mi shil tidak segera kembali, sesuatu yang mengerikan akan terjadi. Dae Nam Bo berkata ia pergi dengan Chil Sook, beberapa penjaga, dan pelayan. Mi Saeng mengeluh dimana Mi shil saat ini dan bagaimana ia bisa menemukan Mi shil. Dae Nam Bo berkata menurut pelayan di istana Mi Shil, Mi Shil terlihat aneh. Maksudnya Mi shil tidur terus? Mi Saeng ingat Seol Won berkata Mi Shil sedikit stress. Mi Saeng menebak satu tempat dimana mereka dapat menemukannya.

Tempat itu adalah tempat dimana Janda Permaisuri Ji So mengusirnya dari istana, di tempat itu Mi Shil bersumpah akan kembali. Saat Raja Jinji akan diturunkan ia juga pergi ke sana untuk membuat keputusan. Jadi ia pasti ada di sana sekarang.

(Janda Permaisuri Ji so adalah ibunda Raja Jinheung)

Dae Nam Bo dan pasukannya mencari Mi Shil dan salah seorang nangdo memberikan pesan pada Go Do dan Joo Bang yang menyamar. Joo Bang membacanya dan berkata mereka harus menemui Putri Deok Man. Deok Man merenung dan Kim Yu shin datang dan tanya apa yang ia pikirkan. Deok Man berkata ia percaya pada Mi shil. Kim Yu Shin heran. Karena ia memiliki Mi shil sebagai lawannya dan ia mempercayainya. Menurut Deok Man saat ia menipu Mi Shil dengan gerhana mataharinya ia percaya Mi shil akan bertindak sesuai harapannya sehingga apa yang ia rencanakan berhasil. Kim Yu Shin setuju bahwa Deok Man dapat melihat karakter Mi shil. Deok Man berkata sekarang ia mulai hilang percaya dirinya, bahwa ia mengerti apa yang dipikirkan Mi Shil. Deok Man melihat Mi shil gagal melihat rencana Chun Chu dan sekarang ia tidak melakukan apapun, ini seperti bukan Mi shil.

Deok Man berkata ada sesuatu yang mengubah pemikiran Mi Shil.

Bi Dam mengawal Mi Shil ke tujuannya. Mi Shil melihat sekelilingnya dan menyatakan bahwa ini adalah tempatnya dan berkata betapa indah pemandangannya. Mi shil berkata ia akan datang ke tempat ini untuk menurunkan stressnya dan pikirannya yang tegang. Bi Dam tanya apa yang sudah membuatnya demikian stress, setelah semua kekacauan yang terjadi di Seorabeol, apa ada yang lain. Mi Shil melihat Bi Dam dan tersenyum

Joo Bang menemui Deok Man dan berkata ia tahu dimana Mi shil. Mi shil ada di Oji San di Lembah Hanun di Gaonjeon. Deok Man berkata mereka harus segera berangkat menemukan Mi Shil. Mi shil sedang berbicara tentang masa lalu dan ia mengingat petualangan Moon Noh dan menceritakannya ke Bi Dam. Bi Dam tertawa mendengar petualangan gurunya yang cukup memalukan.

Mi Shil berkata itu belum semua, satu hari Moon Noh mencoba mengerjai guru silatnya Geochilbu dan menaruh ular. Bi dam senang sekali mendengar ternyata gurunya lumayan nakal saat masih muda. Mi shil berkata bahwa Mishil disayang Raja, jadi Geochilbu menghargainya. Seol Won membawa nangdonya untuk pergi keluar. Dengan ini ia mendapatkan julukan Hu Sang In yaitu orang yang mengatasi awan. Bi Dam tanya lalu apa julukan Moon Noh. Mi Shil berkata julukan Moon Noh adalah Hogukseon yang berarti dewa yang membela negara. seonin berarti dewa.

Bi Dam tanya lalu apa julukan Mi shil, Mi Shil berkata bahwa diantara mereka ber-3, satu dari mereka akan berdiri dan menaklukkan semua dan langit akan memberkati mereka tidak peduli apa yang terjadi. Bi Dam terus menerus bertanya apa julukan Mi Shil. Mi shil berkata julukannya adalah Gyeong Guk Ji Saek, (gyeong = kejatuhan, guk=negara, ji=membawa, saek=kecantikan; jadi kecantikan yang membawa keruntuhan negara)

Bi Dam berkata bukankah artinya kecantikan yang satu hari akan menyebabkan keruntuhan atau kejatuhan suatu negara. Saat para Hwarang melucu dengan julukan Mi Shil, itu juga yang akan mengingatkan Raja Jinheung agar waspada. Bi Dam tanya apa ia suka dengan julukannya. Mi shil merenung apa ia benar menyukainya atau membencinya. Mi shil berkata mungkin karena itu ia bermimpi menjadi Huang Hu. Bi Dam tanya apa itu mimpi yang buruk.

Mi Shil hanya dapat memimpikan menjadi Huang Hu dan memerintah dibalik tirai tapi Deok Man bermimpi menjadi Ratu yang Memerintah atau Yeo Wang, dan Mi Shil tidak pernah melihat itu mungkin sementara Deok Man membuat yang tidak mungkin menjadi kenyataan.

Seok Bum lapor pada seol Won sebelum Phil Dan meninggalkan kediaman Se Jong dia berkata akan ada kekacauan di Seorabeol. Seol Won berkata apa Phil Dan pergi menemui ayahnya. seok Bum mengiyakan. Seok Bum berkata ayah Phil Dan membawahi 5000 prajurit elit. Seol Won berkata apa Se Jong mencoba mengadakan perang sipil diantara mereka di Seorabeol. Seol Won Rang berpikir apa ada cara untuk mencegah Se Jong melakukan ini. Bo Jong bertanya apa tidak sebaiknya mereka mendukung Kim Chun Chu saja sebagai Bu Gun. Seol Won melihat putranya dan Bo Jong menambahkan jika tidak demikian lalu apa mereka yang harus menyerang pertama kali. Paling tidak mereka perlu mengumpulkan dan mengatur kekuatan pasukan dari Hwe San (sekarang Chang Won) dan Chu Hwa Gu (sekarang Miryang).

Seol Won berkata sudah terlambat jika akan mengumpulkan pasukan. Bo Jong bertanya bagaimana dengan pasukan di kementrian pertahanan. seol Won berkata tidak akan diijinkan, jika ia menggerakkan pasukan itu, maka akan membuatnya menjadi pemimpin pemberontak. Bo Jong bertanya lalu apa yang harus mereka lakukan. Seol Won berkata Mi Shil akan kembali untuk menenangkan suasana sampai dengan saat itu kita harus mencoba mencari solusi untuk mengatasi masalah ini.

Seol Won meminta Bo Jong memanggil Deok Chung dan Baek Eui beserta resimen mereka. Ha Jong datang dengan panik dan berkata pada ayahnya kalau Deok Chung dan Baek Eui dan resimen mereka berkumpul di kediaman Seol won Rang. Ha Jong berkata mereka pasti tahu Phil Dan menemui ayahnya dan meminta bantuan pasukan. Jadi mereka sekarang berjaga-jaga. Ha Jong berkata paling tidak mereka harus menjaga kediaman mereka agar jangan diserang. Ha Jong heran mengapa Seol Won tidak mengerahkan pasukan dari kementrian pertahanan. se jOng berkata jika Seol Won melakukan itu, ia akan dianggap memberontak. Ha Jong berkata ia tidak bisa diam saja dan harus melakukan sesuatu. Se Jong tanya apa yang terjadi dengan Kim Chun Chu. Ha Jong berkata ia sudah memerintah orang mencarinya tapi belum tahu dimana ia.

Deok Chun dan Baek Eui kaget apa mereka benar bisa melakukan ini karena Se Jong adalah Sangdaedeung (Tirza : kalo denger jabatan Sangdaedeung yang kuingat justru Sangdaedeung Bi Dam he..he). Bo Jong mengingatkan mereka bahwa mereka sudah bersumpah untuk mendukung Bo Jong dan keluarganya. Baek Eui berkata mereka bukan bertaruh nyawa. Seok Bum setuju melakukannya. Bo Jong berterima kasih pada mereka.

Ha Jong mengumpulkan pasukannya dan memerintahkan agar mereka pergi dan melindungi kediaman mereka dari serangan. Kemudian pelayan datang dan berkata mereka dalam masalah. Bo Jong dan orang2nya datang menemui Se Jong. Se jOng marah pada gangguan mereka. Bo Jong dengan sopan minta Se Jong agar mengikuti mereka diam2. Mereka bereaksi seperti ini karena Se jOng tidak percaya pada mereka. Se Jong tanya apa mereka dapat hidup setelah melakukan penahanan padanya. Bo Jong memerintahkan agar Se JOng dibawa. Seok Bum menarik Se Jong keluar.

Ha jong kaget mengetahui Bo Jong dan orang2 nya menahan ayahnya. Ho Jae berkata mereka harus segera pergi dan menyelamatkan Se jong. Phil Dan berkata mereka harus menambah orang lagi. Ha Jong menyebut nama Bo jOng..SeokBum, deok Chung, Baek Eui, dan Seon Yeol kemudian tanya apa Seol Won termasuk. Pelayan berkata ia tidak melihat Seol won Rang. Kemudian Ha Jong sadar bahwa seol Won sendirian.

Bo Jong dan orang2nya mengawal Se Jong yang berada dalam tandu. Se Jong diikat. Kemudian Santak berlari dengan panik dan berkata bahwa Seol Won telah.. Bo Jong tanya apa yang terjadi dengan ayahnya. Seol Won Rang diikat oleh Ha Jong dan Ha Jong mengarahkan pisau ke leher Seol Won Rang. Ha Jong berkata ia yakin Seol Won tahu bahwa saatnya akan tiba dan beraninya seol Won Rang melakukan hal ini. Seol Won berkata ini terjadi karena se JOng tidak mempercayai mereka. seol Won mengingatkan saat Mi Shil tidak ada, mereka seharusnya lebih berhati-hati. Ha Jong tanya apa alasan itu yang membuat mereka menahan ayahnya. Seol Won berkata mereka tidak punya pilihan. Mereka mempertahankan diri. Jika mereka tidak melakukannya, maka Ha Jong akan mengirim pasukan untuk menyerang mereka. Ha Jong berkata Seol Won Rang juga sama.

Seol Won berkata kita semua dimanipulasi oleh Kim Chun Chu. Ha Jong tidak percaya. Ha Jong menarik kerah baju Seol won dan berkata ia tahu bahwa Seol Won adalah perencananya. Seol Won tanya apa Ha jOng sudah memperhatikan perubahan pada ibunya, Ha Jong tanya ada apa dengan ibunya dan berubah saat Seol Won mengulangi apa Ha Jong percaya bahwa Mi Shil akan mengatasi masalah ini. Ha Jong melunak dan berpikir.

Yeom Jong berkata bahwa ada kemajuan seperti yang direncanakan Kim Chun Chu. Tapi..Kim Chun Chu tanya ada apa. Yeom Jong membenarkan bahwa masalahnya sesuai dengan pemikiran Chun Chu, tapi sepertinya masalah ini menjadi stagnan. Apa yang ia maksud adalah Mi Shil. Yeom Jong membenarkan, Mi Shil belum bereaksi ini yang membuat bingung. Kim Chun Chu berkata bahwa Mi shil mungkin mendukung Seol Won Rang karena ia tidak punya pilihan lain. Itu Benar tapi setelah Deok Man memproklamirkan bahwa ia akan naik takhta, Yeom Jong tanya apa ada pilihan kecuali untuk Kim Chun Chu akan berakhir. Kim Chun Chu berkata mereka salah menilai Mi Shil, mereka terlalu menilai tinggi Mi Shil. Yeom Jong berkata mereka juga tidak boleh meremehkan Mi Shil.

Kim Chun Chu hanya menilai kemampuan Mi shil sebagai seseorang yang mendapatkan kekuasaan untuk keuntungan pribadinya. Kim Chun Chu bertanya dimana Bi Dam, dia ketinggalan semua kesenangan dari rencana Kim Chun Chu.

Bi Dam tanya mengenai mimpi yang tidak baik yang sudah disebut Mi Shil. Mi Shil berkata ya memang benar demikian. Mi shil berkata ia adalah seorang wanita yang tidak punya arah dan bertanya apa hebatnya menjadi Huang Hu (Ratu) tapi hanya menjadi pasangan seorang pria dan apa hebatnya itu dan ia tertawa dan berkata ia berenang melawan arus bahwa ia sudah membuang anaknya sendiri tanpa keraguan dan begitu saja demi menjadi Ratu. Bi Dam berkata ia mengagumi Mi Shil. Mi shil tanya benarkah dan Bi Dam berkata ini adalah mimpinya dan Mi Shil membenarkan itu adalah mimpi yang tidak baik. Bi Dam berkata tidak peduli seberapa buruk atau besar mimpi itu, mereka akan memaksamu untuk membuang apapun yang kau miliki untuk menjalani jalan di depanmu untuk meraih impianmu. Mi shil berkata ia senang bahwa Bi Dam memiliki pengertian yang dalam mengenai masalah ini tapi kemudian ia bertanya mengapa Bi Dam membantu Deok Man, Mi Shil melihat Deok Man tidak terlihat cocok dengan Bi Dam.

Bi Dam berkata bahwa ia seperti bebek. Mi shil heran dengan perumpamaan Bi Dam, bebek ? Bi Dam menjelaskan, setelah menetas dari telur, bebek akan mengikuti siapapun yang pertama kali dilihatnya dan akan mengikutinya sepenuhnya.

Dae Nam Bo menemui Chil Sook, Chil sook berkata ia harus menunggu. Dae Nam Bo mencoba menjelaskan pertikaian Seol Won Rang dan se Jong tapi Chil Sook berkata jika Mi shil dalam kondisi emosi seperti ini, tidak ada yang bisa dilakukan. Dae Nam Bo mencoba menjelaskan lagi, tapi Chil Sook memotongnya.

Mi shil berkata apa Putri Deok Man yang Bi Dam lihat pertama kali ketika ia datang ke dunia ini. Bi Dam ingat Moon Noh sebelum meninggal. Mi shil melihat Bi Dam dan tanya apa kekaguman cinta Bi Dam untuk Putri Deok Man. Bi Dam tanya apa seperti itu tapi Mi shil berkata bahwa Bi Dam tidak mempunyai karisma. Mi shil berkata bahwa pria yang bergantung pada wanita tanpa pengabdian yang akan selalu membuat Mi shil menginjak-injak mereka diatas badan tanpa jiwa mereka. Bi Dam tanya apa karena pengabdian maka akan ada kesempatan untuk memenuhi mimpinya juga.

Bi Dam berkata gurunya memiliki mimpi untuk menyatukan 3 kerajaan. Gurunya mengabdikan hidupnya untuk menyadari itu dengan menyusun peta topografi 3 negara. sementara Mi shil tidak tertarik sedikitpun dengan penyatuan 3 negara, Deok Man sebaliknya memperlihatkan ketertarikan besar. Karena itulah Deok Man mendapatkan bantuannya dan akan mencapai ambisi besar itu sementara ia mendapatkannya dan membuat namanya tercatat dalam sejarah dan terkenal. Bi Dam ingat gurunya sudah berkata seseorang yang mencapainya akan mendapatkan reputasi sampai selamanya. Bi Dam tanya apa ini juga dapat termasuk mimpi besar. Bi Dam tanya untuk seorang pria yang memiliki ambisi besar apakah wanita akan melihat bahwa pria ini berkarisma, Bi Dam minta Mi Shil untuk membuang mimpinya karena tidak dapat dibandingkan dengan mimpi yang lain. Mi shil berkata mengapa ia harus membuangnya.

Bi Dam berkata bahwa ia orangnya. Mi shil berkata ia pikir ia tidak dapat melepaskan mimpinya. Bi Dam tanya mengapa. Mi Shil berkata karena ia akan menjadi orangnya. Bi Dam berkata Mi shil sudah mengakui itu impian yang buruk. Mi shil mengiyakan, ini karena aku adalah Mi shil dan seperti itulah.

Kim Yong Chun lapor bahwa Se Jong dan seol won terlibat pertikaian. Raja bertanya apa yang terjadi di seorabeol, Raja bertanya pada So Hwa dimana Deok Man sekarang. So Hwa berkata bahwa Deok Man pergi untuk mencari konfirmasi dari Mi Shil. Raja merasa aneh karena Mi shil tidak ada di kediamannya dan jika sesuatu terjadi pada Deok Man apa yang harus mereka lakukan. Raja merasa sakit lagi. Ratu menolong suaminya dan minta So Hwa memanggil tabib istana. So Hwa akan pergi tapi Raja menghentikannya. Raja berkata semua yang hadir tahu kondisi kesehatannya, tapi ini bukan waktu yang tepat untuk mengungkapkan masalah ini pada semua orang dan minta mereka untuk membiarkannya.

Mi Shil kesal karena Chil sook melapor bahwa Dae Nam Bo mencarinya. Mi Shil sudah berkata pada mereka untuk menunggu, dia hanya pergi dari seorabeol untuk refreshing dan sekarang kondisinya menjadi seperti ini. Chil Sook berkata bukan seperti itu, dia juga lapor bahwa Putri Deok Man juga disini mencarinya. Deok Man masuk dan Bi Dam memberi salam pada Deok Man. Mi shil tanya apa maksud kedatangan Deok Man.

Kim Yu shin berbicara dengan Bi Dam, apa yang dilakukan Bi Dam di sini. Bi Dam berkata jika ini menimbulkan kecurigaan maka ia tidak akan menjawab. Kim Yu Shin berkata ini adalah keingintahuan, dan tanya ada apa. Bi Dam berkata dia menemui Mi shil untuk mengatakan padanya bahwa ia sudah ditipu oleh Kim Chun Chu, Kim Yu shin tanya lalu mengapa Bi Dam tiba2 menemani Mi shil berjalan-jalan. Bi Dam berkata tidak ada alasan untuk tidak pergi dengannya. Bi Dam tanya apa yang dilakukannya disini dengan Putri Deok Man. Kim Yu shin berkata Putri Deok Man merasa tidak tenang karena suatu masalah. Bi Dam tanya masalah apa. Mi Shil tidak berlaku normal. Bi Dam tersenyum tampaknya hanya dengan jalan-jalan biasa Deok Man dapat menarik kesimpulan dari masalah ini dengan lengkap. Kim Yu shin tanya apa memang benar Mi shil bertingkah aneh dan Bi Dam membenarkan.

Deok Man bertanya mengenai tingkah laku Mi shil yang aneh belakangan ini. Mi shil tidak tahu maksud Deok Man. Deok Man tanya apa Mi shil tahu berapa banyak usaha yang ia lakukan untuk menebak apa tindakan Mi shil.

Mi shil tanya apa itu. Deok Man berkata bahwa Mi shil adalah musuhnya yang ia percaya lebih dari orang lain yang ia kenal tapi kemudian mengapa tiba2 berubah dan bertindak tidak biasa sehingga ia tidak bisa yakin bagaimana menekan pikirannya dan melawan. Mi shil berkata bahwa Deok Man belajar berpikir dan bertindak seperti dirinya. Deok Man mengiyakan. Mi shil tanya kalau begitu Deok Man tahu alasan mengapa ia bertindak seperti itu. Deok Man merasa tidak nyaman.

Seol Won tanya apa Se Jong bergabung dengan Mi shil karena dia tidak bisa menandingi status dan kekayaan Mi Shil. Ha Jong berkata bukan begitu. Seol Won : Bukankah ia bergabung dengan Mi shil karena percaya sepenuh hatinya bahwa Mi shil memiliki kemampuan dalam penilaian dan apa kau pikir anak muda yang naif dan nakal itu mampu menipu Mi Shil.Seol won berkata Mi shil sedang menghadapi satu perubahan, ia tahu bahwa cahaya pewahyuan baru mungkin akan muncul dari pengalaman ini.

Mi shil berkata Deok Man sudah menanyakan banyak pertanyaan menarik padanya dan seperti biasanya ia menerima pertanyaan Deok Man. Deok MAn tanya, apa Mi shil berpikir bahwa dirinya korup, iya jawab Mi shil. Apa Mi shil sudah tidak bisa menahannya lagi, Mi shil membenarkan. Berarti ini adalah sesuatu dibalik pewahyuan barunya. Mi shil membenarkan. Deok Man tanya apa Mi shil benar2 akan melaksanakan pewahyuan itu. Mi shil berkata bahwa ada kemungkinan besar bahwa ia akan berakhir dengan kehilangan segalanya dan harus menyaksikannya. Deok Man merasa menang, tapi bagaimanapun jangan harap Mi shil akan menyerah begitu saja.

Mi shil berkata itulah yang disebut aset ganda, dalam kekayaan, militer dan bakat yang besar. Itu yang Deok Man inginkan dari Mi Shil, Mi Shil berharap ia dapat mewariskan itu untuk Deok Man, tapi apa yang dimiliki Mi shil tidak dipunyai Deok Man karena masalah waktu. Deok Man mengingatkan bahwa Mi Shil mungkin dapat kehilangan segalanya yang ia miliki, dan Deok Man belum memiliki apapun yang membuat Mi Shil ada dalam tingkat yang berbeda. Mi shil membenarkan. Itulah sebabnya ia datang ke sini untuk merenung dan berkontemplasi. Apa sebenarnya yang ia inginkan. Apa tujuannya secara fisik dan mental yang akan dipakainya untuk mulai bersaing dengan Deok Man untuk mendapatkan apapun di bawah langit ini.

Se Jong tanya apa Seol Won yang minta mereka melakukan ini padanya. Bo Jong hanya berkata Seol Won ingin berdiskusi mengenai perubahan sikap Mi Shil. Se Jong tanya jika demikian mengapa Seol Won tidak bicara saja. Ha Jong membawa Seol Won ke satu tempat. Deok Man meninggalkan Mi Shil dan Kim Yu Shin tanya apa yang ia dapatkan. Deok Man berkata bahwa Mi Shil sudah memutuskan. Bi Dam berkata bahwa Mi Shil berniat untuk menjalani jalan itu. Deok Man berkata mereka harus cepat tiba di Seorabeol.

Chil Sook datang bersama Dae Nam Bo dan lapor bahwa Kim Chun Chu sudah menikah dengan Bo Ryang. Dae Nam Bo memberikan surat dari Mi Saeng. Mi shil membacanya dan ia minta Dae Nam Bo menyiapkan kuda untuk mempercepat perjalanan mereka. Dae Nam Bo mengerti dan segera pergi. Mi Shil berkata ia akan kembali ke Seorabeol.

Deok MAn dan rombongannya tiba di Seorabeol dan Al Cheon menyambut mereka. Al Cheon lapor, saat mereka pergi Se Jong dan Seol Won Rang terlibat konflik dengan Se Jong. Al cheon berkata mereka masing2 membangun dukungan dari Hwarang dan sekarang sudah hampir meledak.

Deok Man tanya dimana Kim Chun Chu. Al Cheon sudah mengirim nangdo untuk mencarinya tapi belum berhasil. Kim Yu shin tanya tentang Bo Ryang. Al Cheon berkata Bo Ryang ada di kediamannya tapi Kim Chun Chu tidak ada. Al Cheon berkata mereka sudah mencari di setiap tempat tapi tidak ada tanda2 dari Chun Chu. Bi Dam berkata ada satu tempat, ia mungkin pergi ke sana. Deok Man tanya apa Bi Dam tahu di mana Kim Chun Chu.

Kim Chun Chu dan Yeom Jong sedang menikmati facial dengan handuk panas. Yeom Jong menceritakan pengalamannya di Mesir.

Yeom Jong heran mengapa orang2 di sana sangat gelap, jadi Yeom Jong hanya melihat gigi mereka saja, ia tertawa. Bi Dam datang diam2 dan mengambil handuk dari muka Yeom Jong. Bi Dam minta Yeom Jong diam. Bi Dam mendekati Kim Chun Chu dan Bi Dam mengambil handuk Chun Chu. Chun Chu berteriak beraninya mengangkat handuknya. Deok Man masuk bersama Kim Yu shin dan membuat Kim Chun Chu terperanjat.

Bi Dam mengenalkan Yeom Jong yang ia sudah sebutkan membantunya dalam kasus gandum. Deok Man mengangguk. Yeom Jong tanya bagaimana ia bisa mendapatkan kehormatan sekarang Putri sendiri ada di hadapannya. Bi Dam minta Yeom Jong diam. Deok Man minta mereka keluar, ia ingin berbicara dengan Kim Chun Chu. Semua membungkuk dan pergi. Kubu Se Jong dan Seol Won Rang saling berhadapan.

Kim Chun Chu tanya apa Deok Man datang untuk menyerah di depannya. Jika Deok Man mau bergabung dengannya mereka dapat mulai bernegosiasi. Kim Chun Chu mengagumi dan sangat menghargai kemampuan bibinya. Deok Man berterima kasih, tapi Deok Man harus minta maaf pada Chun Chu karena meremehkan dirinya. karena Chun Chu sangat muda dan tidak pantas untuk naik takhta tapi dia juga mengakui kemampuan luar biasa Kim Chun Chu. Deok Man berkata dibanding dengannya, Kim Chun Chu sudah memperlihatkan kemampuan untuk melihat ketulusan setiap orang.

Kubu Se Jong dan Seol Won sudah menghunus pedang masing2. Seol Won minta Se Jong mempercayai mereka dan jika Se Jong tidak percaya, maka Se Jong harus mempercayai Mi Shil. Seol Won berkata Se Jong tahu Mi Shil tidak pernah seperti ini. Se Jong setuju. Seol Won berkata ia mungkin ambisius tapi ia tidak ceroboh untuk bertindak tanpa sepengetahuan Mi shil. Seol Won minta agar Se Jong percaya. Seol Won Rang akan mempercayai Se Jong dan minta Bo Jong menyimpan kembali pedangnya. Bo Jong ragu2 dan Seol Won minta mereka melakukan dengan cepat. Setelah itu para Hwarang mundur. Tinggal Se Jong, Bo Jong, Seol Won Rang, dan Ha Jong.

Deok MAn berkata pada Chun Chu, bahwa rancangan Chun Chu gagal total. Kim Chun Chu tidak mengerti maksud Deok Man ia sudah gagal. Deok MAn berkata bahwa Kim Chun Chu hanya melihat satu arah saja. Kim Chun Chu berkata ia memikirkan semuanya dan sudah mempelajari situasinya. Kim Chun Chu berkata saat Deok Man memproklamirkan diri sebagai Bu Gun tidak ada alternatif lain selain dirinya yang bisa menjadi lawan untuk merebutkan takhta. Deok Man berkata ada seseorang. Kim Chun Chu heran ada kandiddat ke-3. Deok MAn dengan dingin berkata : Mi Shil.

Se Jong dan Seol Won Rang sudah dilepaskan dari ikatan mereka. Se Jong berkata apakah yang dikatakan Bo Jong padanya itu benar. Seol Won berkata benar. Ha Jong tidak percaya bahwa Mi shil ibunya akan mengambil kesempatan ini untuk dirinya sendiri. Se jong melihat Mi shil datang ke kuil dan memanggilnya.

Kim Chun Chu berkata itu tidak mungkin dan tidak masuk akal.

Deok Man : Apa yang sudah kau dan aku lakukan memang hebat. Impianku untuk takhta sebagai Ratu atau kata-katamu bahwa sistem Golpumjedo adalah sistem yang kuno dan usang dan sekarang kita berdua sudah melakukan sesuatu yang menyebabkan bangunnya Mi Shil. Naga yang sudah lama tertidur…sekarang bangun. Jadi sekarang kita harus bekerja sama untuk mencegah naga yang terbangun dalam dirinya.

Kim Chun Chu tidak percaya bahwa ini terjadi.

Deok MAn : Jadi mulai sekarang kau perlu mengambil tanganku, jika itu masih Mi Shil, aku akan berurusan dengannya.

Mi Shil mengumumkan pencerahan yang baru ia terima.

Mi shil : Aku akan melakukan ini sendiri, ini akan dipercepat.

Kubunya terkejut dengan niatnya.

Queen Seondeok Episode 43

Kim Chun Chu tidak percaya justru ini yang terjadi. Deok Man juga salah mengartikan Mi Shil. Kim Chun Chu berkata Mi Shil bukan Seongol dan bukan keluarga Raja. Tapi Deok Man mengingatkan bahwa Chun Chu pernah menyinggung kelemahan sistem Golpumjedo. Kim Chun Chu bertanya apa Mi shil punya hak untuk naik takhta. Deok Man berkata bahwa Mi Shil selama ini diakui atau tidak berperan besar dalam memeimpin Silla.

Kim Chun Chu : Apa kita akan membiarkan ini terjadi, mengapa kita tidak memberikannya saja pada Mi shil.

Deok Man : Tidak..Mi Shil mungkin memang ahli. Tapi kemudian tidak ada kemajuan di Silla. Bagaimanapun, Mi Shil tidak dapat mengabaikan latar belakangnya sebagai bangsawan. Tapi saat aku naik takhta, aku akan menancapkan akarku semakin dalam dan jauh. Akarku adalah rakyat negri ini. Aku mungkin kurang jika dibanding dengan Mi Shil tapi itu alasannya mengapa aku ingin naik takhta. Mengapa kau dan aku, atas nama keluarga Raja, Hwarang Yu Shin atas nama kekuatan Gaya, dan kekuatan daerah Hwarang Al Cheon, harus bersatu sebagai kesatuan. Inilah mengapa aku mengulurkan tanganku padamu. Sekarang..pilihannya terserah kau yang memutuskan.

Ha jong tanya apa maksud ibunya. Mi Shil sekali lagi menegaskan bahwa untuk Raja Jinji, Pangeran Baek Jeong, Se Jong, atau bahkan Kim Chun Chu, dia tidak akan mempromosikan siapapun naik takhta kecuali memberikannya pada dirinya sendiri. Mi Shil berlutut di depan mereka semua dan memohon dengan tulus untuk membantunya meraih takhta.

Kim Chun Chu merenung dan mencerna semua yang diungkapkan Deok Man. Al Cheon bertanya pada Deok Man apa keinginan Mi Shil adalah meraih takhta. Deok Man berkata dari yang ia lihat dan pikirkan. Kim Yu Shin bertanya mengenai Kim Chun Chu. Deok Man percaya Kim Chun Chu adalah anak muda yang cerdas dengan pemikiran kritis dan daya analisa tinggi dan percaya bahwa Chun Chu bijaksana untuk memutuskan sesuatu. Deok Man tanya Bidam bagaimana ia mengenal Yeom Jong. Bi Dam : Yeom Jong beberapa kali membantu guruku untuk berbagai urusan.

Deok Man tanya apa Chun Chu kenal dengan Yeom Jong saat ia kembali ke Silla, Bi Dam berkata sebelum ia kenal dengan Yeom Jong keduanya sudah saling kenal di Cina. Bi Dam berkata bahwa Yeom Jong tahu potensi Kim Chun Chu. Deok Man tanya apa yang dilakukan Yeom Jong untuk Moon Noh. Bi Dam berkata bahwa Yeom Jong memiliki jaringan yang memberikan informasi dan intelijen dari Goguryeo, Baekje dan Cina dan Yeom Jong mengenal bangsawan dari negeri itu. Deok Man tanya apa Yeom Jong bisa dipercaya. Bi Dam mengangkat bahunya, Yeom Jong adalah pedagang. Bi Dam berkata selama urusannya menguntungkan dirinya, mereka bisa mempercayai Yeom Jong. Deok Man tanya mengenai eisiensi Yeom Jong. Bi Dam meyakinkannya, Yeom Jong sangat bagus kalau tidak gurunya tidak akan memakainya. Deok Man melihat ketajaman dalam Yeom Jong saat Yu Shin tanya pendapatnya. Al Cheon berkata bahwa Deok Man harus mengatakan pada mereka tentang Mi Shil.

Deok Man berkata pada kubunya, bahwa ia dan Kim Chun Chu telah menyebabkan Mi Shil menyadari sesuatu dan ia ingin menguasai takhta juga. Kim Yu Shin berkata apa itu mengenai sistem Golpumjedo atau masalah gender. Deok Man membenarkan, bahwa sampai sekarang Mi Shil belum memproklamirkan diri, tapi angin perubahan sedang melanda Silla saat ini. Al Cheon berkata jadi Mi Shil akan maju sebagai calon Penguasa. Deok Man berkata jika itu mengenai jasa baik, dia memiliki dukungan dari sentimen publik lebih dari yang lain.

Menurut Yu Shin, meskipun Mi Shil sudah tidak dianggap setengah dewa dan kehilangan posisi di kuil, tapi pengaruhnya masih kuat di dewan menteri. Deok Man berkata sampai sekarang Mi Shil masih mendominasi administrasi. Bi Dam berkata bahwa yang paling penting adalah bahwa Mi Shil tidak melepaskan mimpinya, jadi jika takdir menghalanginya menjadi Permaisuri, ia akan menjadi…Deok Man menyambung kalimat Bi Dam : Ratu.

Al Cheon berkata tidak ada yang membuatnya heran tapi ia juga cukup bisa dicontoh. Kim Yu Shin berkata saat Deok Man memproklamirkan diri sebagai Ratu, dan membunyikan “alarm” Mi Shil. Deok MAn berkata jika Mi Shil memang memimpikan menjadi Ratu, maka tidak akan membuatnya terbeban dan terganggu. Deok Man berkata masalahnya keputusan Mi Shil naik takhta adalah saat Kim Chun Chu yang menciptakan konflik untuk memecah belah pihak Mi Shil dan gagal, Mi shil sudah melangkah ke depan dan menyatukan Se Jong dan Seol Won Rang yang hampir berperang.

Mi Saeng kaget ketika tahu dari Se Jong dan Seol Won Rang bahwa Mi Shil berniat menjadi Ratu. Seol Won berkata ia sudah bersama Mi Shil sejak pertama ia memiliki mimpi. Seol Won berkata bahwa latar belakangnya menjadi pemicu kekuatan sejak awal tapi sejak ia berdiri disamping Mi Shil selama ini, ia tahu bahwa mimpi mereka menjadi satu dan mimpi Mi Shil adalah mimpinya. Ha Jong masih ragu. Se Jong berkata Mi Shil benar2 jahat bagaimana ia bisa menginginkan dirinya lebih kuat dari mereka. Se jong berkata bagaimana mereka dapat memanggil diri mereka pria. Se Jong menghela nafas, ia akan mengikuti keinginan Mi shil.

Bi Dam tanya apa ada kemungkinan akan terjadi kudeta, Kim Yu Shin dan Al Cheon bertanya2 dan mereka yakin Mi shil bisa saja melakukannya. Deok Man berkata tidak mungkin. Kim Yu Shin berkata Mi Shil penah melakukannya saat Raja Jinji berkuasa. Deok Man berkata bahwa Yi Sabu, Geo Chilbu, No Ribu, bahkan Moon Noh semua dimenangkan oleh Mi Shil, dan ia melakukannya tanpa ada darah tercurah. Yu Shin menambahkan saat pengerahan prajurit, ia tetap dibenarkan. Deok Man berkata bukan hanya itu, Mi Shil menggunakan semua jasa2nya untuk mempengaruhi orang2 disekitarnya untuk mendapat dukungan.

Seol Won berkata keuntungan terbesar Mi Shil bahwa ia tidak pernah kehilangan penilaian mengenai banyak masalah. Ha Jong tanya apa Mi Shil akan memanfaatkan sidang dewan istana untuk mencalonkan diri sebagai Ratu. Mi Saeng berkata Putri Deok Man telah melakukannya, mengapa Mi Shil tidak bisa melakukannya juga. Jika ditanya siapa yang berhak menjadi Ratu, nama kakaknya pasti yang pertama disebut oleh rakyat. Ha Jong masih meragukannya.Semua bangsawan mengikutinya karena Mi Shil bukan keluarga Raja dan bagaimana kalau para bangsawan itu tidak mendukungnya. Mi Saeng bertanya apa Mi Shil akan melakukan hal yang sama ketika ia menurunkan Raja Jinji dalam mengatasi Raja Jinpyeong.

Se Jong berkata waktu itu mereka dibenarkan karena tindakan Raja Jinji yang semena-mena dan membuat rakyat menderita. Seol Won membenarkan, bahwa Raja yang sekarang tidak seperti itu. Lalu Mi Saeng menyarankan metode yang dilakukan kepada Raja Jinheung yaitu dengan pembunuhan dan mengubah wasiatnya. Seol Won berkata itu mungkin karena mereka adalah orang lingkar dalam Raja Jinheung lalu Ha Jong berkata apa yang akan mereka lakukan untuk menyukseskan ini. Mi Saeng berkata melalui dewan istana dimana Mi Shil akan dapat melancarkan rencananya. Seol Won juga memiliki pikiran yang sama. Tapi Ha jong berkata apa pendapat para bangsawan.

Kemudian Deok Man menjawab, para bangsawan akan terbagi kesetiaannya. Yu Shin berkata jadi kemungkinan para bangsawan yang dulu mendukung Mi Shil akan berbalik meninggalkannya. Al Cheon berkata itu mungkin saja karena tak seorang bangsawan pun yang mau kalau Mi Shil jadi Penguasa. Bi Dam berkata kalau begitu Putri Deok Man akan diuntungkan. Deok Man yakin sepertinya itu yang akan terjadi. Keputusan Mi shil akan menandai kejatuhannya karena kekuatannya mungkin akan menjadi kelemahannya dan ia akan jatuh. Bi Dam merenung pada kata kelemahannya. Deok Man tanya apa Yu shin sudah melakukan instruksinya. Kim Yu Shin berkata ada kecemasan dalam persiapannya, dan ia tanya apa Deok Man akan menyiapkan penjelasannya. Deok Man berkata waktunya sudah tepat tapi ada sedikit dalam prosedurnya yang harus dicermati dan memerlukan persiapan.

Raja bertanya mengenai masalah perubahan pajak yang ia dengar dari Kim Yong chun bahwa Deok Man sedang menghitung dan mengajukan perubahan perhitungan pajak untuk meningkatkan kemandirian pertanian, Putri Deok Man membenarkan. Raja mengatakan para bangsawan mungkin tidak setuju dengan proposalnya. Deok Man tahu dan para bangsawan mungkin tidak akan setuju dan proposalnya mungkin akan diperdebatkan selama bertahun2 antara keluarga Raja dan kaum bangsawan untuk menyadari dan memetik buahnya.

Kim Seo Hyeon tanya apa tujuan Deok Man mengajukan amandemen ini. Pertama, Keluarga Raja harus menunjukkan pada rakyat bahwa mereka melakukan ini untuk rakyat. Kedua, Deok Man menebak Mi Shil akan mengajukan diri menjadi Penguasa. Semua terkejut. Kim Seo Hyeon berkata jadi bukan lagi mengajukan Kim Chun Chu, melainkan dirinya sendiri. Deok Man membenarkan. Raja shock dengan kabar itu, Deok Man menambahkan oleh sebab itu ini adalah alasan utama dari amandemen mengenai aturan perpajakan yang baru untuk melumpuhkan kekuatan politik Mi Shil dan sekutunya dan itu akan terjadi.

Deok Man keluar dengan menyamar untuk masalah pajak. Seo Ji sedang mengatur pendaftaran tanah Silla dan minta stafnya tidak melakukan kesalahan dan tidak kehilangan satu detil kecilpun. Deok Man mengunjungi Seo Ji. Wyol Ya tanya bagaimana perkembangan masalahnya. Al Cheon berkata Raja sudah memberikan ijinnya. Wyol Ya merasa lega. Deok Man tanya dimana Bi Dam, Wyol Ya berkata Bi Dam ada di ruangan samping ia sedang memeriksa silsilah para bangsawan. Deok Man menemui Bi Dam dan tanya perkembangannya.

Bi Dam berkata ia sudah mengamankan catatan silsilah para bangsawan dari Yeom Jong dan jumlahnya ribuan. Deok Man ingin tahu bukan hanya kepemilikan tanah, tapi juga ikatan, koneksi, dan sekutu mereka. Bahkan hubungan mereka dengan Baekje dan Goguryeo harus dicatat. Bi Dam berkata ia sedang melakukannya. Deok Man berkata ini tidak dibatasi hanya para bangsawan tapi orang2 disekitarnya harus juga diperiksa. Bi Dam meyakinkan Deok Man ia sedang mengerjakan masalah ini dan akan mengurusnya. Deok Man berkata semua ini harus dilakukan dengan rahasia. Deok Man minta tolong agar Al Cheon dan Yu Shin memperhatikan pengobatan dan makanan Raja Jinpyeong. Al Cheon bertanya mengapa dan Kim Yu Shin menyimpulkan kecurigaan mereka siapa tahu Mi shil melakukan sesuatu dan mereka harus mencegahnya. Kim yu Shin mengerti dan akan melakukannya.

Seol Won dan kubu Mi Shil juga melakukan pemeriksaan silsilah para bangsawan. Ha Jong tanya apa mereka perlu bertemu satu persatu dengan mereka. Seol Won berkata mereka harus melakukannya. Dan mencari tahu pandangan dan berdiri diantara Mi Shil dan Putri Deok Man. Mi Saeng berkata bahwa sebagian bangsawan tinggal di Hwang Kyeong (rumah yang berdekatan, contoh di kompleks Bukchon Hanok Village di Seoul) yang memiliki sekitar 2000 rumah sudah ada 35.

Ha Jong melihat dari semuanya ada 25 yang sudah menjadi sekutu. Mi Saeng memeriksa lagi ada sekitar 200 bangsawan yang memiliki 300 rumah dan 450 bangsawan yang memiliki 100 rumah. Dan selain itu masih ada 200 lagi, jumlahnya terlalu banyak tapi dalam pandangan mereka bangsawan itu tidak akan banyak bersuara. Seol Won berkata para bangsawan ini mungkin akan memberikan pasukannya untuk Mi Shil. Ha jOng berkata ini bukan masalah dan Ha Jong menghitung anaknya yang dapat dinikahkan dengan 8 orang sebagai sekutu dan tanya berapa anak Mi saeng yang dapat ditambahkan. Mi Saeng berpikir sejenak dan Ha Jong berkata pamannya benar2 pintar tapi ia tidak tahu berapa anaknya yang belum menikah. (Tirza: kalo ngga salah Dae Nam Bo msh single yah..hmm..). Mi saeng berkata tidak semudah itu.

Ha jong berkata sangat bijaksana jika mereka memberikan kesempatan pada anak Mi Saeng untuk menikah dengan para bangsawan, itu solusinya. Seol Won setuju itu adalah solusi terbaik untuk menjadikan mereka sekutu. Ha Jong heran bahwa pemikirannya diakui. Mi Saeng berkata lihatlah betapa bahagianya Ha Jong bahwa akhirnya kepandaiannya diakui.

Mi shil merenung kemudian bertanya pada Chil Sook apa pendapatnya. Biarpun ia adalah orang yang mendengar niatnya pertama kali, Chil Sook tidak menunjukkan sedikit reaksipun. Chil Sook berkata ia adalah pengikut Mi Shil dan ia tidak punya keluarga atau kekayaan untuk dicemaskan dan apapun yang ingin dicapai Mi Shil akan menjadi tujuannya. Mi Shil sembari mendengar ia merasa Chil sook membencinya. Chil Sook menyangkalnya. Mi Shil berkata bahkan biarpun Chil sook membencinya itu tidak membantu. Karena dirinya banyak orang menderita tapi ia tahu Chil Sook akan tetap setia mengikutinya sampai akhir. Mi shil percaya ini belum terlambat dan jika ia sudah memikirkan ini selama satu dekade lalu.

Seol Won masuk dan menyerahkan dokumen. Seol won berkata untuk memulainya, mereka akan melihat reaksi para bangsawan dalam kegiatan mereka. Mi Shil mengerti dan memuji seol won sudah melakukan yang baik dalam keputusannya. Mi Shil berkata ia tidak akan punya waktu untuk bersaing tapi tetap ini akan bermanfaat untuk mereka, ia minta Seol Won melanjutkan pemeriksaan. Seol Won tanya bagaimana dengan Kim Chun Chu. Mi shil tersenyum.

Yeom jong menjelaskan pada Chun Chu tentang perubahan penghitungan pajak dan amandemen yang diajukan Putri Deok man. Ia sedang mengumpulkan informasi dari kaum bangsawan dan tuan tanah. Kim Chun Chu berkata bibinya mencoba membayangi langkahnya. Yeom Jong tidak mengerti dan Kim Chun Chu berkata bukan apa2. Kim Chun Chu menanyakan kegiatan Seol Won dan Se Jong, Yeom Jong lapor tidak ada yang aneh dan Mi shil? Yeom Jong berkata tidak ada apa2. Kim Chun Chu kemudian pergi dengan tergesa. Yeom jong merasa ia tidak pernah bisa menebak Kim chun Chu. Chun Chu menuju suatu tempat.

Bo Jong berkata bahwa ibunya minta mereka melaksanakan rencanyanya. Se Jong membenarkan. Dae Nam Bo datang dan berkata Kim Chun Chu ada disini. Mi saeng : Suruh ia masuk. Kim Chun Chu masuk dan Mi Saeng memberi salam dengan resmi. Kim Chun Chu memberi salam dan berkata mereka semua berkumpul di sini. Bo Jong berkata mereka mencari Kim Chun Chu. Se jong berkata tidak peduli betapa muda dan naif Kim chun Chu, ia adalah cucu Raja. Ia harus mengadakan upacara pernikahan dengan resmi. Mi Saeng berkata mereka harus mengadakan upacara ini dalam perayaan keluarga mereka.

Kim Chun Chu ingin tahu dimana Mi Shil. Ia ingin bertemu Mi shil. Kim Chun Chu bertemu Mi shil dan Chil Sook memberi hormat. Mi shil mengucapkan selamat atas pernikahan Kim Chun Chu. Mi Shil berkata betapa bahagianya Putri cheon Myeong jika ia tahu putranya sudah menikah. Mi Shil berkata ia dan Kim Chun Chu memiliki hal yang sama bahwa mereka berbagi sejarah bersama kakeknya Raja Jinji yang sudah diturunkan, ayahnya Kim Yong Su dan ibunya putri Cheon Myeong dan Mi shil mendekat dan memeluk Chun Chu serta berbisik di telinganya : “Akulah yang membunuh mereka semua dan tanya mengapa bisa demikian, ini karena kesombongan darah keturunan raja dalam mereka dan mereka berusaha membunuhnya yang membuat dasar konflik.”

Mi Shil minta agar Chun Chu tidak mengulangi kebodohan mereka. Karena ia sudah memberikan jiwa dan raganya sepanjang hidupnya untuk menjadi Permaisuri yang ia tutupi dengan strategi dan ide. Mi Shil berkata jika Chun Chu takut dengannya maka chun Chu harus memihaknya dan jika ia kesini untuk balas dendam, maka Kim Chun Chu harus melawan dan menaklukkan Mi Shil seperti Putri Deok Man. Karena hanya ada 2 hal yang dapat dilakukan Kim Chun Chu. Ia berkata pada Chun Chu, pertaruhkan nyawamu untuk melawanku atau ia hanya akan hancur dan mati. Kim Chun Chu kaget Mi shil baru saja memberinya satu pelajaran mengenai hidup.

Kim Chun Chu pergi dan ia tahu apa yang akan dilakukannya. Deok Man duduk di kuil Putri Cheon Myeong. Chun Chu masuk dan ia melihat Deok Man berdoa, ia akan pergi tapi Deok Man memanggilnya dan ia senang melihat Chun Chu. Kim Chun Chu berbalik dan memberi salam. Ia akan pergi. Deok MAn berdiri dan tanya mengapa ia pergi begitu cepat. Kim Chun Chu tanya apa ia orang yang mencoba menyebarkan perpecahan dan membayangi langkah Chun Chu. Deok Man mengaku ia mempelajarinya dari Kim Chun Chu dan juga Mi shil. Deok Man berkata melumpuhkan musuh tanpa merusak adalah prinsip kebajikan. Kim Chun Chu bertanya-tanya siapa yang akan menang akhirnya. Kim Chun Chu pergi dan Deok MAn minta Chun Chu membantunya. Chun Chu tanya apa Deok Man mencoba agar ia membatalkan keputusannya. Bukan, tapi kau pernah tanya apa tujuanku datang ke Seorabeol.

Deok Man berkata, ia datang bukan hanya untuk Mi shil, tapi juga untuk Raja Jinpyeong dan negeri mereka yang menggelikan ini akan menjadi korban dari kemarahannya dan ia berkata pada Chun Chu bahwa ia tidak bisa lagi mempercayai seorangpun di dunia ini bahkan tidak Raja Jinpyeong, atau Ratu Maya atau bahkan Kim Yu Shin dan tidak seorangpun akan percaya dengan hatinya dan ini yang ada dalam hatinya sekarang.

Deok Man berkata bahwa kesombongan dan dendam menguasai jiwanya, pikirannya terperangkap oleh semua korban balas dendamnya dan sama dengan Kim Chun Chu juga memiliki perasaan dan pikiran itu. Deok MAn berkata bagaimanapun ia tidak bisa seperti itu, jika ia tidak percaya seorangpun maka tidak ada yang bisa ia mulai. Deok Man mengundang Kim Chun Chu untuk memulainya bersama. Kim Chun Chu tersenyum.

Kim Yu Shin dan So Hwa pergi ke klinik istana. Kim Yu Shin mengumumkan bahwa mulai hari ini So Hwa, pengasuh Putri Deok MAn akan mengawasi obat yang akan diminum Raja Jinpyeong. So Hwa berkata pada staf klinik mereka harus mencatat obat yang dimakan oleh Raja. Semua mematuhinya. Kim Yu Shin berkata bahwa So Hwa akan mengawasi obat Raja. Ratu setuju bahwa So Hwa yang akan mengawasinya, Kim Yu Shin minta ibunya mengawasi makanan Raja. Putri Man Myeong menyanggupinya.

Kim Yu Shin mengingatkan bahwa Putri Man Myeong jangan hanya mengawasi bahan mentah tapi juga setiap produk yang dikonsumsi Raja. Putri Man Myeong meyakinkan Yu shin. Kim Yu Shin berkata, sebelum makanan atau obat disajikan untuk Raja, mereka harus mencicipinya dulu, keduanya menyanggupinya.

Kim Yu Shin mengingatkan So Hwa bahwa tugasnya mengawasi pengobatan untuk Raja. Kim Seo Hyeon berkata ia sudah mengerahkan lebih banyak pengawal untuk sebagai keamanan istana. Ratu Maya berterima kasih pada Yu Shin dan Deok Man atas ketelitian mereka. Kim Yu Shin menemui Deok Man dan ia melapor kalau Bi Dam dan Al Cheon sudah pergi untuk melakukan tugas mereka. Kim Yu Shin yang akan menemaninya keluar. Yu Shin melihat Deok Man tidak terlalu baik, Deok Man berkata ia berbicara dengan Chun Chu. Kim Yu Shin minta Deok MAn sabar menunggu jawaban Chun Chu. Deok Man bersama Bi Dam, Al Cheon, Yu Shin dan Wyol Ya (atau lain kali kusingkat Deok Man F4 aja ya..), memisahkan dokumen2. Deok Man bertanya mengenai Bangsawan Ugwang, Bi Dam mencari dan lapor bahwa ia adalah gubernur Gyeonseong (skr kota Pocheon, propinsi Gyeonggi) dan ia adalah kakak ipar Bangsawan Doyong dan ia memiliki 3400 sok tanah. (1 seok = 15 m persegi)

Al Cheon berkata menurut penemuan mereka, bangsawan yang memiliki 3000 seok tanah paling banyak. Wyol Ya tanya apa mereka akan membatasi pada 3000 seok sebagai standarnya. Deok Man berkata mereka mungkin tidak mengerti. Tanah 3000 seok tidak cukup dan mungkin tidak. Yu Shin tanya mengapa. Kim Chun Chu masuk ke ruangan dan berkata dengan menetapkan batas, tidak mungkin membuat perpecahan yang ingin mereka lakukan antara bangsawan. Semua heran dengan kedatangan Chun Chu Yang tiba2, Kim Chun Chu menambahkan, jumlah bangsawan yang memiliki tanah memang banyak tapi bangsawan dengan pangkat Gubernur lebih rendah dari 6. Kim Chun Chu merasa bahwa mereka harus mendapat dukungan dari bangsawan dengan tingkat ini, tapi mereka juga harus menciptakan batas apakah bangsawan itu akan melawan atau netral. Bukankah ini alasan yang mereka perlukan untuk mengamankan pengaruh sesegera mungkin demi Putri Deok Man. Deok Man tersenyum, Kim Chun Chu sudah membagikan pemikirannya pada mereka. Kim Chun Chu siap menyambut tangan deok Man.

Kim Chun Chu tanya apa Deok MAn siap menerimanya dengan semua kesalahan dan kepahitan yang ada dalam hatinya. Deok Man berkata bukan hanya Kim chun Chu saja, tapi semua orang yang bergabung dengannya. Dengan kepahitan, mimpi, dan harapan..dia harus bisa merangkul mereka semua dan ini akan menjadi dasarnya. Jika Kim Chun Chu merasa naungan Deok MAn terlalu kecil untuk mimpinya, maka Kim Chun Chu bebas kapan saja untuk pergi.

Kim Chun Chu memandang Deok Man dan bertanya apa ia dapat mengalahkan Mi Shil dan Kim Chun Chu menangis karena teringat ibunya dan ia bertanya apa Deok MAn juga mengucurkan air mata sebanyak dirinya untuk ibunya. Deok MAn memeluk Kim Chun Chu yang menangis. Kim Chun Chu bergabung dalam rapat. Kim Yu Shin berkata mereka akan menentukan batas pada 5000 seok sebagai standar. Deok MAn melihat ke arah Chun Chu. Chun Chu setuju. Wyol Ya berkata pasti begitu. Deok MAn tersenyum pada keponakannya. Bi Dam berkata sekarang tinggal mengumumkan perubahannya. Deok MAn berkata ia akan melaporkan pada dewan besok di istana.

Para Bangsawan mendengar mengenai perubahan perhitungan pajak yang menyebabkan kegaduhan dalam rapat dewan. Deok Man berkata semua tanah yang sudah dianugerahkan pada Raja Jinheung …semua kepala daerah dan orang2nya sekarang ada di tangan kaum bangsawan dan tidak sesuai dengan harapan penguasa terdahulu, yang menginginkannya untuk memperluas wilayah dan sebagai hasilnya justru semakin memiskinkan rakyat dan menagih jumlah pajak yang sama adalah paktek yang kotor dan tidak jelas. Deok Man berkata dengan batas 5000 seok sebagai standar untuk menambah pajak dan untuk siapa saja yang memiliki tanah seluas 5000-7000 seok akan direkomendasikan 6 hal (1 hal = 1/10)

Lalu Deok Man mengumumkan perubahan, yang memiliki tanah 7000-9000 seok akan dikenakan 7 hal, 9000-12000 seok akan dikenakan 8 hal, semua bangsawan kaget bagaimana bisa begitu tinggi. Deok Man mengatakan mereka yang memiliki tanah dibawah 5000 seok, pajaknya akan dikurangi dari 5 hal menjadi 3 hal. Dan petani yang memiliki tanah 500-5000 seok akan dipungut 2 hal. Petani dengan tanah kurang dari 500 seok akan membayar 1 hal. Mi Saeng berkata apa ini artinya pajak untuk bangsawan tingkat rendah akan dikompensasi oleh bangsawan tingkat tinggi dengan memungut lebih besar. Deok Man membenarkan. Raja menyatakan bahwa perubahan pajak ini akan diajukan sebagai undang-undang. Raja menginginkan agar dewan istana segera meloloskan undang-undang ini. Para bangsawan ribut, sebagian senang dan sebagian lagi kesal. Deok Man tersenyum pada Mi Shil.

Joo Bang keliling kota dan mengumumkan pada masyarakat mengenai perubahan peraturan pemungutan pajak. Rakyat senang sekali karena ada pengurangan pajak untuk mereka yang memiliki tanah sedikit. Joo Bang berkata Putri sedang berusaha agar RUU ini bisa segera disahkan oleh dewan istana. Rakyat meragukan apa mereka mau karena kebanyakan anggota dewan adalah bangsawan. Yang lain berkata disahkan atau tidak ini memberikan mereka sedikit kelegaan untuk memperbaiki kehidupan mereka, dan betapa senangnya mereka karena Putri Deok MAn memberikan jalan keluar dari penderitaan mereka dan membuat mereka berharap untuk masa depan dan yang lain merayakan RUU Deok Man yang dipimpin Joo Bang. Orang2 itu berkata Joo Bang dan yang lain datang dari istana itu berarti mereka bertanggung jawab melindungi Putri.

Joo Bang sambil makan berkata memang begitu. Orang2 meminta mereka melayani dan melindungi Putri Deok MAn. Joo Bang meyakinkan orang2 bahwa mereka akan melakukannya. Go Do sangat senang dengan impian sebagai pengawal istana, itu adalah keputusan terbaiknya. Guk San Heun dan Dae Pung juga setuju. San Tak datang dan seperti biasa saling mengolok dengan Joo Bang.

Mi Saeng kesal karena para bangsawan jadi kacau. Bangsawan yang rendah tingkatannya bersorak sorai, tetapi sebaliknya bangsawan tingkat tinggi kesal. Ha Jong tanya apa ia sudah gila mengajukan undang-undang seperti itu. Seol Won berkata, tidak. Ia menciptakan pemisahan diantara para bangsawan. Seol Won berkata mereka harus memikirkan ini lebih jauh, apakah RUU ini akan memecah bangsawan tingkat rendah dan tinggi. Mi Saeng berkata ini persis seperti saat Kim Chun Chu menikahi Bo Ryang yang membuat Se Jong dan Seol Won Rang hampir bertikai. Seol Won membenarkan, Putri ingin mencoba memecah bangsawan. Seol Won berkata Putri Deok Man sudah bertambah bijak seiring berjalannya waktu.

Bo Jong dan para kapten Hwarang merasa tidak puas dengan perlakuan ini. Tapi yang lain berkata UU itu cukup adil, karena yang tanahnya banyak juga harus membayar banyak, sebaliknya yang sedikit mambayar sedikit. Seok Bum bahkan juga diuntungkan dari UU ini tapi perubahan pajak bukan topik diskusi kilahnya. Bo Jong sudah melihat perpecahan dalam tubuh Hwarang.

Beberapa bertanya pada Ho Jae, Ho Jae tidak tahu hasil dari masalah ini. Ho Jae juga berharap RUU ini segera disahkan tapi ia ragu apa dewan istana akan meloloskannya. Ho Jae bertanya pada Wyol Ya apa pendapat Putri dan Wyol Ya menjawab bahwa Putri sangat yakin dengan ini. Ho JAe berkata ayahnya datang ke seorabeol dan berharap dapat bertemu Se Jong. Phil Dan mereka akan ikut. Im Jong berkata ia harus menemui Kim Yong chun juga. Ho Jae pergi, Wyol Ya juga mau pergi tapi ia ditahan oleh Phil Dan. Phil Dan ingin berbicara dengan Wyol Ya.

Ho Jae menemui Se Jong dan mengatakan bahwa mereka mendukung RUU perubahan penghitungan pajak Putri Deok MAn. Se jong kaget. Ha jong kesal, mereka pasti sudah gila. Phil Dan berkata bahwa ayahnya minta ia menyatakan keinginannya pada Se Jong mengenai masalah ini. Semua bangsawan yang lain juga berkata mereka memberikan dukungan pada Se Jong sejak lama, Jika Se jong menolak RUU ini makan mereka akan kehilangan dukungan dari semua bangsawan yang hadir. Ho JAe berkata ini adalah permintaannya yang tulus.

Kim Yong Chu berkata pertentangan kedua kelas bangsawan mulai terlihat. Raja berkata RUU ini terlihat mungkin dan langsung tapi perdebatan sudah mulai terdengar di koridor dewan istana. Raja berkata Deok Man tidak berharap RUU nya diloloskan pada dewan istana. Ratu bertanya lalu apa, Kim Yong Chun berkata itu tidak akan lolos karena ada 8 suara melawan 2 suara milik mereka. Tapi jika RUU ini ditolak maka akan terdengar suara menderita dari bangsawan tingkat rendah. Raja berkata latihan ini akan menunjukkan dan memutuskan siapa yang melawan reformasi. Ratu menambahkan juga akan menunjukkan pada bangsa ini seperti apa Dewan istana itu.

Kim Yu Shin menemui Wyol Ya dan Phil Dan. Kata Wyol Ya, Phil Dan ingin bertemu Yu Shin. Phil Dan berkata ia memiliki surat dari ayahnya untuk Putri Deok Man, ia menyerahkan surat itu pada Yu Shin. Kim Yu Shin melapor pada Putri, bahwa bangsawan yang lebih rendah mulai bereaksi pada RUU, Al Cheon juga berkata ayahnya juga sudah mengirim surat dan berkata ia akan menghadiri rapat dewan istana. Deok Man senang ini terjadi. Kemudian Yu Shin ingat ia membawa surat dari ayah Phil Dan. Deok Man membacanya dan ia berkata Bangsawan Jujin ayah Phil Dan ingin bertemu dengannya.

Al Cheon berkata jika Jujin bergabung, ia adalah sekutu terbaik karena ia memiliki 5000 prajurit elit dan terletak paling dekat dengan Seorabeol. Yu Shin menambahkan ada peningkatan jumlah bangsawan yang ingin bepartisipasi dalam RUU mereka dan menunjukkan minat yang besar. Deok Man tersenyum bahwa RUU-nya mulai berdampak.

Mi Shil duduk dan kesal dengan RUu yang diajukan Deok Man. Mi Saeng mengeluh dan Ha Jong berkata bangsawan tingkat rendah mulai membuat keributan dengan masalah ini, Se Jong setuju mereka sudah jelas2 memperlihatkan oposisi pada kubu mereka. Semua dengan senang hati dan bahkan menekan sidang dewan istana untuk meloloskan RUU itu sebagai UU. Mi Shil tersenyum, Deok Man benar2 ahli dan tahu bagaimana beradaptasi dengan situasi dan mengambil kesempatan saat jalan sudah mengarah padanya. Mi Shil tanya apa Seol Won sudah bertemu dengan para bangsawan yang ia sebutkan. Seol Won sudah bertemu mereka, tapi pandangan mereka sudah mulai bergeser. Ha jOng berkata jika demikian, maka dukungan para bangsawan pada mereka akan lenyap.

Mi Shil diam saja dan Ha Jong memohon agar ibunya menjawab. Mi Shil berkata jika ini berlanjut maka mereka akan menjadi pengacau dan sasaran dari kemarahan dan ketidakpuasan. Mi Shil setuju bahwa mereka tidak boleh membiarkan ini terjadi dan tidak perlu membuat keresahan dalam kubu mereka dan minta dewan untuk mengesahkan RUU itu. Mi Saeng heran bahwa kakaknya meminta mereka menyetujuinya. Se Jong dan HA Jong tanya apa alasannya. Mi Shil memberi tanda agar mereka menyampaikan suratnya, Se Jong harus memberikan surat pada Seol Bu, Seol Won ke Jinju, Mi Saeng ke Bangsawan Shim Bo dan Ha Jong untuk Bangsawan Sung Shin. Mereka harus memberikan surat Mi Shil pada setiap orang secara pribadi bertemu mereka dan harus memberikan jawaban besok. “Ayo tunggu apa lagi..”

Deok Man melihat semua persiapan sidang dan berkata besok adalah harinya. Kemudian keesokannya sidang dimulai. Semua anggota dewan memberi hormat padanya. Deok Man masuk dan melirik Mi Shil, yang menghormat padanya. Se Jong membuka sidang dengan agenda untuk memutuskan RUU perubahan perhitungan pajak. Dan mereka akan melakukan debat dan mengambil keputusan. Se Jong minta mereka memberikan keputusan tanpa keraguan dan penundaan. Ia meminta para Bangsawan memberikan suara setuju atau tidak untuk RUU ini. Lalu para bangsawan mengambil keputusan mereka. Suaranya 9 setuju dan 1 menolak. Kim Seo Hyeon heran, Al Cheon merasa ini aneh bahwa semua anggota dewan memberikan suara setuju sebanyak 9 (mayoritas) dan mencium ada yang tidak beres. Kim Yu Shin berkata Mi shil mencoba menghindari menciptakan keresahan di kalangan bangsawan dengan menyetujui RUU. Deok Man melihat Mi Shil, ia tidak berharap hasilnya seperti ini.

Deok Man berdiri dan mengumumkan dia juga punya proposal yang lain. Se Jong mengingatkan tidak ada debat lebih jauh lagi saat suara sudah diambil dan hasilnya sudah diumumkan sesuai dengan tradisi dewan istana. Deok Man berkata ia tidak mendebat tapi mengusulkan. Deok Man berkata bahwa ia mengusulkan agar keputusan diambil berdasar suara terbanyak dan bukan dengan suara bulat dewan istana. Se Jong berkata ini adalah tradisi yang sudah lama dan tanya apa Deok Man ingin mengubah inti dari akar negara mereka. Deok Man berkata di Silla dewan istana masih menggunakan sistem pengambilan suara berdasarkan suara bulat dimana yang lainnya. Hanya dalam dewan istana yang menggunakan suara bulat, dan jika ada proposal yang tidak disetujui Sangdaedeung, maka tidak akan lolos sebagai hukun dan ini bukan hanya memperlambat kemajuan negara, tapi hanya terlihat untuk melindungi kepentingan bangsawan tingkat atas yang duduk dalam dewan. Deok Man mengusulkan untuk mengganti sistem pemungutan suara dimana para bangsawan yang duduk sebagai saksi memberikan suara mereka untuk membuat perubahan sistem pemungutan suara dalam dewan istana.

Bangsawan mulai berkata Deok Man benar dalam proposalnya dan Mi saeng dan Se JOng tampak tidak tenang dan gempar.

Deok MAn duduk dan tersenyum bahwa dia akan mendapatkan hasil yang menjanjikan. Mi shil dan Deok Man saling memandang satu sama lain. Deok Man tersenyum pada Mi Shil.

Queen Seondeok Episode 44

Bi Dam tanya apa arti 9 lawan 1 suara. Yeom Jong menjelaskan, ada 9 suara setuju, dan 1 tidak. Tapi sistem pemungutan suara di dewan istana adalah sistem suara bulat, jadi dengan adanya 1 suara saja tidak setuju, maka RUU itu tidak bisa disahkan. Chun chu kaget ketika tahu bahwa yg memberikan suara setuju adalah Se Jong, Ha Jong, Mi Saeng,..Yeom Jong membenarkan. Bi dam berkata ini benar2 kerjaan Mi shil. Ia sudah memperkirakan dan mengatur ini, ia tidak setuju tapi tidak mau kalau dilihat bahwa pihaknya tidak setuju. Maka dengan menggunakan sistem dewan istana, mereka menggagalkan RUU ini.

Yeom Jong berkata sekarang Putri Deok Man mengajukan perubahan sistem pemungutan suara di dewan istana, Bi Dam berkata suara mayoritas. Yeom Jong ragu apa proposal ini akan disetujui. Kim Chun Chu berkata mungkin tidak akan disetujui tapi ini bukan strategi yang jelek juga, Mengapa bisa begitu? tanya Bi Dam. Itu karena banyak bangsawan yang pasti akan kecewa dengan kejadian ini dan Bi Dam menyambung, pihak Putri dapat menggunakan kekecewaan mereka untuk menekan dewan istana.

Yeom Jong berpikir ini ide brilian. Bi Dam berkata anggota dewan adalah sekumpulan orang2 tidak berguna dan sangat berlebihan dan kuno. Kim Chun Chu berkata mereka harus menggunakan itu agar dewan istana benar2 terlihat seperti kata Bi dam.

Se jong mencoba mengadakan pemungutan suara lagi, sekarang hasilnya 8 suara menolak lawan 2 setuju. Jadi proposal Putri ditolak. Mi Shil tersenyum dan Deok Man berkata pada Mi Shil dalam hati, apa kau pikir ini kemenangan. Mi Shil melihat ke arah Deok Man : Aku cuma membalasmu.

Para bangsawan yang merasa diuntungkan oleh RUU Putri, keluar dari ruang sidang dengan kecewa. Mereka saling mengungungkapkan kekecewaan mereka, kemudian Mi Shil datang dan menyalami mereka.

Deok Chung dan Hwang Yun berdebat mengenai tanah milik keluarga mereka. Deok Chung tanya apa maksud Phil Dan. Phil Dan berkata ia tidak bermaksud apa2, Deok Chung tanya apa terlihat sebagai kejahatan untuk memiliki tanah yang luas atau properti banyak. Baek ui mencoba menenangkan teman2nya. Deok Chung berkata bahwa alasan keluarganya memiliki tanah yang banyak adalah karena mereka telah berjasa besar pada negara sehingga mereka memiliki banyak tanah, apa itu kejahatan. Hwang Yun berkata bahkan bangsawan dengan tanah sedikit juga memiliki kesetiaan yang sama pada negara. Deok Chung berkata semua manusia berbeda dan tanya apa mereka harus memisahkan kesamaan pemilikan hak tanah diantara orang2. Seok Bum tanya apa yang mereka ributkan.

Raja tanya pada Kim Yong Chu, jadi Deok Man mengusulkan perubahan sistem pemungutan suara di dewan istana. Kim Yong Chu berkata, ia dan bangsawan Kim Seo Hyun setuju tapi 8 yang lain tidak. Ratu tahu sulit mengubah sistem yang sudah berlangsung selama lebih dari 700 tahun. Kim seo Hyun berkata RUU Putri ditolak dan bangsawan yang diuntungkan merasa kecewa. Raja berpendapat sepertinya Deok Man ingin menunjukkan bahwa dewan istana sudah kuno dan berlebihan. Kim Yong Chu membenarkan. Raja berkata ini benar bahwa Deok Man sudah berhasil untuk memperlihatkan bahwa…tiba2 Raja terkena serangan lagi dan Ratu tanya apa suaminya baik2 saja dan minta Baginda istirahat. Tapi Raja berkata ia baik2 saja.

Putri dan Mi Shil bertemu di koridor. Mi Shil minta Deok Man tidak terlalu marah karena ini hanya pertukaran satu dengan yang lainnya. Mi Shil berkata bahwa sistem suara bulat sudah dipraktekkan selama 700 tahun, Deok Man berkata bahwa sistem itu sudah kuno dan berlebihan dan tidak sesuai dengan perkembangan politik sekarang. Dewan istana sekarang terlihat hanya bangsawan level atas yang melakukan semuanya demi kepentingan mereka sendiri. Mi Shil berkata itu benar, apakah Putri tidak menyadari bahwa sistem yang sama juga menguntungkan Deok Man dan Deok Man tidak mengerti maksud Mi Shil. Mi Shil berkata apa kebetulan para bangsawan membiarkanmu tetap dalam politik dan pengambilan keputusan.

Mi Shil berkata berdasarkan sistem mayoritas hanya diperlukan 6 suara untuk memaksa Deok Man keluar dari dunia politik tapi dengan sistem suara bulat, biarpun hanya Kim Yong Chun dan Kim Seo Hyun yang mendukung, hanya proposal Deok Man saja yang ditolak tapi Deok Man tetap dapat menikmati status politikalnya. Mi Shil berkata bahwa undang-undang dan lembaga selalu seperti pedang bermata dua yang mematikan dan bukan hanya musuhnya yang terlukan tapi bahkan yang mengayunkan dan memegang senjata itu juga mungkin akan terluka.

Deok Man tanya apa menggunakan undang2 dan institusi akan terlihat sebagai tindakan yang tidak benar. Mi shil menjawab hanya untuk menyadari ke mana arah yang dituju dan ia tertawa..

Mi Shil : Lagi…hampir..Aku hampir saja mengatakan padamu dan menunjukkan jalannya padamu! Betapa tajamnya pemikiranmu dan ketulusanmu yang membuatku hampir sekali lagi jatuh dalam perangkapmu.

Mi Shil pergi.

Santak mengejek Joo Bang bahwa dewan istana menolak RUU Putri. Joo Bang berkata San Tak harus sadar bahwa mereka adalah idiot. Joo Bang tanya berapa tanah yang dimiliki keluarga San Tak, apa ia memiliki lebih dari 5000 seok? San Tak berpikir dan berkata jika RUU itu disetujui, maka keluarganya akan memiliki kehidupan yang lebih baik. Joo Bang berkata San Tak benar2 idiot bahwa ia bahkan tidak sadar bahwa RUU akan memberinya keuntungan dan manfaat sama seperti anggota resimen Yonghwa yang lainnya. San Tak mulai mendapat pencerahan dan Joo Bang memukul kepala San Tak. Santak akhirnya menyadari RUU itu seharusnya disetujui.

Seok Bum dan kapten Hwarang lainnya mulai memikirkan RUU itu kembali. Mereka berkata setelah dipikir kembali RUU itu bukan hal yang buruk dan tanya pada Seok Bum apa itu benar. Seok Bum kesal. Mereka heran mengapa Seok Bum marah, para kapten yang lain mulai menyadari bahwa jika ini lolos mereka akan mendapat manfaatnya. Seok Bum berkata apa mereka tidak sadar ini taktik Putri agar kubu Mi Shil kalah. Kapten yang lain mengingatkan bahwa mereka sudah rugi dari insiden gandum waktu itu.

Seok Bum minta mereka berhati2 dengan kata2nya, bahwa mereka sekarang ada di posisi ini dan memiliki tanah itu karena kemurahan Mi Shil dan minta agar mereka tidak melupakan kebaikan itu. Seok bum pergi.

Ha jong berkata pada ibunya, sejak hari Deok Man kembali ke seorabeol, tidak pernah ada ketenangan sehari saja. Ha Jong berkata sekarang para bangsawan mulai mengeluarkan keluhannya. Mi Shil berkata ia bisa mengerti reaksi mereka. Ha Jong berkata tapi sistem itu sudah berjalan selama 700 tahun dan mengapa tampaknya Mi Shil ingin menyetujuinya. Mi Shil berkata pada akhirnya memang benar bahwa dewan istana sudah kuno dan berlebihan. Se Jong dan Ha Jong kaget. Mi shil berkata jika ia ingin meraih mimpinya maka hal pertama yang harus ia lakukan adalah menghapus dewan istana tapi tentu saja sekarang belum saatnya dan ia menenangkan Se Jong.

Al Cheon shock, Kim Chun Chu ingin melakukan apa pada dewan istana? Kim Chun Chu tanya apa masalah ini terlalu dini untuk dibicarakan tapi akhirnya mereka harus menyingkirkan konsep dewan istana semuanya. Deok Man tersenyum saat Chun Chu tanya pendapat mereka. Deok Man berkata ia memiliki pemikiran yang sama. Al Cheon : “Tapi dewan istana sudah memakainya selama 700 tahun dan harus dihapuskan..”

Deok Man berkata langkah mereka dari sini sampai nanti akan dibebani oleh semangat dan kehebohan itulah mengapa mereka harus menghapus dewan istana. Deok Man berkata bahwa Silla memerlukan lusinan pengambilan keputusan dengan cepat dan kemampuan untuk melaksanakan dengan cepat semua perubahan yang akan membuat mereka sukses dan berhasil.

Seol Won membawa dokumen untuk Mi Shil. Seol Won berkata ia tidak tidur semalaman untuk menyusun rencana ini. Mi shil membacanya dan terlihat sangat puas dan berkata ini benar2 tindakan pengecut dan penipuan dan Seol Won mengakuinya. Mi Shil berkata ini harus lebih pengecut, tidak peduli, dan bahkan kejam untuk melakukan penipuan ini. Seol Won setuju ia akan kembali untuk menyusun dan memikirkannya lagi. Mi shil membakar rencana itu dan ia memerintahkan lebih baik jika rencana itu lebih hina dan menjijikkan dan jika ada yang membacanya akan kaget dengan kehinaannya. Ha Jong tanya apa itu. Se Jong tanya apa itu besok atau besoknya lagi. Mi shil : “Besok”

Mi Saeng masuk, ia tanya apa kakaknya harus melakukan itu. Mi shil tanya apa Mi saeng tidak suka. Mi saeng tertawa mengapa ia tidak setuju, ia yakin Mi shil akan sukses tapi tindakan Mi Shil ini bisa mengurangi prestasi yang sudah dicapai Mi Shil. Mi shil membenarkan. Mi Shil ditakuti oleh semua tapi Mi shil tidak pernah keluar batas. Mi saeng masih berpikir apa tindakan ini baik untuk Mi Shil. Mi shil berdiri dan berkata pada adiknya, bahwa ia sekali-kali akan keluar dari batasnya melawan prinsip2 kebenaran.

Mi Shil menyebut Sadaham yang dicintainya, bahwa ia benar2 mencintainya dan dia sangat mengaguminya dan Mi shil ingin melepaskan semua untuk bersama Sadaham tapi kemudian itu bertentangan dengan prinsipnya dan itu yang memotivasi Mi shil agar ia tidak mengulanginya lagi. Mi Saeng tanya lalu mengapa kakaknya harus melakukannya sekarang, Mi shil berkata ia sekarang merasakan perasaan yang sama yang mirip dan sama dengan yang ia miliki dengan Sadaham. Mi saeng tanya apa itu? Mi Shil berkata sudah cukup baginya untuk mengabaikan impiannya dan jika ia gagal, ia akan meninggalkan dunia ini dengan keagungan seperti pancaran sinar.

Deok Man heran saat tahu bahwa ayah hwarang Phil Dan dan Hwang Yun ingin bertemu dengannya. Kim Yu Shin berkata mereka berdua memiliki tanah kurang dari 5000 seok. Deok Man mengerti dan senang bertemu mereka. Deok Man menemui bangsawan Jujin (ayah hwarang Phildan) dan ayah hwarang Hwang Yun. Bangsawan Jujin dan ayah Hwang Yun keduanya menyampaikan rasa terima kasih mereka karena Putri memikirkan mereka. Deok Man berkata bahwa bangsawan seperti mereka harus tahu bahwa sistem dewan istana sudah usang. Jujin membenarkan. Deok Man menambahkan ini hanya bisa dilihat sebagai pembelaan untuk bangsawan tingkat tinggi. Deok Man berkata mulai sekarang ia memerlukan dukungan ayah Hwang Yun dan bangsawan Jujin. Keduanya memberikan dukungan untuk Putri. Deok Man tersenyum pada Yu Shin, tapi Bangsawan Jujin sedikit mencurigakan.

Se Jong tanya pada Jujin apa yang dikatakan Deok Man. Jujin berkata Putri minta dukungan mereka. Se jong : “Putri ingin mengubah dewan istana?” Jujin membenarkan. Jujin berkata ia mempertaruhkan nyawanya untuk ini. Se jong berkata tidak perlu, Jujin akan diberi tanggung jawab untuk mengamankan ibukota dengan pasukannya dan bagaimana ini bisa terlihat sebagai melanggar aturan. Jujin berkata ia mempercayai Se jong.

Yeom Jong bertemu dengan seseorang dan menunggu saat sebuah tandu datang dan terlihat ternyata itu..Mi shil. Yeom Jong kaget dan ia memberi hormat. Yeom Jong kaget, ia berharap akan bertemu Mi Saeng. Mi Shil berkata ini kali pertama mereka bertemu, tapi ia sudah banyak mendengar mengenai Yeom Jong. Yeom Jong berkata Mi shil terlalu memujinya. Mi shil berharap mereka dapat menjalin kerjasama di masa mendatang. Yeom Jong tanya apa yang harus ia lakukan untuk Mi shil. Mi Shil dengar Yeom Jong dekat dengan Bi Dam. Mi shil minta agar Yeom Jong membawa Bi dam dan pergi meninggalkan ibukota besok pagi dan pergi untuk beberapa hari. Yeom Jong tidak mengerti perintah Mi Shil. Mi Shil melemparkan uang untuk jasa Yeom Jong.

Mi Shil berkata untuk mencari lokasi yang menyenangkan di gunung dan menikmati air yang segar dan udara sejuk, dan kemudian kembali. Yeom Jong tanya jika Bi Dam menolak pergi lalu apa yang harus ia lakukan. Mi Shil berkata : “Kau harus melakukan yang harus kau lakukan dan kalau perlu seret Bi Dam untuk pergi ke gunung jika ia menolak.” Yeom Jong shock. (kasih ibu sepanjang masa..ha ha)

seol Won menemui Kim Yong Chun. Kim Yong Chun kaget dan bertanya mau apa seol won ke rumahnya, Seol Won berkata apa menemui Kim Yong Chun itu salah bagaimanapun ia tamu mengapa Kim Yong Chun membiarkannya kedinginan di luar. Kim Yong Chun curiga tapi akhirnya ia mengajak Seol Won masuk ke dalam.

Ha Jong mengajak Kim Seo Hyun minum sebagai besan. Mereka berbesanan, mereka seharusnya menyingkirkan rasa tidak enak karena pertikaian Tuan Putri dan ibunya. Kim seo Hyeon setuju dan Ha Jong menuangkan anggur. Kim seo Hyeon dan mereka sudah mengabaikan hubungan keluarga mereka. Yeong Mo masuk untuk menyediakan minum dan menyadari kehadiran ayahnya. Ha Jong minta putrinya duduk. Yeong Mo tanya apa tujuan ayahnya datang. Ha Jong berkata ia ingin bertemu ayah mertua Yeong Mo dan tentu saja dengan suaminya dan tanya kapan ia melahirkan dan tanya ada apa karena putrinya terlihat pucat.

Seol Won berkata Kim Chun Chu adalah keponakan Kim Yong Chun dan juga cucu menantunya. Kim Yong Chun menghargai hubungan Seol Won dan Kim Chun Chu, tapi ini membuatnya sedikit canggung dengan keadaan ini. Seol won berkata meskipun ia tidak memiliki ambisi egois tapi Se Jong tidak percaya padanya. Seol won tanya apa Kim Yong Chun percaya bahwa ia mencoba membuat Kim Chun Chu naik takhta. Kim Yong chun tidak mengerti. Seol won berkata meskipun tidak terlihat seperti itu, tapi mereka ada dalam satu perahu.

Yeom Jong menyeret Bi Dam dan ia berkata mereka harus berbicara. Bi Dam tanya apa itu, Yeom Jong menyuruh Bi Dam diam dan Bi Dam tanya ada apa. Yeom Jong berkata masalah ini benar2 membuatnya gila dan berkata ini tidak akan berhasil. Yeom Jong minta Bi Dam pergi dengannya untuk satu perjalanan atau tetap minum di kedai. Bi Dam bingung dengan perkataan Yeom Jong. Bi Dam curiga dengan niat Yeom Jong dan ia mengeluarkan belati dan berkata apa Yeom Jong mau mati atau ia harus mulai berkata ada apa. Yeom Jong berkata ia tidak bisa berpikir saat ia tidak minum dan mengundang Bi Dam minum, hanya satu cawan saja.

Ha Jong menaruh sesuatu dalam minuman Kim Seo Hyeon saat Kim Seo Hyun keluar. Saat Kim Seo Hyun masuk lagi dan minta maaf karena ada urusan, Ha Jong memuji toleransi alkohol bangsawan Kim. Ha jOng menyombongkan diri ia sangat kuat minum, tapi tampaknya ia punya saingan. Ha jong menawarkan minum lagi dan bangsawan Kim menerima tawaran Ha jong. Ha Jong : untuk kemakmuran keluarga kita. Kim seo Hyun minum dan Ha Jong melirik dengan ekor matanya.

Seok Bum kaget atas apa yang ia dengar. Bagaimana ia dapat melakukannya. Se Jong berkata ini dilakukan demi Mi shil dan bangsa ini. Chil Sook berkata bahwa keterampilan Seok Bum dengan pedang tidak diragukan lagi. Se Jong berkata itulah mengapa mereka mempercayakan tugas ini padanya. se Jong membuka jubahnya dan minta agar ia mulai. seok Bum ragu2 dan Se Jong : “Apa yang kautunggu..ayo”

Seol won menemui Mi shil. Seol Won berkata ia sudah melakukannya. Mi Shil tanya apa seol Won sudah membawanya, Seol Won mengeluarkan surat dan tanya apa tujuan Mi Shil dengan surat ini. Mi Shil hanya minta surat itu diserahkan padanya. Seol won berkata ia selalu mencoba membantu Mi shil dan selama ini ia sudah melakukannya tapi saat ini ia tidak mengerti apa rencana Mi shil. Mi Shil berkata ia hanya perlu mendapatkan kepercayaan Seol won. Seol Won tanya mengapa Mi shil hanya minta ia membawa surat sekarang. Mi Shil berkata ia ingin menghilangkan kegelisahannya sendiri. Seol won tanya apa maksudnya, Mi shil berkata apakan ini akan menjadi kegagalan untuk mereka. Seol Won Rang kemudian berkata bahwa ini untuk Bi Dam.

Mi Shil sedang merancang rencana tambahan jika kebetulan mereka gagal meraih takhta, paling tidak mimpinya akan diwariskan kepada Bi Dam. Mi shil berkata bahwa malam ini akan menjadi malam terpanjang untuknya. Sama seperti malam saat ia mengambil surat dari tangan Seol Won Rang. (saat ia berniat meracuni Raja Jinheung )

Paginya, seorang nangdo memberikan pesan untuk Putri Man Myeong agar Bangsawan Kim segera menghadiri rapat dewan istana karena ada masalah darurat, ia harus bertemu langsung dengan Bangsawan Kim. Putri Man Myeong berkata suaminya masih tertidur karena semalam ia mabuk bersama Ha Jong jadi ia yang akan menerima suratnya. Putri Man Myeong membubuhkan stempelnya dan nangdo itu pergi.

San Tak menemui Se Jong ia harus memberikan undangan rapat untuk Kim Yong Chun. Se jong tanya apa Kim Yong Chun menerima undangannya. San tak berkata tidak karena Kim Yong Chun belum bangun karena mabuk. Jadi dokumennya hanya distempel oleh staf Kim yong Chun. Se Jong tersenyum dan minta bukti penerimaan undangan rapat. Se Jong mengambilnya dan melihatnya.

Putri Man Myeong kesusahan membangunkan suaminya. Seo Ji memberikan daftar pada Deok Man mengenai bangsawan yang akan mendukungnya. Deok Man berkata ia sudah mendapat dukungan bangsawan Jujin. Wyol Ya berkata bangsawa Jujin adalah pemimpin pasukan elite di Sangju dan dekat dengan Seorabeol. Wyol Ya berkata mereka harus yakin bahwa bangsawan Jujin akan mendukung kekuatan mereka. Kim Chun Chu berkata bangsawan Jujin mungkin bukan bangsawan level atas, tapi mengingat hubungannya dengan Se jong yang sudah lama mereka tidak dapat terlalu yakin dan masih terlalu dini untuk meyakinkan. Deok Man berkata ini alasannya mengapa ia akan bertemu Phil Dan juga.

Putri meminta Wyol Ya untuk memperhatikan keamanan daerah Bo Gya Hoe. Putri Man Myeong membuka dokumen yang diterimanya dan terkejut, ia segera memanggil suaminya. sementara itu Kim Yong Chun terbangun dari pingsannya. Ia juga mendapat anggur yang sudah dicampur obat bius oleh Seol Won Rang. Ia minum air dan melihat dokumen dan membacanya, Kim Yong Chun kaget dengan isinya. Isinya adalah meminta Deok Man dikeluarkan dari politik.

Bi Dam sepertinya juga dibius dengan menggunakan anggur, saat Bi Dam bangun ia sudah terikat di kursi oleh Yeom Jong. Bi Dam berusaha melepaskan diri dan Yeom Jong ketakutan melihatnya. Bi Dam tanya mengapa ia diikat dan apa Yeom Jong menaruh obat dalam minumannya sehingga ia pingsan. Bi Dam tanya apa Yeom Jong sudah gila dan ingin mati. Yeom Jong minta Bi Dam tenang karena insiden ini juga membuatnya gila. Bi Dam minta Yeom Jong membuka ikatannya. Yeom Jong minta Bi Dam tenang dulu agar Yeom Jong dapat berpikir sebentar. Bi Dam hanya dapat mengeluarkan kekesalannya dan berkata Yeom Jong benar2 gila berani melakukan ini padanya dan Yeom Jong mencoba menenangkan Bi Dam. Bi Dam minta Yeom Jong mendekat agar ia bisa memukulnya.

Kim Seo Hyun kesal saat ia membaca dokumennya. Putri Man Myeong berkata mereka mengadakan rapat istimewa untuk membahas ini. Kim seo Hyun berkata dengan adanya mereka dalam dewan istana, apa mereka akan melakukan ini. Ia minta agar bajunya disiapkan. Putri Man Myeong menyiapkannya dan Bangsawan Kim membacanya lagi.

Dae Pung lapor pada Putri bahwa akan diadakan rapat dewan istana dan tujuannya adalah menyingkirkan Putri dari politik. Seo Ji tanya bagaimana mereka dapat melakukan itu. Dae Pung berkata para anggota dewan (daedeung) sedang berkumpul untuk membahasnya. Wyol Ya berkata bagaimanapun dewan istana memakai sistem suara bulat, jadi kalau Bangsawan Kim seo Hyun dan Kim Yong Chun tidak setuju mereka tidak bisa apa2. Seo Ji berkata itu benar tapi bagaimana mereka bisa melakukan saat Putri ada di luar istana. Kim Chun Chu merasa ini aneh.

Se Jong membuka rapat dan melihat bahwa Kim Seo Hyun dan Kim Yong Chun absen. Salah satu anggota dewan berkata mereka masih absen. Ha Jong berkata karena Sangdaedeung ada disini, ari kita mulai saja. Salah satu dewan berkata bahwa rapat harus dihadiri 10 anggota. Se Jong berkata sudah ada 8 anggota yang hadir dan itu sudah cukup untuk mengambil suara. Salah satu dewan masih ragu, yang lainnya berkata lalu apa mereka harus menunda mengambil keputusan hanya karena ada rekannya yang tidak hadir. Ha Jong berkata mereka sudah menerima undangan rapat. Se jong berkata mulai sekarang mereka akan menggunakan suara bulat. Ha jong berkata mengapa mereka harus menunda untuk mereka yang tidak bisa tepat waktu. Mi saeng berkata tidak ada aturan bahwa mereka harus hadir semua, tapi yang ada adalah suara bulat untuk mendukung atau menolak sesuatu. Semua akhirnya setuju.

Kasim membisikkan sesuatu kepada pelayan istana. Yu Shin heran bagaimana anggota dewan dapat rapat hanya dengan 8 orang saja. Guk San Heun lapor pada Yu Shin dan Al Cheon bahwa sekarang mereka sedang memulai rapat. Guk San heun tanya apa tindakan selanjutnya. Al Cheon marah, bagaimana mereka melakukannya tanpa kehadiran Kim Seo Hyun dan Kim Yong Chun. Kim Yu shin melihat keganjilan. Al Cheon berkata semalam ia mendapat laporan Kim seo Hyun minum bersama Ha Jong dan tanya pada YU Shin apa benar demikian. Yu Shin bertanya-tanya apa ini sengaja dilakukan agar keduanya tidak dapat hadir dalam rapat. Al Cheon berkata ini benar2 ilegal dan bagaimana orang2 itu bisa melakukan itu dan mereka mengaku bahwa mereka berasal dari Hwarang, benar2 mempermalukan Hwarang. Kim Yu shin tanya dimana ayahnya dan Kim Yong Chun sekarang.

Kim Seo Hyun dan Kim Yong Chun berlari ke istana. Bi Dam: “Mi shil memintamu membawaku keluar sejauh 100 ri dari ibukota?” (1 ri/li dalam bahasa cina = 392,72 meter)

Inilah yang aku coba jelaskan, Mi Shil minta untuk menahan Bi Dam dari ibukota sampai besok atau besoknya lagi. Bi Dam tanya mengapa mereka tidak pergi dan justru mengikatnya di kursi dan minta Yeom Jong menjawabnya dan bertanya apa rencana Yeom Jong. Yeom Jong berkata Bi Dam disini karena ia tidak bisa memikirkan rencana apapun dan ia tidak boleh membuat keputusan yang salah. Keputusn apa yang harus diambil Yeom Jong? Yeom Jong tanya no satu dan paling penting siapa Bi Dam sebenarnya mengapa ia membuat Mi Shil tertarik.

Yeom Jong berkata ia pernah menerima pekerjaan seperti ini sebelumnya tapi ini kali pertama Mi Shil datang sendiri dan memberikan perintah. Kemudian yang kedua, Mi Shil menyebut mngenai hari ini dan besok pagi, sudah pasti akan terjadi sesuatu dan apa itu. Bi Dam menyadari, “Apakah ia benar2 akan melakukannya?” Bi Dam minta Yeom Jong melepaskannya. Yeom Jong berkata itu mudah. Ayo! Lepaskan aku!, Yeom Jong hampir histeris berkata ini benar2 membuatnya gila, mengikat Bi Dam disini sudah membahayakan nyawanya, tapi melepas Bi Dam berarti ia melawan Mi Shil. Bi Dam tanya apa Yeom Jong ingin melepaskan diri dari masalahnya sekarang, maka Yeom Jong harus melepaskannya. Yeom Jong menarik kerah baju Bi Dam dan memintanya untuk meyakinkannya dan mengapa ia harus melepas Bi Dam dan menjadi musuh Mi Shil. Bi Dam memandang Yeom Jong yang terlihat ketakutan.

Kim Seo Hyun sampai di Yeol seon Gak tempat dewan bersidang tapi dijaga ketat. Ia ingin masuk tapi penjaga merapatkan penjagaan. Kim Seo Hyun mencoba memaksa lewat tapi penjaga menolak minggir. Kim Yong Chun juga datang dan tanya ada apa, dan penjaga menahan mereka agar tidak lewat. Kim Yong Chun berkata mereka sengaja mencegah kita untuk masuk agar mereka bisa langsung menyetujuinya tanpa kita. Kim Seo Hyun juga yakin pasti seperti itu. Mereka harus menghentikannya. Kim Yong Chun berkata bagaimana mereka dapat merancang sesuatu yang melanggar hukum seperti ini. Mereka memerintah penjaga untuk minggir dan mencoba sekuat tenaga untuk masuk.

Kim Yu shin tanya apa orang2 berkumpul disini, Al Cheon membenarkan. Joo Bang tanya apa benar Kim Seo Hyun dan Kim Yong Chun dibuat mabuk oleh kubu Mi Shil jadi mereka berhalangan hadir, Joo Bang kaget dengan tingkah laku mereka. Kemudian Dae Pung dan Guk San Heun datang melapor bahwa Bangsawan Kim dan Kim Yong Chun sudah sampai di ruang sidang tapi ditolak masuk. Al Cheon berkata mereka penjaga dan tanya pada Yu Shin apa mereka akan membiarkan ini terjadi dan hanya melihatnya saja. Apa ada keadilan dibawah langit ini?

Kim Yu shin memerintah Joo Bang dan Go do pergi melapor pada Putri dan tunggu perintah Putri. Mereka pergi. Kim Yu Shin memerintah shi Wi Bu (dept pengawalan rumah tangga istana) untuk mengikutinya. Al Cheon minta mereka mengikuti Yu Shin.

Wyol Ya berkata kelakuan mereka sangat aneh, bagaimana Kim Se Hyun dan Kim Yong Chun ditolak memasuki ruang sidang, bukankah mereka anggota dewan. Deok Man juga tidak percaya, ini pasti rencana Mi Shil. Bagaimana Mi Shil dapat merendahkan dirinya dan mengatur taktik murahan seperti ini. Kim Chun Chu berkata akhirnya inilah yang bisa dilakukan Mi shil. Putri terlalu menilai tinggi Mi shil. Seo Ji berkata lalu apa yang harus mereka lakukan. Sebaliknya kata Kim Cun Cu mereka tidak perlu melakukan apapun. Deok Man dan Wyol Ya tidak yakin dengan pernyataan Chun Cu.

Kim Chun Chu berkata RUU Putri sudah memancing reaksi publik, jika mereka melakukan perlawanan bahwa mereka terhina karena masalah rapat dewan, apa yang akan mungkin terjadi nanti. Wyol Ya setuju, bahkan jika anggota dewan meloloskannya, ini akan membuat banyak oposisi untuk keputusan mereka. Kim Chun Chu berkata bahwa Mi shil selalu menekankan kebenaran dan keadilan dalam semua tindakannya tapi Mi Shil hanya manusia biasa seperti semua orang yang gelisah dan jengkel. Deok Man berkata ini tidak bisa terjadi Mi shil tidak seharusnya serendah ini, yang akan membahayakan status dan reputasinya dan akan menyebabkan ia jatuh.

Se Jong membacakan “kesalahan” Putri Deok MAn, al, mengenai penjualan stok gandum militer tanpa sepengetahuan dewan, ketidakadilan RUU perpajakannya, dll dan ia berharap dewan mengeluarkan Putri Deok Man dari status politiknya dan kuasa untuk pengambilan keputusan. Putri hanya diperbolehkan mengurus urusan rumah tangga istana. Se jOng minta anggota dewan mengambil suara.

Kim Seo Hyun dan Kim Yong Chun tetap berusaha masuk. Kim Yu Shin datang bersama pasukannya. Al Cheon dan anak buahnya mulai menghunus pedang mereka dan memerintah untuk melumpuhkan penjaga ruang sidang. Bi Dam berkata pada Yeom Jong, Putri Deok Man mungkin dalam bahaya. Yeom jong minta Bi Dam menjelaskan mengapa Putri dalam bahaya. Bi Dam : Tidak ada waktu untuk menjelaskan aku harus segera pergi, dalam situasi seperti ini, hanya aku yang bisa membereskannya. Hanya aku.

Yeom Jong heran, saat Bi Dam berkata Kim Yu Shin, Al Cheon dan Kim Chun Chu mungkin sudah ditipu oleh Mi Shil, itulah mengapa Bi Dam harus segera pergi. Yeom Jong masih berkeras agar Bi Dam meyakinkannya dan ini adalah cara tercepat dan apa yang coba dilakukan Mi Shil dan apa hubungan Bi Dam dengan Mi Shil. Bi Dam : Cepat lepaskan aku! Aku harus segera pergi!!!

Anak buah Yu shin memukul jatuh penjaga dan mereka masuk ke ruang sidang. Kim Yu Shin mengawal ayahnya dan Kim Yong Chun ke pintu sidang, saat bangsawan Jujin dan pasukannya masuk ke seorabeol. Deok Man kaget saat menerima laporan. Wyol Ya berkata bangsawan Jujin tidak membawahi banyak pasukan dan mengapa ia tiba2 mengerahkan pasukannya. Deok Man masih tidak percaya mungkin bangsawan Jujin akan ..Seo Ji datang dan lapor bahwa Kim Yu Shin dan Al cheon berhasil masuk ruang sidang dengan paksa. Deok Man dan Chun Chu kaget. Deok Man berkata ini tidak boleh terjadi dan mereka harus segera menghentikannya.

Bi Dam berkata Yeom Jong sekarang mengerti rencana Mi shil kan? Bi Dam berkata Mi Shil sedang melakukan kudeta. Yeom Jong shock saat Bi Dam mengulang: Mi Shil sedang melakukan kudeta..pemberontakan..revolusi..Bi Dam sudah mengatakannya pada mereka bahwa ini akan terjadi tapi mereka tidak percaya padanya dan bagaimana mereka bisa begitu bodoh. Yeom Jong masih kaget Bi Dam berkata ia benar2 yakin dan minta Yeom Jong melepasnya. Yeom Jong bergumam..pemberontakan…huruhara…kudeta. Anak buah Yeom Jong datang dan lapor bahwa pasukan dari Sangju sudah dikerahkan dan ini benar. Bi Dam berteriak : Lepaskan Aku…cepat..!!!

Kim Seo Hyun dan Kim Yong Chun tiba di ruang sidang tepat pada waktu untuk memberikan suara menolak mereka. Ha Jong dan Mi Saeng kaget. Se Jong berpaling pada Yu shin dan Al Cheon mengapa mereka berani memasuki ruang sidang dengan pedang terhunus. Kim Yu Shin dan Al Cheon sadar mereka membawa senjata. Ha Jong berdiri dan menuduh mereka berani memasuki ruang sidang dengan bersenjata dan ini tampak sebagai ancaman berat untuk Kim Yu Shin dan Al Cheon.

Sementara itu Deok MAn dan Kim Chun Chu bergegas ke istana. Bo jong lapor pada ibunya bahwa Putri baru saja memasuki istana. Mi shil mengerti dan mereka akan mulai permainan.

Seol Won dan pasukannya berbaris ke arah ruang sidang untuk mengambil alih situasi. Se Jong berkata tidak ada yang berani memasuki ruang sakral ini dengan membawa senjata sebelumnya, bahkan penghianat Gil seon juga tidak melawan aturan dewan istana. (Gil Seon, Pejabat Silla yang mengadakan kudeta dan lari ke Baekje)

Mi Saeng berkata, beraninya Kim Yu shin dan Al Cheon memasuki sidang dengan senjata dan memaksa masuk ke Yeol Seon Gak. Kim Yu Shin dan Al Cheon menyarungkan pedang mereka kembali, Al Cheon menjelaskan bahwa pasukan di luar melarang Kim seo Hyun dan Kim Yong Chun masuk ke ruang sidang. Ha Jong menyangkal, apa mereka melihat pasukan membawa senjata dengan mereka. Kim yu shin dan Al Cheon menyadari kekeliruan mereka dan Seol Won datang menghadapi pasukan Al Cheon, Seol won memerintahkan mereka adalah penghianat yang melanggar Yeol Seon Gak dengan senjata dan memerintahkan agar mereka melepaskan senjatanya segera.

Para anggota dewan keluar dan Al Cheon minta anak buahnya untuk menurunkan senjata. Kim Yu Shin meyakinkan Seol Won bahwa sekarang terlihat seperti konfrontasi dan minta Seol Won menurunkan ketegangan. Deok MAn dan Kim Chun Chu masih dalam perjalanan kembali ke istana, Kim Yu Shin berkata ia akan bertanggung jawab atas semuanya jika memang ada kesalahan saat mereka mencoba masuk ruang sidang. Tapi mereka harus tenang dulu.

Seol Won berkata beraninya Kim Yu Shin berbicara seperti orang terhormat setelah apa yang ia lakukan, menghunus senjata dan masuk ke ruang sidang. Kim Yu Shin berkata ia akan menerima semua hukuman tapi Seol Won harus mundur juga bersamanya dan membiarkan para anggota dewan keluar dari sini dengan aman.

Al Cheon memerintahkan anak buahnya untuk mundur. Anak buah Al Cheon mundur dan meletakkan senjata mereka ke tanah. Seol Won memerintahkan anak buahnya melakukan hal yang sama. Seol Won minta para anggota dewan meninggalkan lokasi, dan Kim Yu Shin meminta mereka pergi. Se Jong memimpin para anggota dewan pergi saat salah satu nangdo dari atas atap membidikkan panah dan mengenai seorang prajurit dan Seok Bum menghunus pedangnya dan anak buahnya juga mengambil pedang mereka dan bertempur saat para anggota dewan ada ditengah pertempuran. Yu Shin berteriak agar mereka berhenti. Tapi tak seorangpun mendengarnya dan Seol Won minta anak buahnya melindungi anggota dewan.

Seok Bum mengawal Sejong dan ia mengeluarkan belati dari ikat pinggangnya kemudian flashback : Chil sook memperlihatkan pada Seok Bum dimana ia harus menyerang Se jong. Tepat diantara tulang rusuk ke 8 dan ke 9 Se jong, dan mengingatkan bahwa tikamannya tidak boleh terlalu dalam. Seok Bum mengerti. Seok Bum menikam pada titik yang tepat dan Se Jong jatuh. Ha Jong berteriak ke arah ayahnya (bleh…) kemudian berteriak bahwa ada percobaan pembunuhan terhadap Sangdaedeung Se Jong dan ia jatuh dan ada yang mencoba membunuhnya.

Perdana menteri terluka dan Seok Bum berteriak untuk menimbulkan kerusuhan. Deok Man kembali dengan terburu-buru saat ia mendengar teriakan bahwa Se Jong diserang dan ditikam. Deok Man ingin mendapat konfirmasi apa yang barusan ia dengar..Kim Chun Chu berkata mereka berkata bahwa Se Jong ditikam.

Diluar tembol Seorabeol, bangsawan Jujin berkata pada anak buahnya, Yang mulia perdana menteri Se Jong telah ditikam dan ada percobaan pembunuhan terhadapnya di Seorabeol dan ini adalah pemberontakan. Bangsawan Jujin berkata mereka dipanggil untuk mencegah pemberontakan ini lebih jauh lagi. Ia memerintah pasukannya untuk berbaris menuju Seorabeol ini adalah tugas mereka melindungi negara. Pasukan bangsawan Jujin berbaris ke Seorabeol.

Deok MAn memegang tangan Kim Chun Chu dan berkata padanya..

Deok Man : Ini kudeta…Mi shil memberontak.

Pasukan berbaris menuju istana dipimpin oleh Mi shil.

Queen Seondeok Episode 45

Pasukan berbaris menuju istana dipimpin Mi Shil. Chil Sook dan anak buahnya menuju Gang Jeon tempat kediaman Raja, mereka melumpuhkan semua penjaga. Bo Jong masuk dan Im Jong tanya ada apa. Bo Jong berkata sesuatu terjadi di Yeol Seon Gak. Ada yang mencoba membunuh Se Jong. Im Jong tanya apa maksud Bo Jong siapa yang berani melakukannya. Kim Yu Shin dan Al Cheon kata Bo Jong. Kapten Hwarang yang lain tanya bagaimana keadaan Se Jong, Se jong sedang dirawat, Im Jong tidak percaya Kim Yu Shin dan Al Cheon melakukan itu.

Bo Jong berkata sedang diadakan penyelidikan tapi dewan sedang membahas pengeluaran Putri dari dunia politik dan ia berpikir apa Putri yang merencanakan hal ini. Bo Jong berkata bahwa Mi Shil sudah memerintah agar mereka diam dulu dan menunggu perintah selanjutnya.

So Hwa sedang melayani Raja meminum obatnya saat Raja mendengar keributan di luar. Raja tanya ada apa diluar, So Hwa pergi memeriksa. Lalu Kasim panik dan lapor pada Raja sesuatu terjadi. Kasim memohon agar Raja segera menyembunyikan diri.

Dae Nam Bo menghentikan Putri Deok Man dan Kim Chun Chu, ia memberi salam dan Deok Man tanya apa yang terjadi. Dae Nam Bo berkata bahwa Raja ingin bertemu mereka segera dan ia akan mengawal Putri dan Pangeran ke In Gang Jeon. Deok Man melihat ke arah Chun Chu dan kemudian tanya bagaimana Dae Nam Bo bisa menyampaikan pesn Raja padanya. Dae Nam Bo berkata ia akan mengawal Putri dan ia memerintahkan anak buahnya membawa Deok Man dengan paksa.

Sementara itu di Yeol Seon Gak, Seol Won Rang masih berhadapan dengan Yu Shin. Seol Won Rang berkata mereka memasuki ruang rapat dan mengganggu jalannya rapat dewan istana dan sekarang dicurigai mencoba membunuh Se Jong. Seol Won berkata mereka ditahan dan dituduh melakukan kejahatan. Kim Yu Shin berkata tidak satupun dari mereka mencoba membunuh Se Jong.

Seol Won berkata mereka akan diperiksa untuk tahu kebenarannya dan minta Yu Shin menurunkan tangannya dan menyerah dengan perlahan. Al Cheon berkata ini jebakan dan sudah diatur oleh mereka.

Seol Won berkata mereka harus ditahan. Kim Yong Chun berkata bagaimana Seol Won dapat menahan anggota dewan tanpa kehadiran Raja. Kim Seo Hyun berkata ini sangat disesalkan dan merupakan kesalahan semua ini terjadi tapi tanpa kehadiran Raja Jinpyeong bukankah menahan mereka berarti melanggar hukum. Kim Yong Chun minta Seol Won membawa perintah Raja yang disegel oleh Baginda sampai dengan itu Seol Won tidak boleh menahan mereka. Seol Won berkata baik ia akan mendapatkannya. Kim Yu Shin terlihat gelisah.

Anak buah bangsawan Jujin lapor bahwa mereka sudah menguasai Seorabeol. Bangsawan Jujin meminta anak buahnya memberikan surat pada Mi Shil. Chil Sook memberi salam pada Mi shil dan berkata mereka sudah mengendalikan istana dan sekarang sudah siap untuk Mi shil. Mi Shil membawa surat perintah untuk Raja Jinpyeong dan pelayan berkata mereka tidak dapat masuk. Tapi ia disingkirkan dengan mudah dan pintu dibukakan untuk Mi Shil. Saat Mi shil masuk ke ruang tidur Raja, Chil Sook kaget melihat kamar Raja kosong dan ia mencarinya. Mi Shil berkata Raja pasti masih disekitar sini, mereka hanya perlu mencarinya.

Raja ada dalam persembunyian bersama Ratu maya dan So Hwa. Kasim diam2 menyelundupkan stempel Istana pada Raja. Ratu berkata siapa yang mencoba membunuh Se Jong, Kasim tidak tahu apa yang terjadi, tapi saat ini Kim Seo Hyun, Kim Yong Chun, Kim Yu Shin dan Al cheon sedang bersitegang dengan Seol Won RAng. So Hwa kaget apa ini kudeta..(kalo dipikir 3 orang ini kasihan ya..beberapa kali mengalami kudeta..). Raja berkata Mi Shil akhirnya melakukannya. Raja teringat saat Mi shil melakukan kudeta yang pertama.

Raja benar, Mi shil memberontak. Ratu bertanya dimana Deok Man sekarang dan So Hwa tidak tahu. Putri sedang dikawal oleh Dae Nam Bo dan Ratu Maya mulai panik. So Hwa tanya apa Putri juga ada di kantor dewan istana. Kasim jujur menjawab ia tidak tahu. Raja berkata stempel istana tidak boleh jatuh ke tangan mereka, jika tidak Mi shil akan menggunakannya untuk menuduh Deok Man melakukan pelanggaran dengan namanya. Ratu dan So Hwa terkejut dengan kebenaran ini. Kasim berkata mereka akansegera menemukan Raja. So Hwa berkata, ia akan membawa stempel istana dan pergi untuk melarikan stempel (dulu bayi deokman, skr stempel..kasihan So Hwa..). Raja dan Ratu Maya melihat So Hwa. So Hwa meyakinkan mereka ia bisa melarikan diri seperti dulu.

Ratu heran bagaimana So hwa bisa lolos, So Hwa berkata bukankah Ratu pernah berkata ada jalan rahasia, jadi ia bisa lolos. Raja berkata Mi Shil sudah mengetahuinya. So Hwa memohon agar Raja membuat pengalihan, So Hwa sudah berpengalaman di gurun TAklamakan dan ia cukup bijak sekarang. So hwa meyakinkan mereka.

Mi shil bertemu Ha Jong dan Mi Saeng, ia tanya bagaimana Se Jong. Mi Saeng menenagkan kakaknya bahwa Se Jong tidak akan apa2. Mi Shil tanya dimana Raja, Ha jOng berkata mereka masih mencari Raja. Mi Shil berkata ia sudah memerintahkan untuk mengerahkan pasukan ke tempat persembunyian.

Mi saeng berkata Chil Sook sendiri memimpin orang dan akan mencari Raja, jadi Mi shil tenang saja. Seok Bum datang dan lapor Kim Yong Chun berkata mereka tidak dapat ditahan tanpa perintah dengan stempel Raja. Ha Jong berkata lawan saja, buat apa membuang waktu. Mi shil berkata agar Seol Won menunggu. Ia sendiri akan menemani Raja untuk bertemu mereka. Mi saeng heran dengan tindakan Mi Shil. Mi Shil minta Mi saeng menunggu kedatangan Putri Deok Man.

Joo BAng dan Go Do mengikuti Deok Man dan Kim Chun Chu yang dikawal Dae Nam Bo. Mereka berusaha mencari jalan untuk melepaskan Putri. Go Do awalnya ketakutan tapi Joo Bang memarahinya, Joo Bang mulai berpikir. Go Do berkata Kim Yu shin dan Al Cheon dan semua pengawal ada di Yeol Seon Gak dan apa yang akan mereka lakukan. Joo Bang berpikir apa yang harus ia lakukan dan teringat Kim Yu shin pernah berkata sebelum Bi Jae (duel) bahwa mereka harus mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Joo Bang berkata pada Go do, tidak di seorabeol atau tempat lain di Silla ini, ia tidak pernah melihat orang dengan kekuatan besar seperti Go Do. Joo Bang minta agar Go Do jangan ketakutan. Jangan berpikir ini Bi Jae, tapi pikirlah bahwa ini perjalanan berburu. Go Do tahu Kim Yu Shin berkata pada Joo Bang bahwa ia memiliki kaki yang cepat dan pintar/licik, dan ia harus menghindari konfrontasi langsung.

Joo Bang memegang Go Do dan berkata lagi bahwa Go Do sangat kuat. Go Do tidak mengerti.

Joo Bang melaksanakan rencananya. Ia pura2 jatuh ke tanah di depan Dae Nam Bo dan Deok Man kaget melihatnya. Joo Bang meraung kesakitan dan ia memberi tanda pada Go Do agar bergerak. Dae Nam Bo terpecah perhatiannya pada Joo Bang dan tanya mengapa Joo Bang menghalangi jalan. Joo Bang memberi salam pada Putri dan juga Dae Nam Bo. Kim Chun Chu ikutan trik Joo Bang dan mengenalkan Joo Bang sebagai Daenangdu dan Joo Bang dengan resmi menghormat pada Kim Chun Chu. Joo Bang mencoba mendekati Putri tapi dihalangi oleh Dae Nam Bo yang berkata mereka sekarang yang mengawal Putri dan Kim Chun Chu untuk bertemu Raja dan minta Joo Bang untuk minggir.

Joo Bang berkata ada orang asing dari barat datang dan ia berkata ia benar2 tidak percaya, mereka tinggi sekali dua kali tinggi badannya. Go Do masuk membawa batang kayu. Dae Nam Bo tanya apa yang diocehkan Joo Bang dan Joo Bang berkata mereka wajahnya pucat dan matanya biru dsb. Dae Nam Bo terganggu dengan Go Do yang membawa batang kayu (Tirza; ehm sebentar…Joo Bang and Go Do mirip…Asterix and Obelix plus menhirnya ha..ha cuma tinggal idefix guk guk yg ngga ada,). Dae Nam Bo tanya buat apa kayu itu, Joo Bang tetap mengalihkan perhatian dae Nam Bo karena ia tahu Go Do pasti tidak tega melukai Dae Nam Bo. Joo Bang mendekati Deok MAn dan minta agar ia lari, lalu Go Do melemparkan balok kayu ke arah Dae Nam Bo dan anak buahnya.

Dae NAm Bo mengejar mereka. Saat mereka lari, Go Do tidak dapat menyusul, Joo Bang minta Deok MAn dan Kim Chun Chu lari, Go Do menahan Dae Nam Bo dan Joo Bang melihat Go Do ditahan. Joo Bang kehilangan Deok Man tapi Kim Chun Chu memanggilnya dari balik semak2 dan minta agar Joo Bang bersembunyi dan orang2 dae Nam Bo meneruskan pencarian.

Kasim mengantar Baginda dan Ratu melalui koridor dan So Hwa melihat mereka dari belakang. Saat Kasim membuka pintu, pasangan kerajaan itu “disambut” oleh Mi Shil. Mi Shil berkata apa yang dilakukan Raja di tempat ini. Raja Bertanya apa yang terjadi. Mi shil akan mengawal baginda ke In Gang Jeon dan akan menjelaskan pada Raja semuanya. Mi shil memerintahkan untuk mengawal Raja kembali ke kamarnya. Saat situasi sudah aman, So Hwa menyelinap keluar dengan stempel kerajaan.

Kim Yu shin dan Seol Won Rang masih bersitegang. Al Cheon tanya pada Kim Seo Hyun siapa yang menikam Se Jong. Bangsawan Kim berkata kejadiannya cepat sekali dan tidak seorang pun melihat yang sebenarnya terjadi. Kim Yong Chun berkata tidak ragu lagi, ini adalah salah satu skenario mereka. Kim Yu Shin berkata jika mereka ditahan, mereka akan berakhir dengan tuduhan kejahatan dan Putri Deok MAn akan dituduh sebagai dalangnya.

Joo Bang membawa Putri dan Kim Chun Chu ke ruang cuci baju. Deok Man tanya mengapa tiba2 seseorang menyerang Se Jong. Kim Chun Chu berkata ini rencana mereka. Joo Bang heran, bagaimana mungkin mereka menikam Se Jong. Kim Chun Chu berkata melihat dari agenda rapat dewan istana yang akan mengeluarkan Putri dari dunia politik, akan disimpulkan bahwa Putri yang melakukan kekacauan dan dicurigai sebagai dalang dibelakang ini dan akan memberontak. Joo Bang kaget, Putri akan dituduh sebagai penghianat. Joo BAng berkata Raja masih hidup. Deok MAn dapat menebak, Raja ada dibawah pengendalian Mi Shil dan akan jadi tahanan rumah. Mereka harus segera pergi dari istana.

Joo Bang tanya apa Putri tidak melihat penjagaan. Bagaimana mereka akan keluar. Deok Man ingat saat dia ada di kuil, ia datang melalui jalan rahasia melalui Hwa Sa Dang di Hwa Rang ke Kuil Istana (Shin Dang). Kim Chun Chu berkata ada banyak penjaga, sehingga mendekati kuil juga bukan perkara mudah. Deok Man membenarkan. Joo Bang tanya bagaimana jika mereka melakukan ini. Deok Man tanya bagaimana, Joo Bang menunjuk jajaran seragam prajurit di ruang cuci.

Putri Man Myeong bertemu Wyol Ya dan Seo Ji yang tidak dapat masuk istana. Wyol Ya tidak tahu apa yang terjadi didalam, tidak ada komunikasi dengan Putri Deok Man sejak ia masuk ke istana. Putri Man Myeong berkata suaminya berada di istana. Seo Ji tanya apa mereka juga masuk ke istana, Putri Man Myeong mencegah. Jika mau ke istana harus sembunyi2.

Bi DAm kaget ada yang mau mencoba membunuh Se Jong dan ia terluka. Yeom Jong berkata mereka masih tidak tahu situasinya tapi benar se Jong telah ditikam. Yeom Jong minta konfirmasi dari anak buahnya. Bi Dam tanya apa yang terjadi dengan Putri Deok Man. Mereka belum mendapat informasi tentang Putri dan juga Raja. Ini menjengkelkan mereka seharusnya tahu, Yeom Jong tanya apa yang akan Bi Dam lakukan. Bi Dam berpikir dengan panik untuk mencoba mencari jalan. Bi Dam berkata ia harus segera menyelamatkan Putri dan pergi secepatnya. Yeom jong mencoba menghentikan Bi Dam, Yeom Jong kesal dan memukul kepala anak buahnya dan minta mereka mengejar Bi Dam.

So Hwa mencoba menyelinap dan menabrak Chil Sook! So Hwa tanya apa yang terjadi di istana. Chil Sook (yg kebetulan) perhatian pada So Hwa dan berkata bukankah ia seharusnya berada di kediaman Putri, mengapa ia ada di In Gang Jeon. So Hwa tahu mereka berdua melayani pihak yang berlawanan. So Hwa berkata ia harus membawa obat untuk Raja dan tiba2 melihat banyak pasukan dan iabersembunyi dan tanya apa yang terjadi di istana. So hwa berkata ia takut dan ingin keluar istana secepatnya. Chil Sook agak ragu menggandeng tangan So Hwa dan minta agar mengikutinya.

Chil Sook membawa So Hwa ke suatu ruangan rahasia, So Hwa terpeleset (lagi) dan Chil Sook dengan cepat memegangnya. So Hwa tanya ini dimana, Chil Sook menjelaskan ini adalah ruang belajar pribadi Mi Shil dan untuk saat ini tempat ini adalah yang paling aman di istana. So Hwa tetap ingin meninggalkan istana dan ia mohon agar Chil Sook membawanya lari dari istana. Chil Sook berkata saat ini tak seorangpun boleh masuk dan keluar dari istana. Chil Sook minta So Hwa tinggal di situ untuk sementara karena Mi Shil tidak akan memakainya saat ini. Chil Sook menyinggung tentang kaki So Hwa, apa sakit? Chil Sook ingin melihatnya dan So Hwa jadi malu dan berkata ia baik2 saja. Kemudian Chil Sook pergi dan berkata ia akan segera kembali. So Hwa lega Chil Sook sudah pergi, ternyata So Hwa mengikat stempel kerajaan di pergelangan kakinya, itulah sebabnya ia pincang.

Ha Jong mengeluh pada Raja ada sesuatu serius terjadi di Yeol Seon Gak. Kim Seo Hyun, Kim Yong Chun, Kim Yu Shin, dan Al Cheon sudah menghina dewan. Mereka menghunus senjata dan melukai Se jong. Ha Jong menyebut ini sebagai pemberontakan. Ratu Maya kesal bagaimana mereka dapat menyebut ini pemberontakan. Mi Shil berkata memang belum jelas kejadiannya, tapi ada beberapa fakta yang jelas, yaitu Se Jong memang ditikam dan Kim Yu Shin serta Al Cheon memasuki ruang sidang dengan bersenjata, dan..agenda dewan istana yang sedang membahas dikeluarkannya Putri Deok Man dari dunia politik, jadi dengan semua kejadian ini, dapat dipastikan bahwa Putri Deok Man adalah dalangnya. Raja menaikkan suaranya, itulah yang kau sarankan mereka lakukan disini. Mi Saeng berkata mereka harus mendapatkan perintah untuk menangkap Putri Deok Man, Al Cheon dan Kim Yu Shin jadi kebenaran akan masalah ini dapat terungkap.

Ratu Maya benar2 marah saat mereka mengusulkan agar Putri Deok Man ditangkap ini benar2 konyol, inilah mengapa mereka mengerahkan pasukan di In Gang Jeon. Ha Jong berkata penjaga ada di istana demi menjaga keselamatan Raja dan Ratu. Ratu Maya berkata mengapa kalian tidak langsung saja mengarahkan pedang pada mereka. Mi Shil minta Raja menyerahkan stempel kerajaan. Raja menantang Mi Shil dan tanya apa yang akan dilakukan jika ia menolak memberikannya. Mi Shil berkata dia akan mencari keseluruh penjuru istana dengan tangannya, menjungkir balikkan, atau mengacaukan istana demi stempel kerajaan itu.

Dae Nam Bo lapor pada ayahnya bahwa ia kehilangan Putri Deok Man dan sekarang ia kabur. Dae Nam bo menceritakan kemunculan resimen Yonghwa yang mendadak tapi ia yakin Deok Man masih ada di lingkungan istana. Mi saeng mengeluh tidak ada yang dapat dilakukan putranya. Ha Jong tanya mengapa sepupunya tidak dapat melakukan ini dengan benar.

Mi Shil berkata pertama2 mereka harus menangkap semua anggota dewan dan orang di Yeol Seon Gak dan memasukkan mereka ke tahanan. Ha jong kaget dengan niat ibunya bahkan tanpa persetujuan Raja dan mereka belum menemukan stempel kerajaan. Mi Shil berkata tidak perlu membuang waktu ia akan mendapatkan perintah Raja sesegera mungkin. Mi Shil minta untuk mengerahkan semua pasukan dan menahan semua yang ada di Yeol Seon Gak. Dan bawa stempel kerajaan dan Deok Man segera kepadanya. Mi Saeng dan Ha Jong pergi melaksanakan perintah Mi Shil. Mi shil berkata mimpi tidak datang dengan mudah untuk disadari.

Mi Saeng keluar dan bertemu Seok Bum, ia memerintah untuk menahan semua yang ada di Yeol Seon Gak. Seok Bum tanya apa sudah ada perintah Raja, Ha jOng berkata ikuti saja perintah mereka. Seok Bum mengerti dan menyampaikan perintah pada Seol Won Rang. Seok Bum ragu2 dan Deok Chung ingat Seok Bum adalah orang yang menikam Se Jong karena kebetulan Deok Chung berdiri di belakang Seok Bum. Seok Bum tanya mengapa Deok Chung terlihat bingung? Deok Chung berkata tidak ada apa2. Seol Won Rang memerintahkan semua orang yang dituduh dengan pemberontakan harus di tahan segera. Kim Yong Chun menanyakan perintah Raja, tapi Seol Won berkata mereka telah melukai Se Jong dan menghina dewan istana dengan menghunus senjata.

Seol Won memerintahkan agar semua ditahan. Kim Seo Hyun ingin melihat perintah Raja, tapi Seol Won mempercepat penangkapan. Kim Yong Chun berteriak bagaimana mereka dapat menahan anggota dewan tanpa perintah Raja, tapi Seol Won Rang tidak mau mendengae alasan apapun dan memerintah untuk menangkap mereka. Kedua pihak menghunus pedang. Seol Won memerintah pasukan panah yang berada di atap untuk mulai menembak.

Seol Won minta Yu Shin dan Al Cheon menurunkan pedangnya dan menyerah, ia juga minta pasukan yu shin dan Al Cheon melakukan hal sama. Seol Won akan memberi isyarat, saat Kim Yong Chun mengarahkan pedang ke lehernya sendiri. Ia mengancam jika Seol Won memaksa, darahnya akan menodai tangan mereka. Seol Won : Apa yang kau lakukan?! Kim Yong Chun minta Yu Shin dan Al Cheon pergi dan yang lain untuk minggir. Kim Yong Chun berkata tuduhan palsu atas percobaan pembunuhan pada Se Jong dia tidak tahu taktik apa lagi yang dilakukan mereka. Tapi kemudian mereka akan mulai membunuh anggota dewan yang lain dan itu sudah pasti Kim Yong Chun.

Seol Won hampir memberikan tanda tapi dicegah Seok Bum karena masalahnya jadi semakin runyam. Kim Yong Chun berteriak pada Yu Shin dan Al Cheon untuk meninggalkan lokasi. Yu Shin dan Al Cheon bergerak pergi lalu Seok bum mengambil kesempatan untuk melumpuhkan Kim Yong Chun dan kedua pihak benar2 bertempur. Mereka dengan mudah dilumpuhkan.

Seol Won memerintah agar Kim Yu shin dan Al Cheon ditahan. San Tak datang dan melapor bahwa 51 orang staf kediaman Raja sudah diketahui dan tidak ada yang hilang. Mi Shil curiga apa benar tidak ada yang hilang. Mi Shil berkata jika tidak ada staf yang hilang tapi mengapa stempel kerajaan belum ditemukan. Chil Sook ingat So Hwa berkata ia mengirim obat dan tiba2 melihat pasukan dan ia ingin keluar istana. Mi saeng berkata jika tidak ada yang hilang maka stempel kerajaan pasti ada di istana. Mi shil tidak sabar dan memerintah agar mereka segera mencari kesemua tempat dan harus dilakukan dengan rahasia jangan sampai menarik perhatian orang luar.

So Hwa sudah mengikat kembali stempel kerajaan di pergelangan kakinya, ia mendekati pintu dan ternyata dikunci dari luar. So Hwa berusaha mencari kunci dan memeriksa setiap laci, ia menjatuhkan kotak yang berisi dokumen dari Raja Jinheung untuk Seol Won Rang yang diberikan Seol Won pada Mi Shil. So Hwa membacanya dan kaget melihat isinya.

So Hwa mendengar suara, ia cepat2 kembali ke tempat duduknya dan mengembalikan surat itu ke kotaknya. Chil Sook masuk dan So Hwa tanya bagaimana keadaan di luar. Chil sook minta sempel kerajaan agar diserahkan padanya. So Hwa kaget. Chil Sook dengan dingin minta stempel kerajaan dan So Hwa pura2 tidak tahu mengenai stempel itu. Chil Sook merasa sedih mengapa dan bagaimana So Hwa selama hidupnya selalu dimanfaatkan oleh Raja Jinpyeong dan berapa kali So Hwa harus mempertaruhkan nyawanya demi kepentingan Raja dan perintahnya jika ia mati karena hal ini, apa ia tidak apa2. So Hwa berkata bukankah Chil Sook juga sama, Chil Sook mau mempertaruhkan nyawanya untuk Mi Shil. So Hwa berkata tidak ada yang lain kecuali mematuhi. Chil Sook dengan sopan meminta So Hwa menyerahkan stempel kerajaan padanya.

So Hwa menolak, Chil Sook memohon padanya agar memberikan stempel kerajaan itu padanya, itu satu2nya cara menyelamatkan hidupnya. Tapi So Hwa tetap menolak.Saat So Hwa menjauh, dia menjatuhkan stempel kerajaan itu dari kakinya. (Tirza: aarrgh…So Hwa..sigh..)

Chil Sook dengan cepat mengambil stempel kerajaan itu dan So Hwa memohon padanya agar tidak memberikannya pada Mi shil. Chil Sook mendorong So hwa dan berkata ia akan segera kembali dan pergi. So Hwa mencoba mengikuti tapi terlambat, pintu sudah dikunci lagi dan So Hwa berteriak pada Chil Sook bahwa ia tidak bisa melakukan itu dan jatuh dalam kehinaan.

Kim Yu Shin dan Al Cheon bertempur dan berusaha lari dan mereka terdesak. Al Cheon berkata ia akan tinggal dan menahan mereka, sedang Kim Yu Shin harus lari. Kim Yu Shin tidak mau mendengar, mereka harus bersama dan menghadapi ini. Al Cheon berkata Yu shin harus pergi mencari Putri dan menyelamatkannya dan minta agar ia cepat melakukannya. (Tirza: Oh..Al Cheon benar2 setia pada Putri..). Kim Yu Shin mencoba lari dan membuka gerbang, ia melirik Al Cheon yang mengangguk agar Yu shin lari. Al Cheon lari untuk menutup gerbang di belakangnya. Ia menghadapi pasukan itu sendiri.

Ha Jong kaget saat tahu mereka juga kehilangan Kim Yu Shin. Mi saeng berkata ini terjadi karena Kim Yong Chun mau bunuh diri jadi Yu Shin berhasil lolos. Ha Jong berkata Seol Won benar2 hanya sesumbar saja dengan kemampuannya. Mi Shil mencoba menahan kekecewaannya. Ia berkata mereka sekarang kehilangan Kim Yu Shin dan putri Deok MAn. Mi Shil tanya apa mereka juga dapat lari dari istana. Mi saeng meyakinkan kecuali mereka tumbuh sayap dan terbang tidak mungkin lari dari istana. Ini hanya soal waktu. Ha Jong berkata mereka memiliki orang2 mengendalikan dan mengamankan seluruh istana. Ia minta ibunya tidak khawatir. Mi Saeng berkata seharusnya demikian.

Chil Sook masuk dan berkata ia sudah menemukan stempel kerajaan dan menunjukkan stempel kerajaan itu pada Mi shil. Mi shil tanya bagaimana Chil Sook menemukannya, Chil Sook berkata ada di gudang bawah tanah istana.

Mi shil senang dan mengambil stempel itu. Ini bagus, sekarang mereka bisa memecahkan semua masalah hukum sesuai dengan hukum negara. Mi shil minta adiknya untuk menulis perintah Raja dan menangkap mereka dengan tuduhan pemberontakan dan percobaan pembunuhan pada anggota dewan dan umumkan pada masyarakat. Mi Saeng menyanggupinya. Mi Shil minta Ha Jong untuk memaksa Kim Seo Hyun, Kim Yong Chun dan Al Cheon agar mereka mengaku sesuai dengan tuduhan. Mereka harus mengaku bahwa Putri Deok Man adalah dalang dibelakang pemberontakan ini. Mi shil berkata mereka harus mengadakan sidang segera dan memanggil semua gubernur ke sidang dan minta Chil Sook memerintah semua Hwa Rang untuk hadir. Chil Sook melakukannya. Mi shil minta agar Kim Yu Shin dan Putri tidak keluar dari istana.

Chil Sook menemui Seok Bum dan memerintah mereka untuk memanggil semua nangdo dan memberikan perintah kerajaan dan Seok Bum berkata ini perintah untuk menuntut Putri Deok Man, Deok Chung sekarang benar2 curiga. Mi saeng minta semua nangdo dipanggil dan Ha Jong menambahkan mereka harus ada di ruang sidang besok pagi tanpa penundaan. Mi saeng berkata sekarang tinggal menemukan Putri Deok Man dan semua mimpi akan tercapai. Ha Jong setuju, mereka tidak akan bisa lari dari sini.

Kim Yu Shin menyelinap kemudian ia melihat Chil Sook dan Seok Bum dan menyembunyikan diri, ia menjauh dari situ dan berhadapan dengan Deok Chung! Tapi Deok Chung tidak melaporkan Yu shin dan berkata bahwa agar Yu Shin menggunakan gerbang barat untuk melarikan diri. Karena ada perintah kerajaan untuk menahan Putri Deok Man. Kim Yu Shin sadar Putri mungkin belum tertangkap. Deok Chung berkata Putri mungkin tidak dapat meninggalkan istana. Kim Yu shin berterima kasih pada Deok Chung atas bantuannya dan pergi.

Chil Sook memperlihatkan perintah kerajaan pada kapten Hwarang dan berkata Raja sudah mengeluarkan perintah untuk menahan Putri Deok Man. Im Jong heran. Chil Sook berkata Putri Deok Man sudah melakukan pemberontakan. Phil Dan juga terkejut dengan tuduhan pada Putri. Bo Jong menjelaskan Putri sudah menjadi dalang dan menggunakan penjaga istana dan menghina sidang dewan istana dan mencoba membunuh Se Jong. Chil sook minta para kapten Hwarang untuk mengirim nangdo mereka menangkap Putri Deok Man. Deok Chung masuk dan Bo Jong berkata ia mencarinya karena mereka sedang membacakan perintah kerajaan untuk menangkap Putri dan Chil Sook sudah mengerahkan semua nangdo Hwarang untuk tugas ini. Deok Chung ragu dengan keaslian perintah itu.

Kim Yu shin lari untuk mencari Deok Man. Hanya dimana ia..bersembunyi. Yu Shin ingat ruang rahasia saat ia tugas di kuil istana. Kim yu Shin menuju kesana.

Joo Bang, Deok Man, dan Chun Chu menyamar sebagai prajurit menuju ke arah kuil istana. Joo Bang akan memeriksa dulu siapa tahu di depan kuil ada penjaga dan minta mereka menunggu. Kemudian Deok Man melihat satu regu penjaga dan kaptennya berteriak apa yang mereka lakukan disitu, perintahnya untuk mengamankan gerbang timur dan minta mereka kembali ke barisan. Deok Man mengerti dan minta Chun Chu untuk lari, Kapten menjadi curiga dan minta mereka berbalik dan tanya mereka dari kesatuan mana dan mengapa mereka tidak menjawabnya. Deok Man berkata mereka menuju ke gerbang timur seperti yang diperintahkan. Kapten berkata berapa kali ia harus mengatakannya…kemudian ia sadar itu Putri Deok Man dan berteriak bahwa itu dia..Deok Man menendang tulang keringnya dan lari ke arah kuil. Kapten berteriak dan mengejar mereka. Joo Bang menyadari Deok Man dikejar pasukan. Deok Man dan Chun Chu tersudut oleh pasukan. Deok Man menghunus pedangnya dan bersiap bertempur.

Joo Bang berkata bagaimana Deok Man bisa ketahuan. Kapten minta Putri ikut dengannya dengan tenang. Joo Bang berkata mereka harus melarikan diri ke jalan rahasia. JOo Bang berusaha mencari jalan rahasia dan tidak sengaja menemukan sebuah panel yang membuka jalan ke jalan rahasia dan masuk, ia menemukan panel pintu lainnya.

Kapten masih mencoba minta Putri kembali ke istana bersama dengannya. Deok Man minta mereka minggir. Kapten berkata perintah penangkapannya telah diterima oleh seluruh pasukan dan minta ia ikut dengan mereka. Deok Man mengayunkan pedangnya dan minta mereka mundur ini perintah Putri Raja. Kapten memrintah agar Deok Man ditangkap. Lalu Kim Yu shin datang dan minta mereka berhenti. Ia melumpuhkan penjaga satu demi satu. Deok Man senang melihat Yu shin. Yu Shin tanya apa Deok Man baik2 saja. Iya kata Putri. Yu shin minta Deok Man mundur, ia akan menghadapi mereka. Kim Yu shin berkata ia tidak berniat melukai mereka dan minta mereka minggir. Kapten memerintahkan untuk menangkap mereka semua. Kim Yu shin melawan mereka lagi dan ia minta Deok Man lari secepatnya. Deok Man menarik Chun Chu dan mengikuti Yu Shin dengan para penjaga yang mengejar mereka.

Sementara itu, Joo Bang menemukan jalan rahasia yang mengarah ke banyak jalan, ia tidak tahu jalan yang mana dan menjadi panik. Kim Yu shin terus bertempur dengan Deok Man dan Chun Chu di belakangnya dan mereka mencoba lari. Pasukan mengejar mereka. Kim Yu shin sampai ke gerbang dan mencoba melumpuhkan penjaga. Kim Chun Chu terjatuh dan seorang prajurit menjadikannya tawanan. Ia mengarahkan belati pada Chun Chu dan minta mereka berhenti dan minta agar gerbang ditutup dan dikunci. Kapten berkata cukup sudah dan mohon agar mereka menurunkan senjatanya dan menyerah. Kim Chun Chu minta Deok Man pergi dan berteriak pada bibinya untuk pergi. Deok Man menjatuhkan pedangnya, Kim Yu shin juga menjatuhkan pedangnya dan Kapten memerintah agar mereka ditahan kemudian Bi Dam dari atas atap menembakkan anak panah pada prajurit dan turun dengan pasukannya untuk mengambil alih situasi. (Tirza: finally..it’s about time, dude.. )

Deok Man lari menarik Chun Chu keluar dari bahaya dan Bi Dam membantai penjaga tanpa ampun. (he seems enjoy the slaughter very much..). Kim Yu shin dan Deok Man memanggil Bi Dam dan Bi Dam berkata ia terlambat dan minta Deok Man memaafkannya. Kim Yu shin dan Bi Dam bersama menghadapi penjaga. Anak buah Bi Dam menggunakan formasi untuk mengalahkan penjaga istana. Bo Jong dan Dae Nam Bo datang untuk memberi bantuan. Mereka lari ke arah gerbang barat.

Joo Bang benar2 tersesat ia bersandar ke dinding karena kelelahan dan dindingnya bergerak dan Joo Bang jatuh.

Kim Yu Shin dan Bi Dam bertempur untuk mencari jalan. Deok Man juga harus bertempur. Bi Dam membawa Deok Man dan Kim Chun Chu pergi dan Yu shin menghadang penjaga. Bi Dam sampai ke gerbang dan membukanya, Yeom Jong sudah menyiapkan kuda untuk melarikan diri. Ia memberi salam pada Putri dan Kim Chun Chu juga Yu shin dan minta agar mereka segera pergi. Deok Man tanya bagaimana dengan Yu Shin.

Kim Yu shin berkata ia akan segera menyusul mereka dan minta mereka pergi. Putri berkeras Yu Shin harus ikut dengan mereka. Bo Jong teriak mereka tidak boleh lari. Kim Yu shin minta Bi Dam, ia harus melindungi Putri Deok Man tidak peduli apapun dan menutup gerbangnya. Deok Man berteriak pada Yu shin, apa yang Yu shin pikirkan.

Kim Yu shin berkata keselamatan Deok Man adalah harapan mereka. Deok MAn tidak mau mendengarnya. Kim Yu shin : Putri, anda harus selamat dan datang untuk menyelamatkanku!

Kim Yu Shin berteriak ke Bi Dam, mengapa hanya berdiri saja, kawal Putri ke tempat yang aman dan Bi Dam menarik Deok Man dan Kim Yu shin menutup gerbang dan menguncinya dari dalam sementara Deok Man berteriak pada Yu Shin untuk membuka gerbangnya dan Kim Yu shin berkata tidak seorang pun yang boleh lewat melalui gerbang ini dan ia meneruskan bertempur. Deok Man berteriak pada Yu Shin dari sebelah luar gerbang.

Bi Dam menarik Deok Man ke atas kuda dan Kim Chun Chu dibawa Yeom Jong dan mereka melarikan diri, Deok Man melihat ke belakang dari atas punggung kuda…

Queen Seondeok Episode 46

Kim Yu Shin bertempur mati2an, Bo Jong dan Dae Nam Bo hanya dapat berteriak untuk berhenti dan menahan Yu shin. Seol Won datang dan marah mengapa mereka hanya berdiri saja dan berteriak. Yu Shin minta para kapten Hwarang untuk mendengarkannya, pelindung Hwarang adalah Putri Deok Man dan Putri terpaksa meninggalkan istana karena tuduhan palsu padanya.

Insiden di Yeol Seon Gak adalah rancangan untuk mencelakakan Putri dan tidak ada hubungan sama sekali dengan Putri. Seol Won berkata Kim Yu Shin adalah penghianat, jangan biarkan kata2nya mempengaruhi penilaian para kapten dan melawan perintah kerajaan dan apa yang kalian tunggu, cepat tahan Kim Yu Shin. Bo Jong dan dae nam Bo mengikuti perintah, Kim Yu Shin berhasil dilumpuhkan. Seol Won memerintah : Buka gerbang dan kejar Putri Deok Man.

Joo Bang masih tersesat dan jatuh ke satu tempat yang ternyata kamar belajar Mi Shil dan So Hwa kaget melihatnya, Joo Bang apalagi. So Hwa tanya bagaimana Joo Bang bisa ke sini, lewat tembok. Joo Bang tanya tempat apa ini, So Hwa menjelaskan ini kamar belajar Mi shil. Joo Bang heran, bagaimana Mi shil dapat memiliki kamar bawah tanah pribadi semewah ini. Joo Bang mengajak So hwa keluar dari situ, So Hwa bersedia dan ia mengambil perintah Raja Jinheung dan memegangnya dengan erat lalu pergi. Joo Bang heran mengapa So hwa sangat berhati-hati.

Mi Shil kesal bahwa Seol Won membiarkan Putri Deok Man dan Kim Chun Chu lolos.

Mi saeng tidak mengerti apa yang dilakukan semua tentara dan hwa Rang itu. Seol Won lapor bahwa Bi Dam dan anak buahnya tiba2 datang. Mi shil heran dan Mi Saeng tanya mengapa Bi Dam masih hidup? Seol Won berkata Yeom Jong pasti tidak melaksanakan perintahnya. Mi saeng tanya bukankah Mi Shil bertemu Yeom jong dan bagaimana Bi Dam bisa masih hidup? Seol Won berkata yeom Jong tidak pergi dengan Bi Dam, Yeom Jong menghianati mereka. Mi aeng tidak mengerti, bepergian? Mi saeng minta kakaknya menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Bukankah Bi dam seharusnya dibunuh.

Mi shil diam saja. Ha Jong datang dengan panik, bagaimana mereka meloloskan Putri Deok Man. Sekarang justru situasinya gawat bagi mereka. Mi Shil terlihat sangat kesal. Mi Shil berkata ini kesalahannya, tapi hanya satu Putri deok Man yang lolos dan hanya itu. Sedangkan di istana ada Mi shil dan bagaimanapun semua kekuasaan ada di tangannya. Mi shil berkata sekarang saatnya menjalankan rencana ke-2. Ha jong tanya apa ibunya ingin mengadakan sidang besok pagi. Mi saeng juga sudah memanggil semua gubernur.

Deok Man membahas status Mi shil saat ini. Mi shil hanya dapat menggunakan rencana seperti ini untuk memperoleh takhta. Deok Man berkata tidak peduli situasinya, ia tetap keturunan Raja Jinpyeong itu sebabnya ia memiliki legitimasi untuk mengklaim Mi shil dan potensi kekuatan ada padanya.

Kim Chun Chu berkata itu sebabnya mengapa Kim Yu shin menyebut bahwa keselamatan Deok MAn adalah harapan mereka. Bi Dam tanya itu sebabnya deok Man berkata mulai sekarang waktu memihaknya dan Mi Shil berkata mulai sekarang waktu meninggalkan dia. Jika mereka gagal menangkap Deok Man segera, maka Silla akan terpecah menjadi dua kekuatan. Mi shil berkata pada Seol Won dan Chil Sook, mereka harus mendpatkan Deok Man dengan cara apapun jika tidak ingin negara ini terbagi menjadi 2 kekuatan.

Yeom jong berkata jika demikian apa mereka perlu mencari tempat untuk berlabuh itu adalah pilihan yang baik. Kim Chun Chu berkata demi rencana masa depan dalam pemerintahan, mereka harus mencari tempat aman sejauh mungkin. Deok Man tanya pendapat Bi Dam, Bi Dam menggelengkan kepalanya, Deok Man berkata tapi Yu Shin benar kepergiannya dari istana adalah hal terbaik. Bi Dam berkata Mi shil justru yang merasa kesal dan terganggu. Mi Shil sudah merancang semua ini dan sudah mengatur agar Putri Deok MAn dituduh sebagai penghianat untuk mengambil alih istana. Bi Dam berkata untuk itu Mi Shil harus menahan Deok Man untuk membenarkan perkaranya dalam satu serangan saja.

Deok Man berkata Mi shil gagal menahannya maka perlawanannya untuk menguasai takhta gagal dan mulai sekarang waktu berpihak padanya. Kim Chun Chu tidak terlalu yakin dan ia tidak menyangkal kenyataan itu tapi Mi Shil tidak akan kehilangan apapun dan akan menggunakan kekuatannya mencari Deok MAn secepat mungkin, ini mengapa mereka perlu mencari tempat yang lebih aman dan tidak ditangkap dan dituduh oleh lawan politiknya.

Deok Man : Aku akan mencari tempat. Mi shil dan aku akan melakukan ini akhirnya..sekarang atau di seorabeol..bantulah aku.

Mi shil memerintah Seol Won untuk menarik pengakuan dari Kim seo Hyun, Kim Yong Chun, Kim Yu Shin dan Al cheon mengenai putri Deok MAn sebagai dalang percobaan pembunuhan Se Jong. Sebelum situasinya tidak terkendali. Mi Shil menambahkan, Kim Yu Shin dan Al Cheon sepertinya paling tahu keberadaan Putri, dan ia minta Seol Won menggunakan semua metode penyiksaan untuk memancing informasi dari keduanya. Mi Shil memerintah Chil Sook untuk menyiksa anak buah Bi dam yang tertangkap dimana kemungkinan Deok MAn berada. Chil Sook ia juga sudah merencanakannya. Mi shil berkata ia akan menggunakan stempel istana untuk mengeluarkan perintah menangkap Putri dan menyebarkan ke seluruh negeri.

Mi Shil berkata bahwa selama proses, Deok Man harus mati. Deok Man mati saat melawan undang2, inilah bagaimana Deok Man akan berakhir. San Tak lapor bahwa semua tahanan sudah dikunci dalam sel. Chil Sook berkata agar menjaga mereka baik2 dan lakukan sesuai instruksi. Chil Sook ke ruang bawah tanah dan menemukan So Hwa sudah hilang. Chil sook kesal.

Dae Pung, Guk San heun dan Go Do disiksa dan diinterogasi oleh Seok bum. Jika mereka ingin hidup, mereka harus mengaku mengikuti perintah Putri Deok Man untuk mengadakan pemberontakan. Seok Bum menarik kerah baju Go do dan berkata ia adalah pengawal istana dibawah pimpinan Putri Deok MAn. Apa Go Do menikam Se Jong dibawah perintah putri Deok Man. Go Do berkata mereka tidak diperintah seperti itu. Guk san heun berkata merekatidak menerima perintah itu.

Dae Pun berkata tentara memblokir jalan ke arah ruang rapat dewan istana. Nangdo Al Cheon hanya minta ia membunuhnya dan mengakhiri masalah ini. seok Bum tidak mendapat apapun dari mereka. Seok bum melihat betapa teguh dengan lidahnya dan ia minta interogasi berlanjut dan mereka mulai disiksa dengan besi panas, Go Do berteriak kesakitan.

Sementara itu Kim Yu Shin dan AL cheon dipaksa berbicara oleh Seol Won. Kim Yu shin berkata apa penipuan ini cukup membuat mereka mengaku. Al Cheon berkata bahwa Seol Won adalah salah satu anggota Hwa Rang bagaimana ia terlibat dalam taktik penipuan dan tindakan seperti ini. Seol Won setuju bahwa ini benar2 terlihat sebagai penipuan, tapi mereka sama yaitu untuk membantu seseorang naik takhta.

Yu Shin berkata seol Won tidak perlu berkotbah tentang teori tapi ia harus melakukan praktek demi kepentingan bangsa dan negara. Ini adalah jalan yang akan ia lalui. Seol Won tertawa dan ia memberi tanda untuk cap besi panas. Al Cheon dicap besi panas. Kim Yu Shin: Apa yang kau lakukan?!! Seol Won ingin tahu dimana Putri. Dan jika Yu Shin tidak mengatakannya maka Al Cheon akan menemui ajalnya, Seol Won meminta penjaga menambahkan cap besi panas pada Al Cheon.

Yu Shin berteriak : Hentikan..!! Bunuh saja aku ..!!

Ha Jong bertugas menginterogasi Kim Seo Hyun dan Kim Yong Chu. Bagaimana mereka bisa sedemikian keras kepala dan lihat Raja sudah mengeluarkan perintah untuk menahan Putri Deok Man. Kim Yong Chu berkata perintah kerajaan itu dipaksakan pada Raja dan ia tahu benar itu. Kemudian Ha Jong menghadapi Kim Seo hyun dan memanggilnya besan, bahwa ia tidak mau melihat putrinya menjadi janda karena kehilangan suaminya. Jika Kim Seo Hyun keras kepala dapat dipastikan Kim Yu Shin akan mati. Ha Jong akan akan kehilangan menantu yang baik. Kim Yong Chun minta Ha Jong tutup mulut.

Ha Jong cukup sabar membujuk Kim seo hyun dan Kim Yong Chun, agar mereka mengatakan ini perintah Putri dan mereka tidak peduli pada rakyat dan mereka hanya bidak. Ha Jong berkata mereka hanya perlu membuat statement itu. Kim Seo hyun berkata bahwa Ha Jong benar2 tidak pantas kelakuannya. Ha Jong mulai kesal mengapa mereka tidak dapat berpikir jernih dan ia tidak peduli lagi apa mereka besan atau keluarga, ini akan membawa pada kematian dan juga untuk Kim yu shin.

Putri MAn Myeong menemui Se Jong mencari bantuan. Bagaimana Se Jong membiarkan ini terjadi dan mengingatkan mereka masih ada hubungan keluarga. Bahkan Yeong Mo memohon pada kakeknya agar suaminya jangan dibunuh. Yeong Mo berkata ia yakin Kim Yu Shin tidak akan pernah melakukan tindakan seperti itu. Se Jong berkata bahwa Kim Seo Hyun, Kim Yu Shin, Kim yong Chun dan Al Cheon tidak perlu mati. Mereka hanya perlu meninggalkan Putri Deok MAn. Putri Man Myeong kaget dengan pernyataan Se Jong. Se Jong menyarankan agar mereka mempertaruhkan nyawa mereka untuk meyakinkan Kim Se Hyun dan Kim yu Shin. Se Jong tanya apa Putri Man Myeong mengerti. Se Jong merasa sakit.

Kim yu shin mencoba membangunkan Al Cheon, Yu Shin : Bangun..!!Kau tidak boleh mati ..kau tidak boleh.. Tapi Al Cheon pingsan. Chil Sook berkata Kim Yu Shin dan Al Cheon tidak akan mempan jika hanya disiksa, pakai cara lain.

San Tak datang dan lapor bahwa ia sudah melakukan persis seperti instruksi Chil Sook. Chil Sook mengerti dan minta San Tak terus lapor padanya. San Tak mengerti.

Bi Dam berkata pada Deok Man bagaimana ia bisa melakukan perjalanan berbahaya ini sendirian. Deok Man : Kalau begitu ikutlah aku dan pertaruhkan nyawamu untukku. Deok Man minta Yeom jong melindungi Chun Chu. Apa mereka semua mengerti? Mereka mengerti. Deok Man berkata jika mereka tidak mengadakan tindakan pertama maka keluarga Raja akan hancur. Deok MAn tahu ini tidak sesuai dengan prinsip2 Kim Chun Chu, tapi yang dibutuhkan sekarang adalah keteguhan dan kepemilikan pribadi dan Deok MAn. Kim Chun Chu setuju melaksanakan harapan Deok MAn. Deok MAn berkata Mi shil tidak takut bahwa ia tidak bisa menangkapnya, tapi Mi shil takut karena ada kemungkinan balasan dari kita. Deok Man minta agar pasukan dikerahkan nanti malam dibawah kepemimpinanya dan kita harus yakin pasukan ini fit dan siap untuk melaksanakan rencana mereka.

Phil Dan mendapatkan panah dengan pesan. Ia membaca dan memberikannya pada ayahnya. Deok Man mengirim pesan pada Im Jong, Baek Eui, kemudian Deok Chung juga mendapatkannya.

Deok Man : Aku keturunan dan darah daging Raja Jinpyeong, Putri Deok Man, agar semua pejabat dan rakyat di negara Silla tahu dan mendengar perkataanku. Karena melakukan pemberontakan dan memaksa menjadikan Raja sebagai tahanan rumah dan dengan penuh tipu muslihat menguasai stempel kerajaan, memerintahkan agar Se Ju Mi Shil ditahan.

Bangsawan Jujin ada di tendanya dan Bi Dam dengan santai masuk ke dalam dan mengarahkan belati ke leher bangsawan Jujin. Deok Man masuk dan Bangsawan Jujin memberi salam. Deok Man ingin tahu perjanjian apa yang dibuat antara Mi Shil dengan Jujin. Jujin berkata, ada 5000 prajurit di luar dan jika ia teriak, mereka tidak akan bisa keluar hidup2. Deok man tersenyum ya mungkin benar tapi setelah kepala anda terguling di meja setelah itu mungkin mereka. (Tirza: ada “kegilaan” yg mirip antara Deok Man dg Bi dam kalau sdg mengancam orang..he..he)

Deok Man mengulang pertanyaannya, Bangsawan Jujin tidak menjawab. Deok Man minta Bi dam mendekatkan belati ke leher bangsawan Jujin. (tuh kan..) Bangsawan Jujin berkata 10.000 seok tanah di Sangju dan jabatan sebagai anggota dewan. Deok Man tersenyum, bahwa balas jasa untuk membantu Mi shil naik takhta hanya tanah dan jabatan . Bangsawan Jujin kaget bahwa Mi shil ingin naik tahkta. Deok MAn membenarkan. Bangsawan Jujin melihat ke arah Bi dam yang mengangguk.

Deok Man berkata Mi Shil sudah habis2an demi takhta, seharusnya bangsawan Jujin minta hadiah lebih besar lagi. Deok Man berkata jika ia Mi shil, maka tawarannya akan lebih besar daripada yang sudah ada. Deok Man berkata karena ia menyediakan dukungan militer untuk Mi shil, ia seharusnya memperoleh hadiah jauh lebih besar. Deok Man berkata jika bangsawan Jujin merasa tidak puas dan tidak cukup, mengapa ia tidak memberi kesempatan padanya untuk melakukan bisnis dengan masalah itu.

Jujin heran bahwa Deok Man datang untuk berbisnis dengannya. Bi Dam berkata Putri Deok Man sangat pandai dalam perdagangan. Deok Man minta Bi Dam memukul Jujin agar pingsan. (Tirza: ck..ck they looked so enjoy doing that..poor jujin..)

Deok Man pergi dan kembali ke persembunyian mereka. Bi dam duduk dengannya dan tanya apa ia harus mengambil resiko untuk menemui Jujin sendiri. Deok Man menceritakan kisah Raja Jinheung dengan harimau. Raja saat itu tidak menarik tangannya tapi justru memasukkan tangannya lebih dalam ke arah tenggorokan harimau. Bi Dam menambahkan jika menarik tangannya dari mulut harimau akan menyebabkan luka yang sangat parah, tapi dengan mendorong masuk justru akan membunuh si harimau. Deok Man berkata ini persis sama dengan keadaan itu. Deok MAn tidak yakin apa Jujin adalah tenggorokan Mi Shil tapi sampai ia yakin ia akan terus mendorong sampai menemukan tenggorokannya.

Deok MAn berkata Wyol Ya ada di persembunyian Bo Gya Hoe. Ia minta agar Bi Dam pergi diam2 ke sana dan membuat rencana untuk menyelamatkan Kim Yu Shin dan Al cheon. Deok Man: Jika kau pergi, bawalah Kim Chun Chu bersamamu,” Bi Dam : Mengapa aku harus bawa Kim Chun Chu? Deok Man : Antara Kim Chun Chu dan aku, salah satu harus tetap hidup. Bi Dam mengerti.

Para Bangsawan berkumpul di istana atas panggilan. Mi shil membubuhkan cap keputusan istana di depan Raja Jinpyeong dan menyerahkannya pada Raja. Ratu Maya berkata bunuh saja mereka. Mi shil berkata belum saatnya. Raja tanya apa yang diinginkan Mi Shil. Mi shil melihat ke arah takhta dan berkata ia ingin takhta. Raja Jinpyeong tertawa, ia sudah menunggu dan baru sekarang ia berusaha meraih takhta? Mi shil heran. Raja berkata jika Mi shi menginginkan takhta lebih awal, maka Raja tidak perlu membuang Deok Man atau akan kehilangan Cheon Myeong. Dan Mi shil tidak perlu terpaksa membuang anak laki2nya juga, dan sekarang jika Mi shil naik Takhta sekarang, sudah terlalu terlambat untuk melakukannya.

Mi shil setuju itu mungkin benar sudah sangat terlambat. Raja Jinpyeong berkata ini selamanya bukan mimpi Mi shil, tapi sekarang ia berencana mengklaim mimpi orang lain menjadi mimpinya. Raja batuk2 dan Ratu mendekati Raja.

Mi Shil keluar, apa yang bisa ia lakukan apa benar mimpiku, Mi Shil ingin menjadi Ratu negeri ini.

Mi Shil memasuki ruang sidang dan para bangsawan memberi hormat padanya. Mi shil membacakan perintah kerajaan.

Mi Shil : Setelah kami selesai memeriksa Pungwolju, kami menemukan bahwa Putri Deok Man adalah dalang dari konspirasi pembunuhan terhadap Sangdaedeung Se Jong. Karena itu, Baginda Raja mengeluarkan perintah mengutuk dengan keras semua pemberontakan pada negara yang menggoncang dasar negri ini, jadi tidak hanya kami akan berusaha menangkap Tuan Puteri, tapi setiap dan semua pejabat yang mendukung Tuan Puteri akan diturunkan dari jabatan. Jadi mulai saat ini akan dibentuk Kementerian Keadaan Darurat.

Para bangsawan kaget karena Kementerian Darurat dibentuk untuk mengatur negara. Mi Shil berkata bahwa Departemen itu terdiri dari Se Jong, Seol Won Rang, dan ia sendiri Se Ju Mi Shil. Ke tiganya akan berada langsung dibawah “perintah” Raja Jinpyeong dan akan berada di atas dewan istana. Sebagai tambahan, dewan ini akan menyelidiki semua hal yang mungkin akan mengancam stabilitas nasional. Sementara Raja sedang sakit, jadi Gubernur Militer akan ditunjuk untuk bertindak atas nama Baginda yang akan melaksanakan aturan dan perintah Raja, Mi Shil akan mengambil posisi itu.

Bangsawan Jujin tahu yang sebenarnya ia ingat kata2 Deok Man. Bangsawan yang lain berkata Mi shil sudah merencanakan ini sejak awal. Salah seorang bangsawan (ayah Hwarang Hwang Yun) bertanya pada Mi Shil, bagaimana mereka dapat tahu Raja sakit dan apakah perintah itu benar2 ditulis oleh Raja, lanjutkan kata Mi shil, benar bahwa surat itu distempel Raja, tapi Putri Deok Man adalah satu2 nya keturunan Raja, dan ia juga satu2nya Seonggol. Mi shil benar2 kesal saat ia menyebut kata Seonggol. Mi shil memberi tanda pada Bo Jong yang langsung menebas bangsawan itu dengan pedang dan jatuh mati di lantai.

Mi Shil lalu duduk di takhta dan berkata ia minta maaf atas kejadian ini dan ia akan berbicara terus terang apa yang sebenarnya terjadi. Mi shil dengan kesal berkata bahwa selama ini Mi shil sudah mengambil tanggung jawab pada masalah negara sementara para bangsawan hanya mementingkan diri dan mengumpulkan kekayaan saja dan ia sudah melayani dibawah 3 Raja dan sudah menjaga keamanan negara ini. Mi shil tanya apakah satu2nya keturunan Raja Jinpyeong, satu2nya Seonggol, Putri Deok Man sudah melakukan sesuatu untuk keamanan negeri ini. Tidak ! Mi shil-lah yang melayani negri ini dengan hati dan jiwanya. Mi shil menantang mereka untuk mengatakan yang sebaliknya jika berani tapi kalau tidak lebih baik diam. Mi Shil berkata jika tidak ada lagi yang berpendapat, maka ia adalah Gubernur Militer dari Dewan Darurat.

Mi Shil : Seju Mi Shil Gubernur Militer dari Dewan Darurat, menyatakan negara dalam bahaya atas nama Raja..undang2 militer kepada semua rakyat. Mi shil berkata dilarang mengadakan pertemuan lebih dari 5 orang di Seorabeol, kecuali petugas militer, dan tidak boleh membawa senjata. Mi shil tanya apa sudah jelas ?

Lalu ada pengumuman yang ditempel di seluruh negri. Rakyat membaca dan bingung karena semalam juga ada pengumuman dari Putri Deok Man untuk menangkap Mi shil, sekarang ada pengumuman dari Mi Shil untuk menangkap Puteri, yang mana yang benar.

Datang prajurit dan menangkapi mereka, karena mereka berkerumun lebih dari 5 orang, apa mereka tidak membaca pengumuman dan mereka melanggar UU militer, lalu orang2 itu diseret. Seol Won bertemu Seok Bum dan Baek Eui dan berkata ia menawarkan posisi di Kementrian Pertahanan pada mereka.

Seok Bum berterima kasih pada Seol Won Rang. Mulai sekarang kata Seol Won, Seok Bum akan memerintah pasukan dan memeriksa semua pergerakan pejabat. Baek Eui mengiyakan. Seol Won tanya apa ada kegiatan tidak biasa dalam Hwa Rang, Seok Bum berkata belum ada yang harus dilaporkan. Seol Won berkata mereka harus terus mengawasi dengan diam2 dan jika ada yang tidak puas mereka harus segera lapor. Seok Bum menyanggupi. Baek Eui heran mengapa mereka harus memeriksa pejabat dengan rahasia, apa Raja Jinpyeong mengeluarkan perintah seperti itu. Seok Bum berkata itu perintah Mi Shil dan dia tidak pernah mengeluarkan perintah diluar batas kebenaran dan keadilan.

Hwarang Hwang Yun, anak bangsawan yang dibunuh tadi, kaget dan tanya apa yang terjadi pada ayahnya. Im Jong berkata itu yang ia dengar. Phil Dan berkata ayah Hwang Yun ikut rapat dan begitulah caranya menemui ajalnya. Im Jong berkata ia tidak tahu detilnya tapi Hwang Yun harus pergi memastikan. Hwang Yun pergi. Ada yang tidak beres kata Hwarang lainnya, Phil Dan tanya apa maksudnya. Bukankah ayahmu bangsawan Jujin juga mengerahkan pasukan ke ibukota, Phil Dan membela ayahnya. Ayahnya hanya bertugas mengamankan ibukota.

Deok Chung tanya apa Phil Dan yakin bahwa mereka mengerahkan pasukan setelah insiden atau mereka bergerak sebelum insiden? Phil Dan kesal, mengapa Deok Chung meragukan masalah ini. Phil Dan berkata ayahnya juga anggota dewan di dewan istana. Deok Chung berkata ayah Phil Dan sepertinya tidak tahu apa yang terjadi. Im Jong tanya apa kebetulan…apa kebetulan kalian juga menerima panah berisi pesan ?

Deok Chun tanya Im Jong juga menerimanya? Im Jong membenarkan, Juga semua kapten Hwarang. Deok Chung berkata ia tidak pernah melihat Mi shil bertindak diluar batas keadilan dan kebenaran tapi mengenai percobaan pembunuhan Se Jong, ia yakin itu adalah taktik agar dewan istana mengeluarkan Putri Deok Man dari urusan negara dan politik. Tapi ada yang tidak beres, bukan saja apa yang terjadi pada ayah Hwang Yun tapi sepertinya banyak sekali kejadian yang tidak bisa dijelaskan akhir2 ini. Deok Chung menyatakan kerusuhan di Yeol Seon Gak dan percobaan pembunuhan Se Jong semuanya tidak ada bukti yang jelas untuk menjelaskan apa yang terjadi. Ho Jae masih belum kembali ke Seorabeol.

Phil Dan berkata saat ini ia sangat mengharapkan diadakannya debat atau argumen dari masalah ini untuk menjelaskan kejadiannya.

Ho Jae menemui ayahnya Gubernur di Yanju Jeon. Ayahnya berkata ini yang sudah dikirim Mi Shil untuknya, Ho Jae membaca, perintah penangkapan Putri Deok Man. Ayah Ho Jae berkata, di saat yang sama ia juga menerima surat dari Putri Deok Man dan Ho Jae membacanya : surat perintah menangkap Se ju Mi shil. Jadi kedua surat saling berlawanan. Ayah Ho Jae bingung ia tanya pada anaknya apa yang harus ia lakukan. Ho Jae heran bagaimana ini bisa terjadi. Ayahnya juga tidak tahu. Ho Jae memegang kedua surat itu.

Mi shil berterima kasih pada bangsawan Jujin, jika bukan karena bantuan militernya maka pihak putri akan mencelakakan Se Jong. Jujin bersikap sopan ia hanya melindungi istana saja. Seol won berkata Jujin akan dipromosikan menjadi anggota dewan istana dan akan berkantor di Seorabeol. Jujin berkata tapi komandonya berada di Sangju jeong. Mi shil berkata bukankah semua bangsawan demikian, mereka memiliki basis kekuatan di daerah tapi berkantor di Seorabeol. Jujin ragu tapi Seol Won sudah mengatur pengangkatan Jujin segera.

Phil Dan bertemu ayahnya. Jujin berkata ia baru saja dipromosikan menjadi anggota dewan istana, Phil Dan kaget, jadi ayah akan pindah ke Seorabeol? bagaimana dengan pasukan di Sangju jeong. Jujin berkata Seorabeol sudah mengeluarkan undang2 militer dan melarang kepemilikan atau penggunaan senjata. Pasukannya pasti akan kembali ke Sangju jeong. Phil Dan berkata bukankah ini artinya ayah di lumpuhkan kekuatan militernya? Bangsawan Jujin teringat kata2 Deok Man bahwa Mi shil akan melakukan apa saja untuk naik takhta. Jujin berguman : Putri Deok Man..

Mi Shil berkata pada Seol Won, mereka harus menarik semua kekuatan militer bangsawan untuk bergabung dengan militer di Seorabeol di bawah perintah mereka. Seol Won berkata mereka perlu memutuskan hubungan bangsawan dengan pasukannya. Mi Shil berkata tidak peduli apa yang akan mengikuti semua ini mereka harus terus melanjutkan untuk memaksa Raja menyerahkan takhtanya.

Mi Shil berkata sekarang masalahnya adalah dengan Deok Man…Satu2nya masalah adalah Deok Man. Seol Won berkata tenang saja, Chil Sook sudah menemukan ide untuk mengatasinya, kita tinggal tunggu hasilnya saja.

Petugas membuang dan melempar mayat2 ke dalam kuburan massal. Satu dari mereka adalah anak buah Yeom Jong yang sadar dan menyelinap pergi saat ia berpikir sudah aman. Ia sudah diamati oleh Santak dan Chil Sook. Apa itu orangnya tanya Chil Sook, benar jawab San tak. Orang itu adalah anak buah Yeom Jong yang pingsan saat diperiksa dan Chil Sook berkata kita pura2 mengira ia sudah mati dan lemparkan bersama mayat yang lain, jika ia sadar, kita tinggal mengikutinya.

Sook tanya apa orang itu curiga? San tak meyakinkan bahwa ia sudah lakukan seteliti mungkin. Chil sook dan San tak mengikuti orang itu, yang menemui Yeom Jong. Yeom Jong kaget melihat Gi Cheon. Gi Cheon tidak kuat lagi dan ia jatuh pingsan. Anak buah Yeom Jong membantunya tapi Yeom Jong meminta mereka keluar untuk melihat apa ada yang mengikutinya. Tidak ada kata mereka. San tak dan Chil Sook melarikan diri lewat atap.

Seo Ji dan Wyol Ya berpikir apa tidak ada alternatif lain selain mendobrak penjara dan menyelamatkan mereka, tapi menolong mereka juga berisiko besar. Wyol Ya berkata mereka harus menyelamatkan Yu Shin dan Al Cheon apa pun resikonya.

Anak buah Wyol Ya mendengar kegaduhan. Ternyata Joo Bang, mereka mengenal Joo Bang dan senang. Joo Bang memanggil So Hwa untuk keluar. Wyol Ya menemui Joo Bang dan melihat So Hwa. Di markas, Joo Bang makan dengan lahap sekali (jadi kasihan ama Go Do..ia pasti kelaparan..hiks..hiks). So Hwa memegang surat yang ia ambil dari kamar belajar Mi Shil. Bi Dam dan Kim Chun Chu ada dan So Hwa tanya dimana Putri Deok Man. Kim Chun Chu tersenyum dan minta agar So Hwa makan kemudian Bi Dam akan mengantar So Hwa pada Putri Deok Man. Bi Dam minta agar So Hwa makan. Bi Dam melihat So Hwa memegang surat di tangannya dengan erat sekali sambil makan dan heran apa itu.

Deok Man senang sekali bertemu So Hwa, Ibu!! Deok Man tanya bagaimana dan dimana Baginda Raja. So Hwa berkata Raja..

Yeom Jong memberikan rencana untuk Wyol Ya dan tanya bagaimana jika begini apa ini akan berhasil. Wyol Ya membacanya dan merasa cukup bagus untuk dilaksanakan. Baiklah kata Wyol Ya, mereka akan melakukannya malam ini. Wyol Ya dan Seo Ji pergi tapi diamati oleh Chil Sook dan Santak. Wyol Ya dan Seo Ji pura2 mati. Santak tanya apa yang mereka lakukan. Petugas datang untuk mengubur mayat, Wyol Ya bangun dan membunuh petugas itu dan pura2 menjadi mereka. Santak tanya apa mereka akan bertindak sekarang. Chil Sook menahannya dan minta Santak menunggu dan mengamati apa yang akan mereka lakukan. Wyol ya dan anak buahnya membawa kembali usungan mayat ke penjara.

Chil Sook lapor pada Mi shil dan Mi shil kaget bahwa Wyol Ya dan anak buahnya berhasil masuk dan berniat melepaskan Al Cheon dan Yu Shin. Chil Sook berkata mereka menyamar sebagai petugas mayat. Mi shil tanya berapa orang, ada 6 orang kata Chil Sook. Mi shil akan membiarkan Kim Yu shin lepas dan menjadi umpan. Chil Sook mengerti.

Penjaga datang dan membawa Kim Yu shin keluar, Yu shin melirik pada Al Cheon yang pingsan (hiks..Al Cheon..). Salah satu nangdo akhirnya mati dan mereka teriak ada yang mati disini. Lalu Yu shin dilempar lagi ke penjara dalam keadaan pingsan. Go Do menangis dan tanya apa Yu shin masih hidup dan mereka teriak ada yang mati disini. Penjaga marah dan minta mereka diam. Penjaga memanggil “petugas” untuk memeriksa apakah benar sudah mati. Seo Ji masuk ke dalam sel Go Do untuk memeriksa mayat. Lalu menepuk Dae Pung yang kesal tapi kemudian mengenali mata Seo Ji, Go Do juga. Seo Ji meminta mereka diam. Seo Ji teriak ada yang mati di sini. Penjaga memerintah agar semua mayat dimasukkan dalam kereta. Wyol Ya masuk dan semua nangdo mengenalinya. Wyol Ya minta mereka tenang.

Yeom Jong datang dan lapor pada Putri, bahwa Wyol Ya dan anak buahnya berhasil masuk ke dalam penjara. Deok Man mengerti. Seo Ji berkata pada petugas untuk memeriksa mayat2. Petugas melihat Kim Yu shin dan melihat reaksi Wyol Ya dan seoji dan minta kereta itu dibawa pergi. Wyol Ya dan seo Ji membawa kereta Yu shin.

Saat mereka meninggalkan rumah tahanan. Penjaga menahan mereka dan tanya apa isi kereta. Seo Ji menjawab itu mayat prajurit dan petugas melihatnya dan merasa jijik dan membiarkan mereka lewat secepat mungkin. Chil Sook mengamati semuanya. San Tak dan anak buahnya semua menyiapkan serangan dengan Yu shin sebagai umpan untuk menemukan Putri Deok Man. Chil Sook memberi tanda pada San Tak untuk bergerak. San tak dan anak buahnya mengikuti Wyol Ya. Wyol Ya dan Seo Ji membawa Yu Shin ke tempat aman dan mencoba menyadarkan Yu shin, Yu shin mulai sadar dan mereka membawa Yu shin pergi. Kim Yu shin sudah bisa menunggang kuda sendiri. San Tak dan anak buahnya mengepung persembunyian mereka. Apa mereka akan mengejar Yu Shin. Chil Sook memerintah agar jangan membagi kekuatan, target utama adalah Putri Deok Man. Chil Sook memerintahkan San Tak untuk mengepung tempat persembunyian mereka. San Tak mengerti.

Wyol Ya mendukung Yu Shin dan pergi menemui Putri Deok Man. Deok Man benar2 shock melihat kondisi Yu shin. Kim Yu Shin memberi salam pada Putri. Kemudian ada teriakan dan alarm berbunyi. Persembunyian mereka diserang. Deok Man tahu persembunyian mereka diketahui. Chil Sook mengambil alih markas dengan mudah dan ia masuk. Kemudian seorang prajurit yang luka lapor bahwa mereka sudah dikuasai dan meninggal setelah melaporkan.

Deok Man merasa gelisah tapi kemudian ia menguatkan hatinya dengan keberanian.

Mi shil duduk dengan tenang di kediamannya.

Mi shil : Yang Mulia. Marilah kita mengakhiri ini sekali dan untuk selamanya.

Personal opinion :

Ada satu yang menarik buatku, yaitu Yeong Mo. Pasti ia sedih sekali, anak keluarga bangsawan seperti Se Jong dll, cuma dijadikan alat untuk kepentingan politik ortunya. Harus menikah atas kepentingan politik dg suami yang tidak dikenal sebelumnya, saat dia mulai sayang dengan suaminya justru suaminya harus perang melawan keluarganya. Kira2 apa yang dirasakan Yeong Mo ya..padahal sedang hamil. Sama saja dengan Bo Ryang, hanya Bo Ryang sempat kenal dengan Kim Chun Chu. Cuma yang jadi my concern apa Chun Chu benar2 suka dengan Bo Ryang atau cuma untuk kamuflase saja? Chun Chu menyimpan kebencian dg keluarga Mi Shil. Kasihan mereka ini…

Kalau melihat karakter Yu shin, ia pasti tidak akan membuang Yeong Mo begitu saja walaupun Yu Shin menghukum Ha Jong, Mi Saeng, dan Bo Jong nantinya. Bagaimana pun Yeong Mo isterinya dan ia tidak salah, cuma korban karena dilahirkan di keluarga dengan agenda politik tingkat tinggi.

Queen Seondeok Episode 47

Seok Bum dan anak buahnya mengepung tempat Deok Man. Seok Bum menyalami Chil Sook. San TAk berkata mereka sudah mengepung tempat ini apa mereka skr harus masuk? Chil Sook maju dan berteriak, yang ada di dalam adalah pemberontak, mereka harus menurunkan senjata dan menyerah atas nama perintah Baginda Raja. Wyol Ya mengintip keluar dan berkata mereka telah terkepung. So hwa berkata pada Deok Man, apa yang harus mereka lakukan? Deok Man berpikir keras. Chil Sook berteriak lagi kecuali mereka menyerah dan keluar dengan tenang dari dalam, mereka akan masuk dan menangkap mereka sesuai perintah. Jika mereka melawan maka mereka akan mati.

Seok Bum mengusulkan mereka masuk saja karena semua sudah siap. Chil Sook berkata mereka tidak yakin situasi di dalam, siapa mereka dan berapa banyak belum bisa dipastikan. Chil Sook minta mereka bersiap menyerang.

Kim Yu Shin usul dia akan membuka jalan untuk keluar. Deok Man kaget, Yusin kondisinya belum memungkinkan untuk bertempur. Yu Shin minta Wyol Ya membawa Deok Man lari dari sini. Wyol Ya berkata apa Yu Shin tidak dengar, yang diluar itu Wonsanghwa Chil Sook. Dengan kondisi Yu Shin skr, itu namanya bunuh diri. Kim Yu shin berkata, tidak ada pilihan lain. Yu Shin : Aku Takut jika mereka menangkap Putri Deok Man semua dan segalanya akan berakhir.

Deok MAn berkata ada jalan, ia akan menemukan jalan. Yu shin berkata mereka tidak punya waktu mencarinya. Wyol Ya melihat untuk kali kedua, ada banyak sekali pasukan diluar. Deok Man melihat ke arah So Hwa. San Tak lapor, tidak ada gerakan mencurigakan di luar rumah. Chil Sook bersiap menyerbu dengan kekuatan penuh.

Deok man tidak setuju, ia tidak akan menyetujui dan ia tidak akan mengijinkan ini dan membiarkan ini. So Hwa memohon pada Deok Man hanya ini satu2nya cara yang mereka miliki dan Deok Man harus melakukannya. Deok Man berkeras ia tidak akan mengijinkan karena ini terlalu bahaya dan ia tidak akan mengijinkannya. So Hwa minta Deok Man melakukannya. Wyol Ya mengakui hanya itu alternatif yang bis dilakukan. Ia mohon Deok Man setuju. So hwa memohon dan mereka harus bertindak cepat. So Hwa memohon dan Deok Man membentak, ia tidak akan pernah mengijinkannya dan jangan omong lagi.

Selama ini So Hwa memanggil Deok Man dengan sebutan Tuan Putri, sampai akhirnya So hwa memegangnya dan memanggil : Deok Man ! So Hwa menggunakan nada keibuannya dan berkata agar Deok Man patuh dan menurut padanya, dengar apa yang akan ibu katakan.
So Hwa : Deok Man!!!..dengar…kata2 ibumu!
Deok Man : Ibu..
So Hwa : Kata2 ibu..dengar kataku..kau harus mengerti. Deok Man akhirnya setuju.

San Tak dan anak buahnya semua siap, Chil Sook memerintah mereka disini bukan untuk menangkap tapi membunuh Putri Deok Man. Kita harus pastikan tidak boleh ada yang bertanggungjawab atas kematiannya, jadi tutup wajah kalian. San TAk dll mengenakan topeng. Satu grup mulai menyerbu masuk dan kemudian mereka terbunuh dan jatuh dari lantai atas dan kemudian sunyi. Seok bum berkata mereka semua terbunuh dengan cepat sekali. Apa kita harus kirim grup kedua? Chil Sook berkata seseorang di dalam memiliki ilmu pedang tinggi. Kim Yu shin luka jadi pasti ada orang lain yang berilmu tinggi. Seok Bum tanya apa mereka perlu menggandakan orang? Chil Sook berkata jumlah banyak hanya berguna di tempat terbuka, jika dalam ruangan percuma saja. Jadi? Chil sook berkata ia sendiri yang akan masuk. Chil Sook minta grup kedua mengikutinya.

Wyol Ya dan Kim Yu shin membunuh penyerbu itu. Wyol Ya berkata ia akan menjadi umpan tapi Yu shin menahannya, kita sudah putuskan aku yang akan menjadi pengecohnya. Wyol Ya berkata : Kau Harus tetap hidup! Kau adalah milik Gaya. Demi kebaikan bersama, Kim Yu shin harus selamat dan minta agar memperhatikan keselamatan Deok Man. Wyol Ya berkata keselamatan Yu Shin lebih penting dari Deok Man. Wyol Ya berkata ia yang akan mengurus mereka. Yu Shin tidak setuju.

Chil Sook masuk dan menyelinap ke dalam rumah dan melihat bahwa 1/4 bg rumah ternyata kosong (Tirza : it’s remain me with the desert scene..when CS hunted young DM ). Seseorang mengintip dan melihat Chil sook kesal karena tidak menemukan apapun. Yu shin di kamar sebelah membunuh anak buah Chil Sook dan menarik perhatian Chil sook. Chil sook melihat Yu shin di koridor. Chil Sook mengarahkan pedang ke arah Yu Shin dan mereka bersiap bertempur.

Chil Sook melihat sekitar dan berkata dalam hati Putri Deok Man tidak disini. Yu shin melawan Chil sook dan jelas terlihat ia bukan lawan chil Sook. Yu shin terlempar melalui pintu dan Yu shin bertarung dengan semua kekuatannya, kemudian Chil Sook melihat 2 mayat anak buahnya di lantai dan bajunya diambil, Chil sook ingat ia melihat anak buahnya mati terlempar dari lantai atas, kemudian ia menyadari ini semua jebakan, ia termakan tipuan mereka.

So Hwa menyamar menjadi prajurit yang jatuh, seseorang mendekatinya dan tanya apa ia tidak apa2 dan sadar So hwa bukan temannya. Wyol Ya bangun dan membunuh orang itu. Wyol Ya membawa So hwa dan lari. Seok Bum mengejar. Chil Sook mendengar keributan dan ia pikir itu pasti Putri Deok Man. Yu Shin mencoba mencegah Chil sook tapi Chil Sook pergi. Kim Yu shin mengejar Chil sook dan berkata ia baru bisa pergi setelah melangkahi mayat Yu Shin. Chil sook melepaskan diri dari yu shin. San tak lapor mereka pergi, Chil sook memerintahkan pengejaran karena salah satu dari kedua orang itu adalah Putri Deok Man.

Kim Yu Shin masuk dan membuka lemari dan Deok Man ada di dalam dengan pedang. Wyol Ya dan So Hwa lari dan lagi2 So Hwa jatuh dan bangun sendiri. Chil sook mulai mendekat dan Chil Sook memerintah anak buahnya menyebar dan menyisir tempat itu. Kim Yu shin berkata sekarang aman, tapi kita harus cepat.

Chil Sook berhasil menyusul dan Chil sook menembak mereka dengan panah, tapi Wyol ya berhasil menarik So Hwa untuk menghindar dan mereka lari. Chil Sook terus mencari. Kim Yu shin lari dengan Deok Man mereka berpegangan tangan. Chil Sook dengan instingnya yang hebat berhasil menemukan Wyol Ya dan So Hwa. So Hwa jatuh lagi. Chil Sook ingat pesan Mi shil untuk menghabisi Deok Man. Wyol Ya menghunus pedangnya untuk menghadapi Chil Sook, So Hwa menahan penutup wajahnya. Chil sook melawan Wyol Ya, dan ia bukan tandingan Chil Sook. Chil Sook mengejar So Hwa, ia berpikir itu Deok Man. Chil sook teringat peristiwa saat ia mengejar bayi Deok Man.

Chil Sook berkata sekarang adalah akhir untuk Deok Man dan chil sook mendekat dan menebas So Hwa dengan satu kali serangan. Deok Man terpeleset dan jatuh. Yu shin tanya apa ia baik2 saja. Deok Man tiba2 menderita sakit di dadanya dan susah bernafas. Yu shin tanya ada apa. Deok Man berkata ia merasa sesuatu sudah terjadi kemudian melihat kejauhan.

Pedang Chil Sook berlumuran darah dan So Hwa tergeletak di tanah, Wyol ya berteriak : Yumo Nim..!! dan membuat Chil Sook kaget karena itu panggilan untuk So Hwa (ibu pengasuh atau Royal Nanny). Chil Sook pergi melihat identitas orang itu dan ternyata itu benar So Hwa. Chil sook memanggil nama So Hwa.
So Hwa dengan nafas terakhirnya : Chil Sook..Rang ..sepertinya kita..ini adalah akhir untuk kita kita tidak bisa melakukan apa-apa..
Chil sook menangisi So Hwa saat So hwa berjuang dengan nyawanya.

So hwa : Selama 30 tahun berjuang dengan hidup kita dan akhirnya hanya harus kembali keawal lagi. So Hwa menghembuskan nafas terakhirnya. Chil sook menangisi So Hwa dan Wyol Ya juga terpukul dengan kematiannya. Deok Man sampai ke markas Wyol Ya, Kim Chun Chu dan Yeom jong menunggunya. Kim Chun Chu tanya apa yang terjadi, Deok Man terlihat marah.

Chil Sook lapor bahwa ia kehilangan Putri Deok Man dan Ha Jong berkata Deok Man sudah menipu mereka lagi. Seol Won berkata bukankah Chil Sook sudah menemukan dan menguasai persembunyian mereka? Bagaimana ini bisa terjadi. Bo Jong tanya apa Putri Deok Man benar ada di tempat itu, Chil Sook mengangguk membenarkan. Mi saeng heran bagaimana bisa kehilangan Deok Man. Mi Shil dapat merasakan ada sesuatu yang terjadi pada Chil Sook.

Putri Man Myeong lapor, Putri Deok Man berhasil lolos dan tidak apa2. Raja lega mendengarnya. Putri Man Myeong berkata bahwa Chil Sook sudah membawa anak buahnya pergi tapi tampaknya tidak berhasil. Ratu lega, tapi bagaimana Putri Man Myeong dapat masuk ke In Gang Jeon? Ia menyuap kasim untuk dapat masuk. Jika Mi shil mau menghukumnya maka ini membuktikan bahwa Mi shil melakukan tahanan rumah untuk Baginda. Raja merasakan sakit lagi di dadanya, Ratu dan Putri MAn Myeong sangat cemas.

Al Cheon mulai sadar, dan Kim Yong chun terus memanggilnya dan tanya apa Al cheon baik2 saja. Kim Yong chun berkata orang yang mencari Putri sudah kembali lagi. Al Cheon tanya lalu bagaimana? Kim Seo Hyun berkata mereka tidak berhasil menangkapnya. Kim Yu Shin juga berhasil lolos.

Go Do berkata pada teman2nya mereka tidak berhasil menangkap Putri. Guk san heun bisa mengerti mengapa mereka mengomel, Dae Pung memohon Yu Shin harus melindungi Putri Deok Man. Nangdo Al Cheon berkata, setiap hari mereka merasa berjalan di atas lapisan es yang tipis.

Wyol Ya kembali dan memberi salam pada Putri. Deok Man tanya dimana ibunya. Wyol Ya tidak bisa menjawab. Deok Man tanya lagi dimana ibunya. Kim Yu Shin tanya ada apa. Deok Man mengulangi lagi pertanyaannya dan ia meninggikan suaranya. Joo Bang tanya ada apa, apa yang terjadi. Wyol Ya berkata agar Putri memaafkannya dan Deok Man diliputi ketakutan.

Seok bum lapor mengenai insiden itu dan Mi Saeng kaget bahwa mereka menggunakan umpan untuk menipu pasukan. Chil Sook mengejarnya dan membunuhnya karena ia mengira itu Putri tapi ternyata bukan. Mi shil menebak, apakah orang itu So hwa ? Seok bum membenarkan. Mi shil memikirkan hubungan Chil Sook dan So hwa.

Deok Man lari melihat mayat So hwa. Deok Man membuka kain yang menutupi So Hwa. Deok Man memanggilnya dan tidak percaya bagaimana ia membiarkan ini terjadi. Deok Man berlutut di depan So hwa dan menyentuh wajahnya dan berkata So Hwa kejam padanya dan tanya bagaimana dia bisa melakukan ini padanya. Deok Man bertanya, di seluruh dunia ini dimana ia dapat menemukan orang seperti So hwa? Deok Man tanya, di dunia ini, mana ada ibu yang mati dua kali dan tanya bagaimana So Hwa dapat melakukan ini padanya dan Deok Man menangis dan meratap agar So hwa bangun. Semua ikut sedih dan Yu shin mau menghibur Deok Man hanya ia ragu-ragu.

Yeom Jong melihat dari kejauhan semua kejadian itu dan menghela nafas. Ia berkata pada Bi Dam, ini adalah takdir yang menanti orang2 seperti mereka yang menghabiskan waktunya untuk melayani seseorang dan akhirnya beginilah mereka akan menemui akhirnya dan menghela nafas ..beginilah hidup. Bi Dam melihat saja tanpa reaksi.

Chil sook berdiri di depan altar di Hwa Sa Dang dan Mi shil masuk, Chil Sook memberi hormat. Apa yang kau lakukan disini? tanya Mi shil. Chil sook menyebut semua Hwarang yang sudah gugur dan berjasa : Yi Hwa Rang, Mo Rang, Gwi San Rang, …bahkan Sadaham Rang, seperti nama2 itu yang dipajang di sini, ia mungkin suatu hari namanya akan terpajang di sini. Mi shil tanya apa itu yang Chil Sook Harapkan. Chil Sook berkata apakah bukan hal yang hebat untuk menjadi sesuatu demi cita2 dan impian seseorang yang membuat hidup dapat dijalani. Chil sook berkata, saat ia masih 16 tahun dan dibawa sebagai budak tawanan perang oleh Goguryeo, dimana mereka hampir menguburnya hidup2, tapi Mi shil dan tentaranya datang membebaskan mereka dan Mi shil menyelamatkan nyawanya.

Sejak saat itu sampai seterusnya ia bersumpah akan memberikan hidupnya hanya untuk Mi shil. Lalu..Chil Sook melanjutkan setelah pertempuran dan hampir mati karena bertempur dengan Moon Noh, insiden di gurun Taklamakan..ia bahkan menghadapi badai pasir. Mi Shil berkata Chil Sook sudah berkali-kali hampir mati. Chil sook berkata ia dulu percaya bahwa ia sangat beruntung karena ia masih hidup. Chil Sook melanjutkan tapi sebenarnya ia sudah gagal dan tidak berhasil mendapatkan kesempatan untuk menemui ajalnya. Chil Sook berkata pada Mi shil, lain kali ia akan pastikan bahwa ia tidak akan kehilangan kesempatan menemui ajalnya. Mi shil berkata tidak apa-apa dan ia akan mendapat sesuai yang ia inginkan. Mi shil pergi.

Sebelum pergi, Mi Shil tanya mengapa Chil Sook melepaskan Wyol Ya. Chil sook menjawab : Itu karena tidak akan ada seorang pun yang akan membawa tubuhnya kembali. Mi shil berkata dia sudah melakukan yang terbaik, Mi Shil tahu dan tiba2 tercekat dengan emosi karena ia telah kehilangan Chil sook untuk So Hwa. So hwa sudah menawan jiwa Chil sook dalam kematiannya dan mengambil perasaan Chil Sook yang tidak pernah didapatkan oleh Mi shil.

Deok Man mengubur Ibunya dan Joo Bang menangisi So hwa. Joo Bang berkata pada Deok Man, ini tidak bisa terjadi dan hidup seperti apa itu bagaimana bisa setragis ini, ia sangat setia tapi harus meninggalkan dunia dengan tragis. Joo Bang “memarahi” So Hwa, jika ia jadi So Hwa ia akan melarikan diri, karena ia lemah dan terlalu baik. Deok Man berkata ibunya bukan orang yang lemah jika dibandingkan Deok Man. Di gurun, juga saat di Silla, demi dirinya dan karena dirinya, ia sudah memaksa So hwa menjadi lebih kuat. Deok Man menguatkan diri. Bi Dam melihat dari kejauhan saat Deok Man menangis sendirian. Bi Dam mau mendekatinya tapi Yu shin menghentikan Bi Dam. Bi Dam melihat dari jauh dan Deok Man terisak-isak di belakang pohon dan Bi Dam tidak tahan melihatnya.

Kim Yu shin berkata ia juga tidak tahan melihatnya menangis, tapi Deok Man tidak ingin memperlihatkan kelemahannya di depan mereka. Kim Yu shin berkata ia tidak bisa melihat langsung mata Deok Man. Bi Dam berkata jangan bilang seperti itu, kita semua mempertaruhkan nyawa untuk lari. Deok Mans selesai dengan ratapannya dan bangun menemui Yu Shin dan Bi Dam.

Yeom jong berkata mereka harus memindahkan Putri ke tempat yang lebih aman. Wyol Ya berkata bahwa pegunungan di mana Bo Gya Hoe berada adalah tempat aman dan bisa menjadi markas mereka.

Deok Man mengumumkan : Aku tidak akan bersembunyi lagi. Yu Shin : Yang Mulia.. Deok Man menjelaskan ia tidak akan dapat menerima pengorbanan mereka lagi ia akan mencari dukungannya dan ia tidak akan lari lagi tapi akan maju kedepan. Kim Chun Chu tidak setuju. Mi Shil akan meresmikan posisinya dalam 3 hari dan sekarang waktu berpihak pada mereka, semakin lama keadaan darurat dan keadaan perang itu akan menimbulkan kecurigaan rakyat dan kaum bangsawan. Deok Man tanya lalu? Kim Chun Chu berkata meskipun Putri Deok Man mencari perlindungan mereka masih memiliki waktu di pihak mereka.

Kim Chun Chu minta agar Putri menunggu dengan sabar. Deok Man melihat semua : Apa kalian juga berpikiran sama? Deok Man setuju bahwa Kim Chun Chu benar dan tepat semua analisisnya tapi..semua ini terjadi karena aku sembunyi dan aku tidak sanggup melihat semua yang terjadi, dengan semua penderitaan karena keadaan perang yang membuat rakyat Silla menderita. Semua rasa frustasi dan kecewa orang2 yang mengikutinya dengan setia. Sekarang mereka terancam mati di Seorabeol, yang sudah mengorbankan nyawanya untuk melindunginya seperti yang kalian semua lakukan untukku, aku tidak bisa diam lebih lama lagi dan melihat saja ini terjadi. Deok Man : Aku tidak akan lari lagi.

Yu shin berbicara pribadi dengan Putri (lokasinya di dekat kincir air lo..kaya dulu hehe..) Putri tidak boleh melakukannya. Deok Man: apa yang Mi shil tidak bisa lakukan, tapi mereka bisa adalah kesempatan terbesar dan kekuatan yang mereka miliki. Mi shil nyatanya memang lebih kuat dari mereka tapi Mi Shil tidak bisa dibagi menjadi 2, tidak ada 2 Mi Shil. Dan lagi, kita punya Kim Chun Chu bersama kita. Kim Chun Chu dan aku, kami berdua.

Yu Shin berkata Putri tidak boleh membiarkan emosi menguasai, jadi keputusannya akan menjadi sembrono dan agar Deok Man sabar. Deok Man mengulang lagi, ia tidak tahan dan dapat menerima apa yang terjadi. Kim Yu shin berkata sebagai penguasa deok Man tidak boleh bertindak sembrono. Deok Man berkata ia harus dan akan. Yu Shin tidak setuju. Deok Man tanya berapa banyak nyawa lagi..yang harus dikorbankan demi melindunginya. Deok Man berkata mereka masih memiliki Kim Chun Chu dan kita sangat beruntung tapi Kim Yu Shin masih berpikir itu tetap sangat berbahaya. Deok Man berkata ia sadar dan ia baru menyadarinya sekarang. Tidak ada yang lebih berbahaya dalam hidup kecuali bertahan hidup itu sendiri. Untuk Yu shin, dirinya, dan untuk orang lain.

Se Jong mendapat laporan bahwa utusan dinasti Tang akan datang dan apa itu benar. Ha Jong membenarkan, bahkan mereka sudah sampai di benteng Dang Hang (sekarang Hwa Seong di Propinsi Gyeonggi)

Ha Jong berkata benar2 merepotkan mereka datang di saat seperti ini. Mi saeng berkata Dinasti Tang sudah menyatukan seluruh Cina. Penyatuan dan pendiriannya kurang dari satu dekade. Ini adalah misi pertama mereka untuk negrinya dan mereka akan datang dengan rasa ingin tahu yang besar. (Dinasti Tang th 619 M, skr th 628 M. Seondeok memerintah th 632-647 M ; Kaisar Cina saat itu : Tang Tai Zong ..aku jd ingat serial silat The Foundation/ Pie se chien ?, kalo ngga salah itu waktu kaisar Tang Tai Zong muda..ok lanjut ke recaps.. ) Se Jong berkata ini adalah keadaan sulit bagi Mi shil untuk menerima utusan Tang, terlebih di saat seperti ini. Se Jong tanya bagaimana kita akan menerima mereka. Mi Saeng berkata, sekarang Mi shil tersita perhatiannya dengan urusan Putri Deok Man, jadi ia tidak berani mengatakan ini pada Mi Shil.

Ha Jong menghela nafas, utusan itu akan tiba besok pagi. Ha Jong berkata masalah ini menjadi sulit untuk diatasi. Se Jong berkata Silla sekarang sedang dalam keadaan darurat dan keadaan perang, mereka harus menjelaskan dengan tulus dan jujur kepada utusan Tang itu dan minta mereka mengerti. Mi Saeng berkata bahwa yang bisa mereka lakukan hanya melayani mereka. Saat ini lebih baik mereka bersikap pasif dan tanpa keluhan atau ketidak setujuan adalah cara terbaik berurusan dengan mereka.

Deok Man juga berkata sama pada Yu Shin, menurut Yeom Jong, utusan dari Tang akan tiba besok pagi di ibukota. Mi Shil pasti akan menerimanya dan dia akan berkata negara dalam keadaan darurat dan keadaan perang dan akan memperlihatkan kekuasaannya pada utusan Tang. Deok MAn berkata itu akan terjadi besok dan minta Yu Shin bersiap. Kim Yu shin : Yang Mulia…tapi ia tidak meneruskan, sudahlah aku akan bersiap. Deok Man : Yu Shin, jika kebetulan terjadi sesuatu, aku percayakan Kim Chun Chu dalam lindunganmu. Kim Yu shin : Maafkan kelancanganku, tapi aku akan berpura-pura tidak mendengarnya. Tidak akan ada yang terjadi padamu, aku tidak akan membiarkan itu terjadi padamu. Lalu Yu Shin pergi.

Chil Sook lapor pada Mi Shil, Baek Eui sudah menerima surat dari Deok Man, ia yakin kapten Hwarang yang lain juga sudah menerimanya. Seol Won berkata Deok Man pasti menggunakan taktik yang sama untuk para bangsawan untuk mengumpulkan dukungan. Jika kita membiarkannya maka pasti akan ada bangsawan yang akan bereaksi dan mendukungnya. Tapi mereka tetap tidak bisa menemukan Deok Man. Chil sook tanya apa yang dipikirkan Mi Shil. Mi Shil : Deok Man tidak boleh memasuki istana dalam keadaan hidup, dia adalah dalang pemberontakan, dia akan menolak untuk ditangkap dan akan menemui ajalnya karenanya dan akan tewas secara berani dalam percobaannya untuk melawan, begitulah sejarah akan mencatat tentangnya. (Tirza: kenyataannya Bi Dam yang tercatat seperti itu.)

Rakyat berkumpul dan berbaris. Mi Saeng dan Ha Jong mengawal rombongan dari Tang menuju Seorabeol. Tiba2 rakyat berteriak dan menunjuk ke arah langit, ada layang-layang dengan karung beterbangan di langit. Lalu layang2 itu meledak dan isinya beterbangan, ternyata kertas berisi ajakan untuk menyelamatkan Baginda. Mi Saeng dan Ha Jong membacanya dan panik saat tahu kedua utusan Tang itu juga membacanya.

Leaflet : Untuk Rakyat Silla yang pemberani dan setia, kami memerlukan bantuanmu, untuk mengatakan penderitaanmu, dan ketidakpuasanmu dan untuk menyelamatkan Baginda Raja di Seorabeol. Penguasa bintang Gaeyang Putri Deok Man dan putra Bintang Gaeyang Kim Chun Chu.

Para Kapten Hwarang yang lain juga mendapat selebaran yang sama dan membacanya beramai-ramai. Deok Chung membaca selebaran itu, ia mengulang selamatkan Baginda Raja. Phil Dan tanya apa maksudnya Selamatkan Baginda Raja. Baek Eui tanya apa ini berarti Raja Jinpyeong ada dalam tahanan rumah di Seorabeol ? Ho Jae berkata, lebih lagi Putri Deok Man belum ditangkap. Kemudian para Kapten Hwarang tanya pendapat Ho Jae apa yang akan terjadi. Ho Jae berkata Putri Deok Man dituduh mengadakan pemberontakan tapi anehnya banyak bukti yang menunjukkan sebaliknya.

Seok Bum juga disana dan tanya bukti apa yang menunjukkan sebaliknya. Ho Jae berkata ada banyak sekali rumor yang beredar dan membuat bingung. Im Jong menambahkan disitu disebutkan “Selamatkan Baginda Raja” dan bukankah itu adalah panggilan untuk Hwarang dari Putri. seok Bum mengingatkan agar mereka tidak berbicara macam2 karena bahaya. Im Jong mengingatkan Seok Bum bahwa Putri Deok Man adalah penanggung jawab Hwarang tapi Seok Bum berkata sang penanggung jawab sudah memberontak terhadap negara.

Deok Chung berkata itu masih belum diperiksa dan dibuktikan kebenarannya. Apakah itu benar dan terlalu cepat untuk mengatakan itu. Seok Bum berkata mereka semua bertingkah mencurigakan. Seok Bum tanya apa mereka lupa apa yang telah Mi shil lakukan untuk mereka dan apakah ada yang tidak mendapatkan keuntungan dari Mi shil. Deok Chung membenarkan, bahwa semua sudah menerima kebaikan Mi shil, tapi alasannya adalah mereka selama ini yakin Mi shil tidak pernah melanggar batas kebenaran dan keadilan. Phil Dan membenarkan bahwa Hwarang tidak akan mengikuti Mi shil jika Mi shil memasukkan kepentingan pribadi dalam agendanya. Ini karena Se Jong tidak melakukan kesalahan dan Mi Shil tahu itu. Seok Bum tahu para Hwarang mulai meragukan Mi Shil.

Salah satu anggota dewan, bangsawan Sueulbu membaca selebaran. Bangsawan Jujin masuk dan tanya apa Sueulbu sudah membaca selebaran. Sueulbu mengeluarkan selebaran dan tanya apa selebaran ini. Masalah ini sudah sampai tahap ini, Mi shil pasti sangat stress, Jujin berkata itu belum apa2, pesan ini langsung turun ke rakyat dan ditengah rombongan utusan dari Tang, mereka bahkan juga sudah tahu. Sueulbu berkata istana sudah bergejolak, Sueulbu berkata mereka tidak bisa menjelaskannya tapi akan ada bangsawan yang mendukung dan jumlahnya pasti tidak sedikit. Jujin tanya apa yang akan dikatakan Sueulbu pada kaum bangsawan lainnya. Sueulbu akan berkata mereka ada dalam keadaan darurat dan keadaan perang. Mereka harus hati2. Jujin berkata ya harus demikian dan mereka tertawa.

Mi shil meremas selebaran dari Deok Man dan tanya seberapa jauh selebaran ini sudah tersebar. Mi saeng menjawab saat utusan dari Tang masuk, selebaran ini turun dari langit, meskipun mereka mencoba mengumpulkannya kembali, tapi rumornya sudah menyebar jauh sekali sampai pelosok negeri. Mi shil tanya apa utusan itu membaca isinya, Mi saeng berkata bukan hanya melihat dan membacanya tapi mereka juga mendengar versi ocehan dari rakyat. Mi saeng berkata mereka sudah menjelaskan dengan jelas bahwa negara dalam keadaan darurat dan Putri Deok Man sudah mengadakan pemberontakan tapi dengan selebaran ini Mi shil tidak akan dapat percaya betapa kacaunya semua orang.

Mi shil tanya dimana mereka sekarang, Mi saeng berkata mereka ada di Jo Won Jeon. Apa Mi shil akan pergi dan menemui mereka. Mi shil membenarkan. Saat mereka pergi, Mi Saeng mengingatkan kakaknya sekarang situasi politik di Silla gempar dan banyak pelanggaran dan hasutan di dalam sidang. Mi shil tanya lalu? Mi saeng minta Mi shil memberikan apapun yang diminta utusan Tang agar mereka segera pergi. Jika mereka rugi, mereka akan mendapatkannya kembali nanti dan minta agar kakaknya mengerti.

Mi Saeng berbicara dalam bahasa Mandarin mengenalkan Mi Shil sebagai Se Ju dan sekarang adalah gubernur militer dari negara darurat. Utusan Tang itu berkata Mi shil terkenal bahkan di China dan mereka merasa terhormat bertemu dengannya. Mi Saeng menerjemahkan dan Mi shil menjawab ia khawatir bahwa latar belakangnya yang sederhana mungkin akan mencoreng nama baik Silla. Utusan Tang itu berkata Mi Shil terlalu sopan. Mi shil berkata, utusan Tang sudah datang jauh2 dan ia mengundang mereka untuk membicarakannya lagi lebih jauh.

Utusan Tang dan Mi shil sedang berbicara secara pribadi. Mi saeng heran, maaf bukan bermaksud tidak sopan, tapi apa yang baru anda katakan? Utusan Tang berkata : 1000 guan emas (Guan = mata uang Tang; 1 Guan = 100 nyang Silla).

Mi Saeng berkata pada Mi shil, Tang minta 1000 guan emas. Utusan Tang itu berkata mereka akan mengambil jumlah itu sebagai tanda persahabatan antara Tang dan Gyerim. Mi shil tanya jika mereka menyerahkan 1000 Guan emas, apa yang akan diberikan oleh Tang , Dinasti Tang akan memberikan kesatuan persaudaran. Mi Saeng berbisik untuk menyetujuinya. Mi saeng berkata bahwa 1000 guan emas sangat banyak dan melebihi produk nasional negeri ini. Mi Shil menyatakan ia sangat menyesal bahwa jumlah 1000 guan emas tidak dapat dilaksanakan. Mi Saeng mengingatkan kakaknya agar mengalah. Utusan Tang berkata dalam perjalanan menuju istana mereka melihat sesuatu yang embuat mereka ingin tahu, mereka menunjukkan selebaran dari Deok Man dan Mi saeng kaget dan mencoba berkata bahwa Silla sedang dalam keadaan darurat. MiShil berkata itu masalah domestik kami. Utusan Tang berkata ini memang urusan domestik Silla, tapi apa mereka tidak memerlukan bantuan dari negara sahabat mereka.

Mi Shil tahu utusan Tang itu mengerti bahasa Silla dan tidak seperti temannya, maka ia berkata akan berbicara pribadi dengannya. Mi saeng tanya apa yang direncanakan Mi shil. Utusan Tang itu berbicara dalam bahasa Silla dan tanya apa yang akan dibicarakan Mi shil. Utusan Tang itu berbisik pada temannya dan temannya keluar. Mi saeng juga harus pergi dan cemas dengan apa yang akan dilakukan Mi shil.

Utusan Tang dan Mi shil saling memandang, Utusan itu berkata mengenai selebaran, apa ini berarti Raja Jinpyeong ada dalam tahanan rumah dan Putri Deok Man menghadapi tuduhan palsu sebagai pemberontak dan tanya apa ini benar. Mi shil tanya jika ia mengakuinya ? Utusan Tang itu berkata berarti ini perampasan kekuasaan atau kudeta. Mi shil kemudian tanya bukankah Kaisar Dinasti Tang juga melakukan hal yang sama? Ia merampas takhta dari Sui? (Ini adalah faktor eksternal penting dalam unifikasi Silla dan Silla adalah negara yang paling pintar dan beruntung untuk melakukan penyatuan.)

Utusan Tang itu sangat marah karena Mi shil begitu terbuka dan kasar. Dalam pandangan keluarga Kaisar Sui mereka akan menyebut bahwa dinasti Tang merampas takhta. Mi Shil berkata bisa atau tidaknya kaisar mereka memimpin dinasti ini akan tergantung pada kemampuannya sendiri. Jadi Mi shil berkata dia masih belum selesai dengan jalannya. Utusan Tang itu berkata bagaimana negara kecil dari utara berani membahas Dinasti Tang yang mendapat mandat dari langit dengan ambisi besar dan apa Mi shil tahu apa yang ia ocehkan. Mi Shil hanya seorang wanita dan tidak pantas berdiskusi dengannya.

Mi shil berkata bahwa utusan Tang itu tidak berkualitas untuk berdebat dengannya. Jika mereka perlu membahasnya, paling tidak mereka harus membawa Li Shi Min untuk berbicara dengannya. (Li Shi Min adalah nama kecil kaisar Tang Tai Zong, Kaisar ke-2 Dinasti Tang 626-649 M )

Utusan Tang itu kesal sekali dengan perkataan Mi Shil. Utusan itu mengancam apa ia ingin melihat pasukan Tang masuk ke Gyerim untuk membuatnya sadar. Mi shil tanya apa Utusan Tang datang ke Gyerim sebagai musuh untuk mengancam invasi militer lalu Mi shil akan mengadakan diskusi mengenai perang satu sama lain. Utusan Tang harus sadar jika dua negara akan perang, maka yang harus dilakukan adalah memenggal kepala orang seperti anda dan meminta teman Anda untuk membawanya kembali, bagaimana kalau begitu. Utusan itu kaget. Lalu ia tertawa ia akan mengatakan pada Kaisarnya, bahwa jauh di sebelah Timur laut dimana Gyerim berada, ada seorang wanita yang luar biasa yang pantas untuk dijadikan sahabat dan hubungan baik oleh negara Tang. Utusan itu pergi dan minta maaf jika kata2nya menyinggung Mi shil. Dia minta Mi shil memaafkannya. Mi shil berterima kasih pada utusan itu dengan senang.

Mi Saeng mendengar debat antara Mi shil dan utusan Tang itu dan memuji kemampuan negosiasi kakaknya. Deok Man menyamar menjadi salah satu penjaga dan memanggil Mi Shil tapi ia tidak mendengarnya. Mi Saeng berkata apa Mi shil tidak tahu betapa gelishnya dirinya. Deok Man memanggil Mi Shil lagi dan Mi Shil tidak mendengarnya. Mi Shil tanya pada Mi saeng apa yang begitu susah, mengapa sampai sekarang mereka belum menemukan Deok Man. Mi shil meminta Mi saeng memanggil Seol Won. Mi saeng mengiyakan. Deok Man mendorong pot berisi tanaman untuk menarik perhatian Mi shil dan pot itu jatuh dengan keras. Deok Man berteriak memanggil Mi Shil. Mi Saeng bertanya ada keributan apa, penjaga mulai menghunus pedang mereka. Deok Man keluar dan menampakkan diri di depan Mi shil.

Deok Man dengan senyuman di wajahnya, tepat di depan pintu Mi Shil dengan utusan dari Tang sebagai saksinya. Mi Saeng shock dengan kemunculan Deok Man, begitu juga para anggota dewan yang lain. Deok Man menyerah. Deok Man tersenyum dengan puas. Mi Shil shock.

Queen Seondeok Episode 48

Deok Man tanya mengapa mereka kaget? Ayo cepat tangkap aku! Bukankah sudah ada perintah dengan cap Raja Jinpyeong meskipun aku tidak ada hubungan sama sekali dengan percobaan pembunuhan Se Jong, tapi bagaimanapun ia adalah orang yang dicari Raja dan adalah kewajibanku untuk menghormati dan menjalani tanpa perlawanan kehendak Baginda, jadi tangkap aku sekarang. Tapi Kim Seo Hyun, Kim Yong Chun, Al Cheon, para penjaga istana, dan bahkan Baginda Raja Jinpyeong harus dikumpulkan untuk dimintai keterangannya. Agar publik tahu.

Utusan dari Tang mengangguk mengerti pada saran Deok Man.

Deok Man berkata dia mungkin dituduh atas tuduhan kejahatan berat tapi ia masih Putri Kerajaan Silla, jadi ia percaya jika ia menyerah maka mereka juga akan memenuhi permintaan kecilnya. Deok Man minta agar Se Jong menceritakan pengalaman menyedihkannya setelah ditikam. Agar Se Jong menampakkan diri.

Bi Dam marah sekali saat tahu Deok Man masuk ke istana sendirian. Ia minta konfirmasi pada Yu Shin dan Chun Chu. Keduanya membenarkan dia menyerahkan diri ke istana sendirian. Bi Dam menarik kerah baju Yu Shin, kau ini, kau tahu ia pergi sendirian, dan kau membiarkannya ??!!

Ha Jong berkata apa Deok Man sudah gila, mengapa kau datang dan menyerahkan diri. Seol Won berkata kondisinya sudah sampai pada tingkat mengkhawatirkan, tidak ada altenatif lain. Seol Won berkata Deok Man harus dibunuh. Sementara itu, Bi Dam melempar Yu shin ke kursinya, dan berkata Deok Man pasti akan dibunuh (He definitely knows their brain! wow..). Dia masuk istana, pasti mati tanpa diragukan lagi. Bi Dam tanya apa Yu Shin pikir Mi Shil akan mengampuni Deok Man? Yu Shin: Mi Shil tidak akan berani melukai Deok Man di depan umum. Bi Dam : Aku benar2 tidak mengerti apa maksudmu.

Mi Shil berkata mereka tidak dapat membunuh Deok Man. Ha Jong kaget. Bukankah ia datang menyerahkan diri dan semua tuduhan sudah dinyatakan. Mi Shil berkata masih ada Kim Chun Chu yang masih hidup dan akan menyerang. Jika mereka membunuh Deok Man, maka semua bangsawan dan aristokrat akan mencari Kim Chun Chu. Mi Shil berkata dari Putri Cheon Myeong ke Putri Deok Man dan dari Deok Man akan kembali kepada Kim Chun Chu. Mandat dari langit akan terus bersama mereka dan tidak akan berubah. Mi Shil berkata mereka harus melumpuhkan Deok Man dan Kim Chun Chu. Mengakhiri lingkaran ini dan menyelesaikan semua kesusahan mereka, tapi Kim Chun Chu masih hidup di luar sana. Mi shil mengulang..Kim Chun Chu masih hidup di satu tempat..

Bi Dam tanya apa? Kim Chun Chu akan menjadi orang yang naik takhta..? Yu shin berkata jika Mi Shil akan mencelakakan Deok Man dan membunuhnya setelah rakyat mendengar maka mandat dari langit akan secara alamiah akan jatuh ke tangan Kim Chun Chu. Mereka mungkin lebih lemah dari Mi Shil tapi mereka bisa menjadi 2, yaitu Deok Man dan Chun Chu. Sedangkan Mi Shil cuma sendirian. Meskipun Mi Shil mengumpulkan semua kekuatannya tapi ia hanya satu orang. Ini adalah keuntungan terbesar mereka. Putri Deok Man memainkan keuntungan ini untuk menantang Mi Shil. Bi Dam bangun dan memukul Yu Shin : Siapa yang memberimu hak dan siapa kau bagaimana kau punya nyali menempatkan posisi Putri Deok Man sebagai bidak catur? (Tirza; oh..he got mad because it may harm the woman he loves, hehe so sweet..if just political reason alone, he didn’t have to be as mad as that..I see)

Yu Shin teringat percakapannya dengan Deok MAn sebelum ia pergi ke istana. Deok Man waktu itu setuju ini mungkin akan mencelakakannya, tapi jika ia tidak masuk ke istana, perselisihannya dengan Mi Shil tidak akan berakhir. Itulah mengapa Yu Shin harus mengirimnya ke istana. Yu Shin : Bagaimana seorang bawahan tetap tinggal, dan melihat atasannya berjalan dalam lembah kematian? Tidak ada pria yang akan memandang dan melihat wanita yang dicintainya berjalan dalam jalan menuju kematiannya.

Deok Man berkata mereka yang dipengaruhi perasaan pribadinya tidak pantas menjadi bawahannya atau orang yang dicintainya. Mi Shil adalah orang yang ahli, pintar, dan jenius. Ia pasti akan segera menemukan persembunyiannya. Mi shil akan mengambil alih negri dan pemerintahan. Mereka harus memiliki strategi yang akan membuat Mi shil masuk dalam permainan mereka dan membiarkan para bangsawan memilih dan mereka tidak punya pilihan lain.

Yu Shin berkata bagaimana mereka berani menggunakan Deok Man dan Kim Chun Chu sebagai bidak dalam catur? Deok Man berkata mereka semua ada dalam sejarah tapi mereka adalah bidak yang sekarang sedang dimainkan. Yu Shin mengulang semua pembicaraan mereka pada Bi Dam.

Yu Shin berkata ia tidak punya hak atau alasan untuk mencegah Putri Deok Man menemukan posisi atau tanggungjawabnya. Orang harus takut pada kejujuran jika mereka berubah. Bi Dam berkata perubahan ini menjadi benar2 menakutkan dan Yu shin benar2 sudah berubah menjadi seseorang yang mengintimidasi. Bi Dam tanya apa Putri Deok Man sudah tidak ada lagi dalam pikiran Yu Shin. Apa kau hanya memikirkan Silla? Bi Dam berkata tidak peduli yang terjadi pada Putri yang ada di pikiran Yu Shin hanya Silla dengan keamanan dan kemakmurannya. Yu Shin berkata hanya ini alasan dan satu2nya jalan yang ia dan Putri Deok Man bisa lalui bersama. Hanya ini satu2nya ikatan yang dapat mengikat mereka bersama. Ini adalah kenyataan yang pahit.

Mi Saeng mondar mandir dan tanya apa maksud mereka membiarkan publik mendengar kesaksian ? Ha Jong minta ibunya membunuh Deok Man dan mengakhiri semuanya. Seol Won berkata meskipun mereka memutuskan membunuhnya mereka harus memikirkan akibatnya. Taktik pembunuhan atau interogasi dengan penyiksaan akan membuktikan mereka terlalu sembrono dan tidak pantas, mereka harus menahan tekanan publik. Mi shil berkata sekarang Deok Man memasuki sidang publik hidup2, hidup mati Deok Man ada dalam tangan Mi shil. Se Jong berkata kematian Putri Deok Man akan memperlihatkan kesalahan dan kekurangan Mi Shil. Seol Won berkata inilah alasan mengapa Deok Man harus dibunuh saat masih di pelarian.

Bi Dam masih kesal mengapa harus Putri Deok Man. Jika mereka memang punya 2 kesempatan mengapa yang harus masuk istana Deok Man, yang harus masuk adalah Kim Chun Chu. Yu Shin tanya apa Bi Dam mengerti orang seperti apa Deok Man itu ? Bi Dam harus menerimanya. Yu shin berkata tidak ada pilihan yang bisa mereka ambil dan mereka harus memainkan peranan dan tanggungjawab mereka karena ini cara satu2nya agar Deok Man bertahan.

Bi Dam mengkritik pernyataan terhormat Yu Shin. Yu shin minta Bi Dam menghentikan kata2 sinis dan sarkatisnya. Bi Dam mendatangi Yu shin dan Yu shin menahan Bi Dam. Kim Chun Chu bangkit dan menengahi, Joo Bang masuk dan kaget. Bi Dam dan Yu Shin menyadari kehadiran Joo Bang dan mundur. Joo Bang berkata mereka berdua benar2 sudah membuatnya ketakutan, mereka adalah kumpulan orang yang menakutkan. Bi Dam tanya apa pendapat Kim Chun Chu. Chun Chu diam saja dan Bi Dam benar2 kesal dengan respon Chun Chu.

Kim Chun Chu taat dengan kehendak Deok Man, ia berkata pada Yu SHin apa yang diawali Putri Deok Man, ia akan melanjutkannya. Kim Chun Chu melihat Bi Da dan tanya apa rencana Bi Dam berikutnya. Bi Dam meskipun masih sebal tapi menerima keputusan dan tanya apa masih ada kemungkinan lain yang mungkin dapat mereka lakukan. Joo Bang memuji Deok Man ia benar2 luar biasa strateginya hebat.

Deok Man menyiapkan diri untuk kesaksian di depan publik. Di In Gang jeon, Raja mendengar mengenai Deok Man dan Ratu cemas apa yang akan dilakukan Deok Man. Raja berkata bahwa Deok Man mengorbankan dirinya, ia mengorbankan segalanya demi keuntungan yang besar. Putri Man Myeong membenarkan, itu sebabnya Baginda harus kuat dan menjaga kesehatan biarpun itu sulit. Silla sudah berdiri selama 700 tahun, tidak peduli sekuat apa Mi Shil, para bangsawan, juga Hwarang pasti akan terpengaruh oleh pengorbanan putri Deok Man yang akan membangkitkan keberanian mereka. Raja setuju mereka harus siap dan kuat demi Deok Man.

Al Cheon mendapat berita bahwa Deok MAn menyerahkan diri pada Mi Shil dan Kim Seo Hyun membenarkan. Al Cheon tidak mengerti apa yang dilakukan putri mengapa ia mempertaruhkan nyawanya.

Kim Yong Chun : Apa Mi shil akan menerima permintaan kesaksian di depan publik? Kim Seo Hyun berkata mereka hanya bisa menunggu dan melihat tapi ini hal yang harus mereka antisipasi dan pelajari semua detilnya.

Dae Pung juga mendengar bahwa ini benar dan ia bersumpah ini benar, ia dengar para penjaga mengatakannya. Guk san Heun berkata itu tidak masuk akal, mengapa Putri mempertaruhkan nyawanya dan Go Do yakin Putri datang menyelamatkan mereka. Anak buah Al Cheon berkata agar Go Do jangan mengkhayal. Bagaimana Putri dapat mempertaruhkan nyawanya untuk orang2 seperti mereka. Go Do mengingatkan mereka saat perang melawan Baekje, Deok Man demi menyelamatkan Si Yeol, ia bahkan memakan surat perintahnya. Guk San Heun membenarkan.

Anggota dewan berdiskusi apa mereka perlu mengadakan kesaksian di depan publik. Mereka berdebat, Bangsawan Jujin menerima dokumen dari Phil Dan dan anaknya berkata itu dari Putri Deok Man hanya untuk ayah saja.

Deok Man : Meskipun lenganku digigit oleh gigi harimau tapi aku tidak dapat menarik lenganku. Jadi pilihannya adalah aku akan mendorong lenganku untuk masuk lebih dalam ke dalam mulut harimau, dengan cara ini, Mi shil akan melakukan perlawanan lagi dan saat itu pasukan Bangsawan Jujin akan terlihat sebagai ancaman untuk Mi shil dan Jujin akan kalah dan menyerahkan pasukannya pada Mi Shil, jadi aku percaya bahwa Bangsawan Jujin akan membuat pilihan bijaksana, pilihannya Mi shil menelan pasukan anda dan menyingkirkan anda dari militer atau memberikan aku bantuan. Tertanda Deok Man.

Bangsawan Jujin berkata mendorong lengan semakin jauh ke mulut harimau adalah mengadakan dengar pendapat di muka publik. Anggota dewan tanya apa pilihannya.

Deok Chung berkata mereka perlu mengadakan sidang terbuka, ini hal yang alami. Im Jong berkata sejak Putri dituduh, kebenaran belum juga terungkap. Para Hwarang yang lain berkata mereka ingin mendengar kebenaran dan kesaksian Putri. Baek Eui berkata ia terkejut dengan tindakan Deok Man. Lalu Ho Jae tanya apa semua Kapten Hwarang yang hadir setuju untuk keputusan ini sebagai satu kesatuan? Semua mengangguk setuju. Hanya Seok Bum yang tidak hadir.

Para Kapten Hwarang mengajukan petisi dan berteriak agar mereka mengadakan sidang dengar pendapat atas permintaan Putri. Mereka berteriak jika Putri Deok Man dituduh melakukan kejahatan maka kebenarannya harus dinyatakan ke hadapan publik sebagai kesaksian dan pasukan Hwa rang minta agar penguasa memenuhi permintaan mereka. Ha Jong terbangun dari tidurnya dengan teriakan mereka dan Mi saeng masuk.

Mi saeng : Putri benar2 sungguh membuat kekacauan..

Ha jong tanya apa para Hwarang benar2 mengajukan petisi dan permintaan mereka pada Raja Jinpyeong, Mi saeng berkata mengapa mereka tidak melakukannya? Tidak ada yang menghentikan mereka. Mi saeng tanya pada Seol Won, dimana mi Shil sekarang? Seol Won berkata ini bukan hal mudah.

Bo Jong masuk dengan terburu-buru, ada masalah Raja Jinpyeong telah.. Seol Won tanya apa yang terjadi pada Raja? Bo Jong berkata Baginda sudah mendengar teriakan Hwarang, sekarang Baginda akan memberi jawabannya. Seol Won tanya apa yang dilakukan penjaga yang bertugas menahan Raja? Seol Won bergegas pergi untuk mendinginkan suasana. Mi Saeng tahu mereka benar2 dalam masalah, ia juga akhirnya pergi. Bo Jong berkata para Hwarang duduk di luar, mereka tidak dapat menggunakan kekuatan. Seol Won tanya bagaimana dengan Ratu? Bo Jong berkata mereka berhasil menghentikan Ratu. Mi saeng minta mereka bergegas.

Raja Jinpyeong berhasil keluar dan menemui para Hwarang. Para Hwarang berdiri dan memberi hormat. Chil Sook menemui Raja dan berkata bahwa Raja sekarang sedang sakit. Raja minta Chil Sook minggir dan Raja didukung oleh kasim dan para Hwarang mendekati Raja.

Raja : Semua Hwarang, dengarkan perkataanku…

Seol Won menarik kasim dan ia memegangi Raja dan mohon agar Raja tidak melakukan ini. Raja minta Seol Won melepaskannya dan ia mencoba melepaskan diri dan menemui Hwarang. Seol Won menekan jalan darah di belakang leher Raja dan membuat Raja pingsan seketika (kaya Jet Li aja..) dan dibawa masuk lagi ke kediamannya dan tabib dipanggil.

Mi Shil datang dan tanya apa yang mereka lakukan dan para Hwarang minggir untuk memberi jalan pada Mi shil. Mi Shil berkata Raja sedang sakit, bagaimana mereka berani datang ke In Gang Jeon untuk membuat keributan. Apa ada yang lebih penting daripada kesehatan dan kondisi Raja. Im Jong berkata mereka hanya ingin menyampaikan petisi untuk memenuhi permintaan Putri Deok Man..Mi Shil memotong dan berkata ia memutuskan untuk mengadakan sidang dengar pendapat. Im Jong heran. Mi Shil minta Seol Won menetapkan tanggalnya dan mengirim pemberitahuan untuk semua Hwarang juga semua pejabat di seluruh negri. Seol Won mengiyakan.

Mi Shil berkata pada sekutunya ia berharap dapat menyelesaikannya tanpa perlu setetes darahpun tercurah ..tapi sepertinya tidak mungkin. Ha Jong tanya kapan. Mi Shil mengumumkan harinya dan minta agar semua diundang. Kim Chun Chu dan Yeom Jong bertemu Bangsawan Jujin, Chun Chu berkata bangsawan jujin pasti sudah menerima pemberitahuan mengenai sidang dengar pendapat..Bangsawan Jujin dapat menebak apa yang diinginkan mereka.

Mi shil berkata mereka harus memperhatikan bangsawan khususnya yang memiliki pasukan lebih dari 1000. Mereka harus memberikan pasukannya di bawah komando Seol Won. Seol Won berkata jika mereka menolak perintah Mi shil, Mi shil berkata jika mereka menolak, berarti mereka memilih mendukung Kim Chun Chu dan mereka harus dibunuh. Mi Shil menambahkan bahwa pasukan Se Jong dan 3000 pasukan Mi saeng akan mengamankan Seorabeol di bawah komand Ha jong. Ha jOng mengiyakan, Mi shi memerintahkan Chil Sook untuk menjaga keamanan dalam istana tapi kemudian minta para Hwarang menjaga In Gang jeon. Chil Sook mengiyakan. Mi shil tahu tinggal satu lagi..Bangsawan Jujin.

Kim Chun Chu mengerti keraguan bangsawan Jujin, sampai hari dimana Jujin menyerahkan pasukan pribadinya dibawah komando Mi Shil, mungkin kau akan dapat mendapat kepercayaannya. Tapi sampai dengan anda menyerahkan pasukan, apa ada alasan Mi Shil memberikan penghargaan. Jujin tanya lalu bagaimana dengan Putri Deok Man, apa ia dapat memperoleh manfaat dari Putri Deok Man. Kim Chun Chu berkata menimbang bahwa ia adalah bangsawan kelas menengah dengan dukungan militer, pasti akan ada posisi untuknya untuk memimpin konfrontasi, lebih lagi pasukan Jujin akan menjadi kekuatan untuk mimpi mereka menyatukan 3 kerajaan (unification of 3 Hans, Sam Han Il Dong)

Kim Chun Chu tanya apa Jujin ragu mereka punya kesempatan dan kemampuan mengalahkan MI shil. Jika mereka mendapat kesempatan maka tikuspun dapat menjadi menakutkan seperti harimau. Kim Chun Chu berkata ia percaya Jujin melihat bahwa Putri Deok Man memasuki istana sendirian. Bagaimana skenario itu, apakah itu tikus yang ketakutan atau harimau yang ganas. Phil Dan datang dan tanya apa ayahnya sudah tidur, Mi Shil datang berkunjung. Kim Chun Chu waspada dan Bangsawan Jujin menerima dengan kaget atas kunjungan Mi shil malam2 dan minta agar mereka diterima di ruang tamu utama. Kim Chun Chu sadar betapa dekatnya ia dengan Mi shil.

Jujin memberi salam dan tanya apa tujuan Mi Shil. Mi shil berkata ia sudah memerintah Jujin untuk tiba2 ke ibukota dan ia tahu mungkin ada rasa tidak enak diantara mereka. Jujin berkata sebaliknya ia senang ia dapat sering berkumpul dengan putranya. Lalu Jujin berkata ia dengar dari Phil Dan, Mi Shil setuju mengadakan sidang dengar pendapat. SeolWon membenarkan dan jika semua sudah siap, mereka akan memberi kabar. Jujin mengerti. Mi Shil berkata, mereka takut bahwa Putri Deok Man akan mengadakan perlawanan untuk kali ke dua, ia mencemaskan keamanan seorabeol. Mi Shil bertanya apa mereka dapat meminjam pasukan Jujin untuk ini. Jujin dengan cepat menyetujuinya, ia merasa tidk masalah. Seol Won berkata ia tidak perlu melakukannya sendiri hanya berikan saja pada mereka surat kuasa tertulis untuk pengerahan pasukan dan Seol Won yang akan memimpinnya.

Jujin setuju ia akan menulisnya untuk mereka. Jujin tanya apa yang Mi shil rencanakan pada Deok Man. Jujin tahu Mi shil harus mengumpulkan pasukan dibawah komandonya dan itu dapat dibenarkan. Jujin berkata putri Deok Man tidak punya pilihan lain, kecuali mendorong lengannya semakin dalam ke tenggorokan harimau. Mi Shil akan mengerti keprihatinannya atas masalah ini, ia tidak bisa melihatnya. Mi shil berkata mereka harus memotong lengan Deok Man. Jujin setuju dengan sedikit ragu.

Mi Shil meninggalkan rumah Jujin dan berkata pada Seol Won, sepertinya tugas untuk menguasai Jujin gagal. Seol Won heran. Mi shil berkata Deok Man sudah menemuinya dulu sebelum mereka. seol Won tanya bagaimana Mi Shil tahu. Mi Shil berkata tentang kisah harimau, hanya dia yang memiliki kesempatan berbagi cerita itu dengan Deok Man. Seperti saat Raja Jin heung bercerita padanya. Mi Shil dan Seol Won pergi, KIm Chun Chu dan Yeom Jong melihat dari kejauhan.

Phil Dan tanya pembicaraan antara ayahnya dan Mi shil. Mi shil janji akan mempromosikan ia sebagai Sangdaedeung dan tanah milik Mi shil untuknya asal ia menyerahkan pasukannya. Jujin tanya apa pendapat Phil Dan. Phil Dan berkata jika Mi shil adalah Se Ju yang ia kenal sebelumnya, ia akan menerima perintahnya tanpa keraguan tidak peduli apa alasannya. Ayahnya bertanya tapi sekarang? Sekarang..bahkan para Hwarang juga ragu apa yang sebenarnya terjadi. Mengenai bagaimana mereka membius Kim Seo Hyun dan Kim Yong Chun dengan minuman, kemudian menghalangi mereka masuk ke rapat dewan istana. Mi shil sekarang keluar batas dari kebenaran yang dulu adalah harta bagi Mi shil, sekarang sepertinya Mi shil dikuasai oleh sesuatu yang membuatnya lapar. Kemudian seorang pelayan datang membawa surat dari Ho Jae untuk Phil Dan.

Phil Dan lari menemui Ho Jae dan memberi hormat. Mengapa ia dipanggil? Im Jong berkata bahwa ia dan Ho Jae juga menerima surat serupa dan ini lah mengapa semuanya disini, saat mereka bertanya-tanya..Kim Yu shin dan Bi Dam datang.

Kim Chun Chu kembali, Seo Ji dan Wyol ya memberi hormat. Chun Cu tanya mengenai pasukan yang dikerahkan dari Amnyangju. Wyol Ya berkata mereka bergerak diam2 diluar ibukota, Wyol Ya berkata ia sudah mengerahkan pasukan secara terpisah. Chun Chu tahu bahwa pasukan Se Jong dan Mi saeng akan mengamankan ibukota, lalu seolwon akan mengatasi istana. Wyol Ya berkata jika jumlah, mereka pasti tidak akan menang, maka mereka harus mengalahkan target strategis dengan kelompok kecil. Kim Chun Chu berkata mereka tidak boleh membawa pasukan semua ke dalam istana. Seo Ji minta Chun Chu tenang, mereka adalah pasukan militan yang biasa bergerilya.

Yeom Jong tanya apa Yu Shin dan Bi Dam belum kembali. Saat kita beraksi, peran mereka sangat penting.

Kim Yu Shin dan Bi Dam berdiskusi, Bi Dam berkata jika Hwarang tidak memihak Mi Shil maka akan sangat melegakan. Yu Shin berkata mereka harus membujuk hwarang untuk memihak mereka. Bi Dam tanya apa itu mungkin. Yu shin berkata jika ada Gukseon, ini akan berhasil. Gukseon selalu memihak mereka, jika Gukseon terlihat memihak mereka maka semua Hwarang akan mengikuti perintahnya dan akan mendukung mereka. Kim yu shin tanya pada Bi Dam dimana Moon Noh dan apa ia tidak tahu? Bi Dam berkata ia tidak tahu. Bi Dam berkata setiap kali gurunya pergi, ia tidak pernah memberitahu siapapun. Yu shin berkata ini bukan saatnya membahas masalah itu, mereka harus mengumpulkan dukungan mereka, Putri Deok Man pasti akan mati, apa Bi Dam mengerti.

Bi Dam berkata Kim Yu Shin adalah orang yang membiarkan Puteri pergi dan membahayakan nyawanya, sekarang kau membebankannya padaku dan aku harus pergi dan menyelamatkan Puteri dan menggangguku. Bi Dam pergi dan Yu Shin berpikir keras. Yu shin berkata ada cara tapi mereka harus mencarinya sebelum hari itu. Bi Dam berkata tidak ada jalan.

Bi Dam mengunjungi makam Moon Noh dan memasang batu pada gundukan tanahnya. (tradisi) Bi Dam berkata pada gurunya, saat ia meninggalkan istana dan pergi dari dunia, orang2 berpikir Guk Seon sudah menjadi dewa di Dae Baek San dan pada akhirnya Guk Seon seharusnya menjadi dewa. Guk Seon tidak pernah mati. Bi Dam tanya pada gurunya bagaimana Guru hidup sehingga ia bisa hidup selamanya di dunia sebagai legenda.

Deok Man ditahan di kamarnya dan Mi shil juga di kamarnya merenung. Seol Won mengatur jadwal untuk pengamanan istana menjelang sidang dengar pendapat. Memerintahkan mereka menjaga sampai tak seekor tikuspun bisa keluar. Seol Won minta mereka melaporkan tindakan mencurigakan sekecil apapun.

Kim Yu Shin memeriksa persiapan penyerangan. Mereka menyiapkan panah dengan pesan. (Rang San Eui).

San Tak mengirim pesan pada bangsawan Jujin, bahwa sidang akan dilaksanakan besok pagi sekitar pukul 9. Ho Jae juga memberitahu ayahnya.

Ho Jae ingat pertemuan dengan Yu shin, bahwa saat mereka masuk istana, akan ada perintah bahwa pasukan mereka akan ditarik, jika menolak maka mereka akan mengalami kesulitan. Jujin melihat pemberitahuan dan Phil Dan tanya apa keputusan ayahnya. Jujin berkata jika ia menyerahkan pasukan pada Mi Shil maka ia akan bertahan tapi apa lebih baik ia kerjasama dengan KimChun Chu. Keduanya menghadapi dilema.

Kim Yu shin berdiskusi dengan Wyol Ya, mereka harus dapat melumpuhkan pasukan Se Jong dan Mi saeng dan tetap bertahan diluar tembol Seorabeol. Wyol Ya mengerti. Kim Chun Chu berkata entah Jujin atau bangsawan lain datang memberikan bantuan pada mereka, mereka harus segera mengerahkan pasukan ke ibukota dan sebelum itu Kim Yu shin berkata mereka harus terus bergerilya selama mereka dapat mengamankan istana, semua persiapan sudah selesai. Tinggal Bi Dam yang sekarang kita harapkan apakah perhitungan Putri Deok Man benar sesuai dengan prediksinya.

Seol Won menemui Mi shil dan menyerahkan jadwal untuk besok. Mi Shil tanya mengenai Jujin. Seol Won berkata ia menugaskan Seok Bum untuk mengamati Jujin. Mi shil berkata mereka harus melaksanakannya dengan sempurna tanpa kesalahan sedikitpun. Seol Won meyakinkannya, tapi ia melihat Mi shil terlihat menyimpan masalah dan tanya ada apa. Mi Shil berkata untuk sampai dengan tahap ini, mereka harus berusaha sangat keras. Seol Won berkata ini adalah pencapaian yang pantas didapatkan Mi shil. Seol Won berkata besok adalah babak baru dalam sejarah negri ini. Mi shil berkata besok. Tapi ia tidak terlalu semangat.

Deok MAn menggenggam sisir kakaknya, Deok Man berkata besok dan minta kakaknya melindunginya.

Keesokannya, ibukota sangat sibuk dengan pengerahan pasukan ke sana sini. Se Jong dan Mi Saeng mengamankan situasi. Bo Jong memerintahkan anak buahnya mereka harus mengamankan semua pos tanpa kesalahan.

Kim Seo Hyun, Kim Yong Chu, dan Al Cheon mendengar teriakan pengerahan prajurit dan Al Cheon berkata mereka mengerahkan pasukan besar2an sekarang. Kim Seo Hyun berkata mereka akan mengadili Putri Deok Man di depan publik. Al Cheon berkata Putri sedang bergerak, pasti ia punya strategi. Kim Yong Chun berkata Mi shil tidak akan membiarkan kesalahan disini.

San TAk membawa Kim Yong Chun, Kim Seo Hyun, dan Al Cheon keluar ke lokasi sidang. Raja beristirahat saat Dae Nam Bo datang untuk mengundang Ratu Maya dan Putri Man Myeong menghadiri sidang dan minta agar mereka ikut bersamanya. Dae Nam Bo mengawal Ratu dan Putri Man myeong ke tempat duduknya. Se Jong dan Mi saeng memberi hormat pada Ratu yang ditanggapi dingin. Kim Yong Chun, Kim Seo Hyun, dan Al Cheon juga dibawa ke tempat sidang. Mereka memberi salam pada Ratu, Putri Man Myeong shock melihat kondisi suaminya. Semua Hwarang juga hadir. Terakhir Putri Deok Man dikawal untuk menghadap publik. Putri dengan percaya diri memasuki sidang dan ia menghormat pada ibunya, Se Jong dan Mi saeng memberi hormat untuk formalitas. Kim Seo Hyun, Kim Yong Chun dan Al Cheon serta Hwarang juga memberi hormat pada Putri.

Chil Sook mengundang Mi shil menghadiri sidang. Mi shil tanya mengenai Hwa rang dan Chil Sook berkata mereka menjaga Raja di In Gang jeon dan sekitarnya. Mi Shil tanya apa mereka minta menghadiri sidang. Chil Sook berkata mereka dipercayakan keselamatan Raja, mereka tidak menunjukkan keberatan. Mi shil memejamkan matanya sebentar lalu ia pergi ke sidang. Seol Won melihat para bangsawan yang menghadiri sidang. Mi Shil memasuki sidang dan Jujin meninggalkan kediamannya, Seok Bum mengawasinya. Seol Won mendatangi para bangsawan, mereka terkejut ketika harus meninggalkan pasukannya.

Seol Won: Di bawah perintah Se Ju Mi Shil, mulai sekarang semua bangsawan yang memiliki pasukan harus menyerahkan pasukannya di bawah Kementrian Pertahanan.

Seol Won berkata bahwa dibawah perintah itu, semua bangsawan harus menyerahkan pasukannya pada dirinya segera. Dan mereka harus menulis surat pengumuman transfer ke departemen Pertahanan. Para bangsawan menolak dan minta bertemu Mi Shil. Seol Won berkata ini adalah perintah Mi Shil dan bangsawan itu menolak. Bo Jong datang dan menebas mati bangsawan itu. Seol Won tanya apa yang membuat mereka keberatan, bangsawan itu ketakutan. (ini tjd lg di ep 58, saat Ratu minta bangsawan menyerahkan pasukannya, Sangdaedeung Bi Dam mendukung waktu itu..)

Mi shil memasuki arena sidang dan duduk.

Seok Bum mengikuti Jujin, ia memberi sinyal untuk melumpuhkan Jujin dan rombongannya dengan panah, saat yeom Jong dan anak buahnya datang menyelamatkan Jujin dan bertempur dengan Seok Bum dan pasukannya. Seo Ji dan wyol Ya berurusan dengan pasukan Se Jong dan Mi saeng dan bersiap menyerang, Seo Ji dan Wyol Ya lewat didepan mereka, Ha Jong berteriak agar mereka ditahan, tapi mereka lolos.

Para Hwarang yang menjaga di In Gang Jeon menyelinap ke dalam In Gang jeon. Se Jong mengumumkan sidang Putri Deok Man dibuka. Ratu melihat sekeliling dan melihat kursi yang kosong dan tanya sidang terbuka apa ini, mana bangsawan dan para anggota dewan yang lain. Seol Won melihat daftar dan menemukan bahwa dari 200 orang yang terdaftar hanya 40-50 orang yang hadir.

Ratu Maya protes ini bukan sidang terbuka, mana orang2 yang lain. Mi shil mencoba menjelaskan saat Bo jong datang dan melaor bahwa bangsawan yang diundang tidak datang. Mereka tidak datang, Bo Jong berkata hanya 50 bangsawan yang hadir. Mi shil melihat ke arah Deok Man dengan pandangan “apa ini juga perbuatanmu”. Mi Shil tanya mengenai Jujin.

Bangsawan Jujin menghadap Kim Chun Chu ia berlutut dan bersumpah, Komandan dari pasukan di Sangju Jeong bersumpah setia pada Kim Chun Chu. semua bangsawan juga bersumpah setia pada Kim Chun Chu. Kim Chun Chu melihat bangsawan itu, lalu melemparkan pedangnya ke tanah dan berteriak agar mereka berbaris ke ibukota dan menghancurkan serta mencabut orang yang menodai negri mereka dan menyelamatkan Baginda Raja Jinpyeong dan berharap agar kebenaran akan terungkap dan memimpin mereka untuk menyelamatkan negri dari penghianat demi kejayaan dan kehormatan negri Silla akan selalu bersama kita. (wow..this cute guy definitely knows how to deliver the speech, man…he’s a great leader)

Semua bangsawan bersorak dan Yeom Jong senang ia sudah memilih yang tepat. Kim Yu Shin mengangkat tangan Jujin dan menaikkan tinggi di depan para bangsawan, Kim Chun Chu memperlihatkan pada Jujin ia sangat menghargainya.

Seok Bum lapor pada Mi shil, ia gagal membunuh Jujin. Tiba2 mereka diserang oleh sekelompok orang yang akhirnya menyelamatkan Jujin. Mi Shil melihat langsung ke arah Deok Man yang tersenyum padanya. Se jOng tanya apa yang akan mereka lakukan sekarang. Mi saeng tanya bagaimana mereka bisa begitu payah, bahkan membunuh orang saja gagal. Mi shil terlihat kesal sekali.

Mi Shil tanya apa semua gerbang istana sudah dikunci dan kerahkan semua pasukan dan bersiap untuk mengantisipasi. Seok Bum mengerti. Di Ingang Jeon para Hwarang menerima panah berisi pesan (Rang San Eui) dan mereka membaca pesan yang ditandatangani oleh Guk Seon. (wah..Bi Dam ternyata bisa memalsu tanda tangan, hati2 jgn sampai buku cek kita jatuh di tangan Bi Dam..) Hwa Rang harus mengikuti jalan menuju keadilan. Hwa Rang tanya apa ini benar pesan dari Gukseon, apa Gukseon muncul lagi.

Para Hwarang yakin ini memang tanda tangan Guk Seon, lalu tiba2 Guk Seon dalam busana informalnya mengendarai kuda menemui Hwarang. (pasti Bi Dam..). Kim Yu shin berkuda di belakangnya. Mereka berkata Yu shin sudah membawa Moon Noh maka mereka berkata mereka akan mengikuti Pungwolju. Kim Yu shin minta para Hwarang mendengar kata2nya dan mereka sekarang akan menyelamatkan Baginda Raja dan menyerbu In Gang Jeon. Para Hwarang berlutut menerima perintah Yu shin.

Seorang penjaga berlari melapor pada Seol won bahwa In Gang Jeon dalam keadaan siaga. Bo Jong kaget sidang dengar pendapat dilaksanakan tertutup dan semua tentara berada diposisinya kemudian selebaran jatuh lagi dari langit dengan menggunakan layang2 di tengah lapangan sidang. Semua membaca selebaran dan Mi saeng memberikan satu untuk Mi shil dan Mi Shil membacanya : Mereka sudah menyelamatkan Baginda Raja Jinpyeong.

Al Cheon berkata Deok Man sudah berhasil dengan rencananya. Mi shil meremas selebaran dan Kim Chun Chu berbaris menuju istana dengan Yeom Jong, bangsawan Jujin dan semua bangsawan yang mendukungnya. Pasukan mereka dengan gagah berbaris menuju istana.

Mi Saeng : Kakak!…Apa yang dapat kita lakukan sekarang yang terbaik, eh?

Mi Shil berdiri kemudian mengambil busur dan panah dan mulai membidik Deok Man, saat ia menarik busurnya dan Se Jong berteriak pada Mi shil. Deok Man berdiri dan membiarkan Mi Shil menembaknya. Semua kaget dan shock atas apa yang akan dilakukan Mi shil.

Deok Man : Ayo bidik dan tembak … Kau sudah berakhir..Lady Mi shil

Mi shil : Ya benar, Deok Man…kau sudah menang

Mi shil melepaskan anak panah ke arah Deok Man.

Queen Seondeok Episode 49

Mi Shil melepaskan anak panah ke arah Deok Man dan tepat mengenai dada Deok Man !!

Deok Man terjatuh kembali ke kursinya dan pingsan. Semua shock. Tapi kemudian Deok Man mulai sadar dan ia menarik anak panah dan membuangnya. Kim Seo hyun memanggil Deok Man, Deok Man mulai kuat dan berdiri di depan Mi shil yang sangat terkejut, bagaimana kau bisa selamat? Deok Man mengeluarkan belati Soyeobdo milik Raja Jinheung yang dikenakan Deok Man di lehernya.

Belati itulah yang menahan anak panah Mi Shil, ini juga menunjukkan perlindungan leluhur pada Deok Man. Mi Shil terkejut, itu adalah belati yang sama yang digunakan Raja Jinheung membunuh harimau, bagaimana Deok Man dapat memilikinya? Ratu Maya mengenali itu memang Soyeobdo yang pernah menyelamatkan nyawanya dan sekarang nyawa putrinya.

Kim Yu Shin dan Hwarang menyerbu ke dalam In Gang Jeon. Raja mendengar keributan dan ia tanya pada tabib, tapi tabib ketakutan dan melarikan diri. Kasim masuk dan mau membawa Raja bersembunyi. Saat kasim membantu Raja, Kim Yu shin mengumumkan kehadirannya, Raja terkejut. Kim Yu shin meminta Raja beristirahat, ia meyakinkan Baginda bahwa sekarang mereka menguasai In Gang Jeon dengan Hwarang. Bagaimana dengan Deok Man ? Tanya Baginda.

Deok Man menunjukkan Soyeobdo ke Mi shil sebagai tanda ia memperoleh kemurahan Raja Jinheung. Seol won belari mendatangi dan Se Jong tanya apa yang terjadi. Seol won menyarankan mereka harus segera mundur, Bo Jong berkata Kim Yu shin dan Moon Noh sudah menguasai In Gang jeon. Se Jong kaget, berarti mereka kalah. Seol Won memerintah agar Mi Shil dikawal keluar. Chil Sook mengawal Mi Shil. Mi shil membuang busurnya dan dengan tenang pergi dibawah perlindungan Chil Sook.

Seol Won memberi tanda pada Kapten untuk menghabisi yang ada di lapangan. Mereka mengepung Deok Man. Para Hwarang segera maju melindungi Putri. Ratu dan Putri Man Myeong ketakutan. Al Cheon membentak pada pasukan : Apa yang kalian lakukan, berhenti! Turunkan tangan kalian!

Kapten membunuh seorang Hwarang, tapi kemudian Yeom Jong dan pasukan pemanahnya tiba, mereka membuka gerbang dan mempersilahkan Bi Dam, Joo Bang dan anak buahnya masuk. Mereka bertempur. Bi Dam dan anak buahnya membunuh semua prajurit yang tersisa. Joo Bang menemui Go Do dan semua sangat senang bertemu Joo Bang lagi, Bi Dam mengamankan situasi.

Bi Dam menemui Deok Man dan melihat apa Deok Man terluka. Deok Man berterima kasih pada Bi Dam. Bi Dam : Jika lain kali kau melakukan hal yang mengancam nyawamu lagi, maka aku tidak akan datang menyelamatkanmu!

Ratu Maya segera menemui Deok Man. Deok Man memeluk ibunya yang menangis. Putri Man Myeong memeluk suaminya yang menenangkannya. Deok Man menanyakan Raja. Joo Bang lapor Raja baik2 saja, Kim Yu shin sudah mengamankan In Gang Jeon. Joo Bang akan mengawal Deok Man menemui Raja. Deok Man berkata mereka tidak boleh membiarkan Mi shil keluar dari istana dan segera mengejarnya. Bi Dam mengerti.

Mi shil minta agar Seol Won menyiapkan kepergiannya. Mi Shil pergi ke ruang bawah tanah dan menyadari surat perintah Raja Jinheung hilang. Chil sook masuk dan berkata mereka harus segera pergi. Mi Shil berkata sudah hilang, siapa yang pernah ke sini. Chil Sook menyadari pasti So Hwa yang mengambilnya. Tapi mereka harus segera pergi. Mi shil pergi dikawal Chil sook.

Mi Shil dalam perjalanan. Seok bum lari dan berkata Kim Seo Hyun mengejar dengan pasukan. Mi saeng : berarti jalan keluar sudah diblokir? Seol Won berkata pasti begitu, tapi mereka harus cari cara agar Mi shil keluar dengan selamat. Tidak perlu kata Mi shil, kita lewat gerbang utama, kita akan melewatinya dengan kekuatan penuh. Seol Won berkata meski mereka mundur tapi mereka memiliki 10 ribu lebih pasukan yang akan membela Mi shil, Bo Jong berteriak demi Mi shil, setiap orang disini yang tidak berhutang pada Mi Shil dapat pergi sekarang!

San Tak berkata mereka akan mati untuk Mi shil dan semua berteriak sama, kami akan mati untuk Mi shil !! Seol Won : Serang pintu utama!!

Guk San heun : Mi shil menuju ke pintu utama dengan kekuatan penuh. Deok Man kaget. Kim Yu shin dan Al Cheon juga heran. Deok Man berkata apa ini pengalihan, tapi Guk San heun menyatakan itu benar Mi Shil. Deok Man berpikir Mi shil menggunakan strategi pengalihan ternya bukan sepert itu.

Deok Man berkata saat ini mereka masih tidak dapat menandingi kekuatan lawan, apalagi pasukan Jujin belum sampai. Bi Dam mengerti dan Deok Man memerintah Guk San Heun mengumpulkan prajurit yang ada dan fokus ke gerbang utama. Guk San heun pergi. Deok Man berkata Misil tidak boleh keluar, dia akan memimpin penyerangan.

Seol Won bertempur dengan pasukan Kim seo Hyun. Go Do menemui Jujin dan Kim Chun Chu dan menyampaikan pesan Deok Man. Kim Chun Chu tanya apa Raja dan Putri tidak apa-apa, Dae Pung membenarkan mereka berdua selamat. Tapi sekarang mereka bertempur dengan Mi shil di gerbang utama. Kim Chun Chu memerintah Yeom Jong dan Jujin untuk menuju ke gerbang utama segera karena jika Mi shil berhasil lolos, maka ini tidak akan ada akhirnya. Jujin mengerti dan menuju Gerbang utama.

Yu Shin dan Al Cheon memberi salam dan lapor bahwa Kim Seo hyun sudah mencoba menahan tapi mereka berhasil lolos. Sekarang Kim Seo Hyun mengejarnya. Kim Chun Chu datang dengan Jujin dan Yeom jong. Chun Chu lapor Mi Shil berhasil lolos. Deok Man tanya berapa banyak pasukan Mi Shil. Yu shin berkata tidak banyak, tapi pasukan Se Jong dan Mi saeng akan bergabung dengan mereka. Deok Man memerintah Jujin membantu Kim Seo Hyun melakukan pengejaran. Deok Man berkata mereka harus menemukan Mi Shil segera jangan sampai Mi shil menemukan persembunyian dan memicu perang sipil. Jujin kaget saat disebutkan perang sipil.

Seol Won berkata sekarang ini menjadi perang sipil. Se Jong : Perang sipil? Seol Won membenarkan. Mi shil sudah membuat rencana tambahan ia sudah mengirim pesan pada Oh Chan, komandan benteng Daeya untuk membuat kesepakatan. (Daeya sekarang Hapcheon, Gyeongsangnam Do. Di Hapcheon ini ada monumen penghargaan untuk para Hwarang yang sudah gugur dengan gagah, monumen ini ada di sisi sungai Hwang)

Se Jong dan Mi saeng : jadi benteng Daeya.. Seol Won berkata mereka tidak punya waktu, sebelum pengejar dapat menyerang mereka dari belakang, mereka harus sampai ke benteng Daeya. Seol Won lapor pada Mi shil mereka harus segera berangkat, Mi Shil mengerti dan tanya apa benteng Daeya sudah diberi tahu, Seol won berkata sudah mereka siap menerima Mi Shil. Mi Shil menghela nafas, Seol Won menghiburnya agar tidak putus asa dan kehilangan harapan.(oh..I love Seolwon, he..he I can’t hate him, just can’t) Mi Shil meyakinkan mereka, ia baik2 saja, tapi kondisinya sekarang tidak dapat dibandingkan dengan yang lalu, sekarang Deok Man yang mengejar mereka.

Deok Man rapat dengan kabinet perangnya, pertama dan paling utama mereka harus menguasai istana. Yu Shin membenarkan, Mi Shil sudah mendominasi istana dengan pengaruhnya selama 40 tahun. Deok Man setuju, menyingkirkan sekutu Mi Shil di istana bukan perkara mudah. Kim Seo Hyun mengumumkan kedatangannya, ia minta maaf, Deok Man kaget. Kim Seo Hyun berkata mereka hampir mendapatkan Mi Shil dkk, tapi tiba2 komandan benteng Daeya Oh Chan muncul dan menghalangi mereka. Kim Yong chun tanya, sekarang mereka berlabuh di Benteng Daeya? Kim Seo Hyun membenarkan.

Benteng Daeya, Ha Jong baru sampai dan ia senang sekali karena Benteng Daeya belum pernah dikalahkan dan bentengnya kuat. Mi Saeng setuju dan juga tenang dengan jumlah pasukannya. Bo Jong menyatakan mereka sekarang bersekutu dengan Jenderal Ma Geo Ji dari Chil Jung (skr Paju di propinsi Gyeonggi) yang memberikan dukungan militer pada mereka. Se Jong berkata jika mereka harus mulai lagi, maka Benteng Daeya adalah tempat yang cocok.

Mi shil berkata kemenangan sudah dekat kecuali ia menyerah maka kemenangan adalah milik mereka. Anak buah Mi shil mulai percaya diri lagi.

Chil sook memerintah pasukannya agar tetap fokus dan waspada. Mungkin akan ada mata2 yang menyelinap. Chil sook minta agar pasukannya lebih waspada. Pasukannya mengerti. Chil Sook akan pergi saat Seok Bum bertanya apa ini perang sipil? Chil Sook membenarkan, pasti begitu. Mi shil bagaimanapun akan tetap memikirkan kebaikan Silla, Chil Sook berkata saat ini situasinya sepertinya jadi sebaliknya. Seok Bum berkata ia tidak peduli dengan Silla. Chil Sook tanya mengapa, Seok Bum berkata Mi Shil sudah sangat baik padanya, orang seperti dia yang rendah dan dengan latar belakang sederhana dan memberikan kehormatan menjadi kapten Hwarang di seorabeol dan keluarganya memiliki banyak hal, cukup makanan dan pakaian.

Seok Bum berkata ini bukan untuk Silla melainkan untuk Mi Shil yang sudah baik padanya dan ia sangat berterima kasih dan berhutang budi. Chil Sook tanya : Apakah rasa terima kasih dan hutang budi pada Mi Shil sudah melebihi bahkan kebaikan dan kebenaran. Seok Bum minta ia dimaafkan tapi ini kesimpulannya. Seok Bum menyadari hanya ini yang dapat ia berikan dari seseorang dengan banyak kekurangan seperti dirinya. Seok Bum berkata jika kata2nya menyinggung Chil Sook, ia minta maaf. Chil Sook pergi kemudian menoleh lagi ia merasa hal yang sama.

Deok Man masih rapat dengan kabinetnya dan berkata biarpun mereka tidak berharap melihat ini, tapi seandainya terjadi perang sipil, mereka harus segera mengatur ulang Kementrian Pertahanan. Kim seo Hyun membenarkan, selama ini Seol Won Rang yang mengatur semuanya. Jika mereka tidak membersihkan departemen pertahanan, mereka tidak akan menang perang.

Kim Yu shin berkata, ayahnya dan dirinya akan mengambil tanggung jawab ini untuk membersihkan departemen pertahanan. Deok Man setuju. Deok Man memerintah Kim Yong Chun dan Kim Chun Chu agar bertanggung jawab dengan urusan Keluarga Raja dengan militer dan pemerintahan dalam istana. Mereka mengerti. Deok Man berkata, ia dan Al Cheon akan mengambil alih yang sudah ditinggalkan oleh Se Jong dan Mi shil dalam departemen perpajakan. Al Cheon bertanya situasi sudah seperti ini, apa mereka perlu mengerahkan pasukan mengepung benteng Daeya. Deok Man membenarkan, Kim Seo Hyun harus bergabung dengan Jujin dan minta mereka bekerja sama dan mengatur strategi, dan pindah ke benteng paling dekat dengan Daeya. Dan semua cek poin menuju Daeya harus diawasi.

Deok Man berkata jika mereka tidak segera bertindak cepat maka akan meningkatkan tindakan anarkis. Deok Man minta kabinetnya untuk mempercepat semuanya.

Yeom Jong tanya pada Bi Dam mengapa Deok Man tidak memanggilnya untuk menghadiri rapat kabinet ? (aku jg bertanya2, kemana Bi Dam) Bi Dam dengan bosan membalik-balik halaman buku,ia tidak punya jabatan resmi untuk hadir di dalam rapat. Yeom Jong : kalau begitu kau harus pergi dan minta jabatan. Bi Dam menghela nafas: Itu sangat merepotkan. Aku suka kerja rahasia dan langsung dibawah perintah Putri Deok Man, selama ini seperti ini. Yeom Jong berkata ini tidak seperti sebelumnya, sekarang mereka menang dan sudah semestinya mereka mendapat penghargaan atas jasa mereka.

Bi Dam memandang Yeom Jong, Kim Chun Chu didukung Kim Yong Chun, sementara Kim Yu Shin didukung ayahnya Kim Seo Hyun, Al Cheon mempunyai kedudukan penting dalam keluarga Raja karena ia bangsawan dan ayahnya berpengaruh dalam dewan. Lalu Bi Dam, apa yang dimiliki Bi Dam, kau tidak punya siapapun mendukungmu atau pengaruh. Yeom Jong berkata jika Bi Dam terus seperti ini, maka Bi Dam tidak akan kemanapun, ia tidak akan punya tempat untuk membangun dasarnya sendiri.

Lalu Deok Man masuk dan memberi perintah agar Bi Dam membawa timnya dan pergi menyusup ke Benteng Daeya. Bi Dam berkata ia akan melakukannya. Deok Man minta agar Bi Dam bertanggung jawab untuk mencari informasi atas situasi di Benteng Daeya dan juga mengawasi keberadaan Mi Shil. Deok Man minta Bi Dam agar memimpin misi ini sehingga ia dapat tenang dan yakin akan kemampuan Bi Dam, Deok Man percaya Bi Dam akan berhasil. Bi Dam senang Deok Man mempercayainya.

Bi Dam menyombong ke Yeom Jong lihat apa yang ditugaskan Putri Deok Man padaku. Ini karena Putri sangat mempercayaiku. Yeom Jong berkata ini bukan posisi yang nyata dalam kementrian dalam istana. Yeom Jong berkata mereka terlihat hanya sebagai suruhan yang selalu keluar mencari informasi. Bi Dam : Mengapa kau merusak kebahagianku..pemikiranmu sangat kompleks. Yeom Jong berkata ia kompleks, itu karena Bi Dam terlalu lama dengan Moon Noh maka ia terpisah dari lingkungan sosial dan tidak mengerti bagaimana lingkungan sosial itu seharusnya. Bi Dam berkata ia mengerti bagaimana lingkungan sosial itu. Bi Dam menghentikan Yeom Jong.

Kapten penjaga memohon ampun pada Kim Seo Hyun, mereka hanya melaksanakan perintah Seol Won Rang dan apa mereka harus mati karenanya, ia mohon ampun. Joo Bang, Seo Ji, dan Wyol Ya memeriksa dokumen2 di kantor Seol Won Rang dan Joo Bang menemukan daftar nama orang2 yang bertempur bersama Seol Won di pertempuran Pallyangchi. (Gunung antara Namwon Jeollabuk dan Hamyang Gyeongsangnam Do)

Wyol YA bertanya apa dalam pertempuran itu Seol Won lalu mempromosikan mereka semua. Seo Ji juga mendapat daftar nama yang mirip dalam pertempuran Cho gae Ryeong. Wyol Ya melaporkan temuannya pada Kim Seo Hyun dan Kim Yu shin. Joo Bang berkata jika mereka mau menyingkirkan semua orang2 ini maka akan percuma saja, karena Seol Won Rang sudah berkuasa selama 15 tahun di departemen ini. Berapa banyak pertempuran dan berapa banyak orang yang sudah dipromosikan dalam kemiliteran oleh Seol Won. Kim Yu Shin berkata tidak ada pilihan lain. Joo Bang komplain, Kim Seo Hyun berkata jika mereka tidak melakukannya, mereka tidak bisa membawa pasukan untuk melawan Mi shil. Kim seo Hyun berkata, Wyol Ya dan Joo Bang hanya dapat mempercepat kerja mereka.

Deok Man memeriksa semua catatan dan tanya apa tidak ada catatan mengenai konstruksi istana di Cho Gae Ryeong, para staf ragu2. Deok Man tanya mengapa. Mereka berkata semua catatan diambil oleh Se Jong dan Ha Jong dan orang yang menjadi arsiteknya juga menghilang di hari Mi Shil meninggalkan istana.

Deok Man berkata jika memang demikian, ia tidak bisa mengerti bahwa orang itu hanya satu2nya orang yang tahu mengenai konstruksi dan para staf ragu2. Deok Man berkata karena itu adalah proyek besar yang membutuhkan dana besar, itu dilakukan dengan diam2 dan mereka tidak diberi laporan. Deok Man membubarkan para staf.

Al Cheon masuk dan lapor bahwa kiriman senjata dari Negara Wa (Jepang) belum tiba. Deok Man minta penjelasan. Al Cheon berkata mereka mengirim 50 pekerja seperti tukang kayu, pembuat kapal, dan pandai besi ke Jepang sebagai barter untuk senjata. Seol Won Rang sendiri mengawasi transaksinya. Deok MAn berkata senjata itu tidak pernah sampai. Al Cheon sudah mengirim orang untuk menyelidiki di Pelabuhan Naei (pelabuhan di timur Jin Hae, propinsi Gyeongsang)

Al Cheon berkata apa mungkin Mi shil membajak kiriman itu dan sekarang ada di tangan Mi Shil. Mi Shil dapat laporan bahwa kiriman senjata sudah tiba. Mi saeng membenarkan, kiriman sudah sampai di pelabuhan Naei kemarin malam dan akan dikirim langsung ke benteng. Mereka akan mendapat logistik paling efisien. Mi shil tanya mengenai persediaan makanan dalam penyimpanan. Ha Jong berkata mereka memiliki 1500 seom dan akan cukup untuk setahun. Ia minta ibunya untuk tenang. Se Jong berkata jika mereka harus menghadapi pertempuran panjang. Benteng Daeya bisa mencukupi makanannya sendiri. Mi saeng menyebutkan Jenderal Mu Eun sudah memasok makanan untuk pasukan dan minta kakaknya tenang saja. Mi shil tanya apa mereka sudah mencegat pesan untuk Raja dari gubernur di Gangju (skr Jinju) dan Geumgwan (skr Gim Hae)

Se Jong berkata sudah, semua akan langsung dikirim ke mereka, jadi Mi shil tidak perlu cemas. Ha Jong berkata semua pekerjaan dibawah tanah sudah dilakukan dengan cepat. San Tak datang dan melaporkan bahwa ada pesan penting dari distrik Gwangmun. (skr Mungyeong, sebelah Barat Laut Gyeongsangbuk do)

Mi shil tanya apa isinya. San Tak melaporkan ada kebakaran besar yang terjadi di sebuah benteng. Mi Shil kaget. Deok Man juga mendapat pesan tentang kebakaran dari Kim Yong Chun yang berkata api timbul dari konstruksi sebuah benteng dan api menyebar cepat. Deok Man heran mengapa tidak ada pemberitahuan dari daerah itu. Deok Man tanya apa ada pesan. Kim Seo Hyun berkata ia belum menerimanya. Deok Man minta agar segera dikirim pesan untuk mengatasi situasi dan melapor segera.

Kim Chun Chu berkata bahwa kepergian Mi shil sudah membuat kevakuman dalam kekuasaan, mereka tidak menguasai apapun untuk mengendalikan faktor internal dan eksternal negri ini. Siapa yang harus melakukan apa dan apa yang harus dilakukan, mereka tidak punya petunjuk yang jelas mengenai semua masalah. Kim Chun Chu membenarkan bahwa istana dipenuhi mata-mata dan sangat mudah untuk membocorkan rahasia atau informasi. Al Cheon datang dan lapor bahwa senjata sudah sampai di pelabuhan Naei, tapi dikirim ke Benteng Daeya. Deok Man kaget dan Yu shin berkata mereka harus cepat dan mengurus ini sebelum Mi shil menciptakan Seorabeol baru jika mereka membiarkan ini lebih lama lagi.

Deok Man berjalan di luar saat Bi Dam mendekat dengan membawa tawanan. Deok Man tanya siapa orang ini. Bi Dam berkata ini adalah pembawa pesan yang menghalangi pesan untuk distrik Gwangmun. Bi Dam melihatnya meninggalkan Daeya, jadi ia menangkap orang ini dan sepertinya ia sudah melapor ke Mi Shil. Pembawa pesan mohon diampuni, ia hanya mengikuti perintah. Deok Man tanya mengapa ia lapor ke Daeya. Orang itu berkata Mi shil adalah penanggung jawab pembangunan benteng, jadi Gubernur Gwangmun memerintahnya untuk mengirim laporan pada Mi shil. Yeom Jong berkata mereka minta dana untuk mengganti kerugian. Orang itu mohon agar diampuni ia tidak melakukan kesalahan.

Deok Man berkata pada diri sendiri, pengaruh Mi Shil benar2 jauh dan luas. Deok Man minta diadakan sidang segera. Al Cheon menjalankan perintah Putri. Deok Man berdiri di depan sidang dan berkata mulai sekarang, ia akan meninjau kembali semua kesalahan yang sudah dilakukan dalam sidang di masa lalu dan tidak akan menekan lebih lanjut tapi jika ada yang mau melaporkan sesuatu mengenai Silla tapi bukan kepadaku, maka aku akan menurunkan orang itu dari posisinya segera dan ini termasuk laporan dari propinsi dan penyampaian pesan.

Deok Man akan menurunkan semua dari pembawa pesan sampai Gubernur jika mereka gagal melakukannya atau menggantinya ke tempat lain dan akan memberlakukannya ke seluruh negri. Deok Man memerintah departemen Pertahanan untuk mengendalikan Geoyeol Ju, Daegaya, Chohwagun dan semua disekitar benteng Daeya. Kim Seo Hyun mengerti. Deok Man berkata mereka harus mencegah informasi masuk ke benteng Daeya dan mengisolasi mereka. Apa mereka mengerti? Semua mengerti.

Deok Man duduk dan ia teringat So Hwa saat mereka bertemu setelah So Hwa selamat dari istana dengan Joo Bang. So hwa berkata Raja Jinpyeong mempercayakan stempel istana padanya, tapi Chil Sook mengambilnya. Kemudian ia menemukan surat perintah Raja Jinheung agar Mi Shil dibunuh. So Hwa memberikan surat perintah Raja Jinheung pada Deok Man. Deok Man membacanya dan ia terkejut.

Raja Jinheung : Mi Shil adalah musuh, bunuh Mi shil dan kembalikan keadilan dan kebenaran di Silla.

Deok Man tanya apa ini ditulis oleh Raja Jinheung. So Hwa mengangguk. Raja Jinheung memberi perintah pada Hwa Rang Seol Won untuk membunuh Mi shil. Deok Man bertanya apa ini sudah saatnya ia harus menggunakan perintah itu. Bi Dam mendatangi Deok Man dan memberi salam. Pandangan Deok Man kosong dan Bi Dam tanya apa yang mengganggu pikiran Deok Man, mengapa ia terlihat susah. Deok Man berkata bukan apa2. Bi Dam tanya jika ada yang dapat ia bantu untuk membuat Deok Man tenang, jika ada..meskipun sepertinya ia tidak dapat membantu banyak. Deok Man berkata: Jika aku sampai pada tahap ini, ini tidak pernah kupikirkan akan terjadi. Tapi jika Bi Dam tidak ada ia tidak tahu apa yang akan ia lakukan dalam saat2nya yang paling gelap, ini diluar kemampuannya.

Deok Man berkata jika Bi Dam berkata ia tidak mampu, itu karena sekarang mereka menghadapi kekacauan dan ketidak teraturan tapi tunggu sampai semua mulai stabil, aku akan memberikan padamu tugas penting dan jabatan. Bi Dam tanya penugasan penting itu apa..Deok Man berkata jaringan intelijen Bi Dam dan Yeom Jong, Deok Man berencana untuk meresmikannya dan menjadikannya sebagai alat untuk pemerintahannya yang bisa disebut sebagai agen rahasia istana dan tidak ada orang yang bisa memimpin departemen ini lebih baik dari Bi Dam dan ia percaya apapun operasi rahasianya, ia yakin Bi Dam akan mengatasinya.

Bi Dam gembira dan ia tersenyum akan tugas barunya. Deok Man berkata ada kalanya ia melihat Bi Dam seperti anak kecil dan tanya apa Bi Dam benar2 senang dengan usulannya. Bi Dam berkata ini karena Deok Man mempercayai kemampuannya.

Lalu Deok Man memberi tugas pada Bi Dam, sebelum ia masuk ke istana, ia mengubur sebuah kotak di bawah pohon Gingko di kuil di Bo Gya Hoe. Bi Dam : Kotak kecil? Deok Man membenarkan dan Bi Dam akan membawa kotak itu padanya dan tidak seorang pun boleh mengetahuinya. Bi Dam mengerti. Bi Dam berlari dengan senang karena Deok Man mempercayakan tugas rahasia padanya. Bi Dam akan melaksanakannya.

Deok Man masih merenung saat Kim Yu Shin dan Al Cheon datang, mereka lapor bahwa perintah Deok Man sudah disampaikan ke seluruh negri. Mereka tidak bisa membayangkan kepergian Mi shil ternyata membuat kevakuman dalam kekuasaan. Deok Man berkata tidak seorang pun dari mereka memiliki pengalaman administrasi dalam menjalankan negara sebelumnya. Tapi pihak Mi shil tahu bagaimana caranya. Meskipun ia memiliki banyak kemampuan tapi ia sendirian, ia tidak akan mampu berhasil sendirian. Ia perlu orang2 membantunya. Orang2 yang berbagi perahu dengannya. Inilah mengapa orang2 diperlukan inilah mengapa Mi shil sangat berkuasa.

Deok Man berkata ia harus mengikuti cara Mi shil dan tidak ada cara lain. Deok Man harus mengambil sekutu Mi shil dan menjadikannya sebagai sekutunya. Kim Yu Shin tanya apa maksud Deok Man. Deok Man berkata ibunya So Hwa memberikan padanya hadiah istimewa dan berharga. Sebenarnya aku tidak berniat menggunakan hadiah itu tapi ini sepertinya waktu yang tepat.

Kim Yu Shin tanya apa maksud Deok Man. Deok Man berkata ia sudah memerintah Bi Dam untuk mengambilkannya untuknya dan Bi Dam akan segera kembali dengan hadiah itu. Al Cheon berkata Bi Dam sudah meninggalkan posnya di Daeya untuk tugas ini. Deok Man membenarkan dan sampai Bi Dam kembali maka Penjaga Istana akan menggantikan tugasnya. Al Cheon mengerti.

Bi Dam pergi untuk menggali kotak di bawah pohon. Pohon itu adalah pohon perlindungan dalam agama Budha.

Bi Dam menemukannya dan membersihkan debunya. Karena ia ingin tahu, maka Bi Dam membuka kotak itu, di dalamnya ada dokumen dan ia mengenalinya, ia ingat So Hwa memeganginya sangat erat sebelum bertemu Deok Man, bahkan saat So Hwa makan. Bi Dam ingin tahu mengapa So Hwa sangat hati-hati. Bi Dam membukanya dan membacanya dan shock dengan isinya, bahwa itu adalah perintah kerajaan dari Raja Jinheung untuk membunuh Mi Shil dan Bi Dam jatuh diatas lututnya, kehilangan kata2 dan blank. Deok Man menunggu dokumen itu tapi masih belum ada tanda kedatangan Bi Dam. Bi Dam hanya duduk dengan pandangan kosong.

Joo Bang dan beberapa nangdo menyamar dan ingin tahu saat pertama kali Deok Man bertemu Joo Bang, saat itu ia menyamar sebagai pendeta? Go Do berkata mereka menipu Deok Man beberapa kali. Joo Bang berkata saat itu mereka benar2 penipu. Tapi Joo Bang akhirnya sadar mereka sudah banyak melakukan kesalahan, Go Do tertawa dan Joo Bang memukul kepalanya.

Bi Dam mencerna kebenarannya. Raja Jiheung ingin Mi Shil mati, mengapa ia menyimpan dokumen itu sampai sekarang. Bi Dam heran mengapa Mi Shil menyimpannya selama ini dan tanya untuk apa. Bi Dam menuju ke benteng Daeya dan bukan kembali ke Deok Man. Di depan benteng semua mengantri untuk pemeriksaan sebelum masuk dan keluar dari gerbang. Bi Dam juga terlihat dalam antrian, petugas melihat Bi Dam dan tanya apa yang Bi Dam lakukan, Bi Dam menjawab ia melakukan perdagangan dan Bi Dam diijinkan masuk.

Go Do mengenali Bi Dam. Joo Bang heran bukankah mereka menggantikan Bi Dam karena Bi Dam mengerjakan tugas dari Putri, mengapa ia terlihat di sini. Joo Bang ingat So Hwa membawa sesuatu yang sangat penting, dan Joo Bang pernah berkata jika itu penting biarkan saja Bi Dam yang menjaganya agar lebih aman, tapi So Hwa berkata Bi Dam tidak boleh memiliki dokumen ini. Mengapa tanya Joo Bang, so Hwa berkata ini dapat menjadi halangan untuk Mi Shil. So Hwa berkeras bahwa dokumen ini ada hubungannya dengan Bi Dam. Joo Bang heran dan ia menjadi curiga dengan Bi Dam.

Bi Dam berhasil masuk ke benteng Daeya dan menembus penjagaan ketat di Daeya, dia berhasil mendekati kediaman Mi shil (ilmu ginkang Bi Dam mirip Thio Buki hehe..ringan sekali). Beberapa pengawal lewat dan Bi Dam ada di atap, mereka diam karena merasa ada yang mencurigakan. Bi Dam melompat dan membunuh mereka dengan seketika. Bi Dam mendatangi Mi shil, dan Mi shil tidak terlalu kaget dengan kedatangannya. Bi Dam mengarahkan pedangnya pada Mi shil. Mi shil dengan resmi bertanya apa tujuan Bi Dam datang. Mi shil tanya apa Deok Man yang memerintahkannya untuk membunuhnya atau karena Bi Dam memuja Deok Man sehingga ia datang untuk mencari jasa demi kekasihmu? Bi Dam datang karena ia ingin tahu sesuatu yang tidak dapat ia mengerti. Mi Shil heran.

Bi Dam tanya mengapa tapi ia ragu menunjukkan perintah Raja Jinheung, kemudian mengubah pertanyaannya, sehari sebelum pemberontakan, Mi shil meminta Yeom Jong membawanya pergi. Bi Dam ingin jawaban dan berteriak pada Mi shil agar segera menjawabnya. Mi shil berkata : Kau adalah penghalang. Bi Dam berkata dia hanya penghalang bagi Mi shil demi cita2 Mi shil. Mi shil berkata ya pasti demikian jika kau berpikir seperti itu. Bi Dam berkata ia selalu menjadi batu sandungan untuk Mi Shil. Maka ini seperti sekali lagi Mi shil membuang Bi Dam, bukankah lebih baik Mi shil membunuhnya saja. Mi shil mengakui benar itu adalah kesalahannya, karena alasan ini, kesalahan ini dapat menyebabkan rasa sakit dan ia harus berakhir dengan situasi seperti ini.

Bi Dam tidak percaya Mi shil menyatakan bahwa dirinya adalah sebuah kesalahan. Bi Dam tanya mengapa kemudian..dan ia akan mengeluarkan surat Raja Jinheung ketika ia mendengar suara. Mi saeng masuk untuk melapor kemungkinan penyusup dan ia melihat Bi Dam. Bi Dam mengarahkan pedangnya kembali ke leher Mi shil. Bo Jong menghunus pedang tapi Mi Shil meminta mereka berhenti. Mi Saeng dan Bo Jong heran. Mi shil berkata Bi Dam kesini hanya ingin tahu sesuatu, jadi Bi Dam adalah tamunya. Mi shil berkata pada Bi Dam dia boleh pergi. Mi saeng shock dengan tindakan kakaknya. Mi shil : ayo cepat pergilah! Bo Jong mundur.Bi Dam tidak mengerti tindakan Mi Shil.

Se Jong kaget ketika tahu Bi Dam datang dan menyusup ke ruangan Mi shil dan mengancam Mi Shil. Lebih kaget lagi, Mi Shil membiarkannya pergi. Ha Jong tidak mengerti mengapa ibunya selalu melepaskan Bi Dam, memang siapa Bi Dam? Seol Won mungkin tahu sesuatu. Seol Won berkata ia tidak tahu. Ha Jong kesal pasti Seol Won tahu sesuatu. Kita sudah seperti ini, ini karena si brengsek Bi Dam. Bo Jong setuju dengan Ha Jong, ibunya membiarkan Bi Dam pergi ini sepertinya bukan ibunya. Seol Won menemui Mi Shil dan tanya apa tujuan kedatangan Bi Dam. Mi shil tidak menjawab, Seol Won mendesak. Mi Shil berkata hari saat Bi Dam menyelamatkan Deok Man dari istana, mereka semua pasti bingung. Bi dam juga bingung dan ingin tahu alasannya, mengapa Mi shil tidak membunuhnya dan membiarkan ia hidup.

Joo Bang lapor pada Yu Shin bahwa Bi Dam terlihat di benteng Daeya. Go Do berkata ia melihat Bi Dam dengan mata kepalanya sendiri. Yu Shin heran. Al Cheon berkata bukankah Bi Dam dikirim untuk melakukan tugas penting dari Putri dan mengapa ia pergi ke benteng Daeya.

Deok Man sekarang gelisah mengapa Bi Dam tidak segera kembali. Bi Dam merenung apa yang harus ia lakukan dengan surat Raja jinheung ini. Deok Man mendapat laporan dari Yu Shin, Bi Dam terlihat di benteng Daeya dan Deok Man kaget. Kim Yu Shin berkata Bi Dam memasuki Benteng Daeya. Yu Shin tanya apa tugas Bi Dam, apa yang harus ia bawa kembali. Yu Shin berkata Mi Shil ada di Daeya. Deok Man minta Yu shin jangan bicara lagi. Kim Yu Shin berkata ia jarang mencurigai seseorang dan dia minta maaf karena spekulasinya. Tapi Deok Man mulai ragu.

Deok Man meninggalkan kamarnya dan Joo Bang menunggunya di luar. Yu shin tanya ada apa. Joo Bang berkata ia ingin bicara pribadi dengan Putri jika Yu Shin tidak keberatan. Yu shin pergi. Deok Man tanya ada apa. Joo BAng menceritakan kisahnya dengan So Hwa, Joo Bang berkata So hwa mengambil sesuatu dari kamar belajar Mi shil yang memiliki hubungan dengan Bi Dam. Deok Man heran. Joo Bang : Itulah mengapa ia menolak memberikan surat itu pada Bi Dam, karena alasan itu. So Hwa merahasiakan sesuatu. So Hwa menolak mengatakannya. Joo Bang heran mengapa So Hwa melakukan itu. Deok Man heran bagaimana perintah Raja Jinheung untuk membunuh Mi shil ada hubungannya dengan Bi Dam…Deok Man mencoba mencerna informasi Joo bang. Siapa sebenarnya Bi Dam…

Bi Dam datang dan memberi salam pada Deok Man. Deok Man melihat Bi Dam datang dengan tangan kosong.

Deok Man : Tugas yang aku berikan padamu, untuk membawa kembali kotak, apa kau membawanya?
Bi Dam diam saja
Deok Man : Berikan padaku.
Bi Dam : Tidak ada disana.
Deok Man heran dengan jawaban Bi Dam.
Bi Dam : Aku sudah menggali beberapa lubang dimana-mana tapi hanya berhasil menemukan kotaknya..tapi isinya kosong.
Deok Man benar2 ragu.

Deok Man : Sampai sekarang, apapun yang kaukatakan akan kupercayai, tanpa keraguan dan kecurigaan. Kepercayaan ini akan menjadi dasar yang membangun hubungan kita di masa mendatang..Apakah benar kotak itu tidak ada isinya?
Bi Dam tidak segera menjawab. Bi DAm : Ya..Tidak ada
Deok Man : Bukankah kau pergi dan menyembunyikannya?
Bi Dam menggelengkan kepalanya. Tidak.

Deok Man : Lalu kau pergi ke benteng Daeya, apa itu benar?
Bi Dam tidak segera menjawab.
Deok Man : Kau pergi menemui Mi shil?
Bi Dam : Ya…aku tidak ingin kembali dengan tangan kosong jadi aku kesana dan berniat membunuh Mi Shil.
Deok Man benar2 tidak percaya kebenaran cerita Bi Dam.

Bi Dam : Jika kita membunuh Mi shil, semua akan berakhir bukan? Tapi aku gagal.
Deok Man sudah hilang kepercayaannya pada Bi Dam dan ia memberi kesempatan terakhir pada Bi Dam.
Deok Man : Aku akan tanya darimu untuk terakhir kalinya..Mi Shil dan kau ..apa hubungan kalian ?

Sementara itu, Mi Shil juga diinterogasi oleh sekutunya.
Mi Saaeng berkata masalah ini sudah mempertaruhkan nyawa kita ,Mi shil diam saja. Se Jong : Se Ju dan Bi Dam, diantara kalian berdua..apa hubungan kalian ?

Kembali ke Bi-Deok couple :
Deok Man : Mi Shil dan dirimu, antara kalian berdua,apa hubungan kalian?
Bi Dam : Mi shil dan aku…

Mi shil : Anak. Dia anak laki-lakiku.
Ha Jong shock dengan pernyataan ibunya. Ha Jong : Apa..? Apa yang ibu katakan ?
Mi saeng : Kkkk..kakak.
Se Jong shock, Mi saeng terlihat seperti akan pingsan. Mi Shil hanya diam saja dengan alisnya yang sedikit terangkat.

Queen Seondeok Episode 50

Mi Shil : Bi Dam..adalah anak Mi Shil dengan Raja Jinji..Hyeong Jong.

Semua terkejut.

Sementara itu, Bi Dam : Aku dan Mi Shil…tidak ada hubungan khusus. Deok Man menerima jawaban Bi Dam. Bi Dam membenarkan, ia mencoba menjelaskan kepergiannya ke Benteng Daeya, tapi Deok Man memotong kalimatnya, ia sudah cukup mendengar. Deok Man berkata Bi Dam sudah berkata tidak ada, ia percaya kata2 Bi Dam tapi Deok Man memperlihatkan ia tidak terlalu percaya. Deok Man menyendiri dan gelisah mengapa Bi Dam bohong kepadanya.

Chil Sook mengantisipasi persediaan logistik, Seol Won berkata mereka memiliki stok 2500 seom, bahkan jika tidak ada akses keluar sekalipun, mereka dapat bertahan 1 tahun. Se Jong berkata, mereka sudah mengirim permintaan bantuan dari propinsi terdekat, jika ada yang menjawabnya semua akan mengikutinya. Seol Won setuju jika itu berhasil pengaruh benteng Daeya akan meningkat. Seol WOn akan mengirim permohonan lagi. Seol WOn melihat Mi Shil tidak terlalu konsentrasi, ia tanya apa Mi shil mendengarkan mereka. Mi Shil tersadar dan mengaku ia mendengar dan minta mereka melaksanakannya. Se Jong dan Seol Won tahu bahwa Mi shil sama sekali tidak memperhatikan.

Deok Man rapat, Kim Yong Chun berkata menurut apa yang dilaporkan Kim Seo Hyun, mereka harus mengadakan perang saudara. Kim Seo Hyun berkata sudah ada tanda dan gejala menuju perang saudara, tidak ada pilihan lain. Yu shin berkata Benteng Daeya adalah benteng dengan pertahanan kuat. Benteng itu tidak pernah diduduki sebelumnya. Kim Seo Hyun berkata itu sebabnya mereka harus segera menguasainya dengan cepat. Al Cheon tanya darimana mereka akan mendapat dukungan pasukan untuk menyerang Daeya. Bahkan dengan gabungn pasukan Bangsawan Jujin dan Jin Hye, jumlahnya tidak lebih dari 10 ribu prajurit. Wyol Ya minta maaf karena memotong, ia menyarankan menggunakan prajurit di perbatasan.

Yu Shin tidak setuju mereka tidak boleh mengerahkan mereka. Wyol Ya tanya mengapa tidak ini adalah alternatif paling cepat untuk mengakhiri konflik ini dalam waktu singkat. Deok Man berkata pasukan perbatasan tidak boleh disentuh, mereka bertanggungjawab atas keamanan Silla, jika mereka dikerahkan akan membuat perbatasan lemah dan Baekje dapat menyerang mereka dan ini bisa lebih mengancam dan berbahaya daripada kondisi dalam negri sekarang. Kim Seo Hyun berkata ada kemungkinan Mi shil mengerahkan pasukan perbatasan untuk memperkuat pasukannya. Deok Man mengerti Mi shil cukup baik, ia yakin Mi shil tidak akan melakukannya.

Mi shil berkata mereka tidak boleh menyentuh pasukan perbatasan. Jika perbatasan lemah maka Silla akan jatuh. Se Jong berkata ini kesempatan emas. Ha Jong memohon agar ibunya setuju mereka hanya perlu mengerahkan satu pasukan perbatasan, itu cukup untuk mengakhiri konflik mereka. Mi shil menolak dengan datar dan memperingatkan agar tidak satupun dari mereka mengerahkan pasukan dari perbatasan. Mi shil berkata tidak boleh mengontak perbatasan. Apa mereka mengerti?

Deok Man merenung, Bi Dam mendatanginya dan tanya apa yang mengganggu pikirannya. Deok Man menghela nafas, ia tanya apa Bi Dam tahu pilihan lain agar mereka terhindar dari perang saudara ini. Bi Dam tanya apa perang membuat Deok Man takut dan khawatir apa yang terjadi sesudahnya. Deok Man berkata perang akan menorehkan luka emosional dan luka bagi yang kalah, demi mengobati luka ini, sumber daya, waktu, dan energimu akan terkuras. Jika terjadi perang dengan saudara sebangsamu sendiri akan sangat menyakitkan dan ini tidak bisa dihindari. Mereka harus segera menguasai benteng Daeya dengan cepat.

Joo Bang dan Go Do menghadap Deok Man mereka punya ide yang bisa dicoba. Joo Bang mendorong Go Do untuk mengatakannya. Deok Man tanya ide apa. Joo Bang mengatakan skenario saat Chin akan menyerang Wei (dalam kisah Samkok, Cina) dengan membuat bendungan di Sungai Huang Ho kemudian melepas air dan membanjiri Dae Ryeong Seong (Daliang, ibukota Wei sekarang Kaifeng di Propinsi Henan, Cina) dan membuatnya tenggelam. Mereka berpikir apa mereka bisa menggunakan strategi yang sama untuk Daeya.

Bi Dam berkata bagaimana mereka dapat menggunakan taktik perang air ini. Ini bukan musim hujan dan debit air sungai tidak besar untuk menghasilkan air dalam jumlah banyak. Joo Bang sadar idenya tidak akan jalan. Joo Bang berkata tidak ada air yang bisa digunakan. Joo Bang berkata dalam 3 Negara di Korea, semua sungai mengalir biasanya dari Timur ke Barat. Mereka (Daeya) ada di sebelah Timur jadi menurutnya lokasinya benar2 strategis, sayang airnya tidak ada. Joo Bang dan Go Do minta maaf. Deok Man minta mereka jangan seperti itu, jika mereka punya ide lagi mereka harus mengatakan padanya.

Joo Bang dan Go Do akan pergi, saat Bi Dam : Tunggu..! apa yang baru saja kalian katakan ?! Go Do mengulang mereka tidak punya cukup air, Bukan kata Bidam, Joo Bang berkata bahwa mereka ada di sebelah Timur. Bi Dam berkata dia punya strategi yang bisa dicoba. Bi Dam minta Deok Man mengikutinya. Deok Man pergi bersama Bi Dam. Joo Bang dan Go Do senang karena mereka memberikan ide, tapi apa..itu, timur..lokasi di timur..

Bi Dam berdiskusi dengan Deok Man, Yu Shin, dan Kim Chun Chu dengan peta sistem sungai Silla, kecuali Hwangsangang (skr sungai Nakdong), kebanyakan sungai di 3 negara mengalir dari Timur ke Barat menuju Laut Kuning (orang Korea menyebut : Laut Barat). Benteng Daeya dikelilingi oleh sungai dan danau dengan sistem yang mirip.

Al Cheon tanya apa Bi Dam mengusulkan menggunakan perang dengan air dimusim seperti ini. Bi Dam berkata mereka tidak akan melakukannya tapi kebalikannya. Bi Dam berkata mereka akan membendung aliran sungai yang mengairi benteng Daeya sehingga Benteng Daeya akan kekeringan air. Benteng Daeya mungkin memiliki persediaan makanan banyak tapi mereka akan segera kekurangan air dan tanpa air seperti apa keadaan di Benteng Daeya. Kim Yu shin berkata ada banyak mata air dan anak sungai yang mengalir melalui Benteng Daeya, ini bisa menjadi tugas yang cukup sulit untuk menentukan mana yang harus mereka bendung. Bi Dam berkata benar, jadi mereka akan meracuni air di sungai kecil. Jika mereka melakukannya, maka mata air di Benteng Daeya akan kering dan hanya perlu kurang dari setengah bulan untuk melakukannya. Dalam waktu setengah bulan, Daeya akan seperti neraka.

Yu shin berkata jika mereka melakukannya, maka tanah pertanian disekitar benteng Daeya akan tercemar dan akan membuat panen gagal untuk beberapa tahun ke depan, berapa banyak pengungsi akan timbul karena tanah yang tercemar. Saat itu mereka hanya bisa menggunakan kekerasan untuk menekan kebencian. Kim Yu Shin minta Deok Man mempertimbangkan lagi. Daeya juga adalah tanah Deok Man, ada dalam kekuasaan Deok Man. Deok Man setuju, ia tidak akan menggunakan strategi Bi Dam. Bi Dam kecewa Deok Man sudah menolak strateginya.

Joo BAng berkata wajah Bi Dam terlihat membingungkan saat ia mengatakan strateginya. Dae Pung tanya strategi apa. Go Do berkata Joo Bang tidak yakin. Joo Bang masih heran apa ia memberikan ide pada Bi Dam..

Deok Man berkata ia tidak akan menggunakan strategi Bi Dam tapi bagaimanapun ia akan mengikuti strategi Bi Dam dalam teorinya. Yu Shin setuju strategi Bi Dam sudah memberikan ide, mereka akan membocorkan ini pada musuh sebagai perang intelijen. KimChun Chu berkata bahwa musuh akan mengetahuinya secara rahasia. Bi Dam dan Al Cheon setuju. Kim Yu shin menahan aliran air dan menyebarkan rumor bahwa mata air dan sungai kecil di sekitar situ sudah diracun, ini cukup membuat benteng Daeya menjadi neraka selama setengah bulan.

Deok MAn pergi dan Bi Dam memanggilnya, dan tanya apa maksudmu kau akan pergi dan mengatur pembicaraan negosiasi atau ngobrol dengan Mi shil. Mereka sudah menemukan ide memaksa Mi Shil menyerah, mengapa mereka harus bertemu untuk berbicara dengan Mi Shil. Deok Man berkata ini alasan mengapa mereka harus memaksa Mi Shil untuk berembuk. Deok Man berkata meskipun untuk Mi shil, akan sulit baginya untuk menerima semua usulan yang ada. Bi Dam : Jika begitu kondisinya ..maka. Deok Man memberikan surat kepada Bi Dam, minta Bi Dam mengirimkannya untuk Mi shil. Mengapa aku yang harus mengirimnya? Deok Man ingin surat ini sampai ke tangan Mi Shil pribadi. Bi Dam mengambil surat itu dari Deok Man.

Bi Dam membawa bendera putih mendekati Daeya dan melompati pagar blokade mereka. Penjaga tanya siapa itu dan apa maunya.

Bi Dam berkata ia adalah negosiator dan kurir untuk mengirim pesan langsung pada Mi shil. Penjaga membuka gerbang untuknya. Bi Dam masuk kedalam benteng. Mi shil berkata sekarang kau menjadi kurir untuk mengirimkan surat dengan tujuan untuk membunuhnya. Bi Dam mengeluarkan surat dan berkata Putri Deok Man minta agar ini diserahkan pada Mi Shil. Mi Shil heran juga dan membacanya, ia kemudian tertawa. Deok Man minta bertemu dalam pertemuan pribadi untuk berdiskusi dan bertemu dengannya. Mi shil berkata jika ini tidak dikatakan menyerah, ia tidak perlu menemuinya. Bi Dam tanya mengapa, apa Mi Shil takut. Mi shil berkata bagaimana ia bisa takut.

Seol Won masuk dan melihat Bi Dam, Seol WOn ingin berbicara secara pribadi dengan Mi shil. Mi shil membaca laporan bahwa mereka berniat untuk menahan air dan meracuni mata air yang masih ada. Seol Won membenarkan bahwa Benteng Daeya belum pernah jatuh sebelumnya ke tangan musuh yang datang dari timur, mereka tidak pernah melihat kelemahan ini. (Baekje ada di barat, dan Goguryeo di utara sebelah atas Silla, jadi Timur pasti dari Silla sendiri).

Mi shil meremas surat itu dan bertanya apa ini benar demikian. Seol Won berkata mungkin mereka hanya ingin menyebarkan ketakutan dan kepanikan dalam benteng. Mi Shil berkata bukankah mereka sudah mengetahuinya. Seol Won membenarkan, rumor ini sudah menyebar seperti api ke seluruh benteng. Mi Shil berkata Deok Man tidak berniat mengadakan perang ini. Seol Won terkejut saat Mi shil tiba2 beranjak dan menemui Bi Dam, ia melemparkan gumpalan surat itu ke arah Bi Dam. Mi Shil tahu mereka memaksanya untuk tunduk dan mendorongnya ke jalan buntu kemudian menunggu uluran tangan Deok Man. Mi shil berkata lakukan saja dan coba saja, pergi dan sumbat air dan masukkan racun ke dalamnya. Apa kalian pikir jika kalian melakukan itu, ini akan membuatnya takut pada Deok Man. Bi Dam : Jika memang tidak takut, bukankah kau bersedia menemuinya sekali.

Deok Man berkata ia akan memberikan amnesti atau pengampunan pada Mi Shil dan juga sekutunya. Deok Man ingin menggabungkan kekuatan mereka. Al Cheon kaget dan tidak mengerti maksud Deok Man. (Tirza; DM..Al Cheon udah babak belur, berdarah2, and menderita demi you loh..masak Mi Shil diampuni please deh ah..) Bukankah mereka adalah orang yang menyerang keluarga Raja. Deok Man berkata ini demi Silla, demi ambisi besar yang harus kita capai. Deok Man berkata ambisi itu perlu menggabungkan kedua kekuatan mereka untuk mencapai cita2 itu. Kim Yu shin kaget dengan ide bersekutu dengan Mi shil.

Wyol Ya menolak bersekutu dengan Mi shil, mereka sudah memiliki cara mendesak Mi Shil dan mereka pasti menang. Al Cheon membenarkan dan ini tidak mungkin dilakukan. Deok Man berkata jika mereka ingin perang mereka bisa bertempur secara terbuka tapi menguasai sekutu Mi Shil akan memerlukan waktu bertahun-tahun karena pengaruh mereka. Deok Man memperkirakan bahwa ini akan memakan waktu bertahun-tahun dan agar semua akan kembali normal akan membutuhkan waktu puluhan tahun. Kim Chun Chu tanya apa mungkin mereka dapat bersekutu dengan Mi shil. Raja juga mendapat informasi dan terkejut dengan kemungkinan bersekutu dengan Mi shil. Putri Man Myeong berkata Deok Man sudah mengirim surat untuk minta bersekutu. Ratu Maya : Apa yang dipikir oleh Deok Man.

Deok Man merenung. Yu shin datang, ia berkata demi cita2 dan ambisi besar Deok Man, ia datang dan melakukan yang terbaik yang bisa ia lakukan tanpa keraguan atau protes dan sampai saat ini ia masih seperti itu, tapi bagaimanapun saat ini, ia tidak dapat yakin apa ini akan berjalan dan mungkin. Deok Man berkata apa yang paling utama bagi mereka, apa yang praktis untuk mereka seperti sekarang. Deok Man sudah berkata sebelumnya mereka tidak punya pengalaman mengatur negara tapi anak buah Mi Shil tahu bagaimana. Benar bahwa saat ini mereka perlu orang2 berbakat. Kim Yu shin tanya apa Deok Man berani menggunakan bakat2 itu. Deok Man membenarkan, ia berani dan akan membuat Mi Shil sebagai salah satu orang ahlinya. Deok Man tanya dalam Seorabeol ini apa ada orang yang dapat dianggap sebagai Mi shil ke-2, yang memiliki bakat begitu besar.

Deok Man menyiapkan pertemuan dengan Mi shil. Deok Man melihat persiapan dan Bi Da berkata kedua pihak setuju akan menempatkan pasukan sejauh radius 10 ri (1 ri= 323 m, sesuai aturan Tang, dulu 1 ri= 392.72m menurut Han)

Deok Man melihat tandu Mi shil yang dikawal Chil Sook. Deok Man dan Bi Dam bertanya2 apa ini akan berhasil. Chil sook memberi hormat pada Deok Man. Keduanya saling memberi salam. Mi shil menikmati teh dan Deok Man menyarankan persekutuan. Mi shil tanya mengapa, Deok Man sudah pasti akan mengalahkan Daeya. Bukankah Deok Man sudah menemukan cara untuk membantai mereka semua. Deok Man berkata sayang sekali jika mereka dibunuh. Mi shil : sayang..?

Deok Man berkata Silla memiliki ambisi besar yang harus dicapai dan menyadari impian itu, itu sebabnya ia mengumpulkan bakat2 diseluruh negeri. Mi shil berkata ia jelas memiliki bakat banyak. Mi Shil tanya siapa yang akan direkrut Deok Man, Seol Won Rang, Mi saeng, atau Chil Sook ? Mi shil menghirup tehnya saat Deok Man menjawab : Aku ingin merekrut Anda. Deok Man tanya apa ia bisa menggunakan kemampuan Mi Shil sebagai kekuatan atau mesin penggerak untuk mimpi Deok Man. Mi shil kelihatan terhina. Deok Man berkata jika itu terdengar sebagai hinaan bagi Mi shil, tapi ini perlu dicoba, bagaimana menjelaskan ini dalam kata2, seorang yang mendidik calon penguasa. Sekarang tidak ada harapan buat MI shil untuk menjadi penguasa, bagaimana jika mengajar calon penguasa, bagaimana ini apa cukup enak didengar untuk Mi shil. Mi shil memikirkan kata2 penguasa.

Mi shil tanya apa Deok Man pikir Mi shil ini tidak akan pernah bisa memerintah negara ini. Deok Man dengan berani menjawab bahwa kecuali ia pergi ke tempat lain dan mendirikan negara sendiri baginya, tidak ada pilihan lain. Mi shil tidak punya pilihan atau kualifikasi menjadi penguasa Silla. Mi shil menanyakan kata penguasa dan Silla.

Ia merasa sakit saat ia menyebutkan Jeongcheongun…Dosal Seong…Handasagun..Sokham Seong, apa Deok Man tahu dimana tempat2 itu berada. Deok Man berkata itu adalah batas selatan, utara dan barat dari negara mereka.

Mi Shil : Tidak…bukan Ini dimana darah Mi shil yang rendah ini tercurah di atas tanah itu..semua prajurit yang kucintai yang ia sayangi..semua nangdo..semua prajurit..dan mereka bahkan tidak tahu dimana tubuhnya dikuburkan dan bahkan tidak memiliki tanda di makamnya dan dikubur di tanah2 itu…Ini lah Silla. Ini yang sudah kujelajahi dan kutaklukan dengan Raja Jinheung, semua perbatasan dan perbatasan Silla itu. Apa yang kau ocehkan mengenai Penguasa dan Silla, kau tidak tahu atau mengerti apa pun..cinta yang kumiliki untuk Sadaham sama dengan cintaku pada negri ini..Ini karena aku sangat mencintai negri ini dan rindu untuk menjadikannya milikku.

Deok Man terperangah dengan pernyataan Mi shil dan usulan bersekutu adalah penghinaan bagi Mi shil. Mi Shil tanya pada Deok Man apa ia akan membagi sesuatu yang ia warisi dengan orang lain. Mi shil pergi dan Bi Dam dapat merasakan bahwa pertemuan itu tidak berjalan sesuai yang diharapkan. Bi Dam mendekati Deok Man, apa yang terjadi. Deok Man melihat tandu Mi shil yang bergerak menjauh. Bi Dam berkata ia akan mengejar Mi shil, Bi Dam minta Deok Man mengijinkannya.

Bi Dam lari mengejar tandu Mi Shil dan menghadangnya. Bi Dam ingin berbicara pribadi dengan Mi shil. Mi shil membuka tirai tandunya dan melihat Bi Dam.

Bi Dam dan Mi Shil

Bi Dam tanya apa pembicaraannya tidak menyenangkan. Mi Shil minta Bi Dam pergi dan tanya Deok Man. Bi Dam tanya apa sampai sekarang Mi Shil ingin terus bermusuhan. Permainan sudah berakhir dengan kekalahan dan tidak ada jalan kembali. Mi shil berkata bahkan jika ia tidak bisa menang, ia tidak akan membiarkan mereka menang begitu saja. Bi Dam tanya mengapa Mi shil harus menjalani jalan ini. Mi shil menjawab, tidak ada alasan untuk tidak melakukannya.

Bi Dam memperlihatkan surat perintah Raja Jinheung dan tanya bagaimana dengan perintah ini dan ia percaya Mi shil tahu isinya, Mi shil berkata pada dirinya sdr, akhirnya dokumen itu kembali pada pemiliknya. Bi Dam berkata perintah ini adalah milik Putri Deok Man dan ia menyembunyikannya. Mi shil : Mengapa kau menyembunyikannya. Jika kau memperlihatkannya maka mereka punya bukti untuk membunuhku.

Bi Dam minta Mi shil berhenti pura-pura kuat. Mi shil berkata jika konflik ini berlanjut maka sekutunya akan bertambah, tapi mengapa Bi Dam menyembunyikan surat perintah Raja itu dan tanya apa alasan Bi Dam. Bi Dam berkata : Hal ini terlalu kejam, bukan, ibu..(kali pertama Bi Dam menyebut Mi Shil,ibu), Bi Dam berkata Mi shil seharusnya mati puluhan tahun yang lalu. Bi Dam mohon agar ibunya menerima syarat dan tawaran Deok Man dan jika ia gagal, maka Bi Dam harus mengumumkan surat perintah ini di hadapan publik.

Mi Shil mendekati Bi Dam dan mencoba menyentuh wajah Bi Dam, Mi shil membersihkan rumput di baju perangnya kemudian memegang wajah Bi Dam, kemudian ia pergi tanpa berkata apapun. Bi Dam terisak karena ibunya sangat keras kepala, Mi shil berhenti sejenak kemudian berjalan lagi. Itu sangat menyakitkan Bi Dam.

Deok Man rapat. Ia berkata Mi shil menolak usualnnya. Kim Chun Chu juga siap dengan baju perangnya. Deok Man menyatakan perang. Deok Man minta Yu shin menyusun rencana perangnya. Deok Man minta Al Cheon memutus aliran air di Hwang Gang kemudian menyebar rumor ke pihak musuh. Deok Man minta Yeom Jong menyebarkan rumor di Daeya. Wyol Ya, Seo ji, dan Joo Bang memimpin pasukan untuk mengamati keadaan sekitar benteng Daeya dan lapor padanya setiap hari.

Di benteng Daeya, semua heran saat dengar Deok Man ingin bersekutu. Seol Won tanya apa benar, Mi shil secara datar berkata ia telah menolak. Seol Won berkata Deok Man tidak akan membunuh mereka? Ha Jong bingung dan Mi saeng juga berpikir apa dibalik semua ini. Seol Won meyakinkan mereka tidak perlu mencemaskan keadaan. Karena dukungan militer kuat. Mi saeng sedikit ragu dan berkata semua propinsi di dekat mereka tidak ada yang mau membantu. Bo Jong datang melapor bahwa daerah Cho Pal Hye dibawah Jenderal Mu Eun sudah menyerah pada Deok Man.

Bo Jong berkata, Putri Deok Man bukan saja menyebar informasi mengenai air yang tercemar, tapi jumlah prajurit yang desersi di pihak mereka semakin banyak. Mi Shil terlihat meyerah pada takdirnya. San Tak panik apa sumur juga tercemar. Prajurit yang lain juga merenung apa mereka harus lari juga sebelum terlambat. Seok Bum datang dan tanya apa yang mereka bicarakan, Seok Bum berkata air di sumur dapat diminum seperti biasa. San Tak berkata airnya sudah tercemar. Seok Bum berkata apa mereka tahu seberapa banyak racun yang diperlukan jika ingin meracuni sumber air di Daeya. Seok Bum meminumnya sebagai bukti.

Seok Bum lalu menantang mereka jika mereka mau desersi silahkan saja, tapi jika nanti mereka tertangkap lagi oleh Seok bum, maka ia akan mengampuni mereka. Seok bum mengingatkan bahwa mereka bersumpah melindungi Mi shil sampai akhir. Mi shil terlihat menyerah.

Deok Man mengambil pimpinan militer. Kim Yu shin dan Al Cheon bertanggungjawab di gerbang timur. Bangsawan Jujin akan berada di gerbang utara. Bi Dam dan Yeom Jong akan membawa orang mereka dan 1000 pasukan elite untuk mengontrol Cho Pal Hye. Seo Ji dan Wyol Ya membawa pasukan gerilya dan menyerang gerbang selatan. Benteng Daeya akan tertipu dan menjadi bingung, panik, dan kehilangan arah setelah rumor pencemaran air. Maka mereka harus segera menekan dengan kekuatan militer. Tugas mereka adalah menghancurkan semangat tempur lawan.

San Tak dan beberapa prajurit melakukan desersi. Tapi Santak ragu2, ia akan kembali dan melindungi Mi shil. Prajurit yang lain berkata tidak ada jalan untuk melindunginya. San tak berkata biarpun tidak ada jalan, paling tidak ia dapat memiliki kehormatan dan penghargaan. San tak pergi dan berharap teman2nya akan baik2 saja.

Seol Won minta Mi shil mengatakan apa yang mengganggu pikirannya. Mi Shil berkata cara mengakhiri ini…ia sudah memutuskannya. Seol Won shock. Ha Jong masuk dengan senang, komandan Yeo Gil Chan dari benteng Sokham membawa seluruh pasukannya untuk mendukung mereka. Mi Shil heran, Ha Jong mengulang, Yeo Gil Chan akan mendukung mereka. (Yeo Gil Chan adalah wakil seol Won dalam perang melawan Baekje dulu, ep 9)

Yeo Gil Chan berpidato pada pasukannya, jika mereka tidak mendukung mI Shil, bagaimana mereka dapat dikatakan sebagai bangsa Silla. Yeo Gil Chan memimpin pasukannya ke Benteng Daeya untuk melindungi Mi shil dengan nyawanya.

Kim yu shin mendapat laporan dari Wyol Ya, Yeo Gil Chan dan pasukannya menuju benteng Daeya. Kim Yu Shin kaget. Al Cheon : Bagaimana dengan benteng Sokham jika tidak dijaga, itu perbatasan dengan Baekje. Kim Yu shin berkata, benteng Sokham memiliki 20.000 tentara elite. Kim Chun Chu minta Deok Man membuat keputusan. Deok Man minta mereka memeriksa sekeliling Sokham untuk berjaga dari serangan Baekje. Seo Ji berkata bukan itu prioritasnya, masalahnya Yeo gil Chan akan tiba di sini dalam 2 hari. Deok MAn harus berpikir keras.

Ha jong berkata ia selalu tahu Yeo Gil Chan pasti akan membantu mereka. Keluarga Yeo Gil Chan selalu mendapat bantuan Mi shil. Mi Shil tidak senang, Seol WOn berkata jika benteng Sokham harus ikut perang maka akan ada pemberontakan. Seol Won berkata ada kemungkinan Putri Deok Man akan memanggil bantuan dari perbatsan. Ha Jong berkata sebelum Putri melakukannya, kita akan dapat mengalahkannya dan menguasai Seorabeol. Seol Won tanya apa yang akan dilakukan Mi shil.

Mi shil berkata di sebelah barat Sokham, ada pos pasukan yang dipimpin Yoon Chung. Yang utama mereka harus mengamati pergerakan tentara Baekje. seol Won mengerti. Ha jOng berkata apa itu penting. Mi shil berkata itu yang terpenting. Deok Man melihat sekitar perkemahannya, semua sibuk, Bi Dam mendekat dan tanya apa pasukan Sokham menuju Seorabeol. Deok Man membenarkan, Bi Dam : Apa yang akan kau lakukan ? Apa kita akan mundur dan jatuh atau menyiapkan serangan penuh. Deok Man mengingat percakapannya dengan Mi shil, Deok Man : ada kemungkinan Yeo Gil Chan harus menarik pasukannya kembali. Bi Dam heran mengapa bisa demikian?

Bo Jong lapor sesaat setelah Yeo Gil Chan meninggalkan Sokham, tentara Baekje dipimpin Yoon Chung mendekati Pallyangchi dan berkemah. Seol won kaget, ia membenarkan ketakutan Mi shil. Ha Jong tanya apa yang harus mereka pikirkan, sekarang nyawa mereka terancam oleh Deok Man.

Seol Won berkata hal pertama mereka harus membebaskan Daeya dari serangan dan mengalahkan musuh dan Mi shil menambahkan segera kirim kuda dan kurir..Ha Jong tanya kemana mereka harus mengirimnya. Mi Shil meminta Bo Jong mengirim pesan pada Yeo Gil Chan dengan cepat dan minta Yeo Gil Chan menarik mundur pasukannya dan kembali ke Sokham untuk mencegah serangan Baekje. Bo Jong kaget dan Seol Won juga tidak setuju. Ha Jong tidak mengerti apa maksud ibunya. Tentara Deok Man menuju kesini Bu. Mereka hanya perlu bertahan sampai Yeo Gil Chan tiba. Seol Won menanyakan keputusan Mi shil. Mi Shil : Berhenti sampai di sini.

Bi Dam tanya bagaimana mereka mungkin mundur, bagaimana pasukan Yeo Gil Chan akan mundur. Deok Man berkata kemungkinannya mungkin kecil dan mungkin analisisnya salah tapi ini mungkin terjadi. Bi Dam tanya mengapa? Deok Man ingat perkataan Mi Shil.

Deok Man berkata pada Bi Dam untuk waktu yang pendek dan singkat ia sudah menyaksikan otoritas Mi shil sebagai Raja. Raja yang penuh kuasa dan sah. Ha Jong tanya apa yang akan dihentikan dan menuntut jawaban Mi shil. Mi shil menjawab semua harus dihentikan dan mundur. Bo Jong memanggil ibunya dan Mi shil pergi.

Yeon Gil Chan menerima pesan Mi Sil dan ia tanya apa ini benar dari Mi shil, kembali segera ke Sokham dan bertahan dengan Baekje. Kurir membenarkan ini benar perintah Mi shil dan ia juga menyebutkan ini adalah perintah terakhir Mi shil untuknya. Yeo Gil Chan menyebut nama Mi shil dan ia akan mengikutinya.

Mi Shil duduk di takhtanya dan terlihat agung. Seol Won mendekati Mi shil dan tanya mengapa Mi shil memerintah Yeo Gil Chan menarik pasukannya mundur. Mi Shil berkata jika ia menyebabkan perbatasan ditembus musuh dibawah pengawasannya, maka Mi shil ini akan benar2 kalah dari Deok Man. Seol Won tanya itu sebabnya Mi shil ..Mi Shil melanjutkan ia ingin mengahiri semua masalah. Mi shil minta Seol WOn Rang tidak terlalu sedih dengan ini.

Mi shil berkata saat mereka masih menjadi Hwa Rang, ada satu lirik lagu dan tanya apa Seol Won ingat,
Seol Won : Saat pertempuran mengikuti peperangan
Mi shil : saat saat tidak bertempur pilihan bertahan..saat tidak dapat bertahan berarti mundur
Seol Won : saat mundur bukan pilihan, tapi hanya menyerah
Mi Shil : dan bahkan jika menyerah adalah pilihan yang tidak mungkin..tapi saat itu hanya kematian pilihannya.

Mi Shil berkata ia ada permintaan pada Seol Won Rang. Seol Won berkata Mi Shil tidak bisa melakukannya, ia akan pergi bersama Mi shil. Mi Shil berkata mulai sekarang apapun yang ia perintahkan, yang ia katakan, yang ia lakukan dan yang ia janjikan, semua adalah yang terakhir, kumohon minta semua mengikutinya, semua orang yang mengikutinya, harus tetap bertahan, dan pimpin mereka dengan baik. Seol Won tanya mengapa ia begitu rapuh dan lemah karena ini, Mi Shil berkata sebaliknya ini bukan kelemahan tapi strategi yang lain lagi, ini adalah tahap terakhir dari rencananya. Mi Shil menyerahkan sepucuk surat pada Seol Won Rang dan ia berkata ia benar2 minta maaf.

Kim Yu shin dapat laporan Yeo Gil Chan menarik mundur pasukannya dan kembali ke Sokham. Al Cheon berkata pasti karena pasukan Yoon Chung maju. Wyol Ya tanya apa yang terjadi, mengapa mereka menarik mundur pasukannya. Kim Chun Chu apa ini strategi mereka. Deok Man meyakinkan ini sama sekali bukan pengalihan. Deok Man mengerti, bahwa Mi shil sudah…Bi Dam dapat menebak apa yang sudah terjadi ia lari meninggalkan rapat dan tindakan Bi Dam membuktikan pada Deok Man bahwa Bi Dam benar memiliki hubungan dengan Mi shil.

Mi Shil berkata pada Seol Won Rang bahwa bangsawan yang setia padanya, minta mereka kembali ke tempatnya semula, juga di Cho Pal Hye yang dijaga Chil Sook, minta ia mundur segera.Seol Won menjalankannya. Mi shil mulai sulit berkata-kata dan akhirnya semua sudah dikatakan padamu dan semua sudah disiapkan untuknya.

Bi Dam didepan pintu benteng Daeya dan ragu2. Tiba2 bendera putih dinaikkan di benteng Daeya. Sementara di Cho Pal Hye, kurir mengirim pesan pada Chil Sook dan ia membaca serta memberikannya pada Seok Bum. Chil Sook tanya apa ini benar dari Mi Shil. Kurir itu membenarkan. Seok Bum berkata mereka harus mundur dan kembali. Seok Bum : Apa yang terjadi??

Chil Sook tersenyum bahwa Mi shil mengakhirinya seperti ini. Seok Bum tanya bagaimana ini bisa berakhir. Kim Chun Chu tanya jika Yeo Gil Chan menarik pasukannya, bukankah bijak jika mereka kembali ke rencana semula. Al cheon membenarkan mereka tidak punya waktu melepaskan kesempatan ini dan membuang waktu.

Wyol Ya masuk dan lapor bahwa di benteng Daeya situasinya…Deok Man dapat menebak ada hal yang tidak beres. Deok Man dan pasukannya tiba di Daeya. Deok MAn melihat bendera putih dikibarkan di seluruh benteng.

Gerbang terbuka, Seol Won Rang melepaskan semua baju perangnya dan mengenakan baju putih untuk tahanan. Deok Man mendekati Seol Won sendiri dengan kudanya. Seol Won berjalan mendekat dan berlutut di depan Deok Man, mereka menyerah dan semua pasukan juga berlutut dan menyerah. Seol Won berkata ini adalah penyerahan diri tanpa syarat dan ia sekarang berlutut di depan Deok Man. Seol Won berkata mereka sudah melucuti semua senjatanya. Deok Man tanya dimana Mi shil sekarang. Seol Won Rang berkata Mi Shil menunggu Deok Man.

Bi Dam lari dan menemui Mi Shil, ia melihat Mi Shil sudah menenggak beberapa guci kecil racun, tangan Bi Dam gemetar saat menjatuhkan guci itu, Bi Dam berteriak pada ibunya apa ini yang ia inginkan, Mengapa?? Mi Shil minta agar Bi Dam tidak berbicara terlalu keras. Mi Shil berkata : aku masih punya waktu sekitar 15 menit.

Bi DAm : apa aku harus memanggilmu ibu, begitu ? Apa kau berharap mendengarnya?

Mi shil tertawa

Bi Dam : Atau bahwa kau sudah membuangku, bahwa kau sangat menyesal, jadi kau ingin minta maaf? ..Atau sebaliknya bahwa kau begitu merasa bersalah jadi kau harus mengakuinya bahwa kau sebenarnya sangat mencintainya dan kau ingin mengaku bahwa kau selalu mencintainya dari hatimu.

Mi shil berkata bahwa untuk Mi Shil ini, semua itu tidak ada dalam kamusnya. Mi shil berkata pada Bi Dam ia tidak akan mengatakan kata2 itu. Jadi Bi Dam tidak perlu memanggilnya ibu dan ia tidak pernah menyesal dan juga mencintai.

Mi Shil : Cinta ? Apa itu cinta? Cinta begitu itu disebut yang memiliki maksud tanpa berusaha dengan benar dan kesedihan mendalam untuk memilikinya, itulah cinta itu. Jika kau berharap untuk mencintai Deok Man, maka ini yang harus kau lakukan..lakukan ..pengabdian..kebenaran..bahkan Silla. Tidak satupun dapat dibagi dengan orang lain…tidak peduli siapa itu..Kim Yu Shin..Kim Chun Chu..siapapun itu…Mengerti?

Seol Won Rang mengantar Deok MAn menemui Mi Shil. Bi DAm berkata pada Mi Shil, pengabdiannya akan ia urus sendiri. Mi Shil berkata ia memikirkan Bi Dam itulah mengapa ia membuka ini padanya. Mi Shil berkata ia memiliki hati orang2 setelah bermimpi untuk memiliki negri ini tapi untuk Bi Dam, ia memiliki negri tapi bermimpi untuk memiliki seseorang. Untuk membuat seseorang sebagai mimpimu benar2 beresiko dan tidak terelakkan. Deok Man benar2 seseorang yang akan menjadi negri ini. Bi Dam berkata ia ingin menciptakan Deok Man sebagai orang itu.

Pengaruh racun mulai terasa, Mi Shil hampir jatuh, Bi Dam mencoba membantu tapi Mi Shil menolaknya dan tanya apa Deok Man akan seperti dirinya dulu.

Seol Won Rang berkata disini Mi Shil berdiam, Deok Man masuk dan minta YU Shin dan Al Cheon menunggunya di koridor. Deok Man masuk dan lari menemui Mi Shil di saat2 terakhirnya. Bi Dam ada di sisi Mi Shil menangis terisak dan melihat Mi shil. Deok Man mendekati Mi Shil

Deok Man : Se Ju..Mi Shil

Mi Shil memegang erat takhtanya.

Deok Man (kepada dirinya): Mi Shil..tanpa dirimu..tidak akan membuatku sampai disini..Mi Shil..Era Mi Shil..Hidup.

Deok Man memberi hormat untuk Mi shil dan Mi shil melepaskan cengkeramannya pada kursi.

Deok Man menangisi kepergian musuhnya.

Kutipan kata2 Mi shil;

  • Orang dapat saja melakukan kesalahan…orang dapat saja..Tapi bukan orang2ku, aku tidak akan membiarkan itu terjadi!
  • Aku tidak memakai tanganku sendiri untuk mengakhiri ini. Untuk semua yang sudah kumiliki, yang tidak kumiliki adalah menjadi Ratu.
  • Maafkan aku..anakku. Mulai sekarang kau tidak berguna lagi bagiku.
  • Hanya sedikit senyuman, dan kau akan terlihat lebih kuat.
  • Ini karena dirimu..Larilah.
  • Aku yang membunuh mereka semua.
  • Putri kau lebih cerdik dan melampaui Mi Shil
  • Kehendak langit dan aku akan menggunakan sedikit kehendak langit.
  • Melihat ini; hanya ada dua pilihan.
  • Pelukanku…pelukanku?
  • Mengapa aku tidak terlahir sebagai seorang Seonggol.
  • Dan jika bahkan menyerah juga adalah pilihan yang tidak mungkin, tapi saat itu hanya kematian yang mungkin.
  • Sekarang waktunya sudah tiba…ini adalah Era Mi Shil

Queen Seondeok Episode 51

Deok Man terisak atas kepergian Mi Shil. Bi Dam meninggalkan tempat itu untuk menenangkan diri, Al Cheon heran apa yang dilakukan Bi Dam disini, tapi Bi Dam pergi dengan cepat, Deok Man mengejarnya dan memanggil Bi Dam. Yu Shin tanya ada apa, Deok Man minta Yu Shin dan Al Cheon membawa Bi Dam kepadanya. Yu Shin heran, Deok Man berkata ada yang harus kubicarakan dengannya. Deok Man berteriak agar mereka menahan Bi Dam untuknya. Yu Shin mengejar Bi Dam. Bi Dam pergi dengan kuda dan Yu Shin mengejar.

Seol Won menemui Deok Man, ia bersama Jujin dan Kim Seo Hyun. Deok Man tanya selain Daeya, apa semua pasukan disekitarnya sudah dilucuti senjatanya, Seol Won meyakinkan Deok MAn. Deok Man memerintah Jujin mengambil alih Benteng Daeya. Jujin mengerti. Deok Man minta Kim Seo Hyun mengumpulkan pasukan di sekitar daerah itu dan setiap cek poin. Kim Seo Hyun pergi dengan Seol won Rang. Deok Man berkata mulai saat ini pemerintahan dan administrasi di Daeya akan diberikan pada Kim Chun Chu.

Kim Chun Chu tanya apa yang terjadi dengan Mi shil. Deok Man berkata Mi shil mengakhiri hidupnya, sekarang Jujin dan Kim Seo Hyun mengumpulkan semua pasukan. Kim Chun Chu dan Al Cheon akan bertanggung jawab pada benteng dan semua hal mengenainya. Kim Chun Chu tanya apa yang akan dilakukan Deok Man. Deok Man : Aku harus bertemu Bi Dam.

Bi Dam lari dan Yu shin mengejarnya. Yu Shin dapat memotong jalan Bi Dam dan saling berhadapan dan tanya mengapa Bi Dam seperti ini. Bi Dam terus berjalan, Yu Shin menghentikannya dan berkata Putri Deok Man ingin berbicara dengan Bi Dam, Yu shin tanya apa yang sebenarnya terjadi. Bi Dam berjalan lagi dan Yu shin menahannya dan mereka hampir bertempur. Bi Dam sudah menghunus pedangnya, tepat saat Putri Deok Man datang dengan kuda. Bi Dam terkejut karena Deok Man datang tiba2. Deok Man : Kau bohong padaku! Deok Man bertanya, malam itu waktu ia minta Bi Dam jujur padanya mengapa ia bohong. Deok Man sudah mempercayai Bi Dam.

Deok MAn minta Bi Dam menjawabnya sekarang, apa hubungan yang dimiliki antara Bi Dam dengan Mi Shil? Deok Man minta Bi Dam bicara dan akan mempertimbangkannya. Bi Dam tidak peduli dan jalan pergi, kali ini Deok Man yang menghentikannya. Bi Dam memandang Deok Man kemudian pergi dan melewati lengan Deok Man. Yu shin akan mengejarnya tapi Deok Man berkata untuk menunggu, ia akan bicara pribadi dengan Bi Dam. Deok Man mengejar Bi Dam.

Kim Chun Chu mengabarkan kematian Mi shil pada keluarga Mi Shil. semua shock. Ha Jong sangat sedih atas kematian ibunya. Mi saeng tidak percaya kakaknya berakhir dengan cara demikian. Kim Chun Chu berkata Putri Deok Man sudah memerintah untuk melepas Mi Shil pada keluarganya dan agar mereka melakukan semua persiapan yang diperlukan. Ha jong tanya dimana ibunya sekarang, AL Cheon berkata ada di kediaman Komandan. Ha Jong dan Bo Jong segera pergi. Se Jong dan Mi saeng hanya bisa terjatuh di kursinya dengan putus asa dan menangisi Mi Shil.

Deok Man dapat menyusul Bi Dam dan berkata mereka perlu bicara sekarang. Deok Man sudah berkata sebelumnya, ini sangat menentukan hubungan mereka di masa mendatang. Deok MAn : Kau berkata kau tidak memiliki hubungan apapun dengan Mi shil, tapi sekarang kau menangis karena kematiannya. Jika kau tidak mengatakan yang sebenarnya, hubungan kita berakhir di sini. Deok Man minta agar Bi Dam berkata sebenarnya. Apa alasan BI Dam menangis karena kematian Mi shil. Saat Mi shil akan memberontak, mengapa Mi shil mengirimmu pergi untuk beberapa hari jauh dari ibukota. Keputusan Mi Shil untuk menjadi Raja, apa hubunganmu dengan Mi Shil. Deok Man menarik baju perang Bi Dam dan menggoncang2 tubuh Bi Dam, Deok Man menuntut penjelasan.

Bi Dam : Ia ibuku..ia adalah ibuku. Deok Man shock atas pernyataan Bi Dam. Bi Dam menjelaskan, Mi Shil adalah wanita yang melahirkannya. Deok Man tidak tahu apa yang akan dilakukannya.

Anak buah Kim Seo Hyun minta Chil Sook melucuti senjata mereka. Dia disini untuk mengambil alih. Chil Sook tanya apa Seju tidak apa2. Komandan itu diam, Seok Bum berteriak, Chil Sook sudah bertanya dan ia harus menjawab. Komandan itu berkata Mi Shil meninggal dunia. Seok Bum tidak percaya. Seluruh Pasukan menangis sedih. Seok Bum tanya bagaimana ia meninggal,Komandan : Se Ju mengakhiri hidupnya sendiri. Jika mereka ingin tahu detilnya, mereka harus pergi ke Daeya. Seok Bum melepas senjatanya dan pedangnya. Chil Sook menghunus pedangnya dan memotong leher Komandan yang langsung jatuh dan mati. Pasukan Chil Sook mengangkat senjatanya. Chil Sook berkata pada pasukannya, ia tidak akan pernah mengikuti perintah mereka. (Tirza : Chil Sook sengaja, karena ia hanya bisa hidup utk Mi Shil dan ia ingin mati menyusul So Hwa dan Mi shil..Chil Sook ingin mati..)

Deok Man masih mencerna, bagaimana Mi shil bisa menjadi ibu Bi Dam. Bi Dam berkata, ia juga sama, ini bukan yang ia inginkan atau harapkan bahwa ia adalah keturunan Raja Jinji yang sudah diturunkan dan Mi Shil…anak mereka..Bi Dam menjelaskan setelah ibunya menurunkan Raja Jinji karena keinginannya menjadi permaisuri gagal, ibunya merasa ia sudah tidak berguna lagi untuk Mi Shil, maka ia dibuang oleh Mi Shil tanpa rasa bersalah atau penyesalan. Kemudian Moon Noh membesarkan dirinya.

Deok Man tanya bagaimana ini dapat terjadi. Bi Dam berkata ada saatnya ia menemukan kebenarannya sendiri, tapi bahkan Mi Shil disaat terakhir hidupnya tidak pernah mengakuinya sebagai anaknya, tapi kemudian Deok Man terus bertanya apa hubungan antara dirinya dan Mi Shil, Bi Dam harus memberikan jawaban yang pasti padanya. Bi DAm berkata ibu kandungnya saja tidak mengakuinya sebagai keturunannya, lalu aku ini apa? Apa hakku untuk mengaku bahwa aku adalah putra Mi Shil, jika ia tidak diakuinya. Bi Dam menjelaskan saat Mi shil akan memberontak, Bi Dam tanya mengapa Mi Shil tidak membunuhnya tapi justru mengirimnya pergi, keputusannya membingungkan Bi Dam, lebih baik jika MI Shil membunuhku. Ini akan menjadi solusi yang lebih mudah dan ia akan merasa lebih lega dari sebelumnya dan ia dapat menerimanya daripada sekarang, justru membuatnya menderita dan susah.

Chil sook berkata pada pasukannya, ini adalah saat pertama dan terakhir kalinya ia melanggar perintah Mi shil, disamping keinginannya di saat terakhir hidupnya, ia akan melaksanakan perintah Mi Shil yang tidak pernah bisa dilakukannya. Ia akan melakukan sekarang. Chil Sook berkata ia akan membunuh Deok Man, itu adalah perintah yang diberikan Mi shil padanya. Pedang Chil sook masih ternoda darah segar.

Chil Sook minta Seok Bum untuk membawa pasukan kembali ke barak. Chil sook berkata ini saatnya dia akan menemui ajalnya dan minta Seok Bum menguburnya. Chil Sook bersumpah kali ini ia tidak akan gagal bertemu dengan ajalnya. Chil Sook berkata ia akan melakukan ini sendirian dan meneruskan pemberontakan ini..Seok Bum tidak setuju, tidak Chil Sook tidak boleh melakukannya. Chil Sook tanya apa..Seok Bum berkata ini akan dikenal dengan pemberontakan Chil Sook dan Seok Bum dan mereka akan melakukan ini bersama demi kehormatan.

Deok MAn tanya mengapa Bi Dam tidak pernah menceritakan ini padanya. Deok Man berkata Bi Dam tidak perlu malu karena sudah dibuang dan dia akan menyimpan ini, ini benar2 tidak disukainya. Deok Man berkata tapi bagaimanapun, Bi Dam paling tidak harus menceritakan ini padanya. Bi Dam berkata jika ia mengatakannya, dan menceritakannya..akibatnya ia akan menjadi orang yang tidak akan dipercaya atau akan dipakai lagi oleh Deok Man. Deok Man mendekat dan membelai rambut Bi Dam dan menarik Bi Dam ke pelukannya dan berkata pasti sangat berat untuk Bi Dam dan sulit untuk hatinya. Bi Dam ragu2 tapi perlahan ia memeluk Deok Man.

Seok Bum menyerang Wyol Ya dan Al Cheon di gerbang benteng Daeya, Wyol Ya minta Seok Bum berhenti. Al Cheon berkata semua sudah selesai dan berakhir, apa kau tidak sadar?. Seok Bum berteriak pada anak buahnya yang setia bahwa hari ini akan menjadi kebenaran Hwa Rang di masa depan. Seok Bum menyerang dan kedua pasukan terlibat pertempuran. Seok Bum dan Al Cheon bertempur. Al Cheon berkata untuk mengikuti perintah Mi Shil dan mengapa ia harus kehilangan nyawanya. Seok Bum berkata karena kebaikan Mi Shil maka ia menjadi Hwa RAng, demi Mi Shil dan tanggung jawab sebagai Hwa RAng bukankah ini kematian yang terhormat.

Al Cheon tanya apa Seok Bum akan benar2 mempertaruhkan nyawanya untuk kematian terhormat ini. Seok bum berkata mereka juga melakukan hal yang sama, mereka akan mengorbankan nyawanya demi orang yang mereka layani. Al Cheon berhasil mengalahkan dan menahan Seok Bum dengan ujung pedangnya dan minta anak buah Seok Bum untuk menjatuhkan pedang mereka dan menyerah. Seok Bum berhenti dan dilucuti senjatanya.

Al Cheon sadar Chil Sook tidak berada diantara mereka. Seok Bum berkata ia sudah menyelesaikan apa yang harus ia lakukan. Seok Bum mengambil pedang Al Cheon dan memotong lehernya dan jatuh ke tanah..mati. Anak buah Seok bum menangisinya. (oh no..kuharap Dae Nam Bo tidak melakukan hal yang sama..tp Bo jong aja ngga ya..)

Al Cheon sadar putri Deok Man mungkin ada dalam bahaya. Bi Dam dan Deok Man berjalan kembali saat Chil Sook datang dan berkuda diantara mereka. Bi Dam berhasil mendorong Deok Man minggir dan menghindari pedang Chil Sook. Chil Sook turun dan mengejar Deok Man, Bi Dam menghalangi tapi ia bukan tandingan Chil Sook, Chil Sook berhadapan dengan Deok Man yang tidak bersenjata. Kemudian tiba2 Kim Yu shin datang dan menembakkan panah ke arah Chil Sook. Chil Sook berhasil menghindarinya, Yu shin menghunus pedangnya tapi Chil Sook berhasil membuat Yu Shin jatuh dari kudanya. Kim Yu shin dan Bi Dam melindungi Deok Man, Chil Sook sudah gelap mata, ia ingin membunuh Deok Man. Yu shin dan Bi Dam bukan tandingan Chil Sook. Yu Shin terus membuat Chil Sook sibuk agar Bi Dam dapat membunuhnya, tapi Chil Sook berhasil lolos, tapi Chil Sook mengambil pedang Yu Shin dan Bi Dam dan menuju ke arah Deok MAn, Yu Shin dan Bi Dam menghalanginya, Chil Sook mengambil pedang mereka dan menikamkannya ke tubuhnya sendiri. Yu Shin dan Bi Dam kaget dengan tindakan Chil Sook. Chil Sook menarik pedang dari dalam tubuhnya dan berteriak lalu jatuh dan dalam nafas terakhirnya, Chil Sook berkata pada Deok Man bahwa ini akhir untuknya, So Hwa, dan Deok Man.

Chil Sook : Ini..akhirnya..dapat mengakhirinya..akhirnya berakhir..Deok Man..aku..So Hwa
Chil Sook meninggal.

Deok MAn pada dirinya; Ini benar2 dan akhirnya berakhir..Mi Shil.

Deok Man rapat dengan kabinetnya. Mereka sudah mengumpulkan semua kekuatan Mi Shil dibawah komando mereka. Kim Chun Chu berkata mereka sudah menyerah. Se Jong, Seol Won Rang, Mi Saeng, Ha Jong, bersama Dae Nam Bo (fiuh..lega) dibawa kembali ke Seorabeol. Deok Man berkata mereka harus mempercepat urusan di sini dan kembali ke ibukota.

Kasim kepala datang dengan berlari berkata Raja Jinpyeong ..Deok MAn takut dan ia berkuda kembali ke Seorabeol. Deok MAn masuk ke kediaman ayahnya dan memanggilnya. Raja sadar setelah beberapa kali dipanggil Deok MAn. Deok Man : ini saya Deok Man. Raja mengulurkan tangan ke arah Deok Man yang menggenggamnya erat. Deok Man minta ayahnya cepat sembuh karena Mi Shil sudah berakhir dan minta Raja agar sembuh.

Raja Jinpyeong : Ya..dunia sekarang..sudah menjadi eramu.
Deok Man : Yang Mulia
Raja : Urusan ku dan Mi shil yang belum selesai yang belum ditentukan kalah dan menang, jadi kami akan bertemu di dunia lain untuk bertempur dengannya. Ada Cheon Myeong disana yang akan membantuku.
Deok MAn ; Yang Mulia
Raja : Aku minta maaf…anakku
Raja berjuang dengan nafasnya

Deok Man : Yang Mulia…Ayah!!..Ayah!!
Raja sadar lagi setelah berjuang keras..
Raja : Impian yang mustahil itu…impian ini..akan kuserahkan dan keberikan padamu untuk dicapai..Apa kau dapat melakukannya?
Deok Man : Ayah..!!
Raja : Jadilah penguasa atas Unifikasi 3 Negara..

Raja Jinpyeong mangkat.

Deok Man terus memanggil ayahnya dan tidak ada jawaban, Deok MAn dan Ratu Maya menangisi kepergian Baginda Raja Jinpyeong (Raja ke-26 Dinasti Silla)

Deok Man memimpin upacara penguburan Raja Jinpyeong di kuil Istana. Semua berduka, Semua kehilangan orang yang dicintai, pihak Mi shil dan pihak Deok Man sama. Mi saeng berkata di depan altar Mi shil, bagaimanapun, Mi shil adalah tetap kakaknya dan menangis bagaimana mereka bisa melakukan ini pada Mi shil. Se Jong : Apa yang akan terjadi pada kita setelah kau pergi. Ha Jong menangis sambil memegang kaca milik ibunya.

Kim Yong Chun berkata pada hari ke-2 setelah penguburan, mereka akan melangsungkan pengangkatan dan penobatan Deok Man. Kim seo hyun berkata sebelum pengangkatan Deok Man harus menyelesaikan urusan dengan pihak Mi shil. Kim Yong Chun berkata karena negara berkabung, mereka masih menjadi tahanan rumah. Setelah ini mereka akan dipindah ke kementrian pertahanan. Kim Chun Chu berkata mereka harus dieksekusi di depan publik untuk mengembalikan dasar negri ini. Deok Man tidak setuju, ia tidak ingin melakukannya. Anak buah Deok Man melihatnya. Deok Man : aku tidak akan menghukum mereka.

HA jong marah melihat Bi Dam datang ke kediaman Mi Shil. Ha Jong mencoba melempar Bi Dam keluar dari ruangan dan teriak untuk segera keluar. Ha Jong menarik kerah baju Bi Dam. Seol Won keluar, Ha jong melepaskan cengkeramannya. Seol Won tanya apa Bi Dam akan memberi hormat pada ibunya. Seol Won Rang mengantar Bi Dam ke altar Mi shil. Seol Won berkata, Bi Dam pasti heran mengapa perintah Raja Jinheung untuk membunuh Mi shil tetap disimpan. Seol Won berkata bahwa Mi shil berharap Bi Dam akan mendapatkan perintah itu dan Mi shil..Bi Dam memotong bahwa Mi shil berharap untuk memberikan padanya..begitu kan. Bi Dam tanya mengapa. Surat itu dapat mengakhiri semuanya dan mengapa. Seol Won berkata, Mi Shil berharap Bi Dam mewarisi impiannya agar Bi Dam mendapatkan jasa. Ini adalah keputusan Mi shil yang membuatnya mengadakan pemberontakan.

Jika semua tidak berjalan sesuai rencana, maka ini adalah rencana tambahan. Bi DAm : Pada akhirnya ini agar ia menyadari apa yang menjadi mimpi ibu dan setelah itu gagal, maka aku yang harus memunguti dan menyelesaikan semua omong kosongnya.

seol Won menarik baju Bi Dam dan marah karena penghinaan Bi Dam pada Mi shil. Seol Won berkata bahwa Mi Shil, ibunya sudah memberikan mandat langit untuk Bi Dam agar ia mewarisinya, itulah mengapa Mi shil mengakhiri hidupnya dan menahan semua kecurigaan dan penghinaan karena Mi shil ingin memberikan pada Bi Dam haknya untuk naik takhta sebagai Penguasa, Bi Dam untuk takhta. Bi Dam tanya mengapa Mi Shil memberinya hak itu. Seol Won berkata, ini adalah alasan yang sama mengapa Bi Dam tidak menyerahkan perintah kerajaan itu pada Deok Man atau mengumumkannya di depan publik. Bi Dam memandangi altar Mi shil.

Sulit bagi Bi Dam untuk mengerti apa yang dipikir Mi shil. Mengapa orang tidak mengatakan saja apa yang ingin dikatakannya dengan kalimat yang pantas daripada bermain dengan teka-teki seperti ini.

Ratu Maya marah dengan niat Deok Man. Mereka sudah memberontak dan melakukan kejahatan, bagaimana dapat diampuni begitu saja. (Tirza: Ratu sudah pahit hati lama sekali, ia pernah hampir mati gara2 Mi Shil, sigh..). Putri Man Myeong juga setuju. Deok Man berkata jika mereka harus menghukum mati pihak Mi shil, maka mereka harus menghukum mati ribuan nyawa. Mungkin ada sekitar sepuluh ribuan nyawa yang ada dibawah pengaruh Mi shil, dan mereka mungkin adalah sepuluh ribu bakat yang berguna untuk Silla. Apa kita harus menahan dan terbeban dengan kebencian dan penderitaan mereka. Mereka bisa menjadi musuh yang sangat berbahaya. Kim Chun Chu berkata jika mereka mengampuni anak buah Mi shil, ada kemungkinan mereka akan bekerja sama dengan Deok Man. Deok Man berkata ia akan memakai mereka dan akan membujuk mereka dan mengubur perbedaannya, bukankah itu lebih baik.

Deok Man menghadapi kekuatan militer dan berkata ia tidak akan menghukum pihak Mi shil. Mi shil sudah menerima usulannya dan syarat untuk bergabung dengan Deok Man. Mi shil sudah menyerahkan kekuatannya tanpa syarat.

Tapi bagaimanapun ada yang tetap tidak puas dan mau memberontak. Yu shin tanya apa Deok Man..Deok Man membenarkan, ia akan menimpakan kesalahan ini pada Chil Sook dan Seok Bum. Jadi mereka akan menghukum pemberontak di bawah Chil sook dan seok Bum, tapi ia tidak akan menghukum anak buah Mi shil. Bi Dam berlutut di depan altar Mi shil dan ia tanya mengapa..hanya untuk sampai seperti ini.

Kim Seo Hyun minta Deok Man menimbang lagi keputusannya. Kim Yong Chun tanya bagaimana mereka membiarkan kebohongan ini menodai sejarah mereka. Al Cheon berkata mereka harus mengungkap yang sebenarnya kepada publik. Dan menghukum pemberontak sesuai hukum negri ini. Wyol Ya berkata mereka tidak tahu kapan mereka bangkit dan menjadi ancaman untuk Silla. Al Cheon setuju dengan Wyol Ya. Kim Chun Chu tanya apa Putri tidak punya sedikitpun kebencian pada Mi shil?

Deok Man : Diantara kalian yang hadir, siapa yang memiliki kebencian terdalam dengan Mi Shil seperti dirinya. Karena Mi Shil, aku dibuang dari statusku yang sebenarnya dan dikejar selama hidupnya, aku juga kehilangan ibuku, kakakku. Apa kalian pikir aku tidak mau..demi penderitaan ibuku, kakakku mencari keadilan dan menuntut balas. Sekarang Mi shil sudah mati, yang tinggal adalah Silla dan hanya Silla. Semua harus menelan dendam pribadi demi Silla. Yang lalu tidak akan bisa disembuhkan lagi tapi kita harus maju demi masa depan Silla dan tidak menangisi masa lalu.

Deok Man bertemu dengan pihak Mi shil dan berkata mereka sudah menghianati Silla dengan pemberontakan yang membuat Silla dalam bahaya dan resiko untuk Silla dan mengancam keluarga Raja dan ini adalah pelanggaran terberat. Deok Man berkata ia akan menyita semua senjata dan pasukan mereka dan akan menonaktifkan pasukan mereka dari unit militer.

Deok Man menambahkan dalam 10 tahun kedepan, mereka akan diawasi dengan ketat dan setiap gerakan mereka akan dimonitor oleh Menteri Pertahanan. Sekutu Mi Shil heran dengan perkataan Deok Man. Deok MAn berkata ia akan mengampuni mereka dan ia akan membiarkannya. Deok MAn berkata yang akan bertanggung jawab adalah Chil Sook dan Seok Bum. Mereka akan menjadi kambing hitam untuk kejahatan kalian. Syarat untuk tetap hidup hanyalah kalian harus bekerja untuk negri ini sepanjang hidupmu. Seol Won Rang berlutut diikuti Se Jong, Mi saeng, Ha Jong dan Bo Jong. Seol Won Rang bersumpah pada Deok Man, Deok MAn sudah memperlihatkan kemurahan pada mereka, ia bersumpah untuk menghabiskan hidupnya untuk membalas kebaikan Putri. (Tirza: Seol Won hidup hanya untuk Mi shil, ia pasti mau menyiapkan Bi Dam dulu..)

Yeom Jong memuji Deok Man di depan Chun Chu. Jika itu dia ia pasti sudah menghabisi musuhnya. Kim Chun Chu berkata mereka melucuti kekuatan sekutu Mi Shil. Saat ini masih sulit bagi mereka untuk melawan. Yeom Jong membenarkan. Yeom Jong berkata, ia melihat semua ini membuat Kim Chun Chu sedikit menyesal..mengenai musuh ibunya..statusnya..Kim Chun Chu tersenyum, ini baru awal untuknya.

Sebuah papan nama ditempatkan di Hwa Sa Dang : Silla Hwa Rang Musa (pahlawan) Ah Chan Seok Bum. San Tak yang menaruhnya. Tiba2 seseorang menepuk bahunya, ternyata Joo Bang dan anggota resimen Yonghwa Hyang Do. Joo Bang mengambil papan nama itu dan membacanya lalu memberikan pada Go Do dan minta San Tak mengulangnya. Joo Bang berkata ia tahu San Tak akan melakukan ini. San TAk berkata itu bukan apa2. Dia hanya…

Joo Bang berkata San Tak adalah penghianat dan bagaimana ia berani masuk ke Hwa Sa Dang dan memasang papan nama untuk Seok Bum. San Tak menangis, ia berkata selama hidupnya seok Bu sangat bangga menjadi Hwa Rang dan impiannya adalah mendapat papan nama di Hwa Sa Dang. Joo Bang memukul San Tak, bahkan sampai sekarang San Tak tidak bisa membedakan baik dan buruk, dan mengacau, San Tak tidak boleh melakukannya, jika ia terus begini, ini akan membuatnya cepat mati.

Go Do kasihan melihat santak, ia minta Joo Bang melepaskan San Tak untuk kali ini. San Tak menangisi Seok Bum.

Se Jong dll kaget saat Seol Won menyampaikan keinginan Mi Shil untuk Bi Dam. Seol Won membenarkan, Mi Shil sudah tahu dan menyebutkan sebelumnya bahwa Deok Man akan mengampuni dan menjamin nyawa mereka. Mi Saeng berkata jadi untuk mengabdi pada Bi Dam. Se jong berkata ia akan mengundurkan diri dan kembali ke kampung halamannya. Mi saeng dan Ha Jong kaget. Ha Jong mencoba membujuk ayahnya, tapi Se Jong berkata ia lebih baik hidup tanpa jabatan daripada harus dikunyah sedikit demi sedikit seperti daun teh. Se Jong minta urusan ini diberikan pada Seol Won Rang saja.

BiDeok couple,

Bi Dam : Katakan saja apa yang ada di pikiranmu! Deok Man menoleh padanya. Deok Man tanya, Apa Bi Dam memberikan perintah kerajaan itu pada Mi Shil atau hanya ditunjukkan saja pada Mi Shil agar dilihat dan berkata bahwa Bi Dam akan mengumumkannya di depan publik dan memeras Mi Shil dengan ancamannya ini. (ck..ck bener2 sehati DM ama BD..ia tahu persis bo.. ). Bi Dam diam, berarti iya. Deok Man berkata jadi pasti benar, akhirnya orang yang membuat Mi shil berubah pikiran benar adalah Bi Dam.

Mi shil dapat mengambil apa yang ditawarkan dunia padanya tapi ia tidak bisa melawan putranya yang mengancam akan mengatakan di depan publik mengenai perintah kerajaan, tapi juga merasa bersalah pada Bi Dam karena membuat Bi Dam harus memeras Mi Shil, inilah yang membuat Mi shil berubah pikiran. Deok MAn berkata penyesalan Bi Dam bukan hal kecil. Deok Man berhutang budi pada Bi Dam, ia tahu Bi Dam melakukannya untuk dirinya.

Deok Man berkata ia akan meresmikan kemenrian baru, yaitu Si Seong Bu atau Departemen Audit umum atau Kementrian Audit Nasional dan departemen akuntan publik untuk memeriksa dan menyusun laporan independen audit atas Istana dan semua kementrian. Auditor General akan melapor langsung pada Deok Man.

Kim Chun Chu tanya apa tugas Auditor General, tugasnya kata Deok Man, bertanggung jawab untuk memeriksa kementrian dan membuat laporan independen. Kementrian ini akan langsung dibawah perintahnya karena Deok Man memilih kepala departemen sesuai dengan kredibilitas sang Menteri. Kim Yu Shin berkata apa Menteri ini akan mampu mengontrol sekutu Mi shil. Kim Chun Chu berkata Mi Shil sudah menguasai istana lama sekali, apa Kementrian baru ini akan mampu menguasainya. Deok Man berkata mereka benar, itulah ia berencana mengangkat orang yang tepat untuk posisi ini dan dapat menguasai keadaan dan memiliki pengetahuan mendalam mengenai masalah ini.

Kim Chun Chu : Yang dimaksud bukan…Deok Man membenarkan, ia akan mengangkat Seol Won Rang, Bo Jong, Ha Jong dan Yeom Jong sebagai anggotanya Kementrian Auditor Umum. Al Cheon tanya bagaimana mereka bisa mempercayai orang2 ini untuk mengurus departemen ini. Deok Man berkata itulah sebabnya ia perlu orang yang mampu mengatasi mereka sebagai Pemimpinnya.

Bi DAm diluar dan ia ingat perkataan Seol Won Rang bahwa Mi Shil memberikan mandat dari langit untuk Bi Dam..bahwa Mi shil sudah menahan semua penderitaan dan ia juga teringat kata2 Mi shil sebelum meninggal, mengenai cinta. Apa itu cinta. dan bagaimana ia harus mencintai Deok Man. Bi Dam bingung dengan semua pikirannya.

Staf auditor rapat untuk pertama kalinya. Ha Jong tanya bagaimana mereka bisa bekerja dalam departemen dengan pedagang sebagai teman kerjanya. Yeom Jong tanya siapa yang akan memimpin departemen ini. Seol Won Rang berkata mereka akan menunggu kedatangannya. Ha Jong tanya siapa yang akan muncul. Mi Saeng tanya apa Yeom Jong tahu, Yeom Jong menggeleng. Kemudian..Bi Dam masuk dengan kipas menutupi wajahnya seperti Cu Kat Liang atau Zhuge Liang (Sam Kok, wah jadi inget Adam Cheng he..he jadul banget), kemudian ia menggeser kipasnya dan semua kaget karena ternyata itu..Bi Dam. Ha jOng shock! Bi Dam : Biarkan aku mengenalkan diriku, aku Auditor General Bi Dam. Yeom Jong tersenyum.

Kim Yu Shin tanya bagaimana Deok Man dapat mengangkat Bi Dam menjadi Auditor. Al Cheon berkata jika Bi Dam itu anak Mi shil, bagaimana dapat mempercaya Bi Dam untuk sangat dominan dalam kementrian. Deok Man berkata justru karena ia anak Mi Shil, maka ia cocok untuk mengendalikan sekutu Mi shil. Kim Chun Chu tanya apa Deok Man ingin menekan anak buah Mi shil. Deok Man membenarkan dan alasan kedua adalah hanya Bi Dam yang mampu menyatukan anak buah Mi Shil. Kim Chun Chu berkata karena garis keturunan yang sama akan gampang mempercayai dan bergantung satu sama lain dan tidak akan melihat masalah. Deok Man berkata bahwa Bi Dam ada dipihaknya dan bukan pihak Mi Shil. Selama Deok Man ingin menyingkirkan Mi Shil, Bi Dam sudah memberikan bantuan yang penting sehingga Deok Man sukses. Deok Man tanya apa kesetiaan Bi Dam masih mereka pertanyakan ? Deok Man akan menambahkan sesuatu tapi tidak jadi.

Bi Dam menjelaskan tanggung jawab dan tugas2 departemen mereka dan mulai sekarang mereka harus memeriksa semua informasi kementrian di istana, semua institusi istana, dan kementrian dan menyusun laporan. Bi Dam minta mereka melapor setiap hari padanya sekitar pukul 9 – 11 pagi.

Ha Jong tanya apa putri Deok Man minta Bi Dam mengawasi mereka..Bi Dam berkata pada Ha jOng lain kali, kata2 tentang Mi Shil tidak boleh diutarakan lagi didepannya. Ha Jong kesal dan ingin memukul Bi Dam, Mi saeng menenangkan keponakannya. Bi Dam tanya : Siapa yang ada di depan mereka sekarang, apa Mi Shil ? Bukan, tapi dia ..Bi Dam. Karena ini bukan Mi shil, tapi Bi Dam maka mereka harus mengikuti perintahnya, metodenya, keinginannya, dan semua untuknya. Mereka hanya perlu menurut kepadanya. Bi Dam tanya apa mereka sudah mengerti dan menyimak kata2nya.

Kim Chun Chu berkata pada Yu Shin bahwa putri Deok Man mencoba memberikan kekuatan politik pada Bi Dam. (this sweety is smart) Yu Shin tanya apa maksud Chun Chu, Chun Chu berkata Putri Deok Man tidak melanjutkan kalimatnya atas apa alasannya. Kim Chun Chu berkata orang2 seperti dirinya, Yu shin, Al cheon mencoba menekan pengaruh mereka dan tetap seimbang. Putri Deok MAn berniat membiarkan Bi Dam untuk mengambil penugasan ini dan memberinya kuasa dengan tujuan mendukung ini. Yu Shin tanya apa putri Deok Man ingin mereka bersaing. Kim Chun Chu berkata dia akan melakukannya, ia benar2 lain dan berbeda dengan semuanya. Kim Yu Shin ragu apakah Putri akan mempercayai Bi Dam. Kim Chun Chu berkata dia tidak akan pernah mempercayainya. Jika ini kemarin, ia mungkin akan mempercayai Bi Dam. Tapi bagaimanapun mulai saat ini, bukan hanya Bi Dam, tidak peduli siapapun, Putri tidak akan mudah percaya. Kim Chun Chu berkata Putri Deok Man sedang berjalan dalam jalan menuju takhta, ia sudah memulainya.

Kim Yu shin berkata ini benar2 menyedihkan. Kim Yu Shin berkata bahwa Deok Man dulu adalah orang yang sangat mempercayai pengikutnya dan ia sangat menyayangi mereka sepenuh hati dan sekarang ia tidak bisa seperti itu lagi.

Ratu Maya datang dan Deok Man memberi hormat. Ratu MAya berkata besok adalh hari penobatan. Ratu Maya berkata jika Cheon Myeong dapat melihat ini, dia pasti akan sangat bahagia. Ratu Maya berkata dalam hidupnya, sebelum ia pergi ia dapat menjadi saksi dan melihat ini terjadi, ini benar2 kebahagiaan besar.

Deok Man tanya apa yang dimaksud ibunya dengan pergi. Ratu berkata ia tidak bisa membiarkan ayah Deok MAn sendirian disana, ia tidak tahan melihatnya. Ratu Maya akan mengundurkan diri dari hadapan publik. Deok Man kaget dan Ratu berkata mulai sekarang tidak seorangpun yang mampu menjadi tempat bersandar untuk Deok Man.

Saat ini Deok Man harus melindungi Silla, rakyatnya, dan semua yang ia cintai. Tidak ada seorang pun yang akan ada yang akan bertempur untuknya atau menenangkannya jika ia dalam kesakitan. Deok MAn tidak bisa percaya atau tidak mempercayai siapapun. Ratu Maya tanya apa Deok Man sanggup melakukannya. Apa Deok Man sanggup menaklukkan waktu2 saat ia akan merasa kesepian tanpa takut apa Deok Man akan mampu menahan pengucilan itu. Deok Man menenangkan ibunya bahwa ia akan dapat dan ia harus dapat mengatasi itu semua. Ratu Maya mengangguk dan memeluk Deok Man untuk terakhir kalinya.

Deok MAn merenung dan ingat Mi shil berkata ia mungkin mengeksploitasi kehendak langit sedikit tapi Mi shil tidak takut dengan langit…Mi shil tahu betapa kejamnya dunia ini dan ia tidak akan menyerah dalam tekanannya..Mi shil akan memerintah dan melihat orang2 ini tapi ia pasti tidak akan pernah bergantung pada mereka.

Penobatan Ratu

Hwa Rang mempersembahkan tarian bendera dengan formasi dan tari2an. Kim Yong Chun mengumumkan kedatangan Yang Mulia Ratu seon Deok

Kim Yong Chun : Yang Mulia tiba…

Semua hadirin berdiri memberi hormat atas kedatangannya.

Ratu Seon Deok memasuki upacara penobatannya dengan kemegahan seorang Raja diikuti para Hwarangnya, Kim Yu Shin dan Bi Dam, ia melewati Resimen YongHwa Hyangdo. Kemudian ia melihat ke arah tangga menuju takhta dan menaiki anak tangga itu sendirian. Kim Chun Chu dan Ratu Maya berdiri di sampingnya dan ia melihat pada rakyatnya.

Kim Yong Chu : Kita memasuki era baru Silla…Ini adalah Yang Mulia Ratu Seon Deok !

Rakyat berteriak : Hidup Yang Mulia..Hidup Yang Mulia..Hidup..dan bersorak sorai..

Kim Chun Chu dan Ratu Maya tersenyum bahagia sekarang Deok Man adalah Ratu seon Deok. Kim Chun Chu menerimanya, ia akan menggantikannya naik takhta suatu hari nanti. Ratu Seon Deok menaikkan tangannya minta hadirin tenang, semua berlutut di depan Ratu.

Kim Yu Shin : Yang Mulia, hamba akan memberikan pada anda semua yang kumiliki tanpa menahannya.

Bi Dam : Yang Mulia, hamba akan memberikan tanpa keraguan semuanya untuk Anda.

Ratu Seon Deok memiliki mereka semua. Putri Deok Man dinobatkan sebagai Ratu Seon Deok atau Seon Deok Yeo Wang (Raja ke-27, Dinasti Silla, akan memerintah selama 14 tahun.)

Queen Seondeok Episode 52

Kim Yu Shin : Yang Mulia, hamba akan memberikan semuanya kepada Anda tanpa menahannya!
Bi Dam : Yang Mulia, hamba akan memberikan tanpa ragu2 semua yang Anda perintahkan!

Di Balairung Istana, Ratu mengangkat Kim Yong Chun sebagai Sangdaedeung, yang sebelumnya dijabat Se Jong yang mengepalai semua kementrian dan administrasi negara. Kim Yog Chun menerimanya dengan senang.

Ratu mengangkat Kim Seo Hyun sebagai Jenderal Besar dan kepala kementrian Pertahanan dan melindungi negara. Kim Seo hyun menerimanya. Ratu berkata agar semua melupakan yang sudah lalu dan mengumpulkan kekuatan untuk bersatu dan memasuki era baru Silla. Semua mengatakan akan melakukan yang terbaik.

Ratu dalam sidang privat-nya, Yu Shin tanya apa maksud Ratu merintis era baru, mengembangkan wilayah ke-4 penjuru, apakah ini saatnya menyadari mimpi Raja Jinheung ? Ratu membenarkan. Al Cheon berkata Ratu tidak meningkatkan anggaran untuk militer, bagaimana mereka akan melakukannya. Apakah dengan alat pertanian? Yu shin berkata ia mengerti niat Ratu. Ratu menyebut kota2 Maun Ryeong, Hwang Cho Ryeong, Dang Hang Seong, bagaimana kalian pikir wilayah ini bisa dikuasai Raja Jinheung?.

Ratu tanya apa dengan senjata, sebaliknya dia berinvestasi pada rakyat. Kim Chun Chu membenarkan, memberikan sesuatu untuk dimiliki rakyat, membahagiakan dan memberikan harapan. Ratu membenarkan. Bi Dam tanya apa mereka perlu menggunakan pemilik tanah. Ratu mengiyakan, ya persis seperti itu. Ratu berkata jika orang memiliki tanah, mereka akan berpikir ya ini tanahmu, kau harus melakukan yang terbaik untuk melindunginya, beginilah caranya kita akan menguasai dan memiliki hati rakyat demi ambisi besar yang akhirnya akan menyatukan 3 negara.

Ratu berkata mereka harus pertama2, mendidik psikologi rakyat untuk membuat mereka memiliki tekad kuat dan membuat mereka merasakan bagaimana memiliki kekayaan materi dan memiliki keuntungan kemudian baru kita bahas masalah penyatuan 3 negara. Ada kalanya kelak setiap penduduk akan memiliki tanah untuk dinikmati dan dilindungi dan harus dilaksanakan bagaimanapun caranya.

Ratu dan Yu Shin, membahas bagaimana mengembangkan negara ke 4 penjuru. Ratu perlu orang untuk dirangkul untuk menjadi subjeknya, apa Yu shin tahu siapa mereka. Ratu berpikir itu harus rakyat Gaya. Yu Shin senang sekali. Kim Yu shin berkata keturunan Gaya sudah menderita lama sekali dan Ratu perlu merangkul mereka. Ratu akan melakukannya. Ratu akan membuat UU untuk menghapus semua diskriminasi dan kecurigaan pada keturunan Gaya dan akan memberikan rakyat Gaya alat2 pertanian dan memberikan jabatan pada keturunan Gaya yang berbakat. Ratu berkata Wyol Ya dan Bo Gya Hoe sudah membantu banyak padanya dan ia tahu itu, tapi saat ini Bo Gya Hoe harus dibubarkan.

Karena dalam nama Bo Gya Hoe ada ancaman besar. Kim Yu shin mengerti dan ia akan membicarakan. Yu shin berkata bahwa keturunan Gaya akan mengabdi pada Silla demi kejayaan Silla dan minta agar Ratu tenang. (Yu SHin belum tanya pendapat Bo Gya Hoe..ck ck)

Ratu kelihatan ragu, Yu shin tanya apa ada yang mengganggu pikirannya. Ratu berkata, Wyol Ya mungkin punya pendapat lain. Yu shin ingat, dari semua yang mendukung Ratu, Wyol Ya setuju mendukung karena memiliki agenda sendiri. Kim Yu shin meyakinkan Ratu ia akan membujuk Wyol Ya untuk setuju dengan Ratu. Ratu minta Yu shin meneruskan usahanya atau jika tidak Wyol Ya akan berbalik dengan agendanya sendiri. Ratu berkata ia ingin semua bersatu untuk mencapai mimpi ini. Saat ini, hanya dia, Kim Yu shin dan sedikit orang saja yang memiliki mimpi ini, maka ia harus menjelaskan ini pada mereka.

Kim Yu shin mengatakan keputusan Ratu pada Wyol Ya. Wyol Ya setuju Bo Gya Hoe akan bergabung ke dalam militer Silla. Yu shin berkata, mereka harus berpikir diluar Gaya, dan memperluas mimpi mereka pada unifikasi 3 negara, dan membuat semua orang di Goguryeo, Baekje, Shilla, dan Gaya menjadi satu. Wyol Ya tanya apa dalam halaman sejarah unifikasi ini, nama Kim Yu shin akan tercatat di suatu tempat.(Tirza: iya..tercatat dengan jelas Om..) Yu shin tanya apa maksud Wyol Ya. Wyol Ya berkata Ratu sudah naik takhta, bukankah Yu shin seharusnya merencanakan langkah selanjutnya. Yu Shin berkata ia tidak pernah memiliki ambisi yang lain.

Wyol Ya berkata ia bukan berkata tentang ambisi yang lain, tapi jika Yu shin berniat mengadakan ikatan pernikahan dengan Ratu Seon Deok untuk melindungi Ratu dan Shilla. Yu Shin minta Wyol Ya berhenti, tapi Wyol Ya terus berkata bukankah ini akan menjelaskan Silla dan Gaya untuk memiliki satu cita2 dan kesatuan. Kim Yu shin dan Ratu tidak punya tujuan melakukan itu. Kim Yu shin ingin menyudahi omomng kosong ini, ia pergi.

Bi Dam heran apa maksud Ratu menjadi pedangnya? Ratu membenarkan, benar Bi Dam adalah pedangnya dan sebuah pedang yang tajam, Bi Dam harus menjadi orang itu yang membasmi korupsi dan penyimpangan dalam pemerintahan. Pedang seperti itu. (kaya KPK aza..)

Bi Dam teringat perkataan Moon Noh, bahwa ia pedang tanpa gagang pedang. Bi Dam tersenyum, jadi Ratu adalah gagang pedangnya. Bi Dam mengerti ia akan menjadi pedang untuk Ratu. Ratu berkata semua pembaharuan harus dilakukan tanpa gangguan. Bi Dam tanya apa kegiatan spekulasi pasar yang dimanipulasi oleh kaum bangsawan akan dihentikan dan menekan mereka, apa itu yang diinginkan Ratu. Ratu juga minta laporan domestik dan eksternal dan menggabungkan semuanya untuk dilaporkan padanya. Ratu berkata ini tanggung jawab Bi Dam. Bi Dam meyakinkan Ratu ia akan memberikan yang terbaik. Ratu berkata ia percaya kemampuan Bi Dam. Bi Dam tersenyum dan ia tanya siapa yang akan mengawasi dan memeriksa dirinya? Ratu berkata Bi Dam ada dibawah pengawasannya, Ratu akan bertanggung jawab mengatur Bi Dam. (yeah..yeah..)

Di pasar, semua pemilik tanah mulai membayar pajak pada istana, mereka berkata panennya tidak begitu baik, tapi mereka tetap sanggup membayar pajak dan hutang ke istana. Orang2 berkata mereka pasti para pemilik tanah dari benteng An Gang, pemilik tanah berkata jika mereka bisa membuat tanahnya menjadi tanah pertanian, maka tanah itu akan menjadi milik mereka dan hari ini ia secara resmi adalah pemilik tanah. Pemilik tanah yang lain berkata, tanah itu yang dulu tandus sekarang menjadi tanah pertanian yang subur. Mereka mendorong beras masuk ke istana.

Ho Jae mencatat stok beras saat Ratu datang, pemilik tanah berlutut dan memberi hormat pada Ratu. Ratu bertanya bagaimana perkembangannya. Ho Jae berkata pemilik tanah mengirim dari tanah tandus total 300 seom. Ratu melihat catatan dan ia menunjukkan ke Kim Yong Chun, Kim Yong Chun tanya siapa yang bernama Bong Gi. Bong Gi mengangkat tangannya, Ratu berkata Bong Gi sudah berhasil memperoleh hasil panen terbanyak dari tanah yang tandus itu. Bong Gi berkata ini berkat kemurahan Ratu yang memberikan alat pertanian yang bagus sehingga sangat efisien untuk pertanian mereka. Ratu mengangkat Bong Gi sebagai Gong Bong Gae Sa atau Administrator Pertanian dan Pengolahan Tanah untuk reklamasi tanah.

Bong Gi shock dengan pengangkatan itu. Ratu berkata pada para petani jika mereka berharap sesukses An Gang maka Ratu akan membuka tanah untuk mereka di seluruh negri dan mengijinkan rakyat bercocok tanan di tanah yang terbengkalai dan membuatnya menjadi tanah pertanian subur sehingga mereka akan memiliki tanah mereka sendiri. Bong Gi berterima kasih pada Ratu dengan tulus. Kim Yong Chun menambahkan hasil panen akan diserahkan pada Gong Bong Gae Sa untuk diaudit dan dicatat stoknya dan berharap para petani akan berusaha keras untuk mengusahakan tanahnya menjadi tanah pertanian subur dan akhirnya memiliki tanah. Semua petani mengucapkan terima kasih dan berdiri dan bersorak untuk Ratu, hidup Ratu..panjang umur Ratu. Ratu senang karena reformasi tanahnya sukses.

Beberapa tahun kemudian…

Satu grup penunggang kuda memasuki kota, salah satu pengendaranya adalah Kim Chun Chu (wah dah bisa naik kuda doi…). Kim Chun Chu memberi salam pada Ratu. Ratu dan Kim Yong Chun tanya bagaimana hasilnya. Kim Chun Chu berkata ini adalah kemenangan, Ratu pasti senang mendengarnya. Kim Chun Chu lapor bahwa Sang Jang Gun Kim Yu Shin berhasil mengalahkan pasukan Jenderal Chil Gyeong dari Baekje. (Sang JAng Gun= Komandan Utama, Jenderal Utama, atau Panglima Utama satu tingkat di atas Jenderal)

Kim Seo Hyun dan Kim Yong Chun memberi selamat pada Ratu. Ratu tanya bagaimana Kim Chun Chu dapat tiba sebelum pembawa pesan. Joo Bang berbisik pada Ratu bahwa..

Joo Bang : Pangeran Chun Chu, akhir2 ini menikmati menunggang kuda.

Ratu tersenyum dan senang dengan kemajuan keponakannya. Kim Chun Chu berkata Kim Yu shin dan pasukannya sekarang memasuki Seorabeol.

Go Do masuk dia berteriak berikan jalan !! Penduduk berkumpul disisi jalan dan bersorak sorai. Semua sudah menua. Kim Yu shin dan Wyol Ya berkuda beriringan. Wyol Ya berkata popularitas Kim Yu shin meningkat akhir2 ini. Kim Yu shin berkata kebanggaan seorang militer adalah di medan perang saat bertempur dan bukan parade di pasar, tapi Yu shin tanya mengapa ia tidak melihat Daedaegam (Komandan) Seo Ji. Seo Ji seharusnya yang pertama menemui mereka. Wyol Ya berkata Seo Ji tidak ikut, mungkin ia bersembunyi karena kecewa.

Sebenarnya Seo Ji dibawa dan ditahan di Sa Ryeong Bu, Seo Ji berteriak apa ada yang mendengarnya. (Sa Ryeong Bu kantor Auditor Umum)

Bi Dam dan Yeom Jong bertemu dengan pasukan mereka. San Tak pemimpinnya. Bo Jong berlari mendatangi Bi Dam dan memberikan dokumen. Bi Dam mengambilnya dan membaca isinya. Bo Jong menjelaskan ini adalah catatan duta dari Heuk Chi (Filipina) dan Menteri Luar Negeri mengenai kegiatan mereka dan pergerakan di setiap tempat yang dikunjungi dan orang2 yang ditemui.

Bi Dam tanya bagaimana dengan bangsawan Suelbu. Bo Jong berkata ada surat panggilan pemeriksaan tapi bagaimanapun ia masih anggota dewan, akan lebih pantas kalau Bi Dam yang memeriksanya sendiri. Bi Dam setuju dan akan segera kesana. Bangsawab Suelbu terlihat gelisah di kantor Kementrian Audit. Bi Dam datang dan menunjukkan 2 jurnal akuntansi dan Sueulbu kaget. Bi Dam berkata mereka menemukan 2 laporan keuangan yang berbeda satu sama lain dari Sang Sa Su atau bagian akunting tentang pengeluaran di Kementrian Jasa.

Bangsawan Sueulbu menyangkal, ia tidak tahu sebelumnya. Bangsawan Sueulbu berkata susah menghitung korban perang dan ada kekacauan dalam mencatat jasa dan penghargaan atas korban yang meninggal. Bi Dam berkata paling tidak ia bisa pergi ke lokasi pertempuran dan menggali sekitar kuburan untuk verifikasi agar pencatatannya akurat. Siapa yang menjalankan tugas ini, apa Kementrian Jasa menggelapkan uang negara. Bangsawan Sueulbu berkata tidak pernah ada hal seperti itu.

Bi Dam berkata orang yang meninggal dalam perang demi negara harus dihargai dengan kompensasi karena pengorbanannya untuk negara dan dengan cara itu prajurit akan setia pada negara yang ia bela. Bi Dam berkata bahwa reformasi harus dimulai dari atas ke bawah dan bantuan harus mulai dari bawah ke atas. Ini yang diinginkan Ratu. Bi Dam tanya apa Bangsawan Sueulbu jelas dengan masalah ini. Bangsawan Sueulbu mengerti.

Bi Dam rapat dengan staf Auditornya. Seol Won Rang lapor bahwa mereka sudah melaporkan pembangunan proyek 2 kuil baru di Gameunsa (terletak di Gyeongju, Gyeongsangbukdo) dan Bong Deok Sa (kota An Seong di Gyeonggi). Mereka sudah menempatkan petugas untuk mengawasi proyek itu.

Bi Dam minta kedua petugas itu untuk lapor penggunaan material konstruksi. Seol Won Rang mengerti. Bi Dam tanya tentang merpati pos dari Goguryeo, apa sudah tiba.

Yeom Jong berkata sudah, situasi di Goguryeo tidak seperti biasanya. Ada seorang Jenderal Daedaero yang mengadakan pemberontakan. Bi Dam minta penyelidikan mendalam mengenai masalah itu.

Bi Dam tanya apa Seo Ji sudah mengakui sesuatu. Bo Jong berkata dia menolak berbicara. Seol Won tanya bukankah hari ini Kim Yu SHin sudah kembali dari perang, ia akan segera mengetahui hal ini. Yeom Jong berkata mereka masih belum menemukan bukti dan ini baru kecurigaan. Bi Dam tanya dimana Kim Yu shin sekarang. Ia ingin pergi dan memberikan selamat padanya. Yeom Jong berkata Ratu sedang mengadakan jamuan besar untuk menghormati kemenangannya, Bi Dam juga seharusnya hadir. Yeom JOng (iih..nyebelin bgt nih orang..) menambahkan saat Kim YU Shin masuk ke ibukota, rakyat bersorak dan menyambut pasukan Kim Yu Shin. Bi Dam mengulang pasukan Kim Yu Shin apa, bagaimana dalam Silla ada pasukan Kim Yu Shin, hanya ada pasukan Ratu Seon Deok. Bi Dam melemparkan kipasnya dan pergi.

Bi Dam dan Yeom Jong bertemu Yu shin, mereka saling memberi salam. Bi Dam memberi salamat atas kemenangan Yu Hsin dan memeluknya dan berkata ia pasti mengalami masa sulit. Kim Yu shin berkata sebaliknya Bi Dam punya tugas paling berat dalam mengurus administrasi negara. Bi Dam mengatakan itu bukan apa2 dan tidak bisa dibanding dengan Kim Yu shin, aku hanya bekerja di balik layar. Bi Dam berkata Kim Yu shin meledeknya. Kim Yu Shin tertawa bagaimana ia dapat melakukan itu.

Bi Dam tanya bagaimana situasi pasukan Baekje yang dipimpin Yoon Chung. Yu shin menghela nafas ia benar2 ahli strategi yang terkenal. perang dengan Baekje tidak bisa dipandang rendah. Bi Dam tanya apa Yu Shin sudah menghadap Ratu. Yu Shin berkata ia akan menemui Ratu sekarang dan tanya apa Bi Dam juga akan menemui Ratu. Bi Dam membenarkan, setelah beberapa saat ia akan menyiapkan jamuan minum untuk merayakan kemenangan Kim Yu Shin dan akan bertemu nanti. Kim Yu shin mengiyakan. Kim Yu Shin dan rombongannya pergi. Hubungan Bi Dam dan Yu shin mulai memanas.

Bi Dam lapor pada Ratu bahwa sakit Raja Buyeo jang dari Baekje lebih serius dari yang mereka duga. Putra Mahkota Uija akan menggantikannya naik takhta. Ratu berkata Yu Shin juga memiliki perhatian pada masalah itu. Ratu berkata mereka harus membuat perencanaan strategis dengan logistik militer untuk meningkatkan keamanan perbatasan dan harus dilaporkan padanya. Bi Dam menerima perintah Ratu. Bi Dam berkata ia akan berdiskusi mengenai pemeriksaan audit. Bi Dam berkata ada kemungkinan besar, bahwa bangsawan Sueulbu, bangsawan Jwa Yeon dan Yi Chan Su Mun menyelewengkan dana negara. Ratu tanya apa ada bukti. Bi Dam berkata tidak ada yang mendukung fakta tapi ia sudah memberi peringatan sehingga akan menekan mereka. Ratu berkata lepaskan saja jika hanya 10% dari gaji tahunan mereka, tapi jika itu diatas 10%, tangkap mereka. (weh..enak yah..bisa korupsi dengan batas 10% dari gaji tahunan, ayo..hitung 2x hehe) Bi Dam mengerti, selanjutnya kata Bi Dam ada sesuatu yang ia tidak mengerti apa yang harus dilakukan…Ratu berpikir keras.

Kim Yu Shin merayakan kemenangannya dengan orang2nya. Mereka bercerita tentang insiden Go do di peperangan, saat batu2 jatuh dari tebing di gunung Yeong Jong..dan Go Do menghentikan mereka semua seperti perisai manusia. Jika bukan karena Go Do, mereka semua sudah mati. Kim Yu Shin toast untuk keberanian Komandan Go Do. Go Do senang sekali. Kim Yu Shin berkata tidak peduli waktu berlalu, ia masih heran betapa cepatnya seseorang berubah. Joo Bang berkata itu terjadi di hari yang menentukan itu, semua berubah. Yu Shin menerima kedatangan Joo Bang dan SAn TAk. Joo Bang memberi salam dan selamat pada Yu Shin. Yu shin berkata mereka tidak perlu begitu. Dae Pung memberikan kursi pada Joo Bang atau Dae Sa Joo Bang, pejabat ranking 3 (ciee..)

San Tak tanya mengapa hanya Joo Bang yang dapat kursi, bagaimana dengannya. Ia juga petugas kementrian audit. Guk San heun berkata apa artinya petugas kecil dari bagian audit..apalah. San Tak menjelaskan tugas penting departemennya. Biarpun ia paling bawah, tapi ia tidak boleh diremehkan. San Tak minta Go do memberi salam dengan resmi. Go Do tanya apa Komandan di militer perlu memberi salam pada petugas audit. san tak tanya mengapa Go do seperti itu. Joo Bang berkata ini karena hari itu.

Hari apa tanya Dae Pung, Joo Bang tanya dengan hormat pada GoDo, siapa orang yang sudah “membangunkan” kesadaran Go Do, bukankah saat ia berhasil membantu Ratu keluar dari istana dengan batang kayu dan siapa gerangan orang itu. Go Do coba mengubah pembicaraan dan menawarkan minum. Joo Bang tertawa. Kim Yu shin tanya mengapa Wyol Ya tidak kelihatan. Guk San heun berkata Wyol Ya tidak berhasil menemukan Seo ji maka ia mencarinya. Kim Yu shin minum araknya.

Ratu dan Bi Dam. Ratu tanya apa Bi Dam curiga dengan Kim Yu shin. Bi Dam berkata kecuali Ratu, ia mencurigai semua orang (akhirnya u curiga ama Ratu juga kan..) dan ia juga memeriksa dirinya sendiri bukankah ini tugasnya. Bi Dam mohon Ratu memeriksanya. Ratu berkata jika masalah sudah sesensitif ini, Bi Dam harus sangat hati2. Bi Dam meyakinkan ia sudah memeriksa dengan hati2 jika ia mencurigai seseorang. Ratu berkata harus ada bukti yang jelas. Bi Dam berkata sekarang ia masih belum memilikinya. Ratu berkata jika demikian ia juga belum bisa memberikan perintah tapi Bi Dam dapat terus memeriksanya.

Mi saeng minta Ha Jong jangan minum lagi. Ha Jong berkata Mi Saeng tenang sekali, ya pasti Mi saeng tenang karena jabatannya tidak digusur. Mi saeng tanya apa ia kelihatan seperti senang dan menikmati ini, ini karena ia memiliki lebih dari 100 anak yang memaksanya bertahan, mereka semua bergantung padanya.

Ha jong berkata hari ini adalah peringatan kematian ayahnya (OMG, Se Jong meninggal?), bahkan jika kita tetap hidup, kita perlu minum untuk mengusir kesedihan. Ha Jong menangis, bagaimana mereka bisa seperti ini. ha Jong berkata ini benar2 penderitaan. Ha Jong minta pamannya berpikir biarpun pamannya malas mendengarnya, Ha Jong mengeluh ia yang paling tua, ia jauh lebih tua dari Bi Dam dan Bo Jong.

Mi Saeng berkata ada pepatah, bunga akan mekar dalam 10 hari, berarti betapa megahnya bunga akan mengalami proses pemekaran dan akan layu dalam waktu singkat. Ha jong mengeluh, saudara2nya tidak sebanding dengannya. bahkan Kim Yu shin sekarang Jenderal Utama, dan sangat populer. Mi saeng memberikan minum untuk membungkam Ha jong.

Bi Dam mengumpulkan pasukannya, ia memberi perintah untuk menahan mereka semua malam ini dan setiap orang diberikan tugas oleh Bi Dam. Yeom Jong membagikan tanda pada mereka. Bo Jong atas nama Kementrian Audit minta beberapa orang mengikutinya ke kantor Audit. Bo Jong lewat dekat beberapa kapten Hwarang. Baek Eui tanya bukankah itu Bo jong, Phil Dan membenarkan. Apa yang dilakukan kementrian audit di malam seperti ini. Baek Eui berkata sekarang Kementrian Audit seperti penjahat saja. Bi Dam melanggar kebaikan Ratu Seon Deok. Phil Dam berkata lebih baik mereka diam saja dulu, itu adalah pilihan bijaksana saat ini.

Pasukan Yu shin latihan di malam hari, saat anggota audit membawa seorang tentara. Yu shin mendapat laporan bahwa seo ji ditahan oleh kementrian Audit. Dae Pung berkata mereka tidak tahu alasannya. Go Do berkata jika auditor ingin menahan seseorang apa mereka perlu menyatakan alasannya. Guk San heun membenarkan, mereka arogan sekali, menunjukkan tanda pengenal dan kau ditangkap. Yu shin menghentikan ocehan mereka, auditor bertanggung jawab dibawah kebijakan dan perintah Ratu. Jika orang itu tidak bersalah, maka ia akan segera dibebaskan. Yu shin menenangkan anak buahnya.

Anak buah Al cheon mohon agar Yu shin berbicara dengan Menteri Audit. Go do membenarkan Kim Yu Shin perlu berbicara pribadi dengan Bi Dam. Dae Pung berkata Menteri Audit akhir2 ini tindakannya tidak begitu jelas dengan mereka. Semua setuju. Letnan Chan Gi masuk dan tanya dia ketinggalan berita apa, mereka berkata Seo ji ditangkan menteri Audit. Chan Gi kaget. Kim Yu shin tanya apa Chan Gi tahu sesuatu. Chan Gi berkata bukan apa2 dan ini pasti hanya kesalah pahaman saja. Chan Gi pergi, tapi ia ditahan oleh petugas auditor.

Yeom jong menunggu petugasnya membawa orang2 yang dicurigai. yeom jong berkata mereka sedang diselidiki, jika terbukti tidak bersalah akan dilepaskan. Jadi harap bekerja sama. Mereka diseret ke ruangan terpisah.

Kim Yu shin menemui Bi Dam dan tanya apa Bi Dam tidak tahu karakter Seo ji. Apa salah seo ji sehingga ia ditahan. Bi Dam minta maaf ini adalah urusan kementrian audit. Dan ia hanya bertanggung jawab pada Ratu. Ia tidak akan berkata apapun pada siapapun. Tapi Bi Dam meyakinkan Yu shin Ia tidak akan membiarkan orang tidak bersalah dihukum. Kim Yu shin tahu itu. Bi Dam berkata jika situasinya tidak seperti yang diharapkan auditor tidak akan menahan orang2. Setelah mereka yakin tidak bersalah, maka mereka akan dilepaskan.

Kim Yu shin berkata ia hampir saja membiarkan perasaan pribadinya menutupi penilaiannya, karena seo ji anak buahnya maka ia sangat cemas. Yu shin minta Bi dam mengerti. Bi Dam tersenyum ia juga sering dituduh sengaja menangkap orang tapi apa yang bisa ia lakukan, ini panggilan tugas. Kim Yu shin berkata ini hanya kegelisahan yang berlebihan dan minta Bi Dam meneruskan saja tugasnya dan Kim Yu shin pergi. Kim Yu shin tidak terlalu yakin.

Al Cheon melihat yu shin. Yu shin tanya apa Al cheon nyaman sebagai Kepala pengawal Istana. Al cheon berkata tugasnya ini membuat lesu dan tidak ada yang menyenangkan dan waktu berlalu seperti tertatih tatih. Kim Yu shin berkata itu terdengar seperti rintihan Al Cheon, kau pasti sangat merindukan medan perang dan berharap Al cheon bisa kembali bersama mereka. Al Cheon berkata saat Yu shin menjaga perbatasan karena ancaman Baekje, ia hanya menjaga keamanan ibukota ini tidak menyenangkan. Yu shin berkata keluhan Al cheon akan membuat Ratu ekstra hati2. Al cheon mendiamkan Yu shin dan Kim Yu shin berkata ia hanya bercanda dan pergi.

Yeom jong lapor pada Bi Dam, semua tersangka sudah ditahan dan menunggu ditanyai. Bi Dam tanya apa salah satu dari mereka dikurung. Yeom Jong membenarkan dan heran apa yang Bi Dam lukis. Bi Dam berkata ini sudah lama sekali sejak ia menggunakan huruf ini, sekarang otaknya sudah kabur. (BD mirip maminya, kalo lagi berpikir pasti corat coret, bisa melukis, atau menulis). Bi Dam sedang menulis menggunakan huruf Cina kuno, salah satu yang tertua dalam bahasa Cina.

Bi Dam berkata ini sudah selesai dan tanya Yeom Jong seperti apa ini. Yeom Jong melihatnya dan berkata itu seperti sandi rahasia. Bi Dam membenarkan dan ini adalah sandi yang sering digunakan orang2 Gaya untuk menyampaikan pesan. Yeom Jong tanya bagaimana Bi Dam bisa mengetahuinya. Bi Dam berkata ia sering memakainya. yeom Jong kaget.

(Bi Dam tahu dari Moon Noh, Moon Noh lahir th 538 adalah anak Putri Mun Hwa dari kerajaan Dae Gaya – Hwarang Segi)

Bi Dam ingat saat ia menangkap anak buah Bo Gya Hoe. Bi Dam berkata : Permainan dimulai. (persis maminya..)

Bi Dam memeriksa seorang prajurit yang dicurigai Jong Geum. Bi Dam meletakkan surat rahasia yang dibuatnya sendiri didepan Jong Geum dan tanya apa ia kenal orang yang bernama Chan Gi. Jong Geum tidak yakin. Bi Dam berkata dalam organisasi mereka, mereka tidak saling kenal? Jong Geum tanya mengapa ia ditanyai. Bi Dam berkata surat ini ditulis oleh Chan Gi (astaga..BD bertobat seblm terlambat..sigh, kaya kerasukan dia..). Jong Geum melihatnya dan tanya apa isinya. Bi Dam tersenyum, Jong Geum pasti tahu bagaimana membacanya. Bi Dam minta Jong Geum membacanya. Di kamar sebelah, Chan Gi tidak tahu apa yang terjadi di sebelahnya, padahal ia menempelkan telinganya mencoba mendengar, ia frustasi.

Bi Dam masuk ke ruangan Chan Gi dan berkata bahwa Jong Geum sudah mengakui semua. Bi Dam mengulang pemeriksaannya, ia berkata dalam organisasi mereka, mereka tidak saling mengenal. Bi Dam memperlihatkan surat yang dibuatnya, dan berkata ini ditulis oleh Jong geum. Sepertinya semua sudah berakhir dan minta Chan Gi mengakui. Letnan Chan Gi berkata ia tidak mengerti apa maksud Bi Dam. Bi Dam mengambil catatan itu dan berkata bahwa Jong Geum sudah mengaku, tulisan itu menyebut : Ga Ya Il Chon, artinya Ga Ya bersatu.

Bi Dam berkata Ga Ya adalah satu bidang.

Ratu memuji Kim Yu shin karena keberaniannya. Semua memuji keberhasilan dan kehebatan Kim Yu shin dan pasukannya. Yu shin berkata ini adalah dukungan semua pasukannya yang menjadi tulang punggung dan menyumbangkan percepatan pada hasilnya. Kim Yu shin berkata sejujurnya tidak ada yang hebat dari dirinya. Ratu mengerti semua sudah mengalami perubahan besar, terutama Go Do Hyungnim yang menjadi seperti sekarang, benar2 tidak dapat dibayangkan. Kim Yu shin membenarkan Go Do selalu membuatnya terkejut. Dalam pertempuran, kontribusi Go Do sangat besar. Ratu tersenyum dan ia menyebut Wyol Ya dan Seo Ji. Kim Yu Shin berkata mereka siap untuk memimpin pasukan ke medan perang dan memimpin pasukan mereka sendiri. Kim Yu shin berkata mereka adalah calon Komandan Utama di masa mendatang.

Ratu ragu2, Kim Yu shin terlalu percaya pada mereka. Kim Yu shin setuju jika ia tidak dapat percaya penuh pada anak buahnya, bagaimana ia dapat mempercayakan nyawanya pada mereka. Ratu tanya apa benar demikian. Yu Shin tanya apa Ratu tidak setuju dengan hal ini. Ratu berkata bagaimana bisa demikian,

Ratu : Aku, Deok Man memiliki rasa percaya besar pada bangsawan Yu Shin.

Jong Geum ditempatkan dengan tersangka lain yang tanya apa ia..Jong Geum meminta orang itu diam. Jong geum membuat tanda Yuk Ran Gwi, Jong geum mengangguk dan tersangka itu tanya apa yang sebenarnya terjadi. Yuk Ran Gwi adalah simbol kerajaan Gaya.

Jong geum tanya pada orang itu, dari cabang Bo Gya hoe mana ia berasal, Orang itu menjawab dari Pasar Timur. Ia tidak mengerti apa yang terjadi. Jong Geum berkata mereka harus memberi tanda anggota lainnya mengenai masalah mereka. Orang itu berkata salah satu dari mereka harus melarikan diri. Ia punya ide dan tanya apa akan berhasil. Jong Geum setelah mendengarnya berkata ini bisa dicoba.

Lalu Jong Geum berkata pada penjaga sudah selesai dan minta pintunya di buka. Tersangka itu kaget krn ditipu, ia semakin kaget saat melihat Bi Dam dan Yeom Jong memuji Jong Geum ia sudah bekerja dengan baik. Jong Geum adalah mata2. Bi Dam berhadapan dengan orang itu bukankah ia sudah berkata sebelumnya ia tidak tahu apa2, dan berkata : Mari kita mulai lagi dari awal dan mulai menanyainya.

Kim Yu shin pergi setelah bertemu Ratu, Ratu memandang Yu Shin dari jauh dengan Al Cheon disampingnya. Al Cheon berkata Kim Yu Shin adalah seseorang yang patut dipercaya dan Yu Shin sudah sangat matang dan pasukannya adalah inti negri ini. Setiap kali Al Cheon ingat pertempuran di benteng Ah Mak, ia tahu waktu sangat berpengaruh pada seseorang.

Ratu berkata pada Al Cheon, ia akan pergi ke kementrian Audit. Al Cheon heran, Ratu seharusnya istirahat di kediamannya dan tanya apa alasan Ratu. Ratu berkata ia harus bertemu Bi Dam. Sementara itu Bi Dam selesai dengan investigasinya. Yeom Jong tanya bagaimana mereka akan menyelesaikan ini. Bi Dam berkata ia akan menemui Ratu dan pergi. (masih sehati juga..)

Kim seo Hyun berdiskusi dengan keluarganya. Bi Dam dan kementrian Auditnya sekarang menjadi pembicaraan di seluruh kota karena gosip miring dan rumor. Kim Yu Shin berkata memang sejak awal Ratu menempatkan Bi Dam dalam Kementrian Audit untuk menggunakan sumber daya anak buah Mi Shil menjadi lebih efisien dan juga sebagai alat memonitor mereka. Kim Seo Hyun tanya apa benar berhasil menekan mereka atau justru mereka menjadi pihak Bi Dam. Kim Yu shin berkata cara2 mereka mungkin akan membangkitkan salah paham publik. Kim Yu shin meyakinkan orangtuanya, bahwa Bi Dam tidak punya motif jahat.

Lalu Go Do datang. Yu shin heran mengapa Go Do datang malam2. Go Do, Dae Pung, dan Guk San Heun memberi hormat dan terlihat cemas. Go Do lapor bahwa Letnan Chan Gi sudah ditahan Menteri Audit.

Kim Yu shin kaget. Guk San Heun berkata Chan Gi baru saja tiba dari medan perang, ini benar2 tidak adil. Go Do berkata kementrian audit terlalu berani. Dae Pung berkata Kim Yu Shin harus bertindak. Guk San Heun berkata bukan dari kementrian pertahanan saja, tapi Kementrian Tarif dan Pajak, Dapur Istana, Gubernur Administrasi..mereka sudah menahan banyak orang. Kim Seo Hyun berkata ia akan mengadakan sidang dan memeriksa lebih detil lagi.

Wyol Ya mendapat laporan bahwa Chan Gi, Jong Geum, Ilju, Do Geon, Yong Ha sudah ditangkap oleh Kementrian Audit. Wyol YA tanya apa kesalahan mereka. Pelapor itu tidak tahu, tapi mereka yang ditangkap sepertinya..Wyol Ya tanya apa karena itu Seo Ji ditangkap, ia pikir hanya kesalahan. Pelapor membenarkan tapi sekarang situasinya menjadi ke arah ini, tidak tahu apa akan menemukan sesuatu. Wyol Ya mengerti dan minta orang itu ekstra hati2. Wyol Ya berjalan dan tiba2 ia disergap oleh petugas audit. Yeom Jong muncul.

Para kapten Hwa Rang mengeluh pada Yu Shin dan Yu Shin tanya apa ini mengenai Menteri Audit. Deok Chung membenarkan dan berkata Bi Dam menyalah gunakan kekuasaannya dan sekarang benar2 melampaui batas. Bi Dam mungkin melakukan ini untuk menekan pengaruh Kim Yu shin yang meningkat. Deok Chung berkata Ratu harus mengerti situasi ini dan tanya apa Kim Yu Shin sudah memberitahu Ratu mengenai masalah ini. Im Jong membenarkan sebelum semuanya jadi tidak terkendali mereka harus menghentikannya.

Kim Yu shin akan menemui Ratu, saat ia melihat Wyol Ya dikelilingi Yeom Jong dan petugas audit. Wyol Ya terlihat marah. yeom Jong memperlihatkan tanda pengenal dan tanya apa Wyol Ya menolak ikut ke kementrian audit. Wyol Ya marah, ia adalah Hwa Jang Gun dalam kementrian pertahanan jika Yeom Jong mau menangkapnya lalu minta Jenderal Auditor yang menangkapnya sendiri. Yeom Jong minta Wyol Ya mengikuti instruksinya. (Hwa Jang Gun = BrigJen)

Kim Yu shin muncul dan tanya apa yang terjadi. Wyol Ya memberi salam pada Yu Shin. Yeom Jong berkata mereka punya surat penahanan yang dikeluarkan Bi Dam untuk membawa Wyol Ya ke kementrian Audit untuk diperiksa. Kim Yu shin tanya kejahatan yang dilakukan Wyol Ya. Yeom Jong berkata ia tidak berhak mengatakannya. Wyol Ya komplain, bagaimana ini bisa terjadi. Yeom Jong berkata ini adalah hukum dan jika Wyol Ya menolak maka ia harus berhadapan dengan Ratu. Yeom Jong berkata bahwa kementrian audit tidak pernah menangkap orang yang tidak bersalah, dan meyakinkan mereka jika dalam pemeriksaan nanti mereka terbukti tidak bersalah maka mereka akan dilepas.

Joo Bang berkata pada Kim Chun Chu bahwa kementrian audit mulai menangkapi orang2. Suasana di istana sangat kacau apalagi karena banyak yang ditangkap dari kementrian pertahanan. Joo Bang berkata bahwa insiden ini membuat kedua departemen bersitegang. Kim Chun Chu berkata mereka tidak tahu sumbernya , tapi tanpa ijin Ratu, Kementrian Audit tidak akan melakukan ini.

Kim Chun Chu berkata bahwa kementrian audit tidak akan keluar dari batas tanggung jawabnya dan Kim Yu shin akan menghadapi situasi yang sama. Masalahnya jika kedua belah pihak tidak menemukan kesalahan, mengapa mereka menciptakan atmosfir yang seperti ini. Joo Bang tanya apa alasan Ratu menyetujui ini. Kim Chun Chu tanya Bi Dam dan Kim Yu shin, siapa yang akan lebih dipercaya Ratu?

Yeom Jong mengawal Wyol Ya. Go do dan Im Jong menghadang mereka, Yeom Jong memanggil bantuan. Yeom jong tanya apa Im Jong akan mencampuri urusan kementrian audit. Im Jong tanya apa alasan mereka menangkap Wyol Ya. Kemarin Seo ji, sekarang Wyol YA. Apa yang mereka rencanakan. Go Do berteriak minta penjelasan dari Yeom Jong apa kesalahan teman mereka. Go Do skr Komandan jadi sama dengan Yeom Jong. Yeom Jong berteriak balik ke Go Do dan Go Do akan memukul Yeom jong. Kim Yu Shin datang dan melerai mereka dan minta mereka pergi. Im Jong berkeras tapi Yu shin meyakinkan mereka ia akan berbicara dengan Bi Dam. Salah jika mereka turun tangan. Im Jong dan Go Do patuh dan pergi.

Kim Yu SHin bertemu Bi Dam. Yu Shin berkata atmosfir di istana benar2 kacau, banyak keluhan melawan Bi Dam dan kementriannya. Apa Bi Dam mengerti. Bi Dam berkata bahwa pengawasan dan audit metode ini selalu menciptakan dan secara alamiah menyebabkan rasa tidak nyaman diantara orang2. Kim Yu Shin tanya apa kesalahan Wyol Ya. Bi Dam berkata tidak peduli kantor mana atau prestasinya, dia sudah mengurus masalah dengan benar dan adil. Bi Dam tidak akan menggunakan hubungan pertemanan untuk melakukan yang sebaliknya, yaitu mengampuni kementrian pertahanan. Kim Yu shin berkata mereka prajurit yang baru saja kembali dari medan perang dan apa Bi Dam sudah mempertimbangkan ini untuk moral pasukan ?

Bi Dam tanya moral pasukan atau bukannya moral pasukan Kim Yu shin? Bi Dam berkata ia bertindak di bawah perintah Ratu. Jika Yu Shin ragu katakan saja pada Ratu dan tanyakan secara pribadi untuk menyingkirkan keraguanmu.

Ratu sedang merenung. Al Cheon datang dan berkata Yu Shin mohon ingin bertemu. Ratu mengijinkan Yu Shin masuk. Kau datang, kata Ratu. Yu shin minta maaf tapi Wyol Ya ditahan oleh menteri Audit. Menteri Audit berkata ia bertindak atas perintah Ratu. Kim Yu Shin tanya mengapa Wyol Ya pantas ditangkap dan atas tuduhan apa. Kim Yu Shin tanya jika anak buahnya terlibat kesalahan maka secara alamiah dia harus bertanggung jawab. Kim Yu shin tanya apa tuduhan yang dikenakan pada Wyol Ya. Wyol Ya adalah pejabat tinggi dalam tentara Silla yang baru saja pulang dari medan perang.

Ratu : Wyol Ya..kau harus menyingkirkan dia..tidak..kau perlu..menyingkirkan Gaya..
Kim Yu shin kaget dan Al Cheon melihat ke arah Yu Shin.
Kim Yu Shin : Yang Mulia, apa maksud anda?
Ratu berdiri dan melihat ke arah Yu Shin. Bangsawan Yu Shin, Aku sudah menurunkan perintah dan meresmikan hukum yang melanggar kecurigaan dan diskriminasi terhadap keturunan rakyat Gaya dan memberikan keturunan GAya banyak kebaikan untuk menduduki posisi penting di administrasi dan penugasan dan kemudian mengembalikan mereka ke tanah mereka sebelumnya dan meringankan pajak karena mereka dulu sudah banyak menderita agar mereka dapat hidup lebih baik…Apa kau tidak menyadarinya?

Kim Yu Shin : Saya sadar betul. Tapi..untuk apa Anda menyebut ini..
Ratu: Mengapa..Bo Gya Hoe masih melakukan aktivitas di bawah tanah ?

Kim Yu Shin kaget.

Ratu : Apa kau mengaku bahwa mereka sudah tidak aktif dan diserap masuk ke dalam kementrian pertahanan.
Kim Yu Shin : Lalu orang2 yang sudah ditangkap semalam oleh auditor ?
Ratu : YA, mereka semua anggota Bo Gya Hoe, ditanam sebagai mata2. Pemimpin organisasi itu bukan lain adalah Wyol Ya. Yu Shin : Yang Mulia!

Ratu : Bangsawan Yu Shin..Gaya..kau harus..harap tinggalkan.

Sekutu Mi shil menganalisa situasi. Ha Jong tanya jika Yu shin meninggalkan Gaya lalu apa. Seol WOn Rang menebak Yu Shin tidak akan pernah mampu meninggalkan Gaya. Mi saeng berkata Kim yu Shin sudah sejauh ini karena berpegang pada Gaya dan sebaliknya jika minta ia membuang GAya atau membiarkan Wyol Ya ditahan dan tidak melakukan apapun, melihat karakter Yu Shin, ia pasti melakukan sebaliknya.

Seol Won membenarkan, Gaya dulu adalah pendukung Yu shin, sekarang pendukung itu menyerang balik. Seol Won berkata untuk orang2 yang sudah menderita begitu lama dan kemudian diperlakukan sebaliknya akan membuat keresahan diantara mereka, mereka akan merasa tidak aman. Tapi untuk membubarkan mereka juga bukan hal mudah.

Ha Jong berkata Bi Dam benar2 orang yang menakutkan. Bo Gya Hoe akan dilihat sebagai ancaman bagi keamanan nasional, jadi akan membenarkan tindakannya dalam masalah ini, jadi ia bisa menyerang Kim Yu Shin. Ha Jong berkata bahwa Bi Dam mulai berubah seperti seseorang, orang yang sangat ia rindukan. Seol Won Rang berkata ia juga melihat kemiripannya. Mi saeng berkata pada Seol Won apa strategi ini akan berhasil. Seol won Rang berkata bahwa Bi Dam mengurus masalah ini dan bermain dengan anggapan bahwa Kim Yu shin tidak akan pernah meninggalkan Gaya. Kemudian mereka hanya tinggal melihat bagaimana reaksi Kim Yu Shin. Mereka hanya perlu menunggu dan melihat.

Ratu dan Yu Shin.

Ratu : Apa kau sudah jelas ? Bangsawan Yu Shin ?
Kim Yu shin berlutut di depan Ratu. Al Cheon : Sangjanggun !

Yu shin : Yang Mulia..jika ini benar, maka Wyol Ya sudah terlibat kejahatan besar tapi..sejak lama keturunan Gaya sudah menderita dan ditekan dan diperlakukan dengan kecurigaan dan diskriminasi, inilah mengapa dia sangat gelisah dan resah yang membuat ini terjadi dan ia tidak akan punya niat yang lain.

Ratu melihat ke arah Yu Shin. Yu Shin : Yang Mulia..Yang Mulia..hamba dengan berani memohon pada anda..rakyat gaya.. Ratu marah

Ratu : Rakyat Gaya!!!..dalam dunia ini sekarang dimana ada rakyat Gaya yang kau maksudkan..Semua hanya bisa menjadi rakyat Silla..rakyatku.

Kim Yu Shin kaget, Yang Mulia.. Yang Mulia!

Ratu : Bi Dam!!

Bi Dam : Ya dan ia mendekat. Ya Yang Mulia memanggil hamba ?

Ratu : Bagaimana perkembangannya ?

Bi Dam : Kami sudah menemukan Bo Gya Hoe yang baru dan pemimpin mereka adalah Wyol Ya. Mereka sudah menyatakan diri mereka dan kami sedang menangkap mata-mata Bo Gya Hoe dari setiap departemen.

Bi Dam melihat ke arah Kim Yu shin yang sedang berlutut.

Bi Dam : Yang Mulia..Jenderal Auditor ingin mengajukan permohonan..jika Wyol Ya adalah pemimpin Bo Gya Hoe..maka sudah wajar jika kami harus memeriksa hubungan Sangjanggun Kim Yu shin dengannya untuk menemukan kebenaran.

Kim Yu shin melihat ke arah Bi Dam dan Bi Dam senyum. (arrgh..ini anak..)

Bi Dam : Harap yang Mulia menurunkan perintah anda untuk penyelidikan kami berkaitan dengan Sangjanggun.

Ratu Seon Deok dipaksa untuk mengambil keputusan.

Queen Seondeok Episode 53

Ratu kesal sekali, seseorang yang sudah menerima kebaikannya akan “menggigit” tangannya seperti ini. Ini merendahkan mandat yang diterima Ratu.

Seo ji menerima pemberitahuan dari petugas bahwa Wyol Ya sudah ditangkap. Orang itu berkata Wyol Ya memerintahkan Seo Ji untuk lari, ia memberikan kunci pada Seo Ji. Orang itu berkata ia akan membantu Wyol YA lari dan minta seo ji hati2. Petugas membawa Wyol Ya keluar dari kementrian Audit. Penjaga tanya Wyol Ya mau dibawa ke mana, ke kediaman Bi Dam untuk ditanyai. Mereka berhasil keluar, tapi dihadang Yeom Jong.

Yeom Jong tanya kemana ia akan membawa Wyol Ya, ke kediaman Bi Dam. Yeom Jong ragu apa benar ini perintah Bi Dam. Petugas itu membenarkan. Yeom Jong mengerti dan membiarkan mereka pergi. Saat mereka akan pergi, tiba2 Yeom Jong mengarahkan pedang ke leher petugas itu. Yeom Jong berkata Bi Dam sedang bertemu Ratu, apa kau mau membohongiku! Wyol Ya lepas dari ikatannya dan mengambil pedang si petugas dan menendang Yeom Jong dan mereka lari. Yeom Jong meminta bantuan. (Tirza: aku curiga..I smell something fishy..)

Seo ji juga berhasil keluar dari kamar tahanannya dan keluar dari kantor kementrian Audit, ia menjadikan penjaga sebagai tawanan dengan menggunakan pisau. Seo ji melarikan diri. (aduh ..knp lari..). Petugas mengantar Wyol Ya ke kuda dan Wyol Ya lari. Seo Ji akhirnya bertemu Wyol Ya dan naik ke kuda. Yeom Jong mengejar dan memerintahkan agar gerbang ditutup. Salah satu penjaga adalah anak buah Bo Gya Hoe, ia memukul temannya dan membiarkan Wyol Ya dan Seo ji lari. Yeom Jong teriak untuk membuka gerbang dan mengejar tapi penjaga menutup dan mengunci gerbang. Yeom Jong membunuh orang itu.

Sementara, Bi Dam memohon Ratu untuk memerintahkan penyelidikan atas keterlibatan dengan Bo Gya Hoe. Kemudian Yeom Jong menghadap dengan panik dan memanggil Bi Dam. Bi Dam tanya ada apa, mengapa mengganggu. Yeom Jong berkata Wyol YA dan Seo ji melarikan diri dari kementrian Audit. Bi Dam : Apa? Yeom Jong berkata dept Audit disusupi oleh mata2 Bo Gya Hoe.

Ini membuat Ratu tidak punya pilihan lain. Ia memberikan perintah untuk menyelidiki Kim Yu Shin dengan Bo Gya Hoe dan pergi dengan sedih. Al Cheon mengikuti Ratu. Kim Yu Shin melihat ke arah Bi Dam. Bi dam tersenyum sinis.

Bo Jong berkata mereka sudahmengerahkan petugas untuk mengawasi Kim Seo Hyun dan pergerakan Kim yu shin. Yeom jong berkata mereka juga mengawasi Go do, Guk San Heun, Dae Pung, dan yang Gil dan orang2 terdekat mereka. Seol Won Rang berkata didalam Seorabeol pasti ada cabang Bo Gya Hoe. Mereka akan mulai mencari mata2 Bo Gya Hoe dan mengusir mereka dari istana. Kemudian menanyai orang2 yang tertangkap. Bi Dam tidak terlalu tertarik dengan laporan ini. Seol Won tanya apa yang dipikirkan Bi Dam, Bi Dam berkata bukan apa2. Dan minta mereka menjalankan saja yang sudah dilaporkan. Bi Dam tanya di mana Kim Yu shin, yeom Jong menjawab ia ada di ruang pemeriksaaan.

Kim Yong Chun dan semua menteri berdebat bagaimana bisa Bo Gya Hoe ada di semua kementrian, bahkan kementrian Audit. Ho Jae berkata jika mereka berhasil lari, berarti seluruh istana ada mata2 Bo Gya Hoe. Kim yong chun membela Kim yu shin, tapi bangsawan Sueulbu berkata faktanya yang tidak terbantah, Kim Yu Shin adalah keturunan Gaya. bangsawan Jujin berkata saat ini masalahnya adalah apakah neraca kekuatan akan bergerak ke mana. Kim Yong Chun tidak mengerti, Jujin berkata, Kim Yu shin dan Bi Dam adalah dua timbangan di sisi kanan dan kiri neraca, bukankah mereka adalah tangan kiri dan kanan Ratu ? Sekarang tangan kiri menyerang tangan kanan. Kim Yong Chun berpikir apa Bi Dam sedang merancang sesuatu. Bangsawan Jujin tertawa, siapa yang akan tahu. (Tirza; well, Kim Yong chun ini sebenarnya saudara tiri Bi Dam kan, jgn2 ia pro Bi Dam juga..tp kelihatannya ngga)

Deok chung berdiskusi dengan para Hwarang, akhirnya Bo Ga Hoe menjadi pukulan balik untuk Kim Yu Shin. Im Jong berkata terlalu dini untuk berspekulasi. Phil Dan berkata meskipun Bi Dam dan Kim Yu shin teman dekat tapi melihat cara Bi Dam menyelidiki kasus ini, benar2 berat. Seon Yeon tanya bagaimana moral kementrian pertahanan, Deok Chun berkata sejak Kim Yu shin ditahan, pasti tidak akan senang. Dari awal hubungan Dept Pertahanan dan dept Audit selalu tegang.

Kim seo hyun mendapatlaporan Wyol Ya dan seo ji berhasil lari. Guk San heun membenarkan mata2 yang menyusup di dept Audit yang melarikan mereka.Putri Man Myeong berkata apa mereka benar2 membangun kembali Bo Gya Hoe. Kim Seo Hyun berkata jika demikian, Kim Yu Shin tidak bisa menghidar untuk menjadi sasaran kecurigaan. Dae Pung membenarkan bahwa Kim Yu shin sekarang sudah ditahan oleh Auditor. Putri Man Myeong mencemaskan Kim Yu shin. (iya, dulu ditangkap maminya, skr anaknya ..)

Kim yu shin berkata pada Bi Dam bahwa ia tidak pernah memiliki ambisi atau motif melawan aturan Ratu, kenyataan ini, Bi Dam harus tahu dan jelas. Bi Dam tanya mengenai ambisi…motif..hal itu tidak begitu saja ada. Kim Yu shin tanya apa maksud Bi Dam, masalahnya kata Bi Dam bukan Yu Shin sebagai pribadi tapi pengaruh yang diwakili Yu Shin, atas tanah yang ia taklukkan, para pendukung dan kelompok2 yang memberikan bantuan mereka pada Yu shin dan apa sebenarnya agenda misterius mereka, ini adalah fakta penting. Kim Yu shin tidak yakin apa maksud Bi Dam.

Kim Chun Chu tanya pendukung dan kelompok kekuatan? Ratu menjelaskan pada keponakannya bahwa Kim Yu shin sekarang bukan lagi hanya nama seseorang tapi mewakili kelompok kekuatan yang besar dengan kekuasaan luas. Ratu berkata ini dua hal yang berbeda, ia harus mempercayai Kim YU Shin sebagai pribadi atau sebagai wakil dari kelompok kekuatan tertentu. Ratu berkata Kim Yu Shin terikat oleh Gaya. Kim Chun Chu berkata Gaya adalah asal Kim Yu shin dan ia tidak akan bisa melepaskannya, pasti tidak bisa.

Kim Yu shin kaget, Bi Dam ingin Kim Yu shin sendiri yang menumpas Bo Gya Hoe? Bi Dam berkata jika Kim Yu Shin setuju, dan menerimanya, ia akan mengembalikan masalah ini kembali kepada Ratu. Kim Yu shin merasa sulit. Bi Dam berkata bahwa Kim Yu shin adalah keturunan Gaya dan pemimpin Bo Gya Hoe sudah dipastikan adalah Brigjen Wyol Ya dan ia benar anak buahmu. Lebih lagi ia melarikan diri. Ini benar2 ancaman besar. Bi DAm berkata Kim yu shin harus menghancurkan Bo Gya Hoe dengan membawa kepala Wyol Ya sebagai trophy.

Kim Yu shin berkata apa Bi Dam tidak berpikir bahwa kepala Wyol YA akan membangkitkan Wyol YA2 yang lain? Jadi usaha Ratu untuk menyatukan keturunan gaya dengan silla akan sia2 belaka. Bi Dam tanya apa Kim Yu shin takut kehilangan akarnya. Bi Dam berkata, ia dan juga Ratu tidak ingin kehilangan Kim Yu shin tapi Kim Yu shin harus memisahkan diri dari Gaya dan kekuatan pendukungnya. Dan memulai lagi dari awal.

Kim Chun Chu berkata masalahnya selalu terletak pada keseimbangan skala kekuatan. Ratu tanya apa itu. Sekarang ada 2 kekuatan yaitu Kim Yu shin dan Bi Dam. Meskipun tidak disebut tapi mereka salaing memeriksa dan menyeimbangkan satu sama lain, sebenarnya ini yang diinginkan Ratu pada awalnya. Kim Chun Chu menjelaskan sekutu Mi shil sekarang dikumpulkan oleh Bi Dam dan sekarang dapat dukungan karena posisi Jenderal Audit dan kenyataan banyaknya jumlah bangsawan kelas bawah yang terikat hubungan dengan Bi Dam. Chun Chu berkata jika mereka kehilangan Kim yu Shin, keseimbangannya akan rusak dan akan melenceng dengan agenda Bi Dam sendiri. Hal sama juga jika Kim Yu shin menang, maka dapat dipastikan skenario yang sama akan menimpa Bi Dam.

Ratu berkata maka ia harus membiarkan Bo Gya Hoe dan tidak melakukan apa pun? Kim Chun Chu berkata bukan ia yang dapat memutuskan. Ratu berkata Chun Chu tidak belajar mengenai baik atau buruk dan terus berdebat. Chun Chu berkata semakin ia belajar, semakin kabur batas antara benar dan salah. Chun Chu berkata saat ini Kim Yu shin dan kekuatannya harus dan tidak dapat dilemahkan. Ratu tahu kebenaran itu dari Chun Chu dan ia tahu itu menyakitkan.

Yeom jong menemui Bi Dam . Bi Dam berkata bahwa Kim Yu shin tidak tahu apa2 sebelumnya. Sepertinya Bo Gya Hoe dipimpin oleh Wyol Ya sendiri. Yeom jong berkata ini akan rumit. susah menemukan Wyol Ya sekarang. Tahanan Bo Gya Hoe paling susah dicari. Yeom Jong berkata sulit menahan satu dari mereka. Bi Dam : Menahan ? siapa bilang kita harus menahan Bo Gya Hoe?

Bo Gya Hoe mengadakan latihan perang. Seo ji menemui Wyol Ya dan memberi daftar yang masih tersisa. Wyol Ya berkata ini semua yng ada di istana? Wyol Ya membakar daftar nama itu. Ia tidak peduli jika harus mati atau hanya satu yang bertahan. Wyol Ya hanya perlu persentase anggota mereka yang bertahan. Seo ji berkata mereka sudah membuat Kim Yu shin dalam masalah besar. Pasti sekarang Yu shin ditahan Menteri Audit. tentu saja karena Kim yu shin sejak dulu tahu mengenai Bo Gya Hoe. Wyol Ya berkata inilah alasan mengapa ia harus bisa melarikan diri tanpa kegagalan. seo ji kaget dan Wyol Ya tersenyum.

yeom Jong mendesak apa maksud Bi Dam tidk akan menahan Bo Gya Hoe. Bi Dam : mereka mungkin tidak akan menangkap mereka. Yeom jong tanya apa yang ada di pikiran Bi dam. Bi Dam : Mengapa Wyol Ya melarikan diri? karena ia pemimpin Bo Gya Hoe ? Jika demikian kata Bi Dam, ini akan membuat Kim Yu shin dalam bahaya besar. Mungkin karena ingin menyelamatkan diri. Semua ini demi Gaya. Bagaimana jika jawaban yang sebenarnya adalah mereka akhirnya dapat menentukan siapa yang akan menjadi Penguasa Gaya. Bi Dam tanya siapa yang akan menjadi Penguasa ? yeom Jong, bukankah Kim Yu shin? Bi Dam : Pasti Kim Yu shin akan menolak tawaran Wyol Ya dan kenyataan ini aku yakin jika Wyol Ya terus mendesak Kim Yu shin, maka akan ada gesekan diantara mereka. Keduanya akan mendidih.

Kim Yu shin akan menolak dan tidak setuju dengan tawaran tapi di saat yang sama, keturunan Gaya akan menekan wyol YA. Yeom Jong lalu mengapa mereka masih melarikan diri dan meninggalkan Kim Yu shin dalam bahaya? Bi Dam berkata jika ia mengulang pertanyaan maka jawabannya akan muncul dengan sendirinya.

seo Ji kaget bahwa Wyol Ya bermaksud memaksa Kim Yu Shin melalui masa susah. Wyol Ya berkata saat ini Kim Yu shin bersumpah pada Ratu dan menolak takhtanya sendiri tapi sekarang Bo Gya Hoe diekspos, jadi Wyol Ya bisa lari dan rakyat Gaya pasti akan menangkapnya. Seo ji tanya apa ini untuk memaksa Kim Yu shin mengubah pikirannya. Pikiran Yu Shin sulit diubah, tapi situasi ini akan memaksanya. Situasi yang akan terus berulang jika Kim Yu shin selalu menolak takhta. Seo ji, situasi akan menjadi…Wyol Ya akan menjadi kerusuhan yang berkepanjangan.

Yeom Jong kaget bahwa situasinya akan memburuk, itu adalah metode satu2nya dari Wyol Ya untuk membujuk Kim Yu shin dan memaksanya untuk mencapai mimpinya sendiri. Yeom Jong tanya apa tindakan Wyol Yaselanjutnya…

Wyol Ya : Mereka harus membantu Yu shin lari. Jika Yu Shin berhasil lari dari kementrian Audit ini akan menjadi ancaman besar. Seo ji berkata melihat karakter Yu Shin, apa ia setuju, bahkan jika mereka berhasil, apa ia akan mengikuti keinginan mereka. Wyol Ya tertawa ia pasti akan dibunuh oleh Kim Yu shin tapi bagaimanapun jika sekali Yu Shin lari, Kim Yu shin tidak akan bisa kembali.

Bi Dam membenarkan, Wyol Ya pasti akan membantu Yu Shin lari (he’s smart..), Jika Kim Yu shin lari maka tidak akan dapat disangkan lagi keterlibatannya dengan Bo Gya Hoe. Bi Dam berkata ini yang direncanakan Wyol Ya untuk Yu shin. Bi Dam berpikir ini akan menarik.

Ratu menemui Yu Shin dalam ruang Kementrian Audit. Mereka duduk berhadapan. Ratu berkata ia akan memberikan pasukan untuk membawa pulang kepala Wyol Ya padanya. Yu shin berkata jika ia melakukan itu, kebaikan dan jasa Ratu selama ini untuk keturunan Gaya akan sia2. Ratu berkata jika ia tidk melakukan ini, ia akan kehilangan Kim Yu shin. Yu shin tanya apa mereka akan mengulang sejarah lagi ? Itu adalah saat dimana Mi shil mencoba memaksa Ratu mengorbankan keturunan Gaya. Yu Shin berkata ia sekarang ada di sisi Ratu karena Ratu teguh memilih keturunan Gaya, Ratu akan tetap merangkul keturunan Gaya.

Ratu berkata ia melakukan itu, tapi sebagai Penguasa negri ini, ia tidak akan membiarkan keberadaan Bo Gya Hoe. Yu shin berkata bahkan jika Wyol Ya mati, akan bangkit Wyol Ya lainnya dan akan membuat Bo Gya Hoe meningkat dan keturunan Gaya akan bergabung dengan Bo Gya Hoe.

Yu shin berkata keturunan Gaya sudah menderita lama, jika mereka ditekan lagi itu akan membuat Ratu sulit diterima sebagai Penguasa mereka. Ratu berkata Kim Yu shin hanya memikirkan kepentingan keturunan Gaya. Ratu tanya apa Yu shin tidak memikirkan keselamatan pribadinya dan bahkan juga…apa Yu shin pernah memikirkan tentang aku dan apa yang mungkin ia pikirkan. Yu shin gagal mengendalikan ana buahnya dan kesalahannya tidak kecil dan Kim Yu shin bisa menderita karena hukuman mulai penurunan status dan jabatan, penyitaan properti, Yu shin akan menerima penghukuman. Kim Yu shin berkata Ratu boleh membuangnya tapi Ratu harus merangkul keturunan Gaya bagaimanapun juga. Ratu kaget dan ia menghela nafas.

Ratu berpikir keras di kediamannya. Bi Dam mengumumkan kedatangannya. Bi Dam tanya apa Ratu sudah menemui Yu shin. Ratu membenarkan. Bi Dam berkata insiden Bo Gya Hoe membuat istana kacau dan harus ada yang bertanggungjawab. Ratu diam saja. Bi Dam mendesak Ratu agar memberi jawaban. Ratu berkata pada Bi Dam, Kim Yu shin tidak bersalah dan tidak ada hubungan dengan Bo Gya Hoe. Bi Dan harus mengatakan Bo Gya Hoe dipimpin oleh Wyol Ya tapi dewan berpikir lain dan Bi Dam gelisah dengan masalah ini bahwa Ratu akan disusahkan karena masalah ini. Ratu berkata Bi Dam mengerti kesusahannya tapi mengapa Kim Yu Shin tidak sensitif dan menyadari kesulitannya bahwa hatinya sangat cemas dengan masalah ini dan Kim Yu shin tidak peduli dengan perasaannya bahwa Yu shin tidak mengerti. Ratu berkata ini benar2 mengecewakan.

Yeom jong tanya apa mereka perlu memindahkan Yu shin keluar istana. Bo Jong berkata jika informasi ini bocor maka mereka akan mencoba melarikan Yu shin. Bo Jong berkata mata2 Bo Gya hoe mungkin masih aktif di dept Audit. Seol Won berkata mereka akna megeksploitasi ini untuk kepentingan mereka. Seol Won berkata jika informasi ini bocor, maka mereka akan memberi kesempatan mata2 ini melakukan pemindahan dan Bo Gya Hoe akan muncul menyelamatkan Yu shin, ini kesempatan bagus menangkap mereka semua. yeom Jong memuji strategi Seol Won Rang.

Ha jong masuk dalam keadaan mabuk dan tanya strategi apa dan memuji Seol Won memang ahli strategi yang bagus. Seol won tanya mengapa Ha Jong minum lagi. Ha jOng berkata ia harus melakukan dengan minum. Bo Jong minta Ha Jong untuk mengendalikan diri, Bi Dam akan segera datang. Ha Jong berkata siapa yang tidak kenal Jenderal Auditor yang punya kekuasaan besar selain Bi DAm. Lihatlah itu semua adalah anak buah Bo Gya Hoe ketakutan semua. Pengaruh mereka meningkat setelah insiden Bo Gya Hoe ini.

Bi Dam masuk dan Seol Wonminta Ha Jong tenang. Seol won memberi salam pada Bi DAm. Ha Jong tidak dapat berdiri dengan benar untuk memberi salam. Ha Jong berkata ia sedang memulai untuk berbicara mengenai rencananya untuk menawarkan kebaikan pada Bo Gya hoe.

Bo Jong mencoba menghentikan Ha Jong. Bi Dam berkata jangan, aku rasa itu ide yang berguna. Bi Dam berkata Ha Jong dan dirinya punya kesamaan pikiran. Ia akan menawarkan bantuan pada Bo Gya Hoe. Bi Dam minta nama2 mata2 Bo Gya Hoe di dept mereka dan siapa saja mereka. Yeom Jong menyebutkan nama2, ada 3 orang. Bi Dam minta Yeom Jong agar memberikan masalah pemindahan Kim Yu shin pada mereka. Yeom Jong heran. Bo Jong tanya apa Bi dam ingin membasmi Bo Gya Hoe. Bi Dam : tidak bukankah tadi akau sudah berkata akan memberikan jasa pada mereka. Seol Won tanya apa jasa itu adalah Kim Yu shin ? Bi Dam berkata keberadaan bo Gya Hoe benar2 membantu kementrian Audit. Kim Yu Shin akan menyeberangi jembatan dimana tidak ada jalan kembali.

Yu Shin dikawal keluar istana, ia melihat istana terakhir kalinya. Joo Bang memberi laporan pada Kim Chun Chu. Chun Chu merasa aneh mengapa tiba2. Joo Bang berkata apa ini bukan karena Wyol Ya sudah berhasil keluar,maka untuk mencegah mata2 Bo Gya hoe melarikan Yu shin, maka Yu shin dipindahkan keluar istana. Kim Chun chu tanya berapa banyak orang. Joo Bang : berapa banyak..? Kim Chun Chu: berapa orang yang diperintah mengawal Kim Yu shin? Joo Bang berkata sekitar 10 orang. Kim Chun Chu berkata maka jika kau adalah Bo Gya Hoe, bukankah ini adalah kesempatan untuk membebaskan Kim Yu shin.Joo Bang berkata ya ia pasti melakukan itu. Kim Chun Chu curiga mengapa mereka hanya menugaskan 10 orang. Joo Bang sadar, apa ini dimaksudkan agar Bo Gya Hoe membebaskan Yu Shin ? Chun Chu membenarkan. Joo Bang masih bingung dan Kim Chun Chu pergi dengan bergegas.

Kim Yu shin dikawal Bo Jong. Salah satu penjaga membuka borgol Yu shin, Yu shin waspada dan tanya apa yang ia lakukan saat panah mulai menyerang mereka. Bo Jong dan anak buahnya menghadapi mereka. Seo ji datang dan melepas Kim Yu shin. Kim Yu shin marah dan tanya dimana Wyol Ya. Seo ji berkata tidak ada waktu dan minta Yu Shin mengikutinya. Mau tidak mau Yu shin mengikuti Seo ji. Bo Jong melihatnya dan ia senang karena tujuannya berhasil.

Kim Chun Chu masuk ke dept audit dan ia melihat San Tak, San Tak tanya apa keperluan Kim Chun Chu. Kim Chun Chu tanya apa Kim Yu shin meloloskan diri, San Tak kaget Kim Chun Chu tahu masalah ini. Bo Jong lapor semua sesuai rencana. Bi Dam memuji kerja mereka dan sekarang saatnya Ratu tahu insiden ini.

Ratu tanya Joo Bang bagaimana ini bis terjadi, ini terjadi saat pemindahan. Semua mendadak, juga terdengar bahwa orang yang bertugas memindahkan Yu shin adalah mata2 Bo Gya Hoe. Ratu shock. Joo Bang berkata ada 3 pengawal yang merupakan mata2 dan sepertinya semua sudah diprediksi. Ratu tidak mengerti bagaimana hal ini bisa terjadi. Joo Bang jga tidak tahu dan Ratu menyimpulkan ini perbuatan Bi Dam dan tanya dimana Bi Dam.

Bi Dam berkata pada deptnya bahwa Kim Yu shin sekarang adalah musuh negara Silla. Seol Won berkata tidak ada bukti yang menghubungkan Kim Yu shin dengan Bo Gya Hoe. tapi merekasudah membunuh penjaga dan membawa lari Yu Shin. Ini juga sudah menjadi bukti. Bi Dam berkata bahwa Kim Yu shin adalah seseorang yang pergi ke tempat yang tidak ada jalan kembali. (Buk Su Bui Ban)

Bi dam berkata Yu shin tidak bisa melakukan apapun. Bi Dam tanya apa semua sudah disiapkan, Bo Jong berkata Mi saeng akan mengumpulkan mereka untuk rapat malam ini.

Di rumah yeom Jong, semua bangsawan tingkat rendah berkumpul. Mi saeng mengumumkan kedatangan Bi Dam dan semua berdiri menghormat. Bi Dam masuk dan duduk. Bi Dam mengucapkan terima kasih karena mereka sudah berkumpul. Bi Dam menyatakan Kim Yu shin pahlawan Silla telah terbukti bersekongkol dengan Bo Gya Hoe. Bi Dam berkata di saat ini Silla memerlukan dukungan anda semua. Bi Dam minta Jujin untuk memperhatikan kementrian pertahanan dan tanya bagaimana pendapat Jujin mengenai proposal menteri pertahanan itu. Ia akan merekomendasikan pada Ratu. Jujin senang sekali. Bi Dam berkata ia akan mengajukan ini pagi hari di sidang. Semua harus mengatakan pada Ratu situasinya tidak menguntungkan dan Bi Dam tidak akan melupakan kebaikan yang kalian berikan malam ini. Sekutu Bi DAm mulai senang.

Pagi harinya di ruang sidang, semua menyerang Kim Yu Shin. Jujin Berkata meskipun Yu SHin memiliki sajarah yang hebat dalam peperangan tapi mereka tidak bisa begitu saja meremehkan ini. Mi Saeng meminta Ratu untuk menyatakan Kim yu Shin sebagai musuh negara dan ayah Kim Yu Shin juga tidak bisa dipercaya lagi memegang posisi pimpinan departemen Pertahanan. dan ia harus turun dari jabatannya. Ho Jae juga mendesak agar posisi pemerintahan yang dipegang keturunan Gaya diambil. Ratu didesak untuk segera membuat keputusan.

Kim Yu Shin menarik Wyol Ya dan tanya bagaimana ini bisa separah ini. Wyol Ya minta maaf pada Kim Yu Shin atas penipuannya. Kim Yu Shin memukul Wyol Ya. Seo ji ingin melerai tapi kena pukul juga. Kim Yu shin tanya apa mereka tulus dan apa ini persekutuan itu mengapa mereka bisa menipunya dan mencurangi teman sendiri. Wyol Ya berkata ini mengenai 60 ribu keturunan Gaya. Wyol Ya berkata Kim Yu shin juga memiliki kepentingan dan Yu shin harus mau melindungi dan merangkul keturunannya. Bukankah isterinya sudah memberinya sorang putra. Wyol Ya berkata jika satu nyawa begitu penting, coba pikirkan 60 ribu nyawa keturunan Gaya. Kim Yu Shin tanya lalu apa. Bukankah Ratu sudah jelas memberikan semua kebaikan untuk mereka. Apa pernah Ratu mengabaikan mereka. Wyol Ya membantah, apa Ratu akan hidup selamanya. Siapa yang akan menjamin bahwa Ratu tidak akan berubah pikiran dengan tiba2.

Jika hanya Wyol Ya saja mungkin masih bisa percaya Ratu tapi bagaimana jika kepercayaan ini salah perhitungan apa yang akan terjadi dengan 60 ribu nyawa itu.

Wyol Ya tidak sekalipun meragukan Ratu tapi Wyol Ya perlu bersiap untuk rencana tambahan jika ada. Kim Yu shin tanya lalu sekarang apa yang akan dilakukan. Tidak ada alternatif lain menyatakan Penguasa Gaya. Kim Yu Shin : maksudmu aku ?

Wyol Ya berkata Yu shin harus menjadi Raja dan bukan yang lain. Yu shin berkata ia tidak punya ambisi itu. Seo ji dan wyol Ya terus membujuk Yu Shin. Sebaliknya Yu Shin mengundang mereka kembali pada Ratu. Menonaktifkan Bo Gya Hoes dan menerima penghukuman dan kembali pada Silla. wyol Ya heran bagaimana Kim Yu Shin bisa senaif itu.

Kediaman Kim Seo hyun dijaga pengawal dari dept Audit dan mereka menjadi tahanan rumah. Putri Man myeong percaya Yu Shin tidak bersalah. Kim Seo hyun pusing karena faktanya Bo Gya Hoe melarikan Yu shin. Kim Seo Hyun berkata dimana mereka sekarang yang sudah meneteskan darah dan keringat untuk mencapai tingkat ini. Putri Man Myeong dapat merasakan penderitaan Gaya.

Guk San heun tanya ada apa, Go Do berkata Yu Shin sudah mengorbankan usahanya dan hidupnya untuk Gaya, Bo Gya Hoe dan negri ini Silla, bagaimana mereka dapat menuduhnya melakukan kejahatan. Guk San heun berharap Kim Yu shin segera kembali agar bisa membuktikan ia tidak bersalah. Dae Pung berkata bahkan jika Yu Shin kembali, pasti ia akan mendapat masalah karena sekarang ia adalah musuh negara. Guk San heun berkata apa mereka hanya duduk2 saja disini dan melihat ini berlalu di depan mereka tanpa melakukan sesuatu? Go Do memukul meja dan pergi dengan marah. (wee..scary Go Do..)

San Tak menghentikan Go Do dan tanya ia mau kemana. Go Do berkata ia akan kebelakang dan tanya mengapa. Go Do maju, tapi petugas Audit menahan langkahnya. Tapi Go Do menyeret mereka jadi San Tak melepaskan Go Do.

Ratu berpikir dan Bi Dam berkeras, ia pikir ini sangat disesalkan terjadi pada Kim Yu Shin tapi ini adalah masalah keamanan nasional. Ratu berkata ini alasan ia perlu memutuskan Kim Yu Shin sebagai musuh negara. Bi Dam berkata malam sebelum Ratu dinobatkan, mereka sudah berdiskusi mengenai prinsip menjadi Penguasa dan apa Ratu sudah lupa. Bi Dam mengingatkan Ratu bahwa Ratu akan selalu ketat dan keras dengan pembantunya sebagai tanda menjadi Penguasa yang besar. Maka Kim Yu Shin yang dunia tahu sebagai pembantu terbesar Ratu harus diadili dibawah prinsip dan jika tidak sesuai dengan prinsip ini maka menjadikan Yu shin sebagai lawan dalam sidang dan akan menenangkan orang di bawah pemerintahan Ratu yang adil.

Ratu berkata Bi Dam benar dan akurat dan semua argumennya tidak melanggar prinsip2 kebenaran dan mengacu padanya. Tapi prinsip2 itu harus dipertimbangkan. Mereka harus memikirkan ketakutan apa yang muncul dari antara bangsawan dengan meningkatnya popularitas dan kekuatan Kim yu Shin. Ratu tanya pada Bi Dam apa pendapat Bi dam mengenai masalah ini. Bi Dam berkata bahwa jika ada kepentingan pribadi seseorang melawan prinsip itu, ini adalah situasi yang bisa dikenali. Ratu melihat ekspresi Bi Dam dan mereka terlihat menemui jalan buntu dengan ketegangan terasa di udara. (oh come on you two..)

Mi Saeng berkata Bi Dam benar2 orang yang hebat. Mi Saeng menambahkan saat kemenangan ada di pihak Kim Yu shin, apa yang dilakukan Bi dam jelas bahwa ia tidak ingin ada di bawah bayang2 oarng lain. Sekarang posisinya terbalik dan menguntungkan mereka. Seol won membenarkan ini tidak melanggar kebenaran dan senang dengan hasilnya ini sangat membantu perkembangan mereka. Ha Jong membenarkan, ikatan darah itu berpengaruh.

Im jong dan Phil Dan berlutut di depan Ratu, mereka tidak mengerti bagaimana Ratu bisa menyatakan Kim Yu shin sebagai musuh negara. Im Jong berkata Ratu adalah orang pertama yang mengerti karakter Kim Yu shin. Deok Chung berkata jika ia bertanggung jawab untuk suatu kesalahan, itu hanya karena ia tidak mampu mengatur anak buahnya. Im Jong berkata apa kesalahan ini pantas untuk menyatakan Kim Yu Shin sebagai musuh negara. Ini tidak adil untuk yu Shin. Ratu memerintah mereka untuk pergi. Ratu tidak ingin mendengar permohonan mereka. Deok Chung, Phil Dan, Im Jong tetap terus memohon pada Ratu, agar mempertimbangkan keputusannya. Ratu jelas terlihat marah.

Joo Bang dan Kim Chun Chu membicarakan masalah yang semakin kacau ini. Mereka mengerti posisi Kim Yu shin. Joo Bang berkata tanya saja pada setiap orang yang mengenal Kim Yu shin, pasti mereka sepakat tuduhan yang dijatuhkan pada Yu shin sangat konyol dan tidak masuk akal. Chun Chu berkata ini berat Kim Yu Shin dilarikan anggota Bo Gya Hoe, belum lagi penjaga yang dibunuh. Ini adalah tuduhan berat. Joo Bang berkata Kim Yu shin menghabiskan waktunya di medan pertempuran sepanjang hidupnya demi silla.

Kim Chun Chu berkata ini adalah rencana Bi Dam yang sudah diperhitungkan dengan matang dan ia mengumpan Kim Yu Shin masuk ke perangkapnya. Joo Bang dengan tulus memohon Kim chun Chu untuk membujuk Ratu jika masih ada kemungkinan untuk menolong Kim Yu shin. Kim Chun Chu berkata Bo Gya Hoe adalah organisasi bawah tanah dan Kim Yu shin diduga terlibat dan sekarang ada bukti kuat. Bi Dam akan terlihat sebagai orang yang menggunakan hukum untuk mengadili dan membenarkan tindakannya, ia hanya menjalankan tugas. Kim Chun Chu merasa Bi Dam melakukan ini dengan sengaja. Dan tidak ada cara untuk membuktikan sebaliknya. Joo Bang merasa ini tidak adil. Kim Yu shin mendapat tuduhan palsu. Joo Bang berkata Kim Yu shin tidak memiliki ambisi politik, ia hanya memberikan kesetiaannya dan ketulusannya pada apapun. Kim Chun Chu memikirkan kata ketulusan. Joo Bang membenarkan itu ketulusan. Kim Chun chu tahu sekarang jawaban untuk Yu Shin adalah ketulusannya.

Al Cheon mengumumkan kedatangan Kim Chun Chu. Ratu menyambut Chun Chu. Ratu langsung tanya pendapat Chun Chu mengenai masalah ini. Kim Chun Chu berkata bahwa masalah ini menyangkut masalah keamanan negara dan kepentingan publik. Dari perspektif Bi dam dan pendukungnya, ini adalah alasan yang dapat dibenarkan. Ratu : lanjutkan. Chun Chu menambahkan, bagaimanapun di tahun2 akhir ini tidak ada seorang pun yang memiliki jasa dan kemuliaan seperti Kim Yu shin. Bukan saja ia mendapat popularits tapi juga dalam kementrian pertahanan dn dari kementrian yang lain dan rakyat sangat menghargai dan menghormati Kim Yu Shin tapi kemudian tiba2 sebuah perintah memutuskan ia menjadi musuh negara, ini akan membawa konsekuensi kekacauan yang tidak bisa dikatakan.

Kim Chun chu berkata ada kelompok bangsawan yang terancam atas popularitas Kim Yu Shin. Bukan karena mereka ingin mengikuti Bi Dam tapi lebih karena mereka ingin berpihak pada orang2 yang takut dengan popularitas Kim Yu shin. jadi apabila Kim Yu shin menjadi musuh negara. Maka Bi Dam tidak akan ada lawannya. Ratu tanya apa Kim Chun Chu punya saran, Kim Chun Chu tidak punya. Ratu tanya mengapa. Kim Chun Chu berkata jika Kim Yu Shin tidak kembali maka ia adalah musuh negara tapi jika Kim Yu shin kembali, ia akan menyerah dan ditangkap untuk ancaman berat maka ia tidak punya pilihan ia tidak bisa kembali. Ini adalah strategi Bi Dam yang hebat (Geum Gam Gye atau strategi berlian, sangat teliti dan tidak ada kesalahan )

Ratu : Strategi berlian ? KIm Chun Chu berkata berlian atau intan adalah batu yang paling keras dan tidak ada cacatnya. Sehingga strategi ini sangat hebat. Ratu tanya apa benar tidak ada cara memecahkannya. Jika Yu Shin menyerahkan diri, ada sedikit harapan mereka masih dapat percaya. Tapi tetap sulit. Karena Kim Yu Shin juga manusia yang dikendalikan oleh emosi. Ratu tanya apa maksudnya. Kim Chun Chu menjawab …Bi Dam dan Ratu duduk merenung dan Ratu tanya Kim Yu shin..apa tidak ada cara lain untuk memecahkan ini.

Ratu masuk ke ruang sidangnya dan ia duduk. Ratu memandang para menteri, pejabat, dan anggota dewan. Ratu berkata Raja Jijeung sudah memberikan motto yang menentukan negri ini sebagai tujuannya. Yaitu membawa era baru dan mimpi untuk menguasai ke 4 penjuru, kemudian Raja Jinheung juga mewarisi impian yang sama untuk menyatukan 3 negara menjadi satu termasuk kerajaan Gaya dan menyatu dengan Silla. Maka Ratu dalam kepemimpinannya akan merangkul keturunan Gaya sebagai bawahannya dan menghapus diskriminasi dan kecurigaan diantara mereka. Tapi mereka sudah merespon dengan mendirikan organisasi bawah tanah Bo Gya Hoe. Itu sebabnya Ratu memutuskan bahwa anggota Bo Gya Hoe, Brigjen Wyol ya dan Komandan seo ji dan juga Sangjanggun Kim Yu shin adalah musuh negara sebelum Ratu dapat melanjutkan kata2nya, Al Cheon masuk berteriak dan berlari dalam ruang dan lapor bahwa sekarang di In Gang Jeon…Ratu shock mendengarnya.

Yeom Jong masuk dan lapor pada Bi Dam bahwa Kim Yu shin sudah kembali. Bi Dam tidak terlalu tertarik mendengar Kim Yu shin kembali untuk menyerahkan diri. Kim Yu Shin berjalan di kawal Go Do dan nangdo yang lain ke In Gang Jeon. Kim Yu shin berlutut.

Kim Yu Shin : Yang Mulia! Sangjanggun Kim Yu shin ..datang untuk menerima penghukuman apapun..hamba berharap dapat bertemu dengan Yang Mulia.

Go Do dan semua nangdo berteriak mereka harus bertemu Ratu. Ratu datang, pintu gerbang terbuka dan ia berjalan dan Kim Yu shin berdiri untuk memberi hormat pada Ratu. Lalu Kim yu Shin berlutut lagi, Ratu tersenyum tipis atas kembalinya Kim Yu shin. Ratu ingat kata2 Kim chun Chu, tidak ada cacat untuk menghancurkan jalan buntu ini tapi akan terlalu susah karena Kim Yu Shin juga manusia dan cemas dengan masa depannya. Kim Chun Chu berkata ketulusan. Hanya kejujuran dan kebenaran dari suatu ketulusan. Kim Chun Chu meyakinkan Kim Yu shin tidak akan melenceng dan terus mengikuti jalan yang benar tidak peduli halangan apapun di depannya. Itulah ketulusan Yu shin. Ini yang dikatakan Yu shin pada Putri Cheon myeong saat mereka muda.

Kim Chun Chu melihat Yu Shin dan ingat Joo Bang berkata Kim Yu Shin tidak pernah tahu atau memiliki ketertarikan politik atau ambisi..tindakannya selalu dipenuhi ketulusan. Kim Chun Chu berkata orang ini tidak akan memusingkan rancangan2 politik dan Ratu menambahkan bahwa ia selalu berusaha mencari keadilan dan ketulusan dan tidak ada yang bisa menggoyahkannya.

Kim Yu shin : Yang Mulia ! Sangjanggun Kim YU Shin..datang menghadap untuk menerima hukuman apapun..Harap turunkan perintah untuk penghukuman terberat untuk hamba atas kejahatan yang dituduhkan!

Ratu : Apa yang kalian tunggu? Tangkap penjahat Kim Yu shin segera!

Pengawal menghunus pedang untuk melaksanakan perintah Ratu. Ratu berbalik dan melangkah pergi dan berhenti lalu tersenyum.

Ratu : Penghargaanku…dan terima kasih..Yu Shin.

Queen Seondeok Episode 54

Ratu pergi, Al Cheon mengikutinya. Kim Yu shin berserah pada nasibnya. Ratu berhenti sejenak dan berkata ini benar Kim Yu shin tidak tahu apa2.

Kim Yu shin diborgol. Bi Dam menanyai Yu Shin, Yu shin pasti tahu dimana Wyol Ya sekarang. Bi Dam minta Yu shin mengatakannya. Yu Shin diam saja. Mengapa kembali? Kalau tidak mau mengungkapkan keberadaan Bo Gya Hoe? Mengapa Yu shin kembali pada Ratu. Ratu datang. Bi Dam dan Kim Yu shin berdiri menghormat. Ratu minta Bi Dam keluar dulu. Saat Bi Dam akan keluar, Ratu berkata Bi Dam benar. Ratu berkata Kim Yu shin mengakui kejahatan Bo Gya Hoe, tapi masih melindunginya, Bi Dam keluar setelah senang dengan apa yang ia dengar.

Ratu berkata bukankah ini sangat serakah dan egois, apa Kim Yu shin pernah memikirkan betapa susahnya pilihan untuk pengambilan keputusannya? Ratu tanya apa Yu Shin menginginkan takhta Silla. Kim Yu shin kaget dengan perkataan Ratu, jika tidak mengapa Yu shin melindungi Bo Gya Hoe yang minta Yu shin meraih takhta. Penguasa mana yang akan membiarkan organisasi bawah tanah seperti Bogya hoe tetap ada. yu Shin berkata Ratu ada benarnya mengenai Bo Gya Hoe, tapi harus dipetimbangkan keturunan Gaya, jika Ratu gagal membuat keturunan Gaya setia padanya, maka penyatuan Silla akan gagal. Yu shin tidak ingin keturunan Gaya disingkirkan dan ia juga tidak berharap Ratu akan memerintah Gaya dengan kebencian. Yu Shin memohon pada Ratu.

Ratu berkata rakyat Gaya harus berintegrasi dengan Silla tapi tidak termasuk Bo gya Hoe. Ratu memanggil Bi dam. Bi Dam masuk dan memberi hormat. Ratu memerintah Bi Dam untuk mengerahkan tenaga mencari Wyol Ya dan Bo Gya Hoe. Bi Dam mengiyakan. Kim Yu shin kaget.

Wyol Ya heran mengapa Yu shin menyerahkan diri. Seo ji membenarkan. Wyol Ya kesal dimana ia bisa bertemu orang sebodoh itu. Seo ji tanya lalu apa yang harus mereka lakukan. Wyol Ya memerintahkan untuk meneruskan pengawasan pada situasi di istana dan semua pergerakannya dan jika ada konsekuensi yang mungkin timbul mereka harus bersiap. Seo ji mengerti.

Kim chun Chu tanya apa keputusan Ratu mengenai Kim Yu Shin. Ratu terlihat kesal. Chun Chu mengingatkan, jika Kim Yu shin tidak ada maka keseimbangan kekuatan akan bergeser ke Bi Dam dan sekutunya dan mereka tidak boleh membiarkan ini.

Ratu merasa Bo Gya Hoe ingin menjadikan Yu Shin sebagai Raja, dan apa Kim Chun Chu berpikir ia terlalu mempercayakan militer Silla pada satu orang saja. Kim Chun Chu membenarkan, tapi apa jadinya jika Bi Dam menguasai dewan? Ratu berkata apa Kim Chun Chu mengerti mengapa ia harus membasmi Bo Gya Hoe.

Ratu berkata ia sangat percaya Kim Yu Shin, tapi masalahnya adalah pada penggantinya kelak. Penggantinya harus bisa mengendalikan semua, istana, dewan, militer, tidak peduli itu Kim Yu Shin atau Bi Dam atau orang lain. Kim Chun Chu adalah Jingol, biarpun ia mengaku keturunan Putri Cheon Myeong pun jika Chun Chu tidak mempunyai kemampuan mengatur negri ini atau dewan, kau akan susah naik takhta. Tidak peduli tanganmu berlumuran lumpur atau darah atau dengan Bi Dam dan Kim Yu Shin, Kim Chun Chu harus menguasai dan mengatasi mereka sehingga takhta aman dalam tangannya.

Ratu berkata pada Kim Chun Chu, dia harus keluar dari bayang2nya dan menuju ambisi besar untuk menguasai 3 negara. Semua intrik politik membuat Ratu kesal karena memperlambat proses penyatuan 3 negara.

Dalam sidang Ratu memerintahkan Kim Yu shin diturunkan dari jabatannya dan dikirim ke perbatasan. Yaitu ke Wu San Guk (sekarang Pulau ulleung)

Ho Jae berkata biarpun ini sangat berat tapi pengucilan ini sangat keras. Bangsawan Jujin berkata mereka harus mempertimbangkan jasa militer Kim Yu Shin. Phil Dan menambahkan Yu shin kembali dan menyerahkan diri. Baek Eui berkata tidak ada bukti Yu shin terlibat dengan Bo Gya Hoe, sedang Seol Yun berkata Kim Yu shin adalah Sang Janggun mereka, jadi harus diselidiki lebih lanjut lagi. Ratu berkata tidak akan ada penyelidikan lagi. Ratu memerintahkan agar Kementrian Audit membersihkan operasi Bo Gya Hoe dan kementrian lain harus memberikan bantuan untuk Auditor.

Al Cheon berkata pada Yu Shin ia sudah diasingkan. Al Cheon berkata Ratu bukannya tidak percaya pada Yu Shin tapi Ratu marah pada Yu Shin. Ratu memberikan kepercayaan-nya pada Bi Dam dan Kim Yu Shin sebagai tangannya untuk melaksanakan tugas Ratu menjaga kualitas hidup rakyat. Al Cheon berkata, semua ini bisa hancur karena Kim Yu Shin yang keras kepala. Kim Yu Shin mengerti kebodohannya. Al Cheon tanya mengapa Yu Shin menolak menyingkirkan Wyol YA. Kim Yu shin berkata tidak peduli itu Ratu atau Al Cheon, Yu Shin malu bertemu mereka.

Go Do merasa ini omong kosong semua. Anak buah Kim Yu Shin menyatakan ketidak puasan mereka. Im Jong bahkan berkata bahwa Komandan pasukan berencana untuk mengajukan petisi pada Ratu. Go Do tidak yakin kekuatan petisi itu. Ia lebih tidak mengerti mengapa Ratu melakukan ini pada Kim Yu Shin. Guk San Heun dan Dae Pung berkata mereka harus menemui Ratu secara pribadi.

Putri Man Myeong berlutut di luar kediaman Ratu. Ratu bertanya apa tujuan Putri Man Myeong. Ibu Kim Yu Shin memohon hukuman Ratu pada Yu Shin terlalu berat dan tidak adil. Ratu minta Putri Man Myeong pergi. Putri Man Myeong tanya bagaimana Ratu bisa begitu kejam menyingkirkan Yu Shin. Go Do, Guk San Heun dan Dae Pung datang dan ikut berlutut. Putri Man myeong minta Ratu mempertimbangkan jasa2 Yu shin selama ini. Guk San Heun dkk juga tahu persis Kim yU SHin tidak akan pernah mengkhianati Ratu.

Ratu tanya apa mereka pikir ia menghianati Kim Yu Shin? Go Do berkata bukan itu maksud mereka, tapi Ratu sudah..Ratu berteriak pada mereka, Kim Yu Shin adalah orang yang melanggar batas disini. Apa hanya Ratu yang harus mengerti Yu Shin, kenapa Yu Shin tidak mengerti dirinya. Mengapa Kim Yu Shin menolak menyerahkan mereka dan membuatnya dalam posisi sulit. Ratu kembali ke kediamannya dengan marah. Go Do dll berteriak pada Ratu. Putri Man Myeong kecewa.

Bi Dam datang menghadap Ratu yang masih kesal. Bi Dam tanya Kim Yu Shin tetap di Seorabeol atau Ratu mungkin merasa terlalu berat. Bi Dam mencoba menenangkan Ratu dengan mengulurkan tangannya ke arah Ratu tapi Ratu minta Bi Dam menyingkirkannya. Maksud Ratu Kim Yu shin, dan bukan tangan Bi Dam, Ratu berkata mengingat Bo Gya Hoe sudah mengacaukan istana, Ratu minta Bi Dam mengajukan rencananya. Bi Dam mengerti dan Ratu pergi.

Joo Bang menemui Go Do yang kesal. Joo Bang menghibur Ratu tidak punya pilihan lain. Guk San Heun berkata mereka adalah pasukan Kim Yu Shin, jika Kim Yu Shin tidak ada lagi disini tidak ada artinya mereka tetap di kementrian Pertahanan. Joo Bang memarahi mereka, bodoh! Tutup mulut kalian dan tetap di tempat. Suasana sudah kacau tidak perlu ditambahi dengan ocehan kalian. Dae Pung tanya apa Joo Bang sudah tidak punya hati. Go Do kesal dan meminta Joo Bang minggir. Joo Bang mengeluh, anak2 itu tidak mengerti apapun. (Tirza: Joo Bang semakin bijak..ia tahu hati Ratu)

Yeom Jong berkata Ratu menugaskan Bi Dam menyusun ulang SDM di istana, bukankah berarti Ratu sangat percaya pada Bi Dam. Mi Saeng berkata ini kesempatan untuk menyarankan ikatan pernikahan. Ha Jong berkata setiap kali masalah ini diajukan, akan berakhir dengan penolakan. Mi Saeng berkata manusia itu akan berubah dengan waktu, siapa tahu dan Mi Saeng melihat Bi Dam (berarti selama ini setiap mrk usul agar BD mengajukan pernikahan, BD menolak? hehe) Bi Dam berkata agar mereka menyiapkan proposal penggantian jabatan. Seol Won berkata, Bangsawan Jujin sebagai Menteri Pertahanan dan Al Cheon sebagai SangJanggun dengan Phil Dan.

Bangsawan Do Yeol di benteng Bi Sa dan Bangsawan Seong Chun di Benteng Hando.

Ratu merenung, Al Cheon berkata Kim Yu Shin akan segera berangkat, apa Ratu tidak ingin melihatnya sekali saja. Al Cheon mengingatkannya saat di benteng Ah Mak. Saat Ratu masih sebagai nangdo, ia tidak akan meninggalkan seorang pun. Al Cheon berkata ini sama dengan Yu Shin. Ratu minta Al Cheon berhenti membujuknya. Al Cheon mengerti dan mengundurkan diri.

Joo Bang masuk dan memberi hormat pada Al Cheon dan Ratu. Joo Bang berkata yang diperintahkan Ratu sudah dilaksanakan. RAtu mengerti. Joo Bang tanya apa Ratu baik2 saja. Ratu berkata ia tidak apa2. Ratu berkata Joo Bang ada disini skr untuknya. Ratu dengan menyebut Joo Bang dengan panggilan “Hyungnim” dan minta agar Joo Bang jangan meninggalkannya. Joo Bang berkata Ratu seharusnya memikirkan keadaannya saja, mengapa Ratu tidak mengadakan pernikahan Kerajaan dengan Kim YU shin.

Kim Yu shin berangkat menuju pengasingannya. Bi Dam mengirimnya dengan rahasia, sekilas Bi Dam memperlihatkan kesedihannya. Paginya Bi Dam memberikan proposal reorganisasi SDM pada Ratu. Ratu melihatnya, Bi Dam berkata Bangsawan Jujin yang paling cocok untuk menjadi Menteri Pertahanan. Bi Dam sudah memindahkan semua keturunan Gaya dari pemerintahan dan mengenalkan orang2 baru untuk merevitaisasi dewan. Ratu membenarkan. Kim Yong Chun menghadap Ratu. Kim Yong Chun, Kim seo Hyun, Kim Chun Chu masuk karena dipanggil Ratu. Ratu berkata setelah kejadian dengan Kim Yu Shin, mereka harus menata ulang SDM di istana. Bi Dam senyum.Ia merasa Ratu menyetujui proposalnya. Ratu memutuskan bahwa Sang Yang Gong, Sang Gong, dan Dae Gong akan dibawah perintah Kim Chun Chu. Kim Chun Chu akan mengambilnya sebagai Nae Sang dan akan dipromosikan pada tingkat Yi Chan. (Nae Sang = Dept Dalam Negeri, Yi Chan = pejabat tigkat 2, setingkat dibawah Sangdaedeung atau Perdana Menteri)

Kim Chun Chu menerimanya dan akan bekerja sebaik mungkin. Untuk Kementrian Pertahanan Ratu memutuskan akan dijabat Seol Won Rang. Ratu membebas tugaskan Kim Seo hyun. Kim Seo Hyun tetap dalam dept pertahanan hanya akan diawasi oleh Seol Won Rang. Kim Seo hyun harus menerima keputusan ini. Kementrian Audit harus terus menyelidiki Bo Gya hOe dan juga menambahkan penyelidikan pada situasi di Baekje dan Goguryeo. Bi Dam harus menelan pil pahit. Ratu berkata mulai sekarang, kementrian Audit dan Pertahanan akan melapor pada Sangdaedeung Kim Yong Chun dan Nae Sang Sa Shin Kim Chun Chu.

Kim Yong Chun berkata kementrian Audit ada dibawah Ratu. Ratu berkata waktu itu audit dilakukan hanya untuk mengendalikan kondisi dalam sidang tapi kementrian audit sangat efsien dan bagus sehingga melebihi apa yang diharapkan, oleh karenanya kementrian Audit harus fokus pada perkembangan Baekje dan Goguryeo. (berarti bukan audit lagi dong Ratu, itu namanya intelijen, CIA, SAS, atau MOSSAD gitu.. )

Bi Dam berbicara pribadi dengan Ratu. Mengapa Ratu memutuskan spt itu. Ratu berkata sekarang yang lebih penting adalah situasi di Baekje dan Goguryeo. Bi Dam tanya apa Ratu tidak mempercayainya, Kim Yu Shin salah tapi mengapa ia disingkirkan dan disisihkan. Bi Dam berkata Yu Shin tidak lagi disini tapi ia tetap saja tidak bisa berada di sisi Ratu untuk melayaninya. Bi Dam berkata kesetiaannya pada Ratu sungguh2, apa Ratu tidak bisa melihatnya.

Ratu berkata ia tahu, bukan itu saja Ratu tahu Bi Dam menginginkannya dan bahkan Bi Dam mengidolakannya. Bi Dam tanya lalu ? Ratu tanya apa Bi Dam tahu apa yang paling membuatnya iri pada Mi Shil? Itu karena Mi shil tidak pernah menjadi Penguasa. Mi Shil hanya memainkan perasaan cinta dan memasuki ikatan demi ikatan pernikahan agar ia bisa meningkatkan pengaruhnya. Tapi untuk Ratu, jika ia ingin melakukan itu, ia hanya membuat kontroversi dan masalah.

Ratu tanya apa Bi Dam bermaksud memintanya mendukung Bi Dam naik takhta? Ratu merasa Bi Dam ingin meraih takhta. Ratu berkata bukan berarti ia tidak memiliki emosi sebagai manusia dan perasaan dan akan senang jika seseorang mencintainya dan ia dapat bersandar pada orang itu untuk menenangkannya dan mendukungnya, memeluknya dengan hangat dengan dukungan sentimental atau pujian padanya. Apa Bi Dam pikir ia tidak menginginkannya.

Ratu berkata sentuhan hangat Bi Dam apa ia pikir Ratu tidak merasakannya, itu akan membuat hatinya berdebaran. Tiba2 Bi Dam memeluk Ratu yang menjadi kaget karena reaksi Bi Dam. Tapi Ratu ragu2 memeluk Bi Dam dan mendorongnya menjauh. Ratu : Tidak mungkin bagiku..Mengapa tidak bisa ? tanya Bi Dam. Ratu langsung berkata ia bukan lagi seorang wanita tapi ia hanya bisa menjadi untuk Bi Dam ..sebagai Penguasa.

Raja2 sebelumnya juga sama, mereka berkorban dan memberikan padaku tugas penting ini dan mimpi ini. Silla harus kuat tidak boleh berakhir, menguatkan kekuasaan kerajaan dan mencapai penyatuan 3 negara, dan sebelum itu, Ratu tidak akan pernah menjadi seorang wanita atau “aku”. Bi Dam tanya apa cinta itu ingin memiliki. Ratu minta Bi Dam jangan memaksanya memilih dan siapapun tidak akan dapat memilikinya selama ia masih memerintah. Bi Dam terlihat patah hati karena penolakan Ratu. Bi Dam pergi dengan sedikit kesal.

Ha jong kaget, Ratu menurunkan derajat kementrian Audit. Mi Saeng berkata sekarang mereka tidak bisa langsung disetujui Ratu. Harus melalui Nae SAng. Seol Won berkata Ratu menyadari setelah semua yang terjadi bahwa pengaruh Bi Dam menjadi sangat besar. Mi saeng berkata mereka ditugaskan membersihkan Bo Gya hoe dan jika gagal mereka yang harus bertanggung jawab. Yeom Jong berkata jika mereka gagal maka pembersihannya akan ke..Seol Won berkata Ratu akan memanggil Kim Yu Shin.

Ha jong berkata apa mereka perlu back-up plan? Mi Saeng setuju, hubungan Ratu dan Yu Shin tidak akan putus begitu saja. Ha Jong berkata di saat spt ini ibu selalu mengatakan..Mi saeng : “Seol won rang..selesaikan ini sendiri”. Yeom Jong memerintahkan anak buahnya membunuh Kim Yu shin.

Seol won Rang melihat pemandangan dari balkon, saat Ratu datang dan berkata Mi shil selalu menyukai pemandangan dari sini. Seol Won membenarkan. Ratu berkata jika bukan karena dukungan Seol Won, ia tidak bisa melakukannya. Seol won Rang berkata tanpa dirinya, Ratu akan melakukan sendiri dengan baik. Ratu berkata Mi shil benar2 sukses mengajar SDM terbaik. Ratu tanya pada Seol Won Rang apa kata2 terakhir Mi Shil sebelum ia meninggal pada Seol Won Rang, dan Ratu berkata tidak peduli apa itu dia dengan keras memberi peringatan jangan memanipulasi Bi Dam. Ini yang Ratu lihat, juga dari permintaan Mi Shil.

Yeom Jong mendatangi perbatasan dan mencari Kim Yu Shin. Seseorang menunjukkan ada tempat yan terpencil, mungkin ia ada disana. Yeom Jong mendekati pondok. Yeom Jong merasa aneh karena tidak ada penjaga. Yeom Jong masuk dan ternyata kosong. Ia kesal sekali.

Yang Gil dan Guk San Heun menemui Kim Yu Shin. Mereka membawa perintah Ratu, ternyata Ratu minta Yu Shin menyelidiki pasukan Baekje. Sebelah selatan Pallyangchi dan misi ini harus dilaksanakan secara rahasia.

Sebelum Yu SHin keluar dari istana, ia bertemu anak buahnya yang berkata Ratu sudah meminta mereka menyelidiki perbatasan Baekje. Mereka menunggu kedatangan Yu Shin, tapi Guk San heun dengan menyesal berkata setelah misi ini selesai, Kim Yu Shin harus melnjutkan pengasingannya.

Wyol Ya mendengar Kim Yu Shin akan memeriksa perbatasan Baekje. Wyol Ya minta Seo Ji terus melaporkan perkembangannya.

San Tak lapor pada Bi Dam, mereka sudah mengerahkan semua pasukan sebagai pengintai pasukan Baekje. Bi Dam minta Santak pergi dengan Bo Jong dan segera berangkat. Yeom Jong datang dan lapor bahwa Kim Yu Shin tidak ada di pengasingan. Bi Dam tanya apa Yu Shin melarikan diri dan heran bagaimana Yeom Jong tahu. Yeom Jong ragu2.

Bi Dam tanya bagaimana ia tahu dan menarik kerah Yeom Jong dan minta agar Yeom Jong menjawabnya. Aku pergi kesana. Bi Dam heran untuk apa kesana. Yeom Jong hanya tertawa (kill him…!! BD..!!) dan Bi Dam menarik Yeom Jong dengan kedua tangannya mengapa kau kesana? Yeom Jong melihat kesempatan emas untuk membunuh Kim Yu shin. Bi Dam mendorong YeomJong yang berusaha bernafas, Bi Dam merenung apa ini perbuatan Wyol Ya atau Ratu?

Kim Yu Shin, Guk San heun dan Yang Gil menghadang utusan Baekje dan membunuh mereka. Ada satu yang lolos, Yu shin mengejar dan tanya siapa namanya, Do Yeol dari istana. Yu SHin minta kata sandi dan tujuannya.

Kim Yu Shin tanya apa isi pesannya. Salah satu tentara belum mati, ia mengambil pedang saat Yu shin mengancam Do Yeol dan membunuh Do Yeol. Tapi orang itu dibunuh Guk San heun. Kim Yu shin memeriksa tubuh mereka untuk mencari informasi.

Di markas Baekje. Kim Yu shin, Yang Gil dan Guk San Heun bertemu dengan Gyebaek dalam samaran.

Gyebaek adalah Jenderal Baekje. Salah satu kalimatnya yang terkenal adalah “Aku lebih baik mati daripada diperbudak musuh.” Dia bahkan membunuh isteri dan keluarganya agar tidak jatuh ke tangan musuh ck..ck

Gyebaek tanya kata sandi Yu shin. Kim Yu Shin berkata : Bo Cha. Gyebaek minta Kim Yu Shin dan anak buahnya mengikutinya dan mereka akan bertemu Yoon Chung. (Jenderal Baekje yang lain)

Yoon chung merasa wajah Kim Yu shin asing dan tanya dari kesatuan mana mereka. Kim Yu Shin berkata ia Do Yeol dari pengawal istana. Yoon Chung tanya apa ia orang yang menang lomba balap kuda yang terakhir diadakan. Kim Yu shin engiyakan. Yoon Chun puas dan tanya apa pesan Yu Shin dari Raja. Raja minta Yoon Chung melaporkan perkembangan secara detil pasukannya. Yu Shin jelas bicara atas nama Raja Silla :)

Yoon Chung heran. Yoon Chun berkata Jend Gwan Pyeong sudah melaporkannya pada Raja. Kim Yu shin berkata setahu dia Jend Yeongun ada di Sangdansan. Yoon Chun berkata ia pasti salah, Yoon Chung mengetes Kim Yu Shin. Yoon Chung berkata semua sudah diproses sesuai rencana dan mereka akan membicarakannya dan membuat peta untuk operasi mereka dan ia minta Kim Yu shin pergi setelah 1 jam.

Yoon Chung memerintahkan Gyebaek untuk menyiapkan kuda yang baru untuk kurir, Kim Yu shin diajak makan oleh Gyebaek, ia memeriksa situasi. Gyebaek membuka peta, Yu SHin melihatnya ternyata peta Daeya kemudian Gae Mun Heuk.

Gyebaek menutup petanya dan melihat Yu Shin mengintip dari bahunya, Gyebaek tanya ada apa. Kim Yu shin berkata ia melihat diluar banyak tanah dan batu dan tanya akan dibuat apa itu. Gyebaek berkata untuk pertahanan. Kim Yu Shin tanya apa itu adalah formasi ganda. Gyabaek tertawa Yu shin benar2 pintar. Yu Shin tanya siapa yang akan memimpinnya. Gyebaek heran mengapa tiba2 tertarik dengan ini. Yu Shin berkata ia dengar formasi ini dapat menciptakan pelarian dengan cepat makanya ia sangat kagum. Gyebaek berkata ia yang akan memimpin. Daeya akan diserang. Karena Daeya sangat penting.

Yu Shin berkata untuk menaklukkan Daeya perlu waktu lama, Gyebaek membenarkan makanya mereka harus segera menyerang dengan cepat dan keras.

Ratu meninjau lahan pertanian dan Bong Gi melaporkan laporan tahunan hasil panen. Panen gandum lebih baik dari hasil sorgum. Ratu berkata hasil penelitian ilmuwan Deok Chong bahwa kacang2an akan mengembalikan kesuburan tanah itu terbukti dan cara terbaik. (kacang2an dapat mengembalikan nitrogen dalam tanah. )

Ratu memerintahkan untuk menanam kacang2an untuk membuat tanah tandus menjadi subur dan bisa ditanami. Bong Gi berkata jika mereka berhasil maka hasil panen tahunan akan meningkat dua atau tiga kali lipat dari tahun ini. Ratu membenarkan. Al Cheon berkata bahwa tanah sudah meningkat dengan cepat dan ada perbaikan yang signifikan. Juga jumlah petani yang independen. Tapi mengapa Ratu tidak kelihatan gembira. Ratu berkata ia senang dengan hasilnya hanya ia gelisah.

Bi Dam akan menemui Ratu dan bertemu Kim Chun Chu dan Kim Yong Chun. Kim Yong Chun tanya apa tujuan Bi Dam. Bi Dam melihat Ratu tidak ada. Chun Chu berkata Ratu keluar dan meninjau tanah pertanian dan bertemu Gong Bong Gae Sa Bong Gi. Bi Dam mengundurkan diri.

Bi Dam akan pergi saat Kim Yong Chun berkata jika Bi Dam ada yang mau dilaporkan pada Ratu, ia sekarang bisa melaporkannya pada Kim Chun Chu. Bi Dam lapor bahwa Kim Yu shin tidak ada di tempatnya dan tidak bisa ditemukan dimanapun. Bi Dam tidak tahu apa Kim Yu Shin benar pergi ke sana atau lari, ia masih mencari informasi. Kim Chun Chu mengerti. Ia akan lapor pada Ratu. Bi Dam akan pergi, tapi Kim Chun Chu memanggilnya dan tanya apa kementrian Audit tidak menerima pesan Ratu, mengapa dept audit mengirim orang kesana. Kim Chun Chu mengingatkan Bi Dam bukankah Ratu dengan jelas memberi mereka instruksi untuk membersihkan Bo Gya hOe.

Kim Chun Chu tanya dimana Wyol Ya, Bi Dam msh menyelidikinya. Bi Dam berkata Wyol Ya akan tahu persis dimana Kim Yu shin. Itulah mengapa ia mengirim orang untuk memeriksa Kim Yu shin.

Di markas Baekje, Gyebaek berkata Yoon Chung akan menemui Yu Shin. Yoon Chung minta Yu shin memberikannya sendiri pada Raja. Yu Shin mengerti. Yoon Chung minta mereka mengambilnya dan Kim Yu hsin hanya mengambil gulungan merah, itu membangkitkan kecurigaan mereka, saat Kim Yu shin akan pergi, mereka menghunus pedangnya. Gyebaek berkata pesan untuk Raja dikirim dalam gulungan hitam dan tanya bagaimana kurir Baekje tidak tahu itu.

Reaksi Yusin cepat sekali, ia mengambil gulungan hitam dan lari. Yu Shin dikejar. Yu Shin dikepung tapi tiba2 Bo Gya hoe menembaki mereka dengan panah. Wyol Ya dan Seo ji datang dengan pasukannya membantu Kim Yu Shin, Dae Pung dan Guk San heun.

Sementara itu Bo jong dan Santak juga menyusup dan menyamar sebagai tentara Baekje. Mereka mengenali Kim Yu Shin. San tak juga mengatakan orang disamping Yu shin adalah Wyol Ya. Bo Jong bingung apa yang dilakukan Yu Shin di perbatasan Baekje lebih2 bersama Wyol Ya, Seo Ji dan Dae Pung, Guk San Heun. Baekje memasang perangkap, tapi Yu Shin da Wyol Ya berhasil kabur.

Gyebaek menembaki mereka, Kim Yu shin menjatuhkan gulungan hitam. Yang Gil minta yu sin cepat dan Wyol Ya juga. Yu shin pergi tanpa gulungan hitam itu. Go Do dan Dae Pung menyambut Yu shin yang terluka dan tanya bagaimana hasilnya. Guk San heun berkata mereka menjatuhkan pesan itu. Yang Gil berkata mereka harus merawat luka Yu Shin, Yu shin melihat ada merpati pos. Yu Shin berkata ada mata2 di Daeya, karena ia melihat petanya. apa yang tertulis di peta. Guk San heun menjawab Gae Mun Heuk. Kim Yu shin merasa nama itu pasti mata2.

Seseorang di Daeya akan membuka gerbang untuk Baekje dan mereka akan menyerang dengan cepat. Kim Yu shin berkata mereka harus segera ke istana dengan cepat, kalau perlu malam ini harus sampai.

Go Do dan Dae Pung mengerti. Dae Pung, Yang Gil dan Guk San heun pergi. Bo Jong dan Santak mengamati dari jauh. Bo Jong berkata mereka harus menangkap Kim Yu shin dan Wyol Ya. Jika mereka menyerang di sini akan beresiko, Bo Jong berkata mereka akan menyerang ketika dalam perjalanan ke Silla.

Wyol Ya marah pada Yu shin, Yu Shin itu Silla atau Gaya. Wyol Ya minta Yu shin memilih salah satu. Kim Yu Shin berkata Gaya tidak ada. Seo ji kaget dengan perkatan Yu Shin. Yu shin minta mereka sadar. Seo Ji berkata sekarang ia tahu orang seperti apa Kim Yu Shin. Hanya demi keuntungan pribadinya ia membuang Gaya. Wyol Ya tanya apa ini karena Yu SHin memuja Ratu? Apa karena kejujuran dan kesetiaan Yu Shin pada Ratu? Yu Shin berkata bukan, ia hanya realistis pada kenyataan yang kejam.

Kim Yu shin berkata mereka harus menerima kenyataan dan hanya akan dapat menjadi bawahan Silla. Ini satu2 jalan untuk bertahan. Seo Ji marah bagaimana yu Shin dapat menghujat Gaya seperti itu. Yu shin berkata tugas mereka sebagai keturunan Raja Gaya, mereka harus yakin keturunan Gaya yang tersisa tidak akan menderita oleh kecurigaan dan diskriminasi. Jangan biarkan keturunan Gaya Kim akan punah itulah mengapa Gaya harus menjadi pendukung unifikasi 3 negara.

Wyol Ya : demi unifikasi 3 negara maka Kim Yu shin sudah membuang Gaya. Wyol Ya berkata persekutuannya dengan Kim Yu shin berakhir. Wyol Ya dan Seo Ji pergi dengan kecewa. Kim Yu Shin keluar. Bo Jong berkata ini saatnya.Kim Yu shin dihadang dan dikepung anak buah Bo Jong.

Di benteng Daeya terjadi pergantian penjaga. Dua penjaga baru membuka pintu dan meninggalkan gerbang dalam keadaaan terbuka.

Ratu kaget menerima laporan bahwa Baekje akan memulai perang. Ia bergegas ke kediamannya untuk rapat. Guk San Heun berkata Daeya dalam bahaya. Ratu minta Al Cheon memanggil Bi Dam, Kim Chun Chu, Kim Yong Chun dan memberi tahu kementrian pertahanan Kim Seo Hyun dan Seol Won Rang. Al Cheon berkata ia sudah melakukannya. Ratu minta kurir dikirim ke Daeya untuk memberi peringatan bahaya serangan Baekje. Kemudian membuat persiapan di benteng Bi Sa, Iseo, Daegaya, dan minta mereka mengerahkan pasukan ke Daeya segera. Al Cheon mengerti.

Para menteri menghadiri sidang dan Jujin tanya apa yang terjadi. Mengapa mereka dipanggil bersidang. Ratu masuk dan menjawab mereka dalam keadaan perang. Ratu duduk, Kim Chun Chu kaget. Kim Seo Hyun minta penjelasan. Ratu berkata tentara Baekje sudah bergerak menuju Daeya. Jujin heran. Mengapa Daeya, mengapa Baekje mau menyerang Daeya. Ratu berteriak ada mata2 di benteng Daeya dan ia akan membuka gerbangnya. Ratu berteriak mengapa Kementrian Audit tidak ditempat.

Bi DAm sedang bersama Kim Yu shin dalam kediamannya dan mereka saling melihat. (hobby banget sih mrk lihat2an… ). Bo Jong masuk dan berkata pada Ratu, menteri audit sedang menahan Kim Yu Shin. Ratu : Apa yang baru kaukatakan? Kim Yu Shin terlihat di perbatasan Baekje, jadi kami menahannya karena curiga ia menjadi mata2. Ratu kesal sekali atas tuduhan bahwa Yu SHin adalah mata2. Apa yang diocehkan Bo Jong..

Queen Seondeok Episode 55

Kim Yong Chun tidak mengerti bagaimana Yu shin bisa bekerja sama dengan Baekje. Bo Jong berkata kementrian Audit melakukan penyelidikan di perbatasan dan memergoki Kim Yu shin di sana, di sebelah barat Bi Sa. Jujin heran bukankah Yu shin dikirim ke Wu San Guk.Jika Yu Shin ke Baekje berarti ia melawan perintah Ratu?!

Kim Seo hyun membela anaknya, tidak mungkin Yu Shin mata2 Baekje. Ini pasti salah paham. Sueulbu berkata Yu Shin adalah Sangjanggun yang diasingkan kemudian melanggar wilayah Baekje, ini benar2 mencurigakan. Ratu akhirnya memotong mereka semua dan berkata Ia yang menurunkan perintah agar Yu Shin memeriksa perbatasan Baekje. Semua kaget. Yu Shin hanya melakukan perintah Ratu. Ratu selalu selangkah di depan mereka, inilah mengapa ia terkenal bijaksana dan hati2.

Bi Dam heran : Daeya? Yu Shin berkata Baekje akan menyerang Daeya. Bi Dam berkata Daeya selalu menghadapi penyerangan di masa lalu tapi tidak pernah jatuh ke tangan musuh. Bi Dam tanya jadi Yu Shin mengadakan penyelidikan di perbatsan Baekje. Bi Dam berkata apa ia dapat percaya cerita Kim Yu shin. (ayolah..baikan dulu, mau perang nih..) Yu Shin berkata ada mata2 Baekje di Daeya. Ia yg akan membuka pintu. Bi Dam mengulang : mata2 ? Kim Yu Shin berkata mata2 ini adalah salah satu prajurit dan namanya “Heuk” orang itu adalah..Bi Dam menyambung mata2 Baekje. Kim Yu Shin membenarkan. Yu Shin berkata pada Bi Dam tidak ada waktu mengurus masalah kecil, mereka harus cepat menemukan mata2 itu sebelum terlambat dan meningkatkan militer.

Bi Dam : Lebih baik kau pikirkan keselamatanmu sendiri daripada Daeya, nyawamu dan keselamatanmu. Bi Dam berkata Yu Shin sudah kabur dari pengasingannya dan pergi ke perbatasan Baekje, bukankah ini kejahatan.

Yeom Jong datang dan memanggil Bi Dam. Bi Dam tanya ada apa, Yeom Jong membisikkan sesuatu dan Bi Dam shock : Perintah Ratu ??!! Mi Saeng dan Bo jong membenarkan. Ha Jong berkata bagaimana Ratu bisa mengirim orang yang diasingkan untuk misi rahasia. Mengapa mengasingkan Yu Shin. Seol Won berkata Ratu sudah mengaku memerintahkan misi rahasia di depan sidang sehingga mereka tidak bisa menuduh Kim Yu shin sebagai mata2. Mi Saeng tanya bagaimana keadaan bisa berubah drastis. Ha Jong berkata apa Ratu melakukan ini untuk melindungi Kim Yu shin. Bo Jong berkata ia melihat Yu shin bersama Wyol Ya dan Seo Ji. Mi Saeng heran kalau begitu mengapa Bo Jong tidak berkata apa2. Seol Won setuju, Kim Yu shin ke Baekje untuk melaksanakan perintah Ratu, tapi tidak termasuk Wyol Ya dan Seo Ji.

Bo Jong berkata, Bi Dam melarangnya lapor pada Ratu. Ha Jong tanya mengapa Bo Jong tidak tahu apa alasan Bi Dam. Mi Saeng berkata jika masalah ini menjadi kacau, Ratu membahayakan dirinya sendiri. Mi saeng tanya mengapa.

Kim Seo hyun memberi briefing mengenai geografi Daeya pada Ratu. Mereka membangun kemah mengelilingi benteng dan Benteng Gahye (skr Jecheon) dan Ji Bum Cheom (skr Sancheong-gun Gyeongsangnamdo ) akan mengerahkan pasukan ke Benteng Mitasan di Cheon Ju.

Kim Seo Hyun berkata pengerahan pasukan akan dilaksanakan secepat mungkin untuk siap perang. Menurut Yu shin penyerangan akan dilaksanakan dalam 3 hari. Mereka harus segera bersiap. Mereka harus menemukan mata2 bernama “heuk” Kim Chun Chu berkata ia sudah minta Im Jong memeriksa dan akan datang dengan laporan. Ratu tanya dimana Bi Dam. Kim Yong Chun berkata Bi Dam sedang membicarakan masalah logistik dan rencana musuh bersama Kim Yu Shin.

Kim Yu shin menulis detil rencana dan Bi Dam membacanya, Yoon Chung berbicara mengenai cepat dan keras dan mengamati persediaan mereka dan mereka hanya punya persediaan untuk 3 hari. Bi Dam berkata maka mereka akan menyerang Daeya dalam 3 hari dan tanya apa ini benar dan Yu shin membenarkan dan orang dengan nama “Heuk” akan membuka gerbang untuk mereka. Bi Dam berkata sekali lagi Kim Yu shin sudah berjasa bagi negara. Jika Kim Yu Shin tidak melakukan penyelidikan ini maka mereka tidak akan mendapat laporan intelijen sepenting ini. Jika ini benar kata Bi Dam, maka ia akan melepaskan Yu shin karena ia sekali lagi menyelamatkan negri ini. Bi Dam akan bekerja secepat mungkin berdasar informasi Yu shin agar bisa segera membebaskanmu tapi saat ini Yu Shin akan merasa tidak nyaman tapi ia harap Yu Shin dapat bertahan.

Bi DAm keluar dan di koridor Bi Dam melihat Kim Chun Chu memberikan perintah kerajaan pada Im Jong dan memintanya untuk menyelidiki orang dengan nama Heuk dan minta Im Jong bertemu dengan komandan Daeya dengan rahasia agar tidak ada yang curiga, Im Jong mengerti dan menerima perintah.

Kim Chun Chu menoleh dan melihat Bi Dam di koridor. Kim Seo hyun menyiapkan pasukannya. Hwarang bersiap. Ratu berkata Baekje memiliki 20 ribu prajurit dibawah Yoon Chung. Dan mata2 di Daeya. Ratu berkata mereka harus mendapatkan mata2 ini. Ratu memerintahkan pasukan untuk menghancurkan ancaman Baekje dan melindungi benteng Daeya. Semua pasukan menerima perintah.

Bi Dam menemui Ratu, Bi Dam tidak mengerti mengapa Ratu mengirim Yu shin yang diasingkan untuk tugas rahasia. Ratu mengaku ini benar2 tugas penting, ini penting untuk negara itulah mengapa ia mempercayakan ini pada Yu SHin. Ratu percaya Yu Shin bisa melakukan ini. Bi Dam berkata Yu shin dituduh dengan kejahatan. Ratu berkata menggunakan kriminal yang mampu dan mengijinkan kriminal bebas dari tuduhan karena berjasa pada negara bukankah itu prinsip kebenaran dan keadilan ? (Tirza kaya film2 FBI aja, kaya Fast and Furius, Swordfish etc )

Bi Dam tanya mengapa Ratu bisa sangat mempercayai Yu Shin. Ratu tanya mengapa Bi Dam susah sekali percaya pada kemampuan? Bi Dam berkata jika Ratu ingin ia percaya pada orang maka Ratu tidak perlu mendirikan dept Audit. Ratu berkata : Bukan Kim Yu Shin yang kumaksudkan, tapi aku yang harus kau percayai. Ratu tanya apa Bi Dam sama sekali tidak percaya padanya dan tanya apa Bi Dam berpikir karena alasan pribadi. Bahwa Ratu sudah salah menilai Yu shin.

Bi Dam berkata dalam hati, orang yang kaupercayai bertemu dengan Wyol Ya dan Seo Ji, Ratu tanya apa itu yang dipikir Bi Dam? Bi Dam berkata mengenai pertanyaan terakhir, ia akan menjawabnya nanti. Bi Dam pergi tapi ia melihat lagi ke arah Ratu.

Ha jong heran mengapa Bi Dam menyembunyikan ini dari Ratu. Seol WOn setuju seharusnya Bi Dam mengatakannya pada Ratu. Seol Won tanya pada Bo Jong apa benar Wyol Ya yang dia lihat. Bo Jong menegaskan benar memang Wyol Ya dan Seo Ji. Bi Dam berkata ia hanya menunggu waktu yang tepat. ha Jong : waktu yang tepat? Bi Dam ingin menunggu apa penyelidikan Kim Yu shin membawa hasil yang baik untuk negri ini. Jika ia berkata sekarang maka prestasi Yu shin akan dibatalkan dan dia dituduh lagi. Maka Bi Dam akan menunggu saat yang tepat.

Bo Gya Hoe berlatih memanah dengan formasi, mereka menggunakan target. Seo Ji memeriksa papan target dan melihat bahwa hasilnya beda saat menggunakan Gwoljangno (Gwoljangno atau Cho Ku Nu, bisa menembakkan anak panah dalam jumlah banyak dan akurat, ini yg dipakai melawan Bi Dam ep 62, saat kurang 30 langkah lagi…)

Seo Ji berkata mereka bisa mengalahkan Gaya tapi kita akhirnya dapat selangkah lebih maju dalam persenjataan. Wyol Ya terganggu dengan perkataan Yu shin dalam gua. Seo Ji masuk dan melapor bahwa senjata Gwoljangno mereka sangat hebat dan melihat Wyol Ya diam saja. Seo Ji berkata mereka sebaiknya melupakan saja Kim Yu shin. Mereka tidak punya agenda yang sama. Seo Ji minta Wyol Ya ke lapangan untuk memberikan dukungan moral pada pasukan. Wyol Ya tanya apa mereka melakukan yang benar? Seo Ji menegaskan Gaya sudah menderita selama 80 tahun, mereka tidak boleh percaya pada Silla.

Wyol Ya berkata sejujurnya bagi keturunan Gaya mereka tidak perlu penderitaan lagi, tidak peduli mereka menjadi bawahan Silla atau Gaya, tidak berbeda bagi mereka. Seo Ji minta Wyol Ya tidak kehilangan harapan dan menjadi lemah.

Kim Yu Shin berkata pada Al Cheon, Wyol Ya dan Seo Ji bersamanya saat di Baekje. Mereka membantunya lolos dari kamp tentara Baekje. Al Cheon berkata sepertinya mereka mengawasi Yu Shin. Al Cheon sadar bukankah itu berarti Bo Jong juga sudah tahu. Jika Bo Jong tahu, ini akan bahaya jika ini diungkap..Yu shin lebih mencemaskan Daeya. Dan tanya apa ada berita dari Daeya. Im Jong berkuda dan kembali dari Daeya. Kim Seo Hyun dan tentaranya bersiap berperang dari Seorabeol. Im Jong sampai ke istana dan lapor ada orang dengan nama Heuk hanya ia sudah meninggal beberapa bulan yang lalu. Ratu kaget.

Ha jong juga kaget, apa Yu shin sudah bohong. Yeom Jong berkata ia tidak tahu tapi pasukan bergerak karena informasi Yu Shin. Mi Saeng berkata lebih lagi Yu Sin adalah orang yang seharusnya diasingkan yang diperintah dengan perintah kerajaan. Tapi Informasi Yu shin tidak benar. Seol Won tanya apa ini saat tepat yang ia tunggu. Bi Dam membenarkan ini saat tepat yang sudah ia tunggu dan datang lebih cepat dari yang ia duga.

Yu Shin kaget saat tahu orang dengan nama Heuk sudah meninggal. Apa tidak ada yang lain. Guk San heun dan Dae Pung berkata tidak karena mereka sudah memeriksanya. Guk San heun berkata semua berpikir Yu SHin sudah memberi laporan palsu. Kim Yu Shin mencemaskan Daeya. Yang Gil berkata Kim Seo Hyun sudah menarik pasukannya.

Ratu mengadakan sidang. Semua mengatakan Yu Shin sudah memberikan informasi yang palsu. Mi Saeng berkata Ratu memberikan kemurahan pada kriminal dan memberi tugas yang sangat penting, bagaimana ini bisa terjdi. Kim Yong Chun berkata Kim Yu shin sudah membuat asumsi yang salah dan mengacaukan militer tapi ini hanyalah kesalahan manusia. Ia tidak punya niat jahat dan minta pendapat Ratu.

Bi DAm menghadiri sidang (mirip maminya, datang telat biar diperhatikan..ckck) dan setuju bahwa Yu Shin tidak sengaja memberikan informasi palsu. Tapi Bi Dam minta ijin untuk bicara dan lapor saat Yu shin ditahan Bo Jong, ia terlihat bersama Wyol Ya dan Seo Ji. Ratu kaget sekali dan ini sangat tidak diharapkan (pasti Ratu pingin sekali mencincang BD..) dan Ratu harus berpikir cepat. Jujin tanya apa ini benar, ia berkata pada Ratu ini sungguh tidak bisa diterima. Jujin berkata menjalankan perintah rahasia Ratu hanya alasan bagi Yu Shin untuk berhubungan dengan Bo Gya Hoe.

Mereka minta Yu shin dihukum karena melawan negara ini. Ratu tersudut dan ia ingat Bi Dam menunda menjawab pertanyaannya saat itu kemudian Ratu sadar ini jawaban Bi Dam atas pertanyaannya. Bi Dam memberikan jawaban padanya.

Ratu tanya pada Bi Dam apa ia baru tahu soal ini. Atau Bi Dam sudah tahu sebelumnya dari awal bahwa Yu Shin bertemu Wyol Ya dan Seo Ji. Bi Dam berkata bagaimana ia berani berbohong pada Ratu, Bi Dam mengaku ia sudah tahu sejak awal. Ratu marah kalau Bi Dam tahu dan mengapa ia menahan informasinya dan hanya mengatakannya sekarang. Bi Dam berkata kepandaian Kim Yu Shin sangat penting bagi mereka, jika Bi Dam mengungkapkan ini sebelumnya maka akan diabaikan dan tidak ada gunanya. Itulah mengapa ia menunggu untuk memeriksa ini benar atau salah lalu lapor pada Ratu. (Ratu, pasti sebel bgt ama BD ya..BD salah makan kali..)

Ratu : apa sekarang kau ingin bermain kata2 denganku menunggu saat tepat untuk mendorong Kim Yu Shin ke sudut dan baru bertindak. Bi DAm berkata Bo Gya hoe adalah halangan bagi Silla, Ratu tidak perlu membela Gaya. Ratu : maka..Bi Dam melanjutkan, Kim Yu shin tidak akan melepaskan Gaya..lanjutkan kata Ratu, Pilihan Ratu hanya satu yaitu Ratu akan menjadi orang yang meniggalkan Yu shin. Bi Dam dengan tulus memohon untuk melepaskan Kim Yu Shin. Bi Dam memaksa Ratu untuk memutuskan.

Putri Man Myeong mengunjungi Yu Shin, apa yang harus mereka lakukan. Ada orang2 yang memohon agar Yu shin dieksekusi. Yu Shin tanya apa ada gerakan aneh di Daeya. Ibunya berkata ini bukan saatnya membahas Daeya. Kim Yu Shin berkata karena Daeya maka masalahnya jadi seperti ini. Putri Man Myeong tanya apa Daeya akan benar2 diserang.Yu Shin membenarkan makanya mereka harus tetap bersiap2.

Ratu sakit kepala. Chun Chu datang dan menghadap. Ratu tanya apa Chun Chu mau membujuknya untuk menyingkirkan Kim Yu shin. Tidak kata Chun Chu. Kim Chun Chu berkata Ratu tidak bisa menyingkirkan Gaya begitu saja. Apa tidak ada cara lain menyelesaikan ini. Ratu tanya apa Chun Chu punya ide. Kim Chun Chu senyum, Ratu tahu Kim Chun Chu punya jawabannya. Iya, dan jawabannya adalah aku Kim Chun Chu. Ratu tersenyum.

Kim Yu shin menggambar di lantai penjara dengan arang. Ia menggambar benteng Daeya dan mengingat aktifitas di kamp Baekje. Kim Yu shin berpikir keras. Ratu ada di balkon dan mengingat kata2 Kim Chun Chu. Bi Dam menemui Ratu. Bi Dam tanya apa keputusan Ratu mengenai Kim Yu shin. Ratu tanya apa itu alasan Bi Dam menemuinya karena ia ingin tahu? Bi DAm berkata jika Ratu tidak menyingkirkan Yu shin..Ratu berkata jika ia tidak mampu menyingkirkan Yu shin maka Bi Dam akan melindungi Yu shin tapi kemudian akan ada petisi agar Yu shin dieksekusi dan akan meningkat sebelum dia bisa melakukan apapun sementara Hwarang dan pasukan akan mulai mendesak bertemu dengan Ratu dengan petisi.

Bi Dam berkata ia harus melakukan yang ia bisa untuk menghentikan petisi, Ratu hanya perlu memberikan persetujuan saja agar ia bisa menyelamatkan nyawa Kim Yu shin.

Ratu : Nyawa Kim Yu shin, apa ini mengenai ikatan pernikahan? Bi Dam kaget karena Ratu dapat menebak dengan tepat. Ratu tanya apa ini adalah nilai nyawa Kim Yu shin seharga dengan ikatan pernikahan mereka, semahal itukah. Ratu berkata Bi Dam tahu itu tidak senilai itu, Bukankah Bi Dam mengharapkan itu. Bi Dam bergumam membenarkan itu yang ia harapkan tapi Bi Dam berkata ia tidak pernah menentukan harga untuk menukar kesetiaannya pada Ratu.

Ratu berkata kesetiaan itu tanpa ocehan yang mencemaskan. Bi Dam minta Ratu menurunkan perintah jika Ratu ingin Bi Dam mengampuni Yu hsin. Bi Dam : aku akan mengampuni nyawanya, aku akan melakukannya demi Ratu. Ratu berkata ia tidak akan menurunkan perintah dan ia meminta Bi Dam Pergi. Ini pasti penolakan yang sangat menyakitkan bagi Bi Dam.

Bi Dam menemui Yu Shin dan menginjak gambar yang dibuat Yu Shin. Ia duduk dan berkata ada petisi yang minta agar Yu shin di eksekusi. Tapi Yu shin disini duduk dan mengoceh bahwa Daeya akan diserang. Bi Dam berkata karena Yu shin, ia sudah membuat Ratu stress dan susah. Kim Yu Shin juga membuat Bi Dam pusing.

Kim Yu shin berkata Bi Dam lebih cepat, pintar dan cerdas dari pada dia, tetapi mengapa Bi Dam tidak bisa membaca situasi dengan jelas dan menganggap ringan ini. Kim Yu shin berkata akan terjadi hari ini, sebelum hari ini berakhir, Daeya akan diserang. Bi Dam minta Kim Yu hsin berhenti. Yu shin berkata prioritasnya bukan keselamatannya tapi keamanan negeri ini dan kau. Jika Daeya diserang maka tanggung jawab akan jatuh pada jenderal Auditor yang tidak pernah memeriksa laporan yang sudah ditemukan olehku dan menyingkirkannya.

Bi Dam tanya apa Yu shin dapat meyakinkannya dengan semua ini. Kim Yu shin tanya : Apa yang akan dilakukan ibumu di saat seperti ini? Bi Dam marah, Kim Yu shin tidak diijinkan menyebut nama ibunya. Kim Yu shin berkata jika Bi Dam memiliki setengah kecerdasan dan penilaian Mi shil, maka lihat saja aku, apakah aku takut dan apa aku terlihat seperti orang yang mengadakan keributan. (well Mi shil pasti sudah tahu, ia dapat membaca pikiran)

Kim Yu shin berkata ia tidak tahu mengapa tidak ada mata2 dengan nama Heuk, dan ini membuatnya gila, tapi Daeya akan diserang malam ini. Kim Yu shin berkata Bi Dam sibuk berburu menjangan tapi tidak melihat Gunung Taisan. Kim Yu shin minta Bi Dam melihat Gunung Taisan, maka ia akan tahu melihat keseluruan ceritanya dengan jelas. (Idiom ini adalah idiom cina, aku ingat Chao Ming atau Tio Beng dari kisah membunuh naga pernah berlutut pada Chang SamFeng dan meminta maaf karena tidak melihat gunung Taisan di depan mata, oh..I missed Chao Ming, she’s really cool..)

Bi Dam pergi dan berkata pada dirinya Yu shin bukan orang yang suka membuat2, Yu Shin selalu mengatakan yang sebenarnya. Bi Dam merenung saat Yeom Jong memanggilnya. Yeom Jong berkata Yu hsin menggali kuburannya sendiri. Bi Dam menghentikan Yeom Jong kemudian berkata bagaimana jika Daeya diserang. Yeom Jong tanya bagaimana mungkin. Bi Dam minta Yeom Jong membawa semua laporan mengenai penyelidikan mereka di Daeya dan membawanya pada Bi Dam segera. Yeom Jong kaget tapi Bi Dam melotot padanya dan Yeom Jong melakukannya.

seol Won memberi salam pada Ratu, Ratu tampak gelisah kata Seol Won. Ratu berkata Seol Won punya segudang pengalaman berperang dan pertempuran. Dan ia adalah orang dengan insting yang tidak dimiliki orang biasa. Seol Won Rang berkata Kim Yu shin benar2 orang yang dapat dipercaya, tidak peduli apa yang ia lalui dimana atau apa, Yu shin selalu melakukannya untuk Ratu. Maka orang yang membuat Ratu gelisah bukan Kim Yu Shin. Seol Won Rang berkata Ratu harus ingat, Ratu sudah mengingatkannya tidak memperalat Bi Dam, tapi orang yang sekarang memperalat Bi Dam bukan lain adalah Ratu sendiri. Ratu harus bertanggung jawab apa yang sudah dilakukan Bi Dam dan semua tindakannya.

Seol won berkata agar Ratu menenangkan Bi Dam dan memberinya kepastian. Bi Dam dapat memberikan kesetiaan yang lebih baik dari orang lain pada Ratu itu Seol won yakin bahwa Ratu juga tahu pasti masalah itu dalam hati.

Suelbu berkata Yu shin berbohong pada Ratu dan ia merendahkan dewan. Bo Jong berkata Ratu mengaku ia sudah memberi perintah pada Yu shin dan bagaimana mereka akan mengurus itu. Mereka hanya bisa menunggu Ratu menyelesaikannya. Ha Jong berkata mereka akan memaksa Ratu membuat keputusan. Mi Saeng berkata di saat sepenting ini, mengapa Bi Dam tidak ada.

Bi Dam melihat keseluruhan daftar administrasi dan pemerintahan Daeya. Bi Dam berkata tidak ada apa2 tapi apa yang dilihat Yu shin disana. Yeom Jong berkata Yu shin pasti bohong. Bi Dam berkata Yu shin tidak akan pernah bohong dengan masalah seperti ini. Bi Dam berpikir keras. Para menteri berlutut di depn In Gang Jeon untuk memohon Ratu mengeksekusi Yu shin. Tapi pihak militer memohon agar Kim Yu shin diampuni. Mereka saling berlomba mengajukan petisi pada Ratu.

Go Do berteriak mereka tidak boleh melakukan ini pada Yu Shin. Ratu dalam ruang duduknya mendengarkan semua petisi dan teriakan di luar, Al Cheon berdiri di sisinya. Lalu Joo Bang mengantarkan tumpukan petisi dari daerah. Joo Bang berkata semua petisi ini meminta agar Yu shin dieksekusi, apa yang harus mereka lakukan. Ratu memejamkan matanya dan bepikir. Joo Bang berkata Ratu harus menutup matanya, menutup telinganya, tidak berpikir apapun, jangan berkata pada Joo Bang ia perlu menyelamatkan Kim Yu shin dan ia harus melakukannya. Ratu tanya mengapa.

Joo Bang berkata ia tidak tahu apapun mengenai politik dan ia juga tidak tahu apa2, tapi jika Ratu menyingkirkan Kim Yu shin..Joo Bang berkata Yu shin hanya berkata jujur bahkan tidak peduli statusnya. Ia merasa Ratu akan hancur jika melakukan ini. Jika Ratu tahu akan hancur maka jangan lakukan jika ini melawan hatinya.

Kim Yu shin mendengar semua petisi saat Al Cheon datang dengan berlari, Yu shin tanya apa ada berita dari Daeya, Al Cheon berkata tidak ada. Al Cheon berkata istana sekarang kacau, tapi ia percaya Yu shin jujur. Tapi keadaan kacau dan Yu shin harus tanggung jawab. Kim Yu shin berkata saat ini bukan keselamatannya yang penting. Kim Yu shin berkata akan ada perang itu pasti dan mereka harus segera menghentikan pasukan Baekje. Al Cheon tanya apa Yu Shin yakin Daeya akan diserang. Yu shin berkata jika perhitungannya benar, maka akan terjadi malam ini. Al Cheon tanya mengapa tidak ada mata2 dengan nama Heuk, dan apa Yu shin yakin dengan yang ia lihat. Kim Yu shin berkata ia lihat hanya sebagian, tapi ada kat heuk disana.

Yeom jong berkata tidak ada apa2, jadi kata heuk pasti bohong.

Kemudian Bi Dam sadar tentang karakter heuk dalam bahasa Cina. Pasti ada hubungannya dengan daftar hurufnya. (dalam bahasa mandarin, karakter yang sama dikumpulkan menjadi satu, huruf dengan jumlah goresan sama akan dikelompokkan menjadi satu. Jumlah goresan antara 1-17. Heuk dalam indeks tercatat sebagai karakter dengan 12 goresan )

Yeom Jong melihat daftar nama, dan ia melihat bahwa Heuk dalam indeks mengacu pada nama Jeom Yang dan Geom Il yang memiliki Heuk (12 goresan), salah satu pasti mata2 itu. Bi Dam melihat Geom Il bertugas di gerbang utara. Yoon Chung menerima merpati pos dari Geom Il yang berkata ia akan membuka gerbang utara malam ini.

Bi Dam berkata mereka harus mengurus ini sendiri, mereka harus ke daeya dan menahan Geom Il, bukan mereka harus membunuhnya. Yeom Jong kaget dan Bi Dam memerintah agar mereka mengirim Bo Jong diam2 ke Daeya dengan kuda tercepat. Yeom Jong mengerti dan pergi.

Bo Jong berkuda ke Daeya dan berkata mereka harus menahan mata2 Baekje dengan nama Geom Il dan membunuhnya segera. Bi Dam melihat mereka pergi.

Yoon Chung mengumumkan bahwa mereka sudah menerima merpati dari Geom Il bahwa malam ini ia akan membuka gerbang utara. Mereka akan merebut Daeya. Semua bersorak.

Bi Dam menemui Ratu dan ia minum teh dengan gugup. Bi Dam tanya mengapa Ratu memanggilnya. Bi Dam minta Ratu memberinya perintah, apa yang membuat Ratu kelihatan susah. Ratu berkata Seol Won Rang sudah mengatakan padanya bahwa ia memperalat Bi DAm dan ia tidak memberikan Bi Dam jaminan sehingga Bi Dam menjadi tidak enak. Ratu tanya apa ini benar? Bi Dam tanya apa maksud Ratu. Ratu tanya apa Bi Dam jatuh cinta padanya?

Bi Dam hanya melihat ke arah Ratu. Ratu berkata ia sudah bertanya dan Bi Dam harus menjawabnya. Bi Dam membenarkan, Iya aku memang mencintai Ratu. Kemudian Ratu tanya pada Bi Dam, bagaimana dengan cinta pada Silla. Bi Dam heran dengan pertanyaan Ratu dan Ratu mengulang : Apa Bi DAm mencintai Silla atau tidak. Bi Dam ragu2 menjawab.

Kim Seo Hyun berbaris dengan tentaranya. Kemudian seorang tentara datang dan memberi kabar, tentara Baekje dipimpin Yoon Chung bergerak. Mereka menuju Seongju. Kim yu shin berteriak memanggil penjaga apa ada kabar dari Daeya. Mereka berkata belum ada kabar apapun, mereka minta yU SHin agar tenang. Kim Yu shin minta penjaga pergi ke dept pertahanan untuk mencari keterangan. Penjaga berkata ia tidak bisa meninggalkan posnya ia minta maaf pada yu shin.

Di Daeya, Geom Il membuka pintu utara dan pasukan Baekje masuk dan membakar benteng. Bo Jong dan San Tak melihat dari jauh. Bo Jong memerintahkan mereka harus lapor ke Seorabeol segera.

Ratu mengerti niat Bi Dam dan jika harus ada ikatan pernikahan diantara mereka, itu bukan karena menyelamatkan Kim Yu shin atau pengabdian lain. Tapi karena Ratu membutuhkan Bi Dam secara fisik di sisinya tapi untuk Bi Dam, ia hanya tergerak dengan urusannya sendiri, pasti karena kekuasaan maka Bi Dam menginginkan pernikahan kerajaan. Tapi mengapa Bi Dam karena menginginkan pernikahan ini membuat pengerahan kekuatan untuk meraihnya. Ratu tanya bagaimana Bi Dam dapat senaif dan seperti anak2 ? Di seluruh seorabeol, Bi Dam benar2 naif.

Bi Dam ingat apa yang dikatakan Mi shil, mimpi Bi Dam adalahmimpi yang paling naif..Mi shil berkata tidak ada karisma bagi seorang pria jika ia hanya mengabdi pada seorang wanita, ..Ratu berkata Bi Dam berkata ia mencintai Ratu, tapi baginya saat ini ia hanya bisa mencintai Silla. Jika Ratu sudah memberikan cintanya pada Silla bagaimana ia dapat mencintai yang lain. Bi Dam berkata jika Silla yang ia cintai maka Bi dam akan menjadi Silla itu. Ratu bagi Bi Dam adalah Silla, karena cintaku pada Ratu dan silla tidak bisa dipisahkan.

Yeom Jong lari memanggil Ratu dan Bi Dam. Bi Dam tanya ada apa, Ratu dapat menebak apa yang terjadi. Bi Dam berkata pasti tidak…Guk San heun memberi informasi pada Yu shin bahwa Daeya diserang dan dikuasai. Kim Yu shin terpaku. Yeom Jong membenarkan penyelidikan Kim Yu shin, Yu shin benar. Ada mata2 baekje bernama Geum Il yang membuka gerbang, juga ada yang bernama Mo Cheok yang membakar persediaan gandum untuk memberi tanda pada tentara Baekje.

Pasukan Kim Seo hyun mencoba mencegah tapi pasukan Yoon Chung bisa menahan blokade. Paginya, Kim seo hyun diserang. Deok Chung dan Baek eui bertempur dengan berani, (Tirza, ehm..Baek Eui ini aku beberapa kali terpesona hehe..tapi lebih pada senjatanya, senjatanya tombak besar ..keren kaya senjata Kwan Kong atau Guan Yu dalam Sam Kok). Kim Seo hyun harus beradu pedang dengan mereka. seol yun dan Hwang Yun terluka dari pertempuran karena rencana mereka dipatahkan musuh. Hyang Yun berkata pasukan Baekje benar2 tidak bisa ditahan.

Kim chun Chu berkata pada Ratu bahwa baekje mengambil jalan dari Chu Hwa lalu Iseo dan menuju Amnyangju dan dalam sehari mereka akan sampai ke kotaraja. ..Bi Dam masuk dan minta Ratu tidak perlu cemas, pasukan Yu shin tidak akan dikalahkan. Bangsawan Sueulbu tanya apa Bi Dam mengusulkan agar Yu shin memimpin pasukan. Ho Jae berkata Yu shin dituduh melakukan kejahatan. Kim Chun Chu tanya lalu bagaimana mengerahkan pasukan Yu shin tanpa Sangjanggun. Bangsawan Sueulbu berkata mereka tidak bisa membiarkan kriminal memimpin pasukan Silla. Kim Yong Chun bertanya lalu siapa yang bisa memimpin pasukan?

Jujin tanya apa Bi Dam akan memimpin pasukan Kim Yu shin ? Kim Yong Chun berkata Bi Dam tidak memiliki pengalaman militer untuk memimpin pasukan. Bi dam berkata ia punya kandidat yang paling pas. Ia sangat berpengalaman dan memiliki keahlian strategi tinggi dan pengalaman tempur luar biasa, orang itu tidak lain Seol won RAng. Bukankah ia masih ada. Bi Dam berkata Seol Won Rang yang akan memimpin pasukan Kim Yu shin. seol Won datang dengan baju perang lengkap dan ia minta Ratu memberinya perintah untuk pejuang tua ini untuk mengerahkan pasukan, jika ia gagal untuk menyelamatkan Silla dari bahaya atau mempermalukan Ratu maka ia tidak akan kembali hidup2.

Go Do pergi dan lapor pada Yu shin bahwa seol Won akan memimpin pasukannya. Bagaimana mereka bisa dipimpin Seol won Rang. Mereka tidak puas dan mengeluh. Kim Yu shin berkata agar anak buahnya mengikuti perintah Seol Won Rang. Yu shin berkata Seol Won Rang sangat berpengalaman, biarpun ia sudah tua dan jarang berperang akhir2 ini hanya itu yang membuat Yu shin cemas. Tapi Yu shin minta anak buahnya memberi laporan kondisi terakhir dan perubahan dalam pasukan Baekje selama 10 tahun ini (adegan perang selalu membuatku bersemangat, kesatuan, kerjasama, strategi, kehormatan, kepatuhan, aksi, kueren..musuhpun bisa bersatu kalo perang hehe..)

Bi dam memberikan dokumen pada Ratu dan berkata padanya mereka sudah merancang rencana pertahanan untuk setiap benteng di dlm negri setelah jatuhnya Daeya. Seol Won Rang sudah merancang rencana ini. Ratu melihat dan Bi Dam menjelaskan padanya. Ratu memegang peta dengan mengepalkan tangannya. Bi Dam melihatnya, tangan Ratu gemetaran. Bi Dam berkata jika Ratu sudah memilih bahwa Ratu memerlukannya ada di sisinya dan bukan demi Silla tapi untuknya lalu siapapun yang Ratu pilih harus bermanfaat bagi Silla dan ini akan dilakukan. Bi Dam berkata ia akan menyelamatkan Silla untuk Ratu, dan apapun yang Ratu cintai.

Ratu : Siapapun selamatkan negri ini..akan pantas.

Queen Seondeok Episode 56

Seol Won Rang memberi penjelasan pada Ratu, pasukan Yoon Chung akan mengambil rute melalui Daedeoksan, ia menyiapkan pertahanan untuk memblokade pasukan Baekje agar jangan ke Seorabeol. Seol Won akan menahan jalan keluar mereka dan menyiapkan 2000 pasukan untuk mengejar Baekje yang melarikan diri. Mereka semua harus mengikuti pimpinan Seol Won Rang. Mereka harus bertaruh nyawa, menyatukan perbedaan untuk menyelamatkan Silla dan mereka harus menyudahi ini dengan kemenangan. Ratu telihat tidak tenang.

Bi Dam mengingatkan Seol Won RAng ia harus memenangkan perang ini untuk Silla. Bi Dam berkata mereka harus mengakhiri perang ini di Chu Hwa Gun (skr Miryang, Gyeongsangnamdo).

Go Do berkata mereka pasukan Kim Yu shin. Yu shin marah, apa yang disebut pasukan Kim Yu shin? Mereka adalah pasukan kerajaan Ratu Seon Deok. Yu shin berkata dalam setiap situasi mereka harus mengikuti perintah Seol Won Rang. Yu shin ingin bertemu SeolWon Rang.

Ratu tahu seol Won menginginkan otoritas penuh atas Kementrian Pertahanan. Seol Won mengakui, jika ia menang perang, Ratu harus memberikan itu padanya. Ratu tanya apa Seol Won menggunakan ini sebagai pertukaran? Seol Won berkata ini adalah kesempatan terakhirnya. Seol Won ingin mewujudkan unifikasi 3 negara. Seol Won tahu Ratu berharap untuk mewujudkan ambisi besar itu. Ratu tanya apa ini satu2nya syarat yang diajukan Seol Won Rang? Seol Won berkata ia akan membantu Ratu mewujudkan unifikasi 3 negara dan jika ia menang dalam peperangan maka ia meminta agar Ratu dan Bi Dam melangsungkan pernikahan kerajaan.

Ratu berkata pengabdian Bi Dam padanya benar2 ketakutannya yang paling besar. Ratu ingat mengenai Raja Jinheung, satu2nya kesalahan adalah ..MI shil. Mereka setia bukan pada Silla tapi pada Mi shil. Ratu tanya apa Seol Won setuju dengannya, apa setelah Ratu meninggal apakah Bi Dam akan tetap setia pada Silla atau apakah Bi Dam akan sepenuh hati mengabdikan dirinya bagi ambisi besar Silla. Ratu tanya pendapat Seol Won RAng. Seol Won meninggalkan kediaman Ratu. Dae pung menemui Seol Won dan berkata Yu shin ingin bertemu.

Seol Won bertemu Yushin. Yu shin menjelaskan taktik yang dipakai Baekje, Yu shin berharap Seol won tidak melihat Baekje spt 10 th lalu. Sekarang mereka berbeda. Saat Ratu meningkatkan pertanian, Baekje meningkatkan pengembangan dalam taktik militer dan persenjataan. Yu Shin berkata pasukan kavaleri Yoon Chun dapat melaju sejauh 70 Ri per hari (1 Ri= 323 m).

Seol Won Rang tanya apa Kim Yu shin berharap ia memenangkan perang ini dan keselamatan Kim Yu shin tidak akan terjamin. Kim Yu shin berharap Seol won Rang pulang dengan selamat dan keselamatan Yu shin akan dibicarakan nanti. Yu SHin berkata Seol Won Rang sudah hidup dalam pertempuran. Kim Yu shin berkata ia juga menerima kehidupan yang sama maka ia juga jalan di jalan yang sama, tidak peduli ranking 1, 2,3 atau yang terendah, ini tidak berbeda, kehidupan dalam peperangan dan KimYu shin ingin diijinkan untuk mati dengan terhormat di medan perang. (Tirza, well aslinya Jend Kim Yu shin meninggal dengan tenang di kamarnya pada usia 79 Th.)

Mi saeng berkata berapa yang dibutuhkan untuk mengerahkan pejuang tua ke medan perang untuk meraih kemenangan. Ha jong merasa ini kesempatan emas dan mereka harus memonopoli ini. Ha Jong berkata saat Seol Won kembali dengan kemenangan, maka bukan saja kekuasaan militer akan jatuh ke tangan mereka dan mereka akan kembali ketempat mereka semula. Mi Saeng cemas, Seol Won sudah lama tidak berperang.

HA jOng berkata perang sudah ada dalam darah Seol won, mungkin ia sudah tua tapi ia masih kuat dan tidak boleh diremehkan. Seol Won datang dan Ha Jong tanya apa persiapannya sudah beres. Bo Jong cemas apa ini benar tidak apa2 yang dilakukan ayahnya sekarang. Seol Won meyakinkan anaknya tidak ada yang perlu dicemaskan.

Bo Jong tanya apa semua persiapan sudah selesai, Seol Won menggelengkan kepalanya dan minta Bo jong jangan bicara lagi. Mi saeng merasa ada yang ganjil.

Ha jong tanya mengapa Seol Won tidak ingin mengungkapkan masalah kesehatannya di bagian dadanya (seperti tertekan di bagian angina pectoris, tengah dada) Seol Won berkata ini bukan apa2. Ini cuma karena tua. Bo Jong berkata meskipun ini adalah pesan terakhir ibunya, tapi Seol Won tidak perlu seperti ini dan bekerja dan mempertaruhkan nyawanya demi Bi Dam.

Seol Won menyangkal, ia adalah anggota militer dan akan selalu bertempur, meskipun ini demi Bi DAm tapi ia masih merasa senang dan bersemangat mengingat dialah yang menyelamatkan Silla dari bahaya. Betapa hebatnya Yoon Chung tapi jika ini dulu, maka Yoon Chung bukan tandingannya. seol Won tertawa dan pergi.

Seol Won Rang berlutut di depan altar Mi shil. Seol Won Rang berkata pada Mi shil bahwa Bi Dam tidak seharusnya mengikuti jejak kakinya dan menahan semua konsekuensi karena mencintai seseorang. Cinta seharusnya seperti yang dilakukan Mi shil. terbang seperti kawanan burung tapi ini adalah keinginan terakhirmu, maka aku akan patuh dan melakukannya. Dalam perang ini, aku pasti akan menciptakan kesempatan untuk Bi dam dan Sel Won berkata dia sangat merindukan Mi shil dan akan menemui Mi shil. (oh..I just like this ajusshi..coba Seol Won masih hidup, BD mungkin ngga akan jatuh dlm perangkap Mi saeng dan yeom Jong, karakternya seol Won tdk akan membiarkan ini)

Go Do dkk memberi salam pada Seol won Rang. Mereka bersorak dan siap bertempur. Bi Dam dan Kim Chun Chu mengantar keberangkatan pasukan ke medan perang. Kim chun chu berkomentar, Seol Won Rang kelihatan gagah dan pasti akan pulang membawa kemenangan, Kim Chun chu tanya jika ini terjadi, maka yang diharapkan Bi Dam akan terpenuhi. Kim Chun Chu pergi, sepertinya Kim Chun Chu memainkan permainan pikiran dengan Bi Dam.

seol won Rang memimpin pasukan Kim Yu Shin. Yoon Chun dan Gyebaek juga bergerak.

Ratu berjalan bersama Joo Bang yang menghiburnya agar tdk terlalu cemas karena pasukan Yu Shin belum pernah terkalahkan. Mereka akan baik2 saja bahkan dibawah Seol WOn Rang. Ratu minta Joo Bang mengatakan pada Al Cheon untuk memeriksa lagi semua petisi. Ratu menambahkan terakhir ia minta Joo Bang melakukan sesuatu, Joo Bang harus segera melakukan sekarang.

Joo Bang menarik Santak dan tanya apa ia ingat terakhir kali Joo Bang minta bantuan. San tak heran, Joo Bang membisikkan sesuatu dan minta santak melakukan sekarang. Sekarang??!! sekarang situasinya spt ini. Joo Bang berkeras sekarang justru paling tepat. Santak masih ragu, ia akan kena masalah tidak, Joo Bang meyakinkan Santak. Santak minta Joo Bang mengikutinya. San Tak membawa Joo Bang ke sel kementrian Audit dan Santak memberikan waktu 15 menit. (I love the relation among Joo Bang, Go Do, and San Tak, they’re never apart eventhough they have to serve different master.)

San TAk membuka sel dan membiarkan Joo Bang masuk untuk bertemu Chang Gi. Joo Bang minta Chang Gi mendengarnya, Joo Bang ingin menempatkan sandi di dekat Sa Rang Dang. Chang gi berkata agar dapat berhubungan dengan Wyol Ya? Joo Bang tanya jam berapa dan dimana lokasinya. Chang Gi berkata Joo Bang harus menulis di batu tertentu. Joo Bang menyusun sandi dari batu dengan formasi tertentu kemudian menempatkan batu pesan di atas formasi dan pergi, kemudian seseorang dari Bo Gya Hoe mengambil batu berisi pesan itu. (formasi batu berupa lambang gaya, 6 telur, Yuk Ran Hwi, aku ingat Huang Rong dari pulau persik dari Sia tiaw eng hiong paling ahli dalam sandi2 spt ini, salah satu anak buah Toan Hong Ya juga pintar sandi2 ini.)

Di markas Bo Gya Hoe, Wyol YA juga mendapat informasi mengenai pergerakan Baekje yang mencapai Iseo Gun dan jika ini terus maka mereka akan sampai di Amnyangju. jika Amnyangju kena maka Seorabeol selanjutnya. Wyol Ya berpikir dan Seo Ji tanya mengapa Wyol Ya ragu2. SeoJi tanya apa Wyol Ya berubah pikiran.

Wyol Ya berkata kehidupan keturunan Gaya adalah tanggung jawabnya. Kemudian seseorang menghadap dan berkata ada orang yang ingin bertemu Wyol Ya dan mengirim pesan. Wyol Ya heran. Seo Ji dan anak buahnya menyiapkan lokasi pertemuan dan berjaga2.

Seo ji kembali dan Wyol ya tanya semua sudah diatur? Wyol ya tanya berapa orang yang ingin menemuiku, Seo Ji menjawab 3. Mrk melihat 3 orang. 2 mengnakan topi. Wyol Ya tanya siapa mereka, penjaga tidak tahu, tapi satu terlihat menyandang pedang dan yang lain tidak. wyol ya mengerti. Ketiganya mendekati tempat pertemuan, mereka dikepung. Al Cheon menghunus pedangnya dan yang 2 ternyata Ratu dan Kim Chun Chu!

Al Cheon tanya siapa mereka? Ratu berkata mereka orang yang ia cari. Ratu minta Al Cheon menurunkan pedangnya. Al cheon tanya apa yang dimaksud Ratu. Kim Chun Chu membuka topinya dan minta maaf pada Al Cheon, jika Ratu berkata jujur, Al Cheon pasti akan menolak dan akan membujuknya agar tidak melakukan ini. Al cheon berkata tempat ini berbahaya dan Ratu membahayakan dirinya.

Kim Chun Chu meminta Wyol Ya memerintah anak buahnya agar mundur, Chun Chu yakin Wyol Ya tahu bahwa ini mereka. Kim Chun Chu minta Wyol Ya keluar. Ratu membuka tudungnya untuk memperlihatkan wajahnya. Wyol Ya mendekati Ratu. Wyol Ya memberi hormat, Ratu tersenyum. Ratu, Kim Chun Chu, dan Wyol Ya berbicara dan Al Cheon tetap mengawasi situasi.

Kim Chun Chu berkata mereka akan cepat, Kim Chun Chu berkata, Wyol ya harus tahu Ratu memberi banyak untuk keturunan Gaya. Catatan keluarga juga sudah diatur agar tdak ketahuan kalau seseorang dari keturunan Gaya, sampai Ratu meninggal, penerusnya akan melakukan yang sama. Ratu minta agar mereka berhenti berusaha membuat yushin sebagai penguasa. Wyol Ya tanya apa yang diinginkan Ratu, Ratu ingin daftar nama Bo Gya hoe, lalu menghentikan unit Gwoljangno mereka dan Kim Chun Chu menambahkan Gwoljangno akan dipindahkan dalam pasukannya. Bukan dibawah Kim Yu SHin tapi Kim Chun Chu, Wyol Ya heran. Ratu memberi 3 hari bagi Wyol Ya untuk memutuskan. Mereka akan bertemu 3 hari lagi di waktu dan tempat yang sama.

Ratu dan Kim Chun Chu sudah mengamankan posisi mereka sebagai penguasa, siapapun yang menghalangi akan menerima akibatnya. Kim Chun Chu akhirnya harus berurusan dengan Bi Dam karena Bi Dam adalah ancaman bagi takhtanya (Bi Dam adalah paman Kim Chun Chu kan, ayah Bi Dam adalah kakek Kim Chun Chu) tidak peduli seberapa tinggi posisi dan kesetiaan Bi Dam pada Ratu. Mereka harus menghancurkan semua rintangan. Ratu juga sudah merasa kesetiaan Bi Dam padanya adalah ancaman.

Wyol YA tanya jika ia menolak apa yang akan terjadi. Ratu berkata maka Kim Yu shin harus mati karena Wyol Ya. Ratu berkata kesabarannya pada mereka sudah berakhir karena ia penguasa, kata2 nya adalah hukum dan akan membawa pengaruh.

DAlam perjalanan pulang, Al cheon marah bagaimana Ratu bisa demikian ceroboh dan melakukan ha yang beresiko ini. Ratu minta maaf karena membuat Al Cheon takut. Al Cheon berkata ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan maaf saja, ia dipercaya atas keselamatan Ratu, bagaimana tanpa mempertimbangkan Ratu membahayakan dirinya sendiri. Kim Chun Chu berkata jika diberi tahu Al Cheon pasti akan mencegah Ratu. Al Cheon juga menegur Kim Chun Chu, seharusnya Kim Chun Chu memikirkan karena ini menyangkut keselamatan Ratu. Chun Chu berkata ia sudah membujuk Ratu. Tapi Ratu berhasil meyakinkanku kata Kim Chun Chu. Al Cheon tidak mau menerima jawaban ini begitu saja. Keselamatan Ratu adalah prioritas utamanya dan tanya apa yang lebih penting daripada keselamatan Ratu? (ck..ckck..Al Cheon my guardian ..)

Ratu berkata ini masalah apa mereka akan bisa mendapatkan Kim Yu shin. Ratu berkata ia tidak akan pernah bisa mendapatkan Yu shin jika ia menyingkirkan Gaya, membuang Wyol Ya akan membuat Ratu tidak bisa memiliki Kim Yu shin selamanya.

Ratu berkata ia ingin mengubah pemikiran Wyol Ya. Al Cheon berkata tidak peduli betapa pentingnya memperoleh Kim Yu shin tapi keselamatan Ratu ..Apa kau pikir mereka yang berkata siapa yang mendapatkan hati rakyat akan memerintah dunia dan berpikir mendapatkan hati rakyat, apakah itu perkara kecil? Ratu beristirahat di kamarnya.

Al Cheon dan Kim Chun Chu meninggalkan kediaman Ratu. Al Cheon tanya apa mereka tidak bisa apapun untuk mencegah Ratu. Kim Chun Chu berkata Ratu melakukannya agar aku mlihat. Al Cheon : memperlihatkan? Untuk meraih hati rakyat tidak dapat menggunakan kepandaianmu sendiri, jadi demi penyatuan 3 negara, Ratu mengikatkan aku dengan Bo Gya Hoe. Apa maksudnya? Kim Chun Chu berkata Bo Gya Hoe takut, setelah Ratu meninggal apa yang dilakukan Chun Chu pada gaya. Kim Chun Chu akan berpikir sebagai penerus Ratu. Itulah mengapa tujuan mereka harus selaras. Ratu memperlihatkan pada Bo Gya Hoe siapa penerusnya kelak. Orang yang harus mereka dukung bukan Kim Yu shin tapi Kim Chun Chu.

Wyol YA berpikir sendirian. Lalu mereka mendengar seorang anak yang menangis. Mereka melihatnya dan tanya ada apa. Anak itu menangis karena ibunya dan kelaparan.

Ratu heran bagaimana Joo Bang dapat mengetahui lokasi Bo Gya Hoe. Joo Bang berkata ia minta orang mengikuti pergerakan Wyol Ya dan seo Ji. Ratu berkata itu susah kan, Joo Bang berkata ia mungkin kelihatan tua tapi kepandaiannya tidak berkarat dan ia selalu melakukan yang terbaik. Ratu tahu itu. Joo Bang berkata ia sebenarnya menugaskan seorang anak kecil berusia 7 tahun tapi pintar. Ratu heran ternyata anak kecil?

Pesan datang. Ratu menerima laporan Seol Won Rang dikalahkan. Mereka tiba di Chu Hwa Gun, Chu Hwa Gun sudah diserang jadi mereka tidak sempat membuat strategi, mereka langsung perang akhirnya mereka terpaksa mundur. Ratu memerintah Jujin untuk mengerahkan pasukan untuk Iseo Gun. Bi Dam diam saja.

Seol Won Rang kembali ke seorabeol dengan kekalahan. Go Do, Dae Pung dan Yang Gil mendukung Guk san heun yang pincang, dibelakang para prajurit yang terluka. Rakyat cemas, bukankah itu pasukan Yu Shin yang tidak terkalahkan, jika mereka kalah bagaimana hebatnya pasukan Baekje? Seol Won Rang ditandu menemui Ratu dan Ratu tanya apa yang terjadi, Seol Won minta maaf karena ternyata tentara Baekje sangat hebat taktiknya. Ratu berkata ada seseorang yang bisa mengendalikan unit2 ini. Seol Won membenarkan. Mereka sangat cepat dalam penyerangan.

Kim Yu Shin terkejut, bahkan seol Won Rang juga tidak sebanding dengan pasukan Baekje. Go Do berkata pasukan Baekje memiliki hantu yang muncul dan hilang. Kim Yu shin : Hantu? Guk San Heun berkata orang itu mengenakan helm dan memimpin Baekje muncul di satu tempat kemudian hilang. Yang gil berkata itu menakutkan, Daepung berkata yang kelihatan di depan mata hanya kematian.

Bi DAm mengunjungi Seol Won Rang yang terluka parah dan ia minta maaf pada Bi Dam dan minta Bi Dam mewujudkan harapan terakhir Mi Shil. Seol Won Rang berkata Bi Dam tidak bisa mempertaruhkan kesetiaannya hanya pada satu orang sebagai tujuan yang ingin dicapai. Itu terlalu berbahaya. Bi Dam harus merangkul tujuan yang lebih luas dan besar atau Bi Dam hanya akan seperti dirinya yang hanya menjadi bawahan. Seol Won Rang berjuang dengan nafasnya, Bi Dam harus mengingat harapan terakhir Mi shil dan mematuhinya. Bi Dam menggenggam tangan Seol Won Rang dan memanggilnya tapi Seol WOn Rang tersenyum dan menghembuskan nafas terakhirnya. Bi Dam menangisi Seol WOn Rang.

San TAk memberikan surat terakhir Seol WOn pada Kim Yu Shin.

Seol Won : Bangsawan Yu Shin, perhitunganmu salah, pasukan kavaleri Yoon Chung tidak berjalan 70 ri tapi 80 ri. Hati-hati dengan komandan yang mengenakan helm yang memimpin unit taktis kecil, ia akan muncul dan menghilang di tempat2 yang tidak pernah kau pikirkan sebelumnya dengan ilmu sangat hebat dan tepat.

Mi saeng dll berduka atas kematian Seol Won RAng. Mi saeng tanya apa ada kata2 terakhir Seol Won untuk mereka, Bo Jong berkata ayahnya berkata Mi saeng pintar jadi tidak perlu cemas. Ha Jong kesal karena Seol Won tidak memikirkannya bahkan saat ia menghadapi kematian.

Semua bingung saat Seol Won Rang meninggal, siapa yang akan memimpin. Kim Yong Chun berkeras agar Kim Yu shin memimpin pasukannya. Tapi beberapa bangsawan tidak ingin kriminal memimpin pasukannya. Kim Yong chun berkata Jika Jujin dikalahkan, maka berikutnya Seorabeol dan mereka harus memikirkan keselamatan Silla.

Kim Seo Hyun kaget saat isterinya mengabarkan Seol Won Rang dikalahkan dan pasukan Yu Shin juga kalah. Putri Man Myeong tanya apa yang harus mereka lakukan.

Mi Saeng kaget Kim Yu shin akan memimpin pasukan? Ha Jong berkata mereka mengusulkan agar Yu shin memimpin pasukan. Bi Dam kesal bahwa mereka mengusulkan orang yang melanggar hukum harus menyelamatkan negri. Bi Dam tanya apa pejabat Silla berani mengajukan usulan itu. YeomJong datang dan berkata pada Bi Dam, Yu shin berkeras bertemu Bi Dam.

Kim Yu shin mempelajari peta saat Bi Dam masuk ke dalam sel. Di Geumseongsan, jika baekje mencapai Iseo Gun maka berikutnya Geumseong san. Setelah itu Amnyangju, mereka harus menghentikan peperangan di pugunungan. Bi Dam tidak mendengarkan. Kim Yu Shin merenggut kerah Bi Dam dan berkata Jika Bi Dam ingin ia mati lakukan saja, jika Bi Dam mau pasukannya ambil saja, tapi mereka harus menyelamatkan Silla lalu lakukan saja yang kau inginkan. (wow..Kim Yu Shin is a big general indeed..)

Bi Dam mengambil peta Yu Shin dan pergi, Bi Dam melihat Peta dan tercekat.

Kim Chun Chu berkata Ratu tidak bisa meninggalkan Yu shin begitu saja. Yu Shin harus memimpin pasukan dan ini belum terlambat. Bi Dam datang. Bi Dam berkata Jujin perlu membangun pertahanan di Geumseongsan dan menggunakan daerah pegunungan untuk mengalahkan Baekje. Ratu menurunkan perintah untuk dilakukan tapi Bi Dam melihat Ratu terlihat cemas. Bi Dam meyakinkan Ratu agar tidak cemas ia akan menyelamatkan Silla berapapun harganya. Ratu tidak memperhatikan dan Bi Dam pergi. Kim Chun Chu memanggil Ratu setelah Bi Dam pergi, Ratu berkata ya benar malam ini.

Di Markas Bo Gya Hoe, Wyol Ya mengalami kesulitan meyakinkan para tetua dan Seo Ji berkata mengapa mereka harus takut dan menyerahkan segalanya. Wyol Ya berkata bukan takut tapi ia percaya Ratu. Para tetua berkata Wyol Ya berubah banyak setelah lama bekerja sama dengan Silla. Wyol Ya memandang para tetua yang berkelahi.

Ratu, Kim Chun Chu menunggu di tempat pertemuan, dan tidak ada tanda2 dari Wyol Ya. Ratu kehilangan kesabaran dan ia berdiri dan memanggil Joo Bang. Joo Bang ditemani anak berusia 7 tahun. Ratu berkata ia tidak akan menunggu lagi. Anak itu berkata ia tahu dimana harus mencari paman Wyol Ya. Al Cheon cemas, ia tahu Ratu akan mengunjungi markas Bo Gya Hoe.

Wyol YA harus mengakhiri perdebatan karena ia harus menemui Ratu. Seorang penjaga masuk dan minta Wyol Ya keluar sebentar. Semua kaget. Wyol Ya kaget saat tahu Ratu dan Al Cheon masuk ke markas Bo Gya Hoe. Mereka dikepung, AL Cheon sangat siap bertempur (kasihan Al Cheon, pasti pusing ya ngurus Ratu..sabar my guardian..sabar..). Al Cheon mengumumkan ini Ratu seon Deok, semua harus berlutut dengan hormat. Wyol Ya keluar dan memberi salam. Ratu menunjukkan daftar keturunan Gaya, ini catatan kependudukannya, Ratu mengambil buku dan membakarnya.

Kim Chun Chu dan Joo Bang menemui anak buah Al Cheon dan berkata Ratu mungkin dalam bahaya. Kim Chun Chu minta Joo Bang ke kediaman Kim Yong Chun untuk mengatakan ia perlu mengerahkan pasukan. Ratu membakar daftar nama apa ini belum membuat mereka percaya padanya. Apa lagi yang harus ia lakukan agar mereka percaya. Jika mereka masih berkeras menolak aturannya maka mereka sudah mencelakakan Kim Yu Hsin. Memaksanya membunuh Kim Yu shin. Dan membuat Gaya punah karena keturunan Gaya harus membunuh rakyat Silla untuk bertahan. Ratu tanya apa itu yang mereka harapkan.

Kim Chun Chu datang dengan pengawal istana dan mengelilingi Ratu, Ratu berkata ia baik2 saja. Ratu memberi peringatan ini ultimatum terakhirnya. Ratu melihat kepada Chun Chu, ini tergantung kau untuk meyakinkan Wyol Ya. Jika kau gagal maka Kau, Wyol Ya dan yang lain tidak akan melihat fajar matahari. Ratu pergi dengan Al Cheon dan pengawal meninggalkan Kim Chun Chu untuk negosiasi dengan mereka. Ratu kembali ke istana dengan pengawalan. (anak rajawali harus dilemparkan dari tebing untuk belajar terbang, Kim Chun Chu mengalami hal yang sama, cool.. )

Joo Bang lapor Geumseongsan dikalahkan Baekje dan Jujin kalah. Tentara Baekje menuju Amnyangju. Ratu berkata bagaimana negosiasi Kim Chun Chu dan Wyol Ya. Joo Bang berkata belum ada berita. Ratu minta Joo Bang mengumumkan rapat darurat segera. Joo Bang pergi.

Bi Dam mendapat laporan tentara Baekje menuju Amnyangju. Yeom Jong berkata 20 ribu pasukan dan itu membuat Seorabeol dalam bahaya. Di Tahanan Audit, Kim Yu shin teriak ia ingin tahu apa yang terjadi pada pasukan Jujin. Tapi tidak ada jawaban. Kim Yong Chun berkata mereka harus mengirim pasukan ke Amnyangju segera.

Phil Dan berkata jika mereka mengalahkan Amnyangju maka berikutnya Seorabeol, kemudian Yeom Jong datang dan lapor ada sesuatu yang terjadi di halaman Yongmujang (arena berlatih ilmu bela diri) Ratu tahu Kim Chun Chu berhasil dalam negosiasi dengan Wyol Ya.

Wyol Ya dan Bo Gya hoe berbaris ke Yongmujang dengan pasukan Gwoljangno dengan Kim Chun Chu berdiri di depan mereka, Wyol Ya dan Bo Gya Hoe berlutut dan bersumpah setia pada Ratu dan Kim Chun Chu dan akan memberikan semuanya. Kim Yong Chun kaget bukankah itu Bo Gya Hoe. Para bangsawan kaget bagaimana Bo Gya hoe bisa memasuki istana.

Kim Chun Chu lapor pada Ratu ia sudah menyelesaikan misi yang diberikan Ratu, ia bersekutu dengan Bo Gya Hoe dan mereka akan setia padanya. Ratu senang.

Ratu : Panggil Kim Yu shin ke dalam sidang.

Kim Yu shin mengenakan baju militernya masuk dan berdiri di depan Ratu.

Para bangsawan protes saat tahu Ratu ingin Yu shin memimpin pasukan. Pasukan Yu shin sudah kalah.

Ratu berdiri, Tampaknya orang2 dibawah pimpinan Yu shin adalah benar pasukan Yu shin. Jika Yu shin memimpin mereka, mereka bisa dibenarkan disebut pasukan Yu shin..Ambilkan pedangku.

Ratu menerima pedangnya.

Ratu : Sangjanggun Kim Yu shin

Kim Yu shin : Ya, Yang Mulia! Kim Yu shin maju ke hadapan Ratu.

Ratu : Aku disini untuk mengangkatmu kembali sebagai Sangjanggun dan menganugerahkan padamu pedangku dan memberikan otoritas absolut dalam militer dan memerintahkanmu untuk melindungi perbatasan dan tanah Silla dan menyelamatkan Silla dari bahaya.

Bi Dam kecewa bahwa ia tidak bisa melakukannya meskipun ia sudah memberikan jaminan.

Kim Yu shin mengambil pedang itu dari tangan Ratu.

Kim Yu shin : Sangjanggun Kim Yu shin..akan mempertaruhkan nyawanya untuk memenuhi perintah Yang Mulia!

Kim Chun Chu melihat ke arah Bi Dam yang merengut.

Queen Seondeok Episode 57

Kim YU Shin mengambil pedang dari tangan Ratu.
Kim Yu Shin : Sangjanggun Kim Yu Shin..akan mempertaruhkan nyawanya untuk memenuhi perintah Yang Mulia dengan semua kemampuan hamba. Tapi Yang Mulia hamba dituduh terlibat dengan Bo Gya Hoe.

Kim Chun Chu berkata Bo Gya Hoe sudah dibubarkan. Yu Shin melihat Chun Chu yang tersenyum, Ratu juga tapi Bi Dam tidak terlihat senang. Al Cheon datang dengan berlari, Wyol Ya sudah masuk dan menunggu di In Gang Jeon. Bi Dam melihat ke arah Ratu dan sadar ini perbuatan Ratu.

Ratu menemui Wyol Ya dan menerima daftar nama Bo Gya Hoe darinya, Wyol Ya dan Bo Gya Hoe berlutut di depan Ratu dan bersumpah setia padanya. Para Bangsawan bertanya bagaimana mereka bisa mempercayai mereka. Bagaimana jika mereka memberontak lagi. Ratu berkata mulai sekarang daftar kependudukan Gaya sudah dihilangkan, tidak peduli dari distrik mana mereka tidak akan ada lagi seseorang yang dicatat sebagai keturunan Gaya. Ratu membebaskan semua anggota Bo Gya hoe dari tahanan.

Ratu melempar daftar nama Bo Gya Hoe ke dalam api. Bi Dam melihatnya terbakar. Ratu mendeklarasikan tidak ada Gaya lagi dan rakyat Gaya tidak ada, mereka adalah rakyat Silla. Ratu minta mereka mempertaruhkan nyawanya dan selamatkan negri ini. Wyol Ya bersumpah untuk melindungi Silla dan Ratu. Bo Gya Hoe mengikuti mereka akan bersatu dengan Silla. Kim Yu shin kaget. Ratu senang dengan hasilnya akhirnya ia berhasil memperoleh persekutuan dan kesetiaan keturunan Gaya. Bi Dam tidak percaya Ratu melakukan misi yang penting dan lebih lagi menipunya. Kim Chun Chu senang.

Ratu dan Kim Chun Chu benar2 selaras. Mereka akan melakukan apapun demi ambisi besar. Kim Yu shin sinkron dengan ambisi itu sebaliknya Bi Dam tidak begitu aman.

Kim Yu Shin dan Bi Dam. Bi dam berkata demi menyelamatkan Yu Shin, Ratu mempertaruhkan nyawanya. Yu Shin berkata Ratu punya pengertian yang besar tapi bukan untuk menyelamatkan dirinya. Bi Dam berpikir sebaliknya. Kim Yu shin tidak mengerti bagaimana Bi Dam bisa begitu bodoh dan tidak bisa berpikir jauh. Bi Dam mengubah pembicaraan dia dengar pasukan Baekje dapat menempuh 80 ri. Yu shin membenarkan. Bi Dam berkata kecuali kudanya dilengkapi sayap ini tidak mungkin tapi Yu shin berkata ini benar disaksikan di medan perang.

Bi Dam merasa petugas tidak bisa memperkirakan kondisi di garis depan. Bi Dam berkata mereka harus membuat hal ini menjadi jelas. Ini tidak mungkin dimulai. Kim Yu Shin bertanya lalu mengapa Bi Dam mengatakan sebaliknya, ia pikir Bi Dam tidak suka kalau Yu Shin mendapatkan jasa. Bi Dam berkata ia secara pribadi tidak berharap Kim Yu shin mendapatkan jasa tapi bagaimanapun juga ia lebih membenci Yu shin jika Yu shin gagal. Ini demi Silla dan Ratu. Bi Dam pergi.

Go Do dan komandan lain berdiskusi. Joo Bang datan dan memberikan pada mereka masing2 sebuah jimat Pyeok Chu Muk yang bisa menghindarkan mereka dari panah dan pedang. Joo Bang memohon agar teman2nya pulang dengan selamat dan mereka harus selamat, apa mereka mengerti? Go Do memegang erat jimatnya.

Kim Yu shin memerintahkan pasukannya untuk mengalahkan pasukan Baekje dan menyelamatkan Silla dan mereka harus berbaris sebagai pasukan Silla. Pasukan Kim Yu Shin bersorak dan bersemangat kembali. Kim Chun Chu dan Bi Dam melihat dari kejauhan. Kim Chun Chu senyum sementara Bi Dam terlihat kusut.

Kim Seo Hyun lapor pada Ratu, pasukan Jujin kalah di Geumseongsan dan sekarang mundur ke Nam Cheon. Dekat dengan Amnyangju. Mi Saeng berkata setelah Amyangju, hanya perlu satu jam untuk mencapai Seorabeol. Jika Amnyangju dikalahkan.

Ho Jae tanya pada Ratu mereka harus membuat rencana untuk menahan ini. Kemudian Bi Dam datang. Bi Dam memegang gulungan kertas dan berlutut di depan Ratu. Bi Dam memberanikan diri untuk mengusulkan ini demi keamanan nasional. Ratu membacanya, Bi Dam ingin Ratu memindahkan kediamannya untuk sementara. (Ba Cheon, pindah demi keamanan)

Ratu tanya pindah? Bi Dam menjelaskan ini adalah laporan dari dept Audit Silla. Saat benteng Daeya jatuh, mereka membangun 3 garis pertahanan untuk pencegahan dan rencana tambahan untuk Ratu agar pindah ke tempat perlindungan diluar Seorabeol. Sekarang tentara Baekje mendekati Amnyangju. Hanya perlu 19 jam untuk mencapai Seorabeol.

Bi Dam berkata mereka harus mengatur istana rahasia di Yul Po Heun (sekarang Ulsan) untuk Ratu dan semua anggota pemerintahan dapat pindah dan berlindung disana, dan Seorabeol akan dilindungi Bi Dam dengan menterinya. (menurutku itu ngga bisa BD..)

Para menteri berdebat atas usul Bi Dam. Kim Yong Chun tidak setuju Ratu pindah, Mi saeng, Ha Jong setuju Ratu pindah. Ratu pusing mendengarnya. (pihak Mi shil pasti senang Ratu pergi dari Seorabeol, mrk bisa cari alasan utk menguasai Seorabeol, tergantung motif BD, tulus atau ada agenda tersembunyi.)

Di Amnyangju, Bangsawan Jujin memberikan briefing pada Yu shin atas situasi terakhir. Yu shin tanya apa kecepatan jangkauan mereka benar, Jujin membenarkan, mereka sanggup mencapai 80 ri dan mereka bisa muncul dimana saja dan menyerang. Wyol Ya tanya apa benar mereka sedemikian cepat.Benar. Khususnya pemimpinnya sangat pintar dalam menyusun taktik dan strategi. Kim Yu shin tanya apa orang itu menggunakan helm. Jujin membenarkan.

Seo ji mengecek anak buahnya yang terluka dan tanya apa yang terjadi. Mereka hantu kata para prajurit. Yu shin memperingatkan Jujin agar tidak menyebut kata “hantu” lagi. Kim Yu shin menegaskan, dalam medan perang semuanya adalah manusia. Dimana kalian bisa menemukan hantu? Wyol Ya masih memikirkan kecepatan jangkauan mereka, 80 ri? Im Jong masuk dan lapor ada unit taktis yang muncul. Dimana tanya Yu shin, mereka bergerak melalui yeongido. Wyol Ya berkata mereka memotong lewat Sangyujae. Im Jong berkata Sangyujae adalah dimana Go Do menyiapkan pertahanan.

Sangyujae, Gyebaek yang mengenakan helm menyerang , tidak heran mereka cepat, karena mereka menggunakan kuda. Go Do melihat jadi orang itu yang mengenakan helm. Guk San Heun tanya apa yang harus mereka lakukan. Go Do minta kawan2nya bersiap menyerang tapi tunggu tanda darinya. go do menyergap pasukan itu mereka melemparkan beban kebawah dan mereka mendengar suara korban dari pihak Baekje. kemudian Gyebaek berteriak mundur. Guk San heun tanya apa mereka akan mengejar mereka, Go do berkata yu shin memerintah untuk menunggu dan bertahan. Go do memerintah untuk menyusun ulang pertahanan. (Go do wow..fantastis..)

Wyol Ya tanya apa mereka harus mengirim pasukan ke Sangyujae tapi menurut yushin itu hanya pancingan saja. Mereka harus tahu dimana pasukan mereka sebenarnya, ini yang paling penting.

Di Sangyujae, pasukan baekje muncul lagi. Pasukan Yu shin kaget bagaimana mereka bisa muncul dengan cepat. Gyebaek turun dari kuda dan berhadapan dengan Go do. Gyebaek sangat tinggi ilmunya dan cepat. Go Do membawa senjata berupa palu yang membutuhkan kekuatan besar. Gyebaek lebih cepat sehingga ia bisa mengalahkan go do dan melempar Go Do ke tanah. Go Do terkejut dan heran apa orang itu benar manusia. Yang Gil, Dae Pung, dan Guk San Heun memanggil Go do yang tertegun dan mundur, mereka menarik Godo yang masih shock.

Kim Seo hyun tidak setuju Ratu pergi dari Seorabeol. Putri Man Myeong memberanikan diri berkata mungkin ini strategi Bi dam dan sekutunya untuk mengambil alih kerajaan. Ratu berkata sebelum mereka mencemaskan ada strategi lain, prioritas mereka adalah keamanan Silla dan Ratu meyakinkan mereka ia tidak akan meninggalkan ibukota tapi..

Mi aeng membicarakan logistik, jika Baekje melewati Amnyangju, maka berikutnya yeong Cheon, akan sangat sulit menahan Seorabeol. Yeom Jong berkata ia sudah mengerahkan penjaga untuk melindungi area itu. Bo Jong berkata bagaimanapun tentara baekje ada 20 ribu orang. itulah mengapa mereka harus pindah dari Seorabeol. Ha jong berkata mereka harus meyakinkan Ratu.

Jika Yu shin gagal, maka Ratu harus keluar dari Seorabeol dan kementrian Audit akan mengurus Seorabeol, dan dunia akan menjadi milik Bi Dam. Yeom jong dan MiSaeng juga tidak percaya Ha Jong berpikir demikian, saat ini prioritas untuk menghentikan serangan baekje harus didahulukan. Bo jong juga menegaskan keselamatan Silla adalah prioritas. Tapi Ha jong berkeras ini adalah kesempatan emas dan Bi Dam dapat menggunakan krisis ini untuk memperoleh kejayaan mereka.

Bi dam masuk dan mendengar kata2 mereka. Bi dam berkata pada Ha Jong dalam keadaan negara seperti ini, Bi dam tidak punya niat mengambil kesempatan apapun. Ha Jong tertawa dan ekspresi Bi DAm membuatnya tutup mulut. Bi Dam mencemaskan Ratu dan juga keluarganya.

Kim chun Chu setuju Ratu bersembunyi sementara waktu. Kim chun Chu akan tetap di Seorabeol. Ratu berkata ia tidak akan pergi, tapi Kim Chun Chu harus pergi ke persembunyian. Jika seorabeol ditaklukan, dan jatuh ke tangan musuh maka Kim Chun Chu harus mengambil alih komando dan memimpin perang merebut kambali ibukota. Kim Chun Chu : Bagaimana saya bisa pergi lewat pintu balakang sedangkan Yang mulia tetap di ibukota?

Ratu berkata pasukan mereka sedang bertempur, bagaimana mereka dapat lari. Bagaimana mengatakan pada mereka bahwa penguasa mereka lari dari Seorabeol. Kim Chun Chu mengingatkan Ratu bahwa tubuhnya bukan miliknya sendiri tapi milik Silla. Jika Ratu dalam bahaya, Silla juga. Ratu berkata Silla masih memiliki Kim Chun Chu. Kim chun chu takut ..Ratu tanya apa Chun chu takut Seorabeol akan jatuh ke tangan Bi Dam ? Kim Chun Chu diam. Berarti benar. Ratu meyakinkan Chun Chu bahwa dia juga ada disini bersama dengan Bi dam. Ratu berkata ia tidak akan meninggalkan Kota Raja. Kim Chun Chu takut jika Seorabeol jatuh Ratu akan ikut jatuh.

San Tak menemui Bi Dam dan berkata Ratu memanggilnya. Ratu berkata pada Bi DAm ia tidak akan meninggalkan ibukota tapi Bi dam harus mendampingi Kim Chun chu menuju perlindungan dan ia tidak akan pergi dari Seorabeol, dan jika Seorabeol jatuh maka Kim chun chu akan memimpin operasi militer untuk menyerang. Ratu minta Bi Dam membuat persiapan. Bi Dam berkata ia bukan Kim Yu shin. Kim Yu shin demi Silla akan melakukan segalanya memisahkan Ratu dan Kim chun Chu demi kesempatan bertahan tapi ia tidak akan melakukannya.

Bi Dam tidak mau mendengar dan tetap berkeras agar Ratu pergi dan dia yang akan bertahan di seorabeol. Ratu berkata ia tidak akan pergi. Bi Dam tanya apa Ratu khawatir memercayakan ibukota pada Bi Dam. Ratu berkata bukan seperti itu. Bi Dam minta penjelasan mengapa Ratu tidak melihat matanya ketika berkata itu. Bi dam berkata ia adalah orang yang menyebabkan kematian Mi Shil,ibunya dan itu demi Ratu. Ratu melihat Bi Dam tepat di matanya, Ratu tanya apa Bi Dam sekarang menyalahkan dirinya karena itu. Bi Dam berkata Ratu sudah berubah.

Bi Dam berkata saat mereka pertama kali bertemu, ia mencoba menukar obat dengan menyerahkan Ratu pada pemerintah, saat itu kau berterima kasih padaku. Bi Dam tidak tahu atau peduli alasan Ratu saat itu tapi itu adalah kali pertama ia mendengar kata2 seperti itu dalam hidupnya. Kau adalah satu2nya orang yang tidak merendahkan atau mengejek tindakannya. Ratu berkata pada Bi Dam dalam dunia ini apa yang bagi Bi Dam keberanian dunia mengatakan itu kekejaman ratu memujinya sebagai keberanian dan mendukung Bi Dam dalam keseluruhan strategi. Ratu memujinya sebagai strategi yang brillian. Hari saat ia kehilangan ibunya, pertanyaan Ratu apa ia yang menyebabkan ini bukan dipenuhi dengan penyalahan seperti sekarang tapi dengan pelukan yang penuh dengan pengertian.

Ratu berkata, jangan bicara lagi. Bi Dam tanya lalu mengapa. Bi Dam tanya mengapa ia selalu terlihat seperti ingin melakukan strategi padahal ia hanya ingin melindungi Ratu. Tapi Ratu menganggapnya seperti orang yang hanya menginginkan Seorabeol. Bi Dam berkata Ratu tidak lagi bisa melihat ketulusannya. Bi Dam pergi dengan kecewa. Ratu menghela nafas. Bi Dam pergi dan merenung sementara Ratu duduk di kamarnya merenungi kata2 Bi dam. Ratu ingat saat2nya bersama Bi dam, dalam waktu2 paling menyenangkan mereka. Ratu membaca proposal Bi Dam.

Go do merawat lukanya dan Kim Yu shin datang. Go Do memberi hormat. Yu shin menanyakan keadaan Go do, ia tidak apa2 dan Go do minta maaf. Kim Yu shin bertanya2 mengenai unit taktis itu yang sangat cepat dan berapa waktu yang dibutuhkan saat mereka menghilang dan muncul lagi. Go do berkata sekitar 15 sampai 30 menit.

Wyol Ya berkata 30 menit. Diperlukan 30 menit untuk mengelilingi gunung , bagaimana bisa secepat itu. baek eui berkata ini benar. Berarti kecepatannya 90 ri per hari. semua sedang berpikir saat Yu shin memecahkan kesunyian dengan menunjuk lantai. Kim Yu shin menunjukkan beginilah mereka menghilang dan muncul lagi. Mereka bersembunyi itulah sebabnya mereka gagal menjebaknya. Kim Yu Shin berkata mengingat kemampuan berkuda Baek Eui, ia ditugaskan untuk memancing mereka. Baek Eui menjalankan perintah. (ehm..Baek Eui..pintar berkuda juga ya..hehe..interesting..)

Kim Yu shin memberi arahan pada Baek Eui. Baek Eui mengerti. Kim Yu Shin bersama Deok Chung dan Im Jong akan menunggu disini untuk menyergap. Kim yu shin berkata saat pasukan infantri Im Jong menyerang unit taktis itu, Deok Chung dan dirinya akan menyerang bagian yang lain. Jujin diperintah untuk melindungi kamp. Kim Yu shin membagi tugas dan mereka mengerti. Tinggal Wyol Ya, ia tanya apa tugasnya, Yu Shin minta wyol Ya sabar. Kata Yu shin dalam medan perang ada batas jelas antara kemenangan dan kekalahan dan mereka harus mengambil kesempatan yang datang hanya sekali, kemudian pasukan Wyol Ya dan pasukan Gwoljangnonya akan memainkan peranan penting. Wyol Ya mengerti.

Baek Eui dan pasukan kavalerinya bertemu dengan satu unit taktis baekje. Baek Eui memerintahkan mundur dan memancing pasukan baekje ke lokasi yang berlumpur. Kim Yu shin sudah menunggu dengan pasukannya. Tapi pasukan Baekje mundur di tengah jalan dan menghilang. Im Jong tanya apa mereka tahu sudah dipancing. Deok chung tanya apa mereka memutar. Tiba2 tentara Baekje datang, Yu Shin dkk menghunus pedang mereka dan siap tempur dengan Gyebaek. Kim Yu shin menyerukan mundur.

Di Kamp, Im Jong berkata mereka menguasai 90 ri, ini karena mereka cepat sekali. Wyol Ya berkata mereka tidak tahu bagaimana mengantisipasinya karena mereka terus saja muncul dan menghilang, jadi susah menyerang Baekje. Kim Yu shin tanya apa Baek Eui sudah kembali.

Di kamp baekje, Gyebaek membuka helmnya dan mendapat laporan bahwa yang menyusup dulu adalah Sangjanggun Kim Yu shin. Mereka kaget. Jika mereka bisa menangkap Yu shin disini dan mengalahkan Amnyangju maka Seorabeol akan jatuh di tangan mereka.

Gyebaek tanya apa Deok Man dari silla sudah pergi dari Seorabeol. Komandan berkata Ratu belum pergi. Gyebaek berkata untuk ukuran wanita, dia benar2 pemberani. Kapan mereka akan bertempur terbuka dengan Kim Yu shin, Gyebaek berkata sampai pasukan Silla belum tahu rahasia dibalik 90 ri mereka, lain kali mereka akan menunjukkan kecepatan 100 ri dan saat itu Gyebaek akan berurusan dengan Kim Yu shin. seseorang memanggilnya dan Gyebaek tersenyum.

Baek Eui kembali, Baek eui lapor mereka lewat di lahan berlumpur seperti yang direncanakan. Kim Yu shin ingat kuda yang melewati jalanan berlumpur. Mereka sudah ditipu. Baek Eui membenarkan kuda2 itu melalui jalam berlumpur. Im Jong tanya apa yang terjadi. Yu Shin ingat bahwa kuda2 mereka tidak terkena lumpur. Kim Yu shin heran bagaimana Baekje bisa menipu mereka dengan tipuan mereka.Kim Yu shin minta mereka memanggil semua pejabat militer untuk rapat.

Gyebaek disapa oleh prajurit dengan helm sama, ternyata mereka ada beberapa pasukan dengan pemimpin mengenakan helm yang sama. Mereka tertawa karena merasa berhasil menipu pasukan Silla.

Jujin heran bahwa mereka berhadapan dengan 2 pasukan yang sama identik ? Apa ini? Yu Shin menjelaskan ini benar, mereka berhadapan dengan 2 pasukan identik. Inilah cara Baekje menipu kita selama ini. Mereka memberi ilusi bahwa seolah2 mereka sanggup mencapai 90 ri dalam satu hari, sehingga setiap musuhnya akan mengira mereka tidak tertandingi dan membuat pasukan Silla takut. Padahal semua tipuan. Para komandan marah sekali karena ditipu oleh Baekje. Deok Chung selama ini curiga karena kecepatannya tidak masuk akal ternyata semua hanya trik. Baek Eui tanya itulah mengapa Yu shin ingin menguji teorinya dengan memancing mereka ke jalan berlumpur sehingga teorinya terbukti. (satu pasukan kena lumpur, pasukan lain bersih that’s the different, love YuShin and Baek Eui..!)

Kim Yu shin berkata sekarang mereka bisa merencanakan strategi menghadapi mereka. Jujin memotong rute lalu menyerang markas dan membakar persediaan. Yu shin berkata paling tidak ada satu pasukan di sana. Pasukan itu tidak bisa kemana2. Jujin tidak mengerti. Yu shin berkata jika satu unit pasukan bergerak, pasukan yang lain tidak bisa dikerahkan jika tidak mereka akan merusak ilusinya sendiri. Sampai mereka menyadari bahwa tipuannya sudah terbongkar mereka tidak bisa bergerak. Jujin mengerti. Yu shin bersemangat sekarang mereka punya rencana melawan Baekje. Yusin minta Im Jong menyamar sebagai dirinya di kamp. Im Jong heran, dan juga Wyol ya, ini saatnya wyol Ya dan pasukan Gwoljangnonya untuk bergerak. Wyol Ya berkata mereka sudah siap. Seo Ji mengangguk.

Bi Dam menemui Ratu di tepi danau Anapji. (duh..pengen ke situ ah main..) Bi Dam tanya apa Ratu sudah mengambil keputusan. Ratu berkata dalam sehari semua bisa berubah, ada saatnya karena aku putri Raja ada yang ingin membunuhku, lalu ada yang ingin melindungiku, meninggal di depan mataku dan ada yang banyak yang berlutut padanya. Ada hari saat Bi Dam muncul di depannya. Bi Dam tanpa peduli dengan dunia ini memperlakukannya dengan biasa saja dan dia mengijinkan Bi Dam melanjutkan sikapnya yang biasa padanya. Hanya Bi Dam yang tetinggal yang bersikap biasa saja padanya seperti beberapa waktu lalu dan itulah mengapa hubungan mereka tidak pernah berubah dan terus bertahan.

Ratu melanjutkan bahkan setelah ia kembali ke istana, Bi Dam membawakan bunga untuknya (tapi DM, itukan waktu BD mo menyelidiki tanggal lahir..jd ia cari alasan gitu..), memegang tangannya dengan mata penuh kecemasan untuknya, perhatian, bahkan jika Bi Dam punya motif lain, tidak menjadi soal baginya, hanya melihat Bi Dam maka Ratu dapat merasakan masa lalunya dalam diri Bi Dam, benar2 perasaan yang menyenangkan untuk dinikmati. Bi Dam senyum itulah mengapa sekarang semua sudah berubah. Ratu berkata ia tidak punya nama apakan itu Putra Mahkota atau putri , bahkan orang di pasar punya nama tapi Penguasa tidak punya nama untuk dirinya sendiri. Penguasa hanyalah “Yang Mulia”. Sekarang tidak seorang pun yang bisa memanggil namanya. Bi Dam berkata kalau begitu dia akan terus melakukannya untuk Ratu, memanggil namanya. Ratu berkata jika Bi Dam memanggil namanya, itu berarti ancaman besar. (iya juga sih, masa kita panggil Ratu Elizabeth II, Elizabeth ..Elizabeth…pasti ditangkap)

Ratu berkata bahkan jika ini adalah cinta Bi Dam untuknya, bahwa Bi Dam ingin memanggil namanya tapi dunia hanya melihatnya sebagai kejahatan. Ratu berkata mengapa ia berubah itu adalah sejak ia kehilangan namanya, Bi Dam hanya dapat menjadi salah satu bawahannya. Ini karena ia harus merasa curiga bahwa Bi Dam ingin menjadi raja atau Bi dam akan menjadi Mi shil yang lain, setiap saat ia perlu berspekulasi dan membuat asumsi dari kecurigaan itu. Ratu berkata pada Bi Dam, ini benar2 berat baginya untuk ditahan. Bi Dam mencoba menyentuh Ratu, dia ragu2 tapi menarik Ratu ke arahnya dan Ratu berkata apa Bi dam sadar betapa ia sangat ingin mempercayai Bi Dam dan menginginkan dukungannya, apa Bi Dam mengerti. Bi Dam menggenggam tangan Ratu sesaat, kemudian ia meninggalkan Ratu, Bi Dam melihat Ratu dari kejauhan.

Bi Dam berlutut di depan altar Mi shil saat Ratu masuk ke dalam kuil dan Bi dam berdiri memberi hormat. Ratu berkata Bi Dam harus tetap di sisinya, tapi bukan sebagai orang yang selalu membuat tekanan atau membuatnya gelisah atau orang yang membuatnya kesepian tapi orang yang mengedipkan mata untuknya (hahaha sorry, tapi aku inget waktu BD ngedipin DM..), memberikan bunga untuknya, tertawa dan bercanda disampingnya, memegang tangannya untuk menenangkan ketegangan dan kecemasannya, Ratu berkata pada Bi Dam ia harus menjadi orang seperti itu.

Ratu mengaku ia sudah menahannya, mengendalikannya, menghindari dengan sengaja dan menjadi sangat dingin hatinya pada BI dam karena Penguasa tidak boleh memiliki perasaan emosional. Ratu ingin Bi Dam memperlakukannya seperti orang biasa atau sebagai seorang wanita dan Ratu akan menyukainya.

Ratu minta Bi Dam mencintainya seperti seorang wanita, tidak apa2 buatnya tapi Ratu tanya apa ini benar2 mungkin. Bi dam luluh hatinya, Ratu sudah mengaku perasaan sesungguhnya pada Bi dam. Bi dam memeluk Ratu dengan hangat, dan Ratu kali ini membalas pelukan Bi Dam.

Ratu mengumumkan kedatangannya. Ratu mengeluarkan perintah untuk memperkuat negara dan untuk menghadapi masalah yang timbul dalam negri, Ratu akan menurunkan Sangdaedeung Kim Yong Chun. Kim Yong chun kaget sekali dan lanjut Ratu mengangkat Bi Dam sebagai Sangdaedeung berikutnya. Kim Chun Chu kaget dan Ratu melanjutkan selama perang berlangsung semua pasukan dibawah Bangsawan Jujin, bangsawan Sueulbu, Ho Jae, Hwang Yun dan Seon Yeol akan dipindah dibawah komando Bi Dam. Ratu selesai membaca keputusannya dan mengumumkan bahwa dia akan tetap tinggal dengan Bi Dam di Seorabeol untuk mendorong semangat pasukan dan terus melawan Baekje dan menyelamatkan Silla. Bi dam senang sementara Kim Chun Chu kelihatan shock.

Ratu kemudian minta maaf pada Kim Yong Chun karena perpindahannya. Kim Yong chun tidak masalah asalkan yang paling penting adalah mengurus peperangan. Ratu setuju karena saat ini mereka kekurangan dukungan militer. Kim Yong Chun berkata jika Ratu memindah pasukan bangsawan di bawah komando Bi dam, maka tidak akan ada oposisi. Ratu senang Kim Yong chun mengerti. Kim Yong chun tanya apa Ratu percaya pada Bi Dam. Ratu memberi jawaban cepat, aku percaya padanya. Ratu menekankan dia percaya pada Yu shin, Bi Dam, dan Kim Chun Chu. Ia percaya pada kemampuan dan kecakapan mereka. Ratu berkata ia tidak akan meninggalkan Bi dam, Kim Yu shin atau setiap orang, Ratu tidak akan melepaskan mereka. Ratu berkata Kim Chun Chu harus disiapkan untuk merangkul seseorang.

Ha jong tanya Bi Dam adalah Sangdaedeung? Mi saeng berkata ini salah satu strategi Ratu. Bo Jong heran strategi? Ratu berkata ia menurunkan perintah mengangkat Bi dam sebagai Sanddaedeung untuk menekan kegelisahan Bi Dam kemudian memindahkan pasukan bangsawan dibawah kendali Bi Dam, itu berarti dalam waktu bersamaan mengendalikan bangsawan dan memonitor mereka. Misaeng berkata ini benar2 memanah dua rajawali dengan satu anak panah (Il jeon seong ju)

Ha jong berkata Bi Dam benar2 menakutkan tapi Ratu tidak ada duanya. Semua bangsawan berdiskusi apa pasukannya akan ditransfer ke bawah komando Bi dam. Mereka tidak bisa membantah karena ini dalam kondisi perang. Semua memutuskan untuk mengikuti perintah Ratu dan melihatnya kemudian.

Bi dam berlutut di depan altar Mi shil dalam jubah resmi Sangdaedeung, berkata pada ibunya bahwa dulu ibu khawatir kalau ia mendapatkan negeri untuk memiliki seseorang dan juga cinta berarti diperlukan semua tanpa menahan kembali. Bi Dam berkata bahwa ia tidak lagi ingin melakukan itu, ia tidak mau merebut tapi mulai ingin memberi, tidak menahan tapi merelakan untuk meraih sesuatu bersama seseorang apakah itu jalan menuju takhta atau ambisi yang abadi di depan airmatanya, ini hanyalah keinginan2 kecil dan gagasan saja.

Di kamp Baekje. Komandan tanya jika mereka menggunakan lembah ini untuk menyerang, itu hanya akan meninggalkan satu rute untuk lari dan komandan ke2 berkata jika musuh menyergap mereka, mereka pasti akan kalah. Gyebaek berkata bahwa musuh tidak akan pernah menyergap didaerah ini tapi di daerah lain. Jarak tembak pasukan infanteri akan terlalu jauh untuk dicapai mereka dan tidak akan ada masalah. Gyebaek memerintahkan penyerangan ke Amnyangju dan menangkap Kim Yu shin.

Lalu penyerangan di Amnyangju. Pasukan YuShin dan Baekje bertempur. Im Jong dan Deok chung bertempur sebagai Kim Yu shin. Gyebaek minta pasukannya mundur, pasukan Silla mengejar. Lalu pembawa pesan dari Baekje dan berkata Kim Yu shin mengejar pasukan unit taktis. Gyebaek menuju ke Chil Mi jae. Gyebaek merasa yakin ini akan berhasil, mereka akan menyerang markas Silla. Gyebaek naik ke punggung kuda dan mengenakan helmnya. Menuju ke markas Silla.

Malam hari saat pasukan Baekje menyelinap ke markas Silla dan Gyebaek masuk dan melihat markas itu kosong. Tidak ada satu orang pun dalam markas. Gyebaek tanya apa yang terjadi, kemudian ada panah berapi menghujani mereka dan prajurit Baekje berjatuhan. Kim Yu shin dan pasukannya mengepung Gyebaek.

Kim Yu shin : Pasukan Baekje!…habisi mereka semua

Pasukan Silla berteriak dan maju menyerang !!

Queen Seondeok Episode 58

Pasukan Silla berseru dan menyerang. Pasukan Baekje kaget, Gyebaek mengenali Kim Yu shin, bagaimana Kim Yu shin bisa berada di kamp Silla. Tapi terlambat, pasukan Silla membantai pasukan Baekje. Baekje berseru untuk mundur kearah timur laut kemudian mundur ke Noksangol.

Pasukan Baekje merasa sudah lolos dari maut mereka yakin tidak disergap ataupun kalau ada pasukan pemanah, mereka tidak bisa menjangkau. Baru saja ia selesai berbicara, panah berapi menghujani mereka, Komandan berkata dari aman panah2 ini berasal.

Ternyata pasukan Gwoljangno Seo Ji sudah bersiap dengan formasinya dan menembak mereka. Mereka panik apalagi saat Yu Shin berhasil menyusul dengan pasukannya. Yu Shin : Serang..!!! Mereka membantai pasukan Baekje (Silla pasti kesel bgt ama Baekje..udah sempat dikibuli soalnya..) Lalu Kim Yu shin menunjuk orang yang mengenakan helm, Yu Shin : Kau..aku akan bertarung denganmu! Wyol Ya berseru dan menyerang bersama pasukannya.

Bi Dam menemui Ratu dengan proposalnya. Sementara Silla berhasil mengalahkan pasukan Gyebaek. Im Jong datang dengan bantuan. Kim Yu shin bertarung dengan Gyebaek. Gyebaek membuka helmnya. Yu shin mengenalinya.

Ratu membaca proposal Bi Dam dan tanya apa ini. Proposal itu berisi, jika Ratu meninggal dunia, Bi Dam akan meninggalkan dunia politik dan menjaga makamnya sepanjang hidupnya. Bi Dam berkata artinya seperti yang sudah tertulis. Bi Dam memberikan 2 salinan kontrak perjanjian pada Ratu yang ia tulis sendiri (tulisannya bagus juga, tulisanku ngga sebagus itu, apalagi kalo pake kuas susyah.. hehe..), dan masing2 memegang satu copy. Jika Ratu tidak bisa melakukannya, ia akan mengungkapkan perjanjian ini di depan sidang.

Bi Dam berkata ini membuatnya tenang, Ratu memperlihatkan keprihatinan mengenai masalah ini, dan sebaliknya Bi Dam senang mendengarnya dari Ratu. Bi Dam tidak memikirkan kontrak ini untuknya, ini tidak membebaninya sama sekali, ini mudah untuknya. Bi Dam berkata Silla tanpa Ratu tidak berarti bagi Bi Dam, jadi ia tidak tertarik pada politik atau silla lagi. Ratu melihat Bidam. (BD bukan politikus sejati..BD sehrsnya ngga masuk istana, BD hanya ordinary man with love, oh poor BD..)

Kim Yu shin dan Gyebaek masih bertempur. Mereka seimbang. Sementara Bi dam berjanji akan mempertaruhkan nyawanya untuk mengikuti apa yang tertulis di kontraknya. Kim Yu shin di medan perang berteiak demi kejayaan Silla, dan Bi Dam mengatakan yang sama. Go Do berteriak ada asap! Guk San heun berteriak: Bangsawan Jujin berhasil. Gyebaek melihat asap, dan Yu shin berkata padanya itu dari markas Baekje. Kim Yu shinminta Gyebaek mundur tapi Yu shin tidak akan membiarkan Gyebaek hidup. Gyebaek berkata ia juga sama, tidak akan membiarkan Yu shin hidup. Ia tidak akan mundur kalau Yu Shin belum mati.

Yoon Chung mendapat laporan persdiaan makanan dibakar. PAsukan Silla menyerang mereka. Kim Yu shin dan Gyebaek masih bertarung, mereka mendengar seruan mundur, Gyebaek mau mundur tapi Yu shin menahannya dan tidak akan membiarkannya hidup. Kim Yus hin memerintah agar mengejar mereka. Gyebaek melihat ke arah Yu shin, mereka akan bertemu lagi.

Bi Dam memimpin rapat kabinetnya yang pertama dan berkata mereka akan menggunakan benteng Angang, Yeong Cheon, dan Eui Gok sebagai pertahanan dan memindahkan pasukan ke benteng2 ini juga ke Sangju dan Gangju akan berada dibawah perintah Seorabeol. Kim Yong Chun membaca laporan dan jika mereka melakukan ini meraka akan fokus pada pertahanan. Ratu minta Kim Seo hyun dan KimChun Chu minta bantuan militer ke Goguryeo.

Kim seo Hyun berkata ia akan menuju ke yul Bo Hyeon untuk membahas ini dengan Kim Chun Chu. Bi Dam berkata mereka akan menerima kedatangan duta dari Tang mereka akan tiba di benteng Dang Hang. Bi Dam minta Mi saeng mengatur semua persiapannya. Mi saeng mengerti. Al cheon datang dan lapor bahwa Kim Yu shin sudah mengusir pasukan Baekje dan mendapatkan kembali Iseo Gun dan Chu Hwa Gun dari mereka. Mi Saeng lega mendengarnya. Kim Yong chun mengucapkan selamat pada Ratu yang terlihat lega. Bi dam tanya bagaimana dengan daeya. Al cheon berkata mereka belum sampai Daeya, tapi akan berkemah di bagian timur dan bersiap menyerang. Ratu senang.

Di persembunyian In Yul Bo Hyeon, Joo Bang lapor pada Kim Chun chu, Yu shin megusir pasukan Baekje. Kim Chun chu senang Yu shin menyelamatkan Silla. Joo Bang membenarkan, Ratu sudah memerintahkan Yu shin untuk kembali ke Seorabeol. Joo Bang berkata Ratu benar2 akurat.

Kim Yu shin dan pasukannya masuk ke Seorabeol dengan kemenangan. Semua orang bersorak dan memberi selamat. Biarpun Kim Yu shin terlihat terluka, tapi mereka bangga. Kim Yu shin menghadap Ratu bersama Wyol Ya. Ratu berkata tidak ada jasa yang bisa dibandingkan dengan apa yang dilakukan Sangjanggun. Ratu menganugerahkan tanah Eui Gok untuk Yu Shin, Yu shin menerima dengan bersyukur. Ratu juga menganugerahkan pada Wyol Ya sebagai wakil menteri di kementrian Pertahanan untuk membantu Kim Yu shin. Wyol Ya berterima kasih pada Ratu.

Ratu berkata saat ini untuk unifikasi 3 negara ia ingin meraihnya dengan kemakmuran domestik dengan memperluas lahan dan memajukan pertanian, sehingga usulan departemen pertahanan untuk pengadaan senjata sering ia abaikan. Padahal raja baekje selama ini memperkuat militernya dengan luar biasa, Ratu mengakui ini kesalahannya sehingga mengakibatkan kekacauan ini, tapi terbukti negara dengan ekonomi dan stabilitas domestik yang akan menang pada akhirnya. Ratu berkata biarpun tertunda, tapi tidak terlambat jika mereka mengejar baekje dalam kemajuan militer da pertahanan. Mulai sekarang Ratu akan meningkatkan produksi senjata dan mengurangi produksi alat2 pertanian.

Ratu memerintah bahwa pasukan yang dulu ada dibawah Sangdaedeung Bi Dam akan dipindah ke Kementrian Pertahanan. Dewan kaget. Jujin berkata pasukannya sekarang ada dalam perintah dan latihan dibawah Bi Dam. Bangsawan Sueulbu berkata belum terlambat memindah kekuatan ke kementrian pertahanan. Ho jae menyatakan ini benar saat darurat, pasukan dapat…Bi Dam maju dan berkata saat ini Seorabeol menghadapi keadaan darurat.

Bi Dam melihat ke arah Ratu dan berkata ia akan memindahkan pasukan di bawah perintahnya ke dalam kementrian pertahanan. Ratu berkata hal terakhir yang ingin ia putuskan adalah ..bahwa ia ingin mengadakan pernikahan Kerajaan segera. Kim Yong Chun kaget dan tanya siapa orangnya? Ratu menjawab : Aku akan menikah dengan Bi Dam. Kim Yong chun benar2 shock. (aslinya Ratu sebenarnya menikah salah satunya dengan Kim Yong Chun.)

Putri Man Myeong setuju ini benar, pernikahan kerajaan akan membawa kekacauan pada garis keturunan untuk menduduki takhta.

Joo Bang tidak percaya bahwa dari semua orang, Ratu ingin menikah dengan Bi DAm. Joo Bang merasa aneh. Joo Bang tanya apa Kim Chun Chu sudah mengetahui masalah ini. Joo Bang melihat chun chu bengong, ia berkesimpulanChun Chu tidak tahu masalah ini. Kim Chun Chu tahu Ratu punya rencana, tapi rencananya membuat Kim Chun Chu gelisah.

Ha Jong berkata Ratu akan menikah dengan Bi DAm? Tapi Ratu mengambil pasukan Bi Dam. Mi saeng berkata bagaimanapun Ratu tidak akan memberi jika tidak mendapatkan sesuatu. Ia benar2 pedagang ulung. Yeom jong berkata benar RAtu tidak melanggar prinsip2 kebenaran dalam hal ini. Bo jong tidak tahu ini untung atau rugi (BJ tidak sepintar papinya) Ha Jong berkata jika Bangsawan Seol Won masih ada, ia pasti akan menjelaskan pada mereka. Mi saeng berkata, jika pernikahan kerajaan benar2 terjadi pengaruh Bi Dam akan lebih besar dari Kim Yu Shin.

Kim Yu Shin menemui Ratu dan mengucapkan selamat atas rencana pernikahannya. Ratu tahu Yu Shin kecewa. Yu shin berkata ia memang kecewa. Ratu tanya mungkin Yu shin takut jika Bi Dam akan memiliki pengaruh lebih besar lagi dalam politik. Kim Yu shin berkata ia memang takut. (hello..Ratu, Yu Shin hampir dibunuh BD loh..). Ratu : Kau cemas, tapi tetap saja mengucapkan selamat padaku. Kim Yu shin berkata, Ratu paling tidak perlu seseorang untuk berlabuh, Kim Yu shin minta maaf dan ia benar2 minta maaf bahwa ia tidak bisa menjadi tempat bagi Ratu untuk berlabuh. Kim Yu shin berkata Ratu demi dirinya pergi untuk bernegosiasi dengan Bo Gya Hoe, sebaliknya dia mungkin tidak pernah bisa melakukan hal yang sama dengan Ratu, itulah mengapa Yu shin minta maaf.

Kim Yu Shin bertemu Bi Dam, Bi Dam berkata Ratu sangat percaya dengan Yu shin. Kim Yu shin berkata Bi Dam adalah orang yang bisa menenangkan dan memeluk Ratu. Bi Dam harus mengabdikan dirinya untuk Ratu, dan kesetiaan Bi Dam tidak boleh membahayakan atau membuat sedih Ratu. Apa Bi Dam mengerti ? Mereka meneruskan langkahnya, Kim Yu Shin melihat ke arah Bi DAm dan mengucapkan selamat padanya.

Bi Dam pergi ke rumah Yeom Jong dan mencari buku topografi 3 negara. Ia melihat buku2 itu dan membaca volume 2 berisi peta yang dikumpulkan Moon Noh. Bi Dam berkata pada gurunya, bahwa pada akhirnya semua akan kembali pada tempat yang tepat. Warisan yang indah ini, Bi Dam akan merelakannya dan Bi DAm membungkus buku2 itu. Bi Dam berkata ia sudah menemukan impiannya yang melebihi warisan ini bahkan lebih besar, warisan paling indah. Bi Dam membawa buku topografi itu dan pergi. (BD, pria biasa dengan cinta..terlalu sederhana untuk ada di istana )

Kim Chun Chu diperlihatkan perjanjian yang dibuat Bi Dam oleh Ratu. Kim Chun Chu tanya apa ini benar2 tulisan tangan Bi DAm? Ratu membenarkan ini tulisan Bi dam. Apa Chun chu tidak percaya keasliannya. Kim Chun Chu melihat kontrak itu ditandatangani atas nama Sangdaedeung. Kim Chun Chu berkata ia percaya Bi Dam tulus saat membuatnya, tapi orang berubah, apalagi Bi Dam memiliki sekutunya sendiri dan ia punya kekuasaan besar. Bisa saja berubah. Setelah pernikahan dengan Ratu, pengaruh politik Bi Dam akan meningkat dan akhirnya akan tiba saatnya jika ia berharap untuk menghentikannya, ia tidak akan mampu menghentikannya dengan usahanya sendiri. Lalu bagaimana kontrak ini bisa dipercaya. Jika ia melanggar..(kalo ChunChu, politikus sejati..)

Yeom jong kaget saat tahu Bi Dam datang. Penjaga lapor Bi Dam masuk dan mengambil sesuatu dari ruangan ini dan pergi. Yeom Jong masuk dan memeriksa kemudian ia sadar, Bi Dam mengambil buku topografi 3 negara. Yeom jong berkata mengapa tiba2 Bi Dam apa mungkin..

Ratu berkata pada Chun Chu, Chun Chu benar, Ratu memberikan amplop pada Kim Chun Chu. kim chun Chu membacanya dan Ratu menulis jika setelah kematiannya dan Bi DAm tidak melakukan perjanjiannya maka Ratu memberi ijin pada Kim Chun Chu untuk membunuh Bi Dam. Kim ChunChu kaget. Ratu mengaku, saat ini ia mungkin terpengaruh oleh emosi pribadi dan mungkin menutupi kebijaksanaannya dan penilaiannya dan ia mungkin akan berubah pikiran itulah mengapa ia menulisnya dan memberikannya pada Kim Chun Chu agar Kim Chun Chu melakukan ini setelah ia meninggal nanti. Ratu juga berterima kasih pada Chun Chu atas pengertiannya, Ratu berharap Bi Dam akan selamanya berada di sisinya. Tapi tidak mudah, itulah mengapa semua ini disiapkan.

Bi Dam menemui Yu shin dan menyerahkan buku dan peta topografi 3 negara. Kim Yu shin membukanya dan membaca isinya, dan tanya bagaimana Bi Dam bisa memiliki harta yang begitu berharga. Yu shin tanya apa Gukseon Moon Noh sudah menyiapkan ini dan meninggalkannya. Bi DAm berkata gurunya punya pikiran bahwa ia mungkin akan bisa menyatukan 3 kerajaan selama ia hidup, maka ini menjadi tujuan hidupnya. Kim Yu shin tanya lalu mengapa Bi Dam memberikan ini padanya. Bi Dam berkata, ini penyuapan, untuk menjamin Kim Yu shin dapat melaksanakannya di masa mendatang. Bi Dam minta Yu shin mempelajarinya baik2. Kim Yu Shin berkata tidak peduli apa motif Bi Dam, ia akan menerima sogokan ini dengan ucapan terima kasih. Yu Shin membaca buku itu dan Bi Dam berkata pada dirinya, apa Kim Yu shin tidak akan menjadi bidak catur dalam sejarah, Kim Yu shintidak akan pernah, itulah mengapa Moon Noh sudah mengatakan bahwa pemilik buku ini adalah Kim Yu shin.

Yeom Jong kesal dan ia mencari balik ke kediaman Bi Dam. Kemudian Yeom Jong menemukan kotak terkunci, Yeom jong berusaha membuka dengan frustrasi, setelah berhasil justru ia menemukan kontrak Bi Dam dengan Ratu. Yeom Jong kaget. San Tak membangunkan mi aeng dan berkata Mi Saeng harus bertemu Yeom Jong segera. Yeom jong mengumpulkan sekutu Bi Dam dan berkata ada hal penting karena besok mereka harus ke Dang hang. yeom Jong menunjukkan perjanjian rahasia antara Bi Dam dengan Ratu. Ha Jong dan sueulbu kaget ada kontrak semacam itu. Semua kaget dengan kontrak rahasia ini.

Joo Bang berkata Ratu sudah membuat rencana tambahan untuk hal2 yang belum terjadi. jaditidak perlu cemas. Bagaimanapun setelah pernikahan, Ratu akan memperoleh pasukan ini benar2 strategi yang bagus. Kim Chun Chu berkata jika memang hanya untuk pasukan ia tidak akan cemas. Joo Bang tidak mengerti, Kim Chun Chu menjelaskan, Ratu dan Bi Dam benar2 saling menyukai satu sama lain. Joo Bang berkata bagaimanapun Ratu juga manusia, Ratu tidak bisa selalu mengabdikan diri untuk kepentingan publik dan negara. Kim Chun Chu tanya apa Penguasa bisa bebas melakukannya? Apa anak buah, rakyat, bahkan Silla akan mengijinkan Ratu bersama Bi Dam seperti yang mereka harapkan. Kim Chun Chu berkata, Ratu dan Bi Dam hubungan mereka sangat berbahaya.

Para bangsawan marah setelah membaca perjanjian rahasia antara Bi Dam dan Ratu. Semua tidak terima Bi Dam melakukan itu pada mereka. Mi saeng menghela nafas, Bi Dam benar2 masuk ke perangkap Ratu. Mereka tidak akan membiarkan ini. Mereka akan minta penjelasan pada Bi dam.

Yeom jong berkata mereka tidak dapat, kalian tahu bagaimana karakter Bi Dam. Bi Dam tidak peduli dengan mereka, buktinya ia membuat kontrak rahasia dengan Ratu tanpa memikirkan mereka. Ho Jae tanya lalu apa yang harus mereka lakukan, Jujin berkata tidak ada pilihan lain mereka harus memaksa Bi Dam bergabung dengan mereka. Yeom Jong setuju, jika Bi Dam bergabung maka mereka akan bisa kembali ke jalan yang benar. Sekutu Bi Dam mengangguk setuju. Mi saeng berkata ia punya rencana yang bisa dicoba.

Ratu sudah mengenakan busana tidur tapi ia masih kerja di kamarnya. Bi Dam datang dan Ratu mengijinkan Bi Dam masuk. Bi Dam sedikit menggerutu melihat Ratu masih kerja dan belum istirahat. Ratu berkata masih ada yang harus ia selesaikan. Bi Dam menarik tangan Ratu ke tempat tidurnya, membuka selimut, dan berkata Ratu harus tidur sekarang. Ratu akhirnya berbaring dan Bi Dam menyelimutinya. Bi Dam memohon agar Ratu tidur. Ratu berkata sebearnya dia tidak bisa tidur dengan benar. Ratu duduk lagi, Bi Dam duduk di tepi tempat tidur Ratu. Ratu tanya apa mereka harus bicara dengan biasa atau ini akan menyinggung BI Dam. Bi Dam tidak keberatan. Bi Dam tanya mengapa Ratu susah tidur. (kalau inget Bi Dam tidurnya kaya kebo ep 34 haha..oh no aku ngerusak momen-nya) Ratu berkata ia tidak tahu karena saat ia berbaring, jantungnya berdetak kencang sekali dan membuatnya gelisah dan tidak tenang. Bi Dam tanya mengapa begitu. Ratu berkata dia resah bahwa dia mungkin melakukan kesalahan atau sesuatu menjadi kacau.

Airmata akan keluar dan jantungnya berdetak semakin kencang. Bi Dam minta Ratu tidur lagi dan Bi Dam membantu Ratu berbaring dan menyelimuti Ratu lagi kemudian meletakkan tangannya di dada Ratu dan tanya apa sekarang masih berdebar keras, Ratu berkata tidak. Bi Dam berkata ia akan tetap tinggal di sini sampai Ratu tertidur, Bi Dam menepuk-nepuk dada Ratu dan menyuruhnya tidur.

Ratu berkata saat ia muda, setiap kali aan tidur jantungnya berdebaran. Bi Dam tanya saat itu apa ada yang membuatnya cemas. Bukan cemas tapi harapan apa yang akan ia lihat keesokan paginya, pengalaman menarik apa lagi yang akan ia alami atau ia akan bertemu orang seperti apa, atau apa yang dibawa para pedagang yang menyenangkan untuk dimainkan atau apa yang akan diceritakan paman yang terjadi di Gokturk Khaganate, lalu Bi Dam terus menepuk-nepuk Ratu, Ratu tertidur saat Bi Dam pergi, Ratu tidur nyenyak.

Kim Chun Chu berkata bahwa benteng Dang Hang diblok maka mereka akan membawa masalah ini untuk minta bantuan Tang. Bi Dam setuju, Tang jelas tidak ingin hubungan perdagangan mereka dengan Silla terhalang. Ratu tanya kapan duta Tang datang, Al cheon lapor mereka akan sampai di Dang Hang hari ini.

Mi Saeng menemui duta besar TAng. Sekarang Sangdaedeung dijabat Bi Dam. Mi saeng merasa Tang harus memveri mereka dukungan militer. Mi saeng mengingatkan bahwa Sangdaedeung adalah yang memegang otoritas politik sebenarnya di Silla, dan lagi ia akan menikah dengan Ratu. Duta Tang tanya lalu apa yang bisa mereka lakukan. Mi saeng berkata jika utusan TAng memberikan dukungan mereka maka keinginan mereka akan dipenuhi. Mi saeng membenarkan. Utusan itu minta perjanjian tertulis.

Mi Saeng meyakinkan ia pasti akan memberikannya. Utusan itu mengerti. Yeom Jong bertemu Mi Saeng. Mi saeng berkata mereka minta janji tertulis, bagaimana mereka akan mengurusnya. tidak perlu cemas, yeom Jong memberikan kipas pada Mi saeng dari bulu gagak. Apa ini, Yeom Jong berkata ini sempurna untuk menyampaikan pesan rahasia. Yeom Jong berkata Mi saeng dapat menulis perjanjian tertulis dan memberikan pada duta Tang itu, Mi saeng minta Yeom jong yang menulisnya di kipas, Yeom jong setuju.

UtusaN Tang dan misaeng masuk ke istana dengan senang karena mereka sudah memiliki persetujuan. Utusan Tang menemui Ratu dan mengenalkan dirinya, Ia adalah Suji Yan. Utusan Tang berbicara bahasa Gyerim. Ratu menanyaan kesehatan mereka dan bagaimana keadaan kaisar Tang. Utusan itu senang dan berkata Kaisar mereka sehat. Utusan Tang membawa hadiah untuk Ratu sebagai balasan kebaikan Ratu. Mereka menukar Ginseng Silla dengan Gwa Hama Tang (kulit kuda poni dari Tang)

Ratu berterima kasih. Dan ingin melanjutkan hubungan diplomatik antara Tang dan Silla. Utusan itu berkata Kaisarnya prihatin dengan peperangan yang terjadi di Silla. Ratu berkata Kaisar Tang mencemaskan keamanan negara yang jauh, ia pasti pemimpin besar. Utusan itu membenarkan, kemudian ia menyinggung bahwa Kaisar ingin melanjutkan hubungan persahabatan mereka lebih dalam lagi. Ratu minta penjelasan. Utusan itu berkata kemungkinan mengapa Silla menghadapi ancaman adalah karena dipimpin oleh seorang wanita, itulah mengapa kaisar tanya apa ia perlu mengirim Raja dari keluarga Raja Tang ke Silla untuk naik takhta sebagai Penguasa baru dan mengirim pasukan Tang untuk melindungi Silla. Ini yang dipesankan oleh Kaisar. Utusan itu berkata ia akan memberi waktu pada Ratu untuk berpikir.

Ratu berdiri dari takhtanya : Chief Guardian Al cheon !!

Al Cheon masuk. Ratu minta agar utusan Tang ini ditangkap dan dikurung di kantor Al cheon di Jowon Jeon. Sidang kaget. Ratu memerintah Kim Chun Chu untuk menanyakan kebenaran pesan ini ke Tang. Apa benar ini yang diinginkan kaisar Tang. Kim Chun Cu melaksanakan perintah Ratu. Utusan Tang berkata mereka utusan dengan misi dari Kaisar mengapa mereka diperlakukan seperti ini. Ratu berkata jika ini benar perkataan Kaisar maka Ratu akan memutuskan hubungan diplomatik dan perdagangan dengan Tang tapi jika ini buatanmu maka ia akan dihukum berat dan dituduh dengan kejahatan besar.

Ratu minta Al cheon sampai mereka tahu pesan sesungguhnya, utusan Tang dan rombongannya akan dikurung sebagai tahanan rumah di Jowon jeon. Al cheon mengerti dan membawa mereka. Utusan itu berteriak ia tidak bersalah dan tidak pantas dihina seperti ini.

Al cheon membawa mereka ke Jowon Jeon. Al Cheon memberi perintah agar mereka diseret ke dalam. Al cheon minta anak buahnya menjaga semua pintu dan jendela. Al cheon pergi dan utusan Tang itu berteriak. Al cheon dan pengawal istana mengamankan Jowon jeon.

Al cheon memberi perintah tidak peduli siapapun dengan jabatan dan posisi apapun, tidak boleh masuk atau keluar tempat ini. Mereka mengerti.

Ratu rapat. Mi saeng berkata kelakuan mereka sangat menghina. Tapi Ratu melihat lebih obyektif, kita harus melihat lebih luas, Jujin mengingatkan Tang datang untuk memberi bantuan pasukan pada Silla dan hubungan perdagangan akan gagal maka perlawanan terhadap Baekje akan melemah.

Ratu berkata ia benar2 sedang negosiasi dengan mereka. Salah satu dasar negosiasi adalah mundur jika diancam, kemudian menggunakan itu untuk meraih keuntungan kemudian mereka akan dipaksa bermain dengan aturan mereka. Tidak akan ada kesepakatan dan saat mereka konfrontasi maka akan terlihat siapa yang mengatur semuanya. Mi saeng cemas bahwa ini tidak sesuai rencana dan utusan Tang juga punya agenda lain.

Ratu berkata jika berbicara untuk diplomasi mereka tidak boleh berbicara lebih dari yang diperlukan. Mengapa mereka menghinanya secara langsung dan seperti sengaja. Sepertinya Tang punya agenda tertentu untuk Silla. Inilah yang ia ingin tahu apa sebenarnya niat mereka terhadap Silla.

Mi saeng dengan sekutunya, apa yang dikatakan Ratu benar. Mi saeng berkata mereka ingin bersekutu dengan Silla. Tang ingin minta bantuan menghadapi goguryeo. RAtu mengetahui apa maksud mereka. Hajong tetap tidak setuju mereka ditahan. Mi saeng berkata jika dept audit yang menangani masih bisa dicoba sesuatu, tapi ini Al Cheon. Tidak ada yang bisa menghalangi Al cheon. Yeom Jong berkata mereka tidak bisa diam saja.

Al cheon heran Ratu mau menerima sogokan Tang. Ratu berkata jika utusan itu mau menyogok penjaga biarkan saja, terima saja tapi semua pesan harus dibawa ke depan Ratu untuk diperiksa sebelum dikirim keluar. Kim chun Chu berkata mereka mungkin akan mengontak pedagang Tang yang tinggal di Silla. RAtu berkata mereka harus mempelajari niat mereka sebenarnya. Al cheon berkata jika mereka mau bermain menunggu maka tidak akan ada akhirnya, apa yang akan mereka lakukan.

Ratu takut mereka mungkin tidak akan bertahan 3 hari. pikirkan betapa bingungnya mereka dan ini akan membuat mereka gelisah.

Rekan Su Jiyan memberikan kipas bulu gagak dan bertanya apa yang mereka lakukan sekarang. Su jiyan berkata anak buah Sangdaedeung akan mencoba mengontak mereka. Mereka takut jika begini mereka tidak bisa membujuk Silla mengirimkan pasukan pada Tang, mereka menunggu dan melihat kipas yang diberikan Mi saeng padanya.

Yeom Jong frustrasi dengan ketatnya pengamanan Jowonjeon. Yeom Jong lapor pada Mi saeng dkk, bahwa susah masuk ke Jowon jeon. Utusan Tang juga gelisah. Lalu utusan Tang itu menyuap salah satu penjaga dan berkata ia harus memberikan kipas ini pada Sangdaedeung. Yeom jong berkata mereka harus memberitahu Bi Dam sekarang. Ha Jong setuju jika mereka terus menunggu, mrk tidak akan tahu apa yang dilakukan utusan TAng. Jujin berkata mereka harus mmaksa Bi Dam masuk dan mengikuti rencana mereka.

Al cheon menyerahkan surat, dan kipas yang harus diberikan pada Bi Dam. Al cheon memberikan kipas pada Ratu dan Ratu tanya ini kipas untuk Bi Dam ? Al Cheon berkata ini sebagai hadiah untuk Bi Dam. Kim Yu Shin berkata mungkin sogokan agar Bi Dam merespon urusan ini. Al Cheon berkata kipas ini sepertinya cukup mahal. Kim Chun Chu berkata tidak semahal yang dipikir. Ratu tanya apa Chun Chu tahu, Chun Chu berkata ini disebut Ouseon. Dibuat dari bulu burung gagak. kalau dari bulu merak itu lebih mahal.

Ratu melihat kipas itu dan Chun Chu menyadari sesuatu, ia minta kipas itu dari Ratu lalu melihatnya.

Bi Dam diberi laporan bahwa sekutunya melakukan perjanjian rahasia dengan utusan Tang. Yeom Jong berkata mereka menggunakan nama Bi Dam untuk menandatangani suratnya. Bi Dam menarik baju Yeom Jong dan tanya apa ia sudah gila bagaimana ia bisa merancang hal seperti itu. Jujin berkata mereka terpaksa menggunakan strategi ini karena Bi Dam. Sueulbu berkata Bi Dam lebih dulu menghianati mereka. yeom jong berkata Bi Dam sudah menulis perjanjian rahasia dengan Ratu.

Kim Chun Chu mengasapi kipas itu dan Kim Yu shin menyebutkan bahwa kipas ini bisa menjadi alat untuk menyampaikan pesan. Kim Chun Chu membenarkan, selama ini ia hanya mendengarnya tapi ia tidak yakin. Kim Chun Chu meletakkan kipas keatas kertas dan mereka melihat dengan ingin tahu, kemudian ada tulisan yang timbul perlahan.

Sementara itu anak buah Bi Dam memaksa Bi Dam. Ho JAe berkata mereka sudah menyerahkan pasukannya pada Bi Dam tapi sekarang Bi Dam menulis surat perjanjian seperti itu dengan Ratu. Wang Yun tanya bukankah itu berarti mereka akan kehilangan kekuatan politik mereka jika Ratu meninggal. Phil Dan bertanya bagaimana seorang politikus gagal bertanggung jawab pada sekutunya. Bi dam tanya karena inikah mereka membuat persetujuan dengan Tang atas namanya. Bi Dam tidak dapat lagi mengendalikan anak buahnya.

Pesan Rahasia itu muncul, Kim Yu Shin membacanya Utusan Tang akan menyatakan ketidakmungkinan seorang penguasa wanita sebagai gantinya Silla akan mengirim 30 ribu pasukan ke Tang untuk mendukung peperangan dengan Goguryeo. Kim Chun Chu mengambil surat dari Yu Shin untuk melihat tanda tangan..

Utusan Tang Su Jiyan dan Sangdaedeung Bi Dam, Kim Chun Chu : Bi Dam.. Ratu shock, Bi Dam ..Yu Shin dan AL cheon juga kaget.

Sementara itu Bi DAm tanya : Jadi semua penghinaan pada Ratu bahwa Ratu tidak cocok memerintah diatur oleh kalian ? Yeom jong membenarkan, mereka hanya ingin Bi Dam tetap pada jalur yang sama dengan mereka. Mi saeng berkata mereka akan mengambil kesempatan ini dan menggantikan Ratu. Bi Dam shock. Jujin setuju bukankah Bi Dam berniat menjadi Penguasa, Yeom Jong berkata mereka ada di tempat dimana tidak ada jalan kembali. Bi Dam murka. (like I said Bi Dam just an ordinary man with his love, not man of politics, korbankan cinta demi berkuasa itu sebenarnya biasa dlm perebutan kekuasaan.)

Ratu memegang pesan itu dan berkata Bi Dam..bagaimana Bi Dam bisa..

Queen Seondeok Episode 59

Kim Chun Chu merespon dengan marah ini ancaman dan tanya apa Bi Dam akan menggunakan kesempatan ini dengan menggunakan kata2 Kaisar Tang untuk mendapatkan takhta. Ratu mencoba menenangkan Kim Chun Chu. Jika bukan seperti itu mengpa tertulis demikian jelas kata Chun Chu. Kim Chun Chu berkata bi Dam tidak menghormati perjanjian seperti yang sudah ia janjikan dan ia mengadakan konspirasi dibelakang Ratu. Kim Chun Chu berkata Bi Dam harus dituduh dan ditahan oleh hukum karena kejahatannya ini tidak bisa dimaafkan. Kim Chun Chu keluar dari kediaman Ratu dengan kesal. Kim Yu Shin dan Al cheon mencoba memanggilnya kembali dan akhirnya mengejar Chun Chu. Ratu sekarang mulai curiga dengan Bi DAm.

Bi Dam berkata mereka sudah berkhianat dibelakangnya kemudian memaksanya untuk memberontak ? Bangsawan Sueulbu : Kau yang sudah mengkhianati kami lebih dulu. Bi Dam shock, Jujin berkata mereka sudah memberikan semuanya dan setuju mendukung Ratu karena percaya pada Bi Dam dan sekarang lihat apa yang terjadi, bagaimana mereka bisa diperlakukan seperti ini. Bangsawan Sueulbe berkata dengan keputusan Ratu, pasukan mereka diambil, bagaimana mereka bisa diam saja dan membiarkan mereka dibuntungi. Ho Jae berkata sekarang ditambah lagi perjanjian rahasia antara Bi Dam dan RAtu untuk membuang mereka. Hwang Yun berkata bahkan Bi Dam tidak mengatakan sepatah katapun pada mereka. Phil Dan berkata ini benar2 penghianatan dari Bi Dam. Bi Dam berkata aku tidak pernah berkata pada kalian aku menginginkan takhta.

Yeom Jong berkata masalahnya ini bukan keputusan Bi Dam sendiri. Bi Dam heran. Bo Jong berkata jika pesan rahasia dari utusan Tang itu sampai ke tangan Ratu. Mi Saeng : Maka cepat atau lambat persetujuan antara Tang dan Bi Dam akan diketahui Ratu. Ini hanya masalah waktu. Bi Dam shock (kasihan..BD pasti takut akan kehilangan DM..) Hwang yun berkata jika itu terjadi dan Ratu mengetahui isi perjanjian itu, apa yang akan dilakukan Bi Dam mengenai itu. ha Jong berkata ini adalah bukti nyata bagi Bi Dam yang sudah melakukan ancaman serius untuk menduduki takhta, apa Bi Dam berpikir Ratu akan mengampuni Bi Dam untuk itu. Bi Dam sekarang jelas sekali ia sudah dimanipulasi sebagai boneka oleh anak buahnya sendiri.

Bi Dam pergi ke Jowon jeon dan dihentikan oleh pngawal istana, Bi Dam berkata ia disini untuk bertemu dengan utusan dari Tang. Pengawal berkata Ratu memerintahkan agar tidak seorang pun masuk. Bi Dam : Apa kau tidak tahu siapa aku? Aku Sangdaedeung Shilla. Bi Dam ingin masuk. Pengawal minta maaf tapi ia tidak mengijinkan Bi Dam masuk.

Kim Yu shin dan Al cheon menyusul Kim Chun Chu. Mengapa Kim Chun Chu reaktif sekali ? Al cheon berkata ratu akan membuat keputusannya. Lalu pengawal lapor pada Al cheon, Bi Dam datang ke Jowon jeon untuk bertemu dengan utusan TAng. Al Cheon tanya apa itu benar Bi DAm? Pengawal membenarkan itu Sangdaedeung Bi Dam. Kim Chun Chu memerintahkan agar Bi Dam diberi ijin masuk untuk bertemu dengan utusan Tang. Al Cheon kaget. Kim Yu Shin berkata masalah ini harus diserahkan pada Ratu untuk memutuskan. Kim chun Chu berkata ia ingin membantu Ratu dengan keputusan bijaksananya.

Bi Dam menunggu dengan gelisah saat penjaga membawa utusan Tang di hadapannya. Utusan itu mengeluh beraninya mereka memperlakukan mereka seperti ini. Bi Dam minta utusan itu mengembalikan Ouseon padanya.

Kipas apa? Kipas yang diberikan Mi saeng padanya harus dikembalikan pada Bi Dam.

Utusan Tang itu heran ia pikir Bi Dam ingin menutupi jejaknya karena itulah ia datang karena Bi Dam sudah menerima kipas itu. Bi Dam berkata apapun isinya antara Mi saeng dan utusan Tang itu bukan urusan Bi Dam dan ia tidak terkait dengan masalah itu sama sekali, Bi Dam memberi peringatan sebelum semuanya kacau ia minta kembalikan kipas itu padanya. Utusan Tang itu bingung, ia sudah memberikan Ouseon itu pada Bi Dam. Utusan Tang berkata bukankah Bi dam sudah menerimanya, itulah mengapa ia disini kan? sekarang mengapa Bi Dam berkata ia belum menerima ? Bi Dam heran.

Yeom Jong mengumpulkan anak buah Bi Dam dan berkata Bi Dam bertemu dengan utusan TAng. Mereka tahu dalam tahap ini Bi Dam tidak punya pilihan lain selain bekerjasama dengan mereka. Bo jong berkata ini melegakannya karena pertama ia berpikir Bi Dam akan menemui Ratu untuk mengatakan bahwa ia tidak bersalah. (BJ aja tahu pilihan yang benar, BJ kayanya yakin kalo BD ketemu Ratu maka Ratu pasti akan percaya ama BD..Bojong aja tahu ?) Bangsawan Sueulbu berkata ini insting alamiah manusia untuk memikirkan keselamatannya sendiri dari bahaya dan risiko. Bi Dam harus memutuskan dengan cepat sebelum terlambat, ia tidak punya pilihan.

Bi Dam keluar mencari pengawal istana dan menempelkan pedang pada pengawal untuk mengaku dimana dan siapa yang mengambil Ouseon. Pengawal istana mengaku ia tidak tahu apa2. Bi dam berkata utusan Tang dengan jelas berkata ia memberikan Ouseon itu pada Bi Dam, Bi Dam lalu mengancam pengawal dengan pedang lebih dekat lagi ke lehernya, kepada siapa kau memberikan Ouseon itu ? Pengawal itu tetap diam. Bi Dam tanya apa ia mau mati? lalu Bi Dam mengayunkan pedangnya dan pengawal itu berkata : Ratu Seon Deok! Bi Dam kaget sekali dan minta konfirmasi dan pengawal berkata ia memberikan Ouseon itu pada Ratu. Bi Dam menjatuhkan pedang dan tertegun. (menurutku masih terbuka kemungkinan Ratu percaya ama BD, kalo BD ngomong jujur, masalahnya BD ragu apa Ratu akan percaya..)

Bi Dam berjalan pergi dengan tertegun dan ia melihat tangannya dan ia ingat Moon Noh saat kejadian di gua, saat ia meracuni lusinan orang. Moon noh shock, setelah itu Moon Noh menolak kontak dengan Bi Dam (secara fisik, Moon noh spt jijik dengan tangan Bi Dam) dan Bi Dam gemetaran tangannya. Anak buah Bi Dam menjebaknya.

Bangsawan Jujin berkata tidak peduli bagaimana nanti situasinya akan berkembang mereka masih memerlukan Bi Dam. Mereka harus menahan Bi Dam dan harus memaksanya untuk bertindak. Ho Jae berkata bagaimanapun Bi Dam adalah putra Mi Shil dan Raja Jinji, dan sekarang ia adalah Sangdaedeung dan tanpa ada keturunan langsung dari Ratu, Bi Dam juga dipercayakan kementrian Audit lama sekali, juga dibawah pengawasan Ratu, Bi Dam juga memiliki kekuatan politik. Mi Saeng menambahkan bahwa Mi shil sudah memberikan wasiatnya agar semua anak buahnya mendukung Bi Dam. Ha Jong mengakui, jika bukan karena wasiat ibunya, mereka tidak akan mengikuti Bi Dam begitu saja untuk memimpin mereka. Bo jong berkata kenyataan ini Bi Dam tahu benar, sekarang mereka tinggal menunggu waktu tepat untuk Bi Dam. Ia akan memilih Ratu atau mereka.

Anak buah yeom jong berkata Bi Dam telah..yeom jong kaget. Bi Dam pergi ke In Gang Jeon dan minta kedatangannya diumumkan. Yeom jong : Bi Dam ke In Gang jeon ? semua kaget. Ha Jong bahkan berpikir apa Bi Dam menyerahkan diri pada Ratu? Ini benar2 tidak masuk akal, Bi dam tidak punya akal sehat dan fokus untuk mengerti situasi yang gawat. Jika Ratu mengeluarkan perintah menangkap mereka. yeom Jong berkata Agar Bo jong mengerahkan pasukan segera. Bo Jong mengerti dan pergi.

Ratu menerima kabar Bi Dam bertemu utusan Tang ? Chun Chu membenarkan. Bi Dam melanggar perintah Ratu padahal ia tahu faktanya. Ini adalah bukti bahwa ia memang mengadakan perjanjian sebelumnya dengan pihak Tang. Bi dam mengumumkan kedatangannya. Al cheon berkata ia akan pergi menemui Bi Dam, Ratu berkata tidak perlu dan Bi Dam boleh masuk. Kim Chun Chu keberatan tapi Ratu memberi ijin Bi dam masuk.

Ha jong, Mi Saeng, yeom jong melihat Bi dam masuk ke dalam In Gang jeon. Bi Dam masuk dan memberi salam pada Ratu. Bi Dam dapat melihat air muka Kim Yu shin, Kim Chun Chu, yang tegang. Bo jong mengumpulkan pasukan. Bo Jong minta mereka bersiap dan menyiapkan kuda dekat jembatan Ji Pyeong, jembatan Gwi jeong, jembatan seon yu.

Bi Dam dapat merasakan ketegangan dalam ruangan yang sunyi. Ratu memperlihatkan pada Bi Dam Ouseon itu. Ratu dengan santai berkata ini untuk Bi Dam. Ratu melihatnya sebagai sogokan dari pihak Tang untuk Bi Dam untuk mengatasi situasi saat ini. Bi Dam memotong…Ratu sedikit tidak senang.

Bo Jong berkata pada yeom jong pasukannya siap. Ha Jong mengeluh Bi Dam benar2 idiot. Mi saeng berkata Bi Dam tidak boleh melakukan ini.

Bi Dam mengaku pada Ratu bahwa ada jebakan perjanjian rahasia yang ditulis atas namanya karena para bangsawan menemukan janji kontraknya pada Ratu bahwa ia akan melepaskan status politik jika Ratu meninggal, maka Mi Saeng, Ha Jong, bangsawan Jujin dan Sueulbu merancang semua ini. Bi Dam berkata isi pesannya ditulis oleh mereka karena mereka merasa terancam.

Kim Chun Chu tanya itulah mengapa Bi dam sekarang berkata tidak ada sangkut paut dengan utusan Tang dan ini hanya strategi para bangsawan. Bi dam membenarkan. Kim Chun Chu berkata isi perjanjian ini ditandatangani atas nama Bi DAm dan ini memberi ijin bagi utusan Tang dengan berani berkata dan merendahkan Ratu dan sekarang Bi Dam datang menjelaskan dan minta mereka percaya bahwa ini semua perbuatan para bangsawan dan strategi mereka? Ratu berkata ia percaya pada Bi Dam. Bi Dam heran dan Kim Chun Chu keberatan.

Ratu berkata berkata secara pribadi ia tidak curiga, Kim Yu Shin berkata masalah ini sudah menjadi situasi yang mengancam. Bi Dam meyakinkan mereka ia akan menyelesaikan masalah ini sendiri karena ini terjadi karena dirinya. Bi Dam berkata ia akan menekan mereka dan mengakhiri debat ini dan membiarkan mereka menilainya. Bi Dam berkata pada Ratu ia akan menyelesaikan masalah ini dan minta Ratu percaya pada kemampuannya.

Bi Dam meninggalkan In Gang jeon, ia senang Ratu memberinya kepercayaan, kemudian ia melihat Yeom Jong, Ha Jong, Bo Jong, dan Mi Saeng mendatanginya dengan pasukan mereka. Yeom Jong tanya apa Bi Dam menemui Ratu apa yang Bi DAm katakan ? Bi Dam memerintah untuk menarik semua orang. Sekarang Ouseon ada di tangan Ratu. Mi saeng tanya apa Ratu tahu semuanya? Bi Dam berkata Ratu belum tahu, Ratu tidak tahu cara membacanya jadi ia berpikir ini sogokan dari utusan Tang untuk Bi Dam. Bi Dam memperingatkan jika hal ini terulang lagi tanpa sepengetahuannya maka Bi Dam tidak akan susah2 lapor pada Ratu, dia akan menghabisi mereka dengan tangannya sendiri.

Jujin berkeras Bi DAm sudah menandatangani kontrak dengan Ratu tanpa sepengetahuan mereka, lalu nanti bagaimana. Bi Dam berkata jika kalian yang disini tidak mempercayainya maka lebih baik jangan berikan kepercayaan padanya dan hentikan dukungan mereka padanya. Mereka harus menemukan kandidat lain untuk ambisi politik mereka, jika tidak ada, maka mereka harus percaya Bi Dam untuk memimpin dan ikut dengan taat. Bi Dam memberi peringatan keras, ia tidak akan mentolerir strategi apapun dibelakangnya atau siapapun mempertanyakan keputusannya. Apa kalian mengerti ?

Kim Chun Chu berkata ia pesimis dengan kemampuan Bi Dam mengatasi masalah ini. Ini karena kontrak dengan Ratu maka Bi Dam membandingkan kepercayaan kita padanya dan Bi Dam sebaliknya sudah kehilangan kepercayaan dari pihaknya. Chun Chu berkata mereka mungkin bisa percaya Bi Dam tapi pihaknya sudah tidak percaya lagi pada Bi Dam maka mereka harus..

Harus menghabisi Bi Dam dan sekutunya semuanya. Ratu berkata Bi Dam ada dibawah perintahnya, Ratu mempercayai Bi Dam sebagai karakter jahat untuk melancarkan strateginya. Demi dirinya Bi Dam bersedia menanggung tanggungjawab menjadi yang jahat, kali ini Bi Dam juga hanya sukarela menjadi orang jahat, ini menyakitkan untuk dilihat. Ratu berkata bukan keinginannya memanfaatkan atau memperalat Bi Dam tapi ini politik dan mereka menghadapi dan memanipulasi kesetiaan Bi Dam pada Ratu yang sekarang menjadi penguasa sekarang digunakan sebagai kelemahan Bi Dam.

Ratu tanya mengapa Kim Chun Chu tidak bisa mengasihani Bi Dam. Ratu berkata itulah mengapa Kim Chun Chu tidak bisa melihat bahwa Ratu dan Bi Dam apakah itu disengaja atau tidak sepertinya menjadi batu sandungan untuk mereka dan untuk unifikasi 3 negara dan juga untuk mimpi mereka pribadi.

Kim Chun chu berkata ia mengetahui itu, tapi ia tidak bisa merasa kasihan atau apapun. Kim Chun Chu berkata, mengenai Bi Dam, ibunya sudah menyebabkan kematian kakeknya, ayahnya, dan ibunya, Mi Shil membunuh mereka semua dan sekarang orang2 yang berada di pihak Bi Dam, bukan lain adalah orang2 Mi Shil.

Ratu mencoba menghibur Kim Chun Chu dan Chun chu melanjutkan kesetiaan Bi Dam pada Ratu tidak terbantahkan tapi tidak diragukan lagi ia adalah lawan politikku.

Bi Dam tanya Yeom jong apa ia akhirnya mengerahkan pasukan untuk membantu mereka untuk jaga2. Bi Dam minta Yeom jong mendekat dan berkata yeom Jong sudah keluar batas, Bi Dam minta mereka harus bersumpah setia padanya karena mereka jalan di jalan yang sama, semuanya harus mengikuti perintahnya. Yeom Jong mengerti dan pergi. Bi Dam memanggil San TAk dan meminta Santak secara diam2 mengumpulkan 10 orang petugas dari audit membentuk kesatuan. Bi Dam berkata tidak seorangpun boleh tahu masalah ini. San Tak mengerti.

Ratu mendapat kunjungan tabib istana. Tabib berkata ini saatnya mengambil dignosis mereka, Ratu menghela nafas. Tabib menyelesaikan tugasnya dan meninggalkan In Gang jeon, Al Cheon tanya mengapa sekarang Tabib sering mengunjungi In Gang jeon? Tabib ragu2 dan berkata Ratu sangat kesulitan tidur kalau malam, jadi ia datang setiap hari. Al Cheon tanya apa hanya itu sakitnya atau ada yang lain ? Tabib berkata hanya itu. (susah tidur) Tabib pergi. (personal opinion, panggil BD aja buat bacain cerita haha..)

Bi Dam memberikan surat pada kurir dan berkata mereka harus mengirimkannya langsung ke penerimanya dan mengingatkan mereka untuk melakukan ini secara rahasia. Mereka mengerti dan pergi. Santak datang dan lapor bahwa 10 orang yang diminta Bi Dam sudah siap. Bi Dam minta mereka mengamati 10 orang kurir yang baru saja pergi dan memeriksa apakah suratnya disampaikan. Santak mengerti?

Di rumah yeom Jong, mengadakan sensus dan tanya nama dan tinggi badan orang. Seorang bernama Il do dengan tinggi 180 cm, Il Do tanya apa mereka akan dikirim ke tambang di Geumjeongsan. petugas membenarkan, dan mencatat nama berikutnya,..Il seon..

Bangsawan Jujin heran Bi Dam mengirim surat secara personal untuk meyakinkan dirinya. Yeom Jong berkata Bi Dam ingin kepastian dan yakin pada masalah ini. Sueulbu tanya apa mereka dapat benar2 yakin akan ketulusan Bi Dam, Mi saeng berkata saat ini mereka hanya bisa mengamati apa yang akan dilakukan Bi Dam dan apakah Bi Dam dan mereka ada di jalan yang sama. Jika Bi Dam tidak bisa naik takhta, maka Penguasa berikutnya bukan lain pasti Kim Chun Chu. Mi Saeng berkata jika bencana itu terjadi maka mereka lebih baik mati.

Ratu saat Chil Sook memberontak sudah mengampuni nyawa mereka, Kim Chun Chulah yang paling keras menentangnya. Kim Chun Chu benar2 menyimpan dendam pada mereka atas kematian ibunya Putri Cheon Myeong. Ha Jong setuju jika Chun Chu naik takhta merekalah yang akan dihancurkan pertama kali. Jika Kim chun Chu naik takhta maka Kim Yu shin, Kim Yong chun dan Kim Seo hyun akan memonopoli kekuatan politik di dewan. Yeom jong setuju, pasti akan teguh dan tidak tergoyahkan. Kim Yu shin selalu berkata mengenai unifikasi, dengan dasar kekuatan politik yang tidak tergoyahkan maka perang akan mudah dilaksanakan.

Phil Dan berkata sebaliknya peran bangsawan seperti mereka akan melemah. Sekarang bagaimana caranya mereka bisa memaksa Bi Dam.

Jujin berkata yang paling penting untuk mengontak semua pasukan pribadi yang ditransfer ke dept pertahanan untuk kembali di bawah perintah mereka. Mereka juga harus bersiap. Mi saeng tanya Yeom jong mengenai perekrutan orang2. yeom jong berkata semua beres.

Kurir datang dan memberikan surat dari Bi Dam. yeom Jong merasa aneh dan membuka surat itu, Yeom Jong berkata Bi Dam mengundang mereka untuk ke Seorabeol segera. Jujin tanya Seorabeol? Yeom jong membenarkan. Yeom jong berkata mereka harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Ha jong curiga Bi dam merancang sesuatu dibelakang mereka. Mereka harus terus melakukan rencana mereka. Mi saeng berkata ia akan melakukannya segera.

Bi Dam menunggu kedatangan San Tak. Dan ia mendapat laporan dari 10 kurir, hanya 3 yang langsung mengirim surat dan 7 memberikan surat ke kediaman Yeom Jong. Bi Dam mengerti, jadi 7 dari mereka adalah orang Yeom jong. Kemudian Bi Dam tanya siapa 3 orang itu, San Tak berkata mereka Han Su, jeong Tak, dan Gang So. Bi Dam mengerti dan minta San Tak untuk selanjutnya hanya menggunakan ke 3 orang itu untuk mengirim surat. San Tak mengerti dan saat akan pergi ia berkata pada Bi Dam, sepertinya sekarang Yeom jong sedang merekrut penambang, mereka di-interview dan ditanya apa mereka bisa menggunakan pedang atau ilmu bela diri dan pertanyaan sejenis. Bi Dam tanya apa benar? Bi Dam menyadari sesuatu yang tidak benar dan minta San Tak memeriksa dengan diam2, orang2 itu akan dibawa kemana. San tak mengerti. (BD main film CSI aza..kayanya cocok )

Kim Yu Shin kembali ke dept pertahanan. Prajurit sedang berlatih, Yu shin minta mereka berhenti dulu dan ia memberi perintah untuk Baek Eui (halo Baek Eui, hehe..kok aku jd senang ya ama dia?) dan Im Jong mereka akan menggunakan pasukan pindahan dari bangsawan Jujin, Hojae, Sueulbu. Yu Shin sudah menulis surat perintah tertulis agar mereka mengikutinya dan mengerahkan pasukan itu ke garis depan dan melatih mereka untuk siap perang. Baek eui dan Im jong mengerti.

Go do lapor pada Yu Shin bahwa di rumah Yeom Jong ada perekrutan untuk tenaga tambang di Geumjeongsan. Geuk San Heun berkata tapi jumlahnya banyak sekali bahkan lebih dari seribu. Kim Yu shin heran mengapa jumlahnya banyak sekali apa benar ada tambang di sana. guk San heun membenarkan memang ditemukan tambang di Geumjeongsan. Yu Shin mengerti dan minta mereka berdua menyelidiki lebih lanjut.

Para penambang di Geumjeongsan berpikir apa yang akan mereka lakukan dengan uang mereka. Mereka mendapat upah cukup tinggi. Mereka ingin membeli tanah untuk ditanami. Hwang Yun datang dan minta mereka perhatian. Hwang yun minta mereka mengikutinya ke satu tempat. Yang gil dan Dae Pung mengikuti mereka. Tapi mereka dihalangi oleh beberapa orang penyerang. Dae Pung tanya siapa mereka, tapi tidak dijawab hanya langsung diserang. Dae Pung dan Yang gil menang tapi satu penyerang lari. Keduanya kembali mengikuti Hwang Yun tapi rombongan itu sudah hilang. Dae Pung mengecek salah satu mayat dan melihat mereka petugas dari dept audit, mayat yang lain juga mengenakan tanda pengenal sama. Dae Pung berkata mereka harus lapor pada Go Do.

Kim Yu shin heran dengan kejadian itu. Guk San heun lapor Yang gil dan dae Pung disergap dalam misi mereka dan yang lebih mengejutkan lagi mereka mengenakan tanda pengenal dari dept audit. Tapi bagaimanapun mereka tidak bisa mengeceknya apakah itu anak buah Yeom Jong atau anak buah Bi Dam. Bi Dam datang dan berkata mereka anak buahnya. Bi Dam berkata masalah ini akan ia selesaikan. Kim Yu shin berkata mereka tetap tidak bisa diam saja dan membiarkan Bi Dam menyelesaikan sendiri. Bi Dam berkata ia tidak dalam kondisi senang hatinya dan mereka tahu jika Bi Dam sedang tidak enak hati maka ia tidak bisa mengendalikan kemarahannya maka Bi Dam minta menyerahkan masalah ini padanya. Ada waktunya saat ia memerlukan bantuan dept pertahanan. Kim Chun Chu mengerti tapi lebih baik mempercepat “waktu yang tepat” itu. Bi Dam mengerti dan pergi.

Ratu melihat demonstrasi pasukan Gwoljangno dan Seo ji memimpin demonstrasinya. Memperlihatkan daya jangkau anak panah. Ratu senang bahwa daya jangkau anak panah itu sejauh 300 langkah (bayangin Bi Dam kena dalam 30 langkah! itu juga banyak yg lolos, berarti BD hebat lho..) Komandan berkata ini belum begitu sempurna dan masih harus dicoba lagi untuk keakuratannya. Ratu berkata meskipun begitu, ini kemajuan besar. Al cheon setuju jika mereka bisa menjangkau sasaran yang jauh, maka ini akan membuat mereka maju dalam persenjataan. Ratu memuji bahwa senjata asli Gaya ini memang luar biasa. Wyol Ya senang dengan pujian Ratu. Ratu meyakinkan Wyol Ya ia akan mendukung penuh pengembangan persenjataan dan minta Wyol Ya terus mengembangkannya. Wyol Ya berjanji akan berusaha sebaik mungkin.

Wyol Ya akan melanjutkan kesetiaannya dengan istana dan Gaya Confederacy pada Kim Chun Chu..Ratu berkata ini bukan saatnya mengatakan pada Kim chun chu. Karena chun Chu pasti tidak sabaran. unifikasi adalah pertempuran politik dan Ratu tahu Wyol Ya mengerti. Wyol Ya mengerti dan janji akan menyiapkan semuanya. Ratu minta mereka memperhatikan perkembangannya dan Wyol Ya sudah membuat keputusan tepat. Wyol Ya berterima kasih.

Ratu pergi ke pengaturan pertanian bahwa saat ini mereka akan memusatkan pada perkembangan persenjataan dan tidak akan ada produksi alat2 pertanian dan minta agar menggunakan alat2 pertanian yang sudah dibagikan. Mereka mengerti. Ratu tanya perkembangan pertanian, Mereka berkata kacang2an membantu kesuburan tanah di tanah tandus. Ratu senang mendengarnya. Ratu akan memberikan tanah untuk meningkatkan proporsi tanah subur lagi. Pengawas pertanian dan petani mengucapkan terima kasih dan berharap Ratu panjang umur.

Ratu kembali ke istana dan Al Cheon berkata bahwa rakyat merasa stabil dan diberkati dalam hidupnya karena kemurahan dan kebaikan Ratu. Ratu berkata pada Al Cheon : Kau adalah satu2nya orang tahu semua dan setiap rencanaku. Ratu percaya Al Cheon terkunci mulutnya tentang apapun juga itulah mengapa Ratu percaya tidak akan bocor keluar dan di masa depan jika sesuatu terjadi padanya maka Al Cheon harus membuat keputusan benar dan membuka semua rencananya untuk pewarisnya kelak dan siapapun yang perlu diberitahu. Al Cheon heran bagaimana Ratu bisa berkata demikian sepertinya sesuatu akan terjadi padanya.

Ratu berkata bukan apa2, ini untuk masa depan dan mereka tidak tahu apa yang ada di depan. Al Cheon tanya mengapa Ratu terlihat gelisah. Ratu minta Al Cheon memanggil Kim Yu Shin dan Kim Chun Chu untuk menemuinya. Al cheon menasihati Ratu harus istirahat. Ratu berkata ia baik2 saja dan minta Al Cheon melakukan perintahnya. Al Cheon telihat cemas.

Santak menemui Bi Dam, Bi Dam tanya apa mereka sudah dikontak. San Tak berkata mereka bisa pergi. San Tak dan Bi Dam pergi ke suatu tempat.

Ratu memberikan buku masing2 untuk Kim Yu Shin dan Kim Chun Chu. Buku apa ini Yu SHin tanya. Ratu berkata ini adalah daftar hal2 yang harus dilakukan oleh mereka dan ia menggabungkan dan menulis semua caranya dengan detik dalam buku ini untuk meraih unifikasi 3 negara (astaga DM benar2 jenius..otaknya pasti ngga bisa diam ckck..)

Ratu berkata saat ini mereka fokus pada Baekje dulu, Yu Shin dan Chun Chu tidak bisa hanya fokus sejauh perbatasan atau hanya dalam jangka waktu pendek. Itulah mengapa Ratu membuat dept pertahanan konsentrasi pada pengembangan persenjataan, kepandaian dan kerja mata2. Kim Yu shin setuju mereka harus mendekati setiap kerajaan dengan pengetahuan pada lokasi mereka dan pasukan mereka harus lebih hebat. Yu shin akan memberikan pada Ratu laporan lengkapnya.

Ratu berkata pada Chun Chu bhwa iklim politik di cina berkembang dan berubah sangat cepat, dan karena Chun Chu tumbuh besar di Cina, Chun Chu harus menguasai pengetahuan dar negri itu dan fokus meningkatkan hubungan diplomatik dengan Cina. Kim Chun Chu mengerti. Ratu berkata unifikasi 3 negara sangat berat dan membutuhkan ketahanan dan kesabaran, mungkin akan memakan waktu 10 atau 100 tahun untuk dicapai. Harus diraih dengan kesabaran dan ketahanan. Ratu tanya apa mereka mengerti. Yu shin dan Chun Chu mengerti.

Bi Dam dan Santak tiba di sebuah gua. Bi DAm tanya apa ini benar sebuah tambang. San Tak berkata ya sepertinya demikian. Bi Dam minta San Tak masuk dan memeriksa, San tak berkata ada cahaya. Bi Dam lari ke arah cahaya (langkahnya masih ringan, biarpun lama ngga bertempur hehe..) dan kaget melihat latihan militer yang dipimpin Ho JAe, Phil Dan, Hwang yun danSeon yeol. San Tak tidak mengerti bukankah mereka direkrut sebagai penambang mengapa latihan militer. Bi dam tanya pada diri sendir apakah ia sudah membuat anak buahnya menjadi sejauh ini.

Kim Yu shin membaw proposal Ratu untuk dipelajari ketika Bi Dam datang. Yu shin tanya mengapa Bi Dam datang malam2. Bi Dam berkata ini “waktu tepat” itu. Bi Dam minta Yu shin memberinya 1000 pasukan elite dari dept pertahanan untuk besok malam. Yu shin : 1000 orang? Apa Ratu sudah menurunkan perintahnya? Bi Dam menggelengkan kepalanya. Ia ingin menyelesaikannya sendiri sebelum lapor pada Ratu. Yu shin berkata Bi Dam minta pinjam 1000 prajurit dari dept pertahanan. Bi Dam berkata Kim Yu shin tahu Ratu berharap ia menyelesaikan masalah ini secepatnya. Kim Yu shin setuju. Bi Dam senang dan pergi dan berkata pada Santak besok malam mereka akan menyerang kediaman Yeom jong dan tambang Geumjeongsan.

Bi DAm minta Santak mengumpulkan orang untuk dikerahkan pada jam 9 – 11 malam. San Tak mengerti.

Bi DAm berkata pada dirinya sendiri, besok malam ia akan bisa melakukan seperti harapan Ratu dan menyelesaikan masalah ini selamanya. Bi Dam berharap Ratu akan percaya padanya.

Ha Jong meyakinkan mereka tidak perlu cemas dan percaya Mi Saeng bisa mengatasinya. Mi saeng datang, Yeom jong tanya bagaimana hasilnya. Mi saeng menjawab bukankah ini adalah keahliannya. Ha Jong membenarkan tidak ada yang melebihi Mi saeng di seorabeol dalam hal itu. Saat kapal datang besok pagi di seorabeol, apa yang akan terjadi. Bo Jong berkata mereka akan menunggu.

Sebuah Kapal tanpa awak mengapung dan membawa kotak penting berhenti dekat dermaga. Petugas AL memeriksa dan menemukan kotak dan surat. Dewan menunggu dokumen misterius itu. Bangsawan Sueulbu membahas ini benar2 mencurigakan. Ratu datang dan duduk. Ratu tanya ada apa. Jujin menyerahkan dokumen pada Bi Dam dan Bi Dam memberikan pada Ratu untuk dibaca. Jujin berkata laporan itu dikirim oleh Gubernur Gurahwa dalam sebuah perahu tanpa awak di pelabuhan Sapo (Sungai Taehwa)

Ratu menegaskan dalam perahu tanpa awak? Jujin membenarkan dan kotak dengan surat dibawa ke Seorabeol. Bangsawan Sueulbu berkata ini kejadian sama yang terjadi selama pemerintahan Raja Jinheung. Ho Jae menyatakan ini benar2 mencurigakan. Phil dan berkata ini keuntungan untuk istana dan Hwang yun berkata mereka harus bersorak. Anggota dewan berkata ini menguntungkan. Ratu merasa gelisah.

Go Do bertemu Joo Bang. Joo Bang kesini melihat kotak dari dekat, ini sama saat mereka pergi. Dae Pung tanya apa maksudnya? Joo Bang berkata Raja Jinheung ingin membangun istana disebelah selatan kuil naga saat Raja membangunnya, Hwang Rong muncul. (Rong Gong adalah kuil naga untuk menghormati Raja naga laut, salah satu dari penjaga empat laut menurut kepercayaan Budha, Hwang Rong adalah naga kuning yang dianggap membawa otoritas kerajaan).

(Ada legenda Korea yang menyebutkan Raja besar Munmu dalam harapan terakhirnay saat akan meninggal ia ingin menjadi “Naga di Laut Timur untuk melindungi Korea” Raja Munmu adalah anak Raja Muyeol atau Kim Chun Chu)

Joo Bang membenarkan itu tertulis bahwa istana tidak akan dapat dibangun tegak kecuali dibangun kuil Budha. Guk San Heun berkata ini mengapa kuilnya dinamakan Hwangnyongsa (Kuil Naga Kuning).

Joo Bang berkata saat itu Budha menjadi agama negara hanya selama 30 tahun karena mereka kurang pengalaman, teknologi konstruksi dan tenaga manusia. Rakyat mendengar mengenai apa yang terjadi bahwa sebuah kapal tanpa awak memasuki Gurahwa membawa kotak dan saat mereka melihatnya mereka menemukan doktrin dari Ashoka dari dinasti besar Maurya yang dikirim 8 abad yang lalu. Rakyat berkata itu tua sekali.

(Ashoka 273-232 SM, Kaisar India dari dinasti Maurya)

Kemudian seorang bercerita mereka menemukan 57 ribu geun tembaga dan 30 ribu pun emas belum termasuk lukisan sutra Budha. Ashoka berusaha keras membuat patung Budha tapi ia gagal dan membuangnya ke laut dan terus berlayar.

Wyol Ya tanya apakah Ashoka berharap dinegara di tempat kapal ini berlabuh akan dibangun patung Budha Sakyamuni ? Kim seo hyun merasa aneh.

(1 geun = 222 g, 1 pun = 0,3 g)

Wyol Ya tanya Putri Manmyeong apa maksudnya kejadian ini menguntungkan dan jika ini terjadi persis saat Raja Jinheung memerintah, berarti ini benar. Kim seo hyeon berkata rakyat memuji2 Ratu.

Kotak itu akhirnya sampai ke hadapan Ratu. Dalam sidang Bangsawan Jujin berkata apakah maksudnya bahwa pemerintahan Ratu Seon Deok dibandingkan dengan Raja Jinheung. Ini waktu yang sangat bagus. Bangsawan Sueulbu berkata kekuasaan Ratu diberkati dengan kemuliaan dan kehormatan untuk Silla. Kim seo hyun membawa kotak itu kepada Ratu dan Ratu menyerahkan pada Bi Dam untuk dibaca.

Saat Bi Dam membuka dan membacanya, dia kaget dan tangannya mulai gemetar. Bangsawan Jujin dan Sueulbu terlihat mereka sudah mengetahui masalah ini sebelumnya.

(Agak aneh kalau benar Raja Ashoka bisa menulis huruf Cina)

Kim chun Chu mengambilnya dari tangan Bi Dam yang gemetaran dan Kim chun Chu membacanya. Ratu tanya apa isi doktrin itu dan minta untuk dibaca karena Kim chun Chu mengulur waktu, Ratu minta diulang apa yang sudah dibaca dengan keras.

Queen Seondeok Episode 60

Kim Chun Chu membaca :
SeogukHosejon (Tuan atas Tanah Barat murni Sukhavati Budha Amitabha)

Shinguk Hojejon (Silla menyatakan Penguasanya)

Ratu Seon Deok shock sementara Kim Yong Chun berkata menguraikan kata-kata “orang-orang yang namanya merujuk kepada Tuan Sukhavati Tanah Murni..Berarti bahwa ia akan memerintah Silla” Kim seo hyun mengatakan jika Tuan dari Tanah Murni Sukhavati…Kim Yu Shin bermain dengan kombinasi () + () =”Dam” awan gelap..dan mengacu pada kata Penguasa adalah Bi Dam. Kim Yu shin dan Ratu tahu bahwa kata yang mengacu Penguasa yaitu dam adalah Bi Dam.
Bi Dam melihat ke arah Jujin dan Suelbu, ia tahu mereka adalah dalang semua ini. Ratu tercekat bahwa ada yang akan merebut takhta darinya.

Kim Yong Chun mendebat bagaimana mereka tahu bahwa Seoguk Hosejon mengacu pada Bi Dam sebagai pewaris takhta. Seoguk Hosejon berarti Tuan atas Tanah Murni Sukhavati adalah Amitabha Budha dan kata tan berarti tertutupi awan juga sama dengan “Dhar” akar bahasa Sansekerta untuk Dharma atau Dhamma.

Kim Seo hyun menegaskan bahwa ini memang Seo guk mengacu pada Tuan atas Sukhavati. (di Korea, orang Budha disebut Seon).

Baek Eui mengatakan bahwa Tuan Sukhawati merujuk pada Amitabha Budha. Deok Chung mengatakan maka untuk kata Budha yang adalah Dhamma berasal dari Dam. Im Jong berkata berarti “Amitabha Dhamma” menunjuk pada Bi Dam.

Kim Seo hyun berkata jika demikian Seoguk Hosejon, Shinguk Hojejon menunjukkan Amitabha Budha yang berarti Bi Dam sebagai penguasa Silla yang berdaulat. Kim Yong Chun berkata bagaimana ini mungkin.

Penduduk mendapatkan kata2 bahwa Bi Dam akan menjadi Penguasa sesuai dengan doktrin. Seorang wanita berkata ini insiden yang sama saat Raja Jinheung memerintah tetapi kali ini adalah kapal Asoka agung dari dinasti Maurya yang merupakan keberuntungan besar dan tanda keberuntungan. Yang lain berkata tapi Ratu masih hidup dan memerintah Silla, apa ini masuk akal bahwa Bi Dam akan menjadi Raja, tapi ada yang berkata, ia mendengar utusan Tang berkata jika Silla sering terancam karena diperintah oleh seorang wanita. Pria lain minta agar temannya hati-hati jika berbicara, kalau ada yang mendengarnya bisa menyebabkan kematian.

Kim chun chu mengumpulkan pasukannya yaitu anak buah Wyol Ya dan berkata ini provokasi melawan Ratu dan rumah tangga istana. Dan merupakan perbuatan jahat dan keji. Mereka harus menemukan pelakunya dan kemudian akan dituduh dan dihukum berat di bawah hukum negara. Kim chun chu meminta Seo ji bekerjasama dengan dept perdagangan untuk pergi dan memeriksa kapal. go Do juga pergi ke Sapo untuk menyelidiki daerah sekitarnya dan mencari petuinjuk orang yang mengirim kapal.

Kim Chun Chu mengatakan bahwa mereka harus mempercepat penyelidikan sampai ke daerah Gurahwa sekaligus. Ratu merenung di balkon,Yu Shin datang dan memberitahu bahwa Kim Chun Chu sendiri yang memimpin penylidikan di Gurahwa. Ratu berkata ia telah menyetujuinya. Ratu berkata hal ini harus dilihat sebagai ancaman terhadap takhta dan hal ini tidak bisa diampuni. Kim Yu shin mengerti apalagi bagi Kim Chun Chu pasti akan lebih berat. Kim Yu shin berkata Kim chun Chu dan Bi Dam sekarang adalah lawan politik dalam persaingn menduduki takhta, bahkan jika ini bukan keinginan mereka sendiri.

Ratu berkata Bi Dam tidak terlibat. Ratu berkata jika Bi Dam memiliki ambisi untuk takhta, ia tidak akan melakukan tipu muslihat ini, hal ini tidak akan memberi keuntungan signifikan pada Bi Dam tetapi sbaliknya menempatkan Bi Dam dalam neraka kesulitan. Yu shin menambahkan bahwa situasi terlihat buruk dan dapat dilihat Bi Dam tidak lagi mampu mengendalikan anak buahnya sendiri. bahkan para anggota dewan tidak secara verbal mengatakan maksudnya. Ratu menyela apa mereka menyiratkan bahwa aku sudah meninggalkan Bi Dam?

Ratu berkata ia akan mempertimbangkan untuk tahu yang benar dan salah dalam menentukan penilaian dan terbuka untuk semua opsi tapi tampaknya orang2 telah menunjukkan bahwa Ratu harus meninggalkan Bi Dam. Ratu berkata mengatakan hal2 kecil untuk meraih kepercayaan rakyat, yang lebih sulit lagi adalah mendapatkannya. Namun dunia ini jauh lebih berat daripada emndapatkan kepercayaan rakyat dengan meninggalkan mereka. Kim Yu shin mengerti, bahwa argumen yang sama digunakan Ratu untuk menolongnya. Ratu berkata ia akan terus beragumen, ia tidak akan pernah meninggalkan siapapun dan tidak akan pernah menyerah pada mereka atau dengan bebas meninggalkan mereka, tidak satupun dan seorang pun.

Bi Dam menegur keras sekutunya, beraninya mereka membuat strategi seperti ini tanpa izin dan bukankah mereka setuju mereka akan mempercayainya dan mengikuti aturannya. Mi Saeng berkata mereka perlu Bi Dam sejalan dengan mereka, Yeom jong berkata apa Bi DAm pernah memikirkan mereka yang menjadi sekutunya. Bi Dam mengingatkan Yeom Jong : Apa kau ingin mati? Hwang Yun berkata mereka mengikuti Bi Dam karena mau bertahan. Mereka semua sudah bertaruh nyawa untuk Bi DAm, mereka punya hak untuk meminta itu dari Bi DAm, Bo Jong berkata Bi Dam harus mendukung tujuan mereka ini juga demi orang2 yang mengikutinya. Bangsawan Jujin berkata ini kesempatan bagus untuk mengadakan perang dengan Ratu dan Bi Dam harus membuat keputusan. Bi Dam marah sekali.

Kim Chun Chu sampai di pelabuhan Gurahwa (skr Ulsan) dan menyelidiki kapal tanpa awak itu dengan Seo Ji dan petugas dari dept. perdagangan. Kim Chun Chu melarang semua masuk ke area pelabuhan. Kim Chun Chu melihat bentuk kapal dan tahu tidak banyak ahli yang dapat membuat kapal jenis ini. Petugas perdagangan setuju. Kim Chun Chu minta petugas memeriksa kapal, dan penyelidikan di Sapo masih berjalan utk menyelidiki pergerakan pemberontak.

Seo Ji berkata Daedaegam Go Do sudah mengurus masalah itu. Yeom Jong dari kejauhan melihat Kim Chun Chu sudah memeriksa kapal inci demi inci dan melarang orang mendekat. Go Do menyelidiki orang2 di Sapo siapa yang bisa membuat kapal seperti itu. Orang2 tidak tahu. Anak buah Yeom Jong mengamati. Yeom Jong kesal karena dept. pertahanan sudah menahan kapal itu dan mulai tanya-tanya. Yeom Jong berkata pada anak buahnya, mereka tidak boleh menemukan si pembuat kapal, tidak boleh, dan minta anak buahnya mengurus masalah itu.

Bi Dam ingat saat ia bersumpah setia pada Ratu sebagai Penguasanya. Bi Dam pergi ke kamar Ratu dan minta kehadirannya diumumkan. Penjaga berkata Ratu memerintahkan tidak seorang pun boleh masuk ke kamarnya. Bi Dam berkeras penjaga harus mengumumkan kehadirannya. Penjaga berkata Al Cheon tidak disini, jadi ia tidak berani masuk dan mengijinkan Bi Dam masuk. Bi Dam meninggikan suaranya dia adalah Sangdaedeung dan penjaga harus mengumumkan kedatangannya. Al Cheon datang dan Bi Dam berkata pada Al Cheon ia ingin bertemu Ratu. Al Cheon menolak, Ratu memerintahkan tidak seorang pun boleh memasuki kamarnya dan minta Bi Dam datang lain kali. Bi Dam berkata jika Ratu memerintahkan ia pergi, ia akan pergi dan memohon pada Al Cheon agar mengumumkan kedatangannya pada Ratu.

Ratu memandang Bi Dam dan tahu Bi Dam tidak memiliki motif apapun tapi sekutu Bi Dam tidak seperti itu dan bagaimana Bi Dam harus menyelesaikannya dan mengatasi masalah ini. Ratu berkata mereka takut dengan akibat jika Ratu meninggal nantinya. Ini pada akhirnya akan berakhir pada masalah pewaris takhta. Untuk mereka, Kim Chun Chu akan terlihat sebagai musuh. Tidak seperti Kim Chun Chu yang merangkul Bo Gya Hoe, sekutu Bi Dam tidak akan melakukannya, maka Bi Dam adalah jawaban sebagai solusi untuk mereka. Ratu berkata bahwa jika Bi Dam gagal mengatasi mereka dengan caramu sendiri maka ..tiba-tiba Ratu terkena serangan jantung dan Ratu berusaha bernafas. Bi Dam panik dan tanya ada apa dan ia akan memanggil tabib istana tapi saat ia akan pergi, Ratu menahan tangan Bi Dam dan berkata bahwa ia baik2 saja dan tidak perlu.

Bi Dam mendekati Ratu: Apa nafasmu sudah baik. Bi DAm tanya dimana yang sakit. Ratu meyakinkan Bi Dam ia tidak apa-apa ia kelelahan akhir-akhir ini. Kesehatan Ratu kelihatan mengkhawatirkan.

Go Do lapor kapal itu mungkin datang dari Uljin (Gyeongsangbukdo) dan mereka yakin kapal itu dari sana dan menuju Sapo.

Petugas perdagangan membenarkan. Pohon pinus sudah terkena hawa laut maka pohon pinus itu pasti berasal dari Uljin dan hanya ada satu pembuat kapal yang terkenal di Uljin. Namanya Yu Cheok. Kim Chun Chu langsung ke sana.

Di Uljin, Go Do dan Seo Ji mengepung rumah Yu Cheok dan menyerbu masuk, ternyata di dalam sudah kacau dan banyak mayat. Kim Chun Chu datang dan mendapat laporan bahwa semua sudah dibunuh untuk melenyapkan saksi. Yeom Jong menunggu laporan, anak buahnya datang dan lapor mereka sudah membunuh semuanya tapi Yu Cheok berhasil lolos. Yeom Jong marah bagaimana mereka dapat begitu ceroboh, ia minta anak buahnya mencari Yu Cheok dan membereskannya.

Teman Yu Cheok datang dan melakukan identifikasi untuk mencari Yu Cheok. Ternyata Yu Cheok tidak ada diantara korban. Kim Chun Chu langsung minta seluruh tempat diperiksa dan mencari Yu Cheok. Ia harus segera ditemukan. Seo Ji dan Go Do langsung bergerak.

Yu Cheok melarikan diri dan tertangkap anak buah Yeom Jong, ia sadar ia akan mati, Yu Cheok lari dan bertemu Yang Gil dan minta Yang Gil menolongnya, anak buah Yeom Jong mengenali Yang Gil dan bersembunyi, saat Kim Chun Chu tiba bersama pasukannya. Teman Yu Cheok mengenalinya dan berkata pada Kim Chun Chu bahwa itu Yu Cheok. Yang Gil memberi hormat pada Chun Chu dan akan menahan Yu Cheok. Tiba2 mereka dihujani anak panah yang berusaha membunuh Yu Cheok. Kim Chun Chu memerintahkan mereka harus melindungi Yu Cheok. Dae Pung melindungi Yu Cheok dan yang lain membuat barikade untuk menahan anak panah, membuat Ki Chun Chu ada dalam keadaaan terbuka dan terkena tembakan anak panah. Seo Ji berteriak dan melindungi Kim Chun Chu dan minta mereka mundur, saat mereka mundur Yu Cheok akhirnya tertembak panah dan mati.

Ratu mendapat laporan Kim Chun Chu terkena panah saat melakukan penyelidikan dan tanya bagaimana kondisinya. Al Cheon berkata ini melegakan karena anak panah tidak mengenai bagian yang fatal dan tidak mengenai organ penting dan Kim Chun Chu tidak apa-apa. Ratu menghela nafas lega, nafas Ratu terlihat pendek-pendek. Al Cheon tanya apa Ratu baik-baik saja karena ia melihat Ratu berjuang dengan nafasnya. Ratu berkata ia akan pergi dan melihat Kim Chun Chu.

Kim Seo Hyun tanya bagaimana ini bisa terjadi. Putri Man Myeong berkata hal kejam terjadi pada keluarga Raja dan apa yang harus kita lakukan. Kim Seo Hyun berkata mereka tidak bisa diam saja dan ia akan pergi ke dewan untuk mencari tahu.

Ha Jong kaget mendengar Kim Chun Chu luka dan Mi saeng menyayangkan kecerobohan Yeom Jong, menurutnya Yu Cheok harus dibunuh dari dulu. Jujin berkata sekarang menyebabkan masalah bagi mereka. Yeom Jong minta maaf tapi mereka tidak bisa menghindari ini. Ha Jong kesal, maaf apa ia pikir maaf bisa menyelesaikan masalah yang akan mereka hadapi. Yeom Jong berkata jika ia tahu ini akan seperti ini maka yang terbaik adalah membunuh Kim Chun chu. Bangsawan Sueulbu berkata apa Yeom Jong sudah gila. Yeom Jong berkata bukankah mereka sudah tahu bahwa semuanya akan lebih mudah jika Kim Chun Chu disingkirkan. Ha jong marah dan menarik kerah Yeom Jong dan berkata ia marah dengan Yeom Jong karena ingin membunuh Chun Chu, kau harus ingat Kim Chun Chu adalah keponakan menantuku!

Bi Dam mendengar dari Santak bahwa mereka mencoba membunuh Kim Chun Chu dan Bi Dam menarik kerah baju Santak : Siapa yang memberi perintah? San Tak tidak tahu dan Santak berkata ia benar2 tidak tahu. Bi Dam melepaskan Santak dan duduk kembali, anak buahnya benar2 sudah melanggar batas. (lho katanya BD minta 1000 pasukan buat basmi mrk, knp ngga? do it now!)

Kim Chun Chu beristirahat setelah terluka. Ia mencoba bangun untuk memberi hormat pada Ratu. Ratu tanya keadaan Chun Chu dan Chun Chu berkata, anak panahnya tidak mengenai organ vital dan lukanya tidak dalam, ia akan segera sembuh. (aku pikir bgs juga buat Chun Chu merasakan sedikit aroma peperangan, bisa buat persiapan ia jd Raja). Ratu tanya mengenai Yu Cheok. Kim Chun chu berkata ia terbunuh. Ratu tanya apa ia yang membuat kapal Asoka Agung itu, Kim Chun Chu membenarkan. Orang yang menyewanya ingin ia mati. Siapa orang itu. Kim Chun Chu berkata bahwa Uljin adalah salah satu daerah perdagangan Yeom Jong. Yu Cheok itu sudah melakukan beberapa proyek kapal untuk Yeom Jong.

Kim Chun Chu mengaku ia yakin Bi Dam tidak terlibat karena ini tidak memberi manfaat baginya tapi Kim Chun Chu tidak dapat memastikan anak buah Bi Dam yang sekarang mulai tidak terkontrol. Ratu berdiri dan berkata kesabarannya dengan anak buah Bi Dam berakhir sampai sini. Ratu pergi tapi ia berbalik lagi dan tanya apa anak panah itu sengaja ditembakkan ke arah Kim Chun Chu. Kim Chun Chu tidak merasa demikian, Yu Cheok-lah targetnya. Sebaliknya kata Ratu panah itu benar ditujukan untuk Kim Chun Chu. Kim Chun Chu kaget. Ratu pergi dan Al cheon menenangkan Ratu agar tidak terlalu mencemaskan Chun Chu.

Ratu mengadakan sidang dan memanggil semua orang. Al Cheon tanya apa ini mendadak dan Ratu tidak mengadakannya di In Gang Jeon? Ratu mengulang perintahnya dan minta Kasim melakukannya. Ratu memerintahkan Al Cheon untuk memberi perintah rahasia pada Bi Dam dan berkata agar Bi Dam tidak boleh menghadiri rapat dan setelah rapat selesai, Bi Dam harus menemui Ratu secara diam-diam.

Ratu memasuki sidang dan semua menghormat. Bangsawan Sueulbu pura-pura prihatin dengan kejadian yang menimpa Kim Chun Chu. Jujin berkata karena kemurahan langit di pihak mereka maka Kim Chun Chu tidak terluka dengan serius karena kecelakaan ini. Ratu bertanya apa ini kecelakaan dan beraninya kalian menyebut demikian. Beraninya anggota dewan menyatakan ini kecelakaan padahal jelas2 ini percobaan pembunuhan (Ratu sengaja..) pada anggota keluarga Raja. Bangsawan Jujin kaget karena Ratu dengan tegas memerintahkan ia akan menemukan pengacaunya dan menyelidiki percobaan pembunuhan ini dan akan menghukumnya sesuai dengan hukum yang berlaku untuk menjadi contoh bagi yang lain. Ratu menugaskan Kim Yong Chun untuk melakukan penyelidikan mengenai kebenarannya. Kim Yong chun bersedia melakukannya. Anak buah Bi Dam semakin tidak tenang karena Ratu tahu.

Kim chun Chu terduduk saat Joo Bang berkata bahwa Ratu memerintahkan komisi untuk menyelidiki kecelakaan yang menimpa Kim Chun Chu dan mengumumkannya dalam sidang. Chun Chu berusaha duduk tapi Joo Bang minta ia untuk istirahat saja. Kim Chun Chu tanya apa Bi Dam menghadiri sidang? Joo Bang tidak ingat apa Bi Dam ada atau tidak. Joo Bang tanya apa ini benar2 rencana Bi Dam? Kim Chun Chu berkata terlibat atau tidak bukan masalah dan biarkan kebijaksanaan membantu Ratu dan Bi Dam untuk bertindak. Joo Bang tanya apa yang akan dilakukan Kim Chun Chu, Chun Chu berkata ia perlu bantuan Joo Bang untuk melakukan perjalanan. Kemana? tanya Joo Bang. Kim Chun Chu berkata ia harus bertemu Bi Dam. Kim Chun Chu berkata ia akan menawarkan pertolongan untuknya.

Kim Chun Chu bertemu Bi Dam dan berkata ini hampir menjadi tragedi yang fatal, bagaimana ini bisa terjadi. Kim Chun Chu tanya apa Bi Dam merencanakan ini. Bi Dam berkata bagaimana ia berani melakukan tindakan yang seperti itu. Kim Chun Chu berkata marilah kita tinggalkan protokoler dan berbicara seperti dulu lagi, Kim chun Chu berkata Bi Dam sudah berjanji jika kelak Ratu meninggal, Bi Dam akan melepaskan kekuatan politiknya dan mengundurkan diri menjadi orang biasa. Kim Chun Chu berkata tampaknya ini tidak akan terwujud. Bi Dam tanya apa maksud Kim Chun Chu. Dia tidak mengerti.

Kim Chun Chu berkata langsung ini karena ibunya bahwa ibuku sudah meninggal dan sekarang anaknya mencoba membunuhnya juga. Kim Chun Chu bertanya apa ia akan duduk diam dan menunggu kematiannya? Bi Dam tidak mengerti maksud Kim Chun Chu. Kim Chun Chu berkata ia punya rahasia yang tidak diketahui seorangpun. Kim Chun Chu tanya apa Bi Dam mau mendengarnya. Kim chun Chu berkata meskipun ia tidak hebat tapi pikirannya benar2 tangkas dan cepat, itulah mengapa ia memperlihatkan di depan semua orang bahwa ia tidak mampu dan lamban. Tapi apa Bi Dam benar2 tahu bahwa Kim Chun Chu tidak akan melepaskan bahkan detil atau fakta kecil sekalipun dan sangat menyeluruh dalam semua tindakannya dan memberikan contoh apa Bi Dam tahu apa alasan Dae Nam Bo mengapa ia tidak terlihat lagi dan sepertinya lenyap. Kim Chun Chu berkata menyenangkan berdiskusi dengan Bi Dam dan ia meninggalkan Bi Dam dengan pikirannya sdr.

Saat Kim Chun Chu akan pergi, Bi Dam berkata Kim Chun Chu sudah matang. Kim Chun Chu melihat Bi Dam dan Bi Dam berkata di masa lalu, Kim Chun Chu biasa ketakutan jika melihatnya, bukankah begitu? Kim Chun Chu membenarkan bahwa di masa lalu kehadirannya benar2 menakutkan dan Kim Chun Chu duduk lagi dan berkata pada Bi Dam, sekarang sebaliknya…mengapa demikian…di masa lalu, Bi Dam adalah seorang yang tidak bisa ditebak pergerakannya dan tindakannya maka ketakutan timbul dari ketidaktahuan tapi sekarang, Bi Dam benar2 transparan (emang bening dia hehe..) dan Kim Chun Chu dapat menebak tindakannya dan melawannya dengan mudah.

Kim Chun Chu berkata Bi Dam tidak mampu mengendalikan anak buahnya dan mereka berani melakukan apapun yang mereka inginkan dan membiarkan rasa cintanya pada seorang wanita membutakan logikanya dan menjadi suatu kelemahan. (setuju..!! Chun Chu emang smart, dsr politikus..hehe) Kim Chun Chu berkata apa Bi Dam benar-benar berpikir bahwa Ratu akan benar2 memberikan hatinya untuk Bi Dam. (dasar Kim Chun Chu..sdh tahu BD kaya gitu..) Kim chun Chu berkata di masa lalu Bi Dam menakutkan sebagai pribadi. Kim Chun Chu pergi. Bi Dam terlihat sedikit bingung.

Joo BAng menunggu Kim Chun Chu dan tanya bagaimana hasilnya? Kim Chun Chu diam saja dan berkata dalam hati, Ia harus minta maaf pada Bi Dam karena ia tahu Bi Dam tidak ada sangkut pautnya dengan masalah ini dan Kim Chun Chu menyadari kesetiaan Bi Dam sampai mati pada Ratu itu tulus tapi bagaimanapun Bi Dam dan sekutunya sekarang terlihat sebagai batu penghalang untuk ambisi besar mereka dan bagaimanapun juga harus dihapus dari dunia ini.

Joo Bang ingin tahu dan tanya ada apa, Kim Chun Chu berkata bukan apa2 dan pergi. Kim Chun Chu berjalan kembali dan ia berkata untuk Bi Dam sungguh malang karena namanya tidak akan ada dalam halaman sejarah karena tujuan utamanya adalah kesetiaan pribadi pada seorang wanita. (like I said before, BD just ordinary man with his love..)

Anak buah Bi Dam kembali dari sidang dan berkata mereka dalam masalah besar. Ha Jong mengeluh, Yeom Jong sudah keterlaluan. Bo Jong berkata bukan hanya Ratu tapi semuanya sekarang curiga pada mereka. Mi saeng minta mereka tenang dulu, mereka harus berpikir apa yang akan dilakukan.

Yeom Jong masuk dan tanya mengapa semua duduk diam. Mrk harus mengerahkan pasukan. Sueulbu marah apa sekarang Yeom Jong mengusulkan pemberontakan? Yeom Jong berkata pemeriksaan dimulai dan mereka akan dicurigai. Ha Jong berkata pemeriksaan apa, mungkin hanya Yeom Jong yang akan diperiksa dan ini tidak ada urusannya dengan mereka. Yeom Jong tertawa apa benar demikian?

Kim Seo Hyun tanya bagaimana ini bisa terjadi. Putri Man Myeong berkata hal kejam terjadi pada keluarga Raja dan apa yang harus kita lakukan. Kim Seo Hyun berkata mereka tidak bisa diam saja dan ia akan pergi ke dewan untuk mencari tahu.

Ha Jong kaget mendengar Kim Chun Chu luka dan Mi saeng menyayangkan kecerobohan Yeom Jong, menurutnya Yu Cheok harus dibunuh dari dulu. Jujin berkata sekarang menyebabkan masalah bagi mereka. Yeom Jong minta maaf tapi mereka tidak bisa menghindari ini. Ha Jong kesal, maaf apa ia pikir maaf bisa menyelesaikan masalah yang akan mereka hadapi. Yeom Jong berkata jika ia tahu ini akan seperti ini maka yang terbaik adalah membunuh Kim Chun chu. Bangsawan Sueulbu berkata apa Yeom Jong sudah gila. Yeom Jong berkata bukankah mereka sudah tahu bahwa semuanya akan lebih mudah jika Kim Chun Chu disingkirkan. Ha jong marah dan menarik kerah Yeom Jong dan berkata ia marah dengan Yeom Jong karena ingin membunuh Chun Chu, kau harus ingat Kim Chun Chu adalah keponakan menantuku!

Bi Dam mendengar dari Santak bahwa mereka mencoba membunuh Kim Chun Chu dan Bi Dam menarik kerah baju Santak : Siapa yang memberi perintah? San Tak tidak tahu dan Santak berkata ia benar2 tidak tahu. Bi Dam melepaskan Santak dan duduk kembali, anak buahnya benar2 sudah melanggar batas. (lho katanya BD minta 1000 pasukan buat basmi mrk, knp ngga? do it now!)

Kim Chun Chu beristirahat setelah terluka. Ia mencoba bangun untuk memberi hormat pada Ratu. Ratu tanya keadaan Chun Chu dan Chun Chu berkata, anak panahnya tidak mengenai organ vital dan lukanya tidak dalam, ia akan segera sembuh. (aku pikir bgs juga buat Chun Chu merasakan sedikit aroma peperangan, bisa buat persiapan ia jd Raja). Ratu tanya mengenai Yu Cheok. Kim Chun chu berkata ia terbunuh. Ratu tanya apa ia yang membuat kapal Asoka Agung itu, Kim Chun Chu membenarkan. Orang yang menyewanya ingin ia mati. Siapa orang itu. Kim Chun Chu berkata bahwa Uljin adalah salah satu daerah perdagangan Yeom Jong. Yu Cheok itu sudah melakukan beberapa proyek kapal untuk Yeom Jong.

Kim Chun Chu mengaku ia yakin Bi Dam tidak terlibat karena ini tidak memberi manfaat baginya tapi Kim Chun Chu tidak dapat memastikan anak buah Bi Dam yang sekarang mulai tidak terkontrol. Ratu berdiri dan berkata kesabarannya dengan anak buah Bi Dam berakhir sampai sini. Ratu pergi tapi ia berbalik lagi dan tanya apa anak panah itu sengaja ditembakkan ke arah Kim Chun Chu. Kim Chun Chu tidak merasa demikian, Yu Cheok-lah targetnya. Sebaliknya kata Ratu panah itu benar ditujukan untuk Kim Chun Chu. Kim Chun Chu kaget. Ratu pergi dan Al cheon menenangkan Ratu agar tidak terlalu mencemaskan Chun Chu.

Ratu mengadakan sidang dan memanggil semua orang. Al Cheon tanya apa ini mendadak dan Ratu tidak mengadakannya di In Gang Jeon? Ratu mengulang perintahnya dan minta Kasim melakukannya. Ratu memerintahkan Al Cheon untuk memberi perintah rahasia pada Bi Dam dan berkata agar Bi Dam tidak boleh menghadiri rapat dan setelah rapat selesai, Bi Dam harus menemui Ratu secara diam-diam.

Ratu memasuki sidang dan semua menghormat. Bangsawan Sueulbu pura-pura prihatin dengan kejadian yang menimpa Kim Chun Chu. Jujin berkata karena kemurahan langit di pihak mereka maka Kim Chun Chu tidak terluka dengan serius karena kecelakaan ini. Ratu bertanya apa ini kecelakaan dan beraninya kalian menyebut demikian. Beraninya anggota dewan menyatakan ini kecelakaan padahal jelas2 ini percobaan pembunuhan (Ratu sengaja..) pada anggota keluarga Raja. Bangsawan Jujin kaget karena Ratu dengan tegas memerintahkan ia akan menemukan pengacaunya dan menyelidiki percobaan pembunuhan ini dan akan menghukumnya sesuai dengan hukum yang berlaku untuk menjadi contoh bagi yang lain. Ratu menugaskan Kim Yong Chun untuk melakukan penyelidikan mengenai kebenarannya. Kim Yong chun bersedia melakukannya. Anak buah Bi Dam semakin tidak tenang karena Ratu tahu.

Kim chun Chu terduduk saat Joo Bang berkata bahwa Ratu memerintahkan komisi untuk menyelidiki kecelakaan yang menimpa Kim Chun Chu dan mengumumkannya dalam sidang. Chun Chu berusaha duduk tapi Joo Bang minta ia untuk istirahat saja. Kim Chun Chu tanya apa Bi Dam menghadiri sidang? Joo Bang tidak ingat apa Bi Dam ada atau tidak. Joo Bang tanya apa ini benar2 rencana Bi Dam? Kim Chun Chu berkata terlibat atau tidak bukan masalah dan biarkan kebijaksanaan membantu Ratu dan Bi Dam untuk bertindak. Joo Bang tanya apa yang akan dilakukan Kim Chun Chu, Chun Chu berkata ia perlu bantuan Joo Bang untuk melakukan perjalanan. Kemana? tanya Joo Bang. Kim Chun Chu berkata ia harus bertemu Bi Dam. Kim Chun Chu berkata ia akan menawarkan pertolongan untuknya.

Kim Chun Chu bertemu Bi Dam dan berkata ini hampir menjadi tragedi yang fatal, bagaimana ini bisa terjadi. Kim Chun Chu tanya apa Bi Dam merencanakan ini. Bi Dam berkata bagaimana ia berani melakukan tindakan yang seperti itu. Kim Chun Chu berkata marilah kita tinggalkan protokoler dan berbicara seperti dulu lagi, Kim chun Chu berkata Bi Dam sudah berjanji jika kelak Ratu meninggal, Bi Dam akan melepaskan kekuatan politiknya dan mengundurkan diri menjadi orang biasa. Kim Chun Chu berkata tampaknya ini tidak akan terwujud. Bi Dam tanya apa maksud Kim Chun Chu. Dia tidak mengerti.

Kim Chun Chu berkata langsung ini karena ibunya bahwa ibuku sudah meninggal dan sekarang anaknya mencoba membunuhnya juga. Kim Chun Chu bertanya apa ia akan duduk diam dan menunggu kematiannya? Bi Dam tidak mengerti maksud Kim Chun Chu. Kim Chun Chu berkata ia punya rahasia yang tidak diketahui seorangpun. Kim Chun Chu tanya apa Bi Dam mau mendengarnya. Kim chun Chu berkata meskipun ia tidak hebat tapi pikirannya benar2 tangkas dan cepat, itulah mengapa ia memperlihatkan di depan semua orang bahwa ia tidak mampu dan lamban. Tapi apa Bi Dam benar2 tahu bahwa Kim Chun Chu tidak akan melepaskan bahkan detil atau fakta kecil sekalipun dan sangat menyeluruh dalam semua tindakannya dan memberikan contoh apa Bi Dam tahu apa alasan Dae Nam Bo mengapa ia tidak terlihat lagi dan sepertinya lenyap. Kim Chun Chu berkata menyenangkan berdiskusi dengan Bi Dam dan ia meninggalkan Bi Dam dengan pikirannya sdr.

Saat Kim Chun Chu akan pergi, Bi Dam berkata Kim Chun Chu sudah matang. Kim Chun Chu melihat Bi Dam dan Bi Dam berkata di masa lalu, Kim Chun Chu biasa ketakutan jika melihatnya, bukankah begitu? Kim Chun Chu membenarkan bahwa di masa lalu kehadirannya benar2 menakutkan dan Kim Chun Chu duduk lagi dan berkata pada Bi Dam, sekarang sebaliknya…mengapa demikian…di masa lalu, Bi Dam adalah seorang yang tidak bisa ditebak pergerakannya dan tindakannya maka ketakutan timbul dari ketidaktahuan tapi sekarang, Bi Dam benar2 transparan (emang bening dia hehe..) dan Kim Chun Chu dapat menebak tindakannya dan melawannya dengan mudah.

Kim Chun Chu berkata Bi Dam tidak mampu mengendalikan anak buahnya dan mereka berani melakukan apapun yang mereka inginkan dan membiarkan rasa cintanya pada seorang wanita membutakan logikanya dan menjadi suatu kelemahan. (setuju..!! Chun Chu emang smart, dsr politikus..hehe) Kim Chun Chu berkata apa Bi Dam benar-benar berpikir bahwa Ratu akan benar2 memberikan hatinya untuk Bi Dam. (dasar Kim Chun Chu..sdh tahu BD kaya gitu..) Kim chun Chu berkata di masa lalu Bi Dam menakutkan sebagai pribadi. Kim Chun Chu pergi. Bi Dam terlihat sedikit bingung.

Joo BAng menunggu Kim Chun Chu dan tanya bagaimana hasilnya? Kim Chun Chu diam saja dan berkata dalam hati, Ia harus minta maaf pada Bi Dam karena ia tahu Bi Dam tidak ada sangkut pautnya dengan masalah ini dan Kim Chun Chu menyadari kesetiaan Bi Dam sampai mati pada Ratu itu tulus tapi bagaimanapun Bi Dam dan sekutunya sekarang terlihat sebagai batu penghalang untuk ambisi besar mereka dan bagaimanapun juga harus dihapus dari dunia ini.

Joo Bang ingin tahu dan tanya ada apa, Kim Chun Chu berkata bukan apa2 dan pergi. Kim Chun Chu berjalan kembali dan ia berkata untuk Bi Dam sungguh malang karena namanya tidak akan ada dalam halaman sejarah karena tujuan utamanya adalah kesetiaan pribadi pada seorang wanita. (like I said before, BD just ordinary man with his love..)

Anak buah Bi Dam kembali dari sidang dan berkata mereka dalam masalah besar. Ha Jong mengeluh, Yeom Jong sudah keterlaluan. Bo Jong berkata bukan hanya Ratu tapi semuanya sekarang curiga pada mereka. Mi saeng minta mereka tenang dulu, mereka harus berpikir apa yang akan dilakukan.

Yeom Jong masuk dan tanya mengapa semua duduk diam. Mrk harus mengerahkan pasukan. Sueulbu marah apa sekarang Yeom Jong mengusulkan pemberontakan? Yeom Jong berkata pemeriksaan dimulai dan mereka akan dicurigai. Ha Jong berkata pemeriksaan apa, mungkin hanya Yeom Jong yang akan diperiksa dan ini tidak ada urusannya dengan mereka. Yeom Jong tertawa apa benar demikian?

Al Cheon membawa Bi Dam menemui Ratu seperti diperintahkan secara rahasia dan Bi Dam ingat perkataan Kim Chun Chu apa Bi Dam benar2 berpikir bahwa Ratu dapat memberikan cintanya untuk Bi Dam dan ini membuat Bi Dam ragu (aarrgh..Chun Chu..tp Chun chu benar juga, dlm politik tdk boleh ada personal feeling..sigh..) Kim Chun Chu benar2 memainkan permainan psikologi pikiran melalui ketidakamanan perasaan Bi Dam bahwa Bi Dam punya phobia ditinggalkan atau dibuang. Al Cheon mengumumkan kehadiran Bi Dam, Ratu menemui Bi Dam.

Jujin menyalahkan Yeom jong atas semua kekacauan yang membuat mereka semua menjadi seperti ini. Yeo Jong setuju ia adalah otaknya dan berteriak lakukan saja..laporkan ini pada Ratu dan Kim Chun Chu. Dan katakan bahwa insiden dibelakang perjanjian rahasia dengan utusan Tang, insiden Seoguk Hosejon dan pembangunan perahu Asoka Agung semua bukan ide mereka dan bukan bermaksud akan membunuh Kim Chun Chu. Yeom Jong minta mereka lapor pada Ratu dan berkata ini bukan karena para bangsawan ingin memberontak dan menurunkan Ratu tapi ini semua karena Yeom Jong yang bertanggung jawab.

Yeom Jong menantang bangsawan untuk pergi dan lapor pada Ratu. Ratu yang bijaksana dan pintar pasti ia sudah tahu bahwa kejadian Kim Chun Chu adalah kecelakaan tapi tetap saja Ratu minta penyelidikan, ini untuk memberitahu mereka bahwa Ratu sudah memutuskan untuk mengeksekusi mereka dan menyingkirkan mereka semua. Ha Jong tanya lalu apa saran Yeom Jong? Yeom Jong berkata sebelum pemeriksaan menghasilkan sesuatu yang penting melawan mereka, mereka harus pertama-tama melakukan serangan terlebih dulu.

Jujin berkata apa Yeom Jong bermaksud memberontak? Yeom Jong berkata ini mungkin saja terjdi. Jujin kaget. Yeom jong tanya apa ada masalah dengan itu, Sueulbu tertawa kita akan memberontak untuk merebut takhta. Mi Saeng tanya lalu bagaimana dengan Bi Dam ? Bagaimana mereka mengatsi ini dengan Bi Dam? Mi saeng berkata untuk memulai pemberontakan harus ada sebabnya. Tidak ada penyebabnya kecuali Bi Dam sebagai putra Raja Jinji dan juga Mi Shil kakaknya dan selain Bi Dam, tidak ada yang akan membenarkan tindakan mereka. Mi Saeng tanya apa Yeom Jong dapat membujuk Bi Dam untuk mengubah pikirannya. Yeom Jong yakin dan minta mereka percaya padanya.

Bi DAm memberi hormat pada Ratu yang berkata ia tahu benar Bi Dam tidak terlibat dengan insiden ini tapi Bi Dam gagal mengendalikan anak buahnya dan mereka sudah kelewat batas. Bi Dam mengakuinya bahwa ia tidak lagi bisa mengendalikan mereka dan tidak punya pilihan. Bi Dam tanya perintah penyelidikan untuk mengungkapkan kebenaran dan menghukum semua yang terlibat tanpa kecuali untuk mereka. Ratu berkata jika ini terjadi, Bi Dam akan terkena konsekuensinya, tidak peduli dengan cara apa, Bi Dam akan dituntut tanggungjawabnya. Bi Dam tidak masalah jika ia akan diperiksa karena ini yang harus dilakukan Ratu dan Bi Dam berkata ia sudah siap dan bersedia jatuh karena insiden ini. Ia sudah siap tapi aku tidak siap untuk itu, kata Ratu. Bi Dam kaget.

Ratu memberikan cincin padanya dan berkata : Kita tidak pernah berbagi apapun bersama. Bi Dam tanya mengapa Ratu melakukan ini sekarang. Bi Dam merasa Ratu memaksanya pergi dan mengirim ia pergi. Ratu berkata ia akan mengirim Bi Dam ke Chuhwa (skr Miryang) dan Ratu minta agar Bi Dam segera pergi dan tinggalkan semua urusan di Seorabeol padanya. Setelah semua selesai, Ratu akan memanggil Bi Dam kembali.

Ratu mengambil tangan Bi Dam dan menempatkan cincin di tangannya lalu menggenggam tangan Bi Dam, Ratu berkata jika Bi Dam tetap di Seorabeol, Bi Dam akan terkena dampak masalah ini. Ratu akan sanggup mengatasi anak buahnya jika Bi Dam pergi dan ia akan membasmi mereka semua dari Seorabeol. Setelah sentimen publik mereda dan berlalu seperti angin dia akan memanggil Bi Dam kembali. Bi Dam terus saja terngiang kata2 Kim Chun Chu, apa kau benar2 berpikir bahwa Ratu dapat benar2 memberikan perasaannya untuk Bi Dam dan Ratu tanya pada Bi Dam apa kau percaya padaku?

Bi Dam jelas terlihat merasa tidak aman. Bi Dam berkata Ratu tidak perlu mengatakan itu, ia selalu mempercayai Ratu. Ratu berkata Bi Dam harus pergi segera. Kementrian Registrasi atau Wi Hwa Bu akan menyampaikan perintah Ratu padanya nanti. Ratu menarik tangannya tapi Bi Dam menahan tangan Ratu tapi Ratu dengan perlahan menarik tangannya dari tangan Bi Dam dan berkata agar segera pergi. Bi Dam melihat cincin Ratu dan pergi dan berkata bukan begini caranya. Ratu melihat ke arah Bi Dam dari kejauhan dan berkata pada Bi Dam ini hanya perpisahan sementara diantara mereka, ia akan menyelesaikan ini segera.

Anak buah Yeom Jong berkata mereka sudah menempatkan mata2 diantara pengawal istana Ratu. Yeom Jong ingin bertemu orang itu. (org yang sama yang menolak Bi Dam bertemu Ratu waktu itu) Yeom Jong meyakinkan orang itu bahwa kesejahteraan keluarganya akan dijamin. Penjaga istana sudah siap tapi jika orang itu mati..Yeom Jong berkata ia adalah ahli pedang terbaik di Silla, tidak perlu dikhawatirkan dan Yeom Jong memberi nasihat agar penjaga itu tidak menyerang langsung tapi saat ia tidak waspada akan kehadirannya, maka serang dia.

Bi Dam bermain dengan keraguannya, Ratu menempatkannya dalam penjagaan di Chuhwa…dan dia harus segera pergi… Seorang pelayan datang dan tanya apa Bi Dam memanggilnya. Bi Dam berkata untuk membuat persiapan perjalanan ke Chuhwa. Pelayan itu pergi, lalu Bi Dam berpikir lagi, segera setelah Bi Dam pergi Ratu akan menghabisi anak buahnya di Seorabeol. Bi Dam : apa aku hanya bisa meninggalkan kekacauan ini padanya dan pergi begitu saja? Kekacauan ini bukan karena Ratu tapi karena aku, dan aku harus bertanggung jawab menyelesaikannya untuk kebaikannya, karena Ratu sudah memberikan perhatian pada dirinya dan ia hanya meninggalkan masalah ini untuk diselesaikan Ratu. Bi Dam bersumpah ia akan pergi segera setelah menyelesaikan kekacauan ini dan datang mengakui kesalahannya.

Bi Dam mengambil pedangnya dan menghunusnya dan ia ingat Kim Chun Chu bahwa di masa lalu ia menakutkan tapi sekarang tidak lagi. Bi Dam menghunus pedangnya dan melihat mata pedangnya. Ia berkata pedang ini sudah disimpan terlalu lama dan pedang ini sudah bertahan terlalu lama dan sekarang ia harus membunuh mereka semua dan Bi Dam mengayunkan beberapa jurus dengan pedangnya. (BD sdh kira2 14 th tdk pakai pedangnya ..tapi ilmunya ngga berkarat ya..padahal ngga pernah perang, kpn latihannya? BD emang hebat hehe..)

Mi saeng berkata Jujin harus pergi dari Seorabeol segera dan tinggal di benteng Sangju. Jujin mengerti dan pergi. Kemudian Mi saeng tanya apa Bo Jong sudah mengontak semua komandan pasukannya. Bo Jong berkata sudah. Ha Jong berkata jika ditemukan sedikit bukti saja bahwa mereka terlibat maka mereka lebih baik mati daripada duduk diam menunggu.

Yeom Jong berkata ada gerakan mencurigakan dengan pasukan di Seorabeol. Yeom Jong minta mereka harus meninggalkan Seorabeol segera. Mereka semua merasa ini buruk.

Kim yu shin berkata pada Ratu tidak susah menangkap mereka sekarang, karena mereka sudah melepas semua pasukan pribadinya. Yu Shin minta Ratu mengijinkannya. Wyol Ya setuju, Go Do memimpin dengan Guk San heun Dae Pung dan Yang Gil berjaga dan siap melaksanakan kapanpun perintah diturunkan (actually I miss the funny and warm Go Do hiks…Go Do is no longer warm and cute hiks..now he’s frightening..)

Al Cheon berkata diantara mereka ada anggota dewan yang terlibat. Kim Yong Chun setuju jika mereka perlu menangkap anggota dewan maka mereka harus memiliki bukti nyata untuk melakukannya. Ratu berkata menunggu bukti itu ditemukan mungkin akan terlambat. Apa kau pikir mereka akan duduk diam dan menunggu saja. Kim Chun Chu setuju percobaan pembunuhan atas dirinya bukan satu2nya alasan tapi perjanjian rahasia dengan utusan Tang dan tipuan mereka mengenai Asoka Agung untuk mengancam takhta Ratu dan mereka harus bertanggung jawab. Ratu menyatakan dia akan mengeluarkan perintah untuk menyetujui penahanan dan penangkapan mereka. (mirip dg cara Mi shil juga)

Mi Saeng tanya apa maksud Yeom Jong agar mereka pergi sekarang. Yeom Jong berkata mata2nya lapor ada pergerakan tidak normal dalam pasukan dept pertahanan. Ha Jong tanya apa dept pertahanan akan menangkap mereka sekarang. Yeom Jong tidak yakin tapi lebih bijak jika mereka pergi dan sembunyi di tambang. Bo Jong berkata ia akan memberitahu Ho Jae, Seon Yeol, Hwang Yun dan pergi. Mi saeng tanya dimana Bi Dam? Yeom Jong ragu2. Mi Saeng berkata tanpa Bi Dam tidak ada rencana mereka yang akan berhasil. Mereka tidak akan punya alasan untuk mengadakan pemberontakan. Sueubu berkata apa Yeom Jong akan memberontak tanpa kehadiran Pemimpin dalam pemberontakan mereka? Yeom Jong minta mereka tidak perlu cemas, dia sudah menyelesaikan masalah ini dan akan mencari Bi Dam.

Wyol Ya mengumpulkan pasukannya dan memerintah semua komandan dan pasukannya untuk pergi dan menangkap orang yang telah ditentukan. Mereka harus cepat dan diam-diam dan tanya apa mereka mengerti. Mereka mengerti. Go Do memimpin pasukannya dan mulai bergerak, juga Guk San heun, Dae Pung, dan Yang Gil.

Kim Chun Chu tanya Ratu tentang perintah penahanan untuk Bi Dam. Ratu berkata Kim Chun Chu tahu dan benar2 tahu sama seperti dirinya bahwa Bi Dam tidak terlibat dalam insiden ini. Kim Chun Chu tidak setuju, semua ini tidak akan terjadi jika Bi Dam tidak ada. Ratu tanya jika demikian ..tapi Kim Chun Chu berkata jika mereka tidak mengambil kesempatan ini untuk berurusan dengan Bi Dam maka dia akan selalu menjadi ancaman buat takhta (kalo dipikir, BD lebih berhak untuk takhta dibanding Chun Chu, BD kan anak Raja, Chun Cu cuma cucu Raja). Ratu tanya apa Kim chun Chu takut pada Bi Dam? Kim Chun Chu diam. berarti mungkin benar. Ratu berkata Bi Dam akan kehilangan anak buahnya bagaimana ia bisa menjadi ancaman untuk Kim Chun Chu ?

Ratu tanya apa yang begitu ditakutkan Kim Chun Chu sehingga ia mendorong Ratu untuk mengeluarkan perintah penangkapan untuk menangkap orang yang tidak bersalah dan memperingatkan Kim Chun Chu agar tidak mengganggu Bi Dam tanpa perintahnya. Kim Chun Chu tampak tidak begitu senang. (Chun Chu..BD itu pamanmu lho..sama kaya Kim Yong Chun..)

Guk San Heun mengintai kediaman Jujin (habis manis sepah dibuang kasihan juga Jujin ini) dan mendapat laporan tidak ada aktivitas dalam rumah Jujin. (aduh..jgn2 nanti Ratu pikir BD membocorkan niatnya ya..utk menghabisi anak buahnya..). Guk San Heun dan pasukannya menyerbu masuk dan berkata Jujin harus menyerah dan tidak ada jawaban. Ternyata rumah Jujin kosong. Guk San heun kaget, Yang Gil juga mendapat laporan yang sama tidak ada orang di rumah. YAng Gil berkata mereka harus segera lapor.

Bi Dam berpakaian biasa melihat dari lubang angin dari kejauhan dan anak buahnya benar2 akan melakukan pemberontakan dan menggenggam pedangnya dengan erat.

Kim Yu Shin kaget bahwa semua kediaman mereka kosong. Dae Pung membenarkan tidak ada satupun orang dan Go Do lapor hal yang sama dengan rumah Mi saeng. Yang Gil dan Guk san Heun masuk dan berkata ada masalah saat Kim Yu Shin berdiri dan berkata tidak ada orang disana. YAng Gil berkata mereka sudah..Dae Pung menyelesaikan..melarikan diri. Kim Yu Shin memerintah untuk mengumpulkan pasukan Seorabeol untuk dikerahkan ke istana. Go Do dan yang lain mengerti.

Dalam gua di Geumjeongsan. Ha Jong mengeluh ini semua karena Yeom Jong maka semua ada dalam kesulitan. Jujin berkata mereka berhasil lari dari Seorabeol mereka perlu merencanakan tindakan selanjutkan. Dept pertahanan akan tahu bahwa mereka sudah menghilang. Ha Jong tanya sekarang dimana Yeom Jong itu, Bo Jong berkata ia akan datang dengan Bi Dam ke tambang ini. Phil Dan berkata jika Bi Dam tidak bergabung maka mereka tidak bisa melakukan apapun. Hwang Yun setuju bahwa tanpa Bi Dam mereka tidak punya alasan untuk memberontak. Mi saeng meyakinkan Bi Dam mungkin akan bergabung jika Yeom Jong berhasil, harus berhasil. Ha Jong tanya bagaimana pamannya bisa begitu yakin bahwa Yeom Jong akan berhasil. Mi saeng berkata jika Yeom jong gagal, mereka semua akan mati.

Yeom Jong dan anak buahnya berjalan di malam hari saat Bi Dam mengikuti Yeom jong dan Penjaga Istana yang dibayar Yeom Jong mengikuti Bi Dam.

Im Jong lapor pada Ratu bahwa pasukan bangsawan Sueulbu di garis depan melakukan desersi dari posnya. Wyol Ya berkata sama dengan pasukan Ho Jae di Iseo Gun juga menghilang dari posnya. Kim Yu shin tanya apa semua pasukan para bangsawan menghilang? Wyol Ya berkata mereka belum yakin tapi sepertinya seperti itu. Al Cheon berkata ini benar2 pemberontakan dan mereka harus cepat. Ratu berkata mereka harus melihat pemberontakan sekali lagi dan darah tercurah di Seorabeol. Ratu mencemaskan Bi Dam.

Bi Dam menghadang Yeom Jong dan memanggilnya. Bi Dam memperlihatkan dirinya. Yeom Jong tertawa dimana Bi Dam selama ini, mereka sudah mencari Bi Dam kemana-mana. Bi Dam melemparkan topi jerami ke arah Yeom Jong. Anak buah Yeom Jong menghunus pedangnya. Bi Dam minta mereka berhenti membuang waktu dan datang cepat untuk bermain.

Yeom Jong : apa yang kalian tunggu, serang dia!

Bi Dam dikepung anak buah Yeom Jong dan Bi Dam mengalahkan mereka semua, ternyata ilmu pedangnya belum berkarat dan membunuh semua anak buah Yeom Jong. Lalu Bi Dam melihat Yeom Jong yang sekarang sendirian, lalu mengarahkan pedangnya ke arah Yeom jong, Aku seharusnya membunuhmu bertahun-tahun yang lalu !(cape deh..BD) Yeom Jong tertawa (yg sangat kubenci..) dan berkata Bi Dam tidak kehilangan kemahirannya bermain pedang bahwa Bi Dam benar2 seorang ahli pedang.

Bi Dam berkata sekarang ia ingat ia ingin tahu seperti hari itu apakah kepalamu akan bisa tertawa seperti itu jika terpisah dari lehermu, saat Bi Dam mendekati Yeom Jong, seseorang melemparkan senjata rahasia ke arah Bi Dam, Bi Dam menghindarinya dan si Pengawal meniupkan yang kedua, Bi Dam menghindarinya lagi dan mengejarnya.

Pengawal mengeluarkan pedangnya dan Bi Dam mampu mengalahkannya kemudian menarik topengnya dan mengenalinya sebagai penjaga di istana Ratu dan yang sudah menolaknya untuk bertemu Ratu saat itu. Yeom Jong tersenyum dibelakang, rencananya sepertinya berhasil. (tp BD kok ngga curiga ya, nyerang pake senjata rahasia itu kan tipikal Yeom Jong, spt waktu Moon Noh dulu, MN diserang saat lengah dengan senjata rhs kan. Hrsnya BD sadar ada polanya..)

Bi Dam tanya siapa yang sudah memberi perintah karena Bi Dam tahu orang itu penjaga istana, Bi Dam ingin tahu siapa yang sudah memerintah untuk membunuhnya. Lalu Bi Dam menyadari dan berkesimpulan bahwa mungkin saja Ratu dan Bi Dam ingat Ratu berkata ia tahu Bi Dam tidak punya motif dan ambisi tapi mengirim Penjaga untuk membunuhnya (shrsnya BD sadar, Ratu tahu skill BD, ngga mungkin kirim penjaga biasa utk bunuh dia, kalo mo krm paling sedikit Wyol Ya atau Al Cheon lah..).

Bi Dam mulai bingung sendiri dan penuh dengan keraguan, Bi Dam ingat Ratu tidak siap dengan kenyataan untuk menyingkirkan Bi Dam. Bi Dam ingin tahu siapa dia..Penjaga itu berkata sesuai petunjuk Yeom jong : Membunuh musuh negara dan Hidup Yang Mulia! dan ia mengambil pedang Bi Dam dan membunuh dirinya, ia mati (lbh aneh lagi, kalo emang akhirnya bunuh diri, mengapa harus bilang hidup yang mulia? kalo memang akhirnya bunuh diri, ia akan menutup rapat mulutnya sampai mati tdk akan omong siapa yang menyuruh benar? kaya orang yang disuruh Bo jong bunuh Kim seo Hyun.) Yeom Jong datang dan menambahkan suasana dramatis berkata bahwa orang ini adalah Penjaga Istana, apakah ia mungkin dikirim oleh…Ratu?

Bi Dam ingat semua penolakan saat tangannya ditolak oleh Moon Noh dan Ratu (ya masak pegang tangan terus, ngga pantas dilihat pengawal kan, masa ngga ngerti, BD), semua berputar dalam pikirannya dan ingat saat Ratu minta Bi Dam percaya padanya.

Bi Dam bingung dan berteriak seperti hampir gila.

Queen Seondeok Episode 61

Bi Dam bingung dan berteriak seperti akan gila.

Yeom Jong senang karena ia sudah berhasil memaksa Bi Dam masuk ke “area gelap dalam dirinya” (kaya Spiderman waktu jd hitam haha) Yeom Jong ingat ia berkata pada Mi Saeng ia akan menghancurkan kepercayaan Bi Dam pada Ratu. Mi saeng ragu bahwa kepercayaan Bi Dam dapat dengan mudah dihancurkan hanya dengan taktik saja. Yeom jong berkata bagaimana jika ini mengenai Ratu, Mi saeng tertawa ya..mungkin ini bisa berhasil.

Yeom Jong tertawa, Bi Dam sudah menghianati sekutunya demi kesetiaannya seumur hidupnya untuk Ratu dan pada akhirnya ini adalah hasil penghianatan-nya. Ia mengejek kebodohan Bi Dam karena mempercayai Ratu. Bi Dam menarik kerah Yeom jong (aku mulai bosan dg adegan ini..) dan mengarahkan pedang ke lehernya, Bi Dam akan membunuh Yeom jong jika ia tidak menutup mulutnya. Yeom jong menantang Bi dam untuk membunuhnya, tapi bahkan membunuhku tidak akan memperbaiki situasi karena posisi Bi Dam sekarang, Bi Dam tidak bisa melakukan apapun. Yeom Jong berkata Ratu sudah membuangmu dan..Bi Dam mempercayai Yeom jong (aaarrgh..) dan menjatuhkan pedangnya.

Dalam tambang Geumjeongsan, sekutu Bi dam berlatih perang. Mi saeng mulai tidak sabar dan gelisah bahwa Bi Dam dan Yeom jong tidak disini dan tidak ada berita dari mereka. Bo Jong menanyakan kemampuan Yeom jong membujuk Bi Dam untuk bergabung dengan pemberontakan mereka. Ha Jong berkata pasukan mereka sudah menunggu Bi Dam untuk memimpin. Jujin setuju, tanpa Bi Dam semua ini sia-sia. Mi saeng tanya apa yang dilakukan si brengsek Yeom jong itu ? Semua setuju mereka seharusnya tidak mempercayai Yeom jong.

Sementara itu, Yeom jong terus mencuci otak Bi dam, ini belum terlambat jika Bi Dam ingin mendapatkan Deok Man maka Bi Dam harus merebut Silla darinya. Yeom jOng berkata semua sudah diatur dan dipersiapkan dan bahwa ini adalah niat Bi Dam sejak semula yaitu menjadi Raja. Bi Dam berdiri dan pergi saat Yeom jong tanya Bi Dam mau pergi kemana dan menahan Bi Dam, tapi Bi Dam melihat Yeom jong dengan menakutkan dan ia pergi seperti mayat hidup, yeom jong mencoba memanggil Bi Dam.

Ratu menulis surat untuk Bi Dam, ini adalah instruksi terakhir dan finalnya sebagai Penguasa Silla dan setelah ini selesai. Ratu berkata ia akan turun takhta dan menyusul ke Chuhwa, Ratu minta Bi Dam menyiapkan pondok kecil untuk mereka dan menunggunya disana. Ratu meyakinkan Bi Dam bahwa ini hanya sementara dan kemudian Ratu akan bersama Bi Dam.

Bi Dam masih saja jalan tanpa arah dalam hutan dan ia memikirkan niat Ratu untuk membunuhnya. Kemudian Bi Dam ingat apa yang dikatakan Ratu saat ia menyatakan perasaannya, Ratu tanya bagaimana dengan Silla karena ia hanya mncintai Silla dan cintanya hanya untuk Silla. Bi Dam juga ingat saat Deok Man tahu bahwa Mi shil adalah ibunya dan berkeras bahwa setidaknya Bi Dam harus mengatakan padanya mengenai ini. Bi Dam berkata jika ia mengatakan pada Deok Man, apakah kau tidak akan meninggalkanku dan merasa aku tidak berguna lagi untukmu. Saat Bi Dam mengingat itu semua, ia mengeluarkan cincin pemberian Ratu dan memandangnya dan menangis sambil memegangnya erat2. (kaya Frodo Baggins aja..)

Ratu menyelesaikan suratnya untuk Bi Dam, Bi Dam harus percaya padanya bagaimanapun juga dan menunggunya datang. Ratu berhenti sejenak dan menulis namanya sebagai Deok Man di surat itu lalu melipatnya dan memasukkan ke dalam amplop. Joo Bang masuk dan tanya apa Ratu memanggilnya. Ratu memberikan surat itu dan minta Joo Bang mempercepat perjalanannya ke Chuhwa gun dan memberikan ini untuk Bi Dam dan Joo Bang harus menyerahkan langsung ke tangan Bi Dam. Joo Bang mengerti, ia mengambil surat dan pergi. Sementara itu, Bi Dam bingung dengan pikirannya sendiri lalu Bi Dam berkata pada dirinya sambil melihat cincin Ratu, ia akan menjadi Silla dan jika tidak maka ia akan bergabung dengan orang2 yang menghalangi mimpi Silla.

Bi Dam berkata apapun metodenya dan bagaimana akan terjadi, tidak masalah untuknya. Bi Dam berkata jika takhta terbukti sangat berat dan mendatangkan banyak kesulitan untuk ditahan sehingga Ratu merasa perlu untuk membunuh Bi Dam dan membuangnya, maka Bi Dam bersumpah untuk melepaskan Ratu dari beban itu. Bi Dam pasti akan melakukan itu.

Mi saeng marah, Yeom jong kembali sendirian tanpa Bi Dam. Ha Jong tanya dimana Bi Dam. Yeom jong meyakinkan mereka bahwa Bi Dam akan muncul dan ia pasti akan datang. Mi saeng mengingatkan Yeom jong sambil menarik kerahnya (lagi..?) jika Bi Dam tidak muncul maka ia sendiri akan membunuh Yeom jong. Sueulbu berkata ini bukan saatnya mencari kesalahan. Mi saeng melepaskan yeom jong, mereka harus segera pergi karena dept pertahanan mungkin tahu keberadaan mereka. Phil Dan berkata jika mereka tetap di tempat ini mereka akan dikepung dan ditangkap. Jujin menyarankan mereka pergi ke Yul Bo Hyeon, ada persembunyian disana. Mi saeng dan Hwang yun setuju. Lalu Jujin melihat Bi Dam di pintu masuk dengan pakaian bangsawan dan masuk. Bi Dam melihat ke arah mereka dan berkata mereka semua kumpulan orang menyedihkan yang bodoh. Mi saeng kaget tapi semua senang dengan kehadiran Bi Dam, Yeom jong (public enemy number one!!!) paling senang diantara mereka.

Al Cheon memberi petunjuk pada anak buahnya dan meminta mereka waspada dengan semua aktifitas mencurigakan. Para pengawal mengerti dan pergi. Salah seorang dari mereka lapor pada Al cheon bahwa Heuk San dari pasukan Gap sudah hilang selama beberapa hari. Al Cheon bertanya mengenai Heuk San dan mendapat laporan bahwa Heuk San sangat mencurigakan akhir2 ini. Al Cheon menyadari ada yang tidak beres.

Bi Dam berkata pada sekutunya mereka tidak akan menghindari konfrontasi. Mi saeng berkata jika tidak maka apa rencana Bi Dam. Bi Dam berkata selama pemberontakan Chil sook dan alasan mengapa Mi shil gagal dan dikalahkan adalah Mi Shil meninggalkan Seorabeol dan tinggal di Daeya. Bi Dam berkata mereka yang meninggalkan Seorabeol akan dinyatakan sebagai penjahat. Bi Dam berkata prinsip Silla yang benar hanya ada dan berpusat di Seorabeol. Jujin kaget tapi mengerti. Bi Dam berkata mereka akan mengambil alih Seorabeol dan menurunkan Ratu dari takhta dan ia akan menjadi Raja. Para bangsawan bersumpah setia pada Bi Dam. Bi dam berkata bahwa era baru akan dimulai saat petang. Bi Dam berkata ia akan menyerang dan mengambil alih Seorabeol saat petang. Mi saeng tanya apa Bi Dam menyarankan untuk menyerang benteng Wyol Seong dimana Ratu berada seperti itu? (Benteng Wyol Seong adalah Banwolseong atau berarti Benteng setengah bulan dikenal juga sebagai istana Wyol seong, namanya diambil dari bentuk pagar istana. Sekarang reruntuhannya masih ada diantara hutan dan bukit2 dan bisa dilihat di Gyeongju)

Bo Jong berkata pada Bi dam pasukan mereka belum terkumpul semuanya, Yeom jong berkata pasukan mereka tidak akan mampu menguasai Seorabeol dan berurusan dengan dept pertahanan atau bahkan penjaga istana di Wyol seong. Bi Dam hanya tersenyum.

Kurir sampai ke Seorabeol, Kim Seo Hyun menjelaskan tentang logistik pada Ratu. Apakah sekutu Bi dam mungkin menuju Yu Bi Hyeon karena selama ini tempat itu digunakan oleh dept audit dan Bi Dam dan yeom jong sering menggunakan sebagai markas. Kim Seo hyun berkata mereka harus menahan semua akses dari Yu Bi Hyeon ke Seorabeol untuk mencegah mereka masuk ke Seorabeol.

Guk san heun menghadap dan lapor ada pengerahan pasukan di Geumohsan dan bergerak menuju Seonggi gun. Kim Yu shin berkata jika mereka mengikuti rute dari Geumohsan menuju Seonggi maka mereka akan menuju ke arah timur Seorabeol yaitu Daedeosan. Lalu Dae Pung datang dan lapor bangsawan Jujin sudah menyeberang ke Chil Guk. Kim Seo hyun melihat peta Geumohsan, Seonggi gun, chik guk lalu Kim Chun Chu berkata mereka menuju ibukota. Kim Yu shin berkata semua menuju ke Wyolseong dimana Ratu berada. Ratu berkata jika mereka akan menuju ibukota maka Seonggi gun dan Chil guk akan menderita terutama para penduduk.

Ratu berkata pada Kim Yu shin untuk menahan akses ke Deoksan dan bersiap untuk pertahanan untuk menahan mereka menuju ibukota. Kim Yu shin mengerti dan pergi bersama Dae Pung dan Guk san Heun.

Di markas Bi Dam, Bi Dam membuka peta dan melihat perbukitan Deoksan dan ia tersenyum yakin (BD dan DM itu satu otak kali ya..ckck, perang juga masih sepikiran). Jujin dan Ho Jae lapor bahwa semua sudah disiapkan sesuai dengan instruksi. Bi Dam tanya apa semua pasukan sudah berkumpul. Jujin berkata mereka berkumpul di yeo do. Ho Jae tanya apa tindakan berikutnya. Lalu Yeom Jong datang dan lapor bahwa Kim Yu shin baru saja berangkat dari wyolseong dengan pasukannya. Bi Dam tanya berapa banyak kekuatannya, Yeom jong lapor sekitar 2000 orang dan mereka menuju bukit Deoksan dan membangun pertahanan disana. Ho Jae tanya bagaimana mereka akan berperang apakah akan langsung menyerang? Bi Dam : Serangan langsung?

Ratu tidak setuju, mereka harus mencegah serangan langsung di Seorabeol. Kim yong Chun setuju. Kim Chun Chu tanya apa pasukan pribadi yang sudah disersi bergabung bersama mereka. Al cheon berkata hal itu belum bisa dipastikan tapi bergerak ke arah wyolseong mengindikasikan mereka yakin dengan kekuatannya untuk melancarkan serangan langsung. Ratu terlihat gelisah.

Bi Dam memerintah Ho jae dan jujin untuk memimpin dan melancarkan serangan ofnsif melawan Kim Yu shin di Yeo Do gun. Bi Dam berkata mereka harus menyerang dengan kekuatan penuh tapi mereka harus segera mundur jika mendengar tanda untuk mundur. Jujin kaget mereka akan mundur. Bi Dam memerintah untuk bergerak segera. Jujin dan Ho Jae mengerti. Bi Dam mempelajari peta dan Yeom jong heran dengan strategi Bi Dam. Bi Dam tanya mengenai pasukan Phil Dan, apa sudah siap. yeom jong berkata mereka siap. Yeom jong tanya apa ia harus mengatakan pada Phil Dan perintahnya. Bi Dam berkata tidak perlu tapi minta menunggu saja.

Phil Dan dan pasukannya ada di luar benteng Myeonghwal dan menunggu.

Yang Gil lapor pada Kim seo hyun bahwa Kim Yu shin menghadapi serangan langsung dari pihak Bi Dam di Yeo Do. Kim Seo hyun kaget mereka sudah menyerang dengan langsung. Yang gil lapor Kim Yu shin berhasil mengalahkan ho jae tapi Jujin dan Bo jong melancarkan serangan dari sisi lain secara terus menerus. Kim Seo hyun berkata semua ini membuktikan mereka menuju ke wyolseong. Yang gil berkata Kim Yu shin mampu menahan serangan mereka dan Kim Seo hyun memberi peringatan jika Yeo Do kalah, akan membuka jalan menuju wyolseong. Kim seo hyun memerintahkan pasukan dari Yangsan dan Muhwasan dikerahkan untuk memberikan bantuan pada Kim Yu shin di yeodo gun. Semua mengerti.

Yeom jong lapor pasukan dari Yangsan dan muhwasan sudah bergerak membantu Kim Yu shin dan semua sesuai dengan rencana Bi Dam. Bi Dam berkata baik dan memerintah Phil Dan untuk memproses sesuai dengan rencana. Bi dam minta yeom jong memerintah Ho Jae, Jujin untuk mundur dari yeo do gun. Yeom jong heran bukankah mereka akan menuju Wyolseong. Bi Dam berkata Wyolseong bukan target mereka sebenarnya.

Kim Seo hyun menerima laporan bahwa pemberontak mundur dari yeo Do gun dan ia tanya apa pasukan dari Yangsan dan Muhwasan sudah sampai di yeo Do gun. Guk san heun berkata belum. Kim seo hyun tidak mengerti maksud mereka mundur dan sadar ada yang aneh. dan tanya ke arah mana mereka mundur. Guk San heun berkata ke arah Yangsan. Kim seo hyun berkata Yang san sekarang kosong.

Di benteng Myeonghwal para penjaga berkata bahwa Wyol Seong mungkin menghadapi serangan berat dan yang lainnya berkata mengapa pasukan dikerahkan ke Yeo Do gun kemudian Phil Dan dan pasukannya datang dan menyerang benteng Myeonghwal. Phil Dan tidak kesulitan menguasai benteng. (pinter juga BD hehe..)

Kim Yong Chun mendapat laporan bahwa Kim Yu shin sudah mengalahkan Ho Jae, Bo jong, dan jujin dan sekarang mereka akan mundur dari yeo do gun. Ratu heran mengapa tiba2 mundur. Kim Yong Chun berkata mereka melihat bahaya dan mundur. Kim chun Chu merasa aneh. Kim Yong chun menjelaskan Kim seo hyun sudah mengerahkan pasukan dari Yangsan dan Muhwasan untuk membantu Yu shin. Kim Chun Chu berkata yangsan sekarang kosong dan Kim yong chun berkata sudah pasti. Kim chun Chu merasa cemas. Ratu menyadari bahwa mungkin…Kim Yong chun tanya ada apa..bahwa Yangsan bukan prioritas mereka. Ratu melihat peta dan menunjuk Myeonghai Sanseong.

Kim Yong Chun tanya apa Myeonghwal Sanseong benar target mereka. Ratu berkata sekarang ada 2 kekuatan politik di Wang Kyeong (Royal Capital).

Kim Yu Shin menyadari pemberontak mundur ke arah Yangsan. Dae Pung membenarkan mereka sudah ada di Yang San. Kim Yu Shin mulai mengerti target mereka sebenarnya adalah Myonghwal dan bukan Wyolseong. Mereka ingin menguasai benteng Myonghwal. Go Do dan Dae Pung kaget.

Phil Dan dan pasukannya memberi salam pada Bi Dam di benteng Myonghwal. Bi Dam memuji Phil Dan atas usahanya yang sangat bagus. Phil Dan berkata itu bukan apa-apa, karena strategi Bi Dam yang hebat yang sudah direncanakan sehingga benteng ini kosong, jadi mudah sekali menguasai benteng. Bi Dam dan sekutunya memasuki benteng Myeonghwal. (ok, personal opinion ya..BD dah kepalang tanggung nih, so menurutku lupakan DM hehe dan jadilah Raja, BD lumayan juga lho..BD pasti bisa nyatuin 3 negara juga, masalah Bo Gya Hoe bisa diatur lah..menurutku lho..)

Kim Chun Chu berkata pada RAtu bahwa tujuan pemberontak sebenarnya adalah Myeonghwal San Seong. Kim Chun Chu berkata mereka menyerang dengan kekuatan penuh di Yeo Do gun hanya sebagai kamuflase agar Ratu mengerahkan pasukan dari Yangsan ke Yeo Do gun sehingga mereka dengan mudah menguasai benteng Myeonghwal. Ratu berkata pemberontak tidak menginginkan mengulang sejarah dengan Mi shil. Kim Chun Chu membenarkan saat Mi Shil meninggalkan Seorabeol, itu adalah kesalahan terbesar yang ia buat dalam pemberontakannya. Kim Yong Chun berkata jarak antara Myeonghwal Sanseong dan Wyolseong hanya 10 ri. Kim Seo Hyun membenarkan hanya perlu 15 menit dengan pasukan kavaleri untuk mencapai Wyolseong. Kim Yong Chun berkata akan ada 2 kekuatan politik yang akan berhadapan satu sama lain di Wang Kyeong.

Kim Seo Hyun minta maaf atas pengamatannya yang salah mengenai kejadian ini. Ratu berkata beraninya mereka mengadakan konflik di ibukota dan berkata ini benar-benar strategi yang berani untuk bertempur dengan kekuatan penuh dalam ibukota yang terbatas. (Ratu..siapa dulu mastermind-nya hehe..)

Di Myeonghwal, Ha Jong berkata dalam 700 tahun sejarah Silla, baru kali ini ada pertempuran langsung dengan kekuatan penuh dalam ibukota dan menciptakan 2 kekuatan politik. Ini yang pertama kali. Jujin setuju hanya mereka hanya berjarak 10 ri dari Wyolseong. Jujin juga berkata mereka tidak bisa diam, Jujin tanya Bi Dam apa rencana selanjutnya. Bi Dam tanya: Lalu apa pikir kalian? Mi saeng berkata, pertama-tama, masalah ini harus diketahui publik. Mi Saeng berkata perlawanan akan terjadi dalam ibukota. Sekarang meskipun Ratu seorang wanita tapi ia didukung oleh stabilitas negara karena Kim Yu Shin, Bi Dam dan para bangsawan yang lain. Sehingga Ratu dapat mendapatkan otoritas kerajaan.

Bangsawan Jujin dan Ha Jong mengangguk setuju dan Mi Saeng melanjutkan, tapi jika sekarang situasinya diketahui publik, maka bangsawan dan rakyat akan mulai meragukan tentang kecakapan dan kemampuan Ratu untuk berkuasa dan apa seorang wanita akan dapat memerintah sebagai Ratu. Bi Dam membenarkan. Bi Dam berkata mereka harus menyebarkan rumor ke segala penjuru mengenai Ratu dan bertahan dalam ibukota selama mungkin.

Kim chun Chu membenarkan dari kesimpulannya bahwa Bi Dam adalah otak dibelakang pemberontakan ini dan juga perancang strategi dengan dukungan kaum bangsawan dan pasukan pribadi mereka yang sudah desersi dari garis depan untuk bergabung dengan Bi Dam dan mengadakan pemberontakan dan Bi Dam sekarang adalah alasan pemberontakan ini.

Diantara mereka tidak ada lagi Mi Shil atau Seol Won Rang, tapi bagaimana mungkin mereka dapat merancang strategi sebagus dan sangat berani seperti ini. Kim Chun Chu berkata hanya ada satu orang dan orang itu adalah Bi Dam. Ratu berkata pada Kim Chun Chu : sudah cukup membicarakan masalah itu. hentikan. Kim Chun Chu berkata pada Ratu bahwa Ratu sudah tahu dan sudah dapat menyimpulkan dari pemikiran Ratu sendiri bahwa itu Bi Dam dan tanya apa benar demikian. Ratu membenarkan, ia benar-benar telah menyimpulkan bahwa Bi Dam lah orangnya tapi Ratu berharap ini tidak benar dan benar2 salah.

Joo Bang tiba di Chuhwa gun. Joo Bang tahu dari Santak bahwa Bi Dam belum sampai di Chuhwa Gun. San Tak berkata ia dikirim Bi Dam untuk menyiapkan segala sesuatu di sini, tapi Bi Dam belum datang. Joo Bang cemas Bi Dam seharusnya sudah sampai. San Tak tanya apa surat itu akan diberikan pada Bi Dam, Joo Bang berkata pada San Tak ini perintah Ratu dan ia harus menyerahkan surat ini ke tangan Bi Dam secara pribadi.

Bi Dam berkata ia ingin menurunkan Ratu. Ha Jong berkata bukankah Bi Dam baru saja berkata bahwa mereka harus bertahan dalam waktu lama. Hwang Yun tanya jika merea sudah mengumpulkan banyak pasukan apa mereka akan menuju langsung ibukota. Bi Dam berkata tidak. Bi Dam berkata mereka akan memenangkan para bangsawan ke pihak mereka, karena mereka sekarang memiliki Bangsawan Jujin, Sueulbu, dan dirinya sendiri. Bi DAm juga berkata ia memiliki 7 orang dari 10 anggota Hwabaek sebagai sekutunya (hebat juga..). Mi saeng berkata maka ..dan Bi Dam menegaskan bahwa ia sebagai Sangdaedeung akan mengadakan sidang darurat dewan Hwabaek dengan proposal menurunkan Ratu Seon Deok. Bi Dam meninggalkan rapat dan menggenggam cincin Ratu.

Bi Dam memimpin sidang Hwabaek dengan proposal memaksa Ratu Seon Deok turun dari takhta. Bi Dam membaca proposal bahwa Ratu tidak pantas atau sesuai untuk mewarisi takhta Silla Raja Jinheung dan karenanya SIlla menderita konflik berkepanjangan dengan kerajaan dari negara tetangga dari Goguryeo dan Baekje dan akibatnya kehilangan benteng Daeya kepada Baekje dan Ratu sudah dipandang rendah dan hina oleh utusan Tang sebagai Ratu yang bertahkta dan sudah mencemarkan nama Silla di mata dunia.

Para bangsawan mendapat salinan proposal penurunan Ratu. Lalu Bi Dam menambahkan bahwa Ashoka dari dinasti Maurya yang agung sudah mengirim doktrin yang menyatakan Raja baru harus bertahta di Silla dan Ratu harus menyadari bahwa ini adalah kehendak langit. Bi Dam sebagai Sangdaedeung akan mengadakan sidang Hwabaek berdasar 3 alasan ini dan sudah mengusulkan agar Ratu diturunkan dan itu cara menyelamatkan Silla dari pelecehan. Joo Bang dan San Tak melihat pengumuman Bi Dam. Bi Dam berkata Ratu harus melepaskan hak sebagai Raja untuk mengembalikan kehormatan Silla dan proposal itu ditandatangani oleh Sangdaedeung Bi Dam.

Joo Bang tanya apa Bi Dam membuat proposal untuk menurunkan Ratu dari takhta dan tanya apa yang terjadi sebenarnya. Joo Bang berkata apa ini berarti Bi Dam memberontak melawan Ratu. San TAk berkata ini sepertinya benar pemberontakan. Joo Bang menyadari bahwa Bi Dam benar-benar ada di Myeonghwal Sanseong. San Tak membenarkan. Joo Bang berkata ia perlu mengirimkan perintah Ratu tapi sekarang Myeonghwal San seong adalah markas pemberontak. San Tak berkata jika Joo Bang memasuki Myeonghwal Sanseong, Joo Bang pasti akan mati dengan cepat. Joo Bang tahu jika ia masuk ia bisa mati, tapi ia harus mengirimkan perintah ini pada Bi Dam, apa yang harus dilakukannya. Joo Bang ingat Ratu berkeras agar Joo BAng langsung menyerahkan surat ini pada Bi Dam.

San Tak berkata Joo Bang tidak punya pilihan, Joo Bang tidak boleh ke Myeonghwal karena pasti akan mati. San Tak berkata prinsip bertahan hidup Joo Bang adalah menghindari konfrontasi dan ia harus menghindarinya dengan cara apapun dan lari. Joo Bang yakin ia perlu pergi ke Myeonghwal San seong. San Tak mengingatkan Joo Bang jika ia pergi, ia akan mati. Joo Bang berkata itulah sebabnya ia perlu San Tak bersamanya dan ia menyeret San Tak.

Ratu mendapatkan salinan proposal dan Kim Yong Chun berkata ini tidak jelas, bagaimana mereka bisa memimpin rapat dewan Hwabaek untuk mengajukan proposal ini dan beraninya mereka menjadi sangat tidak sopan. Kim Seo Hyun berkata ini kerjaan para bangsawan untuk menciptakan kekacauan dan kebingungan rakyat. Ratu berkata dewan Hwabaek tidak sah tanpa Sangdaedeung yang memimpin. Di Silla, Sangdaedeung harus memimpin jadi dewan Hwabaek menjadi benar dan sah. Putri Man Myeong berkata proposal ini ditandatangani oleh Sangdaedeung Bi Dam. Ratu berkata ia tidak akan menyimpulkan tanpa verifikasi sebelumnya pada keaslian proposal ini tanpa kehadiran Sangdaedeung di dewan Hwabaek, ini dianggap sebagai pelanggaran hukum.

Kim Seo Hyun dan Kim Yong Chun kaget bahwa Ratu masih saja menolak percaya pada keaslian proposal ini. Kim Chun Chu tanya bagaimana jika proposal ini benar diadakan oleh Sangdaedeung Bi Dam dan oleh karena itu proposal ini sah dalam semua protokoler dan prosedurnya lalu apa yang akan Ratu lakukan. Ratu berkata jika ini benar maka dia tidak akan memaafkan Sangdaedeung. Kim Chun Chu benar2 ingin Ratu mengatakan kata-kata itu. Seperti yang mereka katakan, kata-kata Penguasa adalah hukum.

Al Cheon masuk dan minta Ratu keluar sebentar dan lihat apa yang terjadi di halaman In Gang Jeon. Al Cheon memperlihatkan mayat Heuk San dengan surat. Al Cheon berkata orang ini adalah Heuk San salah satu anak buahnya yang menghilang beberapa hari lalu. Kim Yong Chun tanya bagaimana insiden ini bisa terjadi kepada pengawal pribadi Ratu (kaya Paspampres gitu..). Kim Seo Hyun berkata mereka mengirim mayat ini sebagai tanda ancaman pada penjaga istana Ratu. Lalu Kim Yong Chun melihat cincin Ratu terikat pada leher mayat itu dan mengambinya dan Kim Yong Chun berkata ini bukan milik Ratu dan bagaimana mayat ini bisa memiliki cincin ini.

Ratu langsung mengenali itu adalah cincin yang ia berikan pada Bi Dam sebagai tanda perpisahan. Ratu mengambil cincin itu dari Kim Yong Chun dan melihat dengan teliti dan ingat memberikan cincin ini pada Bi Dam. Cincin untuk Bi Dam adalah replika yang sama persis dengan yang dikenakan Ratu di tangan kanannya sejak ia naik takhta. Ratu dengan konfirmasi ini tahu bahwa ini benar perbuatan Bi Dam sendiri.

Joo Bang dan San Tak menghadap Bi Dam. Bi Dam membaca surat Ratu lalu meremasnya setelah membacanya dan menarik kerah baju Joo Bang (kayanya scene favorite mereka ya..) dan Joo Bang tanya ada apa, Bi Dam tanya siapa yang sebenarnya mengirim surat ini. Joo Bang berkata ini dikirim oleh Ratu sendiri. Bi dam tahu bahwa Joo Bang sekarang adalah anak buah Kim Chun Chu dan ini adalah bagian dari trik Kim Chun Chu. Joo Bang berkata ini tidak seperti itu, surat ini dikirim oleh Ratu dan minta Bi Dam percaya bahwa ini benar-benar surat dari Ratu dan berkata situasi sekarang sangat aneh.

Joo Bang berkata jika tidak demikian mengapa ia bertaruh nyawa datang ke sini untuk mengirimkan surat Ratu, ia akan dipikir sudah gila bahwa tahu dan sadar jalan ini menuju kematian. san Tak membenarkan bahwa Joo Bang pergi ke Chuhwa gun dulu untuk mencari Bi Dam sebelum kesini menemuinya. Joo Bang membenarkan dan mereka membaca proposal di papan pengumuman dan datang ke Myeonghwal San seong dan mempertaruhkan nyawanya untuk mengirim surat ini. Bi Dam melepaskan cengkeramannya dan tertawa bahwa ia sekali lagi dibohongi. Joo Bang tidak mengerti maksud Bi Dam. Bi Dam minta Joo Bang menyatakan pada Kim Chun Chu dan Ratu bahwa ia masih hidup dan menekankan bahwa orang yang sangat ingin mereka bunuh masih hidup dan minta Joo bang menyampaikan pesannya. San Tak dan Joo Bang tidak tahu harus berkata apa.

Ratu melihat cincin Bi Dam dan menggenggam cincin itu dengan tangannya. Ini ditemukan di tubuh mayat kemudian ingat kontrak bahwa Bi Dam akan melepaskan kekuatan politiknya setelah Ratu meninggal dan mengundurkan diri. Bi dam berkata ini bukan hal yang susah untuk dilakukan. Kim Chun Chu menyadarkan Ratu dan minta Ratu membuat keputusan. Kim Yong Chun membenarkan proposal itu menyebabkan rumor dimana-mana. Kim Seo Hyun berkata bahwa proposal yang dikeluarkan Sangdaedeung akan disahkan, ini akan membuat semakin berat untuk mereka karena pihak Sangdaedeung akan semakin mendapat hati dari rakyat. Ketiganya menekan Ratu agar mengambil keputusan.

Ratu akhirnya memutuskan : Bi Dam dilepaskan dan dipindahkan dari jabatan Sangdaedeung lalu menyatakan Bi Dam sebagai musuh negara. Ratu memerintah bahwa semua rakyat Silla punya hak untuk mengakhiri pemberontakan dan menghukum pemberontak dan kematian untuk para pemberontak demi terciptanya kedamaian dan kedaulatan Silla. Ratu minta mereka segera melaksanakannya. mereka bertiga pergi dengan puas.

Ratu memerintah Al Cheon untuk menyelidiki latar belakang kematian Heuk San salah satu Pengawal Istananya.

Bi Dam berbicara dengan San tak untuk tanya apa benar demikian bahwa Joo Bang benar2 ke Chuhwa gun untuk mengirim surat itu untuknya kemarin malam. San tak membenarkan. Bi Dam berkata orang yang akan mencoba membunuhnya adalah salah satu pengawal Ratu. Bi Dam minta San Tak menyelidiki latar belakang Heuk San. (BD and Dm sama, mengambil keputusan dulu baru menyelidiki sigh…). san Tak mengerti. Mereka tidak tahu bahwa anak buah Yeom Jong melihatnya. Anak buah Yeom Jong lapor pada Yeom jong bahwa Sangdaedeung memerintahkan San Tak menyelidiki Heuk San. Yeom Jong berkata ini tidak boleh terjadi dan minta agar Heuk Myeong Dan datang segera.

Al Cheon mengadakan penyelidikan dan menuju ke rumah Heuk San. (hrsnya Al Cheon ngga perlu nunggu perintah Ratu, ia hrsnya langsung menyelidiki kel. Heuk San saat mayat diterima, tp ya sdh lah..). Anak buah Yeom Jong, Heuk Myeong Dan membantai keluarga Heuk San, saat mereka akan pergi, mereka kepergok Al Cheon dan pasukannya. Al Cheon mengenali Heuk Myeong Dan (mungkin most wanted man) dan memerintah anak buahnya menangkapnya. Mrk mengejar Heuk Myeong Dan. Al cheon memeriksa kondisi tubuh2 di halaman rumah Heuk San ternyata semua sudah mati. Al Cheon menyadari ada seseorang yang bersembunyi di semak-semak. Al cheon menghunus pedangnya lalu memeriksa ke arah semak2 dan menemukan anak perempuan yang sangat ketakutan.

Al Cheon menurunkan pedangnya dan menarik gadis itu dan berkata ia dari Pengawal Istana dan tanya apa gadis itu luka. Gadis itu berkata ia tidak apa2 tapi orangtuanya..Al Cheon tanya apa yang terjadi di rumahnya. Gadis itu adalah adik Heuk San yang diberitahu oleh para pembunuh bahwa kakaknya melakukan kesalahan dan harus segera pergi. Al Cheon tanya kesalahan apa? Adik Heuk San berkata ada seorang bernama ..ia mencoba mengingat..Yeom ..Yeom Jong! yang berkata berasal dari dept audit. Al Cheon kaget Heuk San ternyata mendapat perintah dari Yeom Jong. San Tak yang kebetulan sudah sampai juga mencuri dengar bahwa Heuk San diperintah Yeom Jong dan pergi.

Ratu mendapat laporan dari Joo Bag bahwa Bi Dam benar2 ada di myeonghwal Sanseong. Joo Bang dengan menyesal membenarkan. Ratu tanya apa Joo Bang bertemu langsung dengan Bi Dam. Joo Bang membenarkan. Ratu tertegun saat Joo Bang menjelakan bahwa Bi Dam berpikir bahwa Ratu mengirim seseorang untuk membunuhnya. Ratu kaget. Joo Bang berkata saat ia mengirim surat Ratu, ia menolak isinya dan berpikir ini akal2an saja. Ratu terlihat semakin resah dengan pernyataan Joo Bang, Bi Dam berkata : Ia masih hidup dan sehat bahkan saat Ratu mencoba membunuhnya. Joo Bang tanya apa yang harus mereka lakukan sekarang.

Al Cheon masuk dan lapor bahwa ini semua ulah Yeom Jong. Joo Bang tanya berarti orang yang akan membunuh Bi Dam adalah Yeom Jong. Lalu menimpakan semua kesalahan pada Ratu dan ini adalah permainan Yeom Jong. Al Cheon membenarkan ya benar seperti itu.

Ratu : Bagaimana kepercayaan diantara 2 orang bisa begini lemah dan mencoba mengerti pikiran orang bisa begitu sulit. Joo Bang berkata bahwa Ratu harus mencoba menyelesaikan kesalahpahaman ini dengan Bi Dam dan harus menyingkirkan keraguan. Ratu dengan menyesal berkata semua sudah terlambat untuk melakukan apapun untuk Bi Dam, Ratu sudah tidak punya pilihan yang bisa berguna.

Ratu kemudian terkena serangan jantung lagi. Al cheon dan Joo Bang cemas sekali dan Ratu berjuang untuk bernafas. Ratu menenangkan mereka ia baik-baik saja dan minta mereka keluar dari ruangannya. Al Cheon mengerti dan ia akan memanggil Tabib istana dan minta Joo Bang pergi dengannya. Joo Bang pergi dan Al Cheon melihat Ratu untuk kedua kalinya, ia sangat cemas.

San Tak kembali ke Myeonghwal San seong dan ia ingin bertemu Bi Dam dan ingin masuk ke dalam benteng. Penjaga itu tanya apa ia adalah Santak. San tak berkata Bi Dam sudah memerintahkannya melakukan tugas dan Bi Dam menunggunya. Penjaga itu anak buah Yeom jong, lalu Yeom Jong keluar dengan anak buahnya dan ingin berbicara pribadi dengan San Tak. San Tak ingat kejadian di rumah Heuk San. San Tak berkata ia punya sesuatu untuk Bi Dam lalu ia melarikan diri dari Yeom Jong. Yeom Jong berteriak untuk mengejar SAn Tak. San Tak lari dan dikejar, ia menghindari anak panah kemudian ia sampai di pinggir jurang dan tidak bisa kembali. San Tak memilih melompat ke bawah dan anak buah Yeom Jong kehilangan Santak. San Tak sebenarnya bergelantungan di pinggir jurang untuk memberi kesan ia melompat ke bawah.

Bi Dam tidak sabar menunggu San Tak dan membaca kembali surat dari Ratu dan melihat Ratu menandatangani surat sebagai Deok Man. Bi Dam tanya apa San Tak sudah kembali dan ia berteriak agar diperhatikan.

Jujin masuk dan Bi Dam menyembunyikan surat Ratu dibelakangnya. Jujin lapor ada sesuatu yang bagus dan seseorang masuk. Ternyata bangsawan Yeong Jin masuk dan bergabung dengan Bi Dam dan Bangsawan Yeong Jin memberi salam pada Bi Dam. Yeong jin berkata ia akan melakukan yang terbaik untuk Bi Dam. Bi Dam berkata ia sudah mengambil keputusan benar. Ha Jong berkata sebagai tambahan bangsawan Ho yeon juga bergabung, Mi saeng berkata Komandan Gurahwa Hyeon juga bergabung. Bi Dam tahu bahwa pasukan Gurahwa Hyeon adalah pasukan besar. Jujin setuju bahwa jika pasukan Gurahwa Hyeon datang maka tidak ada yang perlu dicemaskan lagi. Ha Jong memberi selamat pada Bi Dam atas penambahan jumlah sekutu mereka. Mi saeng berkata banyak bangsawan sekarang percaya dan bergabung dengan BI dam. Bi Dam berkata dia sangat bersyukur dengan kemurahan mereka. Sekutu Bi Dam sangat senang dengan hasil ini tapi Bi Dam masih ragu atas surat Ratu yang ia simpan.

Bi Dam pergi dan yeom Jong tanya Bi Dam mau kemana. Bi Dam tanya apa San Tak sudah kembali ke Myeonghwal Sanseong. Yeom Jong berkata ia tidak melihat San tak. Yeom Jong tanya tugas apa yang diberikan Bi Dam pada SAn Tak. Bi Dam berkata hanya tugas kecil. Bi Dam berkata jika San Tak kembali segera bawa San Tak kepadanya. Yeom Jong menyanggupinya dan berkata bahwa semua bangsawan sudah berkumpul dan Bi Dam harus hadir segera. Bi Dam mengiyakan. Seorang kurir datang dan memanggil Bi Dam.

Sementara itu di Wyolseong. Kim Yu Shin berkata ia sudah menjalankan perintah Ratu untuk mengumumkan bahwa Bi Dam adalah musuh negara dan semua rakyat Silla punya hak menangkapnya dan mereka pantas mati. Ratu tahu tapi Ratu terlihat tidak tenang. Kim Yu HSin berkata ia cemas dengan tindakan para bangsawan yang menjadi sangat sensitif karena pasukan mereka diserap ke dalam dept pertahanan. Sehingga menimbulkan kecurigaan dan rasa tidak aman.

Ratu tanya apa mereka harus berperang dalam lingkungan ibukota. Kim Yu Shin meyakinkan mereka sudah menyiapkan semua rencana penyerangan dan pertahanan. Pandangan Ratu terlihat kosong dan Yu shin tanya apa Ratu baik-baik saja. Kim Yu shin berkata dia sudah mendapat laporan bahwa ini sebenarnya adalah perbuatan Yeom Jong yang membuat kesalahpahaman antara Bi Dam dan Ratu. Ratu berkata tidak peduli itu rancangan orang atau hanya kesalahpahaman biasa atau apapun itu, hanya ada insiden yang disebabkan oleh konsekuensi dan sejarah akan selalu ditentukan dan dibuat oleh mereka yang menang. Ratu berkata bahwa dia dan Bi Dam sudah melangkah terlalu jauh sehingga tidak mungkin kembali karena mereka sudah menyeberang ke arah dimana tidak ada jalan kembali. Tapi yang paling Ratu sesalkan adalah bahwa Bi Dam tidak pernah mencari konfirmasi dari Ratu sendiri itulah mengapa ia sangat menyesal untuk Bi Dam. Kim Yu Shin tanya apa yang harus dimaafkan oleh Bi Dam dan apa maksud Ratu.

Ratu berkata pada Yu Shin mengenai rencananya di masa lalu, Ratu bertanya-tanya apa ia berkata ia tiba-tiba menyukai Bi Dam hanya karena Ratu menginginkan Bi Dam memberikan pasukan para bangsawan. Ratu tidak berani berkata yakin bahwa bukan demikian. Ratu berpikir apa ia memilih menikah dengan Bi Dam dengan tujuan memisahkan Bi Dam dari sekutunya. Ratu tidak bisa yakin dengan perasaannya apa semua ini untuk itu. Tapi Ratu menegaskan bahwa ia tulus saat berkata ingin meninggalkan takhta dan menghabiskan sisa hidupnya bersama Bi Dam, hanya ini keinginan terakhirku. (menurutku kalau DM ngga sakit blom tentu mau turun takhta dan hdp bersama BD, aku jg ngga yakin, mending tetap bertakhta..seriously, cinta bukan utk orang2 spt mereka)

Bi Dam membaca perintah Ratu bahwa Ratu memerintahkan Bi Dam agar diturunkan dan dipindahkan sebagai Sangdaedeung dan menyatakan Bi Dam sebagai musuh negara. Semua rakyat Silla berhak membunuh Bi Dam untuk ancaman atau kejahatan berat. Bi Dam meremas surat pemberitahuan itu dan melemparkannya ke tanah. Yeom Jong mengambilnya dan membacanya. Yeom Jong tanya apa Ratu sudah memasangnya ke seluruh negri. Yeom Jong tanya lalu apa yang akan kita lakukan. Bi Dam tanya apa ini Ratu yang sudah menulis bahwa ia akan meninggalkan takhta dan akan menghabiskan sisa hidupnya dengan Bi Dam?

Ratu menyatakan pada kabinetnya mereka akan menggunakan pemberontakan ini untuk melenyapkan semua pemberontak dan membuatnya sebagai contoh untuk dasar unifikasi 3 negara. Al Cheon datang dan lapor bahwa rakyat Silla sudah berkumpul di Yong Mu Jang berkata mereka akan sukarela bergabung untuk melindungi Silla dan Ratu dari pemberontak. Kim Chun Chu berkata bahwa rakyat Seorabeol sudah sukarela untuk terlibat dalam konflik. Al Cheon membenarkan dan Ratu berkata bahwa mereka harus ke Yang Mu Jang segera.

Di Myeonghwal San seong, Bi Dam berbicara dengan sekutunya, sementara di Seorabeol Ratu juga menghadapi rakyatnya di Yong Mu Jang,

Bi Dam : Silla sedang menangis. Ini karena Ratu yang tidak kompeten..

Ratu : Silla ada dalam bahaya. Ini karena para bangsawan yang tidak ingin kehilangan semua yang mereka miliki..

Bi Dam : Kita sudah dikalahkan dalam peperangan dan direndahkan oleh negara lain…
Ratu : Rakyat banyak kehilangan dan bahkan lebih dan bahwa kita harus memohon pada negara lain..seperti itu

Bi DAm : Seperti itu…Silla ada dalam kesusahan dan keputusasa-an
Ratu : ..Silla ada dalam krisis dan menghadapi bahaya

Bi DAm : Kita tidak bisa berdiri diam dan melihat ini berlalu di depan mata kita lagi
Ratu : Kita tidak bisa terus membiarkan ini terjadi

Bi Dam : Kita harus menurunkan Ratu
Ratu : Kita harus membasmi pemberontak

Bi Dam : Kita harus membuat era baru di Silla
Ratu : Kita harus…selamanya melindungi kehormatan Silla

Bi Dam : Kita harus membangun Silla yang baru
Ratu : Kita harus memanggil rakyat dari 4 penjuru Silla dan melindungi Silla dari bahaya.

Rakyat di Myeonghwal San seong dan Wyolseong berteriak dan menyambut pemimpin mereka Bi Dam dan Ratu Seon Deok akan melibatkan diri mereka dalam pertempuran yang hebat dan hanya satu yang akan keluar sebagai pemenang.

Queen Seondeok Episode 62

Di wyol Seong,
Rakyat berteriak dan bersorak. Ratu di atas posdium melihatnya dengan senang. Al Cheon mencemaskan kesehatan Ratu dan Ratu mulai merasakan tekanan dari krisis ini dan hampir pingsan. Ratu mengeluarkan keringat dingin dan berjuang dengan kesadarannya, Ratu melambaikan tangan kepada rakyat lalu meninggalkan podium bersama rombongannya, saat Ratu hampir sampai ke istana, Ratu tergelincir dan hampir jatuh. Al Cheon meraih tangan Ratu dan minta maaf karena ketidaksopanan-nya, Al Cheon ingin menggendong Ratu.

Ratu berkata banyak orang yang masih melihat mereka. Ratu berkata ia masih mampu berjalan ke kamarnya. Al Cheon melepaskan tangannya dengan patuh dan Ratu menarik nafas dalam2 untuk berusaha berjalan. Kim Yu shin merasa ada yang tidak beres dengan Ratu.

(Ratu kemungkinan besar terkena serangan jantung, dengan gejala: sakit dan tdk nyaman di tengah dada, nafas pendek2, keringat dingin, kepalanya ringan.)

Sementara mereka bersorak sorai, seseorang melihat keanehan di langit, ternyata ada bintang jatuh. (Sebenarnya bintang jatuh sama sekali bukan bintang yang jatuh, tapi debu dan batu2 yang disebut meteroid jatuh ke dalam atmosfir bumi dan terbakar karena kontak dengan oksigen. Jika serpihan batu2 itu berhasil jatuh ke bumi, akan disebut meteor.)

Pada saat itu, secara kebetulan Ratu terjatuh dan terduduk. Al Cheon berusaha menahan Ratu dan Ratu berjuang dengan nafasnya. Kim Chun Chu, Kim Yu Shin, Kim Seo Hyun mendekat ke arah Ratu dan Ratu bergumam, tenang…tenang..Al Cheon memerintahkan untuk dibawakan tandu. Anak buah Al cheon langsung lari mengambil tandu. Kim Yu Shin tanya apa yang terjadi. Al Cheon hanya memperlihatkan wajah yang cemas. Kim Yu Shin melihat ke arah Ratu yang berusaha bernafas dan berjuang dengan nafasnya. Kemudian rakyat berteriak karena bintang jatuh.

Sementara di Myeonghwal Sanseong, Bi Dam dan sekutunya juga melihat fenomena yang sama dan berkata bahwa bintang sudah jatuh di Wyolseong dan berkata ini adalah petunjuk langit bahwa Wyolseong akan musnah dan ditaklukkan. Era Wyolseong dan keberuntungannya sudah berakhir. Wyolseong akan menjadi sungai darah dan Bi Dam menghunus pedangnya dan berkata kehendak langit berada di pihak mereka dan bersama akan membangun Silla yang baru. Yeom Jong memimpin dan bersorak hidup Sangdaedeung Bi Dam..Para bangsawan juga bersorak sorai. Bi Dam berkata dalam hati : Aku akan menjadi Silla dan kau, Deok Man akan menjadi milikku.

Tabib istana terlihat cemas dengan diagnosa detak nadi Ratu tapi Ratu minta tabib istana memberikan resep saja untuknya dan itu cukup. Tabib istana tidak terlalu optimis seperti Ratu. Al Cheon sangat khawatir dan Ratu merasa tabib istana sudah selesai dan minta tabib pergi. Tabib istana mengerti dan pergi. Kim Yu Shin datang dan tanya Ratu sakit apa. Ratu duduk dan Kim Yu Shin meminta Ratu berbaring saja. Ratu berkata tidak perlu dan ia baik2 saja. Ini hanya gangguan kesehatan ringan dan jika ia terus berbaring, kepalanya akan terasa berat. Kim Yu Shin tanya kapan Ratu mulai merasa sakit? Dan apa hasil diagnosisnya. Al Cheon dan Ratu tidak menjawab Yu Shin, Yu Shin terus saja bertanya.

Ratu kemudian bercerita tentang mimpinya pada Yu Shin. Yaitu saat pertama ia tiba di Silla dari gurun Taklamakan…Kim Yu shin heran saat Ratu mulai bercerita. Ratu berkata ia bermimpi. Dalam mimpinya dia masih mencari Moon Noh.

Deok Man muda menanyakan pada semua orang di pasar keberadaan Moon Noh. Deok Man muda bingung dengan semua jawaban yang ia terima, saat Deok Man kebingungan mencari Moon Noh ia menabrak seorang wanita yang berbaju putih indah hampir seperti dewi sebuah Kuil dengan aura yang mistis dan kemudian wanita itu memeluk Deok Man muda dengan hangat. Deok Man muda protes dan berusaha melepaskan diri dari pelukan wanita itu. Deok Man memandang wanita berbaju putih itu. Kembali ke masa kini, Ratu melanjutkan bahwa wanita itu memeluknya dengan penuh kasih sayang dan menangis terisak, tapi kemarin malam setelah bertahun-tahun, mimpi yang sama terulang kembali dan Ratu bertanya-tanya siapa dia…wanita itu.

Kim Yu Shin berkata ia ingin tahu tentang penyakit Ratu dan tidak mengenai mimpi di masa lalu. Al Cheon bertanya pada Ratu, siapa wanita itu Yang Mulia..? Al Cheon melihat ke arah Yu Shin dan menggelengkan kepalanya..artinya, jangan tanya2 lagi mengenai penyakit Ratu. Ratu masih dengan ceritanya berkata dia tidak tahu siapa wanita itu, karena wajahnya tidak jelas dan Ratu tidak bisa mengingat wajahnya. Ratu kemudian memerintahkan pada Kim Yu Shin bahwa strategi pertempuran yang sudah diajukan Yu Shin harus diproses dengan perintah darinya dan harus dilakukan malam ini. Kim Yu shin mengerti dan mematuhinya.

Kim Yu Shin shock saat mengetahui kondisi kesehatan Ratu yang sangat parah dari Al Cheon dan ia benar2 tidak mempercayainya. Al Cheon juga baru tahu akhir2 ini. Kim Yu shin tanya bagaimana ini bisa terjadi dengan Ratu. Al Cheon berkata karena mereka menghadapi krisis, Ratu tidak ingin kondisi kesehatannya tersebar sebagai rumor dan mengganggu moral atau semangat rakyat. Itulah mengapa Ratu memerintahkan Tabib istana untuk bungkam atas kondisinya.

Kim Yu shin datang untuk melihat Ratu lagi yang sedang tidur dengan gelisah kemudian ingat bahwa Ratu pernah berkata ia ingin meninggalkan takhta dan menghabiskan sisa waktunya bersama Bi Dam adalah keinginannya yang terakhir.

Kim Yu Shin mengadakan briefing dengan anggota militernya. Kim Yu shin berkata sebelum semua bangsawan mulai bergabung di Myeonghwal San seong, mereka harus menahannya dan menyerang para pemberontak. Kim Yu shin berkata dari empat penjuru Timur, Barat, Selatan, dan Utara harus terus menyerang langsung untuk menguasai benteng. Im Jong tanya apa mereka akan menggunakan serangan pengalihan. Wyol Ya berkata taktik pengalihan hanya trik saja. Kim Yu Shin berkata ini akan menjadi serangan yang jujur tidak ada trik samasekali. Kim Yu Shin berkata arah Timur, Barat, Selatan dan Utara akan menunggu ke 4 gerbang terbuka, kemudian Kim Yu shin akan memimpin pasukan utama untuk menyerang gerbang utama Myeonghwal Sanseong.

Bi Dam berkata bahwa orang di Wyolseong ingin mengakhiri hal ini dengan cepat. Mi Saeng membenarkan bahwa mereka harus menyerang sesegera mungkin sebelum semakin banyak bangsawan yang bergabung dengan kita. Bi Dam berkata bahwa kemenangan akan menjadi milik mereka jika mereka bisa menahan dan memberikan perlawanan keras dari serangan ke Myeonghwal San seong. Mereka hanya perlu bertahan sampai bangsawan Hoyeon dan sisa bangsawan yang lain datang dengan pasukannya.

Bangsawan Sueulbu menyatakan bahwa pasukan di tempat perlindungan juga menuju ke Seorabeol. Ho Jae membenarkan besok pagi kekuatan mereka akan bertambah dengan 5000 pasukan elite. Jujin berkata jumlah pasukan mereka hampir 20 ribu ini adalah jumlah yang cukup besar. Ha Jong tertawa dengan jumlah yang besar. Bi Dam berkata sebelum pasukan itu datang, mereka tidak boleh terprovokasi untuk berurusan dengan Wyolseong.

Tapi harus tetap bertahan di Myeonghwal Sanseong. Bi Dam berkata malam ini atau besok pagi adalah saat2 paling kritis. Bi Dam berkata mereka harus bertahan selama 2 hari kemudian kemenangan akan dipihak mereka.

Kim Yu Shin mengadakan briefing untuk penyerangan Myeonghwal San seong, pertahanan akan dipegang Al Cheon untuk menyerang. Al Cheon sudah mendapat ijin Ratu secara resmi memberikan perintah pada Al Cheon untuk membantu penyerangan. (Al Cheon juga rindu perang hehe..). Jika Al Cheon berhasil, Im Jong, Deok Chung, Baek Eui, Wyol Ya dan pasukannya akan menyerang secara terus menerus di keempat penjuru gerbang benteng. Kim Seo Hyun memperlihatkan keraguannya atas strategi Yu Shin, karena benar2 menguras semua sumberdaya atau pasukan mereka. Bagaimana mereka akan mengurus logistik dan mengontrol perintah. Al Cheon setuju jika mereka mendengar terompet perang, kemudian musuh akan mendengarnya. Jika mereka menggunakan api suar, tidak akan kelihatan oleh pasukan karena benteng dikelilingi gunung jadi mereka tidak akan melihat sinyal.

Kim Yong Chun tanya apa ada tanda yang bisa dilihat oleh semua pasukan kita tapi musuh tidak akan menyadarinya dan tidak dapat mendeteksi itu sebagai sinyal. Kim Yu Shin berkata karena ada bintang jatuh yang terlihat di Wyolseong maka semangat anggota militer menjadi turun. Kim Yu shin berkata dia akan membuat “bintang” kembali ke angkasa lagi dan itu akan menjadi sinyalnya.

Pasukan Gwoljangno Wyol Ya dengan proyektil apinya menyerang pertahanan Myeonghwal Sanseong. Panah berapi mulai mengenai sasarannya. Seon Yeol dan Hwang Yun meneriakkan : Serangan! dan mereka merapatkan pertahanan dan mengarahkan tameng untuk menahan panah. Tapi tetap saja ada yang kena.

Wyol Ya, Seo Ji, dan Dae Pung menyerbu lapisan pertama dan Al Cheon menunggu, Al Cheon memberi tanda dengan Guk San Heun dan Yang Gil untuk menyerang garis pertahanan. Wyol Ya berhasil mengalahkan Seon Yeol. (sedih juga lihat sesama Hwarang spt ini..) Sementara itu Hwang Yun bertempur dengan berani untuk bertahan kemudian membunyikan terompet. Al Cheon menyerbu ke arahnya dan menjatuhkan terompet lalu menaklukkan Hwang Yun. Guk San Heun dan Dae Pung mendatangi Al Cheon dan memerintah mereka untuk pergi dan bersiap. Yang Gil mengambil obor dan mulai mengayun untuk memberi tanda. Layang2 besar mulai naik dengan patung jerami berapi menempel.

Bo Jong masuk dan lapor bahwa garis pertahanan diserang. Ini mengejutkan sekutu Bi Dam. Bo Jong berkaa mereka diserang oleh pasukan Gwoljangno. Mereka diserang di Utara, Selatan dan dekat sungai ada pergerakan musuh. Ha Jong kaget, mereka diserang dari 4 penjuru.

Mi Saeng berkata ini pasti serangan kamuflase. Bangsawan Sueulbu berkata ini hanya rancangan untuk memalsukan bahwa ini serangan frontal. Jujin berkata mereka mungkin menyelinap untuk menyerang dari belakang. Ha Jong berkata mereka harus mengirim pasukan untuk menahan serangan. Bi Dam berkata tidak perlu karena ini taktik dan mereka akan melancarkan strateginya. Meskipun serangan tidak berasal dari pasukan utama Kim Yu Shin, tapi pengerahan dari kekuatan pendukung pasti bukan dari pasukan utama Kim Yu shin dan tidak akan mengerahkan pasukan untuk bertempur dengan mereka.

Jika kita bisa bertahan sampai besok pagi, kemenangan akan menjadi milik kita. Bi Dam memerintahkan Bo Jong dan Phil Dan untuk menahan barisan pertahanan mereka dan tidak terlibat terlalu jauh, tingkatkan saja pertahanan dan perhatikan pergerakan musuh dengan diam2 dan lapor kembali pada Bi Dam. Bo Jong dan Phil Dan mengerti dan pergi.

Yeom Jong masuk dan memanggil Bi Dam dan mengoceh bahwa ada sesuatu di luar yang harus dilihat Bi Dam. Pasukan di Myeonghwal San seong melihat ke langit dan mereka berkata bahwa bintang yang jatuh kemarin sekarang naik lagi ke langit dan mereka panik. Bi Dam dan sekutunya keluar untuk melihat bintang yang naik ke langit itu. Ha Jong tanya apa ini benar? Mi saeng menyadari itu palsu, dan itu sebenarnya layang2. Bi Dam tanya layang-layang apa. Mi Saeng menjelaskan itu layang-layang besar yang diikat dengan boneka jerami yang dibakar. Ini adalah trik. Yeom Jong berkata bahwa mungkin ini untuk menaikkan semangat pasukan mereka. Bi Dam berkata sebaliknya ini adalah tanda…tanda militer. Ini untuk mengalihkan perhatian pasukan mereka.

Pasukan pertahan di Myeonghwal Sanseong melakukan penyelidikan diam2 dan terganggu oleh layang2 berapi. Im Jong dan pasukannya berhasil mendaki dinding benteng dan melumpuhkan penjaga dengan serangan mereka. Im Jong memerintahkan agar gerbang dibuka setelah ia melumpuhkan musuh. Wyol Ya, Al Cheon, dan Seo Ji masuk melalui gerbang dan mereka berpencar dalam benteng dan mengikuti dengan berlari dari belakang adalah Santak yang menyamar dan mencari Bi Dam.

Ho Jae lapor pada Bi Dam bahwa gerbang Timur berhasil ditembus. Phil Dan datang dan lapor bahwa gerbang Selatan juga diserang oleh pasukan Baek Eui dan Deok Chung. Ha Jong kaget bagaimana gerbang Selatan bisa ditembus. Mi saeng tanya apa yang sebenarnya terjadi. Bi Dam memerintahkan untuk segera mengerahkan pasukan ke gerbang Timur dan Selatan dan arahkan mereka ke dalam benteng dimana Bi Dam akan bertemu mereka sendiri dan memimpin pertempuran melawan mereka. Ho Jae dan Phil Dan mengerti.

Bi Dam pergi ke ruangannya saat San Tak muncul didepannya. Bi Dam tanya apa yang terjadi. San Tak memberi salam pada Bi Dam lalu berbisik di telinga Bi Dam yang membuat Bi Dam terlihat kaget dan pandangannya kosong dan Bi Dam kelihatan shock saat ia melangkah pergi.

Yeom Jong berkata pada Jujin dan Sueulbu bahwa mereka harus lari dari benteng. Bangsawan Jujin setuju jika gerbang Timur dan Selatan sudah ditembus, cepat atau lambat seluruh benteng akan jatuh. Yeom Jong berkata bahwa pasukan bangsawan Hoyeon ada di Gyesanjae dan minta mereka pergi melalui gerbang Barat dan Utara dan mencoba melarikan diri dari kedua gerbang itu. Bangsawan Jujin dan Sueulbu mengerti dan bergegas pergi.

Yeom Jong membereskan dokumen2 di atas meja saat Bi Dam masuk, Yeom Jong berkata pada Bi Dam mereka harus segera keluar dari benteng untuk melarikan diri. Setelah mereka keluar dari benteng mereka akan bertemu pasukan bangsawan Hoyeon dan menghadapi mereka di Dang San dan minta Bi Dam untuk bergegas. Bi Dam hanya berdiri saja dan Yeom Jong menyadari ada keanehan dalam diri Bi Dam. Dan tanya ada apa.

Bi Dam mendekati Yeom Jong dan memanggilnya “bastard” Yeom Jong kaget dengan kata2 Bi Dam. Bi Dam berkata pada Yeom Jong, pengawal istana Heuk San. Yeom Jong ketawa bahwa akhirnya Bi Dam tahu juga dan mengetahui kebenarannya. Bi Dam terlihat haus dengan darah Yeom Jong.

Sementara, gerbang Timur terbuka, pasukan Kim Yu shin masuk ke dalam dan mengumumkan bahwa gerbang timur sudah berhasil ditembus dan diamankan. Kim Yu Shin membelokkan kudanya dengan pelan ke arah pasukannya dan memerintahkan mereka menghancurkan pemberontak yang menjadi musuh Silla dan menghukum mati mereka. Pasukan Yu Shin maju dengan bersorak bersama Kim Yu shin.

Bi Dam menghadapi Yeom Jong, jadi ini semua perbuatanmu dan kejahatanmu. Yeom Jong berkata ini adalah kelemahan Bi Dam, Bi Dam selalu menemukan alasan untuk segala sesuatunya. Yeom Jong berkata bahwa Moon Noh dibunuh olehnya dan pemberontakan ini dihasut olehnya dan membujuk Bi Dam untuk menghunus pedang melawan Ratu, ini semua adalah strategi penipuannya, bukan? Yeom Jong tertawa bahwa tanpa campur tangan Yeom Jong, Bi Dam juga akan membunuh Moon Noh demi memiliki buku topografi 3 negara. Bi Dam merenggut kerah Yeom Jong dan menyuruhnya tutup mulut. Yeom Jong berkata bahkan tanpa dirinya, Bi Dam akan melakukan apa saja untuk mendapatkan Ratu bagi dirinya, bukankah itu benar?

Bi Dam hanya bisa berteriak pada Yeom Jong untuk diam. Yeom Jong sedang mengatakan yang sebenarnya pada Bi Dam, bahwa selama 10 tahun lalu hanya demi meraih kekuatan politik Bi Dam sudah melakukan banyak taktik dan intrik untuk mendapatkannya dan tanya mengapa bisa demikian …karena Moon Noh sudah mengusirnya, untuk memenuhi wasiat terakhir Mi Shil atau karena provokasi Yeom Jong yang membuat Bi Dam melakukannya? Yeom Jong berkata sudah pasti bukan itu. Yeom Jong menunjuk ke arah dada Bi Dam (hati) dan berkata ini semua datang dari dalam jiwamu sendiri. Bi Dam ingin menjadi Raja karena ambisi sebenarnya adalah menjadi Raja dan memiliki segalanya.

Bi Dam berkata apa itu yang Yeom Jong pikirkan? Kau salah karena aku tidak seperti itu, aku hanya dan Yeom Jong berkata ya…kesetiaan itu. Yeom Jong tanya apa ini alasan Bi Dam dari kesetiaannya yang tiba2 menjadi tidak terkendali dan menjadi merusak diri sendiri dan menyebabkan kejatuhannya. Yeom Jong mengakui bahwa ia membantu sedikit dan tanya lalu apa. Jika kesetiaan itu terwujud, apa Bi Dam pikir akhirnya akan berbeda. Yeom Jong berkata sebaliknya, Bi Dam tetap akan memberontak biarpun tanpa provokasi dan mengapa bisa demikian, itu karena kerapuhan dan rasa ketidakamanan-mu sendiri. Yeom Jong berkata Bi Dam akan selalu merasa tidak aman dalam pikirannya kapan dan dimana Ratu akan meninggalkannya atau membuangnya.

Ini karena phobia dan ketakutan yang membuat Bi Dam tidak bisa mempercayai Ratu. Bi Dam merenggangkan cengkeramannya pada Yeom Jong. Yeom Jong berkata Bi Dam selalu menjadi orang seperti itu. Yeom Jong berkata, Bi Dam tidak pernah berpikir bahwa ia akan dan harus mempercayai orang itu, sebaliknya Bi Dam berpikir kapan orang itu akan berhenti mempercayai Bi Dam…kapan Bi Dam akan dibuang dan hanya itu yang selalu ada dipikiran Bi Dam.

Bi DAm teriak agar Yeom Jong berhenti. Yeom Jong tertawa dan berkata : Apakah kau tahu dan sadar bahwa Ratu sampai akhir tetap mempercayaimu tanpa keraguan sedikitpun?

Bi Dam terpukul oleh kebenaran kata2 Yeom Jong dan harus bersandar pada kursinya karena gemetar, ia sedang mencerna kebenarannya. Yeom Jong berkata pada Bi Dam, kaulah yang tidak mempercayainya dan orang yang menyebabkan keruntuhan kesetiaanmu dan membuat kerusakan dan kejatuhan ini bukan Ratu tapi tidak lain adalah Bi Dam sendiri. Bi Dam bingung dan putus asa. Yeom Jong tertawa dan ia mau pergi saat Bi Dam menghentikannya kemudian menghunus pedangnya dan menusukkan ke arah Yeom Jong dan menariknya keluar membuat Yeom Jong jatuh terkulai di kursi, meregang nyawa dan mati. (it’s too late however..)

Bi Dam bergumam bahwa ia tidak seperti itu. Mi Saeng masuk mencari Bi Dam bahwa ia harus segera pergi melalui gerbang Utara secepatnya saat ia melihat mayat Yeom Jong. Mi Saeng mulai tahu kebenarannya saat Bi Dam bergumam ia tidak seperti itu. Bi Dam pergi tapi Mi Saeng menahan langkahnya.

Bi Dam : minggir!
Mi saeng : Bunuh dulu aku jika kau mau pergi. Mi saeng tertawa.
Mi saeng menterawakan dirinya. Bagaimana ia bisa percaya anak idiot ini sebanding dengan kakaknya. Bagaimana ia bisa senaif dan sebodoh ini. Bi Dam menyingkirkan Mi Saeng.

Mi saeng : Betapa bodohnya aku percaya idiot seperti dirimu dan mencoba meraih ambisi besar ini benar2 bahan tertawaan. Kakakku sudah salah perhitungan denganmu.
Bi Dam : ambisi besar! Untuk tujuan dan target Mi Shil aku dilahirkan, dan untuk tujuan dan target Moon Noh aku dibesarkan. Misi besar, apa itu bukan targetmu?

Mi Saeng : Kakakku membuangmu dan meninggalkanmu dan Moon Noh tidak memberikan cinta dan kasih sayang ketika membesarkanmu dan kami ikut campur dan menghalangi kesetiaanmu. Lihat kesini, Bi Dam…Hyeong Jongku sayang. Jika kau berharap untuk mencoba dan berpikir untuk mengingkari ini semua, bukankah kau yang menghancurkan kesetiaanmu? Kau adalah kesalahan yang menyedihkan. Orang yang bisa menghancurkanmu adalah dirimu sendiri. Tidak seorangpun, tidak peduli apa, tidak satu pun yang bisa menghancurkanmu kecuali kau menghancurkan dirimu sendiri, kau menyedihkan.
Bi Dam : Mengapa kau menunggu sampai saat ini baru mengatakannya padaku.

Mi Saeng : sudah pernah dikatakan. Kakakku sudah mengatakannya padamu, Bangsawan Seol WOn juga mengatakannya, dan aku juga. Seluruh dunia sudah mengatakannya padamu. Kaulah yang tidak mendengarnya. hhh…

Myeonghwal, Baek Eui menggiring Bangsawan Jujin, Sueulbu. Yu Shin memandang mereka diikuti oleh Ho Jae, Phil Dan (sedih juga, mrk dulu sama2 Hwarang ..) Lalu Im Jong dan Deok Chung datang dan lapor mereka sudah menaklukkan Myeonghwal Sanseong, dan mengejar pemberontak yang lain. Deok Chung berkata bahwa Bi Dam, Ha Jong, Mi saeng dan Bo JOng belum tertangkap dan sepertinya mereka berhasil lolos. Kim Yu Shin berkata mereka tidak mungkin lolos, karena semua jalan sudah ditutup. Kim Yu Shin memerintah untuk memeriksa Yangsan dan Muhwasan dan daerah sekitar Myeonghwal sanseong. Im Jong dan Deok Chung mengerti.

Ratu tiba di Benteng Myeonghwal San Seong, dia disambut oleh Kim Yu shin. Ratu: apa yang ingin kau katakan, katakan saja. Kim Yu Shin tanya setelah Bi Dam ditangkap, apa yang akan dilakukan Ratu. Ratu : apa kau takut aku mengampuninya? Iya kata Yu Shin. Ratu menegaskan ia sudah mengeluarkan perintah bahwa Bi Dam adalah musuh negara dan memutuskan bahwa ia harus dibunuh. Ratu tanya mengapa Kim Yu Shin membahasnya lagi. Kim Yu shin menghela nafas dan Ratu terlihat sedih tapi ia harus melakukannya.

Mi Saeng dan Ha Jong berada di depan makam Mi Shil. Ha jong tanya apa pamannya menyesal. Mi saeng menjawab penyesalan apa yang kumiliki, sudah pasti tidak. Mi Saeng terlahir sebagai orang besar, aku sudah menjadi ayah untuk lebih dari 100 orang anak dan sudah memeluk banyak wanita. Mi saeng sudah menggunakan kemampuannya dengan maksimal dan sudah memperoleh kekuatan politik lagi dan diturunkan dari situ. Ini sangat menyenangkan dan luar biasa. Ha Jong berkata ia iri dengan pamannya. Mi saeng tertawa dan berkata paling tidak Ha jong masih terhitung ayah mertua Kim Yu shin, ini akan menyelamatkan nyawanya jadi tidak masalah.

Ha Jong tanya apa benar demikian. Mi saeng tertawa mereka sudah berada di sini sambil melihat Im Jong dan pasukannya. Im Jong berlari menuju Mi Saeng dan Ha Jong bersembunyi di belakang Mi Saeng sebagai tameng, Im Jong mengepung mereka. Im Jong membacakan tuduhan mereka dan kemudian menangkap mereka untuk kejahatan yang dilakukan atas nama perintah kerajaan. (you have a right to remain silence, everything you say will be charged againts you haha..) Mi saeng hanya tertawa.

San Tak dan Bi Dam berjalan dan SanTak berkata, jalan ini menuju markas Ratu. Bi Dam : lalu..San Tak berkata jika Bi Dam terus maka ia akan ditangkap. Bi Dam: iya, kau benar..pergilah, sekarang kau bisa pergi. San Tak kaget ia akan dibebas tugaskan dan tanya kemana ia harus pergi dan apa yang akan dilakukan Bi Dam jika ia pergi dari sisinya. Bi Dam berkata biarpun mereka mereka sudah dikepung, Santak mungkin akan menemukan jalan untuk lari dengan mudah. Bi Dam memberikan perhiasan untuk menghargai San Tak : Pergilah jauh dari sini dan hapus ingatanmu dari tempat ini dan jangan pernah menggunakan pedang lagi tapi hiduplah dari membajak dan mencangkul.

San Tak tanya apa rencana Bi Dam mengapa berkata seperti itu, San Tak mencemaskan Bi Dam. Bi Dam : ada yang harus kukatakan padanya, aku harus pergi untuk mengatakannya. San Tak berkata bagaimanapun jika Bi Dam terus kesana dia pasti akan..San Tak mengajak Bi DAm pergi dengannya. Bi Dam tersenyum dan minta agar Santak cepat pergi.

Bi Dam pergi dan San Tak dengan sepenuh hati membungkuk sampai mukanya ke tanah untuk memberi hormat dan perpisahan pada Bi Dam. San Tak melihat Bi Dam berjalan menjauh dan San Tak berbalik, tiba2 ia terkejut, ternyata ia tertembak panah.

Baek Eui dan pasukannya sudah berhasil menyusul mereka. San Tak di saat2 terakhirnya berteriak : Sangdaedeung cepat lari! Bi Dam menoleh ke belakang dan pasukan Baek Eui menghujani San Tak dengan anak panah. San Tak memuntahkan darah segar dan roboh ke tanah. Baek Eui membacakan tuduhan untuk Bi Dam. Bi Dam berkata : Siapapun yang membunuhku, namanya akan selamanya tercatat dalam sejarah! Bi Dam menghunus pedangnya untuk menyambut Baek Eui dan pasukannya, Bi Dam melumpuhkan mereka dengan brutal sampai ia mendekati markas, Bi Dam terus saja membantai siapapun yang berada di depannya. (iya kaya Musashi..)

Al Cheon lapor pada Ratu untuk mengantisipasi Bi Dam akan menuju kesini. Ada laporan ia terlihat di hutan dekat sini dan ia menuju markas. Kim Yu shin tanya apa Bi Dam sudah ditangkap. Al Cheon berkata Bi Dam menolak ditangkap dan sekarang terlibat pertempuran dengan pasukan dalam ladang pembantaian. Ratu, Kim Yu shin, dan Al Cheon pergi keluar untuk melihat Bi Dam.

Pasukan mengepung Bi Dam. Bi Dam mengikatkan pedangnya di tangannya dengan tali dan mengayunkannya ke sekeliling seperti rantai berputar dan membabat habis siapapun yang ada di depannya. Lalu jalan dibuka untuk Kim Yu shin untuk berhadapan dengan Bi Dam. Kim Yu Shin mendekati Bi Dam dan berkata ini sudah selesai dan berakhir, jangan lanjutkan pembantaian ini dan ikut dengannya. Bi Dam dapat melihat Ratu dikejauhan melihat kearahnya dan tanya pada Yu Shin apakah itu Ratu. Kim Yu shin minta untuk menghentikan perlawanannya. Bi Dam ingat manusia adalah makhluk yang rapuh dengan perasaan lemah merasa mampu menahan beban mimpi itu adalah naif sekali.

Bi Dam dalam dunianya sendiri dan tidak sadar dengan keadaan berkata pada Kim Yu Shin bahwa mereka seingatnya mereka tidak pernah ditentukan siapa pemenangnya. Bi Dam menyiapkan diri dan berkata harus diputuskan dan Kim Yu Shin harus melakukannya.

Kim Yu shin menghunus pedangnya keduanya terlibat dalam pertempuran seru tapi Bi Dam mulai mendekat ke arah Ratu. Kim Yu shin memerintahkan pasukan untuk memblokade akses Bi Dam ke arah Ratu. Bi Dam mencoba menekan formasi pasukan yang berusaha menahannya tapi Bi Dam berhasil mengatasi formasi itu dan ia menjadi lebih dekat ke arah Ratu. Kim Yu Shin berteriak mereka harus menahan aksesnya ke arah Ratu.

Bi Dam berkata pada dirinya bahwa kemenangan adalah miliknya, aku hanya ingin berbicara dengannya. Bi Dam terus merangsek maju ke arah Ratu dan ia bertempur dengan sangat berani, ia menjatuhkan setiap orang yang ada di depannya. Ratu melihat Bi Dam berusaha menerobos barikade pasukan. Bi Dam berkata dalam hati : 70 langkah lagi.. yang memisahkan aku dengan Deok Man, lalu terus mencoba maju ke arah Ratu dan membantai siapapun yang menghalanginya.

Wyol Ya datang dan lapor Pasukan Gwoljangno tiba. Seo Ji langsung memerintah pasukan Gwoljangno untuk mengambil posisi dan bersiap menembak. Seo Ji : Tembak! Bi Dam mencoba menghindari serbuan anak panah. Bi Dam menarik seorang prajurit menjadi tamengnya tapi akhirnya ia kena beberapa tembakan juga, Ratu menutup matanya. Bi Dam terluka tapi tetap mencoba maju dengan terseok-seok, ia menghitung : 30 langkah lagi…ke arah Deok Man. Lalu membunuh lagi beberapa prajurit yang menyerangnya, Bi Dam berjuang untuk tetap hidup.

Pasukan Gwoljangno mundur. Bi Dam harus berhadapan dengan Baek Eui, Im Jong, Deok Chung, dan Wyol Ya. Bi Dam masih mampu mengatasi mereka, Bi Dam bertumpu dengan pedang berlumuran darahnya dan berdiri dan menghitung, 10 langkah..ke arah..Deok Man. Ratu tercekat melihat kegigihan Bi Dam untuk maju mendekatinya, kemudian Al Cheon menghalaunya lalu Kim Yu shin membantu dan menusuk Bi Dam hanya tidak begitu dalam tapi cukup untuk menahannya. Bi Dam masih terhuyung-huyung menuju ke arah Ratu dengan nafas 2 terakhirnya.

Kim Yu shin menahan Bi Dam dengan pedangnya, Bi Dam dapat melihat Ratu menangis. Bi Dam menoleh ke arah Yu shin dengan pandangan memohon dan Kim Yu shin menggelengkan kepalanya, jangan maju lagi.. Tapi Bi Dam tetap maju dan mencoba meraih Ratu dengan tangannya, Kim Yu shin tidak punya pilihan..ia menikamkan pedangnya dalam2 ke arah Bi Dam. Bi Dam menggumankan sesuatu dalam nafas terakhirnya lalu saat Kim Yu shin menarik pedangnya ..Bi Dam roboh ka tanah dengan lengan masih terentang ke arah Ratu dan meninggal.

Ratu maju beberapa langkah ke arah tubuh Bi Dam dan Al Cheon berlutut lalu semua berlutut di hadapan Ratu.

Ratu : Sekarang pemberontak sudah dibasmi dan selesai. Sekarang untuk Silla, apa yang ada untuk Silla adalah semua harus bersatu dibawah satu pikiran, satu kehendak, semangat dan kekuatan untuk menuju unifikasi 3 Han untuk mewujudkan ambisi besar. Ratu berkata untuk semua pejabat, bangsawan, HwaRang, militer, dan rakyatnya untuk memenuhi ambisi dan harapannya. Ratu minta untuk diumumkan bahwa pemberontakan sudah berakhir dan minta agar keputusan ini dinyatakan ke seluruh negeri.

Lalu Al Cheon berdiri dan memimpin semua berteriak dan bersorak untuk Ratu, hidup Ratu..hidup Ratu semua bersorak. Ratu hancur hatinya melihat mayat Bi Dam di tanah, tiba2 ia kehilangan keseimbangan dan jatuh ke tanah, sebelum pingsan Ratu melihat ke arah Bi Dam. Kim Yu shin dan Al Cheon berlari mendatanginya dan berteriak agar Ratu sadar tapi Ratu pingsan.

Ratu mulai sadar dari pingsannya dan Putri Man Myeong menanyakan keadaan Ratu, Putri Man Myeong sangat cemas. Ratu tanya berapa lama ia pingsan, Putri Man myeong menjawab Ratu sudah pingsan selama 3 hari dan malam. Putri Man Myeong bertanya bagaimana Ratu bisa diam saja dengan kondisi kesehatannya, Ratu sakit parah. Ratu berkata bahwa hidup dan mati adalah siklus kehidupan, tidak perlu ada yang diumumkan. Ratu terlihat pasrah dengan takdirnya.

Al cheon masuk dan senang karena Ratu sudah sadar. Ratu mengiyakan dan berkata Al Cheon pasti sangat susah saat ia tidak sadar. Al Cheon berkata bukan apa2 dan Ratu tidak perlu minta maaf, semua baik2 saja dari mulai sekarang sampai nanti. Ratu berkata mulai hari ini sampai masa mendatang, Al Cheon akan bekerja lebih keras lagi, banyak hal yang membutuhkan perhatian Al Cheon. Ratu memintanya mengambil posisi Sangdaedeung yang sekarang kosong. Al cheon kelihatan ragu-ragu Ratu menegaskan ini perintahnya dan segera laksanakan. Al Cheon menerima posisi barunya dengan penuh rasa terima kasih atas kemurahan Ratu.

Ratu bertemu Kim Yu shin, Ratu tanya apa yang dibisikkan Bi Dam di telinga Yu shin sebelum ia meninggal. Kim Yu shin berkata ia tidak berani mengatakannya dan minta Ratu memaafkannya karena ia tidak bisa mengatakan pada Ratu. Ratu berkeras agar Kim Yu shin mengungkapkan padanya apa yang dikatakan Bi Dam. Kim Yu shin masih berkeras tidak benar mengungkap masalah itu dan lupakan saja, lalu Ratu memberikan perintahnya agar Yu shin mangatakan padanya, Kim Yu shin menghela nafas,

Bi Dam berkata..Yu shin ingat beberapa saat menjelang kematian Bi Dam : Deok Man…terus menerus dengan nada lembut.

Kim Yu shin berkata tidak pantas memanggil Ratu dengan nada seperti itu. Ratu ingat mengatakan pada Bi Dam tidak seorang pun boleh memanggilnya dengan namanya. Bi Dam berkeras ia akan memanggil namanya. Ratu menjawab jika Bi Dam melakukan itu karena kesetiaanmu, dunia akan berpikir itu sebagai ancaman besar. Ratu meneteskan air mata saat mengenang hal itu. Ratu ingin keluar jalan-jalan dengan Kim Yu shin. Kim Yu shin mematuhinya, Ratu ingin memandang langit dan bumi, Ratu ingin melihat semuanya.

Ratu duduk di punggung bukit menghadap cakrawala. Kemungkinan besar di Taebaeksan. Kim Yu shin mendekat ke arah Ratu. Ratu berkata pemandangannya sangat muram dan sunyi. Kim Yu shin berkata musim semi akan datang sebentar lagi dan bunga akan mekar dan pohon2 akan tumbuh daun2 baru dan akan menjadi permukaan yang hijau sekali lagi. Ratu bergumam: musim semi.. dan memanggil Yu shin dan berkata, ada banyak orang yang datang kepadanya dan beberapa terpisah. Ada yang datang melindunginya, beberapa terlibat dalam konflik dan ada juga dia..Ratu berhenti sejenak karena ini menyakitkan dan menyesakkannya dia..yang mencintaiku. Begitu banyak orang yang datang dan pergi, tapi pada akhirnya hanya ada satu orang yang tertinggal dan setia yaitu Kim Yu shin.

Ratu berkata mereka sudah mengalami banyak hal dan berjuang dan mampu mengatasinya ini karena Ratu bisa mungkin menjalaninya dengan Kim Yu shin di sisinya. Kim Yu shin berterima kasih pada Ratu. Ratu berkata karena Kim Yu shin Silla akan mampu memenuhi impian besarnya dan menyerahkan negri ini dengan tenang pada Kim Yu shin. Ratu mengatakan tujuan unifikasi 3 kerajaan jika mereka tidak mampu mewujudkan ambisi ini, mereka tidak akan pernah tahu atau menjamin apakah mereka dapat mempertahankan kedaulatan negara ini bahwa mereka tidak akan tahu perbatasan mana yang akan jatuh.

Kim Yu shin mengerti dan menyadari itu. Lalu Ratu menceritakan pada Kim Yu shin mengenai mimpinya saat pertama ia tiba di Gyerim, dia sekarang tahu siapa wanita yang memeluknya dalam mimpinya. Kim Yu shin tanya siapa dia Yang Mulia katakan pada saya. Ratu melihat keatas ke langit.

Waktu berlalu beberapa tahun, di Makam Ratu Seon Deok, seorang pria tua menunggu di makam dan seorang perwira tua datang mendekat. Mereka adalah Al cheon dan Kim Yu shin keduanya sudah tua. Kim Yu shin memberi salam pada Al Cheon. Kim Yu shin berkata ia dengar Al Cheon pensiun dan hidup tersembunyi ternyata kau ada disini. Al Cheon membalas salam Yu shin dan dia mendengar pertempuran di Hwangsanbeol (Silla & Baekje, th 660) adalah pertempuran yang dahsyat.

Kim Yu shin berkata bukan apa-apa, semua pertempuran sama dahsyatnya. Yu shin berkata bahwa Al Cheon benar2 adalah Komandan pengawal Ratu Seon Deok sampai pada akhirnya. Al Cheon tersenyum dan menghadap ke arah makam RAtu, Yang Mulia ini Yu Shin. Yu Shin sudah mengalahkan Baekje dan kemudian hari mungkin Goguryeo. Kim Yu shin memberi hormat di depan makam Ratu, lalu Kim Yu shin ingat saat di Taebaeksan.

Taebaeksan, Ratu melanjutkan sekarang ia tahu siapa wanita itu yang menangis dan memeluknya. Kim Yu shin tanya siapa orang itu Yang mulia, apakah ibu pengasuh So Hwa atau almarhumah Ratu Maya.

Ratu berkata : Yu shin apakah kau ingat beberapa waktu lalu, kita ingin pergi dan melarikan diri apakah kau ingat insiden itu ..apakah kita masih bisa melakukannya sekarang. Kim Yu shin berkata ia terlalu malu dan mengapa tiba2 Ratu menyinggungnya lagi…Ratu bersandar ke kursinya dan meletakkan tangannya ke pegangan kursi untuk melihat pemandangan lalu ia terisak dan menutup matanya dan meninggal dunia. Tangan Ratu jatuh terkulai dari kursi dan diam saja. Kim Yu shin melihatnya dan menyadari bahwa Ratu Seon Deok baru saja mangkat lalu Kim Yu Shin menangis melihat tangan Ratu yang kaku dan memanggil Ratu dan melihat Ratu yang sangat damai.

(kejadian ini dalam dunia medis dikenal dengan phenomena Lazarus yaitu tingkah laku yang memperlihatkan seorang yang hampir mati tapi terlihat sangat sehat untuk sementara waktu sebelum orang itu memasuki kematiannya. Lazarus adalah orang yang dibangkitkan oleh Yesus setelah 4 hari mati.)

Deok Man muda berjalan ke sana kemari mencari Moon Noh, ia tanya pada setiap orang dimana Moon Noh, apa kau kenal Moon Noh dll Tiba-tiba seorang wanita dengan baju putih mendekati dirinya dan memeluknya dengan hangat. Deok Man muda berusaha melepaskan diri dan tanya mengapa kau memelukku lalu wanita itu melepaskan pelukannya dan Deok Man melihat wanita itu. Wanita itu berjalan pergi dan Deok Man muda memanggilnya dan tanya mengapa ia tiba2 memeluknya tanpa alasan. Deok Man berteriak ke arah wanita itu yang menoleh ke arah Deok Man dan ternyata ia adalah Ratu Seon Deok. Ratu melihat dirinya sendiri.

Ratu dalam pikirannya : Deok Man, mulai sekarang sampai nanti jalan yang kau lalui akan sangat berat dan sulit dan juga penuh penderitaan dan kesakitan. Kau akan kehilangan orang-orang yang kau cintai..Kau akan sangat kesepian, akan lebih sunyi dari gurun yang kering..
Deok Man muda : hey! Siapa kau ? Mengapa kau menangis ?

Ratu dalam pikirannya : Sepertinya kau akan memiliki dan mendapatkan segalanya di dunia tapi sejujurnya kau tidak memiliki apapun.
Deok Man muda : Ini benar-benar…kau orang yang aneh..!!

Deok Man muda berjalan pergi tapi berhenti dan melihat kembali ke arah Ratu Seon Deok dan berjalan lagi. Ratu Seo Deok melihat dari kejauhan pada Deok Man muda yang mencari Moon Noh..

Ratu dalam pikirannya : Kau harus kuat dan kau harus teguh…mengerti?

Ratu akhirnya berbicara, Kau harus kuat…kau harus memperkuat diri.

Ratu Seon Deok tersenyum.


Deok Man pergi. Yu Shin bertanya apa yang akan ia lakukan jika ia menolak keinginan mendiang kakaknya. Kim Yu Shin berkata Cheon Myeong mengkhawatirkan Deok Man sampai nafas terakhirnya. Deok Man berteriak, inilah alasan mengapa ia tidak dapat mengikuti pesan kakaknya. Karena kekhawatirannya, maka Cheon Myeong menggantikannya mati. (Tirza: Kekhawatiran ..tidak akan menambah sehasta saja jalan hidupmu). Bagaimana aku dapat memenuhi keinginannya dan hidup bahagia. Kebahagian itu berakhir bersama Cheon Myeong. Sudah selesai untukku.

Kim Yu Shin benar2 terluka dengan kata2 Deok Man. Kim Yu Shin berkata insiden ini bukan salah Deok Man. Deok Man berkata, bukan salah Yu Shin juga. Tapi Deok Man sekarang tidak sanggup memandang mata Kim Yu Shin tanpa merasa bersalah, demikian juga Yu Shin tidak akan sanggup menatap mataku.

Deok Man berkata biarpun ini bukan salah mereka, mereka tidak bisa bersama. Kim Yu Shin untuk pertama kalinya patah hati dan menangis bahwa cinta mereka akan seperti ini. (Tirza: it’s so sad watching him cried like that..)

Cheon Myeong mendapat penghormatan terakhir. Masyarakat Silla datang memberi hormat dan berlutut di depan petinya. Seol Won Rang, Kim Seo Hyeon, Alcheon berjaga. Semua penduduk menangisi Cheon Myeong.

Mi Shil dan rombongannya bertemu Ratu Maya di koridor. Ratu Maya sangat lemah sehingga lengannya ditopang oleh dayangnya. Mi Shil menyalami Ratu dan mengekspresikan duka citanya. Ratu mengeluarkan kemarahannya. Ratu murka. Dan mulai mengutuk Mi Shil dengan kekuasaannya. Ratu berteriak pada Mi Shil.

Ratu : Kau perempuan celaka!

Semua kaget. Ha Jong bertanya bagaimana Ratu dapat begitu kasar pada Mi Shil.

Ratu : Perempuan, kau juga akan mati. Semua yang kau miliki akan diambil dari padamu, dan reputasimu akan hancur dan mati mengenaskan dan sendirian, seperti itulah kau akan menemui ajalmu. Mi Shil benar2 shock dengan kutukan Ratu Maya.

Ratu : Kau tidak dapat tidur. Saat kau mencoba untuk makan, kau tidak bisa. Saat kau mencoba untuk hidup, kau tidak dapat. Dan kau akan hidup seperti mayat hidup tanpa roh. Bahkan saat kau mencoba berteriak, kau tidak akan dapat mengeluarkan satu patah kata pun. Begitulah kau akan melihat kematianmu. Kau tidak akan memiliki makam dengan namamu, tidak akan ada kuburan untuk jasadmu dan akan lenyap dari sejarah tanpa jejak, kau perempuan celaka! Tunggu saja bahwa dalam sejarah namamu tidak akan tercatat. Tidak akan ditemukan satu karakterpun dalam buku2.

Ratu jatuh pingsan. Se Jong datang memeriksa Ratu, Mi Shil terlihat benar2 terganggu dengan kutukan Ratu.

Kim Yu shin menemui Deok Man dan berkata ia benar. Bagaimanapun ia tetap berkeras agar Deok Man meninggalkan Silla demi alasan keamanan. Deok Man berkata dia tidak akan meninggalkan Silla dan dia akan tinggal di Silla. Deok Man mungkin akan mati di Silla. Deok man berkata, ia akan menemukan cara agar ia tidak mati di Silla. Kim Yu shin bertanya apa yang akan ia lakukan.

Deok Man : “Silla..Aku akan menguasai Silla.”

Deok man berkata Mi Shil adalah fokusnya. Ia akan mengalahkan Mi Shil dengan cara Mi Shil sendiri. Deok Man terus berpikirkeras dan Yu Shin duduk di dekatnya. Kim Yu Shin tertidur dan saat bangun Deok Man tidak ada.

Deok Man berjalan dan Bi Dam mengikutinya. Bi Dam bertanya apa rencananya. Deok Man berkata ia akan pergi ke Seorabeol. Bi Dam menahan Deok Man. Semua yang mencarimu ada di Seorabeol, mengapa kau justru mau pergi kesana? Deok Man bertanya apa Bi Dam mau ikut dengannya dan melakukan petualangan dengannya. Itu membuat Bi Dam tertarik. Kim Yu shin mencari Deok Man dan teringat dengan keinginan Deok Man untuk menguasai Silla. Dan Bi Dam tertawa dengan rencana Deok Man, dia merasa Deok Man bercanda.

Deok Man berkata, jika Bi Dam tertarik temui aku di tempat minum di pasar Gwonwon, di sebelah timur kota. Bi Dam tahu bahwa Deok Man serius. Jika Bi Dam tidak bersedia, maka persahabatan mereka berakhir sampai disini.

Bi Dam mendengar gosip politik di pasar. Orang2 berkata sejak kematian Putri Cheon Myeong, keluarga Raja benar2 dalam bahaya, karena Raja tidak memiliki penerus takhta. Yang berhak naik takhta adalah Se Jong suami Mi Shil. Jika itu benar, maka Mi Shil memang ada di balik kematian Cheon Myeong. Salah seorang berkata itu omong kosong dan jangan sembarangan, nanti akan celaka. Mereka juga mendengar bahwa Ratu mengutuk Mi shil. Bi Dam bergabung dan berkata itu benar, bahkan dia menyaksikannya sendiri. Moon Noh lewat dan memanggil Bi Dam.

Moon Noh bertanya apa yang terjadi dengan kapal yang diminta Bi Dam padanya. Moon Noh merasa Bi Dam mencoba bohong padanya. Bi Dam berkata kali ini ia benar2 ingin membantu orang2 itu. Moon Noh bertanya apa Bi Dam tulus, Bi Dam mengiyakan. Moon noh berkata, mereka akan pergi, ia minta Bi Dam bersiap.

Moon Noh ingat insiden 20 th yll, saat ia menyelamatkan So Hwa dan bayi Deokman. Moon Noh memberi instruksi pada So Hwa apa yang harus dilakukannya. So Hwa mematuhinya. Moon Noh juga berkata bayi ini akan kembali ke Silla untuk melakukan hal yang besar. Moon Noh berkata Raja Jinpyeong tidak mengerti apa yang telah ia lihat. Bersama Moon Noh ada balita, itu adalah Bi Dam kecil. Bi Dam mengelus kepala Deok Man. Moon Noh tersenyum dan berkata Bi Dam menyukai Deok Man.

Moon Noh bertanya apa yang dipikirkan Bi Dam. Bi Dam ingin membantu orang dengan seragam nangdo itu (Deok Man). Bi Dam berkata ia benar2 ingin membantunya. Moon Noh tahu Bi Dam tulus dan sunguh2. Bi Dam minta ijin Moon Noh dan Moon Noh meluluskannya. Moon Noh berkata, ia akan menulis surat Ahm Yeo. (Ahm Yeo, surat dengan kode rahasia, kaya yang di the davinci code)

Al Cheon melakukan Nangjang dengan beberapa Nangdonya di Daehwajeon. Dae Pung dan Guk San Heun dari Yonghwa juga ikut. Mereka berlutut dan berteriak pada Dewan Kerajaan untuk mengusut kematian Cheon Myeong. Raja yang sedang menemani Ratu mendapat laporan Kim Yong Chu mengenai Al Cheon. Seol Won menghalangi akses yang lain. Se Jong mengadakan pertemuan dengan Raja. Raja, Eul Jae, Kim Yong Chu, ha Jong, Se Jong, dan Mi Shil bertemu untuk membahas permohonan Al Cheon. Mi shil berakting seolah-olah ia tidak bersalah atas kematian Cheon Myeong. Mi shil menyalahkan Eul Jae yang ingin membunuh Deok Man. Mi Shil berkata mereka harus menjawab keinginan Hwarang.

Kapten Hwarang yang lain merasa tindakan Al Cheon tidak ada gunanya. Seok Bum mengungkap bahwa sebenarnya Putri Cheon Myeong itu kembar dan Putri ada di sana untuk menyelamatkan adik kembarnya. Bo Jong berkata bahwa mereka disana mungkin untuk membunuh adik kembar Cheon Myeong dan bertanya apa ia benar. Im Jong diam.

Se Jong menanyakan misi rahasia Cheon Myeong. Kim Yong Chu berusaha menutupinya. Kim Seo Hyeon juga membela Yu Shin. Seol won berkata saat Putri Cheon Myeong meninggal, ia mendapat laporan bahwa Kim Yu Shin, Deok Man dan Al Cheon ada bersama-sama. Se jOng ingin mereka membawa Deok Man hidup2 tapi Eul Jae malah ingin ia mati. Mi Shil bertanya pada Raja apa yang akan Baginda lakukan. Mi Shil berkata ia dapat saja mencari pelakunya tapi Cheon myeong meninggal karena melindungi adik kembarnya. Jika Baginda membiarkan masalah ini, mereka akan melupakan juga. Raja memaksa dirinya untuk menyatakan bahwa Putri Cheon Myeong meninggal karena kecelakaan. Ini akan mengakhiri pertikaian ke-2 kubu. Mi Shil juga tidak punya pilihan selain membiarkan masalah ini berlalu.

Seol won Rang menyampaikan keputusan Raja pada Al Cheon. Tak Seorangpun yang akan mengungkap masalah ini jadi jika Al Cheon meneruskan permohonannya maka akan dianggap sebagai pemberontakan. Al Cheon tidak dapat menerima keputusan bahwa Putri Cheon Myeong meninggal karena kecelakaan.

Mi Shil terlihat terpukul saat Seol Won berkata ini susah tapi mereka harus memotong kekalahan dan membangun lagi dengan kesempatan lain. Mi shil menanyakan Dae Nam Bo. Seol Won berkata dia ke Cina untuk membawa Kim Chun Chu pulang.

Mi Shil mengikat dan mengarahkan pedang pada Mi Saeng. Mi shil memberikan racun pada Mi Saeng dan minta ia meminumnya. Mi Saeng : “Bagaimana kau bisa melakukan ini, aku kan adikmu?” Mi Shil berkata : Aku bahkan menyingkirkan darah dagingku (Bi Dam) sendiri dan apa artinya saudara kandung? Mi Shil akan menyingkirkan orang yang tidak berguna dan tidak patuh kepadanya. Mi Saeng memohon pada kakaknya untuk memberinya kesempatan lain. Mi Saeng berkata Seo Ri yang memintanya melakukan hal ini. Mi Shil tidak mengerti mengapa Mi Saeng percaya pada Seo Ri yang rendah jabatannya. Mi Saeng berkata Seo Ri mendapati bahwa Bintang Pisces akan bertabrakan dengan Gemini. (Tirza; ekspresi Mi Saeng saat akan disuruh minum racun lucu sekali..)

Mi Shil marah dan berkata bagaimana Seo Ri dapat berpikir bahwa Mi Shil akan hancur, Mi Shil berkata itu omong kosong. Apa kau tahu kesempatan apa yang hilang dengan kematian Cheon Myeong?

Mi Saeng dengan intelegensianya berkata pada Mi Shil, tidak ada jalan lain, mereka harus mengusahakan gerhana matahari. Pendeta Wyol Cheon akan melakukan kalkulasi gerhana matahari. Mi saeng berkata Mi Shil harus mengambil kesempatan ini. Mi shil tahu susah memprediksi gerhana matahari. Mi Saeng membujuk Mi shil, ia benar2 memerlukan kepandaiannya dan tanpa Seo Ri atau tanpa Mi Saeng bagaimana Mi Shil dapat menjalankan rencananya. Mi saeng memohon Mi shil mengampuninya hanya satu kali ini saja dan dia tidak akan mengulang kesalahannya lagi, ia berjanji.

Mi shil mengunjungi Seo Ri. Seo Ri berkata Mi Shil berubah dan menjadi arogan serta melawan kehendak langit. Mi Shil berkata Seo Ri-lah yang berkata bahwa ia memiliki kehendak langit. Seo Ri membenarkan, tapi kehendak langit tidak selamanya berada pada seseorang, kemurahan langit dapat diambil dari orang itu. Tidak selamanya seseorang mendapatkan kemurahan Tuhan. Mi shil tidak suka dengan apa yang ia dengar, ia juga teringat perkataan Cheon Myeong padanya. Seo ri dengan tulus berkata agar Mi shil tidak meremehkan apa yang dapat dilakukan langit. Mi Shil mengerti, tapi Mi Shil menawarkan racun pada Seo Ri untuk diinum. Seo Ri menaikkan alisnya mendengar kata2 Mi Shil. (Ombak yang terdahulu akan tergulung oleh ombak yang datang kemudian)

Al Cheon merasa sakit hati dan pergi ke hutan. Dia tidak dapat mencari keadilan untuk Cheon Myeong. Al Cheon berlutut dan menyembah pada langit dan ia berlutut untuk melakukan ritual bunuh diri (Tirza: seperti Samurai yang melakukan seppuku). Al cheon bersiap menusukkan pedang pendeknya ke perutnya saat seseorang datang dan mengejutkan Al Cheon.

Pihak Mi Shil menyalahkan Seol Won karena gagal membawa Deok Man . Ha Jong bertanya apa Seol Won melakukannya dengan sengaja. Mereka berdebat dan Mi Shil datang. Mi Shil berkata agar mereka tidak saling mencurigai. Mi shil percaya bahwa dilihat dari karakter Deok Man, ia pasti akan muncul ke Seorabeol. Deok Man sendiri akan mengungkap keberadaan si kembar, Mi Shil menunggu Deok Man muncul di Seorabeol.

Deok Man datang menghentikan Al Cheon. Al Cheon kaget tapi ia minta Deok Man minggir. Deok Man berkata Al cheon benar2 tidak menghormatinya. Deok Man berkata bahkan Mi Shil tidak mengakuinya, Keluarga Raja juga menyangkal keberadaannya, dia tanya apa Al Cheon mengakuinya. Al Cheon berkata pada Deok Man bahwa akan sangat bahaya jika Deok Man tetap di Silla. Al Cheon ditanya, apa ia mencemaskan Deok Man atau Silla sebagai bangsa. Deok Man berkata ia tidak akan lari. Deok Man bersumpah ia akan melanjutkan hidupnya dan menjadi Putri Silla dan menjadi Puteri yang berkuasa atas Hwa Rang. Deok Man memerintah Al cheon untuk tetap hidup. Al Cheon merasa sangat bersalah telah gagal melindungi Cheon Myeong. Dia merasa malu.

Deok Man minta Al Cheon untuk berdamai dengan rasa bersalahnya, karena dia juga sudah berdamai dengan rasa bersalahnya, jika Al Cheon ingin mati, hiduplah dengan perasaan bersalah itu bahwa kau harus tetap bertahan dan berdamai atau menerima semua kesalahan dan keputusasaan di dalam hatimu. Deok Man sebagai penguasa Hwa Rang memerintahkan Al Cheon untuk berdamai dengan dirinya sendiri.

Al Cheon bersumpah bahwa dia dan resimennya mengakui Deok Man sebagai penguasa Hwa Rang dan akan menghormati dan mematuhi perintahnya. Deok Man mengepalkan tangannya dengan keyakinan dan dia sudah selangkah maju. Ratu masih sakit, Raja memohon isterinya agar siuman dan menemaninya karena ia merasa kesepian. Eul Jae dan Kim Yong Chu datang menghadap. Eul Jae datang untuk menasihati Raja bahwa Raja harus kuat demi kepentingan bangsa. Yang paling penting adalah mereka perlu segera memperkuat Keluarga Raja. Raja tidak begitu peduli dengan perkataan Eul Jae. Eul Jae berkata mereka harus mengangkat Kim Chun Chu sebagai pewaris takhta. Ini untuk membuat kematian Cheon Myeong tidak sia-sia.

Raja memecat Eul Jae dari posisi Menterinya. Raja tidak pernah meragukan kesetiaan Eul Jae pada keluarga Raja bahkan Raja tidak pernah menanyakan misi rahasianya tanpa berkonsultasi dengan Raja. Raja mengikuti semua nasihat Eul Jae, tapi Raja tidak tahan melihat Eul Jae. Eul Jae berusaha menjelaskan, tapi Raja untuk pertama kalinya memperlihatkan kemarahannya, Raja tidak ingin mendengar satupun karena ia dan keluarganya-lah yang harus menderita demi kelangsungan Keluarga Raja. Raja bahkan tidak mampu melindungi anak-anaknya sendiri, isterinya Ratu Maya sakit parah. Raja minta Eul Jae pergi dari hadapannya.

(Eul Jae akan dipecat dari jabatan kementeriannya, kemudian diturunkan semua jabatan dan statusnya, aristokrat menjadi orang biasa)

Kim Yong Chu meminta Raja mengampuni Eul Jae. Eul Jae menghormati Raja dan pergi tanpa membela dirinya. Eul Jae meminta maaf pada mendiang Raja Jinheung karena ia tidak dapat memenuhi permintaan terakhirnya. Eul Jae meminta maaf pada Raja Jipyeong karena tidak dapat melayaninya lagi karena semua kekurangannya dan mengharap agar Raja panjang umur. Raja melihat dari jauh saat Eul jae meninggalkan istana.

Raja jatuh karena semua bebannya. Kemudian ia melihat Al Cheon. Raja mendekati Al Cheon yang berada di pintu masuk balairung utama. Al Cheon memberi salam pada Raja. Saat Raja bertanya, Al Cheon memberikan surat untuk Raja. Al Cheon berkata ia mendapat perintah untuk menyampaikan surat ini pada Baginda. Raja Jinpyeong membaca surat itu. Ternyata dari Deok Man.

Deok Man : Yang Mulia, Putri ke-2 anda, Putri negeri ini, Deok Man…

Raja sangat terkejut menerima surat itu. Al Cheon juga datang untuk menemui Ratu Maya. Dayang pribadi Ratu berkata Ratu sedang sakit tidak mungkin menemui Al Cheon. Al Cheon berkeras untuk bertemu Ratu Maya.

Kim Yu Shin menemui Guk San Heun dan bertanya apa ia melihat Al Cheon. Al Cheon berlari mendatanginya dan Yu Shin bertanya apa Al Cheon bertemu Deok Man. Deok Man sedang memulai sesuatu dan dia harus mencarinya. Sementara itu, Deok Man bertanya apa Bi Dam akan bergabung dengan resimennya. Bi Dam ingin tahu apa rencana Deok Man sebelum dia memutuskan bergabung. Deok Man berkata bahwa Bi Dam benar2 kasar dan Bi Dam harus menghormatinya. Bi Dam bertanya apa dia harus mengikuti aturan protokoler itu. Deok Man berkata ia mungkin kelihatan asing tapi ia tetap Putri Raja dari negri Silla, apa Bi Dam tidak dapat membedakannya. Bi Dam tidak pernah peduli dengan politik negri ini. Bahkan jika Raja sendiri berdiri di depannya, dia tetap tidak tahu bagaimana bereaksi dan tidak peduli apa itu Raja dan negara. Deok Man berkata tidak peduli siapa yang berdiri di depannya Bi Dam tetap tidak takut. Bi Dam berkata ketakutan tidak ada dalam kamusku.

Deok Man berkata Bi Dam percaya diri dan dapat mengeluarkan perasaannya. Bi Dam merasa ia bahkan tidak tahu bagaimana perasaannya dan siapa yang akan tertarik dengan apa yang ia rasakan. Deok Man berkata sampai ia mengatakannya, Bi Dam tidak perlu mengikuti protokoler kepadanya. Mereka dapat berbicara dengan normal seperti biasanya. Bi Dam berkata itu tidak sulit dilakukan. Deok Man bertanya apa ia begitu percaya diri sehingga tidak takut pada apapun. Bi Dam mengiyakan sampai Kim Yu Shin menerobos ke dalam kamar dengan sedikit kesal kemudian menyeret Deok Man keluar.

Kim Yu Shin bertanya apa yang sedang dilakukan Deok Man. Kim Yu Shin berkata tidak peduli dalam hidup atau mati, dia akan bersama Deok Man dan ia ingin tahu apa yang direncanakan Deok Man. Apa ia ingin mencoba membunuh Mi Shil, atau mencoba memperoleh posisinya sebagai Putri Raja atau Deok Man ingin membalas dendam pada Silla yang telah membuangnya. Bahkan, jika memang benar, Seorabeol tetap berbahaya untuk Deok Man. Kim Yu shin ingin mengajaknya pergi saat Deok Man berkata, ia benar2 tidak tahu apa ia harus memasukkan Kim Yu Shin dalam rencananya, dia tidak tahu. Kim Yu Shin berkata tidak peduli akan seperti apa, dia akan selalu bersamanya.

Deok Man berkata bahwa semangatnya akan melemah jika ia bersama Kim Yu Shin. Deok Man berkata mulai sekarang sampai seterusnya, Kim Yu shin tidak akan pernah bisa membelai rambutnya, tidak akan bisa memanggil namanya, tidak akan pernah bisa memeluknya atau tidak akan bisa memegang tangannya. Kim Yu Shin melepaskan genggamannya pada tangan Deok Man dan Deok Man pergi meninggalkan Kim Yu Shin yang putus asa dibelakang. Deok Man berkata pada dirinya sendiri yang terbaik hanya menyimpan Kim Yu Shin dalam hatinya saja. (Tirza: lagunya bagus banget…cocok dengan scene-nya)

Raja mengunjungi Ratu Maya yang sudah mulai sadar tapi masih sakit dan dengan dayangnya akan mengunjungi kuil istana. Raja tidak setuju isterinya pergi karena baru pulih. Ratu berkeras dia harus berdoa di kuil karena ia tidak menghadiri pemakaman Cheon Myeong, paling tidak ia dapat berdoa untuk Cheon Myeong. Raja akhirnya memberi ijin, asal Ratu dapat merasa lebih baik lakukan saja.

Dalam Kuil, Ratu Maya bertanya mengenai Pendeta Agung Seo Ri tapi pelayan Kuil berkata Seo Ri sakit dan tidak dapat menghadap Ratu. Ratu Maya mengerti dan ia sendirian berdoa untuk Cheon Myeong dan minta agar tak seorangpun masuk ke Kuil, dia hanya meminta pelayannya untuk menemaninya. Saat Ratu memasuki Kuil, hanya satu orang dayang yang mengikuti Ratu dari belakang. Ratu berlutut di depan altar. Ratu Maya bertanya mengapa ia kembali. Dayang itu adalah Deok Man. Deok Man mendengar Ratu sakit keras. Ratu Maya memanggil Deok Man sebagai anaknya tersayang. Saat Ratu mendengar berita dari Al Cheon, dia langsung sadar dan sembuh dari sakitnya.

Ratu Maya bertanya apa tujuan Deok Man berada di Seorabeol. Deok Man ingin pergi ke ruang bawah tanah di kuil yang sudah ditemukan Cheon Myeong. Ratu Maya tidak mengerti, mengapa Deok Man ingin kesana, apa yang ia rencanakan. Deok Man berkata ia perlu mencari sesuatu. Ratu takut dia mungkin akan kehilangan Deok Man dengan semua petualangannya ini. Ratu Maya bertanya apa yang ingin dicapai Deok Man.

Seo Ri memegang racun yang harus diminumnya saat ia mendengar keributan, kemudian seorang pelayan istana masuk dan ternyata itu Deok Man! Seo Ri kaget. Deok Man menodongkan pisau ke arah Seo Ri. Seo Ri marah, beraninya Deok Man muncul di sini. Deok Man berkata, Seo Ri adalah pelayan Tuhan tapi dalam Kuil istana ada ruangan rahasia dan menggunakan tipuan untuk menipu orang2 dan berkata bahwa itu adalah kehendak langit. Deok Man berkata mereka telah memanipulasi kehendak langit untuk mempertahankan ketakutan rakyat, maka ia tidak pantas melayani surga. Seo Ri bertanya apa Deok Man akan membunuhnya. Deok Man berkata membunuh orang sepertinya tidak berharga.

Kemudian Seo Ri mendapat penglihatan, ia melihat Deok Man mengenakan Mahkota Kerajaan Silla dan ia terkejut. Deok Man bertanya siapa orang dibelakang ritual Dae Myeong Ryeol tapi Seo Ri masih merasa shock dengan apa yang ia lihat. Seo Ri bergumam tentang apakah Deok Man adalah bintang Gaeyang. Deok Man tidak mengerti apa bintang Gaeyang. Seo ri masih bergumam, benar Deok Man adalah orangnya. Tiba2 ada suara pintu terbuka, Seo Ri berubah hatinya dan minta Deok Man bersembunyi dibelakang layar. Deok Man bersembunyi tepat saat Mi Shil masuk ke dalam ruangan untuk bertanya terakhir kalinya apakah Seo Ri akan mematuhinya dan memberikan kesetiannya untuk Mi Shil. Seo Ri sebaliknya memberi nasihat terakhir pada Mi Shil, jika Mi Shil menangkap Deok Man, ia harus segera membunuhnya.

Mi Shil tidak mengerti maksud Seo Ri. Deok Man menggenggam pisaunya dengan erat. Seo Ri berkata bukan takdir Mi Shil untuk menjadi Ratu negri ini. Mi Shil kesal dengan perkataan Seo Ri. Seo Ri mendesah dia tidak punya hak dan kemurahan Tuhan sudah berakhir atas Mi Shil tapi Seo Ri tidak ingin menyaksikannya saat hari itu datang. Seo ri mengambil racun dan meminumnya dan dengan nafas terakhirnya Seo Ri berteriak ke arah Mi Shil, sebenarnya untuk Deok Man, bahwa orang di belakang ritual Dae Myeong ryeol adalah pendeta Wyol Cheon dari kuil Hwa Deok.

Mi shil heran apa yang dimaksud Seo Ri. Deok Man mendengarnya. Seo Ri meninggal. Mi Saeng masuk dan melihat Seo Ri yang telah meninggal. Mi Saeng berkata tanpa Seo Ri apa yang akan dilakukan Mi Shil. Mi Shil keluar begitu saja, Mi Saeng mengejar kakaknya. Mi shil berkata mereka harus membuat rencana yang melibatkan gerhana matahari.

Mi Shil mengunjungi pendeta Wyol Cheon untuk menentukan tanggal dan hari gerhana matahari dan minta adiknya mengikutinya. Deok Man keluar dari persembunyiannya dan memandang jenazah Seo Ri dan berpikir betapa jahatnya Mi Shil pada anak buahnya. Al Cheon dan Kim Yu Shin berjalan di keramaian saat mereka menyadari telah diikuti. Mereka berhasil mengecoh penguntitnya. Ternyata mereka anak buah Bo Jong, Bo Jong berkata, mereka itu kapten Hwarang jadi kalau ingin mengikuti mereka, kalian harus menggunakan taktik yang lain.

Deok Man mengumpulkan orang2nya. Deok Man berkata mereka harus ke kuil Hwa Deok. Bi Dam dan Kim Yu shin bertanya untuk apa ke sana. Mereka harus mendapatkan seseorang di sana. Sementara itu, di kuil Hwa Deok, sekelompok orang mengepung kuil. Pemimpinnya bernama Wyol Ya dan memberi perintah mereka akan bergerak menuju kuil di malam hari. Orang yang lain adalah Seo Ji pemimpin para pemberontak di Gaya. Mereka juga menginginkan Wyol Cheon.

Wyol Cheon mengobati So Hwa dan Joo Bang dan Go Do terus memohon pada Wyol Cheon untuk dibebaskan. Go Do ingin ke istana karena Putri Cheon Myeong meninggal. Joo Bang berkata tampaknya So Hwa tidak juga membaik. Kim Yu Shin heran saat tahu mereka harus menculik pendeta Wyol Cheon. Deok Man ingin menyingkirkan kemampuan surgawi Mi shil. Kim Yu Shin bertanya apa yang ingin diraih Deok Man dengan semua ini. Deok Man ingat suratnya untuk Raja Jinpyeong.

Deok Man : Yang Mulia, putri ke-2 anda, Putri negri ini, Deok Man…tidak seorangpun di Silla termasuk Raja Jinpyeong menyambut kehadiranku, jadi aku akan berusaha meraih statusku, sebagai anak Raja Jinpyeong, Putri negri ini, keturunan Seonggol di negri ini.

Deok Man mengatakan rencananya pada ibunya. Deok Man ingin memperoleh hak untuk tinggal di Gyerim tanpa alasan, itu akan memungkinkan Deok Man untuk hidup sebagai anak dari Ratu Maya.

Kemudian Bi Dam bertanya apa rencana Deok Man dan ia ingin ikut dengannya.

Deok Man : Aku akan menguasai Silla

Kemudian saat Kim Yu Shin menanyakan tujuannya, Deok Man dengan dingin menjawab,

Deok Man : Takhta..Aku akan menjadi penguasa Silla, dengan cara yang sama yang dipakai Mi shil untuk mengambil dan menguasai negri ini.

5 Komentar Add your own

  • 1. chriztuno  |  November 25, 2009 pada 09:49

    ☺☻☺☻☺☻☺

    Balas
  • 2. chriztuno  |  November 30, 2009 pada 09:49

    ☺☻☺☻☺☻☺☻☺☻☺
    ☺☻☺☻☺☻☺☻☺
    ☺☻☺☻☺☻☺☻☺☻☺
    ☺☻☺☻☺☻☺☻☺
    ☺☻☺☻☺☻☺☻☺☻☺

    Balas
  • 3. Rie Yang  |  Desember 3, 2009 pada 09:49

    wkwkwk

    Balas
  • 4. kriztna raditya  |  Desember 4, 2009 pada 09:49

    blogQ : krisnaeducation.co.cc ma krisnaeducation.wordpress.com !!

    Balas
  • 5. chriztuno  |  Januari 27, 2010 pada 09:49

    serruu..abiizzz….

    Balas

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.